Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN HOSPITALISASI TERHADAP KECUKUPAN TIDUR PADA

ANAK PRASEKOLAH DI RUANG TANJUNG RSUD KABUPATEN


SUMEDANG TAHUN 2017

X + 88 Halaman + 2 Bagan + 4 Tabel + 16 Lampiran

ABSTRAK

Hospitalisasi merupakan proses yang karena suatu alasan yang berencana


atau darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi
sampai pemulangannya kerumah. Bahkan di RSUD Kabupaten Sumedang jumlah
kunjungan pasien anak hospitalisasi pada tahun 2016 sebanyak 846 orang pasien
anak, pada bulan januari sampai dengan bulan juni tahun 2017 tercatat sebanyak
446 pasien. Untuk menunjang kesehatannya yang baik maka sangatlah
dibutuhkannya kecukupan tidur yang berkualitas. Menurut teori Maslow dan
Henderson menunjukkan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting dan
harus terpenuhi dalam keadaan sehat maupun sakit. Maka dari tu kecukupan tidur
harus terpenuhi ketika anak hospitalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran hubungan hospitalisasi terhadap kecukupan tidur pada
pasien anak prasekolah di ruang tanjung RSUD Kabupaten Sumedang dengan
sampel 65 responden. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
rancangan pendekatan cross sectional, instrumen penelitian ini menggunakan
kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Hasil uji statistik Pearson
Chi Square dengan derajat kepercayaan yang digunakan adalah 95% (α = 0,05)
diperoleh nilai p-value sebesar 0,007 (p<0,05) artinya secara statistik terdapat
hubungan yang bermakna (significant) antara hospitalisasi dengan kecukupan tidur
pada pasien anak prasekolah. Diharapkan bagi perawat dapat berperan sebagai
perawat anak, yaitu sebagai pembela (advocacy), pendidik, konselor, koordinator,
pembuat keputusan etik, perencana kesehatan, pembina hubungan terapeutik,
pemantau dan evaluator.

Kata Kunci : Stresor Hospitalisasi, Kecukupan Tidur, Anak Prasekolah


FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESOR
HOSPITALISASI TERHADAP KECUKUPAN TIDUR PADA ANAK
PRASEKOLAH DI RSUD SUMEDANG TAHUN 2019