Anda di halaman 1dari 55

Code of Conduct

Based on: SK Dir SHG no. 0585/TA-KBW-CR/SK/HO/IV/2017


1. Pendahuluan
2. Hubungan dengan Karyawan Lain
3. Hubungan dengan Perusahaan
4. Hubungan dengan Pelanggan

Daftar Isi 5. Hubungan dengan Pemasok,


Vendor, dan Konsultan
6. Hubungan dengan Pesaing
7. Hubungan dengan Pemerintah
8. Hubungan dengan Pemangku
Kepentingan Lain
9. Pelaporan akan Pelanggaran atau
Potensi Pelanggaran
Bagian 1: PENDAHULUAN

1. Pengertian Kode Etik

2. Sasaran Kode Etik

3. Cakupan Kode Etik


Bagian 1: PENDAHULUAN

1. Pengertian Kode Etik 2. SASARAN Kode Etik 3. Cakupan Kode Etik


❖ Kode Etik adalah pondasi ❖ Sebagai panduan pelaksanaan ❖ Kebijakan ini berlaku untuk semua
dasar untuk bertindak dan norma-norma dasar, perilaku karyawan dengan status
berperilaku secara etis karyawan dalam melaksanakan permanen atau kontrak, termasuk
sesuai dengan Visi, Misi tanggung jawab pekerjaan dan Direksi.
dan Nilai Perusahaan. dalam pengambilan keputusan
yang akan mencerminkan citra dan
reputasi Perusahaan
Bagian 2: HUBUNGAN DENGAN KARYAWAN LAINNYA

1. Kerjasama di antara karyawan

2. Keadilan Perlakuan dan Objektivitas Keputusan

3. Larangan Pelecehan dan Intimidasi


2.1. Kerjasama Di Antara Karyawan

Hubungan antar karyawan adalah


hubungan dengan rekan kerja, bawahan
dan atasan

Hubungan karyawan didasarkan pada


KESADARAN akan pentingnya saling
ketergantungan, bekerja dengan visi
dan misi yang sama, saling percaya
dan menghormati dalam lingkungan
yang kompetitif yang sehat dengan
komitmen penuh untuk keberhasilan
perusahaan.
2.1. Kerjasama Di Antara Karyawan

Hubungan antar karyawan Hubungan dengan bawahan Hubungan dengan atasan


atau rekan kerja
a. Setiap atasan adalah Role Model a. Hubungan dengan atasan adalah
berdasarkan hubungan yang
Setiap karyawan diminta b. Atasan menentukan standard saling percaya dan menghargai
menunjukkan sikap yang BAIK, kinerja dan menciptakan iklim
JUJUR dan TERBUKA kerja yang sehat

c. Karyawan didorong berkontribusi b. Karyawan dan atasan adalah bagian


Setiap karyawan adalah d. Memperhatikan peningkatan dari satu team dengan tujuan yang
anggota dari TIM PEMENANG kinerja dan kompetensi sama
2.2. Keadilan Perlakuan dan Objektivitas Keputusan

Perusahaan memerlukan pengambilan keputusan yang objektif di setiap lini perusahaan

Perusahaan menghargai Keputusan harus didasarkan pada Pengambilan keputusan


persamaan hak yang sama di fakta yang dapat yang mengandung
antara karyawan dan mendorong diandalkan/informasi yang konflik kepentingan
praktek tidak ada diskriminasi disediakan secara profesional harus dihindarkan
terhadap suku, etnis, asal usul
dan kewarganegaraan
2.3. Larangan Pelecehan dan Intimidasi

• Pelecehan bisa dalam bentuk


perilaku yang meremehkan orang
lain berdasarkan ras, agama,
warna kulit, jenis kelamin, usia,
asal, kecacatan pribadi baik
dilakukan melalui komentar,
lelucon dan / atau tindakan.

• Perusahaan melarang setiap


bentuk pelecehan dan • Intimidasi bisa dalam bentuk
intimidasi yang dilakukan perilaku yang umumnya akan
baik terhadap atasan, menyebabkan seseorang
bawahan, rekan kerja, merasakan tekanan psikologis
pelanggan, mitra kerja atau atau dalam bahaya
pihak lainnya
Bagian 3: HUBUNGAN DENGAN PERUSAHAAN

1. Status Pekerjaan
2. Benturan Kepentingan
3. Disiplin Waktu Kerja
4. Penampilan dan Cara Berpakaian
5. Lingkungan dan Keselamatan Kerja
6. Akses Informasi
7. Investasi Pribadi
8. Media, Publikasi, Penampilan di Muka Umum
9. Aktivitas di Luar Perseroan
10. Aktivitas Politik
11. Penanganan Informasi
12. Perlindungan Hak Cipta
3.1. Status Pekerjaan

Perusahaan memberikan status


pekerjaan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

Perusahaan dapat menugaskan karyawan untuk


Perusahaan melarang karyawan bekerja di luar perusahaan sebagai wakil atau di
untuk memiliki status kerja dengan perusahaan lain dalam PT Lippo Karawaci, TBK
perusahaan lainnya. atau dalam Lippo Group.
3.2. Benturan Kepentingan

Setiap karyawan harus menghindari benturan kepentingan dengan cara:

2. Jika tidak External


memungkinkan, kenali Occupation
potensi konflik yang ada
4. Tidak
menyalahgunakan
1. Sejak awal, berusaha 3. Dapatkan persetujuan alat/sarana
menghindari situasi yang Direktur jika ada
menimbulkan konflik. pekerjaan lain

No personal
Investment 6. Karyawan harus declare dan
disturbance mendapatkan persetujuan
manajemen untuk sahamnya
8. Para Direksi harus menyatakan
semua hubungan bisnis di luar
5. Tidak ada investasi/ 7. Melaporkan
kepentingan pribadi
perusahaan
semua transaksi
yang mengganggu yang ada ke atasan
3.3. Disiplin Waktu Kerja

Karyawan diwajibkan Penggunaan waktu yang Keterlambatan dan


untuk datang dan bekerja optimal harus diperhatikan. ketidakhadiran karyawan di
tepat waktu sesuai dengan Karyawan harus mengatur tempat bekerja harus
jam kerja yang ditentukan waktu kerja secara efektif dengan persetujuan atasan
oleh perusahaan. dan efisien serta mengelola terkait.
waktu istirahat sebagaimana
diatur dalam ketentuan.
3.4. Penampilan dan Cara Berpakaian

Karyawan harus
berpakaian dan berpenampilan
yang layak dengan
memperhatikan posisi,
norma-norma sosial yang umum
berlaku, dan menjaga citra
perusahaan serta mengikuti
ketentuan cara berpakaian apabila
diatur oleh perusahaan
3.5. Lingkungan dan Keselamatan Kerja

Perusahaan berusaha untuk


Karyawan wajib menjaga
menyediakan lingkungan
kebersihan, keselamatan dan
kerja yang kondusif untuk
lingkungan kerja yang kondusif
mencapai kinerja tertinggi
dan / atau tidak melakukan
untuk pencapaian tujuan
kegiatan yang dapat mengganggu
perusahaan.
karyawan lain.

Lingkungan kerja harus bebas dari segala


macam polusi (suara, udara, polusi rokok)
penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan
terlarang.
3.6. Akses Informasi

Perusahaan memberikan
sanksi administratif
kepada penyalahgunaan
teknologi informasi, termasuk
akses ke situs pornografi
dan yang bertentangan
dengan norma-norma sosial
dan ajaran agama.

Perusahaan
menyediakan Penggunaan software
akses informasi ilegal akan menjadi
melalui internet tanggung jawab pribadi
dan jaringan teknologi karyawan.
informasi lainnya.
3.7. Investasi Pribadi

Periode Blackout
Insider trading / insider dealing Setiap karyawan harus tunduk Stop perdagangan saham pada
• Menggunakan informasi orang dalam pada seluruh hukum, ketentuan saat:
untuk transaksi jual beli saham dan peraturan yang terkait dengan • 2 minggu sebelum laporan
• Transaksi yang sifatnya perdagangan surat berharga / keuangan berkala dan
- Non public saham Perseroan tahunan dikeluarkan
- Sensitif terhadap harga • 24 jam setelah laporan
• Berlaku bagi diri sendiri, keluarga, teman keuangan dikeluarkan
dan orang lain
3.8. Media, Publikasi, Penampilan di Muka Umum

3.8.1. Pertanyaan dari Media Massa atau Pihak Eksternal

One Window Policy – Div.


PR, SosPol, & CSR

Press release ditelaah dan


disetujui oleh Direktur terkait
dan Presdir

Senantiasa menjaga kredibilitas


Karyawan tidak diperbolehkan untuk dan profesionalisme
menjawab pertanyaan atau
memberikan informasi kepada media
massa dan pihak eksternal lainnya
3.8. Media, Publikasi, Penampilan di Muka Umum

3.8.2. Penanganan Pengaduan

Keluhan ditangani dengan cara Jika materi keluhan benar, tindakan Selalu libatkan Divisi
yang ramah, efisien dan tepat perbaikan harus segera diambil. Disputes & Special Project
waktu. bila keluhan merupakan
tuduhan ketidak- sahan atau
tindakan tidak etis atau ada
tuntutan ganti rugi.
3.9. Aktivitas di Luar Perseroan

Perusahaan melarang karyawan untuk melakukan


kegiatan di luar perusahaan dan / atau menjadi
anggota komunitas / klub / organisasi di luar
perusahaan jika:
• Komunitas / klub / organisasi tidak diakui oleh
pemerintah dan / atau memegang nilai-nilai
yang bertentangan dengan nilai-nilai
perusahaan.
• Karyawan menyalahgunakan fasilitas
Perusahaan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan aktivitas di
karyawan untuk mengaktualisasikan diri komunitas / klub / organisasi.
melalui aktivitas di luar pekerjaan, seperti: • Kegiatan mengurangi 'jam kerja karyawan dan
• Organisasi profesi / atau konsentrasi pada tugas karyawan serta
• Komunitas sosial, olahraga, agama, dll mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai
karyawan.
3.10. Aktivitas Politik

Tidak ada dana


atau aset perusahaan
yang boleh digunakan untuk
berkontribusi kegiatan politik.
Perseroan tidak memberikan
kompensasi atau mengganti
biaya apapun terkait dengan
kegiatan politik langsung
ataupun tidak langsung
3.11. Penanganan Informasi

3.11.1. Keterbukaan informasi dan penanganan kerahasiaan informasi

Karyawan harus menjaga kerahasiaan dari semua informasi bisnis yang bersifat rahasia, baik tertulis maupun lisan,
termasuk informasi dalam dan informasi hak milik, dengan memperhatikan :

a. Setiap unit kerja harus b. Karyawan diwajibkan untuk tidak c. Karyawan harus memastikan bahwa kertas kerja dan
memastikan akses ke ruang mengungkapkan kata sandi dan dokumen yang dibuat, difotokopi, fax, disimpan dan
kerja dan komputer telah ID pengguna mereka untuk akses dibuang bebas dari risiko kemungkinan diakses oleh
dilindungi dengan baik sistem komputer dan pihak yang tidak berwenang.
menggantinya secara berkala
3.11. Penanganan Informasi

Karyawan harus menjaga kerahasiaan dari semua informasi bisnis yang bersifat rahasia, baik tertulis maupun lisan,
termasuk informasi dalam dan informasi hak milik, dengan memperhatikan :

d. Karyawan diwajibkan untuk e. Karyawan tidak diperbolehkan f. Jika karyawan mengundurkan diri,
membersihkan infromasi yang ditulis untuk membahas informasi mereka diwajibkan untuk menjaga
pada papan tulis dan PC dalam ruang rahasia di tempat umum. kerahasiaan informasi dalam dan
rapat ketika diskusi disimpulkan. informasi kepemilikan sampai
informasi tersedia untuk publik.
3.11. Penanganan Informasi

3. 11.2 Kerahasiaan Customer dan Data Pribadi

Informasi ini mencakup berbagai hal yang berkaitan


dengan individu seperti pelanggan, pelanggan
potensial, staf, pemasok dan pihak ketiga lainnya,
Mengungkapkan Informasi pelanggan kepada pihak termasuk data pribadi karyawan. Karena itu, sangat
luar merupakan pelanggaran hukum yang serius. penting untuk:
• Menyimpan data yang relevan
Dapat dilakukan hanya jika sudah mendapatkan • Menahan distribusi terhadap pihak yg tidak perlu
persetujuan pelanggan dan/atau perusahaan • Menggunakan sebatas lingkup pekerjaan
3.12. Perlindungan Hak Cipta

Saat bekerja, karyawan menciptakan hasil karya


sebagai akuntabilitas kerja. Hasil kerja diakui
sebagai milik perusahaan. Hal ini termasuk desain
bangunan, sistem, manual, strategi bisnis atau
strategi pelayanan, dll dalam bentuk hard copy atau
soft copy.

Mengutip, mengubah, menambah, mengurangi


atau menyalin dari milik perusahaan tanpa
persetujuan tertulis dari manajemen adalah
merugikan perusahaan dan melanggar ketentuan /
hukum yang berlaku.
Bagian 4: HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN

1. Hubungan dengan Pelanggan


2. Penjualan dan Periklanan Produk
3. Penerimaan dan Pemberian
Hadiah/Bingkisan dan/atau
Pemberian Lainnya
4. Larangan atas Tindakan Penyuapan
4.1. Hubungan Dengan Pelanggan

Dalam berhubungan dengan pelanggan:


• Karyawan diwajibkan untuk
memahami kebutuhan pelanggan
dan membangun hubungan yang
berkelanjutan sesuai dengan visi dan
misi perusahaan.

• Memberikan pelayanan pelanggan


secara professional dengan sikap
sopan, ramah dan wajar.
4.2. Penjualan dan Periklanan Produk

 Pada saat melakukan penjualan produk,  Harus melakukan periklanan yang tepat
karyawan perlu memperhatikan: dan bertanggungjawab dengan
memperhatikan:

1. Hanya menjual produk yang


disetujui manajemen 1. Akurat dan layak

2. Memaparkan risiko yang ada


2. Karyawan memiliki pengetahuan
produk yang cukup dan mampu (bila ada)
mengenali pelanggan atau calon
pelanggan
3. Jelas dan mudah dipahami
3. Karyawan mampu menjelaskan
produk secara jelas, termasuk
4. Menghargai
segala resikonya.
sensitivitas
kultural
4.3. Penerimaan dan Pemberian Hadiah atau Lainnya

4.3.1 Penerimaan Hadiah/Bingkisan

Setiap karyawan, termasuk anggota keluarganya, DILARANG menerima segala


jenis hadiah, bingkisan, layanan, hiburan atau bentuk spesifik lainnya (termasuk
janji) dari pihak manapun seperti pelanggan, rekanan, kontraktor, perantara
dan mitra kerja.

PENERIMAAN hadiah / paket dan/atau bentuk apapun, baik langsung atau tidak
langsung, harus diserahkan / dilaporkan ke Divisi Talent Admin untuk di
distribusikan ke lembaga / institusi sosial dengan persetujuan dari minimal setara
dengan tingkat Kepala Divisi / GM, dan tembusan ke HRBP terkait.
4.3. Penerimaan dan Pemberian Hadiah atau Lainnya

Hadiah yang dapat DIKECUALIKAN dalam ketentuan


larangan di atas:
• Hadiah dalam bentuk kalender, agenda dan
jamuan makan terkait pekerjaan dengan nilai
immaterial (di bawah US $ 20).
• Sampel produk yang diberikan kepada perusahaan
atau individu karyawan dengan tidak ada nilai jual
atau nilai immaterial (di bawah US $ 10)
4.3. Penerimaan dan Pemberian Hadiah atau Lainnya

4.3.2 Pemberian Hadiah/Bingkisan


Perseroan MENGHINDARI pemberian hadiah/bingkisan dan/atau pemberian
lainnya sehingga mempengaruhi/menimbulkan benturan kepentingan dalam
pengambilan keputusan.
Karyawan DILARANG menjanjikan uang/komisi, hadiah, pinjaman atau bentuk
lainnya kepada pihak luar yang dapat dikategorikan sebagai bentuk gratifikasi
ataupun penyuapan

Apabila TIDAK BISA dihindarkan maka perlu diperhatikan:


• Antisipasi adanya prospek yang baik bagi perseroan
• Hanya sebatas makan/minum di tempat layak, tidak dalam bentuk hiburan bercitra
negatif
• Hadiah/cindera mata harus memiliki cita rasa, nilainya tidak berlebihan dan sesuai
dengan pedoman Corporate Identity perusahaan
4.4. Larangan Perbuatan Menyuap

Untuk menjaga citra perusahaan dan memastikan objektivitas dalam pengambilan keputusan,
perusahaan tidak menyetujui segala bentuk penyuapan.

Suap adalah
upaya yang dilakukan oleh
pihak lain kepada karyawan
dan/ atau sebaliknya dengan
tujuan mempengaruhi
pengambilan keputusan dan
dilakukan hanya untuk
kepentingan pribadi /
keuntungan dari kedua belah
pihak.
5. HUBUNGAN DENGAN PEMASOK, VENDOR, DAN KONSULTAN

1. Evaluasi Objektif dalam pengadaan


perlengkapan dan peralatan perusahaan
2. Larangan penerimaan kompensasi dari
Supplier, Vendor dan Konsultan
3. Kepatuhan Pemasok, Vendor, dan
Konsultan terhadap Kode Etik
Perusahaan
4. Konsultasi dan Lobi dengan Pemasok,
Vendor, dan Konsultan
5.1. Evaluasi Obyektif Dalam Pengadaan Peralatan dan Sarana Perusahaan

• Transaksi dilakukan melalui


tender untuk mendapatkan
yang terbaik. Kerahasiaan harga
saat tender harus benar-benar
Evaluasi objektif terjamin.
harus didasarkan pada:
✓ Penilaian mutu
✓ Harga
✓ Pelayanan purna jual
✓ Kemudahan / keuntungan lain • Seluruh diskon / Komisi yang
yang bisa diperoleh Perseroan diberikan menjadi keuntungan
Perusahaan dan Bukan
keuntungan pribadi karyawan.
5.2. Larangan Menerima Kompensasi dari Supplier, Vendor dan Konsultan

Karyawan dilarang untuk meminta atau menerima kompensasi keuangan


atau non keuangan, termasuk janji, untuk kepentingan pribadi dari mitra.

Pengecualian untuk ketentuan ini adalah untuk hal-hal sebagai berikut:


• Hadiah dalam bentuk kalender, agenda dan jamuan makan terkait
dengan pekerjaan dengan nilai immaterial
(dibawah $ 20).
• Sampel produk yang diberikan kepada individu karyawan atau
perusahaan dengan tidak ada nilai jual atau nilai immaterial
(dibawah $ 10).

Pengecualian ini tidak boleh disalahgunakan atau dengan sengaja memecah nilai nominal.
Bila karyawan ditemukan memanipulasi nilai, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan
peraturan perusahaan yang berlaku.
5.3. Kepatuhan Pemasok, Vendor, dan Konsultan Terhadap Kode Etik

Setiap mitra kerja


didorong untuk
memahami dan mematuhi
Kebijakan Perusahaan dan
ketentuan yang berkaitan dengan
pengadaan barang dan jasa,
termasuk
Kode Etik yang berlaku
5.4. Konsultasi dan Lobi dengan Pemasok, Vendor, dan Konsultan

Kegiatan konsultasi dan lobi dengan mitra kerja


harus mengacu pada:
• Prinsip dan kriteria yang obyektif.
• Harus dilakukan dengan pejabat yang
ditunjuk atau perwakilan mitra/pemasok

Transaksi dengan pihak ketiga untuk kepentingan mitra


tidak diperbolehkan, bahkan dengan alasan demi
"kebaikan" mitra kerja.
6. HUBUNGAN DENGAN KOMPETITOR

Hubungan dengan pesaing dalam bisnis adalah hal yang tidak bisa dihindari.
Pedoman dalam berhubungan dengan pesaing sebagai berikut:

Tidak melakukan komunikasi Melaksanakan Tidak membuat Tidak mencemarkan


dengan pesaing, kecuali bila prinsip kehati-hatian dan perbandingan yang nama baik seseorang,
memiliki alasan yang baik dan etika komunikasi yang tidak wajar perusahaan, organisasi
tepat sehingga tidak menimbulkan baik. dengan pesaing. atau bangsa lain
interprestasi yang tidak
menguntungkan secara internal
dan eksternal.
7. HUBUNGAN DENGAN REGULATOR

1. Kerja sama dengan Regulator


2. Kepatuhan terhadap
Ketentuan/Peraturan
3. Kebijakan anti pencucian
uang dan pencegahan fraud
4. Pembayaran Pajak dan
Retribusi Resmi
7.1. Kerjasama dengan Regulator

Bila ada pertanyaan yang


berkaitan dengan penanganan
permintaan informasi dan / atau
hubungan dengan Regulator,
karyawan harus menghubungi
Divisi Corporate Secretary

Bila ada pelanggaran peraturan Regulator dalam


Keterbukaan dan Transparansi
unit kerja, karyawan diwajibkan untuk segera
merupakan prinsip yang harus melaporkannya melalui atasan terkait ke Divisi
dipatuhi dalam berhubungan Corporate Secretary untuk mendapatkan saran
dengan Regulator. Karyawan tentang pendekatan yang terbaik. Laporan
diharapkan untuk bekerja sama diberikan tanpa berusaha untuk
sepenuhnya dengan Regulator. menyembunyikan masalah yang dihadapi.
7.2. Kepatuhan Terhadap Ketentuan / Peraturan

Perusahaan
memberlakukan
berbagai ketentuan, Karyawan juga harus menyadari
kebijakan atau peraturan untuk tidak bekerja sama
dengan pelanggan / pihak ketiga
eksternal maupun internal
melanggar hukum dan
yang wajib ditaati
merusak lingkungan.
dan dilaksanakan Penyimpangan, kelalaian atau
oleh setiap karyawan. Yang tergolong sebagai Peraturan Internal, pelanggaran terhadap
antara lain semua ketentuan, prosedur, ketentuan, prosedur,
kebijakan dan peraturan Perusahaan, baik kebijakan dan
di bidang Operasional atau Sumber Daya regulasi eksternal maupun internal
Manusia. Karyawan wajib mempelajari, dikenakan sanksi
memahami dan menaati serta sesuai dengan
melaksanakan setiap ketentuan, prosedur, ketentuan yang berlaku.
kebijakan, atau peraturan yang berlaku
dan/atau semua petunjuk/perintah yang
berkaitan dengan posisi mereka dalam
struktur organisasi.
7.3. Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Fraud

Karyawan
diwajibkan
menjaga
kemungkinan
adanya
pencucian
uang

dan melaporkan transaksi yang


diduga kegiatan pencucian uang
ke Divisi Corporate Secretary.
Pencucian uang Karyawan diwajibkan untuk tidak
merupakan kejahatan yang menginformasikan kepada
dilakukan untuk menyembunyikan pelanggan atau pihak lain yang
asal-usul dana yang ditransfer yang tidak berkepentingan
merupakan hasil dari tindak pidana jika dicurigai terjadi transaksi.
untuk terlihat legal.
7.4. Pembayaran Pajak dan Restribusi Resmi

Perusahaan mematuhi
peraturan pajak yang berlaku
sebagai upaya sebagai Good
Corporate Citizen.
Perusahaan mendorong
pelanggan untuk memenuhi
kewajiban mereka terkait
dengan pajak dan secara
tegas menolak upaya untuk
menghindari kewajiban
perpajakan. Karyawan
diwajibkan untuk mendukung
usaha perusahaan.
8. HUBUNGAN DENGAN STAKEHOLDER LAINNYA

1. Kebijakan anti monopoli dan


perlindungan konsumen

2. Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan

3. Donasi

4. Lingkungan Hidup
8.1. Kebijakan Anti Monopoli dan Perlindungan Konsumen

Perusahaan
menghormati dan mematuhi
tindakan anti monopoli
yang mendukung iklim usaha
yang sehat dan kompetitif serta
selalu melindungi
kepentingan konsumen dari
praktek-praktek bisnis dan
perlakuan binis
yang tidak wajar
8.2 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Program tanggung jawab Dalam kegiatan tanggung jawab sosial,


sosial merupakan usaha Perusahaan memfokuskan pada kegiatan
untuk meningkatkan nilai pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan,
tambah dan manfaat bagi kegiatan rohani termasuk membantu
berbagai lingkungan dan masyarakat yang menghadapi bencana alam.
masyarakat.

Perusahaan
turut bertanggung jawab dalam
meningkatkan pengembangan dan
kesejahteraan masyarakat
yang diselenggarakan melalui
penyelenggaraan program –
program pengembangan sosial
tertentu.
8.3. Donasi

Di lain pihak, perusahaan tidak akan


terlibat dalam kegiatan politik praktis dan
Donasi berfungsi sebagai
Donasi adalah kecenderungan diskriminasi termasuk
perhatian nyata dan/atau
kegiatan perusahaan baik donasi untuk partai politik, kandidat
sebagai bagian dari tanggung
melalui inisiatif sendiri atau legislatif dan/atau kegiatan politik praktis
jawab sosial terhadap kondisi
permintaan pihak lain lainnya baik di area utama dan regional.
masyarakat yang membutuhkan
8.3. Donasi

Donasi yang diberikan dengan


memperhatikan:
• Pemilihan dan evaluasi yang ketat, antara
lain terhadap tujuan, reputasi dari pihak
yang mengusulkan
• Tepat sasaran sesuai target/kebutuhan
• Koordinasi dan komunikasi dengan
Donasi difokuskan berbagai divisi dalam perusahaan,
pada bidang atau kegiatan hindari terjadinya tumpang tindih
pendidikan, bencana alam, • Kesesuaian dengan anggaran
kesehatan, keagamaan dan • Koordinasikan setiap kegiatan donasi
kesejahteraan masyarakat dengan bagian Public Relation, Social
dimana donasi diberikan Politic & CSR
kepada masyarakat • Permintaan dan realisasi kegiatan donasi
di sekitar area perusahaan / harus diadministrasikan dengan baik
pihak lain berada.
8.4. Lingkungan Hidup

Perusahaan
selalu mendukung
segala tindakan
dalam upaya melindungi,
mengembangkan dan
menjaga kelestarian
lingkungan
(go green)
9. PELAPORAN ATAS PELANGGARAN ATAU POTENSI PELANGGARAN

Karyawan diwajibkan mengkomunikasikan serta Bila mencurigai adanya potensi tindakan pelanggaran,
saling mengingatkan untuk mentaati ketentuan atau diminta melakukan sesuatu yang melanggar atau
kode etik ini. tidak sesuai hukum, laporkan ke atasan langsung atau
bagian Human Resources.
9. PELAPORAN ATAS PELANGGARAN ATAU POTENSI PELANGGARAN

Perusahaan akan mendukung karyawan yang melaporkan


pelanggaran dengan memperhatikan:
• Jika mengungkapkan perbuatan salah, maka akan
diinvestigasi
• Laporan akan diperlakukan secara hati-hati dan rahasia
• Karyawan akan diberitahu hasil investasi
• Laporan ditujukan ke atasan terkait, namun apabila
merasa tidak nyaman, seperti atasan terlibat, karyawan
dapat melaporkan melalui sistem Whistle Blowing.

Laporan berupa: pelanggaran terhadap hukum dan


ketentuan perseroan, fraud, suap, korupsi atau tindakan
kriminal dan kejadian serius sejenis.

BUKAN sebagai sarana berkeluh kesah, atau senjata untuk


menyerang rekan kerja
SANKSI PELANGGARAN – PP PT SIH TBK 2018/2020

Surat Peringatan Pertama (SP I)


1. Terlambat masuk kerja >3x dalam sebulan tanpa alasan yang sah atau tidak dapat dipertanggungjawabkan
kepada atasannya
2. Mangkir 1 (satu) hari tanpa alasan yang dapat diterima oleh atasannya
3. Menjual barang-barang atau jasa dalam bentuk apapun pada saat bertugas di dalam Perusahaan
4. Memakai alat-alat dan fasilitas lain milik perusahaan seperti telepon, komputer, kendaraan, peralatan
medis dan lain-lain untuk kepentingan pribadi atau organisasi/lembaga lain tanpa ijin dan persetujuan
atasan
5. Melakukan perbuatan yang berakibat kerusakan atau hilangnya barang-barang milik perusahaan karena
kelalaian atau kesalahan
6. Membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam melakukan kegiatan yang melanggar ketentuan
perusahaan yang dikategorikan ringan
7. Dalam melaksanakan tugas tidak menggunakan alat-alat pelindung diri sesuai standar keamanan,
kesehatan dan keselamatan kerja
8. Menerima hadiah atau segala bentuk keuntungan dari pemasok, pelanggan atau kompetitor, baik
langsung pada dirinya ataupun melalui istri/suami atau keluarganya
SANKSI PELANGGARAN – PP PT SIH TBK 2018/2020

Surat Peringatan Kedua (SP II)


1. Mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan dan telah diberikan sanksi SP I, atau kesalahan lain selama
masa berlakunya SP 1
2. Terlambat kembali dari istirahat (cuti), tanpa persetujuan perpanjangan dari atasannya dan atau alasan
yang dapat diterima
3. Mangkir 2 (dua) hari berturut atau tidak berturut-turut dalam satu bulan
4. Pekerja yang terjadwal kerja gilir tetap dan telah setuju untuk bekerja pada hari libur resmi, namun
pekerja tersebut tidak bekerja tanpa alasan yang dapat diterima
5. Mendiskusikan proses promosi kepada pekerja dan/atau pekerja lain yang tidak berwenang
6. Tidak menjalankan fungsinya, sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan atau cidera pada orang
lain atau terganggunya proses operasional
SANKSI PELANGGARAN – PP PT SIH TBK 2018/2020

Surat Peringatan Ketiga (SP III)


1. Mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan dan telah diberikan sanksi SP II, atau kesalahan lain selama
masa berlakunya SP II
2. Menggunakan fasilitas milik perusahaan dengan tujuan untuk kepentingan bisnis pribadi dan atau orang
lain atau kelompoknya tanpa ijin dan persetujuan pimpinan perusahaan
3. Tidak melindungi, memelihara atau menjaga barang milik perusahaan / principal / customer yang
dipercayakan atau berada dalam tanggung jawabnya yang mengakibatkan rusak, hilangnya barang
tersebut, dan atau terganggunya proses produksi
4. Membawa / menggunakan barang-barang / alat-alat milik perusahaan atau milik pihak ketiga yang
dipercayakan kepada perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin dari pimpinan perusahaan
atau yang berwenang
5. Menerima diskon secara pribadi yang tidak diberikan kepada perusahaan, dari pemasok, pelanggan atau
kompetitor, baik langsung maupun melalui istri/suami, atau keluarga
6. Pekerja masih ada ikatan kerja dengan perusahaan tetapi juga bekerja dengan perusahaan lain dengan
tidak seizin dari pimpinan perusahaan