Anda di halaman 1dari 9

Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

EFEKTIFITAS ANTARA POSISI MATERNAL


DAN TEKNIK RELAKSASI PADA IBU BERSALIN NORMAL
DENGAN PENGURANGAN RASA NYERI

Farikhah Indriyania
a
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sains Al Qur‘an Wonosobo
a
Email : farihah.indriani@yahoo.com

INFO ARTIKEL ABSTRAK


Riwayat Artikel: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, terjadinya disebabkan oleh
Diterima : 3 April 2016 kontraksi uterus yang dirasakan bertambah kuat dan paling dominan terjadi
Disetujui : 26 April 2016 pada kala I fase aktif. Intensitas nyeri dirasakan berbeda-beda dan dipengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya posisi maternal dan teknik relaksasi. Tujuan
Kata Kunci: penelitian adalah mengetahui efektifitas posisi maternal dan teknik relaksasi
Posisi Maternal, Teknik dengan Pengurangan Rasa Nyeri Pada Ibu Bersalin Normal. Metode penelitian
Relaksasi, Pengurangan rasa Studi ini merupakan penelitian quasi eksperiment yang dilakukan di RSUD KRT
nyeri pada ibu bersalin normal Setjonegoro Wonosobo. Pada penelitian ini mengambil jenis “One group pre
test-posttest” di mana kelompok eksperimen diberikan pre test sebelum di beri
perlakuan yang kemudian diukur dengan posttest setelah adanya perlakuan.
Populasi adalah Semua ibu bersalin di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.
Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling yaitu semua ibu bersalin
yang normal di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo pada bulan Maret sampai
April tahun 2016. Hasil penelitian adalah 1) efektifitas tingkat rasa nyeri pada
ibu bersalin sebelum menggunakan posisi maternal yang benar dan setelah
menggunakan posisi maternal yang benar dapat disimpulkan bahwa ibu dengan
menggunakan posisi maternal yang benar mengalami nyeri yang lebih ringan
dibandingkan ibu tidak dengan posisi maternal yang benar 2) efektifitas Teknik
Relaksasi terhadap pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin normal dapat
disimpulkan bahwa ibu dengan menggunakan teknik relaksasi ternyata
mengalami nyeri yang lebih ringan dibandingkan ibu yang tidak menggunakan
teknik relaksasi

ARTICLE INFO ABSTRACT


Article History Labor pain is a physiological process, caused by the occurrence of uterine
Received : April 3, 2016 contraction is felt strongly and most dominant place in the first stage of the
Accepted : April 26, 2016 active phase. Perceived pain intensity varies and is influenced by several
factors, including maternal positions and relaxation techniques. The research
Key Words : objective was to determine the effectiveness of maternal positions and
Maternal Position, Relaxation relaxation techniques with Reduced Pain In Maternity Capital Normal.
Techniques, reduction of pain Research methods This study is quasi experiment research conducted in
in normal birth mothers hospitals KRT Setjonegoro Wonosobo. In this study took a kind of "One group
pretest-posttest" in which the experimental group was given pre-test before it
was given treatment is then measured with a posttest after their treatment. The
population is all women giving birth in hospitals KRT Setjonegoro Wonosobo.
The sampling technique is total sampling are all normal birth mothers in
hospitals KRT Setjonegoro Wonosobo in March and April 2016. The results are
1) the effectiveness of the level of pain in women giving birth before using
maternal correct position and after using maternal correct position it can be
concluded that the mother using the position of maternal correct experiencing
pain that is lighter than the mother is not the position of maternal correct 2) the
effectiveness of relaxation technique on the reduction of pain in maternal
normal can be concluded that the mother by using relaxation techniques was
experiencing pain lighter compared to women who did not use relaxation
techniques

97
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

1. PENDAHULUAN termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi


a. Latar Belakang lama persalinan.
Melahirkan merupakan proses alami dan b. Tujuan Penelitian
menimbulkan rasa sakit. Melahirkan secara Mengetahui Efektifitas antara posisi
normal akan membutuhkan daya tahan tubuh maternal dan teknik relaksasi pada ibu
yang kuat karena terlampau sakit. Perempuan bersalin normal dengan pengurangan rasa
yang merasakan sakit terlalu parah dari nyeri
seharusnya disebut fear-tension-pain concept,
yaitu rasa sakit yang menimbulkan 2. KAJIAN PUSTAKA
ketegangan dan kepanikan yang menyebabkan a. Persalinan Normal
otot kaku dan sakit sehingga tidak heran jika Persalinan adalah proses pengeluaran hasil
ada juga perempuan yang melahirkan normal, konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup
namun menggunakan obat-obatan untuk bulan atau dapat hidup di luar kandungan
mengatasi rasa sakit. melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa
Ada beberapa faktor-faktor yang dapat bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 2005).
mempengaruhi rasa nyeri adalah berbagai b. Konsep Dasar Nyeri
hambatan fisik dan psikologis ibu. Faktor 1) Pengertian Nyeri
fisik diantaranya tindakan medis selama a) Pengertian nyeri
persalinan, besarnya pembukaan dan lamanya Menurut kamus besar Bahasa Indonesia
kontraksi, sedangkan faktor psikologis nyeri adalah rasa yang menyebabkan
diantaranya panik, sugesti, dan pendamping penderitaan. Nyeri adalah suatu rasa
persalinan (Danuatmada & Mciliasari, 2004). yang tidak nyaman baik ringan ataupun
Dukungan yang terus menerus dari seorang berat (Perry & Poter, 2005).
pendamping persalinan kepada ibu selama b) Skala Intensitas Nyeri
proses persalinan dan melahirkan dapat Intensitas nyeri adalah gambaran
mempermudah proses persalinan dan tentang seberapa parah nyeri yang
melahirkan itu sendiri, mengurangi kebutuhan dirasakan oleh individu. Pengukuran
tindakan medis, serta meningkatkan rasa intensitas nyeri sangat subyektif dan
percaya diri ibu akan kemampuan menyusui individual dan kemungkinan nyeri
dan merawat bayinya. Seorang pendamping dalam intensitas yang sama dirasakan
dapat membantu proses kelahiran berjalan sangat berbeda oleh dua orang yang
normal dengan mengajak si ibu bergerak dan berbeda. Pengukuran nyeri dengan
berjalan di ruang persalinan, memberi pendekatan objektif yang paling
minuman dan makanan ringan, serta mungkin adalah menggunakan respon
memberinya semangat agar tidak merasa fisiologis tubuh terhadap nyeri itu
cemas dan kesakitan. sendiri. Namun pengukuran nyeri
Untuk mengurangi rasa nyeri pada ibu dengan teknik ini juga tidak dapat
bersalin ada beberapa faktor yang memberikan gambaran pasti tentang
mempengaruhinya yaitu umur dan paritas ibu, nyeri itu sendiri.
ras, budaya, dan etnik, mekanisme coping, Pengukuran subjek nyeri dapat
teknik relaksasi yang digunakan, cemas dan dilakukan dengan menggunakan
takut, kelelahan, lama persalinan, posisi berbagai alat pengukuran nyeri, seperti
maternal, pendamping persalinan. Akan tetapi skala visual analog, skala nyeri
peneliti hanya ingin meneliti tentang posisi numerik analog, skala nyeri deskriptif
maternal dan fetal dan Teknik relaksasi yang atau skala nyeri Wong-Bakers untuk
digunakan terhadap pengurangan rasa nyeri anak-anak.
ibu bersalin normal. Dengan adanya Posisi Nyeri bisa diukur dengan
maternal, fetal di harapkan akan dapat menggunakan skala intensitas nyeri
mengurangi nyeri persalinan pada ibu deskriptif atau pain of ruler.
bersalin. Teknik relaksasi juga mempengaruhi
psikologis ibu dimana faktor psikologis juga

98
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

0 : Tidak nyeri meningkatkan kemampuan ibu dalam


1–3 : Nyeri ringan : Secara mengontrol rasa nyerinya, menurunkan
obyektif klien dapat rasa cemas, menurunkan kadar
berkomunikasi dengan baik katekolamin, menstimulus aliran darah
4–6 : Nyeri sedang : Secara menuju uterus, dan menurunkan
obyektif klien mendesis, ketegangan otot. Teknik relaksasi yang
menyeringai, dapat digunakan dapat berupa teknik
menunjukkan lokasi nyeri, pernafasan saat kontraksi atau
dapat mendeskripsikannya, menggunakan teknik relaksasi
dapat mengikuti perintah mendalam seperti hypnobirthing. .
dengan baik b) Posisi Maternal dan Fetal
7–9 : Sangat nyeri tetapi masih Posisi supinasi pada ibu bersalin
dapat dikontrol : secara menyebabkan rasa tidak nyaman pada
obyektif klien terkadang tidak ibu, kontraksi uterus yang tidak efektif
dapat mengikuti perintah tapi dan menyebabkan sindrom hipotensi
masih respon terhadap supinasi. Sindrom tersebut disebabkan
tindakan, dapat menunjukkan oleh penekanan uterus dan fetus pada
lokasi nyeri, tidak dapat fena kafa inferior dan aorta abdomen
mendeskripsikannya, tidak yang mengakibatkan penurunan
dapat diatasi dengan alih tekanan darah ibu dan penurunan suplai
posisi nafas panjang dan oksigen terhadap janin. Dengan
distraksi demikian, perlu adanya pada ibu
10 : Sangat nyeri yang tidak bersalin untuk mengurangi kelelahan
dapat dikontrol : Pasien sudah dan menurunkan persepsi nyeri.
tidak mampu lagi Posisi oksiput posterior pada bayi
berkomunikasi. menyebabkan penekanan oksiput bayi
Saat pengukuran responden diminta pada area sacrum ibu disetiap kontraksi
untuk menunjukkan berapa skala nyeri yang mengakibatkan nyeri pada daerah
yang sedang dirasakan sehingga dapat punggung ibu, dimana nyeri tersebut
diketahui bahwa responden tidak tidak hilang pada saat bebas kontraksi.
merasakan nyeri, nyeri ringan, nyeri Posisi oksiput posterior bayi
sedang, sangat nyeri tetapi masih dapat menyebabkan persalinan lama,
dikontrol atau bahkan sangat nyeri sedangkan nyeri punggung ibu dapat
yang tidak dapat dikontrol lagi. menurun apabila bayi dapat melakukan
2) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nyeri rotasi menjadi posisi oksiput anterior
Persalinan dan proses persalinan mengalami
Rasa nyeri yang dirasakan seseorang kemajuan.
merupakan akibat respons psikis dan
refleks fisik. Persepsi nyeri pada setiap 3. METODE PENELITIAN
orang akan berbeda karena setiap orang a. Tempat dan Waktu Penelitian
memiliki perbedaan budaya, coping 1) Penelitian ini akan dilaksanakan di
mekanisme yang digunakan, tingkat tingkat RSUD Setjonegoro Wonosobo
pengetahuan dan sebagainya. Berikut ini 2) Waktu Penelitian ini bulan Maret
beberapa faktor yang mempengaruhi tahun 2016.
persepsi nyeri persalinan: b. Jenis Penelitian
a) Metode Relaksasi Yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode
Apabila seorang ibu yang bersalin eksperimental yang menilai pengaruh
mampu melakukan relaksasi selama pendamping persalinan dan paritas terhadap
kontraksi maka ibu tersebut akan pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin yang
merasakan kenyamanan selama proses normal dengan pendekatan eksperimen semu /
persalinannya. Penggunaan teknik quasi eksperimen. Jenis desain Quasi
relaksasi yang benar akan eksperimen pada penelitian ini mengambil

99
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

jenis “One group pre test-posttest” di mana kepada responden yang dilakukan kepada
kelompok eksperimen diberikan pre test peneliti untuk mencari perubahan atau hal-hal
sebelum di beri perlakuan yang kemudian yang akan diteliti (Alimul, 2003).
diukur dengan posttest setelah adanya e. Teknik Analisa Data
perlakuan (Sugiyono, 2013). Data yang masih mentah atau belum
c. Populasi dan Sampel diolah, tidak dapat menggambarkan informasi
1) Populasi yang diinginkan untuk menjawab masalah
Populasi dalam penelitian ini adalah penelitian.
semua ibu bersalin di RB Adina Teknik analisa data yang digunakan dalam
Wonosobo pada tahun 2016 sebanyak penelitian ini adalah analisis variansi
355 ibu bersalin, sedangkan dengan (ANAVA = analysis of variance). Teknik
rata-rata satu bulan sebanyak 30 ibu analisis variansi mempergunakan suatu rasio
bersalin. perbedaan yang diamati/ eror term untuk
2) Sampel menguji kebenaran hipotesis. Rasio yang
Pengambilan sampel dalam penelitian disebut rasio-F (F- ratio) menggunakan
ini menggunakan teknik total variansi ( s2 ) mean kelompok sebagai ukuran
sampling. Jadi semua ibu bersalin bagi perbedaan kelompok yang diamati.
yang normal di RSUD Setjonegoro f. Uji Prasyarat
Wonosobo pada bulan Maret sampai 1) Uji Homogenitas Varian
April tahun 2016. Menurut Arikunto Pengujian homogenitas varian dilakukan
(2006), untuk menentukan sampel bila dengan menggunakan uji F dengan rumus
jumlah populasi kurang dari 100 lebih sebagai berikut:
baik di ambil semua. Varian terbesar
d. Teknik pengumpulan data F=
Varian terkecil
Metode penelitian dalam penelitian ini
Apabila harga F hitung lebih kecil atau
menggunakan wawancara dan observasi
sama dengan F tabel untuk kesalahan 5%
langsung pada responden. Sedangkan
(Fn < Ft) maka data yang akan dianalisis
prosedur pengambilan data dalam penelitian
homogen untuk tingkat kesalahan 5%.
ini adalah pada ibu bersalin yang dilakukan
2) Uji Normalitas
pengukuran tingkat nyerinya, sebelum adanya
Uji normalitas digunakan untuk
Posisi Yang benar di ukur intensitas nyerinya
mengetahui apakah data yang dianalisis
kemudian setelah itu ibu bersalin tersebut di
berbentuk normal atau tidak. Dalam
ajari posisi yang benar yang meliputi miring
penelitian ini untuk menguji kenormalan
kiri, miring kanan, setengah duduk, posisi
data menggunakan uji one sample
jongkok, posisi Kneecest peneliti menyakan
kolmogorov smirnov test melalui progran
apakah rasa nyerinya berkurang. Selain itu
SPSS versi 20.
juga peneliti menyarankan kepada responden
Untuk mengetahui data berdistribusi
untuk latihan cara menarik nafas yang benar.
normal atau tidak, dapat dilihat dari Z
Alat pengumpul data dalam penelitian ini
hitung ataupun Asyimp Sig. Jika nilai
adalah lembar observasi dan pedoman
Asyimp Sig > 0.05, maka data
wawancara. Wawancara merupakan alat
berdistribusi normal.
pengumpul data dengan cara bertanya kepada
responden yang dilakukan melalui tatap muka
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
(face to face), dan wawancara juga di lakukan
a. Analisis Univariat
apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari
Analisis univariat digunakan untuk
responden yang lebih mendalam dan jumlah
menyajikan gambaran masing-masing
respondenya sedikit (Sugiyono, 2007).
variabel penelitian, dimana hasilnya
Observasi merupakan alat ukur dengan cara
diuraikan dalam tabel-tabel dibawah ini :
memberikan pengamatan secara langsung

100
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

1) Skala Nyeri Ibu dengan Posisi Maternal


Tabel 4.1
Statistik Deskriptif Berdasarkan Skala Nyeri Ibu dengan posisi maternal yang dianjurkan
pada Ibu Bersalin di RSUD Setjonegoro Wonosobo

Variabel N Mean SD Min Max


Skala Nyeri 16 5,69 1,078 4 8
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui dianjurkan , rata-rata skala nyeri ibu
bahwa dari 16 ibu bersalin di RSUD sebesar 5,67 ± 1,08, dimana skala
Setjonegoro Wonosobo yang nyeri paling ringan sebesar 4 dan
menggunakan posisi maternal yang paling berat sebesar 8.

2) Skala Nyeri Ibu Tidak dengan Posisi Maternal yang dianjurkan


Tabel 4.2
Statistik Deskriptif Berdasarkan Skala Nyeri pada Ibu Bersalin tidak dengan Posisi Maternal
yang dianjurkan di di RSUD Setjonegoro Wonosobo

Variabel N Mean SD Min Max


Skala Nyeri 13 7,77 1,013 6 9
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui maternal yang dianjurkan, rata-rata
bahwa dari 13 ibu bersalin di di RSUD skala nyeri ibu sebesar 7,7 ± 1,01,
Setjonegoro Wonosobo yang tidak dimana skala nyeri paling ringan
memiliki menggunakan posisi sebesar 6 dan paling berat sebesar 9.

3) Skala Nyeri pada ibu yang menggunakan Teknik relaksasi


Tabel 4.3
Statistik Deskriptif Berdasarkan Skala Nyeri pada Ibu Bersalin menggunakan teknik
relaksasi di di RSUD Setjonegoro Wonosobo

Variabel N Mean SD Min Max


Skala Nyeri 12 8,08 0,669 7 9
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui rata skala nyeri ibu sebesar 8,08 ±
bahwa dari 12 ibu bersalin 0,67, dimana skala nyeri paling ringan
menggunakan Teknik Relaksasi di sebesar 7 dan paling berat sebesar 9.
RSUD Setjonegoro Wonosobo, rata-

4) Skala Nyeri pada Ibu Tidak menggunakan teknik relaksasi


Tabel 4.4
Statistik Deskriptif Berdasarkan Skala Nyeri pada Ibu Bersalin Tidak menggunakan teknik
relaksasi di RSUD Setjonegoro Wonosobo

Variabel N Mean SD Min Max


Skala Nyeri 17 5,59 0,870 4 7
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui rata skala nyeri ibu sebesar 5,59 ±
bahwa dari 17 ibu bersalin tidak 0,87, dimana skala nyeri paling ringan
menggunakan teknik relaksasi di sebesar 4 dan paling berat sebesar 7.
RSUD Setjonegoro Wonosobo, rata-

101
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

5. PEMBAHASAN Dermaton adalah daerah tubuh yang


a. Efektifitas tingkat rasa nyeri pada dipersarafi oleh saraf spinalis khusus,
ibu bersalin sebelum ada dilakukan misalnya dermaton 12 mengacu pada
Posisi Maternal persalinan dan dermaton torakus ke-12. Nyeri di
setelah dilakukan Posisi maternal rasakan sebagai nyeri tumpul yang
Selama kala I nyeri dihasilkan oleh lama pada awal kala I dan terbatas
dilatasi serviks dan segmen bawah dermaton torasikus ke-11 (T11) dan
rahim, serta distensi uterus. Intensitas ke-12 (T12). Kemudian pada kala II
nyeri kala I akibat dari kontraksi persalinan, nyeri pada dermaton T10
uterus, involunter nyeri dirasakan dari dan L1.
pinggang dan menjalar ke perut. Penurunan kepala janin memasuki
Kualitas nyeri bervariasi, sensasi pelvis pada akhir kala I menyebabkan
impuls dari uterus sinapsnya pada distensia struktur pelvis dan tekanan
Torakal 10, 11,12 dan lumbal 1. pada rodiks pleksus lumbosakralis,
Mengurangi nyeri pada fase ini dengan yang menyebabkan nyeri alih pada
memblok daerah di atasnya (Rusmini, perjalanan segmen L2 ke bawah.
2007). Akibatnya nyeri dirasakan pada region
Berdasarkah hasil perhitungan, nilai L2, bagian bawah punggung dan juga
rata-rata skala nyeri untuk ibu dengan pada paha dan tungkai.
Posisi Maternal yang dianjurkan Sedangkan menurut Mander
didapatkan sebesar 5,69 dan untuk ibu (2004), selama kala I persalinan rasa
tidak dengan posisi maternal yang nyeri disebabkan oleh dua peristiwa
tidak dianjurkan sebesar 7,77. Ini yaitu: yang pertama nyeri karena
berarti dapat disimpulkan bahwa kontraksi rahim yang dihantarkan oleh
Posisi maternal efektif untuk serabut saraf torakal 11 dan 12.
mengurangi rasa nyeri lebih ringan. Sedangkan yang kedua adalah nyeri
Menurut Mochtar (2001), selama karena peregangan atau pembukaan
kala I persalinan, nyeri diakibatkan leher rahim yang dihantarkan oleh
oleh dilatasi servik dan segmen bawah serabut saraf sacrum 2, 3 dan 4.
uterus dan distensia korpus uterus. Otot rahim mempunyai
Intensitas nyeri selama kala ini kemampuan meregang selama
diakibatkan oleh kekuatan konstraksi kehamilan dalam batas tertentu,
dan tekanan yang dibangkitkan. setelah melewati batas tersebut maka
Pernyataan yang tegas ini didasarkan otot rahim akan berkontraksi atau
pada hasil temuan bahwa tekanan disebut dengan his pertanda
cairan amnion lebih dari 15 mmHg di dimulainya persalinan. Kontraksi
atas tonus yang dibutuhkan untuk rahim terjadi selain karena regangan
meregangkan segmen bawah uterus otot polos juga pengaruh dari estrogen
dan servik sehingga menghasilkan dan progesteron, sistem kontraktilitas
nyeri. Sebenarnya, tekanan diatas 50 miometrium sendiri dan oksitosin.
mmHg telah direkam sebagai sesuatu Pada fase laten kala I persalinan
yang normal selama kala I persalinan. kontraksi rahim terjadi setiap 15
Dengan demikian logis untuk sampai 20 menit dan bisa berlangsung
mengharapkan bahwa makin tinggi kira-kira 30 detik. Kontraksi-kontraksi
tekanan cairan amnion, makin besar ini sedikit lemah dan bahkan tidak
distensia sehingga menyebabkan nyeri terasa oleh ibu yang bersangkutan.
yang lebih berat. Kontraksi-kontraksi ini biasanya
Selanjutnya, nyeri ini dialihkan ke terjadi dengan keteraturan yang
dermaton yang disuplai oleh segmen beriman dan interval (selang antar
medulla spinalis yang sama dengan waktu) diantara kontraksi secara
segmen yang menerima input berangsur menjadi lebih pendek,
nosiseptif dari uterus dan serviks. sementara lamanya kontraksi semakin

102
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

panjang. Pada fase aktif kala I yang tidak dapat didefinisikan secara
persalinan kontraksi rahim bisa terjadi khusus. Menurut Brunner dan Suddart
setiap 2 sampai 3 menit dan pengertian nyeri dalam kebidanan
berlangsung selama 50-60 detik. adalah sesuatu yang dikatakan oleh
Kontraksi rahim pada fase ini sangat pasien, kapan saja adanya nyeri tersebut.
kuat. Selama kontraksi akan terjadi Sedangkan Wolf Firest (dalam Depkes
kontriksi pembuluh darah yang RI, 1997) mendefinisikan nyeri sebagai
menyebabkan anoksia serabut otot suatu perasaan menderita secara fisik
yang menimbulkan rangsangan nyeri, dan mental atau perasaan yang dapat
selain itu rangsanga nyeri timbul menimbulkan ketegangan.
Nyeri adalah suatu mekanisme
karena tertekannya ujung saraf
proteksi bagi tubuh, timbul bilamana
sewaktu rahim berkontraksi. Selama
jaringan sedang dirusakkan dan
kontraksi rahim selalu diikuti menyebab individu bereaksi untuk
pengerasan abdomen dan rasa tidak menghilangkan atau mengurangi rasa
nyaman (rasa nyeri). Rasa nyeri yang nyeri. Scrumum, mengartikan nyeri
dirasakan sebagai rasa sakit punggung. sebagai suatu keadaan yang tidak
Dalam perkembanganya kontraksi menyenangkan akibat terjadinya
akan menjadi lebih lama dan kuat rangsangan fisik maupun dari serabut
yang mengakibatkan intensitas nyeri saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti
yang dirasakan semakin bertambah oleh reaksi fisik, fisiologis maupun
(Mander, 2004). emosional (Hidayat, 2008).
Pembukaan leher rahim adalah Berdasarkan penelitian Deviany,
proses pembesaran lubang luar leher 2013 Sebagian besar persalinan
rahim dari keadaan yang didampingi yaitu sebesar 63 %, Skala
memungkinkan lewatnya kepala janin. nyeri yang dirasakan yaitu skala nyeri
Pembukaan diukur dalam cenmimeter minimum sebesar 0 hal ini berarti
dan pembukaan lengkap pada bulan Terdapat hubungan kehadiran
penuh sama dengan kira-kira 10 cm. pendamping persalinan dengan skala
Pembukaan akan terjadi sebagai akibat nyeri saat ibu bersalin.
dari kerja rahim serta tekanan yang b. Efektifitas tingkat rasa nyeri pada
berlawanan yang dikenakan oleh ibu bersalin sebelum ada dilakukan
kantung membran dan bagian janin Teknik Relaksasi pada persalinan
yang menyodor. Kepala janin yang dan setelah dilakukan Teknik
berada dalam keadaan fleksi penuh Relaksasi pada persalinan
yang dengan ketat dikenakan pada Berdasarkah hasil nilai rata-rata,
leher rahim akan membantu skala nyeri untuk ibu yang
permukaan yang efisien. Tekanan menggunakan teknik relaksasi
yang dikenakan secara merata ke leher didapatkan sebesar 8,08 dan untuk ibu
rahim akan menyebabkan fundus yang tidak melakukan teknik relaksasi
rahim bereaksi dengan jalan sebesar 5,59. Ini berarti dapat
berkontraksi, hal inilah yang disimpulkan bahwa ibu yang
menimbulkan rasa nyeri (Mander, menggunakan teknik relaksasi pada
2004). persalinan ternyata mengalami nyeri
Nyeri merupakan kondisi berupa yang lebih ringan.
kondisi perasaan yang tidak Rasa sakit dan nyeri pada saat
menyenangkan, bersifat sangat subjektif persalinan pada dasarnya disebabkan
karena perasaan nyeri berbeda pada karena kontraksi kuat selama
setiap orang dalam hal skala atau menjelang persalinan dan hal tersebut
tingkatannya, dan hanya pada orang merupakan hal yang alami. Setiap
tersebutlah yang dapat menjelaskan atau wanita mempunyai rasa nyeri yang
mengevaluasi rasa nyeri yang berbeda-beda. Rasa nyeri dapat terjadi
dialaminya. Nyeri menurut kebanyakan karena adanya faktor fisik atau
ahli, sebagai suatu fenomena misterius fisiologi pain atau bisa juga yang
103
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

muncul karena emosi atau perasaan. relaksasi efektif untuk


Hal ini karena adanya faktor sugesti mengurangi nyeri yang lebih
negatife yang masuk dalam pikiran ringan.
alam bawah sadar, yang mana pikiran b. Saran
bawah sadar tidak bisa membedakan 1) Bagi Masyarakat
antara kenyataan dan imaginasi. Bagi masyarakat sebaiknya sering
Ketegangan dan ketakutan yang melakukan teknik relaksasi
dirasa oleh ibu menyebabkan rasa diantaranya, pada saat hamil ibu
nyeri pada saat persalinan, sehingga akan merasa tenang dan nyaman
memperlambat proses persalinan dan sehingga ibu tidak begitu merasa
menyebabkan terjadinya pendarahan, sakit saat akan mengalami proses
infeksi, dan eklamsia. Di dalam persalinan karena tubuh dan
pendarahan dan infeksi dapat pula pikiran yang tenang mendorong
menyebabkan terjadinya kematian. kesehatan aura dan memancarkan
Dalam metode relaksasi untuk aura yang positif.
mengurangi rasa sakit pada saat 2) Bagi Tenaga Kesehatan
persalinan ini tidak menggunakan Dalam penatalaksanaan di kamar
ramuan atau obat-obatan di dalam bersalin, diharapkan memberikan
prakteknya, sehingga tidak memiliki kenyamanan keleluasan bagi klien
efek samping negatif apapun. untuk memilih Posisi pada ibu
Keuntungan yang diperoleh dalam bersalin yang diinginkan pasien.
metode relaksasi diantaranya, pada 3) Bagi Peneliti Selanjutnya
saat hamil ibu akan merasa tenang dan Bagi peneliti selanjutnya
nyaman sehingga ibu tidak begitu diharapkan dapat melakukan
merasa sakit saat akan mengalami penelitian lebih lanjut dengan
proses persalinan karena tubuh dan mengambil responden yang lebih
pikiran yang tenang mendorong banyak dan mempertimbangkan
kesehatan aura dan memancarkan aura faktor lain yang dapat
yang positif. mempengaruhi tingkat rasa nyeri
responden seperti umur, ras,
6. KESIMPULAN DAN SARAN budaya, etnik, dan mekanisme
a. Kesimpulan koping.
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan di bab sebelumnya, maka 7. DAFTAR PUSTAKA
peneliti menyimpulkan beberapa hal Alimul, A. 2003. Riset Keperawatan dan
sebagai berikut: Tehnik Penelitian Ilmiah. Surabaya:
1) Skala nyeri untuk ibu dengan Salemba Medika.
Posisi Maternal yang dianjurkan Arikunto,S. 2006. Prosedur Praktis: Suatu
didapatkan sebesar 5,69 dan untuk Pendekatan Praktik, Edisi VI. jakarta: PT.
ibu tidak dengan posisi maternal Rineka Cipta
yang tidak dianjurkan sebesar Chapman, V. 2006. Asuhan Kebidanan
7,77. Ini berarti dapat disimpulkan Persalinan dan Kelahiran. Jakarta : EGC
bahwa Posisi maternal efektif Danuatmajda & Meiliasari (2004). Persalinan
untuk mengurangi rasa nyeri lebih Normal Tanpa Rasa Sakit. Penerbit Puspa
ringan. Swara. Jakarta
2) Skala nyeri untuk ibu yang Depkes RI. 2000. Pedoman Pelayanan
menggunakan teknik relaksasi Kesehatan Perinatal di Puskesmas.
didapatkan sebesar 8,08 dan untuk Jakarta. Depkes RI
ibu yang tidak melakukan teknik Depkes RI. 2002. Pedoman Pelayanan
relaksasi sebesar 5,59. Ini berarti Antenatal di Tingkat Dasar. Depkes RI :
dapat disimpulkan bahwa ibu Jakarta
yang menggunakan teknik

104
Jurnal PPKM II (2016) 97-105 ISSN: 2354-869X

Depkes RI. 2008. Pembangunan Kesehatan : Oxorn. 2003. Ilmu Kebidanan Patologis Dan
Mewujudkan Indonesia yang Lebih Sehat. Fisiologis Persalinan. Yogyakarta:
Jakarta : Depkes RI Yayasan Essintica Medika
Januardi, Judi. 2002. Mempersiapkan Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu Kebidanan.
Persalinan Sehat. Jakarta: Puspa Swara Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Karina. 2003. Mengatasi Nyeri Persalinan. Prawirohardjo. Jakarta
From: http://infoibu.com/2010/3.pdf.html Perry and Potter. 2005. Fundamental
Klien & Thomson. 2008. Panduan lengkap keperawatan, Konsep, Proses, dan
kebidanan. Jogjakarta : Palmall Praktikan. Edisi 4. Alih bahasa; Yasmin
Mander. 2004. Nyeri Persalinan. (Alih Asih. Jakarta; EGC
Bahasa Bertha Sugiarto). Penerbit Buku Rusmini. 2007. Manajemen nyeri persalinan.
Kedokteran EGC. Jakarta Di akses 8 desember 2013, dari:
Mansjoer, dkk. 2005. Kapita Selekta http://images.albadroe.multiply.multiplyco
Kedokteran Jilid 2. Media Aesculapius: ntent.com/attachment/MANAJEMENNYE
Jakarta RIPERSALINAN.ppt
Manuaba. 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Ruth. 2002. Mengkreasikan kehamilan &
Kandungan Dan Keluarga Berencana menjaga kasih sayang bersama Dr. Ruth.
Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta; EGC Jakarta: PT Raja Gravindo Persada
_____. 2007. Memahami Kesehatan Saifuddin, A.B. 2002. Buku Acuan Nasional
Reproduksi Wanita. Jakarta; EGC Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Mario, T.P. 2006. SPSS untuk Paramedis. Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Jogjakarta : Ardana Media Sarwono Prawirohardjo
Martin. 2002. Inpartum Managemen Moduls : Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian.
A perinatal education program Bandung : Alfa Beta
Philadelphia : Williams Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Mochtar. 1998. Sinopsis Obstetri : Obstetri Pendidikan. Bandung : Alfa Beta
Fisiologis, Obtetri patologis. Jakarta : Sarwono, P. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta :
EGC Yayasan Prawirohardjo
Nolan. 2004. Kehamilan dan Melahirkan. Wiknjosastro. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta:
Penerbit Buku Arcan. Jakarta Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Prawirohardjo
Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Zaenal. 2005. Nyeri persalinan. Di akses 3
Notoatmodjo. 2005. Metode Penelitian desember 2013, dari
Kesehatan. Jakarta; Rineka Cipta http://www.compas.com
Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan
metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika

105