Anda di halaman 1dari 2

1588 Jurnal Sastra Ekonomi, Vol.

XX (Desember 1982)
Penyesuaian telah dilakukan ke arah yang di sarankan. Sistem perbankan ditetapkan dengan
jalur menuju deregulasi sebelum pemerintahan baru tiba, dan upaya yang kuat untuk
deregulasi sektor eknomi lainnya terus berlanjut. Upaya untuk mengendalikan inflasi berhasil
dan kebijakan pun telah bergeser ke arah kepentingan produsen yang terkait konsumen. Akan
menarik jika mengetahui peristiwa-peristiwa dalam 18 bulan terakhir . dalam Kurva Philips,
mungkin vertical dalam jangka panjang, tetapi tampaknya dalam biaya kerja jangka pendek
akan mengurangi inflasi dengan cepat.
ROBERT M. DUNN, JR.
Universitas George Washington.
320 Teori dan kebijakan fiskal: keuangan Publik
Pajak Pertambahan Nilai: Pelajaran dari Eropa. Diedit oleh : HENRY J. AARON. Studi
tentang Keuangan Pemerintah: seri kedua. Washington, DC: Brookings Institution, 1981.
Pp.xi, 107. 107. $ 10,95, kain;$ 4,95, kertas.ISBN0-8157-0028-8.JEL 82-0458
Ketika Ketua Komite memberikan cara dan saran, DPR Al Ullman mengusulkan pajak
pertambahan nilai. Seseorang dari Brookings Institution memiliki ide cemerlang yaitu para
ahli dari Eropa untuk dibawa ke AS untuk belajar dari berbagai pengalaman mereka tentang
beberapa praktik kesulitan dalam pengoperasian pajak. Ia melakukan hal ini dengan
mencampur kan berbagai campuran indah teori ekonomi, pertimbangan praktis, dan ekonomi
politik. Pesan utama yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa konteks politik dan
fiskal di AS sangat berbeda dari konteks politik dan fiskal yang menjadikan pajak
pertambahan nilai sesuai dengan Negara Eropa.
Proyek ini berjalan, dilihat dari para ekonom di enam Negara Eropa yang mengomentari
pengalaman mereka terhadap PPN dan dalam hal ini untuk memasukkan diskusi tentang latar
belakang untuk penerapannya, tingkat dan struktur pajak, perkiraan dampak pada harga,
keseimbangan pembayaran, alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan biaya kepatuhan
dan administrasi. Kesimpulan dari pengalaman para peneliti di Negara seperti AS
pertimbangan penerapan Pajak PPN rata-rata berkualitas tinggi, sedangkan di Negara Eropa
kualitas Pajak PPN masih kurang karena banyak aspek PPN yang belum di pelajari di Eropa.
Secara umum, pertanyaan tentang neraca pembayaran, tabungan, dan investasi tidak
ditanggapi, tetapi sulit diatasi dengan benar. Para penulis pun menyadari hal tersebut,
seharusnya masalah ini tidak ditekan sejak awal.
Menurut Henry Aaron dalam proyek dan ringkasan temuannya, dia menjelaskan bahwa
bagaimana PPN akan bekerja ? dan ia merangkum beberapa argument untuk penerapannya.
"Metode faktur" seharusnya meningkatkan efisiensi administrasi, karena klaim satu
perusahaan untuk kredit dapat digunakan untuk memeriksa apakah perusahaan pemasok
memang membayar pajaknya. Hanya sedikit yang melakukan pengauditan, dikarenakan jasa
audit mahal. Dan penghindaran pun tidak dibatasi secara efektif. . Di Italia, Antonio Pedone
menemukan bahwa "penggelapan menjadi luas dan besar, mengurangi pemungutan pajak
pertambahan nilai sebanyak dua pertiga di beberapa sektor luas dan dua per perlima secara
keseluruhan" (hlm. 35). Di UK, Richard Hemming dan John A. Kay menemukan bahwa
biaya kepatuhan sangat tinggi sebagai proporsi pendapatan untuk pedagang kecil, tetapi
dalam skala ekonomi pada perusahaan besar maka biaya kepatuhan berlaku. Sebagai contoh
kompleksitas PPN, Dieter Pohmer dalam bab Jerman menjelaskan bagaimana pengecualian
dapat meningkatkan beban pajak daripada menguranginya. Sementara tingkat nol dinilai
menerima kredit untuk pajak sebelumnya, terhadap tingkat yang tidak dikecualikan. Jika
suatu komoditas berkembang dari tingkat pajak ke tingkat yang dikecualikan dan kemudian
ke tingkat nilai nol, perusahaan final tidak dapat menerima kredit untuk pajak yang
dibayarkan oleh perusahaan pertama. Sebagian besar negara mengizinkan perusahaan
menengah untuk melepaskan pembebasannya dalam membayar pajak,, maka dengan
demikian akan mengurangi total pajak pada produk akhir.
Semua Negara memberikan perkiraan tentang beban distribusi PPN, termasuk beberapa
langkah progresif. Dalam PPN flat rate yang proporsional berkenaan dengan konsumsi dan
pada regresif terkait dengan pendapatan. Banyak Negara menemukan bahwa berbagai
pengecualian dan tingkat diferensial memungkinkan mereka untuk mendapatkan efek
progresif keseluruhan,yang berkenaan dengan pendapatan. Sementara semua penulis
umumnya berasumsi bahwa beban PPN didistribusikan secara proporsional terhadap
pengeluaran konsumsi, hanya Sijbren Cnossen dari Belanda yang menambahkan bahwa
"perubahan harga relatif dapat mengarah pada pergerakan faktor-faktor produksi di antara
industri, dengan perubahan harga faktor yang menyertainya," "(hal. 53).