Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS DONOMULYO
Jl.Raya Donomulyo 343 Malang. 65167 Telp.(0341) 881113
Email : pkm_donomulyo@yahoo.co.id

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS DONOMULYO


NOMOR : 440/42/SK/35.07.103.113/ 2015

TENTANG
STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSIS DAN
TERMINOLOGI YANG DIGUNAKAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS DONOMULYO,

Menimbang : a. bahwa sebagai institusi Pemerintah, UPTD Puskesmas


Donomulyo perlu mewujudkan kebijakan Pemerintah
yang baik ( good governance );
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a dan b, perlu ditetapkan
Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Donomulyo.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun


2004,tentang Praktik Kedokteran;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun
2009,tentang Pelayanan Publik;
3. Undang-Undang Republik Indonesia 36 Tahun
2009,tentang Kesehatan;
4. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009,tentang
Kearsipan;
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun
2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 36 Tahun
2012,tentang Rahasia Kedokteran;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 tahun 2013,
tentang Penyelenggaraan Rekam Medis.
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS DONOMULYO


TENTANG STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSIS
DAN TERMINOLOGI YANG DIGUNAKAN.

KESATU : Menetapkan Standarisasi kode klasifikasi diagnosis dan


terminologi yang digunakan di UPTD Puskesmas Donomulyo;
KEDUA : Surat Keputusan ini berlaku selama 3 ( tiga ) tahun sejak
tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Donomulyo
Pada tanggal : 25 November 2015

Kepala Puskesmas Donomulyo,

dr. Rosihan Anwar


NIP : 195901131989021003
LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS DONOMULYO
NOMOR : 440/042/SK/35.07.103.113 / 2015
TANGGAL : 26 NOVEMBER 2015
TENTANG : STANDARISASI KODE KLASIFIKASI
DIAGNOSIS DAN TERMINOLOGI
YANG DIGUNAKAN

Sesuai dengan KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK


INDONESIA Nomor 50/MENKES/SK/1998, telah diberlakukan Klasifikasi
Statistik Internasional Mengenai Penyakit Revisi Kesepuluh (ICD-X). Berikut
rincian bab ICD-X :

No Kelompok Penyakit Kode Awal


I Penyakit infeksi dan parasit A00-B99
I.1. Penyakit infeksi virus A80-B30
I.2. Penyakit Jamur Kulit B31-B37
I.3.Penyakit Parasitik B38-B58
I.4. Penyakit Kecacingan B59-B99
II Neoplasma C00-D48
Penyakit darah dan organ pembentuk darah dan D50- D89
III gangguan mekanisme immune
IV Endokrin, gizi dan ganguan metabolik E00-E90
V Ganguan jiwa dan perilaku F00-F99
VI Penyakit susunan syaraf G00-G99
VII Penyakit mata dan adnexa mata H00-H59
VIII Penyakit telinga dan mastoid H60-H95
IX Penyakit kardiovaskuler I00-I99
X Penyakit sistem pernafasan J00-J99
XI Penyakit gigi dan mulut K00-K14
XII Penyakit infeksi saluran cerna K15-K99
XIII Infeksi kulit L00-L99
XIV Penyakit muskulokeletal M00- M99
XV Penyakit Urogenital N00-N99
XVI Penyakit kebidanan O00-O99
XVII Gejala dan tanda penyakit R00-R99
XVIII Keadaan akibat trauma S00-T98

Tabel 3.1. Kode Diagnosa ICD X Berdasarkan Nama Penyakit

I. A00-B99 Kelompok Penyakit Infeksi Dan Parasit


Syphilis Congenital
A00 Kholera A22 Anthrax A50
(bawaan)
Typhus dan
A01 A25 Pes A51 Syphilis dini
Paratyphus
Disentri basiler
A27 Leptospirosis A52 Syphilis fase lanjut
A03.0 (shigellosis)
Keracunan makanan Kusta tipe kering/PB Conjungtivitis purulenta
A05.9 oleh bakteri A30.1 MH A54.3 kornea baik(Gonococcal)
Kusta tipe basah / MB Gonococcal infection
Disentri amuba akut
A06.0 A30.5 MH A54.9 yang tidak spesifik
Infeksi mykobakterial Klamidia
Disentri amuba kronis kulit (dermatitis A55 (Lymphogranuloma
A06.1 A31.1 infeksi) Venereum)/LGV

Giardiasis [lambliasis] A33 Tetanus neonatorum A57 Chancroid


A07.1
Diare and
gastroenteritis tanpa A35 Tetanus lain Trichomoniasis saluran
kencing dan kelamin
A09.a dehidrasi A59.0
Diare and
gastroenteritis A36 Diphtheria A60 Herpes viral Anogenital
(herpes simpleks)
A09.b dehidrasi ringan/sedang
Diare and
gastroenteritis A37 Batuk rejan/Whooping Condiloma /Anogenital
cough (venereal) warts
A09.c dehidrasi berat A63.0
IMS lain yang tidak
TBC paru BTA (+) A39 Infeksi meningitis A64
A15.0 spesifik(keputihan)
TBC Klinis BTA
A41 Sepsis A66 Frambusia
A16.0 negatif
TBC Klinis tanpa
A16.2 A46 Erysipelas A71 Trachoma
periksa BTA

TBC kelenjar Gas gangrene


A18.2 A48.0

A18.8 TBC extra paru pada Infeksi bakteri tidak


A49.9
+ organ lainya spesifik

TB Milier
A19.9

A80-B30 Penyakit Infeksi Virus


AFP B02 Herpes zooster B16 Hepatitis B akut
A80.3
A82 Rabies B03 Smallpox (cacar) B17 Hepatitis virus akut lain
DHF (Dengue Measles / campak /
A91 B05 B18 Hepatitis virus Kronik
haemorrhagic fever) gabag / morbili
Chikungunya virus Rubella [German
B06 HIV Akut
A92.0 disease measles] B23.0
Herpesviral [herpes Viral warts / caplak / Mumps / Parotitis /
B00 B07 B26
simplex] infections verucca/kutil Gondongan
B01 Varicella [chickenpox] BI5 Hepatitis A akut B30 Conjunctivitis Virus

B31-B37Penyakit Jamur Kulit


Dermatophytosis Tinea corporis (jamur Panu / Pityriasis
B35
(JAMUR Kulit) B35.4 Badan) B36.0 versicolor
Tinea barbae and tinea Tinea cruris (jamur di
Candidal stomatitis
B35.0 capitis (Kadas) B35.6 selangkangan) B37.0

Tinea unguinum Dermatophytosis, Candidiasis pada vulva


B37.3
unspecified dan vagina (N77.1*)
B35.1 B35.9 +
Tinea pedis (Jamur
B36 Jamur kulit lain B37.9 Candidiasis, unspecified
B35.3 Kaki/ rangen)
B38-B58Penyakit Parasitik
Malaria Falcifarum
B50 (Plasmodium B52 Malaria Plasmodium B54 Malaria tidak spesifik
malariae
falciparum)
Malaria Plasmodium Malaria Plasmodium
B51 B58 Toxoplasmosis
vivax B53.0 ovale