Anda di halaman 1dari 145

Pemain Sandiwara Terbesar Didunia

Oleh : Ali Sina

Sanggahan Ali Sina Untuk Zakir Naik: Sebuah tinjauan untuk :


Qur’an dan the Bible Dalam Hal Sains Oleh Ali Sina (2006/06/12)

Dibahas oleh : Rahmanhadiq

Rahmanhadiq: Seseorang yang bernama Ali Sina ( singkatan dari Ali=


Raja , Sina = Setan-Iblis Dunia disingkat saja RSD) ibarat seorang prajurit
yang kalah di dalam sebuah pertempuran lalu lari terbirit birit
bersembunyi dalam parit. Kemudian setelah keadaan aman dan tidak ada
lagi perang , dia ngoceh kemana-mana menyatakan bahwa dialah
pahlawan perang tersebut. Padahal di dalam perperangan itu, si Raja
Setan ini hanya berpangku tangan tidak berbuat apa-apa. Dia hanya
mencuri dengar untuk mencari informasi bagaikan seorang spionase
Tikus-tikus Got. Lalu berpikir untuk memutuskan sikap bertahan atau
lari. Ternyata, setelah menyaksikan kehebatan dan ketagungguhan
lawannya yang datang dengan penuh Kharisma, Dia lari terbirit-birit
untuk mempersiapkan jurus barunya. Kemudian Ali Sina (Raja Setan
Dunia disingkat RSD) ini bertapa di dasar Samudra yang paling dalam
untuk mendapatkan wangsit dan membuat rumusan mantra-mantra
untuk menjelaskan sebab musabab kekalahannya agar dapat dipelajari
oleh pengikutnya yaitu roh para leluhurnya yang masih gentayangan. Di
dalam paparannya ini, kita akan menyaksikan bahwa Ali Sina ini, dapat
kita jadi sebagai contoh yang paling kongkrit sebagai RSD yang hanya
bisa menunjukkan sikap kebencian , permusuhan dan adudomba yang
tidak sehat bagi kehidupan manusia beradab, yang adil, aman , sejahtera
dan bermartabat di Bumi ini.

---

 
Ditahun  2005,  diadakan  sebuah  debat  televisi  antara  Dr.  William  Campbell,  mewakili  sudut 
pandang Kristen dan Dr. Zakir Naik, mewakili sudut pandang Islam. Surat kabar Pakistan Daily 
Times  menulis:  “Pada  7  Desember  2005,  sebuah  saluran  TV  (QTV  atau  Al‐Noor)  menyiarkan 
sebuah  debat  antara  William  Campbell  dan  Zakir  Naik,  yg  menampilkan  sisi  lain  dari  polemik. 
Dimasa  lalu  Zakir  Naiklah  yg  mencoba  membuktikan  agama‐agama  lain  salah;  kali  ini  William 
Campbel yg menyanggah argumennya." 
Ini cukup adil. Jika anda tidak ingin agama anda dikritik jangan lakukan kritik terhadap agama 
lain.  Ketika  Dr.  Campbell  mengritik  para  muslim  yg  mengklaim  penemuan  sain  dalam  Quran, 
orang  harus  mendengarkan.  (Rahmanhadiq; Acara perdebatan antara Dr.Campbell dengan
Dr.Zakir Naik berjalan sangat fair dengan semangat kejujuran dan keterbukaan jauh dari
rasa kebencian dan permusuhan , hanya perasaan RSD saja yang mengira bahwa acara itu
didasari oleh rasa kebencian, rasa permusuhan dan saling menghujat. Perdebatan itu hanya
dalam rangka mempertahankan kebenaran bukan mencari kemenangan atau menjatuhkan
seseorang. Hanya RSD saja yang mengira ada yang menang atau ada yang kalah. Rupanya
RSD ingin memetik buah dari acara perdebatan itu yaitu dengan cepat menyebarkan bibit
permusuhan dan kebencian antara umat Muslim dan Nasrani)

Saluran TV ini mengambil keputusan adil, tapi ketika Dr. Campbell mulai dekat ke bagian‐bagian 
yg  rawan,  program  ini  mendadak  menghilang,  alasannya  karena  na’at.  Jika  ini  terjadi  karena 
mereka  takut,  hal  ini  bukan  keputusan  yg  bagus  dan  membuat  Dr.  Naik  kelihatan  jelek. 
(Belakangan disebutkan dalam berita bahwa Dr. Naik telah memenangkan debat.) Para muslim 
yakin  bahwa  Dr.  Naik  memenangkan  debat.  (rahmanhadiq: memang baik sekali keputusan
panitia untuk memotong adegan yang sensitive yang dapat memicu konflik antara umat
Nasrani dan Muslim, ini membuktikan bahwa panitia berniat menyuguhkan acara yang fair
tanpa rasa kebencian, tetapi sebaliknya RSD menginginkan adegan yang sensitif tersebut
untuk dijadikan sebagai kunsumsinya menanamkan bibit perpecahan antara umat Islam dan
Kristen. Memang begitulah tabiat dari Setan dimanapun dia berada).
Kenyataannya adalah jika anda tonton videonya, kecuali anda mengenal Quran dan Islam dgn 
baik,  ini  adalah  kesan  yg  akan  anda  dapatkan.  Dr.  Naik  begitu  percaya  diri  dan  begitu  ‘ramai’ 
dalam debat hingga orang‐orang yg menonton akan berpikiran demikian. Benarkah demikian?
(dugaan ini hanya benar bagi RSD, tetapi tidak begitu bagi manusia yang punya hatinurani
dan akal sehat).  Saya meneliti seluruh debat ini dan menganalisa perkataan Dr. Naik paragraf 
demi  paragraf.  Dalam  tulisan  ini  saya  tunjukkan  tanpa  keraguan  bahwa  Dr.  Naik  salah  dalam 
menggambarkan setiap pernyataan yg dia buat dalam Quran. Tidak satupun, klaim yg dibuat 
Dr.  Naik  mengenai  Quran  yg  ajaib  atau  akurat  secara  sains,  benar.  Saya  beri  judul  tulisan  ini, 
Pemain  Sandiwara  Terbesar  Didunia (rahmanhadiq; Judul ini saya ubah menjadi Ali Sina
Raja Setan Dunia) karena  setelah  menonton  pertunjukkannya,  dalam  pendapat  saya, 
judul  ini  pantas  sekali.  Dr.  Naik  adalah  seorang  pesulap  ( rahmanhadiq; namun yang paling
tepat adalah RSD Raja Provokator).  Pesulap  membuat  anda  percaya  mereka 
memotong orang jadi dua, membuat barang menghilang dan muncul kembali dan kelinci keluar 
dari  topi  yg  kelihatan  kosong  ( Seorang pesulap jauh lebih dikagumi dan dihargai daripada
seorang penipu dan pecundang seperti RSD, karena seorang pesulap memberikan kehebatan
dam kepuasan bagi penonton, sedangkan seorang provokator akan diintrograsi oleh polisi
untuk dijebloskan ke dalam penjara). Tapi dalam kenyataannya tidak satupun dari hal‐hal itu 
terjadi.  Kemampuan  dari  pesulap  adalah  utk  membuat  anda  percaya  akan  hal‐hal  yg  tidak 
terjadi.  Dr.  Naik  menggunakan  alat  dgn  cara  berbeda  utk  melakukan  sulapnya.  Dia 
menggunakan kata‐kata. Dia dapat membuat para hadirin percaya akan hal‐hal yg tidak benar. 
Dalam  tulisan  ini,  saya  akan  menunjukkan  pada  anda  trik‐triknya  dan  apa  yg  dia  gunakan 
sebagai  persiapan  utk  membuat  apa  yg  sebenarnya  menjadi  kelihatan  berbeda. (perlu
diketahui bahwa RSD sendiri tidak hadir menyaksikan acara tersebut sehingga dia tidak
percaya dengan berita mukjizat tersebut , kalaupun dia hadir maka dia menggunakan
topengnya. RSD ini ingin membantah kenyataan dari acara tersebut dengan semangat
kebencian dan rasa dengkinya). Setelah anda selesai membaca tulisan ini, anda akan mampu 
mendeteksi  hal  tsb  juga.  Tapi  ini  belum  semua.  Karena  para  muslim  memakai  trik  yg  sama, 
meski tidak dg keahlian yg sama dg Dr. Naik, anda akan tetap mampu mendeteksi trik mereka 
juga. Pesulap yg baik harus trampil dan gerakan cekatan – saking cekatan sampai sulit dideteksi. 
Tapi  jika  anda  mengulang  gerakannya  dan  memperhatikannya  dalam  gerak  lambat,  anda  bisa 
menangkap  trik‐triknya.  Inilah  yg  saya  lakukan  dg  perkataan‐perkataan  Dr.  Naik.  ( Beginilah
RSD sedang memberikan wejangan kepada para pengikutnya yaitu para roh gentayangan
dan para leluhurnya yang masih dibelenggu untuk membalas dendam).
 
Tulisan ini disusun agar anda mudah men‐download dan langsung mencetaknya. Bahkan kalau 
perlu,  buatlah  dalam  bentuk  buku (Rahmanhadiq sedang menyiapkan buku bantahan untuk
RSD). Saya harap semua orang yg telah melihat debat antara Dr. Campbell dan Dr. Naik dan 
tergoyahkan  oleh  sandiwara  Dr.  Naik  akan  membaca  tulisan  ini  utk  melihat  bagaimana  dia 
menipu  setiap  orang  ( rahmanhadiq; tetapi sebaliknya RSD bagaikan pahlawan kesiangan
yang sedang berbicara seperti seorang yang kesurupan).

Siapapun  yg  melihat  atau  mendengar  Dr.  Naik  bertanggung  jawab  pada  dirinya  sendiri  utk 
membaca ini. Dia mengulang‐ulang hal yg sama dalam semua pembicaraannya. Disini, trik‐trik 
sang  pesulap  terkuak.  Baca  dan  sebarkan.  Tidak  ragu  lagi  bahwa  Dr.  Naik  itu  orang  besar. 
Memang  kita  harus  mengakui  keahliannya  dari  lawannya  Kebesaran  Dr.  Naik  mampu  dalam 
memelintir kebenaran. Dia begitu trampil dg kata‐kata dan punya ingatan yg luar biasa ttg ayat‐
ayat Quran. Jika dia seorang pengacara dan saya seorang kriminal, saya ingin dia jadi pengacara 
saya ( rahmanhadiq; memang sudah seharusnya RSD mengakui kebesaran DR Zakir Naik,
karena RSD terlalu kecil dihadapan beliau. Tapi kalau si RSD ini seorang kriminal jangan
harap bisa mohon pertolongan kepada orang suci itu. Bisa-bisa RSD langsung ditangkap ).

Anda  dapat  melihat  debatnya  dg  mengklik  link  dibagian  bawah  dari  halaman  ini  sambil 
mengikuti  transkripnya  pada  halaman  berikutnya.  Untuk  jawaban‐jawaban  saya,  anda  dapat 
menghentikannya (Pause) sebentar dan membaca apa yg saya tulis. Saya mengatakan ini semua 
dg  kepastian  bahwa  tulisan  ini  akan  menandai  akhir  kejayaan  Dr.  Naik  dan  meruntuhkan 
singgasananya ( rahmanhadiq; RSD menempatkan dirinya sebagai pecundang yang hendak
menggoyang Singasana DR. Naik yang terlalu Agung dan Mulia di hadapan RSD). Sekali 
para fansnya membaca ini, bualannya akan seperti sebuah balon yg dipecahkan. Para fans akan 
melihat  kebohongan  dan  penipuan  sang  maestro  dan  menara  kartunya  akan  runtuh 
(rahmanhadiq; reruntuhan menara itu akan menimpa RSD dan para mengikutinya, lalu
mereka akan terkubur hidup-hidup di bawah puing-puingnya).

Bukti‐buktinya  banyak  sekali.  Banyak  dari  mereka  yg  membuktikan  tsb  menulis  padanya  dan 
menuntut  jawaban.  Dr.  Naik  tidak  akan  menjawab  mereka  karena  memang  dia  tidak  dapat 
menjawab. Mungkin dia akan muncul dg kondisi yg menggelikan seperti yg pernah dia lakukan , 
meminta debat temu muka atau menuntut saya mengorganisasai sebuah konferensi yg dihadiri 
oleh  10.000  orang,  atau  menaikkan  hadiah  50.000  dollar  yg  saya  tawarkan.  Sangat  mungkin 
orang  akan  menjawab  dg  mengatakan,  waktu  Dr.  Naik  terlalu  berharga  utk  dibuang 
menanggapi  Ali  Sina.  Ini  adalah  alasan‐alasan  yg  lemah.  Tidak  ada  satu  halpun  yg  dapat 
dikatakan  dalam  sebuah  debat  temu  muka  yg  tidak  dapat  dikatakan  dalam  tulisan  (
rahmanhadiq; Tulisan RSD ini hanya berupa hasutan dan kebencian yang tidak bermutu
yang tidak perlu ditanggapi oleh orang besar sekaliber DR Naik, ibaratnya RSD sedang
menolak ombak di pantai dengan telapak tangannya. Biarlah rahmanhadiq saja yang
menghalau Lalar Nakal seperti RSD ini. )”.   
 
Masalah  dg  debat  temu  muka  adalah  bahwa  seseorang  dapat  memainkan  “sulap”  dan 
membodohi  hadirin,  sementara  hal  ini  tidaklah  mungkin  dalam  sebuah  debat  tertulis.  17:81 
Yang  Benar  telah  datang  dan  yang  Batil  telah  lenyap.  Sesungguhnya  yang  Batil  itu  adalah 
sesuatu  yang  pasti  lenyap ( Ayat tepat sekali berlaku untuk RSD ini, yang akan
menguburnya hidup-hidup pada lobang yang sedang dipersiapkannya sendiri). Ketika ayat ini 
pertama  diumumkan  (ketika  Muhamad  menaklukkan  Mekah),  justru  saat  itu  keBatilan  telah 
melenyapkan keBenaran dg kekerasan, pengkhianatan dan kelicikan ( rahmanhadiq; semangat
kebencian RSD semakin menggebu-gebu untuk ingin segera melumat kebenaran yang
disampaikan oleh Dr Naik, sehingga dia menyampaikan sebuah maklumat bahwa yang
bathil itulah yang telah menghacurkan kebenaran dengan cara menebarkan kelicikan,
kekerasan dan pengkhianatan seperti yang ditulisnya diatas. Beginilah sifat RSD).
Akhirnya,  karena  internet,  kekerasan  menjadi  tak  berdaya  dan  keBenaran  muncul  kembali. 
Ironisnya,  ayat  itu  mengandung  ramalan  karena  hal  itu  benar‐benar  terjadi  saat  ini
(rahmanhadiq; masih ada lagi ramalan ayat Al Qur’an yang cocok dengan RSD ini “
sesungguhnya orang-orang engkar (seperti RSD ini) , tidak ada bedanya bagi mereka, diberi
penjelasan atau tidak, mereka tidak akan percaya”). Saat  ini  keBenaran  muncul  kembali 
membalas dendam dan keBatilan akan musnah ( rahmanhadiq; beginilah filsafat RSD, bahwa
kebenaran itu datang untuk membalas dendam, mirip filsafat orang yang sedang kesurupan,
karena memang raja setan paling takut dengan kabar kebenaran).

Jika anda ingin mengkontak Dr. Naik, ini emailnya : 
info@drzakirnaik.com. 
**Klik‐Link 

Qur’an dan Bible dalam hal Sains ‐ Bagian 1 (Sabeel Ahmed)  
 
Auzubillahi Minash Shaitanir Rajeem, Bismillahir Rahmanir Rahim.…  
Dr. William Campbell, Dr. Zakir Naik, Dr. Mazachis, Dr. Jamal Badawi, Dr. Samuel Nauman dan 
Mr.  Sam  Shamoon,  tamu‐tamu  terhormat,  ladies  and  gentlemen, 
AsSalaamuAlaikumWaRahmatullahiWaBarakatahu…  
 
Atas  nama  pengelola  …  the  Islamic  Circle  of  North  America,  Saya,  Syed  Sabeel  Ahmed, 
mengucapkan selamat datang pada anda semua di kejadian unik ini.. sebuah dialog dalam topik 
– ‘Qur’an dan Bible dalam hal Sains’.  
 
Lagi atas nama Dr. Campbell, Dr. Zakir Naik, Islamic Circle of North America, dialog ini diadakan 
dg  semangat  persahabatan,  utk  mengerti  masing‐masing  sudut  pandang.  Perkenalan  singkat 
dari  aktivitas  ICNA.  Tujuan  dari  ICNA,  adalah  utk  memotivasi  para  muslim  agar  melakukan 
kewajiban  mereka  menjadi  saksi  bagi  umat  manusia,  menawarkan  kesempatan  belajar  utk 
menambah pengetahuan isalm dan mengembangkan karakter. ICNA juga aktif dalam melawan 
imoralitas  dan  penindasan  dalam  segala  bentuknya,  mendukung  usaha‐usaha  utk  keadilan 
sosio‐ekonomis,  kebebasan  sipil  dalam  masyarakat,  menguatkan  ikatan  kemanusiaan,  dg 
melayani  semua  yg  diperlukan  dimanapun  didunia,  dg  fokus  khusus  pada  tetangga  kita 
diseberang Amerika Utara.  
 
Utk dialog unik hari ini, dua moderator utama adalah Dr. Mohammed Naik mewakili Dr. Zakir 
Naik,  dan  Dr.  Samuel  Naaman  mewakili  Dr.  William  Campbell.  Sudah  menjadi  kewajiban  saya 
utk memastikan memimpin dg adil dan baik pertemuan ini – dg demikian kami meminta para 
pembicara kita juga para hadirin, utk mempertahankan kesopanan bagi sebuah dialog yg sehat. 
Dengan itu, saya minta Dr. Samuel Naaman utk memberi perkenalan dari Dr. William Campbell. 
 
 
 
 
Assalamu Alaikum. (Samuel Naaman)  
 
Terimakasih  saudara  Sabeel  Ahmed  –  sebuah  kehormatan  utk  berada  disini 
bersama anda. Dan pertama, saya sendiri bersama sekelompok saudara saudari yg 
berlatar belakang Kristen, ingin berterimakasi kepada ICNA dan masyarakat lokal 
yg telah mengatur pertemuan unik ini. Mereka telah bekerja dg baik – dan bekerja 
dg keras. Dan sekarang kita sampai pada kesempatan ini, berada disini. Dr. William 
Campbel bekerja dibidang medis, di Cleveland Ohio pada Universitas Casewestern 
Reserve. Dia telah bekerja selama 20 tahun di Moroko, dimana dia belajar bahasa 
Arab.  Setelah  7  tahun  di  Tunisia,  dia  menulis  bukunya  “answering  Dr.  Maurice 
Bucaille”.  Dia  adalah  seorang  Kristen  yg  sungguh‐sungguh,  yg  ingin  menjelaskan 
Injil pada siapa saja. Diumur 74, Dr. Campbell pensiun, dan mempunyai 10 orang 
cucu.  Dan  kami  sangat  berterima  kasih  dan  senang  sekali  bersama  dg  anda  – 
Terima kasih.  
 
(Dr. Mohamed)  
 
Atas nama Yayasan Riset Islam, Saya Dr. Mohammed Naik senang berada diantara 
anda bersama‐sama dg Dr. Zakir. Sangat bahagia mengikuti pertemuan unik ini, dan 
ditemani  oleh  akademisi  seperti  Dr.William  Campbell,  Dr.  Jamal  Badawi,  Dr. 
Mazzacus, juga saudara saya, Dr. Samuel Naaman. Saya atas nama Saudara Samuel 
dan saya sendiri akan menerangkan format dialog yg telah disepakati.  
Format yg telah disetujui dan dianggap adil oleh kedua belah pihak, yaitu pertama 
Dr.  William  Campbel  akan  melakukan  presentasi  selama  55  menit  dalam  topik 
“Qur’an  dan  Bible  dalam  hal  Sains”.  Lalu  Dr.  Zakir  Naik,  akan  melakukan 
presentasinya selama 55 menit dalam topik yg sama.  
Ini lalu akan diikuti oleh sesi jawaban, yg mana Dr. Campbell akan menjawab materi 
yg disajikan oleh Dr. Zakir, selama 25 menit, diikuti oleh Dr. Zakir juga utk menjawab 
hal yg diucapkan oleh Dr. Campbell selama 25 menit.  
Terakhir, kita akan melakukan sesi tanya jawab terbuka, yg mana para hadirin boleh 
melakukan  pertanyaan  bergantian,  microphone  tersedia  utk  penanya.  Setelah 
pertanyaan  tsb  ditangani,  kami  akan  mengajukan  pertanyaan‐pertanyaan  yg  telah 
disediakan  dalam  kartu‐kartu  yg  ada  disini,  dan  secara  acak  akan  dipilih  oleh 
koordinator dan dijawab oleh orang yg dituju oleh sipenanya.  
Ladies  and  gentlemen…  saya  persilahkan..  Dr.  William  Campbell.  (Saya  tidak  akan 
menerjemahkan  seluruhnya,  yg  akan  saya  terjemahkan  adalah  saat  Dr.  Naik 
menyajikan  presentasinya,  tiap  paragraf  atau  topik  akan  diselingi  oleh  bantahan 
dari Ali Sina.) 

(Dr. Mohammed) ……..

Ladies and gentlemen, saya panggil Dr. Zakir Naik untuk menyajikan presentasinya. 
(Dr. Naik) …
(Arabic)…  yg  terhormat  Dr.  William  Campbell,  Dr.  Maracuss,  Dr.  Jamal  Badavi,  Br.  Samuel 
Nauman, Dr. Mohammed Naik, saudara dan saudari yg terhormat, saya sambut anda dengan 
salam  islam  ..  ‘As  Salaamo  Alaikum  Wa  Rahmatullahi  Wa  Barkatahu.  May  peace  mercy  and 
blessings of Allah Subhanawataala be on all of you. . Topik dari dialog hari ini adalah “Quran 
dan  Bible  dalam  hal  Sains”.  Quran  adalah  wahyu  terakhir  yg  diturunkan  kepada  utusan 
terakhir Nabi Muhammad, pbuh. Utk buku‐buku lain yg mengaku sebagai wahyu dari yg maha 
kuasa, haruslah tahan dan teruji oleh waktu.  

Apa keajaiban itu nyata? (Dr. Naik)


Sebelumnya  dijaman  dulu,  adalah  jaman  keajaiban‐keajaiban  –  Alhamdulillah,  Quran  adalah 
keajaiban dari segala keajaiban. Belakangan datang jaman literatur dan puisi, dan para muslim 
serta juga non muslim, mereka mengklaim bahwa Quran sebagai literatur Arab terbaik yg ada 
dimuka bumi. Tapi saat ini adalah jaman sains dan teknologi.  
 
(Ali Sina)
Langsung  sejak  awal,  Dr.  Zakir  Naik  membuat  dua  asumsi  yg  kedua‐duanya  salah.  Pertama 
adalah klaim “jaman dulu, adalah jaman keajaiban‐keajaiban”. Kita tidak punya bukti‐bukti utk 
klaim  demikian  kecuali  dongeng‐dongeng  dari  orang‐orang  kuno  yg  diceritakan  pada  kita 
sebagai  “ayat  suci”.  Malah  dulupun  kita  tahu  bahwa  Muhammad  mengaku  tidak  bisa 
melakukan  keajaiban‐keajaiban.  Tidak  mampu  melakukan  keajaiban‐keajaiban,  dia  bilang 
bahwa  Quran  adalah  keajaibannya.( rahmanhadiq; Mana mungkin RSD mau percaya
dengan berita kebenaran , bahkan kalau diperlihatkan bukti itu di depan matanya, maka dia
akan menolaknya dengan mengatakan itu ilmu sihir atau ilmu sulap. RSD ini berbicara
dengan rasa kebencian dan sikap permusuhannya terhadap islam , bukan dengan pemikiran
ilmiah dan sain yang sopan dan beretika).

Tapi Quran bukanlah keajaiban sama sekali seperti yg akan anda lihat dalam tulisan ini nanti. 
Dr.  Naik  membuat  pernyataan  salah  lain  dan  bilang  bahwa  “para  muslim  serta  juga  non 
muslim, mereka mengklaim bahwa Quran sebagai literatur Arab terbaik yg ada dimuka bumi.” 
Ini tidak benar. Hanya muslim yg membuat pengakuan demikian. Jika non muslim percaya ini 
kenapa  mereka  tidak  memeluk  Islam?  (rahmanhadiq; aneh juga pertanyaan RSD ini,
namanya saja non muslim , bagaimana seorang non muslim mengakui al qur’an dan manjadi
Islam, RSD ini lagi bingung rupanya). Non  Muslim  menemukan  banyak  kesalahan‐
kesalahan  dalam  Quran,  bukan  saja  secara  sains  dan  logika  tapi  juga  secara  tata  bahasa. 
Banyak yg sebenarnya percaya bahwa buku ini adalah buku yg paling bodoh yg pernah ditulis, 
bukan saja karena isinya kekerasan tapi juga karena membingungkan dan membosankan utk 
dibaca (rahmanhadiq; yang jelas RSD ini mengira bahwa bukunya ini tidak akan jemu dan
paling laris dibaca oleh pengikutnya di kerajaan para dedemit). Beberapa dari ayat‐ayat awal 
mempunyai irama, tapi tidak ada keindahan apapun dalam buku ini, Ali Dashti dalam bukunya 
“23 years of Prophetic Career” memberi kita sebuah daftar kesalahan‐kesalahan tsb. Juga M. 
Rafiqul  Haqq  dan  P.  Newton  menunjukkan  lebih  dari  selusin  kesalahan  tata  bahasa  dalam 
buku ini ( rahmanhadiq; RSD juga memperkenalkan beberapa orang pembantunya, teman-
temannya dan para pengikutnya yang berkomplot untuk menghadang kebenaran yang
disampaikan oleh ayat-ayat Al Qur’an yang disampaikan oleh DR Naik).

 
Kereligiusan Einstein (Dr. Naik)  
Mari  kita  analisa  apa  Quran  cocok  atau  tidak  cocok  dg  sains  modern.  Albert  Einstein 
berkata…”Sains tanpa agama jadi pincang, dan agama tanpa sains itu buta.”  
 
(Ali Sina)  
Satu  hal  Einstein  tidak  percaya  akan  pribadi  Tuhan  tapi  menganjurkan  menggali  kebaikan, 
kebenaran dan keindahan dalam kemanusiaan itu sendiri. Dia menulis () “Saya tidak percaya 
akan  tuhannya  agama yg  memberi  pahala  pd yg  baik  dan  hukuman  pd  yg  jahat. Tuhan  saya 
menciptakan  hukum‐hukum  yg  mengurusi  hal  itu.  Jagat  Rayanya  tidak  diatur  oleh  angan‐
angan,  tapi  oleh  hukum‐hukum  yg  kekal/abadi.”  (W.  Hermanns,  Einstein  and  the  Poet—In 
Search  of  the  Cosmic  Man  (Branden  Press,  Brookline  Village,  Mass.,  1983),  p.132,  quoted  in 
Jammer, p.123.) Dan ketika dia bicara tentang agama dia tidak membicarakan sebuah agama 
seperti islam  dalam  benaknya.  Dia  menulis:  “Saya  tidak  menemukan ungkapan  yg  lebih  baik 
dari “religius” utk keyakinan saya akan kenyataan alam yg rasional, yg sejauh ini dapat diakses 
oleh  akal  manusia.  Jika  perasaan  ini  tidak  ada,  sains  turun  derajatnya  menjadi  empiricism 
(teori  dimana  semua  pengetahuan  berasal  dari  pengalaman  dan  pengertian)  yg  tumpul. 
(Letter  to  Maurice  Solovine,  I  January  1,  1951;  Einstein  Archive  21‐174,  80‐871,  published  in 
Letters  to  Solovine  ,  p.119.)  Dilain  tempat  dia  menulis:  “Pengertian  Religius,  yg  dilepaskan 
melalui  pengalaman  akan  potensi  yg  mendekati  sebuah  pemahaman  logis  dari  hubungan‐
hubungan  dunia  ini,  adalah  …sebuah  perasaan  kagum  dan  hormat  terhadap  sebab‐
sebab/alasan‐alasan  yg  mewujud  yg  muncul  dalam  kenyataan.  Hal  ini  tidak  menuju  kepada 
asumsi  dari  sebuah  pribadi  ketuhanan  –  sebuah  pribadi  yg  menuntut  sesuatu  dari  kita  dan 
mengambil  keuntungan  dari  keberadaan  kita  sebagai  individu.  Dalam  hal  ini  tidak  ada 
kehendak, tidak juga tujuan, tidak juga yg seharusnya, tapi hanya Keberadaan. Agama Einstein 
adalah sebuah rasa penghormatan akan kehalusan, hal‐hal yg tidak dapat diraba dan hal‐hal 
yg  tidak  dapat  dipahami/dijelaskan  yg  ada  dibelakang  semua  rangkaian  fenomena  alam  yg 
dapat  dilihat.  Bukanlah  agama  “yg  diturunkan”  yg  dia  bicarakan.  Dia  menyebut  agamanya 
sebagai “pengertian religius kosmik” (). “Apa yg saya lihat pada alam” tulisnya, “adalah sebuah 
struktur  yg  sangat  indah  yg  hanya  dapat  kita  pahami  dg  sangat  tidak  sempurna,  dan  hal  itu 
haruslah  mengisi  seseorang  yg  berpikir  dg  sebuah  kerendahan  hati.  Ini  adalah  sebuah 
perasaan  religius  yg  benar‐benar  tidak  ada  hubungannya  dg  mistik.”  ()Dg  begitu  adalah 
menyesatkan  dan  munafik  utk  mengutip  Einstein  yg  menentang  ide  akan  pribadi  tuhan  yg 
penuh tuntutan seperti yg diajarkan Islam dan mengambil keuntungan bagi satu jenis agama 
yg  dia  benci.  Ide  agama  dari  Einstein  sepenuhnya  berbeda  dari  apa  yg  dibela  Islam.  Islam 
tidaklah cocok dg sains. Islam bertentangan dg sains dan dg demikian bukanlah sebuah agama 
alam  yg  dikatakan  Einstein.  Malah  kebalikannya.  Ketika  Einstein  mengatakan  sains  tanpa 
agama adalah lemah dia tidak berbicara mengenai Islam yg adalah sebuah agama buta‐tuli yg 
berlawanan dg sains. 
Rahmanhadiq; Einstein memang tidak penah mengatakan bahwa dia menganut sebuah
agama tertentu, tetapi setidaknya dia dapat menghormati dan menghargai umat beragama
dengan kata-katanya yang sangat bijak yang disampaikannya dalam sebuah pidato
pengukuhannya ketika menerima hadiah Nobel pada tahun 1921. Artinya Einsten mampu
berpikir jernih dengan hatinuraninya untuk menghargai hak-hak orang lain sehingga
beliaupun dihargai oleh semua bangsa dan manusia lainnya di bumi ini. Tidak seperti
RSD ini yang disamping anti agama , namun dia juga membenci semua orang yang
memiliki agama dan yang lebih sadis lagi RSD ini menanam bibit kebencian kepada antar
sesama umat beragama. Setelah menyaksikan bibit kebenciannya tumbuh subur dihati
orang-orang yang termakan isu dan ide adu-dombanya, maka dia akan bertepuk tangan
melihat umat Kristen dan Umat Islam saling bentrok.
RSD ini mengambil literature dari buku-buku yang tidak ditulis sendiri oleh Eisten, tetapi
mengutip pendapat teman-temannya yang sudah didaulatnya untuk menyampaikan berita
ngawur, yaitu temannya yang mengaku mewawancarai Eisten semasa dia hidup. Informasi
itu ia dapatkan dari tayangan internet gerombolannya juga. Sedangkan DR Naik
mengambil kata bijak Eisten tersebut yang merupakan kata mutiara yang pernah diucapkan
dan di abadikan oleh beliau kepada semua orang-orang terkenal yang pernah
mendengarnya. Ucapan Einsten itu tidak akan oleh lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh
panas, ucapan itu tetap abadi sepanjang masa. Sementara ucapan-ucapan yang
disampaikan oleh RSD ini selalu menimbulkan perasaan yang menyakiti orang-orang yang
mendengarnya. Mulut RSD seperti cipratan air comberan yang menebar bau busuk
kemana-mana. Perkataan dan hasutan RSD ini akan selalu menimbulkan perpecahan dan
bentrokan diantara umat beragama. Gelar Raja Setan Dunia memang pantas di
anugrahkan kepadanya. Seorang seperti Ali Sina memang pantas dianugrahi hadiah Nobel
untuk Kategori sosok Manusia di bidang Kebencian dan Adudomba. Ali Sina ini memang
sudah ditakdirkan sebagai RSD oleh Sang Penciptanya.

(Dr. Naik)  
Ijinkan  saya  ingatkan  bahwa  Quran  bukanlah  buku  sains…  S‐C‐I‐E‐N‐C‐E,  tapi  buku  pertanda      
S‐I‐G‐N‐S… Buku yg berisi ayat‐ayat. Dan terdapat lebih dari 6000 pertanda… ayat‐ayat dalam 
Quran lebih dari 1000 ayatnya membicarakan tentang sains.  
Menyangkut  pembicaraan  saya  mengenai  Quran  dan  Sains,  saya  hanya  akan  bicara  tentang 
fakta‐fakta  sains,  yg  telah  dibuktikan.  Saya  tidak  akan  membicarakan  tentang  teori  dan 
hipotesa  sains,  yg  berdasarkan  asumsi  tanpa  adanya  bukti,  karena  kita  semua  tahu  bahwa 
sains banyak berbalik dari asumsi awalnya. Dr. William Campbell yg menulis sebuah jawaban 
utk buku Dr. Maurice Bucaille.. “The Quran and the Bible in the light of history and science’ – 
dia bilang dalam bukunya, bahwa ada dua tipe pendekatan.  
Satu adalah pendekatan indeks – yg berarti seseorang mencoba mencocokan kitab dan sains. 
Dan  pendekatan  pertentangan/konflik,  yg  mana  seseorang  mencoba  membawa  sebuah 
pertentangan antara kitab dan sains, seperti yg telah dilakukan Dr. William Campbell dg baik. 
Tapi  sepanjang  pengamatan  lewat  Quran,  tidak  masalah  apa  orang  itu  menggunakan 
pendekatan  konflik  ataupun  indeks  –  selama  anda  seorang  yg  menggunakan  logika,  dan 
setelah  sebuah  penjelasan  logis  diberikan, tak  seorangpun  akan  bisa membuktikan  satu  saja 
ayat dari Quran yg bertentangan dg sains modern yg telah terbuktikan.  
Dr. William Campbell menunjuk beberapa yg katanya kesalahan sains dalam Quran, dan saya 
harus  menyangkalnya  dalam  sebuah  bantahan.  Tapi  karena  dia  memilih  utk  bicara  terlebih 
dahulu, saya akan menyangkal poin‐poin yg dia bawakan dalam pembicaraan saya ini – Saya 
akan  menjawab  pada  bagian  utama  dari  pembicaraannya,  utamanya  yg  berhubungan  dg 
Embryologi dan dg Geology. Sisanya Insha Allah, Insha Allah, akan saya coba utk saya bantah 
semampu saya.  
Saya harus melakukan keduanya – saya tidak dapat tidak adil bagi topik ini. Topiknya adalah .. 
“Qur’an  and  Bible  in  the  light  of  Science.”  Saya  tidak  dapat  hanya  bicara  satu  kitab  –  Dr. 
William  Campbell  jarang  bicara  mengenai  satu  atau  dua  poin  tentang  Bible,  yg  saya  akan 
lakukan  insha  Allah.  Saya  akan  membicarakan  keduanya  Insha  Allah,  ‐  Saya  ingin  adil  dalam 
topik ini. 
 
 
BIG BANG DALAM QURAN?  
 
(Dr. Naik)  
Menyangkut  Quran  dan  sains  modern,  dalam  bidang  ‘Astronomi’,  para  ilmuwan,  beberapa 
dekade sebelumnya, menjelaskan, bagaimana jagat raya ini terbentuk – mereka menyebutnya 
‘Big Bang’.  
Dan  kata  mereka…  “Awalnya  hanya  ada  satu  nebula  primer,  yg  kemudian  terpisahkan  oleh 
sebuah  Ledakan  Besar  (big  bang),  yg  membentuk  Galaksi‐galaksi,  bintang‐bintang,  matahari 
dan bumi, yg kita tinggali.” Informasi ini diberikan dalam Quran, pada Surat Ambiya, Bab 21, 
Ayat no.30, yg berkata … ‐(bhs Arabic)‐ …  
Dan apakah orang‐orang yang kafir tidak mengetahui… ‐(bhs Arab)‐ .. “bahwasanya langit dan 
bumi  itu  keduanya  dahulu  adalah  suatu  yang  padu,  kemudian  Kami  pisahkan  antara 
keduanya.”  
 
Bayangkan informasi ini yg baru kita ketahui saat ini, Quran telah mengatakannya 1400 tahun 
lalu. 

(Ali Sina)  
Dalam  semangatnya  utk  membuat  Quran  kelihatan  sains  Dr.  Naik  melewatkan  fakta  bahwa 
teori  Big  Bang  meniadakan  konsep  penciptaan,    .  Jika  Big  Bang  itu  benar  maka  kisah 
penciptaan dan Adam‐Hawa pastilah salah dan sebaliknya. Dr. Naik paling tidak harus belajar 
dulu  teori  Big  Bang  sebelum  berkomentar.  Teori  Big  Bang  menetapkan  bahwa  sekitar  13,7 
milyar  tahun  lalu  sebuah  ledakan  yg  maha  besar  memulai  jagat  raya  ini.  Sebelum  kejadian 
ledakan itu semua energi yg belakangan berubah menjadi materi dipadatkan dalam satu titik 
maha  kecil  (bukan  nebula).  Ledakan  ini,  tidak  hanya  melahirkan  partikel‐partikel  yg 
menghasilkan materi, tapi juga melahirkan ruang dan waktu.  

Rahmanhadiq; di dalam khayalan RSD ini , dia membayangkan bahwa alam semesta ini
terjadi begitu saja tanpa sebab dan tanpa maksud apapun. Dia mengira bahwa hanya
orang-orang bodohlah yang melakukan ritual penyembahan terhadap Pencipta alam ini.
Dia menganggap proses penciptaan itu hanyalah cerita bohong yang tidak bernalar dan
tidak bermutu. Dia mengira bahwa dia lebih pantas disembah dari pada apa yang dipuja
oleh pemeluk agama di manapun di dunia ini. RSD ini hanya percaya kepada hal-hal yang
bersifat materi dan sebaliknya membuang habis hal-hal yang bersifat non-materi yang tidak
dapat dibuktikan dengan nalarnya. Jadi pembuktian atau teori apapun yang dijelaskan
kepadanya, maka dia tidak akan mempercayai bahkan menolaknya. Dia akan menolak habis
apapun pembuktian yang disampaikan oleh umat beragama terutama yang paling
dibencinya yaitu umat islam. Maka wajar saja, kalau dia akan mencari dalil-dalil lain
yang cocok menurut nalarnya untuk membantah penjelasan yang disampaikan oleh orang
besar yang ditakutinya DR Naik.

Big Bang sebenarnya terdiri dari sebuah ledakan didalam ruang itu sendiri tidak seperti sebuah 
ledakan  bom  dimana  pecahan‐pecahan  berterbangan  keluar.  Semua  Galaksi‐galaksi  tidak 
mengelompok  bersamaan/bersatu,  tapi  malahan  Big  Bang  menaruh  dasar‐dasar  bagi  jagat 
raya. Dg begitu gagasan tentang “memisahkan langit dan bumi” tidak berarti. (rahmanhadiq;
kontek langit dan bumi di dalam Al Qur’an merupakan satu kesatuan yang menunjukkan
alam semesta itu sendiri. Tidak seperti yang ada di dalam akal-akalan RSD ini, yang
membuat makna pengkaburan terhadap tafsir Al Qur’an yang memang sudah menjadi
target untuk dimusnahkannya).

Inilah caranya Big Bang terjadi 
 
Terlebih lagi, bagaimana bisa planet kita yg sangat kecil terpisahkan dari jagat raya? Bumi kita 
adalah  satu  planet  dari  milyaran  galaksi  yg  membentuk  jagat  raya.  Dalam  foto  berikut  anda 
dapat  melihat  bagian  kecil  dari  jagat  raya.  Galaksi‐galaksi  terpencar  dimana‐mana.  Tiap 
Galaksi terdiri dari ratusan milyar bintang‐bintang. Bumi adalah sebuah planet yg mengeliling 
satu  dari  bintang‐bintang  yg  membentuk  galaksi  kita,  yg  dikenal  sebagai  Milky  Way  (Bima 
Sakti). Dimana pemisahan antara langit dan bumi?  

Ini apa yg dikatakan Quran: 
21:30,  “Langit  dan  bumi  itu  keduanya  dahulu  adalah  suatu  yang  padu,  kemudian  Kami 
pisahkan antara keduanya.” ( Rahmanhadiq; ayat ini menunjukkan sebuah kebenaran yang
cocok dengan prinsip dasar teori BigBang , dimana dulunya bumi merupakan sebuah
persatuan Alam Semesta yang kemudian mengalami pemisahan untuk membentuk Jagad
Raya seperti yang dapat kita saksikan sekarang ini. Tidak seperti kesatuan yang ada di
dalam pikiran RSD yang menyatukan kebencian dangan kelicikannya).

Ini bukan pengibaratan dari Big Bang. Ini penjiplakan (copy‐paste) dari Kitab Kejadian: 

“Berfirmanlah  Allah:  "Jadilah  cakrawala  di  tengah  segala  air  untuk  memisahkan  air  dari  air." 
Maka  Allah  menjadikan  cakrawala  dan  Ia  memisahkan  air  yang  ada  di  bawah  cakrawala  itu 
dari  air  yang  ada  di  atasnya.  Dan  jadilah  demikian.  Lalu  Allah  menamai  cakrawala  itu  langit. 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. (Kej. 1:6‐9)  
Jadi jika ini sebuah keajaiban, pujian harus diberikan pada Bible bukan pada Quran. Ini kisah, 
seperti juga yg lainnya, yg dicomot begitu saja dari Bible.  

(Rahamhadiq; banyak keterangan-keterangan antara Bible dan Al Qur’an yang mempunyai


kesamaan, hal ini menunjukkan bahwa kedua kitab ini pernah berasal dari pengarang yang
sama yaitu dari sang pencipta Alam Semesta ini. Begitu pula antara Injil dengan Taurat
juga mempunyai banyak persamaan. Manusia yang berpikiran jenih dan adil akan
mengambil hikmah dari kenyataan tersebut. Sementara RSD memamfaatkan point ini
untuk kepentingan pribadinya yaitu untuk menghasut kedua belah pihak agar bermegah-
megah dan membangga-banggakan kitabnya masing-masing dan seterusnya menanamkan
bibit untuk saling mencaci maki.).

Kisah‐kisah seperti itu juga ada di dalam legenda Babylonia dan Mesopotamia. Quran penuh 
dg legenda‐legenda yg diambil dari Bible dan dongeng‐dongeng dari kaum Pagan Arab. Ini dg 
demikian didasarkan pada mitos‐mitos orang Sumeria kuno, Babylon, Kanaan, dll. Kosmologi 
Muhammad  adalah  kosmologi  orang‐orang  kuno.  Dalam  mitos  Semit  sebelum  Yahudi  dua 
makhluk  yg  menggemparkan,  satu  jantan  dan  satu  betina,  Apsu  (air  tawar)  dan  Tiamat  (Air 
asin)  melahirkan  berjenis‐jenis  monster  laut  dan  dewa‐dewa.  Dalam  kekacauan  yg 
berkelanjutan,  Tiamat,  betina  sang  pencipta,  mencoba  mengambil  alih.  Turunannya  bersatu 
menentang  dia,  memilih  satu  dari  banyak  dewa  mereka  –  yaitu  Marduk,  Dewa  Babylon  utk 
memimpin  mereka.  Bersenjata  angin  topan  dan  mengendarai  kereta  yg  ditarik  empat  kuda, 
Marduk  bertemu  Tiamat  dan  sekutu  jahatnya Kingu  dalam  peperangan.  Marduk membunuh 
keduanya. 
Tuhan Besar Marduk membantai Tiamat sang dewi naga dari laut. Dia adalah perwujudan dari 
Untame,  Kekuatan  Utama  Jagat  Raya  sebelum  mendirikan  ketertiban  dan  ibu  dari  segala 
tuhan‐tuhan.  Setelah  kematian  Tiamat,  penakluknya  membentuk  langit  dan  bumi  dg 
memotong tubuh Tiamat jadi dua “seperti membuka tiram” dan mengangkat satu bagian utk 
membentuk  langit  dan  membiarkan  bagian  bawah  menjadi  bumi:  "Sang  Dewa  istirahat;  dia 
pandang  tubuh  raksasa  itu,  bertanya‐tanya  bagaimana  memanfaatkannya,  apa  yg  bisa 
diciptakan lewat mayat raksasa ini. Dia potong jadi dua seperti kerang; bagian atas dia jadikan 
cakrawala, bagian bawah dia biarkan jadi bumi".  
 
(Rahmanhadiq; kelihatan sekali pemikiran culas RSD, dia berpikir bahwa keterangan cerita
fiktif itu ada di dalam kitab Al Qur’an. Dan dia ingin merubah padangan manusia bahwa
begitulah kitab-kitab agama yang ada di dunia saat ini. Padahal dia hanya menyampaikan
gosip-gosip yang menjurus kepada perpecahan di kalangan umat beragama di bumi ini. Dia
ingin menggabungkan kebohongan dengan emosi kebenciannya sendiri.)

Jadi jelas Muhammad tidak bicara tentang Big Bang. Dia mengulang dongeng bible yg dipinjam 
dari mitos kuno.  
 
21:30 juga menimbulkan masalah lain. Ayat ini menentang ayat 41.11
“Kemudian  Dia  menuju  langit  dan  langit  itu  masih  merupakan  asap,  lalu  Dia  berkata 
kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah‐Ku dengan suka 
hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". 41.11  
 
( rahmanhadiq; Rupanya RSD tidak memahami sebuah perumpamaan dan kata kiasan. Hal
ini disebabkan oleh karena dia tidak mampu menggunakan hatinurani dan keluhuran
budipekertinya sebagaimana yang dimiliki oleh sosok manusia normal. Kalau dikatakan
bahwa ayat ini penuh dengan makna perumpamaan, maka tentu saja RSD ini akan
menolaknya, karena dia tidak mempunyai pandangan ke arah itu. Hatinuraninya sudah
buta, citarasanya kepada nilai kebenaran sudah sirna dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Tentu saja gayabahasa yang disampaikan oleh sang Pencipta di dalam Al Quran penuh
dengan makna dan mudah dipahami oleh orang awan dan para cendikiawan berhati bersih.
Tentu saja RSD ini tidak akan dapat memahaminya karena perasaan dan hati nuraninya
sudah bertumpuk segala jenis kotoran dari limbah barang berbahaya dan barang beracun).
Jadi cerita mana yg benar tentang penciptaan? Apakah langit dan bumi digabungkan bersama 
dan  Allah  memisahkan  mereka  atau  mereka  asalnya  terpisah  dan  Allah  menyuruh  mereka 
bersatu?  Tentu  saja  dua‐duanya  salah.  Bumi  ada  didalam  langit  dan  menjadi  bagiannya. 
Keduanya  tidak  bersatu  ataupun  terpisah.  Quran  memberi  dua  versi  penciptaan  yg  saling 
bertentangan satu sama lain dan keduanya juga salah total secara sains. 

(Rahmanhadiq; lucu sekali pemikiran RSD ini. Dia mengajukan beberapa pertanyaan yang
bersifat alternatif, tetapi kemudian pertanyaan itu dijawabnya secara borongan dengan
menolak jawaban kedua pertanyaan itu sekaligus. “Dua-duanya salah” , begitulah gaya
bahasanya. Padahal kalau ayat diatas dicermati lebih mendalam akan mempunyai makna ,
bahwa kalimat “Langit dan Bumi” itu merupakan sesuatu kesatuan, suatu kesatuan alam
semesta. Ibaratnya. Ibaratnya RSD ini sedang berpikir “ Apa Telur atau Ayam yang lebih
dahulu ada ya ?” dan kemudian dia membantah dan menjawabnya sendiri bahwa tidak ada
yang hadir duluan dari keduanya. Jadi apapun alasananya , dia tetap akan menolak apapun
nilai nilai kebenaran yang disampaikan padanya. Bahkan dia tidak akan pernah menerima
nilai kebenaran yang ada di dalam kita-kitab agama manapun, apalagi kitab Al Qur’an ).

Apa Quran Bilang Matahari dan Bulan Berputar Pada Sumbunya?  
 
(Dr. Naik)  
Ketika saya sekolah, saya belajar bahwa Matahari terhadap bumi – tidak bergerak –  
bumi dan bulan, mereka berputar pada sumbunya, tapi matahari diam, Tapi ketika saya baca 
sebuah ayat pada Quran yg mengatakan, dalam Surat Al‐Ambiya, Bab 21, Ayat 33, dikatakan … 
(bhs Arab) … 
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, … (Arab) … matahari dan bulan… “ 
 
(Arab) …  
“Masing‐masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”  
 
Sekarang Alhamdulillah, sains modern telah memastikan pernyataan Quran ini. Kata arab yg 
digunakan  dalam  Quran  adalah  ‘Yasbahoon’,  yg  menerangkan  pergerakan  dari  tubuh  yg 
bergerak. Ketika hal itu diterapkan pada benda langit, hal itu berarti berputar pada sumbunya. 
Jadi Quran bilang matahari dan bumi, mereka mengelilingi sekaligus berputar pada sumbunya 
sendiri.  Saat  ini  kita  tahu  bahwa  Matahari  melakukan  satu  putaran  dalam  waktu  sekitar  25 
hari.  

(Ali Sina)
Dr.  Naik  klaim  bahwa  ayat  21:33  yg  bilang  matahari  dan  bulan  mengikuti  orbitnya  sendiri 
berarti  mereka  berputar  pada  sumbunya  karena  kata  yasbahoon  artinya  berputar  pada 
sumbunya  sendiri.  Ini  sangat  tidak  benar.  Dr.  Naik  mengarang  bukti  dan  memelintir  arti 
katanya.  Yasbahoon  artinya  berenang.  Kata  ini  mengatakan  bahwa  matahari  dan  bulan 
mengambang dilangit mengelilingi bumi dan bukan berputar pada sumbunya.( Rahmanhadiq;
memang ngaco pikiran RSD ini, dia membayangkan bahwa setiap yang mengambang atau
bergerak diantara milyaran bintang di angkasa luas, tidak berputar pada sumbunya. RSD
ini membayangkan bahwa bumi, bulan, matahari serta gugusan bintang dan planet-planet
itu hanya berenang-renang saja di angkasa luas.
AL Qur’an memang tidak memberikan data dari benda angkasa yang mana yang berotasi
dan mana yang tidak berotasi sehingga manusia harus menelitinya sendiri. Matahari di
dalam Al Quran dinyatakan sebagai benda langit yang beredar pada garis edarnya
(“Masing‐masing  dari  keduanya  itu  beredar  di  dalam  garis  edarnya.”) , ini benar kalau
dipandang dari bumi , tetapi tidak kalau dipandang dari gugusan bintang lainnya. Dan Al
Qur’an yang diturunkan di bumi ini, juga mengatakan bahwa “bumi itu bergerak
sebagaimana awan yang bergerak”. Nah sekarang gunakanlah nalar yang adil untuk
memahami makna kalimat ayat tersebut, karena ayat tersebut di sampaikan kepada orang-
orang arab yang bodoh pada zaman itu. Kalau sekarang tentu kita harus menyingkapi
kalimat itu dengan penuh kearifan dengan makna yang lebih luas. Terbukti bahwa ayat
tersebut tidak betentangan dengan pengertian ilmu astronomi saat ini. Sebaliknya RSD
membayangkan dirinya sedang berenang di tengah lautan kotoran nya sendiri yang sangat
luas dan dia tidak tahu mau menuju kemana untuk menyelamatkan dirinya sehingga
terpaksa dia berenang kecegukan air kotorannya itu).

Inilah yg diamati Muhammad dan inilah yg dia katakan. Dia bilang apa yg kelihatan dimatanya 
dan  dimata  setiap  orang  pada  jaman  itu  yg  tidak  punya  pengertian  bagaimana  sistem  solar 
bekerja. (Rahmanhadiq; RSD ini sedang membayangkan bahwa nabi Muhammad sebagai
seorang pakar perbintangan yang hidup pada zaman abad Milenium ini, sehingga dia
mengira bahwa dialah pakar perbintangan yang sebenarnya, RSDlah seorang profesor
astronomi yang hendak menerangkan pengetahuannya kepada Muhammad. Rupanya
Professor Ali Sina ini hendak kembali kezaman 15 abad yang lalu untuk menjelaskan ilmu
astronominya kepada bangsa arab yang tidak mengenal ilmu astronomi seperti sekarang ini.
Padahal tentang Bumi bulat dan berputar pada porosnya saja, baru di yakini pada adab ke 8,
dan bumi menglililingi Matahari baru di yakini setelah abad 20 ini. Tidak terbantah lagi
bahwa Al Qur’an selalu mendahului penemuan sain manusia).

Lihat bagaimana para pakar muslim & para penerjemah quran menafsirkan kata ini () :  
 
• Pickthall : They float, each in an orbit.  
• Yusuf Ali : swim along, each in its rounded course.  
• Hilali‐Khan : each in an orbit floating.  
• Shakir : all (orbs) travel along swiftly in their celestial spheres.  
• Sher Ali :each gliding along smoothly in its orbit.  
• Khalifa : each floating in its own orbit.  
• Arberry : each swimming in a sky.  
• Palmer : each floating in a sky.  
• Rodwell : each moving swiftly in its sphere.  
• Sale : [the celestial bodies] move swiftly, [each] in [its respective] orb.  

Seperti yg bisa anda lihat, Dr. Naik salah. Dg menyatukan Bulan dan matahari sekaligus, jelas 
bahwa  Muhammad  pikir  keduanya  itu  sama  hanya  yg  satu  lebih  terang  dari  yg 
lainnya.(Rahmanhadiq; ayat itu turun 15 abad yang lalu, sedangkan Dr Naik membahasnya
15 abad kemudian yang bisa saja memberikan makna yang berbeda, namun pada prinsipnya
bulan dan matahari adalah benda angkasa yang mengambang dan berenang di tengah
lautan angkasa yang luas, sehingga pernyataan Al Qur’an tersebut tidak menyalahi
kenyataan. Tetapi RSD ini mencari-cari celah untuk menciptakan keragu-raguan kepada
umat manusia, Yaah ! ini merupakan sifat-sifat setan yang selalu bermusuhan dengan umat
manusia).

 57 negara mayoritas muslim punya rata‐rata 10 universitas masing‐masing dari total 600‐an 
universitas  utk  1,4  milyar  orang;  India  punya  8,407  universitas,  USA  punya  5,758.  Dari  1,4 
milyar  muslim  Abdus  Salam  dan  Ahmed  Zewail  adalah  dua  orang  muslim  yg  memenangkan 
hadiah  nobel  dalam  bidang  fisika  dan  kimia  (Salam  melakukan  karya  sainsnya  di  Itali  dan 
Inggris,  sedangkan  Zewail  di  California  Institute  of  Technology).  Dr.  Salam  dinegara  asalnya 
bahkan  tidak  dianggap  seorang  muslim.  Selama  105  tahun  ini,  1.4  Milyar  muslim 
menghasilkan 8 peraih nobel sementara 14 juta Yahudi menghasilkan 167 peraih nobel. Dari 
1.4 Milyar muslim kurang dari 300.000 pantas disebut ‘ilmuwan’ dan itu mengubah rasio 230 
ilmuwan per satu juta muslim. USA puya 1.1 juta ilmuwan (4.099 per satu juta orang); jepang 
punya  700.000  (5.095  per  satu  juta  orang).  Hitung‐hitungan  menunjukkan  bahwa 
kemungkinan  seorang  yahudi  memenangkan  hadiah  nobel  adalah  2088  kali  lebih  tinggi  dari 
seorang  muslim.  Jika  semua  sains  ada  dalam  Quran  kenapa  semua  muslim  begitu 
terbelakang?  Satu  dari  delapan  “muslim”  yg  memenangkan  hadiah  nobel  adalah  seorang 
novelis Mesir Naguib Mahfouz. Salah satu karya terbaiknya, Children of Gebelawi (1959), telah 
dilarang beredar di mesir karena penghujatannya. Di tahun 1994 pada umur 82 thn Mahfouz 
ditikam oleh seorang muslim. Ketika yg membunuh tsb ditanya apa dia pernah membaca buku 
Mahfouz,  hamba  Allah  ini  menjawab:  “Aku  tak  pernah  membaca  buku‐buku  najisnya.” (
Rahmanhadiq; beginilah taktik dan strateginya untuk mengadu-domba umat manusia,
pertama-tama dia membangkitkan rasa bermegah-megah atau rasa kebanggaan dari
segolongan umat, kemudian merendahkan golongan umat yang lainnya, setelah umpan itu
termakan bagi orang-orang yang terhasut maka dia segera menyulut api permusuhan itu
kepadanya sehingga orang yang terhina akan bangkit rasa emosinya. Kalau orang yang
dihinakan itu emosional, maka RSD ini tersenyum simpul melihat hasilnya, dan dia siap
menyiram bensin supaya api itu segera semakin besar. Setelah itu akan terjadilah
percekcokan , saling hujat, saling fitnah, saling mengejek , saling mencaci sehingga dia
langsung memberikan fasilitas atau arena yang terbaik untuk pertarungan itu yaitu forum
perdebatan yang dia sebut dengan FFI yang beralamat di www.faithfreedom.org. Dimana
situs ini merupakan arena pertarungan yang difasilitasi oleh RSD dengan banyak sponsor
dibelakangnya. RSD inilah yang bertindak sebagai fasilitator, provokator, moderator,
mediator, promotor sekaligus pelatihnya utama dalam pertarungan yang menjijikan
tersebut. RSD ini merasa sangat bangga dengan hasil karyanya setelah melihat jutaan
manusia-manusia kambing yang sudah termakan hasutannya dan berperang tidak habis-
habisnya disana. Tentu saja Raja Setan ini mendapat banyak keuntungan dari hasil
pekerjaannya tersebut, bukan hanya dari iklan saja , tetapi juga dari politik penghancuran
agama , dimana Negara-negara sekuler sangat tidak menyukai aturan-aturan agama yang
berdampak merugikan terhadap keuntungan materi dan perdagangan mereka. Mereka
beranggapan bahwa agama merupakan penghalang kemajuan dan perdagangan dunia
terutama penganut agama islam yang sangat fanatik dengan agamanya . Bahkan mereka
benci kepada agama islam yang mempunyai hukum syari’ah yang sangat bertentangan
dengan keingian mereka. Hanya agama islam yang masih belum dapat dikuasai oleh
keinginan mereka, mereka tidak mampu melemahkan agama islam dan penganutnya yang
sangat teguh imannya. Sebaliknya mereka telah berhasil melemahkan dan mengkebiri
agama lain yang menghalangi keinginnya mereka. Tinggal Islam satu-satu agama yang
masih bertahan dan kuat keimanan umatnya, kalau Islam dapat dihancurkan atau
dimusnahkan maka orang-orang seperti RSD ini tentu akan menguasai dunia dan
menghancurkan siapapun yang menentang keinginannya, dimana nilai kebaikan dan nilai
kebenaran akan sirna dari permukaan bumi ini. Nantinya tidak akan ada lagi nilai
kebenaran , keadilan dan kasih sayang di diantara sesama manusia, dimana manusia akan
tumbuh dibawah bayang-bayang keinginan manusia-manusia culas seperti RSD ini. Tentu
saja mereka sangat membenci islam dan penganutnya. Untuk melawan islam secara terus
terang mereka tidak mempunyai alasan yang tepat, sehingga melalui RSD ini lah mereka
bekerja keras untuk segera mencapai keinginan mereka. Mereka mengepung ideology ajaran
agama islam dari segala penjuru untuk bertempur , melecehkan, menghina dan
menyudutkan umat islam. Jelas bahwa RSD ini banyak mendapat keuntungan diri misi
besarnya ini. Jadi sebenarnya, RSD ini sebagai biang keladi dari Sandiwara besar yang
dimainakannya, dialah Dalang dari semua permusuhan dan kericuhan diantara umat-umat
beragama di nunia ini. Tetapi alangkah bodohnya kita sebagai umat beragama terhasut oleh
politik adudombanya. Ali Sina seperti tipe Fir’un abad millennium ini.)    

Apa Quran Bilang Jagat Raya ini Meluas?  
 
(Dr. Naik) :  
Adalah Edvin Hubbel yg menemukan bahwa jagat raya ini meluas. Quran bilang di Surat 
Dhariyat, Bab 51, Ayat 47, bahwa ..  
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar‐benar 
meluaskannya.”  
– Luasnya ruang. Bahasa Arab ‘Mohsiana’ mengacu pada ‘luas’  
– “jagat raya yg meluas’. Mengenai topik astronomi ini, yg mana telah disebut‐sebut Dr. 
William Campbell, saya akan menyanggahnya, Insha Allah.  
 
(Ali Sina)  
Dr. Naik klaim bahwa ayat 51:47 bicara tentang jagat raya yg meluas. Ini tidak betul. 
Muhammad hanya berkata bahwa jagat ini luas dan bukan meluas.  
 
Ayat ini terbaca : Lihat bagaimana ayat ini diterjemahkan oleh para penerjemah quran:  
 
• YUSUF ALI: With power and skill did We construct the Firmament: for it is We Who create the 
vastness of pace.  
• PICKTHAL: We have built the heaven with might, and We it is Who make the vast extent 
(thereof).  
• SHAKIR: And the heaven, We raised it high with power, and most surely We are the makers 
of things ample.  
 
Fakta bahwa jagat raya ini luas adalah lazim dan jelas. Tidak ada disebutkan perluasan jagat 
raya  dalam ayat  ini.  Orang  buta  huruf  manapun  dapat  melihat  sendiri  bahwa  dunia  ini  luas. 
Bagi  orang‐orang  jaman  dulu  bumi  terlihat  luas.  Bagi  kita  sekarang  kelihatannya  kecil. 
Beberapa penerjemah modern dari Quran mencoba memberi plesetan sains pada Quran dan 
terus  menerjemahkan  bahwa  jagat  raya  meluas.  Ini  tidak  benar.  Kata  tidak  punya  arti 
demikian.   

(Rahmanhadiq);
Apapun penjabaran arti dan makna bahwa alam semesta itu “Luas” atau “Diluaskan”,
seperti yang dipaksakan oleh si Buta dari Gua Hantu ini, maka pengertian itupun sesuai
dengan kenyataan yang dilihat oleh manusia abad ini. Karena memang jagat raya ini sangat
luas sekali, bahkan sampai sekarang tidak satupun manusia sanggup menghitung luasnya,
walau dengan alat tercanggih apapun juga.
Jadi dalam hal ini AL Qur’an tidak berkata bohong sesuai dengan pengertian kata luas itu.
Dan sekiranya kata (َ‫ﺳﻌُﻮن‬ ِ ‫“ )ﻣُﻮ‬luas” itu diartikan sebagai kata kerja “meluaskan” dan
memang semua tafsir Resmi yang berasal dari Negara Islam membenarkan bahwa kata
(َ‫ﺳﻌُﻮن‬
ِ ‫ ) ﻣُﻮ‬berarti kata kerja yaitu Meluas. Dalam hal ini ilmu astronomi terbaru
membuktikan bahwa jagad raya ini bergerak makin meluas setelah diamati selama 50 tahun
kebelakangan ini. Hal ini teramati oleh banyak pakar astronomi yang telah menyaksikan
sebagian besar rasi bintang mengalami pelebaran jarak sekeitar 10-5- 10-2 Ao . Dalam hal ini
Al Qur’an juga berkata tidak bohong. Pernyataan Al Qur’an itu sudah diabadikan jauh
sebelum ditemukan teori ekpasi Alam Semesta oleh ahli astronomi. Artinya Al Qur’an
sudah mendahului penemuan manusia. Dan banyak lagi pernyataaan Al Qur’an yang
dulunya ditentang dan diolok-olokan ternyata terbukti dan membungkam mulut-mulut usil
seperti RSD ini. Hanya AL Qur’an satu-satunya kitab yang menyatakan bahwa alam
semesta itu luas dan makin meluas. Sama halnya dengan meluasnya rasa kebencian RSD
kepada ayat-ayat Al Qur’an yang tidak bisa masuk dalam nalarnya. RSD ini merasa hebat
sekali dan hanya mengira bahwa alam semesta ini statis dan tidak meluas. RSD bagaikan
sedang berenang mengarungi luasnya Jagad Raya seperti yang diterangnya diatas tadi.)
Perputaran Air dalam Quran?  
 
(Dr. Naik)  
Dalam  bidang  ‘perputaran  Air’  yg  Dr.  William  Campbel  tunjukkan.  Quran  menjelaskannya 
secara rinci. Dan Dr. William menerangkan 4 tahap. Dalam bukunya dia sebutkan 4 (a) dan (b) 
–  yg  terakhir  dia  tidak  sebutkan  dalam  slide  –  saya  tidak  tahu  kenapa?  Dikatakan  …  “The 
Driplinition”  ..  “The  Water  table”.  Dia  lewat  ini  –  mungkin  karena  tidak  disebutkan  dalam 
Bible.  Dia  bilang  tidak  ada  satupun  ayat  dalam  Quran,  yg  menyebut  tentang  “penguapan”. 
Quran mengatakan dalam Surat Al‐Tariq bab 86 ayat 11, bahwa .. (Arab)… “By the capacity of 
the  heavens  to  return.”  (“Demi  kapasitas  langit  utk  mengembalikan”).  Dan  hampir  semua 
komentator  Quran  berkata,  bahwa  ayat  86.11  ini  berbicara  tentang  kemampuan  langit  utk 
mengembalikan hujan – artinya ‘penguapan’.  
 
(Ali Sina) :  
Saya tidak tahu komentator mana yg berkata demikian tapi jika ada, dia salah. Mari kita baca 
bagian pertama dari Surat ini:  
86.1 By the Sky and the Night‐Visitant (therein); 
‐ 86.2 And what will explain to thee what the Night‐Visitant is? 
‐ 86.3 (It is) the Star of piercing brightness; 
‐ 86.4 There is no soul but has a protector over it.  
86.5 Now let man but think from what he is created!  
86.6 He is created from a drop emitted‐ 86.7 Proceeding from between the backbone and the 
ribs:  
86.8 Surely (Allah) is able to bring him back (to life)!  
86.9 The Day that (all) things secret will be tested,  
86.10 (Man) will have no power, and no helper.  
86.11 By the Firmament which returns (in its round),  
 
terjemahan indonesianya  
 
[86.1] Demi langit dan yang datang pada malam hari,  
[86.2] tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?,  
[86.3] (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,  
[86.4] tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.  
[86.5] Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?  
[86.6] Dia diciptakan dari air yang terpancar,  
[86.7] yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.  
[86.8] Sesungguhnya Allah benar‐benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). 
[86.9] Pada hari dinampakkan segala rahasia,  
[86.10] maka sekali‐kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) 
seorang penolong.  
[86.11] Demi langit yang mengandung hujan,  
 
Keseluruhan Surat ini cuma meracau. Tidak ada yg masuk akal, tidak ada artinya. Anda sulit 
mencari kalimat yg sebodoh ini (kecuali dalam Quran). Mari kita gunakan intelegensia kita dan 
kita lihat apa dapat mengerti masing‐masing ayat ini.  
 
1]. Kelihatannya Muhammad berkata bahwa tiap orang punya sebuah bintang yg 
melindunginya. Ini dongeng yg cocok buat anak‐anak.  
(Rahmanhadiq; disini terlihat jelas keculasan RSD yang tidak mampu menggunakan
pikiran jernihnya untuk memahami arti yang tertulis di dalam ayat Al Qur’an. Padahal
tidak ada kalimat yang berbunyi bahwa Muhammad dilindungi oleh bintang pada ayat
tersebut. Ada-ada wae pikirannya, Ngolor ngidul ucapannya. Buah pikiran RSD ini hanya
cocok untuk pembual-pembual tengik yang tidak mengerti apa-apa. Dasar si RSD,
kerjaannya Cuma bikin sakit hati orang, dan rasa puasnya akan muncul setelah orang
merasa sakit dengan ucapannya. Sepertinya RSD mempunyai penyakit Psikopat tulen yang
sudah tidak bisa lagi disembuhkan dengan obat dan terapi apapun juga.)

2]. Lalu dia bilang bahwa orang diciptakan dari air yg terpancar, (semen/mani). Tapi kita 
sekarang tahu bahwa 50% dari gen anak berasal dari ibunya.  

(Rahmanhadiq; tentu saja RSD tidak tercipta dari pancaran air mani atau sperma dari
bapaknya, tetapi dia tercipta dari api kebencian dan api kelicikan. RSD ini benar-benar
sosok setan yang menyamar sebagai manusia untuk melemahkan iman pemeluk agama. Dia
berkata bukan dengan otaknya tetapi dengan kebusukan niatnya sendiri. Padahal semua
pria normal yang bersenggama pasti merasakan terpancarnya Sperma ke dalam rahim
istrinya. Ayat Al Qur’an tersebut diatas belum menyinggung masaalah gen atau sel telur
ibu, karena pada zaman itu ilmu kedokteran atau Embryologi belum ada sama sekali dan
siapapaun tidak ada yang tahu bahwa wanita juga mempunyai telur. Maka ayat tersebut
dapat dimengerti oleh siapapun pada zaman jahiliah dulu. Jadi keterangan Al Qur’an
tersebut sesuai dengan kenyataan dan tidak bohong. Tidak seperti RSD ini yang selalu
menyampaikan kelicikan-kelicikannya).

3]. Lalu dia secara omong kosong klaim bahwa air mani berasal/diproduksi dari antara tulang 
belakang  dan  tulang  iga.  Ini  juga  salah.  Sperma  dibuat  di  testikel.  Ini  benar‐benar  jadi 
tertawaan sains.  

(Rahmanhadiq: Manusia Pengubar nafsu ini hanya tahu bagaimana menikmati nafsu
birahinya dengan sikap egonya yang rakus.. Kontek ayat Al Qura’an diatas tidak
menceritakan tentang tempat produksi sel sperma. Tetapi ayat tersebut menggambarkan
tentang bagaimana sperma atau air mani itu dipancarkan. Tulang sulbi adalah tulang
punggung yang terletak paling ujung. Tulang sulbi ini merupakan tulang yang paling akhir
hancur nya, baik dari tulang manusia maupun hewan setelah mati atau jadi bangkai
nantinya. Bahkan dari hasil penemuan fosil-fosil selalu terdapat tulang ekor yang paling
utuh diantara tulang lainnya yang sudah hancur. Tepat di bagian atas dari tulang sulbi ini
terdapat titik atau pusat rangsangan yang disebut dengan titik G. Pada wanita, titik G ini
terdapat sekitar sedalam jari telunjuk di dalam daerah vagina, sedangkan pada pria terdapat
sedalam setengah jari telunjuk dari arah dubur. Itulah pusat rangsangan terkuat yang
dimiliki oleh manusia. Apabila titik ini mendapat rangsangan baik berupa gesekan maupun
oleh pengaruh imaginasi seks, maka impuls saraf ke otak akan memerintahkan testis
segera memproduksi sperma agar cukup kuat untuk ditembakkan. Sementara di dalam
tulang dada terdapat organ jantung yang siap memompakan darah ke batang penis
semaksimal mungkin pada saat terjadinya ejakulasi atau pada saat produksi sperma
mencapai puncaknya. Begitu juga dengan rangsangan yang dialami oleh wanita ketika
daerah G terangsang kuat yang dapat menghasilkan orgasme atau kepuasan puncak. Baik
Eyakulasi mapun Orgasme dapat mempercepat bertemunya sel-sel sperma dengan sel telur
yang tertanam jauh di dalam rahim. Sel sperma yang kurang kuat pancarannya akan sulit
menembus rintangan yang terdapat di sepanjang saluran menuju rahim. Dalam hal ini
peran organ di dalam rongga dada menjadi sangat dominan. Diantaranya adalah
mebangkitkan gairah, atau nafsu berahi yang semakin meningkat, dorongan hasrat yang
semakin menggebu-gebu sehingga memicu jantung makin berdegub kencang dan otot-otot
semakin tegang yang menyebabkan aliran darah semakin deras menuju penis untuk
meningkatklan kwalitas ereksi dan seterusnya siap untuk menembakan bibit sperma yang
telah dihasilkan di dalam testis. Tanpa kerjasama antara organ penting di dalam dada
seperti jantung dan ritme pernafasan dengan perangasangan yang masimal kepada testis
yang menghasilan sperma, maka pancaran sperma tidak akan sempurna. Jadi Al Qur’an
tidak salah mengatakan bahwa di antara tulang dada dan tulang ekor terdapat organ yang
saling berpengaruh terhadap proses pemancaran sperma.)

4].  Lalu  dia  beri  jaminan  bahwa  setelah  orang  mati  dan  tubuh‐tubuh  mereka  menjadi  debu, 
tubuh fisik mereka akan kembali hidup. Ini benar‐benar menggelikan.  
 
(Rahmanhadiq; tentu saja kalau RSD ini mati nanti , mayatnya tidak akan jadi debu atau
jadi tulang-belulang. Tetapi tubuhnya akan diawetkan di museum internasional untuk
disaksikan oleh generasi berikutnya sebagai contoh satu-satunya manusia penghasut
terjahat yang pernah ada di Bumi ini. Bumipun tidak akan sudi menerima tulang-
belulangnya. Mayatnya akan diawetkan dan berdampingan dipajang bersama dekat jasad
Fir’un).

5].  Kenapa  mereka  hidup  kembali?  …  Utk  diadili  dan  menerima  hukuman‐hukuman  dan 
pahala‐pahala mereka. Jadi Muhammad tidak percaya akan roh. Dia pikir tubuh yg sama yg 
dikubur atau dimakan cacing akan hidup kembali dan hukuman & pahala semuanya bersifat 
fisik dan materi.  

(Rahmanhadiq; si RSD ini mengira bahwa setelah dia membuat sakit hati semua orang dan
membuat umat islam dan Kristen saling tuding dengan politik adudombanya, kemudian dia
tetap bebas dari hukum Negara yang akan mendakwanya. Dia mengira bahwa , tidak akan
ada satupun Hukum Negara yang dapat menjatuhkan sangsi terhadap kejahatannya
tersebut. Jadi bagaimana mungkin umat manusia dapat menutut kejahatan yang pernah
dilakukannya selama ini? Dan kalau seluruh manusia sezaman dengan RSD ini sudah mati
semua, lalu kepada siapakah mereka yang pernah dizalimi oleh RSD ini akan menutut
keadilan? Dia mengira bahwa setelah dia mati nanti, tidak akan ada yang akan
menuntutnya lagi, dia merasa bebas dari semua kesalahannya. Seolah-olah keadilan itu
tidak akan pernah ada di dunia ini dan dia terbebas dari tuntutan apapun.
Ketahuilah bahwa setelah seluruh umat muslin beriman sezamannya mati nanti , mereka
akan menunut keadilan kepada sang pencipta Alam Semesta ini, hanya Dialah yang dapat
dijadikan sebagai pegangan untuk menjadi hakim yang akan menindaklanjuti kejahatan si
pengadudomba ini waktu di dunia dulu. Tentu dia tidak akan mampu menolak nasibnya
sendiri, pasti dia juga akan mati dan merasakan siksaan sebelum menghadapi kematiannya.
Jadi bersabarlah wahai orang-orang beriman , Allah sedang menangguhkan hukuman
baginya, seperti yang dinyatakan pada ayat terakhir pada surat Al Qur’an diatas yaitu
“beri tangguhlah orang-orang Engkar itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar
”. Kehidupan manusia di dunia ini memang tidak lama, hanya sepersekian detik saja kalau
dibandingkan dengan masa hidup Alam ini menjelang hari kiamat nanti. Jadi bersabarlah.)
 
6]. Lalu dia bersumpah ;  
“demi benda‐benda langit yg kembali (dalam perputarannya)”.  
Benda‐benda langit adalah bintang‐bintang, matahari dan bulan, bukan penguapan dan hujan. 
Muhammad  melihat  tiap  malam  bintang‐bintang  kembali  ada  ditempatnya  dan  tiap  hari 
matahari  kembali.  Benda‐benda  langit  ini  diketahui  sebagai  firmament  (cakrawala,  lengkung 
langit). Ayat ini tidak ada hubungannya dg penguapan dan hujan. Tolong perhatikan betapa 
sering  Dr.  Naik  memelintir  arti  dari  kata‐kata  utk  membuat  tujuannya  tercapai.  Kata  yg  dia 
gunakan ‘sama’. Artinya langit dan dapat juga diterjemahkan sebagai benda langit tapi tidak 
dapat  diterjemahkan  menjadi  hujan.    Yg  kita  perlukan  untuk  membuang  Quran  yg  katanya 
perkataan  Tuhan,  cukup  satu  kesalahan.  Dalam  beberapa  ayat  ini  saja  kita  sudah  temukan 
setidaknya 6 kesalahan. 
 
(Rahmanhadiq; si RSD ini memasukkan sebuah kalimat yang tidak ada sama sekali di
dalam ayat tersebut diatas. Tidak ada kalimat dari ayat tersebut yang berbunyi ” Allah
bersumpah demi benda langit yang kembali (dalam perputarannya)”. Bahasa apapula yang
dipakai oleh orang yang sedang kesurupan ini? Dia tidak mengerti sama sekali pada ayat
tersebut, tetapi kemudian dia membuat jalan lain untuk meluruskan niat jahat dan
memelintirnya. Benar-benar ngaco pikiran RSD ini. Seolah-olah dia hendak mengajari
umat manusia dengan kitab palsunya dan mengatakan bahwa dialah yang lebih berhak
mengajari umat islam tentang tafsir Al Qur’an itu, padahal selama ini dia terus menerus
menginjak-injak dan menghina Al Qura’an tanpa alasan yang jelas, dia hanya bisa
memperlihatkan rasa kebencian dan kedengkian semata.

‫ﺴﻤَﺎ ِء‬ َّ ‫ = وَاﻟ‬dan (demi) langit


‫ت‬ِ ‫ = ذَا‬yang padanya ada/terdapat/mengandung
‫ = اﻟ َّﺮﺟْ ِﻊ‬hujan/butiran air daripadanya (langit itu)
Jadi kata langit dan kata hujan pada ayat tersebut benar-benar terpisah dan tidak sama
ejaannya. Tetapi RSD berpikiran aneh menurut angan-angannya untuk menjadikannya
sama.
Sedangkan sumpah Allah yang disampai pada ayat diatas memberikan gambaran bahwa
ketika saat menjelang malam datang , atau menjelang sunset, atau menjelang waktu
magrib, akan muncul dan terlihat berbagai bintang yang bercahaya yang sinarnya dapat
menembus sinar matahari, pahahal bintang itu berada jauh dibalik matahari.
(“Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apakah yang datang pada
malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus” ). Hal ini menunjukkan bahwa
bintang tersebut mempunyai cahayanya sendiri. tidak mungkin bintang itu merupakan
pantulan sinar dari matahari , karena letaknya jauh dibalik sumber cahaya yaitu cahaya
matahari. Sebagai perbandingan , amati juga planet venus yang juga bersinar. Tetapi akan
terlihat setelah matahari mulai terbenam , dimana cahaya Venus akan berbeda dengan
cahaya bintang yang berada jauh dibalik matahari tersebut. Artinya bintang juga memiliki
sinarnya sendiri yang tidak tergantung kepada sinar matahari. Coba bandingkan dengan
sinar bulan atau sinar planet lainnya yang hanya bercahaya jika memantulkan sinar
matahari . Seorang cendikiawan yang berimanan akan memahami ayat tersebut dengan
penuh rasa syukur kepada ALlah. Karena ini merupakan sedikit petunjuk mengenai sifat-
sifat dari sinar yang dipancarkan oleh Matahari dan bintang-bintang. Ini merupakan
petunjuk yang tersembunyi bagi orang yang mau berpikir jernih.
Sebaliknya si RSD akan selalu memperolok-olokan kebenaran itu, padahal mungkin saja
dia mengetahuinya. Kelihatan sekali kalau dia berusaha untuk menyembunyikan kebenaran
dibalik kedengkian dan kebenciannya.

(Dr. Naik)
Dr. William Campbell yg bisa bahasa arab, mungkin berkata … 
”  Kenapa  Allah  Subhanawa  Taala  tidak  secara  spesifik  menyebut  …  (Arab)…  artinya… 
’Kapasitas  dari  langit  utk  mengembalikan  hujan.’  Kenapa  Allah  tidak  menyebutnya  secara 
spesifik?  Sekarang  kita  tahu  kenapa  Allah  tidak  melakukan  itu,  dalam  kebijakan  ilahinya. 
Karena saat ini kita telah tahu bahwa disamping – Ozonosphere, lapisan diatas bumi ‐ selain 
mengembalikan  hujan,  juga  mengembalikan  materi‐materi  yg  menguntungkan  lainnya  dan 
juga energi ke bumi, yg diperlukan bagi umat manusia. Tidak hanya mengembalikan hujan – 
saat ini kita tahu, langit bahkan mengembalikan gelombang telekomunikasi, televisi, radio, yg 
mana kita dapat melihat tv, dapat berkomunikasi, dapat mendengar radio. Dan disamping itu, 
bahkan  mengembalikan  sinar‐sinar  yg  membahayakan  keluar  angkasa,  dan  menyerap  juga. 
Sebagai contoh sinar matahari… sinar ultra violet dari sinar matahari diserap oleh ionosphere. 
Jika tidak, kehidupan dibumi tidak akan ada. Jadi Allah Subhanawa Taala jauh lebih superior 
dan lebih akurat, ketika Dia berkata … (Arab)…, Dg kapasitas dari langit utk mengembalikan’. 
Dan  hal‐hal  lainnya  yg  Dia  sebutkan  ada  dalam  Quran  –  anda  dapat  melihat  video  cassette 
saya. Quran menjelaskan ‘Perputaran Air’ dg sangat rinci.  
(Ali Sina)
Wow! Logika yg hebat. Kenapa Quran tidak bicara tentang tahap‐tahap penguapan? .. Karena 
Ozonosphere mengembalikan materi‐materi menguntungkan lain seperti gelombang radio 
juga. Itu sebabnya! Bukannya menjawab pertanyaan, Dr. Naik mencoba mengalihkan 
perhatian para hadirin dg melakukan ‘red herring’ dan dg menyajikan argumen yg tidak 
berhubungan.  
** Red Herring: Dimana orang berbicara tentang sesuatu yang tidak ada kaitannya sama sekali 
dengan  hal  yang  sementara  dibicarakan.  Mungkin  dia  berpikir  (atau  dia  ingin  kita  berpikir) 
bahwa  dengan  melakukan  itu  akan  membuktikan  kebenaran  pandangannya  walaupun 
sebenarnya tidak demikian. ‐ (adm). Tapi tunggu dulu! Bukankah Dr. Naik bilang bahwa ..“the 
Firmament  which  returns”  adalah  tentang  kapasitas  dari  langit  utk  mengembalikan  hujan? 
Jelas dr. Naik bahkan tidak dapat meyakinkan dirinya sendiri. Setelah meyakinkan kita bahwa 
“hampir  semua  komentator  Quran  berkata,  bahwa  ayat  86.11  ini  berbicara  tentang 
kemampuan langit utk mengembalikan hujan – artinya ‘penguapan’”, Dia terus memberi kita 
alasan  kenapa  Allah  tidak  menyebutkan  tahap‐tahap  ini  dalam  Quran.  Come  on  Doctor! 
Jangan mempermudah ini utk saya. 
 
Rahmanhadiq; si RSD ini benar-benar tidak mengerti sama sekali dengan apa yang telah di
terangkan oleh Guru besarnya DR Naik.. Ali Sina merupakan mahasiswa tertinggal
diantara siswa lainnya, sehingga dia tidak pernah lulus dari meteri kuliah yang pernah
diberikan oleh Dr Naik, makanya dia benci kepada Guru besar ini. Benar-benar durhaka
Murid yang satu ini. Untuk itu rahmanhadiq akan membantu si Murid Menyedihkan ini
agar pada semester depan dapat lulus dengan nilai pas-pas-an.
Bukankah sejak perlajaran awal tadi Guru besar kita Dr Naik telah menerangkan bahwa
ayat-ayat Al Qur’an itu bukanlah buku tentang sains… S-C-I-E-N-C-E, tetapi buku
pertanda S-I-G-N-S. Ayat –ayat Al Qur’an itu merupakan petunjuk dasar bagi manusia
untuk mengenal lebih lanjut tentang disiplin ilmu yang akan didalaminya lebih lanjut.
Al Qur’an dapat dijadikan tanda-tanda atau arahan agar manusia tidak salah melangkah
untuk memaknai bidang disiplin ilmunya nanti dikemudian hari. Al Qur’an tidak
menerangkan dengan detail tentang teknologi atau sain yang akan digeluti oleh manusia
nantinya. Karena manusia sudah dilengkapi oleh Allah dengan kesempurnaan akal dan
intelektualnya. Jadi masaalah penamaan suatu hasil penemuan atau teknologi untuk
mendapatkan hasil penelitian dan kemudian mengambil kesimpulannya, Al Qur’an tidak
memberikan penjelasan. Semua manusia dipersilahkan untuk mempelajari alam semesta ini
sesuai dengan kemampuan dan teknologi yang dimilikinya. Mengenai Atmosir bumi yang
berlapis-lapis dan mempunyai fungsi untuk melindungi kehidupan di bumi, baru ditemukan
pada abad ke IXX. Sementara Al qur’an sudah memberikan petunjuk dasar sejak 15 abad
yang lalu bahwa lapisan udara diatas Bumi berfungsi sebagai atap atau pelindung dan juga
terdiri dari berbagai lapisan yang masing-masingnya sudah ditentukan fungsi dan
kegunaannya. Tinggal manusia yang harus membuktikan kebenaran ayat tersebut dan
meneliti apa-apa saja fungsi dan kegunaan dari masing-masing lapisan atmosfir Bumi itu.
Apakah keterangan ayat tersebut bohong atau benar menurut prinsip sain dan teknologi
yang sudah dilaksanakan oleh manusia ?. Dan ternyata keterangan ayat tersebut sama
sekali tidak bertentangan dengan apa yang dibuktikan oleh sain. Tetapi dasar si Ali Sina
berpikiran culas, dia menghendaki tertulisnya kata-kata Ozonosphere di dalam Al Quran
begitu juga dengan kegunaan masing-masingnya harus dijelaskan di dalam ayat AL
Qur’an. Murid yang agak mundur pemikirannya ini ini hanya bisa mengerti dengan apa
yang tertulis saja, karena dia tidak mampu memahami makna yang terselubung dibalik
kalimat ini. Pada hal ayat-ayat Al Qur’an banyak ditulis dengan berbagai perumpamaan,
sehingga diperlukan kearifan filsafat dan keluhuran budi pekerti , suatu hal yang tidak
dimiliki sama sekali oleh RSD ini. Dia harus disuapi agar bisa mengerti dengan apa yag
tertulis di dalam ayat tersebut. Tetapi kalaupun dia mengerti maka dia pura-pura tidak
mengerti lalu membuat cerita lain yang bertentangan dengan pengertian ayat tersebut.
Cara berpikir RSD memang seperti itu, kalau dia tidak mengerti maka dia akan
mengatakan bahwa gurunya itu Goblok.
Tetapi les tambahan ini tentu tidak banyak membantu dan bahkan menyebabkan si RSD
ini bertambah bingung dan linglung. Dan pada semester depan nilai kuliahnya pasti anjlok
lagi. Akhirnya dia di Drop-out dari kampus DR Naik yang sudah banyak memberikan
pelajaran Filsafat Kebenaran. Tetapi beberapa tahun kemudian dia tampil lagi menentang
gurunya DR Naik setelah menuntut ilmu kepada raja-raja setan di dasar lautan. Sekarang
dia sudah punya nyali besar untuk mengalahkan Gurunya demi membalaskan dendam
kusumatnya. RSD ini sudah merasa sangat PD (percaya diri) dengan bekal mantra-mantra
yang dia perolehnya dari raja Iblis Samudra Pasifik.

(Dr. Naik) :
Mengenai apa yg dia (Campbell) katakan tentang Bible, dia tunjukkan tahap 1 dan tahap 2 
dalam slide yg pertama dan tahap kedua nomor 1, 3 dan kemudian 2. “Bahwa air hujan 
diambil keatas’.. dia bilang … ‘dan kemudian air hujan turun ke bumi.’ Ini adalah filosofi dari 
Phasofmilitas, diabad ke 7 SM. Dia pikir bahwa semburan lautan diambil oleh angin, dan 
dikirim kembali sebagai hujan. Tidak ada awan disebut‐sebut disini. Dalam kutipan kedua Dr. 
William Campbell memberi – pertama adalah, menurutnya, ‘penguapan’ yg kita setujui. Kami 
tidak punya masalah dalam pendekatan yg digunakan dalam Bible. ..Lalu hujan turun dan 
kemudian awan‐awan terbentuk’. Ini bukan sebuah perputaran Air yg lengkap. Alhamdulillah, 
Quran menjelaskan Perputaran Air dg sangat rinci, di beberapa tempat. Bagaimana air naik, 
menguap, membentuk awan, awan bergabung, naik, terjadi guntur dan petir, air turun, awan 
bergerak dan jatuh sebagai hujan. Dan penguapan dalam tabel air dan Alhamdulillah dg 
rincian yg jelas. Quran berbicara tentang Perputaran Air dengan sangat rinci dibeberapa 
tempat. Dlm Surat Nur, Bab No. 24, Ayat No. 43, dalam Surat Rum, Bab No. 30, Ayat 48, dalam 
Surat Al‐Zumar, Bab 39, Ayat 21, dalam Surat Muminun, Bab 23, Ayat 18, dalam Surat Rum 
Bab No. 30, Ayat No. 24, dalam Surat Al‐Hijr, Bab 15, Ayat No. 22, dalam Surat Araf Bab No. 7, 
Ayat No. 57, dalam Surat Rad, Bab No. 13, Ayat No. 17, dalam Surat Furqan, Bab 25, Ayat No. 
48 and 49, dalam Surat Fatir, Bab No. 35, Ayat No. 9, dalam Surat Yasin, Bab 36, Ayat No. 34, 
dalam Surat Jathiya, Bab 45, Ayat No. 5, dalam Surat Qaf, Bab No. 50, Ayat No. 9, dalam Surat 
Al‐Waqiah, Bab No. 56, Ayat No. 68 and 70, in several places, Surah Al‐Mulk,Bab 67, Ayat No. 
30, Qur’an berbicara mengenai “Perputaran Air” dengan sangat rinci..  
 
(Ali Sina) :  
Ini  dimana  Dr.  Naik  mengalahkan  dirinya  sendiri.  Para  muslim  yg  menjadi  hadirin  sangat 
gembira  dan  mulai  bertepuk‐tangan  serta  bersorak  sorai  seakan  dia  seorang  penyanyi  top 
terkenal yg membawakan lagu kesayangan mereka. Dia mengatakan semua ayat‐ayat tsb dari 
ingatan,  seperti  mencabut  satu  kelinci  dan  kelinci  berikutnya  dari  topi.  (rahmanhadiq;
pemandangan inilah yang sangat dibenci oleh Ali Sina, dia tidak suka kalau ada orang
islam yang merasa memiliki dan merasa bangga dengan berita kebenaran dari ayat Al
Qur’an, hatinyanya bagai teriris-iris dan matanya merah menyala lalu melotot setelah
menyaksikan dan mendengar orang-orang islam merasa puas dengan berita kebenaran yang
disampaikan oleh mantan Guru Besar nya ini. Tentu saja RSD ini sudah mempersiapkan
mantra-mantra yang lebih ampuh untuk menyantet dan menangkal buah pikiran yang
disampaikan gurunya itu,). Sangat mengagumkan. Mari kita kutip ayat‐ayat ini dan kita lihat 
apa  benar  ada  keajaiban  seperti  yg  dikatakannya.  Sementara  anda  baca,  lihat  betapa  sering 
Muhammad  lupa  bahwa  Quran  seharusnya  adalah  perkataan  langsung  dari  Allah  kepada 
umat  manusia,  dan  Allah  tidak  seharusnya  menyebut  dirinya  sendiri  dalam  Kata  Ganti 
Orang Ketiga (KGOK).  
 
(rahmanhadiq; tentu saja ibarat seorang penguasa tertinggi yang sedang menyampaikan
wejanganNYa dihadapan hamba-hambaNya, Allah akan menggunakan kata-kata
kemuliaan yang penuh makna. Kata “Kami” yang digunakan oleh yang menyampaikan
Wasiat tersebut di depan hamba-hambaNya, menunjukan bahwa Dialah sosok Terbesar
dan Terhormat di hadapan pembantu-pembantuNya dan sekaligus kata Kami itu
menunjukan penghargaan dan penghormatan kepada semua pembantuNya.  Adapun yang
dapat dianggap sebagai pembantu disisi NYa antara lain adalah; Para MalaikatNYa, para
NabiNya, para Hamba-hambaNya yang saleh dan seluruh alam yang tuduk dan patuh
kepadaNya.
Sebaliknya RSD tidak pantas menggunakan kata Kami karena kata itu merupakan kata
terhormat yang tidak pantas diucapkan oleh Manusia seperti Ali Sina ini. Di dalam
memori otaknya tidak akan pernah ditemukan kata “Kami” karena dia tidak pernah mampu
menghargai manusia, dia adalah setan yang menjadi musuh manusia.
Kata “Kami” merupakan salah satu makna identitas ketika sang Pencipta memperkenal
diriNya kepada makhluk ciptaanNya. Bukan hanya kata “ Kami “ saja yang di gunakan
oleh sang Pencipta di dalam Al Qur’an sebagai identitas diriNYa untuk berkomunikasi
dengan makhluk ciptaannya , yang lainnya adalah; Allah, Dia, Engkau, Tuhan, dan Nya.
Sedangkan kata-kata ( Allah, Dia, Engkau, Tuhan dan NYa) yang disebut oleh RSD
dengan sebutan kata ganti orang ketiga, adalah merupakan sebutan yang selalu diucapkan
oleh Malaikat Jibril ketika sedang berdiskusi atau menyampaikan ayat kepada Muhammad
SAW, atau ketika Jibril menceritakan seorang Nabi yang sedang membicarakan tentang
nama Sang Pencipta tersebut kepada Umatnya.
Seluruh perbincangan itu disampaikan oleh Nabi kepada sahabat dekatnya, lalu dihafal olel
sahabat nabi Muhammad , yang akhirnya diabadikan atau di catat di dalam kitab yang
bernama Al Qur’an tersebut.
Hanya di dalam kitab Al Qur’an saja, kata-kata identitas sang Pencipta ini lebih lengkap
disampaikan dan diperkenalkanNya kepada umat Manusia. Penempatan atau penamaan
kata-kata identitas tersebut, berbeda-beda tergantung dari isi konteks ayat serta maksud
dari Firman yang disampaikanNya.
 
[24.43]  Tidakkah  kamu  melihat  bahwa  Allah  (Kata Ganti Orang Ketiga/KGOK) mengarak 
awan,  kemudian  mengumpulkan  antara  (bagian‐bagian)  nya,  kemudian  menjadikannya 
bertindih‐tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah‐celahnya dan Allah (juga) 
(KGOK) menurunkan (butiran‐butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan‐gumpalan awan 
seperti) gunung‐gunung, maka ditimpakan‐Nya (KGOK) (butiran‐butiran) es itu kepada siapa 
yang  dikehendaki‐Nya  dan  dipalingkan‐Nya  (KGOK) dari  siapa  yang  dikehendaki‐Nya 
(KGOK). Kilauan kilat awan itu hampir‐hampir menghilangkan penglihatan.  
 
Tidak ada apapun dalam ayat ini yg memerlukan pengetahuan diluar dari apa yg telah dimiliki 
orang  primitif  pd  jaman  itu.  Muhammad  menyatakan  pengamatannya  sendiri  yg  juga  jelas 
terlihat oleh orang lain. 

(Rahmanhadiq; akan dipaparkan lagi terjemahan ayat di atas;

” Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara
(bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu
hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari
langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa
yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
(QS An Nu 24:43)”

Sebenarnya si RSD ini tidak mampu medustakan kebenaran dari keterangan ayat diatas,
namun tetap saja dia menperolok-olokannya. Sebenarnya dia bukan sedang memperolok-
olok ayat-ayat tersebut, tetapi dia sedang memperbodoh dirinya sendiri. Tidak satupun dari
keterangan ayat diatas yang dapat dibantah baik oleh manusia awam, maupun oleh bukti-
bukti ilmiah. Tetapi RSD ini tetap saja menyalahi kebenaran ayat tersebut. Karena dia
tidak mampu sama sekali melihat sebuah kebenaran. Yang ada di dalam pikiran dan
perasaannya hanyalah rasa kebencian , hasutan dan rencana adu domba. Sekiranya tidak
ada lagi orang yang berkelahi di dalam arena yang sudah dibangunya dengan biaya besar
itu, maka tentulah dia akan merugi dan banyak pula sponsor yang menjauhinya sehingga
lahan perolehan duit akan sulit diraihnya lagi.) 
 
[30.48]  Allah  (KGOK),  Dialah  yang  mengirim  angin,  lalu  angin  itu  menggerakkan  awan  dan 
Allah  membentangkannya  di  langit  menurut  yang  dikehendaki‐Nya,  dan  menjadikannya 
bergumpal‐gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah‐celahnya, maka apabila hujan itu 
turun mengenai hamba‐hamba‐Nya (KGOK) yang dikehendaki‐Nya tiba‐tiba mereka menjadi 
gembira.  
 
Ini  juga  lagi‐lagi  merupakan  apa  yg  bisa  diperhatikan  seseorang  dijaman  itu  dan  tidak  perlu 
punya  pengetahuan  sains  utk  menyaksikan  fenomena  alam  demikian.  Tapi,  mengenai 
kegembiraan  akan  datangnya  hujan,  ini  jelas  berasal  dari  sudut  pandang  seseorang  yg  tidak 
terlalu  sering  melihat  hujan.  Ada  tempat‐tempat  dibumi  ini  dimana  hujan  sepanjang  tahun 
dan  orang‐orangnya  bergembira  ketika  ada  hari  cerah.  Ini  menunjukkan  ayat‐ayat  ini  ditulis 
oleh seseorang yg pengetahuannya terbatas pada dunia Arab saja.  
 
(Rahmanhadiq; siapapun manusia normal akan membenarkan pengertian ayat tersebut
yang bersesuaian dengan kenyataan yang diamati oleh siapapun. Namun RSD ini tetap
saja tidak menerima kebenaran ayat tersebut, dia masih menginginkan keterangan yang
lebih jelas dari apa yang dia lihat selama ini. RSD mengharapkan yang turun dari langit
tersebut bukan air, tetapi emas atau duit sehingga dia tidak perlu bekerja keras untuk
mengadudomba umat beragama. Selanjutnya dia merasa sangat iri melihat orang-orang
Arab terutama di kota Mekkah yang mendapat air hujan, tetapi memiliki kekayaan yang
melimpah ruah sehingga rakyatnya makmur sejahtera tanpa harus mengeluarkan biaya
promosi untuk iklan kepariwisataannya. Bahkan buah-buahan yang tidak pernah tumbuh di
Mekah karena kekurangan hujan, ternyata seperti membanjiri kota itu dari seluruh penjuru
dunia. Semua itu menambah kebencian, rasa dengki dan iri yang semakin menumpuk di
dalam perasaannya. Padahal di Negara Arab itu jarang sekali hujan turun.)
 
[39.21] Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah (KGOK) menurunkan 
air  dari  langit,  maka  diaturnya  menjadi  sumber‐sumber  air  di  bumi  kemudian  ditumbuhkan‐
Nya dengan air itu tanam‐tanaman yang bermacam‐macam warnanya, lalu ia menjadi kering 
lalu  kamu  melihatnya  kekuning‐kuningan,  kemudian  dijadikan‐Nya  hancur  berderai‐derai. 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar‐benar terdapat pelajaran bagi orang‐orang yang 
mempunyai akal.  
 
Apa orang perlu jadi ilmuwan atau jadi seorang nabi utk mengetahui bahwa hujan jatuh dari 
langit dan bahwa mata air berasal juga dari air hujan? orang telah tahu hal ini satu milenium 
sebelumnya  bahwa  selama  musim  kemarau,  mata  air  juga  mengering.  Tiap  orang  juga  tahu 
bahwa tumbuh‐tumbuhan bergantung pada air. Muhammad menjelaskan hal‐hal yg biasa saja 
dan  lalu  mengatakan  bahwa  hal  itu  sungguh‐sungguh  sebuah  pesan  peringatan  bagi 
pengertian manusia.  Ini  bullshit,  sungguh  omong  kosong! Tidak  ada  pesan  dalam fenomena 
alam ini. Hanya mereka yg tidak mengerti hukum‐hukum alam yg berpikir ada pesan tertentu 
didalamnya.  
 
[23.18]  Dan  Kami  (Kata ganti orang pertama plural) turunkan  air  dari  langit  menurut  suatu 
ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami (Kata ganti orang
pertama plural) benar‐benar berkuasa menghilangkannya.  
 
Sudah jelas bahwa air jatuh dari langit. Sedang utk mengirimkan air menurut suatu ukuran, 
ini  salah.  Beberapa  tempat  dibumi  terbanjiri  oleh  hujan  yg  berkelebihan  dan  ditempat  lain 
mengering karena kemarau. Tiap petani tahu bagaimana utk mengirigasi tanahnya jauh lebih 
baik dari pengetahuan Allah.  
 
“Kami  jadikan  air  itu  menetap  di  bumi,  dan  sesungguhnya  Kami  benar‐benar  berkuasa 
menghilangkannya.”  Adalah  pernyataan  biasa  yg  tidak  menambahkan  apapun  terhadap 
pengetahuan manusia.  
 
(Rahmanhadiq; analisa RSD terhadap ayat diatas, hanya sebatas kepada kemampuannya
membaca tulisan yang tertera diayat itu. Pantas saja dia tidak lulus-lulus dari mata kuliah
yang diberikan gurunya DR Naik, sehingga akhirnya dia di Drop-out. Dia memahami
kalimat “ menurut suatu ukuran” sebagai banyaknya hujan yang dicurahkan kepada suatu
tempat sehingga dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor, sebaliknya kalau jumlah
hujan yang diturunkan itu kurang maka keringlah daerah tersebut. Sebatas itulah
pemikirannya memahami makna yang tersebunyi dari ayat tersebut. Bahkan dia
mentertawakan keterangan ayat tersebut sebagai sebuah ayat yang tidak mempunyai
makna apa-pa. Kemudian dia berlagak pintar untuk mengajari umat muslim dengan ayat
diatas. Seolah-olah dialah yang lebih pantas menjadi Guru besar menggantikan Dosennya
DR Naik yang dianggapnya harus pensiun. Padahal pengertian dari kalimat tersebut jauh
lebih dalam dari apa yang dapat dia baca dari tulisan itu. Ukuran air yang dimaksud oleh
ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa air dari bumi yang menguap ke atmosfir akan
mengembun membentuk butir-butir air yang sangat halus sehingga akan membentuk awan
yang besar, dimana kemudian awan ini akan ditolak oleh angin sesuai dengan perbedaan
tekanan udara dan suhu di sekelilingnya. Kemudian embun yang terbentuk ini akan terus
membesar menjadi titik-titik air , sampai kepada “suatu ukuran atau berat tertentu” dimana
air ini akan jatuh karena pengaruh gravitas atau efek lainnya yang menyebabkan hujan itu
masih belum turun juga atau menguap kembali. Ada beberapa faktor yang menyebabkan
turunnya hujan seperti; suara petir yang menggetarkan awan, pertumbukan antara
kelompok awan yang besar, perbedaan tekanan udara, suhu dan tingkat kelembaban di
daerah tersebut. Allah sudah mengatur hal tersebut dengan suatu ketentuan atau
ketetapan yang tidak dapat dibuat atau diubah oleh manusia. Kemudian akan turun hujan
secara acak sesuai dengan kondisi yang memungkinkan untuk turun di daerah tersebut.
Tidak seorangpun manusia dapat mengatur turunnya Hujan pada tempat tertentu dengan
jumlah tertentu yang diharapkan. Allah berkehendak dengan ketentuanNya itu. Sampai
sekarang manusia hanya mampu meramal dimana hujan akan turun, tetapi tidak dapat
menentukan dimana hujan harus turun. Sedangkan RSD ini hanya melihat ukuran yang
dimaksud oleh ayat tersebut berdasarkan keuntungan priabadinya yang menginginkan
hujan turun sesuai pada tempat harapannya. Tetapi dia tetap saja tidak mampu berbuat
apa-apa terhadap pengaturan turunannya hujan disuatu tempat. Sedangkan kalimat yang
berbunyi “Kami jadikan air itu menetap di bumi” , dimaknai sebagai sebuah kejadian biasa
olehnya. Dia hanya tahu bahwa petani juga bisa mengatur tempat air dengan cara membuat
waduk atau membuat bendungan yang lebih besar untuk mengatur persediaan air untuk
menahan air itu. Jadi percuma saja dia bersemedi di dasar samudra untuk membalas
dendam kesumatnya kepada Guru besarnya DR Naik. Karena pemikirannya masih terlalu
lemah untuk mengalahkan musuh bebuyutannya. Untuk itu dia harus bertapa lagi, bukan
di dalam samudra tetapi di pusat inti bumi yang panasnya 6000o C selama 5000 tahun lagi.
Padahal pengertian dan makna dari kalimat “Kami jadikan air itu menetap di bumi” jauh
lebih dalam dari pada sekedar membuat bendungan seperti yang ada di dalam pikiran si
Ideot ini. Pertanyaannya adalah; kenapa air yang dijadikan sebagai objek utama pada ayat
tersebut? Bukankah masih ada zat cair lain selain dari pada air yang ada dibumi ini?
Artinya air merupakan zat cair yang mempunyai fenomena yang menarik dan sangat
penting dibandingkan dengan zat cair lainnya. Coba perhatikan minyak atau bahan bakar
cair seperti bensin atau solar dan lain sebagainya. Kalau bahan ini dibiarkan menguap atau
terbakar maka zat cair ini akan hilang dan lenyap, tidak kembali lagi kerena telah berubah
menjadi senyawa lain yang tidak mungkin kembali seperti sedia kala. Bahkan bahan bakar
cair ini makin lama makin berkurang di bumi ini, dan pada suatu saat nanti BBM akan
dihabiskan oleh manusia tanpa meninggalakb apa-apa untuk anak cucu nanti. Bagaimana
kalau sekiranya air juga mempunyai sifat seperti BBM tersebut, dimana setelah terbakar
atau dipanasi kemudian dia menguap dan tidak kembali lagi menjadi air, maka tentukah
bumi ini akan kekeringan karena air makin lama akan makin habis atau hilang menjadi
unsur lain atau terbang ke luar angkasa. Tetapi ternyata kita tidak pernah kehabisan air di
bumi ini, air yang ada dibumi ini tetap sebanyak itu selamanya. Seolah-olah air itu ditahan
tetap berada dibumi ini. Air hanya mengalami perubahan fase-fase seperti cair, es dan uap
yang tidak pernah menghilang atau habis di permukaan bumi ini, selama bumi itu masih
belum musnah.
 
[30.24]  Dan  di  antara  tanda‐tanda  kekuasaan‐Nya  (Kata ganti orang ketiga / KGOK),  Dia 
memperlihatkan  kepadamu  kilat  untuk  (menimbulkan)  ketakutan  dan  harapan,  dan  Dia 
menurunkan  air  hujan  dari  langit,  lalu  menghidupkan  bumi  dengan  air  itu  sesudah  matinya. 
Sesungguhnya  pada  yang  demikian  itu  benar‐benar  terdapat  tanda‐tanda  bagi  kaum  yang 
mempergunakan akalnya.  
 
Ayat ini tidak berisi penjelasan mengenai apa penyebab petir. Muhammad cuma mengatakan 
bahwa Petir membuat orang takut dan utk memberi mereka harapan. Apa ini penjelasan sains 
mengenai petir? Lalu dia katakan hal yg sudah jelas bahwa hujan jatuh dari langit, yg memberi 
kehidupan  dibumi.  Lalu  dia  bilang  ini  adalah  pertanda  utk  mereka  yg  bijaksana 
(mempergunakan akalnya). Tidak, ini adalah fakta sebuah tanda bagi mereka yg dungu. Hujan 
adalah  fenomena  alam  biasa.  Hal  itu  bukan  sebuah  pertanda  utk  siapapun.  Terjadi  secara 
alamiah  karena  efek  matahari  pada  bumi.  Orang‐orang  dungu  yg  tidak  mengerti  hukum‐
hukum  alam  pikir  ini  adalah  sebuah  pertanda.  Lebih  jauh  lagi  kita  akan  lihat  bagaimana  Dr. 
Naik  memperolok  Bible  yg  mengatakan  pelangi  adalah  sebuah  tanda  dari  tuhan  dan 
menjelaskan bagaimana pelangi terbentuk dalam bahasa sains. Jadi jika pelangi bukan sebuah 
pertanda  gimana  bisa  hujan  adalah  sebuah  pertanda?  Para  muslim  tidak  mampu  melihat 
kesalahan‐kesalahan dalam Quran, bahkan ketika mereka dg mudah dapat melihat kesalahan‐
kesalahan yg mirip dalam kitab lain.  
 
Rahmanhadiq; si RSD ini memang mempunyai isi kepala yang sangat kotor dan busuk,
bahkan kotorannya sendiri dia masukkan kedalam kepalanya, sehingga dia tidak tahu lagi
mana nilai sebuah kebenaran dan mana nilai kedengkian. Dia hanya mampu menggunakan
otaknya yang kotor tersebut untuk menanamkan niat busuknya mengadudomba umat
beragama, terutama antara umat Kristen dan umat Islam yang dikiranya merupakan
manusia-manusia kambing yang gampang dijadikan aduannya. Dia mulai menggosok-
gosok barang aduannya dengan menuduh gurunya menperolok-olok kitab Bible, sehingga
umat Kristen akan termakan isu negative ini. Padahal debat antara DR Naik dan Dr
Campbell sudah berlalu dan diantara mereka tidak ada permusuhan sedikitpun, mereka
berdebat secara terbuka dan fair sesuai dengan keahliannya masing-masing. Mereka
merupakan jagoan terpilih yang dapat membuang rasa kebencian dan rasa sakit hati yang
disaksikan oleh orang ramai bahkan seluruh dunia. Kalau RSD ikut atau ingin mengadakan
debat terbuka dengan DR Naik, sebaiknya dia mengumumkan tantangannya secara
terbuka dan banyak sekali mediator Islam atau Kristen yang bersedia memfasilitasinya.
Tetapi karena nyalinya kecil dan tidak berani, maka dia selalu berada dibalik topengnya
dengan nama samarannya yaitu Ali Sina. Dunia terasa sempit baginya, dia merasa tidak
aman di bumi ini, dia merasa selalu ada orang yang menguntitnya atau hendak
membunuhnya, sehinggga dia selalu menghindari diri dari depan umum. Jadi tidak mungkin
dia berani mengadakan debat secara terbuka dengan Dr Naik atau ulama Islam lainnya
secara Fair dan jujur yang disaksikan oleh seluruh umat beragama di dunia ini. Keahlian
dari RSD ini hanya mampu memutar-balikan fakta, menyebar kebencian dan fitnah.
Mulutnya bagaikan bau comberan yang menyebarkan bau busuk kemana-mana, sehingga
banyak sekali lalar-lahar hijau hinggap dan mengikutinya. RSD ini hanya mampu menilai
ayat Al Qur’an tersebut sebatas yang tertulis, tetapi dia sama sekali tidak mengerti makna
dan filsafat yang terselubung dibalik ayat itu. Ayat tersebut penuh dengan perumpamaan
dan kiasan untuk mengetuk pikiran daripada para cendikiawan yang berhati luhur dan
berbudi pekerti sempurna. Sementara dia memaknai kalimat “kilat untuk (menimbulkan)
ketakutan dan harapan” sebagai kalimat yang tidak bermakna sama sekali dan tidak ada
petunjuk sain apa-apa di dalamnya , sehingga dia mengira ayat tersebut hanya merupakan
pertanda bagi “Orang‐orang  dungu  yg  tidak  mengerti  hukum‐hukum  alam”. Dia mengira
dirinya pintar, tetapi dia hanya mampu memahami ayat tersebut sebatas dalik-dalil alam
biasa, dia sama sekali tidak mengerti hukum sebab akibat dan hukum kasih sayang. Karena
Manusia Kelewat pintar ini mengira bahwa alam ini terjadi begitu saja , tidak ada yang
mengaturnya, tidak ada Allah penciptanya. Sifat egosentrisnya tidak memberikan mamfaat
apapun kepada orang lain. Dia menganggap bumi ini sudah berada di dalam
genggamannya sehingga ujung jarinya dapat mencari dan menguasai lokasi manapun di
belahan bumi ini dengan saluran internetnya. Dia belum pernah mengalami petualangan
seorang diri sehingga tersesat di rimba belantara, di tengah lautan luas, dalam kegelapan
dan tanpa cahaya sama sekali, di tengah-tengah hujan lebat dengan sambaran Petir,
Guntur menggelegar dan diselingi oleh cahaya kilat yang menyambar, maka wajar saja dia
selalu bersikap sombong dengan keberuntungnya itu. Begitu juga dengan kalimat “Dia
menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya”
hanya dipahaminya sebagai kejadian alam biasa yang disebabkan oleh suhu oleh sinar
matahari yang menyinari bumi sehingga terjadilah hujan. Sepertinya dia mengabaikan
kejadian turunnya hujan diwaktu tengah malam atau di daerah kutub yang tidak disinari
oleh cahaya matahari berbulan-bulan lamanya, atau ketika di daerah Afrika atau Australia
yang menglami kekeringan berbulan-bulan yang menyebabkan tidak satupun biota hidup
seolah-olah mereka tertidur di daerah itu, namun setelah musim hujan datang, tahu-tahu
bermunculan kembali makhluk-mhkluk hidup semula yang datangnya entah dari mana.
Seolah-olah dia mengabaikan kejadian luar biasa ini sama sekali, mungkin dia mengira
bahwa dialah yang seharusnya mengatur alam semesta ini.
Jadi keterangan ayat diatas cocok dengan penemuan Sain dan kejadian alam, tidak ada
yang bertentangan. Padahal Muhammad tidak pernah pergi atau surveri ke daerah
pedalaman Afrika atau ke Benua Australia semasa hidupnya.
 
[15.22]  Dan  Kami  (Kata ganti orang pertama) telah  meniupkan  angin  untuk  mengawinkan 
(tumbuh‐tumbuhan)  dan  Kami  (Kata ganti orang pertama) turunkan  hujan  dari  langit,  lalu 
Kami  (Kata ganti orang pertama) beri  minum  kamu  dengan  air  itu,  dan  sekali‐kali  bukanlah 
kamu yang menyimpannya.  
 
Adakah sesuatu dari pengetahuan ini yg tidak diketahui seorangpun di jamannya Muhammad? 
Come  on…  nenek‐nenek  ompong‐pikun  yang  hidup  sebelum  jaman  muhammad  juga  tahu 
tentang itu semua.  
 
Rahmanhadiq: ternyata RSD ini juga setuju dengan keterangan ayat diatas , tetapi
Manusia sombong ini merasa malu mengakui kebenaran ayat diatas, sehingga dia masih
tetap saja menghina dan memperolok-olokan keterangan ayat diatas. Terbuktilah bahwa
Ali Sina ini mempunyai isi kepala yang sangat kotoran yang tidak bermamfaat. Padahal
ayat diatas telah memperingati orang-orang yang tidak tahu balas jasa seperti si RSD ini.
Dia hanya mampu menikmati mamfaat air untuk dirinya, tetapi dia tidak pernah merasa
berterimakasih dengan apa yang telah dia pakai secara gratis di bumi ini. Dia tidak peduli
dengan Sang Pencipta air itu , bahkan tubuhnya yang terdiri dari 90% air, dia tidak peduli
sama sekali. Ayat diatas mempunyai makna yang lebih dalam tentang penyimpanan air
yang tidak sanggup dilakukan oleh manusia di bumi ini. Bahkan curah hujan dan peralihan
musim saja, manusia tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi menentukan lokasi tempat
turunnya air hujan. Kalau Allah berkehendak untuk tidak mengembalikan uap air yang
mengapung di Atmosfir , maka siapa yang sanggup mengembalikannya. Apakah RSD
mengira dialah yang lebih berkusa dari hal itu? Jangankan terhadap pengaturan musim ,
cuaca atau tempat air hujan dicurahkan, bahkan untuk dirinya sendiri, dia tidak dapat
berbuat apa-apa. Dia tidak dapat mencegah kematian dirinya sendiri , dia tidak sanggup
menyambung rambutnya yang sudah dia potong atau kukunya sendiri. Jadi jelas bahwa
orang sombong seperti RSD ini merupakan duplikat dari Fir’un di abad Millenium.
 
 
[7.57]  Dan  Dialah  (Kata ganti orang ketiga) yang  meniupkan  angin  sebagai  pembawa  berita 
gembira  sebelum  kedatangan  rahmat‐Nya  (hujan);  hingga  apabila  angin  itu  telah  membawa 
awan  mendung,  Kami  halau  ke  suatu  daerah  yang  tandus,  lalu  Kami  (Kata ganti orang
pertama) turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai 
macam  buah‐buahan.  Seperti  itulah  Kami  membangkitkan  orang‐orang  yang  telah  mati, 
mudah‐mudahan kamu mengambil pelajaran. 
 
Tidak  ada  yg  sains  dalam  ayat  ini.  Tapi  kita  lihat  sebuah  pernyataan  yg  salah.  Tidak  semua 
angin membawa berita gembira. Ada angin yg menghancurkan. Juga kebanyakan hujan tidak 
jatuh  ditanah  yg  mati  tapi  ditanah  yg  sangat  basah.  Lalu  dia  membuat  klaim  bahwa  seperti 
hasil‐hasil produk yg keluar dari bumi, suatu hari orang mati juga akan dibangkitkan dari bumi. 
Ini  benar‐benar  tidak  sains.  Mereka  yg  memilih  utk  percaya  akan  omong  kosong  ini  percaya 
karena imannya, bukan karena akal dan pastinya bukan karena sainsnya. Tidak ada kesamaan 
antara  hasil  tanaman  yg  tumbuh  keluar  dari  bumi  dan  orang  mati yg bangkit  dari  kuburnya. 
Apa  kita  juga  tumbuh  dari  pohon?  Keseluruhan  ide  kebangkitan  ini  sangat  tidak  sains  dan 
menggelikan.  Bukan  itu  saja,  ini  juga  bertentangan  dg  Quran  itu  sendiri.  Kebangkitan 
mengesankan  bahwa  semua  orang  yg  mati  tidak  dijadikan  apa‐apa  sampai  hari  Pengadilan 
ketika mereka akan dibangkitkan dan akan dikirim ke tempat permanen mereka.  
 
Rahmanhadiq; tentulah manusia yang memperturutkan rasa Dengki tidak akan suka
membaca keterangan ayat diatas, karena terdapat adanya tulisan “berita gembira” yang
menyakitkan telinganya. Mana ada RSD dapat merasa gembira ketika mendengar kaum
muslimin menerima khabar gembira tersebut dari Tuhannya. Ini merupakan berita yang
menyakit baginya. Dia tidak terima itu. Ali Sina terlalu mengandalkan kemampuan
berpikirnya, sehingga dia hanya menganggap sesuatu itu ada, kalau terdeteksi oleh panca
indranya.
Tentu saja dia akan menolak keras berita tentang hari Kiamat atau adanya kehidupan
setelah mati. Hal tersebut sangat bertentangan dengan kemampuan akalnya. Kemampuan
akalnya tidak di setting untuk sesuatu yang bersifat gaib. Hidupnya hanya untuk dunia dan
berakhir di dunia juga, begitulah kemampuan imajinasinya selama ini. Dia tidak tahu
kenapa dia dilahirkan ke dunia ini , baginya yang penting adalah menikmati kehidupan ini,
setelah mati habislah perkara. Makanya sekarang dia akan berbuat sesuatu yang
menyakitkan hati orang lain, dia merasa bahagia setelah menyakit orang, dia akan berbuat
sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan atau norma-norma agama yang
menurutnya akan menghalanginya mencapai ambisi dan tujuannya. Tentu saja RSD
sangat memetingkan bisnisnya, dia tidak peduli dengan apapun yang dilakukan kambing
aduannya di dalam perkelahiaan itu, karena dia tidak membuat aturan apapun di dalam
arena saling hina , saling hujat dan saling benci itu. Karena itu dia sudah membuang nilai
hatinurani dan rasa kemanusiaannya jauh ke dasar Samudra.
Bagi Pemilik Peternakan dan perkebunan, kedatangan awan yang hendak mencurahkan
hujan tentu akan membawa kegembiraan dan harapan, tetapi dia ini tidak peduli apakah
hujan itu datang atau tidak dihadapannya, hujan itu tidak berpengaruh apapun padanya.
Bahkan dia menuduh bahwa Hujan itu akan mendatangkan musibah kebanjiran, tanah
longsor sementara hujan itu tidak pernah datang kedaerah gurun pasir yang tandus atau
tanah gersang sehingga tidak membawa kesuburan yang merata di permukaan bumi.
Sebaliknya jika hujan tidak turun-turun, maka hancurlah hasil pertanian. Begitu juga
dengan angin yang dapat mendatangkan kehancuran disuatu tempat. Sampai disitulah
kemampuannya untuk mengambil hikmah atau filsafat dari dari ayat di atas. Padahal
penyebab banjir dan tanah longsor adalah ulah manusia rakus yang selalu membabat hutan
seenaknya sehingga daya serap tanah menjadi berkurang dan kekuatan tanah untuk
menahan beban air hujan tidak kuat yang menyebabkan terjadinya tanah longsong atau
banjir bandang. Kalau hutan belantara itu tetap tejaga tentulah akan membawa mamfaat
bagi dataran dibawahnya karena air akan dilepas perlahan-lahan. Jika itu tidak dapat
dilakukan tentu manusia juga mempunyai kemampuan dan teknologi untuk membuat
bendungan besar agar air tersebut dapat disimpan dan dibagikan kepada para petani untuk
bertahan di musim kemarau panjang. Itulah yang tidak dipahami oleh setan beludak ini,
dia tidak peduli darimana sumber makanan yang selama ini dikonsumsinya dan dari mana
air yang dia minum berasal. Semuanya itu jauh dari filsafat hidupnya. Jadi jelaslah bahwa
ayat tersebut , juga merupakan sebuah kiasan atau perumpamaan bagi orang-orang yang
dapat mensyukuri karunia yang diberikan oleh sang Pencipta kepada manusia.
Begitu juga dengan perumpamaan antara hujan yang dapat menumbuhkan tumbuhan yang
mati dari tanah kering kerontang selama musim kering, yang setelah musim hujan tiba,
tahu-tahu muncul lagi dari sela-sela tanah bagaikan cendawan tumbuh.
Begitulah perumpamaan terhadap munculnya manusia setelah beradad-abad terpendam di
dalam tanah kuburannya pada saat hari berbangkit nanti. Tentu saja RSD tidak akan
mempercayainya bahkan meperolok-olokan keterangan ayat tersebut. Sama dengan
ketidakpercayaannya terhadap kemunculannya ke dunia dari rahim ibunya walaupun dia
tidak menghendakinya, begitu juga dengan kematinannya nanti yang sebenarnya tidak
dikehendakinya. Jadi sesungguhnya dia tidak mampu berbuat apa-apa terhadap dirinya
sendiri, dia juga pasrah kepada nasibnya nanti , dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada
dirinya setelah kematiannya, namun dia selalu menolak apapun kebenaran yang
disampaikan kepadanya, padahal dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya
nanti.
  
Tapi ayat  
 
3:169  berkata  :  “Janganlah  kamu  mengira  bahwa  orang‐orang  yang  gugur  di  jalan  Allah  itu 
mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”  
 
Apa orang bangkit dari kubur utk menerima hukuman mereka dan pahala dihari terakhir atau 
apa  mereka  hidup  dan  menerima  pahala  dan  hukuman  mereka  langsung  setelah  kematian 
mereka? Seorang pembohong sering bertentangan dg dirinya sendiri.  
 
Rahamanhadiq; si RSD ini tidak melihat hubungan apapun di antara kedua ayat tersebut
diatas. Padahal kedua ayat tersebut sangat erat kaitannya satu sama lainnya. Namun dia
tidak juga mengerti sama sekali dengan kata-kata yang tertulis pada ke dua ayat diatas.
Jelas-jelas ayat diatas menyatkan bahwa pahlawan pembela kebenaran yang mati tersebut,
akan hidup disisi Allah. Ayat ini tidak menyatakan tentang kehidupan pada saat dia habis
dibunuh oleh kaum kafir seperti yang ada di dalam pikiran RSD ini. Tetapi para pahlawan
Kebenaran itu memperoleh kehidupan yang abadi setelah kematiannya dan ia benar-benar
menjadi kekasih Allah, orang yang paling dekat denganNya dan menjadi kesayanganNya.
Sebaliknya si RSD ini , walaupun tidak percaya akan berita kehidupan setelah kematian,
tetapi dia tetap saja dia merasa keder dan kehilangan nyali mendengar berita siksaan
tersebut. Dia tidak mempunyai kekuasaan apa-apa setelah kematiannya, namun dia tetap
saja menentang berita itu, setan ini protes keras dengan hukuman yang sudah disediakan
padanya. Padahal hukuman yang diberikan itu adalah hasil perbuatan keji yang selama ini
merugikan orang banyak. Semua orang yang menjadi korban aduan dan cacimakinya dulu
akan meminta pertanggungjawaban kelak di akhir zaman. Jadi bukan Allah yang
menghukumnya dengan ketidakadilan, tetapi sebuah hukuman yang dituntut oleh para
korbannya kepada Sang Hakim Agung.
 
[13.17]  Allah  (Kata ganti orang ketiga) telah  menurunkan  air  (hujan)  dari  langit,  maka 
mengalirlah  air  di  lembah‐lembah  menurut  ukurannya,  maka  arus  itu  membawa  buih  yang 
mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan 
atau  alat‐alat,  ada  (pula)  buihnya  seperti  buih arus  itu.  Demikianlah  Allah  (Kata ganti orang
ketiga) membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil.  
 
Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi 
manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan‐
perumpamaan. Okay, ini Cuma perumpamaan biasa. Tidak ada yg sains dalam ayat ini.   
 
Rahmanhadiq; RSD Pembual ini tidak mengerti dengan kata buih. Yang dia ketahui dari
buih itu hanyalah masa lengket yang bewarna putih, lengket-lengket di dibibirnya ketika
mulutnya berbusa mengucapkan mantra-mantranya yang ngawur ngidul itu. Buih itu akan
hilang ditelan mulutya sendiri bersamaan dengan ucehannya yang tidak bermamfaat bagi
manusia. Dia bicara bahwa Allah membuat perumpaman itu untuk dirinya, tetapi dia tidak
mengerti apa yang dimaksud oleh perumpamaan tersebut, sehinga dia asal ngoceh saja.
Seterusnya RSD tidak melihat apapun nilai Sain di dalam ayat diatas. Hal ini disebabkan
dia tidak memahami sebuah arti perumpamaan. Sebab kalimat dari ayat diatas baru bisa
dipahami setelah memahami makna kiasanya, sementara si RSD ini buta dengan
perumpamaan atau kata kiasan.
Kata buih atau busa bukan hanya diibaratkan dengan busa yang lengket-lengket di
mulutnya ketika dia sedang banyak bicara, tetapi lebih dari itu. Sebelum air itu menguap
maka air tersebut pecah menjadi partikel yang sangat halus yang disebabkan perbedaan dari
suhu dan tekanan antara udara dan permukaan air. Keistimewaan air, adalah tidak harus
menunggu suhu 1000 C untuk menguap, tetapi proses penguapannya dapat dipicu oleh
perbedaan suhu dan tekanan udara dipermukaannya. Inilah yang dimaksud dengan proses
pengembangan dari butian air seperti yang dimaksud pada ayat diatas. Bahkan di dalam
Tanur peleburan logam berat pada industry besi, emas, timah dan lain-lain juga terdapat
bahan yang mengapung atau mengambang seperti buih di atas permukaan logam cair
tersebut. Ini sebuah kesamaan kejadian yang tidak bisa dibantah kebenarannya oleh sain
dan teknologi.
Jadi AL Qr’an berkata benar dengan ayat tersebut, padahal pada waktu itu , Muhammad
belum pernah melihat Pabrik peleburan logam di negri Arab.
 
[25.48]  Dialah  (Kata ganti orang ketiga) yang  meniupkan  angin  (sebagai)  pembawa  kabar 
gembira dekat sebelum kedatangan rahmat‐nya (hujan); dan Kami (Kata ganti orang pertama)
turunkan dari langit air yang amat bersih,  
 
[25.49]  agar  Kami  (Kata ganti orang pertama) menghidupkan  dengan  air  itu  negeri  (tanah) 
yang mati, dan agar Kami (Kata ganti orang pertama) memberi minum dengan air itu sebagian 
besar dari makhluk Kami, binatang‐binatang ternak dan manusia yang banyak.  
 
Lagi‐lagi omong kosong tentang pengetahuan‐pengetahuan yg lumrah. 
 
Rahmanhadiq; Ternyata RSD ini hanya bisa ngoceh, lalu mengumpat setelah membaca
keterangan ayat tersebut diatas tanpa memberikan alasan yang masuk akal dan logis. Dia
memahami ayat tersebut bukan pakai nalarnya, tetapi pakai dengkul . Benar-benar pribadi
sosok manusia yang menjengkelkan. Ayat diatas menjelaskan bahwa air yang diturunkan
berupa hujan tersebut merupakan air yang sangat bersih karena diproses presis dengan
metode air suling sehingga menghasilkan aquadest murni. Begitulah maksud air hujan yang
bersih tersebut pada ayat diatas. Tetapi RSD melecehkan kebenaran ayat tersebut.
Sementara ayat berikutnya, selain mengandung sebuah perumpamaan , juga mempunyai
makna ilmiah yang sangat mendalam, ditinjau dari segi filsafat hidup. Ayat ini bermakna
bahwa semua makhluk hidup yang ada dibumi ini, temasuk sosok Ali Sina, memamfaatkan
air ini untuk hidupnya. Tetapi RSD ini, tidak mensyukuri air yang ada di dalam tubuh nya
itu. Benar-benar manusia yang tidak bisa berterimakasih di dalam hidup dan kehidupannya.
Mungkin dia belum pernah survey di pedalam benua Afrika atau Australia , dimana setelah
musim kering berbulan-nulan dan tidak terlihat adanya biota yang sanggup hidup, tahu-
tuhu pada saat musim hujan, semuanya hidup dan tumbuh kembali bagaikan cendawan
yang mucul dari sela-sela tanah. RSD ini mendustakan kenyataan ini dengan dalil yang
dibuat-buat akibat ketidaksenangannya kepada ajaran Agama.
 
[35.9] Dan Allah (Kata ganti orang ketiga), Dialah (Kata ganti orang ketiga) Yang mengirimkan 
angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami (Kata ganti orang pertama) halau awan 
itu  ke  suatu  negeri  yang  mati  lalu  Kami  (Kata ganti orang pertama) hidupkan  bumi  setelah 
matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.  
 
[36.34]  Dan  Kami  (Kata ganti orang pertama) jadikan  padanya  kebun‐kebun  kurma  dan 
anggur dan Kami (Kata ganti orang pertama) pancarkan padanya beberapa mata air,  
 
[45.5]  dan  pada  pergantian  malam  dan  siang  dan  hujan  yang  diturunkan  Allah  (Kata ganti
orang ketiga) dari  langit  lalu  dihidupkan‐Nya  (Kata ganti orang ketiga) dengan  air  hujan  itu 
bumi  sesudah  matinya;  dan  pada  perkisaran  angin  terdapat  pula  tanda‐tanda  (kekuasaan 
Allah) (Kata ganti orang ketiga) bagi kaum yang berakal.  
 
[50.9] Dan Kami (Kata ganti orang pertama) turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya 
lalu  Kami  (Kata ganti orang pertama) tumbuhkan  dengan  air  itu  pohon‐pohon  dan  biji‐biji 
tanaman yang diketam,  
 
[56.68‐70]  Maka  terangkanlah  kepadaku  tentang  air  yang  kamu  minum.  Kamukah  yang 
menurunkannya  dari  awan  ataukah  Kami  (Kata ganti orang pertama) yang  menurunkan? 
Kalau  Kami  (Kata ganti orang pertama) kehendaki  niscaya  Kami  (Kata ganti orang pertama)
jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?  
 
[67.30]  Katakanlah:  "Terangkanlah  kepadaku  jika  sumber  air  kamu  menjadi  kering;  maka 
siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".  
 
Ini adalah daftar dari ayat‐ayat Quran tentang hujan yg Dr. Naik sebutkan dg begitu megahnya 
seakan‐akan menjadi gaung kemenangan bagi gerombolan muslim yg mengiringi suaranya dg 
sorak sorai. Apa ada informasi sains yg tidak diketahui dalam ayat‐ayat ini? Perhatikan bahwa 
Dr.  Naik  dg  percaya  diri  meyakinkan  hadirinnya  bahwa  “Quran  berbicara  mengenai 
Perputaran  Air  dg  sangat  rinci”  Rinci  apa’an?  Apa  yg  Quran  jelaskan  telah  diperhatikan  dan 
dicermati oleh orang‐orang sejak jaman dulu jauh sebelum Muhammad. Ini adalah kita yg oleh 
satu  milyar  muslim  pikir  adalah  sebuah  keajaiban.  Satu‐satunya  yg  ajaib  adalah  kerelaan 
sebanyak orang muslim tsb utk dibodohi. Quran adalah sebuah buku yg sangat bodoh, bukan 
keajaiban. 
 
Rahmanhadiq; RSD ini merasa sangat malu mengakui kebenaran ayat-ayat diatas
sehingga dia menutupi kemaluannya dengan menolak habis keterangan ayat yang
sebenarnya diakui oleh siapapun yang hidup di bumi ini. Namun dia tetap saja melecehkan
ayat yang dia akui kebenarannya di dalam hatinya yang paling dalam. Begitulah ciri-ciri
orang munafik. Umat islam tidak perlu membuktikan adanya setan atau Iblis kepada umat
Manusia , karena Ali Sina ini sendiri merupakan contoh yang paling nyata dari ujud Iblis
yang pernah kita ketahui di bumi ini, walaupun dia tidak pernah memperlihatkan wajahnya
yang jelas dari balik topengnya, tetapi kata-kata dan tulisannya ini menunjukkan bahwa
dialah Setan itu.
Dia tidak mampu mengurut secara logis dan sistematis dari untaian ayat-ayat tersebut,
sehingga dia tidak mengerti bagaimana AL Qur’an menjelaskan tahap-tahap pembentukan
air hujan hingga turun lagi ke permukaaan bumi. Dia sengaja mendustakan berita
kebenaran itu agar lalar-lalar sampah yang hinggap di tubuhnya tidak lari menjauhinya.
Seterusnya dia merasa sangat sakit hati dan kepalanya berdenyut-denyut menyaksikan para
hadirin bertepuk tangan memberikan aplus kepada DR Naik ketika menyampaikannya
penjelasannya. RSD ini tidak senang kalau ada orang yang memuji-muji kehebatan
seseorang selain dirinya. RSD ini ingin memperoleh pujian seperti yang diterima oleh
Gurunya DR Naik, tetapi tidak satupun manusia normal yang menanggapi kebenciannya
itu.
Dia mengira bahwa Dr Naik sudah memperoleh kemenangan yang gemilang dari
perdebatan itu, padahal DR Naik sendiri tidak pernah merasa memperoleh kemenangan
apapun. Yang disampaikan oleh Guru Besar dari Ali Sina ini hanyalah sesuatu kebenaran
yang tidak terbantahkan oleh siapapun baik oleh sain maupun oleh logika berpikir yang
sehat.
Tidak seperti RSD yang selalu memandang pendapat orang lain dengan sinis dan penuh
kebenciannya. Tentu saja hal ini ada yang diinginkannya. Yaitu mengadu domba peserta
yang beragama Islam dengan yang beragama Kristen agar masuk kedalam arena yang
sudah dipersiapkan nya untuk bentrok dan saling caci maki, sehingga situsnya bertambah
banyak pengikut dan sponsor.

Apa Gunung2 menstabilkan bumi  
 
(Dr. Naik)  
Dr.  William  Campbell  menghabiskan  banyak  waktunya  menerangkan  tentang  Embryologi… 
sekitar  setengah  dari  pembicaraannya  –  dalam  hal  geologi  cukup  banyak  –  dan  menyentuh 
juga  enam  topik  lainnnya  –  saya  catat  itu.  Dalam  bidang  Geologi,  kita  sekarang  tahu  –  para 
geologis, mereka bilang, bahwa radius dari bumi sekitar 3750 mil, dan dalam lapisan terdalam 
adalah cairan yg sangat panas, dan tidak bisa menopang kehidupan. Dan bagian luar dari kulit 
bumi yg kita tinggali, sangat tipis – sekitar 1 s/d 30 mil. Dibeberapa bagian sangat tebal, tapi 
kebanyakan 1 s/d  30 mil. Dan ada  kemungkinan besar bahwa lapisan luar kulit bumi – akan 
bergoyang.  Ini  karena  ‘fenomena  melipat’,  yg  meningkatkan  jangkauan  pegunungan,  yg 
memberi stabilitas kepada bumi.  
Dan  Quran  bilang  dalam  Surat  Nabaa,  Bab  78,  Ayat  6  dan  7…  Bukankah  Kami  telah 
menjadikan  bumi  itu  sebagai  hamparan?..  (Arab)  …  dan  gunung‐gunung  sebagai  pasak?. 
Quran  tidak  bilang,  gunung‐gunung  dilempar  bagai  pasak..  gunung‐gunung  sebagai  pasak. 
Kata Arabnya “Autaad’ artinya ‘pasak’.. artinya ‘tiang pasak’.  
Dan  hari  ini  kita  telah  tahu  dalam  bidang  Geologi  modern,  bahwa  gunung2  punya  akar2  yg 
dalam. Ini diketahui sekitar pertengahan abad 19, dan bagian luar yg kita lihat sebagai gunung 
adalah bagian terkecil. Bagian terdalam adalah didalamnya – persis seperti pasak yg ditanam 
ketanah  –  atau  seperti  puncak  gunung  es.  Anda  bisa  melihat  puncaknya  tapi  90%  tubuhnya 
ada didalam air.  
Quran berkata dalam Surat Gashiya bab 88 ayat 19, dan Surat Naziat, Bab 79 Ayat 32 … (Arab). 
… “Dan gunung‐gunung dipancangkan‐Nya dengan teguh”.  
 
Saat  ini  setelah  Geologi  modern  telah  maju,  dan  Dr.  William  Campbell  bilang  bahwa  ..  “Dg 
teori dari pelat tektonik – yg diajukan ditahun 1960, yg membuat jangkauan pegunungan jadi 
meluas.” Para geologis saat ini benar berkata bahwa gunung2 memberi stabilitas pada bumi – 
Tidak semua Geologis, tapi banyak yg berkata demikian.  
 
 
 
(Ali Sina))  
Dr. Cammpbell sudah h menjelaskaan bagaiman na gunung2 dibentuk daalam bahasaa sains. Semua yg 
Dr. Naikk katakan tid
dak masuk aakal. Dia bilaang “Tidak seemua Geologis” tapi ban nyak dari meereka 
mengattakan gunun ng‐gunung m memberi stabilitas pada bumi. Dia p pikir sains ittu seperti hu
ukum 
islam  dimana 
d tiap  mullah  dap
pat  mempunyai  tafsir  mereka 
m sendiri.  Maukaah  dia  menyyebut 
nama2  agar  kami  dapat  memastikan  siap pa  tepatnya  “para  geolo
ogis”  yg  berrkata  begitu
u  dan 
memerriksa keaslian n keilmuan mmereka? Sayya harap mereka bukan llulusan Univversitas Al Azzhar. 
 

Permukaaan bumi terrbuat dari rangkaian pelaat luas (sepeerti potongan jigsaw puzzzle raksasa)). 
Pelat2 ini secara konstan bergeraak beberapaa centimeterr setahun. Gerakan ini disebut 
Continen ung2 dari peelat2 ini, berrgesekan satu sama lain,, dimana lalu
ntal Drift. Uju u terjadi aktiivitas 
geologis, seperti gemmpa bumi, vo olkano, dan pembentukaan gunung2. 
 
Perpindaahan arus maassa dibawah pelat men nggerakan peelat2 tsb keaarah yg berb
beda2. 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber panas yg menggerakan perpindahan arus adalah karena peruntuhan radioaktif yg 
terjadi jauh didalam perut bumi.  
http://www.faithfreedom.org/debates/NaikCa9.gif 
Ketika dua pelat tektonik berbenturan mereka saling menekan hingga sebuah daratan 
terbentuk dan menggulung. 
 

 
 
Gerakan ini sering menyebabkan satu pelat terdorong keatas pelat lain. 
 
 

               
 
Ketika satu pelat terdorong kedalam bumi, ia mulai mencair dan mendorong pelat satunya lagi 
keatas dan membentuk pegunungan. 
 
Dibeberapa  tempat  kontinen2  bertumbukan,  ditempat  lain  mereka  terbawa  arus.  Pelat 
kontinental  patah  ketika  sebuah  magma  panas  muncul  dari  kedalaman  dan  mendorong  kulit 
bumi dan menyebabkan tekanan yg lalu mendorong kontinen tsb dan membuatnya patah dan 
terpisah.  Aliran  lahar  dan  gempabumi  biasanya  terjadi.  Dalam  diagaram  dibawah  anda  dapat 
lihat  bahwa  kulit  kontinental  mulai  terpisah  menciptakan  batas  pelat  yg  berbeda.  Ketika 
perbedaan muncul dalam sebuah kontinen maka ini disebut celah.  
http://www.moorlandschool.co.uk/earth/tectonic.htm 
 

 
 
Ini contoh dari sebuah batas pelat yg berlainan (dimana pelat2 tsb bergerak menjauh satu sama 
lain). Lautan Atlantik diciptakan dengan proses ini. Punggung Bukit Mid‐Atlantik adalah sebuah 
area dimana dasar laut baru terciptakan 
 

 
 
Ketika lembah celah membesar dua pelat kontinental terbentuk dari yg semula satu. Batu2an 
panas terus mendorong kulit bumi dan menciptakan lapisan baru. 
 

 
 
 
Ketika lembah celah membesar, air berkumpul membentuk sebuah lautan. Punggung Bukit 
Mid‐Atlantik sekarang ada 2000 meter diatas dasar laut terdekat, yg mana pada kedalaman 
sekitar 6000 meter dibawah permukaan laut. 
 

 
 
Dasar laut terus meluas dan pelat2 menjadi makin besar dan besar. Proses ini dapat dilihat 
diseluruh dunia dan menghasilkan sekitar pelat baru seluas 17 km persegi setiap tahun.  
 
Dasar Lautan terus menerus bergerak, bergerak dari pusat dan tenggelam diujungnya. 
 
 

           
 
Ketika pelat2 kontinental bertumbukan, batu2 cair mendorong keatas sepanjang celah yg 
terbentuk dan melalui titik2 yg terlemah, menyemburkan volkano yg mematikan. 
 
Terdapat banyak jenis2 gunung: 
 

 
 
Dome Mountains, terbentuk ketika batu cair mendorong keatas dari bawah bumi. 
 
Fault Block Mountains, terbentuk ketika pecahan/celah pada kulit bumi mendorong materi2 
atau blok2 batu keatas dan mendorong benda lainnya kebawah. 
 
Fold Mountains, terbentuk ketika lapisan2 bumi bereaksi mendorong dari semua sisi, seperti 
sepotong kertas yg terlipat ketika didorong bersamaan. 
 
Volcanic Mountains, terbentuk dari Lahar yg mengeras setelah menyembur dari sebuah 
volkano. 
 
 
Residual Mountains, adalah gunung2 yg sesungguhnya adalah pelat2 yg telah rusak/patah 
karena erosi. 
Sumber: http://www.woodlands‐junior.kent.sch.uk ... /types.htm 
 
 
 
Potongan dari Pengunungan Alpen Perancis : Dari Universitas Leeds. Perhatikan tidak ada 
tanda2 akar/pasak. 
 

 
 
Pandangan lewat satelit di Pennsylvania Appalachian adalah contoh dari Fault Block Mountain. 
 

 
Pandangan Utara pada berakhirnya Rundle Thrust Sheet, Rocky Mountains. 
 
Apa yg terjadi jika menarik taplak meja dari ujungnya dan mengelosornya melewati meja? Akan 
kusut. Itulah kurang lebih bagaimana gunung terbentuk. Gunung2 adalah kusutan2 yg dibentuk 
oleh kulit bumi. 
 
Ironisnya tanpa gempa bumi yg mengerikan ini kehidupan dibumi tidak akan berevolusi. 
Gerakan kontinental membuat karbon dioksida dilepas keatmosfir. Ini penting utk kerja 
fotosintesa dari tumbuh2an dan juga menjaga suhu dari bumi utk tetap konstan yg sangat perlu 
bagi kehidupan utk berkembang. [www.deccanherald.com/deccanherald/jan172005/snt3.asp].  
Jika anda punya software Quicktime terpasang pada komputer anda, anda bisa mengklik 
gambar2 animasi berikut dan lihatlah bagaimana gunung2 terbentuk. 
 

 
Mesozoic Subduction 
 
Penjelasan: Menggambarkan proses geologi yg biasa ditemukan pada zona subduksi. Batu2 
didaerah California dibentuk lewat cara ini. 
 

 
Benturan Himalaya 
 
 
 
Plio‐Pleistocene Oblique Shortening against the San Andreas fault 
 
Penjelasan: Pada tahap akhir rotasi, penyesuaian dari batas pelat menghasilkan pemendekan 
utara selatan dari Transverse Ranges. 
 
 

 
Miocene: Rifting and rotation, volcanism, crustal upwelling and deposition in marine basins. 
 
Penjelasan: Rotasi dari Transverse Ranges dan erupsi dari gunung volkano Conejo ketika waktu 
Miocene. 
 

 
Formasi dari Big Southern Butte, eastern Snake River Plain, Idaho 
 
Penjelasan: Big Southern Butte adalah sebuah komplek yg berumur 300.000 tahun dari dua 
buah kubah rhyolit dan aliran basalt yg jauh lebih tua lagi yg muncul hingga 2500 kaki diatas 
dataran sungai Snake. Kubah2 terbentuk ketika magma rhyolite membentuk kolam dibawah 
dataran sungai Snake. 
 

 
Dike Emplacement at Craters of the Moon National Monument 
 
 
Kawah2 dari lahar bulan yg tersebar sekitar 618 mil persegi dan adalah daerah lahar basaltic 
muda yg terbesar di 48 negara bagian. Areanya berisi lebih dari 25 kerucut volkanik termasuk 
kerucut yg menghamburkan volcano. 
Sumber : http://emvc.geol.ucsb.edu/downloads.php 
 
Ini seharusnya cukup bukti bahwa Quran salah dan gunung2 itu tidak seperti pasak yg menjaga 
bumi utk bergetar. Ingat bahwa Dr. Naik mengulangi beberapa kali, “Yg kita perlukan cukup 
satu kesalahan utk membuktikan Quran tidak berasal dari Tuhan”. Belakangan akan saya 
jelaskan darimana ide gunung2 seperti pasak dan menjaga bumi dibawah kita dari getaran itu 
datangnya. 
 
 
Rahmanhadiq; Pada pemaparan diatas, Ali Sina menampilkan penalarannya tentang
terbentuknya Gunung Berapi. Walaupun pemaparannya sedikit berbau Ilmiah, tetapi dia
hanya mengadopsi salah satu tayangan di sebuah situs internet yang diklaimnya sebagai
satu-satunya teori tentang penbentukan Gunung Berapi yang sesungguhnya. Padahal
beberapa tahun terakhir ini saja, banyak sekali teori atau postulat yang ditemukan oleh para
pakar Geologis sesuai hasil terbaru yang terungkap di lapangan. Setiap penemuan baru yang
didapat oleh seorang ahli Geologi akan mematahkan teori yang ada sebelumnya, atau
menimbulkan teori baru yang kadang-kadang saling bertentangan atau sebaliknya dapat juga
saling menguatkan atau menghasilkan teori yang benar-benar baru sama sekali. RSD hanya
memperlihatkan lokasi-lokasi dimana dia pernah Bertapa di dalerah pengunungan tersebut
lalu menghubungkan hasilnya sebagai sebuah kesimpulan yang falid.
Pada teori yang disampaikan oleh pakar Pegunungan Gadungan ini, sama sekali
mengabaikan pembentukan gunung-gunung yang disebabkan pengaruh panas inti Bumi yang
temperaturnya mencapai 5000oC‐ 6000oC. Dia membayangkan terjadinya gunung di areah
pegunungan seperti menarik taplak meja yang menjadi kusut, dimana pada puncak kain kusut
akan terbentuk gunung-gunung sedangkan pada kain yang terlipat akan terbentuk lembah-
lembah. Begitulah nalar di Prosfessor gadungan itu bekerja, karena dia mencontek begitu saja
dari tayangan internet yang menyebabkan dia besar kepala. Dia hanya mampu mengcopy-
paste saja, makanya dia hanya mampu menerangkan teori kunonya itu dengan kecanggihan
program animasinya. Padahal terbentuknya gunung itu lebih dominant , dipengaruh oleh
adanya tekanan akibat panas inti Bumi yang bergejolak, dari pada terhadap Gerekan atau
patahan lempeng Bumi. Justru pergerakan lempeng atau patahan kulit bumi yang disebabkan
oleh terjadinya tekanan yang kuat dari gejolak panas pada magma yang terdapat dilapisan
inti Bumi. Soelah-olah dia mengabaikan begitu saja pengaruh tekanan panas bumi terhadap
terbentuknya gunung-gunung.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bumi kita berbentuk bola dengan radius sekitar 6500 Km.
Permukaan bumi tidak datar, ini disebabkan oleh tekanan dan desakan dari dalam bumi dan
juga karena perubahan dari berbagai tekanan di atas permukaannya. Dari bukti-bukti sain,
menunjukkan bahwa lapisan bumi hanya mengadung 20% padatan, yaitu lapisan Litosfir
(kedalam sekitar 100 km) dimana ini berupa lapisan atau permukaan gunung terbentuk dan
dan bebarapa lapis tanah kebawahnya , lapisan kerak dan selubung (ketebalan 100 – 1000 km),
dan 80% sisanya adalah air sebagai penstabil suhu dan magma yang bergejolak panas.
Lapisan paling dalam (inti bumi) mencapai kedalaman setebal sekitar 5500 –6500 Km berupa
magma dengan suhu mencapai 5000o C – 6000o C dejarat celcius, diikuti oleh lapisan
diatasnya berupa lapisan yang disebut dengan Mantel (kedalaman 2500 –3000 Km) yang juga
berupa magma panas bersuhu 2200 o C.

Jadi sebenarnya padatan yang ada dipermukaan bumi, yang berupa Lempeng atau kerak Bumi
ini, hanyalah lapisan tipis (lebih kurang 35 – 100 Km) yang seakan-akan mengapung diatas
magma yang panasnya berkisar antara 2000  oC – 6000  o C, bagaikankan selimut yang
dibentangkan , lalu dihamparkan diatas Lumpur dan bara api yang panas bergejolak
dibawahnya. Diatas selimut yang dihamparkan itulah seluruh makhluk hidup ini
berakatifitas.
Maka pantaslah pada lapisan ini, sering terjadi getaran yang kalau kuat (di atas skala 5
rhicter) menghasilkan gempa bumi. Hal ini disebabkan karena lapisan pusat Bumi ini
menyimpan energy panas yang sangat besar yang sewaktu-waktu bisa meledak apabila bumi
ini tidak dirancang dengan sistim pendingin dan sitim peredam getaran yang tercanggih yang
diciptakan sang Pencipta, karena adanya efek ketidakstabilan yang berasal dari arah
kedalaman Bumi. Dari mana datangnya panas Inti bumi itu?

Bagaimana hubungan antara gunung berapi dengan gempa? Dari hasil penemuan sain,
menunjukan bahwa lapisan atas bumi ini akan selalu mengalami pergeseran dan pergerakan.
Penyebabnya adalah adanya sumber panas yang sangat hebat yang berasal dari lapisan
bagian dalam bumi. Panas yang sangat tinggi ini menyebabkan bebatuan dan unsur-unsur
mineral menjadi cair dan berbagai macam gas terperangkap di dalam magma tersebut.
Artinya terdapat sekitar 40  –  50% dari volume bumi, mengandung magma panas yang
tersimpan di bagian dalam bumi. Magma yang panas tersebut akan memuai lalu naik keatas
mendesak lempeng dan kerak bumi yang berada di atasnya , sehingga menyebabkan lempeng-
lempeng itu saling menjauh.
Ketika magma mencapai bagian atas yang lebih dingin, maka magma tersebut akan
menyusut dan memadat karena adanya tahap-tahap atau proses pendinginan. Akibatnya
lempeng-lempeng tersebut akan bergerak kembali mengisi ruang magma yang menyusut dan
memadat tersebut. Pada saat lempeng-lempeng itu bergerak kembali, maka akan terbentuk
lagi retakan-retakan yang menyebabkan magma dibagian bawah terdorong keatas diantara
retakan tersebut. Apabila magma cair mempunyai kekuatan yang cukup besar, maka lapisan
magma yang sudah memadat tersebut akan terus didesak keatas secara bertahap hingga
akhirnya mencapai permukaan bumi dan terbentuklah gunung berapi. Proses ini akan terjadi
berulang-ulang sehingga permukaan gunung itu makin lama makin tinggi juga. Gal ini akibat
desakan magma dari arah bawah kepundan gunung berapi yang mengeluarkan muntahan
magma dan semburan batu-batuan yang menyumbat kawah gunung diatasnya. Hal ini
dapat dibuktikan bahwa sebagaian besar gunung-gunung yang usia sangat tua akan
menjulang tinggi sekali.
Konsistensi magma dapat berubah dari cair menjadi semisolid lalu menjadi padat selama
proses pendinginan. Magma yang bersifat semisolid atau setengah cair ini bersifat lentur
sehingga dapat berfungsi menahan setiap getaran atau goncangan yang terjadi akibat
benturan-benturan dari lempeng-lempeng yang bergerakan dan bertabrakan tersebut. lapisan
magma semi solid ini bagaikan lapisan busa atau per yang dapat meredam getaran yang
berasal arah horozontal atau arah vertikal.
Jadi jelaslah bahwa terdapat hubungan sebab akibat dan hubungan saling menstabilkan
antara terbentuknya gunung berapi dengan gerakan lempeng yang menyebabkan berbenturan
atau gempa tersebut. Hal ini dapat dibuktikan, dimana pada daerah yang banyak terdapat
gunung berapi, maka disana banyak pula terjadi pergeseran dan pergerakan lempeng, seperti
yang ditampilkan pada gambar globe diatas yang disajikan oleh Profesor Ali Sina tadi,
walaupun penyajiannya sudah ketinggalan zaman. Begitu juga sebaliknya , jika semakin
banyak terdapat gerakan dan patahan lempeng tektonik di daerah tersebut maka semakin
banyak juga gunung aktif menyebar disana disana. Getaran tektonik maupun getaran
Volkanik akan terus terjadi dan tidak henti-hentinya selama bumi masih panas , namun yang
terasa hingga kepermukaan Bumi atau yang disebut dengan Gempa Bumi ( biasanya di atas
skala 5 Richter), tidaklah begitu banyak. Hal ini disebabkan karena Gunung-gunung aktif
yang sudah terpancang di daerah-daerah rawan tersebut berabad-abad yang lalu , telah
menunjukan fungsinya untuk menstabilkan getaran sehingga tidak meluluh lantakkan
perkampungan manusia diatasnya. Jadi keterangan ayat Al Qur’an surat Lukman nomor 10
yang berbunyi “ Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak
menggoyangkan kamu “; tidak bertentangan dengan penemuan sain di bidang Geologi.

Disamping peredam getaran, kepundan Gunung berapi juga bertindak sebagai pori-porinya
bumi untuk melepaskan uap panas dan gas berbahaya lainnya untuk dinetralkannya ke udara.
Bayangkan kalau tidak ada gunung berapi aktif, mau dikemanakan gas-gas yang bertekanan
kuat ini dibuang ?, pasti bumi ini akan meledak karena seluruh saluran pembuangan gas
tertutup rapat.
Kalau dilihat dari atas pemukaan bumi , mungkin saja Gunung itu kecil tetapi kalau
ditelusuri kedalamnya, maka dibawahnya berhubungan dengan pusat bumi atau magma yang
sangat panas , dan antara satu gunung dengan Gunung lainnya bisa saja saling berhubungan
dibawahnya.
Jadi benar apa yang di gambarkan oleh Ayat Al Qur’an , bahwa Gunung berapi itu bagaikan
tonggak yang dipancangkan yang akarnya jauh menusuk bumi. Untuk lebih jelasnya
bayangkan saja , ketika tubuh Setan seperti Ali Sina dipancangkan di atas gejolak Magma
panas yang menghisapnya ke Inti Bumi.
Begitu juga keterangan Al Qur’an yang sudah menjelaskan bahwa bumi ini selalu bergerak
sebagaimana pergerakan lempeng tektonik yang sudah dibuktikan oleh penemuan sain di
abad Millenium ini , yaitu pada surat An Naml nomor 88 yang berbunyi “ kamu lihat
gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai
jalannya awan”. Ayat ini mempunyai makna yang cukup luas, bukan saja menunjukan
bahwa Bumi itu bergerak sesuai dengan gerakan lempeng, tetapi Bumi ini juga bergerak
cepat yang menunjukan bahwa bumi ini bergerak dengan cara Rotasi (bahkan bergerak
mengorbit matahari), sebagaimana awan ikut bergerak diatas permukaannya. Jadi
Keterangan Al Qur’an ini telah mendahului penemuan sain di bidang Geologi, bahkan
menerangkan tentang rotasi dan Orbit Bumi. Kebenaran keterangan Al Qur’an ini
merupakan bukti yang tidak terbantahkan, padahal ayat ini tertulis jauh sebelum manusia
abad millienium membuktikannya. Tetapi RSD ini tetap saja menyangkalnya, ini karena dia
baru saja turun dari persemediannya di sebuah kepundan Gunung berapi.
Jadi terbuktilah bahwa terbentuknya Gunung berapi dan pergerakan lempang kerak bumi ,
juga disebabkan oleh pengaruh tekanan panas magma yang bergejolak dari bagian terdalam
bumi. Tetapi Profesor Gadungan ini mengabaikan begitu saja Efek Panas Inti Bumi
terhadap pembentukan Gunung berapi. Mungkin selama ini dia tidak merasa panas dengan
api atau magma inti bumi , karena dia baru saja melalukan persiapan dan latihan
menghadapai hukuman merasakan panas api neraka kelak. RSD ini sudah lebih dulu
mempersiapkan latihan Fisik menghadapi siksaan yang akan diberikan padanya.

 
(Dr. Naik) :  
Saya  belum  pernah  ketemu  buku  geologi,  dan  saya  tantang  Dr.  William  Campbell  utk 
mengeluarkan  buku  geologi  tsb  –  Bukan  korespondesi  pribadi  dia  dg  para  geologis.  Hal  itu 
tidak berbobot. Korespondensi pribadinya dg Dr. Keith Moore… yg didokumentasikan. Dan jika 
anda baca buku “The Earth” yg dijadikan acuan oleh hampir semua universitas, dalam bidang 
Geologi, salah satu penulisnya adalah Dr. Frank Press, yg jadi penasihat dari mantan presiden 
USA,  Jimmy  Carter,  dan  pernah  menjabat  sebagai  presiden  Academy  of  Science  of  USA.  Dia 
menulis dalam bukunya bahwa .. “gunung‐gunung berbentuk baji – punya akar‐akar yg sangat 
dalam.  Dan  dia  bilang  bahwa  ..  “fungsi  dari  gunung  adalah  untuk  menstabilkan  bumi.”  Dan 
Quran berkata dalam Surat Ambiya Bab 21 ayat 31, dalam Surat Luqman, Bab 31 ayat 10, juga 
dalam  Surat  Nahl,  Bab  16  ayat  15,  bahwa  “Dan  Dia  menancapkan  gunung‐gunung  di  bumi 
supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu.” 
 
(Ali Sina)  
Dr.  Frank  Press,  dalam  bukunya  “”  menulis:  “Ketebalan  kulit  bumi  bervariasi  dari  mulai  35 
kilometer sampai 10 kilometer. Dalam sebuah bagian yg memanjang dari benua hingga lautan. 
Dibawah  gunung  tinggi,  kulit  bumi  menebal  hingga  setebal  65  kilometer.  Gambar  berikut 
menyatakan  bahwa  kulit  benua  mengambang  dalam  sebuah  lapisan  yg  lebih  padat  seperti 
gumpalan  es  yg  terapung  dilaut.  Gumpalan  es  terapung  karena  mereka  kepadatannya  lebih 
kecil  dari  air  laut.  Bisa  mengambang  karena  adanya  es  ber‐volume  besar  yg  ada  dibawah 
permukaan  laut.  Ketika  prinsip  Archimedes  tentang  daya  apung  diterapkan  pada 
pengambangan  gunung‐gunung  dan  benua‐benua,  hal  ini  menjadi  prinsip  isostasy,  yg 
menahan  kontinen  mengapung  yg  relatif  ringan  tsb  dalam  sebuah  lapisan  yg  lebih  padat; 
bagian besar dari volume kontinen tsb ada dibawah dasar laut karena alasan yg sama seperti 
gumpalan es yg bagian besarnya ada dibawah air laut. (rahmanhadiq; sebuah teori yang tidak
masuk akal dari RSD. Padahal makin kedalam bumi , makin panas. Tetapi dia mengatakan
makin kedasar lautan, makin lebih tebal lapisan esnya? Benar-benar ngaco isi pikirannya).
Alam  telah  menyusun  bahwa  topografik  luas  yg  terdiri  dari  gunung‐gunung  dan  kontinen 
adalah terkompensasi – hal ini didukung utamanya oleh daya ambang bukannya kekuatan dari 
kulit bumi.” (halaman 663‐664). dibawah lautan dan tebal dibawah benua, dan lebih tebal lagi 
dibawah  pegunungan  yg  tinggi.  Dalam  gambar  diatas,  jarak  horizontalnya  jauh  lebih  besar. 
(rahmanhadiq; ini membuktikan bahwa RSD ini telah menggunakan buku yang sudah kuno
dan sudah kadaluarsa. Bisa-basa aja dia membohongi umat beragama).   
 
 
Sekarang  mari  kita  lihat  apa  yg  Quran  katakan:  [78.7]  dan  gunung‐gunung  sebagai  pasak? 
[79.32]  Dan  gunung‐gunung  dipancangkan‐Nya  dengan  teguh,  [88.19]  Dan  gunung‐gunung 
bagaimana  ia  ditegakkan?  Ini  semua  bukanlah  pernyataan  sains.  Setiap  orang  buta  huruf  yg 
hidup  di  abad  ke‐7  tahu  bahwa  gunung‐gunung  itu  teguh.  Lagipula  gunung‐gunung  tidak 
menyerupai pasak. 
 
Rahmanhadiq; penolakan RSD terhadap kebenaran ayat Al Qur’an tersebut diatas, hanya
menunjukkan kebencian dan kedengkiannya semata. Karena dia tidak mampu menjelaskan
dengan tepat bagian mana dari ayat itu yang bertentangan dengan hasil penemuan Sain di
abad Milinium ini. Dia hanya mampu membantah tetapi tidak sanggup menghubungan
bantahannya secara lebih masuk akal dan terperinci untuk menolak kebenaran ayat tersebut.
Dia hanya menunjukan kebenciannya saja. Dia membayang dirinya tegak seperti tegaknya
sebuah gunung, kesombongannya melibihi tingginya gunung Everest di Pegunungan
Himalaya. Ibarat padi hampa yang mendongak paling atas. Tetapi dia buta sama sekali
dengan perumpamaan yang tersimpan di dalam ayat Al Qur’an, makanya dia tidak akan
mampu mendalami makna tersirat yang terpapar di dalam tulisan Al Quran yang penuh
makna itu. RSD ini mengira daratan yang luas atau benua-benua ini bagaikan batu es yang
mengapung diatas lautan seperti berlakunya hukum Archimidest sehingga benua itu dapat
berpinda-pindah, dan juga tentang terbentuknya gunung berapi akibat perlipatan tanah
diatasnya , yang bagaikan taplak meja. Benar-benar asal ngomong si Ali Sina ini.

(Dr. Naik) :  
Fungsi dari gunung dalam Quran, diberikan utk menahan bumi dari bergetar. Tidak dikatakan 
dimanapun dalam Quran bahwa gunung‐gunung menahan gempa bumi.  
 
(Ali Sina) :  
Kemungkinan  apalagi  maksudnya  “menjaga  bumi  dari  bergetar”,  kecuali  adalah  “gempa 
bumi”?!  Jelas,  bahwa  “menjaga  bumi  dari  bergetar”  itu  artinya  adalah  menjaga  bumi  dari 
gempa! Atau anda mau memelintirnya lagi? Silakan membodohi diri sendiri. 
  
Rahmanhadiq; Ali Sina ini adalah Murid Dr Naik yang paling bodoh diantara mahasiswa
yang lainnya, makanya dia tidak mengerti juga dengan ucapan Dosennya tersebut.
Rupanya teman seangkatannya perlu membantu memberikan asistensi agar semester depan
dia dapat lulus dengan nilai pas-pasan. Baiklah, coba simak baik-baik kalimat yang
diucapkan oleh dosen kita tadi, “ Gunung itu tidak dapat menahan bumi yang bergetar”.
Artinya bumi itu akan terus bergetar walaupun ada banyak gunung berada di atasnya.
Gunung itu bukan untuk mencegah atau menghilangkan gempa, tetapi yang dimaksud oleh
ayat Al Qur’an tersebut adalah meredam getaran Gempa agar manusia tidak terganggu
beraktifitas diatasnya, tidak bergoncang bersamanya. Apa masih belum mengerti juga?
Kalau belum, maka lebih baik Ali Sina mengulang lagi semester depan, dasar Murid Ideot.

(Dr. Naik) :  
Dan  Dr.  William  Campbel  mengatakan  –  Dia  menulis  dalam  bukunya,  dan  bahkan  berbicara 
bahwa.. “Anda temukan dalam daerah pegunungan, ada bermacam‐macam gempa bumi, dan 
gunung‐gunung yg menyebabkan gempa.”  
Poin yg harus dicatat – Tak satupun Quran berkata gunung mencegah gempa bumi. Kata arab 
utk  Gempa  bumi  seperti  yg  dimengerti  Dr.  William  Campbell  adalah  ‘zilzaal’  atau  ‘zalzala’  – 
tapi kata‐kata yg digunakan dalam tiga ayat yg saya kutp adalah ‘Tamida.’  
‘Tamida’  artinya  ‘utk  bergetar/bergoyang’,  ‘utk  mengayun’,  ‘utk  berguncang’.  Dan  Quran 
berkata  dalam  Surat  Luqman,  Bab  31  ayat  10,  seperti  juga  dalam  Surat  Nahl,  baba  16  ayat 
15…”Dan Dia menancapkan gunung‐gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama 
kamu”.  
Adalah  ‘tamide  bikum’…  ‘guncang  bersama  kamu’,  artinya,  jika  gunung‐gunung  tidak  ada 
disana, jika anda berjalan, jika anda bergerak, bahkan bumipun akan bergerak bersamamu – 
jika  anda  berguncang,  bahkan  bumipun  akan  berguncang  bersamamu.  Dan  kita  tahu  secara 
normal  ketika  kita  jalan  dibumi,  bumi  tidak  berguncang,  dan  alasannya  adalah,  menurut  Dr. 
Frank  Press  dan  Dr.  Najjat  yg  berasal  dari  Arab  Saudi,  dan  dia  menulis  satu  buku  mengenai 
konsep ‘Geologi dalam Quran’, menjawab hampir semua hal yg Dr. William Campbell katakan 
– secara rinci.  
 
 
(Ali Sina) :  
Gunung‐gunung tinggi dibentuk melalui benturan pelat tektonik. Dalam planet dimana pelat 
tektonik tidak ada atau tidak berpindah, tidak ada benturan kontinental/benua, gempa bumi 
tidak  terjadi  dan  gunung  tidak  terbentuk.  Hasilnya  kehidupan  tidak  berkembang.  .  Ada 
terdapat  hampir  70  planet  dan  bulan  dalam  sistem  solar  kita.  Tak  satupun  yg  mempunyai 
jajaran pegunungan seperti bumi, ini mengesankan bahwa pelat tektoniknya tidak bergerak. 
Tapi  adalah  tidak  masuk  akal  utk  berkata  bahwa  orang  tidak  dapat  berjalan  dipermukaan 
planet‐planet  dan  bulan  ini  tanpa  membuat  tanah  dibawahnya  berguncang.  Ada  nggak  yg 
lebih  bodoh  dari  ini?  Malah  kebalikannya  yg  benar.  Dalam  planet‐planet  dimana  gunung‐
gunung tinggi tidak ada, tanahnya sangatlah stabil. 
 
Rahmanhadiq; Sepertinya RSD ini sedang membuat teori baru yang tidak ilmiah. Hal ini
menunjukan bahwa ternyata dia hanya bisa berkoar-koar memperlihatkan kesombongannya.
Tong kosong nyaring bunyinya, begitulah perumpamaan yang cocok bagi Ali Sina ini. RSD
ini hanya mampu menjual obat tahi kambingnya kepada orang-orang yang tidak mengerti
atau kepada teman-temannya yaitu Lalar hijau yang hinggap di mulutnya. Maka ketahuan
siapa dia sebenarnya. Dia tidak lebih dari sekedar pecundang yang tidak berguna. Dia tentu
telah melihat dengan mata kakinya sendiri selama bertapa di dalam kawah gunung berapi ,
bahwa setiap terjadi gempa yang diakibatkan oleh patahan lempeng bumi, maka akan
terbentuk lagi gunung berapi yang baru. Sudah berapa banyakkah gunung berapi yang
terbentuk setelah Gempa yang disebabkan oleh patahan-patahan itu?
Bukankah tadi sudah dijelaskan bahwa dataran atau tanah dimana manusia beraktifitas
hanya bagaikan selimut tipis yang dihamparkan diatas bara api atau magma panas yang
meleleh dibawahnya, maka wajar saja sering terjadi pegerakan pelat tersebut akibat
tekanan dan dorongan dari panas yang bergejolak dibawahnya. Bukan seperti balok es yang
mengapung diatas lautan , seperti yang digambarkannya di atas.
Kemudian retakan yang terbentuk akibat patahan tersebut, akan menyebabkan magma
terdorong keatas (kalau patahan itu mencapai lapisan magma dibawahnya) lalu menutupi
retakan tersebut, kemudian diikuti oleh proses pendinginan dan membentuk magma yang
semi solid. Tidak semua patahan itu akan menghasilkan gunung api, tetapi hampir semua
patahan dapat mengaktifkan gunung berapi yang berdekatan di daerah lempeng itu. Hal ini
menunjukan bahwa dasar gunung tersebut saling berhubungan akibat adanya magma
dibawahnya. Sedangkan dibawah dasar gunung berapi juga terdapat magma yang bersifat
semi solid yang mampu meredam getaran yang diakibatkan benturan tadi. Tetapi jika
magma yang mendesak tersebut terlalu kuat maka akar-akar gunung yang berdekatan
dengan areal tersebut menjadi aktif untuk mengeluarkan tumpahan lumpur panas atau
magma. Tidak semua patahan atau lipatan akan menghasilkan getaran kepermukaan karena
terdapat sistim peredam getaran yang canggih di bawah permukaan bumi ini.
Kemudian RSD ini mengatakan bahwa terdapat “70 planet dan sebuah bulan pada sistim
tatasurya kita”. Ini namanya penemuan baru ala Profesor Gadungan. Selama ini para
ilmuan, baru menemukan 9 planet, bahkan planet Pluto sekarang ini telah dikeluarkan dari
sistim tata surya, sehingga tinggal 8 yang diakui sebagai planet. Namun si Profesor Luar
biasa ini mengatakan bahwa sudah ditemukan 70 plenet di tatasurya bumi. Bahkan si
professor ini telah menerangkan prinsip terjadinya gunung di planet-planet lainnya.
Mungkin dia ini sudah kembali dari Plenet-planet tata surya tersebut , sehingga dia
memastikan tentang terbentuknya gunung-gunung di planet lain tersebut. Benar-benar
pembual RSD ini. Jangankan untuk pergi ke planet lainnya (Venus, Yupiter atau Pluto, dll)
, untuk mendarat disana saja belum ada pesawat ciptaan manusia bumi yang sanggup.
Teori tentang pembentukan gunung di planet lain baru sebatas dugaan , tetapi si Professor
gadungan ini sudah memastikannya sendiri.
Bukankah pada pelajaran diatas sudah disinggung bahwa di daerah yang banyak
gunungnya, maka banyak pula terjadi gempa, sebaliknya pada darerah yang tidak banyak
gunungnya jarang terjadi gempa. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan sebab
akibat dan hubungan saling menstabilkan antara terbentuknya Gunung Berapi dengan
banyaknya terjadi gempa atau patahan di daerah tersebut. Dalam hal ini, gunung-gunung
berfungsi sebagai titik-titik atau simpul-simpul yang dapat membantu menahan goncangan.
Bukankah sudah dijelaskan bahwa kalau sekiranya, permukaan bumi ini tidak terdapat
gunung sama sekali, maka pecahlah bumi ini karena tidak ada sistim yang mampu
melepaskan panas dan gas yang terperangkap melalui cerobong (kepundannya) dan
meredam goncangan dari bawahnya. Jadi keterangan ayat Al Qur’an tidak salah dengan
kenyataan yang ada. Hanya Ali Sina yang tidak mampu menerima kebenaran. Yang ada di
dalam pikiran RSD ini hanyalah rasa dengki dan kebencian.

(Dr. Naik) :  
Dr.  William  Campbell  dalam  bukunya  menulis  bahwa..  “jika  gunung‐gunung  mencegah  bumi 
berguncang, lalu kenapa anda temukan gempa bumi didaerah pegunungan.” Saya bilang, No, 
dimana Quran bilang, gunung mencegah gempa bumi. Gempa bumi adalah ‘zilzaal’ – dan jika 
anda  lihat  definisinya  dalam  Oxford  dictionary,  dikatakan..  Gempa  bumi  terjadi  karena 
benturan  kulit  bumi,  terjadi  karena  semburan  gelombang  seismik  bertekanan,  karena  celah 
dalam  bebatuan,  atau  karena  reaksi  volkano.  Quran  berkata  tentang  ‘zalzala’  dalam  surat 
Zalzaal,  bab  99  –  tapi  disini  berkata  tentang  ‘tamida  bikum’  –  ‘utk  mencegah  bumi  ikut 
berguncang bersamamu.’  
 
(Ali Sina) :  
Perhatikan  bahwa  guncangan  ini,  menurut  Dr.  Naik  disebabkan  oleh  erupsi  volkano  atau 
gerakan tektonik. Ini bukan jenis gempa bumi yg kita kenal. Ini satu hal yg lain lagi. Guncngan 
ini dihasilkan dari orang‐orang yg berjalan. Tapi seperti yg diketahui orang‐orang, bumi tidak 
berguncang  ketika  kita  berjalan.  Alasannya?  Berterimakasihlah  pada  gunung‐gunung  yg 
mencegahnya  berguncang.  Bagaimana  bisa  orang  mengatakan  bahwa  makhluk  mini  seperti 
kita  manusia  dapat  membuat  satu  benua  berguncang  hanya  dg  berjalan  diatasnya?  Ini  jauh 
diatas mustahil. Ini kegilaan belaka.

Rahmanhadiq; RSD tidak mampu berpikir jernih dengan apa yang sudah diterangkan guru
besarnya Dr Naik. Padahal gurunya mengatakan sesuai dengan kesimpulan pakar geologi
yang terhebat di kolong bumi ini, dimana yang dimaksud dengan benturan kulit bumi adalah
berupa patahan atau gerakan kulit bumi. Sementara yang dimaksud dengan Erupsi volcano
adalah letusan gunung berapi yang menimbulkan getaran sedangkan gerakan tektonik
adalah gerakan lempeng bumi yang menghasilkan patahan atau lipatan sehingga kulit bumi
bergetar. Tetapi RSD ini tidak memahami dengan seksama sehingga dia membelokkan
kalimat tersebut menjadi kalimat “ manusia yang berjalan dipermukaan bumi”.. Makanya
janganlah terlalu memperturutkan kebencian sehingga tidak dapat memahami apa yang
disampaikan oleh gurunya.

(Dr. Naik) :  
Dan  utk  menjawab  pernyataan  ini…  ’Jika  gunung  mencegah  gempa  bumi,  kenapa  anda 
temukan gempa didaerah pegunungan?’ jawabannya adalah – jika saya bilang seorang dokter 
medis,  mencegah  sakit  dan  penyakit  pada  manusia,  dan  jika  seseorang  membantah..  ‘jika 
dokter  mencegah  penyakit  pada  manusia,  kenapa  anda  melihat  banyak  orang  sakit  dirumah 
sakit, dimana ada banyak dokter dibanding tempat lain.’  
 
(Ali Sina) :  
Benar‐benar persamaan yg menggelikan! Pasien ke rumah sakit SETELAH mereka sakit karena 
mereka  makhluk  hidup  dan  berpikir  dan  kesanalah  mereka  mendapat  perawatan medis  dan 
menjadi lebih baik. Mereka tidak sakit dirumah sakit (kecuali kalo rumah sakit di negara islam 
dg  tingkat  higienis  islam  yg  jorok).  Apa  Dr.  Naik  mencoba  membandingkan  gempa  bumi, 
sebuah  fenomena  alam,  dg  manusia? (rahmanhadiq; inilah contohnya manusia yang tidak
memahami sebuah perumpamaan, dan memang dari awal dia sama sekali tidak mengerti
dengan sebuah ungkapan perbandingan, dia memikirkan perumpamaan itu sebagai bahan
sain yang harus dipecahkan dengan persamaan rumus matematik.). Apa gempa bumi terjadi 
dulu  ditempat  lain  dan  kemudian  para  gempa  itu  memutuskan  utk  berkumpul  didaerah 
pegunungan?  Persamaan  ini  sangat‐sangat  menggelikan;  tapi  masih  saja  hadirin  muslimnya 
Dr.  Naik  begitu  bahagia  hingga  mereka  dg  spontan  bersorak  dan  bertepuk  tangan (
rahmanhadiq; RSD bertambah sakit hatinya mendengar ketawa dan kegembiraan orang-
orang beriman). Seorang lelaki kulit hitam malah hampir terjatuh dari kursinya karena tertawa 
berlebihan ( rahmanhadiq; tetapi RSD hampir pingsan mendengar suara ketawa, bagaikan
petir yang menggelegar). Apa yg diketawakan orang‐orang ini? Kebodohan mereka sendiri?! 
Sekarang  dunia  dapat  melihat  mereka  dan  menertawakan  mereka.  Seakan  semakin  dungu 
sebuah  pernyataan,  semakin  para  muslim  menyukainya.  Ini  mengungkapkan  kebangkrutan 
intelektual dari para Umat islam. Pantas saja mereka akan terus jadi manusia yg terbelakang 
dan dungu (rahmanhadiq; mana ada setan bisa melihat bayangannya di cermin sehingga dia
tidak mengenal dirinya sendiri. Padahal setan adalah makluk yang paling jelek, paling jorok,
paling bodoh dan paling dikutuki oleh manusia). Percayalah, berpikir tidak masuk akal adalah 
ciri  dari  muslim  ( Rahmanhadiq; pada hal dari tadi RSD ini bicara ngawur melulu).
Beberapa waktu lalu saya baca sebuah essay tentang seorang anak kecil muslim yg bertanya 
pada  guru  agamanya  bahwa  Quran  bilang  Jinn  akan  dihukum  di  neraka  tapi  Quran  juga 
berkata  bahwa  Jinn  terbuat  dari  api,  jadi  bagaimana  api  bisa  terluka  oleh  api?  Sang  guru 
menampar  anak  tsb  dan  bertanya  ‘sakit  tidak?’  Anak  malang  tsb  menjawab  iya;  sambil 
berlinang air mata. “Seperti Itu!”, jawab sang guru. “tanganku daging dan pipimu daging tapi 
sama  saja  sakit” (rahmanhadiq; cerita ini sudah diplintir oleh RSD ini, padahal yang
bertanya itu sebenarnya adalah anak-anak setan yang tidak pecaya kalau dia dapat dibakar
dan merasa sakit ketika disiksa di neraka nanti, dia bertanya kepada gurunya Dr Naik.
Tetapi setan itu menjerit kesakitan pada saat ditampar. Itu saja kok sakit, apalagi lagi
kalau dibakar hidup-hidup nanti di neraka, tentu kebih sakit sekali. Benar-benar pintar
sekali RSD membuat cerita yang cocok untuk dirinya) .
Muslim  bodoh  itu  tidak  terpikir  akan  hal‐hal  yg  masuk  akal.  Ini  adalah  sebuah  fallacy 
persamaan  yg  salah.  Tapi  otak  muslim  tidak  dilengkapi  cukup  rasionalitas  utk  berpikir  lebih 
dalam (Rahmanhadiq; bukankah dari sejak awal RSD selalu berdalih dengan alasan yang
tidak rasional sama sekali, padahal gurunya sudah menyampaikan pelajaran berkali-kali
untuknya). Dia  INGIN  percaya  dan  omong  kosong  apapun  jadi ( rahmanhadiq; dasar si
Tukang Tuding, kalau dia tidak mengerti , maka dia menuduh gurunya bodoh, ada-ada
wae). Ada beberapa situs yg menulis menentang saya. Saya terima banyak email dari muslim 
yg  bahkan  belum  pernah  membaca  artikel‐artikel  saya  ataupun  membaca  tulisan‐tulisan 
muslim  yg  mencoba  menyanggah  saya.  Dan  masih  saja  orang‐orang  ini  bilang  bahwa  saya 
telah disanggah dan memberi link pada situs‐situs website yg menggelikan tsb. Mereka INGIN 
percaya  bahwa  saya  telah  disanggah.  Mereka  akan  percaya  siapapun  yg  mengaku  telah 
menyanggah saya tanpa mencari kebenaran dari pengakuan itu (rahmanhadiq; percuma saja
memberikan sanggahan kepada RSD ini, karena dia tetap tidak akan memahaminya, dan
akan menghabiskan waktu percuma untuk melayaninya, seperti tidak akan banyak
membawa maafaat dalam berdiskusi. Dia akan ngawur ngidul membicarakan hal-hal yang
tidak relevan dengan topik masaalah). Pikiran muslim bekerja dg cara yg aneh. Disini Dr. Naik 
mencoba menjelaskan dg otak kelincinya contoh kenapa kebanyakan gempa terjadi didaerah 
pegunungan.  Tapi  tidakkah  dia  bilang  bahwa  Quran  tidak  membicarakan  gempa  bumi  dan 
bahwa  tamida  bukanlah  zilzala?  Jika  Quran  tidak  membicarakan  gempa  bumi  sama  sekali, 
kenapa  dia  mencoba  membenarkan  ayat  ini  dg  contoh  tololnya  itu? ( rahmanhadiq; ayat
tersebut tidak membicarakan tentang kejadian Gempa Bumi , tetapi tentang kebodohan
RSD sendiri). Jika  dia  puas  dg  jawabannya  bahwa  tamida  adalah  akibat  orang  berjalan 
dibumi, kenapa dia membicarakan tentang gempa‐bumi? Kenapa membuat kebingungan lagi? 
(rahmanhadiq; sebenarnya ayat ini membicara tentang kesombongan RSD yang berlagak
tinggi melebih gunung everest dan menusuk dalam melebihi inti bumi. Bunyi ayat itu
adalah “kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan
sampai setinggi gunung.” 37:17).
Ini  karena  semakin  bingung  hadirin  semakin  mudah  membohongi  mereka.  Dr.  Naik  cukup 
pintar  utk  tahu  bahwa  ‘tamida  bikum’  atau  ‘mencegah  bumi  berguncang  bersamamu’,  agak 
terlalu bodoh utk ditelan bahkan oleh para muslim yg kebanyakan menelan segala kedunguan 
dg  lahap,  jadi  dia  hibur  hadirinnya dg  mengatakan  pada mereka  bahwa  oke‐oke  saja  gempa 
bumi  kebanyakan  terjadi  didaerah  pegunungan,  meski  fakta  mengatakan  bahwa  Quran 
berkata gunung seperti pasak yg mencegah bumi berguncang dan kemudian dia beri contoh 
menggelikan tentang pasien dan dokter (rahmanhadiq; RSD mengira para hadirin yang ikut
di acara debat tersebut bingung dengan pemaparan DR Naik, padahal yang bingung itu
adalah RSD ini, karena dia tidak dapat menggunakan nalarnya dengan baik. Tetapi dia
hanya mampu memperlihatkan kebenciannya setelah mendengar semua orang sudah
mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Guru besar Dr Naik. Padahal yang hadir di
acara tersebut adalah para intelektual dan para cendikiawan yang mempunyai pemahaman
rata-rata berada jauh diatas dia. Dia hanya mampu berkoar-koar dan merasa sakit
kupingnya mendengar berita kebenaran ayat-ayat Al Qur’an yang disampaikan oleh orang
yang lebih mengetahui. Sedangkan si Ali Sina ini hanyalah seorang sipecundang yang tidak
mendapat kursi untuk dapat duduk bersama manusia-manusia cerdas. Kalau RSD ini ikut
hadir, maka pasti dia akan tertidur atau membuat keonaran disana, karena acara tersebut
tidak buat orang idiot).
 
Oceanology (Ilmu Kelautan) dari Quran,  
 
(Dr. Naik) :  
Dalam  bidang  kelautan,  Quran  berkata,  dalam  Surat  Furqan  bab  25  ayat  53,  bahwa  “Dan 
Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang 
lain  asin  lagi  pahit;  dan  Dia  jadikan  antara  keduanya  dinding  dan  batas  yang  menghalangi.” 
Quran berkata dalam Surat Rahman Bab 55 ayat 19 dan 20 … (Arab)…”Dia membiarkan dua 
lautan  mengalir  yang  keduanya  kemudian  bertemu,  antara  keduanya  ada  batas  yang  tidak 
dilampaui oleh masing‐masing.” Sebelumnya komentator dari Quran bertanya‐tanya…”apa yg 
dimaksud Quran? Kita tahu mengenai air tawar dan asin – tapi diantara mereka ada batas – 
meski  bertemu  keduanya  tidak  bercampur.  Saat  ini  setelah  kemajuan  bidang  kelautan,  kita 
jadi  tahu,  bahwa  apapun  tipe  air  yg  mengalir  kedalam  tipe  air  lain,  ia  akan  kehilangan 
konstituennya,  dan  dijadikan  satu  kedalam  aliran  air  tsb.  Ada  area  yg  terpisah  antara 
keduanya, yg oleh Quran disebut sebagai ‘Barzak’ ‘batas tak kelihatan’ dan ini telah disetujui 
oleh  beberapa  ilmuwan,  bahkan  di  Amerika,  seorang  ahli  kelautan  Dr.  Hay.  Dan  Dr.  William 
Campbell  menulis  dalam  bukunya  bahwa…’adalah  sebuah  fenomena  yg  dapat  diselidiki. 
Nelayan  waktu  itu  tahu  ada  dua  jenis  air,  tawar  dan  asin  jadi  Muhammad  selama 
perjalanannya ke Syria, dia bisa jadi kelaut, atau berbicara dg para nelayan ini.’ Air tawar dan 
air asin adalah sebuah fenomena yg dapat diamati, saya setuju – tapi orang tidak tahu bahwa 
terdapat  ‘batas  yg  tak  kelihatan’  hingga  belakangan  ini.  Poin  sains  yg  dapat  dicatat  disini 
adalah ‘Barzak’ ‐ bukan air asin dan air tawar.  
 
(Ali Sina) : 
Jika  pemisahan  air  tawar  dan  air  asin  adalah  sebuah  fenomena  yg  dapat  diamati,  seperti  yg 
kelihatanya  disetujui  semua  orang,  lalu  kenapa  tidak  ada  seorangpun  yg  tahu  sampai 
‘kemajuan bidang kelautan’ membuat pengetahuan ini mungkin? Apa yg muhammad katakan 
adalah  persis  seperti  itu  dan  tidak  lebih.  Tidak  ada  “batas  tak  kelihatan”  antara  dua  air,  yg 
“tidak  dilampaui  masing‐masing”.  Tidak  ada  batas  apapun  –  tidak  ada  ‘barzakh’  sama  sekali 
diantara semua air. Air tidak bercampur seketika karena perbedaan suhu dan kepadatan tapi 
pada  akhirnya  akan  bercampur,  persis  seperti  anda  mencampur  krim  dalam  secangkir  kopi. 
Butuh waktu utk bercampur; itu sebabnya anda mengoceknya. Mereka yg melihat fenomena 
demikian mestilah menceritakan pengamatan mereka pd orang lain menggunakan perkataan 
yg  figuratif  bahwa  air  tidak  bercampur  SEAKAN  ada  batas  tak  kelihatan  diantaranya. 
Muhammad  nabi  dungu  itu  menjelaskan  ini  secara  harafiah  dan  mengklaim  ada  ‘batas  tak 
kelihatan’ diantaranya, yg ‘tidak dilampaui masing‐masing’. Jauh sekali dari benar. Semua air 
bercampur dan tidak ada batas penghalang, tak kelihatan atau kelihatan diantaranya. Ketika 
dua sungai mengalir membawa endapan dg warna yg berbeda bertemu, atau ketika air tawar 
dari  sungai  mengalir  ke  laut  air  asin,  orang  dapat  melihat  garis  batas  yg  kadang  panjangnya 
bermil‐mil  sampai  pada  akhirnya  menyatu.  Dimana  air  menyatu,  yakni  apa  yg  oleh  Dr.  Naik 
katakan  sebagai  ‘area  kemiringan  homogen’,  bukanlah  sebuah  ‘batas’.  Tapi  kebalikannya. 
Disana air tidak dilarang melampaui tapi malah menyatu. Sangat menakjubkan bahwa Muslim 
menegaskan kesalahan‐kesalahan Quran yg mencolok seperti ini dan menganggapnya sebagai 
keajaiban. Siapa yg akan percaya akan omong kosong seperti ini kecuali orang yg total dungu? 
Muslim yg tidak kritis (dan memang biasanya begitu) akan dng rakus melahap klaim science 
islam versi Zakir Naik sebagai nina‐bobo yg melenakan muslim. Selamat tertidur wahai muslim 
dalam buaian kebodohan. 

Rahmanhadiq;
Makanya , jangan bersemedi terlalu lama di Goa hantu atau di dalam kepundan Gunung
berapi , tetapi datanglah ke pertemuan antara mata air di dalam tanah yang mengalir
kepada muara di sebuah laut. RSD ini menganggap telah menjelajahi seluruh Bumi,
sehingga dia mengira bahwa dia sudah mengenal semua kejadian-kejadian ajaib di bumi ini.
Ini buktinya bahwa dia hanya ngaqur ngidul , jual kecap yang tidak bermutu, seperti katak
dibawah tempurung, lalu berpidato di depan orang banyak bahwa dialah yang paling Pintar,
dia sudah mengetahui segalanya. Inilah ciri-ciri seekor setan. Manusia tidak tahu diri ini ,
tidak mengerti sama sekali dengan yang dimaksud “ pertemuan dua air yang tidak
bercampur, seakan-akan ada pemisah diantara keduanya”. Dia mengira bahwa keterangan
Al Qur’an tidak saintis , karena yang dapat dibuktikannya selama ini hanyalah “ pasti air
sungai bercampur dengan air laut”. Si setan muara ini hanya dapat mengamati aliran air
sungai yang kotor bewarna coklat di sebuah aliran muara sungai yang pada akhirnya
menyatu di tengah laut. Namun dia belum pernah menyaksikan adanya sungai dibawah
laut yang airnya masuk kedasar lautan dimana air sungai ini tidak bercampur atau
memisahkan diri dengan air laut. Seperti yang terlihat dibawah ini (lihat disini );
Mr. Jacques Yves Costeau langsung menuju sungai bawah laut
Mr. Jacques Yves Costeau mendekati sungai
dasar laut

Sungai dibawah laut yang berasa tawar dan manis, terlihat


Mr. Jacques Yves Costeau “ baru muncul dari sungai bawah

Yang menyelam ini adalah ahli Oceanografer kebangsaan Perancis yang bernama “Mr.
Jacques Yves Costeau “. Foto ini telah diabadikan dan telah ditayangkan pada acara TV
`Discovery Chanel ‘ , pada hampir semua negara. Hampir semua orang sudah menyaksikan
kebenaran ayat Al Qur’an ini, kecuali RSD ini yang tentunya tidak mau menyaksikan film
documenter ini sama sekali. Kemudian dia menyebarkan kebohongannya ke seluruh dunia.
Sekarang dialah yang diketawai oleh pemirsa TV , kalau dia menyadari. Tetapi sayangnya
dia tidak pernah menyadari ketololannya itu. Si penyebar isu dan kebencian ini benar-benar
manusia yang tidak berguna dan biang kerok bagi umat manusia.
Menurut keterangan dari penyelam ini; “Pada suatu hari ketika sedang melakukan
eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa
kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak
melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran
yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan
mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-
tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan
sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak
kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai
pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan
fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua
lautan seperti yang diterangakan pada surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang berbunnyi; “Dia
membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada
batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dilanjutkan dengan keterangan
surat Al Furqan ayat 53 yang bernunyi ; “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan
antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Kedua ayat ini saling menguatkan
dan saling melengkapi sehingga terbuktilah kebenarannya. Padahal lokasi sungai itu tidak
terdapat di daerah laut Arabia tetapi di daerah Amerika Latin yang tidak pernah dikunjungi
oleh Nabi Muhammad. Namun Ali Sina tidak akan pernah mengakuinya. Karena
kebenciannya kepada ayat-ayat Al Qur’an melebih dari kemampuan nalarnya, sehingga dia
selalu berbicara ngawur ngidul tanpa arah seperti setan yang sedang kesurupan dengan
mantra-mantranya yang jorok itu.
Akhirnya Mr. Costeau pun masuk islam, karena dia adalah contoh Manusia sejati yang
mempunyai nalar dan hati yang bersih untuk menerima sebuah kebenaran yang datang dari
sang Pencipta.
Namun si Atheis Ali Sina ini, akan selalu menolak kebenaran , menyebar kebencian,
mengadu domba, membual, memfitnah, bersikap sombong, menolak adanya Tuhan yang
telah menciptakan dirinya dan seluruh alam semesta ini, sehingga dengan kedengkiannya
dan kebenciannya itu, lalu dia mengadudomba umat beragama agar mereka keluar dari
kebenaran dan dari jalan yang lurus.

Embryology dalam Quran  
 
(Dr. Naik)  
Dalam  bidang  Embryology,  Dr.  William  Campbell  menghabiskan  hampir  setengah  waktunya. 
Waktu  tidak  mengijinkan  saya  utk  menjawab  hal‐hal  kecil  yg  tidak  logis.  Saya  hanya  akan 
memberi  jawaban  singkat,  yg  akan  memuaskan,  insha  Allah.  Dan  yg  lebih  rinci,  anda  dapat 
melihat  Video  Cassette  saya  –  ‘Quran  and  Modern  Science’,  dan  kaset‐kaset  saya  yg  lain  … 
‘Quran and Medical Science.’  
Ada  sekelompok  Arab  yg  mengumpulkan  data  Quran  tentang  ‘Embryology’  dan  Hadits2  yg 
juga  tentang  ini.  Dan  mereka  memberikannya  pada  Professor  Keith  Moore,  yaitu  ketua  dan 
pemimpin Departemen Anatomi di Universitas Toronto, Kanada – Dan saat ini dia adalah salah 
satu ilmuwan terdepan dibidang ‘Embryology’. Setelah membaca terjemahan2 Quran tsb, dia 
diminta  utk  berkomentar,  dan  katanya..”Kebanyakan  ayat‐ayat  dalam  Quran  dan  hadits 
banyak  sesuai  dg  Embryology  Modern.  Tapi  terdapat  beberapa  Ayat  yg  saya  sendiri  tidak 
dapat  mengatakan  bahwa  ayat  itu  benar  ataupun  salah,  karena  saya  sendiri  belum 
mengetahui  tentang  itu.  Dan  ayat‐ayat  itu  aalah  dua  ayat  pertama  yg  diturunkan  dalam 
Quran,  dari Surat  Iqra  atau  Surat  Alaq,  Bab  96,  ayat  1  dan 2  yg  berkata  …  (Arab)…  “Bacalah 
dengan  (menyebut)  nama  Tuhanmu  Yang  menciptakan,  Dia  telah  menciptakan  manusia  dari 
segumpal darah.”  
Mengenai pernyataan Dr. William Campbell bahwa .. “Utk menganalisa arti dari sebuah kata, 
kita harus melihat apa arti kata itu pada saat kata itu diturunkan’ – Pada saat buku itu ditulis, 
dan dia benar ketika berkata bahwa kita harus menganalisa artinya, saat ayat itu diturunkan, 
dan kepada siapa ayat itu ditujukan. 

**Utk  topik  ini:  Lihat  jawaban  saya  (Ali  Sina)  pd  bagian  bawah  selanjutnya.  Apa  Islam  utk 
seluruh umat manusia?  

(Dr. Naik)  
Menyangkut pernyataan ini, mengenai Bible, saya setuju sepenuhnya, karena Bible ditujukan 
hanya untuk bangsa Israel, saat itu. Disebutkan dalam Injil Matius, 10.5‐6, Jesus Christ –pbuh‐ 
berkata  pada  murid‐muridnya..  "Janganlah  kamu  menyimpang  ke  jalan  bangsa  lain  atau 
masuk  ke  dalam  kota  orang  Samaria,  melainkan  pergilah  kepada  domba‐domba  yang  hilang 
dari umat Israel.” …  
Dalam Matius 15.24 …”Aku diutus hanya kepada domba‐domba yang hilang dari umat Israel." 
Jadi Yesus Kristus dan Bible hanya diperuntukkan bagi umat Israel. Karena memang ditujukan 
bagi  mereka,  utk  menganalisa  Bible,  anda  harus  memakai  pengertian  katanya, yg  digunakan 
disaat itu.  
Tapi Quran tidak hanya diperuntukan bagi orang Arab saat itu. Quran tidak hanya bagi para 
muslim. Quran diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, dan utk segala zaman.  
 
(Ali Sina) :  
Disini  lagi‐lagi  hadirin  muslimnya  memecah  kesunyian  dg  bersorak  sorai  dan  bersuit‐suit 
pertanda  kemenangan  yg  seakan  jelas  terlihat.  Bagi  mereka  ini  semua  adalah  kemenangan 
demi  kemenangan  (rahmanhadiq; Cuma sebatas pandangan iri inilah di RSD melihat
makna perdebatan itu, dia tidak akan pernah mampu memahami sebuah persoalan dengan
nalar yang jernih. Kuping dan matanya langsung sakit mendengar orang-orang beragama
mendengar berita gembira). Tapi,  jika  saja  Dr.  Naik  mengatakan  pada  mereka  bahwa  Quran 
bilang Muhammad datang hanya bagi orang‐orang Mekah dan sekitarnya saja, mereka tidak 
akan segembira itu. 
[Q  6.92]  Dan  ini  (Al  Qur'an)  adalah  kitab  yang  telah  Kami  turunkan  yang  diberkahi; 
membenarkan  kitab‐kitab  yang  (diturunkan)  sebelumnya  dan  agar  kamu  memberi  peringatan 
kepada  (penduduk)  Umulkura  (Mekah)  dan  orang‐orang  yang  di  luar  lingkungannya.  Orang‐
orang  yang  beriman  kepada  adanya  kehidupan  akhirat  tentu  beriman  kepadanya  (Al  Qur'an), 
dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (rahmanhadiq; ayat ini menjelaskan tentang
tujuan ayat Al Qur’’an diturunkan yaitu memperbaiki kitab-kitab sebelumnya. Padahal kitab
yang diperbaiki tersebut adalah kitab Taurat dan Injil serta Zabur. Ketiga kitab ini turun di
daerah Palestina untuk orang Yahudi sedangkan Al Qur’an turun di Mekah. Dua buah
tempat yang berbeda jauh dan berbeda bangsa pula. Lama sebelumnya bangsa Yahudi dan
Persia selalu merendahkan kaum Quraisy bangsa Arab, namun keterangan al qur’an banyak
memperbaiki dan jauh lebih lengkap dan sempurna dibandingkan dengan ajaran dan aturan
agama mereka. Hal ini berarti bahwa Muhammad mendapat mandat yang lebih kuat dan
syah dari sang Pencipta atau pengarang Kitab-kitab sebelumnya untuk disempurnakan dan
dimamfaatkan untuk seluruh umat manusia. Kitab itu bukan hanya ditujukan untuk orang
arab saja tetapi siapa saja yang berada diluar lingkungan arab, sesuai dengan bunyi ayat
tersebut diatas. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa ayat ini hanya ditujukan
untuk orang arab saja. RD ini telah salah paham dalam mengambil ayat untuk
mengadudomba umat muslim dengan umat nasrani. Yang ada di dalam otaknya hanyalah
kebencian dan adudomba semata.)

Umulqura adalah Mekah, hal yg sama dipastikan dalam ayat berikut:  
 
[Q  42.7]  Demikianlah  Kami  wahyukan  kepadamu  Al  Qur'an  dalam  bahasa  Arab  supaya  kamu 
memberi  peringatan  kepada  umulqura  (penduduk  Mekah)  dan  penduduk  (negeri‐negeri) 
sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada 
keraguan  padanya.  Segolongan  masuk  surga  dan  segolongan  masuk  neraka.  (rahmanhadiq;
ayat ini membenarkan dan memperkuat keterangan ayat diatas bahwa al Qur’an bukan
hanya ditujukan kepada bangsa arab di jazirah arab saja tetapi juga termasuk bangsa-bangsa
lain di luarnya.).

Ditempat  lain  Allah  berkata  pada  Muhammad  bahwa  dia  datang  bagi  orang‐orang  yg  masih 
belum menerima bimbingan.

[Q  32.3]  Tetapi  mengapa  mereka  (orang  kafir)  mengatakan:  "Dia  Muhammad  mengada‐
adakannya".  Sebenarnya  Al  Qur'an  itu  adalah  kebenaran  (yang  datang)  dari  Tuhanmu,  agar 
kamu  memberi  peringatan  kepada  kaum  yang  belum  datang  kepada  mereka  orang  yang 
memberi peringatan sebelum kamu; mudah‐mudahan mereka mendapat petunjuk.  
 
[Q 36.6] agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak‐bapak mereka belum pernah 
diberi peringatan, karena itu mereka lalai.  
 
( rahmanhadiq; ayat ini kembali memperkuat keterangan ayat sebelumnya bahwa al qur’an
diberikan kepada siapa saja umat manusia yang sama sekali belum pernah mendapatkan
petunjuk yang benar tentang ayat-ayat Allah. Artinya ayat ini dapat memberikan petunjuk
kepada orang-orang yang sebelumnya belum mendapat kebenaran atau dalam proses mencari
kebenaran. Hanya Iblis dan setan yang tidak dapat menerima dan mengakui keberadaan Al
Qur’an karena mereka bukan termasuk keturunan bapak-bapak dari umat manusia. RSD
tentu saja bukan manusia , tetapi dia adalah setan yang berujud manusia untuk memusuhi
seluruh umat manusia yang beriman kepada Allah)

Para  ahli  kitab,  yakni  yahudi  dan  kristen  dan  mungkin  juga  Zoroastrian,  punya  nabi  dan  kitab 
mereka  sendiri. (rahmanhadiq; jelas sekali RSD hanya berbicara dengan angan-angannya
yang kosong, sesuatu yang mungkin di dalam pikirannya sudah dijadikannya sebuah
kesimpulan yang tidak logis sama sekali.). Satu‐satunya  orang  yg  belum  menerima  kitab 
adalah orang Arab, khususnya Orang Arab di Mekah dan sekitarnya.(rahmanhadiq; rupanya si
setan ini mempunyai pikiran bahwa kata “disekitarnya” adalah sebuah batasan yang sangat
sempit yang menurutnya tidak lebih dari 1 Km pesegi, padahal kata diluar atau disekitar
mempunyai pengertian yang lebih dalam dari hanya sekedar batasan lokasi. Yaitu tentang
nilai sebuah kebenaran yang disampaikan oleh seorang manusia yang tidak mengenal batasan
tempat, ruang, dan waktu. Jika yang disampaikan itu sebuah kebenaran , maka orang lain
akan mengambilnya atau mengadopsinya untuk diterapkan di dalam kehidupannya,
dimanapun dia berada. Dimanapun nilai kebaikan itu berada maka manusia yang benar akan
saling nasehat-menasehati untuk saling bertukar informasi dan saling tolong menolong.
Namun Ali Sina ini sudah merasa sakit hati duluan sebelum orang-orang mendapatkan nilai
kebenaran itu. RSD ini tidak akan pernah sembuh dari penyakit dengkinya yang sudah
kronis).  Jadi, jelas bahwa Muhammad mengaku datang hanya bagi orang Quraish dan bukan 
bagi  para  ahli  kitab  dan  sisa  umat  manusia  lainnya.  Tentu  saja,  ketika  dia  menjadi  makin 
berkuasa, ambisinya membesar dan dia belakangan berubah pikiran. Sedikit sekali para muslim 
yg  tahu  ayat‐ayat  ini.  Apa  yg  mereka  katakan  tentang  ayat‐ayat  ini?  Jika  mereka  sungguh‐
sungguh percaya bahwa Quran itu perkataan Tuhan, mereka harus menghentikan dakwah dan 
Jihad mereka. Orang‐orang Mekah dan sekitarnya telah memeluk islam. (rahmanhadiq; bukan
hanya orang arab saja yang dengan sukarela menganut dan mengikuti ajaran Muhammad
dengan keihlasan, tetapi bangsa Indonesia yang penduduknya jauh melebihi jumlah
penduduk jazirah arab dan tidak pernah dijajah atau mengunjungi negeri Arab , dengan suka
rela menganut ajaran kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Besar itu. Sebab nilai
kebenaran tidak akan memandang jarak, suku, bangsa dan martabat tetapi akan selalu dicari
dan dimamafaatkan lalu dilaksanakan oleh manusia yang mempunyai nalar yang benar dan
hatinurani yang bersih. Sementara si RSD ini akan terus menghalangi manusia mendapat
kebenaran dan berbuat kebaikan. Pribadi setan memang sudah disetting untuk perbuatan
yang bertentangan dengan nilai kebaikan dan kebenaran. Hal ini sudah diketahui oleh semua
umat manusia yang beragama). atau    Jika  para  muslim  percaya  bahwa  Quran  itu  perkataan 
Tuhan, berani‐beraninya mereka melanggar perintahNya dan melakukan Dakwah ditempat lain. 
(rahmanhadiq; beginilah taktik penghasutan yang disampaikan oleh RSD ini). Bahkan  jika 
Muhammad bilang mereka harus menyerang negara lain dan memaksa mereka memeluk Islam, 
mereka harusnya jangan mendengarkan dia tapi melakukan apa yg diperintahkan Quran. yalah  
Perintah  siapa  yg  lebih  penting?  Perintah  Allah  atau  Perintah  Muhammad?  Ayat‐ayat  ini  juga 
harusnya  meyakinkan  para  muslim  non  Arab,  termasuk  orang  mesir,  Syria,  Irak  dan  yg  lain‐
lainnya yg sekarang dikenal sebagai orang Arab bahwa Islam itu bukan utk mereka. Islam hanya 
untuk  orang  Arab  Mekah  dan  sekitarnya.  Mereka  harus  meninggalkan  Islam,  jika  mereka 
sungguh‐sungguh  percaya  bahwa  Quran  berisi  perkataan  Tuhan.  (rahmanhadiq, penduduk
negeri Indonesia tidak pernah diserang apalagi dijajah oleh bangsa arab, tetapi nilai-nilai
kebenaran yang disampaikan oleh nabi besar itu , yang membuat seluruh rakyat di Indonesia
mengukutinya. Kebenaran itu tidak akan mengenal jarak dan perbedaan bangsa. Ali Sina ini
merasa telah gagal menghalangi umat manusia mencari kebenaran dan mengamalkannya
untuk kebaikan. Bahkan pada abad milinium ini semakin banyak saja orang-orang terhormat
dan pintar yang mampu menggunakan akal sehat dan hatinuraninya yang bersih untuk
menerima kebenaran ajaran yang sudah disampaikan oleh Nabi Besar sepanjang masa itu.
Namun RSD ini akan terus berusaha untuk memadamkan kebenaran dimanapun dia berada.
Dia hanya mampu menanamkan rasa kebenciannya kepada pengikut-pengikutnya yang
dikuatirkannya berpindah atau meninggalkannya. ).

(Dr. Naik) :  
Qur’an  berkata  dalam  Surat  Ibrahim  14.52,  Baqarah  2.185  dan  Zumar  39.41,  bahwa  Quran 
diperuntukan  bagi  seluruh  umat  manusia.  Dan  nabi  Muhammad,    tidak  dikirim  hanya  bagi 
orang muslim atau Arab. Allah berkata dalam Quran disurat Ambiya 21.107 … (Arab)… “Dan 
tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”  

(Ali Sina) :  
Ayat 14.52 berkata “Hatha balaghun lilnnasi”. Nas adalah orang – berapa saja jumlahnya. Bisa 
orang yg berkumpul dalam satu ruangan. Bisa mengacu pada penduduk satu kampung, satu 
kota,  satu  negara  tapi  tidak  berarti  SELURUH  UMAT  MANUSIA.( rahmanhadiq; ada-ada saja
ide pemikiran Ali Sina ini. Dia mengatakan bahwa yang dimaksud dengan manusia pada
ayat diatas adalah orang-orang yang berada dimana saja. Tidak terbatas kepada jumlah dia
berkumpul dan dalam satu ruangan saja. Artinya , kalimat itu ditujukan kepada seluruh
umat manusia dimana saja dia berada termasuk masyarakat yang ada di Indonesia. Jadi
sebenarnya RSD ini tidak mengenal umat manusia yang berkembang biak dibumi ini, yang
dikenalnya hanyalah para dedemit yang masuk di dalam gerombolannya saja.) Contoh nas 
digunakan  dalam  ayat  7.116  ketika  membicarakan  tentang  sihir  yg  dilakukan  oleh  para 
penyihir Firaun yg menyihir mata orang‐orang ‘nas’. Apa dalam ayat ini kita harus mendapat 
pengertian bahwa seluruh umat manusia disihir? ( rahmanhadiq; kembali pikiran ngaco RSD
ini berkembang, mungkin dia mengira bahwa orang-orang yang mengikuti ajaran dari nabi
Besar itu, semuanya telah kena sihir. Dia hanya mampu menggunakan kata-kata yang
menunjukan keputusaaannya yaitu dengan satu kata “Sihir” , karena dia tidak mampu
menerima kenyataan yang telah terjadi. Karena selama ini dia hanya mampu
menyampaikan mantra-mantra yang tidak logis itu untuk menyihir orang-orang yang lemah
keimanannya). Kata  yg  sama  digunakan  dalam  2.185,  3.94  dan  21.107.  Dalam  semua  ayat‐
ayat ini Nas artinya “orang” dan bukan seluruh umat manusia. Jika kita asumsikan bahwa kata 
‘nas’  yg  digunakan  dalam  ayat‐ayat  ini  artinya  seluruh  umat  manusia  maka  kita  harus  akui 
bahwa terjadi pertentangan yg mencolok dalam Quran utk ayat‐ayat 6.92, 42.7, 32.3 dan 36.6 
yg  jelas‐jelas  menyatakan  bahwa  Quran  diperuntukkan  bagi  orang‐orang  Mekah  dan 
sekitarnya.  Tapi,  Muhammad  juga  mengaku  telah  dikirm  bagi  “makhluk  dari  kedua  dunia”. 
lilalameen. (rahmanhadiq; Ali Sina ini tetap menolak kata “Annas” berati umat manusia.
Tentu saja dia menolak pengertian semacam itu, karena dia adalah makhluk jadi-jadian
yang berasal dari golongan Hantu dan para dedemit. Ali Sina ini tidak mempunyai prinsip
yang baik di dalam hidupnya yang hanya mampu mengumbar nafsu dan mencari kepuasan
dirinya sendiri, dia sebenarnya ingin menjadi manusia yang bahagia dalam hidupnya namun
dia selalu gagal. Dia selalu mengalami depresi berat di dalam hidupnya, dia selalu
dibayangi oleh kecemasannya dimanapun dia berada, dia selalu merasa putus asa karena dia
tidak pernah mampu meraih keinginannya yang tidak logis itu.
Padahal kata “rahmatanlilalamin” mempunyai makna yang sangat mendalam yang tidak
akan mampu dipahami oleh Ali Sina ini. Hatinuraninya pasti tidak akan mampu membuka
filsafat dari kata rahmatanlilalamin. Kata rahmatanlilalamain bukan hanya rahmat,
kasihsayang , petunjuk, berita gembira dan jalan yang baik untuk manusia saja, tetapi
lebih dari itu yaitu untuk seluruh makhluk hidup yang diciptakan oleh sang pencipta.
Tetapi menyedihkan sekali karena Ali Sina adalah manusia yang tidak dapat disebut
manusia dan tidak dapat pula dimasukkan kedalam golongan Jin, tetapi dia adalah
golongan makhluk jadi-jadian seperti hantu , dedemit, gondorowo dan sebagainya.).
Artinya segala dalam kedua dunia. (itu termasuk anjing‐anjing dan babi‐babi) ( rahmanhadiq;
tentu saja yang dimaksud oleh RSD ini adalah anjing kurap dan babi congek yang
berpenyakitan seperti dia.) Ini  karena  dia  adalah  seorang  narsisis  megalomania  dan  orang‐
orang narsisis bicaranya besar. Dia bahkan mengaku datang sebagai pembimbing bagi para jin, 
yg  adalah  makhluk  gaib.  Orang  narsisis  punya  ide  raksasa  mengenai  diri  mereka  sendiri.
(rahmanhadiq; masih mending Muhammad diutus oleh sang pencipta untuk golongan
manusia dan Jin, sementara si RSD ini bagaikan seorang berpenyakit endemi yang selalu
diusir karena berpenyakit menular dan berbau busuk. Ali sina hanya diutus untuk dirinya
sendiri lalu menghasut dan menebarkan bau busuk kemana-mana dengan mulutnya yang
lebih menjijikkan dari pada muntah anjing kurap tadi) Dalam  sebuah  Hadits  Muhammad 
membuat  Allahnya  berkata  padanya:  “Kalau  bukan  karenamu,  aku  tidak  akan  menciptakan 
jagat raya ini.” ( rahmanhadiq; ini adalah hadis khayalan Ali Sina sja).
As‐Saghaanee  (meninggal  650)  berkata,  hadits  ini  adalah  “maudu  (dibuat‐buat)”  ['al‐
Ahaadeeth  al‐Mawdoo'aat'  dari  as‐Saghaanee  (hal.  7)]  dan  juga  ada  dalam  al‐Albaanee 
['Silsilah  ad‐Da'eefah'  (1/450  no.282)]  ash‐Shaykh  Mulla  Alee  Qaaree  (meninggal.1014) 
berkata,  "maudu,  tapi  artinya  adalah  benar."]  Muhammad  ibn  Ali  menceritakan  bahwa 
Muhammad  berkata:  “Diantara  semua  orang  didunia  Tuhan  memilih  orang‐orang  Arab; 
diantara orang‐orang Arab dia memilih Kinana; dari Kinana dia memilih Quraish, dari Quraish 
dia  memilih  Bani  Hashim;  dari  Bani  Hashim  dia  memilih  AKU.  [Tabaqat  V.1  p.2].  Orang  ini 
penuh kesombongan akan dirinya sendiri – seorang narsisis sejati. Hanya segitulah kesejajaran 
yg  katanya  ada  dalam  Islam.  Orang‐orang  Arab  adalah  ras  yg  terpilih.  Orang‐orang  Arab 
dikenal sering dan selalu memperlakukan muslims non Arab dg hina. Jika anda adalah muslim 
non  arab,  anda  menerima  sebagai  orang  yg  lebih  rendah  dari  mereka.  ( rahmanhadiq;
kenyatannya saat ini, lebih dari 1,5 Milyar umat manusia menyatakan dirinya muslim di
atas bumi ini, artinya setiap 4 orang ada 1 muslim dan diperkirakan 30 tahun lagi akan
menjadi 1:1. Hal inilah yang sebenarnya dicegah oleh RSD ini, dia tidak sudi manusia
menerima nilai-nilai kebenaran dan dia akan berusaha mati-matian mencegah hal ini.
Namun usahanya akan sia-sia dan akhirnya dia bunuh dirinya atau membunuh orang lain
yang tidak disukainya.)

Terusan dari Embryology  

(Dr. Naik) :  
Menyangkut Quran, anda tidak dapat membatasi arti hanya utk waktu itu saja, karena artinya 
bagi  segala  jaman.  Jadi  salah  satu  arti  dari  ‘Alaqa’…  adalah  ‘lintah  yang  menggumpal’  atau 
‘Sesuatu  yang  menggantung  kepada  benda  lain’.  Jadi  Professor  Keith  Moore  berkata  ..  “Aku 
tidak tahu apa tahap awal dari embryo mirip seperti lintah’ dan dia menuju laboratoriumnya 
dan menganalisa tahap awal dari embryo dibawah mikroskop dan membandingkannya dg foto 
seekor  lintah,  dan  dia  terheran‐heran  akan  kemiripannya.  Ini  adalah  foto  seekor  lintah  dan 
embryo manusia.  
 
(Ali Sina) :  
Apa kita mesti percaya bahwa Dr. Keith Moore, yg adalah ketua dan pemimpin Departemen 
Anatomy,  dari  sebuah  universitas  besar  tidak  tahu  bentuk  dari  embryo  manusia?
(rahmanhadiq; kembali Ali Sina ini menggunakan jurus kunonya , yaitu menolak apapun
sebuah nilai kebenaran dengan istilahnya “ tidak mesti percaya”. Mana ada si penghasut
yang percaya pada kebenaran karena di dalam otaknya hanya ada kotoran dan di dalam
sanubarinya hanya ada kebencian dan hasutan. ) Yg benar adalah bahwa Dr. Moore dan Dr. 
Bucaille membodohi orang‐orang muslim dg mengatakan apa yg ingin mereka dengar dan dg 
cara  ini  mereka  mengambil  hati  Raja  Saudi  yg  pada  akhirnya  membanjiri  mereka  dengan 
banyak uang dari hasil minyak.( rahmanhadiq; kembali RSD ini menggunakan percikan bau
mulutnya yang sangat busuk itu . Dengan modal ketidakpercayaannya itu, lalu dia
menuduh secara ngawur orang lain menyebarkan kebohongan padahal dia tidak menyadiri
apa yang telah dia lempar dengan tuduhannya palsunya itu. Ali Sina benar-benar sosok
setan penghasut dan penebar kebohongan serta pengadudomba yang paling tidak bermoral
). Utk  kisah  rinci  dari  penipuan  kedua  tukang  obat  ini  silahkan  lihat  artikelnya  Abul  Kasem 
“How the Westerner found $cience in the Quran” (Bagaimana orang‐orang Barat menemukan 
$ains  dalam  Quran),  klik‐link‐artikel‐disini. (rahmanhadiq; perangkap kelicikan apalagi yang
hendak dilemparkan oleh Ali Sina ini?) Kenyataan  mengenai  embryologi  adalah  seperti  yg 
sudah dijelaskan oleh Dr. Campbell. Dia mendemonstrasikan gambar‐gambar yg menunjukkan 
bahwa secara sains tidak ada kemiripan antara embryo manusia dan lintah.  Terlebih lagi dia 
menjelaskan  dengan  sangat  rinci  dari  mana  Muhammad  mendapatkan  ide  salahnya  tentang 
embryo  ini  yg  dia  katakan  sebagai  segumpal  darah,  seperti  lintah  dan  daging  yg  dikunyah (
rahmanhadiq; tentu Ali Sina ini tidak dapat menerima kalau dia dulunya dibentuk dari
segumpal darah di dalam rahim ibunya. Karena dia bukan makhluk manusia , kerena dia
tidak berasal dari sperma bapaknya, dia adalah makluk jadi-jadian keturunan dedemit yang
tidak diketahui asal usulnya. Sehingga dia menentang kalau janin manusia pada mulanya
masih berbentuk gumpalan darah di dalam rahim ibunya). Dia mendapatnya dari filsuf yunani 
kuno. Ide‐ide ini sangat populer diantara orang‐orang Arab kebanyakan dijaman Muhammad. 
Mereka salah dan begitu pula Muhammad.( rahmanhadiq; terlihat jelas bahwa Ali Sina ini
tidak mengerti sama sekali dengan ilmu kedokteran. Tetapi dia berbicara seperti lagaknya
seorang Profesor ahli Ginaekologi termasyhur di dunia ini. Dia tidak membaca
perkembangan ilmu kedokteran, karena koleksi bukunya adalah mantra-mantra yaitu
bagaimana cara membuat arena aduannya menjadi ladang duit untuk segala jenis
pertarungan yang tidak mempunyai aturan. Padahal ilmu kedokteran tentang masalah
kandungan dan embrirologi baru dikenal pada abad ke 19 setelah ditemukannya unsur inti
kehidupan yaitu Kromoson pada tahun 1900. 14 abad sesudah Muhammad dilahirkan. Jadi
kalau Muhammad dituduh bodoh tentang ilmu kedokteran atau ilmu Genetika seperti yang
ada sekarang ini, maka itu adalah wajar , karena pada saat beliau hidup, belum ada sain
tentang Genetika . Beliau hanya menyampaikan sebuah informasi dari sang Pencipta alam
ini. Tentu Tuhan akan membuktikan tulisan itu melalui penemuan ahli Genetika, ahli
Embryologi, ilmu Kedokteran dan ilmu Genekologi yang terus berkembang saat ini. Namun
saat ilmu Kedokteran sudah mulai menguak kebenaran tulisan al qur’an tersebut, yang
dulunya sangat diperolok-olokan oleh orang-orang seperti RSD ini, ternyata dia masih
tetap saja menolaknya . Namun sekarang ini masih ada Manusia yang sudah ketinggalan
zaman kembali bangkit untuk memperolok-olokan kebenaran ayat tersebut seperti Ali sina
yang tidak tahu diri ini). Sedangkan untuk Alaqa, Dr. Campbell (ingat Dr. Campbell berpuluh‐
puluh  tahun  tinggal  di  Timur  Tengah  dan  fasih  berbahasa  Arab)  juga  membuktikan  bahwa 
dalam bahasa Arab, artinya gumpalan dan bukan ‘sesuatu yg bergantung’ seperti yg dikatakan 
Dr.  Bucaille.  ( rahmanhadiq; rupanya RSD menyanjung tinggi dan membanggakan
kemampuan DR Campbell ini , kerena beliau sudah lama tinggal di Timur Tengah
sehingga mempunyai kemampuan berbahasa arab yang hebat. Padahal bahasa Al Qur’an
jauh lebih tinggi hikmahnya dari pada bahasa pergaulan di semenanjung arab tersebut.
Apalagi kalau hanya sekedar mencocok-cocokan sebuah kata di dalam al qur’an dengan
pengertian bahasa ilmiah. Apalagi makna sebuah kata di dalam ayat al qur’an, banyak
yang berupa perumpaman yang mempunyai makna yang sangat luas yang harus dipandang
bukan dengan pikiran atau nalar tetapi dengan kejernihan hatinurani dan kejujuran berpikir.
Kata ‘Alaqa’ artinya adalah gumpalan darah yang secara ilmiah merupakan bentuk awal
sebelum perkembangan emrio menjadi janin di dalam rahim ibu, dan hal ini tidak
terbantahkan oleh ahli genaekologi manapun. Kecuali Ali Sina yang tidak tahu diri ini.
Tetapi kalau pengertian kata ‘Alaqa’ itu diterjemahkan sebagai sesuatu yang berupa lintah ,
maka itupun dapat dipandang dari hasil pengamatan teknologi, dari sisi mana manusia
memandanganya. Seorang Keith Moore mempunyai pandangan yang sama dengan Dr
Naik dalam melihat bentuk segumpal darah yang melekat itu , bagaikan lintah, karena
adanya kemiripannya dengan sifat-sifat lintah yang menghisap darah, walaupun tidak
persis sama. Jadi tergantung kepada sisi pandang orang tersebut membayangkannya.
Seperti gambar berikut ini ;
Gambar ini menunjukkan usia janin pada umur 3-4 minggu.
Janin ini masih berbentuk embrio.
Siapapun yang memandang bentuk embrio ini akan mengira
mirip seperti lintah, tetapi orang lain mungkin saja tidak melihat
seperti itu. Ini masalah kemampuan dan daya imajinasi
seseorang.

Dr.  Campbell  juga  menunjukkan  bahwa  disemua  tahap  pertumbuhan  embryo  yg  dijelaskan 
dalam Quran adalah salah semua. ( rahmanhadiq; namanya juga perdebatan , mana mungkin
pendapat diantara mereka ada yang sama. Tetapi walaupun demikian , mereka telah
menyampaikan keyakinannya masing-masing di dalam acara itu yang berlangsung secara
sportif dan fair. Semua penonton dapat menilai siapa yang benar atau siapa yang salah
menurut alasan dan logika masing-masing. Kalau Dr Campblell berpendapat demikian
adalah lebih baik dari pada dibandingkan dengan sikap RSD yang hanya dapat menyebarkan
hasutan dan kebenciannya dari balik dinding rumahnya. RSD ini hanya dapat
menyampaikan penghinaan dan kebencian tanpa alasan yang jelas dan tidak mampu
mempertahankan kelicikannya itu di dalam sebuah Forum perdebatan yang adil dan fair.). Dia 
mendemonstrasikan hal ini dg memakai gambar‐gambar. Tak seorangpun dapat membuktikan 
hal‐hal  berbeda  dari  yg  diungkapkan  gambar‐gambar  sinar  X  ini.  (rahmanhadiq; gambar yang
ditujukkan oleh DR. Campbell adalah hasil interprestasi ilmiah bukan teropong langsung
terhadap zat yang menempel pada rahim ibu pada saat pembentukan embrio, jadi
kemungkinan lain yang terjadi sebenarnya masih tetap ada. Tetapi Dr Campbell telah
menyampaikan pendapatnya secara terbuka dan dihargai oleh seluruh peserta dengan baik.
Beliau pantas mendapat penghargaan dengan argumentasi yang diyakininya itu. Tidak
seperti Ali sina , yang cuma mampu melontarkan sumpah serapahnya dari balik layar.
Begitulah ciri-ciri manusia yang tidak bertanggung jawab.)

(Dr. Naik) : Apa yg Dr. William Campbel tunjukkan pada anda adalah pandangan lain daripada 
hal itu. Jika saya tunjukkan buku ini – kelihatannya kotak – jika saya tunjukkan seperti ini, akan 
berbeda kelihatannya. Diagram tsb diberikan dalam buku – Diagram yg anda lihat dalam slide 
juga ada disana – dan saya Insha Allah akan membahas tentang itu. 

(Ali  Sina)  :  Disini  lagi‐lagi  hadirin  muslim  yg  gampang  dibujuk  menjadi  euphoria  dan  bertepuk 
tangan tanpa sadar bahwa Dr. Naik melakukan fallacy penekanan bukti. (rahmanhadiq; rupanya
RSD ini sangat alergi mendengar suara tepukan tangan) Dr. Campbell menunjukkan gambar 
embryo dari tampak depan dan samping. Dr. Naik ingin meyakinkan hadirin muslimnya bahwa 
mereka harus melihatnya dari satu sudut pandang saja – sudut yg menggambarkannya seperti 
lintah.  Tentu  saja  orang  yg  memang  sudah  berniat  mau  dibodohi  akan  rela  melihat  benda 
bahkan jika ia disuruh berdiri dg kepala dibawah‐pun, jika itu membantu dia melihat dari sudut 
pandang  yg  tepat  yg  akan  meyakinkan  imannya.  Itu  sebabnya  para  muslim  tidak  mampu 
melihat kebenaran. Pandangan picik mereka tidak membiarkan mereka melihat segala sesuatu 
dari  semua  sudut  pandang.  Jika  saja  mereka  mengubah  sudut  pandang  mereka  sedikit  saja, 
mereka  akan  melihat  bahwa  Islam  tidak  lain  cuma  sebuah  kebohongan  besar. (rahmanhadiq;
terbukti bahwa Ali Sina ini kembali tidak mengerti dengan arti sebuah perumpamaan.
Disinilah letak kelemahannya. Dia menerjemahkan arti dari sebuah perumpamaan dengan
rumus matematikannya, tentu saja tidak nyambung sama sekali. Padahal Guru besarnya
DR Naik menerangkan sebuah perumpamaan, bahwa “kalau melihat sebuah buku dari
berbagai sisi yang tentu saja akan tampak berbeda dari sisi yang lainnya”. Sang Guru tidak
menjelaskan bentuk lintah yang harus dipandang dari arah satu sisi pandang. Dasar si Ali
Sina penebar adudomba tengik).

(Dr.  Naik)  :  Professor  Keith  Moore,  setelah  sekitar  80  pertanyaan  ditanyakan  padanya,  dia 
bilang..  ‘Jika  anda  menanyakan  pada  saya  ke‐80  pertanyaan  ini,  30  tahun  yg  lalu,  saya  tidak 
akan bisa menjawab lebih dari 50% darinya – karena embryology baru saja berkembang pada 
30  tahun  belakangan  ini.’  Dia  berkata  ini  ditahun  80‐an.  Sekarang,  apa  kita  percaya  Dr.  Keith 
Moore yg pernyataannya ada diluar dalam bentuk video cassette … “Inilah kebenaran”..’Anna‐
ul‐Haq’… pernyataan yg tercatat. Jadi akankah anda percaya pada percakapan pribadi dari Dr. 
William  Campbell  dg  Professor  Keith  Moore,  atau  pada  apa  yg  ada  disebut  dalam  buku  ini, 
bersama edisi islamik dan foto‐foto yg saya perlihatkan pada anda? Dan dalam video cassette 
yg tersedia diluar gedung yg dapat anda saksikan – Dia membuat pernyataan‐pernyataan tsb. 
Jadi  anda  harus  memilih  mana  yg  lebih  logis  –  Diskusi  pribadi  dg  Dr.  William  Campbell  atau 
pernyatannya dalam Video. Seperti cara Dr. William Campbell mempertunjukkan video saya – 
100% bukti dari apa yg saya katakan…  
 
(Ali Sina) : Lagi lagi ini adalah pemikiran yg salah. Apa yg Dr. Moore katakan pada Dr. Campbell 
dan apa yg dia katakan dalam video yg ditujukan utk dijual pada kaum muslim adalah dua hal yg 
berbeda. ( rahmanhadiq; ternyata si Ali Sina ini sudah membutakan matanya untuk melihat
kenyataan sehingga dia hanya melemparkan tuduhan yang tidak bermutu sama sekali ,
bahkan sebelum membacanya. Hal ini memunjukkan bahwa manusia pengumpat ini, benar-
benar merupakan manusia yang paling tidak berguna dimanapun dia berada . Dia tidak
pernah menerima kenyataan walau sudah di depan matanya sekalipun.). Dia  bisa  membuat 
dirinya menjadi orang dungu jika mengatakan pada Dr. Campbell apa‐apa yg dia katakan untuk 
konsumsi  para  muslim.  Kita  disini  bukan  utk  mencari  tahu  apa  Dr.  Moore  bohong  atau  Dr. 
Campbell melaporkan kebohongan. Kita disini untuk mencari sains medis. ( rahmanhadiq; tentu
saja baik Dr. Campbell maupun Dr. Naik sudah saling membaca isi buku masing-masing
sebelum tampil di depan forum terhormat itu. Tentu saja yang mereka sampaikan di dalam
perdebatan itu hanya masaalah-masaalah prinsip yang menimbulkan perbedaan pandangan,
sedangkan uraian dan penjabarannya dapat dibaca dan didalami di dalam buku mereka
masing-masing yang sudah disediakan oleh panitia di luar gedung. Jadi perdebatan diantara
mereka adalah terbuka dan Fair. Para hadirin bisa membaca uraian yang lebih detail dari
buku masing-masing Pembicara yang sudah diperjual belikan di luar gedung. Jadi tidak ada
yang tersembunyi di dalam perdebatan itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Namun RSD ini hanya mampu menyebarkan hasutan dan kecurigaannya yang tidak logis
untuk menghasut menebar kebenciannya.) Kita tidak memerlukan pendapat para ahli jika kita 
sendiri  dg  mudah  dapat  menemukan  faktanya.  Menarik  perhatian  otoritas  ini  disebut 
argumentum ad verecundiam dan ini adalah satu jenis fallacy. ( rahmanhadiq; mana mungkin
si Ali Sina ini yang sombong mempercayai pendapat seorang ahli Genetik sehebat Profesor
manapun di dunia ini. Karena mereka telah menyampaikan berita kebenaran yang paling
ditakuti dan paling dibenci oleh gerombolan setan-setan yang dipimpin oleh RSD ini.
Begitulah dia memperlihatkan kesombongan dan kepongahannya. Seolah-olah hanya dia lah
yang paling benar, sedangkan manusia lain salah karena orang lain tersebut hanya
membenarkan keterangan Al Qur’an). Kita harus lihat apa yg dikatakan Quran didukung sains 
atau  tidak.  Kita  tidak  seharusnya  menerima  kata‐kata  siapapun  hanya  karena  mereka  itu 
otoritas. Mereka bisa saja punya motif sampingan. Mereka bisa saja bohong dan menyesatkan 
kebenaran  utk  mendapat  keuntungan  pribadi.  Otoritas  paling  akhir  adalah  sains  itu  sendiri, 
bukan  Dr.  Moore,  Dr.  Bucaille  atau  Dr.  Campbell.  Dr.  Campbell  telah  membuktikan  kasusnya 
dan  mendukung  argumennya  dg  foto‐foto.  Kecuali  seseorang  dapat  membuktikan  gambar‐
gambar yg berkata lain, klaim dari doktor ini atau doktor itu tidak relevan. ( rahmanhadiq; Ali
Sina ini terus saja berpidato dengan ocehan kebenciannya). Sekali  saja  sesuatu  itu 
didemonstrasikan  pada  kita,  kita  dapat  mengabaikan  pendapat  para  otoritas  lainnya. (
rahmanhadiq; itulah bedanya kebenaran yang disampaikan oleh seorang manusia yang
mempunyai keahlian dibidangnya, dibandingan dengan yang disampaikan oleh manusia
dedemit yang bernama Ali Sina. RSD in hanya mampu menyampaikan sebuah dugaan
dengan niat kebencian dan hasutan , sementara para ahli itu mengambil kesimpulan dari
study yang panjang dan rumit sesuai dengan temuan hasil penelitiannya menurut kaedah-
kaedah ilmiah yang jujur dan adil.)

(Dr. Naik) :  
‘Bulan memantulkan sinar’ – saya akan ketopik ini nanti. Dan apapun informasi tambahan yg 
dia  dapat  dari  Quran  dan  Hadits,  semuanya  dimasukkan  dalam  bukunya…  ‘The  Developing 
Human’  –  Edisi  ketiga  dan  buku  ini  mendapat  penghargaan  sebagai  buku  medis  terbaik  yg 
pernah ditulis oleh satu orang ditahun itu.  
 
(Ali Sina) :  
Dr. Naik memberitahu kita bahwa Dr. Moore mendapat penghargaan bagi buku tulisannya yg 
mengklaim  Quran  menggelikan  itu  berisi  sains?  Siapa  yg  memberi  penghargaan  itu? 
Universitas Al Azhar atau Mesjid Agung di Medina? Apa nama penghargaannya? Klaim isapan 
jempol  ala  muslim  yg  menggelikan.  (rahmanhadiq; kembali Ali Sina ini merasa sakit hati
mendengar ada orang lain mendapat penghargaan selain daripada dirinya. Tentu saja dia
tidak akan pernah mendapatkan penghargaan dari umat manusia yang mempunyai
hatinnurani dan berpikir jujur. Yang jelas pengharggaan itu bukan diberikan oleh perguruan
tinggi Islam, tetapi sebuah universitas ternama di Canada ).
(Dr. Naik) :  
Ini adalah edisi islam yg disampaikan oleh Shaikh Abdul Majeed Al‐Jindani dan disahkan oleh 
Keith Moore itu sendiri. Quran berkata dalam Surat Muminun 23.13, dan Surat Haj 22.5 dan 
tidak kurang di 11 ayat lain dalam Quran, bahwa manusia terbuat dari sebuah ‘nutfa’ ‘tetesan 
cairan’  …  seperti  tetesan  yg  tersisa  dalam  gelas.  ‘Nutfa’  dalam  bahasa  arab  …  setetes  kecil. 
Saat ini kita mengetahui, bahwa dalam pengeluaran air mani, yg mana terdapat beberapa juta 
sperma hanya satu yg diperlukan utk membuahi ovum. Quran mengacunya sebagai ‘nutfa’.  
 
(Ali Sina) :  
Anak  kecil  umur  12  tahun  yg  memainkan  ‘titit’‐nya  juga  bisa  tahu  bahwa  tubuhnya 
mengeluarkan  air  mani  yg  banyak,  lebih  dari  beberapa  tetes  saja. ( rahmanhadiq; atinya si
Ali Sina ini merasa malu dan tidak sudi mengakui kebenaran kalimat Al Qur’an itu karena
kebenciannya. Yang anak kecil saja mengakuinya. Jadi dalam hal ini al qur’an tidak berkata
salah. Rupanya Ali Sina ini sering memegamng tititnya untuk onani untuk mengeluarkan
spermanya sendiri.) Orang  arab  menyebutnya  nutfa.  Dimana  di  Quran  yg  mengatakan 
tentang  jutaan  sperma?  Apa  yg  Muhammad  lihat  hanyalah  tetesan  dan  itu  persisnya  yg  dia 
katakan.  Dia  tidak  tahu  apa  tetesan  itu  berisi  jutaan  sperma.  Dia  pikir  tetesan  itu  lah  yg 
kemudian  menjadi  alaqa,  yg  tentu  saja  tidak  benar.  ( rahmanhadiq; seperti yang sudah
dijelaskan sebelumnya, bahwa Muhammad bukanlah ahli embriologi yang hidup di abad
millennium ini. Beliau hanya menyampaikan seperti apa yang sudah tertulis di dalam al
qur’an itu. Tugas manusialah untuk membuktikan kebenaran ayat tersebut. Selama ini,
yang diolok-olok oleh si biang kerok ini selalu terbukti. Namun Ali Sina ini tetap menutup
matanya dari kebenaran yang sudah dibuktikan oleh penemuan sain abad millennium ini.
Ayat-ayat al qur’an bukanlah Sceince tetapi sign. Ayat Al Qur’an adalah pertanda atau
sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk dasar untuk menuntun hasil penemuaan sain. Al
qur’an tidak mengajarkan hal-hal yang bersifat detail dan masaalah-masalah teknologi.
Namun RSD ini meminta lebih, agar al qur’an menjelaskan berapa banyak jumlah sperma
yang dipancarkan. Hal ini menunjukkan ketidak mengertiannya, karena selama ini dia tidak
pernah mau belajar dengan baik dan tekun. Ali Sina ini memang sudah di setting untuk
menyebar kebencian dan fitnah yang tidak berguna. Dia tidak akan mampu menggunakan
akalnya yang logis untuk menemukan sain, yaitu yang berdasarkan hasil penelitian yang
benar. Otaknya ini penuh dengan perkiraan-perkiraan dan dugaan-dugaan yang tidak
ilmiah. Di dalam pikirannya hanya ada kotoran dan kebusukan yang menebarkan bau busuk
kemana-mana.
Untuk membantu Ali Sina ini agar lulus mata kuliah embriologi yang telah berulang-ulang
diterangkan oleh Gurunya Dr Naik, maka sebaiknya Rahamanhadiq harus membantunya.
Kalau semester depan dia tidak lulus juga, maka lebih baik dia di Dropout saja dan disuruh
bertapa lagi dibawah kepundan gunung berapi atau menuntut ilmu yang lebih mumpuni
untuk menentang Gurunya . Baiklah, rahmanhadiq akan mengulangi pelajaran yang
diberikan oleh Guru Besar kita Dr Naik, mulai dari pelajaran awal semester lalu.;
Rahmanhadiq akan mulai dari asal usul kejadian manusia yang diciptakan dari tanah ,
sesuai dengan apa yang disampaikan oleh ayat Al Qur’an ;

“ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu


saripati (berasal) dari tanah (QS 13:12) “.
 
Tetapi berkemungkinan besar Ali Sina tidak akan memepercayai keterangan al quran diatas
tersebut, karena keterangan itu hanya ditujukan kepada umat manusia . sedangkan Ali Sina
ini bukanlah keturunan manusia tetapi makluk jadi-jadian dari sebangsa hantu gentayangan
atau segrombolan Gondoruwo yang tersesat di tengah-tengah kehidupan umat manusia,
sehingga dia tidak bisa membaur.

Ayat di atas memberi petunjuk bahwa manusia pada awalnya berasal dari sari pati tanah,
kemudian manusia itu bereproduksi (berketurunan) dengan cara seksual, dimana bibit atau
benih dari laki-laki (sperma) tertanam di dalam rahim wanita seperti yang diterangkan oleh
ayat berikutnya yang berbunyi;

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kokoh (rahim) (QS 23:13) ”.
 
Kontek Surat Al Mu’minin ayat 13 diatas menjelaskan dan memberi petunjuk kepada kita
tentang peletakkan sperma pada suatu tempat yang kokoh di dalam kandungan atau rahim
ibu. Pertanyan ilmiahnya ; apakah rahim itu merupakan suatu tempat yang kokoh?
Ternyata bukti sain menerangkan bahwa benar rahim ibu merupakan tempat yang sangat
kokoh untuk menahan hasil pembuahan yang tertanam di dinding rahim. Apakah murid Dr
Naik terbodoh yang bernama Ali Sina, masih belum mengerti juga? Atau tetap tidak
percaya kepada bukti sain itu? Kalau tidak juga percaya, maka sebaiknya cobalah masuk
lagi kedalam rahim ibunya, kalau memang ada ibumu. Kalau tidak mau juga, maka lebih
baik masuk neraka saja.
 
Lemudian keterangan ayat 13 ini diperkuat lagi oleh surat Al Qiyamaah ayat 37 yang
berbunyi ;

“ Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
(QS 75:37) “
 
Ayat dari surat Al Qiyamaah ayat 37 diatas, memberi petunjuk , bahwa kehamilan ini
terjadi karena tertumpahnya sperma kedalam rahim wanita. Jadi Al Qur’an sudah
menjelaskan bahwa kejadian embrio manusia adalah akibat pertemuan antara sperma Air
mani dengan sesuatu di dalam rahim.
Pada saat ayat ini diturunkan , ilmu kedokteran belum ada sama sekali. Pada saat itu
orang-orang belum mengerti tentang sel telur, apalagi kalau seorang wanita juga
mempunyai telur di dalam rahimnya. Pemikiran ini jauh sekali dari jangkauan pengetahuan
manusia waktu itu. Tetapi AL Qur’an sudah menyampaikan dengan gaya bahasa yang
dapat diterima siapa saja, termasuk umat jahiliah di zaman Muhammad. Hal ini memang
merupakan kenyataan , dimana setiap laki laki yang bersanggama akan merasakan
keluarnya sperma. Itu adalah kenyataan yang disampaikan oleh Al Qur’an. Dalam hal ini,
bukan berarti al Qur’an mengatakan bahwa tidak ada sel telur dari dalam tubuh wanita.
Perkembangan ilmu pengatahuan modern baru menemukan adanya telur di dalam tubuh
wanita setelah abad ke  19, jauh sesudah diturunkannya Al Qur’an. Pada surat Al
Qiyaamah ayat 37 diatas, Allah masih belum menyatakan dengan tegas tentang adanya
telur di dalam tubuh wanita, tugas manusialah untuk menelitinya kelak di kemudian hari.
 
Kemudian  Allah yang maha pengasih dan maha Pemurah memberikan lahi  sedikit petunjuk 
yang tersembunyi di dalam Al Qur’an yaitu pada surat Al Insaan ayat 2 yang berbunyi ; 
 
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur
yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat
(QS 76:2) ”.

Pada Surat Al Insaan ayat 2 di atas seolah-olah , Allah menantang manusia untuk
menyelidiki tetang sesuatu yang bercampur dengan sperma itu. Sepertinya Allah di dalam
Al Qur’an menyampaikan petunjukNYA dengan gayabahasa yang sangat sederhana bagi
umat nabi Muhammad di zaman jahiliyah itu.
Pertanyaan selanjutnya adalah ; apakah yang terjadi setelah tertanamnya sperma di dalam
rahim wanita atau setelah proses pembuahan itu?apakah langsung terbentuk manusia atau
melalui tahap-tahap tertentu? bagaimana kenyataan yang ditemukan oleh sain? Bagaimana
AL Qur’an menyingkapinya? Apakah hasil pengamatan Sain sesuai dengan petunjuk Al
Qur’an?

Kalau kita perhatikan proses kejadian manusia mulai dari proses pembuahan, terbentuknya
zigot, lalu zigot membelah diri (masih dalam bentuk gupalan darah), lalu dia menempel di
dalam diding rahim untuk mengisap darah ibunya( bagaikan seekor lintah), kemudian
membentuk selubung (ari-ari, placenta dan talipusar), kemudian diikuti oleh pembentukan
organ-organ tubuh lainnya, lalu terbentuklah janin, kemudian janin terus tumbuh dan
berkembang menjadi Fetus (jabang bayi), hingga sempurna sampai dia siap untuk
dilahirkan.
Tahap-tahap kejadian manusia di dalam perut ibunya sudah diterangkan di dalam AL
Qur’an , jauh sebelum dunia kedokteran membuktikannya , seperti yang tercantum di dalam
surat Al Mu’minuun ayat 14 yang berbunyi;
 
 
‫ﺴﻮْﻧَﺎ‬
َ ‫ﻋﻈَﺎﻣًﺎ َﻓ َﻜ‬ِ ‫ﺨَﻠﻘْﻨَﺎ اﻟْ ُﻤﻀْ َﻐ َﺔ‬
َ ‫ﺨَﻠﻘْﻨَﺎ اﻟْ َﻌَﻠ َﻘ َﺔ ُﻣﻀْ َﻐ ًﺔ َﻓ‬
َ ‫ﻋَﻠ َﻘ ًﺔ َﻓ‬
َ ‫ﺧَﻠﻘْﻨَﺎ اﻟ ُّﻨﻄْ َﻔ َﺔ‬
َ ‫ ُﺛ َّﻢ‬ 
 
‫ﻦ‬
َ ‫ﻦ اﻟْﺨَﺎِﻟﻘِﻴ‬
ُ‫ﺴ‬َ ْ‫ك اﻟَّﻠ ُﻪ َأﺣ‬
َ ‫ﺧ َﺮ َﻓ َﺘﺒَﺎ َر‬
َ ‫ﺧﻠْﻘًﺎ ﺁ‬
َ ‫ﺸﺄْﻧَﺎ ُﻩ‬ َ ْ‫اﻟْ ِﻌﻈَﺎ َم َﻟﺤْﻤًﺎ ُﺛ َّﻢ َأﻧ‬
“ Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik
(QS 23:14} “.

Ayat dibawah ini menjelaskan bahwa setetes (setitik) atau satu dari sperma yang
dipancarkan, akan membuahi sesuatu di dalam rahim ( sel telur). Hal ini diabadikan oleh
keterangan ayat al qur’an pada saurat Al Qiyamah 36-37 yang berbunyi ;

‫ﻲ ُﻳﻤْﻨَﻰ‬
ٍّ ‫ﻚ ُﻧﻄْ َﻔ ًﺔ ِﻣﻦْ َﻣ ِﻨ‬
ُ ‫َأَﻟﻢْ َﻳ‬
“Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:37)”.

Kemudian dilanjutkan lagi dengan terbentuknya embrio yang masih berupa gumpalan darah
yang menempel di rahim ibu. Hal ini diperkuat dan diabadikan oleh keterangan ayat
berikutnya dari surat Al Qiyamah diatas yang berbunyi ;

‫ﺴ َﻮّى‬
َ ‫ﻖ َﻓ‬
َ ‫ﺨَﻠ‬
َ ‫ﻋَﻠ َﻘ ًﺔ َﻓ‬
َ ‫ن‬
َ ‫ُﺛ َّﻢ آَﺎ‬
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan
menyempurnakannya, (QS Al Qiyamah:38)”.
 
Kemudian setelah minggu ke 3 – ke 5 mulailah terbentuk embrio yang berupa gumpalan
daging yang makin membesar di dalam rahim.
Di dalam gumpalan daging yang makin membesar itu, mulailah terjadi pembentukan tulang
dan rangka. Selanjutnya tulang yang sudah terbentuk, di ikat oleh bagian daging-daging
terdekat membentuk otot-otot sesuai dengan letak dan fungsi tulang tersebut. Pematangan
dan penyempurnaan susunan tulang , daging dan organ-organ vital lainnya terus berlanjut
hingga mencapai minggu ke 8 ,dan pada akhir minggu ke 9 embrio sudah berbentuk jabang
bayi (fetus) atau manusia kecil yang terus mengalami perkembangan lebih sempurna hingga
menunggu waktu kelahirannya.

Jadi terdapat tiga fase perubahan bentuk kejadian manusia di dalam rahim ibu. Pertama
adalah fase Pre-embrionik terjadinya pembuahan hingga pembentukan zigot yang masih
berupa gumpalan darah, kedua fase Embrionik (embrio) yang berupa gumpalan daging atau
organ-organ vital dan pembentukan tulang-tulang , ketiga fase Fetus atau jabang bayi
dimana terjadi proses penyempurnaan pembentukan organ-organ penting dan pengikatan
tulang-tulang dengan jaringan otot. Kemudian Fetus terus bekembang menuju bentuk yang
lebih sempurna hingga menunggu saat-saat kelahirannya di minggu ke 38 hingga ke 40 ( baca
buku “ Williams P., Basic Human Embryology “, 3. edition, 1984, s. 64.).

Fase-faase perubahan atau perkembangan manusia di dalam rahim Ibu , sudah di abadikan
oleh Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Sedangkan dunia kedokteran baru membuktikannya
pada abad ke 20 ini. Seperti dalam surat Az Zummar ayat 6 yang berbunyi ;
 
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian(fase) demi kejadian(fase)
dalam tiga kegelapan (QS 39:6) “.

Tiga kegelapan yang dimaksud oleh ayat diatas , mempunyai arti yang cukup luas. Antara
lain dapat berupa 3 fase perubahan bentuk seperti yang sudah termati diatas (zygot, embrio
dan Fetus) dan bisa juga berupa 3 kegelapan saat calon bayi masih berasa di dalam selubung
yang tertutup rapat (placenta).
Hanya bahan makanan yang berasal dari darah ibu yang boleh masuk kedalam selubung
calon bayi itu. Bahkan bakteri dan sperma pun tidak akan sanggup menembus selubung gelap
dari placenta itu. Ke tiga lapisan tersebut adalah berupa lapisan dari placenta yang terdiri
dari Amnion, Korion dan Alantois.

Beberapa hal menarik lainnya yang disampaikan oleh Allah di dalam Al Qur’an tentang
kejadian manusia di dalam rahim antara lain adalah ;

A.. Jenis kelamin bayi yang akan lahir


Menurut keterangan Al Qur’an, jenis kelamin bayi yang dillahirkan ditentunkan oleh bibit
(Sperma) dari Bapaknya. Sebagaimana yang diabadikan di dalalam Surat Am Najm ayat 45-
46 yang berbunyi ;

“ dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan


perempuan45, dari air mani, apabila dipancarkan46. Dan bahwasanya Dia-lah
yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati) (QS 53:45-47),

Ayat diatas menjelaskan tentang kejadian manusia baik laki-laki maupun perempuan yang
ditentukan oleh air mani (sperma) yang dipancarkan. Kemudian setelah hari kiamat nanti,
manusia itu akan dibangkit kembali dengan bentuk kejadian yang berbeda yang tidak
diketahui oleh manusia.
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler
telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini
diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, sedangkan
wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom
tersebut menentukan jenis kelamin. Dua kromosom ini adalah pasangan “XY” pada pria, dan
pasangan “XX” pada wanita. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat
kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat
kewanitaan. Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah
satu dari pasangan kromosom ini, baik pada pria dan wanita. Pada wanita, kedua bagian sel
kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.
Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi
kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sperma berkromosom Y
bergabung dan berpasangan dengan sel telur wanita yang membawa kromosom X, maka bayi
yang akan lahir bayi berjenis kelamin pria. Sementara jika satu sel spermas berkromosom X
dari laki-laki bergabung dan berpasangan dengan sel telur yang membawa kromosom X, maka
bayi yang akan lahir berjenis kelamin wanita.
Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang
bergabung atau berpasangan dengan sel telur wanita. Artinya proses perjodohan dari
pasangan kromosom tersebutlah yang menentukan jenis kelamin, apakah X ketemu X atau X
ketemu Y ?.

B.. Kandungan yang tidak sempurna


Adakalanya pada fase pembentukan zigot sampai fase embrio mengalami kejadian yang
tidak sempurna sehingga akan terjadi keguguran, kegagalan kehamilan atau pendarahan.
Namun kegagalan atau keguguran kehamilan jarang terjadi setelah janin berubah menjadi
fetus karena kedudukannya di dalam rahim sudah sangat kuat dan sempurna. Kegagalan dan
keguguran sering terjadi pada trisemester pertama. Hal ini sudah diberitahu oleh al Qur’an
yang tercantum pada surat Al Hajj ayat 6 yang berbunyi ;

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu
dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun,
supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan
kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya,
hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-
tumbuhan yang indah ( QS 22:6) “.
Keterangan surat Al Hajj ini juga memperkuat penjelasan yang tercantum pada surat Al
Mu’minuun ayat 14, seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi, yaitu tentang fase-fase
pembentukan janin di dalam rahim ibu.. Tidak ada yang bertentangan di dalam keterangan
ayat-ayat Al Qu’an , semuanya saling memperkuat dan saling melengkapi.
Demikianlah mukzizat ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan Allah kepada Nabi besar
Muhammad SAW. Padahal beliau tidak dapat mengetahui secara mendetail perkembangan
sain abad sekarang ini, karena beliau adalah seorang yang buta huruf, yang sama sekali tidak
mengenyam pendidikan ilmiah. Jadi benarlah bahwa Muhammad hanya menyampaikan
Wahyu yang diterimanya dari Allah. sesungguhnya yang maha mengetahui dan maha benar
atas keterangan AL Qur’an tersebut hanyalah Allah. Kesimpulannya adalah bahwa Al
Qur’an bukanlah karangan nabi Muhamad SAW, tetapi firman dan wahyu dari Allah SWT.
Maha benar Allah dengan segala firmanNYA. Mashaallah?

Tentu saja kalimat kegembiraan dan kabar baik yang disampaikan oleh rahmanhadiq diatas
akan ditolak mentah-mentah oleh RSD, karena dia bukanlah keturunan manusia, karena dia
sedang menyamar menjadi manusia. Dia paling benci mendengar kabar gembira terutama
yang disampaikan oleh ayat-ayat di dalam kitab-kitab agama, khususnya ayat Al Qur’an.
Sebenarnya dia takut dengan keterangan yang disampaikan oleh al Qur’an tersebut, tetapi
dia menyembunyikan ketakutannya dengan membuat opini dan kompensasi dengan cara
menentang ayat Al Qu’an. Dia takut sekali kalau agama islam berkembang pesat yang
memang sudah dilihatnya adanya tanda-tanda ke arah itu , sehingga dia tidak punya ruangan
untuk menyebarkan kebencian dan cacimakinya , dia akan terkucilkan dan mati sendiri.
Untuk itulah dia mengajak siapa saja yang mau bergabung dengannya untuk menentang
ajaran islam dan umat islam dimanapun di dunia ini. Tetapi dia tidak menyadari dan telah
membuat sebuah kekeliruan besar, justru dengan sikapnya yang memusuhi kebenaran yang
disampaikan oleh Islam, maka semakin banyak saja orang yang tertarik untuk mempelajari
nilai-nilai kebenaran islam itu. Dan akhirnya dia akan putus asa melihat kenyataaan yang
akan terjadi, tidak berapa lama lagi maka berduyun-duyunlah orang mengikuti kebenaran
agama islam.

 
 
(Dr. Naik) :  
Qur’an bilang dalam Surat Sajda 32.8 … ‘Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati 
air yang hina (air mani) (Sulalah). – Artinya bagian terbaik dari keseluruhan. Satu sperma yg 
membuahi ova dari jutaan sperma, Quran mengacunya sebagai “Sulalah’…’bagian terbaik dari 
keseluruhan.’ 
 
(Ali Sina)  
Disini ada banyak terjemahan dari ayat ini: 032.008 
• Pickthall: Then He made his seed from a draught of despised fluid. 
• Yusuf Ali: And made his progeny from a quintessence of the nature of a fluid despised. 
• Hilali‐Khan: Then He made his offspring from semen of worthless water. 
• Shakir: Then He made his progeny of an extract, of water held in light estimation. 
• Sher Ali: Then HE made his progeny from an extract of an insignificant fluid. 
• Khalifa: Then He continued his reproduction through a certain lowly liquid. 
• Arberry: then He fashioned his progeny of an extraction of mean water. 
• Palmer: then He made his stock from an extract of despicable water. 
• Rodwell: Then ordained his progeny from germs of life, from sorry water. 
• Sale: and afterwards made his posterity of an extract of despicable water. 
 
Jauh dari sebutan nutfa atau mani ‘bagian terbaik dari keseluruhan’ 
Muhammad berkata bahwa itu adalah cairan hina, ‘ma‐in maheenin’. Tidakkah jelas bahwa Dr. 
Naik sama sekali tidak ragu utk berbohong?! (rahmanhadiq; ternyata Ali Sina ini mencari cara
lain untuk mengalihkan topik masaalah yang sebelumnya dia tidak mengerti sama sekali, dan
bahkan tidak mampu membantahnya. Kemudian dia mengambil sebuah kalimat yang
menyatakan bahwa “ air mani itu adalah hina”. Dengan kalimat itu dia menghasut umat
manusia supaya menentang keterangan al qur’an yang telah menghina umat manusia. Dia
menggunakan jurus kunonya untuk menghasutan dan menimbulkan kebenciannya kepada
siapa saja yang pernah membaca keterangan al qur’an itu. Ini merupakan sebuah bukti lagi,
bahwa dia tidak juga mengerti sebuah kalimat perumpamaan yang terkandung di dalam
keterangan kalimat diatas. Dia hanya mampu ini menganalisa sebuah makna perumpamaan
dengan rumus matematika nya. Ini membuktikan bahwa Ali Sina merupakan sosok manusia
yang tidak mempunyai hati nurani lagi karena sudah diisi oleh kebencian dan politik
adudombanya, dia hanya mengandalkan kehebatan berpikirnya yang ternyata hanya
mengandung kotorannya.
Padalah seorang yang mempunyai hati nurani dan berpikiran jernih akan memahami dan
menyadari, bahwa sebenarnya manusia ini berasal dari sesuatu yang dipancarkan dari alat
kemaluannya sendiri yang juga sebagai tempat pembuangan air kencing yang berbau pesing,
yang kalau air mani itu dibiarkan akan membusuk atau berbau sangat amis sekali. Makanya,
manusia itu seharusnya menyadari tentang asal usulnya dan kejadiannya, supaya dia tidak
bersikap sombong dan angkuh sebagaimana yang selalu diperlihatkan oleh RSD ini.
Begitulah makna filsafat yang terkadung di dalam kalimat itu, tetapi si Ali Sina ini tidak
pernah menyadarinya sama sekali. Itu karena dia selalu memperturutkan hawa nafsunya
yang jahat-jahat).

(Dr. Naik) :  
Dan Quran berkata dalam surat Insan 76.2 .. ‘Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia 
dari  setetes  mani  yang  bercampur  (nutfatun  amshaj)”  ..  setetes  mani  yg  bercampur  – 
mengacu pada sperma dan juga ovum – keduanya diperlukan utk pembuahan.  
 
(Ali Sina) :  
Amshaj artinya kental atau bercampur. Muhammad melihat sperma itu setetes cairan kental. 
Nutfa artinya mani – persisnya cairan yg mengandung mani. Tidak berarti zygote atau embryo. 
(rahmanhadiq; ternyata nalar Ali Sina ini benar-benar ngaco. Dia menulis bahwa kata
Amshaj artinya sesuatu yang kental atau yang bercampur. Apakah dia ini tidak
mengetahui bahwa di dalam tetesan air mani itu hanya mengandung satu macam bahan
yaitu “Sperma” yang merupakan ½ dari unsur kromosom yang ada pada diri manusia?.
Mungkin dia mengira bahwa air mani itu merupakan campuran otaknya yang kotor dangan
hatinya yang berbau busuk. Jelas bahwa RSD ini tidak memahami permasaalah tentang
embriologi , tetapi berlagak pintar melebih seorang profersor ahli Gynaecology dan
Embryologi manapun di dunia ini. RSD ini mengharuskan Al Qur’an menulis kata Zygote
atau embryo untuk membuktikan kebenarannya. Beginilah cara RSD memperdaya dan
menyebarkan hasutan serta kebenciannya untuk memutarbalikan fakta sebenarnya. Ali
Sina adalah manusia yang berlagak pintar.)

[23.13] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh 
(rahim). [23.14] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah  
 
Sang Ibu, dalam ilmu embryologynya muhammad adalah satu‐satunya inkubator. Katanya Sang 
ibu  tidak  menyumbang  secara  genetis  dalam  pembentukan  embryo.  (rahmanhadiq; terlihat
sekali gaya retorika bicara RSD ini, hal ini menunjukan bahwa dia tidak mengerti
permasaalah ilmiah sama sekali. RSD ini, benar-benar tidak jalan logikanya. Padahal dalam
ayat sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa di dalam rahim itu dipancarkan air mani (atau
istilah kerennya sekarang adalah “sperma”), yang mana dari “setitik air mani” (istilah
kerennya sekarang adalah “satu sel sperma” dari jutaan sperma lainnya), akan bercampur
dengan sesuatu. Dan keterangan al qur’an berikutnya dijelaskan bahwa campuran (istilah
kerennya sekarang adalah “pertemuan spema dengan sel telur”) itu, akan disimpan di tempat
yang kokoh yang disebut dengan rahim (istilah kerennya “uterus”). Pada perkembangannya
selanjutnya akan menjadi segumpal darah. Padahal pelajaran ini sudah beberapa kali
diajarkan oleh Gurunya dan dibantu oleh asisten Dr Naik kepada Ali Sina ini, tetapi tetap
saja dia tidak dapat mendengarnya. Sebaliknya dia mengalihkan pembicaran dan menuduh
ibu hamil sebagai incubator. Begitulah hasutan yang tidak bermutu yang selalu dihembuskan
dari mulut bau nya itu. Pada saat ayat itu diturunkan kepada Muhammad , ilmu kedokteran
belum ada sama sekali apa lagi tentang informasi bahwa di dalam rahim wanita juga ada sel
telur. Muhammad hanya menyampaikannnya saja, dan ternyata para ahli Embryologi dan
Gynaecology abad millennium ini telah membuktikannya dengan tepat. RSD ini hanya bisa
mengumbar rasa iri dan dengkinya semata tanpa mampu menerima fakta yang sebenarnya.
Hanya orang-orang yang buta dan yang mudah dihasutlah yang dapat dikelabuinya dengan
bualannya busuknya itu.)

[36.77] Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air 
(mani) (nutfa) [75.37] Bukankah dia dahulu setetes mani (nutfa) yang ditumpahkan (ke dalam 
rahim)  
 
Tidak ada disebut‐sebut dua jenis kelamin atau telur sang wanita dalam ayat‐ayat mana saja yg 
membicarakan  embryo.  Dibawah  ini  adalah  bagaimana  para  penerjemah  Quran 
menerjemahkan nutfatin amshajin: ( rahmanhadiq; kembali jurus hasutan yang tidak bermutu
di ucapkan lagi oleh si mulut berbau comberan. Sepertinya penyakitnya sudah tidak dapat
disembuhkan lagi. Padahal pada ayat sebelumnya sudah dijelaskan tentang makna
pencampuran mani di dalam rahim ibu. Al Qur’an mempunyai baberapa ayat yang jelas dan
tepat menggambarkan dan menjelaskan tentang kejadian manusia. Jadi tidak dapat hanya
menggunakan satu ayat saja , dengan cara mengabaikan ayat-ayat lainnya yang terkait
dengan topic bahasan tersebut.)

Pickthall: drop of thickened fluid.  
Yusuf Ali: drop of mingled sperm.  
Shakir: small life‐germ uniting (itself).  
Sher Ali: mingled sperm‐drop.  
Arberry : a sperm‐drop, a mingling.  
Palmer: a mingled clot.  
 
Beberapa  penerjemah  juga  mencoba  belagak  pintar  seperti  Rodwell  yg  menerjemahkannya 
menjadi  “the  union  of  the  sexes”  (bersatunya  jenis‐jenis  jelamin).  Tapi  ini  hanya  sebuah 
penipuan islamik.  
Dr. Campbell berkata bahwa “Quran setujuan dg Galen disini, ketika berkata dalam Surat 76.2, 
‘Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang Bercampur’. Dr. Campbell terlalu baik. 
Galen  tahu  bahwa  wanita  juga  harusnya  menyumbang  sesuatu  dalam  pembentukan  fetus, 
meski dia secara salah berpikir bahwa yg berpartisipasi dari wanita adalah segumpal darah. Tapi 
Muhammad tidak berpikiran sama sekali bahwa sang wanita ada sumbangsihnya. Dia pikir sang 
ibu cuma sebagai inkubator saja. (rahmanhadiq; Jadi manusia yang berpikir jernih dan berhati
jujurlah yang harus mencari makna dari perumpamaan yang disampaikan oleh keterangan
ayat al qur’an dengan kata-kata “bercampur” itu. Dunia kedokteran abad millenium ini sudah
membuktikan bahwa yang bercampur itu adalah sel sperma dan sel telur di dalam rahim. Jadi
kata-kata “bercampur” di dalam keterangan ayat al qur’an tersebut, tidaklah bohong bahkan
cocok dengan penemuan ilmu Kedokteran modern. Hanya RSD ini saja yang tidak mampu
menerima makna kata bercampur, sesuai dengan isi otaknya yang sudah bercampur antara
kebencian dan hasutannya itu.)

(Dr. Naik)  
Quran  menjelaskan  tahap‐tahap  embryo  dg  sangat  rinci,  yg  mana  gambar‐gambarnya  akan 
ditunjukkan  pada  anda  –  Dr.  William  Campbell;  dia  menolong  saya  melengkapi  topik  ini. 
Disebut dalam Surat Muminun 23.12‐14 –  
“Kami telah menciptakan manusia dari air mani ‘nutfa’ – ‘setetes mani’. Lalu
menyimpannya dalam ‘qararen makeen’ – sebuah tempat yg aman. Lalu Kami buat
menjadi ‘Alaqa’ – ‘Lintah yang menggumpal’ – ‘Sesuatu yang menggantung kepada
benda lain’ – segumpal darah. Lalu Kami buat ‘alaqa’ itu menjadi ‘Mutga’ segumpal
daging. Lalu kami buat ‘Mutga’ menjadi “izama’.. tulang. Lalu membungkus tulang-
tulang itu dg ‘leham’…daging. Lalu kami buat makhluk yg baru. Terpujilah Allah yg
maha pencipta.
 
Ketiga  ayat  Quran  ini  berbicara  tahap‐tahap  embryo  dg  sangat  rinci.  Pertama  nutfa 
ditempatkan  ditempat  aman  –  dibuat  menjadi  Alaqa.  Alaqa  punya  tiga  arti  –  satu  adalah 
‘sesuatu yg menggantung kepada benda lain’ dan kita tahu bahwa dalam tahap awal, embryo 
menggantung pada dinding uterus dan terus bergantung. Poin no.2 adalah juga berarti ‘lintah 
yg menggumap’ dan seperti yg telah saya diskusikan sebelumnya, embryo dalam tahap awal, 
benar‐benar  mirip  lintah.  Selain  mirip  lintah,  ia  juga  berlaku  seperti  lintah,  menerima  suplai 
darah dari ibunya seperti pengisap darah. Dan arti ketiga yg ditentang Dr. Campbell, katanya – 
adalah  arti  yg  sebenarnya  ..  ‘segumpal  darah’  dan  itu  sebabnya  kenapa  Quran  punya 
kesalahan  sains.  Dan  saya  setuju  dgnya  bahwa  Dr.  Campbell  tidak  setuju.  Dia  bilang 
bagaimana bisa berarti segumpal darah, karena jika ini benar, maka Quran salah. Saya minta 
maaf  sekali  utk  mengatakan  bahwa  Quran  tidak  salah  –  Dr.  Campbell  dg  segala  hormat  – 
salah. Karena saat ini, jaman ini setelah terdapat kemajuan dibidang embryology, bahkan Dr. 
Keith  Moore  berkata  bahwa  ‘dalam  tahap  awal,  embryo,  selain  mirip  lintah,  juga  terlihat 
seperti segumpal darah, karena dalam tahap awal, adalah tahap ‘Alaqa’, 3 s/d 4 minggu, darah 
digumpalkan dalam sebuah tempat tertutup. Dan Dr. William Campbell mempermudah saya – 
Dia  tunjukkan  pada  anda  gambar.  Akan  sulit  utk  anda  lihat  –  tapi  inilah  gambar  yg  dia 
tunjukkan. 

Ini persis seperti apa yg Professor Keith Moore katakan …”seperti gumpalan, yg mana darah 
digumpalkan  dalam  tempat  tertutup.  Dan  selama  minggu  ketiga  embryo,  sirkulasi  darah 
belum  terjadi  –  hal  itu  dimulai  kemudian  –  dg  demikian  terlihat  seperti  gumpalan.  Dan  jika 
anda  perhatikan  gambar  –  ini  terjadi  setelah  pengguguran,  anda  bisa  melihat  mirip  seperti 
gumpalan.  
 
(Ali Sina) :  
Gambar  ini  tidak  seperti  gumpalan.  Tentu  saja  jika  anda  tidak  mempunyai  mikroskop  anda 
bisa  melihatnya  seperti  itu.  Tapi  itu  bukan  pernyataan  sains.  Siapapun  bisa  saja  melihat 
embryo  hasil  pengguguran  dan  berkata  mirip  gumpalan.  Apakah  itu  scientific?  Dimana 
keajaibannya?  Bagian  ini  sudah  dijelaskan  oleh  Dr.  Campbell  yg  menunjukkan  kenapa 
perincian Quran mengenai perkembangan embryo semuanya salah. (rahmanhadiq; beginilah
caranya mantan seorang murid yang tidak pernah lulus, bertanya kepada Dosennya. Kalau
dia tidak mengerti sama sekali, lalu dibilangnya dosennya itu tidak memahami. Sepertinya
murid idiot ini mesti harus disuapi terus, untuk dapat menjelaskan apa yang tidak
dimengertinya. Sepertinya Ali Sina ini tidak level mengikuti kuliah tingkat akhir di
fakultas kedokteran, seharusnya anak ini harus mengulang mulai dari awal lagi, yaitu dari
Sekolah Dasar lagi. Dia tidak mengerti membaca sebuah gambar anatomi aliran darah vena
dan aliran darah aorta , tentunya karena dia tidak melihat adanya tetesan darah pada
gambar itu. Jadi dia tidak pantas ikut hadir pada acara debat itu, karena memang levelnya
sangat tidak memungkinkan untuk ikut serta. Kalau dia hadir pada acara tersebut, tentu
saja panitia akan kerepotan menyiapkan fasilitas mikroskop dan alat peraga lainnya khusus
untuk si Ideot ini. Atau mungkin juga dia ini sudah tidak tahan lagi untuk segera
menyantap hidangan berupa darah segar dari wanita yang habis keguguran. Bahkan dari
hasil pengguguran kehamilan dibawah 40 hari, masih berupa gumpalan darah, yang
menunjukkan bahwa janin itu masih belum menyerupai anak atau fetus.)

Dr. Naik hanya mengulang apa yg oleh Dr. Campbell sudah sanggah tanpa mencoba membalas 
sanggahannya.  Yg  pertama  muncul  dg  tahapan‐tahapan  perkembangan  embryo  ini  adalah 
orang  Yunani,  bukan  Muhammad  .  Dan  orang  Yunani  itu  pun  salah. ( rahmanhadiq; hal ini
menunjukkan bahwa si RSD ini , tidak mengetahui bahwa pada zaman Yunani dulu belum
hadir ilmu kedokteran sama sekali, apalagi tentang perkembangan embrio manusia atau
janin di dalam rahim ibu. Jadi terbukti bahwa Ali Sina ini bicara tidak pakai otak tetapi
dengan yang ada di dalam celananya atau nafsu birahinya. Sehingga dia menimpakan
kesalahan itu kepada orang Yunani atau bangsa Arab yang sama sekali belum mengenal
ilmu Embryologi). Bahkan  jika  penjelasannya  benarpun,  penghargaan  tidak  akan  diberikan 
pada  Muhammad  karena  dia  hanya  mengulang  apa  yg  dikatakan  orang  lain  seribu  tahun 
sebelumnya ( rahmanhadiq; kalimat yang disampaikan oleh RSD ini, menunjukkan bahwa
dia hanya mengenal berita kehamilan dari informasi kuno yang berasal dari filsafat bangsa
Yunani saja. Jadi pantaslah si Ali Sina ini harus belajar lagi mulai dari Taman Kanak-
kanak).

Quran 23.12 berkata ; 
 
“Dan  sesungguhnya  Kami  telah  menciptakan  manusia  dari  suatu  saripati  (berasal)  dari  tanah. 
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (Nutfa) (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh 
(rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (Alaqa) [tidak disebut‐sebut telur 
sang  wanita],  lalu  segumpal  darah  itu  Kami  jadikan  segumpal  daging  (mutga),  dan  segumpal 
daging itu Kami jadikan tulang belulang (izama), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan 
daging (leham). Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.“  
 
Well, penjelasan ini sama sekali salah. Tidak perlu mengulang apa yg telah diterangkan oleh Dr. 
Campbell dg begitu jelas. Mr. Naik pikir dg mengulang‐ulang kebohongan dg cukup sering, maka 
akan  menjadi  benar.  Tapi  tidak  begitu!  Penjelasan  akan  perkembangan  embryo  yg  dijelaskan 
Quran secara sains sangatlah salah total. (rahmanhadiq; ketahuan bahwa si Ali Sina ini tidak
mengerti dengan apa yang telah dijelaskan oleh guru besarnya tentang perkembangan embrio
di dalam rahim. Dia hanya mampu membantah tetapi tidak menjelaskan alasan yang masuk
akal untuk menguatkan pendapatnya. Si Pengumpat ini tidak mampu berbicara dalam bahasa
ilmiah yang benar , karena memang dia tidak sanggup bicara bahasa sain sama sekali. Yang
ada di dalam otaknya adalah kotorannya sendiri sehingga dia hanya mampu mengeluarkan
bau busuk yang sangat menusuk hidung. Si pembual ini memang tidak pantas ikut di dalam
acara dikusi Dr Campbell dengan Dr Naik, karena kemampuannya sangat terbatas. Dia
Cuma berkoar-koar menantang Gurunya, tetapi dengan belajar 10 ribu tahun lagipun dia
tidak akan mampu mengalahkan gurunya. Maka pantas saja , kalau si Ali Sina ini selalu
menghindar kalau diajak debat terbuka di depan umum yang disaksikan oleh seluruh dunia,
karena kemampuannya yang sangat terbatas.)

(Dr. Naik)  
Hanya  satu  baris  jawaban  cukup  utk  menjawab  semua  pembuktian  Dr.  Campbell  yg 
menyatakan bahwa tahap‐tahap embryo yg dijelaskan Quran hanya berdasarkan pada apa yg 
terlihat… apa yg kelihatan. Pertama‐tama adalah penampakan dari ‘Alaqa’, sesuatu yg ‘mirip 
lintah’ serta segumpal darah. Dan Dr. Campbell lalu berkata pada beberapa wanita disini dan 
meminta…’Tolong  buang  gumpalan  itu’  –  memang  mirip  gumpalan.  Dan  tahap‐tahap  tsb 
berdasarkan  penampakan.  Ini  diciptakan  dari  sesuatu,  yg  seperti  gumpalan,  yg  kelihatan 
seperti  lintah,  dan  juga  sesuatu  yg  bergantung.  Lalu  Quran  berkata…”lalu  segumpal  darah 
(Alaqa) itu Kami jadikan segumpal daging (Mutga).”  
 
(Ali Sina) :  
Disini  sang  doktor  menganti  strateginya.  Sekarang  dia  tidak  lagi  berkeras  bahwa  penjelasan 
Quran  adalah  sesuai  sains.  Dia  bilang  bahwa  quran  membicarakan  ‘penampakan’  ‘yg 
kelihatan’  yg  ada  antara  sebuah  gumpalan,  lintah  dan  embryo  dalam  tahap 
perkembangannya.  Jika  demikian,  kenapa  mengklaim  bahwa  Quran  itu  berisi  sains  dan 
keajaiban?  Dimasa  lalu,  wanita  yg  keguguran  jauh  lebih  banyak  dari  sekarang.  Fetus  yg 
keguguran  dan  mereka  dapat  melihat  fetus  itu,  pertama  seperti  segumpal  darah,  lalu  yg 
lainnya  mirip  lintah.  Tidak  adanya  mikroskop  membuat  mereka  mengatakan  apa  yg  mereka 
lihat.  Jadi  dimana  keajaibannya?  Kenapa  begitu  repot‐repot  mengatakan  “bagaimana  bisa 
Muhammad  tahu  hal  ini  1400  tahun  lalu?”  ketika  pengetahuan  yg  biasa  saja  tersedia  bagi 
setiap orang saat itu? Malah seperti yg dikatakan Dr. Campbell, Hippocrates yg hidup sebelum 
jaman Muhammad malah menjelaskan pertumbuhan embryo jauh lebih akurat dari ini. 
  
Rahmanhadiq;
Si RSD ini tidak mengerti dengan bahasa ilmiah dan bahasa perumpamaan, sehingga dia
mengira bahwa Guru besarnya sedang berbicara dalam bahasa pergaulan. Padahal yang
disampaikan oleh Gurunya adalah sebuah perumpamaan atau perbandingan yaitu ketika
seorang wanita mengalami keguguran pada masa kehamilan dibawah 40 hari atau istilah
kedokterannya “trismester pertama”. Masa ini merupakan masa rawan atau kritis
terjadinya keguguran karena embryo yang tidak cukup kuat tertahan pada dinding rahim.
Pada abad millennium ini, pada saat kritis masa kehamilan , biasanya dokter akan
memberikan obat penguat rahim seperti “alylestrenol” dengan nama patent Premastone
(promosi nih.. Dok.!).
Begitulah RSD ini dalam menterjemahkan bahasa perumpamaan yang disampaikan bukan
dengan bahasa ilmiah, tetapi menebarkan kebencian semata, lalu menghasut para hadirin
yang tidak ikut menyaksikan acara debat tersebut yang berada di dalam situs
adudombanya.)

(Dr. Naik) :  
Professor  Keith  Moore  mengambil  plastic  seal,  dan  digigitnya  agar  mirip  ‘Mutga’  ‘segumpal 
daging’  –  bekas  gigitan  menandakan  ‘somites’.  Dr.  Campbell  bilang…’Ketika  ‘Alaqa’  menjadi 
‘Mutga’  kebergantungan  masih  ada  –  dan  akan  ada  sampai  8.5  bulan  –  jadi…  Quran  salah.’ 
Saya  katakan  pada  awalnya,  Quran  menjelaskan  apa  yg  kelihatan.  Kelihatan  ‘seperti  lintah’ 
dan  kelihatan  ‘seperti  gumpalan’.,  diubah  menjadi  kelihatan  seperti  ‘daging’.  Ini  masih 
berlanjut bergantung hingga akhirnya – tidak ada masalah dalam hal ini. Tapi tahap‐tahap tsb 
terbagi dalam beberapa ‘penampakan’ – bukan pada fungsi‐fungsinya.  
 
(Ali Sina) :  
Alaqa  kalau  tidak  berarti  sesuatu  yg  bergantung  maka  artinya  segumpal  darah.  Satu  kata 
dalam  satu  kalimat  tidak  dapat  punya  arti  dua‐duanya.  Jika  alaqa  adalah  sesuatu  yg 
bergantung,  maka  fetus  harus  disebut  alaqa  sepanjang  masa  kehamilan.  Kenapa  lalu  Quran 
bilang  menjadi  Mutga?  Jika  ini  hanya  ‘yg  kelihatan’  seperti  gumpalan,  lalu  kita  harus 
mengabaikan pendapat Dr. Bucaille yg bilang kata ini harus diterjemahkan sebagai ‘sesuatu yg 
bergantung”. Jika Quran itu jelas, lalu kenapa ada banyak yg membingungkan? Hal ini, sama 
seperti  ‘pernyataan  sains’  lainnya  yg  buatan  Quran,  hanya  hasil  pengamatan  seseorang  dan 
tidak ada sainsnya. Jika saya bilang bulan seperti melon, saya benar. Tapi ini bukan pernyataan 
sains  dan  saya  tidak  bisa  diberi  penghargaan  telah  mengatakan  sesuatu  yg  hanya  diketahui 
tuhan  cuma  karena  mengatakan  hal  yg  dangkal  seperti  ini.  Dg  demikian  omong  kosong 
tentang Quran meramalkan sains modern adalah ya itu tadi, omong kosong belaka.  
 
Kesimpulan: Jika penjelasan embryo dalam Quran dimaksudkan utk sains, maka itu salah. Jika 
hanya  sebagai  referensi  atas  apa  ‘yg  kelihatan’,  ini  juga  diketahui  oleh  banyak  orang  lain 
dijamannya Muhammad.  Bukan  sesuatu  yg  luar  biasa  karena  nenek‐nenek  ompong  juga  tau 
itu. 
 
Rahmanhadiq;
Ayat-ayat Al Qur’an itu bukan sain tetapi sebuah petunjuk atau pertanda. Istilah yang
dipakai oleh Al Qur’an tidak harus sama dengan istilah yang disampaikan oleh ilmu
kedokteran modern. Al Qur’an hanya memberikan petunjuk awal sebagai dasar atau sebuah
istilah yang mempunyai makna yang sangat mendalam , bisa juga sebuah perumpamaan
atau kiasan. Jadi Al Qur’an tidak dapat disalahkan apabila menggunakan istilah yang tidak
berbau teknologi atau istilah-istilah kedokteran saat ini.
Istilah yang digunakan oleh Al Qur’an hanya sebuah petunjuk yang tidak pernah bohong
atau bertentangan dengan pembuktian sain dibidang kedokteran. Jadi dalam hal ini pengerti
kata “Alaqa” menjadi lebih luas, karena kata tersebut bukan mengacu kepada fungsi dari
sebuah kata benda, tetapi lebih dimaknai sebagai sebuah kata sifat dari yang teramati.
Artinya kalau kata “Alaqa” itu dimaknai sebagai gumpalan darah , maka istilah itu tidak
menyalahi prinsip penemuan tahap awal dari pembentukan embryo manusia. Justru, kata
tersebut akan berbeda makna kalau diartikan sebagai kata “janin” atau “Fetus”. Sekiranya
kata ini dimaknai sebagai sesuatu yang melekat di dalam rahim, maka istilah ini juga cocok,
karena tidak bertentangan dengan hasil penemuan dibidang Embryologi , khususnya pada
saat awal embryo terbentuk.

Kesimpulan ;
Begitulah Allah menanamkan kata-kataNya yang bersifat global dan mempunyai makna
yang mendalam , sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat
dari segala bidang keilmuan manapun. Ini merupakan salah satu mukziat Al Qur’an yang
tidak dimiliki oleh bahasa apapun di dalam kitab-kitab lainnya. Karena istilah –istilah yang
digunakan oleh kitab-kitab lain, selalu akan mengalami masa kadaluarsa akibat penemuan
terbaru yang dapat menggantikan penemuan sebelumnya.
Hal ini membuktikan bahwa bahasa yang ditanam di dalam Al Qur’an oleh sang Pencipta
, merupakan bahasa Universal dan flexible yang tidak dapat dihancurkan oleh kekuatan
manapun juga. Padahal bahasa dan istilah yang digunakan pada ayat-ayat tersebut sudah
ada 14 abad sebelum ilmu kedokteran modern ditemukan, tetapi kata-kata Al Qur’an tidak
pernah lekang oleh pergantian masa.)

 
(Dr. Naik) :  
Lalu Quran berkata … ‘segumpal daging (Mutga) itu Kami jadikan tulang belulang (Izama), lalu 
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Dr. Campbell berkata, dan saya setuju dalam 
hal  ini,  bahwa  …  permulaan  dari  daging  dan  tulang  rawan  .  .  yaitu  tulang  belulang,  mereka 
dibentuk bersamaan – saya setuju dg itu.  
Saat  ini  embryology  mengajarkan  kita  bahwa  munculnya  daging  dan  tulang  –  keduanya 
dibentuk bersamaan antara hari ke 25 dan 40, yg oleh Quran disebut sebagai tahap “Mutga’. 
Tapi belum berkembang… Mutga ini belum berkembang. Belakangan, pada akhir minggu ke‐7, 
embryo  mengambil  bentuk  manusia  –  lalu  tulang  belulang  terbentuk.  Embryology  modern 
mengatakan tulang terbentuk dihari ke 42, dan memberikan bentuk manusia. Bahkan dalam 
tahap ini ketika tulang terbentuk, daging belum lagi terbentuk. Belakangan setelah minggu ke‐
7 dan awal minggu ke‐8, daging terbentuk. Jadi Quran itu sempurna dalam merinci pertama 
‘Alaqa’,  lalu  ‘Mutga’  lalu  ‘Izama’,  lalu  membungkusnya  dg  daging,  dan  ketika  membentuk, 
penjelasannya sangat sempurna.  
 
(Ali Sina) :  
Penjelasannya salah, tak masalah berapa kali diulangpun, akan tetap salah. Saya katakan lagi 
apa yg Dr. Campbell katakan dalam kesimpulan pembicaraan mengenai embryo ini: “Tidak ada 
saat dimana tulang‐tulang terbentuk dan lalu daging ditempelkan disekelilingnya. 
Daging‐daging  sudah  ada  disana,  beberapa  minggu  sebelum  ada  tulang,  bukannya 
ditempelkan disekeliling tulang yg telah ada, seperti yg dinyatakan dalam Quran.” Pernyataan 
ini sangat sains. Dan Quran sangat tidak sains sama sekali. 

Rahmanhadiq;
Si RSD ini, lebih baik tidak ngoceh, karena setiap kali dia bicara selalu saja kelihatan
kebodohannya. Ketahuan bahwa dia asal ngomong dan tidak mau mengerti dengan apa
yang telah dijelaskan oleh kedua pembicara. Kelihatan sekali kalau Ali Sina ini terlalu kecil
dan sangat kerdil bila dihadapkan dengan kedua pembicara terhormat diatas. Antara
pendapat Dr Campbell dan Dr Naik banyak mempunyai kesamaan sehingga Dr Naik
beberapa kali menyetujui hasil penilitian Dr Campbell dalam berapa postulat. Namun si
RSD ini membuat sebuah kesimpulan yang berbeda, sehingga jauh sekali panggang dengan
api.
Dr Campbell menyimpulkan bahwa terbentuknya tulang dan daging itu bersamaan, hal ini
disetujui oleh Dr Naik, namun dari hasil beberapa penilitian terbaru menunjukkan bahwa
terdapat beberapa tulang yang masih belum berkembang yang disebut dengan tulang rawan.
Tulang rawan ini terus mengalami perkembangan di dalam daging , hingga sempurna
selama masa 7-8 minggu kemudian. Jadi di dalam hal ini, AL Qur’an tidak berkata bohong.
Tetapi Ali Sina ini membayangkan keterangan Al Qur’an tersebut dengan pengertian yang
sangat jauh berbeda, menurutnya tulang –tulang itu ditempel dengan daging pada saat
yang lain. Sehingga dia membayangkan bahwa, daging yang sudah terbentuk itu akan
ditempelkan kepada tulang-tulang yang sedang tumbuh pada lokasi yang berbeda.
Begitulah jalan pikirannya, pantas saja dia tidak lulus-lulus dari pelajaran apapun yang
diberikan oleh gurunya DR Naik. Padahal ayat Al Qur’an diatas tidak menjelaskan hal
demikian, tetapi otaknya selalu saja Error, makanya dia asal ngomong seperti sedang
membacakan mantra-mantara yang baru saja dia peroleh dari dasar samudra.)
 
(Dr. Naik) :  
Seperti  yg  Professor  Keith  Moore  katakan  bahwa  ..  ‘Tahap‐tahap  –  bagaimana  dijelaskan 
dalam  embryology  modern…  tahap  1,2,3,4,5  begitu  membingungkan,  tahapan  dalam  Quran 
mengenai  embryology  yg  berdasarkan  penampakan  saja,  dan  bentuk,  jauh  lebih  superior. 
Alhamdulillah.  
 
 
 
(Ali Sina) :  
Ini  sangat  menggelikan.  Bagaimana  bisa  Quran  lebih  superior  jika  semuanya  salah?  Josef 
Gobbel,  mentri  propaganda  Hitler  berkata:  “Jika  kau  katakan  kebohongan  yg  cukup  besar, 
cukup sering, akan menjadi sebuah kebenaran.” Ini apa yg sedang ingin dicapai Dr. Naik. Dia 
ingin  mengulang‐ulang  sebuah  kebohongan  dg  seringnya,  sampai  seakan  jadi  kenyataan. 
Maaf. Tidak berhasil. Penjelasan embryo dalam Quran semuanya salah. Tidak akan jadi benar 
bahkan jika diulang milyaran kali juga. Tulang‐tulang tidak diciptakan lebih dulu utk kemudian 
ditutupi oleh daging. Titik. 

Rahmanhadiq;
Anak baru tamat Sekolah dasar ini, ingin mengajarkan tentang ilmu Embryologi yang sama
sekali aneh ditelinganya, tentu saja sesatu yang sangat mustahil. RSD ini merasa sangat
sakit hati begitu mendengar Dr Naik mengucapkan kata “ Alhadulillah” yang sangat
memekakkan telinganya. RSD ini sangat alergi dengan ucapan yang diperdengarkan oleh
gurunya tersebut. Padahal gurunya Dr Naik baru saja menyampaikan sebuah kata kiasan
atau perumpamaan terhadap perjalanan ilmu embriologi yang begitu rumit dan begitu
panjang selama satu abad belakangan ini. Namun pada akhirnya menghasilkan sebuah
kesimpulan atau postulat yang sama dengan apa yang sudah disampaikan di dalam ayat al
Qura’n. Padahal kesimpulan al Qur’an tersebut sudah ada jauh sebelum para ahli
embryology memperolehnya, walaupun perjalanan dari penelitian itu menempuah jalan yang
berliku dan panjang sekali. RSD ini tetap tidak menerima kalau dalam proses
perkembangan janin di dalam rahim ibu dimulai dari daging. Namun si Pembual ini tidak
menjelaskan alasan ilmiahnya sama sekali , hal ini menunjukkan bahwa si Ali Sina ini
hanya tukang bual saja. Bahkan dia ingin memaksakan kesimpulannya kepada audien
dengan kata-kata “titik” tanpa alasan yang dapat diterima akal sehat. Dasar orang Gila. )

(Dr. Naik) :  
Dg  demikian  dia  berkata  bahwa…’Saya  tidak  keberatan  dalam  menerima  bahwa  nabi 
Muhammad adalah utusan tuhan dan bahwa Quran pastilah wahyu tuhan dari tuhan yg maha 
kuasa.’  
 
(Ali Sina) :  
Jika Dr. Naik membicarakan Dr. Moore, harusnya dia catat bahwa Dr. Moore sampai hari ini 
tidak sudi memeluk islam. Ini memberitahu kita bahwa kepentingannya bersifat keduniawian. 
Dia  tidak  melihat  keajaiban  apapun  dalam  Quran.  Dia  hanya  membodohi  para  muslim  dan 
tertawa sambil pergi ke Bank utk mengambil uang hasil pembodohannya. 

Rahmanhadiq;
Dr Naik berkata bahwa Dr Moore percaya atau yakin bahwa Muhammad adalah utusan
Tuhan dan Al Qur’an adalah wahyu dari Allah, hal ini sangat menyakitkan kuping Raja
Setan Dunia ini. Dengan kalimat tersebut dia langsung berkesimpulan bahwa Dr Moore
sudah masuk Islam. Kecemasan si Otak Udang ini sangat belebihan sekali, padahal
gurunya tidak mengatakan bahwa Dr Moore sudah islam dengan ucapan itu. Hal ini
menunjukkan bahwa RSD ini hanya berpikir dengan kebenciannya bukan pakai akal dan
nalar yang jernih sama sekali. Bahkan Setan ini bisa membaca pikiran Dr Moore yang
katanya tidak percaya kepada keajaiban Al Qur’an, padahal Dr Moore sendiri yang
menyampaikan pidatonya tersebut di depan mahasiswa-mahsiswanya baik ketika
berkunjung pada berbagai universitas di timur tengah maupun di kampusnya sendiri.
Begitulah cara setan menghasut dan mengadudomba umat beragama di dunia ini.
Kemudian dia melanjutkan hasutannya dengan mengira Dr Moore berjalan ke Bank untuk
mengambil duit. Jadi terbukti bahwa, benar nama Ali Sina adalah singkatan dari Ali=
Raja , Sina= Setan Iblis Dunia.)

Apa Tuhan Menghukum Orang?

(Dr. Naik) :  
Disebutkan  dalam  Surat  Nisa  4.56,  yg  membicarakan  tentang  ‘rasa  sakit.’  Sebelumnya  para 
dokter pikir otak yg bertanggung jawab akan rasa sakit. Saat ini kita tahu bahwa selain otak 
ada  sensor  penerima  dalam  kulit  yg  juga  bertanggung  jawab  akan  rasa  sakit,  yg  kita  sebut 
sebagai  ‘penerima  rasa  sakit’.  Quran  mengatakan  hal  demikian  dalam  Surat  Nisa  4.56,  … 
“Sesungguhnya  orang‐orang  yang  kafir  kepada  ayat‐ayat  Kami,  kelak  akan  Kami  masukkan 
mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit 
yang lain, supaya mereka merasakan azab.” 
Ini menandakan bahwa ada sesuatu dalam kulit, yg bertanggung jawab utk merasakan sakit, 
yg oleh Quran disebut sebagai ‘penerima rasa sakit.’ 
 
 
(Ali Sina) :  
Ijinkan  saya  ubah  subjeknya  sejenak  dan  bercerita  tentang  kucing  saya.  Saya  memelihara 
binatang ini sejak masih anak kucing. Saya belikan segala macam mainan agar dia tidak bosan. 
Saya  sendiri  bermain  dgnya  bahkan  jika  harus  mengesampingkan  pekerjaan  saya  pun.  Saya 
pelihara,  beri  makanan  mahal  karena  dia  tidak  mau  makanan  lain.  Saya  mandikan  secara 
teratur dan lakukan segala hal yg para pemilik kucing lakukan utk membuat kucingnya senang. 
Dia  berkelahi  dg  kucing  lain  dan  kadang  terluka.  Saya  bawa  ke  dokter  hewan  agar  lukanya 
tidak infeksi. 
Saya pemilik yg baik dari kucing ini. Tapi binatang kecil ini tidak tahu berterima kasih. Dia tidak 
pernah mendekat jika dipanggil. Dia bahkan tidak berpaling seakan tidak mengakui saya ada 
disana.  Dia  hanya  menggerakan  sedikit  kupingnya  jika  saya  panggil  dan  lalu  cuek.  Tapi  jika 
saya duduk bekerja dan menulis dan tidak ingin diganggu dia berkeras duduk dipangkuan saya 
dan meski saya turunkan berkali‐kali dia terus naik lagi. Semua hal adalah hanya tentang dia 
dan  apa  yg  dia  inginkan.  Saya  tinggalkan  pekerjaan  dan  menyisirnya,  dia  suka  itu  dan 
mengeong  keras  dan  berbaring  menunjukkan  tempat  dimana  harus  saya  sisir.  Tapi  segera 
setelah dia merasa nyaman dia mulai mengeluarkan gas tepat didepan hidung saya. 
Saya pikir dia tidak menaruh hormat pada saya. Saya sangat terhina oleh kelakuannya yg tidak 
tahu  diri  dan  kasar,  saya  berpikir  utk  menghukumnya.  Dia  pantas  mati.  Tapi  saya  tidak  mau 
membunuhnya begitu saja. Saya ingin menyiksanya lebih dulu dan membuatnya mati pelahan 
dan  menyakitkan.  Ini  karena  dia  begitu  tidak  tahu  diri  dan  saya  sangat  terhina.  Saya  punya 
pikiran utk mengikatnya agar dia tidak bisa bergerak. Lalu memotong jarinya satu demi satu. 
Lalu  menaruhnya  diatas  pembakaran  dan  membakar  bulu‐bulu  dan  kulitnya.  Saya  akan 
melakukannya  dg  pelahan  agar  dia sangat  menderita.  Lalu saya  kucurkan  air  mendidih  pada 
tubuhnya dan mengawasinya berteriak kesakitan dalam ikatan tali yg erat. Lalu saya biarkan 
beberapa  waktu  agar  penderitaannya  bertambah.  Dan  kembali  utk  memotong‐motong 
kakinya hidup‐hidup dan membakarnya. Anda lihat, saya penyayang dan pengampun. Itu kata 
teman‐teman saya. Tapi saya juga sangat adil. Keadilan harus ditegakkan dan kucing ini telah 
tidak tahu berterima kasih pada saya maka harus dihukum. Okay, tenang. Saya cuma becanda.
(rahmanhadiq; walaupun ocehan si Ali Sina ini sudah jauh ngelantur dan tidak ada
hubungannya sama sekali dengan masaalah ilmiah yang disampaikan oleh Gurunya.
Namun sebagai asisten dari Dr Naik, rahmanhadiq akan menjelaskan dan membahas
masalah kucing yang dimasukkan sebagai topik tambahan oleh Ali Sina ini. Rupanya Ali
Sina ini ingin mengalihkan pembicaran ke topik lain, sehingga di akan memberikan sebuah
cerita perumpamaan, padahal dari pembicaraan sebelumnya RSD ini tidak mengerti sama
sekali dengan perumpamaan. Tetapi tiba-tiba saja dia ingin bercerita tentang sebuah kisah
untuk tujuan perumpamaan. Dalam hal ini dia mengambil sampel se ekor Kucing untuk di
persamakannya antara “ RSD dengan Kucingnya “ dengan “ manusia dengan Tuhannya”.
Tentu saja perbandingan itu tidak pantas disamakan , karena hubungan antara manusia
dengan kucing merupakan hubungan sesama makhluk, sementara hubungan antara manusia
dengan Tuhan adalah hubungan antara Pencipta dengan yang diciptakan.
Tentu saja RSD ini tidak akan mampu membuat sebuah perbandingan yang setara di
dalam perumpamaannya, karena dia tidak mampu menciptakan apapun di bumi ini. Adalah
bohong besar kalau Ali Sina mengatakan bahwa kucing itu adalah milik kepunyaannya,
sejak kapan RSD ini mampu menciptakan kucing? Jangankan untuk membunuh kucing,
bahkan untuk menyakitinyapun RSD, tidak punya hak sama sekali. Apapun hewan yang
dikonsumsi oleh Ali Sina ini ke dalam perutnya, dia tidak hak untuk memakannya tanpa
menyebut nama Allah. Kalau dia selama ini telah mengkonsumsi hewan tanpa menyebut
nama Allah, maka dia dapat dikatakan sebagai perampok dan pencuri hasil kepunyaan
Tuhan pencipta hewan. Hanya Allah lah yang menciptakan hewan yang pernah ditelan
oleh siapapun di bumi ini.
Ali Sina ini ibarat seorang penumpang gelap yang tidak mempunyai tiket , lalu mencopet
tiket penumpang lain, kemudian menuduh orang lain yang mengambilnya, sehingga dia
sampai juga pada stasiun yang berikutnya. Namun perjalahanan hidupnya masih belum
berakhir , dia hidup di bumi ini hanya untuk sementara waktu sebelum nyawanya diambil,
sebelum pengadilan yang lebih adil dijatuhkan kepadanya.
Lagi pula sampel yang diambil untuk perumpaman itu tidak relevan sama sekali, karena
Kucing adalah Hewan yang tidak bisa disamakan dengan sosok seorang manusia yang
mempunyai perasaan dan intelegensi yang jauh berada diatas hewan manapun. Hewan
tidak mempunya tatakrama di dalam budaya hidupnya, dari dulu hewan tetap begitu-begitu
saja. Namun kalau Kucing itu dijadikan Sample untuk disamakan dengan sosok Ali Sina ,
tentu saja tepat sekali, karena Ali Sina mempunyai sifat yang persis sama dengan hewan
berkaki empat. Bahkan Binatang buas seperti Harimau atau Babi juga mempunyai
karakter jauh lebih baik dari pada Ali Sina, karena hewan ini tidak mengenal rasa
kebencian, tidak menebarkan rasa permusuhan antar sesama hewan, dan tidak pula sudi
bersikap hina seperti Ali Sina.
Maka perbandingan yang dimasukkan kedalam cerita oleh RSD ini, tentu saja tidak
dapat diterima oleh manusia yang memiliki hati nurani dan kemampuan akal yang jauh
lebih sempurna dari seekor kucing. Sejahat-jahat seekor atau segerombolan hewan terbuas
manapun tidak akan lebih jahat dari pada manusia yang mempunyai sifat-sifat seperti yang
sudah ditunjukkan oleh manusia yang bernama Ali Sina ini. Sosok Ali Sina , jauh lebih
berbahaya dari pada hewan atau manusia yang terjahat sekalipun, karena Ali Sina ini
adalah manusia yang mempunyai sifat seperti iblis. Jadi sekali lagi terbukti bahwa Ali Sina
tidak mengerti sama sekali dengan perumpamaan apalagi membuat kisah perumpamaan
yang benar.
Sampai saat ini, di Bumi ini, hanya manusialah yang dapat memimpin dan berada diatas
seluruh makhluk hidupnya. Manusia adalah makhluk sosial yang tinggi kecerdasan dan
kemampuannya untuk menguasai bumi, sehingga apabila hawa nafsunya telah menguasai
kemampuan berpikirnya, maka tidak ada yang dapat menghalangi keinginannya. Sama
halnya dengan RSD ini yang telah dikuasai oleh nafsunya sendiri sehingga nalar baiknya
sudah tidak berfungsi lagi. Artinya Ali Sina mempunyai sifat , sikap, karakter ,
kemampuan dan imajinasi , jauh lebih jahat dan membahayakan terhadap kehidupan
manusia dibandingkan dengan hewan terbuas manapun di dunia ini.
Kalau manusia yang tidak mempunyai hati nurani seperti Ali Sina ini diberi kepercayaan
atau berkuasa untuk memimpin manusia dan alam di Bumi ini, maka rusak binasalah alam
ini dan hancurlah tatanan kehidupan umat manusia yang selalu mendambakan kedamaian ,
kerukunan dan kemajuan yang mensejahterakan. Bagaimana kalau ada ribuan orang yang
mempunyai karakter seperti Ali Sina ini , sementara agama sudah berhasil dilenyapkannya?
Tentu sudah tidak terbayangkan lagi apa akibatnya, apalagi jika kehidupan beragama
sudah digantikan dengan ajaran dan prinsip-prinsip hidup Ali Sina ini. Inilah sebenarnya
yang diinginkan oleh RSD ini, dia tidak setuju dengan kehidupan beragama , dia benci
dengan ajaran agama manapun, karena dia adalah seorang Atheis yang tidak percaya
kepada Tuhan dan aturan agama manapun juga.
Dia bersama gerombolannnya ingin menghacurkan nilai-nilai dalam ajaran agama , karena
ajaran agama menghalanginya untuk berbuat sesuka hatinya, karena ajaran agama akan
menghalangi sikap bebasnya, karena dia tidak ingin diatur oleh aturan manapun. Dan yang
paling keras menghalangi hasratnya adalah agama Islam. Maka Islam merupakan target
utama baginya untuk dirusak. Saat ini, RSD ini sudah masuk ke tahap permulaan yaitu
menanamkan rasa kebencian dan berhasil memfasilitasi pertikaian tersebut di dalam
situsnya yang sudah mendunia itu. Pada tahap ini, kelihatannya dia sudah merasa percaya
diri untuk melanjutkan ke tahap berikutnya , supaya agama-agama lainnya memfokuskan
diri untuk menyerang ajaran islam dari segala sisi dan dari segala penjuru dunia agar cita-
citanya tercapai. Itulah ciri-ciri Setan yang berujud sebagai manusia. )
Tentu saja saya tidak akan melukai kucing kecil saya. Saya mencintainya. Khususnya
karena dia punya kebebasan. Dia mirip saya, pemikir bebas, berjiwa bebas, dan seperti saya,
dia bukan yg suka menyenangkan orang. ( rahmanhadiq; inilah pengkuan dari seorang Ali
Sina bahwa tidak ada yang dapat menghalanginya dalam berbuat kebebasan. Dia mengakui
bahwa dirinya sama dengan kucing yang tidak suka menyenangi orang. RSD juga
mengakui bahwa dia tidak mau diatur dengan aturan apapun. Padahal dia ingin mengatur
umat beragama supaya tidak mempunyai aturan. Namun anehnya dia sendiri tidak
mempuyai aturan) Saya tidak terhina olehnya. Saya tidak akan terhina oleh apapun yg dia
lakukan. Bukankah tidak waras terhina oleh kucing? Tidak ada apapun yg kucing dapat
lakukan yg bisa menghina manusia. Kucing tidak punya intelegensia dan kita tidak
mengharapkan hal yg demikian dari mereka. (rahmanhadiq; seharusnya Ali Sina ini
menyadari hal ini dengan lebih luas agar dapat diterapkan di dalam kehidupan berasyarakat
yang bermartabat dan berbudaya).Tapi bagaimana jika saya serius? Tidakkah anda akan
bilang saya seorang maniak, gila dan berbahaya? Tentu saja. Bagaimana bisa orang punya
pikiran utk menyiksa kucing atau binatang lain? Tapi pikirkan ini! (rahmanhadiq; manusia
tidak mempunyai hak apa-apa terhadap mahkluk lainnya untuk diperlakukan semena-mena,
kepada kucing saja tidak berhak, apalagi terhadap manusia lainnya, karena RSD bukan
sosok pencipta makhluk hidup. Namun jalan pikiran RSD selanjutnya adalah menyalahkan
sifat sang pencipta yang menurutnya tidak berhak memberikan hukuman kepada siapapun
seperti yang sudah dia lakukan terhadap kucing).
Bukankah ini persis yg dijelaskan Muhammad mengenai Allah? Apa anda sungguh-
sungguh percaya bahwa pencipta jagat raya ini adalah seorang psikopat yg sadis? Jika
kualitas ini tidak cocok bagi orang waras bagaimana bisa cocok utk Tuhan? Allah islam,
seperti yg dijelaskan Muhammad malah lebih parah lagi. Saya mungkin akan menyiksa
kucing saya beberapa jam saja dg cara sadis sampai dia mati dan tidak kesakitan lagi. Tapi
tuhannya Muhammad akan terus menyiksa manusia selama-lamanya. Dia jauh lebih sadis
dari apa yg bisa anda bayangkan. Tidakkah ini sebuah penghinaan bagi Sang Pencipta?
Tidakkah anda pikir memegang kepercayaan demikian adalah sebuah penghujatan? Jika
anda membicarakan neraka dan hukuman kekal bagi kafir, anda menempelkan atribut gila
pada Tuhan.

Rahmanhadiq;
RSD tentu saja tidak berhak dan tidak boleh menyiksa Kucing , itu merupakan sebuah
qodrat, karena RSD tidak mempunyai kekuasaan apapun terhadap dirinya sendiri apalagi
terhadap kucing, lebih-lebih lagi terhadap manusia. Tetapi sang Pencipta tentu mempunyai
kekuasaan yang melebihi apa yang pernah RSD pikirkan. Kalau selama ini RSD ini selalu
menebar kebencian dan fitnah yang tidak bertanggung jawab, maka kepada siapakah
manusia yang telah disakiti hatinya itu menuntut? Selama ini dia selalu menghina dan
melecehkan seorang manusia yang telah berjasa merubah wajah dunia kepada nilai-nilai
kebaikan dan kebenaran, walaupun orang itu telah wafat. Lalu kepada siapakah orang yang
telah dilecehkan dan difitnahnya itu menuntut keadilan? Dan bagaimana perasan umat
beliau yang selama ini di caci-maki oleh RSD ini? Dan kemanakah umat beliau meminta
tntutan atau pertanggungan jawaban dari RSD ini? Apakah RSD mengira bahwa dia
dapat bebas begitu saja setelah kematiannya nanti ?. Tentu RSD ini tidak percaya kalau
pada saat kematiannya nanti masih ada yang berkuasa terhadap nyawanya. Selama ini dia
telah merasa bangga dan sombong , menghina orang yang sudah wafat dan menghina
seluruh umat manusia beragama, maka siapa lagi yang akan memberinya hukuman yang
setimpal dengan kesalahannya itu? Boleh saja dia tidak percaya , tetapi sebenarnya dia
tidak mengerti apa yang akan terjadi setelah kematiannya.)

“Neraka” adalah subjek utama dari Quran. Tema ini muncul tidak kurang dari 200 kali. Quran 
penuh dg peringatan dan ancaman hukuman dan rincian kekejaman dari siksaan Allah. Apa yg 
dapat kita ambil dari ini? Ini memberitahukan kita bahwa Muhammad menggambarkan Tuhan 
sebagai  seorang  psikopat  sadis.  Allah  islam  bukan  Tuhan  yg  sejati.  Dia  adalah  alter  egonya 
Muhammad. Dia adalah personifikasi dari mimpi basah sang narsisis Muhammad. Muslim tidak 
memuja  Tuhan.  Dg  menempelkan  cap  sadis  pada  Tuhan,  mereka  menghujatNya.  Tidakkah 
cukup  melihat  bahwa  Muhammad  seorang  gila?  Apa  mungkin  Sang  Pencipta  jagat  raya  yg 
menakjubkan  dan  sangat  luas  ini  begitu  picik  dan  gila  hingga  mudah  terhina  oleh  apa  yg 
dipikirkan oleh manusia? Jika seekor kucing tidak dapat menghina kita bagaimanapun jeleknya 
kelakuan  kucing  tsb  dan  betapa  tidak  tahu  berterimakasihnyapun,  bisakah  Tuhan,  sebuah 
realitas yg jauh lebih besar dari kita terhina oleh apa yg kita percaya? 
Perbedaan antara saya dan kucing saya jauh lebih kecil dibanding perbedaan antara Tuhan dan 
kita manusia. Jika kita tidak terganggu oleh apa yg dilakukan kucing dan menganggap hukuman 
bagi kucing tsb adalah gila, bagaimana bisa kita menempelkan cap gila ini pada Tuhan? Jika kita 
dapat mencintai binatang tanpa syarat, tanpa mengharapkan terimakasih kenapa Tuhan tidak 
bisa mencintai manusia ciptaanNya tanpa syarat juga? Apa Tuhan lebih rendah dari manusia? 
Bagaimana bisa Tuhan begitu pemarah hingga menghukum manusia dg cara sesadis itu hanya 
karena tidak percaya padaNya? Kenapa Dia begitu kepingin dipuja? Pastinya Tuhan tidak seperti 
itu.  (Rahmanhadiq; begitulah pemahaman picik dan merrendahkan dari seorang Ali Sina
terhadap Tuhan. RSD ini hanya memperlihatkan sifat Egonya semata, tanpa mau berkaca
terhadap tabiatnya selama ini. Dia ingin hidup bebas tanpa mau diatur, tetapi sebaliknya dia
tidak mau peduli terhadap orang lain dengan sikap bebasnya itu. Sehingga dia ingin
meniadakan hukuman Tuhan yang ditujukan padanya, dengan cara menghasut orang lain
agar mempunyai pikiran yang sama dengannya). 
Muhammad berbohong. Bajingan ini tidak punya pengertian apa‐apa mengenai Tuhan! Betapa 
menyedihkan  bahwa  satu  milyar  orang  mengikuti  seorang  psikopat  gila  yg  memberitahu 
mereka tentang Tuhan! Sebagai seorang narsisis dia pikir kelaliman adalah kejayaan yg paling 
tinggi.  Dia  ingin  orang‐orang  tunduk  padanya  melalui  rasa  takut.  Itu  sebabnya  kenapa  Allah 
islam  adalah  seorang  lalim.  Padahal  Tuhan  tidaklah  mungkin  sesuatu  hal  lain  kecuali  Cinta‐
Kasih.  Bayangkan  anda  memiliki  taman  yg  luas;  disatu  tempat  ditaman  itu  ada  satu  koloni 
semut. Anda mungkin sadar atau juga tidak sadar adanya koloni tsb. Sekarang bayangkan satu 
semut  bilang  pada  semut‐semut  lain  bahwa  dia  adalah  utusan  anda  dan  bahwa  anda 
memerintahkan  agar  semua  semut  memuja  anda  dan  mematuhi  anda  dan  bahwa  jika  ada 
semut memutuskan tidak patuh pada sang utusan, anda satu hari akan mengumpulkan semut‐
semut yg tidak percaya dan menghukum mereka dg melemparkan tubuh mereka ke api ungun. 
Ini  sungguh  menggelikan.  Kenapa  anda  peduli  jika  semut‐semut  itu  memuja  anda  atau  tidak? 
Pemikiran  ini  sungguh  menggelikan.  Tapi  ini  persisnya  yg  terjadi  pada  kita  manusia.  Seorang 
tukang obat seperti Muhammad mengaku dirinya sebagai utusan dari pemilik jagat raya ini, dan 
dia berhasil membodohi orang‐orang yg gampang dibujuk agar mematuhinya atau mereka akan 
dipanggang  di  api  ungun  kosmik  sang  pencipta.  Ini  benar‐benar  bodoh.  Sungguh‐sungguh 
menyedihkan. Tapi tragedinya adalah saat ini lebih dari satu milyar orang percaya pada tukang 
obat  dan  dewa  sadisnya.  Harusnya  ada  batas  bagi  kebodohan,  betul  nggak?  Jika  anda  tidak 
peduli  tentang  semut  yg  memuja  anda,  kenapa  Tuhan  peduli  apa  kita  manusia  memuja  atau 
tidak? Siapa sih anda ini? Apa pernah anda memikirkan arti diri anda bagi jagat raya ini? Anda 
tidak  berarti  apa‐apa!  Anda  dan  dunia/bumi  anda  tidak  terhitung.  Anda  pikir  anda  begitu 
penting  hingga  pencipta  jagat  dan  mungkin  juga  pencipta  milyaran  jagat  paralel  lainnya 
tergantung  pada  anda  utk  memujanya  dan  jika  anda  tidak  menunggingkan  pantat  anda  dan 
jedotin  kepala  anda  ke  lantai  lima  kali  sehari  Dia  akan  begitu  kecewa  hingga  akan  membakar 
dan  memotong‐motong  anda  dg  sadisnya  utk  selamanya?  (rahmanhadiq; sebatas itulah
pemahaman dan nalar si Otak Udang ini, untuk mengenal agama dan perujudan rasa
berserah diri dari umat beragama kepada Tuhannya. Kemudian si Ali Sina yang atheis ini
memperolok-olokannya. Memang begitulah tabiat dan kerjaan setan dan iblis terhadap orang
beriman di bumi ini). 
Keseluruhan konsep ini gila. Ini adalah puncak dari kebodohan manusia. Dan ini adalah hal yg 
paling  mendasar  daripada  islam.  Islam  berlandaskan  pada  kebodohan.  Begitu  kebenaran 
muncul,  dan  saya  dorong  setiap  orang  yg  setuju  dg  saya  utk  menyebarkan  pesan  ini,  seluruh 
dunia akan mulai melihat bahwa para muslim itu bodoh. 
Jika  anda  seorang  muslim,  anda  dan  anak  anda  akan  jadi  bahan  tertawaan  dari  masyarakat 
modern  yg  berpikir  kritis.  Anda  akan  menjadi  pusat  ejekan,  dipandang  rendah  dan 
dicemoohkan. Tidak lama lagi, menyebut seseorang muslim akan menjadi sebuah penghinaan 
sama  seperti  sekarang  menyebut  orang  fasis  atau  nazi.  Jangan  bertahan  dalam  kebodohan. 
Jangan membodohi diri anda sendiri. Fallacy (kesalahan) dari Islam seterang sinar matahari. Kita 
bisa  memaafkan  kebodohan  orang‐orang  arab  diabad  ke‐7  yg  menjadi  korban  kebohongan 
tukang obat ini, tapi dapatkah kita maafkan orang‐orang terpelajar saat ini, yg masih tetap ingin 
dibodohi? Jika para muslim mampu berpikir rasional, ini saja sudah cukup utk membuat mereka 
melihat bahwa Muhammad adalah seorang gila yg memalsukan Tuhan dan bukan seorang nabi 
Tuhan.  Tuhan  khayalannya  adalah  alter  egonya  sendiri,  persis  seperti  dia,  seorang  sadis, 
seorang  psikopat.  Allah  islam  adalah  sebuah  pribadi  yg  dicita‐citakan  oleh  Muhammad  :  cita‐
cita  utk  menjadi  seorang  tiran,  seorang  yg  melakukan  apapun  yg  dia  mau  dan  tidak  berada 
dibawah otoritas siapapun; seseorang yg dipuja, yg ditakuti. Dicintai dan ditakuti adalah mimpi‐
mimpi  dari  seorang  narsisis.  Muhammad  menciptakan  Allah  utk  menghidupkan  mimpi 
narsisisnya.  Dan  satu  milyar  pengikutnya  tidak  mampu  melihat  rencana  dari  seorang  yg  sakit 
mental.  Ini  adalah  tragedi.  Tidak  heran  para  muslim  hidup  terpuruk  dalam  penderitaan  dan 
keterbelakangan.  Mereka  mengikuti  jejak  seorang  psikopat  sebagai  nabi  mereka  dan  memuja 
tuhan yg sadis – yg merupakan isapan jempol dari seorang psikopat. Betapa menyedihkan! Jika 
tidak  begitu  menyedihkan,  akan  sangat  lucu  melihat  bahwa  Dr.  Naik  memilih  pernyataan  yg 
demikian menakutkan dari Quran utk membuktikan pengakuan keajaibannya. Bagian mana dari 
ayat  bodoh  ini  yg  ajaib?  Semuanya  mengungkapkan  pikiran  yg  sakit  dari  seorang  bodoh.  Dr. 
Naik berbicara dari posisi seseorang yg sama sekali tidak tahu/bodoh. Dijaman dulu tidak ada 
orang  tahu  bahwa  otak  tidak  ada  hubungannya  dg  rasa  sakit  atau  bahkan  berpikir.  Aristotle 
pikir otak berlaku seperti radiator utk mendinginkan tubuh. Pikiran dilakukan oleh hati, mereka 
percaya itu. Kita masih bilang ‘memorizing by heart’. 
Orang merasakan rasa sakit tepat dimana ada rasa sakit itu. Cubit atau tampar diri anda sendiri 
dan  rasakan  dimana  anda  merasakan  rasa  sakit  itu?  Apa  anda  merasakannya  diotak?  Anda 
merasa  sakit  tepat  dimana  anda  menyakiti  bagian  itu.  Jadi  bagian  mana  dari  pernyatan 
sederhana  ini  yg  ajaib?  Muhammad  hanya  menyatakan  hal  yg  biasa.  Tidak  ada  yg  ajaib  dari 
ayat‐ayat  ocehan  ini.  Ayat‐ayat  itu  tidak  mengungkapkan  sains  sungguhan.  Ayat‐ayat  itu 
mengungkapkan kekurang intelegensia muslim dan karakteristik sadis dari tuhan mereka. 

Rahmanhadiq; RSD ini menginginkan supaya seluruh umat beragama tidak mempercayai
adanya hukuman atau ganjaran yang terdapat di dalam ajaran agama masing-masing. Dia
ingin menghilangkan pemikiran umat beragama tentang hukum ganjaran yang menurutnya
tidak masuk akal. Menurutnya , seharusnya penganut agama menyadari bahwa Tuhan itu
hanya mempunyai sifat kasih sayang saja, sehingga tidak mungkin Tuhan itu menghukum
manusia seberat itu. Bahkan setan ini membandingkan antara rasa kasih dirinya terhadap
kucing, dengan kasih Tuhan kepada manusia. Kalau dia saja tidak tega menghukum kucing
yang bersalah, lalu kenapa Tuhan tidak membiarkan saja manusia yang bersalah? RSD ini
menyamakan sifat-sifat manusia dengan hewan seperti kucing, dia beranggapan bahwa
kucing juga punya perasaan , punya pemikiran cerdas seperti manusia, punya hatinurani,
punya kemampuan berbuat jahat, punya rencana yang dapat menghancurkan alam dan
kehidupan manusia lainnya.
RSD ingin menggambarkan sebuah perumpamaan yang lebih nyata, bahwa dia lebih bersifat
pemaaf kepada kucing, buktinya dia membiarkan saja perbuatan kucing yang telah
membuang kotoran ke atas pakaiannya. RSD merasa mempunyai sifat kasih sayang melebihi
kasih sayang Tuhan kepada manusia, dia saja bisa membiarkan kucing itu pergi tanpa
dihukum, lalu kenapa Tuhan harus menghukum manusia yang bersalah? Begitulah pemikiran
sederhananya, dia merasa sangat bersifat kasih sayang kepada kucing , tetapi anehnya dia
sangat membenci umat beragama yang justru mempunyai banyak nilai kebaikan dari seekor
kucing. Sebenarnya RSD ini hanya ingin menuntun jalan pikiran umat beragama agar
meninggalkan kepercayaan-kepercayaan yang dianggapnya bodoh. RSD ini mempunyai
pemikiran dan nalar yang sangat sederhana untuk menghilangkan sifat-sifat Tuhan yang
menurutnya tidak pantas dimiliki oleh sosok Sang Pencipta. RSD ini mambatasi sifat-sifat
Tuhan sesuai dengan pola pikirnya yang egois, karena sifat Tuhan yang dapat menghukum
itu, akan membatasi kebebasannya untuk berbuat sesuka hatinya tanpa batas. Padahal setiap
ajaran agama manapun mempunyai norma-norma yang mambatasi perlakuan manusia
terhadap manusia lain atau kepada alam, sehingga tidak seorang manusiapun dapat berbuat
sesuka hatinya kepada sesamanya. Kalau aturan itu tidak dipatuhi atau dilanggar maka
hukuman pembalasan akan dikenakan kepadanya. Ini merupakan hukum sebab akibat dan
keseimbangan.
Sebenarnya hukum-hukum agama lebih fleksibel dibandingkan dengan aturan yang berlaku di
dalam Negara sekuler atau Negara demokrasi, karena aturan yang berlaku pada Negara
demokrasi akan menjatuhkan hukuman secara langsung setelah bukti-bukti terungkap di
dalam sebuah pengadilan, sementara hukum agama bersifat toleran dan fleksibel untuk
bersabar menangguhkan hukuman itu nanti setelah kematiannya atau setelah di akhirat
nantinya. Hukum agama masih memberi tenggang waktu membiarkan si penjahat itu
menikmati hidupnya di bumi ini, karena orang yang menganut agama masih bersabar untuk
menangguhkan hukuman itu untuk sementara waktu. Seorang penganut agama yang baik
dan beriman, masih dapat bersabar setelah dia zalimi , diomeli, dicaci maki , dihina dan
dilecehkan oleh manusia lain karena dia tidak berkuasa untuk menuntut keadilan kepada
penguasa negara, sehingga dia memasrahkan hukuman yang seadil-adilnya kelak kepada
Sang Penciptannya setelah kematiannya nanti.
Namun RSD tetap saja tidak terima, apapun bentuk hukuman yang diberikan kepadanya,
bahkan bentuk hukuman yang tersimpan di dalam pikiran orang yang terhinapun dia akan
babat habis. Akhirnya dia merasa memiliki kebebasan mutlak yang tidak ada batasnya,
bahkan melebihi sifat Tuhan yang dikenal oleh umat beragama sekalipun. Jadi penggambaran
tentang sifat-sifat setan yang diterangkan di dalam ajaran agama telah terpenuhi oleh sosok
manusia yang beinisial Ali Sina ini. Bahkan di dalam ajaran Nasrani pun terdapat hukum
atau ganjaran terhadap orang-orang yang selalu berbuat jahat terhadap orang lain yang
dizaliminya, hal ini diabadikan oleh Yesus di dalam Matius 13: 36-42;

36Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya


datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang
lalang di ladang itu."37Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik
ialah Anak Manusia; 38ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan
dan lalang anak-anak si jahat. 39Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.
Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 40Maka seperti
lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
41Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan
mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang
melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42Semuanya akan dicampakkan ke
dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
(Matius 13: 36-42)”

Pada Ayat diatas , Yesus menjelaskan dengan perumpamaan tentang hari akhirat atau akhir
zaman serta siksaan api neraka. Ladang adalah perumpamaan untuk kehidupan di dunia,
orang yang menaburkan benih yang baik diumpamakan sebagai orang yang telah berbuat
kebaikan semasa hidupnya didunia, sedangkan lalang diumpamakan sebagai orang yang
berbuat kejahatan, sedangkan musuh bagi orang yang berbuat baik adalah setan atau iblis,
kemudian yang menyabit hasil atau yang menuai dari kebaikan dan kesalahan itu adalah para
malaikat . Artinya malaikat bertugas untuk memisahkan benih yang baik dengan lalang yang
tidak berguna pada akhir zaman nanti, sedangkan waktu menuai adalah hari kiamat atau hari
akhir atau akhir zaman. Kemudian lalang atau orang jahat atau sipendosa akan dikumpulkan
dan dibakar di dalam api neraka. Yang mencampakkan sipendosa itu adalah para malaikat
atas suruhan anak manusia dikerajaan Allah yang berbuat kebaikan atau anak manusia yang
selama hidup didunia selalu dizalimi oleh si pendosa itu. Para penjahat dan pembuat dosa
akan dikumpulkan dan dicampakkan kedalam dapur (tungku) api yang menyala‐nyala. Maka
disanalah akan terdapat tangis ratapan dan rasa kepedihan yang tiada terperi dengan sebuah
perumpamaan dari kertakan gigi sipendosa itu.

Ali Sina ini tidak mampu memberikan alasan yang benar dan tepat untuk menghilangkan
ajaran-ajaran agama dan menggantikannya dengan ajaran baru yang lebih baik, sehingga
untuk itu dia melakukan tatik adu-domba dengan cara menanamkan rasa kebencian antara
sesama umat beragama, dengan tujuan meruntuhkan seluruh ajaran agama di dunia ini.
Taktik jitu yang dianggapnya paling ampuh adalah menyebarkan kebencian, menyebarkan
fitnah dan mengipas-ngipas perasaan orang beriman agar emosi mendengar caci-maki dan
hinaannya. Kalau umat beragama yang beriman telah terpancing emosinya untuk menentang
ocehan dan hinaannya itu, maka dia menilai telah berhasil memancing kemarahan umat
beragama, terutama umat islam yang paling dibencinya. Sebab orang yang emosi, biasanya
tidak jalan lagi nalarnya dan tidak mampu lagi berpikir rasional. Itulah sebenarnya yang
diinginkan oleh setan berujud manusia ini. Kalau umat islam telah terpancing emosi, maka
dia bertepuk tangan dan tertawa ria. Dia menuduh seorang nabi mempunyai penyakit
psikopat, tetapi sebenarnya dia sendirilah yang menderita penyakit yang membayakan
kehidupan umat manusia ini. Penyakitnya sudah sangat kronis sehingga dia sendiripun tidak
menyadarinya sama sekali. Ali Sina ini adalah manusia tidak normal yang tidak mengerti
dengan apa yang diucapkannya, mungkin dia terlalu lama belajar ilmu setan sehingga dia
bicara ngawur dan tidak tentu arah, ngelantur kesana-kesini dan tidak mempunyai nilai
kebaikan sedikitpun, ocehannya tidak bermutu sama sekali yang hanya bisa menyakiti
perasaan umat beragama diseluruh bumi ini.
RSD ini adalah seorang Atheis Tulen, tetapi dia juga bagaikan seekor bunglon yang dapat
merubah warnanya sehingga dia berada dimana-mana dengan penyamaran yang lihai dan
licik . Dia mengadu-domba umat Islam dan Umat Kristen padahal dia sendiri bukanlah
penganut dari kedua agama itu. Setelah kedua agama itu saling membenci , saling berdebat ,
saling mencaci, dan saling menghujat, maka setan ini bertambah puas dan bertepuk tangan
menikmati pertarungan yang menyenangkan bagi psikopat gila ini.
Dia sendiri tidak mampu merusak sendi-sendi agama islam sendirian, sehingga dia berlagak
membantu para penganut agama Kristen yang tidak mengerti dengan agamanya, untuk
menyerang islam bersama-sama. Hanya orang-orang yang terpancing emosi dan tidak
mempunyai nalar saja yang dapat terpancing oleh kecurangan si RSD ini, untuk saling hujat
di situs kebanggannya. Tetapi mereka sebenarnya tidak menyadari, bahwa tindakan mereka
yang tidak terpuji itu, tidak akan dapat melemahkan dan menghambat perkembangan agama
islam di dunia. Bahkan sebaliknya, dimana dengan cara keji tersebut , setiap hari dan setiap
pergantian tahun makin banyak saja orang yang mengucapkan kalimat shahadat di atas bumi
ini. Ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan oleh siapapun saat ini.
Kemudian RSD ini membantah keterangan ayat yang disampaikan oleh guru besarnya Dr
Naik, padahal yang sebenarnya setan ini sudah merasa keder terhadap ancaman ayat Al
Qur’an yang ditujukan padanya. Sehingga di menggugat keterangan ayat tersebut dengan
jawaban yang tidak ilmiah sama sekali, bahkan kelihatan sekali kalau RSD ini tidak pernah
mengikuti perkembangan sain di bidang kedokteran pada abad millennium ini. Dia sudah
terlalu lama bersemedi dibawah kepundan gunung berapi sehingga dia masih mengikuti
mitos-mitos dari para dedemitnya.
RSD ini mengira bahwa rasa sakit yang dirasakan itu tidak ada hubungannya dengan syaraf-
syaraf di otak , ini buktinya bahwa dia asal bicara dan tidak mengenal ilmu kedokteran sama
sekali. Padahal sudah bertahun-tahun yang lalu para ahli menemukan bahwa terdapat
simpul syaraf di otak pusat yang dapat menerima dan menyampaikan sensor rangsangan
dari/dan kepada reseptor di epidermis kulit ke pusat syaraf di otak. Apabila sensor
rangsangan ini masih pada ambang batas, maka rasa sakit itu masih bisa terdeteksi oleh
syaraf pusat untuk dirasakan pada tempat rangsangan. Tetapi apabila sensor rangsangan itu
melebih ambang batas, maka akan menyebabkan orang itu pingsan sehingga tidak akan
merasakan sakit sama sekali. Begitu juga dengan jaringan kulit, dimana di bawah lapisan
epidermis kulit terdapat titik-titik syaraf yang dapat menerima rangsangan untuk merasakan
sakit apabila ada pengaruh dari luar, seperti tergores, tercubit, bahkan dapat merasakan
pengaruh suhu dan rangsangan sex. Apabila lapisan epidermis lepas akibat kecelakaan
seperti terkelupas akibat lukabakar stadium 2, maka sensor syaraf disana akan hilang
sehingga kulit tersebut tidak akan merasakan sakit sama sekali. Ayat al qur’an yang
disampaikan oleh Dr Naik tersebut merupakan sebuah perumpamaan dengan gaya bahasa
yang dalam maknanya. Ayat ini memberikan kiasan bahwa manusia tidak dapat mengelak
dari rasa sakit , karena yang disiksa adalah syaraf di kulitnya.

Si Atheis ini tidak memahami tentang ajaran Islam yang sebenanya, lalu menyebarkan berita
menurut angan-anganya sendiri. Dia hanya menduga bahwa Tuhanya orang islam adalah
penguhukum yang kejam, dan hanya mewajibkan memujaNya sepanjang hari. Begitulah
gossip yang disebarkan oleh di Penghasut ini setiap hari. Padahal hukuman Allah itu lebih
ditujukan kepada Ali Sina ini yang selalu menghasut, menebar kebohongan dan menanam
bibit kebencian di dalam dada umat manusia. RSD ini pantas menerima hukuman tersebut di
akhirat bahkan kalau bisa lebih berat lagi.
Padahal di dalam ajaran Islam, Tuhan tidak akan menghukum seseorang kecuali sebesar
kesalahan yang telah dia perbuat. Sedangkan bagi orang yang tetap melakukan kesalahan ,
maka kesalahannya tersebut akan terus menumpuk dan pada akhirnya dia tidak dapat
mengelak dari ganjaran tersebut. Manusia inilah yang disebut dengan manusia Kafir. Istilah
Kafir lebih ditujukan kepada manusia yang engkar yang tidak mau menerima nilai-nilai
kebenaran bahkan menolak dan menentang kebenaran itu tanpa alasan yang masuk akal, dia
menolak kebenaran tersebut hanya beradasarkan kebencian atau termakan hasutan yang
disebarkan oleh Ali Sina ini, sehinggga orang-orang yang terhasut tersebut tidak mampu lagi
menggunakan nalarnya yang lebih adil dan penuh kearifan.
Hal ini diabadikan oleh al Qur’an pada surat al Baqaraah ayat 81 yang berbunyi ;

“(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka 
itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS Al Baqaraah 2:81)”. 
 
Bahkan penganut agama animisme yang menyembah berhala atau tuhan lainnya, dimana
dia belum pernah mendapat informasi yang benar tentang Tuhan semesta alam, maka Al
Qur’an tidak pernah menjelaskan tuntutan bagi mereka. Kecuali kalau mereka menentang
kebenaran yang telah disampaikan kepadanya dan memusuhi nilai kebaikan yang
disampaikan itu. Hukuman yang diberikan oleh Allah kepada seseorang, bukan karena dia
tidak menyembah Allah , tetapi disebabkan oleh perbuatan jahat yang pernah lakukan selama
hidupnya.
Sebelum seseorang dijatuhkan hukuman yang setimpal, al qur’an menjelaskan akan ada
pengadilan yang seadil-adilnya yang dipimpin langsung oleh sang Hakim yang adil yaitu
Allah . Sedangkan perbuatan syrik adalah perbuatan yang sengaja yang dilakukan oleh
seseorang sesuai dengan ilmunya untuk menghasut dan menyuruh orang lain menyembah
berhala atau tuhan materi lainnya, sementara orang lain mungkin saja tidak mengerti
dengan apa yang telah dia lakukan. Artinya bukan orang yang menyembah berhala itu yang
syrik , tetapi orang yang menyuruh dan mengertilah yang lebih syirik, padahal pelaku yang
menyuruh lebih mengetahui dan memahami arti sebuah kesyirikan. Mungkin saja orang
yang menyembah berhala ini tidak mengerti atau belum pernah datang penjelasan kepada
mereka , sehingga mereka terseret kepada perbuatan yang tidak disadarinya, maka yang
dikatakan syirik disini, bukanlah si penyembah berhala tetapi mereka yang memberikan ilmu
kesyirikan itu. Mereka itulah yang kekal di neraka, kerena telah mengajarkan sesuatu yang
sesat , padahal sipenghasut itu mengetahuinya.
Al Qur’an menyebut si penghasut itu adalah ahli kitab kafir yang telah menyesatkan banyak
umat manusia, padahal mereka menyembunyikan kebenaran. Sementara Al Qur’an
mengatakan bahwa orang-orang yang terus melakukan kejahatan , menghasut manusia
berbuat jahat, menebar kebencian, adalah para setan. Setan dapat berupa makhluk Jin dan
bisa juga berasal dari golongan manusia yang terus melakukan kejahatan tanpa dapat
disadarkan oleh siapapun. Yang dimaksud dengan setan disini adalah sosok manusia
bernama Ali Sina ini. Jadi ajaran agama islam tidak seperti yang digambarkan oleh RSD ini.

 
(Dr. Naik) :  
Professor Thagada Shaun, pimpinan departemen Anatomy, di universitas Chang Mai, Thailand 
–  dg  hanya  berdasarkan  satu  ayat  ini  saja,  dia  mengucapkan  kalimat  Syahadat,  dalam 
konferensi Medikal ke‐8 di Riyadh, dan katanya … (Arab) … Bahwa …’Tidak ada tuhan selain 
Allah, dan Muhammad adalah utusannya. Saya memulai pembicaraan saya dg mengutip ayat 
quran  dari  Surat  Fussilat  41,53,  yg  berkata  …  (Arab)  …  “Kami  akan  memperlihatkan  kepada 
mereka tanda‐tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga 
jelaslah  bagi  mereka  bahwa  Al  Qur'an  itu  adalah  benar.”  Satu  ayat  ini  saja  cukup  utk 
membuktikan  pada  Dr.  Thagada,  Thagada  Shaun,  bahwa  Quran  adalah  Wahyu  Allah.  Yg  lain 
mungkin membutuhkan 10 tanda, ada yg butuh 100, bahkan ada yg setelah diberi 1000 tanda, 
mereka tetap tidak menerima kebenaran.  
 
(Ali Sina) :  
Professor  Thagada  Shaun  pastilah  seorang  dungu.  Cuma  tuhan  yg  tahu  apa  idiot  seperti 
Professor itu memang ada di Thailand atau dia cuma oknum fiktif karangan dari angan‐angan 
muslim  saja.  Quran  isinya  adalah  ayat‐ayat  yg  sangat  bodoh.  Tidak  hanya  mengungkapkan 
bahwa Muhammad seorang sadis, tapi juga tidak berisi informasi sains apapun. Para muslim 
mendasarkan  keseluruhan  iman  mereka  dalam  fallacy  logika.  “Doktor  anu  dan  anu  telah 
memastikan  Quran  maka  pasti  Islam  itu  benar”  ini  adalah  argumen  yg  sangat  bodoh.  Ada 
begitu  banyak  doktor  dan  profesor  asli  yg  lahir  dan  dibesarkan  dalam  islam  yg  kemudian 
menolak  agama  setan  ini  dan  meninggalkannya.  Mereka  melihat  Islam  dan  Quran  sangatlah 
bodoh. Kenapa tidak mendengarkan mereka? 
 
Rahmanhadiq;
Ocehan si Ali Sina ini sudah tidak menunjukan bahwa dia bukanlah seorang manusia yang
dapat diajak bicara secara baik-baik. Ali Sina ini bicara bukan pakai otak , tapi rasa
kebencian yang tidak berguna sama sekali di dalam sebuah diskusi yang sehat untuk
mencari nilai-nilai kebenaran yang jujur dan fair. Kelihatan bahwa si Otak Udang ini tidak
mempunyai kemampauaan ilmiah sama sekali, dia hanya menolak sebuah kenyataan tanpa
alasan yang logis , numun menyampaikan kecugiaan dan rasa kebencinnya kepada agama
islam.

Ad Hominem Dalam Quran  
 
(Dr. Naik) :  
Qur’an  menyebut  orang‐orang  demikian,  dalam  Surat  Baqarah  2.18  ..  (Arab)…  “Mereka  tuli, 
bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” 
Bible  mengatakan  hal  yg  sama  dalam  Injil  Matius  13.13  …  “sekalipun  melihat,  mereka  tidak 
melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” 
 
(Ali Sina) :  
Ini  argumen  yg  disebut  ‘meracuni  sumur’,  sebuah  fallacy  yg  terkenal  disebut  sebagai  ‘ad 
hominem’. Quran gagal memberikan argumen baik yg bisa menyangkal dg sukses, bukannya 
memberi  bukti,  Muhammad  malah  mencoba  merendahkan  dan  menghina  intelegensia  dan 
ketulusan  dari  mereka  yg  tidak  setuju  dg  klaim  tidak  rasionalnya.  Dia  tidak  berhenti  sampai 
disitu  saja.  Dia  bahkan  terus  memerintahkan  para  pengikut  dungunya  utk  berperang  dan 
berperang melawan orang kafir, utk menyalibkan mereka, memotong jari tangan mereka dan 
membunuh mereka dimanapun ditemukan.  
 
*  Ad  Hominem  (Menyerang  Pribadi)  :  Dimana  seseorang  menyerang  karakter  lawan  atau 
motifnya mempercayai sesuatu, bukan membuktikan kesalahan argumen lawannya. ‐ (adm). 
 

Rahmanhadiq;
Ali Sina ini berlagak tersinggung dengan istilah yang dibuatnya sendiri ‘ad hominem’.
Padahal sebelumnya dia ini bicara seenaknya menghina secara membabi buta dengan
memaki-maki umat islam tanpa alasan dan bukti ilmiah apapun juga. Tetapi sebaliknya dia
merasa tersinggung dengan peringatan yang disampaikan oleh gurunya yang tertulis di
dalam ayat al Qur’an maupun di dalam ayat Bible.
Ini menandakan bahwa Ali Sina merasa paling takut dengan ayat-ayat kitab suci yang
dikumandangkan kedalam lubang telinganya. Dia merasa terbakar dengan ayat-ayat
tersebut, sehingga dia marah bukan main dan bicara ngawur kesana-kesini tanpa jelas apa
yang dibicarakannya, seperti orang yang sedang kesurupan saja. Rupanya si Ali Sina ini
tidak dapat menggunakan akal sehatnya, karena mata dan hatinya sudah buta, otak dan
pikirannya sudah sangat kotor yang tidak bisa lagi dibersihkan sama sekali. Lebih baik dia
bertapa lagi dibawah kepundan gunung berapi, dari pada membuat ocehan yang ngawur
tidak jelas juntrungannya.

Quran vs. Bible  
 
(Dr. Naik) :  
Dan mengenai bagian lain dari Embryology, saya akan menyanggahnya, Insha Allah, jika waktu 
mengijinkan – saya akan meluruskan bagian lainnya juga … Mengenai “Bible dalam perspektif 
Sains.” Sebagai pembukaan, ijinkan saya bicara, bahwa Quran berkata dalam Surat Rad 13.38 
bahwa  …”Bagi  tiap‐tiap  masa  ada  Kitab  (yang  tertentu).”  Lewat  nama  saja  ada  empat  yg 
disebutkan  –  Taurat,  Zaboor,  Injil  dan  Quran.  Taurat  adalah  “Wahyu”  (Wahi),  yg  diberikan 
pada nabi Musa (pbuh). Injil adalah Wahi yg diberikan pada Yesus (pbuh) dan Quran adalah 
wahyu  terakhir  dan  penghabisan,  yg  diberikan  pada  nabi  terakhir  dan  penghabisan  nabi 
Muhammad  (pbuh).  Ijinkan  saya  jelaskan,  bahwa  Bible  yg  dipercaya  Kristen  sebagai  kalimat 
dari Tuhan, bukanlah ‘injil’ yg oleh kita para muslim percaya, yg diturunkan pada Jesus (pbuh). 
Bible ini menurut kami, mungkin saja berisi perkataan Tuhan – tapi juga berisi perkataan nabi, 
perkataan sejarawan, berisi hal‐hal tidak masuk akal, cabul, juga kesalahan‐kesalahan sains yg 
banyak.  
 
 
 
(Ali Sina) :  
Baik  Bible  maupun  Quran  berisi  hal‐hal  yg  absurd,  cabul  dan  kesalahan‐kesalahan  sains.
(rahmanhadiq; bagaimana mungkin RSD yang benar-benar telah menghina kitab suci
agama islam dan Kristen ini, ingin berbicara tentang kebenaran dan kebaikan. Kebaikan
macam apa pula yang dapat diharapkan kepada si Atheis Laknat ini). Tapi karena orang‐
orang Yahudi dan kristen tahu bahwa Bible bukan semata‐mata perkataan Tuhan seluruhnya, 
tapi kisah‐kisah yg ditulis oleh orang yg mengaku diilhami tapi tetap saja bisa salah, mereka 
tidak  mengambil  ayat‐ayat  mereka  dg  mentah‐mentah.  Ini  membuat  mereka  mampu 
beradaptasi  dg  perubahan  waktu  dan  membiarkan  intelegensia  akal‐budi  mereka  jadi 
pembimbing  juga.  Tapi  karena  para  muslim  berpikir  Quran  adalah  Perkataan  tuhan 
SEMUANYA,  mereka  tidak  bisa  mengubahnya.  Mereka  terperangkap  diabad  ke‐7  dan  tidak 
bisa  maju  lagi.  Agama‐agama  lain  berkembang  dan  hidup,  tumbuh  dan  berubah.  Islam  jadi 
fossil. Ini akan membawa kejatuhan bagi islam. Karena islam begitu tidak bisa diubah hingga 
ditakdirkan utk patah dan runtuh. Persisnya itu terjadi karena alasan‐alasan tsb, agama‐agama 
lain punya masa depan, tapi Islam tidak punya. Agama‐agama lain akan bertahan hidup pada 
abad ini dan abad‐abad selanjutnya, tapi Islam tidak akan. 
Islam akan mati, itu semua karena kekakuannya. Sangat menyedihkan, para muslim menunjuk 
kesalahan‐kesalahan  pada  Bible  sebagai  jawaban  atas  kesalahan‐kesalahan  yg  ada  dalam 
Quran.  Kristen  dan  Yahudi  dapat  saja  melewati  kesalahan‐kesalahan  tsb  dan  menyebutnya 
sebagai  kesalahan  manusia.  Nabi  dalam  Bible  adalah  manusia  biasa  dan  mereka  juga 
melakukan  kesalahan.  Ini  sebuah  keistimewaan  yg  tidak  dimiliki  oleh  para  Muslim.  Mereka 
harus menerima Quran satu paket keseluruhan atau menolaknya juga satu paket keseluruhan. 
Klaim  tentang  keaslihan  yg  para  muslim  menjadi  kekuatan  dari  Quran,  sebenarnya  adalah 
kelemahan yg akan menjadi kejatuhannya.  
 
Yesus  berkata:  “Masih  banyak  hal  yang  harus  Kukatakan  kepadamu,  tetapi  sekarang  kamu 
belum  dapat  menanggungnya.Tetapi  apabila  Ia  datang,  yaitu  Roh  Kebenaran,  Ia  akan 
memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;” 16:12‐13.  
 
Roh  Kebenaran  telah  datang.  Sekarang  adalah  jaman  pencerahan  baru.  Gerbang 
pengetahuan  dan  pengertian  terbuka  lebar  dan  kebenaran  baru  terungkap  setiap  hari.  
Orang‐orang  Kristen  tahu  bahwa  pengetahuan  Tuhan  tidak  dibatasi  oleh  apa  yg  ada  dalam 
bible saja. Mereka tahu kebenaran itu tidak ada batasnya. Mereka terbuka terhadap hal‐hal 
baru. Para muslim tidak tahu hal ini. Para muslim dg bodohnya berpikir bahwa pengetahuan 
Tuhan  terbatas  (rahmanhadiq; justru umat muslim yang selalu berkotbah tetang informasi
mengenai kekuasaan dan keilmuan Allah yang melebihi segala apapun. Sebenarnya ini
merupakan kalimat pancingan untuk mengadu-domba oleh si serigala berbulu domba ini) . 
Bahwa apa yg ingin dia katakan TELAH Dia katakan dalam Quran dan tidak ada lagi hal baru yg 
harus  dipelajari.  Mereka  pikir  tangan  Tuhan  itu  terikat  dan  kebijakannya  telah  kering.  Itu 
sebabnya  kekristenan  dan  semua  agama‐agama  yg  mengijinkan  perubahan  akan  hidup  dan 
islam akan mati. ( rahmanhadiq; kalimat ini juga merupakan sebuah pancingan untuk tujuan
mengadu-domba).
Rahmanhadiq;
Rupanya RSD ini berbicara diluar kontek agama islam dan tidak pula di dalam pengertian
bahasa orang Kristen. Apa mungkin si Ali Sina ini telah memahami betul tentang kitab
umat nasrani, sehingga dia berani mewakili para pemimpin gereja untuk berbicara atas
nama umat Yahudi dan nasrani, yang katanya “orang-orang Yahudi dan kristen tahu
bahwa Bible bukan semata-mata perkataan Tuhan seluruhnya, tapi kisah-kisah yg ditulis
oleh orang yg mengaku diilhami tapi tetap saja bisa salah, mereka tidak mengambil ayat-
ayat mereka dg mentah-mentah”. Seolah –olah si Atheis ini menyimpulkan bahwa ajaran
para pemimpin agama Kristen saat ini tidak lagi berpegang kepada ajaran yang terdapat
kitab Bible mereka. Sehingga dia mengira bahwa para pemuka agama Kristen telah
meninggalkan sendi-sendi agama mereka dengan cara berpikir seperti yang diinginkan oleh
si RSD ini. Dengan kesimpulan nya itu, RSD merasa puas dengan sikap penganut agama
Kristen yang tidak terpaku lagi kepada ayat-ayat di dalam kitab sucinya, untuk dialihkan
kepada Roh Kebenaran. Untuk menjelaskan Roh Kebenaran tersebut, si Atheis yang
sedang berubah warna ini, berbicara seperti seorang pemimpin agama Nasrani. Dia
mengambil sebuah ayat di dalam kitab suci umat nasrani sebagaimana yang dipaparkannya
diatas. Adapun RSD ini menterjemahkan kata “ Roh Kebenaran “ tersebut adalah
“Gerbang pengetahuan dan pengertian “ yang dimplementasikannya dalam ujud “sain dan
teknologi” yang sudah menjadikan tujuan bagi penganut agama Nasrani, sehingga
“kebenaran  baru  terungkap  setiap  hari”. Begitulah penalaran Ali Sina ini. Si Atheis ini
memberikan pujian dan penghargaan kepada umat Nasrani yang sudah tidak memakai
kitab sucinya secara penuh, tetapi sudah mulai menoleh pada kepentingan duniawi untuk
mencapai kemajuan di bidang sain dan teknologi, sesuai dengan tatanan masyarakat yang
berdemokrasi. Artinya si Atheis ini menyimpulkan bahwa umat Kristen sudah lebih baik
daripada sebelumnya karena sudah mampu mengikuti kemajuan manusia modern dalam
negera demokrasi , tanpa harus kaku mengikuti ajaran agamanya. Karena ayat-ayat di
dalam Bible tersebut bukan merupakan ayat-ayat dari Tuhan, tetapi berasal dari penulis-
penulis yang mendapat pecerahan roh kudus.
Sebaliknya si Setan ini, mencaci-maki agama islam yang dianggapnya masih terbelenggu
dengan keterangan ayat-ayat al qur’an yang tidak bisa diubah atau direkayasa untuk
disesuaikan dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. Begitulah pandangan Ali
Sina ini , yang melandasi tujuan hidupnya hanya untuk mencapai kepuasan dunia semata,
sehingga dia menghalalkan semua cara untuk memperoleh keuntungan, termasuk menghina,
membenci, menghasut dan mengadu-domba semua umat beragama untuk mencapai
misinya. Si Atheis ini tidak memiliki pandangan apapun tentang filsafat hidup yang
berbudaya begitu juga apa yang terjadi setelah kematiannya, baginya yang penting adalah
mengejar kebutuhan nafsunya dan setelah matinya habislah perkara. Demi mencapai
tujuannya, dia meramu kesimpulan negative dari ajaran islam menurut logika dan hasrat
kebenciannya semata. Kemudian hasil godokan kebenciannya itu diramunya di dalam
bentuk fitnah dan gossip negative, lalu disebarkannyalah isu itu untuk merusak sendi-
sendi ajaran islam ke seluruh dunia melalui situs kebangaannya di www.faithfreedom.org.
Padahal yang diterangkan oleh gurunya DR Naik, justru merupakan sendi-sendi agama
islam yang mendukung dan mengharuskan umat islam untuk mempelajari dan mengikuti
perkembangan sain dan teknologi. Tetapi, menset RSD ini sudah mati daya pikir dan
hatinuraninya, makanya dia asal bicara saja dan tidak menyentuh terhadap topik bahasan
sain sama sekali.

(Dr. Naik) :  
Jika  terdapat  poin  sains  yg  disebutkan  dalam  Bible  –‐  ada  kemungkinan‐kemungkinan  –‐ 
kenapa  tidak?  Itu  mungkin  bagian  dari  perkataan  Tuhan,  dalam  Bible.  Tapi  bagaimana 
mengenai kesalahan‐kesalahan sains? Bagaimana bagian‐bagian yg tidak sainsnya? Dapatkah 
anda sebut ini buatan Tuhan?  
 
(Ali Sina) :  
Dan  bagaimana  mengenai  bagian‐bagian  tidak  sains  dalam  Quran?  Quran  sepenuhnya  tidak 
sains.  Sama  sekali  tidak  ada  yg  sains  dalam  buku  ini  malah  semua  yg  dikatakannya  adalah 
omong  kosong.  Tidak  ada  satupun  pernyataan yg  sains  dalam  Quran  yg  tidak  diketahui  oleh 
orang‐orang dijaman Muhammad. 

Rahmanhadiq;
Omelan yang diutarakan oleh RSD ini , menunjukan bahwa dia sama sekali tidak dapat
menerima satupun kebenaran dari ayat al qur’an, tanpa penjelaskan atau alasan ilmiah.
Tetapi yang disampainya hanyalah rasa kebencian yang jauh menyimpang dari topik
persoalan, sepertinya dia sedang memancing persoalan baru dari balik dinding rumahnya.
Hal ini menunjukan bahwa si Ali Sina , bukan seorang manusia yang mempunyai pemikiran
dan hatinurani, dia hanya hanya mementingkan kebenciannya semata tanpa dilandasi oleh
pemikiran yang benar dan ilmiah. Jadi percuma saja dia bicara tentang nilai sebuah
kebenaran, kalau dia tidak mengerti sama sekali dengan hal-hal yang benar atau yang
salah. Yang dipentingkannya bukan masaalah nilai kebenaran atau nilai yang salah, tetapi
yang diutaranya hanya sumpah serapah yang dapat menimbulkan rasa sakit di dalam
perasaan manusia.
Maka sepantasnyalah, si Ali Sina ini mendapat ganjaran yang setimpal dengan ucapan-
ucapannya itu, sehingga rahmanhadiq memberikan pelajaran bagaimana rasanya kalau ada
seseorang menghina dan mencaci-maki dirinya. Tetapi rasanya, setan ini tidak akan
mempan dengan di kutuki atau dihina sekalipun, karena dia sudah tidak mempunyai rasa
kasih sayang terhadap umat manusia dan juga tidak mempunyai hatinurani samasekali.
Jadi janganlah berharap banyak, sekirannya setan ini dapat disadarkan atau tidak akan
menebar kebenciannya lagi kepada umat islam.

 
(Dr. Naik) :  
Tujuan  dari  presentasi  saya  dalam  “Bible  dan  Sains”  bukanlah  utk  melukai  perasaan  orang 
kristen. Jika ketika menyajikannya perasaan anda terluka, saya lebih dulu minta maaf.  
 
 
 
(Ali Sina) :  
Dr.  Naik  mengukur  kekristenan  dg  ukuran  orang  islam.  Jika  para  muslim  yg  terluka,  mereka 
rusuh,  membakar  gereja  dan  kedutaan,  membunuh  orang  tak  bersalah  jika  agama  mereka 
dikritik.  Kekristenan  telah  menanggung  kritik  sejak  waktu  yg  lama  dan  jika  kritik‐kritik  tsb 
betul,  mereka  telah  mengubah  cara  pandang  kepercayaan  mereka.  Itu  sebabnya  saya  sebut 
kekristenan adalah agama yg hidup sedang islam adalah agama yg mati dan telah jadi fosil. 

Rahmanhadiq;
Jelas sekali terlihat, bahwa kalimat yang disusun oleh RSD, merupakan kalimat untuk
memancing permusuhan dan sakit hati. Padahal gurunya Dr Naik, telah membatasi
persoalan tersebut hanya dalam masalah hubungan antara “Sain dengan kitab Suci”,
dipandang dari segi perspekstif ilmiah. Lagipula Dr Naik sudah terlebih dahlulu meminta
maaf kepada hadirin, kalau nanti ada ucapannya yang tidak berkenan bagi penilaian umat
Kristen. Begitulah kedua pembicara Besar itu berdebat dengan semangat sportifitas yang
tinggi serta keterbukaan, lalu membuang jauh-jauh perasaan tersinggung diantara mereka.
Tetapi si RSD ini mendapat peluang untuk maksud mendiskriditkan dan memfitnah
agama islam, lalu memancing umat kriten yang selama ini menurutnya selalu dilecehkan
oleh agama islam. Sebatas itulah pandangan Setan Ali Sina dalam memaknai ucapan dari
Dr Naik itu, yaitu melihat dari sisi negatifmya lalu menyebarkan hasutan yang tidak
bermutu.

(Dr. Naik) :  
Tujuannya  adalah  hanya  utk  menunjukkan,  bahwa  wahyu  Tuhan  tidak  dapat  berisikan 
kesalahan‐kesalahan sains.  
 
(Ali Sina) :  
Well, thank you doctor Naik! Kami akan memegang perkataan anda dan mengharap anda utk 
menjelaskan  bagaimana  Quran  dg  kesalahan  yg  begitu  banyak  bisa  sebagai  wahyu  Tuhan. 
Adalah jelas bahwa Quran salah dan penyangkalan‐penyangkalan yg dangkal dari para muslim, 
kerusuhan‐kerusuhan  mereka,  hooliganisme  dan  ancaman‐ancaman  tidak  membuat  semua 
itu  menjadi benar.  Beberapa  muslim  akan  terganggu  ketika  membaca  sanggahan ini,  tapi yg 
mereka pikirkan duluan adalah bagaimana cara membunuh saya. Kenapa bukannya berusaha 
menyangkal saya dan membuktikan saya salah? 
 
Rahmanhadiq;
Rupanya Ali Sina ini sudah mempunyai bahan yang dirasanya cukup untuk menolak
kebenaran yang akan disampaikan oleh Gurunya Dr Naik. Rupanya Ali Sina telah
mempersiapkan wangsit dari leluhurnya untuk membantah keterangan yang akan
disampaikan oleh mantan gurunya DR Naik. Baiklah akan kita tunggu saja mantra-
mantra dan jurus-jurus barunya yang akan siperagakan oleh RSD ini, apakah alasannya
masih bisa masuk akal serta mempunyai bahasa ilmiah yang benar, ataukah hanya sekedar
ngomel melulu, sebagaimana yang selama ini dia peragakan.

Penciptaan Jagat Raya Dalam Quran  
 
(Dr. Naik) :  
Pertama  kita  lihat  bidang  Astronomy.  Bible  berbicara  tentang  penciptaan  jagat  raya.  Pada 
awalnya,  kitab  pertama,  Kitab  Kejadian,  Bab  1,  disebutkan  :  Tuhan  menciptakan  langit  dan 
bumi, dalam enam hari dan berkata sesuatu tentang siang dan malam, mengacu pada 24 jam 
perhari.  Ilmuwan  saat  ini  mengatakan  bahwa  jagat  raya  tidak  mungkin  diciptakan  dalam 
perioda 24 jam dalam enam hari. Quran juga menyebut‐nyebut tentang enam ‘ayyams’. Kata 
dalam bahasa arab yg mirip adalah ‘yaum’ jamaknya adalah ‘ayyam’. Ini bisa berarti sehari 24 
jam  atau  satu  perioda  yg  lama  sekali,  sebuah  ‘yaum’,  adalah  sebuah  jangka  waktu.  Para 
ilmuwan  tidak  keberatan  dan  setuju  bahwa  jagat  raya  –  bisa  saja  diciptakan  dalam  enam 
perioda waktu yg panjang.  
 
(Ali Sina) :  
Disini Dr. Naik secara samar mengungkapkan kemunafikan dan standar ganda yg menjadi ciri 
khas dari pikiran orang muslim. Kisah penciptaan yg dinyatakan dalam Quran adalah jiplakan 
dari  Bible.  Jadi,  logikanya,  apa  yg  benar  dalam  versi  aslinya  adalah  benar  juga  dalam 
jiplakannya. Apa yg baik bagi seekor angsa adalah baik juga bagi bebek. Tapi Dr. Naik bilang 
bahwa hari yg dinyatakan dalam Bible harus ditafsirkan sebagai 24 jam sementara hari dalam 
Quran  harus  ditafsirkan  sebagai  perioda  waktu  tak  tentu.  Kenapa  ada  standar  ganda?  Ini 
karena pikiran orang muslim adalah pikiran orang sakit jiwa, kehilangan rasa keadilan dan akal 
sehat. Kisah ini yg diulang dalam Quran adalah dongeng. Tidak ada ilmuwan yg pernah bilang 
jagat  raya  diciptakan  dalam  enam  fase.  Para  geolog  telah  membagi  sejarah  bumi  dalam 
beberapa masa, yg tidak ada hubungannya dg versi Bible ataupun Quran tentang Penciptaan, 
tapi sejarah jagat raya tidak ditandai oleh fase‐fase. Ini jelas‐jelas sebuah kesalahan. Terlebih 
lagi Quran saling bertentangan dg dirinya sendiri mengenai penciptaan jagat raya ini.  

Rahmanhadiq;
Ternyata murid Ali Sina ini tidak mampu membantah keterangan guru besarnya Dr. Naik.
Dia hanya menyampaikan uneg-uneg kekesalannya saja. Kembali dia hanya mampu
memuntahkan isi perutnya yang busuk, mengumpat dan mencaci maki. Tidak ada hal yang
baru yang bersifat bantahan ilmiah yang dapat disampaikannya. Tidak ada argumentasi
apapun yang dapat menyanggah keterangan Gurunya itu. Dia hanya mampu ngerocos
tanpa mengerti dengan topic yang disampaikan oleh Gurunya, lalu menyampaikan uneg-
unegnya dengan masalah yang berbeda dengan topik bahasan. Ali Sina yang Sombong ini
berlagak pintar ingin mengajari guru besarnya dengan mantra-mantranya yang sudah kuno.
Bahkan dia menuduh Al Qur’an mengcopi keterangan Bible. Sebuah tuduhan tanpa alasan
yang tidak pantas disampaikan di dalam sebuah diskusi yang bersifat ilmiah. Jelas bahwa
Ali Sina tidak menggunakan pikiran sehat, di dalam otaknya hanya ada kotorannya sendiri
sebagainmana halnya dengan seekor Udang, dia hanya mampu menyampaikan rasa
kebencian dan hasutan saja.
Begitulah kalau orang sombong berbicara, tong kosong nyaring bunyinya, padi hampa akan
lebih tinggi berdiri dari pada yang berisi. Dia hanya percaya kepada referensi penemuan sain
manusia, karena sampai saat ini manusia belum berhasil mengetahui berapa lama alam ini
diciptakan, maka dia mendustakan keterangan Bible maupun Al Qur’an. Tetapi dia tidak
mempuyai pendapat lain sama sekali, bahkan mantra-mantranya seperti tidak berguna
didalam bukunya ini. Kemudian Ali Sina hanya mampu membandingkan penemuan para
ahli geology terhadap pembentukan bumi, bukan Jagad raya, yang katanya terbagi atas
berbagai fase yang bukan 6 tahap. Begitu dangkalnya pemikiran RSD ini.
Selanjutnya dia mengalihkan topik pembicaran ke persoalan lain , yaitu menyampaikan
ayat-ayat Al qur’an yang lainnya , yang menurutnya bertentangan dengan penemuan sain ,
dibawah ini. Padahal ayat-ayat itu sudah dibahas oleh Dosennya pada semester yang lalu,
tetapi dia tetap saja tidak lulus-lulus, maka terpaksalah dia mengulang semester ini. Untuk
itu rahmanhadiq sebagai asisten dari guru besarnya Dr Naik, akan memberikan asistensi
atau priveat tambahan untuk membantu si murid memprihatinkan ini, agar semester depan,
dia dapat lulus dengan nilai pas-pasan.

 
Enam Atau Delapan Hari Penciptaan?  
Surat  7:54,  10:3,  11:7,  dan  25:59  berkata  bahwa  Tuhan  menciptakan  langit  dan  bumi  dalam 
enam hari.  

Rahmanhadiq; kombinasi dua kata “langit dan bumi” pada ayat tersebut , menerangkan
bahwa dan langit dan bumi merupakan jagat raya itu sendiri. Kata langit dan Bumi ,
menunjukan satu kesatuan dari alam semesta. Artinya Bumi merupakan bagian dari alam
semesta. Disini yang dimaksud langit, bukanlah lapisan atmosfir , yang selama ini dilihat
oleh Ali Sina, tetapi lebih jauh daripada jangkau penglihatannya.
Secara total atau keseluruhan alam semesta ini diciptakan selama 6 masa. Kata masa
mempunyai makna yang luas. Bisa sebagai periode, bisa tahap-tahap, bisa juga sebagai
jangka waktu dan bisa juga prosesnya. Hal ini tergantung kepada pemahaman dan pengerti
dari para cendikiawan yang membahasnya. Sebab kata-kata itu bukan sebuah kata benda ,
bukan kata yang dihasilkan dari penemuan teknologi manusia, tetapi lebih bersifat Petunjuk
atau pertanda atau bisa juga perumpamaan.

Tapi ini bertentangan dg Surat 41.9‐12.  
 
[41.9] Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam 
dua  masa  dan  kamu  adakan  sekutu‐sekutu  bagi‐Nya?  (Yang  bersifat)  demikian  itulah  Tuhan 
semesta alam". ‐‐ > 2 hari

Rahmanhadiq; Di dalam hal ini, tentu saja RSD mengira bahwa ayat ini menerangkan
hanya bumi saja yang diciptakan 2 masa, sedangkan bintang atau planet lainnya, tentu akan
lain lagi waktunya. Padahal kalau bumi ini termasuk bagian dari jagad raya, maka berarti
bahwa bukan hanya bumi saja yang terbentuk dalam 2 masa. Tentu saja termasuk planet,
matahari dan bintang-bintang lainnya, yang juga tercipta dalam 2 masa. Lagipula ayat ini
tidak menjelaskan proses apapun dan apa yang telah terbentuk selama 2 masa itu? Apakah
baru pada tahap permulaan atau sudah lengkap atau sudah sempurna, sebagaimana yang kita
saksikan sekarang ini.
Tetapi kalau dihubungan dengan ayat  Surat  7:54, 10:3,  11:7, dan  25:59 diatas, maka tentu
saja ayat ini menyatakan bahwa pembentukan bumi pada 2 masa ini, baru pada tahap
penciptaan awal, karena penciptaan total belangsung selama 6 masa. Di dalam pikiran
murid paling rendah prestasi belajarnya ini, dia membayangkan kalau bumi yang diciptakan 2
masa, lalu setelah itu Allah akan menciptakan benda-benada langit lainnya, seperti orang
sedang merajut tenunan atau seperti burung yang terbang kesana-kesini untuk membuat
sarangnya. Padahal ayat tersebut tidak menerangkan dan memberikan penjelasan seperti
yang ada di dalam pikirannya. Maka pantas saja , selama ini dia tidak lulus-lulus dari mata
kuliah yang pernah diberikan oleh Gurunya DR Naik.

[41.10]  Dan  Dia  menciptakan  di  bumi  itu  gunung‐gunung  yang  kokoh  di  atasnya.  Dia 
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan‐makanan (penghuni) nya dalam 
empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang‐orang yang bertanya. ‐‐ > 4 hari  

Rahmanhadiq; Ternyata ayat ini berhubungan erat dengan Surat 41:9, sebagaimana yang
telah dipaparkan oleh si Murid menyedihkan dari DR Naik yang bernama Ali Sina di atas
tadi. Artinya ayat ini menjelaskan tentang kelanjutan dari proses tahap 2 masa penciptaan
berikutnya. Ayat ini menerangkan tentang proses atau tahap penciptaan berikutnya yaitu
tahap penyempurnaan ekosistim yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup di
atasnya.
Masa atau tahap pembentukan ini lebih lama dari pada tahap permulaan 2 masa sebelumnya.
Pada tahap penyempurnaan ini , di kuatkanlah kedudukan gunung-gunung untuk system
peredam getaran atau berfungsi juga sebagai pori-porinya bumi, begitu juga dengan sistim
pertahanan bumi yang lainnya seperti atmosir yang berfungsi sebagai atap dari bumi,
selanjutnya setelah itu disiapkan lagi aneka macam bahan makanan, yaitu bermacam-macam
tumbuh-tumbuhan yang lengkap dan seimbang untuk mempersiapkan kedatangan makhluk
hidup.
Ayat ini memberikan sedikit petunjuk bahwa , tumbuh-tumbahan lebih dahulu diciptakan
daripada hewan atau mungkin juga bertahap, karena tumbuhan-tumbuhan tidak tegantung
kepada hewan, justru sebaliknya hewan sangat membutuhkan tanaman sebagai bahan
makanan pokoknya. Jadi kalau kedua ayat ini digabung maka penciptaan bumi adalah dua
tahap. Yaitu; 2 periode pada tahap permulaan, lalu dilanjutkan 4 periode lagi pada periode
setelah itu. Jadi Totalnya adalah 6 periode, atau 6 masa.
Pertanyaannya yang sebaiknya diajukan adalah; apa yang terjadi selama 2 periode pertama
pencipaan langit dan Bumi (alam semesta) ini? Apakah RSD ini mempunyai jawabanya?
Pasti tidak! Karena sampai sekarang belum ada penjelasan dari dewa-dewa yang menjadi
pujaannya. Dewa yang disembah oleh Ali Sina ini adalah para pakar Sain dan teknologi,
yang ternyata sampai saat ini tidak mempunyai petunjuk apa-apa tentang periode
pembentukan jagad raya. Bahkan tentang berapa ukuran atau luasnya alam sementa ini,
tidak satupun dari tuhan–tuhan si ali Sina mampu menjawabnya. Jadi Ali Sina ini akan
bungkam kalau ditanya masaalah tersebut. Dasar Ali Sina si Raja Setan Dunia, makanya
jangan berlagak sombong dan sok tahu !!.

[41.11]  Kemudian  Dia  menuju  langit  dan  langit  itu  masih  merupakan  asap,  lalu  Dia  berkata 
kepadanya  dan  kepada  bumi:  "Datanglah  kamu  keduanya  menurut  perintah‐Ku  dengan  suka 
hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".  

Rahmanhadiq; Ayat ini memberikan petunjukan bahwa sebelum terciptanya bumi dan
benda-benda angkasa lainnya di langit seperti yang ada sekarang ini, pada awalnya, langit
dan bumi itu berasal dari kesatuan berupa asap. Asap atau gas inilah yang merupakan
unsur-unsur pembentuk benda-benda langit termasuk di dalamnya adalah bumi ini.
Jadi ayat ini menceritakan asal-usul pembentukan alam semesta ini yaitu besasal dari asap
atau kumpulan gas, atau gas yang sangat padat. Setelah itu barulah, asap, atau gas, atau
gas yang padat ini, mengalami pemisahan atau ledakan atau pengembangan (teori big bang),
sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh Guru DR Naik diatas. Hal ini tidak perlu diulang
lagi karena sudah diterangkan sebelumnya, kecuali untuk Ali Sina yang tidak pernah mau
mengerti ini.
Sebagaimana yang pernah disingung sebelumnya, bahwa ayat al qur’an bukan sebuah buku
sain, tetapi buku yang berisi petunjuk atau pertanda, yang harus di sikapi dengan pemikiran
yang jernih dan bersih. Ayat-ayat al qur’an banyak mengandung hikmah dengan
penyampaian berupa perumpamaan atau berupa kiasan, sehinga diperlukan kearifan dalam
menyingkapinya. Hal ini perlu si jelaskan kepada Ali Sina, yang otaknya masih kosong itu,
karena dia tidak mengerti sama sekali dengan makna sebuah perumpaman atau kata kiasan.
Kata-kata di dalam kalimat “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka
hati atau terpaksa", merupakan sebuah ungkapan perumpamaan atau kata kiasan yang
mengandung makna yang sangat mendalam dan luas. Tentu saja orang seperti Ali sina tidak
akan sanggup memahami perumpamaan itu , kerena dia tidak mempunyai cara berpikir yang
baik dan benar. Paling-paling dia akan meracau lagi dengan menyampaikan cacimakinya.
Adapun kalimat dari ayat tersebut dapat dimaknai secara ilmiah bahwa ; Allah telah
menciptakan sistim kendali sedemikian rupa, sehingga seluruh alam ciptaanNya tersebut
berada dibawah sistim kendali tersebut. Tidak satupun dari benda-benda langit itu yang
luput dari sistim control yang telah dirampungkan oleh ALLah SWT. Misalnya; bumi
berotasi pada sumbunya sambil mengorbit matahari, matahari bercahaya, begitu juga dengan
planet lainnya di dalam sistim Tatasurya matahari, adanya komet-komet yang melintasi
sistim tatasurya secara acak, adanya galaxy atau gugusan bintang-bintang yang sistim
kendalinya masih belum dimengerti dan masih dalam pengamatan para ahli Astronomi.
Artinya setelah tahap pemisahan atau tahap pengembangan dari pusat asap tersebut selesai,
maka Allah menciptakan sistim kendali yang sesuai dengan sifat dan karakter dari masing-
masing benda langit tersebut. Hal ini merupakan tahap awal atau periode permulaan dari
total 6 masa, seperti yang dimaksud oleh ayat-ayat yang sebelumnya. Artinya; tahap awal
ini berlangsung selama 2 masa, sebagaimana yang dimaksud dalam Surat 41.9-12 tersebut
diatas. Maka setelah tahap 2 masa ini, akan dilanjutkan lagi dengan 4 massa berikutnya
yang merupakan tahap penyempurnaan ekosistim atas kondisi dari masing-masing benda
langit tersebut, seperti; apakah planet ini dipersiapkan untuk mendukung sistim kehidupan (
seperti bumi ini) atau tidak , atau kondisi lainnya untuk penyempurnaan benda langit
tersebut. Jadi penciptaan alam semesta ini tidak terjadi begitu saja , tanpa proses , tanpa
kehendak, tanpa rencana dan tanpa tujuan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
 
[41.12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap‐
tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang‐bintang yang cemerlang 
dan Kami memeliharanya dengan sebaik‐baiknya. ‐‐ > 2 hari  

Rahmanhadiq; ayat ini ternyata menyempurnakan Surat 41-9 sebelumnya. Kalau pada Surat
41-9 ini dijelaskan bahwa terbentuknya bumi dan langit dalam 2 masa atau 2 periode, maka
pada surat 41-12 ini dijelaskan bahwa ketujuh langit itupun diciptakan dalam 2 masa atau 2
periode. Jadi jelaslah bahwa langit yang tujuh itu berserta bumi , merupakan benda-benda
langit yang disebut dengan alam semesta ini, sesuai dengan pengertian kedua ayat tersebut.
Sekali lagi perlu dijelaskan kepada Ali Sina yang sedang memandang langi biru, bahwa yang
dilihatnya itu bukan langit yang sebenarnya tetapi lapisan Atmosfir Bumi saja, sedangkan
langit yang sebenarnya lebih jauh lagi dan tidak akan tembus dipandang dengan matanya
yang melek itu.
Sedangkan pengertian 7 langit masih belum dapat dipecahkan oleh para ahli astronomi,
bukan berarti al qur’an berkata bohong , tetapi ilmu manusia belum sanggup menyentuhnya.
Bahkan luasnya alam semesta ini belum dapat diperkirakan oleh ahli ruang angkasa.
Kemudian kedua surat diatas berkaitan erat lagi dengan surat [41.10]. Apabila ke 3 ayat
tersebut digabung atau dikombinasikan, akan menghasilkan sebuah petunjuk yang lebih
lengkap bahwa tahap periode awal yang dimaksud dengan 2 masa itu adalah sampai
terciptanya keseimbangan sistim orbit atau sistim kendali lainnya yang telah ditentukan oleh
sang Pencipta, sehingga seluruhnya tunduk dan patuh.. Dalam hal ini seluruh benda-benda
langit telah berfungsi sebagaimana mestinya, tetapi masih belum siap untuk menampung
sistim kehidupan karena masih labil (seperti; masih panas bergejolak, atmosfirnya belum
sempurna, tanahnya belum terbentuk atau masih labil). Namun pada periode awal 2 masa
ini, sudah terjadi sistim rotasi dan orbit yang seimbang dan stabil . Misalnya; matahari
sudah bercahaya sedangkan planet-planetnya tidak, ada planet yang mempuyai bulan dan
ada juga yang tidak, sudah terbentuknya galaxy dan gugus bintang-bintang lainnya, sudah
terjadi sistim orbit yang seimbang. Jadi seluruh sistim kendali itu telah ditetapkan dan
terkontrol terhadap benda langit sesuai dengan sifat , kondisi dan karakteristiknya masing-
masingnya. Tidak ada lagi sistim itu yang berada diluar control dan seluruhnya tunduk
kepada sistim kendali yang berada dibawah kekuasaan Allah sang Pencipta alam semesta
itu.
Kemudian setelah itu, dilanjutkan lagi kepada tahap berikutnya yaitu 4 masa berikutnya.
Pada tahap ini adalah menyempurnakan kondisi di masing-masing planet atau benda langit
lainnya. Hal ini dinyatakan pada surat [41.10] yang berbunyi ;
“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)
nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang
bertanya. (QS Al Fushshilat 41:10)”.

Kemudian keterangan ayat diatas diperjelas lagi dalam keterangan surat An Nazi’aat ayat
27 sampai 33 yang berbunyi;

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah
membangunnya27, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya28, dan Dia
menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang29. Dan
bumi sesudah itu dihamparkan-Nya30. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan
(menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya31. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya
dengan teguh32, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang
ternakmu (QS An Nazi‟aat79:27-33)”.

Ayat ini menyempurnakan dan melengkapi keterangan ayat-ayat sebelumnya. Ayat ini
menjelaskan dan memberi petunjuk bahwa memang Allah telah meninggikan alam semesta
ini. Meninggikan sama artinya dengan meluaskan , karena manusia memandangnya keatas
langit bukan ke bawah tanah. Jadi benarlah penjelasan dari Guru Besar Dr Naik, bahwa
langit itu diluaskan atau ditinggikan, sesuai dengan pengamatan ahli astronomi abad
melinium ini.
Kemudian setelah tercapai keseimbangan yang sempurna, maka selanjutnya Allah
memberikan penjelasan dengan sebuah kalimat perumpamaan lagi yang berbunyi “Dia
menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang”.
Kalimat ini harus disingkapi dengan pengertian yang luas dan dalam. Artinya; pada tahap ini
akan terbentuk sistim orbit yang seimbang dan berfunginya masing-masing benda langit ,
sehingga terbentulah rotasi dan orbit dari masing-masing benda langit tersebut. Bagi
manusia di bumi, yang dimaksud dengan siang dan malam tentulah akibat rotasi bumi
sehingga ada bagian permukaan bumi yang kena cahaya matahari ( siang ) dan ada yang
tertutup (malam). Tahap inilah yang dimaksud dengan penyempurnaan dari tahap 2 masa.
Kemudian dilanjutkan lagi dengan sebuah kalimat perumpamaan atau kiasan lagi “Dan bumi
sesudah itu dihamparkan-Nya”. Kalimat inipun harus disikapi dengan sebuah pemikiran
yang jernih dan analisis, karena kalimat inipun merupakan perumpamaan dan sekaligus
sebagai pertunjuk yang sangat berharga bagi orang yang mendapat hikmah. Dimana kalimat
ini menunjukan bahwa setelah 2 masa itu, bumipun dipersiapkan untuk disempurnakan lebih
lanjut yang nantinya siap untuk dihamparkan bagi makhluk hidup. Kata dihamparkan pun
bisa dimaknai sebagai perumpamaan, yaitu mempersilahkan atau memberikan kemudahan
bagi makhluk hidup tinggal diatasnya.
Kalau surat An Naazi’aat 30 dan surat Al Fushshilat 41:10 digabung maka akan muncul
penjalasan yang lebih lengkap bagaimana proses atau tahap-tahap bumi itu dihamparkan.
Pada surat Al Fushshilat 41:10 menujukan bahwa penghamparan bumi ini dimaksud adalah
dalam proses menstabilkan fisik bumi seperti mengokohkan tanahnya dengan gunung-
gunung yang berfungsi untuk meredam getaran dan juga menumbuhkan segala macam
tanam-tanaman sebagai bahan makanan bagi hewan yang akan mendiaminya, begitu juga
dengan atmosfir bumi yang difungsikan bukan hanya sebagai atap (pelindung) tetapi juga
sebagai tempat berlabuhnya awan untuk mengembalikan air kembali kepermukaan bumi
sehingga mengalirlah berbagai sumber mata air dari sela-sela tanah.
Hal ini diperkuat dengan bunyi kalimat “(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakmu”. Kalimat ini mempunyai makna yang mendalam dan sekaligus
sebuah petunjuk yang tersembunyi, bahwa setelah terbentuknya sistim dan kondisi alamnya
bumi yang stabil, lalu tersedianya berbagai tumbuh-tumbuhan yang seimbang dan sempurna,
maka selanjutnya segala macam hewanpun disebarkan di datas bumi ini. Kemudian tumbuh-
tumbuhan dan segala macam hewan zaman kuno ini, saling mengolah permukaan tanah
bumi yang menjadi semakin subur seperti; misalnya terbentuknya kandungan bahan bakar
dalam tanah sebagai minyak bumi, atau batu bara, maka selanjutnya Allah pun
mempersiapkan makhluk yang lebih cerdas yaitu yang dikenal dengan nama manusia.
Manusia inilah nantinya yang telah ditakdirkan dan direncanakan oleh sang Pencipta untuk
mememelihara, merawat , mengolah dan mengelola keseimbangan alam dan biota di atas
bumi ini. Untuk itu Allah telah melengkapi manusia dengan kecerdasan yang sempurna
untuk dapat melaksanakan tugas-tugas itu.
Namun manusia juga dilengkapi dengan nafsu dan keinginan untuk memperoleh keuntungan
dari hasil pengolahan bumi ini. Sehingga apabila manusia tersebut hanya mementingkan diri
pribadi dan memperturutkan hawa nafsunya, maka rusak binasalah bumi ini dan akan
terjadilah pertumpahdarahan diantara sesama manusia untuk saling berebut kepentingan.
Untuk itulah Allah yang maha pengasih memberikan pedoman yang baik bagaimana
memperbaiki hatinurani dan jalan pikiran manusia agar tetap menjaga keseimbangan dan
kebaikan hidup antar sesama mereka. Baik antara manusia dengan alam ini, maupun antara
manusia dengan sesama manusia.
Aturan dan pedoman itu tercantum di dalam ajaran masing-masing agama yang
mengandung banyak pelajaran, hikmah dan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh sang
pencipta kepada seluruh umat manusia tanpa kecuali.
Pada mulanya agama itu adalah satu , bersumber dari Allah, tetapi selama perjalanan waktu,
ajaran dari masing-masing agama tersebut mengalami perubahan sesuai dengan keinginan
dan hasrat manusia untuk memeperoleh kemajuan, kebaikan dan keuntungan hidup di bumi.
Perubahan yang benar akan menjadikannya lebih baik, tetapi perubahan yang hanya mencari
keuntungan sesaat akan menimbulkan bencana dikemudian hari.
Selama perjalan waktu, perubahan agama kejalan yang tidak benar akan mengakibatkan
bencana bagi umat manusia, sehingga kembali Allah mengirimkan seorang nabi (manusia
berhati luhur) yang telah memperolah hikmah dan kebenaran untuk memperbaiki hal-hal
yang rusak tersebut. Banyak sekali para nabi diturunkan selama perjalanan kehidupan
manusia di bumi ini, semua nabi itu mengajarkan tentang nilai kebaikan dan kebenaran.
Sebaliknya ada pula makhluk yang diberi nama dengan Ali Sina yang selalu menghasut,
menanamkan nilai kebencian, mengadu domba, merusak nilai-nilai kebaikan, sehingga
beberapa manusia kembali terperdaya untuk melakukan pernbuatan tercela lagi.
Ali Sina ini, merupakan contoh yang paling nyata dan tepat, untuk melihat dan
menjadikannya sebagai sampel tentang adanya setan yang berujud manusia. Setan itu
bukanlah khayalan atau informasi yang mengada-ada dari setiap konsep ajaran agama, tetapi
hal yang nyata, sebagaimana yang telah diperlihatkan oleh Ali Sina ini.

Total hari penciptaan : 8 hari

Rahmanhadiq; ternyata si Otak Udang ini menghitungnya salah lagi. Entah bagaimana
caranya dia menghitung, tahu-tahu menjadi 8. Ini membuktikan bahwa ucapannya tidak bisa
dipercaya. Dia ingin merusak dan mendustakan keterangan ayat AL Qur’an. Ternyata
wangsit yang dia peroleh dari leluhurnya hanyalah mantra-mantra kosong yang tidak bernilai
sama sekali.
Ali Sina tentu bukan sosok seorang manusia, karena dia tidak dapat berhitung dan hanya
mencari-cari kesalahan ajaran agama islam, tanpa mendalami dan mempelajarinya lebih
dahulu. Artinya; mantra-mantara yang dibacakannya selama ini hanya berupa akal-akalan
nya saja untuk menebar kebencian, menghasut, memfitmah dan mengadu domba antara
sesama umat beragama. Maka lebih baik dia dikembalikan lagi ke dalam kepundan gunung
berapi untuk bertapa lagi, atau dia dibakar saja sebagai latihan untuk menghadapi panasnya
api neraka kelak di akhirat.

Ini jelas‐jelas sebuah kontradiksi. Terlebih lagi ayat 7.54 berkata  
 
“Sesungguhnya  Tuhan  kamu  ialah  Allah  yang  telah  menciptakan  langit  dan  bumi  dalam  enam 
masa,  lalu  Dia  bersemayam  di  atas  Arasy  (singgasana).  Dia  menutupkan  malam  kepada  siang 
yang mengikutinya dengan cepat,”  
 
Rahmanhadiq; Ayat ini sudah dibahas oleh asistennya DR Naik , jadi tidak perlu di uraikan
lagi. Karena, kalau diulangpun, dia tidak akan mengerti, bahkan berapa kalipun diulang, dia
tidak pernah mengerti sebab yang ada di dalam otaknya hanyalah kotorannya sendiri yang
berbau busuk dan menyebar kemana-mana.

Pernyataan ini dapat diterima sebagai puisi tapi tidak sebagai sains: Kegelapan adalah ketiadaan 
terang,  dg  begitu  tidak  dapat  dibandingkan  sebagai  ‘penutup’  yg  menutupkan  siang.
(rahmanhadiq; ini buktinya bahwa Ali Sina ini tidak mampu memahami makna gayabahasa
di dalam sebuah perumpaman, bahkan dia membuat pribahasa lain dengan tutur kata
menggunakan mantra-mantranya yang aneh di dengar telinga manusia.)

Juga dalam cerita ini terjadi hal yg menyalahi jaman. Bumi adalah bagian dari jagat raya. Hanya 
“setitik debu” yg mengapung dalam samudra luas angkasa raya. Tidak bisa diciptakan terlebih 
dulu sebelum angkasa. Bahkan jika semua yg lain dalam Quran itu benar, maka satu kesalahan 
ini  saja  sudah  cukup  utk  menolaknya  sebagai  buku  dari  Tuhan.  (Rahmanhadiq ; ternyata Ali
Sina ini tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya. Dia bagaikan seorang yang sedang
membacakan jampi-jampi dengan bahasa ngawurnya. Dia memahami bahasa ayat suci
dengan pikirannya yang sangat sempit dan kotor, sehingga dia tidak mau peduli apapun yang
disampaikan dalam kalimat ayat itu. RSD ini hanya mampu mengumpulkan bahan-bahan
gossip yang diajukan oleh tim suksesnya yaitu berita-berita negative tentang islam,
kemudian menyebarkan berita itu tanpa dibahasnya lagi. RSD ini setiap harinya
mengkonsumsi berita dan gosip-gosip negative, kemudian melahap dengan sangat rakusnya,
setelah itu meramunya menjadi fitnah yang lebih keji, lalu dimuntahkannya kepada siapa
saja yang mau menelan ludahnya itu. Dia tidak pernah mau mengerti dengan fitnah yang
dilontarkannya, apakah gosip itu benar atau salah, yang penting baginya langsung
menyebarkan gossip yang tidak dimengertinya sama sekali.
Makanan sehari-harinya adalah semua gossip jelek tentang islam, kemudian dengan bangga
dan pongahnya setan ini menggodoknya lalu menyebarkannya di dalam situs
kebanggaannya. Sebenarnya dia tidak mempunyai kemampuan berpikir apa-apa, dia hanya
berlagak sok pintar. Isi kepalanya hanya kotoran yang berbau busuk dan sangat menyengat
hidung, persis seperti Ekor Udang. Begitulah prilaku si RSD Narchis ini.

 
(Dr. Naik) :  
Poin No.2 ‐ Bible berkata dalam Kejadian 1.3‐5 … ‘terang diciptakan dihari pertama.’ Kejadian 
1:14‐19  …  ‘benda‐benda  penerang  –  bintang  dan  matahari,  dll  diciptakan  dihari  keempat.’ 
Bagaimana bisa benda‐benda penerang diciptakan dihari ke‐4 – belakangan dibanding terang 
yg telah ada dihari pertama? – ini tidak sains.  
 
(Ali Sina):  
Quran  bilang  Allah  menciptakan  bumi  dalam  dua  hari.  Lalu  dia  pasang  gunung‐gunung 
diatasnya  dan  ditutupi  tumbuhan  dalam  empat  hari.  Lalu  dia  buat  langit  yg  masih  berupa 
asap.  (penciptaan  langit  terjadi  lebih  dulu  setelah  penciptaan  bumi)  lalu  dia  mengadakan 
pembicaraan  yg  lucu  dg  dua  objek  mati  –  langit  dan  bumi  dan  menyuruh  mereka  “Datang 
bersamaan, Datanglah kamu keduanya menurut perintah‐Ku dengan suka hati atau terpaksa” 
Kata mereka: “Kami datang dengan suka hati.” Ini adalah sebuah dongeng yg pantas utk anak 
kecil. 

Rahmanhadiq;
Ada 3 hal pokok yang tidak dimengerti oleh si Ali Sina ini, antara lain adalah ; pertama dia
tidak memahami sebuah perumpamaan di dalam ayat suci Al Qur’an, kedua dia tidak
memahami bahwa ayat-ayat yang ditampilkan di dalam al Qur’an bukanlah sebuah cerita
sebagaimana urutan kronologis peristiwa yang terdapat di dalam paparan kitab Bible,
ketiga dia tidak mempunyai analisis yang bersifat ilmiah untuk menilai sebuah kebenaran,
karena isi otaknya penuh dengan kotoran yang berbau busuk.
Maka kembali lagi asisten dari Dr Naik untuk membantu memberikan private tambahan
pada si murid yang bernama Ali Sina ini, agar dia tidak meludah kemana-mana dengan
mulutnya yang berbau busuk itu.
Bukankah sudah dijelaskan oleh Guru kita DR Naik pada kuliah Semester yang lalu
bahwa pada tahap awal yang 2 masa itu, terkandung sebuah perumpamaan “Datanglah
kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa" , kemudian pada ayat
yang lain muncul lagi sebuah perumpamaan lagi yang berbunyi “Dia menjadikan malamnya
gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang”. Kalimat ini muncul sebelum
dilanjutkan kepada 4 masa atau tahap berikutnya. Maka hanya seorang cendikiawan dan
orang yang mendapatkan hikmah dan pemahaman-lah yang mampu mengerti dengan
bahasa perumpamaan atau bahasa kiasan tersebut.
Kalau kedua ayat dan kedua perupamaan itu digabung, maka akan muncul sebuah
pengertian yang jelas bahwa pada tahap awal dari 2 masa pertama tersebutlah berfungsinya
sistim orbit dan rotasi seluruh alam, termasuk dalam hal ini sistim orbital pada tatasurya
Matahari kita, begitu juga dengan sudah berfungsinya masing-masing benda langit (seperti
matahari yang menghasilkan sinarnya, planet dan bulan tidak dan sebaginya).
Jadi ayat ini menjelaskan secara keseluruhan, bukan saja mengenai sistim orbit dan rotasi
bumi terhadap matahari, tetapi juga terhadap seluruh benda-benda dilangit lainnya. Jadi
perumpaman dan maksud ayat tersebut harus dipahami secara lebih luas, mendalam dan
dengan hati yang jernih dan berserah diri pada Allah SWT.
Sebenarnya tidak ada keterangan di dalam ayat tersebut, yang mengatakan bahwa langit
atau bumi yang lebih dulu yang diciptakan ( siang atau malan yang lebih dahulu), tetapi Ali
Sina membuat kesimpulan berdasarkan keterangan yang dia konsumsi dari tayangan
internet lainnya lalu mengkopi paste gossip tersebut tanpa di dianalisanya lebih dahulu. Ini
membuktikan bahwa RSD ini merupakan orang yang malas untuk berpikir, dia hanya
menggunakan pendapat orang lain, lalu menyebar berita gossip-gosip yang dia tidak
mengeti sama sekali.

Tapi bagi orang dewasa sangat menggelikan jika percaya pada omong kosong ini. “Maka Dia 
menjadikannya  tujuh  langit  dalam  dua  masa  dan  Dia  mewahyukan  pada  tiap‐tiap  langit 
urusannya.  Dan  Kami  hiasi  langit  yang  dekat  dengan  bintang‐bintang  yang  cemerlang  dan 
Kami memeliharanya dengan sebaik‐baiknya.” 
Apa  tujuh  langit  ini?  Muhammad  membicarakan  mitos  kuno  kaum  Pagan.  Konsep  sebelum 
jaman Copernicus tentang jagat raya adalah geosentris, yakni mereka pikir bumi itu datar dan 
menjadi pusat dari jagat raya yg hanya terdiri dari sistem solar saja.  
Rahmanhadiq; sampai saat ini belum satupun ahli perbintangan atau ahli astronomi
mendapatkan gambaran atau memperkiraan berapa luasnya alam semstea itu?. Tetapi al
Qur’an sudah menyampaikan informasi 15 abad yang lalu, bahwa seluruh alam semesta itu
mempunyai 7 langit. Sementara pengertian kata “langit” yang tertulis di dalam al qur’an
juga mempunyai makna yang luas, bukan saja lapisan atmosfor bumi ini, tetapi adalah
semua benda-benda angkasa selain bumi, yang juga bisa terdiri dari berbagai tingkatan
atau lapisan-lapisan yang berada di dalam alam semesta ini.
Dalam hal ini bukan berarti al Qur’an yang telah berkata bohong tetapi manusialah yang
belum mampu membuktikannya. Ilmu dan teknologi manusia bumi saat ini belum mencapai
taraf yang tinggi. Sebagai perbandingan saja ; untuk mencapai galaxy terdekat dari
tatasurya kita, yaitu “Adromeda”, dibutuhkan waktu 2 juta tahun itupun dengan
menggunakan pesawat secepat kilat atau secepat kecepatan cahaya  (baca  disini). Tetapi
RSD Narchis ini mengambil mamfaat dari berita yang sudah masuk kedalam meja
redaksinya yang sama sekali tidak dimengetinya, lalu diramunya menjadi sebuah hinaan
dan olok-olokan. Padahal dia tidak mempunyai pendapat apa-apa tentang hal tersebut, dia
hanya mampu berkoar-koar tanpa mampu memberikan jawaban ilmiah yang baik dan benar.
Betapa banyaknya keterangan-keterangan ayat-ayat al qur’an yang sebelumnya
ditertawakan dan diperolok-olok oleh orang-orang culas seperti Ali Sina ini, tetapi ketika
terbukti, baik melalui penemuaan sain maupun secara kebetulan, maka merekapun
bungkam dalam seribu bahasa. Seperti adanya sungai dibawah laut yang berasa tawar dan
asin serta pahit, teori embriyologi, keterangan tentang terjadinya hujan, adanya pasangan
gen di dalam kromoson dan lain sebagainya. Banyak dari keterangan ayat-ayat al Qur’an
yang sudah terbukti dan tidak dapat dibantah lagi. Namun setan sepeti Ali Sina ini akan
menutup matanya rapat-rapat.

Mereka percaya bahwa matahari dan bumi, bersama dg Saturnus, Yupiter, Mars, Venus dan 
Mercury,  tujuh  objek  langit  yg  telah  diketahui,  adalah  dewa (rahmanhadiq; al qur’an tidak
pernah mengatakan bahwa yang tujuh langit itu adalah tujuh planet tersebut. Ini
merupakan nalar kerdil si Ali Sina, yang bekerjasama dengan pembantu-pembantunya dari
zaman Yuani dulu) . Planet‐planet  terang  ini  sajalah  yg  dapat  dilihat  oleh  orang‐orang  dg 
mata telanjang yg bergerak dilangit, sementara bintang kelihatan tetap.

Mereka percaya bahwa tiap planet/dewa ini punya lapisan atau benda langit sendiri. Lapisan‐
lapisan ini tidak sama dg orbit yg kita kenal. Sepengetahuan mereka planet ini tidak memutari 
matahari tapi semuanya memutari bumi yg datar dg urutan berikut:  
 
 
 

                                                                                                   


 
Moon      Mercury       Venus       Matahari         Mars        Jupiter      Saturnus 
 
Yang paling dekat kebumi adalah bulan dan yg paling jauh adalah Saturnus. Dg demikian konsep 
7  lapis  langit  ini  berdasarkan  astronomi  kuno,  dimana  katanya  tiap  benda  langit  menempati 
bidang  bulatan  mereka  sendiri,  satu  lapis  diatas  lapis  lain  seperti  lapisan  pada  kulit  bawang. 
Bintang‐bintang adalah lampu‐lampu kecil yg menempel pada langit terdekat dan mereka ada 
disana  utk  meramaikan  langit  seperti  pohon  natal  dan  juga  digunakan  sebagai  misil  utk 
dilemparkan  pada  jin  agar  mereka  menjauh  dan  tidak  mendaki  langit  dan  mendengarkan 
pembicaraan dikerajaan Allah, yakni kerajaan allah yg pembuatannya disebut‐sebut dalam ayat 
37.8. ( rahanhadiq; informasi ini hanya khayalan Ali Sina saja. Ayat ini tidak mengatakan
hal yang demikian. Hanya dia saja yang mencocok-cocokan penenemuan sain zaman Yunani
dengan bunyi ayat tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Ali Sina merupakan arwah dari
Hantu Gentayangan yang berasal dari titisan bangsa Yunani kuno. Ini membuktikan bahwa
Ali Sina ini tidak pernah mau belajar sebelumnya, dia hanya mengumpulkan bahan dari para
stanfnya kemudian menyebar gossip itu tanpa mempekajarinya dengan benar.)
Kisah penciptaan Bible, dari mana Muhammad mendapatkan informasi ini, juga dari mitology. 
Dr.  Naik,  sama  seperti  muslim  lain,  mampu  melihat  kisah  penciptaan  dalam  Bible  sebagai 
mitology tapi dia berpikiran lain ketika Muhammad menjiplaknya, mitology yg sama itu berubah 
menjadi sains. Para muslim adalah pemikir yg sangat ajaib. Heheheeee…   
Rahmanhadiq; sebenarnya Ali Sina ini tidak mempunyai kemampuan ilmiah apapun sama
sekali, dia hanya mampu berbicara dengan mengkopi-pastekan pendapat-pendapat orang lain
, lalu meramunya menjadi sebuah ucapan kebencian dan olok-olokan. RSD ini hanya sanggup
mengumpat dari balik dinding dan dari balik topengnya yang jelek. Sama saja dengan seekor
anjing yang sedang menggonggong sambil menjulurkan lidahnya, kemudian diusir oleh orang
yang merasa jijik melihatnya. Orang-orang yang berpikir waras dan mempunyai hati nurani
yang baik, tidak akan menghiraukan ocehan orang gila ini, dia bagaikan seekor anjing yang
terus saja menggonggong dan kafilahpun berlalu.
Bukan saja Muhammad percaya bahwa langit punya tujuh lapisan, yg adalah menggelikan, dia 
juga  percaya  bahwa  bumi  juga  punya  tujuh  lapisan.  [65.12]  Allah‐lah  yang  menciptakan  tujuh 
langit  dan  seperti  itu  pula  bumi.  Apa  ini  sains?  Dibawah  ini  adalah  potongan  bumi  yg 
menunjukkan lapisan‐lapisannya. Seperti yg dapat anda lihat, Quran lagi‐lagi salah. 
Rahmanhadiq; perlu diketahui bahwa gambar yang ditayangkan oleh RSD ini merupakan
gambar model lama yang sudah kadaluarsa, yang sudah ketinggalan zaman. Pada saat ini
para ahli Geologis sudah menyimpulkan hasil yang lebih sempuna dan lebih baik dari pada
yang ditayangkan oleh Ali Sina ini. Yang ditayangkan oleh RSD ini hanyalah sebuah
gambaran dasar dari lapisan magma di dalam perut bumi, tetapi bukan tentang lapisan bumi
yang terbaru sesuai dengan perkembangan sain dan teknologi. Ini membuktikan bahwa dia
hanya mampu mencontek lalu mengatakan kepada orang lain bahwa dialah ahlinya. Padahal
penemuan terbaru menyimpulkan bahwa lapisan bumi itu adalah seperti gambar beikut ;

Kalau dilihat dari tayangan gambar (lihat disini) tersebut maka , keterangan al Qur’an
tidaklah bohong. Tetapi setan Ali Sin hanya mengambil informasi yang sudah ketinggalan
zaman. Hal ini karena dia baru saja turun gunung setelah bertapa selama 2 ribu tahun di
dalam kepundan gunung berapi.

(Dr. Naik) :  
Poin  No.  5,  Bible  berkata  dalam  Kejadian  1.11‐13  ..  ‘Tumbuh‐tumbuhan,  semak  belukar, 
pohon‐pohon  –  diciptakan  dihari  ketiga  dan  mataharai,  dalam  Kejadian  1.14‐19,  diciptakan 
dihari  ke‐4.  Bagaimana  bisa  tumbuh‐tumbuhan  ada  tanpa  sinar  matahari,  dan  bagaimana 
mereka bisa bertahan tanpa sinar matahari?  
 
(Ali Sina) :  
Hal yg persis sama juga dinyatakan dalam Quran. Kok Dr. Naik bisa melihat kesalahan dalam 
Bible tapi dia begitu buta hingga tidak dapat melihat kesalahan yg persis sama yg ada dalam 
Quran? Memang logika otak muslim sungguh konyol.  
 
Rahmanhadiq;
Begitulah kalau Ali Sina lagi bicara, berkoar-koar bagaikan seorang orator ulung dengan
gaya retorika yang berlebihan. Tetapi dia tidak mampu menggunakan nalarnya untuk
memberikan alasan yang analisis dan ilmiah untuk membantah penjelasan yang
disampaikan oleh gurunya DR Naik. Ini membuktikan bahwa dia tidak mampu berpikir
dengan baik. Padahal Gurunya sudah memberikan alasan yang logis untuk menyampaikan
pendapatnya, tetapi Ali Sina ini hanya melontarkan sumpah serapah yang tidak bermafaat
secara ilmiah. Ketahuan bahwa RSD tidak mempunyai kemampuan sama sekali.

 
(Dr. Naik)  
Poin No.6, Bible Berkata dalam Kejadian 1.16 bahwa..” Maka Tuhan menjadikan kedua benda 
penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil 
untuk  menguasai  malam.”  Teks  sebenarnya  dalam  bahasa  yahudi  adalah  ‘lampu’..’Lampu 
punya sinarnya sendiri.’ Dan anda akan tahu lebih baik jika anda baca kedua ayat tsb Kejadian 
1.16  dan  Kejadian  1.17.  Ayat  17  berkata..’  Allah  menaruh  semuanya  itu  di  cakrawala  untuk 
menerangi bumi” .. Untuk menerangi bumi. Menandakan, bahwa matahari dan bulan punya 
sinar  sendiri‐sendiri  –  yg  adalah  kontradiksi  dg  pengetahuan  sains  jaman  sekarang  yg  kita 
punya.  
 
(Ali Sina) :  
Kesalahan yg persis sama juga ada dalam Quran. Kita akan mendiskusikannya nanti. 
 
Rahmanhadiq;
Sekali lagi omelan si RSD ini tidak mempunyai alasan dan bahan yang dapat menyanggah
pemikiran gurunya. Ocehannya hanya memperlihatkan rasa frustasinya saja. Dia tidak
mampu menggunakan otaknya yang isinya hanya kotoran najisnya sendiri. Namun dia
telah berjanji akan membahas pemikiran gurunya nanti. Kita akan lihat bagaimana dia
akan membahas pejelasan gurunya itu. Walaupun tidak langsung ditangapinya secara
langsung, tetapi diulurnya pada pembahasan berikutnya. Apakah bahasannya masuk akal,
atau hanya sekedar umpatan dan cacian lagi ?. Yuuk kita ikuti!!

Lama Waktu Penciptaan  
 
(Dr. Naik) :  
Ada beberapa orang yg mencoba dan berkompromi, dan bilang bahwa enam hari yg disebut 
dalam Bible, sebenarnya berarti jangka waktu – seperti dalam Quran perioda waktu – bukan 
enam  hari, masing‐masing  24  jam.  Ini  tidak  logis  –  anda  baca  Bible,  malam,  siang  –  itu  jelas 
menandakan  24  jam.  Tapi  bahkan  jika  saya  gunakan  pendekatan  demikianpun  –  tidak 
masalah.  Saya  setuju  dg  argumen  tidak  logis  anda  –  tapi  tetap  hal  itu  hanya  menolong 
memecahkan  kesalahan  sains  pertama  dalam  penciptaan  enam  hari,  dan  kedua,  ‘terang’ 
pertama  dan  hari  ketiga  ‘bumi’.  Empat  sisanya,  tidak  dapat  dipecahkan.  Ada  lagi  yg  berkata 
…’Jika  itu  adalah  perioda  24  jam,  kenapa  tumbuh‐tumbuhan  tidak  bisa  bertahan  selama  24 
jam  tanpa  sinar  matahari?’  Saya  bilang,  ‘Fine  –  jika  anda  bilang  bahwa  tumbuh‐tumbuhan 
diciptakan sebelum matahari, dan dapat bertahan hidup selama 24 jam, saya tidak keberatan. 
Tapi anda tidak dapat mengatakan hari‐hari yg disebut sebagai 24 jam adalah berupa jangka 
waktu juga – anda tidak bisa mendapatkan kedua‐duanya. Jika anda bilang itu jangka waktu. 
Anda memecahkan masalah pada poin 1 dan 3, empat sisanya tidak. Jika anda bilang satu hari 
24 jam, anda memecahkan poin no.5, lima lainnya tidak – ini menjadi tidak sains. Saya biarkan 
Dr.  William  Campbell,  apa  dia  ingin  bilang  “ini  jangka  waktu’,  dan  bilang  hanya  ada  4 
kesalahan sains – atau bilang.. ‘ini 24 jam’, dan bilang cuma ada lima kesalahan sains dalam 
penciptaan jagat raya.  
 
(Ali Sina) :  
Dalam  Quran  tumbuh‐tumbuhan  diciptakan  antara  hari  ketiga  dan  hari  keenam  dan  benda‐
benda langit, yakni cakrawala, matahari dan bulan diciptakan dihari ke‐7 dan 8. Jadi kesulitan 
yg sama juga ada dalam Quran. See, standar ganda muslim memang sungguh parah. 

Rahmanhadiq;
Nah !! kembali lagi RSD ini menyemburkan air ludahnya bagaikan ular King Cobra yang
menyemprotkan racun berbisanya. Ternyata dia tidak mengerti dengan apa yang telah
diterangkan oleh Gurunya DR Naik, kemudian dia mengarang cerita baru yang tidak
masuk akal sama sekali.
Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa Ali Sina ini sama sekali tidak mampu
memahami sebuah pribahasa, perumpamaan dan bahasa kiasan yang ada di dalam ayat
Suci, sehingga dia menterjemahkan kitab suci umat islam seenak perasaanya saja. Jadi ,
sampai kapanpun RSD ini tidak akan mengerti , dan pasti semester depan si Murid Ideot
ini gagal lagi. Kalau dia Her lagi, yang disalahkannya adalah gurunya yang dikira bodoh.
Dasar Ali Sina, kerjaannya ngomeeeeel melulu. Dia mengatakan bahwa Bible dan AL
Qur’an sama saja, namun entah dari mana dia memasukkan angka 7 dan 8 itu.
Kontradiksi Dalam Bible dan Quran  
 
(Dr. Naik) :  
Mengenai  konsep  Bumi,  ada  banyak  ilmuwan  yg  menjelaskan..  “bagaimana  dunia  akan 
berakhir.’ Hipotesa – ada yg benar, ada yg salah. Tapi apa dunia akan musnah atau akan hidup 
selamanya.  Kedua  hal  itu  tidak  mungkin  terjadi  bersamaan  –  sangat  tidak  sains.  Tapi  ini 
persisnya  yg  dikatakan  Bible.  Dikatakan  dalam  Ibrani  1.10‐11  dan  Mazmur  102.25‐26 
“Kauletakkan  dasar  bumi,  dan  langit  adalah  buatan  tangan‐Mu.102:27  Semuanya  itu  akan 
binasa.”  Tepat  kebalikan  dari  yg  disebut  dalam  Pengkhotbah  1.4  dan  mazmur  78.69  bahwa 
“bumi  yang  didasarkan‐Nya  untuk  selama‐lamanya”.  Saya  biarkan  Dr.  Campbell  utk  memilih 
diantara kedua ayat ini yg tidak sains – yg pertama atau yg kedua. Salah satu mesti tidak sains 
– tidak bisa dua‐duanya. Dunia tidak bisa ada selama‐lamanya dan juga musnah – tidak sains.  
 
(Ali Sina) :  
Yes  indeed,  ada  banyak  kontradiksi  dalam  Bible.  Tapi  bahkan  terdapat  lebih  banyak  lagi 
kontradiksi  dalam  Quran.  Saya  akan  membuat  daftarnya  diakhir  tulisan  ini.  Mari  kita  sebut 
satu  saja  dulu.  Dalam  ayat  22.47  dan  32.5  bilang  bahwa  harinya  Allah  sama  dengan  1000 
tahun  manusia.  Tapi  dalam  ayat  70.4  bilang  harinya  Allah  sama  dengan  50.000  tahun.  Yang 
mana yg benar? 

Rahmanhadiq;
Rupanya Ali Sina ini tidak mampu menjawab pertanyaan Guruya, kemudian dia beralih
topik lain untuk mengganjal langkah gurunya. Tetapi biarlah, itu memang tatik yang selalu
menjadi makanannya. Tidak perlu Dr Naik menjelaskan apa yang tidak mengerti oleh si Ali
Sina ini, rahmanhadiq siap membantunya demi dia tidak gagal pada semester depan.

Pada surat Al Ma’arij ayat 4 mengatakan bahwa sehari itu kadarnya 50.000 tahun,
sedangkan pada surat Al Hajj menunjukkan bahwa sehari itu sama dengan 1000 tahun. Si
Otak Udang ini menuduh ayat ini kontradiksi, apakah betul ?. mari kita bahas penjelasan
ayat yang sudah masuk ke meja redaksi si Biang Kerok ini, lalu di copi-pastekannya untuk
disebarluaskan , padahal di tidak memahanmi ayat itu sama sekali.
Sebelum membahas soal diatas, yang perlu dipertanyakan adalah; Apakah kata “ hari “ yang
dimaksud pada kedua ayat diatas adalah sinonim? Bukankah pengertian kata “hari”  di
dalam bahasa Indonesia bisa saja mempunyai arti yang beragam ?
Untuk itu marilah kita bahas satu persatu. Pada Al Ma’arij ayat 4 berbunyi ;
 
‫ﺳ َﻨ ٍﺔ‬
َ ‫ﻒ‬
َ ْ‫ﻦ َأﻟ‬
َ ‫ﺧﻤْﺴِﻴ‬
َ ‫ن ِﻣﻘْﺪَا ُر ُﻩ‬
َ ‫ح ِإَﻟﻴْ ِﻪ ﻓِﻲ َﻳﻮْ ٍم آَﺎ‬
ُ ‫ج اﻟْﻤَﻼ ِﺋ َﻜ ُﺔ وَاﻟ ُﺮّو‬
ُ ‫َﺗﻌْ ُﺮ‬
Malaikat-malaikat dan roh (Jibril) naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari
yang kadarnya lima puluh ribu tahun (QS 70:4)”.

Ayat ini memakai kata “Yaummin” yang berarti waktu, masa, atau hari dalam bentuk jamak.
Kata “Yaummin” diterjemahkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa melayu dengan kata
yang sepadan yaitu  “sehari”.  Kata  “Yaummin”  bermakna sebagai jadwal atau siklus, atau
periode. Konteks ayat diatas menerangkan tentang jadwal kedatangan malaikat pada Allah
yang setiap satu kali pergiliran waktu lamanya sama dengan 50 ribu tahun menurut
perhitungan waktu di bumi. Jadi ayat tersebut menjelaskan tentang perjalanan waktu
malaikat Jibril menemui Allah. Kata “yaumim” pada ayat diatas, mungkin bisa saja
bermakna sebagai satuan waktu perjalanan atau mungkin juga sebagai perbandingan jarak
antara bumi dengan pusat jagad raya atau tempat dimana Allah mengatur seluruh jagat raya
ini yang dapat ditempuh Jibril dalam kecepatan yang tidak bisa kita tentukan. Allahualam!
Allah yang maha mengetahuinya.
Dalam bahasa Indonesia sering kali sebuah kata mempunyai arti yang berbeda-beda.
Misalnya, perhatikanlah kalimat berikut ;

“Matahari terbit pada pagi hari di ufuk Timur”

dan bandingkan dengan kalimat

“Majalah NOVA terbit hari Rabu”

Pada kalimat pertama, kata “terbit” bermakna “muncul, timbul atau terlihat” sedangkan
kata “hari” bermakna “pada saat” atau “ketika”. Jadi kalimat ini sebaiknya lebih tepat
menjadi “ Matahari terlihat pada saat pagi di ufuk Timur”.

Sementara pada kalimat kedua , kata “ terbit “ bermakna “dicetak, diedarkan, atau dijual”
dan kata “hari” bermakna “setiap”, atau “jadwal” atau “periode”, jadi kalimat ini sebaiknya
lebih tepat menjadi “Majalah NOVA dicetak setiap Rabu”.

Surat Al Hajj ayat 47 yang berbunyi :


 
 
‫ن‬
َ ‫ﺳ َﻨ ٍﺔ ِﻣ َﻤّﺎ َﺗ ُﻌ ُﺪّو‬
َ ‫ﻒ‬
ِ ْ‫ﻚ َآَﺄﻟ‬َ ‫ﻋﻨْ َﺪ َر ِّﺑ‬
ِ ‫ن َﻳﻮْﻣًﺎ‬
َّ ‫ َوِإ‬ 
 
“ Dan Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut
perhitunganmu (QS 22:47) ”.
Ayat ini memakai kata “Yauman” , yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan
kata yang sepadan yaitu “sehari”. Kata Yauman bermakna bentuk kata yang berulang yang
menunjukan jumlah seperti waktu-waktu, masa-masa, atau hari-hari dalam bilangan Allah.
Ayat ini berkaitan juga dengan ayat 54 surat Al A’raaf yang menjelaskan tentang masa-
masa, waktu-waktu atau hari-hari penciptaan Alam Semesta oleh Allah.

‫ش‬
ِ ْ‫ﻋﻠَﻰ اﻟْ َﻌﺮ‬
َ ‫ﺳ َّﺘ ِﺔ َأ َﻳّﺎ ٍم ُﺛ َّﻢ اﺳْ َﺘﻮَى‬
ِ ‫ض ﻓِﻲ‬
َ ْ‫ت وَاﻷر‬
ِ ‫ﺴﻤَﺎوَا‬
َّ ‫ﻖ اﻟ‬
َ ‫ﺧَﻠ‬
َ ‫ن َر َﺑّ ُﻜ ُﻢ اﻟَّﻠ ُﻪ اَّﻟﺬِي‬
َّ ‫ِإ‬

“ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam
hari (masa) , lalu Dia bersemayam di atas Arasy( QS 7:54)”.

Ayat ini menggunakan kata “Aiyamin” yang dalam bahasa Indonesia atau melayu
diterjemahkan dengan kata sepadan yaitu “sehari”. Kata Aiyamin bermakna jumlah waktu,
jumlah hari, jumlah masa yang merupakan sifat perkerjaan dari kata masanya, waktunya,
atau harinya yang berbilang. Kontek ayat ini menerangkan tentang jumlah waktu-waktu,
atau masa-masa atau hari-hari penciptaan alam semesta oleh Allah. Ayat ini menjelaskan
bahwa penciptaan alam semesta berlangsung selama 6 masa-masa atau 6 tahap, dimana
setiap tahapnya sama sengan 1000 tahun perhitungan waktu di Bumi.

Bandingkan dengan ayat berikut ;

..‫ﺴﻨَﺎ اﻟ َﻨّﺎ ُر إِﻻ َأ َﻳّﺎﻣًﺎ‬


َّ ‫َوﻗَﺎﻟُﻮا َﻟﻦْ َﺗ َﻤ‬
Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama
beberapa hari saja." (QS al Baqaraah 2:80)

Coba bandingkan lagi dengan surat al Asrh ayat 1 sampai 2 ;

‫ﺧﺴْ ٍﺮ‬
ُ ‫ن َﻟﻔِﻲ‬
َ ‫ن اﻹﻧْﺴَﺎ‬
َّ ‫وَاﻟْ َﻌﺼْ ِﺮ ِإ‬
“ Demi masa (hari). Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (qs Al ashr
103:1-2) “,
Ayat ini mengunakan kata “Al A’srh” yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan
kata yang sepadan yaitu “hari” atau “masa”. Kata “Al A’srh” bermakna sifat dari waktu,
masa, atau perjalanan hari. Seperti perjalanan waktu yang tidak dapat dihentikan, atau sifat
dari perjalanan hari yang tidak bisa berlaku surut, atau sifat perjalanan masa yang terus
berjalan tanpa henti.

Coba bandingkan lagi dengan kata “Yaumal” pada surat Al Baqaraah ayat 85 ;

“ Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap
sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari
padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka
dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu
perbuat
(qs Al Baqarah 2:85)”.

Ayat tersebut diatas menggunakan kata “Yaumal” yang dalam bahasa Indonesia atau
Melayu diterjemahkan dengan kata sepadan yaitu “hari”. Kata “Yaumal” bermakna “waktu
kejadian” atau “ketika” atau “pada saat”, atau “manakala”. Kalimat “yaumal qiyamah”
pada ayat tersebut diatas diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan “ hari kiamat”
padalah kalimat tersebut lebih tepat diterjemahkan sebagai “ pada saat kiamat” atau “ketika
kiamat” atau “manakala kiamat”.

Begitulah Allah menyampaikan firmanNYA dengan tata bahasa yang sangat cermat ,
indah, penuh perhitungan, penuh arti dan penuh makna bagi orang-orang yang mau berpikir
dan memahaminya. Mahabenar Allah dengan segala firmanNYA.
Jadi tidak ada yang kontradiksi keterangan dari kedua ayat diatas , seperti yang disampaikan
si Tukang Copi-Paste ini. RSD ini hanyalah sipenghasut yang selalu mencari—cari
pertentangan sesama umat beragama maupun di dalam ajaran umat beragama.

Sekiranya terdapat perbedaan arti dalam terjemahan atau tafsir dari kedua ayat tersebut
diatas, maka hal itu bukan karena ayat dalam Al qur'an yang salah, karena bahasa asli al
qur’an itu masih tetap tidak berubah hingga saat ini. Tetapi si penterjemahlah yang belum
sanggup membuat tafsiran atau padanan kata yang tepat.

Apa langit itu berupa kubah?  
 
(Dr. Naik) :  
Mengenai “Langit”, Bible berkata dalam Ayub 26.11 “tiang‐tiang langit bergoyang‐goyang”. Quran 
berkata  dalam  Surat  Luqman  31.10  “Dia  menciptakan  langit  tanpa  tiang”  –  bisakah  anda  lihat? 
Tidakkah  anda  lihat  bahwa  langit  tidak  punya  tiang?  –  Bible  berkata  langit  punya  tiang..  Bukan 
hanya langit yg punya tiang – bible berkata dalam buku pertama Samuel, 2.8 juga dalam Ayub 9.6 
dan Mazmur 75.3 bahwa “bahkan bumipun punya tiang tiang.”  
 
(Ali Sina) :  
Dalam  ayat  41.9‐12  yg  telah  kita  diskusikan,  Muhammad  bilang  bahwa  setelah  bumi  diciptakan 
dan ditaruh gunung‐gunung agar tidak berguncang dg orang‐orang dan menutupinya dg tumbuh‐
tumbuhan lalu dia mendirikan langit ‫ﺴﻤَﺎء‬ ‫اﻟ ﱠ‬  ‫ِإﻟَﻰ‬ ‫اﺳْ َﺘﻮَى‬ ‫ ُﺛﻢﱠ‬. 

Gambaran  yg  kita  dapat  disini  adalah  bahwa  langit  itu  seperti  kubah.  Pertama  fondasinya  yg 
adalah bumi dibangun dan setelah selesai Allah berpaling pada langit dan mengangkatnya, seakan 
sebuah  tenda  dan  menghiasinya  dg  bintang‐bintang.  (rahamanhadiq ; dasar Ali yang tidak
mampu menggunakan nalarnya, tetapi khayalan narchisnya. Makanya belajarlah yang lebih
baik dan tekun , jangan mencontek melulu tanpa mempelajarinya sama sekali. Kasihan
sekali kita padanya. Makanya jangan berlagak sok pintarlah. Keterangan surat Al
Fushshilat ayat 11 tersebut tidak membicarakan bahwa bumi mempunyai tiang-tiang atau
mempunyai kubah. Ada-ada wae pemikiranAli Sina ini. Makanya jangan terlalu tinggi
menghkayal. Atau mungkin saja Ali Sina ini sedang menunggu bidadarinya yang hendak
turun dari balik awan.)  
 
Ayat  13.2  dan  31.10  tidak  berkontradiksi  dg  Bible.  Ayat  itu  hanya  menyatakan  hal  yg  jelas 
kelihatan bahwa yg katanya tiang‐tiang penyangga langit ini tidak dapat dilihat.  
 
Ayat 13.2 berbunyi ; 
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia
bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar
hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-
tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS Ar
Ad 13:2)”
 

Sedangkan surat 31.10 berbunyi ;


Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-
gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan
memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air
hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang
baik.(QS Lukman 31:10)”

(rahmanhadiq; Sepertinya RSD ini juga tidak bisa membaca, atau matanya juga buta
sebagaimana dengan hatinuraninya. Padahal di dalam ayat itu jelas-jelas dinyatakan bawa
tidak ada tiang sama sekali. Tetapi dia buta sama sekali dengan huruf di dalam kata
“tanpa” pada ayat diatas.)
 
Ayat 2.22 berkata bahwa langit adalah bana  ‫ﺴﻤَﺎء‬
‫ وَاﻟ ﱠ‬Sedangkan dalam kenyataannya langit tidak 
begitu  dan  berupa  ruang  kosong.  Lihat  bagaimana  “bana”  diterjemahkan:  (rahmanhadiq ;
tulisan arab itu bukan dibaca “bana” !! Dari mana RSD ini mendapatkan ilmu aneh
tersebut?. Bahasa apa pula ini? Ini membuktikan bahwa Ali Sina ini tidak bisa membaca
tulisan al Qur’an, lalu berlagak hendak mengajari umat islam dengan kitab al qur’an. Jadi
terbukti siapa sebenarnya si Ali Sina ini. Ini membuktikan bahwa Ali Sina ini bukan berasal
dari Negara Iran, seperti yang diakuinya di dalam situs meong atau pussy nya itu. Mana
ada orang Iran tidak pandai membaca huruf arab. Tetapi sebaliknya dia tidak bisa
berbahasa arab , apalagi membaca tulisan al qur’an. Ternyata AliSina benar-benar seorang
biang kerok yang menyamar dan bersembunyi dari balik topengnya.
 

Pickthall: Who hath appointed the earth a resting-place for you, and the sky a
canopy;
• Yusuf Ali: Who has made the earth your couch, and the heavens your
canopy;
• Hilali-Khan: Who has made the earth a resting place for you, and the sky as
a canopy,
• Shakir: Who made the earth a resting place for you and the heaven a canopy
• Sher Ali: Who made the earth a bed for you, and the heaven a roof,
• Khalifa: The One who made the earth habitable for you, and the sky a
structure.
• Arberry: who assigned to you the earth for a couch, and heaven for an
edifice,
• Palmer: who made the earth for you a bed and the heaven a dome;
• Rodwell: Who hath made the earth a bed for you, and the heaven a
covering,
• Sale: who hath spread the earth as a bed for you, and the heaven as a
covering.

Kosmologi Bible dalam pengertian dari Kitab Enoch 24
Di atas adalah gambaran dari kosmologi islam seperti yg ada dalam Quran dan Hadits. Bumi datar 
mengambang  ditengah‐tengah  lautan  dikelilingi  oleh  gunung‐gunung  yg  tidak  mungkin  didaki 
yaitu Qaf dan kubah langit yg disokong oleh tiang‐tiang tidak kelihatan. Langit punya tujuh lapisan, 
tiap  lapisan  adalah  sebuah  tempat  bagi  satu  benda  langit  (planet).  Lapisan  terbawah  dari  langit 
dihiasi oleh bintang‐bintang.

Sekarang  kita  dapat  melihat  kenapa  Muhammad  bilang  gunung‐gunung  seperti  pasak  yg 
mencegah  bumi  berguncang.  Jika  bumi  itu  datar  dan  mengambang  dalam  air,  (sebuah  ide  yg 
diperkuat dg fakta bahwa air keluar jika sebuah sumur digali), lalu jika anda meloncat, bumi akan 
berguncang  seperti  perahu  kecil.  Utk  mencegah  bumi  dari  guncangan  anda  perlu 
mengencangkannya  ke  dasar  lautan  dan  itulah  fungsi  dari  gunung‐gunung  yaitu  seperti  pasak, 
dengan  kuat  menahan  bumi  dari  guncangan.  Dr.  Naik  meyakinkan  kita  bahwa  gunung‐gunung, 
seperti  gunung  es,  jauh  masuk  hingga  kedalam  bumi  dan  hanya  sebagian  kecil  saja  yg  kelihatan 
dibumi. Gambar ini membuat jelas segalanya. Fungsi dari gunung sebagai pasak dikatakan dalam 
Quran 31.10, 16.15 dan 21.31. “dan Dia meletakkan gunung‐gunung (di permukaan) bumi supaya 
bumi itu tidak menggoyangkan kamu”  
 
Rahmanhadiq;
Begitulah si Ali Sina sedang mengkhayalkan arti dan makna keterangan surat al qur’an
31.10, 16.15 dan 21.31. Ini menandakan bahwa dia hanya membawa ilmu dari para dedemitnya,
selama bertapa di dalam kepundan gunung berapi. Dia mendapat wangsit dari cerita bangsa
romawi kuno, kemudian mengadopsi cerita ini untuk dikopi-pastekan kedalam pengertian ayat
al qur’and diatas. Percuma saja selama ini memberikan asistensi kepada murid terbodoh dari
DR Naik ini, ternyata dia tetap saja pikun.
Memang si Ali Sina ini tidak level belajar dengan manusia karena Otaknya tidak mengandung
memori untuk mengingat, sehingga apapun yang disampaikan kepadanya langsung dia lupa.
RSD ini sedang menjual kecap dengan omongan pikunnya, entah dari mana dia mendapat
wangsit yang dituduhya sebagai hadis.. Kalaupun ada hadis yang seperti itu, maka itu bukan
berasal dari orang yang mengerti al qur’an, mungkin saja orang itu mencocok-cocokan ilmunya
dengan al Qur’an pada zaman Yunani itu, atau bisa juga berasal dari gerombolannya sendiri.

[22.65] Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi 
dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah‐Nya. Dan Dia menahan (benda‐benda) langit 
jatuh ke bumi, melainkan dengan izin‐Nya? Sesungguhnya Allah benar‐benar Maha Pengasih lagi 
Maha Penyayang kepada Manusia.

22:065 Seest thou not that God has made subject to you (men) all that is on the earth, and the ships 
that sail through the sea by His Command? He withholds the sky from falling on the earth except 
by His leave: for God is Most Kind and Most Merciful to man. 
 
Yusuf Ali sadar kemustahilan ayat ini hingga dia diam‐diam menambahkan kata hujan (rain) dalam 
tanda kurung setelah kata (sky/langit). Tidak ada penterjemah lain melakukan hal ini dan tidak ada 
disebut‐sebut hujan dalam versi arabnya. 
 
‫ض‬
ِ ْ‫ﻋﻠَﻰ اﻟَْﺄر‬
َ ‫ﺴﻤَﺎء َﺗ َﻘ َﻊ َﺗ َﻘ َﻊ‬
‫ﻚ اﻟ ﱠ‬
ُ‫ﺴ‬
ِ ْ‫َو ُﻳﻤ‬
komentator  Quran  yg  terkenal  menjelaskan:  “(..tanpa  adanya  tiang  yg  kelihatan.)  artinya,  “ada 
tiang,  tapi  tidak  bisa  dilihat.’  Menurut  Ibn  ‘Abbas,  Mujahid,  Al‐Hasan,  Qatadah,  dan  akademisi 
lainnya.  Iyas  bin  Mu’awiyah  berkata,  “langit  itu  seperti  kubah  yg  menutupi  bumi.”  Artinya,  tanpa 
tiang‐tiang.  Serupa  dg  yg  dilaporkan  dari  Qatadah,  dan  arti  ini  lebih  baik  utk  sebagian  ayat  itu, 
khususnya karena Allah berkata di ayat lain. “And “(..yg dapat kau lihat), memastikan bahwa tidak 
ada  tiang‐tiang.  Malah,  langit  diangkat  (dari  bumi)  tanpa  tiang‐tiang,  seperti  anda  lihat.  Arti  ini 
memastikan kemampuan dan kekuatan Allah.”  
Jadi  para  akademisi  berdebat  apa  kubah  langit  ditahan  oleh  tiang  yg  tak  kelihatan  atau 
mengambang  diatas  bumi  tanpa  tiang  dg  ajaib  karena  kekuatan  Allah.  Tapi  setiap  orang  percaya 
bahwa langit itu berupa kubah.  
 
 
(rahmanhadiq; 
  ‫ﻚ‬
ُ‫ﺴ‬
ِ ْ‫ = َو ُﻳﻤ‬dan menahannya (apa-apa) ‫ﺴﻤَﺎء‬
‫( = اﻟ ﱠ‬yang ada) dilangit , kalimat ini besifat
umum dan mempunyai pergertian yang luas dan mendalam.
Pertayaannya adalah; apa-apa sajakah yang ditahan di langit? Apakah ada sesuatu yang
ditahannya dilangit itu? Apakah pengertian langit dalam ayat ini? Untuk menjawab
pertanyaan tersebut, tidak bisa asal mengkhayal saja, seperti yang dilakukan oleh RSD ini.
Dia membayangkan yang ditahan di langit itu adalah benda-benda langit dengan sebuah
penyangga berbentuk kubah yang besar, tetapi tidak kelihatan. Mungkin saja dia baru saja
kembali dari atas cakrawala. Padahal ayat tersebut bukan bermaksud demikian. Ayat al
qur’an tersebut harus dipahami dengan pola berpikir ryang rasional, analisis , ilmiah dan
saintis. Jadi tidak asal dijawab menurut angan-angan kosong. Hanya orang seperti RSD ini
yang menterjemakan makna ayat tersebut sebagai bentuk kubah atau tiang-tiang
penyangga dari bumi ke langit. Kalaupun ada orang islam yang menterjemahkan demikian
tentu hal itu bukan karena ayat tersebut yang mengatakan demikian, tetapi si
penterjemahlah yang mencocokan pemahamannya dengan perkembangan ilmu
pengertahuan di zamannya.
Jadi pengertian ayat tersebut dengan kalimat “Dia  menahan  (benda‐benda)  langit  jatuh  ke 
bumi,  melainkan  dengan  izin‐Nya?” bisa dimaknai dengan pemahaman yang lebih luas lagi
yaitu; “ semua benda-benda langit akan ditahan ( tidak jatuh dan tidak pula terlempar) dari
sistim kendali (orbit) yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Dan benda-benda itu
mengikuti pengertian dari ayat sebelumnya yaitu “Datanglah kamu keduanya menurut
perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa" .
Kalau ayat “Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-
Nya” dikombinasikan dengan ayat “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku
dengan suka hati atau terpaksa", maka akan muncul sebuah pengertian yang lebih akurat
yaitu “ Allah menjaga keseimbangan benda--benda langit tersebut pada garis edarnya
masing-masing”.
Jadi tidak ada tiang dan tidak ada juga penyangga seperti yang ada di dalam pikiran si
Otak Udang itu. Dasar si Otak Udang !!. 
 
Beberapa kali RSD ini memperlihatkan ketidakmampuannya untuk memahami sebuah
perumpaman atau bahasa kiasan di dalam ayat-ayat AL Qur’an. Jadi benarlah apa yang
diabadikan olah ayat-ayat AL Qur’an yang tertuju kepada RSD yang tersesat dalam memaknai
sebuah kata perumpamaan ;
 
 
Surat 2. AL BAQARAH - Ayat 26;

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk


atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka
mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi
mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini
untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang
disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang
diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali
orang-orang yang fasik,”( QS Al Baqaraah 2:26)”
 
 
Surat 17. AL ISRAA' ‐ Ayat 48; 
 
“Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan
terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat
lagi menemukan jalan (yang benar) (QS Al Israa’ 17:48)”.
 
 
Surat 17. AL ISRAA' ‐ Ayat 89; 
 
“Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al
Qur'an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia
tidak menyukai kecuali mengingkari (nya) (QS Al Israa’ 17:89)”. 
 
 
Surat 29. AL'ANKABUUT ‐ Ayat 43 
 
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan
tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu
(QS Al Ankabuut 29:43)”.
 
 
(Ali Sina) 
Ada ayat‐ayat lain dimana Quran berkata Allah menahan langit jatuh ke kepala orang‐orang hanya 
utk menunjukkan kemaha pemurahannya.  
 
[55.7] Dan Allah telah meninggikan langit [88.18] Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? [13.2] Allah‐
lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat  
 
Rahmanhadiq; rupanya Ali Sina hendak menyampaikan ocehannya lagi. Baiklah kita akan uji
kebenaran, apakah penjelasan ayat itu sama dengan apa yang ada di dalam pikiran RSD ini.
Pertama kita akan lihat penjelasan surat 55.7 yaitu surat Ar Rrahman ayat 7. Sebenarnya
ayat 7 dari ini surat Ar Rahman ini masih terkait dengan beberapa ayat sebelumnya. Hal ini
perlu disampaikan agar Ali Sina tidak membelokkan arti dari ayat tersebut.

Untuk itu kita ambil mulai dari ayat 5 s/d 7 ;

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan 5. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan
kedua-duanya tunduk kepada-Nya 6. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan
neraca (keadilan). (QS Ar Rahman 55:5-7).
Keterangan ayat ini dimulai dari berfungsinya benda-benda langit , yaitu bulan dan matahari
yang dapat dijadikan sebagai perhitungan bagi manusia, Ayat ini mempunyai maksudnya
tersirat bahwa ada sesuatu sistim yang dapat berlaku pada pergerakan bulan dan matahari
yang teramati dari bumi, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan dalam
menentukan jumlah hari bagi manusia di bumi. Untuk hal tersebut, manusia harus
mengamati dan mempelajarinya. Dan memang kenyataan saat ini, matahari dan bulan telah
dijadikan sebagai alat perhitungan hari dan waktu untuk manusia, jauh sebelum Ali Sina
muncul ke dunia ini.
Setelah itu dilanjutkan dengan disemaikannya tetumbuhan diatas bumi itu. Baik tumbuh-
tumbuhan maupun ke dua benda angkasa itu, dijadikannya tunduk kepada sistim yang telah
ditentukan oleh sang pencipta, dimana manusia harus mempelajarinya. Kemudian
dilanjutkan lagi dengan meninggikannya benda langit ( maksudnya adalah meluaskan ruang
angkasa ).
Selanjutnyanya ditanamkan sebuah kata “ neraca”. Kata “neraca” adalah sebuah
perumpaman. Makna nya cukup luas. Bisa berarti sebagai keadilan Tuhan yang maha adil
pada seluruh alam semesta, tetapi juga bisa dimaknai sebagai sebuah sistim yang dapat
menjaga keseimbangan terhadap seluruh benda-benda langit tersebut. Jadi ayat-ayat tersebut
diatas mempunyai makna yang sangat mendalam , yang tidak akan dapat dipahami oleh
RSD yang berpikiran negative ini.

Selanjutnya , marilah kita lihat lagi ayat berikutnya;

Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? (QS Al Gaashiyah 88:18)

Ayat tersebut menggunakan sebuah kata kerja “ ditinggikan”. Sesuatu yang ganjil, kalau si
Ali Sina masih membayangkan bahwa antara langit dan bumi ini terdapat kubah atau tangga
yang makin lama main ditinggikan (kubah itu elastis dan melar kali ye?). Tentu saja hal ini
tidak mungkin dan hanya ada di dalam Ali Sina saja. Kembali ayat ini menyatakan bahwa
alam semesta ini ditinggikan atau di luaskan, sesuai dengan hasil pengamatan para ahli
astrinomi saat ini. Maka percuma saja RSD ini mendustakan ayat-ayat al Qur’an
sebagaimana yang disampaikannya pada pelajaran diatas tadi. Dia hanya dapat menolak
satu ayat, tetapi mengambil ayat lain yang maksudnya bersamaan untuk menolak ayat
tersebut (maka ketahuan bohong dan bego nya). Begitulah metode kebodohan yang dilakukan
oleh RSD ini.

Selanjutnya untuk ayat berikut ;

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia
bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar
hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-
tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
( QS Ar Raad 13:2)”
Entah bagaimana caranya Ali Sina mengambil ayat diatas untuk menyatakan bahwa langit
itu mempunyai tiang , padahal keterangan ayat tersebut justru menolak adanya tiang atau
kubah. Makanya, rajinlah belajar, belajarlah yang benar, jangan asal nyontek dan copy paste
saja, jangan asal dimasukkan laporan yang numpuk di meja redaksi itu, jangan asal
ngomong kalau tidak mempunyai ilmu yang benar, jangan menggunakan otak udang, malu-
maluin saja RSD ini. 

Apa Yg Menyangga Bumi?  
 
Jika  kubah  langit  diangkat  dari  bumi  ditahan  oleh  tiang‐tiang  tak  kelihatan,  apa  yg  menyangga 
bumi? 

Menurut  kosmologi  islam,  bumi,  yg  kelihatan  dalam  gambar  seperti  sebuah  piringan/cakram 
dikelilingi oleh laut pemisah yg ditahan oleh Pegunungan yg memutarinya (Qaf). Dan semuanya ini 
disangga pada punggung (kadang pada tanduk) seekor lembu yg berdiri diatas seekor ikan yg mana 
ikan tsb diletakan diatas mangkuk dan keseluruhannya itu dibawa dalam pundak seekor malaikat. 
Gambar ini adalah reproduksi dari peta geografis Arab pada abad pertengahan Ajaib al‐Makhluqat 
(keajaiban penciptaan) oleh seorang Persia Zakariya Qazwini (meninggal tahun 1283).  
Rahmanhadiq; rupanya RSD ini masih menggunakan referensi bangsa jahiliah, yang sudah
ketinggalan zaman. Padahal ayat Al Qur’an yang dipaparkan di atas tidak mengatakan hal yang
demikian. Ternyata si RSD ini, baru saja kembali dari pertapaannya selama lebih dari 1000 tahun
lamanya. Dia asal mengambil referensi yang sudah kadaluarsa. Mungkin saja dia baru saja
menyampaikan beritanya dari orang islam zaman jahiliah yang masih belum mengerti dengan
ilmu pengertahuan dan tidak mampu memahami ayat-ayat al qur’an dengan baik sehingga
mereka mencocokan ilmunya dengan ayat-ayat al Qur’an, atau mungkin saja berita itu datang
dari gerombolan si RSD ini juga yang selama ini selalu menyebarkan gossip negatif.
 
Berikut ini adalah Peta dunianya Islam abad pertengahan. 

Gambar ini dibuat oleh ‘Umar bin Muzaffar Ibn al‐Wardi. Dipublikasikan dalam Kharidat al‐'Aja'ib wa 
Faridat  al‐Ghara'ib.  (The  Pearl of  Wonders and  the  Uniqueness  of  Things  Strange).  Akhir  Abad  17. 
Pada tengah‐tengah peta terdapat dua kota suci Islam: Mekah dan Medinah. Peta ini menunjukkan 
Cina  dan  India  diutara  dan  “sekte  Kristen  dan  negeri  Byzantium”  diselatan.  Dilingkaran  luar 
menampilkan  laut.  Manuskrip  ini  adalah  sebuah  kosmology,  tidak  berarti  akurat  secara  geografik, 
tapi  hanya  menunjukkan  pada  pembaca  pandangan  sistematik  akan  pengetahuan  yg  ada  tentang 
dunia pada saat itu. . 
 
Rahmanhadiq; gambar yang dicopy paste oleh RSD ini bukan merupakan peta dunia yang benar,
tetapi merupakan sebuah peta dari gambaran kekuatan kelompok-kelompok agama atau sebuah
bangsa yang menguasai kawasan yang luas saat itu.
 
Hadits berikut menjelaskan lebih banyak lagi mengenai adanya tujuh lapisan pada langit dan bumi. 
 
Diceritakan  Abu  Hurayrah  Ketika  nabi  Allah  (pbuh)  dan  sahabat‐sahabatnya  duduk,  awan 
mendatangi mereka dan nabi Allah (pbuh) bertanya, “Tahukah kalian apa ini?” setelah mereka 
menjawab hanya Allah dan utusannya yg maha tahu, dia berkata, “ini adalah awan (anan), ini 
adalah pembawa air utk bumi, yg oleh Allah kemudikan kepada orang‐orang yg tidak berterima 
kasih  padaNya  ataupun  memanggilNya.”  Dia  lalu  bertanya,  “Apa  kalian  tahu  apa  diatas  kamu 
itu?”  Segera  setelah  mereka  menjawab  hanya  Allah  dan  Rasulnya  (pbuh)  yg  maha  tahu,  dia 
berkata,  “itu  adalah  cakrawala,  atap  dunia  yg  dijaga  dan  dikibarkan  hingga  tetap  bertahan 
disana.”  Dia  lalu  bertanya,  “Tahukah  apa  diantara  kalian  dan  cakrawala?”  Dg  menjawab  Allah 
dan Rasulnya maha tahu, segera dia menjawab, “Diantara kalian dan cakrawala ada 500 tahun.” 
Dia lalu bertanya, “Apa kalian sudah tahu apa diatasnya?” Setelah para sahabatnya menjawab 
Allah dan Rasulnya maha tahu, langsung dia menjawab, “Dua langit dg jarak 500 tahun diantara 
keduanya,” Dia lalu terus bicara seperti itu hingga dia menghitung sampai langit ketujuh, jarak 
antar lapisan langit itu sama seperti jarak antara langit dan bumi. Dia lalu bertanya, “Apa kalian 
tahu  apa  diatasnya?”  Setelah  para  sahabatnya  menjawab  Allah  dan  Rasulnya  maha  tahu, 
langsung dia menjawab, “Diatasnya adalah singgasana, dan jarak antara singgasana dan langit 
ketujuh sama seperti jarak dg langit lainnya.” Dia lalu bertanya, “Apa kalian tahu apa dibawah 
kalian?”  Setelah  para  sahabatnya  menjawab  Allah  dan  Rasulnya  maha  tahu,  langsung  dia 
menjawab,  “Itu  adalah  bumi.”  Dia  lalu  bertanya,  “Apa  kalian  tahu  apa  dibawah  itu?”  Setelah 
para  sahabatnya  menjawab  Allah  dan  Rasulnya  maha  tahu,  langsung  dia  menjawab, 
“Dibawahnya  ada  bumi  lain  dg  jauh  perjalanan  500  tahun  diantaranya.”  Dan  terus  hingga 
mereka  menghitung  ada  tujuh  bumi  dg  masing‐masing  berjarak  500  tahun.  Lalu  dia  berkata, 
“Pada Dia yg memegang jiwa Muhammad, jika kau menjatuhkan sebuah tali kebumi terbawah, 
tali  itu  tidak  akan  lewat  tanpa  diketahui  oleh  Allah.”  Lalu  dia  mengucapkan,  “Dia  yg  pertama 
dan yg terakhir, yg terluar dan yg terdalam, dia ada dimana‐mana.” 
 
(Tirmidhi berkomentar bahwa pengucapan ayat ini oleh Rasul menandakan bahwa tali itu akan 
turun  dg  sepengetahuan,  kekuasaan  dan  otoritas  Allah,  karena  pengetahuan,  kekuasaan  dan 
otoritas Allah ada dimana‐mana, ketika dia ada pada singgasana, seperti yg Dia jelaskan dalam 
bukuNya  sendiri).  [Ahmad  dan  Tirmidhi  menyebarkannya.  (Al‐Tirmidhi,  Number  1513‐  taken 
from the ALIM CD‐ROM Version)]  
 
Muhammad ibn 'Abd Allah al‐Kisa'i menulis: “Dan dia memerintahkan batu utk diam dibawah 
kaki malaikat. Batu itu, tapi, tidak punya penyangga, jadi tuhan menciptakan lembu raksasa yg 
mempunyai 40 ribu kepala, mata, kuping, hidung, mulut, lidah dan kaki dan memerintahkannya 
utk  menahan  batu  tsb  dipunggungnya  dan  ditanduknya.  Nama  lembu  ini  adalah  al‐Rayyan. 
Karena sang lembu tidak punya tempat utk berdiri, tuhan menciptakan ikan raksasa, yg mana 
tak  seorangpun  dapat  melihatnya  karena  saking  besarnya  dan  punya  banyak  mata.  Bahkan 
dikatakan bahwa seluruh samudrapun ditempatkan pada salah satu insangnya, saking besarnya 
insang ikan tsb bahkan seluruh samudra itu hanya seperti satu biji mustard dipadang pasir luas. 
Ikan ini diperintahkan tuhan utk jadi pijakan dari sang lembu, dan itu yg terjadi. Nama ikan ini 
adalah  Behemoth.  Lalu  Dia  membuat  air  menjadi  tempat  tinggal  ikan  itu,  dibawahnya  adalah 
udara,  dibawah  udara  adalah  kegelapan,  yg  adalah  utk  semua  bumi.  Disana,  dibawah 
kegelapan,  pengetahuan  akan  penciptaan  berakhir.  (2.  Muhammad  ibn  'Abd  Allah  al‐Kisa'i, 
Tales  of  the  Prophets‐Qisas  al‐anbiya,  trans.  Wheeler  M.  Thackston  Jr.  [Great  Books  of  the 
Islamic World, Inc., Distributed by Kazi Publications; Chicago, IL 1997], pp.8‐10]) 
 

Rahmanhadiq; rupanya Ali Sina ini memakai referensi penemuan orang zaman kuno untuk
menguatkan pendapatnya bahwa bumi ini mempunyai tiang sesuai dengan literature orang
badui yang telah berhasil dibodohi oleh bangsa Yunani nenek moyang dari RSD ini, agar
penemuan sain kala itu cocok dengan keterangan AL Qur’an. Jadi percuma saja dia
mengungkit-ungkit masa lalu yang tidak bermamfaat bagi perkembangan ilmu pengetahun
saat ini. Manusia boleh saja salah dalam mengambil kesimpulan atau teori dari hasil-hasil
penemuannya, tetapi kitab Suci yang berasal dari sang Pencipta tentu tidak boleh
mengandung kesalahan, seperti yang sering dilakukan oleh umat manusia.

Kesalahan Mathematis Dalam Quran 
 
(Ali Sina) : Apa Quran yg katanya benar‐benar perkataan tuhan itu bebas dari kesalahan? 
 
Rahmanhadiq; Rupanya RSD ini ingin mengalihkan topik kemasaalah lain, untuk
mengelabui manusia agar keluar dari ajaran agamanya. Kembali Ali Sina ini mengumpulkan
berita-berita gossip yang sudah menumpuk di datas meja redaksinya untuk diseberluaskan.
Tetapi sayangnya si biang kerok ini tidak pernah mengerti dan tidak mau membacanya
terlebih dahulu sebelum menyebarkan fitnah itu. Si RSD ini memang tidak mempunyai
pikiran yang baik dan benar, sehingga dia tidak peduli apakah berita itu benar atau salah,
karena dia tidak pernah mau belajar sama sekali. Setiap semester si murid DR Naik ini
selalu saja gagal dan gagal dengan mata kuliah yang diberikan oleh gurunya.
Untuk itu baiklah rahmanhadiq akan mempelajari ayat-ayat yang disampaikan oleh si RSD
ini. Apakah gossip yang ditebar oleh Ali Sina ini masih ilmiah atau tidak, atau hanya
sekadar menyampaikan kekesalannya saja?
   
 
Berapa hari yg diperlukan Allah utk menghancurkan bangsa Aad? ‐ 54.19 pada hari nahas yang terus 
menerus, ‐> Satu hari.  
 
Surat 54.19 berbunyi ; 
“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas 
yang terus menerus, (QS Al Qamar 54:19)” 
 
Rahmanhadiq; rupanya Ali Sina ini kembali tidak mampu menggunakan akal sehatnya.
Padahal ayat diatas menjelaskan sebuah waktu yang terus-menerus. Tetapi RSD ini mengira
bahwa waktu terus-menerus itu sama dengan waktu selama satu hari. Apakah ada tertulis
didalam ayat tersebut kalimat satu hari? Tentu saja Kalimat “hari nahas yang terus
menerus”, berarti lebih dari satu hari dan bukan waktu yang panjang atau waktu selamanya. 
 
‐ 41.16 dalam beberapa hari yang sial, ‐> bentuk jamak yg menandakan setidaknya tiga hari.  
 
Surat 41.16 berbunyi ; 
 
“Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang
sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam
kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak
diberi pertolongan. (QS Al Fushshiilat 41:16)”
 
Rahmanhadiq; kembali Ali Sina memperlihatkan ketidak mampuannya berhitung. Yang
disampaikan oleh ayat diatas adalah kalimat “beberapa hari”. Tetapi dia menghitungnya
menjadi 3 hari. Jadi manusia tidak perlu percaya dengan ucapan RSD yang selalu hendak
menjerumuskan umat beragama.
 
‐ 69.7 selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; 
 
Surat 69.7 berbunyi ; 
 
“yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan
hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan
seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).(QS Al
Qaaqdah 69:7)”
 
Rahmanhadiq; Ayat ini benar-benar menulis kalimat “selama tujuh malam dan delapan hari
terus menerus”, sehingga Ali Sina ini baru bisa mengerti dan membacanya dengan benar.
Ayat ini memperjelas seluruh ayat-ayat sebelumnya yang ingin di dustakn oleh RSD Laknat
ini. Ternyata ayat ini menjelaskan bahwa hari-hari yang terus menerus itu dan bebarapa hari
yang sial itu berlansung selama 7 hari dan 7 malam.
Jadi tidak ada keterangan ayat-ayat tersebut yang saling bertentangan, bahkan sebaliknya
saling melengkapi dan saling meperkuat.
Jadi terbukti bahwa RSD ini tidak mengerti sama sekali dengan ayat-ayat Al Qur’an. Dia
hanya mampu menebarkan fitnah dan rasa kebenciannya saja.

Jadi benarlah apa yang di abadikan oleh ayat al Qur’an yang berbunyi ;

“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu
pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat,( QS Al Hajj 22:3).”

 
 
 
 
Apa harinya Allah sama dengan 1.000 tahun manusia (22.47, 32.5) atau 50 ribu tahun manusia 
(70.4)? 
 
Rahmanhadiq; ayat ini sudah pernah dibahas pada pelajaran yang lalu , tetapi Ali Sina ini
terus saja minta diulang, karena dia belum juga mengerti sama sekali. Percuma saja diulang ,
karena akan menghabiskan waktu dan tidak akan membuat si murid yang tidam mau
mengerti ini.
 
Menurut ayat 56.7 akan ada TIGA kelompok orang yg berbeda pada hari Pengadilan, tapi ayat 
90.18‐19, 99.6‐8 menyebutkan hanya DUA kelompok (tangan kiri dan kanan). 
 
Bunyi ayat  56.7 aldalah; 
 
“dan kamu menjadi tiga golongan 7. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan
kanan itu 8. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu 9. Dan orang-orang
yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). (QS Al Waqiyah 5 :7-
9).

Rahmanhadiq; ternyata RSD benar-benar buta, dia tidak membaca kelanjutan dari ayat
setelah itu. Dia hanya dapat membaca ayat nomr 7 saja, sedangkan ayat sesudah itu
dihilangkannya begitu saja. Padahal seluruh ayat itu menjalaskan bahwa ada 3 golongan dari
orang-orang berada di akhirat. Mereka-mereka itu adalah ; 1. Golongan kanan (masuk surga
karena mereka banyak berbuat baik). 2. Golongan kiri (masuk neraka karena mereka selalu
berbuat jahat seperti Ali Sina ini) 3. Golongan yang masuk surga tanpa dihisap ( para nabi-
nabi ).

Bunyi ayat 90.18‐19 adalah;  
Mereka  (orang‐orang  yang  beriman  dan  saling  berpesan  itu)  adalah  golongan  kanan  18.  Dan 
orang‐orang  yang  kafir  kepada  ayat‐ayat  Kami,  mereka  itu  adalah  golongan  kiri  19.  Mereka 
berada dalam neraka yang ditutup rapat.(QS Al Balad 90:18‐20): 
 
Rahmanhadiq; ayat diatas menceritakan tentang orang-orang yang berada di tempatnya
masing-masing di akhirat nanti. Orang-orang yang berada di Syurga atau kelompok kanan
saling berpesan diantara mereka dengan nasehat dan keimanan yang baik, sedangkan di
kelompok kiri adalah orang-orang engkar atau kafir yang menderita di dalam tungku api yang
tertutup rapat. Rupanya si Ali Sina ini ingin mengajak orang-orang lain untuk ikut
bersamanya masuk kedalam api itu, karena memang disanalah tempat kembalinya.

Bunyi surat  99.6‐8 adalah ; 
Pada  hari  itu  manusia  ke  luar  dari  kuburnya  dalam  keadaan  yang  bermacam‐macam,  supaya 
diperlihatkan  kepada  mereka  (balasan)  pekerjaan  mereka  6.  Barang  siapa  yang  mengerjakan 
kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya 7. Dan barang siapa yang 
mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula (QS Az 
Zalzilah 99:6‐8).” 
 
Rahmanhadiq; Ayat ini tidak membicarakan tentang kelompok umat yang berada di akhirat
nanti, tetapi menggambarkan tentang sesuatu yang akan terjadi pada saat kiamat nanti.
Yang jelas si RSD ini sengaja menyebarkan ayat ini, karena dia sendiri merasa ketakutan
terhadap siksa neraka, sehingga dia mengajak teman-temannya supaya menolak keterangan
ayat diatas. Namun dia sendiri tidak mengerti apa yang akan terjadi kepada dirinya kelak
setelah kematiannya. Dia juga tidak mempunyai jawaban kemana tujuannya setelah matinya
nanti. Padahal semua ajaran agama mempercayai adanya hidup setelah kematian, begitu
juga hukuman pembalasan terhadap kejahatan yang pernah dilakukannya. Tetapi RSD ini
ingin mendustakan keterangan ayat-ayat tersebut dengan berbagai cara.  

 
Siapa yg mengambil nyawa: Malaikat kematian 32.11, Para Malaikat (jamak) 47.27 atau “Allah 
mengambil jiwa (orang) ketika matinya” 39.42. 
 
Bunyi surat 32.11 adalah ; 
“Katakanlah:  "Malaikat  maut  yang  diserahi  untuk  (mencabut  nyawa)  mu  akan  mematikan 
kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan (QS Al Sajdah 32:11)”. 
 
Rahmanhadiq; ayat ini menjelaskan tentang adanya makluk yang bernama malaikat yang
mendapat tugas atau pekerjaan untuk mengambil nyawa atau roh manusia menjelang
menemui ajalnya. Kemudian terdapat sebuah kalimat “kepada Tuhanmulah kamu akan
dikembalikan”, yang merupakan sebuah perumpamaan atau kiasan yang berarti bahwa segala
sesuatu yang berhubungan dengan perbuatan yang pernah dilakukan oleh manusia itu, akan
dipertangungjawabkan kepada Allah, setelah kematiannya nanti.
 
Bunyi ayat 47.27 adalah ; 
 
“Bagaimanakah  (keadaan  mereka)  apabila  malaikat  (maut)  mencabut  nyawa  mereka  seraya 
memukul muka mereka dan punggung mereka? (QS Nuhammad 47:27)” 
 
Rahmanhadiq; ayat ini memperkuat keterangan dan melengkapi ayat sebelumnya yang
menerangkan bahwa yang mendapat tugas untuk mencabut manusia ketika matinya nanti
adalah para Malaikat. Golongan malaikat itu bernama Israfil.  
 
Sedangkan ayat 39.42 berbunyi ; 
 
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di 
waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia 
melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian 
itu terdapat tanda‐tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.(QS AZ Zummar 9:42)” 
 
Rahmanhadiq; kalimat “memagang Jiwa” tidak sama dengan kalimat “mencabut”. Kalimat
“memegang jiwa” mempunyai makna yang sangat dalam dan jauh lebih tinggi dari pada
kalimat “mencabut” nyawa. Memegang jiwa dapat dipahami sebagai sebuah kekuatan atau
kehendak, atau keputusan yang telah ditetapkan oleh sang pencipta terhadap yang makhluk
yang punya jiwa. Sedangkan kalimat “mencabut” merupakan sebuah kata untuk
melaksanakan tugas pekerjaan yaitu mencabut nyawa. Namun Ali Sina ini , tidak akan
mengerti dengan falsafat atau hikmah yang terkandung dibalik kata-kata itu, karena
kemampuannya kearah hal tersebut tidak ada sama sekali. Dia sudah tidak mempunyai
logika atau nalar lagi , karena pikirannya sudah dikotori oleh hawa nafsu jahatnya yang
selalu ingin merusak nilai-nilai kebaikan, menebarkan rasa kebencian, menghasut sesama
umat manusia, dan sangat merasa bangga dengan perbuatan jahatnya itu.
 
Berapa banyak malaikat yg mengumumkan kelahiran Yesus pada Perawan Maria? Satu Malaikat 
19.17‐21 atau banyak malaikat (3.42‐45)? 
 
Ayat 19.17 berbunyi ; 
“ maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami 
kepadanya,  maka  ia  menjelma  di  hadapannya  (dalam  bentuk)  manusia  yang  sempurna.(QS 
Maryam 19:17)” 
 
Rahmanhadiq; Kata “Kami” yang ditanamkan pada ayat tersebut bukanlah sosok malaikat,
tetapi sebutan nama lain dari “Allah” yang pada saat itu menceritakan kepada Muhammad
tentang kedatangan malaikat menemui Maryam. Sedangkan kata “ Roh kami” disini
bukanlah sosok Tuhan, tetapi sosok malaikat Jibril yang akan melaksanakan tugas dari Allah
dengan cara menemui Maryam secara langsung.
Jadi jelas bahwa RSD ini tidak membaca ayat tersebut, tetapi dia hanya mendengar cerita
dari anak buahnya , kemudian merasa sangat senang dan tertawa terbahak-bahak setelah
mendengar cerita itu, lalu bekoar-koar menceritakannya kepada khalayak ramai. Begitulah
tabiaat dari RSD yang bernama Ali Sina ini.
 
Kemudian dilanjutkan dengan ayat 19.18‐21 berikut; 
“  Maryam  berkata:  "Sesungguhnya  aku  berlindung  dari  padamu  kepada  Tuhan  Yang  Maha 
Pemurah,  jika  kamu  seorang  yang  bertakwa"  18.  Ia  (Jibril)  berkata:  "Sesungguhnya  aku  ini 
hanyalah  seorang  utusan  Tuhanmu,  untuk  memberimu  seorang  anak  laki‐laki  yang  suci"  19. 
Maryam  berkata:  "Bagaimana  akan  ada  bagiku  seorang  anak  laki‐laki,  sedang  tidak  pernah 
seorang  manusia  pun  menyentuhku  dan  aku  bukan  (pula)  seorang  pezina!"  20.  Jibril  berkata: 
"Demikianlah.  Tuhanmu  berfirman:  "Hal  itu  adalah  mudah  bagi‐Ku;  dan  agar  dapat  Kami 
menjadikannya  suatu  tanda  bagi  manusia  dan  sebagai  rahmat  dari  Kami;  dan  hal  itu  adalah 
suatu perkara yang sudah diputuskan. (QS Maryam 19‐18‐21)". 
 
Rahmanhadiq; ayat-ayat diatas hanya mengisahkan tentang dialog yang terjadi antara
Maryam dengan Malaikat Jibril , bukan dialog antara Tuhan dengan Maryam. Namun si
RSD tidak membacanya sama sekali, karena dia hanya mendengar cerita itu dari para
gerombolannya.
 
 
Allah tidak dapat melakukan penjumlahan pecahan:  
 
Surat 4.11‐12 dan 4.176 menyatakan hukum waris Quran. 
 
Surat 4.11 berbunyi ; 
“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak‐anakmu. Yaitu: bahagian 
seorang  anak  lelaki  sama  dengan  bahagian  dua  orang  anak  perempuan;  dan  jika  anak  itu 
semuanya  perempuan  lebih  dari  dua,  maka  bagi  mereka  dua  pertiga  dari  harta  yang 
ditinggalkan;  jika  anak  perempuan  itu  seorang  saja,  maka  ia  memperoleh  separo  harta.  Dan 
untuk  dua  orang  ibu‐bapak,  bagi  masing‐masingnya  seperenam  dari  harta  yang  ditinggalkan, 
jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan 
ia diwarisi oleh ibu‐bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu 
mempunyai  beberapa  saudara,  maka  ibunya  mendapat  seperenam.  (Pembagian‐pembagian 
tersebut  di  atas)  sesudah  dipenuhi  wasiat  yang  ia  buat  atau  (dan)  sesudah  dibayar  utangnya. 
(Tentang) orang tuamu dan anak‐anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang 
lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah 
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS An Nisaa’ 4:11)” 
 
Rahmanhadiq; ayat ini menerangkan kepada seseorang laki-laki yang hendak membagikan
wasiatnya kepada keluarganya. Dimana Orang yang akan membuat wasiatl itu tidak beristri
atau berstatus duda, bagaimana pembagian harta warisannya kepada keluarganya?. Kalau
dia tidak mempunyai orang tua maka harta itu jatuh kepada anak-anaknya dengan komposisi
yang sudah dijelaskan diatas, tetapi kalau orang lelaki itu juga mempunyai orang tua maka
orangtunyapun mendapatkan bagian , sesuai dengan komposisi diatas. Sedangkan mantan
istrinya tidak mendapatkan bagian sama sekali karena mungkin dia sudah kawin lagi atau
sedah meninggal. Makanya ayat diatas tidak membicarakan bagian istri sama sekali, karena
istri tidak dianggap ada.

Sebagi contoh ; jika yang meninggal itu mempunya anak-anak (laki-laki dan perempuan) dan
juga mepunyai orang tua. Bagaimana cara pembagiannya? ;
Misalnya yang mati meninggalkan mempunyai 2 anak laki + 2 anak wanita+ 2 orangtua;
Orang tua masing-masing mendapat ; (1/6+1/6) dari harta yang ada.
Sisa harta 2/3 bagian adalah untuk anak-anaknya dengan komposisi perbandingan ;
Laki-laki : wanita = 2 : 1 karena jml anak 4 (2 laki+2wanita) maka;
2 anak laki-laki masing-masing mendapat; (2/6 +2/6) dari harta warisan yang tersisa
Sedangkan 2 anak wanita masing-masing mendapat ;
- (1/6 + 1/6) dari harta warisan
Jadi total pembagian adalah ‘
1/6+1/6+ (2/6+2/6)x2/3 + (1/6+1/6)x2/3=
1/3 + 12/18 = 1/3 + 2/3 = 100%

Setelah dibayar seluruh utang dan wasiat lainnya

 
(Ali Sina) Jika seorang meninggal meninggalkan tiga anak, dua orang tua dan istri, mereka akan 
mendapat bagian :  
> 2/3 utk 3 anak bersamaan  
> 1/3 utk orang tua berdua (keduanya berdasarkan ayat 4.11) dan 
 > 1/8 utk istri (4.12) yg jumlahnya ternyata lebih dari harta warisan yg ada.  
 
2/3 + 1/3 + 1/8 = 16/24 + 8/24 + 3/24 = 27/24 = 1 1/8 = 1.125 
 
Rahmanhadiq; Ternyata Ali Sina ingin ini mengambil jatah orang tuanya dengan memakai
ayat (4.11). Kalau memakai ayat ini, berarti Istri dianggap tidak ada. Karena pria yang
meninggal itu tidak beristri , alias duda atau istrinya mati atau istrinya sudah kawin lagi.
TetapiAli Sina tetap memasukkan juga nama Istrinya.
Tetapi sebaliknya, kalau memakai lagi ayat 4.12 untuk mengambil jatah istrinya. Kalau ayat
ini yang diambil, maka otomatis jatah orang tuanya akan gugur. Padahal ketentuan ayat ini
hanya berlaku untuk untuk suami atau istri yang meninggal tetapi sudah tidak mempunyai
orang tua lagi. Jadi ayat ini tidak memasukan hak orang tua, karena dia tidak ada.
Tetapi Ali Sina ini mengambil kedua ayat tersebut secara bersamaan dan sekaligus,
sehingga menyebabkan pembagian itu menjadi tidak adil, karena akan ada ahli waris yang
tidak mendapatkan bagiannya.
Rupanya Ali Sina , maunya yang enak-enak saja untuk mendapatkan harta warisan dari
orang lain. Orang mati juga ikut dihitung. Benar-benar serakah Ali Sina ini. Jadi ayat
mana yang hendak digunakannya? Makanya kalau tidak mengerti jangan belagak sok pintar
dan ngomel-ngomel melulu. Dasar Ali Sina “si tukang Gosip”.

Sedangkan ayat 4’12 berbunyi ; 

“ Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika
mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat
seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau
(dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan
jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh
seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau
(dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan
yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara
laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing
dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari
seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat
olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris).
(Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun .(Qs.4:12 )”

Rahmanhadiq; Surat An Nisaa’ ayat 12 ini menerangkan tentang pembagian harta waris dari
“seorang suami atau istri yang meninggal”. Bagaimana bagian suami/istri yg tinggal?
** untuk suaminya
-jika istrinya tidak punya anak ; Bagian suami = ½
-jika istrinya punya anak ; Bagian suami = ¼
Suami yang meninggal
-jika suami tidak punya anak ; Bagian istri = ¼ dari harta
-jika suami punya anak ; Bagian istri = 1/8 dari harta
Dalam hal ini orangtua dianggap tidak ada atau sudah meninggal.

Ayat ini juga menerangkan tentang seseorang yg mati tetapi tidak punya istri dan tidak ada
lagi orangtuanya, bagaimana bagian saudara-saudaranya seibunya ? ;
-jika saudaranya 1 laki-laki + 1 wanita ; Bagian saudaranya = 1/6 dari harta
-Jika saudaranya lebih dari 2 orang; Bagian saudaranya = 1/3 dari harta

jadi prioritas urutan pembagian harta waris menurut al Qur’an adalah ;

“ Anak>istri/suami>orangtua>saudara “

Selanjutnya  bunyi ayat 4:176 adalah ; 

“Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa
kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak
dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari
harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara
perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka
bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka
(ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara
laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini)
kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Qs.4:176)”

Rahmanhadiq ; Ayat surat An Nisaa’ ayat 176 ini menerangkan tentang seseorang yang
mati, tidak punya anak, tidak puya istri dan tidak punya orang-tua. Bagaimana dengan
semua saudara-saudaranya yang masih hidup?
-jika saudara itu perempuan dan laki-2
Bagian mereka adalah = ½ dari harta
Dimana , jika harta itu tidak dibagi maka saudara yang laki-laki mempusakainya.
Tetapi apabila hendak dibagi, maka bagian laki-laki 2 kali bagian wanita.
-jika saudaranya wanita lebih 2 orang Bagian mereka adalah = 2/3 dari harta
Tentu Setelah dikeluarkan utang-utangnya dan wasiat-wasiatnya

Ayat An Nisaa’ 11-12 dan 176 saling memperkuat dan saling menambahkan.

(Ali Sina )
Contoh kedua: - Seorang meninggalkan ibunya, istri dan dua saudari
perempuan, maka
mereka menerima: 
 
Contoh kedua: 
‐ Seorang meninggalkan ibunya, istri dan dua saudari perempuan, maka mereka menerima: 
> ibu : 1/3 (ayat 4.11) 
> istri : ¼ (ayat 4.12) 
> dua saudari : 2/3 (4.176) 
Total : 1/3 + ¼ + 2/3 = 4/12 + 3/12 + 8/12 = 15/12 = 1 3/12 = 1.25 
Lagi  lagi  lebih  dari  modal  warisan  yg  ada.  Untuk  contoh2  lain  lihat  ini 
http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... itance.htm atau terjemahan indonesianya :  
 
Rahmanhadiq;
Dasar si Ali Sina culas, maunya pembagian harta itu menurut kesukaannya saja, tanpa
mau mengerti dengan metode pembagian yang telah ditetapkan oleh masing-masing ayat
itu. RSD curang ini mengambil ayat-ayat yang menguntungkan dirinya saja sedangkan
ayat lainnya di buang. Hal ini disebabkan karena dia tidak mempunyai hati nurani, dia
tidak mempunyai rasa kebijaksanaan. Ali Sina ini ingin mengambil semua ayat-ayat
tersebut secara bersamaan tanpa memilah-milahnya dengan benar sesuai dengan metode
yang telah ditetapkan dan dia juga menghilangkan nilai-nilai kebjaksananan berdasarkan
skala prioritas. Sehinggga kacaulah hasil pembagiannya itu.

Bayangkan kalau Ali Sina ini dijadikan sebagai hakim, bagaimana caranya dia berbuat
keadilan?

Untuk itu baiklah , akan kita bahas penjelasan RSD berikut ini ;

‐ Kalau RSD ini mengambil bagian ibu (orang tua) sebanyak 1/3 menurut ayat 4:11, maka
otomatis istri yang meninggal atau sudah cerai tidak mendapat hal apa-apa. Karena ayat ini
hanya digunakan untuk ahli waris yang tidak mempunyai istri, atau duda. Apalagi terhadap
saudara-saudaranya, tentu saja tidak akan memproleh bagian dengan menggunakan ayat
ini.
‐ Kalau dia memakai bagian istri sebanyak ¼ menurut ayat 4:12, maka secara otomatis
orangtuanya tidak akan mendapatkan bagaian, karena ayat ini tidak memberikan bagian
apa-apa terhadap orang tua yang sudah meninggal. Ayat ini juga bisa dipakai dengan
pertimbangan yang bijaksana dan adil, karena ayat ini juga berlaku kepada ahli waris yang
tidak mempunyai istri, sudah meninggal orang tuanya, sehingga saudara-saudaranyalah
yang mendapatkan bagian.
‐ Kemudian dia membagi bagian untuk dua saudari sebanyak 2/3 dengan menggunakan
ayat (4.176). Sedangkan ayat ini hanya dapat digunakan apabila “si Ahli Waris tidak
mempunyai istri, tidak punya orang tua lagi dan tidak pula mempunyai anak-anak” ,
sehingga saudara-saudaranyalah yang mendapatkan bagian.

Kemudian RSD membagi paksa harta warisan itu menurut cara kesukaannya dengan cara
mengacak-acak ayat tesebut tanpa memandang keadilan dan dengan cara yang patut.
Tentu saja pembagian harta itu menjadi tidak adil dan merata, sehingga ada ahli waris
yang tidak mendapatkan bagiannya sama sekali.
Terlihat sekali keserahan Ali Sina dalam membagi harta warisannya. Beginilah cara orang
tamak membagikan warisan kepada pengikut-pengikutnya. Dia sudah mengacak-acak
ayat-ayat Al Qur’an dengan seenak hawa nafsunya tanpa mengerti sama sekali dengan apa
yang dimaksud oleh ayat tersebut.
Jadi terbuktilah bahwa Ali Sina ini tidak mempunyai pikiran apapun sama sekali, Otaknya
benar-benar kosong seperti otak Udang, bahkan sudah diganti dengan kotoran, sehingga dia
tidak bisa berhitung dan tidak mengerti masaalah.
Tetapi dasar RSD, dia tetap saja merasa bangga dan pongah menghasut dan menanamkan
rasa kebencian dan mengadu-domba seluruh orang-orang beriman.
 
Ada  banyak  lagi  kesalahan2  dan  kontradiksi.  Tapi  seperti  Dr.  Naik  katakan,  yg  kita  perlukan 
cukup  satu  kesalahan  utk  membuktikan  Quran  bukan  perkataan  Tuhan.  Silahkan  anda  pilih 
mana  kesalahan  yg  anda  suka.  (rahmanhadiq; beginilah tutur-kata si Ali Sina ini ketika
menyampaikan perasaan bangga dan senang dengan pendapatnya. Bahkan dengan sombong
dan pongahnya RSD ini merasa berjaya, telah membongkar kesalahan ayat Al Qur’an,
padahal dia sendirilah yang tidak mengerti dan berotak Udang. Benar-benar tidak tahu diri
RSD ini.) 
 
Ketidak Konsistenan Quran  
 
(Dr. Naik) :  
Saya ingin mengakhiri  pembicaraan saya dg mengutip Quran, dari Surat Baqarah, 2:79 .. (arab).. 
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang‐orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka 
sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang 
sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis 
oleh  tangan mereka  sendiri,  dan  kecelakaan besarlah  bagi  mereka,  akibat  dari  apa  yang  mereka 
kerjakan.” Wa Aakim Dawana Anil Hamdulillahi Rabbil Aalameen.

…. Bersambung..