Anda di halaman 1dari 279

DATAMINE STUDIO

GEOLOGICAL MODELING
(berdasarkan modul training standar Datamine Australia)

Buku ini bersifat konfidensial dan tidak boleh diproduksi ulang atau ditunjukkan
kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari PT. Stania Bara Utama – Jakarta
atau Datamine Australia

P.T. STANIA BARA UTAMA


Jl. Rawa Bambu Raya Blok A No. 7A
Ps. Minggu – Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 78834767, 9250159. Fax. (021) 78835670
Email : stania@indosat.net.id

PT. STANIA BARA UTAMA – REPRESENTATIVE OF DATAMINE AUSTRALIA


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

1 PENDAHULUAN
Tujuan
Modul ini ditujukan untuk peserta training Gold Vein Orebody Modeling dengan
menggunakan software Datamine. Training ini dirancang untuk menerapkan ilmu
geologi dalam data processing menggunakan Studio 3, meliputi: input data,
pembuatan bor 3 dimensi, mengkomposit bor, pembuatan dan memanfaatkan
kumpulan string, pembuatan wireframe permukaan dan wireframe tertutup,
pembuatan blok model, estimasi kadar dan sumberdaya.

Informasi awal
Peserta tidak harus mempunyai pengalaman menggunakan software Datamine.
Training ini ditujukan bagi peserta yang biasa dengan pengetahuan ilmu geologi
dasar dan mempunyai pengalaman menggunakan komputer dengan operasi sistem
WindowsTM.
Training ini menggunakan data yang diberikan dan data tersebut digunakan dalam
semua latihan.

Istilah-istilah yang digunakan


Berikut istilah yang digunakan dalam modul training ini.

Istilah Keterangan

DTM Digital Terrain Model

VR Virtual Reality

DSD Data Source Drivers

CAD Computer Aided Drawing

RL Reduced Level

.dm file Format file Datamine

Informasi Tambahan
Software Studio 3 memuat informasi online yang dapat diakses dari menu Help
atau di web site www.datamine.co.uk.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia I-1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

2 SOFTWARE DATAMINE
Bidang utama dari Datamine pada Siklus Mine Planning dan telah memberikan solusi
bagi industri. Bertahun-tahun Datamine mengatasi masalah dalam Siklus Mine
Planning menggunakan enam tahapan proses seperti ditunjukkan dalam gambar
Solution Footprint. Tiap tahapan proses adalah tahap penting dan terpisah dari
mengubah sumberdaya minenal hingga operasi tambang, sehingga operasi tambang
sesuai dengan perencanaannya, penambangan dan rekonsiliasi tambang dapat
dilakukan setiap hari.
Datamine mempunyai komitmen untuk memberikan solusi dalam tiap tahapan proses
dalam Siklus Mine Planning dalam tambang Open Pit, tambang Underground and
Industri mineral. Datamine memberikan solusi masing-masing untuk tahapan proses
Siklus Mine Planning dan dapat dikombinasi menjadi satu kesatuan atau bagian yang
terpisah jaringan yang menggunakan software tambang lain. Datamine mempunyai
fasilitas untuk membuat hasil Datamine dapat digunakan dalam software tambang
lain.

Studio 3 merupakan bagian integral dari Datamine’s Solution Footprint dan


merupakan standar internasional dalam interpretasi keaadan geologi dan mineralisasi
sehingga resource dapat dianalisa, ditentukan, divisualkan dan dihitung, dan
selanjutnya, menggunakan kumpulan parameter penambangan didapat reserve.
Software Datamine memuat fasilitas untuk menganalisa, memvisualkan, pembuat
model, menguji dan memanipulasi semua jenis data geologi untuk mendapat
interpretasi geologi yang terbaik dari deposit yang tidak mengabaikan bentuk
kompleksnya.

Dari empat generasi dari produk sebelumnya, Studio 3 mempunyai semua


keunggulan dan fungsi dari produk terdahulu untuk interpretasi geologi, rancangan
open pit, underground dan quarry. Tetapi banyak kelebihan dari Studio 3, software
ini didesain sehingga memudahkan pemakaian data eksternal dan data software

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia II - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

tambang yang lain. Studio 3 menggunakan komponen standar yang sesuai untuk
membuat solusi komprehensif dalam aktifitas eksplorasi dan penambangan.
Komponen Standar Studio 3
• Geological Exploration Statistics
• Enhanced Geostatistics
• Conditional Simulation
• Transforming Folded Orebodies
• Stereonet Viewer and Analyzer
• Wireframe Surface Modeling
• Orebody Block (solid) Modeling
• Open Pit Mine Design
• Underground Mine Design
• Underground Blast Ring Design
• Mineable Reserves Optimizer
• Short Term Mine Planning including Blasthole Layout

Software Datamine Lainnya


Komponen Software dari Datamine’s Solution Footprint selain Studio 3 antara lain:
• DHLogger ● Ring Designer
• DHLite ● Ore Controller
• Borehole Manager ● Operation Scheduler
• MineMapper ● NPV Scheduler
• Downhole Explorer ● Multimine Scheduler
• Sample Station ● Mining Power Pack
• SSLite ● Mine2-4D Open Pit and Underground
• Fusion ● Production Scheduler
• MineTrust ● In Touch
• Enterprise
• Raw Materials Scheduler
• Raw Materials Manager
Informasi tambahan dapat akses di web site www.datamine.co.uk.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia II - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3 GETTING STARTED
Pengantar
Data training yang digunakan dalam modul adalah cadangan emas Archean Lode di
Australia Barat yang dikenal dengan “Dead Horse Prospect”. Mineralisasi terdiri dari
dua vein kuarsa karbonate yang mempunyai strike timur barat dan dip sekitar 60
derajat arah ke utara. Mineralisasi tersebut terdapat stockwork minor kuarsa
karbonate yang menerus dari dua vein tersebut.
Mineralisasi emas tersebut terbatas pada dua vein tersebut dan menerus ke
stockwork. Host rock mineralisasi tersebut tidak mengandung emas.
Terdapat struktur patahan di daerah mineralisasi tersebut yang bersifat sub-vertical
strike slip fault dengan penggeseran sekitar 65 meter.
Selama pemboran, data survey diambil pada tiap inteval penembusan bor. Data bor
juga telah diassay berdasarkan kadar emas dan tembaga dan data litologi dicatat
dalam log bor.

Latar Belakang
Dalam Studio 3 terdapat dua cara untuk menjalankan perintah yaitu:
1. Batch Commands
Lingkup kerja Batch command dalam file binary Datamine (file dengan extension
*.dm). Batch command biasanya memerlukan satu atau lebih file input,
melakukan beberapa manipulasi data (seperti mengcopy, mengurutkan dsb.)
kemudian menghasilkan satu atau lebih file output. Jika file data input bukan
format Datamine, maka data tersebut harus disimpan sebagai file data Datamine
atau mengimpor terlebih dahulu.
File data binary Datamine bisa merupakan file data biasa (seperti file section
definition atau data downhole survey) atau data 3D (seperti file data points,
strings, drillhole, block model, wireframe).
2. Graphics Commands
Untuk menampilkan data 3D di window utama, data tersebut harus dimasukkan ke
dalam memori untuk menjadi loaded data object. Ada dua jenis tipe graphics
commands; perintah-perintah bekerja terhadap data object atau object (seperti
membuat wireframe di antara dua string) dan perintah-perintah untuk mengubah
graphics environment (seperti mengubah tampilan)
Kesimpulannya batch command bekerja terhadap data file dan graphics command
bekerja terhadap loaded data objects, yang mungkin bukan data file Datamine.

Project File
Pada awal sebuah file project dibuat, file ini menyimpan semua setting yang
menentukan dan mengatur akses, tampilan, bidang pandang dan data yang digunakan
dalam project tersebut. File ini dibuat di folder project ketika anda membuat project
yang baru, dan mempunyai extension *.dmproj.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia III - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

File project ini dapat membaca file project Studio 2 (*.dmd), dan
data dokumen file software Datamine lainnya. Misalnya file project
(atau dokumen file) yang dihasilkan Downhole Explorer,
Present, InTouch dan Studio 2 dapat dibaca di Studio 3. Karena
file tersebut menggunakan Microsoft Shared Document Format.

Latihan 1 Membuat File Project Baru


Pada latihan ini anda akan membuat file project baru Studio 3 dengan nama Training
dan project ini akan digunakan selama latihan dalam training ini. Prosedur pembuatan
file project baru ini seperti berikut:
1. Jalankan software Studio 3 dari shortcut yang ada di desktop atau Start| (All)
Programs | Datamine | Studio 3.

2. Buat file project baru dengan memilih pilihan Create Project di window Recent

Projects (di kiri atas) atau menekan tombol di toolbar New File atau
memilih File | New dari menu.

Jika dialog Studio Project Wizard (Welcome…) muncul tekan


tombol Next. Layar Welcome tidak muncul dikarenakan telah
dinonaktifkan pada pembuatan file project sebelumnya.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia III - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Di dialog Studio Project Wizard (Project Properties), buat setting pada


dialog tersebut seperti berikut:

4. Tekan tombol Project Settings...


5. Pada dialog Project Settings, beri tanda check pada pilihan yang ada di group
Automatic Project Updates seperti gambar berikut, lalu tekan tombol OK:

6. Tekan tombol Next.


7. Lihat rincian file yang ada dalam Project di Project Summary lalu tekan tombol
Finish.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia III - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 2 Menyimpan Project


Project yang sedang aktif dapat disimpan pada tiap tahap selama latihan ini. Proses ini
menyimpan banyak setting (data yang telah dimasukkan, data yang telah tampilkan,
tampilan window, bidang pandang data dan setting dialog) yang ada di file project.
Dianjurkan untuk menyimpan project setelah menambah file ke project, mengimpor
data atau memasukkan data eksternal. File project dapat disimpan dengan
menggunakan satu metode berikut:

1. Gunakan perintah File | Save atau menekan tombol Save yang ada di
toolbar Standard.

Latihan 3 Menutup dan Membuka Project yang Sudah Ada


File Project yang telah dibuat sebelumnya dan disimpan dapat dibuka lagi untuk
melanjutkan pekerjaan selanjutnya.

1. Keluar dari software Studio 3 dengan menekan tombol yang ada di pojok
kanan atas dari window atau dengan perintah File | Exit yang ada di menu.
2. Aktifkan software Studio 3 dengan men-double click icon yang ada di desktop.
3. Gunakan file project Training yang baru saja dibuat dengan menggunakan salah
satu metode berikut:
• Gunakan perintah File | Open, dan pilih folder file E:\TRAINING, lalu pilih
file Training.dmproj dan tekan tombol Open.
• Pilih pilihan Open Project yang ada di kotak Recent Projects, dan pilih folder
file E:\Database\Training, lalu pilih file Training.dmproj dan tekan tombol
Open.
• Pilih file project Training yang seharusnya ada di paling atas di list the Recent
Projects.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia III - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4 INTERFACE STUDIO 3
Latar Belakang
Studio 3 mempunyai keunggulan pada aplikasi, tampilan dan fungsi yang dapat
diakses melalui object interface berikut:
• Windows

Windows memberikan tampilan data yang berbeda-beda seperti berikut:


Window Fungsi
Design Salah satu window utama Datamine yang
paling banyak digunakan secara interaktif:
untuk menampilkankan data dan memanipulasi
data antara lain proses perancangan (design),
editing, modeling, dsb.

Visualizer Menampilkan semua gambar/design/block


model yang ada pada Design Window secara 3
Dimensi (solid shape) dan dapat diputar dengan
mudah untuk melihat/memeriksa bentuk
sebenarnya dari hasil yang terlihat pada Design
Window.
Files Menampilkan informasi field apa saja yang
terdapat dalam suatu file.

Plots Membuat plot dengan kualitas tinggi secara


plan view, section maupun 3D.
VR (Virtual Reality) VR ‘immersion’ Menampilkan data seperti
nyata, untuk simulasi dan sebagainya.

Logs Melihat data bor dalam bentuk log bor


Tables Melihat data file dalam bentuk table.
Reports Memberi laporan yang memuat rangkuman bor
dan validasinya.

• Toolbars
Studio 3 menyediakan fasilitas menggunakan macam-macam perintah dari
macam-macam toolbar, setiap toolbar mempunyai group berdasarkan kategorinya.
Beberapa toolbar bisa lebih sering digunakan dari pada lainnya, dan sering
digunakan dalam training ini. Sebagai contoh toolbar dari group project
management (yaitu perintah-perintah open, close, save dan print).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

• Control Bars
Terdapat beberapa panel control bar yang memuat perintah-perintah applikasi.
Posisi panel control bar tersebut bisa diletakkan dimana aja (floated) atau
letaknya tetap di suatu tempat (docked), atau panel tersebut otomatis hilang
(auto-hidden) atau panel tersebut tidak tampil (hidden).
Berikut beberapa panel control bar dan fungsinya:

Nama Control Bar Fungsinya

Project Files Browser Berfungsi sebagai Project Explorer dan


memudah user untuk melihat file yang
ada di file project. Data file ada
ditampilkan dalam file editor atau
ditampilkan dari Project Browser.

Menunjukkan object plot yang tampil.


Sheets Browser

Menunjukkan file yang tampil di windows.


Loaded Data Browser

Holes Browser Menunjukkan data dynamic drillholes yang


tampil

Customization Window Berfungsi sebagai window Internet


Explorer dan tempat menu script atau
perintah yang telah dicustomasi

Data Properties Menujukkan properti dari objek yang


dipilih seperti string, point dan blok model

Properties Bar Memudah untuk mengakses tampilan


bidang pandang dan properti dari file.

• Menu Bar

Memuat beberapa fungsi menu utama (File, Edit, View, Tools, dsb) seperti menu
bar pada program-program under windows yang lain. Bagian ini juga memuat
kumpulan perintah-perintah utama Datamine seperti (Drillholes, Models,
Wireframes, Application, dsb)
• Status Bar

Status Bar terletak di paling bawah dari Window Studio 3 dan berfungsi seperti
berikut:
o Memberikan informasi singkat dari icon atau menu yang terpilih mouse.
o Menunjukkan proses dari suatu perintah.
o Menunjukkan atau mengatur posisi XYZ dari mouse.
o Menunjukkan nama perintah yang sedang proses.
o Menunjukkan status file yang sedang dibuka.
o Melihat atau mengubah status dari numlock, scroll lock dan caps lock.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

• Popup Menus
Menu ini adalah menu context senstive yang ada di setiap window, dan diakses
dengan menekan tombol kanan mouse.
Sebagian dari object di atas dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dan
pekerjaan. Pada latihan-latihan berikut anda akan sering menggunakan object
Interface dan prosedur untuk menambahkan dan menggunakan keunggulannya.

Mengatur Posisi Panel Control Bar


Studio 3 mempunyai beberapa panel control bar yang dapat diatur posisinya sesuai
dengan jenis pekerjaannya dengan fasiltas Smart Docking. Posisi panel Control bar
dapat ditempatkan di sebarang tempat pada window Studio 3, atau dapat
dikelompokkan, atau dapat ditempatkan posisi yang tetap atau dapat tidak tampilkan
atau secara otomatis muncul.
Fasilitas Smart Docking menggunakan sistem “drag-and-drop” (pilih dan geser).
Ketika control bar yang dipilih dan digeser dari posisi asalnya, Fasilitas Smart Docking
akan tampak, seperti berikut:

Meletakan panel di sisi atas


dari window yang aktif

Meletakkan panel di sisi kiri Menggabungkan ke contol bar Meletakkan panel di sisi kanan
dari window aktif. yang lain dan membuat tab dari window yang aktif.

Meletakkan panel di sisi


bawah dari window yang aktif.

Jika Panel control bar digeser ke salah satu tombol Smart Docking, posisi yang akan
diletakkan akan berubah warna. Jika bukan lokasi tetap (Docking) yang dipilih maka
panel control bar posisinya dimana saja (float).
Bila posisinya tetap, otomatis tidak tampak dan tampak dapat diatur dengan
mengubah status pin berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Akan tampak terus.

Otomatis tidak tampak dan tampak.

Latihan 1 Mengaktifkan Tampilan dari Window


Pada latihan ini, anda akan mengaktif tampilan dari window Project File, window VR,
dan window Logs. Defaultnya window-window tersebut tidak aktif bila Studio 3
dijalankan pertama kali atau hingga tampilan window tersebut diaktifkan. Berikut
tahap-tahap mengaktifkan tampilan window tersebut:
1. Gunakan perintah View | Windows | VR.
2. Gunakan perintah View | Windows | Logs.
3. Periksa apakah window VR dan Logs sudah tampil seperti gambar berikut:

4. Lihat tampilan setiap window dengan memilih tab masing-masing window.

Latihan 2 Mengatur Tampilan Panel Control Bar


1. Gunakan panel control Bar Project Files yang ada di sisi kiri dari window Studio
3.

2. Aktifkan fungsi Auto Hide dengan tekan tombol yang ada disamping tombol
Close pada control bar Project Files. Maka panel control bar tersebut akan
tampak hanya tab yang berjudul Project Files yang tampak di sisi kiri window
Studio 3.
3. Pindahkan cursor mouse ke tab Project Files maka panel control bar tersebut
akan tampak seluruhnya. Nonaktifkan fungsi Auto Hide untuk membuat panel
control bar tampak terus.
4. Untuk mengubah lebar panel control bar, geser mouse pada sisi kanan panel
control bar Project Files sewaktu cusor berubah bentuk menjadi panah arah kiri

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

dan kanan, tahan tombol kiri mouse dan geser sesuai lebar panel control bar yang
diinginkan.
5. Untuk mengubah control bar yang dibutuhkan, tekan salah satu tab yang ada di
bawah seperti gambar berikut:

6. Cobalah pilihan docking, auto hide dan floating untuk tampilan control bar dengan
memilih pilihan yang ada di menu ketika anda menekan tombol kanan mouse
pada atas panel.

7. Jika anda tidak sengaja menghapus salah satu control bar, gunakan perintah
menu View | Control Bars | seperti gambar berikut dan pilih control bar yang
terhapus tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 3 Menampilkan dan Memindahkan Posisi Toolbars


1. Gunakan window Design dengan memilih tab window tersebut.
2. Gunakan perintah View | Customization | Toolbars | Wireframe Linking
untuk menampilkan toolbar berikut:

3. Jika toolbar tersebut posisi “Floating” anda dapat memindahkannya dengan


memilih kotak judul atasnya dan tahan tekan tombol kiri mouse dan geser toolbar
di sekitar screen window Studio 3, atau jika toolbar posisi “Docked” gunakan

mouse untuk memilih tiga titik vertikal yang ada di sisi kiri dari toolbar
(tampilan ini diasumsikan anda menggunakan MS Office 2003, untuk mengubah
tampilan anda dapat mengubah dengan perintah Tools | Options) dan tahan
tekan tombol kiri mouse lalu geser toolbar di sekitar screen.

4. Untuk mengubah toolbar ke posisi “Docked” geser toolbar tersebut di pinggir


window Studio 3.

Latihan 4 Mengatur Tampilan Toolbar


Pada latihan ini anda akan mengatur tampilan toolbar dengan menambah icon
perintah Visualize Settings dan Set Color.
1. Gunakan window Design.
2. Pada toolbar Format, pilih icon More Buttons Arrow | Add or Remove
Buttons | Customize

3. Dalam dialog Customize, pilih tab Commands dan pilih Format pada list
Categories pada panel sebelah kiri.
4. Pada panel sebelah kanan, pindah icon Visualize Settings ke toolbar Format,
seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Lakukan lagi untuk icon Set Color, letakkan setelah icon yang tadi dipindahkan,
seperti gambar berikut:

6. Tekan tombol Close pada dialog Customize dialog.


7. Toolbar yang telah diubah tersebut memuat icon tambahan seperti gambar
berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IV - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5 INPUT DATA
Pengantar
Pada latihan ini anda akan menggunakan beberapa perintah untuk memasukan data
dalam format Datamine dan mengimpor data yang memiliki format non-Datamine
menjadi format Datamine.

Input File Datamine Yang Sudah Ada Sebelumnya


Ada kalanya file yang sudah dibuat sebelumnya masih diperlukan pada project
berikutnya. Pada latihan ini akan ditunjukkan bagaimana menambahkan file yang
sudah ada tersebut kedalam project baru.

Latihan 1 Menambah File Datamine ke Project

1. Gunakan perintah File | Add to Project | Existing Files atau tekan icon
pada control bar Project Files.
2. Pilih folder file E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\DMDist, pilih semua
file yang ada lalu tekan tombol Open.
3. Tekan tombol OK pada dialog konfirmasi.
4. Lihat pada control bar Project Files akan tampak seperti pada gambar berikut
ini:

Latihan 2 Menggandakan Data File Dalam Project


1. Pada control bar Project Files, lihat file yang ada di folder All Files.
2. Pilih file _faultr dan _faulpt, tekan tombol kanan mouse pada file tersebut lalu pilih
perintah Copy.
3. Pilih folder All Files lalu tekan tombol kanan mouse dan pilih perintah Paste.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Periksa di folder All Files untuk memastikan ada file baru Copy of _faultr dan
Copy of _faulpt.

Latihan 3 Menghapus File di Project Secara Permanen


1. Pada control bar Project Files, lihat file yang ada di folder Wireframe
Triangles.
2. Pilih file Copy of _faultr lalu tekan tombol kanan mouse pada file tersebut dan pilih
perintah Delete.

3. Tekan tombol YES pada dialog Confirm File Delete.


4. Periksa dan pastikan file tersebut tidak tampak di list file di folder All Files.

Latihan 4 Menghapus File dari Project


1. Pada control bar Project Files, list file yang ada di folder All Files.
2. Pilih file Copy of _faulpt pada list tersebut lalu tekan tombol kanan mouse, pilih
perintah Remove from Project.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Tekan tombol Yes To All pada dialog Confirm File Remove.

4. Periksa dan pastikan file tersebut tidak tampak di list file di folder All Files pada
control bar Project Files.

Perintah Remove From File hanya menghapus file tersebut dari


project dan bukan menghapusnya secara permanen.

Import File Non-Datamine Menjadi Format Datamine

Mengimpor data ke Studio 3 dapat dilakukan menggunakan fasilitas Data Source


Drivers.
Sebelum melakukan pengolahan data, proses yang harus dilakukan adalah
memasukkan dan menyusun database ke dalam software.
Jenis file dari database yang dapat menjadi data masukan di software Datamine,
antara lain:

Driver File Types


CAD *.dwg, *.dgn, *.dxf
Data Provider, Datashed, ODBC (databases,
Generic Data Tables
spreadsheets)
Exploration & Mining Earthworks, GDM, Medsystem, Micromine,
Software Surpac, Vulcan, Wavefront, Wescom
GIS ESRI
Text ASCII (comma, tab and other delimited formats)

Selain itu data masukan juga bisa berasal dari berbagai format file software mining
lain seperti Surpac, Micromine, Earthworks, Vulcan, dan sebagainya.
PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-3
Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Berikut perintah-perintah yang berhubungan dengan mengimpor dan mengekspor


data file:

Command Keterangan
Data | Load |Data Source Driver Untuk menggunakan panel Data Import
Untuk mengimpor data format Century System,
Data | Load |Database
atau data hasil produk Earthworks
Data | Load |Century Database Mengimpor data format database Century
Data | Load |Wizard Menggunakan fasilitas wizard

Berikut perintah untuk mereload, unload, refresh dan mengekspor data, baik data file
berformat non-Datamine atau file Datamine yang ada dalam project sedang aktif:

Command Keterangan

Memasukkan kembali data file yang terpilih dari


Data | Reload
data original menggunakan fasilitas impor.
Menghapus satu atau lebih file yang dipilih dari
Data | Unload
memori Design Window.
Merefresh data file yang terpilih terhadap data
Data | Refresh
orginalnya.
Merefresh semua data file yang ada terhadap
Data | Refresh All
data originalnya.
Data | Export Mengekspor data file ke format bukan Datamine.

Latihan 5 Mengimpor Data Topografi


1. Gunakan perintah File | Add to Project | Imported from Data Source.
2. Pada dialog Data Import, pilih CAD yang ada di list Driver Category dan pilih
AutoCad (string) yang ada list Data Type lalu tekan tombol OK.

3. Gunakan file folder E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\CAD, pilih nama


file TOPO.dwg dan tekan tombol Open.
4. Pada dialog Read Drawing File, buat tanda check pada pilihan Load All Layers
dan tekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Pada dialog Import Files, gunakan tab Files dan ketik topo di kotak Base File
Name dan di kotak Strings File, hilangkan tanda check pada Points File dan di
Table File, gunakan tab the Import Fields dan buat the field Datamine color dengan
Color, pengaturan yang seperti di tabel berikut dan tekan tombol OK.

Files Tab
Base File Name topo
Save File Types
Points File
Strings File topo
Table File
Location E:\Database
Import Fields Tab
COLOR
THICKNESS
ANGLE
LAYERS
LTYPE
Datamine COLOR field COLOR
Use Legends to resolve
Datamine color values
Rename Fields Tab Biarkan default

6. Gunakan window Files untuk memastikan data file tersebut mempunyai nama field
(Names), ukuran data (Size) dan tipe data (Types) sudah benar seperti gambar
berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 6 Mengimpor Data Collar

1. Gunakan perintah File | Add to Project | Imported from Data Source.


2. Pada dialog Data Import, pilih Text yang ada di list Driver Category dan pilih
Tables yang ada di list Data Type lalu tekan tombol OK.

3. Gunakan folder E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\Text, lalu pilih nama


file _collars.txt dan tekan tombol Open.
4. Pada dialog Text Wizard (1 of 3), buat pengaturan pada dialog ini seperti
gambar di bawah ini lalu tekan tombol Next.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Pada dialog Text Wizard (2 of 3), buat pengaturan seperti gambar berikut, lihat
data yang akan di dialog Preview yang ada dibawah pengaturan (kolom data akan
tampak dipisahkan oleh garis vertikal) lalu tekan tombol Next.

6. Pada dialog Text Wizard (3 of 3), pilih setiap kolom data yang ada di dalam
dialog preview (gunakan slider bar untuk melihat data field yang tidak tampak di
sebelah kanan), buat setting tiap kolom data tersebut seperti gambar berikut dan
tekan tombol Finish.

7. Simpan file dengan nama dhassay dan isilah dialog lainnya seperti pada tabel
berikut ini kemudian tekan OK.

Files Tab
Base Name File dhcollar
Save File Types
Table File dhcollar
Location E:\Database

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Import Fields Tab


BHID
XCOLLAR
YCOLLAR
ZCOLLAR
Datamine COLOR field kosongkan
Use Legends to resolve
Datamine color values
Rename Field Biarkan default

8. Pada control bar di Project Files, pastikan nama file yang baru diimpor tersebut
ada dalam folder Collars.

File hasil import pada control bar Projects File mempunyai


tanda panah kecil di bawah icon Datamine.

9. Pada window Files, pastikan data file hasil import tersebut mempunyai nama
field (Names), ukuran data (Size) dan tipe data (Type) sudah benar seperti
gambar berikut:

Latihan 7 Mengimpor Data Assay

1. Gunakan perintah File | Add to Project | Imported from Data Source.


2. Pada dialog Data Import, pilih Text yang ada di list Driver Category dan pilih
Tables yang ada di list Data Type lalu tekan tombol OK.
3. Gunakan file folder E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\Text, pilih nama
file _assays.txt lalu tekan tombol Open.
4. Pada dialog Text Wizard (1 of 3), buat pengaturan seperti gambar berikut lalut
tekan tombol Next.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Pada dialog Text Wizard (2 of 3), buat pengaturan seperti gambar berikut, dan
lihat data yang akan diimpor di dialog Preview yang ada di bawah pengaturan
(Perhatikan kolom data harus dipisahkan oleh garis dibuat dengan memiih spasi
diantara data kolom tersebut). Lalu tekan tombol Next.

6. Pada dialog Text Wizard (3 of 3), pilih setiap kolom data yang ada di dialog
Preview (gunakan slider bar untuk melihat data field yang tidak tampak di samping
kanan), buat pengaturan tiap kolom data tersebut seperti gambar berikut.
Pastikan pilihan Absent Data dan Trace Data diberi tanda check lalu tekan tombol
Finish.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V-9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

7. Simpan file dengan nama dhassay dan isilah dialog lainnya seperti pada tabel
berikut ini kemudian tekan OK.

Files Tab
Base Name File dhassay
Save File Types
Table File dhassay
Location E:\Database
Import Fields Tab
BHID
FROM
TO
AU
Datamine COLOR field kosongkan
Use Legends to resolve
Datamine color values
Rename Field Biarkan default

8. Pada control bar pada Project Files, pastikan file baru diimpor dhassay ada di list
folder Assays.
9. Pada window Files, pastikan nama field (Names), ukuran file (Sizes) dan tipe data
(Types) sudah benar seperti gambar di bawah ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 8 Mengimpor Data Survey

1. Gunakan icon perintah Imported from Data Source yang ada di panel
control bar di Project Files.
2. Pada dialog Data Import, pilih Text yang ada di list Driver Category dan pilih
Tables yang ada di Data Type lalu tekan tombol OK.
3. Gunakan folder file E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\Text, pilih nama
file _surveys.txt lalu tekan tombol Open.
4. Pada dialog Text Wizard (1 of 3), buat pengaturan seperti gambar di bawah ini
lalu tekan tombol Next.

5. Pada dialog Text Wizard (2 of 3), buat pengaturan seperti gambar di bawah ini,
lihat data yang akan diimpor di dialog Preview yang ada di bawah pengaturan
(Perhatikan kolom data akan dipisahkan oleh garis vertikal) lalut tekan tombol
Next.

6. Pada dialog Text Wizard (3 of 3), pilih kolom data yang ada di dialog Preview
(gunakan slider bar untuk melihat data field yang tidak tampak di sebelah
kanan), buat pengaturan untuk tiap kolom data sepeti gambar berikut, lalu
tekan tombol Finish.
PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 11
Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

7. Simpan file dengan nama dhsurvey dan isilah dialog lainnya seperti pada tabel
berikut ini kemudian tekan OK.

Files Tab
Base Name File dhsurvey
Save File Types
Table File dhsurvey
Location E:\Database
Import Fields Tab
BHID
AT
BRG
DIP
Datamine COLOR field kosongkan
Use Legends to resolve
Datamine color values
Rename Field Biarkan default

8. Pada panel control bar Project Files, pastikan nama file yang baru diimpor
dhsurveys ada di list folder Downhole Surveys.
9. Gunakan window Files, Pastikan data yang diimpor nama field (Names), ukuran
data (Sizes) dan tipe data (Types) sudah benar seperti gambar di bawah ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 9 Mengimpor Data Geology

1. Gunakan icon perintah Imported from Data Source yang ada di panel
control bar di Project Files.
2. Pada dialog Data Import, pilih Text yang ada di list Driver Category dan pilih
Tables yang ada di Data Type lalu tekan tombol OK.
3. Gunakan folder file E:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\Text, pilih nama
file _geology.txt lalu tekan tombol Open.
4. Pada dialog Text Wizard (1 of 3), buat pengaturan seperti gambar di bawah ini
lalu tekan tombol Next.

5. Pada dialog Text Wizard (2 of 3), buat pengaturan seperti gambar di bawah ini,
lihat data yang akan diimpor di dialog Preview yang ada di bawah pengaturan
(Perhatikan kolom data akan dipisahkan oleh garis vertikal) lalut tekan tombol
Next.

6. Pada dialog Text Wizard (3 of 3), pilih kolom data yang ada di dialog Preview
(gunakan slider bar untuk melihat data field yang tidak tampak di sebelah

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

kanan), buat pengaturan untuk tiap kolom data sepeti gambar berikut, lalu tekan
tombol Finish.

7. Pada dialog Import Files, pilih tab Files ketik dhgeology di kotak Base File
Name, lihat pengaturan yang lain pada tabel bawah ini lalu tekan tombol OK.
Simpan file dengan nama dhgeology dan isilah dialog lainnya seperti pada tabel
berikut ini kemudian tekan OK.
Files Tab
Base Name File dhgeology
Save File Types
Table File dhgeology
Location E:\Database
Import Fields Tab
BHID
FROM
TO
LODEID
QUARTZ%
Datamine COLOR field kosongkan
Use Legends to resolve
Datamine color values
Rename Field Biarkan default

8. Pada panel control bar Project Files, pastikan nama file yang baru diimpor
dhgeology ada di list folder Assay.
9. Gunakan window Files Window, Pastikan data yang diimpor nama field
(Names), ukuran data (Sizes) dan tipe data (Types) sudah benar seperti gambar
di bawah ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 10 Menggunakan Fasilitas Preview


Fasilitas Preview digunakan untuk menampilkan file Datamine (hanya objec 3D yang
dapat ditampilkan) untuk mendapat gambaran dari data file tersebut sebelum
dimasukkan ke memori Design Window. Fasilitas ini dapat digunakan pada file yang
ada di list dalam control bar pada Project Files dan pada Windows Explorer.

1. Gunakan panel control bar pada Project Files, pilih folder Strings.
2. Pilih nama file topo, tekan tombol kanan mouse pada nama file tersebut dan pilih
perintah Preview, data file tersebut akan tampil di Preview Window, seperti
gambar berikut:

3. Untuk memputar tampilan 3D tersebut dengan menekan tombol kiri mouse lalu
geser posisi mouse.
4. Untuk memperbesar tampilan dengan menekan tombol kiri mouse lalu tekan
tombol [shift] sambil menggeser posisi mouse.
5. Tutup window tersebut bila anda telah selesai tampilan data kontur topografi
tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia V - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

6 DRILLHOLES – VALIDASI & DESURVEY


Pengantar
Latihan berikut akan membuat dan menampilkan data file desurveyed drillhole.
Desurveying adalah teknis standar dalam proses membuat penembusan bor secara 3
dimensi yaitu setiap interval penembusan mempunyai koordinat yang didasarkan titik
colar drillhole, survey lubang bor dan table sampel bor. Nama file desurveyed drillhole
adalah dholes.

Latar belakang
Datamine mengenal dua jenis drillhole, berikut karakteristik dari kedua jenis tersebut:
Static Drillholes
• Data file yang dihasilkan dari perintah Validate and Desurvey (HOLES3D), atau
perintah Composite Downhole (COMPDH) atau perintah Over Bench (COMPBE).
• Data Bor yang diperbaharui dengan menggunakan perintah HOLES3D dan/atau
COMPDH.
• Ringkasan proses perintah desurvey ditampilkan di panel control bar Command.
• Koordinat titik tengah interval penembusan dan panjang interval yang akurat.
Dynamic Drillholes
• File yang dihasilkan dari mengimpor file data external (seperti Excel),
• Data bor yang diperbaharui dengan menggunakan perintah reloading Project File atau
dengan perintah Refresh dari panel control bar pada Loaded Data.
• Report desurvey ditampilkan di control bar Desurvey Report.
• Titik akhir interbal penembusan ketepatannya relatif.

Dianjurkan penggunaan dari kedua tipe drillhole pada situasi seperti berikut:
Penggunaan Static Drillholes
• Dalam proses composite drillhole yang menggunakan perintah Composite Downhole
(COMPDH) atau perintah Over Bench (COMPBE) dengan/atau menggunakan
parameter recovery factor. Dalam proses estimasi kadar dengan menginterpolasi
menggunakan perintah ESTIMATE atau GRADE.
• Dalam proses string oremodelling di window Design dimana string tersebut melintasi
titik tengah titik interval penembusan bor.
• Saat visualisasi data di window Design, Visualizer dan window VR.

Penggunaan Dynamic Drillholes


• Pada visualisasi dan prentasi data lebih detail di Design, Visualizer dan window VR.
• Dalam proses pembuatan log drillhole pada Logs Window.
• Dalam pembuatan string orebody modelling di window Design dimana string tersebut
melintasi titik ujung penembusan interval penembusan.
• Pada proses plot dari Plots Window.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Pada sesi ini yang akan digunakan untuk pengolahan data


adalah static drillhole. Dynamic drillhole akan dibahas pada
bab Logplot.

File database pemboran biasa terdiri 3 jenis file yaitu file data sampel, data titik collar
dan file data survey. Nama field yang dikenal Datamine pada ketiga file tersebut seperti
tabel berikut:
File Data Sample

Nama Field Type Data Keterangan


BHID Alphanumeric Identitas Drillhole
FROM Numeric Titik awal interval penembusan
TO Numeric Titik akhir inteval penembusan
Geology Fields Numeric or Alphanumeric Kode Geology
Grade Fields Numeric Nilai kadar Assay

File Data titik Collar

Field Type Description


BHID Alphanumeric Identitas Drillhole
XCOLLAR Numeric Koordinat X (Easting)
YCOLLAR Numeric Koordinat Y (Northing)
ZCOLLAR Numeric Koordinat Z (RL)

File Data Survey

Field Type Description


BHID Alphanumeric Identitas Drillhole
AT Numeric Kemiringan pada kedalaman bor
Arah kemiringan terhadap arah utara
BRG Numeric
(Bearing /dip direction)
Besar kemiringan terhadap permukaan
DIP Numeric
(Dip Drillhole)

Jumlah Karakter yang digunakan pada ketiga file tersebut harus


sama.
Pada latihan berikut jumlah karakter BHID yang digunakan 8 (A8).

File data sampel memuat informasi log bor geologi beserta informasi kadar assaynya. File
data collar memuat titik koodinat dari titik collar tiap lubang bor, titik tersebut diukur
oleh surveyor. File data survey memuat informasi arah kemiringan dan besar kemiringan
dari lubang bor. Data survey biasanya hasil pengukuran dengan menggunakan bor
kamera.
Perintah Drillholes | Validate and Desurvey (HOLES3D) digunakan untuk membuat
static drillhole. Data file yang harus ada dalam proses ini adalah data file collar dan data

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

file sample. Jika data file survey tidak digunakan, proses tersebut mengasumsi semua
lubang bor tersebut adalah vertical. Proses menggunakan data file tersebut dan
mengubah titik awal dan akhir penembusan menjadi bentuk desurveyed dimana setiap
sampel penembusan ditempat dalam interval tersebut. File output mempunyai nama field
standard yang diperlukan pada proses perintah yang lain, seperti perintah estimasi kadar
atau proses composit bor. File desurveyed drillhole dapat ditampilkan di Design, Plots,
Visualizer dan VR Window.
Anda dapat menggunakan file data survey yang memuat informasi survey bor hasil
pengukuran pada bor-bor tertentu. Setiap bor maksimum mempunyai 2000 data survey.
Jika data tersebut lebih dari 2000 maka proses HOLES3D akan memproses data 2000
yang pertama dan mengabaikan data yang lainnya dan memberi peringatan hal tersebut.
Jika proses tersebut tidak menggunakan file data survey data atau file data survey tidak
ada, maka semua bor diasumsi bor vertikal. Jika bor tersebut bor miring, anda harus
menggunakan file data survey yang memuat minimal 1 data survey pada tiap bor.
Seperti disebut diatas, jika bor miring harus menggunakan file data survey yang memuat
minimal 1 data survey pada tiap bor, maksudnya misalnya file data survey dari tiga bor
(DH10, DH11, and DH12) yang dibor mengarah ke utara dengan kemiringan 60 derajat,
file tersebut minimum mempunyai data seperti berikut:

BHID AT BRG DIP


DH10 0.0 0.0 60
DH11 0.0 0.0 60
DH12 0.0 0.0 60

Catatan bor yang miring ke atas mempunyai nilai dip yang negatif.

Jika menggunakan file data survey, yang harus diingat setiap bor mempunyai satu data
di titik collar (AT=0). Sehingga file data survey mempunyai data untuk setiap bor
dimana nilai AT=0. Jika syarat ini tidak terpenuhi proses HOLES3D akan mengkoreksi
kesalahan ini dan memberitahukan dalam suatu peringatan.

Latihan 1 Membuat Static Drillholes


1. Gunakan Design Window.
2. Gunakan perintah Drillholes | Validate and Desurvey atau mengetikkan holes3d
pada toolbar Command, isilah dialog seperti pada gambar berikut ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Pada dialog perintah HOLES3D, buat isian pada tab Fields dan Parameter, seperti
tabel berikut lalu tekan tombol OK untuk mengeksekusi perintah tersebut.

Fields tab
BHID BHID
XCOLLAR XCOLLAR
YCOLLAR YCOLLAR
ZCOLLAR ZCOLLAR
FROM FROM
TO TO
AT AT
BRG BRG
DIP DIP
Parameters tab
SURVSMTH 1
ENDPOINT 1
DIPMETH 1
PRINT 0

Lihat ringkasan proses perintah desurvey tersebut pada panel control bar
Command (bila proses desurveying tersebut sukses pada file output dholes memuat
1785 record dan pasti proses pengecek berjalan baik seperti gambar berikut).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Gunakan panel control bar Project Files untuk memastikan file baru dholes ada di
list folder Drillholes, seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Gunakan window Files untuk memastikan file tersebut mempunyai nama field
(Names), ukuran data (Size) dan tipe data (Types) sudah benar seperti gambar
berikut:

6. Lihatlah file _smry yang menginformasikan jumlah bor dan assay yang terbentuk
pada file bor, file _err yang menginformasikan ada atau tidaknya error pada file bor
tersebut.
7. Jika terdapat file yang error lakukan validasi terhadap file tersebut.

Latihan 2 Menampilkan data Static Drillholes


1. Pada window Design, gunakan perintah Data | Load | Static Drillholes kemudian
pilih file dholes.
2. File dholes akan muncul di control bar Loaded Data.
3. Untuk melihat bor secara 3D, tekan tombol kanan mouse pada design window
kemudian pilih Update Visualizer Object.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VI - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

7 COMPOSITE DRILLHOLE
Pengantar
Mengkomposit bor merupakan teknik standar dalam meregularisasi inteval atau
penembusan bor. Biasanya komposit dilakukan terhadap panjang interval yang fix
dan/atau terhadap sample berdasarkan data field “LODEID”.
Dalam Datamine terdapat dua proses untuk mengkomposit bor, yaitu:
• Drillholes | Drillhole Processes | Composite Down Drillholes (COMPDH)
• Drillholes | Drillhole Processes | Composite Over Benches (COMPBE)
Parameter pada kedua proses untuk membuat bor komposi yang sesuai skenario yang
diinginkan misalnya panjang inteval yang pendek untuk analisa statistik dan
pengestimasian kadar dan interval hasil komposit untuk interpretasi atau pembuat string
outline ore.

COMPDH
Perintah COMPDH (Drillholes | Drillhole Processes | Composite Down Drillholes)
untuk mengkomposit data bor dengan batasan pada data file desurvey lubang bor. Hasil
data file tersebut akan mempunyai format yang sama dengan file input, dan secara teori
pada proses COMPDH ini anda dapat menggunakan nama file yang sama untuk input dan
output, walaupun penggunakan nama file input dan output yang sama itu tidak
direkomendasikan karena akan menghilangkan/menimpa data original yang dijadikan
input.

Composite Length

Proses komposit dengan perintah COMPDH


Proses tersebut akan membuat komposit dengan batasan panjang interval yang
ditentukan dan untuk perata-rataan nilai field numerik (misal : nilai kadar) dengan
menggunakan pembobotan rata-rata terhadap panjang. Proses ini menggunakan data
field LENGTH yang ada di file bor tersebut, yaitu field yang memuat selisih nilai FROM TO
yang berurutan. Jika data file bor tersebut memuat data field DENSITY maka
pengkompositan tersebut menggunakan bobot density.
Dalam proses COMPDH bisa menggunakan parameter untuk pencatatan core loss dan
core recovery.
Interval komposit diperlukan dan pilihan untuk penanganan terhadap sampel yang hilang
dan minimum komposit dengan parameter berikut :

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

INTERVAL
MINGAP
MAXGAP
MINCOMP
Tiga parameter (MINGAP, MAXGAP dan MINCOMP) adalah pilihan, jika tidak ditentukan
nilainya akan menggunakan nilai default.

GUNAKAN MINGAP=0.001 DAN MINCOMP=0

COMPBE
Perintah COMPBE (Drillholes | Drillhole Processes | Composite Over Benches) untuk
mengkomposit data bor per tinggi bench. Proses menggunakan parameter seperti di
COMPDH kecuali START yang diganti dengan ELEV dan penambahan parameter MAXCOMP.
Anda juga harus memasukkan nilai paramater ELEV untuk patokan RL bench dan nilai
INTERVAL untuk ketinggian bench.

INTERVAL

Proses komposit dengan perintah COMPBE

Latihan 1 Mengkomposit Drillholes Menggunakan COMPDH


Latihan ini anda menggunakan perintah Composite Down Drillholes (COMPDH) untuk
mengkomposit penembusan drillholes berdasarkan tipe batuan. Tipe batuan ditentukan
dari data field LODEID.
1. Pada window Design, gunakan perintah Drillholes | Drillhole Processes |
Composite Down Drillholes (COMPDH) atau ketikkan COMPDH pada toolbar
Command.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

2. Pada panel perintah COMPDH, buat isian di tab File, Field dan Parameter seperti
tabel berikut ini lalu tekan tombol OK.
Files tab
IN dholes
OUT dholesc
Fields tab
BHID BHID
FROM FROM
TO TO
DENSITY kosongkan
CORELOSS kosongkan
COREREC kosongkan
ZONE LODEID
Parameters tab
INTERVAL 300
MINGAP 0.001
MAXGAP 0
MINCOMP 0
LOSS 0
START 0
MODE 0
PRINT 0

3. Lihat ringkasan proses perintah tersebut pada panel control bar Command,
perhatikan file outputnya memuat 163 records, seperti gambar di bawah ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Gunakan panel control bar Project Files untuk memastikan file baru dholesc ada di
list folder Drillholes.
5. Tampilkan dholes dan dholesc menggunakan Datamine File Editor dan lihat
perbedaan pada kedua file tersebut.

Field bertipe alphanumerik (kecuali BHID) tidak terdapat di file


baru hasil komposit karena field dengan tipe tersebut tidak
disertakan dalam proses komposit.

Latihan 2 Mengkomposit Drillholes Menggunakan COMPBE


Sebelum memulai proses komposit terlebih dahulu jalankan perintah STAT untuk
mengetahui elevasi terendah dari bor-bor tersebut.
1. Pada window Design, gunakan perintah Applications| Statistical
Processes|Compute Statistic atau ketikkan STAT pada toolbar Command.

2. Pada tab Fields, isilah dengan kolom F1 dengan Z untuk mendapatkan informasi
detilnya, kemudian tekan tombol OK.
3. Lihatlah hasil proses STAT di control bar Command seperti pada gambar berikut
ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Setelah mengetahui nilai Z minimum, gunakan perintah Drillholes | Drillhole


Processes | Composite Over Benches (COMPBE).
5. Pada dialog COMPBE, buat isian di tab File, Field dan Parameter seperti dengan
tabel berikut lalu tekan tombol OK.
Files tab
IN dholes
OUT dholesb
Fields tab
BHID BHID
FROM FROM
TO TO
DENSITY Kosongkan
CORELOSS Kosongkan
COREREC kosongkan
ZONE LODEID
Parameters tab
INTERVAL 5
MINGAP 0.001
MAXGAP 0
ELEV 50
MINCOMP 0.001
MAXCOMP 0
LOSS 0
PRINT 0
6. Lihat ringkasan proses perintah tersebut pada control bar Command seperti
gambar berikut:

7. Lihatlah bor secara 3D menggunakan perintah tekan tombol kanan mouse pada
window Design, kemudian pilih Update Visualizer Objects.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

8 FILE MANAGEMENT DAN VIEW CONTROL


Pengantar
Data yang telah dimasukkan ke dalam project file dapat ditampilkan, diinterpretasi,
dimodelkan dan diploting pada setiap window.
Pada sesi ini akan digunakan tools untuk mengatur tampilan di window Design dan
window Visualizer, kedua window tersebut adalah window yang digunakan untuk
membuat data string dan data wireframe juga untuk menginterpretasi data
penembusan drillhole. Latihan-latihan pada sesi ini akan menggunakan tahapan yang
umum dan fasilitas untuk mengubah tampilan data yang telah dibuat dalam latihan-
latihan sebelumnya.

Latar belakang
Apa kegunaan window Design?
Window Design adalah tempat pengerjaan semua pengeditan data string,
pembuatan wireframe dan perencanaan mine design. Window yang menampilkan
bidang pandang yang mempunyai arah, dimensi dan lokasi dan dapat diubah sesuai
kebutuhan. Ketika menggunakan Studio 3 window ini akan menampilkan bidang
pandang horizontal (“XY”) yang pusat bidang padang pada titik original (X, Y, Z =
0,0,0). Warna default latar belakang adalah hitam dan terdapat garis grid di sisi
window.

Untuk mengubah warna latar belakang window dengan perintah File |


Settings | Design dan pilih warna yang ada list dengan menekan tombol
drop-down list.

Apa hubungan antara Visualizer dan Design window?


Visualizer Window adalah tampilan dari Design window yang menggunakan fasilitas
3D sesuai kapasitas dari graphics card untuk memberi gambaran yang lebih nyata dari
tampilan data. Visualizer menampilkan bidang pandang yang ada di window Design
dengan frame (berwarna putih jika warna latar belakang Visualizer hitam) dan
sumbu X, Y, and Z yang menunjukkan arah orientasi dari bidang pandang. Jika
orientasi bidang pandang di Design window berubah, maka frame di Visualizer
Window akan berubah sesuai tampilan di Design window.

Window Visualizer BUKAN untuk mengedit; Window tersebut hanya untuk


menampilkan data secara tiga dimensi.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Jenis Data apa saja yang dapat ditampilkan di Visualizer dan Design
Windows?
Semua data 3D berikut dibuat Studio 3 dan dapat ditampilan di Visualizer dan
Design window:
• Penembusan Static drillhole
• Penembusan Dynamic drillhole
• Data Point (titik survey, titik mapping dan sample)
• Data String (kontur topography, batas geologi, crests dan toes pit design,
pengukuran survey)
• Data Wireframe (permukaan topography, geological surfaces dan volumes,
bukaan pit, underground workings)
• Block Models (blok model geologi dan penambangan)
Jenis-jenis data di atas yang dapat di tampillkan secara 3D. Jenis data lainnya seperti
log geologi tidak dapat di tampilkan di Design window; data tersebut dapat
ditampilkan di Logs window.
Bagaimana untuk mengatur orientasi bidang pandang?
Bidang pandang ditujukkan dengan parameter titik pusat dan orientasi bidang
pandang. Berikut jenis bidang pandang yang biasa digunakan:
Plan - bidang pandang secara horizontal
Section - bidang pandang secara vertical
3D View - bidang pandang secara miring
Bidang pandang dapat ditentukan dan disesuaikan dengan perintah View | Set
Viewplane:

Short
Command Keterangan
cut
Membuat tampilan bidang pandang
secara horizontal atau vertical
View | Set Viewplane |By 1 Point 1
dengan menentukan titik pusat
bidang pandang yang baru.
Membuat tampilan bidang pandang
secara horizontal atau vertical
View | Set Viewplane |By 2 points 2
dengan menentuk dua titik pada
bidang pandang yang baru.
Membuat tampilan bidang pandang
dengan menentukan tiga titik yang
View | Set Viewplane |By 3 Points 3
menjadi bidang dari bidang pandang
yang baru.
Untuk memindahkan titik pusat
bidang pandang ke titik yang bar
View | Set Viewplane |Snap to ... Stpl
(misalkan titik dari suatu string atau
penembusan bor).
Mengatur tampilan bidang pandang
dengan sambil menekan keyboard
Dynamic rotation of data shift dan menekan tombol kiri
mouse lalu menggerakan mouse ke
arah yang dibutuhkan.
Mengatur jarak pindah bidang
View | Set Viewplane |Move Mpl
pandang.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Memindahkan bidang pandang ke


depan (forward-ke dalam screen).
View | Set Viewplane |Move Forward Mpf
Jarak pindahnya ditentukan dengan
perintah Move Plane.
Memindahkan bidang pandang ke
View | Set Viewplane |Move belakang (backward-keluar screen).
Mpb
Backward Jarak pindahnya ditentukan dengan
perintah Move Plane.
Menggunakan tampilan bidang
View | Set Viewplane |Previous View Pv
pandang sebelumnya.
Memindahkan tampilan ke arah
tertentu. Anda dapat menggunakan
View | Set Viewplane |Pan Pan
tombol tanda panah yang ada
keyboard.

Gunakan online help Studio 3 untuk informasi perintah-perintah mengubah tampilan


yang tidak terdapat dalam modul ini.

Bagaimana mengatur area tampilan bidang pandang?


Untuk memperluas tampilan bidang pandang secara horizontal atau vertical dengan
perintah Zoom (View | Zoom) dan perintah Clipping (View | clipping function)
Short
Command Keterangan
cut
View | Zoom | Zoom In Zoom in, mendetailkan tampilan pada
zx
area tertentu
View | Zoom | Zoom Out zz Zoom out, memperluas area tampilan
View | Zoom | Zoom All Data Perintah ini untuk membuat area
tampilan mencakup semua data.
Orientasi bidang pandang tidak
za
berubah, tetapi titik pusat bidang
pandang di tengah-tengah dari data
yang ada.
View | Zoom | Zoom Data in Plane Perintah ini untuk membuat tampilan
ze mencakup semua data. Orientasi dan
titik pusat pandang tidak berubah.
View | Set Clipping limits Membuat jarak pandang ke depan dan
ke belakang yang dapat lihat dari posisi
bidang pandang. Secondary clipping
scl
limits dapat digunakan dengan
menentukan jarak zone tambahan yang
dapat dilihat dari bidang pandang.
View | Use Clipping Limits Untuk mengaktikan atau
uc
mengnonaktifkan fungsi clipping
View | Use Secondary Clipping Untuk mengaktifkan atau
u2 menonaktifkan fungsi secondary
clipping
View | Set Exaggeration Membuat tampilan data lebih
sex memanjang searah satu atau lebih
sumbu.
Gunakan online help Studio 3 untuk informasi perintah-perintah mengubah tampilan
yang tidak terdapat dalam modul ini.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Kenapa perintah redraw dibutuhkan?


Pertanyaan ini diajukan oleh user baru menggunakan Studio 3. Banyak perintah tidak
otomatis mengubah layar sesuai perubahan yang dibuat. Inilah alasan kenapa
perintah redraw dibutuhkan jika data yang dimasukkan ke memory Design Window
banyak akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Catatan pada perintah-perintah tertentu misalnya perintah Erase String melakukan
perintah redraw pada sebagian dari screen. Ini dikarenakan tampilan screen hanya
sebagian dari data yang disimpan di memory. Jika anda meragukan tampilan screen
sebaiknya anda menggunakan perintah Redraw (rd).
Pada proses redraw, anda dapat membatalkan dengan menekan tombol Cancel untuk
menghemat waktu jika anda tidak perlu proses tampilan berikutnya.

Apa perbedaan antar digitizing dan snapping?


Bila menekan tombol kiri mouse dinamakan digitizing dan koordinat yang dibaca akan
sama dengan posisi pointer mouse. Jika menekan tombol kanan mouse dinamakan
snapping dan koodinat yang dipilih adalah koordinat titik yang ada di dekat poiinter
mouse.
Titik yang pilih dengan snapping ditentukan oleh mode snap yang sedang digunakan.
Secara default mode snap yang aktif adalah snapping data titik (snap to points),
mode snap dapat mengubahnya menjadi memilih titik data string (snap to lines)
atau memilih titik grid (snap to grids). Perintah untuk mengubah mode snap dengan
perintah Edit | Snapping atau memilih icon mode snap yang ada di toolbar
Snapping.
Berikut keterangan dari mode snap yang dapat digunakan:

Short
Command Keterangan
Cut

Edit | Snapping | Snap to stpo Jika snapping maka koodinat X, Y, Z


yang dibaca adalah koordinat titik
Points
yang ada di dekat pointer mouse. Titik
yang dapat dipilih data titik, titik dari
suatu string atau titik dari wireframe
atau titik awal atau tengah atau akhir
interval bor.

Edit | Snapping | Snap to stl Jika snapping maka koodinat X, Y, Z


yang dibaca adalah koordinat titik
Lines
suatu garis yang dekat pointer mouse.
Garis yang dapat dipilih garis dari
string atau drillhole.

Edit | Snapping | Snap to stg Jika snapping maka koodinat X, Y, Z


yang dibaca adalah koordinat titik grid
Grid
terdekat.

Latihan 1 Zooming
1. Hapus seluruh tampilan yang ada di window Design menggunakan perintah Edit
| Unload All Data (ua).
2. Tampilkan file topo menggunakan perintah Data | Load | Strings (ga).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Gunakan perintah View | Zoom | Zoom Data In Plane (ze) atau tekan icon

yang ada di toolbar di sisi kanan Studio 3.


4. Untuk memperdetail gunakan perintah View | Zoom | Zoom In (zx) dengan
menggunakan mouse pilih area di tengah-tengah topography dengan menekan
tombol kiri mouse dan sambil menekan tombol tersebut geser mouse ke kiri atas
seperti gambar berikut. Sewaktu tombol mouse dilepas tampilan akan berubah,
menampilkan data yang ada di dalam area yang dibuat tadi.

5. Gunakan perintah View | Zoom | Zoom Out (zz) untuk mengembalikan posisi
gambar ke posisi semula.

Latihan berikut akan menunjukkan perbedaan antara perintah Zoom All Data (za)
dan Zoom Data In Plane (ze).
1. Gunakan perintah View | Set Viewplane | Move (mpl) dan ketik ‘50’ pada
dialog yang muncul lalu tekan tombol OK.

Nilai koordinat Z dari bidang pandang tersebut akan menjadi 376.00


2. Gunakan perintah View | Zoom | Zoom In (zx) untuk mendetail suatu area
dari data.
3. Jika anda menggunakan perintah View | Zoom | Zoom All Data (za) untuk
menampilkan keseluruhan data, maka koordinat Z dari bidang pandang adalah
326.00. Untuk menampilkan data keseluruhan tetapi tetap pada koordinat Z =
376.00 View | Zoom | Zoom Data In Plane (ze).
4. Untuk menggeser tampilan data dapat menggunakan perintah View | Pan
(pan). Pilih titik yang di sekitar tengah window Design, titik tersebut akan
menjadi acuan pindah, lalu pilih titik sebelah kanan dari titik pertama, titik
tersebut akan lokasi pindah dari titik acuan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Anda dapat menggunakan tombol tanda panah yang ada di


keyboard untuk menggeser tampilan data di window Design.

Latihan 2 Mengubah Orientasi Bidang Pandang


1. Tanpa menghapus file topo, tampilkan file dholes menggunakan perintah Data |
Drillholes | Static Drillholes (gd).
2. Gunakan perintah View | Set View Plane | By 1 Point (1) dan snapping suatu
titik bor yang ada di tengah cebakan. Lalu pilih North–South yang ada di dialog
lalu tekan tombol OK.

3. Kembalikan tampilan bidang pandang ke tampilan sebelumnya menggunakan


perintah View | Previous View (pv).
4. Gunakan perintah View| Set Viewplane | By 2 Points (2) dan pilih 2 titik dari
suatu bor seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

X Titik 1

X Titik 2

5. Pilih Vertical pada dialog Select View Orientation lalu tekan OK.
6. Anda dapat mengubah tampilan bidang pandang dengan menentukan titik
pusat bidang pandang.
Gunakan perintah View | Set Viewplane | Custom masukkan koordinat
bidang pandang seperti gambar berikut, lalu tekan tombol OK.

Latihan 3 Merotasi Tampilan Data pada Window Design


1. Sambil menekan tombol Shift pada keyboard, pilih titik di window Design
dengan menekan tombol kiri mouse lalu tekan terus tombol mouse gerakan
mouse maka tampilan akan berputar pada titik yang dipilih tersebut menjadi titik
putarnya.
2. Gunakan tampilan bidang pandang sebelumnya dengan menggunakan perintah

View | Previous View yang ada di toolbar di sisi kanan Studio 3.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 4 Mengatur dan Menggunakan Fungsi Clipping Limits


Perintah View | Set Clipping Limits (scl) dapat mengatur jarak pandang pada salah
satu sisi bidang pandang. Semua data yang ada di dalam batas dapat ditampilkan dan
data yang diluar batas tidak ditampilkan. Perintah ini berguna untuk menampilkan
suatu section atau suatu bench. Pada saat menggunakan perintah ini menentukan
jarak pandang ke “front” dan “back”. Arah “front” mengarah ke user dan arah “back”
mengarah sebaliknya.
1. Ubah tampilan ke posisi section menggunakan perintah View | Set Viewplane |
By 1 Point (1) kemudian pilih North – South lalu tekan tombol OK.
2. Gunakan perintah View | Set Clipping Limits (scl).
3. Nonaktifkan fungsi infinite clipping dan buat jarak pandang “front” dan “back”
dengan 25.

4. Untuk mengaktifkan dan mengnonaktifkan fungsi clipping gunakan perintah View

| Use Primary Clipping (uc) atau tekan icon yang ada di toolbar di sisi
kanan Studio 3.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

5. Tampilan menggunakan clipping juga dapat dilihat di window Visualiser dengan


menekan tombol kanan mouse pada window Design kemudian pilih Update
Visualiser Objects.
6. Pada window Visualiser, tekan tombol kanan mouse kemudian pilih Options |
Clipping On, maka tampilan akan seperti gambar berikut ini:

7. Tampilan dapat dirotasi dengan menekan tombol kiri mouse dan gerakkan
mouse ke segala arah.
Anda dapat menggunakan tombol tanda panah pada keyboard untuk merotasi
terus tampilan. Untuk menghentikannya dengan menekan tombol kiri mouse
pada window Visualizer.

Jangan meninggalkan window Visualiser dengan tampilan


yang terus berputar karena akan memperlambat kerja
komputer dalam menjalan perintah lain.

Latihan 5 Memindahkan Titik Pusat Bidang Pandang


Perintah View | Set Viewplane | Move (mpl) untuk memindahkan titik pusat
bidang pandang dengan jarak tertentu. Jarak pindah mungkin negatif atau positif
dengan arah tegak lurus terhadap bidang pandang, sehingga bidang tersebut sejajar
dengan bidang sebelumnya. Jika bernilai positif bidang pandang akan pindah ke arah
user. Perintah ini digunakan melihat data per section atau per bench dengan
mengaktifkan fungsi clipping.
1. Double click pada koordinat yang ada di status bar.

2. Maka dialog Mouse Position kemudian beri tanda check pada Locked koodinat
X dan ketik 45500.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Untuk memindahkan ke koodinat X tersebut, gunakan perintah View | Set

Viewplane | by 1 point (1) atau tekan tombol perintah tersebut pada


toolbar, click di sebarang titik di Design window dan pilih North-South yang ada
di dialog yang muncul.
4. Hapus tanda check pada LOCK dengan menekan tanda check tersebut. Tutup
dialog mouse position tersebut. Perhatikan koordinat X sekarang pada 45500.
5. Gunakan perintah View | Set Viewplane | Move (mpl) dan buat jarak pindah
50 meter.

6. Bila jarak pindah telah ditentukan, anda dapat menggunakan dengan perintah
View | Set Viewplane | Move Forward (mpf) dan View | Set Viewplane |
Move Backward (mpb). Pindahkan ke dua atau tiga section dengan nilai jarak
pindah positif dan negatif. Anda akan melihat nilai koordinat X yang ada di
Status bar akan naik dan turun sesuai dengan nilai tersebut.

Latihan 6 Mengatur Axis Exaggeration


1. Buat tampilan bidang pandang di section 45600 NS dengan langkah seperti
latihan sebelumnya.
2. Gunakan perintah View | Set Exaggeration (sex) dan coba dengan faktor skala
‘1’, ‘2’ and ‘3’ searah sumbu Z.
3. Gunakan R untuk menggunakan pengaturan awal.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 7 Mengubah Tampilan Visualizer Sesuai Tampilan Design


Perintah Format | Visualizer | Reset Visualizer View (vv) dan perintah Format |
Visualizer | Read Visualizer View (rvv) untuk mengubah tampilan bidang pandang
di Visualizer sesuai tampilan Design window.
1. Pada window Visualizer dan ubah tampilan bidang pandang dengan
merotasinya.
2. Pada window Design dan gunakan perintah Format | Visualizer | Read
Visualizer View (rvv). Orientasi bidang pandang pada window Design akan
sesuai dengan yang di window Visualizer.
3. Pada window Design gunakan perintah View | Set Viewplane | Custom untuk
mengubah arah dip dan azimuth dari bidang pandang tersebut seperti gambar
berikut:

4. Gunakan perintah Format | Visualizer | Reset Visualizer with Design View


(vv). Maka tampilan bidang pandang di window Visualizer akan sama di window
Design.
Perbedaan perintah Update Visualizer View (vv) dan Update Visualizer Objects
(uv) adalah perintah Update Visualizer View (vv) hanya mengatur orientasi bidang
pandang tetapi perintah Update Visualizer Objects (uv) selain mengatur orientasi
bidang pandang dan menampilkan perubahan data yang ada Design Window ke
Visualizer.
Manfaat dari perintah Update Visualizer View (vv) lebih cepat jika data yang ada di
window Design banyak.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia VIII - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

9 FILE SECTION DEFINITION


Pengantar
File section definition atau tabel view definition digunakan untuk menyimpan beberapa
setting bidang pandang yang digunakan di Design dan Plots window. Setiap setting
bidang pandang memuat parameter titik pusat bidang pandang, orientasi, lebar dan
panjang area tampilan dan jarak pandang serta keterangan dari setting tersebut.
Dalam menampilkan data dalam proses interpretasi dan pembuatan model ore dapat
dibantu oleh beberapa section yang ditentukan dalam file section definition. Section
tersebut mudah disimpan dan digunakan kembali jika dibutuhkan dan memberi
kemudahan menggunakan orientasi bidang pandang tersebut.
Pada sesi ini akan dibuat 14 bidang pandang (1 bidang pandang secara horizontal
(Plan) dan 13 Section) dan akan disimpan dalam file view. Keempatbelas pengaturan
bidang pandang tersebut akan digunakan dalam latihan pembuatan model ore. Di data
yang telah dibuat, data bor tersebar per section Utara-Selatan dengan dip ke arah
selatan; terdapat bidang patahan di antara section 9 dan 10 dan kontur permukaan
topografi berbukit.

Dianjurkan menggunakan file View Definition untuk membuat tampilan yang


teratur; untuk menampilkan sebagian atau seluruhan data dengan perintah
Set Viewplane, Zoom, Pan dan fungsi Clipping.

Berikut latihan pembuatan bidang pandang secara horizontal (Plan) dan secara
Vertical Section dan menyimpannya kedalam suatu file.

Latihan 1 Membuat Bidang Pandang Secara Horizontal - Plan View


1. Gunakan Design window.

2. Nonaktikan fungsi clipping dengan menggunakan icon toggle Use Clipping


yang ada di toolbar di sisi kanan Studio 3. Jika icon toggle berwarna orange
menunjukkan fungsi clipping aktif.
3. Buat bidang pandang secara horizontal dengan posisi RL 290 dengan perintah
View | Set Viewplane | Custom (posisi ini titik tengah dari data contour).
Pastikan ada tanda di pilihan Horizontal yang ada di Section Orientation.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 2 Membuat File Section Definition dan Menyimpan Bidang


Pandang

1. Gunakan perintah View | Save View (svi) atau menekan icon Save View
yang ada di toolbar View Control.

2. Pada dialog Section Definition, periksa parameters yang ada, dan ubah isian
parameter tersebut dengan isian pada gambar berikut lalu tekan tombol OK.

3. Lihat di panel control bar Loaded Data ada object ViewDefs object, seperti
gambar di bawah ini. Object ViewDefs secara otomatis dibuat pada saat
menyimpan setting bidang pandang pertama kali.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Tekan tombol kanan pada ViewDefs pilih Data | Save As, kemudian tekan
Single Precision Datamine (.dm) file.

5. Simpan file dengan nama view.

Latihan 3 Membuat dan Menyimpan Bidang Pandang Secara Vertikal


1. Double click pada koordinat di Status Bar untuk memunculkan dialog Mouse
Position.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

2. Aktifkan tanda di Locked di bawah koordinat X dan ketik 45000 di isian


koordinat X.

3. Gunakan perintah Plane By 1 Point yang ada di toolbar di sisi kanan


Studio 3. Click di tengah screen dan pilih North-South.

4. Aktifkan fungsi clipping dengan menekan icon Use Clipping (bila berwarna
orange menunjukkan fungsi tersebut aktif).

5. Tekan icon perintah Zoom In (atau menggunakan short cut zx), pada area
sekitar drillhole sehingga posisi layar seperti gambar berikut.

6. Gunakan perintah View | Save View (svi).


7. Pada dialog Section Definition, lihat isian parameter dan ubah isian parameter
tersebut seperti gambar berikut lalu tekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Nilai koordinat Y dan Z dan dimensi horizontal dan vertical


mungkin berbeda dengan gambar di atas dikarenakan
perbedaan area yang didetailkan.

8. Hapus tanda di locked di bawah koordinat X yang ada di dialog Mouse Position
dan tutup dialog tersebut dengan memilih tanda silang yang ada di pojok kanan
atas dialog.

9. Gunakan perintah Move Plane Backward (mpb) untuk memindah bidang


pandang -50m menjadi section berikutnya.

10. Tekan icon perintah Save View yang ada di toolbar di sisi kanan Studio 3.
11. Pada dialog Section Definition, buat isian parameter seperti gambar berikut
lalu tekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

12. Ulangi tahap ke-8 hingga ke-10 untuk membuat bidang pandang berikut dan
simpan setting tersebut:

X Y Z
Description S Azi S Dip H Size V Size D Plus D Minus
Center Center Center

N-S Section 45100 45100 19100 290 90 -90 358 199 10 10

N-S Section 45150 45150 19100 290 90 -90 358 199 10 10

N-S Section 45200 45200 19100 290 90 -90 358 199 10 10

N-S Section 45250 45250 19100 290 90 -90 358 199 10 10

13. Pilih file view pada control bar Loaded Data dan Right-click-Mouse|Data|
Save untuk menyimpan section definition yang telah dibuat ke dalam file.

Latihan 4 Mengedit File Section Definition


Anda menambah data record pada file section definition tersebut dengan mengeditnya
di Table Editor.
1. Pada control bar Project Files, double click file view. Akan muncul tampilan
seperti gambar berikut ini:

2. Tekan tombol kanan mouse pada record terakhir dan pilih Add | Record untuk
menambahkan 7 data record yang baru.
3. Pilih nilai YCENTRE pada record 7 dan tekan tombol mouse kanan dan pilih Fill |
Down (Ctrl+D) untuk membuat nilai padakolom tersebut sama.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Lakukan hal yang sama pada kolom SAZI, SDIP, HSIZE, VSIZE, DPLUS, DMINUS
dan TEXT.
5. Ubah nilai SVALUE berurutan dari record sebelumnya, nilai XCENTRE bertambah
50 meter dari record sebelumnya dan nilai TEXT sesuai dengan nilai XCENTRE
data tabel tersebut seperti gambar berikut;

6. Untuk menyimpan tabel tersebut dengan perintah File | Save lalu tutup Table
Editor dengan perintah File | Exit.
7. Anda perlu meng-update perubahan data file tersebut pada di Design Window
dengan menekan tombol kanan mouse pada nama file views di panel control bar
Loaded Data dan pilih perintah Data | Refresh.
8. Simpan project file dengan perintah File | Save.

Latihan 5 Menggunakan Setting Bidang Pandang Yang Tersimpan


Pada latihan ini anda akan menggunakan setting bidang pandang 6035mE di Design
window. Anda memilih nama setting bidang pandang N-S SECTION 45200 (nomor
urut 6) yang telah dibuat dan disimpan pada latihan sebelumnya.
1. Gunakan Design window.
2. Gunakan perintah View | Get View (gvi).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Akan muncul list section pada control bar Command, ketik "6.0" pada
command line (area yang berwarna kuning), seperti gambar berikut lalu tekan
tombol ENTER.

4. Pada Design window, lihat tampilannya akan seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia IX-8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

10 PENGEDITAN STRING
Pengantar
Pada sesi ini akan diajarkan bagaimana membuat dan mengedit strings dalam bantuk
sederhana dimana ini akan menjadi dasar kemampuan pada proses pembuatan string
orebody modeling.

Latar belakang
Pembuatan dan pengeditan string akan banyak dilakukan pada proses model geologi
dari orebody, design tambang dan kemajuan tambang. String digunakan untuk
menunjukkan batas suatu daerah dan wireframe dibuat untuk menghitung volume
sedangkan blok model dibuat untuk menghitung tonase dan estimasi kadar.
Suatu string terbuat dari satu atau lebih titik secara 3D, titik tersebut dihubungkan
oleh suatu garis. Setiap string mempunyai titik awal dan titik akhir – jika string terdiri
satu titik, titik tersebut titik awal juga titik akhir. Di window Design tampilan titik
awal string secara default ditampikan dengan simbol yang agak lebih besar. Suatu file
data string memuat satu atau beberapa string.
Datamine akan mengenal file sebagai file data string jika memiiki nama field berikut:
Nama
Keterangan
Field
PVALUE Idetitas dari setiap string
Nomor urut dari titik dalam string dimana titik
PTN
pertama bernilai 1
XP Koordinat X dari tiap titik
YP Koordinat Y dari tiap titik
ZP Koordinat Z dari tiap titik
COLOUR Warna dari setiap String

Tipe dari semua data field di atas adalah numeric dan wajib ada di data file string
Studio 3 dan nama-nama field tersebut harus huruf besar.

Jika anda menampilkan data string yang tidak mempunyai field COLOUR ke
Design window maka tampilan data string tersebut akan diberi warna
default yaitu abu-abu.

Field default yang lain dari file data string yaitu field yang memuat kode simbol yang
digunakan (SYMBOL) dan kode jenis garis yang digunakan (LSTYLE), rincian dan
keterangan dari field tersebut seperti di tabel berikut.

Nama Field Keterangan Nilai Default

SYMBOL Tipe data numeric bernilai 201 hingga 267 201

LSTYLE Tipe data numeric bernilai 1001 and 1008 1001

List tampilan nilai SYMBOL dan LSTYLE dan keterangan field yang ada di file data string
Datamine dapat dilihat di Lampiran 2 Nama Field Standar Studio.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Jika anda membuat string di window Design dan menyimpannya maka file string
tersebut memuat data field default di atas.
Biasanya diperlukan penambahan satu atau lebih field attribute pada string yang akan
memuat informasi string itu. Dengan penambahan data field attribute anda dapat
memilih data string tersebut berdasarkan nilai field attribute tertentu. Nama field
attribute dapat dibuat sesuai kebutuhkan asalkan nama tersebut harus tidak sama
dengan nama field default Datamine (Akan dibahas lebih lanjut pada sessi Attribute).

Apa bedanya string dengan perimeter?


Istilah perimeter digunakan untuk string yang tertutup. String tertutup adalah jika
titik awal dan titik akhir berhimpit.

Apa pengaruhnya jika string searah jarum jam dengan berlawan arah jarum
jam?
Tidak ada, anda dapat membuat string dari segala arah.

Apa nilai field PVALUE pada file string mempunyai nilai tertentu atau range
tertentu?
Tidak ada, nilai field PVALUE untuk memastikan setiap string mempunyai nilai yang
berbeda, dan di window Design nilai field tersebut tidak signifikan.

Apa yang membedakan titik awal dengan titik akhir suatu string?
Tampilan titik awal suatu string dinotasi dengan simbol yang lebih besar, bentuk
default simbolnya lingkaran yang berdiameter dua kali dari titik yang lainya. Ukuran
simbol tersebut dapat diubah dengan perintah Format | Display | Symbols | Size.

Latihan 1 Membuat String dan Mengedit Titiknya


1. Pertama-tama anda harus menghapus semua data di window Design dengan
menggunakan perintah Edit | Unload All Data.
2. Gunakan perintah Design | New String (ns). Panel berikut adalah panel
String Attributes yang muncul di bawah Design window.

Kotak yang berwarna menunjukkan palet warna yang dapat digunakan, warna
tersebut menujukkan nilai field COLOUR dengan range 1-64.
3. Pada pojok kiri panel String Attributes ada 4 kotak pilihan yang dapat
digunakan untuk mengubah field attribut yang digunakan pada string terbut.

4. Coba gunakan keempat pilihan tersebut. Pilihan pertama (yang paling kiri) untuk
mengubah attribut warna dengan memilih warna di palet warna yang ada. Pilihan
kedua untuk mengubah attribut simbol dengan memilih pilihan bentuk simbol di
palet simbol yang ada. Palet simbol seperti gambar berikut:

Piihan ketiga untuk mengubahan attribut jenis garis dengan memilih jenis garis di
palet jenis garis yang ada:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Pilihan keempat (AT) untuk mengubah nilai data field attribute. Jika anda tekan
tombol AT tidak akan ada perubahan karena tidak ada nama field attribute. Topik
ini akan dibahas di section Field Attribut pada sessi berikutnya.
5. Gunakan pilihan pertama untuk menampilkan palet warna dan pilih suatu warna.
Digitizing beberapa string seperti gambar berikut. (Anda harus menggunakan
perintah New String (ns) atau pilih warna yang lain di palet warna untuk
membuat string baru). Bila anda telah membuat string tersebut, tekan tombol
Cancel yang ada di pojok kiri atas Design window untuk keluar dari proses
perintah New String.

Perintah New String adalah salah satu dari modal command,


maksudnya perintah ini akan aktif hingga tombol Cancel yang di pojok
kiri atas window Design ditekan atau menekan tombol <ESC> di
keyboard atau menggunakan perintah yang lain.
Perintah-perintah lain yang tidak akan menghentikan modal command
yaitu perintah zooming, panning atau moving bidang pandang, selain itu
akan menghentikan perintah modal command.

6. Pada control bar Loaded Data, akan ada objek baru yang bernama New
Strings. Object tersebut sudah ada di memory dan belum disimpan ke suatu file.
Tampilan panel control bar tersebut akan seperti gambar berikut:

7. Ubah tampilan simbol string yang digunakan dengan menggunakan perintah


menu Format | Display. Gunakan tab Overlay Objects dan pilih object New

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Strings, lalu gunakan sub panel Overlay Format dan pilih tab Symbols. Pada
group Size ketik 1 pada kotak di samping Fixed untuk mengubah ukuran menjadi
1mm. Tekan tombol Close untuk keluar dari dialog.

8. Jika anda menekan tombol kiri mouse di window Design Window dan tidak
sedang menggunakan perintah New String, maka string yang paling dekat
cursor mouse akan terpilih. String yang terpilih akan berubah warna menjadi
kuning. Jika akan memilih lebih dari satu string gunakan Ctrl.
9. Menghapus pilihan pada semua string dengan menggunakan perintah
Edit | Select on Click | Deselect All Strings (das).

10. Tujuan memilih satu atau lebih string adalah untuk mengedit string hanya yang
terpilih dan tidak mengganggu string yang lain. Latihan berikut untuk
menunjukkan perbedaannya.

11. Gunakan perintah Deselect All Strings (das) dan gunakan perintah
Design | Move Points (mpo). Anda akan melihat informasi apa anda harus
kerjakan dengan mouse di pojok kiri bawah window Design. Ubah posisi point
dari tiap string.

12. Tekan tombol Cancel, lalu pilih string yang paling kanan dan gunakan perintah
Move Points (mpo) maka informasi yang ada di pojok kiri bawah akan seperti
berikut. Ubah posisi point dari string tersebut.

13. Jika string paling kanan terpilih anda tidak dapat mengubah posisi point dari dua
string lainnya. Tekan tombol Cancel untuk mengakhiri perintah.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

14. Perintah Design | Insert Points (ipo) untuk menambah data point pada string
dengan digitizing posisi point yang baru. Seperti perintah pengeditan string yang
lain, perintah berpengaruh pada string yang terpilih jika ada string yang terpilih.
Cobalah perintah ini dengan string yang terpilih ataupun yang tidak ada string
yang terpilih.

Latihan 2 Menyimpan String dan Menghapus String


1. Untuk menyimpan string yang ada di memory, pada control bar Loaded Data
tekan tombol kanan mouse pada object New Strings dan pilih perintah Save As.

2. Pada dialog Save 3D Object dan tekan tombol Datamine (.dm) file.

3. Pada dialog Save New Strings ketik xxtmp1 pada kotak Filename dan tekan
tombol Save.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Gunakan panel control bar Loaded Data untuk memastikan nama file
xxtmp1.dm (strings) sudah menggantikan object New String.

5. Untuk menghapus string yang ada memory dengan menggunakan perintah Edit |
Erase | All Strings (eal) atau menekan tombol kanan mouse di window Design
lalu pilih perintah Erase | All Strings.

Latihan 3 Membuat String Terbuka dan String Tertutup


1. Buat string yang memuat 4 titik seperti gambar di bawah ini:

2. Letak cursor mouse dekat titik yang pertama dan tekan tombol kanan mouse
untuk membuat string tertutup. Proses pembuatan string dengan menekan
tombol kanan mouse disebut snapping. Tekan tombol Cancel untuk keluar dari
proses perintah New String.

3. String tersebut disebut string tertutup atau perimeter karena titik awal dan titik
akhir mempunyai koordinat X, Y dan Z yang sama. String yang terbuka dapat
dibuat menjadi string tertutup dengan menggunakan perintah
Design | Open/Close | Close (clo) atau dengan fungsi snapping pada titik
pertama dengan mode snap snap to point. Perintah Close (clo) lebih aman
daripada fungsi snapping karena tidak mungkin salah titik. Tidak ada perbedaan
string yang dibuat dengan menggunakan perintah Design |
Open/Close | Close (clo) dan dengan menggunakan fungsi snapping.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 4 Membatalkan Pengeditan Terakhir dan Menggabungkan 2


String
Perintah Edit | Undo String Edit (ule) untuk membatalan perintah pengeditan string
yang terakhir. Perintah ini tidak berlaku pada semua perintah khususnya pembuatan
dan penghapusan banyak string. Perintah pengeditan yang tidak dapat dibatalkan
dengan perintah Undo String Edit (ule) adalah Edit | Erase | All Strings (eal).
1. Gunakan perintah Edit | Erase | All Strings (eal) untuk menghapus data string
yang dibuat pada latihan sebelumnya.
2. Buat 2 string tertup yang tertutup seperti gambar berikut.

Pastikan anda menekan tombol Cancel bila telah membuat dua string
tersebut.

3. Hapus tanda string terpilih dengan menggunakan perintah


Edit | Select | Deselect All Strings (das) dan coba menggunakan perintah
Design | String Tools | Combine (com) dengan memilih segment yang
ditandai angka 1 dan 2 pada latihan berikut. Gunakan perintah Undo String
Edit (ule) untuk membatalkan perintah tersebut agar anda tidak membuat dua
string tersebut lagi.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Jika anda menginginkan kedua string original dan hasil penggabungan dua string
tersebut ada di memory dengan menggunakan perintah Design | String
Tools | Keep Originals (ko) untuk menggaktifkan string original tetap ada
sebelum menggunakan perintah Design | String Tools | Combine (com).

Latihan 5 Melanjutan, Membalik Arah dan Menghubungkan String


1. Gunakah perintah Edit | Erase | All Strings (eal) untuk menghapus semua
data dalam memory dan digitizing dua string arah utara-selatan yang berbeda
sehingga kedua string tersebut sejajar. Mulai dari atas ke bawah pada saat
digitizing, seperti gambar berikut:

2. Gunakan perintah Design | String Tools | Extend (ext) untuk menambah dua
atau lebih titik pada segmen terakhir kedua string tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

3. Gunakan perintah Design | String Tools | Connect (conn) untuk


menghubungan dua string tersebut sehingga membentuk bentuk ‘U’.
4. Gunakan perintah Edit | Undo String Edit (ule) dan hubungkan kedua string
tersebut hingga membentuk bentuk ‘N’.

Latihan 6 Memotong String dan Membuat String Outline


1. Hapus semua data di Design window dengan perintah Edit | Unload All Data
(ua).
2. Buatlah sebuah string berbentuk lingkaran dengan menggunakan perintah
Design Arcs Circle by Radius (cir), masukan nilai radius=50, hasilnya
seperti gambar berikut:

3. Ubah pilihan snapping menjadi snapping grid dengan menggunakan perintah


Edit | Snapping | Snap to Grid (stg). Lalu buatlah sejumlah string yang
memotong lingkaran string pertama dengan menggunakan tombol kanan mouse
(snapping). Anda dapat membuat satu string atau beberapa string, dimana string
tersebut memiliki titik awal dan titik akhir (titik-titik) diluar daerah lingkaran
string. Tampilan Design Window akan terlihat seperti gambar berikut:
JANGAN MEMBUAT TITIK APAPUN DI DALAM LINGKARAN STRING

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X-9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Simpan semua string ke dalam sebuah file yang bernama _xxx.dm dan ubah
kembali pilihan snapping menjadi snap ke titik dengan menggunakan perintah
Edit | Snapping | Snap to Points (stpo).
5. Gunakan perintah Deselect All Strings (das) kemudian gunakan perintah
Design | String Tools | Clip to Perimeter (ctp) untuk hapus data string atau
point dengan batasan string tertutup. Ikuti informasi pada sudut kanan bawah
dari layar Datamine. Ketika muncul pertanyaan “Select perimeter to control
clipping”, pilih sebuah titik pada lingkaran string. Ketika muncul pertanyaan
“Select a point inside or outside to indicate what to delete”, pilih sebuah
titik diluar lingkaran string. Maka semua bagian string yang berada di luar
perimeter lingkaran tersebut akan terhapus dan tambahan titik pada string akan
otomatis disisipkan pada perpotongan antara string tersebut dengan lingkaran
string.
6. Simpan data string yang telah terpotong dengan cara pada control bar Loaded
Data, pilih file _xxx.dm, klik kanan pilih Data | Save As simpan dengan nama
_xxx1.dm. Data ini akan digunakan pada latihan berikutnya.

Latihan 7 Membuat Outlines dan Memilih Perimeter


Pilihan Outlines untuk membuat string tertutup dengan menggunakan string-string
yang telah ada baik string terbuka ataupun tertutup. Sebagai contoh, jika kita ingin
memilih suatu areal tertentu dari daerah yang telah terbagi oleh beberapa batasan
string, maka kita dapat menggunakan perintah ini.
Berikut adalah contoh dimana kita memilih salah satu areal yang merupakan bidang
bujur sangkar.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Benar Salah

Meskipun pembuatan outline string bisa dilakukan satu persatu, pada prakteknya
pekerjaan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dan terkadang cendrung
membuat kesalahan. Oleh karena itu disarankan untuk terlebih dahulu membuat
rancangan string (gambar bawah) terlebih dahulu dan kemudian gunakan fasilitas
Outlines untuk membuat outline tersebut.

Catatan :
Pada gambar di atas, hanya satu string (segiempat terbesar) yang merupakan string
tertutup. String ini menandakan batas terluar dari daerah yang kita miliki, sementara
tiga string lainnya merupakan string terbuka yang menjadi pembatas bagian dalam
dari blok-blok di dalam string tersebut.
1. Gunakan perintah File | Settings dan pastikan ada tanda pada panel pilihan
Generate all possible outlines seperti pada gambar berikut. Tekan OK untuk
menutup panel tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

2. Gunakan perintah Design | Outlines | Generate Outlines (ou).


3. Cobalah memilih salah satu outline string dengan memilih titik yang ada di dalam
salah satu perimeter outline yang ada. Anda akan melihat bahwa terkadang anda
tidak mendapatkan outline yang anda inginkan. Hal ini disebabkan karena
outline-outline yang terbentuk memiliki batas yang berhimpit satu dengan yang
lainnya. Untuk itu anda harus terlebih dahulu menggunakan perintah
Edit | Select | Select Perimeter (spe) untuk mengatur pilihan string kemudian
coba kembali mengklik mouse pada salah satu bidang outline, maka anda akan
melihat bahwa bidang outline yang terpilih sesuai dengan yang anda kehendaki.
4. Simpan hasil outlines dengan nama _xxx2.dm

Latihan 8 Mengcopy, Memindahkan, Membesarkan, Merotasi dan


Pencerminan String
Perintah Copy, Move, Rotate dan Mirror untuk membuat perubahan pada bidang
pandang yang digunakan. Perintah tersebut bekerja jika anda telah memilih titik string
yang akan dicopy atau diubah dan pilih titik kedua menjadi lokasi perubahan tersebut.
Anda harus perhatikan infomasi yang ada Status Bar di pojok kiri bawah dalam
penggunaan perintah tersebut.
1. Hapus semua object di Design window dan hapus semua string dengan
menggunakan perintah Data | Unload | All (ua). Buat string lingkaran yang
baru dengan menggunakan perintah Design | Arcs | Circle by Radius, dengan
diameter 30m. Gunakan perintah berikut terhadap string lingkaran tersebut:
• Design | Move String (mo) untuk memindahkan string tersebut ke lokasi
yang baru dengan memilih titik acuan dari string ke lokasi yang baru.
• Design | Copy String (cps) untuk mengcopy string ke lokasi yang baru
dengan memilih titik acuan dari string dan pilih lokasi string yang baru.
• Design | String Tools | Expand (exp) untuk memperbesar dan
memperkecil perimeter dengan menentukan jarak dari string original.
2. Hapus string yang dibuat dengan perintah Erase All Strings (eal).
3. Buatlah garis seperti gambar berikut kemudian gunakan 3 perintah rotasi (Rotate
String, Rotate By Angle dan Rotate To Azimuth).

Catatan: Perintah Design | Rotate String | Rotate To Azimuth (rsa) anda


harus menentukan titik poros rotasi lalu menentukan nilai azimutnya (New

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Azimuth). Nilai azimut yang dimasukkan adalah arah azimut dari segmen titik
porosnya (yaitu arah titik akhir segment titik poros tersebut).
4. Perintah Mirror String untuk membuat string hasil percerminan, cermin yang
dipakai adalah bidang yang ditentukan. Pilih string pada latihan sebelumnya dan
gunakan perintah Design | Rotate String | Mirror String lalu tentukan 2 titik
sebagai bidang cermin. Maka ada string baru hasil pencerminan terhadap bidang
tersebut.

Bidang pencerminan harus melebihi dari ujung string yang akan


dicerminkan dan string yang baru tidak mempunyai nilai field attribut
yang ada di string original.

Latihan 9 Mengcopy String Searah Sumbu


1. Gunakan perintah Edit | Erase | All Strings (eal) untuk menghapus semua
data string di memory dan buat string lingkaran tertutup yang lain.
2. Gunakan perintah Design | Translate String (tra) dan ketik 100 pada Z
Translation Distance lalut tekan tombol OK.

3. Pada tampilan Design Window seakan-akan tidak ada string yang baru
terbentuk. Dikarenakan string yang baru tersebut 100 meter di atas dan
isometrik dengan string yang originalnya. Gunakan perintah Format | Visualizer
| Update Visualizer Objects (uv) dan lihat 2 string di Visualizer Window.
Tampilan di Visualizer window seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 10 Memproyeksi String


Perintah Project String menggunakan 4 metode pilihan, seperti berikut:

Method Keterangan

Up Proyeksi string pada elevasi di atas string


originalnya.

Down Proyeksi string pada elevasi di bawah string


originalnya.

Both Proyeksi string pada elevasi mungkin di bawah


atau di atas dari string originalnya.

Relative Proyeksi string pada jarak dari string originalnya.

1. Hapus semua string di Design window dengan menggunakan perintah Erase All
Strings (eal).
2. Gunakan sudut default proyeksi dengan menggunakan perintah Design |
Project | Set Projection Angle (fng).
3. Buat string lingkaran tertutup dan gunakan perintah Design | Project | Project
String (pro). Pada dialog Project String buat pilihan U lalu tekan OK untuk
memproyeksi string ke elevasi di atas string original dan ketik 125 untuk
membuat elevasi string proyeksinya.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Pada Status Bar di pojok kiri bawah akan muncul prompt seperti berikut:

“high side” adalah daerah yang lebih tinggi (misalnya dinding bench atau badan
jalan). Pilih titik di luar perimeter original tersebut yang merupakan daerah yang
lebih tinggi. Dengan memilih sisi luar perimeter string proyeksi yang baru berada
di elevasi 125m di atas string original, dan diproyeksi keluar dengan sudut 60
derajat.

5. Gunakan perintah Zoom Extents pada toolbar di sisi kanan Studio 3.


6. Pada tampilan Design window akan tampak seperti gambar berikut. Lihat
hasilnya di Visualizer Window.

7. Gunakan perintah Project String dengan pilihan metode proyeksi (Projection


method) R dan jarak garis proyeksi dengan garis oringinalnya (Projection
Distance) 25. Bila muncul prompt di pojok kiri bawah Status Bar seperti berikut
, pilih bagian luar dari string tersebut. Maka string
proyeksi ada 25 di atas string original dengan proyeksi ke luar.
8. Coba langkah 7 lagi dengan menentukan sisi high side di luar string yang
dihasilkan latihan 7. Kemudian tekan tombol Cancel.

9. Gunakan icon perintah Update the visualizer dan lihat kedua string proyeksit
tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 11 Memperpanjang String Ke Suatu String


1. Hapus semua string (Erase All Strings (eal)) dan buat 2 string terbuka (New
String (ns)) seperti gambar berikut:

2. Gunakan perintah Design | String Tools | Extend to String (ess). Bila muncul
prompt Indicate end point TO EXTEND FROM di bawah Status Bar, pilih titik A
ujung dari string merah lalu pilih salah satu titik string yang biru yang lain.
Dengan perintah ini akan memperpanjang string dengan arah azimut dan dip dari
segmen titik akhir string tersebut ke string yang melintang di hadapannya. Kedua
garis tersebut tidak harus sebidang.
3. Untuk memperpanjang string ke string yang lain sehingga titik perpanjangnya
tegak lurus dengan string tersebut,
a. Mengaktifkan mode snapping Snap to line dengan menggunakan perintah
Edit | Snapping | Snap Mode Set to Lines (stl).
b. Gunakan fungsi Edit | Snapping | Snap Perpendicular (stpe) untuk
mengaktikan memperpanjang dengan arah tegak lurus terhadap string.
c. Gunakan perintah Design | String Tools | Extend (ext).
d. Pilih string yang akan diperpanjang (titik A di gambar di atas)
e. Pilih sting yang akan batas perpanjangnya dengan snapping pada string
pembatas tersebut.

Latihan 12 Pengkondisian String


Perintah pengeditan string ada dalam menu Design | Condition. Perintah-perintah
pengeditan string digunakan untuk memperbaiki atau memodifikasi string yang telah
ada. Sebagai contoh dari perintah perbaikan string ini adalah menghilangkan titik
yang berimpit pada string atau memperbaiki persilangan (cross over) pada satu
string.
Berikut perintah-perintah yang ada dalam menu Design | Condition:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Perintah Short Cut Keterangan

Untuk menata ulang posisi titik-titik


Design | Condition |
cond sepanjang string berdasarkan jarak
Condition String
titik dan sudut

Design | Condition | Trim Untuk mengluruskan persilangan pada


tcr
Crossovers suatu string

Untuk menggabungkan segmen-


Design | Condition | Trim
trc segmen string yang membentuk
Corners
cengkungan

Untuk memperhalus bentuk string


Design | Condition |
sms dengan menyisipkan titik tambahan
Smooth String
secara otomatis

Design | Condition | Untuk mengurangi jumlah titik pada


red
Reduce Points string

Untuk menambahkan titik pada string


Design | Condition |
ii terpilih di pesilangan dengan string
Insert at Intersection
yang lain

1. Buat sebuah kurva string tertutup seperti gambar berikut. Pastikan anda juga
membentuk “zig-zag” pada sebagian segmennya.

2. Pilih string tersebut dan gunakan perintah Design | Condition | Condition String
(cond). Anda akan diminta untuk memasukkan panjang minimum dan maksimum
serta sudut minimum untuk setiap segmen dari string tersebut. Penentuan panjang
minimum dan maksimum dari setiap segmen string memungkinkan kita mengatur
jarak antar titik sepanjang string, buat nilai-nilai tersebut seperti gambar berikut dan
tekan tombol OK. Lalu tekan tombol Cancel untuk mengakhiri perintah.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Titik dapat tersisipkan atau terhapus untuk memenuhi setting yang telah
ditentukan tersebut. Setting sudut minimum dapat digunakan untuk menghapus
segmen string yang memiliki sudut diantara keduanya kurang dari nilai yang telah
ditentukan. Dan segmen string yang “zig-zag” akan terhapus.

Latihan 13 Menghapus Crossover


1. Hapus semua data di Design Window dengan menggunakan perintah Edit |
Unload All Data (ua). Buatlah string terbuka dengan bentuk seperti gambar
berikut:

2. Pastikan string telah terpilih kemudian gunakan perintah Design | Condition |


Trim Crossovers (tcr). Maka bagian yang bersilangan dari string tersebut akan
terhapus.
3. Kemudian gunakan perintah Design | Conditon | Trim Corners (trc) dan pilih
segmen string yang berlabel “1” dan “2”. Perintah tersebut akan menghapus
bagian di antara dua titik tersebut. Perintah ini biasanya digunakan untuk
menghilangkan bagian dari string yang sukar dibuat wireframe-nya dan atau tidak
cukup praktis dalam aplikasi di lapangan kemudian.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 18


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

String yang telah berubah akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Latihan 14 Menghaluskan String dan Mengurangi Titik Pada String


1. Buat string di Latihan 3 tersebut menjadi string tertutup dengan menggunakan
perintah Design | Open/Close | Close (clo). Jika anda terlanjur menghapus
string tersebut, maka buatlah kembali sebuah string tertutup.
2. Gunakan perintah Design | Condition | Smooth String (sms), perintah ini akan
memperhalus string dengan menyisipkan titik di sepanjang string.
3. Gunakan perintah Design | Condition | Reduce Points (red), perintah ini akan
mengurangi titik di sepanjang string. Perintah bekerja dengan memilih titik-titik
yang relatif sejajar sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya perubahan
bentuk dari string akibat pengurangan titik tersebut.
4. Gunakan string tertutup untuk melihat perubahan yang terjadi dari perintah
smoothing dan reducing ini.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 19


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 15 Menyisipkan Titik Pada Perpotongan String


1. Hapus semua string dari Design Window dan buatlah 4 string terbuka seperti
gambar berikut. String yang memanjang searah Barat-Timur merupakan string
yang dibuat dari dua titik dan memotong tiga string lain yang memanjang searah
Utara-Selatan. String yang memotong usahakan tidak melewati titik string yang
lain.

2. Pilih string yang searah Barat-Timur dan gunakan perintah Design | Condition |
Insert at Intersections (ii). String terpilih tersebut akan disisipkan titik-titik
pada persilangan string tersebut dengan string yang lain.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 20


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 16 Memutuskan String Dengan String


1. Hapuslah semua data di Design window dan buat 2 string terbuka seperti gambar
berikut. Pilih kedua string tersebut dan jalankan perintah Design | String Tools |
Break | With String (bks).

2. Ketika ada informasi “Indicate the Control String” pilih string yang lurus. Ketika
ada informasi “Indicate String to Break using the First String” pilih string
yang berbentuk “S”. Maka string yang berbentuk “S” akan terpotong-potong pada
perpotongan string yang lurus.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia X - 21


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

11 FORMAT DATA DAN TAMPILAN DATA


Pengantar
Pada sesi sebelumnya telah membuat dan mengimpor file data, dan pada sessi ini
akan membahas bagaimana menampilkan data file tersebut. Data yang masuk ke
memory dapat diubah format tampilannya untuk membantu dan mempermudah
pekerjaan dengan data tersebut dalam menampilkan, interpretasi, modeling dan
proses plotting. Format tampilan yang diubah seperti:
• Warna
• Bentuk Symbol
• Bentuk Line
• Labes (annotation)
• Attributes
• Pengaturan tampilan lainnya
Fungsi mengubah format seperti berikut:
• Grid Menentukan spasi grid X, Y dan Z, bentuk garis, dan format
anotasi yang digunakan
• Filters Memfilter data objects berdasarkan nilai attributes
• Legends Menentukan legenda yang digunakan pada data table dan data
objects
• Attributes Menambahkan dan mengedit nilai numerik dan alpanumerik dari
attribut data object
• Display Format penembusan drillhole, drillhole columns, grids and data
objects menggunakan format settings
Latar belakang
Legenda adalah salah satu cara mudah untuk menampilkan data dalam suatu nilai
atau suatu range nilai. Pembuatan dan penggunaan legenda dalam tampilan data
dapat berbeda atau sama dalam window yang berbeda. Sistimatika penggunaan
legenda membuat tampilan data lebih memudahkan dalam interpretasi.
Fungsi filter, range, warna dan model tampilan dapat diatur untuk membantu proses
intepretasi dan menampilan data bor dan data yang lain.
Dalam pembuatan dan pengeditan legenda diatur dalam dialog Legend Manager yang
terdapat di Format | Legends.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Ada empat jenis legenda yaitu:

Legend Keterangan
Type

System Jenis legenda ini diperlukan software dalam pengerjaannya. Legenda


ini tidak dapat diedit atau dihapus, tetapi dapat dicopy pada untuk
membuat legeda katergori yang lain, dimana legend hasil copy dapat
diedit.
Legenda tersebut tidak dapat disimpan di file, legenda tersebut
tersimpan di file folder Legends (di...Program Files/Common
Files/Earthworks/Legends).
Secara default legenda tersebut tidak tampil, untuk menempilkan
dengan memberikan tanda check pillihan legenda tersebut di the
Legends Manager.

User Tipe legenda ini biasa digunakan yang dapat disimpan terpisah dari
project. Tipe legenda ini dapat digunakan oleh group user yang
memudah digunakan dan konsisten.
Legenda ini dapat diedit dan disimpan sebagai "User.elg" di file folder
"C:\Documents and Settings\<username>\Application Data\Datamine
\Legends" .
Catatan: Jika file project tersebut dipindahakan ke user yang lain dan
jika file project tersebut digunakan, maka file legenda tersebut tidak
dapat digunakan oleh user yang lain.

Project Legenda ini dapat disimpan sebagai bagian dari project. Jika project di
pindahkan ke user lain, maka legenda yang ada di project tersebut
dapat digunakan oleh user lain tersebut.
Legenda ini dapat diedit dengan mudah.

Driver Dibuat secara otomatis ketika data diimpor ke host program dengan
mengunakan Data Source Drivers.
Secara default legenda tersebut tidak tampil. Untuk menampilkan
legenda tersebut denga membuat check pada pilihan Legenda
tersebut di the Legends Manager. Legeda Driver akan ada di list
legenda ada di PROJECT tetapi mempunyai prefix yang menunjukkan
driver yang digunakan pada proses import data tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Penggunaan legenda untuk membedakan data file


Banyak macam jenis data alphanumerik dan numerik dapat ditampilkan secara
bebeda dengan menggunakan legenda. Data yang bernilai numerik tertentu atau
bernilai alpanumerik dapat dibedakan dengan tampilan data yang berbeda (dalam
beda warna, jenis garis, irisan dan simbol dsb yang digunakan). Data yang biasa
digunakan dalam legenda misalnya kode jenis batuan ROCK, jenis struktur dan
menunjukkan suatu group.
Nilai interval digunakan untuk batas atas dan batas bawah, dan warna dan textur
yang digunakan untuk tampilan nilai data dalam suatu range tertentu.
Fungsi filter digunakan untuk mengatasi nilai batasan yang kompleks jika suatu nilai
atau range inteval tidak bisa digunakan untuk menunjukkan suatu kategori. Fungsi
filters menggunakan penyataan logika yang menentukan kategori tersebut dan
ditampilkan dalam format berbeda. Fungsi filter dapat dibuat dengan menggunakan
beberapa data field yang ada.
Legenda tersebut dapat digunakan pada semua window. Perubahan pada legenda
akan berpengaruh pada tampilan data yang menggunakan legenda tersebut.
Latihan-latihan berikut bagaimana membuat dan mengubah tipe legenda User dan
Project yang akan digunakan pada latihan pada section berikutnya.

Latihan 1 Membuat Legenda


Pada latihan ini anda akan membuat legenda untuk menunjukkan nilai kadar emas di
penembusan bor.
1. Tampilkan data drillhole dholes di window Design.

2. Gunakan icon perintah Format Legends atau menggunakan perintah menu


Format | Legends.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Pada dialog Legends Manager tekan tombol New Legend.


4. Gunakan pilihan "Use explicit ranges" dan tekan tombol Next.

5. Gunakan pilihan “User Legends Storage” untuk menyimpan legenda tersebut


sebagai tipe legenda User Legends lalu tekan tombol Next.

6. Tentukan nama legenda tersebut dengan "Au_legend", pilih Data Type dengan
"Numeric" untuk menggunakan jenis data numerik, dan gunakan pilihan
“Ranges” dan tekan tombol Next.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

7. Tentukan Number of Items dengan "5" untuk menggunakan 5 interval, buat


nilai Minimum Value "0", dan nilai Maximum Value "30" untuk membuat nilai
dari ke-5 interval tersebut dari 0 hingga 30 kemudian tekan tombol Next.

8. Pilih distribution dengan "Linear", gunakan pilihan "Equal Population" untuk


pembagian interval tersebut secara linear dengan panjang interval banyak
sampel yang sama, lalu tekan tombol Next.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Pada dialog Coloring Wizard, gunakan pilihan "Rainbow blue->red" pada


pilihan Select the type of color range to use for legend items dan tekan tombol
Preview Legend.

10. Tutup dialog Legend preview dan tekan tombol Finish pada dialog Coloring
Wizard.
11. Pada dialog Legends Manager, lihat legenda baru AU_Legend ada di list di
tipe USER Legends, seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

12. Pilih salah satu item dari legenda tersebut yang ada panel sebelah kiri di dialog
tersebut dan buat properti yang ada di panel sebelah kanan dialog tersebut
seperti tabel berikut. Hapus tanda check pada Automatic generate description
untuk mengubah keterangan interval tersebut. Tekan tombol Close pada dialog
tersebut.

LINE AND FILL


INTERVAL FROM TO Description
COLOUR
1. [0,6] Black 0.00 0.50 Waste
2. [6,12] Blue 0.50 2.50 Leach Grade Stockpile
3. [12,18] Yellow 2.50 4.50 Low Grade
4. [18, 24] Red 4.50 9.00 ROM
5. [24,30] Orange 9.00 30.00 High Grade

Latihan 2 Membuat Legenda – Berdasarkan Nilai Tertentu


Latihan ini anda akan membuat legenda yang menunjukkan nilai kode zone tertentu.
1. Gunakan Legends Manager dengan menekan icon perintah the Format

Legends atau menggunakan perintah Format | Legends.


2. Tekan tombol New Legend.
3. Gunakan pilihan "Use Object Field" dan pilih data dholes(drillholes) dengan
menekan tombol browse di kotak Object dan nama field LODEID di kotak the
Field. Tekan tombol Next.

4. Gunakan pilihan “User Legends Storage” untuk menyimpan legenda baru tersebut
sebagai tipe legenda User Legends dan tekan tombol Next.
5. Tentukan nama legenda tersebut dengan Name "LODEID_Legend", gunakan
pilihan “Unique Values” dan gunakan fungsi “Convert to filter expressions” then
click Next.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Sistem Studio 3 akan membaca data file drillhole tersebut dan membuat filter
dengan nilai field LODEID yang ada di dalam data file tersebut. Anda hanya
menekan tombol Next lalu tekan tombol Finish.

7. Untuk mengubah warna untuk nilai LODEID=- dengan memilih item legend
tersebut yang ada di panel sebelah kiri Legends Manager untuk menampilkan
properti yang ada di item legend tersebut di panel legend properties yang ada di
sebelah kanan Legends Manager.
Bila Panel Sebelah Kanan tidak tampak, tekan tombol Show Detail

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

8. Pilih label Fill Color di section Legend Item Format seperti gambar berikut.

9. Pilih warna dari list warna dengan menekan icon drop down yang ada di samping
warna tersebut.
10. Ulangi langkah 10 tadi untuk mengubah warna garis sama dengan warna yang
dilakukan di langkah 10 lalu sehingga warna dan nilai Value seperti tabel berikut.
Lalu tekan tombol Apply dan tekan tombol Close.
Value LINE AND FILL COLOUR Description
0 Blue LODEID=0
1 Green LODEID=1
2 Red LODEID=2

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Tampilan data Object 3D (points, strings, drillholes, wireframes, block models) di


Design, Visualizer, Plots dan VR windows dapat berbeda format tampilannya.
Format tampilan dapat diubah:
• Style Menentukan bentuk tampilan untuk data points, label, lines, faces,
blocks, arrows dan drillholes menggunakan asiran dan model gambar
• Color pewarnaan menggunakan warna homogen atau berdasarkan warna
Legenda
• Symbols menentukan bentuk Symbol dan warna yang digunakan
• Labels Membuat label pada object 3D dengan nilai attributnya.

Latihan 3 Format Tampilan String – Mengubah Style, Color dan


Symbols
Latihan ini anda akan mengubah setting format meliputi Style, Color dan Symbol pada
kontur topography di Design window dan menerapkan setting format tersebut di
Plots window.

Perintah dan prosedur umum yang ada di latihan ini dapat diterapkan
pada object 3D lainnya baik di window Design maupun di window
Plots. Tab yang ada pada panel Format Display sangat sederhana
yaitu memuat setting yang penting dan nama tab tersebut tergantung
pada tipe data object 3D yang akan ubah formatnya.

1. Tampikan data file string, wireframe dan file section definition berikut ini dengan
memilih data object tersebut di control bar Project Files dan memindahkan ke
Design window.
• topo.dm (string file)
• dholes.dm (drilhole file)
• _faultr.dm (wireframe triangle file)
• views.dm (section definition file)
2. Gunakan pengaturan bidang pandang secara horizontal dari file section definition
yang telah dibuat latihan pada sesi sebelumnya dengan menekan icon perintah

Get View yang ada di toolbar sisi kanan Studio 3.


3. Ketik “1” pada command line lalu tekan tombol <Enter> pada keyboard.

4. Gunakan icon perintah Format Display atau gunakan perintah Format |


Display.
5. Pada panel Format Display, pilih object topo.dm (strings) yang ada di list
Overlay Objects.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Gunakan tab Style dan pada pilihan "Visible" buat tanda check juga pada
pilihan "Lines" buat tanda check seperti gambar di atas.
7. Gunakan tab Color tab, buat pilihan di "Fixed Color" dengan warna "Bright
Green" dari palet warna dengan menekan tombol Browse, tampilan pada
panel tersebut seperti gambar berikut.

8. Gunakan tab Symbols, buat pilihan "Fixed" dengan bentuk simbol lingkaran dari
palet symbol dengan menekan tombol Browse di sampingnya.
9. Pada group Size buat pilihan "Fixed" dengan ukurannya 0.5 mm dengan mengetik
"0.5" di sampingnya.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

10. Tekan tombol Apply lalu tekan tombol Close.


11. Lihat hasil perubahan format tersebut.

String contour akan berwarna hijau muda dan simbol lingkaran pada titik-
titiknya. Perintah Format Display hanya berlaku pada Design window
pada tahap ini dan tidak berlaku pada pada window yang lain. Untuk
mengaktifkan pada window lain dengan memberi tanda check pada pilihan
"Apply to all overlays displaying stopo.dm (strings)".

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Pada latihan berikut anda akan mengubah format dari tampilan data static drillholes
dholes. Pada latihan ini panel Format Display dibuka dengan memilih file static
drillholes dholes pada panel control bar Sheets. Berikut format yang akan diubah:
• Labels Mengaktifkan label identitas lubang bor pada titik collar,
merotasi label sehingga tegak lurus terhadap lubang bor
• Drillhole Traces color Penwarnaan penembusan lubang bor sesuai
legenda LODEID_legend
• Downhole Graphs Nilai kadar AU di sisi sebelah kanan lubang bor

Latihan 4 Format Tampilan Data Drillholes – Menggunakan Label


1. Pada window Design, gunakan perintah Format | Display, pilih object dholes.
2. Pada panel Format Display gunakan tab drillholes.
3. Tekan tombol Format pada tab Drillholes, seperti yang tambpak seperti pada
gambar berikut ini:

4. Bila panel Display Drillholes Traces, gunakan tab Labels dan buat tanda check
pada pilihan "Collar" seperti gambar berikut lalu tekan tombol Configure.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Pada panel Label, buat pilihan di "Angle" menjadi "45" derajat untuk
memiringkan text label, dan buat nilai “Parallel Offset” menjadi “-3.5” untuk
membuat jarak text dan collar, tampilan panel tersebut seperti gambar berikut
lalu tekan tombol OK.

6. Tekan tombol Font yang ada di bawah dari sub panel Labels.
7. Pada panel Font, buat ukuran Size menjadi "8" lalu tekan tombol OK.
8. Tekan tombol Apply dan tekan tombol OK.

Latihan 5 Format Tampilan Data Drillholes – Pewarnaan


Penembusan
1. Pada window Design, gunakan perintah Format | Display, pilih object dholes.
2. Pada panel Format Display gunakan tab drillholes, lalu tekan tombol Format.
3. Bila panel Traces as Holes muncul, gunakan tab Color dan buat tanda check pada
pilihan "Color using legend" untuk menggunakan warna dari warna legenda.
4. Pada group Legend buat isian di kotak samping Column dengan dholes
(drillholes).LODEID dengan menekan tombol browse.
5. Buat pilihan di Legend dengan LODEID_Legend lalu tekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Tekan tombol Apply pada panel Format Display lalu tekan tombol Close.
7. Lihat hasil perubahan format tampilan data drillholes tersebut di window Design,
tampilan data tersebut seperti gambar berikut:

Latihan 6 Format Tampilan Data Drillholes – Menggunakan


Downhole Graph
1. Gunakan window Design, aktifkan file section definition view menggunakan
perintah Data | Load | Other Types | Section Definition table.
2. Gunakan perintah View | Get View. Pada control bar Command ketik 2 lalu
tekan tombol Enter.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Gunakan perintah Format | Display, pada panel Format Display, pilih object
dholes (drillholes), lalu gunakan tab Drillholes. Pada subpanel Drillhole tekan
tombol Insert, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:

4. Bila muncul panel Select Column, pilih field AU yang ada di list lalu tekan tombol
OK.
5. Bila muncul panel Format for AU, gunakan tab Style Templates dan pilih bentuk
"Filled Histogram" yang ada di gallery, seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Gunakan tab Graph/Color dan hapus tanda check pada "Auto Fit" di section Scale
lalu buat skala menjadi 1:"2".
7. Pada group “Color”, pilih "Color using legend" option, dan buat pilihan pada
Column dengan "dholes (drillholes).AU". Gunakan legenda dengan “Au-Legend”,
beri tanda check pada pilihan "Filled" , pengaturan pada subpanel tersebut seperti
gambar berikut:

8. Gunakan tab Position dan hapus tanda check pada pilihan "Automatic" di Position
of trace lalu buat pilihan di “Position of trace relative to column 1”, dengan "Left
of the column" dan posisinya (offset by) "0" mm. Tampilan subpanel tersebut
seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Gunakan tab Width/Margins dan buat pilihan di “Width Excluding Margins” dengan
"10", dan di “Left Margin”, buat “Width” menjadi "1" mm, juga di “Right Margin”,
buat “Width” menjadi "0" mm, lalu tekan tombol Apply kemudian tekan tombol
OK, pengaturan pada dialog tersebut seperti gambar berikut.

10. Pada panel Format Display; tekan tombol Apply lalu tekan tombol OK.
Tampilan data drillholes tersebut seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XI - 18


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

12 PEMODELAN OREBODY STRING


Pengantar
Pada sesi ini anda akan menggunakan perintah pengeditan string yang telah dibahas
sesi lalu dan memodelkan orebody dengan membuat, pengeditan dan pengkondisian
string di window Design.

Latar belakang
Orebody string tersebut adalah batas dari mineralisasi emas dan tembaga yang
berasosiasi dengan litology Siltstone dan Breccia sesuai data penembusan drillholes,
orebody tersebut dipisahkan oleh bidang patahan di utara dan selatan. String tersebut
akan didigitizing secara section North-South, berdasarkan batasan geologi yang ada di
penembusan bor. Orebody string tersebut merupakan string tertutup yang memuat
titik awal dan akhir zone mineralisasinya. Selain itu akan membuat Tag Strings yang
menghubungan ujung-ujung North-South tiap Orebody string tersebut.
Orebody string yang dibuat dalam latihan-latihan berikut ini akan menjadi dasar atau
kerangka dari pemodelan orebody wireframe pada section berikutnya.

Apa itu tag strings?


Tag strings untuk mengkontrol proses pembuatan wireframe di antara dua string
(Link String (ls)). Dengan tag strings dapat menentukkan titik pada kedua string
menjadi salah satu sisi wireframe yang ada di antaranya. Tag strings digunakan dalam
membuat wireframe di antara string yang berbentuk kompleks. Sebuah tag string
memuat beberapa titik, dimana setiap titik merupakan bagian string tertutup yang
berbeda. Anda dapat membuat tag string dari satu titik ke banyak titik di perimeter
yang lain, seperti gambar berikut:

Warna default tag strings adalah berwarna merah (COLOUR=2). Warna tag string
dapat diubah dengan menggunakan perintah Wireframes | Linking | Set Tag
String Color (taco).

Anda harus menggunakan perintah Wireframes | Linking | Create


Tag String untuk membuat suatu tag strings. JANGAN menggunakan
perintah Design | New String.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 1 Membuat Wiraframe Topografi

1. Gunakan control bar Sheet.

2. Aktifkan file topo.dm saja.

3. Gunakan perintah Wireframes| Interactive DTM Creation| Make DTM


(md)

4. Isilah dialog seperti pada gambar berikut ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Pada dialog untuk memilih boundary string, tekan tombol tanda panah
disebelah kotak object. Kemudian pilih string terluar dari topo pada
window Design. Lalu tekan tombol Finish.

6. Isilah coloum warna pada dialog berikutnya dengan nomor 5 (hijau)


kemudian tekan OK.

7. Simpan wireframe tersebut dengan nama topotr dengan cara pada control
bar Loaded Data tekan tombol kanan mouse pada file new DTM.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2 Menampilkan Data Drillholes dan Wireframe


1. Gunakan control bar Sheet.
2. Aktifkan file dholes, topotr, _faultr/_faultpt, dan view.
3. Tampilkan file cropline strings _ocrops dengan perintah Data | Load | Strings
(ga).
4. Aturlah tampilan drillhole menggunakan perintah Format | Display. Gunakan
legenda LODEID_legend.elg.

Latihan 2 Mengatur Tampilan Wireframe Slice/Intersection


1. Gunakah perintah Format | Display.
2. Pada dialog Format Display, gunakan tab Overlays, pilih _topotr/_topopt dan
pada panel Overlay Format pilih tab Style, gunakan pilihan "Intersection", lalu
tekan tekan tombol Apply kemudian tekan tombol Close.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Lakukan juga langkah pada poin 2 ini untuk file wireframe _faultr/_faulpt.

Latihan 3 Mengatur Mode Snap Data dan Mengatur Mode Pemilihan


Data
1. Gunakan window Design.
2. Jika toolbar Snapping tidak tampak gunakan perintah View | Customization |
Toolbars | Snapping untuk mengaktifkannya.
3. Icon yang berwarna orange menunjukkan fungsi tersebut aktif. Pastikan fungsi
Selection of Point, String, Drillhole dan Wireframe data dalam keadaan aktif.

Anda tidak dapat mengaktifkan fungsi Snap to Wireframe Triangle


karena tampilan wireframe dengan bentuk slice.
Dengan meletakkan pointer mouse pada salah icon perintah di
toolbar maka muncul keterangan icon perintah tersebut.

Latihan 4 Membuat string batas atas mineralisasi pada section “N-S


Section 45050”
Pada latihan ini anda akan membuat sring dari orebody string per section berdasarkan
zone mineralisasi LODEID=1 berwarna Hijau (10) dan LODEID=2 berwarna Merah (2).
Setiap section terdapat dua perimeter yang menunjukkan kedua zone mineralisasi
tersebut. Pembuatan string pada 13 section bidang pandang secara vertikal North-
South sesuai pengaturan di File Section Definition views dengan section bidang
pandang paling barat N-S Section 45000 dan paling timur N-S Secn 46000.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

1. Gunakan window Design. Aktifkan section file definition view menggunakan


perintah Data | Load | Other Types | Section Definition Table.
2. Gunakan bidang pandang N-S Section 45050 dengan menggunakan perintah
View |Get View (gvi).
3. Pada toolbar Command ketik 3 lalu tekan tombol Enter.

4. Aktifkan fungsi clipping menggunakan perintah View | Use Primary Clipping


dan atur jarak bidang pandang menggunakan perintah View | Set Clipping
Limits seperti gambar berikut ini:

5. Tampilan drilhole akan seperti yang tampak dengan gambar berikut ini:

6. Aktifkan tampilkan toolbar Point String Editing dengan menggunakan perintah


Right-Click Mouse | Toolbars | Point String Editing : Standard pada toolbar
yang ada di atas Studio 3.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

7. Tekan icon perintah New String atau mengetik ns di window Design untuk
membuat string zone mineralisasi LODEID=2.
8. Gunakan warna Merah (9) dari palet warna yang ada di bawah Design window.
9. Perbesar tampilan pada bor yang memiliki zone mineralisasi dengan
menggunakan perintah Zoom In (zx), sehingga penembusan vein tersebut
terlihat jelas seperti gambar berikut:

X 2
X 3

X1
X4

Perintah new-string tetap aktif meskipun menggunakan


perintah zoom atau perintah pan.

10. Buatlah string zone mineralisasi mulai dari titik 1, titik 2, titik 3 dan titik 4.
11. Gunakan perintah Design | Open/Close | Close (clo) untuk membuat string
tersebut menjadi string tertutup.
12. Gunakan perintah Design | Insert Points | Insert Points (ipo) untuk
menambahkan titik ekstrapolasi ke luar dan titik interpolasi bentuk diantara
kedua bor tersebut, seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

13. Tekan tombol Cancel yang ada di pojok kiri atas window Design untuk keluar
dari proses pembuatan string.
14. Lihat string tersebut di Visualizer window.

Latihan 5 Menyimpan String Zone Mineralisasi


1. Pada control bar Loaded Data, tekan tombol kanan mouse pada object New
Strings lalu pilih Data | Save As untuk menyimpan data string zone mineralisasi
yang dibuat.
2. Tekan tombol Single/Extended Precision Datamine (.dm) File dan ketik
nama file string tersebut dengan lodest pada dialog save as.
3. Tekan tombol Save.
4. Anda dapat melihat ada nama file lodest.dm di list pada control bar Project
Files, Sheets dan Loaded Data.
5. Simpan project file tersebut menggunakan perintah File | Save.

Latihan 6 Membuat String Zone Mineralisasi Pada Section Berikutnya


1. Gunakan perintah View | Set Viewplane | Move (mpl) dan ketik -50 pada
dialog Move Plane, lalu tekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Bidang pandang akan berada pada X = 45100.


3. Buat string zone mineralisasi atas dan bawah pada section-section berikutnya
menggunakan langkah yang sama seperti pada latihan sebelumnya. Berikut
tampilan orebody string pada section 45100 hingga 45600:

N-S Section 45100

N-S Section 45150

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

N-S Section 45200

N-S Section 45250

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

N-S Section 45300

N-S Section 45350

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

N-S Section 45400

N-S Section 45450

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

N-S Section 45500

N-S Section 45550

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

N-S Section 45600

4. Pada control bar Loaded Data, tekan tombol kanan mouse pada object lodest
lalu pilih Data | Save untuk menyimpan data string zone mineralisasi yang
dibuat.
5. Simpan project file tersebut menggunakan perintah File | Save.

Latihan 7 Membuat String Mineralisasi LODEID=1 Pada Section


Timur

Pada section N-S Section 45050 tidak terdapat penembusan mineralisasi LODEID=1
pada ketiga bor pada section tersebut. Pada latihan ini akan membuat ekstrapolasi
string mineralisasi LODEID=1 berdasarkan penebusan pada section N-S Section
45100.
1. Gunakan perintah View | Get view (gvi) dengan mengetik angka 2 di panel
control bar Command.
2. Gunakan perintah View | Set Clipping Limits (scl) dan buat pengaturan seperti
gambar berikut, untuk menampilkan string mineralisasi pada section N-S Section
45050:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Pilih string mineralisasi LODEID=1 yang berwarna Hijau (5) yang ada di section
N-S Section 45100.
4. Gunakan perintah Design | Project | Project to view (ptv) untuk mengcopy
string tersebut pada section N-S Section 45050.
5. Hapus dan edit posisi titik dari string mineralisasi LODEID=1 pada section N-S
Section 45050 mengecil sehingga tampak sebagai kemerusan dari section N-S
Section 45100, seperti gambar berikut:

6. Pada control bar Loaded Data, tekan tombol kanan mouse pada object lodest
lalu pilih Data | Save untuk menyimpan data string zone mineralisasi yang
dibuat.
7. Simpan project file tersebut menggunakan perintah File | Save.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 10 Membuat String Mineralisasi LODEID=2 Di Area Patahan


1. Ubah tampilan ke bidang pandang N-S Section 45400, menggunakan perintah
View | Get view (gvi) dan ketikkan 10 pada toolbar Command.
2. Pilih string mineralisasi LODEID=2 dan gunakan perintah Design | Translate
String (tra) dan buat pengaturan pada panel tersebut seperti gambar berikut,
untuk membuat string kemenerusan mineralisasi seolah-olah tidak ada struktur
patahan.

3. Edit string tambahan tersebut sehingga ketebalannya menjadi menipis, seperti


gambar berikut:

4. Ubah tampilan ke bidang pandang N-S Section 45450, menggunakan perintah


View | Get view (gvi) dan ketikkan 11 pada toolbar Command.
5. Pilih string mineralisasi LODEID=2 dan gunakan perintah Design | Translate
String (tra) dan buat pengaturan pada panel tersebut seperti gambar berikut,
untuk membuat string kemenerusan mineralisasi seolah-olah tidak ada struktur
patahan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Edit string tambahan tersebut sehingga ketebalannya menjadi menipis, seperti


gambar berikut:

7. Pada control bar Loaded Data, tekan tombol kanan mouse pada object lodest
lalu pilih Data | Save untuk menyimpan data string zone mineralisasi yang
dibuat.
8. Simpan project file tersebut menggunakan perintah File | Save.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XII - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

13 MEMFILTER DATA
Pengantar
Studio 3 menyimpan data dari masing-masing object. Misalnya jika beberapa file data
string dimasukkan ke memory maka data string tersebut disimpan sebagai object
yang berbeda-beda sehingga dapat diubah format tampilan, difilter atau dipilih secara
terpisah. Karena data-data tersebut berdiri sendiri maka data dari object lain dapat
digabungkan atau dapat dipisahkan berdasarkan nilai field attribute atau
menggunakan batasan filter untuk menggabungkan data object lain atau membuat
object yang baru.
Penggunaan data object memberikan keunggulan dan keluwesan dalam menampilkan
data dan mengubah tampilannya. Juga memudahkan dalam membedakan sebagian
data dan memanipulasi data. Studio 3 mempunyai konsep “Current Objects”.
Maksudnya object yang sedang dibuat atau disimpan. Contohnya, ketika
menggunakan perintah pembuatan wireframe di antara dua string (Linking
String(ls)), wireframe tersebut ditambahkan sebagai Current Object. Current Object
dapat diatur di control bar Loaded Bar atau dengan toolbar Current Objects.
Konsep data object yaitu data berdiri sendiri dalam menampilkan data tersebut.
Studio 3 menyidakan beberapa window sehingga satu atau lebih data object dapat
ditampilkan dalam format yang berbeda di tiap window. Seperti suatu data object
dapat ditampilkan dengan format yang berbeda di tiap window, object yang sama
dapat ditampilkan dengan format yang berbeda di tiap window.
Data object dapat difilter untuk menfasilitasi atau mememuhi syarat pengolahan data
dalam menampilkan, interpretasikan, pemodelan dan proses plot. Batasan filter untuk
menampilkan sebagian data dari data yang ada di memory.
Batasan filter dapat dibuat pada:
• Proses perintah Loading atau perintah Reloading suatu data object
• Penggunaan perintah Legends
• Penggunaan Data Object Manager
• Penggunakan fungsi Filter All Objects di Design window
• Pada Tables dan Reports window
• Penggunaan perintah PICREC

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latar belakang
Semua metode di atas dalam pembuatan batasan filter (Filter Expressions) untuk
memilih data yang diperlukan. Batasan filter tersebut dapat diketik menggunakan
syntax yang ada atau dibuat dari dialog Expression Builder.

Dialog Expression Builder memuat beberapa panel fungsi berikut:


Panel Fungsi Keterangan

Panel Expression Menampilkan batasan filter yang sedang dibuat.


Tombol Check Tombol untuk menguji keabsahan batasan filter yang
Expression Validity dibuat.
Panel Variable Menampilkan nama field yang ada di file tersebut yang
Selection dapat menjadi variabel dalam batas filter tersebut.
Operators group Menampilkan operasi yang dibutuhkan, terdiri dari
fungsi Perbandingan, Logika dan Expressions
Wildcard button Menentukan sebarang huruf (wildcard character)
menjadi batasan filter.
Regular Expression Menentukan syntax yang umum dalam batasan filter
button seperti +, - dsb.
Data Selection Menentukan nilai dari Column Data atau Constant Data
group menjadi batasan filter.
Column Data button Menampilkan list nilai data dari field (variabel) yang
dipilih dari list di panel variable selection pane

Bagaimana memfilter data dan membuat data baru dengan sekali


proses?
Perintah PICREC untuk memilih data dari file dengan batasan filter yang dibuat. Anda
dapat membuat batasan filter pada file input setiap recordnya. Hasil dari batasan filter
tersebut bisa BENAR atau SALAH. Jika hasilnya BENAR maka record tersebut akan
ada di file output, jika SALAH maka record tersebut akan diabaikan dan dilewatkan
sehingga record selanjutnya yang ada di file input. Batasan filter yang digunakan
mungkin fungsi perbandingan atau fungsi kemiripan data.
Proses perintah tersebut akan menentukan nama file input dan output dan bisa
memuat beberapa field dari file input pada file output. Setelah nama file, nama field
dan parameter telah dibuat, proses tersebut akan memasukan batasan filter yang
akan digunakan. Tiap memasukkan batasan filter terdapat kata “TEST>” di screen.
Untuk mengakhiri batasan filter tersebut, anda harus mengetik “END” tanda tersebut
membuat perintah tersebut akan menfilter file input.

Proses perintah PICREC menggunakan syntax yang sama dan


mempunyai fungsi yang sama pada batasan filter di metode yang lain.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Bagaimana memfilter data alphanumeric ?


Memfilter data alphanumeric dengan fungsi kemiripan. Syntax dalam fungsi kemiripan
seperti berikut:
< fieldname > MATCHES < pattern >

Harus ada spasi sebelum dan sesudah kata “MATCHES”

Sebuah “pattern” dapat memuat bebarapa huruf misalnya nilai dari field BHID, atau
gabungan huruf dengan satu atau lebih dari element berikut:

Element Maksudnya

? Salah satu hurufnya

* Bagian dari huruf yang lain atau kosong

[...] Yang sama dengan huruf yang ada dalam


kurung kotak.

[^...] Semua huruf kecuali huruf yang ada dalam


kurung kotak.

Dengan batasan filter berikut akan memilih data file input menjadi data file output
dimana nillai field BHID diawali dengan 4 huruf “DH28”.
BHID MATCHES DH28*
Pada menggunakan batasan filter nilai alphanumeric atau diikuti spasi values anda
harus membuat nilai tersebut diawali dan diakhiri dengan tanda petik.
Anda dapat menggunakan dua atau lebih batasan filter dengan menggunakan operasi
“AND” atau “OR”.

Batasan filter berikut hanya memilih data yang mempunyai nilai field BHID ‘DH2675’
dan mempunyai nilai kadar AU sama atau lebih dari 1.
BHID=DH2675 AND AU >= 1
Penggunaan operasi “NOT” untuk tidak memilih data dengan nilai tertentu. Batasan
filter berikut akan memilih data file input menjadi file output kecuali data yang nilai
COLOUR 2.
NOT COLOUR = 2
Pastikan terdapat spasi antara tanda operasi dengan nama field, pattern atau nilai.
Jika batasan filter tersebut tidak terdapat spasi misalnya NOTCOLOUR=2, maka
proses tersebut gagal karena ada kesalahan. Dalam kasus ini perintah tersebut tidak
akan membedakan tanda operasi dengan nama field.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 1 Memfilter Suatu Data Object di Design Window


Pada latihan ini anda akan menggunakan perintah Data Object Manager untuk
menfilter data file lodest.dm(strings) di window Design bedasarkan nilai field atttribut
COLOUR.
1. Pada window Design, ubahlah bidang pandang section N-S SECTiON 45050

dengan menekan icon perintah View | Get View (gvi) . Pada control bar
Command ketik 3 lalu tekan tombol Enter.
2. Gunakan perintah Format | Filter All Objects | Strings (fs).
3. Di dialog Object Expression Builder ketikkan COLOUR=5.

4. Pada dialog Expression Builder tekan tombol OK.

5. Gunakan Design window dan tekan icon perintah Redraw untuk


menampilkan data hasil batasan fiter tersebut.
6. Perhatikan hanya string mineralisasi LODEID=1 yang berwarna hijau yang
tampak seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 2 Menghapus Batasan Filter


1. Gunakan perintah Format | Filter All Objects | Strings (fs).
2. Di dialog Object Expression Builder ketikkan COLOUR=5.

3. Pada dialog Expression Builder tekan tombol OK.

4. Gunakan Design window dan tekan icon perintah Redraw untuk


menampilkan data hasil batasan fiter tersebut.

Latihan 3 Memfiltering dan Menyimpannya ke Suatu File


Pada latihan-latihan sebelumnya memfilter data object dan hasil hasil filter tersebut
ada di memory untuk ditampilkan. Pada latihan berikut ini anda akan menggunakan
perintah PICREC untuk memfilter data file yang ada dan membuat data hasil filter
tersebut ke suatu data file.
1. Gunakan perintah Applications | File Manipulation Processes | Copy with
Filtering (PICREC) dengan isian pengaturan seperti berikut. Nama field dan

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

isian parameter jika diperlukan dan pada latihan tidak digunakan. Tekan tombol
OK untuk memulai process pembuatan batasan filter.

2. Ketik record dari bor yang akan dipilih dan di-copy pada toolbar Command.

3. Kemudian ketik End. Lihatlah pada control bar Command untuk memastikan
jumlah record atau status keberhasilan perintah PICREC.
4. Gunakan lagi perintah PICREC. Tekan tombol Restore yang ada di bawah
dialog perintah tersebut untuk menggunakan isian pengaturan sebelumnya lalu
tekan tombol OK. Buat batasan filter berikut pada dialog Retrieval.

5. Lihat data file tersebut di Datamine File Editor dan perhatikan data yang ada di
dalam file tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

14 FIELD ATTRIBUTE
Pengantar
Terkadang diperlukan menambah satu atau lebih nama field untuk menyimpan
keterangan data object. Penambahan field attribute tersebut dapat digunakan dalam
memfilter data atau keterangan wireframe yang dibuat dari fielda attribute string.
Nama dibuat untuk field tambahan ini tidak boleh sama dengan nama field standar
Datamine.
Field attribute biasa digunakan oleh Geologists adalah field untuk kode jenis batuan
yang menunjukkan identitas batuan yang berbeda dan/atau jenis mineralisasi. Para
Mine Engineers menambah fields pada data strings untuk membedakan stope dan
outline peledakan.

Latar belakang
Field attributes dapat ditambahkan pada data file object yang ada dalam bentuk
tambahan Field (juga dikenal sebagai data kolom tambahan), data field tersebut dapat
bertipe data Numeric atau Alphanumeric. Data field bertipe Numeric digunakan untuk
menyimpan nilai numerik sedangkan data field alpanumeric biasanya untuk
menyimpan informasi text atau huruf. Field attributes dapat digunakan menjadi
fasilitas mengolah data objects dalam mengubah format tampilan, menampilkan,
interpretasi, pemodelan dan proses plotting.
Field attributes dapat digunakan dalam:
• Mengubah format tampilan dan memfilter data objects di banyak
windows
• Memilih data 3D objects di Design window
• Memilih data dari data file table Datamine yang menjadi file input dalam
proses perintah Datamine
• Mengkontrol parameter dan proses Datamine
Field Attributes dapat ditambah pada data 3D objects dan di file table Datamine
dengan cara berikut:
• Data 3D objects Secara interactive di Design window
• File table Datamine Menggunakn perintah Datamine
• File tabel Datamine Menggunakan Datamine Table Editor
• File tabel Datamine Menggunakan Data Object Manager
Field Attribute mempunyai ciri-ciri:
• Nama Attribute (atau Field/Column) dibatasi maksimum banyak huruf 8
• Nama field Attribute tidak boleh sama dengan nama-nama field standar
Datamine (Lihat Lampiran 2)
• Tipe data field Attribute bernilai Numeric atau Alphanumeric.
Pada latihan-latihan berikut, anda akan menambah field attribut ZONE pada string ore
body lodest yang telah anda buat pada latihan section sebelumnya. Proses
penambahan secara interactive di Design window. Penambahan dan mengedit attribut
dibantukan oleh pembatasan data string dengan menggunakan Data Object
Manager untuk membuat batasan filter. Pada latihan berikut akan mengerjakan:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

• Mengatur setting tampilan data dan parameter pada bidang pandang


• Menambah field attribut baru LODEID dengan type data numerik pada
data file lodest (nilai defaultnya "-")
• Membuat nilai field attribut LODEID "1" pada string zone mineralisasi
atas.
• Membuat nilai field atttibut LODEID “2” pada stiring zone mineralisasi
bawah.

Latihan 1 Mengatur setting tampilan data dan parameter bidang


pandang
1. Nonaktifkan tampilan semua data kecuali data file lodest.dm(strings) di Design
window dengan menghapus tanda check pada data object yang ada di folder
Design Window pada control bar Sheets.
2. Jika tampilan bukan menggunakan bidang pandang secara horizontal, gunakan
bidang pandang PLAN 290m dengan menekan icon perintah Get View (gvi)

. Pada control bar Command ketik “1” di Command Line lalu tekan tombol
<Enter> di keyboard.
3. Sambil menekan tombol <Shift> di keyboard, putar tampilan tersebut dengan
menekan tombol kiri mouse dan menggeser mouse tersebut hingga tampilan
string zone mineralisasi atas dan zone bawah terlihat dengan jelas, seperti
gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 2 Menambah File Attribut LODEID Pada String Ore Body


1. Gunakan panel control bar Loaded Data dan tekan tombol kanan mouse pada
file lodest.dm (strings) lalu pilih perintah Add Column.
2. Pada dialog Add Column ketik LODEID di Name seperti gambar berikut:

3. Gunakan panel control bar Loaded Data dan klik pada tanda expand file
lodest.dm (strings) dan perhatikan field baru LODEID ada di list tersebut.

4. Simpan project file menggunakan perintah File | Save.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

Latihan 3 Memilih Data String Mineralisasi LODEID=1


1. Gunakan panel control bar Loaded Data dan tekan tombol kanan mouse pada
file lodest.dm (strings) lalu pilih Data Object Manager.
2. Pada dialog Data Object Manager pilih file lodest.dm (strings) yang di panel
“Loaded Data Objects”.
3. Pada panel “Object Attributes” buat batasan filter di Filter dengan "COLOUR
=5".

4. Tekan tombol OK untuk menuntup dialog Data Object Manager.

5. Gunakan Design window dan tekan icon perintah Redraw untuk


menampilkan hasil akhir proses di atas.

Latihan 4 Membuat Nilai Field Attribut LODEID Pada String


Mineralisasi
1. Pada di Design window buat area pemilihan pada semua string menggunakan
mouse.
2. Gunakan perintah Design | Edit Attributes | Edit.
3. Ketik 1 di field LODEID untuk membuat nilai field attribut LODEID pada string
yang terpilih tersebut dengan 1.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modeling

4. Tekan tombol OK untuk menutup dialog Edit Attribute.


5. Hapus tanda string terpilih pada string mineralisasi LODEID=1 dengan menekan
tombol kanan mouse pada window Design dan pilih perintah Deselect All
Strings.

6. Tekan icon perintah Redraw untuk menampilkan hasil akhir proses di atas.
7. Simpan project file dengan menggunakan perintah File | Save.
8. Tekan tombol OK untuk menampilkan data di Design window secara otomatis.

Latihan 5 Menyimpan Dan Melihat Data String Yang Telah


Diubah
1. Gunakan panel control bar Loaded Data dan tekan tombol kanan mouse pada
file lodest.dm (strings) lalu pilih perintah Data | Save.
2. Gunakan panel control bar Project Files, tekan tanda expand folder Strings dan
double-click pada file lodest.dm.
3. Pada Datamine Table Editor, lihat file Datamine tersebut telah mempuyai
kolom LODEID yang mempunyai nilai 1 atau 2.
4. Simpan project file dengan menggunakan perintah File | Save.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIII - 11


15 PEMODELAN WIREFRAME

Pengantar
Pada latihan-latihan berikut anda akan diperkenalkan konsep wireframe. Wireframes
(sama dengan istilah surfaces atau solids di software program CAD atau program
pemodelan lainnya) adalah data object 3D yang dapat dibuat dengan cara berikut:
• Digital Terrain Modeling (DTM) dari data object string 3D dan/atau dari data
object point yang memembentuk surface.
• Dengan metode Linking String pada data string 3D untuk membuat object yang
solid.
• Dengan metode manipulasi wireframing pada object wireframe yang ada.
Kedua metode tersebut akan dibahas lebih detail di sessi berikutnya.
Kegunaan wireframes baik berbentuk volume yang tertutup atau permukaan untuk
menunjukkan batasan area secara umum, area geologi dan area penambangan,
sebagai cotoh:
• Permukaan dari topography atau infrastructure
• Pemetaan geologi misalnya bidang struktur geologi
• Bidang interpretasi atau pemodelanan geologi misalnya bidang patahan, batas
litologi, bentuk orebody.
• Design underground dan open pit atau rencana permukaan penambangan atau
rencana ramp, crosscut atau stope
• Hasil survey underground dan open pit atau permukaan aktual penambangan
atau aktural ramp, crosscut atau strope
Pada sessi ini akan membahas bagaimana membuat wireframe permukaan DTM di
Design window dan membuat wireframe permukaan topography dan bidang patahan
pada Utara dan Selatan dari orebody dari string.

Latar belakang
Sebuah wireframe bisa berbentuk permukaan atau volume 3D dimana terdiri
kumpulan segitiga. Segitiga-segitiga tersebut saling berhimpit sehingga membentuk
permukaan dan dapat dihitung volumenya. Data yang dapat digunakan dalam
pembuatan wireframe adalah data string atau data point dimana titik-titik tersebut
menjadi titik dari segitiga-segitiga wireframe. Berikut contoh string topography dan
permukaan wireframe yang dibuat dari string tersebut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 1


Topography Strings Topography Wireframes

Pada contoh di atas titik segitiga-segitiga wireframe tersebut adalah titik-titik string
tersebut. Tidak segitiga yang memotong string, setiap string menjadi pembatas dari
segitiga tersebut. Bentuk wireframe di atas permukaan, karena ada sisi yang terbuka
yang menjadi batas dari wireframe permukaan tersebut.

Apa itu permukaan DTM dan dimana penggunaannya?


Wireframe permukaan DTM adalah wireframe pemukaan yang horizontal (sejajar
dengan bidang XY). Wireframe tersebut dapat dibedakan dari bentuk wireframe yang
lainnya dengan memproyeksi titik secara vertikal pada permukaan tersebut maka titik
tersebut akan diproyeksi sekali pada permukaan tersebut. Berikut contoh dari
wireframe tersebut:
• Permukaan topography
• Struktur geological (bidang patahan, permukaan geologi, lithology atau bidang
mineralisasi)
• Design open pit
• Hasil titik survey pada open pit

Dapatkah menggunakan perintah Make DTM pada string-string yang


posisinya di bidang vertikal?
Bisa, tetapi harus mengnonaktifkan fungsi ‘Use World coordinates”. Pilihan fungsi
ini ada pada panel Project Setting di section Digital Terrain Model, untuk
menampilkan panel tersebut dengan menggunakan perintah File | Settings.

Bagaimana object wireframe tersimpan dalam file?


Data wireframe yang telah disimpan sebagai file dapat di-load di Design, Visualizer
dan VR window. File wireframe selalu disimpan dalam dua file (sepasang) yang
berakhiran “TR” dan “PT”. Contoh dari kedua jenis file tersebut dapat anda lihat pada
file wireframe di training ini _topotr, _topopt dan _faulttr, _faultpt.
• File yang diakhiri dengan “TR” adalah file wireframe triangle, yang memuat
triangulasi semua segitiga yang ada pada wireframe
• File yang diakhiri “PT” adalah file wireframe point, yang memuat data
koordinat titik-titik segitiga wireframe. Nama field standar yang ada di file data
segitiga dan file data titik dapat dilihat pada Lampiran 1.
Secara default data wireframes ditampilkan dan disimpan dengan sekali proses,
Studio 3 akan menentukan nama file data titik wireframe bila akan menampilkan atau
menyimpan file data segitiga wireframe tersebut. Maksudnya anda akan diminta nama
file data segitiga wireframe yang akan ditampilkan atau disimpan.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 2


Jika anda ingin mengubah pengaturan default tersebut, sehingga penamaan wireframe
triangle dan point diisikan secara terpisah, dengan menggunakan perintah Tools |
Options |Project | General pada dialog Option beri tanda check pada piiha
Confirm wireframe point filename in browser.

Perintah yang dipakai dalam wireframe DTM ada di toolbar DTM Creation dengan
keterangan perintah seperti berikut;

Sort
Command Keterangan
Cut
Create DTM md Untuk membuat wireframe permukaan
DTM.
Select Inner Limit sil Untuk menentukan satu atau lebih string
tertutup menjadi batas dalam pembuatan
wireframe.

Select Outer Limit sol Untuk menentukan satu string tertutup


menjadi batas luar pembutan wireframe.

Use Limits for new DTM tli Mengaktifkan/nonaktifkan fungsi batas


dari pembuatan wireframe.

Remove all DTM Limits dal Menghapus semua batas yang ada.

Remove DTM Limit dli Menghapus salah satu batas.

DTM Coordinate System tcs Mengaktifkan/nonaktifkan fungsi koordi-


nat UTM untuk memperhatikan koordinat
bidang pandang dalam pembuatan
wireframe.
DTM Point Checking tpc Memeriksa titik yang ganda dalam
pembuatan wireframe.

Peritah lain yang juga digunakan dalam pembuatan, membatalkan dan mengatur
batas dari limit, ada 3 mode pengaturan yang dapat anda gunakan untuk
mendapatkan hasil yang baik dalam menggunakan perintah Make DTM.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 3


Quick
Command Description
Key
Wireframes | Interactive DTM sto Tidak membuat wireframe dengan
Creation | Set Point Tolerance panjang sisi segitiga kurang dari nilai
ini.
Wireframes | Interactive DTM mse Tidak membuat wireframe dengan
Creation | Maximum Separation panjang sisi segitiga lebih dari nilai
ini.
Wireframes | Interactive DTM nps Menambah titik pada string dalam
Creation | New Point Separation pembuatan segitiga wireframe.

Pada section inii anda akan menggunakan perintah Interactive DTM Creation di
Design window untuk membuat:
• Wireframe permukaan topography dari data file string kontur topography
topo.dm.
• Wireframe bidang padang Utara dan Selatan dari orebody dari data file string
faultst.dm.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 4


16 PEMODELAN WIREFRAME – SOLID VOLUME
Pengantar
Pada bagian pertama di sessi ini akan membuat wireframe volume tertutup.
Latihan-latihan terakhir pada sessi akan menunjukkan prosedur pembuatan wireframe
orebody. String zone mineralisasi yang dibuat pada latihan section sebelumnya akan
digunakan dalam proses pembuatan wireframe volume tertutup orebody dengan
perintah Link String. Dalam proses pembuatan wireframe tersebut akan menggunakan
tag string. Wireframe orebody tersebut akan digunakan dalam proses pembuatan
block model dan latihan plotting.
Latar belakang
Teknik pembuatan wireframe dengan perintah Link String dapat diterapkan pada
string terbuka dan string tertutup untuk pembuatan wireframe yang solid dan
permukaan. Biasanya teknik ini digunakan untuk membuat wirefame volume tertutup,
seperti wireframe berikut:
• Struktur geologi (lithology atau wireframe tertutup mineralisasi)
• Desing underground
• Hasil titik survey underground

Perintah link string dapat diterapkan hanya pada data sting.

Proses Link String untuk membuat wireframes yang menghubungkan titik-titik yang
ada di 2 atau lebih string yang berbeda untuk membentuk permukaan yang terdiri
segitiga-segitiga. Tidak seperti dengan perintah Create DTM, proses Link String tidak
membutuhkan string yang satu bidang atau pada bidang pandang tertentu.

Dapatkah memilih metode pembuatan wireframe dengan perintah Link


String?
Ada tiga metode pembuatan wireframe dengan perintah linking string. Metode
tersebut dapat diubah setiap saat untuk mengubah metode pembuatan wireframe
pada penggunaan perintah link string sehingga memberikan bentuk wireframe yang
diinginkan.

Jika mendapat hasil metode pembuatan wireframe yang tidak diinginkan,


cobalah ubah metode pembuatan wireframe lain tersebut dengan
menggunakan perintah File | Setting | Wireframing | Linking
Method.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 5


Berikut nama metode dan penjelasan singkatnya:

Command Short Cut Keterangan

Minimum Surface tma Sistem akan membuat segitiga yang


Area membentuk wireframe yang luas permukaan
paling kecil.

Equi-angular Shape tea Sistem akan membuat segitiga sama sisia


atau samakaki

Proportional Length tpr Metode ini akan membuat segitiga yang


mempertahankan perbandingan segmen
dari string tersebut. Sisi awal dari segitiga-
segitiga ditentukan dengan tag string atau
jika system yang menentukan berdasarkan
pasangan titik yang paling dekat pada kedua
string tersebut. Metode ini paling cocok
digunakan pada string yang sama bentuk.

Metode default yang digunakan adalah Metode Equi-angular Shape. Berikut gambaran
hasil pembuatan wireframe Link String dari masing-masing metode di atas:

Minimum Surface Area Equi-angular Shape

Proportional Length

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 6


Apa itu tag strings?
Tag strings untuk mengatur pembuatan wireframe Link String dengan menentukan sisi
segitiga wireframe pada 2 titik dari kedua string. Tag sting digunakan pada setiap
metode khususnya pada pembentukan model wireframe yang rumit. Sebuah tag string
memuat titik dimana setiap titik tersebut pada tiap perimeter yang berbeda. Anda
dapat membuat satu titik di perimeter terhubung dengan beberapa titik di perimeter
yang lain, seperti gambar berikut:

Warna default tag string berwarna merah (COLOUR=2). Warna ini dapat diubah
dengan menggunakan perintah Wireframes | Linking | Set Tag String Color
(taco).

Anda harus menggunakan perintah Wireframes | Linking | Create


Tag String untuk membuat tag strings. JANGAN menggunakan
perintah Design | New String untuk membuat tag string.

Bagaimana cara menghapus wireframe hasil Link String?


Menghapus wireframe hasil perintah terakhir Link String dengan menggunakan
perintah Wireframes | Linking | Undo Last Link (ull). Untuk menghapus
wireframe yang diingin dengan menggunakan perintah Wireframes | Tools | Unlink
Wireframe (uw) lalu pilih wireframe tersebut. Perintah penghapusan wireframe
lainnya ada di menu Edit | Erase.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 7


Bagaimana cara membuat wireframe dengan perintah Link String?
Berikut perintah-perintah dari menu Wireframes untuk pembuatan wireframe di
Design window yang biasa digunakan dalam model wireframe volume tertutup.

Menu Command Shor Keteranga


Cut

Wireframes | Linking | Link ls Untuk membuat wirerframe di


Strings antara 2 strings dengan memilih
tiap titik string sebagai titik awal
sisi wireframe.

Wireframes | linking | end link eli Untuk membuat model wireframe


surface pada string tertutup

Wireframes | linking | link to ll Untuk membuat wireframe di


line antara string tertutup dengan
string terbuka.

Wireframes | Linking | Link lq Untuk membuat wireframe di


Quad antara dua segmen string. Dengan
perintah ini berturut-turut dapat
membuat wireframe di antara dua
string.

Wireframes | Linking | Link lbo Untuk membuat wiireframe di


Boundary antara 2 string yang terdapat string
pembatas pada salah string.
Perintah ini digunakan untuk
membuat wireframe bercabang
pada suatu perimeter ke dua atau
lebih perimeter.

Wireframes | link multiple by - Untuk membuat wireframe solid di


attribute antara string secara otomatis,
berdasarkan nilai field atribut
menjadi urutan pembuatannya.

Wireframes | linking | create tgs Untuk membuat tag string pada


tag string titik pada perimeter berbeda
menjadi sisi segitiga wireframe.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 8


Latihan 1: Membuat Wireframe 3D Volume sederhana
Pada latihan ini anda akan membuat wireframe 3D solid dengan menggunakan
perintah Link String.
1. Hapus semua file yang ada di window Design.

2. Gunakan perintah View | Set Viewplane | Custom untuk mengubah bidang


pandang menjadi bidang pandang secara horizontal dengan titik pusat bidang
pandang pada 0,0,0.

3. Pada toolbar Current Objects pilih object Strings yang ada di kotak objects
(kotak pertama yang ada di sebelah kiri dari toolbar tersebut) lalu tekan icon

New Object . Objects Box

Jika anda tidak menggunakan perintah New Object - New Strings maka
string yang akan dibuat akan ditambahkan ke object minst yaitu file string
yang telah aktif dan memuat string zone mineralisasi.

4. Gunakan perintah New String (ns) (atau tekan icon perintah tersebut yang
ada di toolbar) untuk membuat string lingkaran tertutup seperti gambar berikut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 9


5. Pilih string tersebut dan gunakan perintah Design | Translate String (tra)
untuk membuat copy string di jarak 50, 100, dan 150 meters dari string tersebut.
Buat isian di kotak X dan Y dengan nol dan pastikan nilai Z dengan jarak di atas
yang bernilai positif.

6. Sambil menekan tombol <Shift> pada keyboard dan tekan tombol kiri mouse
untuk merotasi tampilan string tersebut.
7. Gunakan bidang pandang horizontal dengan menggunakan perintah Plane by 1
point (1) dan pilih titik di tengah-tengah screen lalu pilih Horizontal.
8. Pindahkan bidang pandang ke elevasi RL 200m dengan menggunakan fungsi
Lock pada dialog Mouse Position (dengan double click pada koordinat yang ada
di status bar) atau menggunakan perintah View | Set Viewplane | Custom.
9. Gunakan perintah New String (ns) untuk membuat string terbuka memuat dua
titik tepat di atas keempat string yang dibuat tersebut.

10. Rotasi tampilan tersebut dengan menekan tombol <SHIFT> dan tekan tombol
kiri mouse sehingga kelima string yang dibuat dapat dilihat dengan jelas.
Gunakan perintah View | Zoom | Zoom All (za) untuk melihat dengan jelas.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 10


11. Gunakan perintah pembuatan object baru wireframe supaya wireframe yang akan
dibuat tidak ditambahkan ke file wireframe yang ada di memory, dalam kasus ini
file wireframe topografi. Gunakan pilihan Wireframe pada toolbar Current
Objects dengan menekan icon drop down menu yang ada di kotak objects

(seperti gambar berikut). Lalu tekan icon New Objects .

Objects Box

12. Pastikan toolbar Wireframe Linking ada (View | Customization | Toolbars |


Wireframe Linking) seperti gambar berikut

13. Tekan icon perintah End Link dan pilih string yang paling bawah.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 11


14. Tekan icon perintah Link Strings . Akan ada informasi di pojok kiri bawah
pada the Status Bar “Indicate the first string” untuk memilih string, pilih titik
pada string tertutup yang paling bawah. Akan ada informasi yang tempat sama
“Indicate next string to link to this string” untuk memilih string yang akan dibuat
wireframe diantara kedua string tersebut, pilih titik yang ada di perimeter yang
tepat di atas string pertama. Sehingga wireframe yang dibuat tersebut seperti
gambar berikut.

15. Teruskan memilih titik pada tiga string yang di atasnya. Sehingga anda akan
membuat wireframe dari string yang paling bawah ke string terbuka paling atas.
Tekan tombol Cancel untuk keluar dari proses Link Strings (ls).

Proses perintah Linking string bila dilakukan lebih dari sekali pada
pasangan string akan membuat wireframe yang ganda. Wireframe
ganda tersebut akan menimbulkan banyak permasalahan dalam
pembuatan blok model di dalam wireframe atau dalam
penghitungan volume wireframe tersebut.

16. Gunakan perintah Update the Visualizer dengan mengetik perintah shortcut uv
untuk menampilkan hasil perintah Linking di atas.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 12


Anda akan melihat bentuk wireframe tersebut menyelimuti seluruh string
dengan sebuah lubang dekat string terbuka paling atas. Lubang tersebut tidak
dapat dilihat di Design Window. Itu sebabnya alasannya untuk selalu
memeriksa wirerframe yang dibuat di Visualizer Window.

Latihan 2: Proses Linking String Perimeter dengan String Terbuka

Penyebab terjadi lubang di wireframe di atas karena proses linking string terbuka
dengan string tertutup. Perintah Link Strings (ls) digunakan untuk proses linking
string yang kedua string tersebut terbuka atau keduanya string tertutup karena itu
perintah yang lain diperlukan untuk proses linking pada dua string yang berbeda.

1. Gunakan perintah Undo Last link dengan menekan icon pada toolbar
Wireframe Linking untuk menghapus wireframe yang terakhir dibuat (asumsi
proses linking ke string terbuka adalah perintah yang terakhir)

2. Gunakan perintah Link to Line dengan menekan icon pada toolbar


Wireframe Linking untuk mengulang proses Linking kedua string tersebut.
3. Tampilkan wireframe hasil perintah di atas pada Visualizer Window, lubang
dekat string terbuka tersebut seharusnya tidak ada lagi.

Latihan 3: Membuat Wireframe dengan Percabangan


Pada latihan ini anda akan membuat wireframe dengan proses linking bagian dari
string yang dibatasi oleh boundary string.
1. Hapus semua data string di Design Window dengan menggunakan perintah
Right-Click | Unload | Strings (eal).
2. Hapus semua data wireframe di Design Window dengan perintah Right-Click |
Unload | Wireframes (eaw).
3. Ubah tampilan dengan pusat bidang pandang pada 0,0,0 menggunakan perintah

Custom Viewplane. Perintah ini dapat diakses dengan menekan icon pada
toolbar vertikal di sisi kanan Studio 3.
4. Buat beberapa string tertutup dimana satu string tertutup besar pada elevasi
tertentu dan tiga string tertutup yang kecil di atas 50 meter dari string yang
besar tersebut. Seperti gambar berikut:

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 13


5. Buat dua string terbuka yang memuat dua titik ujung dimana titik tersebut
berhimpit pada titik dari string tertutup yang besar (gunakan fungsi snapping
dengan modenya snap to point) seperti gambar berikut. Anda perlu menambah
titik pada string tertutup yang besar tersebut dalam pembuatan dua string
terbuka tersebut.

Titik-titik harus berhimpit

Titik-titik harus berhimpit

6. Rotasi bidang pandang yang ada Design window hingga semua string dapat
terlihat dengan jelas seperti gambar berikut ini:

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 14


7. Gunakan perintah Link Boundary dengan menekan icon dan ketika ada
prompt di sisi kiri bawah pilih bagian kiri string tertutup yang besar (A), lalu pilih
string tertutup di atasnya (B).

8. Lakukan perintah Link Boundary untuk membuat wireframe bagian string yang
lain dengan string tertutup di atasnya, seperti gambar berikut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 15


Perintah Link Boundary (lbo) adalah proses linking pada dua string tertutup
yang salah string tersebut terbagi oleh satu atau lebih dua string terbuka.
Ujung-ujung dari string terbuka tersebut harus berhimpit pada titik string
tertutup tersebut. String terbuka tersebut dianggap boundary string dalam
proses perintah Link Boundary (lbo) command.
Jika anda menggunakan perintah Link String (ls) pada string yang
mempunyai boundary string maka boundary string tersebut akan diabaikan.
Untuk menutup satu atau lebih bagian string tertutup yang dibatasi oleh string
boundary gunakan perintah End Link Boundary (elb). Proses perintah ini
berlaku pada string tertutup yang mempunyai satu atau lebih string boundary,
sedangkan perintah Wireframes | Linking | End Link (eli) mengabaikan
string boundary.
9. Hapus wireframe bagian tengah dengan menggunakan perintah Erase
Wireframe Link dengan mengetik perintah shorcut (uw) atau menekan icon
yang ada di toolbar lalu pilih wireframe tersebut.

10. Gunakan perintah End Link Boundary dengan menekan icon lalu pilih
bagian tengah dari string tertutup yang besar tersebut untuk membuat wireframe
di antara 2 string boundary.
Pastikan anda memilih titik diantara dua string boundary tersebut, jangan memilih
string boundary tersebut. Lihat hasil wireframe tersebut di Visualizer Window.
Tampilan di Design Window akan terlihat seperti gambar berikut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 16


Pada latihan-latihan berikut akan menggunakan fungsi Wireframe Linking untuk
membuat model wireframe ore body di Design Window. Anda akan menggunakan
perintah-perintah berikut pada latihan-latihan tersebut:
• Pembuatan Tag Strings.
• Membuat batasan filter string untuk ditampilkan.
• Membuat wireframe zone mineralisasi atas menggunakan tag string.
• Membuat wireframe zone mineralisasi bawah menggunakan teknik otomasi
linking.

Latihan 4: Pembuatan Tag Strings


Pada latihan ini anda akan membuat Tag String pada section Utara Selatan zone
mineralisasi Atas dan Bawah. String tersebut akan dibuat dari Barat ke Timur dengan
warna merah. String tersebut akan terdiri 6 string yang berbeda pada sisi atas dan
bawah zone mineralisasi tersebut yaitu 3 string di ujung utara dan 3 string di ujung
selatan.

Tag Strings adalah jenis string yang khusus digunakan untuk


mengontrol proses linking dalam perintah Linking String. Perintah ini
digunakan pada latihan pembuatan wireframe selanjutnya.

1. Hapus data string dan wireframe yang dibuat pada latihan yang lalu dengan
proses unloading data tersebut dari Design Window. Gunakan perintah Data |
Unload | Select dan pilih object New Strings dan New Wireframe yang ada di
list sebelum menekan tombol OK.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 17


2. Load kembali lodest.dm, topotr.dm, faulttr.dm, views.dm dan Aktifkan
tampilan data string mineralisasi dengan membuat tanda check pada kotak di
samping object lodest (strings) yang ada di control bar Sheets.

3. Tekan icon perintah Get View yang ada di toolbar vertikal di sisi kanan
Studio 3. Ketik 1 di command bar untuk menggunakan bidang pandang
secara horizontal dari tampilan string tersebut.

4. Tekan icon perintah Zoom all Data yang di toolbar untuk menampilkan
semua data di tengah-tengah window. Rotasi tampilan tersebut dengan
menekan tombol <Shift> pada keyboard dan menekan tombol kiri mouse
sambil menggeser mouse hingga didapat tampilan seperti gambar berikut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 18


5. Di Design window, perbesar tampilan pada area dengan menggunakan
perintah Zoom In (zx), sehingga ujung Selatan dari string section 45000E,
45050E, 45100E dan 45150E terlihat jelas, seperti gambar berikut.

6. Gunakan perintah Wireframes | Linking | Create Tag String (tgs) dan


gunakan fungsi snap dalam menentukan titik-titik Tag String untuk atas dan
bawah zone mineralisasi (yang berwarna hijau), dimulai dari sisi Barat menuju
sisi Timur, dengan memilih titik (dengan menekan Right-click Mouse) string
section yang ada.
7. Tekan tombol Cancel yang ada Design window untuk mengakhir pembuatan
tag string tersebut, gunakan perintah Redraw (rd) untuk menampilkan hasil
akhir.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 19


Ingat anda dapat menggunakan perintah zoom dan pan tampilan
ketika pembuatan string.

8. Gunakan perintan Update Visualizer window dengan menggunakan Right-click |


Update Visualizer Objects di Design window.
9. Di Visualizer window, periksa tag string yang dibuat dari beberapa sudut pandang
dengan menggunakan fasilitas rotasi, pan dan zoom.
10. Di Design window, jika diperlukan, pilih Tag String tersebut dan pindahkan titik
yang salah posisi ke tempat yang benar dengan menggunkan perintah Move
Points (mpo). Tekan Cancel untuk mengakhiri pengeditan string tersebut.
11. Untuk menyimpan string tersebut ke dalam file dengan menggunakan right click|
Data | Save pada object lodest.dm (strings) yang ada di control bar Loaded
Data.
12. Gunakan perintah create tag string (tgs) untuk membuat sebuah tag string
pada ujung-ujung zone mineralisasi tersebut.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 20


13. Ulangi perintah di atas untuk bawah dari zone mineralisasi LODEID=2.
Sehingga tampilan string kedua mineralisasi seperti gambar berikut.

Ingat membiasakan untuk menyimpan data string yang dibuat dengan


menggunakan perintah right-click| Data | Save pada object
lodest(strings) di control bar Loaded Data.

14. Simpan project file dengan menggunakan perintah File | Save.


15. Tekan tombol OK untuk menampilkan data di Design window secara otomasi.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 21


Latihan 5: Membuat wireframe zone mineralisasi atas menggunakan
tag strings
1. Di Design window, perhatikan toolbar Current Objects. Buat pilihan pada
“Wireframe” dengan menekan tombol dropdown di samping Object Types.

2. Tekan icon perintah Create Object . Sebuah objek baru New Wireframe
akan muncul di list Wireframe Objects pada toolbar Current Objects.
3. Perhatikan objek New Wireframe akan ada di list Overlay dan di control bar
Loaded Data.
4. Pada toolbar Wireframe Linking, aktifkan fungsi Use Tags (icon tersebut
akan menjadi warna orange bila aktif).

5. Gunakan batasan filter umum untuk menampilkan data string Tag strings (kode
warna 2 (merah) dan string zone mineralisasi atas (kode warna 10 (hijau))
dengan menggunakan perintah Format | Filter All Objects | Strings dan
isian parameter seperti gambar berikut.

6. Tekan tombol Save Expression sebelum menekan tombol OK.


7. Gunakan perintah Redraw untuk menampilkan hasil batasan filter dengan

mengetik perintah shortcut rd atau menekan icon .

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 22


8. Tekan icon peritah End Link untuk menutup ujung wireframe volume ore
body dan pilih string paling barat dan paling timur. Tekan tombol Cancel di
Design window untuk mengakhiri proses menutup wireframe volume tersebut.
9. Gunakan perintah Update Visualizer dan perhatikan wirerframe penutup yang
dibuat tadi di ujung-ujung string section.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 23


10. Gunakan Design window, tekan icon perintah Link Strings dan pilih
string dimulai section yang paling barat dan string sebelah timur hingga bor
section paling timur. Tekan tombol Cancel untuk mengakhiri proses Linking
String string mineralisasi tersebut.

Perhatikan Status Bar yang ada di bawah dari Studio 3 window


ada peringatan pada proses linking string.

11. Di Design window perhatikan wireframe zone mineralisasi atas yang anda buat
seperti gambar berikut:

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 24


12. Di Visualizer window periksa wireframe yang dibuat sudah benar-benar
menujukkan permukkan yang terbentuk dari string mineralisasi. Wireframe
tersebut adalah volume tertutup yang memuat wireframe permukaan atas dan
bawah dari string section dan wireframe penutup di ujung-ujung secton.
Wireframe tersebut tidak boleh ada gap ataupun lubang.

13. Simpan wireframe dengan menekan icon perintah Save Object yang ada
di toolbal Current Objects.
14. Gunakan pilihan Datamine (.dm) file pada dialog dan ketik nama file lodetr
sebelum menekan tombol Save.

Anda dapat menggunakan Right Click | Data | Save as Data |


Save as Data | Save as pada file New Wireframe di control bar
Loaded Data.

15. Simpan project file menggunakan perintah File | Save.


16. Tekan tombol OK untuk menampilkan data di Design window secara otamatis.
Latihan 6: Membuat wireframe zone mineralisasi LODEID=2
1. Gunakan perintah Format | Filter All Objects | Strings (fs) untuk
menampilkan data tag strings (kode warna 2 (merah) dan string zone
mineralisasi bawah (kode warna 9 (merah)) dengan batasan filter seperti
berikut:

2. Tekan icon perintah redraw .


Karena tampilan sekarang wireframe zone mineralisasi LODEID=1 yang baru
dibuat membuat tampilan string zone mineralisasi LODEID=2 sulit dilihat sehingga
mengganggu pembuatan wireframe zone mineralisasi bawah. Sebab itu diperlukan

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 25


batasan filter untuk menyembunyikan tampilan wirerframe zone mineralasasi
LODEID=1.
3. Gunakan perintah Format | Filter All Objects | Wireframe Triangles (fwt)
dan buat batasan filter seperti berikut:

4. Pastik object lodetr/lodept terpilih sebagai object wireframe di toolbar Current


Objects.

Jika anda tidak melakukan perintah tersebut maka wireframe


yang akan dibuat menjadi bagian wireframe yang lain yang ada
di memori.

5. Tekan icon perintah End Link untuk menutup wireframe volume dari ore
body dan pilih string yang paling barat dan string yang paling timur di tiap
patahan. Tekan tombor Cancel di Design window untuk mengakhiri proses
penutupan wireframe.

6. Tekan icon perintah Link Strings dan pilih string yang paling barat string
section di sebelahnya dan tekan icon perintah Link String untuk membuat
wireframe di patah berikutnya . Tekan tombol Cancel untuk mengakhiri proses
linking string.

7. Simpan wireframe dengan menekan icon perintah Save Object yang ada
di toolbar Objects.
8. Hapus batasan filter pada tampilan string dan wireframe dengan menggunakan
perintah Format | Filter All Objects | Erase All Filters.
9. Gunakan perintah Redraw (rd) untuk menampilkan hasil akhir dan periksa
wireframe tersebut di Visualizer dengan menekan icon perintah Update

Visualizer .

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 26


10. Simpan project file menggunakan perintah File | Save.
11. Tekan tombol OK untuk menampilkan data di Design window secara otomasi.

Latihan 7: Mengedit wireframe zone mineralisasi LODEID=2 pada


bidang patahan
Zone Mineralisasi LODEID=2 terdapat patahan dan bidang patahan ditunjukkan oleh
wireframe faulttr/faultpt. Wireframe mineralisasi LODEID=2 yang dibuat di atas
melewati bidang patahan tersebut. Berikut tahap-tahap untuk mengedit wireframe
tersebut.
1. Tampilkan wireframe bidang patahan faultst dengan memberi tanda file
tersebut di control panel Sheet lalu tekan icon perintah Redraw .
2. Geser zona patahanan 10 meter searah X positif and 10 meter searah X negatif
untuk membentuk zona bidang lemah.

3. Buat wireframe zona lemah tersebut dan simpan dengan nama


fault2tr/fault2pt.

4. Gunakan perintah Wireframes | Boolean Operations | String From


Intersections (sfi) untuk membuat string perpotongan dari dua wireframe.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 27


5. Gunakan perintah Edit | Erase | Wireframe Link untuk mengapus wireframe
pada segmen patahan tersebut dan di ujung mineralisasi tiap patahan.

6. Gunakan panel control bar Sheet dan hapus tanda check pada object
fault2tr/fault2pt (wireframe) lalu tekan icon perintah Redraw .

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 28


7. Tekan icon perintah End Link untuk menutup wireframe mineralisasi pada
string perpotongan dengan bidang patahan.

8. Tekan icon perintah Link Strings membuat melanjutkan wireframe


mineralisasi LODEID=2 tersebut hingga string perpotongan dengan bidang
patahan. Tampilan kedua wireframe mineralisasi seperti gambar berikut:

9. Tekan icon perintah End Link untuk menutup wireframe mineralisasi pada
string perpotongan dengan bidang patahan.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVI - 29


17 PEMODELAN WIREFRAME – MANIPULASI
WIREFRAME
Pengantar
Pada sessi ini anda akan menggunakan teknik untuk memanipulasi dan mengedit
wireframe. Anda akan mengenal proses verifikasi yang akan digunakan untuk
memverifikasi wireframe yang telah dibuat seperti wireframe permukaan topografi dan
wireframe orebody yaitu topotr/topopt (wireframe) dan lodetr/lodept (wireframe).

Latar Belakang
Kapan memanipulasi wireframe?
Teknik memanipulasi wireframe biasanya digunakan untuk membuat wireframe baru
berikut:
• Object wireframe yang dibentuk dari dua wireframe yang ada di Design
Window yaitu untuk membuat suatu wireframe kombinasi atau irisan dari
kedua wireframe tersebut
• Object Wireframe atau object string yang dibentuk dari object wireframe
dengan bidang pandang yaitu membuata wireframe slice atau string.
Teknik manipulation wireframe di kelompokkan berdasarkan kategori seperti berikut:
• Boolean Operations Teknik pembuatan wireframe baru hasil penggabungan,
irisan atau selisih dari dua atau lebih wireframe. Teknik
tersebut membuat string perpotongan dua atau lebih
wireframe.
• Plane Operations Teknik ini memotong wireframe pada suatu bidang.
Teknik juga memproyeksi wireframe DTM pada suatu
bidang tertentu.
• Other Commands teknik memverifikasi, mengoptimalsasi dan menghitung
volume wireframe

Teknik Memanipulasi Wireframe memerlukan object wireframe yang


telah masuk di memory Design Window sehingga wireframe tersebut
dipilih untuk diproses.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 1


Bagaimana memilih wireframe untuk dimanipulasi atau diedit?
Kunci keberhasilan teknik manipulasi and pengeditan pada pengertian yang benar
akan pemilihan wireframe atau bagian wireframe yang akan diproses. Dalam menu
File | Settings | Wireframing ada lima metode untuk memilih wireframe seperti ada
di tabel berikut. Setiap pilihan ditentukan dengan pengaktifkan fungsi pilihan tersebut.
Penggunakan metode pilihan akan berlaku untuk semua peritah dalam mengubah dan
menghitung volume wireframe di Design.

Metode Keterangan
Pemilihan

By Object Untuk memilih wireframe berdasarkan nama object. Sehingga


pada saat memilih wireframe akan menentukan nama file
wireframe point dan wireframe triangle.

By Group Untuk memilih wireframe berdasarkan group wireframe.


Wireframe yang terpilih adalah wireframe yang mempunyai nilai
group yang sama pada file wireframe trianglenya dengan
menggunakan mouse.

By Surface Untuk memilih wireframe berdasarkan nilai surface wireframe.


Wireframe yang terpilih adalah wireframe yang mempunyai nilai
group dan surface yang sama pada file wireframe trianglesnya
dengan menggunakan mouse.

By Attribute Untuk memilih wireframe berdasarkan nilai field attribut.


Wireframe yang terpilih adalah wireframe yang mempunyai nilai
field attribut yang sama dengan menggunakan mouse. Nilai
group, dan nilai surface akan diabaikan dan pada wireframe baru
hasil manipulasi mempunyai nilai group yang surface dibuat
secara otomatis.

Custom Untuk memilih wireframe berdasarkan batasan filter tertentu.


Wireframe yang terpilih berdasarkan batasan field pada file
wireframe point atau file wireframe triangle. Nama field yang
dapat digunakan pada file wireframe point yaitu: GROUP, PID,
XP, YP and ZP. Nama fields yang dapat digunakan pada file
triangle yaitu GROUP, SURFACE, LINK, TRE1ADJ, TRE2ADJ,
TCOLOUR, COLOUR, NORMAL-X, NORMAL-Y, NORMAL-Z dan field
tambahan. Nilai group, dan nilai surface akan diabaikan dan
pada wireframe baru hasil manipulasi mempunyai nilai group
yang surface dibuat secara otomatis.

Field Attribute menunjukkan wireframe yang berbeda berdasarkan tipe batuan atau
zone adalah bagian yang penting dari file wireframe. Field tersebut dapat
menunjukkan identitas wireframe di Design Window dan dapat digunakan dalam
pembuatan blok model. Semua field attribut disimpan dan file wireframe triangle.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 2


Dalam penambahan field atribut, dalam Datamine ada 4 nama field standar yang ada
di setiap file wireframe triangle. Ke-empat field tersebut dijelaskan seperti berikut:
• GROUP Field GROUP terdiri dari satu atau lebih wireframe yang beda ditandai
dengan nilai GROUP.
• SURFACE Sebuah wireframe dengan nilai GROUP sama dapat terdiri satu atau
lebih permukaan yang ditandai oleh nilai field SURFACE.
• LINK Setiap wireframe terdiri dari satu atau lebih nilai LINK dan setiap
nilai LINK berbeda dengan lainnya. Field ini hanya digunakan untuk
proses internal Datamine.
• COLOUR Nilai field ini dari 1 hingga 64 dan digunakan untuk menentukan
warna dari setiap segitiga wireframe. Nilai dan warna sama dengan
tampilan jika menggunakan perintah Make DTM (md) atau New
String (ns).
Datamine Studio mengkontrol nilai GROUP, SURFACE, dan LINK yang diberikan pada
setiap wireframe. Jika anda ingin memberikan nilai khusus pada field atribut
wireframe maka anda harus membuat field atribut tambahan untuk tujuan tersebut.

Jangan mengandalkan nilai GROUP, SURFACE dan LINK untuk


mengidentitaskan sekumpulkan wireframe. Gunakan warna yang
berbeda dan salah satu field attribut tambahan.

Dalam pengklasifikasian wireframe gunakan field GROUP dan SURFACE menjadi alat
dimana wireframe dapat dibedakan dalam proses penggabungan dan verifikasi
wireframe, yang nanti akan dijelaskan. Juga dapat memberikan kontrol dalam
penghapusan wireframe. Anda dapat menghapus wireframe berdasarakan nilai
GROUP, SURFACE atau LINK dan tiap-tiap segitiga.
Kenapa diperlukan verifikasi wireframe?
Perintah Wireframes | Verify (wvf) dapat digunakan untuk melakukan validasi
berikut:
• Penindetifikasian ketidakkontinuan (lubang atau wireframe ganda) di dalam
suatu wireframe permukaan.
• Pengidentifikasian garis perpotongan setealah wireframe telah dimerge.
• Pengidentifikasian perpotongan badan wireframe atau pelipatan di dalam
suatu wireframe.
• Pemeriksaan titik yang ganda.
• Mengurutkann nilai GROUP dan SURFACE pada suatu wireframe.
Proses dalam perintah VERIFY diatur dengan pengaktifkan beberapa fungsi sebelum
perintah ini digunakan.

Anda harus melakukan perintah VERIFY sebelum melakukan perintah


merge, split wireframe atau penghitungan volume wireframe.

Proses yang dilakukan oleh perintah verify wireframe seperti berikut:

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 3


Proses Keterangan

Store surface number Pengidentifikasian permukaan yang beda


berdasarkan kemenerusan permukaan,
membuat nilai index yang beda untuk tiap
permukaan, dan nilai index ke dalam field
tertentu.

Check for open edges Mencari sisi yang dipakai oleh 2 segitiga.
Jika ditemukan, object baru dibuat yang
terbuat dari string pada sisi yang terbuka.

Check for shared edges Memeriksa sisi yang dipakai oleh 2


segitiga. Jika ditemukan object baru
dibuat yang terbuat dari string pada sisi
yang dipakai bersama.

Check for crossovers Memeriksa segitiga yang memotong,


tetapi tidak bersinggungan dengan
segitiga lain. Jika ditemuka sebuah object
baru dibuat yang tersebut dari string pada
sisi perpotongan.

Remove duplicate vertices Menghapus titik dimana lokasi yang sama,


dan mengkombinasikan dengan satu
reference.

Remove duplicate faces Menghapus segitiga-segitiga yang titik


yang sama.

Remove empty faces Menghapus segitiga-segitiga yang


mempunyai luas nol.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 4


Latihan 1: Memverifikasi object Wireframe
Pada latihan ini, anda akan memverifikasi wireframe permukaan topografi dan
wireframe ore body, topotr/topopt (wireframe) dan lodetr/lodept (wireframe).
1. Aktifkan tampilan wireframe permukaan topografi dan wireframe zone
mineralisasi.

2. Tekan icon perintah Get View dan ketik “1” pada command bar untuk
menggunakan bidang pandang secara horizontal.
3. Gunakan perintah Wireframes | Verify.
4. Pada dialog Verify Wireframe, di kotak Name, pilih object topotr/topopt
(wireframe).
5. Beri tanda dan pilih pilihan yang ada di dialog tersebut seperti gambar berikut
lalu tekan tombol OK.

6. Cara lain untuk memverifikasi wirerframe dengan menggunakan control bar


Loaded Data.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 5


7. Gunakan perintah Right Click | Verify pada lodetr/lodept (wireframe).
8. Pada dialog Verify Wireframe, beri tanda dan pilih pilihan pada dialog
tersebut seperti gambar berikut:

Nilai Shared Edges tampil di summay result yang menujukkan


sisi yang dipakai bersama dari wireframe zone mineralisasi
atas dan bawah. Nilai Intersection didapat untuk menujukkan
segitiga dari kedua wireframe berpotongan.

9. Ada dialog konfirmasi hasil dari perintah verify, seperti berikut:

Wireframe tertutup yang sempurna, pada dialog konfirmasi proses


verify harus
- tidak ditemukan sisi wireframe terbuka (0 Open Edge found)
- tidak ditemuakan sisi wireframe berhimpit (0 Shared Edge found )
- tidak ditemukan sisi wireframe yang bersilang (0 Intersection found)

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 6


Latihan 2: Menghitung volume dari object wireframe
Dalam latihan ini anda akan menghitung volume dari wireframe orebody.
1. Nonaktifkan tampilan semua object kecuali wireframe orebody.

2. Gunakan Design window.


3. Pada control Loaded Data gunakan perintah Righ-click | Calculate Volume
pada file lodetr/lodept (wireframe).
4. Pada dialog Calculate Volume, tentukan pengaturannya seperti gambar berikut
lalu tekan tombol OK.

Wireframe yang akan dihitung volumenya harus di-verify terlebih dahulu.


Namun pada pilihan Verify di sini, tanda check bisa dinonaktifkan karena object
wireframe telah diverifikasi pada latihan sebelumnya.
Volume pada wireframe permukaan (DTMs) juga dapat dihitung dengan
perintah di atas dengan memilih DTM sebagai Object Type-nya.

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 7


Volume untuk wireframe closed volume dan wireframe permukaan
dapat dihitung dengan menggunakan perintah Wireframes |
Wireframing Processes | Calculate Wireframe Volume
(TRIVOL)

`` PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

18 PENGENALAN MACRO
Pengantar
Pada sesi ini akan mengenal fasilitas yang penting yang dapat digunakan yaitu program
macro. Dengan program macro akan merekam urutan perintah dan menggunakan urutan
perintah tersebut, fasilitas ini sangat berguna dalam mengerjakan suatu data dengan
urutan perintah yang tetap. Sehingga pengerjaan data tersebut dapat dilakukan secara
otomasidengan nama file yang tetap, seperti dalam proses pengestimasian sumberdaya.
Pada latihan ini akan menghitung nilai statistik dari kadar AU berdasarkan nilai NLITH
dan merekam setiap perintah yang digunakan dalam program macro.

Latar belakang
Pada Studio 3 ada dua fasilitas untuk merekam dan menggunakan urutan perintah
tersebut, yaitu:

Fasilitas Otomasi Keterangan

Program Macro Fasilitas untuk merekam dan


menggunakan urutan perintah.

Program Scripting Fasilitas yang menggunakan modul


Website seperti Javascript dan HTML
untuk merekam dan menggunakan
urutan perintah. Tidak seperti fasilitas
sebelumnya, perintah selain perintah
Datamine yang bisa digunakan.

Makro tidak dapat digunakan untuk merekam perintah-perintah yang


digunakan di window Design.

Pada sesi hanya mengenalkan program macro saja. Untuk pendalaman program macro
dan program scripting akan dibahas dalam modul training yang lain.
Program macro merupakan file text yang memuat urutan perintah yang menggunakan
file, field dan parameter tertentu. Fasilitas ini dapat membatasi sebagian dari urutan
perintah tertentu dan menggunakan urutan perintah tersebut secara otomatis. Program
macro dapat dibuat dalam Studio 3 seperti pada latihan ini atau bila sudah pengalaman
dapat dibuat dalam software text editor seperti Notepad.exe.

Fasilitas program macro ini terdapat pada menu Tools | Macro yaitu untuk merekam,
menghentikan rekaman dan menggunakan program macro:

Perintah Keterangan
MACST Starts macro recording
MACEND Stops macro recording
XRUN Replays macro

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Untuk merekam urutan perintah ke dalam program macro menggunakan perintah


MACST yang dapat diketikkan di command prompt pada panel control bar Command
atau menggunakan menu Tools | Macro | Start Recording.

Bila menggunakan perintah MACST akan muncul dua pertanyaan yaitu:


MACRO NAME >
File name:

Nama yang dibuat pada pertanyaan MACRO NAME adalah perintah macro yang dicatat
pada baris pertama setelah !START. Setiap program macro akan diawali dengan !START
“Macro Name”. Biasanya namanya dengan BEGIN sehingga baris pertama program
macro tersebut seperti berikut !START BEGIN.
Nama file dibuat pada pertanyaan ‘File name:’ adalah file yang akan menyimpan
program macro. Biasa nama file menggunakan huruf kecil dan diakhiri .mac misalnya
test.mac. Pada layer dapat ditentukan dimana letak drive dan folder file tersebut akan
disimpan.
Untuk menghentikan rekaman urutan perintah menggunakan perintah MACEND yang
diketikkan pada command prompt atau dari menu Tools | Macro | Stop Recording.
Perintah tersebut akan mengakhiri program macro dengan !END dan menyimpannya
dalam file yang ditentukan.

Bagaimana Studio 3 dapat membedakan nama file, field dan parameter dari
suatu perintah dalam program macro?
Dalam file macro, program macro menggunakan 4 simbol yang mengidentifikasi yang
berbeda seperti

Symbol Keterangan

Perintah batch command. Semua perintah batch command


! diawali dengan tanda seru, dan nama perintahnya paling
banyak menggunakan 6 huruf dan diakhir tanda spasi

Untuk mengidentifikasi nama file. Perhatikan terdapat spasi


&
antara nama perintah dengan nama file pertama

* Untuk mengidentifikasi nama field

@ Untuk mengidentifikasi parameter.

Setiap nama file, field dan parameter dipisahkan dengan tanda koma. Nama perintah
dapat dipisahkan satu atau lebih spasi.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Mengedit Program Macro


Program macro dapat diedit dan diubah dengan menggunakan software text editor
seperti Notepad. Dalam proses mengedit 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:
• Setiap baris maksimal terdiri 80 karakter
• Ketika akan menambahkan suatu file, field atau parameter dari suatu perintah
pastikan penggunaan tanda koma sudah benar. Setiap nilai dari suatu perintah
dipisahkan oleh tanda koma dan diakhir suatu perintah harus tidak ada tanda
koma, seperti contoh berikut:
!MGSORT &IN(HOLES),&OUT(XXTMP1),*KEY1(LODEID)
• Hindari pemakaian <TAB> dalam program macro
• Pastikan penamaan field default Datamine menggunakan huruf

Setiap program macro harus diawali dengan “!START ....“ dan diakhiri
dengan “!END“ .

Perhatikan gambar berikut yang menjelaskan pemakaian perintah MACST dan MACEND
dan jawaban dari pertanyaan untuk menentukan nama program macro dan file yang
memuat program macro.

MACST

Command/Menu/Toolbar Text File called “test.mac”

!START begin

MACRO NAME > begin


File name: test.mac

MACEND
!END

Untuk menggunakan program macro yang sudah ada jalankan perintah XRUN dari
menu Tools | Macro | Run Macro atau mengetiknya seperti perintah batch command
lainnya. Pertanyaan pada perintah XRUN sama pada perintah MACST kecuali pertama-
tama harus menentukan file yang memuat program macro. Jika hanya ada satu !START
dalam filet tersebut, maka program macro tersebut akan otomatis jalan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Berikut ini adalah beberapa proses yang akan direkam dalam macro file :
Bagaimana menghitung nilai statistik dari data suatu file?
Perintah STATS digunakan untuk menghitung nilai statistik unvariate dari suatu data
numerik. Perintah ini dapat digunakan dari menu Applications | Statistics | Compute
Statistics. Perintah ini akan mencatat hasilnya dalam suatu file dan menghitung
sebagian data. Nilai statistik yang dihitung antara:
• Banyaknya record data
• Banyaknya data samples (tidak termasuk data absent)
• Nilai minimum, maximum dan range data
• Jumlah dan nilai mean
• Nilai variance, standard deviation, dan standard error
• Nilai Skewness dan kurtosis
• Nilai Geometric mean dan nilai mean dari log estimate
• Jumlah dan mean dari nilai log

Bagaimana mengubah data file Datamine ke suatu file text?


Perintah OUTPUT (Applications | File Transfer Processes | Output File as
Datamine Text) untuk mengubah file Datamine menjadi file text. Jika menggunakan
parameter CSV = ‘0’, maka output datanya akan terpisah oleh spasi, sebaliknya bila nilai
parameter = ‘1’, maka output datanya akan terpisahkan oleh tanda koma. Fasilitas ini
akan sangat berguna dalam mengekspor data file Datamine supaya dapat digunakan
dengan software tambang lainnya atau ditampilkan pada tabel Excel.

ECHO
Perintah ECHO untuk menampilkan pesan dalam window Command.

Latihan 1: Merekam program Macro untuk menghitung statistik suatu


kadar
Pada latihan ini akan merekam program macro untuk menghitung kadar AU di tiap nilai
NLITH.
1. Gunakan perintah Tools | Macros | Start Recording (atau mengetik MACST
pada command line) dan buat jawaban pada pertanyaan tersebut seperti gambar
berikut:

2. Buat nama file yang memuat program macro tersebut dengan, test1, seperti
gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Gunakan perintah Applications | File manipulation Processes | Sort (atau


mengetik MGSORT pada command line) dan buat nama file dan field seperti
berikut:

MGSORT
Files Tab

IN dholes

OUT xxtmp1

Field Tab

Key1 LODEID

4. Lihat data file output perintah tersebut dengan menggunakan Datamine Table
Editor.
5. Gunakan Applications | Statistical Processes | Compute Statistics (atau
mengetik STATS di command line) dan buat pengaturan dan panel perintah
tersebut seperti gambar berikut:

STATS
Files Tab

IN xxtmp1

OUT xxtmp2

Field Tab

F1 AU

KEY1 LODEID

Tekan tombol OK untuk menjalakan perintah tersebut. Anda akan menekan


tombol enter sebanyak 3 kali untuk menampilkan nilai statistik dari tiap zone rock
pada control bar Command.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Lihat data file XXTMP2 di File Editor; File tersebut mempunyai 3 record yaitu ke-
3 nilai LODEID values (0,1 dan 2). Untuk menggunakan perintah STATS
berdasarkan nilai field tertentu, file input harus diurutkan dari nilai field tersebut.

6. Gunakan perintah Applications | File Transfer processes | Output File as


Datamine Text (atau mengetik OUTPUT di command line) untuk mengcopy file
data XXTMP2 dalam file text. Gunakan pengaturan berikut:

OUTPUT Dialog

Files Tab

IN XXTMP2

Fields Tab

F1 LODEID

F2 FIELD

F3 MEAN

F4 MINIMUM

F5 MAXIMUM

Parameters Tab

CSV 1

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

7. Pada panel Select File buat nama file outputnya results.txt:

8. Untuk mengakhiri pengrekaman program macro gunakan perintah Tools | Macro


| Stop Recording (atau mengetik MACEND di command line).
9. Lihat file results.txt dengan menggunakan text editor seperti Notepad.

Perhatikan file tersebut memuat nama tiap kolom. Tutup file results.txt sebelum
melanjutkan latihan berikut.

Untuk menambahkan menu yang akan digunakan di Studio 3 gunakan


Tools | Customize | Tools dan pilih nama external application/program
yang akan digunakan dari Menu contents lalu pilih dan browse external
executable file (exe) dari kotak Command.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2: Mengedit dan Menggunakan Program Macro

Pada latihan ini anda akan mengedit program macro yang telah dibuat untuk
menampilkan nilai variance di tiap nilai LODEID. Pengeditan program macro dengan
menggunakan text editor dan menggunakan program macro tersebut di Studio 3.
1. Gunakan panel control bar Project Files, dan gunakan folder Macros dan
double-click pada file test1.mac.

Terdapat 3 baris kosong di antara perintah ! !STATS dengan perintah


!OUTPUT. Baris kosong tersebut menunjukkan jumlah menekan tombol
Enter pada saat menampilkan nilai statistik setiap nilai LODEID pada
proses STATS.

2. Edit file test1.mac dan tambahkan text yang bercetak tebal di bawah ini. Anda
harus cermat selama mengedit program macro dan hindari pengetikan yang salah
karena akan membuat program macro tidak berfungsi. Perhatikan setiap file, field
dan parameter terpisah oleh tanda koma dan di akhir parameter tidak ada tanda
koma (atau di akhir field seperti pada perintah STATS).

!START aucalc

# Menghitung nilai statistik dari kadar AU field dan


# menyimpan di file results.

!MGSORT &IN(dholes),&OUT(xxtmp1),*KEY1(LODEID),@ORDER=1.0

!STATS &IN(xxtmp1),&OUT(xxtmp2),*F1(AU),*KEY1(LODEID)

!OUTPUT
&IN(xxtmp2),*F1(LODEID),*F2(FIELD),*F3(MEAN),*F4(MINIMUM),

*F5(MAXIMUM),*F6(VARIANCE),@CSV=1.0,@NODD=0.0
results.txt

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

# Menghapus file sementara


!DELETE &IN(XXTMP1)
!DELETE &IN(XXTMP2)

!ECHO Nilai mean dan variance dari kadar AU telah disimpan


!ECHO dalam file results.txt.

!END

Pengubahan/penambahan tanda koma kerap menjadi kesalahan dalam


pengeditan program macro. Harus teliti dan hati-hati.

Penambahan perintah DELETE dan ECHO serta suatu informasi dengan


menggunakan tanda # dan spasi. Tanda # dapat diganti dengan perintah !REM
dilanjukan informasi yang akan ditambahan. Dianjurkan memberikan inforrmasi
pada program macro untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan program macro
dan perubahan yang dibuat pada program macro tersebut.
3. Simpan file macro, test1.mac, dan tutup file text tersebut.
4. Gunakan perintah Tools | Macros | Run Macro (atau mengetik XRUN di
command line) dan pilih test1.mac. Lihat field VARIANCE dibuat dan file
sementara telah dihapus.
Q: Bagaimana caranya untuk menambahkan standard deviation pada file
results.txt. Anda membutuhkan Held dari STATS dan menentukan nama field
dari STATS yang memuat nilai standard deviation.

Latihan 3: Memasukkan Input Interaktif di Program Macro


Dalam latihan sebelumnya, kita telah belajar bagaimana merekam dan menggunakan
program macro. Pada contoh di atas menggunakan file, field dan parameter (dan
batasan retrieval) tertentu. Sehingga tidak bisa mengubah nama file input atau output
dari program macro.
Pada latihan ini akan menggunakan variabel substitusi sehingga dapat memberi nilai
pada variabel tersebut di program macro. Variabel substitusi tersebut biasa digunakan
pada program macro dibanding dengan nilai tertentu dalam mengerjakan file, field atau
parameter yang diinginkan. Sebagai contoh anda dapat menghitung nilai mean dan
variance dari kadar tertentu dari data file yang diinginkan. Data file tersebut dapat
berbeda nama file dan kadar.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

PROMPT
Perintah PROMPT untuk menampilkan text di screen dan memasukkan input secara
interaktif. Nilai yang dimasukkan pada perintah PROMPT disimpan di variabel substitusi.
Perintah ini dapat menggunakan screen menu untuk membuat dan menentukan nilai
variabel substitusi.
Setiap baris setelah perintah PROMPT diawali dengan 0 atau 1. Text setelah tanda 0
akan hanya ditampilkan di window Command, sedangkan text setelah tanda 1 akan
menentukan nilai dari variabel substitusi. Nama variabel substitusi diawali tanda $ dan
diakhiri dengan #. Panjang nama variabel substitusi 16 huruf termasuk tanda $ dan #.
Pada contoh berikut, penggunakan perintah PROMPT dalam program macro untuk
menentukan nama file dan mengcopy data file tersebut (COPY) ke suatu file yang akan
ditentukan secara interaktif.

!start begin
!PROMPT
0
0 Enter a filename
0
1 Filename > ‘$file#’,a,8
!COPY &in($file#),&out(xxtmp1)
!END

Semua baris di perintah PROMPT (yang diawali tanda 1) diakhiri dengan nama variabel,
dan “a” atau “n” untuk menentukan jenis data dari variabel substitusi angka atau huruf.
Terdapat pilihan nilai yang valid atau tidak. Pada contoh di atas tanda a,8 menunjukkan
jenis data dari variabel substitusi tersebut adalah huruf yang mempunyai paling banyak 8
huruf. Nilai default dari variabel substitusi dapat ditentukan di dalam tanda [ ].
Contoh berikut penggunakan perintah PROMPT untuk menginput nilai numerik dari
variabel substitusi $num#, dengan nilai default 1.

!START begin
!PROMPT
0
1 Enter a number [1] > ‘$num#’,n
!ECHO $num#
!END

1. Buka file macro test1.mac dengan software text editor (netepad) dan buat
perubahan seperti text berhuruf tebal pada tampilan berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

!START aucalc

# Calculate statistics on the AU field and write the


# results to a file.

!PROMPT
0
0 Enter the name of the file for processing
0
1 FILENAME [dholes] > '$FILEN#',a,8

!MGSORT &IN($FILEN#),&OUT(xxtmp1),*KEY1(LODEID),@ORDER=1.0

!STATS &IN(xxtmp1),&OUT(xxtmp2),*F1(AU),*KEY1(lODEID)

!OUTPUT &IN(xxtmp2),*F1(LODEID),*F2(FIELD),*F3(MEAN),*F4(MINIMUM),
*F5(MAXIMUM),*F6(VARIANCE),@CSV=1.0,@NODD=0.0
results1.txt

# Delete the temporary files


!DELETE &IN(XXTMP1)
!DELETE &IN(XXTMP2)

!ECHO The mean and variance of the AU field in the $FILEN# file has
!ECHO been written to the results.txt file.
!END

2. Coba perubahan pada program macro dengan menggunakan perintah Tools |


Macros | Run Macro (atau ketik XRUN di command line) dan piih file macro
test1.mac. Masukkan nama file, dholesc, pada pertanyaan di window Command
(file tersebut dibuat sesi composite bor dengan menggunakan perintah COMPDH)

Jika nama file tersebut tidak ada di folder project, program abort akan
batal.

3. Bandingkan nilai statistik tersebut di file, results.txt dan results1.txt,


menggunakan text editor.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XVIII - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

19 BLOCK MODELING
Pengantar
Pada sesi ini anda akan membuat block model yang dibatasi wireframe dan kadar dari
data drillhole yang dibuat pada latihan di sesi sebelumnya serta menampilkan block
model tersebut di window Design dan Visualizer. Block model yang akan dibuat
mempunyai batas atas topografi dan wireframe orebody untuk membedakan block model
ore dan waste. Block model tersebut akan digunakan dalam sesi estimasi kadar di tiap
cell block model.

Latar belakang
Semua block model dibuat dengan menggunakan perintah batch command, sehingga
program macro sangat membantu dalam pembuatan block model. Window Design,
Plots dan Visualizer dapat digunakan untuk menampilkan dan mengevaluasi block
model tetapi untuk mengedit hanya di window Design. Pada sesi ini akan membahas
konsep block model di Studio 3 dan perintah-perintah batch yang sering digunakan
dalam membuat block model.
Perintah-perintah batch command yang sering digunakan:
PROTOM – Menentukan dimensi global 3D dari block model
TRIFIL – Membuat block model yang dibatasi wireframes
ADDMOD – Menggabungkan dua block model
Perintah-perintah lain yang digunakan dalam pembuatan block model
SLIMOD – Mereset block model ke prototypenya, dan mengurutkan nilai IJK
PROMOD – Mengotimasi penggunaan subcells
REGMOD – Mengubah ukuran block model dengan ukuran prototype baru

Bagaimana mengatur size block model?


Block model terdiri balok-balok atau kotak-kotak, yang mempunyai nilai kadar, tipe
batuan, kode oksidasi dll. Parent cell adalah ukuran block model yang paling besar
dibentuk. Ukuran block model ditentukan berdasarkan beberapa faktor seperti spasi bor,
metoda penambangan dan struktur geologi yang ada di badan bijih.
Konsep “parent cell” adalah dimensi cell block model yang terbesar dan tidak ada cell
block model yang lebih besar dari parent cell.

Konsep subcell dan kegunaannya


Block model digunakan untuk memperkirakan volume di bawah topografi atau ruang 3D
seperti zone mineralisasi. Block model diisikan kedalam wireframe untuk mendapatkan
model resource dan dapat ditambahkan field attribut pada tiap batas wireframe yang
berbeda. Seperti kadar emas yang di tiap vein.
Subcell digunakan untuk membagi ukuran parent cell menjadi ukuran yang lebih kecil
yang sesuai dengan dimensi dari wireframe. Penggunaan banyak subcell akan
mendapatkan bentuk yang lebih sesuai dengan wireframe. Batas geologi adalah
pendekatan yang terbaik.

Setiap cell block model adalah satu record di dalam file block model.
Penggunakan subcell yang terlalu banyak belum tentu akan meningkatkan
keakuratan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Bagaimana cara untuk membuat block model?


Pembuatan block model di Studio 3 selalu diawali dengan perintah PROTOM (Models |
Create Model | Define Prototype) untuk menentukan dimensi global dari block model.
Perintah ini akan membuat file yang tidak mempunyai record dengan nama-nama field
default (Lihat Lampiran 2) dan nilai default di tiap-tiap field tersebut (nama dan nilai
default dapat dilihat dari window Files). Terdapat 6 field default yang implisit (yaitu
nilai dari field tetap) yang digunakan untuk menentukan titik awal dari block model dan
banyaknya block model searah X,Y dan Z. Jadi perintah PROTOM menentukan ruang
dari block model.

Titik awal block model adalah titik paling bawah dan paling kiri dari cell
block model.

Nama-nama field di Studio 3 seperti berikut:

Nama Field Tipe Keterangan

XMORIG Implicit Titik koordinat X dari titik awal block model

YMORIG Implicit Titik koordinat Y dari titik awal block model

ZMORIG Implicit Titik koordinat Z dari titik awal block model

NX Implicit Banyaknya parent cell searah X

NY Implicit Banyaknya parent cell searah Y

NZ Implicit Banyaknya parent cell searah Z

XINC Explicit / Implicit Dimensi searah X

YINC Explicit / Implicit Dimensi searah Y

ZINC Explicit / Implicit Dimensi searah Z

Koordinat X dari titik pusat dari cell block


XC Explicit
model

YC Explicit Koordinat y dari titik pusat dari cell block model

ZC Explicit Koordinat z dari titik pusat dari cell block model

Nomor urut dari parent cell dan indek dari


IJK Explicit
subcells

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Berikut gambar dari parent cell dan block model:

Dimensi global yang ditentukan dengan perintah PROTOM tidak harus


terisi block model. Sebagai contoh block model topografi, tidak ada cell
block model di atas permukaan topografi.

Bila ada wireframe mineralisasi badan bijih, bagaimana cara membuat block
model badan bijih?
Perintah TRIFIL (Models | Create Model | Fill Wireframe with Cells) untuk
membuat block model berdasarkan wireframe permukaan (DTM) atau wireframe
tertutup. Perintah ini akan membuat block model dimana titik pusatnya berada
didalam/diluar/ diatas/dibawah dari wireframe yang digunakan. Perintah ini
membutuhkan file input model prototype dan file wireframe.
Tipe wireframe yang akan digunakan menentukan nilai parameter MODLTYPE:

MODLTYPE
Keterangan
Value

MODLTYPE=1 Membuat block model di dalam wireframe tertutup

MODLTYPE=2 Membuat block model di luar wireframe tertutup

MODLTYPE=3 Membuat block model di bawah wireframe DTM

MODLTYPE=4 Membuat block model di atas wireframe DTM

MODLTYPE=5 Membuat block mdoel di antara 2 wireframe DTM

Membuat block model di atas dan di bawah dari 2


MODLTYPE=6
wireframe DTM

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Parameter TRIFIL yang penting lainnya seperti berikut:

Parameter Keterangan Nilai

Tingkat pembagian parent cell searah


SPLITS 0, 1, 2, 3
X/Y/Z

Arah pembuatan cell block model tegak


PLANE lurus dengan bidang pandang yang ‘XY’, ‘XZ’, ‘YZ’
ditentukan.

XSUBCELLL Jumlah maksimum subcell searah X 1-100

YSUBCELL Jumalh maksimu subcell searah Y 1-100

ZSUBCELL Jumlah maksimum subcell searah Z 1-100

Dimensi terkecil cell block model yang


RESOL dapat dibuat searah pembuatan cell Bilangan positif
block.

Gambar berikut menjelaskan pembagian parent cell yang berbeda pada wireframe badan
bijih yang sama. Yaitu block model yang dihasilkan dengan nilai parameter XSUBCELL
dan YSUBCELL masing-masing 1, 2, dan 3. Perhatikan banyaknya subcell memperjelas
bentuk badan bijih. Juga dengan perubahaan pada kedua nilai parameter tersebut
membuat block model pertama hanya 2 cell block model dan 16 pada ketiga.

SUBCELL=1 X XSUBCELL=2 XSUBCELL=3


YSUBCELL=1 YSUBCELL=2 YSUBCELL=3

Apa maksudnya seam filling?


Seam filling yaitu pembentukan subcell hanya satu arah. Yaitu pembentukan subcell
sehingga memenuhi ruang yang dibatasi wireframe. Arah pembentukan seam filling
tegak lurus dari bidang PLANE. Nilai parameter PLANE adalah 'XY', 'XZ' atau ‘YZ'.
Sebagai contoh, jika nilai parameter PLANE dibuat 'XY', maka arah dari seam filling akan
searah Z. Pada arah sumbu X dan Y pembentukan subcell akan mengikuti nilai
parameter SPLIT atau XSUBCELL dan YSUBCELL. Gambar berikut menjelaskan
penggunakan nilai parameter PLANE yang berbeda dan nilai parameter SUBCELL dengan
3 pada 2 arah yang berbeda.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

PLANE='YZ' PLANE='XZ' PLANE='XY'


YSUBCELL=3 XSUBCELL=3 XSUBCELL=3
ZSUBCELL=3 ZSUBCELL=3 YSUBCELL=3
RESOL=3 RESOL=3 RESOL=3

Buat arah seam filling dengan searah pembentukan subcell yang mengikuti
bentuk wireframe.

Pada fungsi parameter RESOL?


Parameter RESOL digunakan untuk mengatur dimensi subcell yang dibentuk pada proses
seam filling. Yaitu dimensi paling kecil adalah 1/ nilai RESOL dari ukuran parent cell.
Pada gambar di atas nilai parameter RESOL yang digunakan 3. Maksudnya dimensi
subcell paling kecil sepertiga dari ukuran parent cell. Nilai default dari nilai parameter
RESOL adalah 0 yaitu tidak ada batas terkecil dari dimensi subcell, sehingga
memberikan bentuk block model sesuai dengan bentuk wireframe yang membatasinya.
Gambar berikut menjelaskan pemakaian nilai parameter RESOL dengan 0 pada
wireframe yang sama dengan di atas.

CATATAN: jika menggunakan resol anda akan mendapatkan bentuk yang lebih sesuai
tetapi cell yang terbentuk memiliki panjang yang berbeda sesuai dengan arah seam
filling.

Menggunakan nilai parameter RESOL bukan 0 akan membuat pemakaian


subcell lebih sedikit bila menggunakan perintah ADDMOD. Karena akan
membuat dimensi subcell paling kecil pada nilai tertentu.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Bagaimana menggabungkan dua block model?

Perintah ADDMOD (Models | Manipulate Model | Add Two Models Together) untuk
menggabungkan dua block model menjadi satu block model dengan metoda
menimpahkan satu block model pada block model yang lain, sehingga dalam satu block
model terdapat nama field yang ada dari kedua block model.
Perintah ADDMOD membutuhkan block model yang dibuat dengan prototype model
yang sama. Jika salah satu tidak sama prototype harus disamakan dengan menggunakan
perintah SLIMOD (Models | Manipulation Processes | Put Model onto New
Prototype).
Biasanya perintah ADDMOD digunakan untuk menggabungkan block model badan bijih
yang telah diestimasi kadarnya dengan block model waste. Prinsip dari perintah
ADDMOD pada urutan block model yang digabung. Jika kedua block model mempunyai
nama field yang sama dan nilai yang berbeda, maka nilai field pada block model yang
kedua (IN2) akan dicatat pada block model gabungan tersebut, dan nilai nama field
yang lain akan ditambahkan.

Perintah ADDMOD membutuhkan block model yang terurut berdasarkan


nilai IJK.

Gambar berikut menjelaskan perubahan parent cell dari perintah ADDMOD pada dua dua
block model. Titik pusat dari kedua parent cell sama, maka kedua parent cell tersebut
pada lokasi yang sama. Pada contoh ini block model 2 ditambahkan pada block model 1.

Parent Cell Outline1 (1 cell Model 1)

Combined model (4 cells)

Parent Cell Outline2 (2 cells Model 2)

Pada latihan berikut akan membuat 2 block model yaitu block model di dalam wireframe
badan bijih dan block model topografi kemudian menggabungkan kedua block model
tersebut menjadi satu block model yang akan digunakan dalam mengestimasi kadar pada
sesi berikutnya. Langkah-langkah pembuatan block model tersebut akan direkam dalam
program macro, sehingga bila ada kesalahan program macro tersebut dapat diedit dan
digunakan memperbaikinya. Pada sesi ini juga akan membahas bagaiman menampilkan
block model di Design dan Visualizer.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 1: Menentukan Parameter Dari Prototype Block Model


1. Gunakan panel control bar Sheets dan aktifkan tampilkan data object berikut:
• Fault2tr/fault2pt (wireframes)
• topotr/topopt (wireframe)
• lodetr/lodept (wireframe)
2. Gunakan window Design.
3. Ubah tampilan menjadi tampilan tampak atas dengan menekan icon perintah

Plane by 1 point . Pilih titik di tengah-tengah Design dan pilih Plan pada
panel perintah tersebut.
4. Pastikan tidak menggunakan fungsi clipping dengan menekan icon perintah Use

Clipping (bila icon tersebut berwarna orange menunjukkan fungsi clipping

aktif). Tekan icon perintah Zoom All Data untuk melihat semua data yang
ada.
5. Gunakan perintah Design | Query | Points.
6. Pada window Design, pilih titik titik yang merupakan ujung selatan dan ujung
barat dari wireframe badan bijih ( Titik ini adalah titik minimum koordinat X
koordinat Y dari prototype block model).
7. Pilih titik yang merupakan ujung utara dan ujung selatan dari wireframe badan
bijih (titik ini adalah titik maksimum dari koordinat X dan koordinat Y dari

prototype block model). Tekan icon Cancel .


8. Gunakan pengaturan bidang pandang N-S SECTION 45000 dengan menekan icon
perintah Get View dan ketik 2 pada Command line lalu tekan <Enter>.

9. Tekan icon perintah Use Clipping untuk mengnonaktifkan fungsi clipping.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

10. Tekan icon perintah Zoom Extents untuk menampilkan semua data
wireframe topografi dan wireframe badan bijih.
11. Gunakan perintah Design | Query | Points.
12. Pada window Design, pilih titik yang merupakan titik paling bawah wireframe
badan bijih (Titik ini adalah titik minimum koordinat Z dari prototype block model)
13. Kemudian pilih titik yang merupakan titik titik tertinggi wireframe permukaan
topografi (Titik ini adalah titik maximum koordinat Z dari prototype block model).

Lalu tekan icon Cancel .

14. Tekan icon perintah Previous View untuk menampilkan data tampak atas di
window Design.
15. Gunakan panel control bar Output, dan buat tabel untuk nilai-nilai tersebut dan
lihat nilai tersebut seperti tabel berikut ini.

Koordinate X Y Z

Maximum 45840.3203 19545.2891 387.0000

Minimum 44800.0000 18581.8105 16.9702

Pemilihan titik tergantung pada block model apa yang akan dibuat misal
block model untuk pengoptimasian open pit, titik yang dipilih harus
menimbangkan posisi material waste yang ada di sekitar badan bijih
terutama besar slope angle yang digunakan.

16. Gunakan ukuran parent cell block model 10m, sehingga nilai minimum koordinat
X, Y dan Z dibulatkan ke bawah 10 terdekat dan nilai maksmum koordinat X, Y
dan Z dibulatkan ke atas 10m.

Coordinate X Y Z

Maximum 45850 19550 390

Minimum 44800 18580 10

17. Hitung rentang dari koordinat X, Y dan Z dengan mengurangkan nilai maksimum
dan nilai minimumnya.

Coordinate X Y Z

Maximum 45850 19550 390

Minimum 44800 18580 10

Rentang 1050 970 380

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

18. Dengan menggunakan dimensi parent cell block model 10m, hitung banyak parent
cell yang dibutuhkan untuk memenuhi daerah yang tersebut dengan membagi
nilai rentang dengan dimensi parent cell.

Coordinate X Y Z

Maximum 45850 19550 390

Minimum 44800 18580 10

Rentang 1050 970 380

Dimensi Parent Cell 20 10 10

Banyaknya Parent Cell 53 98 38

Latihan 2: Menentukan Prototype Block Model - Metode 1 (Tidak Dapat


Direkam Di Program Macro)
1. Gunakan perintah Tools | Datamine Products | Table Editor.
2. Pada Table Editor, gunakan menu File | New Table | Block Model.
3. Pada panel Block Model Parameters, buat nilai parameter seperti gambar berikut
lalu tekan tombol OK.

4. Pada Table Editor, tekan icon perintah Save .


5. Pada panel Save As, buat nama di File Name dengan modprot lalu tekan tombol
Save.
6. Pada Table Editor, gunakan menu File | Exit.

Latihan 3: Menentukan Prototype Block Model - Metode 2 (Dapat


Direkam Di Program Macro Atau Scripts)
1. Gunakan perintah MACST command dengan menu Tools | Macro | Start
Recording untuk merekam program macro. Buat nama macro dan nama file
seperti berikut:

MACRO NAME > lodemod


File Name > lode.mac

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Gunakan perintah Models | Create Model | Define Prototype (atau mengetik


PROTOM di command line) dan buat nilai pada pada perintah tersebut seperti
berikut:

PROTOM

Files Tab

OUT protom

Parameters Tab

ROTMOD 0

Masukkan setting berikut setelah menekan Enter:

Is a mined out field required? n

Are subcells to be used? y

Please supply Coordinates of the Model Origin

X> 44800

Y> 18580

Z> 10

Please Supply the Cell Dimensions

X> 20

Y> 10

Z> 10

Number of Cells in Each Direction

X> 53

Y> 98

Z> 38

3. Bila perintah PROTOM selesai, buka file mprotype di Datamine Table Editor
dan lihat nama field yang ada di file tersebut. Perhatikan tidak ada record pada
file tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 4: Membuat Block Model Badan Bijih


Pada latihan ini akan membuat block model di dalam wireframe badan bijih, tr/pt. Pada
proses pembuatan block model ini akan menggunakan perintah TRIFIL. Pada latihan ini
file lodetr terdiri dari dua nilai LODEID. Nilai 1 untuk menunjukkkan wireframe
mineralisasi atas dan 2 untuk mineralisasi bawah.
1. Gunakan perintah Models | Create Model | Fill Wireframe with Cells (atau
ketik TRIFIL pada command line) dengan pengaturan pada perintah tersebut
seperti gambar berikut:

TRIFIL

Files Tab

PROTO protom
WIRETR lodetr

WIREPT lodept

MODEL xxoremod

Fields Tab

ZONE LODEID

Parameters Tab

MODLTYPE 1

SPLITS 0
PLANE ’XZ’

XSUBCELL 5

ZSUBCELL 5

RESOL 0

2. Block model tersebut perlu diurutkan berdasarkan nilai field IJK untuk ditampilkan
pada window Design. Gunakan perintah Applications | File manipulation
Processes | Sort (atau ketik MGSORT pada command line) dan buat file
outputnya oremod.

MGSORT

Files Tab

IN xxoremod

OUT oremod

Field Tab

Key1 IJK

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Hentikan rekaman program macro dengan mengetik MACEND pada command


line (atau perintah menu Tools | Macro | Stop Recording). Anda dapat
mengedit perintah-perintah yang salah di program macro dengan membuka file
macro tersebut di text editor dan pastikan syntax yang digunakan benar. Lalu
gunakan program macro tersebut.
4. Lihat file oremod yang terdapat di dalam folder Block Models pada panel control
bar Project Files control bar.

Latihan 5: Menampilkan Model yang telah Dibuat


1. Non-aktifkan tampilan semua data di window dengan menggunakan panel control
bar Sheets.
2. Tampilkan file block model, oremod.

3. Gunakan perintah Get View lalu ketik 5 untuk menampilkan pengaturan


bidang pandang N-S section 45150mN. Window Design tidak akan menampilkan
block model keseluruhan, tetapi menampilkan block model yang perpotongan
pada bidang pandang tersebut. Juga secara default window Visualizer
menampilkan block model dalam bentuk irisan pada bidang pandang.

4. Aktifkan tampilan wireframe lodetr/lodept dan buat tampilan wireframe tersebut


irisan pada bidang pandang dengan menggunakan panel Format Display
gunakan pilihan intersection sehingga terlihat wireframe tersebut batas terluar
dari cell block model.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Gunakan panel Format | Visualizer | Visualizer Settings. Untuk


mengaktifkan fungsi Model point cloud (tvupc) yaitu tampilan cell block berupa
titik-titik lalu tekan tombol Update Visualizer. Tampilan pada panel tersebut
seperti gambar berikut:

6. Tutup panel Project Settings dan lihat tampilan di window Visualizer. Setiap
cell block model yang tidak berada di bidang pandang akan ditampilkan berupa
titik-titik. Warna dari titik tersebut sesuai legenda yang digunakan pada window
Design dan titik tersebut merupakan titik tengah dari tiap cell block model.
7. Gunakan panel Format | Visualizer | Visualizer Settings untuk mengaktifkan
fungsi Model cells (tvumc) untuk menampilkan cell block model dan tekan
tombol Update Visualizer. Tutup panel Project Settings dan jika lihat tampilan
di window Visualizer, setiap cell block model akan ditampilkan berupa balok-
balok.
8. Bila memutar tampilan di window Visualizer akan lebih mudah bila menggunakan
fungsi Model point cloud (tvupc) dibandingkan menggunakan fungsi Model
cells (tvumc). Ini dikarenakan tampilan balok cell block model lebih
membutuhkan banyak memori dibanding tampilan titik-ttik block model.
9. Bila fungsi Model Cell dan fungsi Point Cloud digunakan berbarengan pada window
Visualizer, tampilan titik dan tampilan balok dapat dinonaktifkan secara terpisah
dan menekan tombol kanan mouse pada window Visualizer lalu pilih fungsi
tampilan tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

10. Simpan file project dengan menekan icon perintah Save .


11. Tandai tanda OK untuk menampilkan data secara otomatis di window Design.

Jika file model ada di memory window Design, maka file tersebut tidak
diubah dengan perintah batch command. File tersebut harus dikeluarkan
dari memori dengan perintah Data|Unloaded sebelum mengubahnya.

12. Gunakan perintah Data |Unload pada file block model yang ada di window
Design.

Latihan 6: Membuat Block Model di Bawah Topografi

1. Gunakan fasilitas mengrekam program macro Tools | Macro | Start Recording


dan buat nama pada pertanyaan berikut:
MACRO NAME > wastemod
File Name > lode.mac
Nama file tersebut sama pada Latihan 1, program macro tersebut akan
ditambahkan dibawah program macro sebelumnya.
2. Gunakan perintah Models | Create Model | Fill Wireframe with Cells (atau
ketik TRIFIL pada command line) dan buat pengaturan pada peritah tersebut
seperti gambar berikut untuk membuat block model dibawah wireframe topografi,
topotr/topopt.

TRIFIL

Files Tab

PROTO protom

WIRETR topotr

WIREPT topopt

MODL topomod

Fields Tab

ZONE TOPO

Parameters
MODLTYPE 3

SPLITS 0

ZONE 1

PLANE ’XY’

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

XSUBCELL 1

YSUBCELL 1

RESOL 0

Pembuatan block model dengan nama field ZONE yang tidak ada di file
segitiga wireframe maka nilai ZONE pada panel parameter akan nilai
default pada block model yang dibuat.
Penggunaan bidang yang tegak lurus ’XY’ menyebabkan block model
tersebut akan terurut berdasarkan nilai field IJK. Secara default bidanga
PLANE pada perintah TRIFIL adalah ‘XY’.

Latihan 7: Penggabungan Dua Block Model


1. Gunakan perintah Models | Manipulation Processes | Add Two block Models
(atau ketik ADDMOD di command line) untuk membuat block model gabungan
dari block model ore model (oremod) pada block model dibawah topography
model (topomod) dan file block model tersebut lmodel.

ADDMOD

Files Tab

IN1 topomod

IN2 oremod

OUT _model

Parameters Tab

Gunakan parameter
yang ada

Latihan 8: Pemilihan Block Model Yang Ada di Bawah Topografi


Kadang kala block model ore ada di atas permukaan topografi, ini disebabkan pada
pembuatan string orebody, string yang dibuat melebihi permukaan topografi. Karena itu
block model ore yang dipilih block model yang ada di bawah permukaan topografi.
1. Gunakan perintah Application | File manipulation processes | Copy dan buat
pengaturan pada panel perintah tersebut seperti berikut untuk memilih block
model yang ada di bawah topografi.

COPY

Files Tab

IN _model

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

OUT lmodel

Retreival Tab

TOPO=1

2. Hentikan perekaman program macro dengan menggunakan perintah Tools |


Macro | Stop Recording dan tampilkan file macro lode.mac pada text editor.
Bila merekam program macro pada file macro yang sama maka program macro
yang baru tersebut akan ditambahkan di bawahnya.
3. Tutup text editor dan tampilkan file block model lmodel di window Design. Lihat
pada pertemuan cell block model ore.
4. Untuk membedakan warna dari block model waste dan block model ore dengan
menggunakan warna legenda pada field LODEID di panel Format Display .

Latihan 9: Mengoptimasi Model

Perintah PROMOD digunakan untuk mengoptimasikan penggunaan cell block model


seminimum mungkin tanpa mengurangkan tingkat keakuratan. Pada latihan ini perintah
PROMOD untuk:
• Memeriksa cell yang overlapping dan memperbaikinya.
• Menggabungkan sub-cells untuk mengurangkan penggunaan sub-cells di tiap
parent cell.
1. Gunakan Models | Manipulate Models | Optimize Model, atau ketik PROMOD
pada command line.
2. Buat pengaturan pada panel perintah PROMOD seperti tabel berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

PROMOD Dialog

Files Tab

IN lmodel

OUT opmodel

REMENANTS

Fields Tab

KEY1 LODEID

Parameters Tab

Overlap 2

Optimize 2

3. Tampilkan file block model opmodel ke dalam window Design dan perbesar

tampilan dengan menggunakan perintah Zoom In pada pertemuan block


model ore dan waste. Perhatikan pemakaian subcel di block model ore dan waste
lebih sedikit pada section N-S SECTION 45150, seperti gambar berikut ini:

sebelum perintah PROMOD

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

setelah perintah PROMOD

4. Simpan project tersebut dengan menekan icon perintah Save .


5. Tekan tombol OK untuk membuat menampilkan data tersebut di window Design
secara otomotis, sewaktu menggunakan project tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XIX - 18


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

20 ESTIMASI KADAR

Pengantar
Setelah membuat block model ore dan waste, block model tersebut akan dimasukkan
nilai kadarnya. Pada latihan berikut akan membuat block model yang tiap cell block
modelnya memiliki kadar AU dengan menggunakan metode nearest neighbor dan
interpolasi inverse distance.

Latar Belakang
Perintah Model | Interpolate Grade | Interpolate Grades into Model (ESTIMA)
untuk mengestimasi satu atau lebih kadar dengan metode berikut:
• Nearest Neighbor
• Inverse Distance
• Ordinary Kriging
• Simple Kriging
• Sichels T Estimator
Perintah ESTIMA membutuh beberapa file input dan file parameter yang ditentukan
sesuai kondisi data. Untuk memudahkan penentuan file input dan parameter gunakan
perintah Model | Interpolate Grade | Interpolate Grades from Menu (ESTIMATE).

ESTIMATE
Perintah ESTIMATE akan menggunakan menu untuk menentukan file input dan menu
untuk menentukan parameter yang akan digunakan. Di dalam menu tersebut juga dapat
menggunakan metode Indicator Kriging, yang tidak terdapat pada perintah ESTIMA.
Perintah tersebut digunakan dengan mengetik ESTIMATE pada command prompt.
Jenis file input yang diperlukan pada perintah ESTIMATE seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Jenis File Keharusan Keterangan

Sample File Ya file bor desurveyed yang memuat satu atau lebih kadar,
atau file yang memuat kadar pada titik yang
mempunyai koordinat X,Y dan Z

Model Ya File block model. File ini memuat satu atu lebih nilai
Prototype field ZONE.

Search Ya File search parameter yang memuat minimal satu


Volume File bentuk daerah pengaruh bor.

Estimation Ya File estimation parameter file yang memuat minimum


Parameter File satu kadar yang akan diestimasi menggunakan bentuk
daerah pengaruh bor di file search volume.

Variogram File Tidak File yang memuat model variogram. File parameter
variogram digunakan bila menggunakan metode
(optional)
Kriging.

Sample Tidak File lokasi titik X, Y dan Z sampel yang digunakan dalam
Output File interpolasi kadar pada tiap cell block model. File ini akan
(optional)
membutuh memori yang besar.

Output Model Ya Nama file yang menjadi file output block model yang
File telah diestimasi.

Search Volume File


Pada perintah ESTIMATE kita akan menentukan dimensi dari daerah pengaruh bor
secara 3 dimensi. Daerah ini bisa berbentuk ellips ataupun kubus dan daerah tersebut
dapat terotasi mengikuti informasi geologi dan statistik dari data tersebut. File Search
Volume memuat pengaturan pemilihan sampel yang akan digunakan dalam
pengestimasian kadar di tiap cell block model.
Dalam file Search Volume bisa memuat satu atau lebih daerah pengaruh bor, yang
ditandai dengan nilai Search Volume Reference Number (field SREFNUM). Maksudnya
daerah pengaruh tersebut dapat digunakan dalam mengestimasi satu atau lebih kadar.
Daerah pengaruh harus berbentuk ellips atau kubus. Bentuk default dari daerah
pengaruh bor tersebut ellips (SMETHOD= 2).
Daerah pengaruh tersebut dapat merupakan daerah yang telah dirotasi pada satu, dua
atau tiga sumbu. Tiap rotasi harus menentukan sudut rotasi dan sumbu yang menjadi
porosnya, yaitu sumbu-X dinotasi dengan 1, sumbu Y dengan 2 dan sumbu Z 3. Sudut
rotasi dihitung positif bila searah jarum jam dan sebaliknya.
Sebagai contoh jika daerah pengaruh bor dirotasi dengan sudut A pada sumbu Z (3),
tampilan daerah pengaruh bor tersebut seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Jika daerah pengaruh berbentuk ellips dan dirotasi lagi dengan sudut B pada sumbu baru
X1 maka tampilan daerah pengaruh tersebut seperti gambar berikut:

Contoh di atas menjelaskan proses rotasi sesuai azimut dan dip, sehingga setiap rotasi
harus menentukan sudut dan sumbu putarnya dan maksimum rotasi tiga kali.
Untuk memudahkan proses rotasi, gunakan jari tangan kiri yaitu jari telunjuk ke arah ke
depan menunjukkan sumbu Y (1) atau Utara, jari jempol ke arah atas menunjukkan
sumbu Z (3) dan jari tengah ke arah kanan menunjukkan sumbu X (2) atau Timur.
Cobalah kaidah tersebut untuk mensimulasikan contoh rotasi di atas, yaitu memutar
pada jari jempol kemudian pada jari telunjuk.

File Estimation Parameter


Pada proses estimasi, kita dapat mengestimasi beberapa kadar dengan menggunakan
metode estimasi yang berbeda dan parameter yang berbeda pula. Kombinasi kadar,
metode dan parameter yang berbeda tersebut ditentukan pada file Estimation Parameter.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Misalnya akan mengestimasi kadar AU menggunakan metode Inverse Power Distance


dan metode Ordinary Kriging, maka pada file Estimation Parameter output field kadar
hasil estimasi dengan AU-IPD dan AU-OK. Dan field inputnya AU.
Berikut metode estimasi yang dapat digunakan:
• Nearest Neighbor (NN)
• Inverse Power of Distance (IPD)
• Ordinary Kriging (OK)
• Simple Kriging (SK)
• Sichel's T Estimator (ST)

Bagaimana hubungan file search volume parameter dan file estimation


parameter?
File Search Volume Parameter dan File Estimation Parameter memuat field yang sama
yaitu SREFNUM. Field ini untuk menentukan satu dan lebih nilai yang sama pada kedua
file tersebut. Berikut contoh bagian dari file Estimation parmeter and File Search Volume
Parameter yang akan mengestimasi kadar AU dan Cu menggunakan metode Inverse
Distance. Estimasi tiap kadar tersebut menggunakan daerah pengaruh bor yang
berbeda.

Search Parameter File

Record SREFNUM SDIST1 SDIST2 SDIST3

1 1 65 65 70

2 2 100 50 20

Estimation Parameter File

Record SREFNUM VALUE_IN IMETHOD POWER

1 1 AU 2 2

2 2 CU 2 2

Field SDIST memuat jarak pengaruh searah sumbu X, Y, dan Z. Nilai field VALUE_IN
memuat kadar yang akan diestimasi, sedangan field IMETHOD adalah metode estimasi
yang akan digunakan. Nilai IMETHOD=2 menunjukkkan metode Inverse Distance yang
akan digunakan dengan power yang ditentukan pada field POWER. Jika metode estimasi
yang yang digunakan Nearest Neighbor (IMETHOD=1), maka field POWER tidak
digunakan.
Bagamana cara proses estimasi?
Tiap cell block model dipilih dari file input lalu memilih sampel yang ada dan
mempengaruhi cell block model tersebut. Sampel yang dipilih akan digunakan dalam
estimasi kadar sesuai file Estimation Parameter, dan hasil estimasi akan disimpan dalam
file output block model.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Bagaimana memastikan sampel yang digunakan dalam proses estimasi?


Biasanya sampel yang akan digunakan dalam proses estimasi terbatas pada type batuan,
domain mineralisasi atau batas oksidasi. Pembatasan sampel tersebut disebut Zone
Control.
Berikut gambar section pada deposit lead/silver sulphide. Minerisasi tercebak pada zone
supergene yang telah mengalami pengayaan. Zone supergene ditunjukkan dengan garis
horizontal sedangkan zone sulphide ditunjukkan garis miring. Nilai pada bor adalah kadar
silver dalam grams per tonne.

Garis ellips menunjukkan daerah bor yang mempengaruhi cell block model A. Cell block
model A tersebut akan diestimasi menggunakan sampel yang ada daerah tersebut yaitu
sampel bor waste dan sampel sulphide samples. Bila menggunakan sampel demikian
hasil estimasi tidak benar dan tidak representatif. Untuk mengestimasi cell block model
A harus menggunakan sampel yang ada di zone supergene yang ada di daerah
pengaruh.
Estimasi kadar menggunakan satu atau lebih batasan jenis batuan dan ore disebut Zone
Control. Pada contoh di atas field yang digunakan ROCK telah dibuat pada block model
dengan nilai 0, 1, dan 2 untuk membedakan cell block model waste, supergene dan
sulphide. Pada file drillhole juga terdapat field ROCK yand dilog dengan nilai 0, 1 dan 2
untuk membedakan 3 tipe batuan. Sewaktu estimasi kadar field ROCK digunakan dalam
memilih cell block model dan sampel yang digunakan dalam proses estimasi.

Latihan 1: Mengestimasi Kadar Emas Pada Block Model


Pada latihan ini akan menggunakan menu perintah ESTIMATE untuk mengestimasi
emas dengan menggunakan metode inverse distance dan menggunakan zone control.
1. Gunakan perintah Unload pada file block model opmodel untuk menghapus file
tersebut dari window design.
PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 5
Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Gunakan perintah Models | Interpolation Processes | Interpolate Grades


from Menu (atau ketik ESTIMATE pada command prompt). Akan muncul menu
seperti berikut:

3. Gunakan tab Files dan subtab Input lalu buat pengaturan pada subtab tersebut
seperti gambar berikut:

4. Gunakan tab Files dan pilih subtab Output lalu buat di kotak “Grade Model
filename” dengan model.
5. Hapus tanda check pada Use Defaults, gunakan nama default yang sudah
tersedia dan hapus nama file yang ada di Variogram Model File. Tampilan menu
pada subtab ini seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Tekan tombol Next untuk melanjutkan ke pembuatan file Search Volumes. Pada
kotak “Index” tekan tombol Add untuk menambahkan record pada file search
volume file.
7. Pada tab Shape, pastikan bentuk daerah pengaruhnya Ellipsoidal dangan
panjang sumbu ellips seperti berikut.
8. Hapus tanda check pada Use Axis Defaults dan buat sudut dan sumbu rotasi
seperti gambar berikut.

9. Untuk mengubah banyaknya sampel yang digunakan dalam estimasi kadar di tiap
cell block model, gunakan subtab Category. Gunakan nilai default yang ada seperti
gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

10. Gunakan subtab Summary untuk melihat pengaturan pada file search volome
parameter:

Fields Value:
SREFNUM 1

SMETHOD 2

SDIST1 25

SDIST2 100

SDIST3 50

11. Gunakan tombol Next untuk melajutkan pembuatan file Variogram Models. Karena
pada latihan ini tidak menggunakan metode kriging tekan tombol Next untuk
melajutkan pada pembuatan file Estimation Parameter.
12. Pada kotak ‘Index’ tekan tombol Add untuk menambahkan record pada file
estimation parameter.
13. Pada subtab Attributes beri tanda check pada metode Inverse Power of
Distance.
14. Pilih kadar AU pada Sample Grade di Data Fields untuk mengestimasi kadar emas.
Beri tanda check pada pilihan Same as Sample – untuk membuat nama field
hasil estimasi sama, AU.
15. Pada Search and Variogram Definition, pastikan pilihan “1:Search Volume 1”
digunakan di Search Volume.
16. Pada Zone Field Values pilih ‘1’ di LODEID untuk menggunakan zone control.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

17. Tekan tombol Add pada kotak Index untuk menambahkan record kedua pada file
estimation parameter.
18. Pilih metode Inverse Power of Distance dan gunakan field AU yang akan
diestimasi. Gunakan Search Volume 1 pada Search Volume dan pada LODEID pilih
‘2’ . Pengaturan ini akan mengestimasi kadar emas pada LODEID 2 menggunakan
metode invers distance.

19. Tekan tombol Next untuk melanjutkan pada tab Controls dan mengatur jumlah
titik discret pada cell block model. Buat tiap cell block model mempunyai 2 titik
discre ke arah X, Y dan Z.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

20. Tekan tombol Next untuk melanjutkan pada tab Preview untuk melihat file, field
dan parameter yang akan digunakan pada proses estimasi:

21. Tekan tombol Run untuk melakukan proses estimasi.


22. Bila proses estimasi selesai, tampilkan file block model model ke dalam window
Design.
23. Pada panel control bar Sheets aktifkan tampilan wireframe mineralisasi
(lodetr/lodept) dan tampilkan bor dholes.

24. Pada panel control bar Sheets, tekan tombol kanan mouse pada file model dan
pilih Format.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

25. Pada panel Format Display gunakan tab Color dan pilih field AU di “Column”.
Pada dialog berikut ini tekan tombol Yes.

26. Gunakan legenda yang telah dibuat AU-Legend dengan menekan icon drop down.

27. Gunakan tab Labels lalu tekan tombol Reset.


28. Pilih field AU lalu tekan tombol OK.
29. Gunakan tab Style dan tekan tombol AU.
30. Buat format kadar Au dengan 2 decimal dengan memilih Decimal places dengan 2
dan buat warna labelnya dengan legenda AU-Legend. Tampilan panel tersebut
seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

31. Tekan tombol OK lalu tombol Close untuk menutup panel tersebut. Lihat cell
block model pada section N-S SECTION 45150 seperti gambar berikut:

32. Simpan project dengan menekan icon perintah Save .


33. Tekan tombol OK untuk menampilkan data secara otomatis pada window Design.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XX - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

21 ESTIMASI SUMBERDAYA

Pengantar
Pada sesi ini kita akan mengestimasi sumberdaya dari block model yang telah dibuat
pada sesi sebelumnya. Di software Datamine dapat mengestimasi volume dari models
atau data drillholes secara interactive dengan menggunakan batasan string atau
wireframe di window Design, atau menggunakan perintah batch command yang dapat
digunakan dalam program macro.

Latar Belakang
Menghitung volume di window Design
Perintah yang digunakan pada perhitungan volume dari block models atau drillholes di
window Design ada di menu Models seperti gambar berikut:

Pengaturan perhitungan volume pada panel Evaluation Settings yaitu untuk


menentukan:
• Drive linking – pengaturan ini digunakan pada perhitungan volume di
underground dan tidak dibahas di sesi ini.
• Data yang akan dihitung adalah Block Model atau drillhole evaluation.
• Fast evaluation – untuk tidak memeverifikasi wireframe yang akan digunakan
dasar perhtungan.
• Full cell evaluation – secara default perhitungan volume berdasarkan partial cell.
Yaitu proporsi dari parent cell atau subcell yang ada di dalamnya akan dihitung
volumenya. Jika menggunakan fungsi full cell evaluation maka ukuran subcell
yang >50% dari parent cell yang ada di dalam akan masuk dalam perhitungan
volume.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

• Use Display Legend – secara default perhitungan akan berdasarkan kategori yang
digunakan pada legenda yang aktif di window Design. Jika akan menggunakan
legenda tertentu dengan menghapus tanda di Use Display Legend dan pilih
legenda yang akan digunakan.

Bagaimana menghitung volume block model atau drillhole dengan


menggunakan satu?
Tidak mungkin menghitung volume sebuah string karena string hanya mempunyai
komponen luas. Tonase hanya didapat dari volume. Jika menggunakan perintah Models
| Evaluate | Inside String (ev1) akan ditanyakan jarak atas (NEAR) dan ke bawah
(FAR) dari string tersebut.
Proses perhitungan volume dari string yang dipilih yaitu string tersebut akan diproyeksi
pada jarak yang ditentukan dan string yang diproyeksi tersebut dibuat wireframe
tertutup, dari wireframe tersebut akan digunakan untuk memilih block model/drillhole
yang ada di dalamnya.
Biasanya perintah Models | Evaluate | Inside String (ev1) digunakan pada tambang
open pit. String yang digunakan biasa string crests dari bench/flitch dan dihitung
volumenya dengan jarak ke atas (NEAR) dengan nol dan jarak ke bawah (FAR) dengan
tinggi bench/flitch (diassumsi pandangan tampak atas (plan view)).
Perintah Models | Evaluate | All Strings (eva) untuk melakukan perhitungan volume
dari beberapa string tertutup dengan batasan NEAR dan FAR yang sama. Perintah ini
dapat menjadi pengganti perintah Models | Evaluate | Inside String (ev1).

Apa pengaruhnya nilai field attribute yang absent pada perhitungan volume?
Pada akhir perhitungan volume, akan muncul untuk menyimpan hasil perhitungan
tersebut. Jika menjawab ‘Yes’ akan hasil perhitungan tersebut akan disimpan dalam
suatu file . Dalam file tersebut ada field tonnes tambahan yang digunakan untuk
menghitung setiap field attribute. Field ini digunakan untuk mengantisipasi jika ada
beberapa field kadar yang mempunyai kadar absent. Field tonnes tambahan akan
bernama TONNESA, TONNESB, TONNESC. Kecuali field yang tidak ikut ditampilkan pada
window Design, sehingga field tersebut tidak ada di hasil perhitungan volume.

Perhitungan volume menggunakan perintah Batch Command


Perintah perhitungan volume selain di window Design terdapat dalam perintah batch
command seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Perintah Keterangan

TONGRAD Menghitung volume, tonnase dan kadar


hingga 10 field.

MODRES Menghitung volume dari block ore body


dengan satu atau lebih string tertutup
berserta tonnase dan kadarnya.

TABRES Membuat tabulasi sumberdaya dari hasil


perhitungan volume seperti MODRES.

TRIVAL Menghitung volume block model terhadap


wireframe.

DTMMOD Mengupdate cell block model berdasarkan


DTM dan menghitung volume dari cut dan
fill.

DTMCUT Menghitung volume cut dan fill berdasarkan


data original dan mengupdate DTM.

Pada sesi ini, akan menggunakan perintah TONGRAD (Models | Reserves | Calculate
Model Tonnes and Grade) untuk menghitung tonase dan kadar berbench dari bench
RL. Perintah ini akan menghitung tonase dan kadar hingga 10 field dan menggunakan
hingga 3 field kategori atau keyfield. Sebagai contoh block model tersebut mempunyai
file kode batuan dan zone pelapukan sehingga kedua field tersebut dapat digunakan
sebagai pembatas dan disimpan terpisah dalam file hasil penghitungan volume.
Perintah TONGRAD dapat menghitung volume per COLUMN (X), ROW (Y) atau BENCH
(Z). Paremeter tersebut menjadi dasar pemilihan parent cells dalam block model. Dalam
tambang open pit situation, jika ingin menghitung tonase dan kadar berdasarkan elevasi
RL, dengan membuat parameter BENCH=1.

Latihan 1: Persiapan perhitungan volume block Model

Pada latihan ini akan menggunakan perintah EXTRA untuk mengubah nilai field kadar AU
yang absent menjadi dan membuat field DENSITY yang nilainya berdasarkan nilai field
LODEID. Block model tersebut akan ditampilkan di window Design untuk dihitung
volumenya.

Pada proses membuat nilai kadar absent menjadi nol akan merendahkan
kadar dari resource dan tidak lazim.

1. Gunakan perintah Unload pada file model untuk tidak menampilkan di window
Design.
2. Gunakan perintah Edit | Transform | General (atau ketik EXTRA di command
line) dan gunakan pengaturan pada panel perintah tersebut seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

EXTRA dialog

Files tab

IN model

OUT resmodel

3. Pada panel Expression translator ketik seperti gambar berikut:

4. Tekan tombol Test untuk memvalidasi perintah yang digunakan, bila perintah
yang digunakan benar akan muncul ‘OK’ pada panel Status. Jika tidak, harus
perbaiki perintah yang digunakan. Tekan tombol Execute untuk menjalankan
perintah-perintah EXTRA tersebut.

5. Pada panel Project Files, perhatikan akan ada file block model resmodel.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Double click pada file resmodel untuk menampilkan data file block model tersebut
pada Datamine Table Editor dan lihat nilai field DENSITY dibuat sesuai dengan
perintah EXTRA yang digunakan.
7. Tampilkan block model resmodel di window Design dan aktifkan tampilan
wireframe mineralisasi lodetr/lodept.
8. Gunakan legenda AU-Legend untuk tampilan cell block model resmodel.

9. Tekan icon perintah Get View dan ketik ‘5’ untuk menampilkan section north-
south pada 45150mE.

IF(AU==ABSENT())
AU=0
END
if(LODEID==ABSENT())
LODEID=0
END
DENSITY=2.7
IF(LODEID>=1)
DENSITY=2.8
END

10. Gunakan fungsi filter (Format | Filter All Objects | Block Model) untuk
menampilkan cell block model yang hanya di dalam wireframe mineralisasi.

11. Tampilan di window Design seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2: Menghitung Volume Model Terhadap Suatu String

Pada latihan ini akan menghitung volume block model yang ada di dalam string di section
45150m E.
1. Pada panel File | Settings | Mine Design pastikan di Evaluation Control
pilihan ‘Evaluate Block Model’ terpilih dan menggunakan fungsi Use Display
Legend.
2. Nonaktifkan tampilan wireframe mineralisasi (lodetr/lodept) juga tampilan
drillhole dholes, dengan menggunakan panel control bar Sheet.

3. Tekan icon New Object pada Current Object String dan buat sebuah string
yang mengelilingi cell block model resmodel seperti gambar berikut.

4. Pilih string yang dibuat string yang mengelilingi cell block model dan gunakan
perintah Models | Evaluate | Inside string (ev1).
5. Akan mucul dialog “Mining Block Identifier” untuk menentukan nomor identitas
block yang akan dihitung volumenya, gunakan nilai default 1.01. Mining Block
Identifier adalah kode pada string dan hasil perhitungan dan dicatat di field
BLOCKID. Untuk menggunakan nilai default dengan menekan tombol OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Pada panel Evaluation Settings ketik ‘5’ pada NEAR dan FAR untuk menghitung
volume cell block model yang ada 5m di arah timur dan barat dari string tersebut.
Nilai Default Density adalah rata-rata dari nilai DENSITY yang ada di block model.

Studio 3 akan menampilkan hasil perhitungan volume yang terdiri tonase setiap
kategori yang ada di legenda yang digunakan, serta nilai rata-rata field attribute.
Nilai rata-rata DENSITY dihitung menggunakan rata-rata pembobotan volume.

7. Tekan tombol Yes untuk menyimpan hasil perhitungan volume tersebut dan tekan
tombol Cancel yang ada di pojok kiri atas window Design untuk selesai
menghitung volume.
8. Pada panel control bar Loaded Data ada object baru results, yang memuat hasil
perhitungan volume block model.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Pada panel control bar Loaded Data tekan tombol kanan mouse pada object
results dan pilih Data | Save As. Tekan tombol Datamine .dm file dan ketik
xxres1 jadi nama file results tersebut lalu tekan tombol Save.

10. Tampilkan data file xxres1 di Datamine Table Editor. File tersebut memuat
nama field DENSITY, VOLUME, TONNES dan AU untuk setiap kategori yang ada di
field CATEGORY sesuai dengan legenda yan digunakan pada tampilan cell block model
tersebut.

Latihan 3: Menghitung Volume Block Model Dengan Perintah TONGRAD


Pada latihan ini akan menghitung volume, tonase dan rata-rata kadar yang ada di Block
Model yang terestimasi kadarnya resmodel, menggunakan perintah TONGRAD.
Perhitungan berdasarkan zone (yaitu berdasarkan field LODEID), sehingga akan
menghitung vollme block model berdasarkan tiga zone (LODEID = 0 waste, LODEID = 1
mineralisasi utara, LODEID = 2 mineralisasi selatan). Hasil perhitungannya akan
disimpan di file res1.
1. Gunakan perintah Applications | Reserves Processes | Calculate Tonnes and
Grade (atau ketik TONGRAD di command line).
2. Pada panel perintah TONGRAD, tentukan nama Files, Fields dan Parameter pada
panel perintah tersebut seperti gambar berikut, lalu tekan tombol OK.
TONGRAD dialog Settings
Files tab
Input Files
IN resmodel
Output Files
OUT res1
CSVOUT
Fields tab
F1 AU
F2 - F10
KEY1 LODEID
KEY2 - KEY5
OREFRAC
DENSITY DENSITY
Parameters tab
FACTOR 1
DENSITY 1

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

COLUMN 0
ROW 0
BENCH 0
COGSTEP 0
3. Pada panel control bar Command, akan terlihat proses dari perintah TONGRAD.
4. Bila proses perintah selesai, gunakan panel control bar Project Files dan pilih
folder All Tables lalu double-click pada file res1.dm.
5. Pada Table Editor, lihat hasil perhitungan seperti gambar berikut.

Block model yang dihitung volume per LODEID, tiga record di LODEID masing-
masing mempunyai arti:
• Waste = 0
• Mineralisasi utara = 1
• Mineralisasi selatan = 2
Pada tabel memiliki field standard di file Results yaitu. VOLUME, TONNES,
DENSITY dan field kadar (latihan ini AU).

6. Simpan project dengan menekan icon perintah Save .


7. Tekan tombol OK untuk menampilkan data secara otomatis di window Design.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXI - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

22 PERANCANGAN TAMBANG TERBUKA

TUJUAN
Menggunakan fungsi-fungsi pada modul open pit design untuk merancang pit
berdasarkan blok model hasil optimisasi.

TOPIK
File, Format, Design, Wireframes, Models, Applications

METODE
Lakukan perancangan tambang terbuka dengan metoda toe-ramp dan toe-crest-ramp
berdasarkan hasil optimisasi pit dengan program NPV Scheduler (file ultpit.dm).
Penting untuk diperhatikan bahwa latihan ini tidak menerangkan seluruh fungsi yang
dapat anda lakukan pada Modul Open Pit.

INFORMASI AWAL

Istilah Rancangan Tambang dan Definisi


Diagram berikut menggambarkan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan
sebuah pit. Penting untuk diperhatikan bahwa ada perbedaan antara istilah untuk Face
Angle dan Wall Angle.

CREST

BERM
(catch bench)
Section through a pit WALL OR
MINING ANGLE
TOE

FACE ANGLE
(batter angle)

Konvensi Penamaan Jenjang


Pada latihan ini semua jenjang dinomori berdasarkan RL pada toe dari jenjang. Tinggi
jenjang diasumsikan sama setinggi 10 meter. Sebagai contoh jenjang 300 memiliki toe
pada elevasi 300 RL dan crest 310 RL.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Rancangan Tambang Terbuka


Sebelum anda memulai, anda minimal harus memahami topografi permukaan dan batas
ekonomis dari mineralisasi. Yang paling lazim dilakukan dalam menentukan batas ini
adalah dengan menggunakan paket software optimisasi pit seperti NPV Scheduler.
Dengan software tersebut anda dapat menentukan batas optimal dari pit berdasarkan
nilai maksimal discounted atau undiscounted cashflow yang dapat diperoleh. Pada latihan
ini blok model yang akan digunakan adalah ultpit.dm.

Pengaturan Wall Angles dan Lebar Berm


Dinding pit dan jalan ramp dapat dibuat dengan memproyeksikan string menggunakan
sudut dan jarak proyeksi. Secara default Datamine menggunakan sudut 60 derajat untuk
memproyeksikan sebuah string. Untuk merubahnya, gunakan menu Applications |
Open Pit | Set Face Angle (fng). Sudut proyeksi ini dapat diubah berkali-kali sesuai
dengan keperluan saat proses perancangan dilakukan.
Menu Applications | Open Pit | Set Berm Width (sbw) digunakan untuk merubah
lebar berm yang diperlukan. Nilai default dari lebar berm ini adalah 10.0.

Apakah yang dimaksud dengan Rosettes?


Rosette digunakan untuk membuat sudut proyeksi dan lebar berm yang beragam sebagai
fungsi dari lokasi geografi. Hal ini sering dilakukan karena penggunaan sudut proyeksi
yang seragam untuk semua daerah suatu tambang terbuka pada prakteknya sukar
diterapkan mengingat batasan penambangan atau pertimbangan geoteknik tertentu.
Penetapan rosette dilakukan dengan sebuah titik yang direkam kedalam sebuah file.
Setelah menentukan lokasi rosette tersebut anda akan diminta untuk menetapkan:
ƒ Daerah pengaruh dari posisi tersebut ke arah vertikal (batas atas dan batas bawah)
dimana kemiringan lereng tertentu akan ditetapkan.
ƒ Azimuth dan besar sudut pada azimuth tersebut.
ƒ Lebar berm.
Segmen yang berada diantara dua azimuth yang telah ditetapkan akan memiliki besar
sudut hasil interpolasi diantara kedua azimuth tersebut. Sebagai contoh, jika anda
menetapkan sudut sebesar 50 derajat pada azimuth 90 dan 60 derajat pada azimuth
270, maka segmen yang berada pada azimuth 180 akan memiliki besar sudut 55 derajat.

Dimanakah perintah-perintah Open Pit Design berada?


Semua perintah Open Pit Design dapat ditemukan dibawah menu Applications | Open
Pit..

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Daftar beberapa perintahnya adalah sebagai berikut:

Perintah Short Cut Keterangan


Applications | Open rseg Membuat segmen jalan (ramp) diantara
Pit | Road Segment dua elevasi (RL)
Applications | Open rcon Membuat string kontur dengan
Pit |Road Contour memproyeksikan sebuah string toe sejauh
jarak tertentu
Applications | Open rbe Membuat string berm sejauh jarak
Pit | Road Berm tertentu dari kontur crest
Applications | Open fng Menetapkan sudut tertentu yang akan
Pit | Set Face Angle digunakan dalam perintah Road
Segment, Road Contour dan Project
String.
Applications | Open sbw Menetapan lebar berm tertentu yang akan
Pit | Set Berm Width digunakan dalam perintah Road Berm.
Applications | Open nr Pembuatan rosette baru
Pit | New Rosette
Applications | Open dro Menghapus sebuah rosette
Pit | Delete Rosette
Applications | Open tur Menggunakan rosette untuk menentukan
Pit |Use Rosettes sudut proyeksi dan lebar jenjang.

Metoda Perancangan Tambang Terbuka


Tiga metoda utama yang dapat digunakan dalam perancangan sebuah pit adalah sebagai
berikut:
ƒ Toe + Ramp + Crest
ƒ Toe + Ramp
ƒ Contour Design

1. Toe + Ramp + Crest


Metoda Toe + Ramp + Crest merupakan metoda perancangan secara jenjang per jenjang
yang biasanya dimulai dari jenjang terendah dan kemudian berangsur keatas meskipun
terkadang juga dilakukan sebaliknya. Sebuah string toe dibuat, kemudian ramp
disisipkan dan akhirnya sebuah string crest ditambahkan. Ramp ini kemudian akan
menjadi jalur penghubung antara satu jenjang dengan jenjang lainnya.
Keputusan untuk memulai dari atas atau dari bawah dalam merancang sebuah tambang
bergantung kepada apa yang dikehendaki dari pit tersebut. Memulai perancangan dari
atas memungkinkan anda langsung mengontrol batasan fisik dari lokasi tambang,
misalnya batas KP. Sementara perancangan yang dimulai dari bawah dapat
mempermudah anda dalam meyakinkan bahwa semua bijih terambil.
Dengan metode ini sudut proyeksi yang digunakan adalah face/batter angle.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Toe + Ramp Design


Metoda ini dilakukan dengan cara membuat semua string toe dan ramp terlebih dahulu
dan kemudian menambahkan string crest. Dalam pembuatan string toe sudut proyeksi
yang digunakan adalah wall angle dan BUKAN face angle. Setelah semua toe dan ramp
dibuat, sudut proyeksi dirubah menjadi face/batter angle dan kemudian string crest
ditambahkan untuk menyelesaikan rancangan.
Metoda ini lebih cepat dibandingkan dengan metoda Toe + Ramp + Crest.
Kelemahannya adalah metoda ini hanya dapat dilakukan dengan arah dari bawah ke
atas.

3. Contour Design
Teknik ketiga dengan menambahkan string ramp dan string crest pada string toe yang
ada. String toe dibuat dari contour pit optimum blok model.
Beberapa perintah-perintah dalam Contour Design seperti Road between Contour
(rbc) akan sering dipakai dalam mengubah rancangan pit yang ada.

Yang harus diperhatikan saat merancang sebuah pit


ƒ Senantiasa merekam pekerjaan yang sudah dilakukan
ƒ Jangan memodifikasi string ramp atau setiap titik dari string yang menempel pada
string ramp. Jika anda harus merubah sebuah ramp, selesaikan rancangan
terlebih dahulu dan kemudian kembali lagi ke ramp yang bersangkutan untuk
melakukan perubahan.

Latihan 1 Persiapan Data


1. Tampilkan file blok model resource dengan perintah pada control bar Project Files
buka folder blok models pilih dan geser file ulpit.dm ke Design window.
2. Lihatlah blok model baik pada Design window maupun Visualizer window. Untuk
menampilkan blok model pada Visualizer window, gunakan perintah File | Settings
pilih Visualizer aktifkan Model Cells sehingga anda dapat melihat keseluruhan bentuk
pit. Anda akan melihat bahwa semua cell memiliki ukuran yang sama dengan dimensi
sebagai berikut:
Panjang dalam sumbu X = 20 meter
Panjang dalam sumbu Y = 10 meter
Panjang dalam sumbu Z = 10 meter
Tinggi cell menunjukkan tinggi bench.
Untuk melihat dimensi blok, double click file ultpit.dm pada project files.
3. Aturlah tampilan pada design window menjadi tampilan mendatar (plan view) pada
elevasi bench 170 (Z=170) dengan menggunakan perintah View | Set Viewplane |
Custom (vi), seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2 Menentukan Parameter Rosette


1. Sebelum memulai membuat design pit, terlebih dahulu harus membuat sebuah
rosette untuk mengontrol sudut lereng dan lebar berm. Dalam latihan ini anda akan
menggunakan sudut lereng sebagai berikut:
55 derajat ke arah azimut 000
60 derajat ke arah azimut 180
2. Jalankan perintah Applications | Statistical Process | Compute Statistic atau
ketikkan stat pada toolbar command. Masukkan file block model ultpit.dm.

Masukkan nilai ZC pada fields, untuk mengetahui nilai elevasi minimum dan
maksimum pada file block model ini.
3. Lihat pada control bar Command nilai minimum dan maksimum dari block model
tersebut.

4. Jalankan perintah Applications | Open Pit | New Rosette (nr), tentukan daerah di
tengah-tengah cell sebagai posisi rosette dan kemudian isilah dialog pada command
line, seperti berikut ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Dialog Rosette Nilai

Enter minimum Z [ - ] 165

Enter maximum Z [ - ] 365

Enter azimuth [-] 0

Enter face angle [-] 55

Enter berm width [ - ] 3

Enter azimuth [-] 180

Enter face angle [-] 60

Enter berm width [ - ] 3

Enter azimuth [-] enter

PERHATIKAN BAHWA SEMUA SUDUT DIATAS ADALAH


FACE ANGLES DAN BUKAN WALL ANGLES
5. Simpan parameter Rossette dengan cara klik kanan file Rosettes pada control bar
Loaded Data kemudian pilih Data | Save As. Saat muncul panel Save New 3D Object
pilih Single Precision Datamine (.dm) file, simpan dengan nama rosette1.dm dan
tekan Save.
6. Pastikan bahwa rosette digunakan sebagai acuan dalam melakukan proyeksi string
dengan menjalankan perintah Applications | Open Pit | Use Rosettes (tur),
menunjukkan pilihan aktif.

Latihan 3 Menentukan Lantai Tambang


1. Buatlah sebuah string lantai tambang pada level 170. Perhatikan bahwa bentuk dari
string tersebut secara praktek penambangan mungkin dibuat dan simpan string
tersebut dengan nama pit1st.dm. Hasilnya harus seperti ilustrasi berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 4 Metoda Toe + Ramp + Crest


1. Pilih string dan gunakan perintah menu Applications | Open Pit | Road Segment
(rseg). Selanjutnya anda akan diminta untuk melengkapi parameter dari ramp yang
akan dibuat. Isilah sesuai dengan gambar dan tekan tombol OK.

2. Kemudian akan diminta untuk memilih salah satu titik dari string lantai tersebut
sebagai awal dari ramp. Pilihlah titik yang anda kehendaki dan kemudian pilihlah
suatu posisi untuk menunjukkan arah ramp. Anda akan melihat sebuah string
berwarna hijau yang menunjukkan sebuah ramp, seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 5 Penyesuaian Bentuk Lantai Tambang


1. Anda akan melihat pada posisi dimana ramp disisipkan, ada string toe yang tidak
memiliki ruang cukup untuk dapat mengakses ramp dari lantai dibawahnya. Untuk itu
anda harus memindahkan satu atau beberapa titik dari string toe sehingga
didapatkan ruang yang memadai. Gambar berikut memperlihatkan string lantai
tambang (toe) setelah dilakukan penyesuaian.

JANGAN MERUBAH TITIK MANAPUN DARI RAMP ATAU TITIK


DARI STRING TOE YANG MENEMPEL PADA RAMP PADA
KONDISI APAPUN JUGA.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 6 Pembuatan Crest dan Berm


1. Untuk membuat garis kontur pada elevasi RL 180, pastikan string toe dalam keadaan
terpilih dan gunakan perintah Applications | Open Pit | Road Contour (rcon).
Anda akan diminta untuk memasukkan nilai RL, karena nilai defaultnya menjadi 180,
maka langsung tekan enter saja.

2. Setelah string crest untuk jenjang 170 ditambahkan, selanjutnya buat berm pada
level 170 tersebut menggunakan perintah Applications | Open Pit | Road Berm
(rbe) dan klik sembarang titik diluar string crest.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 7 Pengecekan Berm


1. Pindahkan bidang pandang ke level 180. Untuk berpindah dari bidang pandang
sekarang ke bidang pandang di atasnya sejauh 10 meter, gunakan perintah View |
Set Viewplane | Move (mpl). Jika rancangan anda mirip dengan yang ada pada
panduan latihan ini, string berm harus diperbaiki pada bagian tenggara dari bench
agar bijih bisa terambil.
2. Sesuaikan string berm jika diperlukan, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
ƒ Bidang pandang yang saat ini berlaku harus sesuai elevasinya dengan elevasi
string yang bersangkutan
ƒ Sekali lagi, jangan merubah string titik ramp atau titik toe yang menempel pada
string ramp.
3. Perubahan dilakukan untuk mendapatkan ruang yang cukup pada ramp. Lihatlah
string tersebut di Visualizer.
MELIHAT KENAMPAKAN 3D DARI STRING YANG DIBUAT SANGAT BERGUNA
UNTUK MENGETAHUI KEMUNGKINAN TERJADINYA KESALAHAN ATAU
KEJANGALAN RANCANGAN YANG MUNGKIN TIDAK TAMPAK SAAT ANDA
MELIHATNYA DALAM 2D.

Latihan 8 Melanjutkan Pit Design


1. Setelah menyelesaikan jenjang pertama, anda tinggal mengulang kembali langkah-
langkah yang telah anda lakukan sebelumnya untuk membuat ramp dan crest pada
jenjang 180. Untuk melakukannya pilihlah string berm dan gunakan perintah
Applications | Open Pit | Road Segment (rseg). Saat diminta, terima nilai default
dari kemiringan jalan dan lebar jalan sama seperti nilai-nilai pada jalan di jenjang
sebelumnya dan jawablah prompt “RL at end of road “ dengan 190.

Tekanlah tombol OK dan kliklah dengan tombol kanan mouse (snap) titik yang
ditunjukkan oleh panah pada gambar berikut. Berhati-hatilah saat anda memilih titik
awal dari string ramp yang akan anda buat. Terkadang anda perlu memperbesar
tampilan View | Zoom | Zoom In (zx) untuk memperjelas posisi akhir dari ramp
sebelumnya (tanda panah). Dan kliklah sekali lagi untuk menunjukkan kemenerusan
arah ramp.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Untuk membuat string crest pada bench 180, gunakan perintah Applications | Open
Pit | Road Contour (rcon), kemudian pada isian Contur Level tetapkan 190 sebagai
elevasi dari string crest 190, yang merupakan nilai default dari prompt.
3. Untuk membuat berm, gunakan perintah Applications | Open Pit | Road Berm
(rbe).
4. Untuk merubah bidang pandang menjadi RL= 190, gunakan perintah View | Set
Viewplane | Move Forward (mpf). Jendela Design akan tampak seperti gambar
berikut:

Pergeseran (offset) diantara bagian jalan merupakan sesuatu yang normal dengan
metoda rancangan pit ini. Pergeseran ini tampaknya agak janggal, namun
sebenarnya dengan adanya pergeseran tersebut maka akses ke jenjang secara

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

praktek akan mudah dilakukan. Jika anda tidak menginginkannya, maka anda harus
menggunakan metoda Toe + Ramp.
5. Teruskanlah perancangan pit sampai mencapai elevasi 340. Anda harus senantiasa
berhati-hati dengan melihat hasilnya di Visualizer window setiap selesai membuat
satu jenjang.

Latihan 9 Belokan (Switchbacks)


1. Anda dapat membuat rancangan jalan yang berbalik arah dengan cara memilih titik
awal yang berbeda untuk bagian jalan berikutnya yang akan dibuat. Perbesarlah
kenampakkan gambar di sekitar akhir dari rancangan jalan yang sudah dibuat
(RL=340). Pilihlah perintah Applications | Open Pit | Road Segment (rseg).
Tetapkanlah RL at end of road menjadi 350 dan snap pada titik terluar dari string
jalan sebagaimana ditunjukkan dengan panah. Kemudian kliklah pada posisi “X”
untuk menunjukkan arah dari jalan sehingga akan membentuk sebuah belokan.

2. Setelah sebuah belokan dibuat, anda harus menyesuaikan string berm pada elevasi
350 untuk memberikan ruang yang cukup bagi kendaraan untuk bermanuver.
Gunakanlah kombinasi perintah Move Points (mpo) dan Insert points (ipo) untuk
melakukannya.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Setelah selesai pembuatan toe-ramp-crest hingga level 350. Untuk menghaluskan


string pilih/select semua string (sas) dan jalankan perintah condition strings dari
menu Design | Condition | Condition Strings (cond).

Latihan 10 Metoda Toe + Ramp


Metoda Toe + Ramp dilakukan dengan membuat ramp dan string toe terlebih dahulu dan
kemudian menambahkan string crest. Sebagaimana halnya dengan metoda pertama,
anda harus menentukan sudut proyeksi dengan menggunakan rosette. Akan tetapi untuk
metoda ini, sebagaimana diterangkan sebelumnya, sudut proyeksi yang diperlukan wall
angle dan BUKAN batter/face angles. Tabel berikut adalah face angle dan wall angle
pada arah tertentu dari pit sebagai berikut:

Azimuth Face Angle Wall Angle


0 55 45
180 60 50

Face angle dihitung dengan menggunakan wall angle, tinggi bench 10 meter dan lebar
berm 3 meter.
1. Hapus data pit1st.dm dan rosette1.dm yang ada di memori dengan cara pada control
bar Loaded Data, pilih masing-masing file, klik kanan pilih Data | Unload.
2. Aturlah tampilan pada design window menjadi tampilan mendatar (plan view) pada
elevasi bench 170 (Z=170) dengan menggunakan perintah View | Set Viewplane |
Custom (vi).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Jalankan perintah Applications | Open Pit | New Rosette (nr), tentukan daerah di
tengah-tengah cell sebagai posisi rosette dan kemudian jawablah dialog pada
command line, seperti berikut:

Dialog Rosette Nilai


Enter minimum Z [ - ] 165
Enter maximum Z [ - ] 365
Enter azimuth [-] 0
Enter face angle [-] 45
Enter berm width [ - ] 3
Enter azimuth [-] 180
Enter face angle [-] 50
Enter berm width [ - ] 3
Enter azimuth [-] Enter

4. Simpan dengan nama rosette2.dm.


5. Untuk meyakinkan rosette digunakan sebagai nilai default dalam proyeksi string,
gunakan perintah Applications | Open Pit | Use Rosettes (tur) posisi terpilih.

Latihan 11 Menentukan Lantai Tambang


1. Sebagaimana halnya pada latihan 3, buatlah sebuah string lantai tambang untuk
jenjang ini dan simpan string tersebut dengan nama pit2st.dm. Hasilnya seperti
ilustrasi berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 12 Membuat Pit Design


1. Mulailah membuat rancangan pit dengan menggunakan perintah Applications |
Open Pit | Road Segment (rseg). Anda akan diminta untuk memasukkan beberapa
parameter pembuatan jalan. Isilah parameter seperti berikut:

2. Selanjutnya anda harus menentukan sebuah titik dari string lantai sebagai titik awal
ramp. Pilihlah titik tersebut (snap) dan kemudian pilihlah satu posisi yang
menunjukkan arah ramp yang akan dibuat. Anda akan melihat sebuah string
berwarna hijau yang menjadi tanda dari ramp. Sesuaikanlah string toe sehingga
memberikan ruang yang memadai dalam mengakses ramp tersebut pada prakteknya
di lapangan.

JANGAN MERUBAH STRING RAMP DAN TITIK PADA STRING TOE YANG MENEMPEL

PADA RAMP.

3. Untuk membuat string toe di elevasi 180, gunakan perintah Applications | Open Pit
| Road Contour (rcon).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

4. Untuk berpindah dari bidang pandang sekarang ke bidang pandang di atasnya sejauh
10 meter, gunakan perintah View | Set Viewplane | Move Forward (mpf). Jika
diperlukan anda dapat merubah string toe untuk meyakinkan bahwa semua bijih
terambil.
5. Untuk menambahkan ramp diantara jenjang 180 dan 190, gunakan perintah
Applications | Open Pit | Road Segment (rseg). JANGAN MENGGUNAKAN
PERINTAH ROAD BERM.

6. Lanjutkanlah perintah Road Contour (rcon) dan Road Segment (rseg) sampai
anda mendapatkan string toe dan ramp pada jenjang 340.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 13 Menyisipkan String Crest


1. Setelah menyelesaikan pembuatan toe dan ramp, rancangan pit tampak seperti
berikut:

Perhatikan bahwa ramp yang terbentuk satu sama lain tersambung dengan tepat
tanpa pergeseran (offset). Agar rancangan yang dibuat menjadi lengkap, anda harus
menambahkan string crest, akan tetapi anda terlebih dahulu harus mengubah file
rosette yang digunakan. Penyisipan string crest dilakukan dengan cara
memproyeksikan string toe berdasarkan face angle, dan BUKAN wall angle.
2. Tutuplah file rosette2.dm dan kemudian bukalah file rosette1.dm.
3. Atur warna string crest menjadi warna orange (colour=3) dengan perintah
Applications | Open Pit | Set Colors | Contour. Pada panel yang muncul untuk
Colour for Crest/Contour Strings isi dengan kode 3.
4. Ubahlah bidang pandang ke elevasi 170, menggunakan perintah View | Set
Viewplane | Custom (vi). Pada dialog view settings, ketikkan 170 pada kolom Z.
5. Sisipkan string crest pada setiap string toe dengan perintah Applications | Open Pit
| Road Contour (rcon). Nilai kontur yang benar akan dimunculkan secara default
pada setiap perintah di atas, kemudian anda tinggal menekan tombol enter saat
prompt muncul. Hasil akhir akan tampak seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Editlah string crest yang offset pada jalan, himpitkan string crest di jalan pada level
tersebut.

Latihan 14 Pembuatan Wireframe pada Design Pit


1. Untuk menentukan batas string terluar dari design pit, pilih pada string terluar dan
gunakan perintah Data | Save | Single String, simpan dengan nama solpitst.dm
dan tekan Save. Kemudian panggil file tersebut di Design window.
2. Dalam pembutan wireframe dengan perintah Wireframes | Interactive DTM
Creation | MakeDTM (md). Kemudian pada panel yang muncul tekan Next, isi
seperti berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 18


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Lihatlah hasilnya di Visualizer window. Buatlah warna wireframe menjadi warna abu-
abu (colour=13) dengan perintah Wireframes | Edit Attributes, pada kotak
COLOUR pilih kode 13. Kemudian simpan file tersebut dengan nama pit2tr/pit2pt.dm.

Latihan 15 Penggabungan String Design Pit dengan Topografi


Latihan berikut menerangkan tentang bagaimana menggabungkan rancangan pit dengan
topografi serta membuat wireframe permukaan.
1. Hapuslah semua string dari memori akan tetapi jangan menghapus wireframe pit.
Panggil file wireframe topografi (topotr/topopt.dm) ke Design window. Lihatlah kedua
wireframe tersebut dengan menggunakan Visualizer dan perhatikan bahwa wireframe
topografi memotong semua permukaan pit.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 19


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Gunakan perintah Wireframes | Boolean Operations | Extract Separate untuk


memisahkan wireframe berpotongan menjadi beberapa bagian. Tekan tombol OK.

3. Kemudian unload file pit2tr.dm dan topotr.dm.


4. Ubah bidang pandang menjadi tampilan section, gunakan perintah View | Set
viewplane | By 1 point, pilih West – East view orientation.
5. Tekan tombol kanan pada design window. Pilih Erase | Wireframe Surface. Pilih
wireframe pit yang akan dihapus. Wireframe yang akan dihapus ditandai dengan
berubahnya warna wireframe menjadi warna kuning. Jika sudah benar, tekan tombol
OK.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 20


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Kemudian pilih wireframe topo yang akan dihapus, lalu tekan tombol OK.

7. Setelah tampilan sesuai dengan yang diinginkan, tekan tombol Cancel.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXII - 21


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

23 MERANCANG JALAN DAN RAMP

TUJUAN
Menggunakan pilihan-pilihan perintah dalam membuat dan mengubah string jalan
tambang.

TOPIK
Applications | Open Pit | Road Layout Tools

METODE
Ikuti semua contoh yang berhubungan dengan bagaimana menggunakan perintah
membuat jalan pada rancangan tambang terbuka.

INFORMASI AWAL
Perintah untuk membuat dan mengatur string ramp terdapat dalam menu
Application | Open Pit | Road Layout Tools, seperti berikut.

Perintah Shor Keterangan


t Cut
Applications | Open Pit | crs Membuat string ramp berdasarkan
Road Layout Tools | New parameter yang diberikan.
Road String
Applications | Open Pit | stro Membuat outline jalan dari satu
Road Layout Tools | String to string rancang jalan.
Road
Applications | Open Pit | rfc Membuat string rancang jalan sekitar
Road Layout Tools | Road suatu perimeter yang ada.
from Contour
Applications | Open Pit | rbc Membuat string rancang jalan di
Road Layout Tools | Road antara dua perimeter contour yang
between Contours ada..
Applications | Open Pit | pro Proyeksikan string dengan fungsi
Road Layout Tools | Project rosettes/sudut yang tetap yang
String at Angle ditetapkan.
Applications | Open Pit | tcc Mengaktifkan atau metidakaktifkan
Road Layout Tools | pengecekan otomatis string yang
Crossover Check Switch melintang dalam proses rancangan
tambang terbuka.

Ada dua perintah utama yang harus dimengerti dalam perancangan jalan.
1. Memproyeksikan String
2. Menggabungkan String
Memproyeksikan string sudah dibahas dalam bagian memproyesikan String dan
menggabungkan string sudah dibahas di bagian Pengeditan String.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 1 Membuat Box Cut


1. Hapus semua tampilan pada design window menggunakan perintah Edit | Unload
All Data (ua).
2. Buat string arah timur barat menggunakan perintah Design | New String (ns)
kemudian gunakan perintah Project String at Angle (pro) dengan metode
Relative (R) untuk memproyeksikan 10 meter ke atas dan ke utara dari posisi
awal. Lihat hasilnya di Visualizer window dan simpan file tersebut dengan nama
boxcutst.dm.
PANJANG STRING HARUS SEKITAR 100 METER

String hasil proyeksi RL=10

A
String awal RL=0

3. Jalankan perintah Edit | Select on Click | Deselect All Strings (das).


Kemudian gunakan perintah Application | Open Pit | Road Layout Tools |
New Road String (crs). Tekan tombol kanan mouse di tengah-tengah string
yang ada di bawah (titik A) dan isilah ketentuan-ketentuan seperti berikut:

Ketentuan Nilai
Starting Azimuth 0
Gradient ratio of
10
string(degrees)
Enter Radius -
Actual Distance 60

4. Lihat hasilnya di Visualizer window. String tersebut mempunyai gradien 10 derajat


arah utara dan berujung pada 10.42RL. Untuk mengeceknya gunakan perintah
Design | Query Strings (qst).

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Untuk membuat jalan dari string dengan memilih string ramp yang baru dibuat,
jalankan perintah Application | Open Pit | Road Layout Tools | String to
Road (stro). Isilah ketentuan-ketentuan seperti berikut:

Ketentuan Nilai
Delete Design Control String Yes
Enter Edge Type: C; L; R; I; LR; RL; C
[C]
Enter width at start of road 20
Enter width at end of road 20
Lihat hasilnya pada Visualizer window.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Langkah berikutnya membuat crest untuk box cut dan menggabungkan dengan
ramp. Pilih string ramp dan jalankan perintah Applications | Open Pit | Project
String at Angle (pro). Isilah ketentuan-ketentuan seperti berikut:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) U
[U]
Enter Target elevation ….[10] 10
Select high side of selected string to project Tentukan titik di luar
string.
Tampilan di Design window seperti gambar berikut. Lihat hasil di Visualizer
window.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Untuk menggabungkan
string, tekan tombol kanan
pada ujung-ujung panah.

7. Jangan ada string yang terpilih sebelum mulai proses menggabungkan string crest
box cut dengan crest bench. Gunakan perintah Design | String Tools | Combine
(com) dan tentukan titik dari tiap string yang akan digabungkan, seperti
ditunjukan pada gambar di atas.
8. Menghapus sebagian string ramp dengan perintah Design | String Tools | Trim
to String (tri). Pilih string crest sebagai string pemotong dilanjutkan pilih bagian
sring ramp yang menjorok ke utara sebagai string yang akan dihapus. Hasilnya
seperti gambar berikut:

9. Kemudian buat wireframe box cut dengan perintah Wireframes | Interactive


DTM Creation | Make DTM (md). Lihat hasilnya di Visualizer window dan simpan
file tersebut dengan nama boxcuttr.dm.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2 Menyisipkan Ramp pada Dinding Tambang


1. Hapus semua data di Design window. Gunakan perintah View | Zoom | Zoom
Out (zz) untuk dapat melihat range arah X dan Y sekurangnya 200 meter.
2. Jalankan perintah Applications | Open Pit | Set Face Angle (fng) dan isilah
dengan 45 derajat.
3. Buat string berbentuk sabit arah timur-barat di Design window. Pilihlah string
tersebut dan jalankan perintah Applications | Open Pit | Road Layout Tools |
Project String at Angle (pro). Isilah ketentuan-ketentuannya seperti berikut:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) R
[U]
Enter Target elevation ….[10] 10

Select high side of selected string to project Tentukan titik di utara


string. Setelah string baru
terbentuk, tentukan titik
kedua di utara string yang
baru tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Arah jalan dengan tekan tombol


kanan mouse pada ujung panah

4. Untuk membuat ramp, gunakan perintah Applications | Open Pit | Road


Layout Tools | Road between Contours (rbc). Tentukan gradien yang
digunakan dengan 12.5% dan tentukan titik di tiap string searah jarum jam.
Hasilnya sebuah string dari timur ke barat dengan gradien 12.5%.
5. Pilih ramp yang baru dibuat dan gunakan perintah Applications | Open Pit |
Road Layout Tools | String to Road (stro) dengan ketentuan-ketentuannya
seperti berikut:
Ketentuan Nilai
Delete Design Control String Yes
Enter Edge Type: C; L; R; I; LR; RL; [C] R (sisi kanan)
Enter width at start of road 20
Enter width at end of road 20

Hasilnya seperti gambar berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

6. Perhatikan bidang pandang harus pada 0RL. Sisipkan titik tambahan pada toe dari
string ramp (bagian string yang paling bawah) untuk memembuat lantai tambang.
JANGAN PINDAHKAN 2 TITIK BAWAH DARI STRING RAMP YANG AWAL.
TITIK YANG BARU HARUS PADA 0 RL

Sisipkan titik di sini

Perhatikan string ramp adalah satu string yang tertutup.

7. Pindahkan bidang pandang 10 meter secara vertikal dan gunakan fungsi clipping
dengan jarak pandang 5 meter dan perhatikan bidang pandang sekarang harus
berada di 10 RL.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

8. Pilih string ramp, jalankan perintah Applications | Open Pit | Road Layout
Tools | Project String at Angle (pro) dan isilah ketentuan-ketentuannya
seperti berikut:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) U
[U]
Enter Target elevation ….[10] 10
Tentukan titik di luar
Select high side of selected string to project
string ramp (titik A).
9. Gabungkan string crest dengan string ramp hasil proyeksi dengan perintah Design
Tools | String Tools | Combine (com) dan tentukan titik dari tiap string seperti
gambar berikut:

Untuk menggabungkan string, tekan


tombol kanan mouse pada ujung panah

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

10. Pindahkan bidang pandang 10 meter secara vertikal. Perhatikan bidang pandang
harus pada 20 RL. Pilih string ramp, jalankan perintah Applications | Open Pit |
Road Layout Tools | Project String at Angle (pro) dan isi ketentuan-
ketentuannya seperti berikut:
Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) U
[U]
Enter Target elevation ….[10] 20
Tentukan titik di luar
Select high side of selected string to project (sebelah utara) string
ramp.
11. Gabungkan string crest dengan string ramp hasil proyeksi, menggunakan perintah
Design | String Tools | Combine (com) dan tentukan titik pada tiap string
seperti gambar berikut:

12. Non-aktifkan clipping dan lihat hasilnya di Visualizer window. Kemudian buat
wireframe permukaan DTM pada string-string tersebut, tentukan dengan pilihan
warna wireframe COLOUR=3 dan simpan dengan nama ramptr.dm/ramppt.dm.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Jika Masih Ada Waktu Luang

Latihan Perancangan Ramp

Pada sesi ini akan dilakukan simulasi perancangan jalan menggunakan metode
contour design.
Beberapa perintah yang akan sering digunakan pada Design window untuk
perancangan jalan angkut ini antara lain adalah :
Short
Perintah Keterangan
Cut
Format | Gradient grc Merubah satuan gradien/kemiringan
Convetion jalan
( o atau %)
Design | Condition | Smooth smg Menyeragamkan gradien/kemiringan
Gradient dari beberapa segmen pada suatu string
Applications | Open Pit | rbc Membuat jalur jalan di antara dua
Road Layout Tools | Road contour dengan kemiringan tertentu
Between Contours
Applications | Open Pit | stro Membuat badan jalan dari suatu jalur
Road Layout Tools | String string
to Road
Applications | Open Pit | pro Memproyeksikan string hingga level
Road Layout Tools | Project tertentu atau hingga wireframe
String at Angle
Selain perintah-perintah di atas, beberapa command dasar untuk string editting juga
masih diperlukan dalam proses perancangan jalan.

Pada latihan ini akan menggunakan file Datamine yang sudah ada, yaitu
_vb_toecons.dm yang merupakan file contour string yang dihasilkan dari pit NPVS.

Latihan 1 Mengimpor File Pit Contour


1. Hapus semua data yang tampil di design window menggunakan perintah Edit |
Unload All Data.
2. Gunakan perintah File | Add To Project Existing Files. Carilah file
_vb_toecons.dm di C:\Training\Database\Data\VBOP\Datamine.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2 Membuat String Jalur Jalan


1. Tampilkan file _vb_toecons.dm menggunakan perintah Data | Load | Strings
(ga).

2. Aturlah sudut face angle menggunakan perintah Applications | Open Pit | Set
Face Angle (fng). Masukkan nilai 60 pada dialog berikut ini:

3. Berikutnya buatlah jalur jalan antara dua contour menggunakan perintah


Applications | Open Pit | Road Layout Tools | Road between Contours
(rbc) kemudian isilah kemiringan jalan 12% lalu tekan OK.

4. Pilih point pada string elevasi terendah (-40RL) sebagai awal dari jalan kemudian
pilih string pada elevasi berikutnya dan seterusnya hingga elevasi 100RL. Gunakan
klik kanan pada saat memilih point dan string agar snap pada point dan string
yang diinginkan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 12


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Pilih contour
berikutnya

2. Pilih contour
berikutnya

1. Pilih point awal

5. Edit warna string jalan tersebut menggunakan perintah Design | Edit Attributes
| Edit (eat), ganti dengan warna merah (colour=9), lalu tekan OK.

6. Simpan file pit contour dan jalan tersebut dengan nama rcpitcons1.dm dengan
cara klik kanan file _vb_toecons.dm pada control bar Loaded data kemudian pilih
Data | Save As.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 13


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 3 Membuat String Badan Jalan


1. Gunakan perintah Applications | Open Pit | Road Layout Tools | String to
Road (stro) kemudian pilih string jalur jalan yang telah dibuat sebelumnya dan
isilah dialog-dialog selanjutnya seperti table berikut ini:

Ketentuan Nilai
Delete Design Control String Yes
Enter Edge Type: C; L; R; I; LR; RL; [C] R (sisi kanan)
Enter width at start of road 20
Enter width at end of road 20

2. Simpan file dengan nama rcpitcons2. dm dengan cara klik kanan file rcpitcons1.
dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.

Latihan 4 Menggabungkan String Toe dan Ramp


3. Pindahkan bidang pandang ke elevasi -40 RL menggunakan perintah View | Set
Viewplane | Custom (vi).

4. Atur sistem clipping menggunakan perintah View | Set Clipping Limits (scl).
Masukkan nilai 10 untuk distance in front of plane dan behind plane.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 14


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Pastikan clipping aktif menggunakan cara View | Use primary Clipping (uc).
6. Proyeksikan ramp pada level -40RL menggunakan perintah Applications | Open
Pit | Road Layout Tools | Project String at Angle (pro), isilah dialog
selanjutnya seperti ketentuan berikut ini:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) D
[U]
Enter Target elevation ….[10] -40
Tentukan titik
Select high side of selected string to project didalam string
ramp.

High side of
string, klik
disini

7. Gabungkan string toe dan string ramp menggunakan perintah Design | String
Tools | Combine (com) serta hapus segmen yang tidak dibutuhkan, seperti pada
gambar berikut ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 15


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Klik pertama Hapus


string

Klik kedua

8. Simpan semua file dengan nama rcpitcont-40.dm dengan cara klik kanan file
rcpitcons2. dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.
9. Pindahkan bidang pandang ke elevasi -20 dengan cara View | Set Viewplane |
Move (mpl) dan masukkan nilai 20 untuk jarak perpindahannya.

10. Proyeksikan ramp pada elevasi -20 tersebut menggunakan perintah Applications
| Open Pit | Road Layout Tools | Project String at Angle (pro), isilah dialog
selanjutnya seperti ketentuan berikut ini:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) D
[U]
Enter Target elevation ….[10] -20

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 16


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Tentukan titik
Select high side of selected string to project didalam string
ramp.

High side of
string, klik
disini

11. Gabungkan string toe dan string ramp menggunakan perintah Design | String
Tools | Combine (com) serta hapus segmen yang tidak dibutuhkan, seperti pada
gambar berikut ini:

Klik
pertama

Klik kedua

12. Simpan semua file dengan nama rcpitcont-20.dm dengan cara klik kanan file
rcpitcont-40. dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.
13. Ulangi langkah 7 hingga 10 untuk elevasi 0, 20, 40, 60, dan 80.

Latihan 5 Membuat Crest Untuk Masing-masing Bench


1. Gunakan perintah Applications | Open Pit | Road Layout Tools | Project
String at Angle (pro) dan isilah dialog selanjutnya seperti ketentuan berikut:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) R
[U]
Projection Distance 20

Untuk hide side of string klik diluar string toe pada elevasi -40, -20, 0, 20, 40, 60,
dan 80.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 17


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Klik diluar
string toe
tiap-tiap
elevasi

2. Simpan file dengan nama rcpitcontc.dm dengan cara klik kanan file rcpitcont80.
dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.

Latihan 6 Menggabungkan String Crest dan Ramp


1. Ubahlah bidang pandang ke elevasi -20 dengan cara View | Set Viewplane |
Custom (vi).

2. Atur sistem clipping menggunakan perintah View | Set Clipping Limits (scl).
Masukkan nilai 10 untuk distance in front of plane dan behind plane.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 18


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Pastikan clipping aktif menggunakan cara View | Use primary Clipping (uc).
4. Proyeksikan ramp pada level -40RL menggunakan perintah Applications | Open
Pit | Road Layout Tools | Project String at Angle (pro), isilah dialog
selanjutnya seperti ketentuan berikut ini:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) U
[U]
Enter Target elevation ….[10] -20

High side of
string, klik disini

5. Gabungkan string crest dan string ramp menggunakan perintah Design | String
Tools | Combine (com) serta hapus segmen yang tidak dibutuhkan, seperti pada
gambar berikut ini:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 19


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Klik kedua

Klik
pertama

6. Simpan semua file dengan nama rccrest-20.dm dengan cara klik kanan file
rcpitcontc. dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.
7. Pindahkan bidang pandang ke elevasi 0 dengan cara View | Set Viewplane |
Move (mpl) dan masukkan nilai 20 untuk jarak perpindahannya.

8. Proyeksikan ramp pada elevasi -20 tersebut menggunakan perintah Applications


| Open Pit | Road Layout Tools | Project String at Angle (pro), isilah dialog
selanjutnya seperti ketentuan berikut ini:

Ketentuan Nilai
Projection Method (Up | Down | Both | Relative) U
[U]
Enter Target elevation ….[10] 0

High side of
string, klik
disini

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 20


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Gabungkan string toe dan string ramp menggunakan perintah Design | String
Tools | Combine (com) serta hapus segmen yang tidak dibutuhkan, seperti pada
gambar berikut ini:

Klik kedua

Klik
pertama

10. Simpan semua file dengan nama rccrest0.dm dengan cara klik kanan file rccrest-
20. dm pada control bar Loaded data kemudian pilih Data | Save As.
11. Ulangi langkah 7 hingga 10 untuk elevasi 20, 40, 60, 80, dan 100.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIII - 21


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

24 PLOTTING
Pengantar
Data yang dimasukkan kedalam memory Project File dapat ditampilkan dan cetak
menggunakan Plot Window. Plot Window digunakan untuk membuat tampilan secara
section atau horizontal dan tampilan tersebut dicetak dalam suatu plotter atau printer
menggunakan driver printer dari sistem Windows.

Latar Belakang
Empat tampilan yang berbeda yang otomatis dibuat dalam Plots window, yaitu:
• Plan view – Tampilan secara horizontal
• North-South section view – Tampilan secara section Utara-Selatan dan
tampilan inset secara horizontal
• West-East section – Tampilan secara section Barat-Timur
• 3D view – Tampilan secara 3D
Setiap tampilan dapat diedit dengan menggunakan tab page yang ada di bawah Plots
window. Penambahan tampilan tersebut dapat dibuat dan diedit juga.
Beberapa fasilitas yang ada di Plots window adalah:
• Tampilan data drillhole dapat ditampilkan secara grafik di tampilan secara
section atau 3D. Setiap tampilan dapat terhubung secara dinamis sehingga jika
suatu data digunakan pada suatu tampilan maka data tersebut ada di tampilan
lain yang terhubung.
• Data penembusan dan sampel drillhole dapat dicetak secara tampilan secara
horizontal, section atau secara 3D.
• Tampilan secara section yang sama di dalam beberapa tampilan diatur dengan
section master.
• Menambahkan keterangan seperti judul, grid koordinat, skala batang, tabel
dan keterangan yang lain dapat dibuat secara otomatis dan sesuaikan letak dan
arahnya dan sesuaikan besarnya terhadap kertas yang digunakan.
• Penggunakan profile parameter untuk menampilkan secara dinamis tampilan
model wireframe secara perpotongan pada bidang yang dirotasi.
• Penggunaan ukuran kertas, arah pencetakan, batas dan skala yang beda pada
tiap tampilan.
• Penggunaan fasilitas Page Layout untuk menampilkan dan mengedit batas
halaman, batas kertas, area pencetakan, grid coordinat, kerangan plot dan
profile parameter.

Latihan 1: Pengenalan Menu Pengatur Tampilan


Pada latihan ini, anda akan menggunakan beberapa menu yang dapat digunakan untuk
mengatur parameter tampilan Plot. Anda akan menggunakan menu yang ada di panel
control bar Sheets dan di Plots window.
1. Gunakan Plots window dan pilih tab nama tampilan Plan.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 1


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

2. Gunakan panel control bar Sheets.


3. Di folder “Plots”, pilih tanda expansi "+" di folder” Plan” maka muncul list
dibawah nama tampilan Plan tersebut, seperti gambar di bawah ini:

4. Pilih objek North Arrow dan perhatikan objek plot tersebut di sheet Plan window
Plots ada garis putus-putus yang mengelilinginya.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 2


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Pada panel control bar SHEET pilih objek Plan Projection, dan lihat di sheet
Plan pada window Plot objek Plan Projection akan ditandai garis putus-putus.

6. Gunakan sheet 3D.


7. Gunakan panel control bar Sheets dan ekspansi folder 3D di folder Plots.

8. Nonaktifkan tampilan semua objek kecuali string topografi topo, drillholes dholes
dan wireframe bidang patahan faultr/faulpt. Juga aktifkan tampilan dari Section
Line.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 3


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Gunakan perintah File | Save untuk menyimpan project tersebut.


10. Tekan tombol OK untuk menampilkan data secara otomatis di window Design.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 4


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Latihan 2: Menambah, Mengubah, Mengcopy dan Menghapus Sheets


Pada latihan ini akan:
• Membuat sheet 3D yang baru.
• Mengubah sheet 3D menjadi sheet 3D-Above.
• Mengcopy sheet yang diubah.
• Menghapus sheet hasil copy.
1. Gunakan perintah Insert | Sheet | Plot | Custom
2. Pada panel Plot Item Library pilih "3D Projection" lalu tekan tombol OK.

3. Ada sheet baru yang bernama 3D yang menampilkan semua data di memory.

4. Tekan tombol kanan pada nama sheet 3D yang baru dibuat lalu pilih Rename....

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 5


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

5. Pada panel Rename Sheet, ubah nama sheet tersebut menjadi "3D-Above" dan
tekan tombol OK.

6. Untuk mengcopy sheet yang baru tersebut dengan menggunakan perintah Edit |
Copy Sheet. Maka akan ada sheet baru yang bernama Copy of 3d-Above.

7. Untuk menghapus sheet ini dengan menekan tombol kanan pada nama sheet
tersebut lalu pilih Delete.

Latihan 3: Mengubah ukuran Paper Size dan Grid


1. Gunakan sheet 45350 E di window Plots.
2. Gunakan perintah File | Page Setup dan ubah ukuran Paper Size menjadi A1.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 6


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Tekan tombol OK untuk melanjutkan dan tekan tombol Yes pada dialog “rescale
all plot items?”.
4. Tekan tombol kanan mouse pada window Plot dan pilih Format Display.
5. Pada panel Format Display gunakan tab Grid dan ubah nilai di Decimal Points
dan Text seperti gambar berikut:

6. Tekan tombol Change yang ada di bawah “Font”.


7. Ubah ukuran font dengan membuat nilai “Size” menjadi 16. Tekan tombol OK
untuk menutup panel Font dan tekan tombol Close pada panel Format
Display.

8. Tekan icon perintah Zoom Area untuk memperbesar tampilan pada pojok
grid dengan menekan tombol kiri mouse pada area yang akan diperbesar.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 7


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

9. Tekan icon perintah Zoom Fit untuk menggunakan tampilan awal.

Latihan 4: Mengubah Skala Dan Mengubah Bidang Pandang


1. Untuk mengubah skala menjadi 1:1000 dengan memilih pada toolbar Scale
View, seperti gambar berikut:

2. Tekan tanda gembok di samping skala 1:1000 untuk mengunci skala di sheet
tersebut.
3. Pada control bar Sheets, pilih dan ekspansi sheet Section 45350 E. dan
pastikan tampilan objek wireframe topografi topotr/topopt, drillhole dholes, dan
wireframe mineralisasi lodetr/lodept aktif dan lainnya tidak aktif. Seperti gambar
berikut:

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 8


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Nama objek bisa beda sesuai dengan urutan pemasukkan ke


memori

4. Pada panel control bar Sheets pilih North South Projection Section 45350E lalu
gunakan perintah Section | Orientation | Custom.
5. Pada panel View Settings untuk mengubah nilai mid-point seperti gambar berikut
untuk mengubah titik pusat bidang pandang lalu tekan tombol OK.

Latihan 5: Menambahkan Objek Plot


1. Gunakan perintah Insert | Plot Item | Title Box.
2. Pada panel Title Box gunakan tab Frame Properties dan ubah nilai di “Height”
dan “Width” menjadi 100 dan 145 untuk membuat ukuran kotak judul tersebut
100mm x 145mm.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV - 9


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

3. Tekan tombol Font dan buat nilai “Min Size” dan “Max Size” seperti gambar
berikut:

4. Tekan tombol OK dan gunakan tab Contents untuk menambah atau kolom dan
baris di tiap kotak judul tersebut.
5. Gunakan “Row” 1 dan “Cell” 1 lalu tekan tombol Insert untuk menambah kolom
pada baris pertama di kotak judul.

6. Pilih Clip Art dan gunakan file di c:\Database\DMTutorials\Data\VBOP\


pics\ minelogo.bmp.
7. Lalu tekan tombol OK pada panel propeties Clip Art. Bila menggunakan tab
Frame Properties untuk melihat tampilan kotak judul tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV -10


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

8. Gunakan tab Contents dan pilih “Row” 1 and “Cell” 1 yaitu baris pertama dan
kolom pertama.
9. Tekan tombol Contents… dan pada panel Cell Contents pilih Static Category.
Ketik “Viking Bounty Drill Section” seperti gambar berikut:

10. Tekan tombol OK untuk menutup panel Title Box tersebut.


11. Posisi awal dari Title Box tersebut di pojok kiri atas dari Sheet. Untuk
memindahkan dengan menggunakan mouse, pilih dan tekan tombol kiri mouse
sambil menggesernya di posisi yang diinginkan, lalu lepas tombol mouse
tersebut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV -11


Studio 3 Gold Vein Orebody Modelling

Tampilan dari Title Box seperti gambar berikut:

Viking Bounty Drill


Section

12. Pilih titik di luar kotak judul untuk menghapus objek yang terpilih. Gunakan
perintah Insert | Plot Item | Legend Box lalu pilih Au_Legend.

13. Tekan tombol Font dan buat nilai Minimum dan Maximum ukuran font dengan
10 dan 16 lalu ketik tombol OK.
14. Ubah ukuran dan posisi dari Legend Box tersebut, tampilan legenda tersebut
seperti berikut.

PT. Stania Bara Utama – Representative of Datamine Australia XXIV -12


LAMPIRAN
NAMA FIELD DATA STRING

File data string harus memiliki lima nama field yang menunjukkan identitas dari titik-titik
yang dibuat. Nama – nama field tersebut adalah:

Field Type Stored Keterangan


PVALUE Nomor indentitas string dan di setiap titik bagian
dari string tersebut memiliki nilai PVALUE yang
N Y
sama. Nilai PVALUE tidak mesti berurutan dari
string ke string lainnya
PTN Nomor urut titik pada string dan harus dimulai dari
N Y angka satu. Sehingga titik awal nilai PTN=1, titik
selanjutnya nilai PTN=2, dan selanjutnya
XP N Y Koodinat X dari titik dari suatu string
YP N Y Koodinat Y dari titik dari suatu string
ZP N Y Koodinat Z dari titik dari suatu string
COLOUR Kode warna string yang dipakai ketika menampilkan
N Y dan plotting string tersebut
Data string juga dapat memiliki tambahan nama field attribute yang menunjukkan beberapa
property string, seperti rocktype atau kode-kode tempat tujuan. Nilai field tersebut bisa
berupa numeric atau alphanumeric dan nama field tersebut berlaku pada setiap data
string. Berikut beberapa contoh nama field attribute:

Field Type Stored Keterangan

ROCK N Y Kode rocktype


Kode tujuan untuk material yang ada
DEST A Y dibatasi oleh string. Misalnya
WASTE,S/PILE atau CRUSHER
NAMA FIELD DATA POINT

File data titik mempunyai minimal lima field yang menunjukkan koordinat X, Y, Z dari setiap
titik, bentuk simbol dan warna dari titik tersebut.
Nama field yang baku dan harus ada sebagai berikut:
Field Type Stored Keterangan
XPT N Y Nilai koordinat X dari titik
YPT N Y Nilai koordinat Y dari titik
ZPT N Y Nilai koordinat Z dari titik
Kode warna Datamine yang digunakan dalam
COLOUR N Y
menampilkan dan mencetak titik
Tipe simbol Datamine yang digunakan dalam
SYMBOL N Y
menampilkan dan mencetak titik
File data titik Datamine dapat menggunakan field tambahan sesuai kebutuhan seperti:
Field Type Stored Keterangan

SDIP N Y Dip

DIPDIRN N Y Arah Dip

SYMSIZE N Y Ukuran Simbol dalam milimeter

Data titik dapat memakai field keterangan yang menggambarkan ciri-ciri dari titik tersebut
seperti nomor urut sampel atau kode daerah dari titik tersebut.
Berikut contoh field keterangan tersebut:
Field Type Stored Keterangan
Nomor urut sampel dari sampel
SAMPID N Y
permukaan atau bijih
Nama lokasi daerah dimana
AREA A Y
sampel diambil
NAMA FIELD WIREFRAME

Sebuah wireframe memiliki dua jenis file, yaitu: file data segitiga wireframe dan file data
titik-titik wireframe. File data segitiga wireframe memuat titik-titik dari setiap segitiga,
dimana koordinat setiap titik tersebut tersimpan di file data titik wireframe. Tujuan
penggunaan dua file tersebut untuk membuat file wireframe semakin sederhana dan tidak
membutuhkan size memory yang besar. Ada lima field baku dalan file data segitiga
wireframe (_tr):
Field Type Stored Keterangan
Nomor urut segitiga, sebagai identitas
TRIANGLE N Y segitiga
Nomor identitas titik pertama dalam segitiga,
PID1 N Y sebagai referensi untuk file data titik
PID2 N Y Nomor identitas titik kedua dalam segitiga

PID3 N Y Nomor identitas titik ketiga dalam segitiga


Jenis warna Datamine yang digunakan
COLOUR N Y dalam menampilkan dan mencetak
wireframe
Untuk tambahan dalam Datamine, pengguna dapat menambahkan field keterangan darii
wireframe tersebut. Contoh field tersebut seperti berikut:
Field Type Stored Keterangan
ROCK N Y Kode dari jenis batuan
Kode pembedaan wireframe open
PIT A Y
pit. Misal Pit Utama dan Pit Timur

Ada empat field baku dalan file data titik wireframe (_pt), yaitu:

Field Type Stored Keterangan


Nomor identitas titik. Ini berhubungan
PID N Y dengan PID1, PID2 dan PID3 dalam
file data segitiga
XP N Y Koordinat X dari titik

YP N Y Koodinat Y dari titik

ZP N Y Koordinat Z dari titik.


FILE BLOCK MODEL

Setiap file block model memuat ukuran dan titik pusat dari tiap cell block model dan
memiliki13 field baku, yaitu:

Field Type Stored Keterangan


XC N Y Koordinat X titik pusat dari cell block model
YC N Y Koordinat Y titik pusat dari cell block model
ZC N Y Koordinat Z titik pusat dari cell block model
Ukuran cell block model searah X. Jika cell
tersebut membuat subcell, nilai XINC terlihat
(explisit) karena ukuran subcel bervariasi. Jika
XINC N Y/N
block model tidak menggunakan subcell, sehingga
ukuran cell block model sama maka nilai nilai
XINC akan tidak tampak (implisit)
YINC N Y/N Ukuran cell block model searah Y
ZINC N Y/N Ukuran cell block model searah Z
Nilai minimum koordinat X titik pusat cell block
XMORIG N N
model
Nilai minimum koordinat Y titik pusat cell block
YMORIG N N
model
Nilai minimum koordinat Z titik pusat cell block
ZMORIG N N
model.
Banyak cell block model searah X. Dengan nilai
XINC dapat menentukan nilai maximum koordinat
NX N N
X titik pusat block model yaitu XMORIG +(XINC *
NX)
NY N N Banyak cell block model searah Y
NZ N N Banyak cell block model searah Z
Kode identitas dari cell block model. Tiap subcell
mempunyai nilai IJK sama dengan cell block
model.
IJK N Y Nilai IJK menunjukkan posisi dari cell block model
dan nilai minimumnya nol. Nilai IJK harus terurut
dari kecil ke besar untuk dapat ditampilkan di
Design Window
Data block model dapat menggunakan field tambahan seperti nilai kadar atau kode
lithologi. Field tambahan tersebut bisa bertipe numerik atau alpanumerik. Berikut contoh
dari field tambahan:
Field Type Stored Keterangan
AU N Y Nilai kadar emas
LODEID N Y Kode Stratigraphy
NAMA-NAMA FIELD BAKU DATAMINE
A-E P-T U-Z
A0 PID VSIZE
AT PID1 X
B0 PID2 XC
BHID PID3 XCENTRE
BLOCKID PRATE XCOLLAR
BRG PTN XINC
C0 RDFLAG XMAX
CHARSIZE S1 XMIN
CODE PVALUE XMORIG
COLOUR RADIUS XP
DENSITY S2 XPT
DIP SAZI XRT
DIPDIRN SDIP XSCALE
F-J SDIP Y
FACE SURFACE YC
FILLODE SYMBOL YCENTRE
FILENAM SYMSIZE YCOLLAR
FROM TAG YINC
GROUP TO YMAX
HSIZE TONNES YMIN
IJK TONNESA YMORIG
K-O TONNESB YP
LAYER TONNESC to TONNESZ YPT
LENGTH TRIANGLE YRT
LINK YSCALE
LSTYLE Z
NORMAL-X ZC
NORMAL-Y ZCENTRE
NORMAL-Z ZCOLLAR
NX ZINC
NY ZINC
NZ ZMAX
P-T ZMIN
PID ZMORIG
PID1 ZP
PID2 ZPT
PID3 ZSCALE
PRATE
JENIS WARNA
Value Colour Value Colour
1 Default 33 Yellow 5
2 Red 34 Yellow 6
3 Orange 35 Green 1
4 Yellow 36 Green 2
5 Green 37 Green 3
6 Cyan 38 Green 4
7 Blue 39 Green 5
8 Magenta 40 Green 6
9 Bright red 41 Cyan 1
10 Bright green 42 Cyan 2
11 Bright Blue 43 Cyan 3
12 White 44 Cyan 4
13 Light grey 45 Cyan 5
14 Dark Grey 46 Cyan 6
15 Black 47 Blue 1
16 Dull Green 48 Blue 2
17 Red 1 49 Blue 3
18 Red 2 50 Blue 4
19 Red 3 51 Blue 5
20 Red 4 52 Blue 6
21 Red 5 53 Magenta 1
22 Red 6 54 Magenta 2
23 Orange 1 55 Magenta 3
24 Orange 2 56 Magenta 4
25 Orange 3 57 Magenta 5
26 Orange 4 58 Magenta 6
27 Orange 5 59 Custom 1
28 Orange 6 60 Custom 2
29 Yellow 1 61 Custom 3
30 Yellow 2 62 Custom 4
31 Yellow 3 63 Custom 5
32 Yellow 4
JENIS GARIS BESERTA KODE

1001
KODE SIMBOL1002
1003
1004
1005
1006
1007

KODE PATTERN
KODE SHADING

Anda mungkin juga menyukai