Anda di halaman 1dari 5

Nama : Putri Intan Sari

NDH : 31

Golongan II Angkatan I

RESUME

AKUNTABILITAS

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Responsibilitas adalah


kewajiban untuk bertanggung jawab.

Nilai-nilai publik seorang PNS antara lain adalah:

1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan publik kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi;
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS
dalam politik praktis;
3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik;
4. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan.

Aspek – Aspek Akuntabilitas

1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)


Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara individu/kelompok/institusi
dengan negara dan masyarakat..
2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah yang
bertanggung jawab, adil dan inovatif.
3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires reporting)
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas. Dengan memberikan laporan
kinerja berarti mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh
individu/kelompok/institusi.
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without
consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan tanggung
jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi tersebut dapat berupa penghargaan atau
sanksi.
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pendekatan akuntabilitas yang bersifat
proaktif (proactive accountability).

Prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku di level sebagai tanggung jawab

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu:


1. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi); dengan membangun suatu
sistem yang melibatkan stakeholders dan users yang lebih luas (termasuk masyarakat,
pihak swasta, legislatif, yudikatif dan di lingkungan pemerintah itu sendiri baik di tingkat
kementrian, lembaga maupun daerah)
2. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);
3. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Pentingnya Akuntabilitas
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens,2007) yaitu
1. Untuk menyediakan kontrol demokratis ( peran demokratis).

2. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunakan kekuasaan (peran Konstitusional).

3. Untuk meningkatkan effesiensi dan effektivitas (peran belajar).

Tingkatan dalam Akuntabilitas

1. Akuntabilitas personal

Mengacu pada nilai-nilai yang ada pada diri seseorang kejujuran,integritas,moral,etika


yang menjadikan dirinya sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah

2. Akuntabilitas individu

Mengacu pada hubungan antara individu dengan lingkungan kerjanya

3. Akuntabilitas kelompok

Pembagian kewenangan dan kerjasama antar berbagai kelompok memainkan peranan


yang penting dalam tercapainya kinerja organisasi.

4. Akuntabilitas organisasi

Mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai, baik pelaporan yg dilakukan
individu terhadap organisasi maupun kinerja organisasi kepada stakeholder lainnya.
5. Akuntabilitas stakeholder

Yang dimaksud stake holder adalah masyarakat umum,pengguna layanan, jadi


akuntabilitas stakeholder adalah oorganisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan
dan kinerja yang adil, responsif dan bermartabat

MEKANISME AKUNTABILITAS

Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi :

1. Akuntabilitas kejujuran dan hukum, ini terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan
peraturan yang diterapkan.
2. Akuntabilitas proses
Pemberian pelayanan publik yang cepat,responsif dan murah , pengawasan dan
pemeriksaan akuntabilitas dilakukan untuk menghindari kolusi,korupsi dan nepotisme
3. Akuntabilitas program
Dapat memberikan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dan
apakah ada program lain yang dapat memberikan hasil maksimal dengan biaya minimal
4. Akuntabilitas kebijakan

Mekanisme akuntabilitas yang ada di birokrasi Indonesia :

1. Perencanaan strategis :

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional/ Daerah, Rencana Pembangunan jangka


Menengah Nasional/Daerah.Renstra SKPD.

2. Kontrak Kerja ;

kontrak kerja Pegawai dengan atasannya , sesuai dengan PP 46 tahun 2011

3. Laporan Kinerja ;

Berupa laporan akuntabilitas kinerja Instansi pemerintah(LAKIP)

Menciptakan Lingkungan yang akuntabel , melalui :

1. Kepemimpinan
2. Transpsransi
3. Integritas
4. Tanggungjawab (responsibilitas)
5. Keadilan
6. Kepercayaan
7. Keseimbangan
8. Kejelasan
9. Konsistensi

Akuntabilitas Dalam Konteks

Transparansi dan keterbukaan informasi.

Yang mendasari adanya praktek kecurangan ada tiga hal yang dapat terjadi secara bersamaan
yaitu :
1. Adanya peluang;
2. Insentif atau tekanan untuk melakukan praktik curang
3. Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan perilaku curang

Penggunaan Sumber daya Milik Negara

Sumber daya milik negara disebut sebagai fasilitas publik ,dan penggunaannya diatur sesuai
prosedur yang berlaku,penggunaannya dilakukan secara bertanggungjawab dan effisien .

Penyimpanan dan penggunaan data dan informasi Pemerintah.

Pemerintah atau aparatur dapat menjelaskan semua aktifitasnya dengan memberikan data dan
informasi yang akurat terhadap apa yang telah mereka laksanakan ,sedang dilaksanakan,dan akan
dilaksanakan, serta akses sehingga pengguna /stakeholders mudah untuk mendapatkan data
tersebut.
Data tersebut harus : Relevan , dapat dipercaya, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan

Konflik kepentingan
Secara umum ada 2 ( dua) jenis konflik kepentingan yaitu :

1. keuangan ( penggunaan sumber daya lembaga termasuk dana, peralatan atau sumber
daya aparatur untuk kepentingan pribadi)
2. non keuangan ( Penggunaan posisi atau wewenang untuk membantu diri sendiri dan
/atau orang lain.

MENJADI PNS YANG AKUNTABEL


Aparatur Sipil Negara sebagai profesi berlandaskan pada prinsip sebagai berikut :
1. Nilai dasar;
2. Kode etik dan kode perilaku;
3. Komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik;
4. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
5. Kualifikasi akademik;
6. Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas; dan g. profesionalitas jabatan