Anda di halaman 1dari 26

PANDUAN SUB KOMITE MUTU PROFESI, SUB KOMITE

KREDENSIAL DAN SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI


KOMITE KEPERAWATAN RS JIWA PROVINSI JAWA BARAT

RS JIWA PROVINSI JAWA BARAT

JL. KOLONEL MASTURI KM.7 CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT


PANDUAN SUBKOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI

I. DEFINISI
Subkomite etik dan disiplin profesi merupakan sub komite pada komite
keperawatan yang bertugas merekomendasikan pembinaan etik dan disiplin
profesi (Permenkes RI no. 49 tahun 2013 ).
Penilaian pedoman perilaku sebagai penjabaran kode etik keperawatan
digunakan dalam rangka mengukur perilaku yang diharapkan dari perawat
sebagai penjabaran kode etik keperawatan dalam tatanan pekerjaan dan
kehidupan profesinya yang mengacu kepada kode etik keperawatan yaitu: 1)
perawat dan klien; 2) perawat dan praktik; 3) perawat dan
masyarakat; 4) perawat dan teman sejawat; 5) perawat dan profesi (DPP PPNI,
2017).
Audit etik dan disiplin profesi adalah upaya evaluasi secara profesional
terhadap perilaku perawat selama melaksanakan praktik dengan menggunakan
formulir penilaian pedoman perilaku sebagai penjabaran kode etik keperawatan
yang dilaksanakan oleh profesi perawat yang menjadi atasan satu tingkat dari
perawat yang dinilai.

II. RUANG LINGKUP


1. Tugas Subkomite Etik dan Disiplin Profesi
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan
c. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan
masalah etik dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan
keperawatan
d. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis
e. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam
asuhan keperawatan
2. Kewenangan
Subkomite etik dan disiplin profesi mempunyai kewenangan melalui Komite
Keperawatan untuk memberikan rekomendasi pendampingan dan
rekomendasi pemberian tindakan disiplin.
3. Mekanisme Kerja
Untuk melaksanakan tugas subkomite etik dan disiplin profesi, maka
ditetapkan mekanisme penilaian sebagai berikut:
a. Sosialisasi kode etik profesi keperawatan dan penilaian pedoman
perilaku sebagai penjabaran kode etik keperawatan kepada seluruh
perawat di tatanan kerja rumah sakit
b. Koordinasi dengan bidang keperawatan untuk sosialisasi formulir
penilaian kepada kepala ruangan dan ketua tim
c. Melakukan audit etik dan disiplin profesi dengan cara:
1) Waktu dan tempat penilaian
Waktu dan tempat penilaian dapat dilaksanakan sebagai berikut:
a) Evaluasi kinerja perawat dalam tatanan pekerjaan dan
kehidupan profesi dilaksanakan setiap semester (6 bulan),
dengan minimal penilaian sebanyak 3 kali dalam satu
semester. Penilaian dilaksanakan di tempat kerja.
b) Penilaian perilaku yang berkaitan dengan masalah etik
keperawatan dilaksanakan sesuai kebutuhan atau sewaktu-
waktu apabila diperlukan dalam kondisi yang dianggap
penting atau diperlukan. Penilaian dilaksanakan melalui rapat
pengurus sesuai tingkatannya
2) Kriteria penilaian
a) Petunjuk pengisian
1) Penilaian dalam bentuk memberikan tanda (v) pada
kolom perilaku yang diukur
2) Penilaian ini berupa hasil observasi. Bentuk observasi
dapat langsung atau tidak langsung (melalui media, dll)
3) Masing-masing perilaku yang diukur jika dilakukan diberi
tanda (v) pada kolom YA dan tidak dilakukan diberi tanda
(v) pada kolom TIDAK
4) Dilakukan diberikan skor 1 dan tidak dilakukan diberikan
skor 0
5) Berikan komentar/alasan pada kolom keterangan
mengapa tidak dilakukan
6) Penentuan skor 1
a) Memenuhi perilaku yang diukur
b) Hasil observasi selaras atau sinkron dengan perilaku
yang diukur
7) Penentuan skor 0
a) Semua perilaku yang diukur pada setiap nomor
pertanyaan tidak ditemukan
b) Hasil observasi tidak sinkron dengan perilaku yang
diukur
b) Perhitungan penilaian
Perhitungan nilai perilaku sebagai penjabaran kode etik
berdasarkan format penilaian (terlampir), yang dinilai adalah
pertanyaan yang diukur, yaitu :
1) Perawat dan klien : 14 pertanyaan
2) Perawat dan praktik : 22 pertanyaan
3) Perawat dan masyarakat : 6 pertanyaan
4) Perawat dan teman sejawat : 9 pertanyaan
5) Perawat dan profesi : 10 pertanyaan

Masing-masing pertanyaan dikatagorikan 2 pengukuran yaitu


skor 1 dan skor 0. Berikut jumlah skor tertinggi dari masing-
masing hasil pengukuran:
1) Perawat dan klien : jumlah skor tertinggi dari hasil
pengukuran 14
2) Perawat dan praktik : jumlah skor tertinggi dari hasil
pengukuran 22
3) Perawat dan masyarakat : jumlah skor tertinggi dari hasil
pengukuran 6
4) Perawat dan teman sejawat : jumlah skor tertinggi dari
hasil pengukuran 9
5) Perawat dan profesi : jumlah skor tertinggi dari hasil
pengukuran 10

Perhitungan penilaian perilaku sebagai penjabaran kode etik


keperawatan yang prima sebagai berikut:
Total skor pengukuran X 100%
Jumlah skor nilai tertinggi

Penetapan nilai perilaku sebagai penjabaran kode etik


keperawatan dikelompokkan berdasarkan perhitungan
dikategorikan sebagai berikut:
Kategori
Nilai Persepsi Nilai Interval Nilai Perilaku
Perilaku
1 90-100 A Prima
2 70-89 B Baik
3 50-69 C Cukup
4 10-49 D Buruk

d. Melakukan analisis hasil audit etik dan disiplin profesi


e. Melaksanakan telaah etik saat terjadi pelaporan dugaan pelanggaran
etik dan disiplin profesi
f. Merekomendasikan perencanaan pendampingan etik dan disiplin
profesi atau rekomendasi pemberian tindakan disiplin kepada unit
yang berwenang
g. Koordinasi dengan praktisi tenaga keperawatan dalam melakukan
pendampingan sesuai kebutuhan
h. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada
Ketua Komite Keperawatan.

4. Lingkup Audit Etik dan Disiplin Profesi


Merupakan proses penilaian sistematis untuk memperoleh gambaran perilaku
perawat (profesi) yang dilaksanakan dengan menggunakan 2 bentuk
mekanisme sebagai berikut:
a. Evaluasi kinerja perawat dalam tatanan pekerjaan dan kehidupan profesi:
1) Penilai melakukan observasi penilaian sesuai dengan formulir
penilaian yang meliputi: perawat dan klien; perawat dan praktik;
perawat dan masyarakat; perawat dan teman sejawat; perawat dan
profesi sesuai dengan perilaku yang diukur sebanyak tiga kali dalam
satu semester kepada perawat yang akan dinilai perilakunya.
2) Hasil penilaian pertama, kedua dan ketiga dalam satu semester
dibuatkan rekapitulasinya untuk selanjutnya dilakukan perhitungan
dari rekapitulasi tersebut. Hasil rekapitulasi dibuatkan
pengkatagorian perilaku
3) Penilaian yang telah dilakukan selanjutnya diberitahukan kepada
perawat yang dinilai, sebagai berikut:
a) Nilai PRIMA dan BAIK, maka perawat tersebut diminta untuk
mempertahankan perilaku yang sudah baik tersebut.
b) Nilai CUKUP diberikan masukan dan diminta perawat tersebut
untuk memperbaiki dan meningkatkan perilakunya menjadi lebih
baik.
c) Nilai BURUK maka perlu dilakukan penanganan dengan
melaporkan dan meminta MKEK sesuai tingkatan untuk
dilakukan pembinaan atau penanganan pelanggaran etika
keperawatan sesuai dengan masalah etika keperawatan yang
ditemukan.
4) Hasil penilaian perilaku tersebut digunakan dalam rapat berkaitan
dengan evaluasi kinerja dalam kenaikan atau peningkatan jenjang
karir perawat yang dinilai.

b. Penilaian perilaku yang berkaitan dengan masalah etik keperawatan


1) Penilai PPNI sesuai dengan tingkatannya melakukan penilaian
dengan menggunakan formulir penilaian meliputi penilaian perilaku
perawat dan teman sejawat. Penilaian dilakukan sesuai kebutuhan
atau sewaktu-waktu apabila diperlukan dalam kondisi yang dianggap
penting atau diperlukan dalam kondisi yang dianggap penting atau
diperlukan, misalnya hasil sosial media, aduan dari masyarakat,
komunikasi online dan lainnya
2) Hasil penilaian yang didapatkan dilakukan perhitungan untuk
dibuatkan kategori perilaku pengurus PPNI yang dinilai. Hasil
penilaian yang dilakukan sebagai berikut:
a) Nilai CUKUP, maka perawat diberikan pengarahan oleh MKEK
sesuai tingkatannya.
b) Nilai BURUK, maka ditindaklanjuti dengan pembinaan dan
penanganan pelanggaran etika keperawatan oleh MKEK sesuai
tingkatannya dengan mengacu kepada peraturan organisasi
tentang disiplin organisasi dan prosesnya mengacu kepada
pedoman penyelesaian pertentangan masalah etika keperawatan.
FORMULIR PENILAIAN PEDOMAN
PERILAKU SEBAGAI PENJABARAN KODE ETIK KEPERAWATAN

Format : 1. Perawat dan Klien


Dilakukan
No Pernyataan yang diukur Perilaku yang diukur (Beri tanda v) Keterangan
Ya Tidak
1 Perawat dalam a. Perawat wajib
memberikan pelayanan memperkenalkan diri
keperawatan kepada klien dan
menghargai harkat dan keluarganya.
martabat manusia, b. Perawat wajib
keunikan klien, dan menjelaskan setiap
tidak terpengaruh oleh intervensi keperawatan
pertimbangan yang dilakukan pada klien
kebangsaan, kesukuan, dan keluarga
warna kulit, umur, jenis c. Perawat dalam
kelamin, aliran politik memberikan pelayanan
dan agama yang dianut keperawatan dilarang/tidak
serta kedudukan sosial mencela adat kebiasaan
dan keadaan khusus klien;
d. Perawat dalam
memberikan pelayanan
keperawatan dilarang/
tidak membedakan
pelayanan atas dasar
kebangsaan, kesukuan,
warna kulit, umur, jenis
kelamin, aliran politik dan
agama yang dianut serta
kedudukan sosial pada
klien.
2 Perawat dalam a. Perawat pada awal
memberikan pelayanan bertemu klien, wajib
keperawatan senantiasa menjelaskan bahwa
memelihara suasana mereka boleh
lingkungan yang menjalankan/ diizinkan
menghormati nilai-nilai melaksanakan kegiatan
budaya, adat istiadat dan yang terkait dengan
kelangsungan hidup budaya, adat dan agama;
beragama b. Perawat dalam
memberikan pelayanan
wajib memfasilitasi
pelaksanaan nilai-nilai
budaya, adat istiadat dan
kelangsungan hidup
beragama dan wajib
mencari solusi yang akan
berpihak pada klien bila
terjadi konflik terkait nilai-
nilai budaya, adat istiadat
dan kelangsungan hidup
beragama;
c. Perawat wajib membantu
klien memenuhi
kebutuhannya sesuai
dengan budaya, adat
istiadat dan agama;
d. Perawat wajib
mengikutsertakan klien
secara terus-menerus
pada saat memberikan
asuhan keperawatan.

3 Tanggung jawab utama a. Perawat wajib


perawat adalah kepada melaksanakan asuhan
mereka yang keperawatan sesuai
membutuhkan asuhan standar prosedur
keperawatan operasional (SPO)
b. Perawat wajib
melaksanakan intervensi
keperawatan sesuai
dengan kompetensinya
c. Perawat wajib membuat
dokumentasi asuhan
keperawatan sesuai SPO.
4 Perawat wajib a. Perawat tidak memberikan
merahasiakan segala informasi tentang klien
sesuatu yang diketahui kepada orang yang tidak
sehubungan dengan berkepentingan
tugas yang dipercayakan b. Perawat tidak
kepadanya kecuali jika mendiskusikan klien di
diperlukan oleh yang tempat umum
berwenang sesuai c. Perawat menjaga
dengan ketentuan kerahasiaan dokumen
hukum yang berlaku klien

Penilai

( )

Format 2. Perawat dan Praktik


Dilakukan
No Pernyataan yang diukur Perilaku yang diukur (Beri tanda v) Keterangan
Ya Tidak
1 Perawat memelihara dan a. Perawat selalu mengikuti
meningkatkan kegiatan-kegiatan untuk
kompetensi dibidang meningkatkan ilmu dan
keperawatan melalui keterampilan sesuai dengan
belajar terus menerus kemampuan;
b. Perawat menerapkan dalam
praktik sehari-hari ilmu
pengetahuan dan teknologi
terbaru dalam memberikan
pelayanan;
c. Perawat harus mempublikasi-
kan ilmu dan keterampilan yang
dimiliki baik dalam bentuk hasil
penelitian maupun presentasi
kasus diantaranya journal
reading, laporan kasus,
dan summary report.
d. Perawat melakukan evaluasi diri
terhadap pencapaian hasil
asuhan keperawatan.
2 Perawat senantiasa a. Perawat mengikuti dan
memelihara mutu melaksanakan kegiatan-
pelayanan keperawatan kegiatan peningkatan dan
yang tinggi disertai penjaminan mutu antara lain:
kejujuran profesional GKM (Gugus Kendali Mutu),
yang menerapkan diskusi kasus, dst
pengetahuan serta b. Perawat selalu melakukan
keterampilan evaluasi terhadap perawat lain
keperawatan sesuai yang menjadi tanggung
dengan kebutuhan klien jawabnya dalam menerapkan
ilmu pengetahuan dan teknologi
yang terbaru;
c. Perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan wajib
mengidentifikasi asuhan
keperawatan yang tidak sesuai
dengan standar mutu dan
keselamatan pasien;
d. Perawat wajib menyampaikan
kepada atasan langsung,
apabila menemukan pelayanan
kesehatan yang tidak sesuai
dengan standar mutu dan
keselamatan pasien untuk
selanjutnya ditindak-lanjuti;
e. Perawat dalam memberikan
intervensi keperawatan wajib
merujuk pada standar yang
dikeluarkan institusi pelayanan
kesehatan;
f. Perawat menggunakan
teknologi keperawatan yang
telah diuji validitas (kehandalan)
dan reliabilitas (keabsahan)
oleh lembaga yang berwenang.
3 Perawat dalam membuat a. Perawat selalu menggunakan
keputusan didasarkan data akurat dalam mengambil
pada informasi yang keputusan
akurat dan b. Perawat mendelegasikan
mempertimbangkan pekerjaan harus menggunakan
kemampuan serta komunikasi yang jelas dan
kualifikasi seseorang lengkap
bila melakukan c. Perawat bertanggung jawab
konsultasi, menerima dalam pembinaan moral staf
delegasi dan d. Perawat harus membuat
memberikan delegasi laporan terkait tugas yang
kepada orang lain dilimpahkan
e. Perawat harus menjalankan
tugas sesuai yang
didelegasikan
f. Perawat memberikan masukan
berkaitan dengan kasus yang
dikonsulkan sesuai dengan
tingkatan penerima konsul
4 Perawat senantiasa a. Perawat selalu berpenampilan
menjunjung tinggi nama rapi dan wangi
baik profesi keperawatan b. Perawat selalu dapat menjawab
dengan selalu pertanyaan klien sesuai dengan
menunjukkan perilaku ilmu pengetahuan yang dimiliki
profesional c. Perawat selalu menepati janji
d. Perawat selalu ramah
e. Perawat menggunakan
seragam yang bersih dan
sesuai dengan norma
kesopanan
f. Perawat berbicara dengan
lemah lembut
Penilai

( )
Format 3. Perawat dan Masyarakat
Dilakukan
No Pernyataan yang diukur Perilaku yang diukur (Beri tanda v) Keterangan
Ya Tidak
1 Perawat mengemban a. Perawat memperlihatkan
tanggung jawab perilaku hidup sehat di
bersama masyarakat lingkungannya.
untuk memprakarsai b. Perawat melakukan
dan mendukung pembimbingan kepada
berbagai kegiatan masyarakat untuk hidup
dalam memenuhi sehat dengan
kebutuhan dan berpartisipasi aktif dalam
kesehatan masyarakat tindakan preventif,
promotif, kuratif, dan
rehabilitatif.
c. Perawat melaksanakan
gerakan masyarakat
sehat, seperti perilaku
hidup sehat, hand
hygiene, dan lain-lain
d. Perawat mengajarkan
masyarakat tentang
bencana
e. Perawat mengajarkan
masyarakat menciptakan
lingkungan yang bersih,
aman dan nyaman.
f. Perawat melakukan
penelitian dan
menerapkan praktik
berbasis bukti dalam
memenuhi kebutuhan dan
kesehatan masyarakat.

Penilai

( )

Format 4. Perawat dan Teman Sejawat


Dilakukan
No Pernyataan yang diukur Perilaku yang diukur (Beri tanda v) Keterangan
Ya Tidak
1 Perawat senantiasa a. Perawat mendiskusikan hal-
memelihara hubungan hal terkait profesi secara
baik dengan sesama berkala dengan sejawat.
perawat maupun b. Perawat dalam
dengan tenaga menyampaikan pendapat
kesehatan lainnya dan terhadap sejawat,
dalam memelihara menggunakan rujukan yang
keserasian suasana diakui kebenarannya.
lingkungan kerja c. Perawat menghargai
maupun dalam danbersikap terbuka
mencapai tujuan terhadap pendapat teman
pelayanan kesehatan sejawat
secara menyeluruh d. Perawat menciptakan
lingkungan yang kondusif
(keserasian suasana dan
memperhatikan privacy)
e. Perawat menghargai
sesame perawat seperti
keluarga sendiri
2 Perawat bertindak a. Perawat mempraktikan
melindungi klien dari penyelesaian yang terjadi
tenaga kesehatan yang antar sejawat sesuai alur
memberikan pelayanan penyelesaian masalah
kesehatan secara tidak b. Perawat melaporkan
kompeten, tidak etis dan ilegal sejawat yang melakukan
tindakan yang tidaksesuai
dengan standar, etik, dan
tidak sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan.
c. Perawat menegur sejawat
atas perilaku yang tidak
kompeten, tidak etik dan
tidak legal
d. Perawat membina sejawat
agar memelihara tindakan
yang kompeten, etis, dan
legal.
Penilai

( )
Format 5. Perawat dan Profesi

Dilakukan
No Pernyataan yang diukur Perilaku yang diukur (Beri tanda v) Keterangan
Ya Tidak
1 Perawat mempunyai a. Perawat menyusun
peran utama dalam standar yang dibutuhkan
menentukan standar profesi di institusi
pendidikan dan pelayanan dan pendidikan.
pelayanan keperawatan b. Perawat wajib
serta menerapkannya memfasilitasi kebutuhan
dalam kegiatan belajar mahasiswa
pelayanan dan sebagai calon anggota
pendidikan profesi.
keperawatan c. Perawat melakukan
sosialisasi ilmu
pengetahuan dan
teknologi terbaru dalam
lingkup profesi di institusi
pelayanan dan pendidikan.
d. Perawat wajib tidak
mencemarkan nama baik
profesi dan simbol-simbol
organisasi profesi di media
sosial dan lainnya.
2 Perawat berperan aktif a. Perawat melaksanakan
dalam berbagai kajian asuhan
kegiatan keperawatan yang
pengembangan profesi diberikan secara terus-
keperawatan menerus dengan
bimbingan perawat yang
ditunjuk;
b. Perawat menyampaikan
hasil kajian asuhan
keperawatan dalam forum
temu ilmiah perawat pada
institusi terkait
Perawat berpartisipasi a. Perawat harus aktif
aktif dalam upaya memberikan usulan
profesi untuk terhadap pihak terkait agar
membangun dan tersedia sarana prasarana
memelihara kondisi untuk kelancaran asuhan
kerja yang kondusif keperawatan.
demi terwujudnya b. Perawat wajib
asuhan keperawatan menyampaikan asuhan
yang bermutu tinggi keperawatan yang telah
dilakukannya pada setiap
serah terima;
c. Perawat penanggung
jawab wajib memastikan
terlaksananya asuhan
keperawatan yang
diberikan oleh perawat
pelaksana yang ada
dibawah tanggung
jawabnya;
d. Perawat penanggung
jawab wajib
menyampaikan
perkembangan asuhan
keperawatan kepada
penanggung jawab
perawatan yang lebih
tinggi secara berkala.

Penilai

( )

Format 6, Rekomendasi hasil audit


No. Masalah Rekomendasi
Ketua Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi

( )

III. TATA LAKSANA


Adapun tata laksana terlampir dalam program kerja sub komite etik dan disiplin
profesi tahun 2018.
N JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI
KEGIATAN
O 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penyusunan panduan
1 subkomite etik dan
disiplin profesi
Penyusunan SPO
2 penerapan etik dalam
asuhan keperawatan
Penyusunan instrumen
audit penerapan etik
3 dan disiplin/penilaian
perilaku
Penyusunan tata
laksana alur pelaporan
4 dan penanganan
masalah etik dan
disiplin
Sosialisasi panduan,
SPO, serta instrumen
audit penerapan etik
dan tata alur
pelaporan dan
5 penanganan masalah
etik dan disiplin melalui
rapat rutin bidang
pelayanan
keperawatan
Sosialisasi kode etik
6 dan disiplin profesi:
a. Refresh tentang
kode etik
b. Pemasangan
banner/poster tentang
kode etik dan disiplin
Pembinaan dan
7 pemantauan Etik dan
disiplin profesi :
a. Penilaian perilaku
perawat bekerja sama
dengan kepala ruangan
b. Ronde berkala
triwulan
c. FGD dengan kepala
ruangan tentang etik
dan disiplin perawat
Penyusunan laporan
8 bulanan
IV. DOKUMENTASI

1. Buku Saku Kode Etik Perawat


2. Format pencatatan dan pelaporan audit etik dan disiplin profesi
3. Format laporan penyelesaian kasus pelanggaran etik dan disiplin (jika ada)
4. Format pencatatan dan pelaporan proses pendampingan
PANDUAN SUBKOMITE MUTU PROFESI PERAWAT

I. DEFENISI
Subkomite mutu profesi perawat adalah subkomite yang memelihara mutu
profesi tenaga keperawatan, yang bertugas melakukan audit keperawatan dan
merekomendasikan kebutuhan pengembangan profesional berkelanjutan bagi
tenaga keperawatan, ( Permenkes RI no. 49 tahun 2013 ).
Audit Mutu profesi adalah tugas subkomite mutu profesi, merupakan proses
pemeriksaan untuk memperoleh gambaran mutu perawat dalam melakukan
praktek klinik
Audit Keperawatan adalah upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu
pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan menggunakan
rekam medisnya yang dilaksanakan oleh profesi perawat

II. RUANG LINGKUP


1. Tugas Subkomite Mutu Profesi
a. menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktik;
b. merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional
berkelanjutan tenaga keperawatan;
c. melakukan audit asuhan keperawatan;
d. memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
2. Kewenangan
Subkomite mutu profesi mempunyai kewenangan memberikan rekomendasi
tindak lanjut audit keperawatan, pendidikan keperawatan berkelanjutan serta
pendampingan.
3. Mekanisme Kerja
Untuk melaksanakan tugas subkomite mutu profesi, maka ditetapkan
mekanisme sebagai berikut:
a. Koordinasi dengan bidang keperawatan untuk memperoleh data dasar
tentang profil tenaga keperawatan di RS sesuai area praktiknya
berdasarkan jenjang karir;
b. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang berasal dari data
subkomite Kredensial sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dan perubahan standar profesi. Hal tersebut menjadi dasar
perencanaan CPD;
c. Merekomendasikan perencanaan CPD kepada unit yang berwenang;
d. Koordinasi dengan praktisi tenaga keperawatan dalam melakukan
pendampingan sesuai kebutuhan;
e. Melakukan audit keperawatan dengan cara:
1) pemilihan topik yang akan dilakukan audit;
2) penetapan standar dan kriteria;
3) penetapan jumlah kasus/sampel yang akan diaudit;
4)membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan;
5) melakukan analisis kasus yang tidak sesuai standar dan kriteria;
6) menerapkan perbaikan;
7) rencana reaudit.
f. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada
Ketua Komite Keperawatan.
4. Lingkup Audit Mutu
Merupakan proses pemeriksaan sistematis untuk memperoleh gambaran
mutu perawat (profesi) untuk tahap awal mencakup 3 (tiga) standar yaitu:
profil CPD ( FORMAT SKMP 01), RIWAYAT PRAKTIK ( FORMAT SKMP 02)
dan RIWAYAT PELANGGARAN ETIK DISIPLIN (FORMAT SKMP 03). Audit
mutu profesi juga dilaksanakan untuk meningkatkan mutu perawat dengan
melaksanakan audit klinik.
Standart 1. Profil CPD ( SKMP 01)
Profil CPD menggambarkan log terus menerus aktifitas aktifitas CPD serta
jumlah jam yang telah dipenuhi, sehingga diketahui perkembangannya setiap
tahun. Dokumentasi dalam bentuk format (SKMP 01) terdiri dari: tanggal/
waktu, activitas CPD (pelatihan, seminar, in service, audit klinik, membaca
jurnal, menulis….), berapa lama/ jam dan dampak terhadap praktik.
Standart 2. Riwayat praktik (SKMP 02)
Riwayat praktik merupakan pernyataan yang di tanda tangani oleh kepala
ruangan menggambarkan jam praktik sesuai kualifikasinya minimal 3 bulan
Full Time Equivalent (FTE): 38 jam/ minggu X 12 minggu = 456 jam / tahun.
Status full time/ part time, periode praktik (STR), kualifikasi / PK.
Standart 3. Riwayat pelanggaran etik dan disiplin (SKMP 03)
Riwayat pelanggaran etik dan disiplin, serta kriminal. Untuk riwayat
pelanggaran etik dan disiplin ditanda tangani oleh ketua komite keperawatan
mencakup jenis pelanggaran dan alasan, waktu serta rekomendasi seperti
pencabutan kewenangan, pembinaan. Untuk catatan kriminal diperoleh dari
Lembaga Resmi (berdasarkan Criminal History Registration Standar) dibadan
hukum nasional. Jika tidak diperoleh jelaskan alasannya.

Format AK 02, uraian standar


No. Standar Target Exception Defenisi/ Instruksi
1
2
3

Ketua Tim

( )

Format AK 03, Audit


No. Standar Indikator Evidence Sesuai standar Kegiatan
ya Tidak yang
diperlukan

Ketua Tim

( )

Format AK 04, Rekomendasi hasil audit


No. Masalah Rekomendasi Masalah Kapan

Ketua Sub Komite Profesi

( )
III. TATA LAKSANA
Adapun tata laksana terlampir dalam program kerja sub komite mutu.

Program Kerja Sub Komite Mutu

No. Program Kerja Waktu


Tri wulan I Tri wulan II Tri wulan III Tri wulan IV
1 Sub Komite Mutu Profesi
4.1. menyusun data dasar √
profil tenaga
keperawatan sesuai
area praktik;
Melakukan koordinasi
dengan bidang
keperawatan untuk
memperoleh data dasar
tentang profil tenaga
keperawatan di rumah
sakit sesuai area praktik
berdasarkan jenjang
karir:
 STR
 Ijazah
 Sertifikat pelatihan

4.2. Merekomendasikan
perencanaan
pengembangan
profesional √
berkelanjutan tenaga
keperawatan;
 Mengidentifikasi
kesenjangan
kompetensi berasal
dari subkomite √
kredensial sesuai
perkembangan ilmu,
pengetahuan dan
teknologi dan
perubahan standar
profesi
 Melakukan
perencanaan CPD
kepada unit yang
berwenang √
 Melaksanakan CPD
4.3. melakukan audit √
keperawatan dan
kebidanan

 Identifikasi topik yang
akan dilakukan audit
 Berkoordinasi dengan √
komite mutu
pelayanan, PPI, PMKP,
dan Bidang
keperawatan berkaitan √
dengan permasalahan
mutu asuhan
keperawatan
 Menetapkan standar
dan kriteria
 Menetapkan jumlah
kasus/sampel yang
akan diaudit √
 Membandingkan
standar/kriteria
dengan pelaksanaan √
pelayanan
 Melakukan analisis √
kasus yang tidak sesuai
standar dan kriteria
 Menerapkan
perbaikan √
 Rencana reaudit

4.4. memfasilitasi proses


pendampingan sesuai √
kebutuhan
Koordinasi dengan
praktisi tenaga
keperawatan dalam √
melakukan
pendampingan sesuai
kebutuhan.

4.5. Menyusun laporan


kegitan sub komite
untuk disampaikan
kepaada ketua komite
keperawatan.

Ketua Sub Mutu Profesi


Komite Keperawatan
IV. DOKUMENTASI
1. Data dasar profil tenaga perawat
2. Format CPD
3. Format pencatatan dan pelaporan audit klinik
4. Format pencatatan dan pelaporan proses pendampingan
PANDUAN
SUB KOMITE KREDENSIAL

I. PENDAHULUAN

Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi social dan
kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif),
penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada
masyarakat (World Health Organization)
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
340/MENKES/PER/III/2010 rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.
Rumah sakit melakukan jenis pelayanan yang kompleks, diantaranya
pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, pelayanan keperawatan, pelayanan
rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan, sebagai tempak pendidikan
dan pelatihan tenaga kesehatan, sebagai tempat penelitian dan pengembangan
ilmu dan teknologi bidang kesehatan, sehingga perlu adanya penyelenggaraan
kesehatan yang berkualitas dan paripurna.
Armada terbesar dalam sebuah rumah sakit adalah tenaga perawat yang
bekerja 24 jam dengan sistem pembagian shift. Perawat adalah garda terdepan
dari sebuah rumah sakit, maka tenaga perawat wajib terjamin kualitasnya.
Keperawatan sebagai profesi mempunyai ciri antara lain memiliki tubuh ilmu (body
of knowledge), pelayanan diberikan oleh perawat professional dan memiliki kode
etika profesi. Dalam UU RI No.36 2009 tentang Kesehatan, Pasal 63 dinyatakan
bahwa penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan dengan
pengendalian, pengobatan dan/atau perawatan serta dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat
dipertanggungjawabkan kemanfaatan dan keamanannya. Pelaksanaan pengobatan
dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya
dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu.
Pernyataan ini memperkuat bahwa keperawatan sebagai profesi dan harus
diwujudkan dalam memberikan pelayanan keperawatan di fasilitas kesehatan
diantaranya rumah sakit. Perawat merupakan tenaga kesehatan yang dekat
dengan pasien ,hubungan professional pasien – perawat (nurse – client
relationship). Perawat memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat sesuai
kewenangan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dan
keluarganya. Untuk itu diperlukan perawat yang kompeten, mampu berpikir kritis,
selalu berkembang serta memilki etika profesi, sehingga pelayanan keperawatan
dapat diberikan dengan baik, berkualitas dan aman bagi pasien dan keluarganya.
Kredensial merupakan proses untuk menentukan dan mempertahankan
kompetensi keperawatan. Proses kredensial merupakan salah satu cara profesi
keperawatan mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas persiapan
pendidikan anggotanya. Kredensial meliputi pemberian izin praktik (lisensi),
registrasi (pendaftaran), pemberian sertifikat (sertifikasi) dan akreditasi (Kozier Erb,
1990). Karena proses kredensial praktik keperawatan di Indonesia belum ditata
secara sempurna, maka dalam penjelasan berikut akan diuraikan proses kredensial
yang dilaksanakan baik di Amerika maupun Kanada.

II. TUJUAN

1. Melindungi keselamatan pasien dengan menjamin bahwa tenaga keperawatan


yang memberikan asuhan keperawatan memiliki kompetensi dan kewenangan
klinik yang jelas, pengakuan dan penghargaan terhadap praktik klinik
keperawatan yang berada di semua level, pengembangan profesional diri
melalui jenjang karier, dan penguatan dalam proses rekrutmen tenaga
keperawatan.
2. Melindungi tenaga keperawatan agar pelayanan asuhan keperawatan yang
diberikan dapat dipertanggung jawabkan dan tanggung gugat.

III. DASAR HUKUM

1. Undang - Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang - Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. PerMenKes No:HK 02.02/MENKES/148/1/2010 tentang Registrasi dan Praktek
Perawat
4. PermenKes No 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga
Kesehatan.
5. Permenkes No. 46 tahun 2013 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan
6. PMK no 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan.
7. Undang-Undang No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
8. Standar Profesi Keperawatan
IV. PENGERTIAN

Kredensial adalah proses review/ telaah validasi terhadap dokumen pendidikan,


pelatihan, pengalaman pekerjaan, sertifikasi, lisensi dan dokumen profesional
lainnya yang dimiliki oleh tenaga keperawatan. Proses kredensial memberi
keputusan dan menjamin apakah tenaga keperawatan yang bersangkutan layak
diberi kewenangan klinis (clinical privilege) untuk melakukan asuhan keperawatan
di rumah sakit.
Rekredensial adalah proses Re Evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah
memiliki kewenagan klinis (Clinical previlege ) untuk menentukan apakah yang
bersangkutan masih layak diberi kan kewenangan klinis untuk suatu periode
tertentu yaitu 4 tahun.

V. KEBIJAKAN
Direktur menetapkan bahwa setiap SDM keperawatan meliputi Perawat yang
bekerja Rumah Sakit :
1. Mengikuti Kredensial Keperawatan yang dilaksanakan oleh Komite
Keperawatan dalam hal ini sub komite kredensial, terdiri dari ketua, sekertaris
dan anggota serta dibantu oleh Mitra Bestari
2. Mengikuti Re-Kredensial yang dilaksanakan setiap 4 tahun dengan bertepatan
dengan kenaikan golongan oleh para perawat di Rumah sakit .
3. Memiliki Ijasah pendidikan keperawatan / kebidanan yang dikeluarkan oleh
lembaga pendidikan tinggi keperawatan / kebidanan yang terakreditasi oleh
lembaga yang berwenang.
4. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) perawat / bidan yang dikeluarkan oleh
Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI).
5. Memiliki Surat Ijin Kerja (SIK) perawat/bidan yang dikeluar oleh pemerintah
daerah yang berwenang bagi SDM Keperawatan yang akan Re-kredensial.
6. Memiliki pelatihan keperawatan atau mandatory training
7. Jenjang Perawat Klinis (PK) adalah SDM Keperawatan yang bekerja dan
melakukan praktik keperawatan di RS dan di dibuktikan dengan Surat
Keputusan/ Surat Tugas dari Direktur RS.
8. Jenjang Perawat Manajer (PM) adalah penugasan yang terkait pelayanan
keperawatan dibuktikan dengan Surat Keputusan/ Surat Tugas dari Direktur
RS.
9. Jenjang Perawat Pendidik (PP) adalah penugasan yang terkait pendidikan
keperawatan dibuktikan dengan Surat Keputusan/ Surat Tugas dari Direktur
RS.
10. Jenjang Perawat Riset (PR) adalah penugasan yang terkait penelitian
keperawatan dibuktikan dengan Surat Keputusan/ Surat Tugas dari Direktur
RS.

VI. PENGORGANISASIAN
Kredensial dan Rekredensial Keperawatan dilaksanakan oleh Komite Keperawatan
dalam hal ini sub komite kredensial, terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota serta
dibantu oleh Mitra Bestari keperawatan . Adapun tugas sub komite kredensial
adalah :
1. Menyusun dan membuat daftar kewenangan klinis sesuai jenjang karir,
berdasarkan masukan dari kelompok staf keperawatan.
2. Melakukan assesmen dan pemeriksaan :
a. Kelengkapan berkas kredensial
b. Kompetensi
c. Status kesehatan
d. Perilaku
e. Etika profesi
3. Melaporkan hasil assesmen dan pemeriksaan serta memberikan rekomendasi
kewenangan klinik kepada komite keperawatan.
4. Melakukan proses kredensial masa berlaku surat penugasan klinik dan adanya
permintaan khusus dari komite keperawatan.

VII. KEGIATAN
Adapun kegiatan dari proses kredensial adalah :
1. Mempersiapkan kewenangan klinis mencakup kompetensi sesuai area praktik
yang ditetapkan oleh rumah sakit,
2. Menyusun kewenangan klinis dengan kriteria sesuai dengan persyaratan
kredensial dimaksud,
3. Melakukan assesmen kewenangan klinik dengan berbagai metode yang
disepakati,
4. Membuat keputusan untuk pemberian kewenangan klinik dengan memberikan
rekomendasi kepada komite keperawatan,
5. Melakukan pembinaan dan pemulihan kewenangan klinik secara berkala,
6. Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang di tetapkan.

VIII. PENCATATAN DAN PELAPORAN


1. Pencatatan
a. Data perawat yang dilakukan kredensial dan dan rekredensial
b. Hasil assesmen setiap tenaga perawat yang akan dikredensial
2. Pelaporan
a. Proses kredensial setiap tenaga perawat
b. Hasil kredensial setiap tenagan perawat

IX. MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring dan evaluasi kredensial Keperawatan adalah sebagai berikut :
1. Monitoring
Monitoring kredensial keperawatan dilakukan oleh kepala ruang atau mitra
bestari sesuai area praktek, untuk menjamin bahwa tenaga keperawatan yang
melakukan praktek di Rumah Sakit tetap kompeten.

2. Evaluasi
Untuk tenaga keperawatan Re-kredensial dilaksanakan setiap 3 ( tiga ) tahun
yang dilakukan oleh Sub Komite Kredensial bersama Mitra bestari.

X. PENUTUP

Pelayanan asuhan keperawatan paripurna dapat terlaksana jika asuhan keperawatan


dilakukan secara terencana dan terarah sehingga dapat menjamin bahwa sistem
pemberian pelayanan – asuhan keperawatan yang diterima oleh pasien, diberikan
oleh perawat dari berbagai jenjang kemampuan atau kompetensi dengan benar
(scientific) dan baik (ethical) serta dituntun oleh etika profesi keperawatan. Dengan
adanya Pedoman Kredensial dan Re kredensial Keperawatan, diharapakan dapat
digunakan sebagai acuan komite keperawatan dalam melaksanakan kredensial
keperawatan, sehingga pelayanan keperawatan dapat terarah sesuai dengan visi
dan misi Rumah Sakit