Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan pendidikan : SMK Negeri 11 Samarinda


Kelas/Semester : X/II
Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Peluang
Alokasi Waktu : 𝟏𝟐 × 𝟒𝟎 menit

A. Kompetensi Inti
1. Mengahayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
procedural berdasarkan ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memcahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan diri yang dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan
mampu menggunkan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
2.1 Disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi
berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi sesuai menyelesaikan
masalah.
2.2 Mampu mentransformasikan diri dalam berperilaku jujur, tangguh
menghadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar
matematika.

1
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku
peduli lingkungan.
3.25 Menganalisis kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi pada masalah
kontekstual.
Indikator:
1. Menentukan banyaknya cara dari peristiwa dengan menggunakan
permutasi unsur-unsur yang berbeda
2. Menentukan banyaknya cara dari peristiwa dengan menggunakan
permutasi beberapa unsur yang sama
3. Menentukan banyaknya cara dari peristiwa dengan menggunakan
permutasi siklis
4. Menentukan banyaknya cara dari peristiwa dengan menggunakan
kombinasi dari unsur yang berbeda
5. Menentukan banyaknya cara dari peristiwa dengan menggunakan
kombinasi yang memuat beberapa unsur yang sama
4.25 Menyajikan penyelesaian masalah kontekstual berkaitan dengan kaidah
pencacahan, permutasi dan kombinasi
Indikator:
1. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep kaidah
pencacahan, permutasi, dan kombinasi.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran, siswa dapat menentukan banyaknya cara dari peristiwa
dengan menggunakan permutasi yang berbeda unsur, permutasi yang memuat
beberapa unsur yang sama, permutasi permutasi siklis:

D. Materi
1. Permutasi
2. Kombinasi
3. Aplikasi Permutasi dan Kombinasi

E. Model/Metode Pembelajan
Pendekatan Pembelajaran : saintifik (Scientific)
Model Pembelajaran : berbasis masalah (Problem Based Learning)

2
F. Media, Alat dan Sumber Belajar
a. Media : Papan tulis
b. Alat : Buku catatan, lembar kerja, lembar penilain

G. Sumber Belajar
1. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Peserta didik Bahasa
Indonesia Kelas XI Tahun 2016

H. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
1. Melakukan pembukaan dengan salam
pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran pesera didik
sebagai sikap disiplin.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
4. Melakukan apersepsi dengan
mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa menemukan
Pendahuluan konsep permutasi dan kombinasi dari 10 menit
berbagai situasi nyata yang dekat
dengan kehidupan siswa melalui
menunjukkan kebergunaan mempelajari
permutasi dan kombinasi dalam
kehidupan.
5. Membentuk kelompok siswa yang
heterogen (dengan menerapkan prinsip
tidak membedakan tingkat kemampuan
berpikir, jenis kelamin, agama, suku,
dll)
1. Siswa membaca mengenai pengertian
statistika, contoh-contoh masalah nyata
Inti 210 menit
yang disajikan dalam bentuk permutasi
dan kombinasi. (Mengamati)

3
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari
materi konsep statistika, contoh-contoh
masalah nyata yang disajikan dalam
bentuk permutasi dan kombinasi dari
sumber lain yang relevan, dengan
sungguh-sungguh dan teliti. (Menanya)
3. Siswa diarahkan untuk mempelajari
materi permutasi dan kombinasi,
contoh-contoh masalah nyata yang
disajikan dalam bentuk permutasi dan
kombinasi dari sumber lain yang
relevan, dengan sungguh-sungguh dan
teliti. (Menanya)
4. Siswa lain diberi kesempatan untuk
menjawab pertanyaan teman yang lain
atau memberikan tanggapan atas
pertanyaan teman yang lain. (Menanya)
5. Siswa dalam setiap kelompok
diarahkan untuk menentukan unsur-
unsur yang terdapat pada pengertian
permutasi dan kombinasi, contoh-
contoh masalah nyata yang disajikan
dalam bentuk relasi dan fungsi
kemudian menuliskannya pada LKS
yang telah tersedia
(Mencoba/mengeksplorasikan)
6. Siswa dalam setiap kelompok diminta
untuk mengamati hasil/menganalisis
dan membuat kategori dari unsur-unsur
yang sudah dikategorikan sehingga
dapat dibuat kesimpulan mengenai
permutasi dan kombinasi
(mengasosiasikan/mengamati, menalar,
komunikasi/jejaring)
7. Dengan Tanya jawab, siswa diarahkan

4
untuk menemukan dan menyampaikan
pengertian statistika, masalah nyata
yang dapat disajikan dalam
bentukpermutasi dan kombinasi dengan
lisan dan tulisan. (menanya, mengomu-
nikasikan/jejaring)
8. Siswa diarahkan mempelajari contoh-
contoh soal, contoh kasus dan alternatif
penyelesaiannya baik pada buku siswa
maupun sumber lain.
9. Siswa diberikan soal tentang permutasi
dan kombinasi dan secara kelompok
siswa diminta untuk menyelesaikannya
(Menalar, mencoba,
komunikasi/jejaring)
1. Siswa dengan bimbingan guru,
membuat resume tantang konsep
Penutup permutasi dan kombinasi. 10 enit
2. Guru memberikan PR kepada siswa
untuk mempelajari materi selanjutnya.

I. Penilaian
1. Penilaian Sikap
a. Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
b. Bentuk penilaian : lembar pengamatan
c. Instrumen penilaian : jurnal (terlampir)
2. Pengetahuan
Jenis/Teknik tes : tertulis dan lisan
Bentuk tes : uraian
a. Tertulis
b. Penugasan
c. Instrumen Penilaian (terlampir)
3. Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
4. Praktik/Performence

5
Instrumen Penilaian (terlampir)

Samarinda, 24 Juli 2017


Mengetahui
Kepala SMK Negeri 11 Samarinda Guru Mata Pelajaran

............................................... ...................................

6
Lampiran 1: Materi Pembelajaran

1. Permutasi
Permutasi adalah banyaknya cara unuk menyusun n unsure yang berbeda dalam
urutan tertentu tanpa ada unsur yang diulang dari unsur-unsur tersebut.
a. Permutasi dari unsur-unsur yang berbeda
𝑛!
𝑛𝑃𝑘 = ,𝑘 ≤ 𝑛
(𝑛 − 𝑘)!
Contoh:
Dari angka-angka: 1, 2, 3, 5, 7, 8, dan 9 akan dibentuk bilangan yang terdiri
atas empat angka berbeda. Tentukan banyak susunan bilangan yang
terbentuk!
Penyelesaian:
Menyusun bilangan yang terdiri atas empat angka berbeda berarti menyusun
empat angka berbeda dari tujuh angka yang tersedia. Sehinga, banyak
permutasi 4 unsur berbeda dari 7 unsur yang tersedia adalah
7! 7! 3!×4×5×6×7
7𝑃4 = (7−4)! = 3! = 3!
= 4 × 5 × 6 × 7 = 840

b. Permutasi yang memuat beberapa unsur yang sama


𝑛!
𝑛𝑃(𝑘1,𝑘2,𝑘3,…,𝑘𝑛) =
𝑘1 ! 𝑘2 ! 𝑘3 ! … 𝑘𝑛 !
Contoh:
Tentukan banyak kata yang dapat disusun dari semua huruf pada kata
PENCACAHAN!
Penyelesaian:
Pada kata “PENCACAHAN” terdapat 10 huruf dengan 2 huruf N, 3 huruf A,
dan 2 huruf C. Banyak kata yang dapat disusun adalah
10! 3!××4×5×6×7×8×9×10
𝑃 = 2!×3!×2! = = 5 × 6 × 7 × 8 × 9 × 10 = 151.200
3!×2×1×2×1

Jadi, banyak kata yang dapat disusun dari semua huruf pada kata
PENCACAHAN adalah 151.200.
c. Permutasi siklis

𝑛𝑃(𝑠𝑖𝑘𝑙𝑖𝑠) = (𝑛 − 1)!
Contoh:
Tujuh siswa pengurus OSIS suatu sekolah dimana Aldi, Tiara dan Yusuf ada
didalamnya, akan duduk mengelilingi meja bundar. Tentukan banyak susunan
posisi duduk yang terjadi jika:

7
1) Semua pengurus OSIS bebas untuk memilih tempat duduk.
2) Aldi, Tiara, dan Yusuf harus duduk berdampingan.
3) Aldi, Tiara, dan Yusuf tidak boleh letiganya duduk berdampingan.
Penyelesaian:
1) Jika semua pengurus OSIS bebas untuk memilih, banyak susunan posisi
duduk yang terjadi merupakan permutasi siklis. Jadi, banyak suisunan
posisi duduknya adalah (7 − 1)! = 720.
2) Jika Aldi, Tiara, dan Yusuf harus duduk berdampingan, mereka bertiga
dianggap satu unsure dalam susunan siklis maka jumlah unsur dalam
sususnan sklis menjadi 5 unsur. Sehingga, banyak susunan posisi
duduknya adalah (5 − 1)! = 24. Namun Aldi, Tiara, dan Yusuf dapat
bertukar tempat sebanyak 3! = 6. Jadi, banyak susunan posisi duduknya
menjadi = 24 × 6 = 144.
3) Banyak posisi duduk jika Aldi, Tiara, dan Yusuf tidak boleh duduk
bertiganya duduk berdampingan sama dengan selisih banyak posisi duduk
semua pengurus dan banyak posisi mereka bertiga duduk berdampingan.
Jadi, banyak susunan posisi duduknya adalah 720 − 144 = 576.

2. Kombinasi
Kombinasi adalah banyaknya cara untuk menyusun n yang berbeda tanpa ada
unsur yang diulang dari unsur-unsur tersebut dan tanpa memperhatikan urutan.
a. Kombinasi dari unsur-unsur yang berbeda
𝑛!
𝑛𝐶𝑘 = ,𝑘 ≤ 𝑛
(𝑛 − 𝑘)! 𝑘!
Contoh:
Tentukan kombinasi 100𝐶2 .
Jawab:
100! 100! 98! ×99×100
100𝐶2 = (100−2)!2! = 98!2! = 98!×2×1
= 99 × 50 = 4.950

b. Kombinasi yang memuat beberapa unsur yang sama

𝑛1 𝐶𝑘1 × 𝑛2 𝐶𝑘2 × 𝑛3 𝐶𝑘3 × … × 𝑛𝑛 𝐶𝑘𝑛


Contoh:
Seorang petani membeli 4 ekor sapi, 3 ekor kuda dan 2 ekor kambing, dan
seseorang yang memiliki 6 ekor sapi, 7 ekor kuda dan 10 ekor kambing.
Dengan berapa cara petani dapat memilih hewan hewan tersebut?
Jawab:

8
Petani dapat memilih 4 ekor sapi dari 6 ekor sapi dengan
6! 6! 4! ×5×6
6𝐶4 = (6−4)!4! = 2!4! = 4!×2×1
= 5 × 3 = 15 cara

Memilih 3 ekor kuda dari 7 ekor kuda dengan


7! 7! 4! ×5×6×7
7𝐶3 = (7−3)!3! = 4!3! = 4!×3×2×1
= 5 × 7 = 35 cara

Dan memilih 2 ekor kambing dari 10 ekor kambing dengan


10! 10! 8! ×9×10
10𝐶2 = (10−2)!2! = 8!2! = 8!×2×1
= 9 × 5 = 45 cara

Sehingga total cara pemilihan tersbeut adalah 15 × 35 × 45 = 23.625 cara.

3. Aplikasi Permutasi dan Kombinasi


Perbedaan permutasi dan kombinasi dalam menyelesaikan soal-soal verbal
sebagai berikut.
a. Soal verbal diselesaikan dengan permutasi jika urutan unsur dibalik bernilai
berbeda atau unsur dalam soal tersebut memiliki status.
b. Soal verbal diselesaikan dengan kombinasi jika urutan unsur dibalik bernilai
sama atau unsur dalam soal tersebut tidak memiliki status.
Contoh:
1) Dari 40 siswa akan dipilih 3 siswa sebagai ketua kelas, bendahara, dan
sekretaris. Tentukan banyak susunan pengurus kelas yang dapat dibentuk!
Penyelesaian:
Objek memiliki status, yaitu sebagai ketua, sekretaris dan bendahara. Jadi,
menyelesaikannya dengan menggunakan permutasi.
40! 40! 37!×38×39×40
40𝑃3 = (40−3)! = 37! = 37!
= 38 × 39 × 40 = 59.280

2) Dari 15 orang anggota Karang Taruna akan dipilih 4 orang sebagai petugas
romda. Tentukan banyak susunan petugas ronda yang dapat dibentuk!
Penyelesaian:
Objek tidak punya status atau jika urutan objek dibalik, bernilai sama. Jadi,
menyelesaikannya dengan menggunakan kombinasi.
15! 15! 11!×12×13×14×15
15𝑃4 = (15−4)!4! = 11!4! = 11!×4×3×2×1
= 13 × 7 × 15 = 1.365

9
Lampiran 2: Instrumen Penilaian
A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan :


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester :X/2
Mata Pelajaran : Matematika

KEJADIAN/ BUTIR POS/


NO WAKTU NAMA TINDAK LANJUT
PERILAKU SIKAP NEG
1
2
3
4
5

B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Kisi-Kisi

Kompetensi Materi No
IPK Stimulus Indikator Soal soal
Dasar Pokok

3.25 Menganalisis 1. Menentukan Permutasi 1


kaidah banyaknya cara
pencacahan, dari peristiwa
permutasi dan
dengan
kombinasi
menggunakan
pada masalah
permutasi unsur-
kontekstual.
unsur yang
berbeda

10
2. Menentukan Permutasi 2
banyaknya cara
dari peristiwa
dengan
menggunakan
permutasi
beberapa unsur
yang sama
3. Menentukan Permutasi 3
banyaknya cara
dari peristiwa
dengan
menggunakan
permutasi siklis
4. Menentukan Kombinasi 4
banyaknya cara
dari peristiwa
dengan
menggunakan
kombinasi dari
unsur yang
berbeda
5. Menentukan Kombinasi 5
banyaknya cara
dari peristiwa
dengan
menggunakan
kombinasi yang
memuat beberapa
unsur yang sama
4.25Menyajikan 1. Menyelesaikan Permutasi 6
penyelesaian masalah dengan dan
masalah menggunakan Kombinasi
kontekstual konsep kaidah
berkaitan
pencacahan,

11
dengan kaidah permutasi, dan
pencacahan, kombinasi
permutasi dan
kombinasi

12
Lampiran 3

SOAL TES TULIS

Tugas kelompok
1. Tentukan banyak bilangan ratusan dengan angka-angka yang tidak berulang yang
dapat disusun dari bilangan asli dari 1 sampai 9!
2. Disediakan 14 kursi untuk peserta konferensi yang terdiri atas 2 orang Inggris, 5
orang Jerman, 3 orang Belanda, dan 4 orang Indonesia. Tentukan banyak posisi
duduk yang terjadi jika yang sebangsa berdampingan!
3. Tentukan banyak kata yang dapat disusun dari smua hurug “PALAPA”!
4. Hitunglah 7𝐶5 !
5. Sebuah kotak berisi 10 bola merah dan 6 bola hitam. Dari dalam kotak diambil 7
bola yang terdiri 4 bola merah dan 3 bola hitam. Berapa banyak cara
pengambilan tersebut?
6. Dari 10 pengurus OSIS seuatu sekolah ditunjuk 5 siswa untuk mengikuti
penyuluhan NARKOBA di suatu lembaga pemasyarakatan. Tentukan banyak
susunan pengurus yang terpilih!

13
Lampiran 4
KUNCI JAWABAN

No. Rambu-rambu jawaban Skor


1 Menyusun bilangan yang terdiri atas empat angka berbeda
berarti menyusun empat angka berbeda dari tujuh angka yang
tersedia. Sehinga, banyak permutasi 3 unsur berbeda dari 9 unsur
yang tersedia adalah
9!
9𝑃3 = (9−3)!
9!
= 6!
6!×7×8×9
= 6!

=7×8×9
= 840
Sub Total 20
2 2! + 5! + 3! + 4! =
=2×1+5×4×3×2×1+3×2×1+4×3×2×1
= 2 + 120 + 6 + 24
= 152 cara.
Sub Total 10
3. Pada kata “PALAPA” terdapat 6 huruf dengan 2 huruf P dan 3
huruf A. Banyak kata yang dapat disusun adalah
6!
𝑃 = 2!×3!
3!×4×5×6
= 3!×2×1

=2×5×6
= 60
Jadi, banyak kata yang dapat disusun dari semua huruf pada kata
PALAPA adalah 60.
Sub Total 20
4. 7! 7! 5! ×6×7 10
7𝐶5 = (7−5)!5! =
2!5!
=
5!×2×1
= 3 × 7 = 21

Sub Total 10
5. Diambil 4 bola merah dari 10 bola merah dengan
10!
10𝐶4 = (10−4)!4!

14
10!
= 6!4!
6! ×7×8×9×10
= 6!×4×3×2×1

= 7 × 3 × 10
= 210 cara
Diambil 3 bola hitam dari 6 bola hitam dengan
6!
6𝐶3 = (6−3)!3!
6!
= 3!3!
3! ×4×5×6
= 3!×3×2×1

=4×6
= 24 cara
Sehingga total cara pengambilan tersbeut adalah 210 × 24 =
5.040 cara.
Sub Total 25
6. 10!
10𝑃5 = (10−5)!
10!
= 5!
5!×6×7×8×9×10
= 5!

= 6 × 7 × 8 × 9 × 10
= 30.240
Sub Total 15
Total skor 100

15
Lampiran 9

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : X/2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan
yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linier dua variabel.

1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linier
dua variabel
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan
linier dua variabel tetapi belum tepat.
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan
linier dua variabel dan sudah tepat.

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
NAMA SISWA
NO strategi pemecahan masalah Catatan

KT T ST

1
2
3
4
5
6
7
8

1
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

Keterangan:

KT : Kurang terampil,

T : Terampil,

ST : Sangat terampil

17