Anda di halaman 1dari 12

KENDALA-KENDALA DALAM OBSERVASI

(SATTLER, 2002,2006; CARTWRIGHT & CARTWIRGHT, 1986;


BETZEN, 2000, KUSDIYATI DAN FAHMI, 2015)

NOVIA SINTA R.

1. Kendala Observasi bersumber dari Observer


2. Kendala observasi bersumber dari Observee
3. Kendala observasi bersumber dari instrumen
dan setting
4. Kendala obserbasi bersumber dari sampel
A. KENDALA OBSERVASI BERSUMBER
DARI OBSERVER
1. TAHAP PENGAMATAN
a. Hallo Effect  observer m’buat generalisasi kesan pertama.
b. Refleksi Observer  struktur kepribadian observer tercemin
dlm hasil observasi. Mis. Pengaruh kondisi afeksi observer
c. Generosity Effect/Leniency Effect  cendrg berbuat baik pd
situasi yg meragukan, shg berdampak pd hasil penilaian yg
mnjd merugikan/menguntungkan
d. Severity Error  obsver cendrg m’beri penilaian rendah ut
semua obsvee
e. Central Tendency Error  obsver cdrg m’beri penilaian
rata-2. underestimate thd perilaku berlebihan/intnsitas
tinggi & overestimate thd perilaku minimal/intensitas
rendah.
CONT’

f. Carry-Over Effect  obsver tdk bs membedakan suatu


gejala/indikator.
g. Primary Effect  obsver m’biarkan kesan pertama shg
berdampak pd efek distorsi pd penilaian selanjutnya.
h. Personal Theory  obsver mencocokkan hasil obsvsi pd
asumsi teoritis personal yang dimiliki
i. Personal Values  obsver mnyesuaikn hasil obsvsi pd
harapan, nilai, dan tujuan pribadi
j. Logical Error  obsver m’buat penilaian sama thd trait
tampak scr logis berkaitan
k. Contrast Error  obsver menilai trait spesifik scr aktual pd
individu berbeda/bertolak blkg dg trait yg dimiliki indvd
tsb.
l. Proximity Error  obsver menilai 2 trait / lebih sbg trait yg
sma krn format penilaian yg sama, dlm waktu/ruang yg
sama bersamaan.
CONT’

m. Personal effect  karakteristik personal obsver (usia, jenkel,


ras/suku, status) m’pengaruhi perilaku obsvee
n. Observer Drift  obsver mengubah kriteria selama proses
penilaian terkait ada/tidaknya perilaku yg diamati krn
faktor kelelahan, belajar atau varibel lain.
o. Observer Reactivity  obsver mgubah pencatatan ktk
mnyadari diamati obsvee
p. Expectancy Effect  observee mengetahui harapan obsver
q. Sensitivity & Awareness  obsver kehilangan kepekaan tdh
tujuan pengamatan
r. Fatique, Illness & Discomfort  obsver tdk sehat (fisik,
emosi, personal problem) shg tdk fokus & terlibat pd kegtn
obsvasi.
2. TAHAP PENCATAN/PENGAMBILAN DATA
a. Hasil Obsvsi tdk dicatat segera  keterbatasan daya
ingat
Errors of Omission  tdk memasukan informasi penting
Errors of Commission  melebihkan hasil pencttn, hasil dr
ingatan yang keliru.
a. Obsver meninggalkan obsvee / selama proses
pengamatan tidak fokus pd obsvee, shg ada perilaku yg
luput
b. Salah dalam mmberikan tanda pd format penilaian
c. Pencatatan dg bahasa yg tidk dimengerti / banyak
judgement
3. TAHAP KESIMPULAN

a. Kerangka tidak sesuai teori (kesalahan dalam


menyusun strategi)
b. Memilih & memilah situasi, peristiwa dan
kondisi perilaku yg menjd tujuan pengamatan
c. Memilah informasi/data. Indikator/gejala yang
diamati tidak sesuai
d. Kekeliruan dlm integrasi data
B. KENDALA OBSERVASI BERSUMBER
DARI OBSERVEE
a. Hawthorne Effect  obsvee mgetahui dirinya di
observasi, shg perilaku dibuat terkesan baik
b. Child Reactivity  tingkah laku obsvee berubah krn
mengtahui diamati
c. Role Selection  obsvee mengadopsi peran tertentu krn
mengetahui dirinya diamati
d. Measurement becomes an agent of Change  perubahan
perilaku obsvee yg significant dg perilaku yang sedang
diamati
e. Response Set  obsvee memberikan respon mll cara
menyesuaikan dg tanda dr observer
C. KENDALA OBSERVASI BERSUMBER
DARI SETTING & INSTRUMEN
 Mnrt Sattler (2002, 2006)
a. Unrepresentative Behavioral Setting  obsver
memilih 1 sertting/1 periode time sampling shg tidak
memadai sample perilaku
b. Coding Complexity  koding tdk akurat, krn terlalu
byk kategori dlm sistem koding, byk kategori dlm
satu pengamatan, & terlalu byk obsvee dlm satu
pengamatan
c. Rating Scale  kategori terlalu umum shg tdk
sesuai dg kategori indikator perilaku
d. Mechanical Instrument  gagal menggunakan alat
mekanik
CONT’

 Mnrt Bentzen (2000)

a. Ukuran & susunan layout ruang  terlalu dekat


/ jauh shg mmpengaruhi pengamatan
b. Peralatan & material  kesulitan menggunakan
alat
c. Karakteristik, skill & kepribadian observee
d. Gangguan lingkungan  suhu, pencahayaan,
suasana atau kondisi ruangan.
D. KENDALA OBVERVASI
BERSUMBER DARI SAMPEL

a. Unrepresentative sampel obsver gagal


mendapatkan sampel yg presentatif dari
populasi
b. Sample Instability  obsver gagal mengenali
populasi, mis. efek waktu pengambilan sampel
populasi.
CARA MENGATASI KENDALA
DALAM OBSERVASI

1. Mengenal perilaku yg akan diamati secara spesifik


2. Menguasai konsep teori yg mjd inferensis scr tepat
3. Mengetahui sample populasi yg sesuai tujuan observasi,
time sampling dan event sampling dengan akurat
4. Menguasai teknik pencatatan observasi
5. Kepekaan, sensitivitas, ketajaman, & kemampuan persepsi
obsver
6. Dapat mengatasi kelemahan-2 yg mgkin terjadi selama
proses pengamatan berlangsung
THANK YOU ...