Anda di halaman 1dari 7

Konduksi (perpindahan panas)

KONDUKSI PANAS SATU DIMENSI STEADY

Konduksi panas satu dimensi yang steadi adalah salahsatu bahasan yang akan disampaikan
pada mahasiswa dimana didalamnya akan disampaikan : dinding yang berbentuk geometri sederhana
; struktur komposit; sistem dengan sumber panas; serta beberapa contoh soal.
Tujuan Instruksional khusus :
Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan konduksi pada dinding berbentuk sederhana maupun struktur komposit.
2. Menganalisis beberapa contoh kasus konduksi.
3. Menjelaskan berbagai sistem yang terkait dengan kasus konduksi.

3.1. Dinding yang berbentuk geometri sederhana


1. Dinding datar
Aliran panas satu dimensi yang terjadi pada dinding datar dengan distribusi temperatur yang
seragam melalui suatu bahan yang homogen, dihitung melalui persamaan :
qk = k * A * (Tpanas-Tdingin)/ x ...................(3.1)
qk = Kk * ΔT...............(3.2)
qk = ΔT/ Rk...............(3.3)
Keterangan :
qk = laju aliran panas konduksi, (W)
k = koefisien perpindahan panas konduksi, (W/mK)
Tpanas = temperatur tinggi, (K)
Tdingin = temperatur rendah, (K)
A = luas penampang, (m 2)
ΔT = beda temperatur, (K)
x = tebal bahan, (m)
Kk = Konduktansi termal konduksi, (W/K)
Rk = tahanan termal konduksi, (K/W)

Contoh soal : 3-1


Dinding sebuah gedung memiliki temperatur 23OC pada bagian dalam dan 30OC pada bagian
luar dengan koefisien perpan dinding, k = 2,69 W/mK serta tebal dinding 15 cm, tentukan laju aliran
panas/ satuan luas yang terjadi !
Diketahui : temperatur dinding, T1 = 30OC = 303 K, T2 = 23OC = 296 K; tebal, x = 15 cm = 15 * 10-2 m;
koefisien perpan dinding, k = 2,69 W/mK
Diminta : laju aliran panas/ satuan luas yang terjadi
Jawab :
Panas yang berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya benda padat, terjadi dengan cara konduksi,
menurut J.B.J Fourier, untuk perpindahan panas dengan cara konduksi, berlaku persamaan :
qk = k * (A/x) * (Tpanas-Tdingin) ...............(3.1)
atau, untuk laju aliran panas/ satuan luas
qk /A = k * (Tpanas-Tdingin) /x
qk /A = 2,69 (W/mK) * (303 -296) (K)/ 15 * 10-2 (m)
qk /A = 125,5 W/ m

Contoh soal : 3-2


Ruang kerja sebuah tanur laboratorium memiliki ukuran 6 * 8 * 12 m 3 dengan tebal dinding 15
cm dan dipanaskan dengan energi listrik. Bila dinding terbuat dari bata tahan api, k = 1,09 W/mK dimana
temperaturnya dipertahankan 1100OC pada bagian dalam dan 200OC pada bagian luar, tentukan laju
aliran panas yang melewati dinding tersebut !
Diketahui : temperatur dinding, T1 = 1100OC = 1373 K; temperatur sekeliling, T2 = 200OC = 473 K; tebal,
x = 15 cm = 15 * 10-2 m; koefisien perpan bata tahan api, k = 1,09 W/mK
Diminta : laju aliran panas yang melewati dinding tersebut
Jawab :
Panas yang berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya pada dinding bata, terjadi dengan cara
konduksi, menurut J.B.J Fourier, untuk perpindahan panas dengan cara konduksi, berlaku persamaan
:
qk = k * (A/x) * (Tpanas-Tdingin) ...............(3.1)
qk = 1,09 (W/mK) * 432 (m 2) (1373 -473) (K)/ 15 * 10-2 (m)
qk = 2825280 W

2. Silinder berlubang
Aliran panas radial dengan cara konduksi melalui silinder berpenampang lingkaran yang
berlubang, misalnya konduksi pada pipa atau isolasi pipa, dihitung melalui persamaan :
qk = k * A * (dT/dr) ...................(3.4)
qk = (2 π k L) * (Ti – To)/ ln (ro/ri)...............(3.5)
qk = k * A~ * (Ti – To)/ (ro - ri)...............(3.6)
Keterangan :
L = panjang silinder, (m)
Ti = temperatur bagian dalam, (K)
To = temperatur bagian luar, (K)
ri = jari-jari luas bagian dalam, (m)
ro = jari-jari luas bagian luar, (m)
A~ = luas rata-rata logaritmik, (m 2)
A~= (2 π L) * (ro - ri)/ ln (ro/ri)...............(3.7)
A~ = (Ao – Ai) / ln (Ao / Ai)...............(3.8)
Keterangan :
Ai = luas silinder bagian dalam, (m2)
Ao = luas silinder bagian luar, (m2)
Contoh soal : 3-3
Pipa dengan jari-jari 40 mm dan panjang 4 m yang diberi lapisan isolasi setebal 4 cm
dengan koefisien perpan, k = 0,744 W/mK memiliki temperatur 20OC dan 30OC, tentukan laju aliran
panas yang terjadi !
Diketahui : temperatur, T1 = 30OC = 303 K, T2 = 20OC = 293 K; tebal, x = 4 cm = 4 * 10-2 m; koefisien
perpan, k = 0,744 W/mK; jari-jari, r = 40 mm = 4 * 10-2 m, panjang, L = 4 m
Diminta : laju aliran panas yang terjadi
Jawab :
Panas yang berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya pada dinding Pipa, terjadi dengan cara
konduksi, menurut J.B.J Fourier, untuk perpindahan panas dengan cara konduksi, berlaku persamaan
:
qk = k * A~ * (Ti – To)/ (ro - ri)
dengan :
A~= (2 π L) * (ro - ri)/ ln (ro/ri)
A~= (2 * π * 4 (m)) * (0,008 – 0,004) (m)/ ln (0,008 /0,004) (m/m)
A~= (2 * π * 4 (m)) * (0,008 – 0,004) (m)/ ln (0,008 /0,004) (m/m)
A~= 1,45 m2
Sehingga, laju aliran panas yang terjadi,
qk = 0,744 (W/mK) * 1,45 (m 2) (303 -293) (K)/ (0,008 – 0,004) (m)
qk = 270,27 W

3. Cangkang yang berbentuk bola dan paralepipeda


Konduksi panas melalui bola dengan temperatur permukaan dalam dan luarnya seragam dan
konstan, dihitung melalui persamaan :
qk = (4 π ri * ro * k) * (Ti – To)/ (ro - ri)...............(3.9)
qk = k * (Ao – Ai)1/2 * (Ti – To)/ (ro - ri)...............(3.10)

4. Pengaruh Konduktivitas termal yang tak seragam


Beberapa kasus diatas diandaikan bahwa pengaruh perubahan temperatur tidak terlalu besar
sehingga pengaruh temperatur terhadap konduktivitas termal diabaikan. Untuk beberapa bahan,
pengaruh perubahan temperatur terhadap konduktivitas termal sangat besar, dihitung melalui
persamaan :
kt = ko * (1 + kT)...............(3.11)
Keterangan :
kt = koefisien perpan konduksi pada T t, (W/mK)
ko = koefisien perpan konduksi pada To, (W/mK)
k = koefisien temperatur konduktivitas termal, (K-1)
Dengan memperhatikan faktor diatas, laju aliran panas konduksi,
qk = ko * A * ((Tp – Td) + k/2 (Tp2 – Td2))/x...............(3.12)
qk = ko * A * ((Tp – Td) + (1 + k (Tp – Td) /2)/x...............(3.13)
qk = km * A * ΔT / L..............(3.14)
Dengan :
km = ko * (1 + k (Tp – Td) /2)...............(3.15)
Contoh soal : 3-4
Konduktivitas termal isolasi magnesia 85 % ditunjukkan sebagai fungsi temperatur, dimana
bahan ini memiliki temperatur 100OF dan 300OF serta tebal 3 in, tentukan koefisien temperatur
konduktivitas termal untuk kt = 0,031 * (1 + T) dan laju aliran panas/ satuan luas yang terjadi !
Diketahui : temperatur, T1 = 300OF, T2 = 100OF; persentase isolasi 85 % ; tebal, x = 3 in = 0,25 ft;
Diminta : koefisien temperatur konduktivitas termal dan laju aliran panas/ satuan luas yang terjadi
Jawab :
Koefisien perpan konduksi pada Tt, dihitung dengan persamaan :
kt = ko * (1 + kT)...............(3.11)
sehingga didapat : ko = 0,031 dan k = 0,001,
laju aliran panas/ satuan luas yang terjadi,
qk / A = km * ΔT / L
Dengan :
km = ko * (1 + k (Tp – Td) /2)...............(3.15)
km = 0,031 (Btu/hr ftoF) * (1 + 0,001 (OF-1) (300 – 100) (OF)/2)
km = 0,0341 Btu/hr ftoF
sehingga, laju aliran panas/ satuan luas yang terjadi,
qk / A = 0,0341 (Btu/hr ftoF) * (300 -100) (oF)/ 0,25 (ft)
qk / A = 27,28 Btu/hr ft2

3.2. Struktur komposit


1. Dinding Komposit
Dengan asumsi bahwa pada tiap-tiap dinding ini laju aliran panas besarnya sama, sehingga :
q = h1 * A * (Ti-T1) = k * A * ΔT /x...................(3.16)
Bila persamaan diatas diganti dengan konsep tahanan termal, diperoleh :
q = (Ti-T1) /R1 = (T1-T2) /R2 = (T2-T3) /R3 = (T3-T4) /R4 = (T4-To) /R5...............(3.17)
atau :
(Ti-T1) = q * R1; (T1-T2) = q * R2 ; (T2-T3) = q * R3 ; (T3-T4) = q * R4 ; (T4-To) = q * R5...............(3.18)
Sehingga :
(Ti-To) = q * (R1 + R2 + R3 + R4 + R5 )...............(3.19)
Atau, laju aliran panas yang mengalir,
q = (Ti-To) /(R1 + R2 + R3 + R4 + R5 )...............(3.20)

Contoh soal : 3-5

Dinding sebuah tanur terdiri dari 3 lapisan, yaitu : bata tahan api, kbta = 0,8 Btu/hr ftOF; isolasi, ki =
0,1 Btu/hr ftOF; dan bata merah, kbm = 0,58 Btu/hr ftOF dimana temperaturnya dipertahankan 3000OF
pada bagian dalam dan 80OF pada bagian luar dan memiliki luas, A = 60 ft2, tentukan laju aliran
panas yang melewati dinding tanur tersebut dengan memperhatikan gambar dibawah !

Diketahui : temperatur dinding, Tp = 3000OF, Tc = 80OF; tebal, xbta = ¾ ft, xi = 1/3 ft, xbm = 1/2 ft ;
koefisien perpan dinding, k bta = 0,8 Btu/hr ftOF, ki = 0,1 Btu/hr ftOF, kbm = 0,58 Btu/hr ftOF ; luas, A = 60
ft2
Diminta : laju aliran panas yang melewati dinding tersebut
Jawab :
Laju aliran panas yang melewati dinding tersebut, dihitung dengan persamaan :
qtot = ΔT / Rtot
qtot = (Tp-Tc) / /(Rsp + Rbta + Ri + Rbm + Rsc )
Dengan :
Rsp = 1 / (hp * A)
Rsp = 1 / (12 (Btu/hrft2oF) * 60 (ft2))
Rsp = 0,00139 hroF/ Btu
Rbta = xbta / (kbta * A)
Rbta = ¾ (ft) / (0,8 (Btu/hrftoF) * 60 (ft2))
Rbta = 0,0156 hroF/ Btu
Ri = xi / (ki * A)
Ri = 1/3 (ft) / (0,1 (Btu/hrftoF) * 60 (ft2))
Ri = 0,0556 hroF/ Btu
Rbm = xbm / (kbm * A)
Rbm = 1/2 (ft) / (0,58 (Btu/hrftoF) * 60 (ft2))
Rbm = 0,0144 hroF/ Btu
Rsc = 1 / (hc * A)
Rsc = 1 / (2 (Btu/hrft2oF) * 60 (ft2))
Rsc = 0,00833 hroF/ Btu
Sehingga, Laju aliran panas yang melewati dinding tersebut
qtot = (3000-80)(oF)/( 0,00139 + 0,0156 + 0,0556 + 0,0144 + 0,00833 )(hroF/ Bt)
qtot = 30633,66 Btu/hr )

Contoh soal : 3-6


Sebatang tembaga murni dengan panjang 100 cm dipanaskan hingga mencapai temperatur
300OC. Bila lebar tembaga 100 cm dan tebalnya 1 cm, tentukan panas yang berpindah bila temperatur
sekelilingnya 50Oc dengan koefisien perpan tembaga, k = 369 W/mK !
Diketahui : temperatur tembaga, T1 = 300OC = 573 K; temperatur sekeliling, T 2 = 50OC = 323 K;
panjang, L = 100 cm = 1 m; tebal, x = 1 cm = 10-2 m; koefisien perpan tembaga, k = 369 W/mK
Diminta : panas yang berpindah
Jawab :
Panas yang berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya benda padat, terjadi dengan cara konduksi,
menurut J.B.J Fourier, untuk perpindahan panas dengan cara konduksi, berlaku persamaan :
qk = k * (A/x) * (Tpanas-Tdingin) ...............(2.2)
qk = 369 (W/mK) * (1 * 1 (m2) /10-2 (m)) * (573 -323) (K)
qk = 9225 kW