Anda di halaman 1dari 9

Laporan Hasil Audit Operasional Atas Pengelolahan

Piutang Pada PT. Anugerah Wisata Tour & Travel Palembang

Makassar, 31 Januari 2016

No : 01/KAP/I/2016
Lampiran : 3 eksemplar
Perihal : Laporan Hasil Audit Operasional Atas Pengelolahan Piutang

Kepada
Yth, Direktur PT. Anugerah Wisata Tour & Travel
Di Palembang

Kami telah melakukan audit atas pengelolaan piutang pada PT. Anugerah Wisata Tour &
Travel pada tahun 2016. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas
kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat
atas laporan keuangan tersebut.Audit kami hanya mencakup bidang pengelolaan piutang pada
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai ekonomis
(kehematan), efisiensi (daya guna), dan efektivitas (hasil guna). Pengelolaan piutang pada
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas tidak
kesesuaian dengan kebijakan perusahaan, sehingga diharapkan di masa yang akan datang
perusahaan dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi
dengan lebih ekonomis, efisien, dan lebih efektif dalam mencapai tujuannya.
Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi :
Bab I : Informasi Latar Belakang
Bab II : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III : Rekomendasi
Bab IV : Ruang Lingkup Audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja
sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah
terjalin dengan baik ini.

Kantor Akuntan Publik & Management


Consultant Rawiatmaja & Partner

Tn.Kris Palguna
BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel yang berlokasi di jalan Jend. Sudirman No. 149/2
Komp. Htl Anugerah Palembang 30126 Sumatera Selatan – Indonesia

PT Anugerah Wisata Tour & Travel adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
penjualan tiket pesawat dan merupakan perusahaan yang sedang berkembang. Dalam
perkembangannya PT Anugerah Wisata Tour & Travel senantiasa memberikan pelayanan yang
sebaik mungkin demi kepuasan para konsumen karena dengan adanya pelayanan yang baik dapat
memperluas jaringan usaha. Terbukti PT. Anugerah Wisata Tour & Travel telah banyak
memiliki kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, BUMN, instansi pemerintahan serta
memiliki sub agen, untuk lebih meningkatkan volume penjualan salah satu upaya yang dilakukan
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel adalah melakukan penjualan secara kredit terhadap instansi
yang bekerjasama dan memberikan kebijakan kredit
kepada perorangan yang telah memiliki kerja sama dan menjadi pelanggan tetap. Untuk
pengendalian piutang PT. Anugerah Wisata Tour & Travel menerapkan pembagian nominal
piutang berdasarkan banyaknya pembelian tiket, banyaknya pembelian tiket yang sering
dilakukan akan memberikan instansi tersebut dengan nominal piutang sebesar Rp 30.000.000,
dan untuk setiap individu sebesar RP 4.000.000. ketentuan tersebut berdasarkan surat kerjasama
yang dikirimkan perusahaan kepada instansi yang bersangkutan lain halnya dengan individu
yang hanya secara lisan menentukan kebijakan tersebut. Dari penjualan kredit tersebut
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel mempunyai piutang yang terbilang besar julmlahnya bila
dilihat dari volume penjualan perusahaan. Berikut beberapa data pilihan yang ada pada PT.
Anugerah Wisata Tour & Travel.
Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk :
1. Untuk menilai apakah kegiatan penagihan piutang telah terlaksana sesuai dengan
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan
2. Untuk menilai apakah pengelolaan piutang perusahaan sudah efisien dan efektif
3. Untuk mendeteksi kelemahan dalam kegiatan pengelolaan piutang
4. Memberikan rekomendasi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan
BAB II
KESIMPULAN AUDIT

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut :

Kondisi:
1. Perusahaan tidak memiliki auditor internal Perusahaan tidak memiliki bagian internal
audit independen untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan
pelaksanaan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan..
2. Perusahaan tidak melakukan rotasi tugas pada karyawan tertentu. Karyawan yang
menangani bagian pencatatan dan penagihan piutang hanya dilakukan oleh orang yang
sama begitu juga dengan bagian yang lainnya.
3. Perusahaan tidak membuat laporan aging schedule secara periodik. Perusaahaan juga
tidak membuat aging schedule karena perusahaan berfikir sederhana dengan melihat
tanggal cetak dari rekap outstanding, maka dapat diketahui umur piutangnya.
4. Perusahaan tidak mengirimkan konfirmasi piutang dan daftar saldo tagihan kepada
masing-masing pelanggan secara periodik.
5. Pelanggan tidak melunasi hutangnya tepat waktu. Dalam setiap perusahaan selalu ada
kasus pelanggan yang tidak bisa melunasi hutangnya tepat waktu. Begitupun pada
PT. Anugerah Wisata Tour & Travel, bukan saja satu atau dua pelanggan, tetapi hampir
20% tidak tepat waktu membayar hutangnya.
6. Perusahaan tidak memberikan sanksi kepada pelanggan yang terlambat membayar
piutang yang telah jatuh tempo Perusahaan tidak mempunyai kebijakan mengenai
pemberian sanksi atas keterlambatan pembayaran piutang yang telah jatuh tempo.

Kriteria:
1. Tujuan dilakukannya audit harus dirumuskan dengan jelas dan disosialisasikan ke seluruh
manajer lini. Tujuan adalah untuk :
a. Untuk menilai apakah kegiatan penagihan piutang telah terlaksana sesuai dengan
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan
b. Untuk menilai apakah pengelolaan piutang perusahaan sudah efisien dan efektif
c. Untuk mendeteksi kelemahan dalam kegiatan pengelolaan piutang
d. memberikan rekomendasi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan
e. Untuk mengembangkan rekomendasi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang
ditemukan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan penjualan perusahaan.
2. Memiliki auditor internal yang independen untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap
laporan keuangan dan prosedur yang telah ditetapkan perushaan.
3. Rotasi tugas pada karyawan tertentu ditujukan untuk menjaga independensi dan integritas
dari karyawan yang menjalankan tugasnya selain itu juga menghindari kebosanan dan
kejenuhan dalam bekerja, sehingga karyawan dapat melakukan ragam atau tingkat
pekerjaan tertentu.
4. Membuat laporan aging schedule agar memudahkan dalam pengendalian piutang.
5. Pengiriman konfirmasi dan daftar saldo piutang akan memperkecil kemungkinan bagi
pelanggan untuk tidak melunasi hutangnya
6. Perusahaan seharusnya membuat akun piutang tak tertagih agar perusahaan mengakui
kerugian yang mungkin terjadi.
7. Perusahaan harus mempunyai kebijakan yang memadai dalam proses pengendalian
piutang dan penagihan piutang

Penyebab:
1. Perusahaan beranggapan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan oleh setiap karyawan
sudah sangat baik dan apabila kesalahan hanya perlu dikoreksi oleh atasannya.
2. Perusahaan menganggap bahwa rotasi tugas dapat mempersulit kegiatan operasional
perusahaan karena waktu yang dibutuhkan dalam pelatihan dan orientasi karyawan pada
tugas yang baru.
3. Perusahaan berfikir sederhana dengan melihat tanggal cetak dari rekap outstanding, maka
dapat diketahui umur piutangnya.
4. Bagian accounting tidak mengirimkan konfirmasi piutang dan daftar saldo tagihan secara
periodik atau secara rutin kepada setiap pelanggan. Konfirmasi piutang beserta daftar
saldo tagihannya dikirim hanya saat jatuh tempo dan batas pemberian kredit.
5. Perusahaan kurang memahami dampak terhadap banyaknya pelanggan yang melunasi
piutang tidak tepat waktu.
6. Perusahaan tidak memberikan sanksi bagi perusahaan yang melebihi batas waktu
pelunasan. Dan pengambilan keputusan untuk memberikan sanksi tidaklah efektif karena
manajeman tidak tegas dalam mempraktekan sanksi yang telah ditetapkan perusahaan

Akibat:
1. Diragukannya kebenaran dari laporan yang dibuat karena data-data yang ada bisa saja
dimanipulasi dan akhirnya merugikan perusahaan, dengan tidak adanya internal audit
diperusahaan, manajeman akan mengalami kesulitan dalam mengetahui apakah kegiatan
operasional perusahaan telah sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.
2. Walaupun sejauh ini tidak ditemukan adanya kecurangan (fraud) yang dilakukan
karyawan oleh manajeman, tidak dipungkiri dengan tidak adanya rotasi tugas ini
menimbulkan kejenuhan dalam situasi kerja dan karyawan jadi hanya dapat melakukan
satu jenis pekerjaan saja.
3. Sulit mengetahui pelanggan mana saja yang memiliki kesulitan dalam membayar
piutangnya dan tingkat kolektabilitas masing-masing pelanggan
4. Banyak pelanggan yang piutangnya melebihi jatuh tempo dikarenakan perusahaan tidak
membuat dan mengirimkan konfirmasi piutang kepada setiap pelanggan setiap bulannya
5. Tagihan piutang kepada pelanggan yang menumpuk menyebabkan perusahaan harus
menyediakan dana yang besar untuk melanjutkan kegiatan operasional.
6. Pemberiaan kredit yang tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan perusahaan
sehingga pengendalian piutang tidak efektif.
Pejabat yang bertanggungjawab:
1. Manajer Keuangan
2. SPV Accounting
3. Satff AR

DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT

No Kondisi Kriteria Penyebab Akibatnya


1 Perusahaan Memiliki auditor Perusahaan beranggapan Diragukannya kebenaran dari
tidak memiliki internal yang bahwa setiap pekerjaan laporan yang dibuat karena
auditor interna independen untuk yang dilakukan oleh setiap data-data yang ada bisa saja
melaksanakan karyawan sudah sangat dimanipulasi dan akhirnya
pemeriksaan baik merugikan perusahaan.
terhadap laporan
keuangan dan
prosedur yang telah
ditetapkan
perusahaan.

2 Perusahaan tidak Rotasi tugas pada Perusahaan menganggap Dengan tidak adanya rotasi
melakukan rotasi karyawan tertentu bahwa rotasi tugas dapat tugas ini menimbulkan
tugas pada ditujukan untuk mempersulit kegiatan kejenuhan dalam situasi kerja
karyawan tertentu menjaga operasional. dan karyawan jadi hanya
independensi dan dapat melakukan satu jenis
integritas dari pekerjaan saja
karyawan yang
menjalankan
tugasnya.

3. Perusahaan tidak Membuat laporan Perusahaan berfikir Sulit mengetahui pelanggan


membuat laporan aging schedule agar sederhana dengan melihat mana saja yang memiliki
aging schedule memudahkan tanggal cetak dari rekap kesulitan dalam membayar
secara periodik. dalam outstanding, maka dapat piutangnya dan tingkat
pengendalian diketahui umur piutangnya kolektabilitas masing-masing
piutang. pelanggan

4. Perusahaan tidak Pengiriman Bagian accounting tidak Menimbulkan keterlambatan


mengirimkan konfirmasi dan mengirimkan konfirmasi pembayaran piutang
konfirmasi daftar saldo piutang piutang dan daftar saldo perusahaan, serta tagihan
piutang dan akan memperkecil tagihan secara periodik piutang kepada pelanggan
daftar saldo kemungkinan bagi atau secara rutin kepada yang menumpuk
tagihan kepada pelanggan untuk setiap pelanggan.
tidak melunasi
masing-masing
hutangnya
pelanggan secara
periodik.

5. Pelanggan tidak Perusahaan Perusahaan kurang Perusahaan harus


melunasi seharusnya memahami dampak menyediakan dana yang besar
hutangnya tepat membuat akun kerugian terhadap untuk melanjutkan kegiatan
waktu. piutang tak tertagih banyaknya pelanggan yang operasional.
agar perusahaan melunasi piutang tidak
mengakui kerugian tepat waktu.
yang mungkin
terjadi.
6. Perusahaan tidak Perusahaan harus Perusahaan tidak Pemberiaan kredit yang tidak
memberikan mempunyai memberikan sanksi bagi sesuai dengan kebijakan yang
sanksi kepada kebijakan yang perusahaan yang melebihi ditetapkan perusahaan
pelanggan yang memadai dalam batas waktu pelunasan. sehingga pengendalian
terlambat proses piutang tidak efektif.
membayar pengendalian
piutang yang
piutang dan
telah jatuh tempo
penagihan piutang
BAB III
REKOMENDASI
Berdasarkan hasil audit operasional yang dilakukan pada PT. Anugerah Wisata Tour &
Travel, serta didukung dengan data yang diperoleh. Auditordapat menarik kesimpulan adanya
pemberiaan kredit yang tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan perusahaan sehingga
pengendalian piutang tidak efektif, berikut sebab mengapa pengendalian piutang tidak efektif :
1. Pemberian sanksi kepada pelanggan yang terlambat membayar piutang yang telah jatuh
tempo tidak efektif dilakukan karena memikirkan sensitivitas perilaku pelanggan.
2. Perusahaan tidak mempunyai kebijakan yang memadai dalam proses pengendalian
piutang dan penagihan piutang.
3. Tidak adanya konfirmasi dan kelanjutan reservasi pelanggan yang jumlah piutangnya
melebihi batas kredit yang diberikan.
4. Perusahaan tidak memiliki auditor internal yang independen untuk melaksanakan
pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan prosedur yang telah ditetapkan perushaan.

Atas ketidakefektifan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau
langkah perbaikan yang dapat diambil oleh manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi :
1. Perusahaan sebaiknya melakukan pengendalian piutang dengan mengirimkan daftar
piutang beserta invoice pada masing-masing pelanggan secara periodik minimal perbulan,
dimaksudkan agar pelanggan mengetahui jumlah piutang dan waktu jatuh temponya
sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam kebijakan pemberian kredit yang ditentukan
oleh perusahaan. Selain itu perusahaan juga perlu memisahkan bagian piutang dan bagian
penagihan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik dari masing-masing bagian.
2. Perusahaan sebaiknya melakukan konfirmasi dalam melakukan kegiatan apapun pada
bagian yang terkait, dalam kasus ini piutang yang melebihi batas kredit dan sudah jatuh
tempo. Diharapkan agar tidak terjadi miss communication antara bagian yang terkait
sehingga tidak terjadi penumpukan piutang.
3. Perusahaan sebaiknya memeberikan sanksi pada pelanggan yang sudah tidak masuk
kualifikasi kredit, bukan merupakan sanksi pinalti melainkan sanksi berupa tidak boleh
melakukan reservasi apabila belum melunasi atau membayar piutangnya. Sanksi tersebut
belum sepenuhnya efektif oleh perusahaan, seharusnya perusahaan tegas dalam
mempraktekan sanksi tersebut apabila tidak ada pertimbangan.
4. Perusahaan seharusnya mempunyai auditor internal yang bertujuan untuk membantu
manajeman dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan melakukan analisa.
BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi
masalah audit atas pengelolaan piutang pada PT. Anugerah Wisata Tour & Travel pada tahun
2016. Audit kami mencakup penilaian atas pengendalian piutang tidak efektif oleh Perusahaan,
dan aktivitas yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri di dalam pengendalian piutang
perusahaan.

Beri Nilai