Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

DESAIN PEMBELAJARAN FISIKA

OLEH KELOMPOK V

NAMA KELOMPOK V :

Riswan A241 16 009


Susi Sulfiani A 241 16 005
Linda S Pagaja A 241 16 105
Andryaztika Lala A 241 16 042
Ali Kapiat A 241 16 072
Susi Safitri A 241 17 058
Diah Ramayanti A A 241 17 022
Heriadi A 241 17 112
Mustika A A 241 17 115
Zaitun A A 241 17 028

DOSEN : Dr. Marungkil Pasaribu, M.Sc

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIIDKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
makalah yang berjudul “Pengembangan Kompetensi Sebagai Tujuan
Pembelajaran” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Penulisan makalah ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari
berbagai pihak. Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Disadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, maka itu kritik dan
saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan guna proses penyempurnaan
makalah ini.. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Palu, 7 Mei 2019

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang .........................................................................................1
B.Rumusan Masalah ....................................................................................2
C.Tujuan Penulisan ......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Desain Pembelajaran ..............................................................3

B.Pengertian Kompetensi dan Karakteristiknya ..........................................3

C.Kompetensi Inti ........................................................................................4

D.Kompetensi Dasar ....................................................................................5

E.Indikator Pada Tujuan Pembelajaran ........................................................6

F.Pengertian Tujuan Pembelajaran ..............................................................8

G.Fungsi Tujuan Pembelajaran ..................................................................10

H.Tingkatan Tujuan Pembelajaran.............................................................10

I.Perumusan Tujuan Pembelajaran.............................................................13

J.Kompetensi Guru dan Siswa ...................................................................14

BAB III PENUTUP


A.Kesimpulan ............................................................................................17
B.Saran .......................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................19

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu
tugas atau sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan.
Sedangkan kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel
menyatakan kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan
dengan efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak,
berperilaku, dan berpikir.
Kompetensi yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan
sedemikian rupa agar dapat dinilai, sebagai wujud hasil belajar peserta
didik mengacu pada pengalaman langsung. Peserta didik perlu mengetahui tujuan
belajar, dan tingkat-tingkat penguasaan yang akan digunakan sebagai criteria
pencapaian secara eksplisit, dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah
di tetapkan, dan memiliki konstribusi terhadap kompetensi-kompetensi yang
sedang dipelajari. Penilaian terhadap pencapaian kompetensi perlu dilakukan
secara objektif, berdasarkan kinerja peserta didik, dengan bukti penguasaan
mereka terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sebagai hasil belajar.
Dengan demikian dalam pembelajaran yang di rancang berdasarkan kompetensi,
penilaian tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan yang bersifat subjektif.
Oleh karena itu, kompetensi merupakan factor penentu berhasil tidaknya
tujuan pembelajaran. Dengan kompetensi yang tinggi yang dimiliki oleh peserta
didik maka tentu hal ini dapat menentukan kualitas pembelajaran yang baik.
Sehingga pada akhirnya, hal ini dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas
tinggi dalam segala hal, baik kognitif, afektif, Maupun psikomotorik.

B. Perumusan Masalah
Dalam penulisan Makalah ini akan dirumuskan beberapa masalah antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian desain pembelajaran ?

1
2. Apa pengertian kompetensi dan karakteristiknya ?
3. Bagaimana Penjelasan KI, KD, dan indikator untuk tujuan
pembelajaran?
4. Apa yang dimaksud tujuan pembelajaran ?
5. Apa fungsi dari tujuan pembelajaran?
6. Bagaimana tingkatan dari tujuan pembelajaran?
7.Bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran sesuai kompetensi?
8. Apa saja Kompetensi yang dimiliki Guru dan Siswa ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan pembuatan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui pengertian desain pembelajaran.
2. Mengetahui pengertian kompetensi dan karakteristiknya.
3. Dapat membedakan penjelasan KI, KD, dan indikator untuk tujuan
pembelajaran.
4. Dapat menjelaskan apa yang dimaksud tujuan pembelajaran.
5. Mengetahui fungsi dari tujuan pembelajaran.
6. Dapat menjelaskan tingkatan dari tujuan pembelajaran.
7. Mampu merumuskan tujuan pembelajaran sesuai kompetensi.
8. Mengetahui Kompetensi yang dimiliki Guru dan Siswa.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Desain Pembelajaran


Desain Pembelajaran adalah praktek penyusunan media tekhnologi
komunikasi dari isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan
secara efektif antara guru dan peserta didik yang meliputi penentuan status awal
dari pemahaman peserta didik,perumusan tujuan pembelajaran dan merancangnya.
Menurut Reigeluth Desain Pembelajaran adalah proses untuk menentukan
metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan
pengetahuan dan keterampilan pada diri pengajar kearah yang dikehendaki.
Sedangkan menurut Briggs Desain Pembelajaran adalah Rencana tindakan
yang terintegrasi yang meliputi komponen tujuan,metode dan penilaian untuk
memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
B. Pengertian Kompetensi dan Karakteristiknya
Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu tugas
atau sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan. Sedangkan
kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel menyatakan
kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan dengan
efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak,
berperilaku, dan berpikir.
Jadi bias disimpulkan bahwa Kompetensi merupakan kemampuan siswa
atau mahasiswa untuk mengerjakan sesuatu dengan baik sebagai hasil dari proses
pembelajaran atau pendidikan yang diikutinya. Sehingga kompetensi merupakan
kemampuan yang harus dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugas-tugas
sesuai dengan uraian tugas yang dilakukannya.
Menurut Spencer and Spencer kompetensi terdiri dari 5 Karakteristik yaitu :
1. Motives, adalah sesuatu dimana sesorang secara konsisten berfikir
sehingga ia melakukan tindakan. Spencer menambahkan bahwa
motives adalah “drive, direct and select behavior toward certain
actions or goals and away from others “. Misalnya seseorang yang

3
memiliki motivasi berprestasi secara konsisten mengembangkan
tujuan – tujuan yang memberi suatu tantangan pada dirinya sendiri
dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut serta
mengharapkan semacam “ feedback “ untuk memperbaiki dirinya.
2. Traits, adalah watak yang membuat orang untuk berperilaku atau
bagaimana seseorang merespon sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai
contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau daya tahan.
3. Self Concept, adalah sikap dan nilai - nilai yang dimiliki seseorang.
Sikap dan nilai diukur melalui tes kepada responden untuk
mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik bagi
seseorang untuk melakukan sesuatu.
4. Knowledge, adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang
tertentu. Pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Tes
pengetahuan mengukur kemampuan peserta untuk memilih jawaban
yang paling benar tetapi tidak bisa melihat apakah sesorang dapat
melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
5. Skills, adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu
baik secara fisik maupun mental.

C. KI (Kompetensi Inti)
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam
bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan
pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran
mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus
dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian
hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising
element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti
merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal

4
Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan
antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke
kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu
akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa.
Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu
mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang
berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi
proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu
berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi
2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4).
Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus
dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi
yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak
langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang
pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi
Inti kelompok 4).

D. KD (Kompetensi dasar)
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta
didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator
kompetensi dalam suatu pelajaran. Kompetensi Dasar (KD), merupakan
penjabaran SK peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding
dengan SK peserta didik. Kurikulum 2013: Istilah SK-KD ini akan digantikan
menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap
kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau
kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber
pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut
dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan
awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran.

5
E. Indikator
Indikator pada hakekatnya adalah ukuran,karakteristik, ciri-ciri, pembuatan
atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi
dasar. Oleh karena itu indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, membedakan,
menghitung,menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan,
mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.
Guru bisa mengembangkan setiap kompetensi dasar menjadi dua atau lebih
indikator pencapaian hasil belajar.Hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman
kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator yang.Anda buat itulah pencapaian
hasil belajar dari setiapkompetensi dasar yang digunakan untuk melakukan
penilaian.
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan
perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran,
satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional
yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator memiliki kedudukan yang
sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan KI-
KD. Indikator berfungsi sebagai berikut:
a. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran.
Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator
yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat
memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif
sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta
didik, sekolah, serta lingkungan.
b. Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran.
Desain pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar
kompetensi dapat dicapai secara maksimal. Pengembangan desain
pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan,
karena indikator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang
efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang menuntut kompetensi

6
dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran
dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan
strategi discovery-inquiry.
c. Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar.
Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang
pencapaian kompetensi peserta didik. Pemilihan bahan ajar yang efektif
harus sesuai tuntutan indikator sehingga dapat meningkatkan pencapaian
kompetensi secara maksimal.
d. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
Penilaian ini berfungsi untuk mempermudah guru dalam mengelola
nilai siswa.
e. Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta
mengevaluasi hasil belajar.
Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk
dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian.
Pengembangan indikator penilaian harus mengacu pada indikator
pencapaian yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan KI dan KD.

Merumuskan Indikator. Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan


beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator


2. Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang
dalam kata kerja yang digunakan dalam KI dan KD. Indikator harus
mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan
melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan
peserta didik.
3. Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
4. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu
tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
5. Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga
menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.

7
Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian
yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik

F. Pengertian Tujuan Pembelajaran


Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno berikut ini dikemukakan beberapa
pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager mengemukakan
bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat
dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp dan
David E. Kapel menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang
spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam
bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry
Ellington bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat
dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, Oemar Hamalik menyebutkan bahwa
tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang
diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran .
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat
tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata
mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
a. Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar
mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan
belajarnya secara lebih mandiri;
b. Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;
c. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media
pembelajaran;
d. Memudahkan guru mengadakan penilaian.
Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses
disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi
mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk
dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta
menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.

8
Meski para ahli memberikan rumusan tujuan pembelajaran yang beragam,
tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, bahwa :
a. Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau
kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
b. Tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang
spesifik. Yang menarik untuk digaris bawahi yaitu dari pemikiran
Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran
harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung
implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat
secara tertulis (written plan).

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan


membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Gambar 2.1. Keterkaitan kompetensi SKL, Kompetensi Inti (KI), Mata Pelajaran
dan Kompetensi Dasar (KD)

9
G. Fungsi Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran seharusnya tercantum dalam setiap Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang wajib dibuat oleh setiap guru di setiap
mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Rumusan Tujuan pembelajaran ini
berfungsi sebagai pemandu arah atau pengarah jalannya pembelajaran dalam
rangka menguasai suatu kompetensi. Tujuan pembelajaran pada ranah sikap
mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar sikap, tujuan
pembelajaran pada ranah pengetahuan mengarahkan proses belajar menguasai
kompetensi dasar pengetahuan dan tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan
mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar keterampilan. Inilah
fungsi penting tujuan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran menentukan materi pembelajaran. Inilah sebabnya
tujuan pembelajaran miliki fungsi yang sangat strategis dalam pembelajaran. Kita
bisa mengatakan tujuan pembelajaran memiliki keterkaitan dengan materi
pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, strategi pembelajaran.

H. Tingkatan Tujuan Pembelajaran


Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar yang ingin dicapai dirumuskan
dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Klasifkasi perilaku hasil belajar atau tujuan pembelajaran yang
digunakan pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap
Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah sikap dalam
Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana pembentukan
sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari menerima
(accepting), merespon atau menanggapi(responding), menghargai
(valuing), menghayati (organizing atau internalizing), dan mengamalkan
(characterizing atau actualizing). Berdasar taxonomi olahan Krathwohl,
tujuan pembelajaran dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :
a. Tingkatan menerima (accepting)
b. Tingkatan merespon/menanggapi(responding)

10
c. Tingkatan menghargai (valuing)
d. Tingkatan menghayati (organizing/internalizing)
e. Tingkatan mengamalkan (characterizing/actualizing)

Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan


Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah pengetahuan pada
Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson,
dimana perkembangan kemampuan mental intelektual peserta didik
dimulai dari C1 yakni:(1) mengingat (remember), peserta didik mengingat
kembali pengetahuan dari memorinya; (2) C2 yakni memahami
(understand), merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan
pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafikk; (3) C3 yakni
menerapkan (apply); merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang
diberikan atau situasi baru;(4) C4 yakni menganalisis (analyse);
merupakan penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana
bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam
keseluruhan struktur;(5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate); merupakan
kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar;dan (6)
C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan menempatkan
elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau
mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).

Gambar 2.2. Ranah Kognitif

11
Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan
Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan pada
Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan keterampilan abstrak
menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai berikut: (1)
mengamati (observing);(2) menanya (questioning);(3) mencoba
(experimenting);(4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating);
dan (6) mencipta (creating). Berdasar taxonomi olahan Dyers, tujuan
pembelajaran ranah keterampilan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :
 Tingkatan (1) mengamati (observing);
 Tingkatan (2) menanya (questioning);
 Tingkatan (3) mencoba (experimenting);
 Tingkatan (4) menalar / mengasosiasi (associating) ;
 Tingkatan (5) menyaji / mengomunikasikan (communicating); dan
 Tingkatan (6) mencipta (creating)
Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan yang
mengarah pada pembentukan keterampilan kongkret. Taksonomi
menggunakan gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: persepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami,
dan menjadi gerakan orisinal. Berdasar taxonomi olahan Simpson, tujuan
pembelajaran ranah keterampilan kongkrit dapat dibuat bertingkat-tingkat
yaitu :
 Tingkatan (1) persepsi, kesiapan, meniru,
 Tingkatan (2) membiasakan gerakan,
 Tingkatan (3) mahir,
 Tingkatan (4) menjadi gerakan alami,
 Tingkatan (5) menjadi gerakan orisinal

12
I. Perumusan Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum 2013 pada dasarnya sama dengan
rumusan tujuan pada umumnya. Mengingat terdapat perubahan yang signi􀃕kan
pada prinsip pembelajaran maka rumusan tujuan perlu mengimplementasikan
prinsip-prinsip pembelajaran kurikulum 2013. Setelah membuat Indikator
Pencapaian Kompetensi IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan membuat
rumusan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan jabaran lebih rinci
dari indikator (IPK). Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI
pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang
akan dikembangkan. Perumusannya menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO)
yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan,
dan ranah keterampilan.
Rumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen Audience,
Behaviour, Condition dan Degree (ABCD), yaitu:
a. Audience adalah peserta didik;
b. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang
diharapkan dicapai setelah mengikuti pembelajaran;
c. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar
tujuan pembelajaran tercapai, dan
d. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus
dicapai peserta didik mencakup aspek afektif dan attitude.
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3 Pengetahuan :
Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal
audio dengan percaya diri.
Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3
Pengetahuan:
 Komponen audience (A) adalah peserta didik
 Kompoen behavior (B) adalah dapat menjelaskan fungsi masing-
masing komponen penguat depan universal audio

13
 Komponen condition (C) adalah Melalui berdiskusi dan menggali
informasi
 Komponen degree (D) adalah dengan percaya diri
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4 Keterampilan :
Disediakan cairan pelarut pcb (ferriclorida) dan peralatan tangan
peserta didik dapat membuat papan rangkaian tercetak (PRT) penguat
depan universal dengan teliti.
Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4
Keterampilan :
 Komponen audience (A) adalah peserta didik
 Kompoen behavior (B) adalah dapat membuat papan rangkaian
tercetak (PRT) penguat depan universal
 Komponen condition (C) adalah disediakan cairan pelarut pcb
(ferriclorida) dan peralatan tangan
 Komponen degree (D) adalah dengan teliti

J. Kompetensi Guru dan Kompetensi Siswa


Kompetensi seorang guru yang baik itu adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogic atau akademik ini menunjukkan kepada


kemampuan guru untuk mengelola proses belajar mengajar, termasuk
di dalamnya perencanaan dan pelaksanaan, evaluasi hasil belajar
mengajar dan pengembangan siswa sebagai individu-individu.
Kompetensi pedagogik meliputi:
a. Menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, social,
cultural, emosional, dan intelektual.
b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
c. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang
pengembangan yang diampu.
d. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.

14
2. Kompetensi Pribadi
Kompetensi ini mengkaji dedikasi dan loyalitas guru. Mereka
harus tegar, dewasa, bijak tegas, dapat menjadi contah bagi para siswa
dan memilki kepribadian mulia. Kompetensi pribadi meliputi:
a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hokum, social, dan
kebudayaan nasional Indonesia.
b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berahklak mulia,
dan teladan bagi siswa dan masyarakat.
c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantab, stabil dan dewasa,
arif dan berwibawa.
d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri.
e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

3. Kompetensi Professional
Kompetensi ini menunjukkan kemampuan guru untuk
menguasai materi pembelajaran. Guru harus memiliki pengetahuan
yang baik mengenai subyek yang di ajarkan, mampu mengikuti kode
etik professional dan menjaga serta mengembangkan kemampuan
profesionalnya. Kompetensi ini meliputi:
a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu.
b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu seara kreatif.
d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif.
e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
berkomunikasi dan mengembangkan diri.

15
4. Kompetensi Sosial

Kompetensi ini menunjukkan kepada kemampuan guru untuk


menjadi bagain dari masyarakat, berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dengan para siswa, para guru lain, staf pendidikan
lainnya, orang tua dan wali siswa serta masyrakat. Kompetensi ini
meliputi:
a. Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan sesame
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
b. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik
Indinesia yang memiliki keragaman social budaya.
c. Berkomunikasi dengan komunitas profesi dan profesi lain secara
lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Sedangkan Kompetensi yang dimiliki oleh Siswa adalah
sebagai berikut:
a. Kompetensi Akademik
b. Kompetensi Personal
c. Kompetensi Vokasional
d. Kompetensi Sosial

16
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Desain Pembelajaran adalah praktek penyusunan media tekhnologi
komunikasi dari isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan
secara efektif antara guru dan peserta didik yang meliputi penentuan status awal
dari pemahaman peserta didik,perumusan tujuan pembelajaran dan merancangnya.
Kompetensi adalah kemampuan siswa atau mahasiswa untuk
mengerjakan sesuatu dengan baik sebagai hasil dari proses pembelajaran atau
pendidikan yang diikutinya. Sehingga kompetensi merupakan kemampuan yang
harus dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan
uraian tugas yang dilakukannya.Sementara karakteristik kompetinsi meliputi
motives, traits, self concept, knowledge, skills.
Tujuan pembelajaran perlu dinyatakan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran RPP agar memberi panduan kepada guru dan siswa dalam proses
belajar. Mengetahui tujuan pembelajaran memberi kontrol kepada guru dan siswa
sehingga proses belajar mengarah pada kompetensi yang ingin dicapai. Oleh
karena itu, pernyataan tujuan pembelajaran perlu dikembangkan dengan cermat.
Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah perwujudan dari tujuan
pendidikan nasional. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyatakan tujuan pendidikan yaitu: Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

17
B. SARAN
Diharapakan materi yang ada pada makalah ini dapat dibandingkan dengan
sumber referensi lainnya agar memperkuat pengetahuan pembaca tentang desain
pembelajaran terkhusus untuk cara menyusun kompentensi dan tujuan
pembelajaran.

18
DAFTAR PUSTAKA

Endarta. (2018) . Perumusan Tujuan Pembelajaran, (online). Tersedia :

duniapendidikan.putrautama.id/tujuan-pembelajaran/. [ 7 Mei 2019]

Hendra. D. (2018). Kompetensi Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta : Masmedia.

Kenta, A. (2017). Tujuan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Tiara, A. (2017). Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran. Bandung: Erlangga.

19