Anda di halaman 1dari 13

STUDI ISLAM DI DUNIA

Oleh:
TRI SATRIA HADIKUSUMA
(1523320007)

Makalah ini dibuat untuk menyelsaikan tugas mata kulliah metodelogi studi islam
yang dibimbing oleh:

Dr. Alfi Julizun Azwar, M

JURUSAN TAFSIR HADITS


FAKULATAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
2016
OLEH:

TRI SATRIA HADIKUSUMA


(1523320007)

A. PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Segala puji atas Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang sangat
banyak, sehingga kami dapat menggerakkan tangan kami untuk menyelsaikan
maakalah ini. Shalawat serta salam yang selalu kita curahkan kepada nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman
yang terang benderang ini..
Pada masa era globalisai ini agama Islam tentunya harus bisa beradaptasi
agar ajaran-ajaran yang yang dulunya dibawakan oleh nabi kita tidak pudar dan
hilang ditelannya.maka seiring berjalannya waktu, umat muslim harus terus
istiqamah dalam ajaran-ajaran yang dulu dibawakan oleh nabi Muhammad SAW,
yang bersumber dari al Quran dan sunnah Muhammad SAW, serta ijma’ dan
qiyas yang menjadi sumber penetapan hukum dalam hukum Islam.
Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamiin, dan apakah Islam mampu
mewujudkan itu dalam kondisi dunia yang ilmu pengetahuan dan teknologinya
yang canggih serta sifatnya yang sekuler, yang telah mengalami perkembangan
yang cepat dan tanpa batas serta menyentuh tujuan-tujuan yang hakiki.

2. Rumusan masalah
1. Apa pengertian studi Islam?
2. Bagaimana sejarah studi Islam di dunia islam, barat dan didunia?
3. Apa penyebab dan tujuan para ilmuan megkaji islm sebagai objek kajian?
4. Apa itu orientalis dan bagaimana sejarahnya?
3. Tujuan penulisan makalah
1. Mengetahui pengertian studi Islam.
2. Memahami dengan jelas sejarah studi islam didunia islam, barat dan dunia
3. Mengetahui penyebab atau semangat apa yang membuat para ilmuan
mengkaji islam
4. Mengetaui apa itu orientalis dansejarah munculnya.
B. PEMBAHASAN

1. Pengertian studi islam


Studi Islam atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamic studies, secara
sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang
berhubungan dengan agama Islam. dengan perkataan lain “ usaha sadar dan
sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam
tentang seluk beluk atau hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam.
Pada kenyataannya sekarang usaha mempelajari Islam tersebut bukan
hanya dilaukakan oleh orang muslim saja, akan tetapi juga dilakukan oleh orang
barat (orientalis) dan sangat berbeda tujuan dan motivasi. Ada yang
mempelajarinya dengan subjektif dan ada yang objektif atau sekedar ilmu
pengetahuan (islamologi).Perbedaan dalam melihat Islam yang demikian itu dapat
menimbulkan perbedaan dalam sejarah kehidupan manusia itu sendiri.
Jadi studi Islam sendiri adalah pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran
agama Islam yang dipraktikkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan
pengetauan agama adalah pengetahuan yang sepenuhnya diambil dari ajaran-ajaan
Allah dan Rasul-Nya secara murni dan tanpa dipengaruhi sejarah.seperti ajaran
tentang akidah, ibadah, membaca al Quran dan akhlak.
Dan perlu kita ketahui kajian tentang studi islam dibagi menjadi 2 (dua)
macam yaitu normative dan historis.Normatif adalah ilmu tentang kewahyaun
yang tidak dapat dijangkau dengan pendekatan yang objektif, sedangkan historis
lebih bersifat keilmuan yang dapat dikaji dan ditelusuri seperti, sejarah, hadits dan
lain-lainnya.

2. Sejarah studi islam di dunia islam


Pada periode Madinah sampai dengan, fase pertama pendidikan Islam
sekolah masih di masjid-masjid dan rumah-rumah dengan ciri hafalan namun
sudah dikenalkan logika. Selama abad ke 5 H, selama periode khalifah
‘Abbasiyah sekolah-sekolah didirikan di kota-kota dan mulai menempati gedung-
gedung besar dan mulai bergeser dari matakuliah yang bersifat spiritual ke
matakuliah yang bersifat intelektual, ilmu alam dan ilmu sosial.
Berdirinya sistem madrasah justru menjadi titik balik kejayaan. Sebab madrasah
dibiayai dan diprakarsai negara. Kemudian madrasah menjadi alat penguasa untuk
mempertahankan doktrin-doktrin terutama oleh kerajaan Fatimah di Kairo.
Pada abad ke 6 M, nabi Muhammad SAW, diawali dengan penerimaan
wahyu, menyebarkan islam di Mekah selama 13 tahun (610-622 M) dan di
Yatsrib/Madinah selama 10 tahun (622-632 M)Kajian Islam langsung dibimbing
oleh Rasulullah kepada para sahabatnya, dilaksanakan di mesjid, dan rumah (bait
al-arqam) Materi kajian Islam mencakup masalah Aqidah, Syariah, Muamalah.
Pada zaman Abu Bakar mulai merintis pengumpulan dan pembukuan al
Quran, pada masa Umar bin Khattab,menertibkan adrimistrasi pemerintah dan
membuat UUD dan Institusi Negara seperti, Baitul Maal serta penetapan kalender
hijriyah, masa Ustman bin Affan, mulai pembukuan dan penyebaran mushaf
dibantu sekretaris Negara Zaid bin Tsabit melanjutkan ekspansi ke Afrika Utara,
dan di zaman Ali bin Abi thalib Terjadi perag saudara perang jamal, perang
shiffin, serta Kelahiran berbagai aliran pemikiran dalam islam, seperti Syiah,
Khawarij, Murjiah.
Pengaruh al-Ghazali disebut sebagai awal terjadi pemisahan ilmu agama
dengan ilmu umum. Ada beberapa kota yang menjadi pusat kajian Islam di
zamannya, yakni Nisyapur, Baghdad, Kairo, Damaskus, dan Jerussalem. Ada
empat perguruan tinggi tertua di dunia Muslim yakni: (1) Nizhamiyah di
Baghdad, (2) al-Azhar di Kairo Mesir, (3) Cordova, dan (4) Kairwan Amir Nizam
al-Muluk di Maroko. Sejarah singkat masing-masing pusat studi Islam ini
digambarkan sebagai berikut:
 Nizhamiyah di Baghdad
perguruan tinggi ini dilengkapi dengan perpustakaan yang terpandang
kaya raya di Baghdad, yakni Bait-al-Hikmat, yang dibangun oleh al-
Makmun salah seorang ulama besar yang pernah mengajar disana, adalah
ahli pikir Islam terbesar Abu Hamid al-Ghazali yang kemudian terkenal
dengan sebutan imam Ghazali. Perguruan tinggi tertua di Baghdad ini
hanya sempat hidup selama hampir dua abad. Yang pada akhirnya hancur
akibat penyerbuan bangsa Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan pada
tahun 1258 M
 Al-Azhar di Kairo Mesir
Panglima Besar Juhari al-Siqili pada tahun 362 H/972 M membangun
Perguruan Tinggi al-Azhar dengan kurikulum berdasarkan ajaran sekte
Syiah. Pada masa pemerintahan al-Hakim Biamrillah khalifah keenam dari
Daulat Fathimiah, ia pun membangun pepustakaan terbesar di al-Qahira
untuk mendampingi Perguruan tinggi al-Azhar, yang diberi nama Bait-al-
hikmat (Balai Ilmu Pengetahuan), seperti nama perpustakaan terbesar di
Baghdad. Pada tahun 567 H/1171 M daulat Fathimiah ditumbangkan oleh
Sultan Salahuddin al-Ayyubi yang mendirikan Daulat al-Ayyubiah (1171-
1269 M) dan menyatakan tunduk kembali kepada Daulat Abbasiyah di
Baghdad. Kurikulum pada Pergutuan Tinggi al-Azhar lantas mengalami
perombakan total, dari aliran Syiah kepada aliran Sunni. Ternyata
Perguruan Tinggi al-Azhar ini mampu hidup terus sampai sekarang, yakni
sejak abad ke-10 M sampai abad ke-20 dan tampaknya akan tetap selama
hidupnya.
 Perguruan tinggi cordova
Adapun sejarah singkat Cordova dapat digambarkan demikian, bahwa
ditangan daulat Ummayah semenanjung Iberia yang sejak berabad-abad
terpandang daerah minus, berubah menjadi daerahyang makmur dan kaya
raya. Pada masa berikutnya Cordova menjadi pusat ilmu dan kebudayaan
yang gilang gemilang sepanjang Zaman Tengah.
 Kairwan Amir Nizam al-Muluk di Maroko
Perguruan tinggi ini berada di kota Fez (Afrika Barat) yang dibangun pada
tahun 859 M oleh puteri seorang saudagar hartawan di kota Fez, yang
berasal dari Kairwan (Tunisia). Penyebab utama kemunduran dunia
muslim khususnya di bidang ilmu pengetahuan adalah terpecahnya
kekuatan politik yang digoyang oleh tentara bayaran Turki. Kemudian
dalam kondisi demikian datang musuh dengan membawa bendera perang
salib. Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan ketika itu dihancurkan
Hulaghu Khan 1258 M. Pusat-pusat studi termasuk yang dihancurkan
Hulaghu.

3. Sejarah studi Islam di dunia barat


sejak abad 19 kajian tentang islam, sarjana Barat mulai tertarik
mempelajari dunia timur , Khususnya dunia Islam.KajianIslam dibarat dipelopori
oleh para ahli ketimuran: yang terkenal diantaranya ignaz Goldziher, Joshep
Schacht, Teodor Noldeke.
sejarah perjumpaan Barat-Islam dimulai sejak Abad ke-13.Kajian-kajian
keislaman di Barat lebih terfokus terutama pada bidang Filsafat dan Ilmu
pengetahuan yang dipelajari oleh akademi barat pada awal-awal Renaissance
adalah karya – karya para Filosof dan saintis muslim. Karya Ibnu Sina, Al Qanun
At-Tibb, misalnya menjadi rujukan paling penting ilmu kedokteran di Eropa
selama lebih tiga abad. Ibn Rusyid, Fasl Al Maqal, menjadi rujukan kaum
tercerahkan di Eropa untuk menghadapi dominasi Gereja.
Perbedaan mendasar tradisi Kajian Islam didunia Timur (Islam) dan
dibaratterletak pada pendekatan yang digunakan. Ditimur pendekatan lebih
berorentasi pada penguasaan subtansi materi dan penguasaan atas khazanah
keislaman klasik. AdapunIslamic studies dibarat kajianya lebih berorientasi
pada Islam sebagai realitas ataufenomena sosial.

Studi tentang keislaman di Barat yang dilakukan para Orientalis berangkat


dari paradigma berpikir bahwa Islam adalah Agama yang bisa diteliti dari sudut
mana saja dan dengan kebebasan sedemikian rupa tidak mengherankan kalau
mereka begitu bebasnya menilai, mengkritik bahkan melucuti ajaran-ajaran dasar
Islam yang bagi kaum muslimin tabu untuk dipermaslahkan.
Studi yang mereka lakukan meiputi seluruh aspekajaran Islam seperti
Sejarah Hukum Teologi A-Quran, Hadits, Tassawuf, Bahasa,Politik, Kebudayan
dan Pemikiran..Secara umum kajian Islam dibarat sebelum decade 70-an
diwarnai oleh sikap“curiga “yang tinggi terhadap Islam.Ini terlihat dari karya –
karya intelektual para Orientalis yang kebanyakan menyudutkan Islam atau
memperlihatkan warna anti Islam.
Namun dua decade terakhir terlihat arus balik kecendurangan kajian
Islam di Barat mulai “Melunak” ada semacam simpati, kalau bukan sikap
protagonist. Untuk melihat Islam lebih dekat secara Akademis .Prespektif
akademis inilah yang mengubah image orientalis terhadap Islam, sehingga
sekarang mereka mengubah nama mereka dengan istilah (Islamist).
Pengaruh yang menyebabkan studi islam di dunia barat antara lain:
a. Fase Kejayaan Muslim
Seperti terungkap ketika membahas sejarah perkembangan studi Islam di
dunia Muslim, bahwa kontak pertama antara dunia Barat dengan dunia
muslim adalah lewat kontak perguruan tinggi. Bentuk lain dari kontak
dunia muslim dengan dunia barat pada fase pertama adalah penyalinan
manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad ke-13 M hingga
bangkitnya zaman kebangunan (renaissance) di Eropa pada abad ke-14.

Berkat penyalinan karya-karya ilmiah dari manuskrip-manuskrip Arab itu,


terbukalah jalan bagi perkembangan cabang-cabang ilmiah tersebut di
Barat. Apalagi sesudah aliran empirisme yang dikumandangkan oleh
Francis Bacon menguasai alam pikiran di Barat dan berkembangnya
observasi dan eksperimen. Setelah ilmu-ilmu yang dahulunya
dikembangkan muslim masuk ke Eropa dan dikembangkan oleh sarjana-
sarjana Barat, dirasakan banyak tidak sejalan dengan Islam. Misalkan
dirasakan dirasuki oleh paham sekuler dan sejenisnya. Karena itu,
beberapa ilmuan melakukan usaha pembersihan.

b. Fase Renaissance / Runtuhnya Muslim

Kedatangan muslim fase kedua ke dunia barat, khususnya eropa barat


dilatar belakangi oleh dua alasan pokok, yakni: (1) alasan politik dan (2)
alasan ekonomi. Alasan politika adalah kesepakatan kedua negara, yang
satu sebagai bekas penjajah, sementara yang satunya sebagai bekas
jajahan. Misalnya Perancis mempunyai kesepakatan dengan negara bekas
jajahannya, bahwa penduduk bekas jajahannya boleh masuk ke Perancis
tanpa pembatasan.

Maka berdatanglah muslim dari Afrika Barat dan Afrika Utara, khuusnya
dari Algeria ke Perancis. Adapun alasan ekonomi adalah untuk mencukupi
tenaga buruh yang dibutuhkan negara-negara Eropa Barat. Untuk
menutupi kebutuhan itu Belgia, Jerman, Belanda merekrut buruh dari
Turki, Maroko, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya, sementara
Inggris mendatangkan dari negara-negara bekas jajahannya. Adapun
kategori Muslim yang ada di Eropa Barat ada dua, yakni pendatangg
(migran) dan penduduk asli.

4. Penyebab dan tujuan studi islam di kalangan ilmuan barat

Penyebab penyebab yang menyebabkan ilmuan barat mengkaji islam


diantara lain adalah:

1) Mereka merasa bahwa Islam adalah pembelot dari agama mereka dan
juga suatu ancaman bagi agama masehi sendiri. Maka dari itu mereka
berusaha untuk mempelajari islam guna untuk menghancurkan dan
melemahkannya. Mereka berusaha dengan gigih untuk mengetahui tentang
seluk-beluk islam lebih mendalam dengan tujuan untuk menghancurkan
islam dari dalam. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa sejarah
orientalisme pada fase awal adalah sejarah tentang pergulatan dan
pertarungan agama dan ideologi antara bangsa barat yang diwakili oleh
agama Nashrani dan Yahudi dengan bangsa timur yang diwakili oleh para
penganut agama Islam.
2) Disamping hal diatas pecahnya Perang Salib (The Crusades) antara umat
Islam dan umat Nashrani secara khusus menjadi sebab pemicu bagi orang-
orang Eropa untuk melakukan kajian terhadap dunia Islam. Perang salib
adalah suatu tragedi dhsyat yang tak pernah dilupakan oleh siapapun.
Perang antara dua kekuatan besar yakni islam dan kristen dengan delapan
gelombang penyerbuan terhadap umat islam selama hampir dua abad
(1096-1270 M), dan berahir dengan kekalahan dan kehancuran kekuatan
Dunia Barat (Kristen) sehinnga menyebabkan kemarahan besar dan
dendam yang membara bagi bangsa-bangsa barat untuk menghancurkan
Islam.

Sebagaimana yang telah kami jelaskan pada pembahasan-pembahasan


sebelumnya bahwa tujuan para orientalis mempelajari semua hal tentang semua
hal yang berkaitan dengan dunia timur islam khususnya yakni untuk melemahkan
dan menghancurkan islam dari dalam melalui para pemeluknya sendiri.

Diantara tujuan pokok gerakan orientalisme selain yang telah kami paparkan
diatas ialah sebagai berikut :

 Memurtadkan kaum muslim dari agamanya sendiri, dengan cara memutus


dan memecah belah persatuan umat kepada kelompok-kelompok atau
golongan yang saling membenci satu sama lain.
 Melemahkan rohani umat islam dan menciptakan perasaan selalu
kekurangan dalam jiwanya, dan kemudian membawa mereka kepada sikap
pasrahdan tunduk kepada kehendak serta arahan orang-orang Barat.
 Mendistorsi ajaran islam dengan cara menutup-nutupi kebaikan dan
kebenaran ajarannya, supaya masyarakat awam menganggap bahwa islam
sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya sudah
tidak layak untuk dijadikan pedoman hidup kaum muslim.
 Hal ini adalah sesuatu yang paling berbahaya yang selalu dipropaganda
dan dikumandangkan oleh para orientalis dan missionaris. Padahal sejarah
membuktikan bahwa bagaimana perlakuan baik yang ditunjukkan kaum
muslim dan sikap toleransinya terhadap non muslim pada ahir perang
Salib sekembalinya para tentara Salib ke Eropa.
 Mendukung segala bentuk penjajahan terhadap negara-negara islam dan
melaksanakan segala bentuk perlawanan terhadap islam itu sendiri.
 Memisahkan kaum muslim dari akar-akar kebudayaan islam mereka yang
kuat dengan cara memutarbalikkan pokok-pokok ajarannya dan
mencabutnya dari sumber-sumbernya yang asli serta menghancurkan nilai-
nilai dasarnya untuk menghancurkan keberlangsungan individu,
masyarakat, jiwa dan akal pikiran kaum muslim.
Dan yang perlu kita ketahui para orientalis tidak hanya mengkaji islam dengan
pendekatan yang subjektif, akan tetapi dai mereka ada juga yang mengkaji
dengan pendekatan objektif, dan ilmiyah. Dengan demikian segala sesuatu
yang meeka kaji belum tentu melemahkan dan menghancurkan islam , akan
tetapi ada juga yang dapat membuktikan islam adalah agama yang benar dan
dapat dijadikan ilmu yang dapat dipraktek dalam kehidupan social, budaya.

5. Orientalis dan sejarahnya.


Orientalisme terambil dari kata orient yang berarti timur. Ia adalah ilmu yang
membahas tentang bahasa, budaya, agama dan kesusutraan masyarakat
timur.Sementara kamus bahasa inggris mengartikan sebagai berikut:one who
studies the language, art, civilization, ect of the east.
Orientalis adalah sekelompok atau golongan yang berasal dari bangsa-bangsa
barat (eropa) yang berkonsentrasi atau memfokuskan diri dalam mempelajari
kajian ketimuran, khususnya dalam hal keilmuan, peradaban dan agama, terutama
pada Negara Arab, Cina dan India.
Dan sejarahnya Tidak diketahui secara pasti kapanmulai munculnya orientalis,
tetapi bisa diperkirakan bahwa orientalis muncul pada saat umat muslim mencapai
puncak kegemilangan prestasi peradabannya khususnya dalam bidang ilmu
pengetahuan. Banyak orang-orang barat yang belajar pada ulama dan
cendekiawan muslim pada saat itu terutama di wilayah Kepulauan Laut Putih
(Andalusia) dan Sicilia daerah Eropa yang menjadi wilayah kekuasaan umat
muslim.
Setelah kembali kenegaranya, meraka mengajarkan kepada masyarakat
Eropa dan menyebarkan kebudayaan Arab serta menterjemahkan buku-buku
karya ulama-ulama muslim.
C. PENUTUP

1. Kesimpulan
Studi Islam atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamic studies, secara
sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang
berhubungan dengan agama Islam.
Studi Islam di dunia islam pada awal priode Madinah di awali di masjid-
masjid, dan pada masa Rasullah SAW islam diajarkan di masjid dan rumah.
Dimasa sahabat mulai banyak perubahan dan mulai mengalami kemajuan seperti
pembukuan al Quran dan ilmu tafsir dan lain sebagainya.
Pengaruh al-Ghazali disebut sebagai awal terjadi pemisahan ilmu agama
dengan ilmu umum. Ada beberapa kota yang menjadi pusat kajian Islam di
zamannya, yakni Nisyapur, Baghdad, Kairo, Damaskus, dan Jerussalem. Ada
empat perguruan tinggi tertua di dunia Muslim yakni: (1) Nizhamiyah di
Baghdad, (2) al-Azhar di Kairo Mesir, (3) Cordova, dan (4) Kairwan Amir Nizam
al-Muluk di Maroko.
sejak abad 19 kajian tentang islam, sarjana Barat mulai tertarik
mempelajari dunia timur , Khususnya dunia Islam. Dimulai dari masa kejayaan
islam dan runtuhnya islam.
Adapun sebab terjadinya yaitu mereka mengangap islam seperti suatu ancaman
bagi agama mereka, dan terjadinya perang salib. Dan tujuan-tujuan dari mereka
sebagaimana yang telah diungkapkan tadi.
2. Saran-saran
Dengan terselesainya makalah ini semoga dapat menjadi penambah ilmu
bagi yang membaca, dan di sarankan agar diperluas tentang keilmuan atau
pemahaman tentang ilmu ushul fiqh ini dan dapat dibaca dan dimengerti oleh
para pelajar dari berbagai kalangan baik yang muda maupun yang telah dewasa
agar dapat membedakan mana yang benar atau sebagai petunjuk atau sebaliknya
yaitu kesesatan.Semoga kita terlindung dari itu semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA

Muhaimin,2014, Studi Islam dalam karangan dimensi dan pendekatan,


Jakarta: Kencana.
Mujib, Abdul, 2014, Studi Islam, Jakarta: Kencana.
Nata, abuddin, 2014,Metodelogi studi Islam, Jakarta: PT Raja
Gravindo Persada.
http://anismufarrochah.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-sejarah-dan-
tujuan-orientalis.html