Anda di halaman 1dari 34

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelaksanaan Prakerin merupakan upaya peningkatan mutu tamatan Sekolah


Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Harapan utama dari kegiatan penyelenggaraan pembelajaran di dunia
usaha/industri ini disamping keahlian profesional siswa meningkat sesuai dengan
tuntutan kebutuhan dunia usaha/industri, juga siswa akan memiliki etos kerja yang
meliputi kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreatifitas, hasil pekerjaan
yang berkualitas dan disiplin waktu. Agar dapat dimonitoring kegiatan siswa selama
prakerin.
Untuk memperoleh hal tersebut, Pemerintah dan Kebudayaan No. 080/u/1993
tentang kurikulum SMK tahun ajaran 1994 didalamnya dikenalkan suatu metode
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
Yang dimaksud dengan prakerin sebenarnya ialah penerapan pengetahuan yang
telah siswa/siswi dapat dari sekolah pada industri secara langsung, hal ini siswa/siswi
tidak mendapatkannya di sekolah melainkan di industri, sehingga siswa/siswi
mempunyai gambaran jika telah turun dalam bidang keindustrian.
Pelaksanaan PSG atau PRAKERIN ini tidak hanya melihat dari keputusan
Menteri diatas, tetapi juga berlandaskan kepada :
1. Pancasila UUD 1945.
2. Undang – Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah.
3. Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.
4. Peraturan Mendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar pengelolaan
pendidikan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
6. SK bersama No. 0217/U/1995 Mendiknas, Kadin, Deperindag dan Depnaker
tentang pembentukan MPKN sebagai implementasi Pendidikan Sistem Ganda
di SMK.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 1
1.2 Tujuan Penulisan Laporan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar penulis dapat melatih jiwa
mandiri, berani, tanggung jawab serta disiplin. Selain itu juga dapat mengkaji ilmu
terapan di lapangan dengan sekolah. Laporan ini juga bertujuan untuk dapat
mengetahui kegiatan yang dilakukan penulis selama melaksanakan Prakerin. Tujuan
lainnya antara lain :
1. Untuk mengetahui perkembangan penulis selama mengikuti Praktek Kerja
Industri.
2. Sebagai pertanggung jawaban atas tugas yang diberikan sekolah kepada
penulis sehubungan dengan pelaksanaan Prakerin.
3. Menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah dan sebagai pengetahuan
bagi siswa angkatan selanjutnya.
4. Sebagai latihan bagi penulis dalam membuat sebuah laporan kegiatan.
5. Sebagai bukti bahwa penulis telah melakukan praktek yang dilakukan di dunia
Industri.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Prakerin

Pelaksanaan Prakerin yang dijalankan terbilang dari mulai tanggal 28


Desember 2015 s/d 28 Februari 2016 dilaksanakan pada tempat PT. Nilam Widuri
yang beralamat di Jalan Pancasila 1, Cicadas, Gunung Putri, Bogor.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 2
BAB II
PROFIL INDUSTRI

2.1 Sejarah Singkat

PT. Nilam Widuri merupakan perusahaan yang melopori industri fragrance di


Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1983 dengan nama Al-Hamid & CO
yang didirikan oleh Almarhum HMH Alhamid - seorang perfumer dan pengusaha
cerdas berbakat - . Perusahaan ini pertama kalinya didirikan di Surabaya, Jawa
Timur. Perusahaan ini sangat cepat berkembang dan mulai bekerja sama dengan dua
perusahaan lain yaitu, Royal Chemical Company dan sebuah perusahaan parfum
Belanda yang dikenal dengan NV Exelsior.

Gambar 1. Logo PT. Nilam Widuri

Al-Hamid & CO terus melanjutkan perkembangan dan perubahan dalam


beberapa dekade pertama dengan mengganti nama Al-Hamid & CO menjadi PT.
Sriwangi dan kemudian diganti lagi menjadi North Western & CO pada tahun 1969
sebelum menjadi PT. Nilam Widuri pada tahun 1970 dan pindah lokasi operasional
ke Jakarta. Pada awalnya PT. Nilam Widuri merupakan perusahaan fragrance yang
masih menggunakan management keluarga yang memiliki fondasi dan jiwa
enteurpreneur yang kuat. Pada saat sekarang ini PT. Nilam Widuri merupakan satu –
satunya perusahaan fragrance pribadi yang terbesar di Indonesia.
Dahulunya PT. Nilam Widuri telah diberi kepercayaan untuk mewakili Messrs
Antoine Chiris, sebuah perusahaan parfum yang tertua dan terkenal di Perancis.
Selain itu, saat ini PT. Nilam Widuri juga bekerja sama dengan seorang konsultan
parfum terkenal Mr. Stefan Arctander yang mana buku karangannya telah digunakan
sebagai buku referensi yang terpercaya dan handal oleh para pembuat parfum di
seluruh dunia.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 3
Sampai saat ini, perusahaan ini masih tetap menjaga hubungan dengan
pembuat dan konsultan parfum di dunia terutama di Perancis dan Swiss. Hal ini
bertujuan untuk menjaga hubungan dengan perusahaan fragrance lain. Serta yang
paling utama adalah untuk mengetahui trend internasional mengenai parfum dan juga
untuk pengembangan jenis parfum di Indonesia agar dapat bersaing dengan para
competitor local.

2.2 Bidang Usaha

Kesuksesan yang diperoleh dari kepuasan customer merupakan kunci bagi PT.
Nilam Widuri untuk melangkah ke depan. Adapun customer atau client dari
perusahaan ini adalah industri – industri yang bergerak di bidang kosmetik,
kecantikan, dan perawatan.
Beberapa jenis produk aplikasi yang menggunakan fragrance dari PT. Nilam
Widuri adalah Aromatic Perfumers, Air Fresheners, Aromatheraphy, Candles,
Cleaneers, Cosmetics, Detergents, Hair Care, Skin care, Shampoo, Soap, Softeners,
Paper &Toiletries, Talcum Powder dan lain sebagainya.
Untuk menjaga performa perusahaan, PT. Nilam Widuri juga melakukan
evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan service, mendengarkan masukan dari
pelanggan untuk mengetahui keinginan mereka. Sehingga dapat dikembangkan
konsep baru dan pelayanan yang memuaskan.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 4
BAB III
PELAKSANAAN PRAKERIN

3.1 Teori singkat

3.1.1 Cream Perfume

Gambar 2. Cream Perfume

Parfum merupakan kebutuhan harian dan kontinyu bagi setiap orang.


Parfum merupakan campuran senyawa aromatik, minyak esensial, fiksatif,
dan pelarut yang digunakan untuk memberikan wangi. Semakin tinggi
jumlah persentase senyawa aromatik, maka intensitas dan aroma tersebut
akan semakin tahan lama. Parfum solid sangat aman dipakai untuk kulit
karena hanya menggunakan bahan natural yang terbukti tidak
menimbulkan iritasi sedikitpun, bahkan dapat menjaga elastisitas dan
kelembapan kulit.
Parfum solid adalah parfum padat yang pada umumnya terbuat dari
campuran fume oil dan wax. Parfum jenis ini sangat aman di kulit karena
memang untuk digunakan pada kulit. Penggunaan parfum solid berbeda
dengan penggunaan parfum cair yang biasa disemprotkan ke badan.
Parfum solid biasanya dioleskan di pergelangan tangan, belakang telinga
dan leher, atau di jemari kaki dan tangan. Parfum dalam bentuk padat
(tidak dalam bentuk cair seperti pada umumnya), sudah lama dikenal dan
digemari di Eropa. Secara historis, salep dengan wewangian seperti ini

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 5
telah digunakan sebagai jenis parfum yang solid sejak zaman Mesir.
Wanginya lebih awet dari parfum cair dan dikenakan.
Fungsi parfum dalam kehidupan manusia :
a. Dapat memberikan kesenangan hidup.
b. Dapat mempengaruhi kejiwaan dan syaraf.
c. Memberikan wewangian kepada bahan yang tidak wangi dan
menghilangkan bau yang tidak enak pada berbagai macam hasil
industri textil, kulit, kertas, karet, plastic.
d. Dapat melindungi manusia dari penyakit yang disebabkan bakteri.
e. Dapat mengobati sakit kepala.
f. Dapat membantu proses pencernaan.
g. Dapat menambah selera makan.
h. Dapat meningkatkan kepercayaan diri.

3.1.2 Butylated Hidroxy Toluene (BHT)

Gambar 3. Butylated Hydroxy Toluene

Butil hidroksi toluene (BHT) digunakan sebagai zat aktif antioksidan


pada makanan, kosmetik, farmasi dan produk karet. Fungsi BHT hampir
sama dengan vitamin E, yaitu sebagai zat yang mencegah reaksi
autooksidasi atau oksidasi yang disebabkan oleh O2 dari udara (Polusi)
sehingga menyebabkan perubahan dalam rasa atau warna. Kadang kala
BHT sering digunakan untuk mencegah lemak pada makanan menjadi
tengik.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 6
Ternyata bahan aditif ini memiliki MSDS (Material Safety Data
Sheet) yang harus diperhatikan dengan seksama, seperti :
a. Jangan biarkan bahan kimia ini memasuki / mencemari lingkungan.
b. Mudah terbakar.
c. Jika tertelan menyebabkan sakit perut, pusing, mual, muntah.
d. Substansi mungkin memiliki efek pada hati.
Eksposur jangka panjang dengan dosis tinggi BHT bersifat racun
pada tikus, menyebabkan masalah hati, tiroid dan ginjal, dan juga
mempengaruhi fungsi paru-paru dan pembekuan darah. BHT bisa
mempromosikan tumor dalam situasi tertentu.

3.1.3 Vaseline Petroleum Jelly

Gambar 4. Vaseline Petroleum Jelly

Petroleum jelly sebenarnya mempunyai fungsi yang tidak jauh


berbeda dengan lilin lebah (Beeswax). Kalo kamu merasa seperti familiar
dengan nama ini mungkin hal ini karena ketenarannya dalam merk
Vaseline yang bisa digunakan untuk lipbalm, serta melembabkan siku dan
dengkul. Produk ini adalah campuran dari mineral oil, paraffin dan lilin
micro crystalline yang dilebur menjadi satu dalam bentuk gel halus yang
biasanya berwarna off white bening.
Pada saat Vaseline Petroleum Jelly dioleskan ke kulit dalam bentuk
gel akan meresap sempurna ke pori-pori kulit dan dengan cepat akan
mengganti sel kulit mati dengan sel kulit baru yang sehat. Setelah meresap
ke kulit, maka langsung masuk ke dalam celah-celah sel kulit untuk
menghalangi hilangnya air alami yang diproduksi kulit kita. Sehingga
kelembapan kulit tetap terjaga secara natural.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 7
Petroleum jelly putih bukanlah produk sampingan tetapi merupakan
produk olahan dan purifed product lilin berat dan minyak parafin.
Petroleum Jelly melampaui standar keselamatan yang ditetapkan oleh FDA
untuk digunakan dalam produk makanan dan kosmetik serta digunakan
dengan baik oleh dua negara Uni Eropa (UE ) dan Jepang Pharmacopeia
Chemical Codes.
Petroleum Jelly dan mineral diklasifikasikan sebagai “oklusif”
pelembab. Secara teori, “oklusif” adalah mengurangi kehilangan air dari
kulit dengan menciptakan penghalang hidrofobik bila diterapkan di kulit.
Dalam istilah awam Vaseline petroleum jelly tidak menyumbat pori-
pori kulit, tetapi membantu tubuh dalam perbaikan kulit. Petroleum Jelly
adalah produk murah tapi sebaliknya masih merupakan pelembab yang
paling efektif secara biaya yang digunakan saat ini dalam industri
kosmetik.
Manfaat Vaseline Petroleum Jelly :
a. Melebatkan bulu mata (oleskan pada bulu mata sebelum tidur).
b. Melembabkan kulit.
c. Mencegah dan mengatasi bibir pecah – pecah (dapat digunakan
sebagai lip gloss).
d. Sebagai pengganti cream malam.
e. Make up remover.
f. Menyembuhkan ruam di pinggang bekas celana pada dewasa atau
ruam popok pada bayi.
g. Melembabkan daerah kulit yang kering seperti siku, lutut, tumit,
hingga telapak tangan dan kaki.
h. Dapat mengatasi dan mengurangi dampak kulit yang terkena luka
bakar, maupun luka gores.
i. Melindungi kulit di bawah terpaan terik matahari.
j. Memperbaiki kulit yang terkena lem power/ power glue.
k. Selain itu dapat juga digunakan untuk merawat benda-benda kulit
kesayangan, hingga tidak mudah rusak sewaktu disimpan.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 8
3.1.4 Peppermint

Gambar 5. Peppermint

Peppermint atau mint merupakan tanaman herbal yang sejak lama


populer karena aroma dan khasiat obat yang dimilikinya. Karakteristik
utama yang dimiliki oleh tanaman mint adalah sensasi segar dan dingin di
lidah, langit-langit dan tenggorokan ketika dikunyah, serta sangat terasa
pada kelenjar penciuman hidung pada saat dihirup.
Hal ini adalah karena adanya mentol, yaitu suatu minyak esensial
yang terdapat dalam daun segar, dan batang tanaman peppermint.
Manfaat aroma peppermint:
a. Pencegahan kanker.
b. Membantu TBC.
c. Obat alami flu dan demam.
d. Sumber mineral tinggi.
e. Meringankan gejala maag.
f. Meredakan Sakit kepala.
g. Bermanfaat untuk meningkatkan kerja liver/hati.
h. Meringankan Asma.
i. Melegakan pernafasan.
j. Meringankan kram akibat menstruasi.
k. Mengurangi bau mulut tak sedap.
l. Sifat Analgesik.
m. Mengusir Kutu Rambut.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 9
3.1.5 Uji Stabilitas

Uji stabilitas dimaksudkan untuk menentukan umur simpan, yaitu


jangka waktu penyimpanan pada kondisi tertentu di mana produk masih
memenuhi spesifikasi yang ditetapkan perusahaan serta menjamin kualitas
produk yang telah diluluskan dan beredar di pasaran. Dengan uji stabilitas
dapat diketahui pengaruh faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan
terhadap parameter – parameter stabilitas produk seperti kadar zat aktif,
pH, berat jenis dan netto volume sehingga dapat ditetapkan tanggal
kedaluwarsa yang sebenarnya.
Berdasarkan durasinya, uji stabilitas dibagi menjadi dua yakni:
a. Uji stabilitas jangka pendek (dipercepat)
Uji stabilitas jangka pendek dilakukan selama 6 bulan dengan
kondisi ekstrim (suhu 40±20C). Interval pengujian dilakukan pada
bulan ke – 3 dan ke – 6.
b. Uji stabilitas jangka panjang (real time study)
Uji stabilitas jangka panjang dilakukan sampai dengan waktu
kadaluwarsa produk seperti yang tertera pada kemasan.
Pengujiannya dilakukan setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama
dan setiap 6 bulan sekali pada tahun kedua. Pada tahun ketiga dan
seterusnya, pengujian dilakukan setahun sekali. Misalkan untuk
produk yang memiliki ED hingga 3 tahun pengujian dilakukan pada
bulan ke-3, 6, 9, 12, 18, 24 dan 36. Sedangkan produk yang memiliki
ED selama 20 bulan akan diuji pada bulan ke-3, 6, 9, 12, 18 dan 20
untuk uji stabilitas jangka panjang.

3.1.6 Uji Organoleptik

Analis sensorik atau biasa disebut dengan uji organoleptik


merupakan suatu proses identifikasi atau pengujian yang melibatkan panca
indra manusia untuk menentukan sebuah kualitas, karakter suatu produk.
Uji organoleptik atau sensorik cukup penting, karena semakin langka suatu
produk dan mempunyai harum yang kuat, maka harganya pun akan
semakin tinggi.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 10
Uji pembeda pada prinsip adalah penginderaan dua rangsangan
sejenis. Panelis melakukan proses penginderaan melalui dua tahap, yaitu
mula – mula merespon sifat inderawi yang diujikan, kemudian
membandingkan kedua contoh untuk menyatakan sama atau beda. Untuk
uji pembeda, sebaiknya terlebih dahulu panelis dikenalkan dengan sifat
inderawi yang diujikan dari pasangan contoh yang disajikan. Hal ini sangat
penting untuk disadari oleh pengelola uji.
Jadi dalam hal ini aspek yang diuji dapat berupa warna, rasa, bau,
dan tekstur. Organoleptik merupakan salah satu komponen yang sangat
penting dalam menganalisis kualitas dan mutu produk.
Uji panel sangat berperan penting dalam pendiskripsian dan
pengembangan produk. Saat ini tersedia berbagai metode analisa
organoleptik. Pada prinsipnya terdapat 3 jenis uji organoleptik yaitu uji
pembeda, uji deskripsi, dan uji afektif.
Fungsi organoleptik yaitu untuk mengetahui perubahan bau atau
mengidentifikasi bau dari suatu sample.

3.1.7 Uji Patch

Patch test merupakan suatu test kulit untuk mengidentifikasi apakah


suatu substansi berada dalam keadaan kontak dengan kulit yang dapat
menyebabkan peradangan kulit (dermatitis kontak).
Patch test terbuka dilakukan dengan mengoleskan sediaan uji pada
luas tertentu, dibiarkan terbuka selama 24 jam, amati reaksi kulit yang
terjadi. Iritan primer umumnya lebih menyebabkan rasa pedih dari gejala
rasa gatal dan reaksi kulit yang ditimbulkan lebih cepat dibandingkan
allergen. Reaksi kulit yang disebabkan iritan primer terjadi beberapa menit
hingga satu jam setelah pelekatan sedangkan allergen baru menimbulkan
reaksi kulit dalam waktu 24 – 48 jam.
Patch test terbuka terutama digunakan untuk pengujian sediaan uji
yang mengandung minyak atsiri. Patch test terbuka dapat digunakan sebagai
kosmetik, seperti alat pengikat rambut, shampoo, sabun, detergen, dan lain –
lain.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 11
3.2 Peralatan Kerja

3.2.1 Alat Keselamatan Kerja (APD)

Alat Pelindung Diri atau APD merupakan seperangkat peralatan


yang dikenakan sebagai perlindungan sebagian atau keseluruhan tubuh
dari resiko kecelakaan kerja. Sehingga pekerja lebih nyaman dan aman
selama menjalankan tugasnya.
Tujuan dari penggunaan alat pelindung diri :
1) Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa dan administratif
tidak dapat dilakukan dengan baik.
2) Meningkatkan efektifitas dan produktivitas kerja.
3) Menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Berikut adalah Alat pelindung diri yang dipakai pada saat
melaksanakan pengerjaan :
1) Jas Lab

Gambar 6. Jas Laboratorium

Jas Laboratorium berfungsi melindungi badan dari percikan


bahan kimia berbahaya. Jenisnya ada dua yaitu jas lab sekali pakai
dan jas lab berkali – kali pakai. Jas lab sekali pakai umumnya
digunakan di laboratorium biologi dan hewan, sementara jas lab
berkali – kali pakai digunakan di laboratorium kimia.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 12
2) Masker Laboratorium

Gambar 7. Masker Laboratorium

Masker biasanya digunakan sebagai penyaring udara yang


dihirup pada saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk
(misal berdebu, beracun, dan sebagainya).
3) Sarung tangan Latex

Gambar 8. Sarung tangan Latex

Sarung tangan bukan hanya melindungi tangan terhadap


karakteristik bahaya bahan kimia tersebut, sarung tangan juga dapat
memberi perlindungan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang
dapat mengakibatkan cedera tangan.
4) Safety Shoes

Gambar 9. Safety Shoes

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 13
Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa
kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan
kimia dan sebagainya.

3.2.2 Alat Kerja

Alat yang digunakan saat melakukan pembuatan cream perfume,


adalah:
1) Neraca analitik

Gambar 10. Neraca Analitik

Neraca Analitik adalah Alat untuk mengukur berat (terutama yang


berukuran kecil) atau alat untuk menimbang suatu zat. Alat ini biasanya
diletakkan di laboratorium sebagai alat ukur dalam kegiatan penelitian.
Prinsip kerjanya yaitu dengan penggunaan sumber tegangan listrik yaitu
stavolt dan dilakukan peneraan terlebih dahulu sebelum digunakan
kemudian bahan diletakkan pada neraca lalu dilihat angka yang tertera
pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang.
2) Beaker glass

Gambar 11. Beaker Glass

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 14
Beaker glass adalah sebuah wadah penampung yang digunakan
untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan. Beaker glass
yang berfungsi sebagai pemanas, maksudnya adalah beaker glass
digunakan untuk memanaskan bahan atau larutan.
3) Tempat alkohol pembilas

Gambar 12. Wadah alhokol pembilas

4) Spatula

Gambar 13. Spatula

Spatula adalah alat untuk mengambil obyek. Spatula yang


sering digunakan di laboratorium biologi atau kimia berbentuk
sendok kecil, pipih dan bertangkai.
5) Hot plate stirer

Gambar 14. Hot Plate Stirer

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 15
Hot plate stirrer berfungsi untuk menghomogenkan suatu
larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini
dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses
homogenisasi.
6) Test Paper

Gambar 15. Test paper

7) Akrilik

Gambar 16. Akrilik

3.3 Mesin yang digunakan

1) Oven chamber

Gambar 17. Oven Chamber

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 16
Berfungsi untuk melakukan simulasi suhu dan membantu
mengevaluasi suatu produk dalam segi kualitas dan realibilitasnya
serta membantu untuk mencari kesalahan desain dan kelemahan
produk yang sedang diuji terutama terhadap pengaruh suhu ruang.
2) Kulkas

Gambar 18. Kulkas

Kulkas atau mesin pendingin adalah suatu rangkaian pesawat


yang mampu bekerja untuk menghasilkan temperature dingin atau
suhu dingin. Pada mesin pendingin ada zat cair yang diuapkan
sebagai bahan pendingin. Setting suhu ideal untuk kulkas adalah 38
Derajat Fahrenheit (3 Derajat Celcius). Sedangkan untuk Freezer
adalah -4 Derajat Fahrenheit (-20 Derajat Celcius).

3.4 Material yang digunakan

Bahan yang digunakan untuk pembuatan cream perfume, yaitu:


1) Vaselin Petroleum Jelly.
2) Butylated Hidroxy Toluene (BHT).
3) Pewarna.
4) Peppermint (Perfume).
5) Alkohol pembilas.
6) Majun/tissue.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 17
3.5 Proses Kerja

3.5.1 Pembuatan Cream Perfume

Tabel 1. Data Penimbangan

Trial A B C
Bahan Berat Berat Berat Berat Berat Berat
Bahan Timbang Bahan Timbang Bahan Timbang

Vaselin 20 gr 20,005 gr 20 gr 20,008 gr 20 gr 20,002 gr


BHT 0,2 gr 0,2001 gr 0,2 gr 0,2003 gr - -
Pewarna 3 tetes 3 tetes - - - -
Perfume 2 gr 2,004 gr 2 gr 2,010 gr 2 gr 2,004 gr

Cara Kerja:
a. Cream Perfume A
1) Ditimbang vaseline terlebih dahulu, sesuai dengan yang
diperlukan.
2) Dicatat hasil penimbangan.
3) Ditekan tare.
4) Ditambahkan Butylated Hidroxy Toluene (BHT) sesuai dengan
berat bahan yang dibutuhkan.
5) Dicatat hasil penimbangan.
6) Dihomogenkan sambil dipanaskan vaseline dengan BHT,
hingga suhu didalamnya mencapai suhu 70-80◦C.
7) Diaduk hingga homogen dengan menggunakan spatula.
8) Setelah homogen dan mencair, ditambahkan 3 tetes pewarna.
9) Dicatat hasil timbang.
10) Ditekan tare.
11) Ditambahkan minyak parfum dengan aroma peppermint sesuai
dengan berat bahan yang telah ditentukan.
12) Dicatat hasil penimbangan.
13) Diaduk sebentar.
14) Dituangkan ke dalam 3 wadah yang sama secara merata.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 18
b. Cream Perfume B
1) Ditimbang vaseline terlebih dahulu, sesuai dengan yang
diperlukan.
2) Dicatat hasil penimbangan.
3) Ditekan tare.
4) Ditambahkan Butylated Hidroxy Toluene (BHT) sesuai dengan
berat bahan yang dibutuhkan.
5) Dicatat hasil penimbangan.
6) Dihomogenkan sambil dipanaskan vaseline dengan BHT,
hingga suhu didalamnya mencapai suhu 70-80◦C.
7) Diaduk hingga homogen dengan menggunakan spatula.
8) Ditambahkan minyak parfum dengan aroma peppermint sesuai
dengan berat bahan yang telah ditentukan.
9) Dicatat hasil penimbangan.
10) Diaduk sebentar.
11) Dituangkan ke dalam 3 wadah yang sama secara merata.
c. Cream Perfume C
1) Ditimbang vaseline terlebih dahulu, sesuai dengan yang
diperlukan.
2) Dicatat hasil penimbangan.
3) Ditekan tare.
4) Dihomogenkan sambil dipanaskan vaseline dengan BHT,
hingga suhu didalamnya mencapai suhu 70-80◦C.
5) Diaduk hingga homogen dengan menggunakan spatula.
6) Ditambahkan minyak parfum dengan aroma peppermint sesuai
dengan berat bahan yang telah ditentukan.
7) Dicatat hasil penimbangan.
8) Diaduk sebentar.
9) Dituangkan ke dalam 3 wadah yang sama secara merata.

Setelah cream perfume dibuat, kemudian masing – masing dari hasil


trial cream perfume A, B, dan C dimasukkan kedalam oven, kulkas, dan
pada suhu kamar. Setelah itu amati perubahan warna, bau, serta keiritasian
pada kulit. Analisa dilakukan selama 2 bulan.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 19
3.5.2 Uji Organoleptik Cream Perfume

Uji ini dilakukan untuk mengetahui perubahan bau atau


mengidentifikasi bau dari produk yang dibuat. Dalam 2 minggu sekali
dilakukan uji bau dengan membandingkan setiap produk dalam pendingin
dan pemanas dengan produk aplikasi dalam suhu kamar. Sebelumnya,
pada saat produk telah selesai dibuat, kemudian dilakukan uji bau awal
produk untuk dapat membandingkan bagaimana perubahan bau yang
terjadi pada setiap sediaan.
Cara kerja:
1) Dituliskan di test paper nama setiap produk aplikasi yang akan di uji
bau.
2) Dicelupkan test paper yang telah diberi nama ke dalam cream
perfume.
3) Ditempatkan di akrilik.
4) Dicelupkan juga test paper lain yang telah diberi nama ke dalam
produk aplikasi dalam suhu kamar sebagai pembandingnya.
5) Diuji bau oleh para panelis, minimal 5 orang.
6) Dituliskan respon para panelis di form data uji stabilitas pada kolom
bau.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 20
Tabel 2. Uji Stabilitas dalam pendingin produk aplikasi A

Nama Sampel Uji : Cream Perfume A


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Kuning

2 18/01/16 Sinda Sama Kuning


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
8 26/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 21
Tabel 3. Uji Stabilitas dalam pendingin produk aplikasi B

Nama Sampel Uji : Cream Perfume B


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Putih

2 18/01/16 Sinda Sama Putih


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang
8 26/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 22
Tabel 4. Uji Stabilitas dalam pendingin produk aplikasi C

Nama Sampel Uji : Cream Perfume C


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Putih

2 18/01/16 Sinda Sama Putih


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
8 26/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 23
Tabel 5. Uji Stabilitas dalam pemanas produk aplikasi A

Nama Sampel Uji : Cream Perfume A


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Kuning

2 18/01/16 Sinda Sama Kuning


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
8 26/02/16 Sinda Sama Kuning
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 24
Tabel 6. Uji Stabilitas dalam pemanas produk aplikasi B

Nama Sampel Uji : Cream Perfume B


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Putih

2 18/01/16 Sinda Sama Putih


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang
8 26/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 25
Tabel 7. Uji Stabilitas dalam pemanas produk aplikasi C

Nama Sampel Uji : Cream Perfume C


Minggu Tanggal Panelis Bau Warna
Ke
0 04/01/16 Putih

2 18/01/16 Sinda Sama Putih


Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
4 01/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
6 15/02/16 Sinda Sama Putih
Yoda Sama
Nita Sama
Weni Sama
Rurie Sama
8 26/02/16 Sinda Baunya kurang Putih
Yoda Baunya kurang
Nita Baunya kurang
Weni Baunya kurang
Rurie Baunya kurang

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 26
Tabel 8. Data Uji Bau awal produk

NO SAMPEL UJI NAMA UJI BAU KET


PANELIS TOP MIDDLE BOTTOM
1 Bandingkan Sinda B dan C
trial A, B, C lebih
harum
dari A
2 Yoda B dan C Yang
lebih masih
kuat kecium
baunya trial C,
dari A baunya
samar
3 Nita C lebih A, B, dan
keluar C nggak
baunya, ada
yang B baunya
baunya
kurang
enak
4 Weni B<A<
C, lebih
segar
yang C
& B.
Tapi B
baunya
agak
kurang
seger
5 Rurie B dan C A dan B
> kuat masih

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 27
baunya ada
dari A baunya
tapi
samar,
yang C
sudah
tidak
tercium
6 Arin Tak
tercium
baunya
A, B dan
C

7 Niken C>
manis A
dan B
baunya
mendem

Setelah melihat data diatas, terlihat bahwa sampel B dan C lebih


keluar baunya daripada sampel A. Maka dari komposisi masing – masing
sampel, penulis meyakini bahwa hal ini terjadi karena adanya penambahan
pewarna pada sampel A yang membuat baunya menjadi kurang enak. Dan
penambahan BHT juga membuat sampel A dan B dengan bau dari minyak
yang digunakan memendam. Sedangkan pada sampel C di yakini memiliki
bau yang lebih kuat dan tahan lama.

3.5.3 Uji Patch Cream Perfume

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah produk aplikasi dapat


digunakan pada kulit dan tidak menyebabkan keiritasian pada kulit
penggunanya.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 28
Cara Kerja :
1) Dioleskan setiap produk aplikasi pada permukaan kulit.
2) Dibiarkan terbuka selama 24 jam.
3) Diamati reaksi yang terjadi.

Tabel 9. Data Uji patch test terbuka awal produk

Sampel Cream
No Parfum Panelis Discomfort Erythema Scalling Edema
Ajeng 0 + - -
1 A Wina 0 + - -
Wida 0 + - -
Luri 0 + - -
Ajeng 0 + - -
2 B Wina 0 + - -
Wida 0 + - -
Luri 0 + - -
Ajeng + + - -
3 C Wina 0 + - -
Wida 0 + - -
Luri 0 + - -

Pada pengujian kali ini dapat dilihat bahwa dari setiap panelis yang
mencoba hanya satu panelis yang merasa discomfort atau tidak nyaman.
Tetapi dari panelis yang lain semuanya menunjukkan hasil yang cukup
wajar dan normal dan masih dalam ambang batas kewajaran dan aman
untuk digunakan. Dari data di atas dapat di simpulkan bahwa cream
perfume tanpa tambahan BHT berpengaruh pada kenyamanan pada salah
satu panelis. Yang dapat diartikan bahwa BHT hanya berfungsi sebagai
antioksidan.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 29
3.6 Gambar Kerja

3.6.1 Diagram alir pengerjaan

Timbang Suhu di
Tambahkan
vaseline Panaskan dalamnya 70-
BHT
80◦C

Tambahkan
Celupkan test Tuangkan ke
Aduk sebentar minyak
paper wadah
parfum

Tempatkan di
Uji bau Amati warna Uji Patch
akrilik

3.6.2 Diagram alir Uji Bau

Dituliskan di test paper nama setiap produk


aplikasi.

Dicelupkan test paper ke dalam cream perfume.

Ditempatkan di akrilik.

Dicelupkan juga test paper lain sebagai


pembandingnya.

Diuji bau oleh para panelis.

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 30
3.6.3 Diagram alir Uji Patch

Dioleskan setiap produk aplikasi pada


permukaan kulit.

Dibiarkan terbuka selama 24 jam.

Diamati reaksi yang terjadi.

3.6.4 Gambar pengerjaan

Gambar 18. Penimbangan Gambar 19. Penimbangan Vaseline

Gambar 20. Penambahan BHT Gambar 21. Penambahan pewarna

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 31
Gambar 22. Penambahan Minyak peppermint Gambar 23. Pemanasan

Gambar 24. Pengukuran suhu sediaan Gambar 25. Penuangan

Gambar 26. Pencelupan Test paper Gambar 27. Test paper di akrilik

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 32
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 33
LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil produk aplikasi pada suhu kamar

Lampiran 2. Hasil produk aplikasi pada pendingin

Lampiran 3. Hasil produk aplikasi pada suhu oven

Laporan Prakerin Ajeng Kurniasih


PT. Nilam Widuri Page 34