Anda di halaman 1dari 17

AUDIT INTERNAL

BAB 1 : KONSEP DASAR


PERTANYAAN DAN JAWABAN
KELOMPOK 7

Disusun Oleh :
3. Rizkita Andelia (180522083)
4. Rizki Fadhilah BatuBara (180522099)
5. Sarah Syahfitri (180522101)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Program Studi Akuntansi – Ekstensi
Universitas Sumatera Utara
Tahun 2019
1. Apa yang dimaksud dengan audit manajemen dan apa perbedaannya
dengan audit laporan keuangan ?
Jawaban :
Audit manajemen adalah pengevalusian terhadap efisiensi dan efektivitas
operasi perusahaan. Dalam konteks audit manajemen, manajemen meliputi
seluruh operasi internal perusahaan yang harus di pertanggungjawabkan
kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi. Audit
m anaj em en di rancang secara si st em ati s untuk m engaudit akti vi t as ,
program -program ya ng diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang
bisa diaudit untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah
digunakan secara efisien, serta apakah tujuan dari program dan aktivitas yang
telah direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan dan
kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan. Sedangkan audit keuangan
adalah audit terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau
organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai
relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
2. Apa yang mendorong dilakukannya audit manajemen?
Jawaban :
Audit manajemen dilakukan untuk menemukan kelemahan kelemahan
yang terjadi pada pengelolaan program atau aktivitas perusahaan
menganalisis akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan
menentukan tindakan perbaikan (rekomendasi) yang berkaitan dengan
kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan dimasa yang akan
datang.
3. Apa tujuan dari audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit keuangan?
Jawaban :
Audit manajemen ditujukan untuk mencapai perbaikan atas berbagai program atau
aktivitas dalam pengelolaan perusahan yang masih melakukan perbaikan. Oleh
sebab itu auditnya dirancang untuk menemukan berbagai kelemahan
dalam operasional perusahaan, menentukan penyebabnya,
menganalisis akibat yang ditimbulkan, dan mencari jalan perbaikan atas
kelemahan tersebut, berupa perbaikan perencanaan program, metode kerja,
standar penilaian, proses pengelolaan sumber daya, dan lain-lain. Sedangkan
audit keuangan dilakukan untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan
keuangan yang disajikan oleh perusahaan (manajemen) telah disusun
melalui proses akuntansi yang berlaku umum dan menyajikan dengan
sebenarnya kondisi keuangan perusahaan pada tanggal pelaporan dan kinerja
manajemen pada periode tersebut.

4. Siapa saja pihak yang berkepentingan terhadap audit, fungsi apa saja yang timbul
dari hubunganpihak pihak tersebut?
Jawaban :
Pihak pertama: Auditor
Pihak kedua: Entitas yang diaudit (auditee), biasanya diwakili oleh
manajemen dan karyawan pada perusahaan tersebut.
Pihak ketiga: Entitas yang melakukan pertanggungjawaban dari entitas
yang diaudit biasanya diwakili oleh dewan komisaris (pemegang saham) Fungsi
dan hubungan dari berbagai pihak :
a. Hubungan pihak pertama dengan pihak kedua memunculkan fungsi audit,
b. Hubungan antara pihak kedua dan pihak ketiga memunculkan fungsi
pertaggungjawaban,
c. Hubungan antara pihak pertama dan pihak ketiga memunculkan fungsi
pengesahan.
5. Siapa sebaiknya yang melaksanakan audit manajemen ? sebut dan berikan alasannya.
Jawaban:
Sebaiknya yang melakukan audit manajemen adalah auditor internal dari
perusahaan yang bersangkutan, karena audit manajemen dilakukan untuk
mengetahui aktivitas operasional dan kinerja dalam perusahaan tersebut, apakah
perusahaan dapat melakukan perbaikan serta peningkatan dalam operasional
manajemen suatu perusahaan, atau cukup tidaknya kinerja operasional perusahaan
tersebut harus dipertahankan.

6. Sebutkan dan jelaskan elemen dari sasaran audit !


Jawaban:
Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di
dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya. Penyebab merupakan tindakan
(aktivitas) yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di dalam perusahaan.
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut.

7. Sebagai seorang auditor, apakah Anda menerima permintaan audit manajemen


terhadap suatu perusahaan jika Anda tahu bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi ?
Jawaban:
Tidak, karena salah satu syarat perusahaan dapat diaudit yaitu cukup, cukup
secara syarat dan material, agar hasil audit mendapatkan opini yang realistis
(sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya).

8. Sebut dan jelaskan pendekatan apa saja yang digunakan dalam audit manajemen !
Jawaban:
Pendekatan komparatif.
Pendekatan komparatif berarti melakukan perbandingan. Perbandingan dalam
hal ini dapat bersifat eksternal maupun bersifat internal. Pendekatan bersifat
eksternal apabila yang menjadi sasaran audit adalah perusahaan secara
keseluruhan yang dirasakan kurang berhasil dibandingkan dengan perusahaan
lain yang sejenis dan bergerak dalam industri yang sama dan dipandang
meraih keberhasilan. Sebaliknya, pendekatan bersifat internal apabila yang
dibandingan adalah satu satuan kerja atau satu bidang fungsional tertentu
dalam perusahaan yang juga dianggap menghadapi masalah dibandingkan
dengan satuan kerja atau bidang fungsional yang lain dalam lingkungan
perusahaan yang dinilai berhasil.

Pemanfaatan Keahlian Pihak Lain


Yaitu menggunakan informasi dari para ahli, misalnya tenaga spesialis di
perusahaan konsultan. selain itu, berbagai laporan hasil penelitian yang
menyangkut kinerja manajemen keuangan juga dapat digunakan sebagai
media informasi.
Pendekatan Statistikal
Yaitu pendekatan yang dilakukan dengan meneliti berbagai dokumen tentang
fungsi fungsi yang di audit dan sepanjang memungkinkan, ditransformasikan
ke dalam bentuk angka angka statistik, kemudian di tabulasikan.
Penggalian Informasi Yang Menyangkut Ketaatan
Maksudnya, manajemen harus taat bukan pada ketentuan perundang
undanganyang di tetakan pemerintaah, tetapi juga pada berbagaai
kebijaksanaan tentang manajemen keuangan yang telah ditetapkan perusahaan
sendiri. Informasi tentang ketaatan ini juga harus digali oleh pelaksana audit.

Pengguna Teori Manajemen berdasarkan sasaran (Manajemen by Objectives atau


MBO)
Yaitu merupakan salah satu bentuk gaya manajerial yang melibatkan para
anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Audit dimaksudkan
untuk menggali informasi apakah gaya ini diterapkan atau tidak dan
bagaimana hasilnya.

9. Apa yang dimaksud dengan ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas ?


Jawaban:
Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program
yang dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang
akan digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti
perusahaan telah mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang
ekonomis.

Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya,


sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi
berhubungan dengan metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan
konsep input-proses-output, efisiensi adalah rasio antara output dan input.

Efektivitas Secara singkat pengertian efektivitas dapat dipahami sebagai tingkat


keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

10. Jelaskan, bagaimana perusahaan mencapai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas


dalam operasinya ?
Jawaban:
Ekonomisasi, perusahaan harus sebisa mungkin menekankan biaya dalam
kegiatan operasional nya, lalu harus adanya komitmen manajemen dalam
merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan proses
pengelolaan sumber daya secara optimal, dan manajemen juga harus mampu
menyambungkan nilai (value) dan menjadi mata rantai (chain).
11. Bagaimana audit manajemen dapat membantu perusahaan meningkatkan
ekonomisasi,efesiensi,dan efektivitas pencapaian tujuannya ?
Jawaban :
Ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna),dan efektifitas (hasil guna)
merupakan tiga hal penting yang tidak dapat dipisahkan yang harus dicapai
perusahaan dalam meningkatkan kemampuan bersaingnya. Produk yang
dihasilkan dengan harga yang lebih rendah dapat meningkatkan kemampuan
perusahaan dalam memaksimalkan nilai pelanggan melalui biaya atau
pengorbanan yang lebih kecil, karena dalam hal ini perusahaan dapat menjual
produknya dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan para pesaingnya
tanpa mengganggu keuntungan yang diharapkan.

a. Ekonomisasi
Ekonomisasi berhubungan dengan bagaimana perusahaan dalam mendapatkan
sumber daya yang akan digunakan dalam setiap aktivitas. Ekonomisasi
merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang
dikelola, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan
digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti
perusahaan telah mampu mendapatkan sumber daya tersebut secara ekonomis.
b. Efisiensi
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya,
sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki.
Efisiensi berhubungan dengan metode kerja (operasi). Dalam hubungannya
dengan konsep input – proses – output, efisiensi adalah rasio antara output dan
input, seberapa besar output yang dihasilkan dengan menggunakan sejumlah
tertentu input yang dimiliki perusahaan. Jadi, efisiensi meruapakan ukuran
proses yang menghubungkan antara input dan output dalam operasional
perusahaan.
c. Efektifitas
Secara singkat pengertian efektifitas dapat dipahami sebagai tindakan
keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuaannya. Apakah
pelaksanaan suatu program atau aktivitas telah mencapai tujuannya atau tidak,
dan efektifitas merupakan ukuran dari suatu output yang dihasilkan ketika
tujuan perusahaan dianggap sudah tercapai.

12. Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen ?


Jawaban :

Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar audit manajemen
dapat mencapai tujuan dengan baik. Menurut IBK.Bayangkara (2008:5)dalam
bukunya yang berjudul ”Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi” yang
menyebutkan tujuh prinsip dasar, yaitu :

a) Audit dititik beratkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk
diperbaiki.
b) Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit
c) Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat
positif.
d) Indentifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-
kekurangan yang terjadi.
e) Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
f) Pelanggaran hukum.
g) Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.

13. Apa fungsi krateria audit bagi auditor,jika perusahan yang diperiksa tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi apakah auditor tetap melanjutkan auditnya?
Jawaban :

Kriteria digunakan untuk menilai pelaksanaan dan pengendalian berbagai aktivitas


yang dilakukan dalam perusahaan. Jika perusahaan yang diperiksa tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi, maka pada tahap audit pendahuluan, auditor harus
mengembangkan kriteria awal yang dapat digunakan sebagai dasar dalam p
elaksanaan audit. Tentunya kriteria yang dikembangkan ini harus dipahami dan
disepakati oleh pihak auditee. Dalam pengembangan kriteria awal, auditor dapat
mengacu pada beberapa sumber, yakni undang-undang yang berlaku, norma/
standar yang sudah mendapat pengakuan secara umum, kriteria yang digunakan
pada objek audit sejenis, dan pengalaman auditor dalam tugas-tugas audit
sebelumnya pada objek audit sejenis. Setelah itu dilihat apakah perusahaan
memiliki kriteria yang dapat menilai objek audit. Jika ada, maka audit dapat
dilanjutkan dan sebaliknya. Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan
Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2016:30-31)

14. Sebut dan jelaskan apa saja ruang lingkup dari audit manajemen?
Jawaban :
a. Audit pemasaran Bertujuan untuk menilai bagaimana setiap
program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui
pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Ruang lingkup audit
pemasaran meliputi lingkungan pemasaran, strategi pemasaran, organisasi
pemasaran, produktivitas pemasaran, dan fungsi pemasaran.
b. Audit produksi dan operasi Bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap
ketaatan perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang
telah ditetapkan dalam operasi perusahaan serta menilai ekonomisasi dan
efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan
perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi perencanaan produksi,
pengendalian kualitas (quality control ), produktivitas dan efisiensi, metode
dan standar kerja, pemeliharaan peralatan, organisasi manajemen produksi
dan operasi, dan plant & layout .
c. Audit sumber daya manusia Bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM
perusahaan tersebut telah terpenuhi dengan cara yang hemat, efisien dan
efektif. Ruang lingkup ini mencakup perencanaan tenaga kerja, penerimaan
karyawan, seleksi, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan,
penilaian kerja, pengembangan karier, system imbalan dan kompensasi,
perlindungan karyawan, hubungan karyawan, dan pemutusan hubungan kerja.
d. Audit sistem informasi Bertujuan untuk menilai keandalan system informasi
yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang
diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Ruang lingkup audit ini meliputi
dukungan satuan pengolah dara, perencanaan pengolahan data, organisasi
pengolahan data, dan pengendalian pengolahan data.
e. Audit sistem kepastian kualitas Bertujuan untuk menilai apakah sistem
kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampu memandu
proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan.
f. Audit lingkungan Bertujuan untuk menilai sejauh mana tanggung jawab
perusahaan terhadap lingkungan. Tujuan audit pada fungsi ini mencakup
tanggung jawab terhadap lingkungan internal (keselamatan dan kesehatan
kerja) dan lingkungan eksternal (pencemaran limbah).
g. Audit perpajakan Bertujuan untuk perpajakannya membantu dengan efektif
perusahaan dan efisien,dalam mengelola sehingga kewajiban perusahaan
dapat meminimalkan kewajiban perpajakan tanpa melanggar aturan dan
ketentuan perpajakan yang berlaku. Jawaban dikutip dari buku Audit
Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2016:20-24)
15. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam audit manajemen ?
Jawaban :

Langkah-langkah dalam audit manajemen, yakni:

a. Audit Pendahuluan Dalam langkah ini, auditor mengumpulkan semua segala


informasi latar belakang yang terkait dengan perusahaan auditee baik itu
peraturan, kebijakan maupun analisis dari sektor industri yang sama.
Kemudian auditor juga perlu mengetahui critical point dari perusahaan
auditee untuk tujuan menentukan tujuan audit sementara (tentative audit
objective).
b. Review dan pengujian pengendalian manajemen Pada langkah ini, auditor
melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen untuk
mengetahui seberapa bagus tingkat pengendalian manajemen untuk
meminimalisir kelemahan-kelemahan yang ada. Dari sinilah, kemudian
auditor akan menetapkan tujuan audit yang sesungguhnya ( definitive audit
objective).
c. Audit terinci Di langkah ini, auditor akan mengumpulkan bukti yang akan
mendukung tujuan audit yang telah ditentukan, kemudian auditor juga akan
melakukan analisis keterkaitan antara satu temuan dengan temuan yang
lainnya. Semua hasil temuan dan analisis dari auditor dituangkan dalam kertas
kerja audit.
d. Pelaporan Dalam langkah ini, auditor akan menyimpulkan dan memberikan
hasil audit kepada auditee serta rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan yang
perlu dilakukan auditee.
e. Tindak lanjut Dalam tahap ini, rekomendasi yang diberikan oleh auditor harus
ditindaklanjuti oleh auditee. Rekomendasi tersebut haruslah berdasarkan
diskusi dari pihak-pihak yang berkepentingan. Akan tetapi, auditee tidak harus
untuk mengimplementasikan rekomendasi dari auditor. Jawaban dikutip dari
buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara,
2015:11-13)
16. Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan manajemen sebagai auditor, apakah saudara
akan memandang karyawan/ pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai
orang yang harus dicurigai ataukah menjalin kemitraan dengannya dalam proses
pemeriksaan? Jelaskan alasan saudara.
Jawaban:

Dalam pelaksanaan pemeriksaan manajemen, auditor tidak boleh memandang


karyawan atau pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai mitra
dalam proses pemeriksaan. Ini disebabkan auditor haruslah bersifat independen
karena itu merupakan salah satu syarat sebagai auditor yaitu independent in
appearance, independent in skill dan independent in fact . Oleh sebab itu, auditor
harus menaruh kecurigaan pada semua karyawan dan pejabat yang terkait dengan
objek pemeriksaan.

17. Sebut dan jelaskan elemen dari sasaran pemeriksaan dan bagaimana auditor
menggunakan sasaran pemeriksaan tersebut dalam membuat kesimpulan audit dan
rekomendasi?
Jawaban:
Ada tiga elemen pokok dalam sasaran audit, yaitu:
a. Kriteria Kriteria merupakan standar yang ada dalam tiap perusahaan atau
yang lebih dikenal dengan istilah SOP ( standard operating procedure).
b. Penyebab Penyebab merupakan aktualisasi yang dilakukan oleh karyawan.
Penyebab ini bisa tergolong menjadi positif dan negatif. Positif dalam arti
program/ kebijakan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sedangkan
negatif adalah program/ kebijakan tidak dilaksanakan dengan sebaik-
baiknya.
c. Akibat Akibat adalah gap antara kriteria dan penyebab. Akibat ini juga ada
yang positif dan ada yang negatif. Kalau akibat positif berarti hasilnya
optimal, sedangkan kalo akibat yang negatif berarti program tidak
terselenggara secara baik dan tingkat pencapaian lebih rendah dari
seharusnya Berikut gambar yang menunjukkan bagaimana auditor
menggunakan tiga elemen di atas untuk membuat kesimpulan dan
rekomendasi. Berikut penjelasannya, jadi pada saat pertama kali auditor
melakukan audit, auditor akan melihat standar yang ada, dan
membandingkan dengan aktualisasi yang terjadi dari interpretasi
karyawan, kemudian gap yang terjadi antara standar dan
pengimplementasian akan menimbulkan akibat keuangan maupun non-
keuangan. Atas dasar itulah, auditor akan memberikan kesimpulan
terhadap kegiatan audit dan memberikan rekomendasi untuk memberi nilai
tambah pada pihak auditee, dimana rekomendasi ini tidak bersifat wajib.
Sumber gambar: google.co.id Jawaban dikutip dari buku Audit
Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2015:5-6)
18. Apa tujuan dari audit pendahuluan?
Jawaban:

Tujuan dari audit pendahuluan adalah untuk mendapatkan latar belakang terhadap
objek yang diaudit. Selain latar belakang, auditor juga dapat mempelajari
berbagai peraturan, ketentuan, dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang
diaudit, serta menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh untuk
mengidentifikasi hal-hal yang potensial mengandung kelemahan pada perusahaan
yang diaudit. Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan
Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2015:12)

19. Informasi apa saja yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan dan apa isi
kesimpulan dari hasil audit pendahuluan?
Jawaban:
Adapun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam audit pendahuluan, yaitu:
a. Pemahaman auditor terhadap objek audit
b. Penentuan tujuan audit
c. Penentuan ruang lingkup
d. Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan
dengan objek audit
e. Pengembangan kriteria awal dalam audit

Kesimpulan hasil audit pendahuluan memuat tentang hal-hal berikut:

a. Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan


dijadikan tujuan audit pada tahap audit selanjutnya.
b. Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan
c. Temuan-temuan sementara yang diperoleh berkaitan dengan
bidang/kegiatan yang termasuk dalam daftar bidang/kegiatan yang masih
mengandung kelemahan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
d. Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan-
kelemahan yang ada.
e. Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit
berdasarkan rekomendasi sementara yang diberikan auditor sebelumnya.
f. Bukti-bukti yang diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan tujuan
audit sementara yang telah ditetapkan. Jawaban dikutip dari buku Audit
Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2015:24)
20. Apa yang dirumuskan auditor setelah melakukan audit pendahuluan?
Jawaban:

Setelah melakukan audit pendahuluan, maka auditor akan membuat kesimpulan


atas hasil audit pendahuluan yang telah dilakukan. Kesimpulan ini akan menjadi
dasar dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam tahapan audit
selanjutnya. Pada tahap ini, auditor juga seharusnya sudah menetapkan tujuan
audit walaupun masih bersifat sementara (tentative audit objective) Jawaban
dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:31).

21. Apa tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen?
Jawaban:

Review dan pengujian atas pengendalina manajemen membuat auditor dapat


menetukan seberapa besar ruang lingkup audit yang akan diimplementasikan serta
seberapa banyak sampel yang diperlukan karena jika semakin bagus sistem
pengendalian manajemen auditee, auditor tidak perlu memakan banyak waktu
dalam melakukan audit. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem yang
digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis informasi, mengevaluasi dan
memanfaatkannya serta berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajamen dalam
melakukan pengendalian. Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur
dan Implementasi Edisi 2 (Bhayangkara, 2015:32)

22. Apa Kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian ?


Jawaban :

Dari hasil audit pendahuluan, auditor harus membuat kesimpulan atas hasil audit
pendahuluan yang telah dilakukan. Kesimpulan ini akan menjadi dasar dalam
menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam tahapan audit selanjutnya.
Review Terhadap Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen
merupakan sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis informasi,
mengevaluasi dan memanfaatkannya serta berbagai tindakan yang dilakukan
olehmanajemen dalam melakukan pengendalian. Suatu sistem pengendalian
manajemen harus dapat menjamin bahwa perusahaan telah melaksankan
strateginya dengan efektif dan efisien.

23. Sebut dan jelaskan karateristik system pengendalian manajemen yang baik !

Jawaban :

KARAKTERISTIK SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN KONSEP DASAR


Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya
dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks sistem pengendalian manajemen, maka
sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang-
saling berhubungan maupun tidak-yang keseluruhannya merupakan sebuah
kesatuan.Pengendalian adalah proses penetapan standar, dengan menerima umpan
balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika
kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah
direncanakan sebelumnya.

24. Informasi apa yang diperoleh auditor dari hasil review dan pengujian pengendalian
manajemen audit?
Jawaban :
Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen dapat
memberikan gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut.
a) Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu
operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya
dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap
aktivitas yang dilaksanakan.
b) Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan
audit sementara (tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang
sesungguhnya (definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan
sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga
pengembangan tujuan audit sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
c) Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan
program kerja audit lanjutaan guna mengetahui:
a. Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan
pekerjaan audit internal perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat
diandalkan, dan tepat waktu.
b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit
lanjutan.
25. Apa manfaat dari informasi yang diperoleh dari review dan pengujian pengendalian
manajemen audite?
Jawaban:
Manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian
manajemen dapat memberikan gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut;
a) Keandalan system pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu
operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya
dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap
aktivitas yang dilaksanakan.
b) Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan
audit sementara ( tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang
sesungguhnya ( definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan
sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga
pengembangan tujuan audit sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
c) Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan
program kerja udit guna mengetahui :
a. Apakah ruang lingkungan kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan
pekerjaan audit internal perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi,
dapat diandalkan, dan tepat waktu.
b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit
lanjutan.
26. Sebut dan jelaskan langkah-langkah dalam audit lanjutan?
Jawaban:
Langkah-langkah audit pada tahap ini meliputi:
a) Mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang
diperlukan.
Langkah ini menekankan pada usaha untuk mendapatkan data yang lebih
lengkap alam menganalisis aktivitas yang diaudit sebagai dasar pembuatan
kesimpulan audit.
b) Memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten.
Dari sudut pandang auditor, bukti adalah fakta dan informasi yang dapat
digunakan sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit. Agar dapat digunakan
sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit, semua bukti yang diperoleh dalam
audit harus memenuhi kriteria:
- Relevan
- Material
- Kompeten
- Cukup
c) Membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya
ke dalam kelompok kriteria, penyebab, dan akibat.
Bukti-bukti yang telah diperoleh dalam audit kemudian diringkas dan
dikelompokkan sesuai dengan elemen tujuan audit yang meliputi : kriteria,
penyebab, dan akibat.
d) Menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan
mengidentifikasi bahwa akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara
kondisi dan kriteria cukup penting dan material. Kesimpulan ini merupakan
pemantapan temuan hasil audit. Pengembangan temuan merupakan
pengumpulan dan sintesa informasi khusus yang bersangkutan dengan
program/aktivitas yang diaudit, dievaluasi dan yang dianalisis karena
diperkirakan akan menjadi perhatian dan berguna bagi pengguna laporan.
Pengembangan temuan harus dilanjutkan terus selama temuan tersebut
diyakini memberikan informasi yang mendukung keakuratan kesimpulan
audit.
27. Bagaimana auditor melakukan pengembangan temuan atas temuan-temuan yang
diperoleh?
Jawaban:
Kenali kriteria/tolok ukur, bila tidak ada /tersedia tentukan kriteria bersama
auditan Kenali batas wewenang dan tanggungjawab pejabat yang telibat kegiatan
Paham sebab-sebab terjadinya kekurangan kelemahan, cari sebab yang hakiki
agar rekomendasinya tepat Tentukan kelemahan apakah berdiri sendiri atau
tersebar luas Tentukan akibat pentingnya kelemahan Kenali dan cari pemecahan
masalah hukum.
28. Informasi apa yang di peroleh auditor dari audit lanjutan yang dilakukan ?
Jawaban:
Auditor harus memberi kesempatan pejabat terkait atau pihak yang terkena untuk
membuat keomentar tertulis atau memberi informasi tambahan sebelum laporan
terbit Komentar harus dihargai dan dibahas untuk disajikan secara layak, lengkap
dan objektif Bila tidak dapat diperleh komentar harus dipaparkan dalam laporan
audit Temuan dan rekomendasi yg telah disetujui agar dimintakan
komitmen/kesepakatan kapan akan ditindaklanjuti
29. Apa tujuan penyusunan laporan audit dalam audit manajemen?
Jawaban:
UNTUK MENENTUKAN BAHWA Kriteria atas kegiatan yang diaudit dapat
diterima dan argumen yang mungkin untuk menolak kriteria tersebut dapat
dihindari/disanggah Terdapat aksi /kurang aksinya manajemen yang merupakan
penyebab timbulnya akibat yang kurang/tidak menguntungkan Terdapat akibat
yang penting dan meterial
30. Untuk apa auditor membuat rekomendasi dan bagaimana wewenang dan perannya
dalam mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan?
Jawaban:
Auditor internal berkepentingan untuk menilai pengendalian yang ada pada
aktivitas/ operasional organisasi, sehingga bila resiko teridentifikasi, maka
auditor dapat menentukan prosedur pengendalian yang seharusnya ada untuk
memastikan bahwa tujuan organisasi dapat tercapai, dan bila resiko tersebut
tidak tertangani dengan baik, maka auditor dapat menentukan rekomendasi yang
tepat bagi manajemen untuk memperbaiki pengendalian/ operasionalnya.

Anda mungkin juga menyukai