Anda di halaman 1dari 15

Pedoman Pengumpulan Sampel Biologis untuk Analisis

Toksikologi Klinis dan Forensik


Pendahuluan
Ada beberapa tantangan khusus untuk memilih dan mengumpulkan sampel pada
analisis toksikologi antemortem dan postmortem. Tentu saja, relevansi setiap temuan
ditentukan oleh jenis dan kualitas sampel yang dikirimkan ke laboratorium. Dengan
demikian, banyak aspek pre analitik yang harus dipertimbangkan selama pengumpulan untuk
memiliki sampel dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Pada beberapa kasus beberapa
bukti ditemukan ditempat kejadian dapat mewakili panduan yang baik dalam analisis
toksikologi seperti gelas, botol, pipa, jarum suntik, katun, spons, sendok, kertas perak dan
barang rumah tangga harus dikumpulkan.
In vivo, darah, plasma atau serum, urin, rambut, kuku, udara yang dihembuskan,
cairan oral dan konten lambung adalah sampel paling penting yang harus dikumpulkan dan
harus diperoleh di rumah sakit, sebelum pelaksanaan langkah-langkah terapi.
Sampel post mortem mungkin bervariasi dan sering menunjukkan kesulitan yang
spesifik dibandingkan dengan sampel in vivo, yang dihasilkan dari perubahan pembusukan.
Arteri atau vena femoralis, jantung, urin, humor vitreus, isi lambung dan organ-organ (yaitu
hati dan paru-paru dan selalu setelah pengeluaran isi) adalah sampel terpenting yang harus
dikumpulkan. Beberapa sampel alternatif lain (mis. Gumpalan darah, darah dari rongga dada
atau perut, cairan serebrospinal, otak, limpa, empedu, tulang, cairan sinovial, sumsum tulang,
belatung, otot rangka) kadang-kadang dapat dikumpulkan dalam keadaan tertentu, yaitu
dirinci dalam bagian tertentu.
Analisis kuantitatif yang relevan biasanya hanya dilakukan dengan menggunakan
plasma, serum atau darah (yaitu diperoleh dari komportemen tertentu). Untuk sampel ini,
banyak metode untuk analisis dan data kasuistik antemortem dan post-mortem yang tersedia
untuk membangun korelasi konsentrasi yang diperoleh dan efek toksik. Namun, dalam
beberapa kasus plasma, serum atau darah sama sekali tidak tersedia atau ada dengan kualitas
rendah. Selain itu, pengumpulan darah untuk toksikologi post-mortem dapat memengaruhi
konsentrasi xenobiotik. Oleh karena itu, ahli toksikologi terus mencari sampel alternatif yang
secara akurat dapat mewakili konsentrasi obat dalam darah postmortem atau yang terbaik
dalam mengklarifikasi hasil darah.
Saat ini, praktik terbaik dalam pra-analitik untuk pengumpulan sampel Forensik dan
Toksikologi klinik sangat langka, oleh karena tidak diperbarui atau tidak disajikan secara
obyektif untuk menghindari kesalahan. Selain itu, sebagian besar dari mereka hanya
mencakup beberapa sampel. Karya ini menyajikan pedoman untuk pengumpulan sampel
untuk analisis toksikologis yang disetujui oleh Dewan Kedokteran Eropa
(http://www.eclm.info/html/).

Metode
Literatur dalam Forensik, Patologi Klinis dan Analitik Toksikologi telah ditinjau secara luas
sejak tahun 2000, yang bertujuan untuk memahami prosedur pengumpulan sampel yang
diikuti / disarankan oleh penulis yang menerbitkan di bidang ini. Situs Asosiasi Forensik,
Patologi Klinis dan Analitik Toksikologi juga ditinjau, seperti The International Association
of Forensic Toxicologists, German Society of Toxicological and Forensic Chemistry and
Society of Forensic Toxicologists/American Academy of Forensic Sciences.
Literatur umum yang relevan dapat ditemukan dalam referensi. [1–13] dan kutipan khusus
tambahan disediakan di bagian di bawah ini.

Prosedur Pengumpulan
Sudah jelas bahwa sampel harus diambil segera setelah meninggal. Jika autopsi tidak dapat
dilakukan beberapa jam setelah meninggal, mortuary refrigeration adalah prosedur unik yang
dilakukan untuk meminimalisir perubahan konsentrasi yang disebabkan oleh pembusukan.
Bahkan saat mengantisipasi ijin autopsi, banyak yuridiksi yang melarang intervensi mayat.
Bila memungkinkan, prosedur dasar seperti pengambilan blind femoral blood collection
melalui permukaan tubuh, kateter atau suprapubic puncture dapat diimplementasikan. Pada
bagian berikut, prosedur pengambilan sampel untuk bio analisis disediakan jaringan demi
jaringan, bersama dengan catatan dan komentar tentang nilai dan interpretasi hasil. Secara
khusus, tempat koleksi anatomi,tabung yang akan digunakan, penyimpanan, kelebihan dan
keterbatasan dan jumlah yang harus dikumpulkan dibahas untuk sampel in vivo dan post-
mortem.

Sampel in vivo
1. Udara exhalasi
a. Dilakukan untuk menganalisis senyawa organik yang mudah menguap seperti
ethanol dalam keracunan karbon monoksida. Bahan xenobiotik (contoh;
amphetamin, benzodiazepin, kokain, opioid , dll)
b. Non-invasive
c. Banyak sampel tersedia
d. Baik digunakan dalam analisis kualitatif maupun kuantitatif
2. Cairan Mulut
a. Ambil 1 -2ml dalam kontainer plastik yang memadai
b. Alat pengambilan bisa di dapatkan di pasaran
c. Harus di pertimbangkan karena sampel bisa mengendap dikarenakan buffer, dan
reagen lainnya yang terdapat pada alat pengambilan sampel
d. Berguna untuk sebagian besae zat xenobiotik, contohnya drug of abuse
e. Terdapat korelasi yang baik antara blood concentration of free dan non ionized
xenobiotic fraction dan efek toxic yang di timbulkan
f. Pendonor harus di observasi selama 10-15 menit sebelum pengambilan sampel
dikarenakan merokok, makan dan minum dapat mengkontaminasi sampel,
sehingga tidak akurat.
g. Waktu mendeteksi pendek seperti darah
h. Membersihkan mulut tidak dibutuhkan dalam pengambilan sampeel
i. Non invasive
j. Sulit di palsukan jika di observasi saat pengambilan sampel
k. Harus hati hati untuk menurunkan risiko infeksi
l. Lebih sedikit dari urin
m. Tidak bisa di ambil untuk menganalisis kasus xerostomia
n. Bisa di gunakan dalam analisis kuantitatif
3. ASI
a. Ambil sebanyak 30 ml dalam kontainer plastik
b. Ada dalam jumlah banyak
c. Pengambilan menginvasi privasi
d. Berguna untuk memperkirakan beban tubuh karena jaringan adiposa yang
terkontaminasi
e. Berguna untuk menentukan apakah bayi terkontaminasi melalui ASI
f. Mengandung konsentrasu lipid dan protein yang tinggi dan Ph-nya sedikit lebih
rendah dari plasma. Tetapi, variasi intra dan interday memiliki variasi pada
kandungannya sehingga dapat mempengaruhi transfer xenobiotik.
g. Rute ekskresi xenobiotik lipophilic pada ibu menyusui sangat penting, terutama
yang berat molekulnya kurang dari 200Da, rendah protein pengikat plasma dan
yang dengan pKa dasar.
4. Keringat
a. Harus di ambil sebelum 1 minggu
b. Berguna untuk drug test di tempat kerja
c. Non- invasive
d. Pengambilan sampel sulit dikarenakan membutuhkan waktu yang lama untuk
mendapatkan volume yang adekuat untuk analisis
e. Hanya berguna untuk analisis kualitatif
5. Cairam Amnion
a. Kumpulkan 10 mL pada kontainer plastik dengan tutup sekrup
b. Berguna untuk mengevaluasi paparan xenobiotic intrauterin
c. Diperlukan persiapan sampel laboratorium minimal
d. Pengumpulan sampel yang invasif membutuhkan anestesi lokal, ultrasound, dan
dokter yang terlatih
e. Hanya berguna untuk analisis kuantitatif
6. Meconium
a. Kumpulkan semua yang tersedia (minimal 2 gram) dalam wadah plastik (tanpa
bahan pengawet)
b. Selalu kumpulkan sampel pada dugaan paparan xenobiotik intrauterin
c. Konsentrasi xenobiotik diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dalam urin akibat
akumulasi selama kehamilan
d. Pada bayi, mekonium lebih mudah didapatkan dibandingkan urin dan rambut
yang tidak selalu ada
e. Terdapat large window untuk mendokumentasikan paparan prenatal selama dua
trimester terakhir kehamilam
f. Pengumpulan sebaiknya dilakukan dalam 72 jam
g. Hanya berguna untuk analisis kualitatif
Sample post-mortem

1. Darah jantung
a. Kumpulkan 30ml dalam wadah plastik dengan tutup berulir. Pengawet tidak wajib
digunakan
b. Selalu dikumpulkan
c. Lokasi pengambilan sample harus disebutkan dalam label
d. Lebih dipilih pengumpulan dari bilik kanan
e. Berguna untuk analisis kualitatif ataupun skrining karena tersedia dalam volume
besar
f. Konsentrasi xenobiotik dapat meningkat karena redistribusi post-mortem,
autolisis, kardiomiosit atau trauma
g. Walaupun analisis kualitatif mungkin dilakukan, namun sebaiknya hal ini
ditentukan kasus demi kasus
2. Gumpalan darah dari subdural subarachnoid dan/ atau ruang epidural :
a. Kumpulkan 30 ml dalam wadah plastik dengan tutup berulir (tanpa pengawet)
b. Harus dikumpulkan pada kasus trauma, dan terutama pada kasus luka bakar
c. Berpotensi untuk terjadi “time capsule” karena ruang tersebut kurang perfusi
sehingga dapat mencerminkan konsentrasi xenobiotik lebih dekat dengan waktu
cedera (yaitu ketika hematoma terbentuk)
d. Akan menjadi lebih penting jika korban selamat beberapa jam setelah trauma dan
jika waktu cedera diketahui secara akurat
e. Hanya berguna untuk analisis kualitatif
3. Darah dari rongga dada atau perut
a. Kumpulkan 30 ml dalam wadah plastik dengan tutup berulir (tanpa pengawet)
b. Harus dikumpulkan dalam kasus trauma, terutama jika tidak ada dasar lain atau
tidak terkontaminasi
c. Ada kemungkinan kuat kontaminasi terutama dengan mikro organisme, urin,
gaster, dan isi intestinal
4. Efusi pleura
a. Kumpulkan 30ml dalam wadah plastik dengan tutup berulir (tanpa pengawet)
b. Terutama berguna dalam kasus-kasus yang menunjukkan pembusukan lanjut
c. Hanya berguna untuk analisis kualitatif
5. Otak
a. Kumpulkan 30 gram dalam wadah plastik dengan tutup berulir (tanpa pengawet)
b. Relevan untuk obat yang bekerja pada sistem saraf pusat
c. Dikumpulkan untuk lipofilik (misal. penyalahgunaan obat, insektisida
organoklorat, dan lain-lain) dan analisis xenobiotik yang mudah menguap
d. Konsentrasi xenobiotik tidak dipengaruhi oleh redistribusi post-mortem dari
lambung
e. Konsentrasi dapat bervariasi secara signifikan dari satu area ke area lain.
f. konten lipid yang tinggi dapat menyebabkan masalah analitik
g. hanya berguna untuk analisis kualitatif
6. vitreous humor
a. kumpulkan semua yang tersedia (biasanya 2-5ml pada dewasa, dan 1 ml pada bayi
baru lahir) dalam wadah 10 ml dengan tutup berulir(tambahkan pengawet)
b. berguna untuk analisis beberapa zat psikoaktif (misal etanol) dan analisis biokimia
c. mudah untuk dikumpulkan dan tetap jelas dan steril hingga tiga hari atau lebih
setelah kematian.
d. Sebaiknya diperoleh dengan opthalmosentesis dari setiap mata. Jaru, harus
dimasukkan melalui sudut luat, sampai ujungnya ditempatkan secara terpusat di
globe dan aspirasi lembut harus dilakukan untuk menghindari ablasi retina
e. Karena volume yang tersedia terbatas, cairan dari kedua mata dapat digabungkan
f. Integritas kostemik mata dapat dipulihkan dengan menyuntikkan larutan garam
dalam jumlah yang tepat
g. Korelasi yang baik dengan konsentrasi xenobiotik bebas darah;
h. Xenobiotik dengan persentase pengikatan yang tinggi terhadap protein serum akan
membuat konsentrasi yang jauh lebih rendah daripada darah;
i. konsentrasi yang tersisa dalam darah sekitar 1-2 jam;
j. digunakan untuk interpertasi hasil darah atau ketika darah tidak tersedia (misalnya
: trauma)
k. jika positif akan berguna untuk membuktikan konsumsi etanol antemoterm karena
membuang produksi etanol saat post motrm dengan fermentasi
l. karena mata jauh dari organ toraks dan perut dan didalam ruang tertutup, mata
tidak dipengaruhi oleh kontaminasi, pembusukkan, dan redistribusi post-moterm
m. mungkin tidak terkontaminasi oleh proses pembalseman. Dalam kasus ini, penting
bahwa sampel cairan pembalseman harus diserahkan untuk analisis sebagai
control
n. tidak memiliki esterase yang menghidrolisis dan karenanya mengurangi
konsentrasi darah xenobiotik tertentu (mis. kokain, heroin, 6-
monoacetylmorphine)
o. Analisis kuantitatif kurang memungkinkan (kecuali etanol) dan harus
dipertimbangkan dengan hati-hati;
p. jika positif untuk etanol, dapat diasumsikan sebagai konsumsi antemortem
q. jika negatif untuk etanol, tetapi sampel darah positif, produksi etanol dalam darah
harus dicurigai karena pembusukan post-mortem
r. itu memiliki air yang tinggi dan kadar lipid yang rendah dibandingkan dengan
darah. Oleh karena itu, konsentrasi xenobiotik yang sangat lipofilik dalam humor
vitreus akan lebih rendah;
s. Konsentrasi glukosa post-mortem yang tinggi menunjukkan hiperglikemia peri-
mortem dan jika terkonjugasi dengan kadar aseton yang meningkat, menunjukkan
ketoasidosis diabetikum. Karena penurunan post-mortem yang cepat dari
konsentrasi glukosa "normal", kadar rendah atau bahkan "nol" mungkin keliru
dengan perkiraan hipoglikemia
7. Limpa
a. Kumpulkan 30 g untuk wadah plastik dengan tutup ulir (tanpa bahan pengawet);
b. berguna ketika darah tidak tersedia seperti pada kematian karena api dan untuk
xenobiotik yang menumpuk di eritrosit (mis. karbon monoksida dan sianida);
c. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
8. Paru-paru:
a. Kumpulkan 30 g untuk wadah plastik dengan sekrup tutup (tanpa pengawet);
b. dikumpulkan untuk xenobiotik yang mudah menguap (misalnya toluena, nitrat
oksida, butana): bronkus utama melekat erat dengan ligatur, hilus kemudian
dibagi dan paru-paru dimasukkan ke dalam wadah kaca, yang disegel dengan
polytetrafluoroethylene (Teflon®) atau aluminium foillined tutup dan segera
dikirim untuk analisis. Wadah plastik tidak cocok, karena diharapkan difusi
volatil yang lebih besar;
c. untuk xenobiotik lain (mis. paraquat), apeks paru kanan lebih disukai. Lobus
basal, yaitu paru-paru kanan, lebih rentan terhadap redistribusi post-mortem dari
isi lambung karena dekat dengan perut. Selain itu, karena perfusi darah tinggi,
kemungkinan memiliki kontribusi penting untuk redistribusi post-mortem;
d. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
9. Hati:
a. Kumpulkan 30 g untuk wadah plastik dengan sekrup tutup (tanpa pengawet);
b. selalu dikumpulkan;
c. mengidentifikasi sumber - lobus kanan dalam lebih disukai untuk menghindari
kontaminasi dengan difusi xenobiotik dari isi lambung ke lobus kiri;
e. kantong empedu sebaiknya tidak dikumpulkan bersamaan dengan hati;
f. berguna untuk hampir semua xenobiotik karena merupakan organ metabolisme
utama dan depot penting (mis. antidepresan trisiklik), membuat setidaknya
analisis kualitatif untuk xenobiotik tertentu, lebih mudah daripada darah dalam
beberapa kasus;
g. walaupun sangat sulit untuk dilakukan rutin, jika analisis kuantitatif diperlukan,
ini adalah jaringan padat yang paling menjanjikan karena lebih banyak data yang
ada untuk konsentrasi xenobiotik hati daripada organ lain;
h. Hubungan kuantitatif antara konsentrasi hati dan darah untuk sebagian besar
xenobiotik tidak tersedia;
i. karena konsentrasi xenobiotik tidak berubah secara nyata setelah kematian
(setidaknya pada periode awal), rasio untuk darah tepi telah diusulkan baik
sebagai penanda redistribusi post-mortem dan untuk membangun korelasi:
j. rasio lebih rendah dari 5 menunjukkan kecenderungan rendah atau bahkan tidak
ada sama sekali untuk redistribusi post-mortem;
k. rasio melebihi 20-30 menunjukkan redistribusi post-mortem yang signifikan;
l. Kandungan lemak dan protein yang tinggi dapat menyebabkan gangguan dalam
analisis toksikologis
10. Empedu
a. Kumpulkan semua yang tersedia untuk wadah plastik 10 mL dengan tutup sekrup
(tanpa bahan pengawet);
b. sangat berguna ketika urin tidak ada dan dalam kasus tertahan lama setelah
administrasi terakhir;
c. penting untuk xenobiotik yang menggambarkan sirkulasi enterohepatik (mis.
yang terkonjugasi secara ekstensif dengan asam glukuronat, glutathione atau
sulfat) dan untuk paparan kronis (mis. opioid, kanabinoid, benzodiazepin, dll.);
d. itu adalah cairan yang relatif "kotor", mengandung garam empedu konsentrasi
tinggi dan zat lain yang dapat mengganggu analisis toksikologis;
e. kantong empedu diikat untuk mengurangi kontaminasi dan cairan empedu
dikumpulkan dengan aspirasi atau langsung dari saluran empedu jika
kolesistektomi dilakukan. Selalu diprioritaskan untuk diambil dibandingkan hati.
f. konsentrasi mungkin dapat berubah oleh difusi post mortem dari hati ke lambung.
g. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
11. Ginjal:
a. Kumpulkan 30 g kemuadian masukkan ke dalam wadah plastik dengan tutup ulir
(tanpa bahan pengawet);
b. dikumpulkan untuk analisis logam berat (sering terkumpul di ginjal) atau analisis
etylen glicol
c. kapsul harus dihilangkan;
d. Penting untuk mengosongkan urine
e. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
12. Hati:
a. Kumpulkan 30 g masukkan ke dalam wadah plastik dengan tutup ulir (tanpa
bahan pengawet);
b. ventrikel kiri harus dipertimbangkan;
c. tidak terlalu berguna; untuk mendapatkan beberapa hal penting dalam konsentrasi
darah pada interpretasi keracunan digitalis;
d. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
13. Tulang:
a. Kumpulkan 30 g masukkan ke dalam wadah plastik dengan tutup ulir (tanpa
bahan pengawet);
b. dikumpulkan dari sisa-sisa kerangka;
c. Sebaiknya dipotong menjadi bagian kecil (misalnya cincing femur) atau
dihancurkan;
d. tidak ada data yang menunjukkan bahwa satu regio anatomi tertentu lebih baik
dari yang lain. Tulang yang lebih besar (mis. Femur) tentu saja lebih mudah
digunakan / diekstraksi dengan analit dibandingkan dengan tulang yang lebih
kecil;
e. Memungkinkan terdapat perbedaan distribusi xenobiothic antara bagian dalam
tulang dengan sekitar tulang
f. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
14. Cairan sinovial:
a. Kumpulkan semua cairan sinovial yang bisa diambil dari cavitas sendi yang tidak
mengalami cedera ke dalam wadah plastik container 5 ml dengan tutup ulir (tanpa
bahan pengawet)
b. Biasanya diperoleh dengan tusukan pada daerah lateral kantung bursa di bawah
patela. Dikumpulkan sekitar 1-2 mL, boleh diambil dari beberapa tempat dan
dikombinasikan;
c. Tindakan ini harus dilakukam secara hati-hati karena dapat mengakibatkan ruptur
pada kantung bursa.
d. tidak menyebabkan perubahan dalam estetika
e. mirip dengan cairan serebrospinal dan cairan vitreus, cairan ini berada di
kompartemen terisolasi yang dilindungi oleh bursa sac dengan struktur jaringan
yang kuat dan karenanya tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan pembusukan
atau redistribusi xenobiotik post mortem
f. jarang digunakan. Namun dapat diterima pada beberapa kasus yang relevan
ketika terjadi perubahan pembusukan yang relevant atau humour vitreus yang
sudah tidak tersedia (contohnya: pada kasus akibat trauma atau akibat pajanan
panas)
g. Cairan ini lebih kental dibandingkan dengan humor vitreus sehingga membuat
analisinya menjadi lebih sulit
h. hanya berguna untuk analisis kualitatif tetapi hasil kuantitatif yang relevan sudah
diperoleh untuk etanol dan tidak mengandung alkohol dehidrogenase .
15. Sumsum tulang:
a. Kumpulkan semua yang tersedia ke dalam wadah plastik berukuran 10 mL
dengan tutup ulir (tanpa bahan pengawet)
b. berguna pada saat pembusukan tahap lanjut karena dilindungi oleh tulang;
c. Mengandung banyak pembuluh darah dan lipid (dapat terjadi akumulasi lipopilic
xenobiotic)
d. konsentrasi xenobiotik yang berbeda tercatat di dalam sumsum yang diperoleh
dari tulang yang sama atau berbeda.
e. distribusi xenobiotic mungkin terjadi
f. label harus mencantumkan lokasi pengambilan sampel;
g. biasanya, tulang iga dipotong kira-kira 5 cm dari ujung distal (yaitu di dekat garis
medioklavikula) di mana tulang rusuk berada. Dengan mengompresi / meremas
ujung tulang rusuk yang tersisa menggunakan penjepit, sumsum tulang merah
gelap dapat diaspirasi.
h. walaupun jarang dilakukan, dapat diperoleh dengan aspirasi trocar dari bagian
vertebral (antemortem) atau dari tulang paha setelah bagian tulang kortikal (post-
mortem);
i. korelasi dengan hasil darah tidak mudah diinterpretasikan
j. hanya berguna untuk analisis kualitatif
16. Larva lalat (belatung) - entomotoxicology:
a. Kumpulkan 10 larva yang diambiln secara acak dari organ dan dimasukkan ke
dalam wadah plastik dengan tutup ulir (tanpa bahan pengawet);
b. berguna pada tahap lanjut pembusukan, ketika sampel konvensional tidak
tersedia;
c. konsentrasi xenobiotik bergantung pada jaringan yang berfungsi sebagai makanan
bagi larva, serta beragam antarspesies dan intraspesies selama tahap
perkembangannya;
d. organ yang dikumpulkan harus diidentifikasi.
e. kehilangan konsentrasi xenobiotik yang signifikan terjadi dalam satu hari setelah
larva dikeluarkan dari jaringan; Oleh karena itu, tahap larva yang aktif memakan
adalah fase serangga yang paling dibutuhkan dalam pengumpulan
f. serangga tetap ditemukan (contoh : puparia atau exuviae) dalam jangka waktu
yang lama, walaupun sampel klasik sudah tidak tersedia
g. hanya dapat digunakan untuk analisa kualitatif
17. Jaringan adiposa :
a. Pengumpulan 30 gram jaringan adiposa ke dalam wadah plastik dengan tutup
yang diputar (tanpa pengawet)
b. Situs anatomi untuk bahan pengumpulan dapat menimbulkan hasil yang tidak
terprediksi, namun jaringan subkutis abdomen lebih banyak di analisa
c. Jarang digunakan. Namun, karena jaringan adiposa berperan sebagai reservoir,
maka dapat di kumpulkan sebagai xenobiotic lipofilik, terutama apabila sampel
yang sering digunakan tidak tersedia
18. Kulit
a. Kumpulkan kulit (dalam radius kurang lebih 2 – 4 cm sekitar tempat penusukan
jarum atau luka bakar akibat kimia) dalam wadah plastik dengan tutup yang
diputar (tanpa pengawet)
b. Daerah kontralateral yang jauh dari luka harus dikumpulkan sebagai sampel
kontrol ke dalam wadah yang berbeda. Akan tetapi, harus diperhatikan karena sisi
yang lain dapat digunakan dalam keadaan dependen obat.
19. Muskulo skeletal
a. Kumpulkan 30 gram ke dalam wadah plastik dengan tutup yang diputar (tanpa
pengawet)
b. bermanfaat dalam kasus pembusukan yang lebih lanjut karena resisten terhadap
autolysis
c. tersedia dalam jumlah yang banyak
d. normalnya dikumpulkan dari sisi kanan atau kiri bagian lumbar dari muskulus
iliopsoas
e. alikuot berbeda-beda yang didapatkan dari otot yang sama dan kaki yang sama
dapat menyebabkan konsentrasi yang berbeda
f. hasil sulit di interpetasi
g. hanya dapat digunakan untuk Analisa kualitatif
Sampel antermortem atau post-mortem
1. Darah Perifer
a. Pengambilan 10ml dalam wadah plastic dan tutup yang diputar, pemakaian
pengawet garam fluorida (seperti sodium atau potassium, 1%-5%) diwajibkan
b. Alikuot tanpa pengawet harus disimpan, terutama pada kasus yang dicurigai
sebagai keracunan florida
c. Selalu dikumpulkan untuk Analisa lengkap toksikologi
d. Volume berkurang dan lebih sulit dikumpulkan daripada darah jantung
e. Post-mortem – vena dan/atau darah arteri femoralis harus dikumpulkan karena
relatif terisolasi dari organ dada internal dan abdomen, sehingga tidak
terpengaruh oleh fenomena redistribusi post-mortem. Pembuluh darah harus di
ikat secara proksimal dari ligamentum inguinal sebelum dikumpulkan untuk
menghindari perpindahan darah dari pembuluh darah yang lebih besar. Kaki akan
terelevasi sedikit untuk mengumpulan darah dan tidak boleh dipijat untuk
mengambil darah lebih banyak atau di goyangkan untuk meningkatkan aliran.
Sebagai alternatif, vena subklavia atau darah vena jugularis dapat digunakan
sebagai sampel. Dalam suatu kasus, “blind-stick” dapat meningkatkan
kemungkinan hasil palsu.
f. Ante-mortem – walaupun homogenous dalam semua situs anatomi, darah
biasanya dikumpulkan dari vena cephalica. Darah nadi di dapatkan dari tali pusat
saat proses kelahiran
g. Jangan menggunakan swab antiseptic yang menganduk alcohol atau iodine untuk
disinfeksi kulit sebelum di tusuk, karena darah dapat terkontaminasi, terutama
saat melakukan Analisa ethanol
h. Jangan pernah dicampur dengan darah dari jantung
i. Untuk Analisa gas xenobiotic, jarum suntik gas perlu digunakan
j. Merupakan sampel yang paling digunakan untuk Analisa kuantitatid, namun
biasanya Analisa memberikan fraksi keseluruhan (contoh : xenobiotic bebas dan
terikat kepada protein). Kuantifikasi pada fraksi bebas lebih berguna, namun
jarang terjadi.
2. Urin :
a. Kumpulkan sampel 30ml atau semua yang tersedia ke dalam wadah plastik dan
tutup yang diputar
b. Harus selalu dikumpul untuk screening (konsentrasi tinggi xenobiotic dan
metabolit biasanya ditemukan dalam urin dibandingkan dengan jenis sampel yang
lain), nilai lebih tinggi apabila dikumpulkan 96 jam setelah intoksikasi
c. pengumpulan Post-mortem dapat dilakukan dengan menusukkan jarum langsung
di atas simfisis pubis atau kateter uretra (dalam kasus pemeriksaan eksterna) atau
langsung dari vesica urinaria (apabila pemeriksaan internal juga dilakukan)
d. Apabila di dalam vesica urinaria terdapat jumlah urin yang sedikit, perlu
dilakukan pembukaan vesika urinaria untuk mengumpulkan residu. Apabila urin
tidak tersedia, maka vesika urinaria dapat dibilas dengan saline untuk mengambil
sampel dan harus dipastikan vitreous humour tersedia
e. Hasilnya bisa negatif jika kematian terjadi pada saat keracunan;
f. memastikan bahwa sampel sebenarnya berasal dari pasien yang diperiksa untuk
menghindari pemalsuan;
g. tidak ada korelasi dengan kadar darah; konsentrasi yang lebih tinggi biasanya
dapat ditemukan;
h. Tidak ada korelasi dengan efek toksik pada saat pengumpulan; kandung kemih
merupakan reservoir utama dan tidak seperti darah, tidak berada dalam
keseimbangan dengan jaringan;
i. untuk analisis etanol pada korban diabetes tipe I dan II dan jika urin
terkontaminasi dengan Candida albicans (mis. korban imunosupresi atau dengan
infeksi ginekologis dan kemih), pengawet mungkin bermanfaat;
j. Analisis kuantitatif kemungkinan jarang dilakukan
3. Rambut kepala:
a. Kumpulkan 150-200 rambut (sering dideakripsikan setebal pensil) dari daerah
verteks posterior kulit kepala. Tempat anatomi ini menyajikan variasi
pertumbuhan paling sedikit dibandingkan dengan daerah lain di kulit kepala dan
jenis rambut tubuh lainnya. Pengumpulan yang banyak di wilayah verteks dapat
diterima untuk menghindari "botak tambalan" yang terlihat yang dapat
menyebabkan ketidaknyamanan;
b. jika tidak tersedia atau terlalu banyak uban atau keriting; rambut aksila,
kemaluan, lengan atau jenggot merupakan alternatif;
c. dicabut dalam post-mortem (pembedahan organ sebelumnya) atau dipotong
dengan gunting tepat di dekat akar dalam kasus vivo;
d. sampel harus rapat rapat dan ikat dengan pengikat agar tidak longgar (akar harus
diidentifikasi);
e. sampel ditempatkan pada selembar aluminium foil, yang dilipat, dengan ujung
akar dipotong memproyeksikan sekitar 15 mm di luar ujung foil;
f. penting untuk menghindari melipat di tengah agar rambut tidak kusut sehingga
sulit ditangani;
g. harus dipertimbangkan untuk membentuk pola historis pajanan xenobiotik (mis.
obat yang memfasilitasi agresi seksual, perubahan kebiasaan, paparan logam
berat kronis, dll.);
h. itu bukan sampel yang cocok untuk mendokumentasikan paparan xenobiotik
baru-baru ini;
i. saya. itu tidak mudah dipalsukan dan sampel baru dan identik dapat diperoleh
dari subjek untuk pembuktian-bukti (mis. pengalihan sampel, pemecahan dalam
rantai pengawasan, dll.);
j. simpan pada suhu kamar dalam amplop tertutup;
k. jendela deteksi besar (mis. berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung
pada panjang rambut);
l. tahan terhadap pembusukan, terutama berguna dalam mayat yang digali;
m. kontaminasi eksternal dapat menyebabkan hasil positif palsu jika dekontaminasi
tidak dilakukan selama analisis;
n. hanya berguna untuk analisis kualitatif.
4. Isi lambung (termasuk muntah dan aspirasi lambung):
a. Kumpulkan 30 mL alikuot dari total yang dihomogenisasi untuk dikumpulkan
pada wadah plastik dengan tutup ulir (tanpa pengawet);
b. jika tidak ada, kumpulkan 30 g dinding lambung (tanpa pengawet);
c. biasanya dikumpulkan untuk pengujian toksikologi lengkap;
d. esofagus bagian distal dan pilorus harus dijepit sebelum lambung diangkat.
Kemudian, dinding perut dipotong dan semua konten dikumpulkan;
e. hanya semua kuantitas yang penting dan bukan konsentrasi;
f. Catat semua volume total di label wadah;
g. temuan makroskopis (mis. tablet dan kapsul) harus dipisahkan dengan cepat,
dikeringkan dan disimpan dalam wadah yang berbeda;
h. bau yang khas harus dicatat, tetapi jika gas sianida atau fosfida diduga telah
dicerna harus hati-hati h untuk menghindari penghirupan;
i. berguna untuk memandu analisis darah;
j. menyajikan aplikasi terbatas jika keracunan terjadi oleh rute parenteral;
k. Kehadiran xenobiotik dalam isi lambung tidak membuktikan pemberian oral,
terutama jika konsentrasinya rendah. Memang, xenobiotik yang didistribusikan
oleh cairan ekstraseluler akan disajikan dalam cairan yang akhirnya membentuk
sekresi lambung. Selain itu, xenobiotik dasar akan terkonsentrasi di lambung
karena efek penjebakan ion.
5. Cairan serebrospinal:
a. Kumpulkan semua yang tersedia ke dalam wadah plastik 10 mL dengan tutup ulir
(tanpa bahan pengawet):
b. menyajikan komposisi yang mirip dengan plasma kecuali tprotein dengan berat
molekul tinggi;
c. Antemortem atau post mortem didapatkan dengan lumbal perkutan (dengan
memasukkan jarum ke teka antara duri lumbar) atau tusukan cisternal (melalui
membran atlanto-oksipital), lebih disukai sebelum pemeriksaan internal.
Kurangnya tekanan intratekal dapat membuat koleksi ini sangat sulit atau bahkan
tidak mungkin. Sebagai alternatif, dapat diperoleh dari fossa posterior setelah
otak diangkat; prosedur ini dapat menyebabkan perubahan konsentrasi xenobiotik
karena kontaminasi darah. Cairan serebrospinal bening mungkin, kadang-kadang
diperoleh dari ventrikel lateral, baik dengan tusukan jarum yang mencerminkan
dura dan membelah belahan otak atau memotong melalui korteks
d. Konsentrasi xenobiotic umunya tinggi dalam darah
e. Berhubungan dengan konsentrasi xenobiotic darah
f. Hanya berguna untuk analisis kualitatif
6. Kuku Jari Tangan dan Kaki
a. Potongan kuku Antemortem harus ada dari semua jari tangan dan kaki
(dikumpulkan) menggunakan gunting stainless steel berlapis Teflon untuk
mengurangi kontaminasi
b. Post-mortem semua kuku harus diangkat dari jari tangan dan kaki
c. Pertumbuhan panjang kuku dilaporkan sekitar 3-5 mm dan 1,1 mm per bulan
untuk maisng-masing jari tangan dan kaki
d. Mudah untuk disimpan (pada suhu ruang)
e. Kontamiansi eksternal dapat menyebabkan hasil positif palsu jika dekontaminasi
tidak dilakukan selama analisis
f. Berguna pada jenazah yang telah membusuk ketika sampel konvensional tidak
tersedia
g. Deteksi xenobiotic secara retrospektif/past window, berpotensi lebih lama dari
rambut, jari jempol (hallux) dapat didokumentasikan selama 12 bulan setelah
paparan
h. Pembentukan dimulai selama trisemester kedua kehamilan. Oleh karena itu,
berguna untuk membuktikan pajanan xenobiotic intrauterine
i. Kuku merupakan material yang mudah habis dan pengumpulan xenobiotic tidak
dipengaruhi oleh kandungan melanin
j. Hanya berguna untuk analisis kuantitatif

Kits : wadah, pelabelan dan formulir permintaan toksikologi


Ada banyak variasi jenis kit yang digunakan oleh lembaga forensik. Apapun format yang
digunakan, itu merupakan kunci keberhasilan pengumpulan dan konsekuensi hasil
toksikologi untuk mempunyai wadah untuk menyimpan sampel dan memastikan bahwa
sampel diberi label yang baik dan mematuhi rangkaian perawatan sampel.
a. Cairan biologis dapat dikumpulkan dengan menggunakan pepet lebar atau jarum
hipodermik sekali pakai dengan memilih ukuran dan panjang jarum yang sesuai
b. Kontaminasi dapat terjadi jika pisau bedah atau jarum yang digunakan untuk
pengumpulan dan analisis logam selanjutnya dilakukan
c. Wadah yang digunakan harus baru dan sebaiknya dibilas dengan air suling
(destilasi) dan disterilkan sebelum digunakan, kecuali pabrik pembuat
menyatakan hal tersebut tidak perlu dilakukan
d. Gunakan wadah terpisah untuk mengakomodasi sampel dan wadah palstik
(terumata polypropylene) dengan tutup memutar berguna dalam sebagian besar
kasus karena tidak mudah rusak, terutama selama pembekuan, jika xenobiotic
mudah menguap (misalnya penyalahgunaan pelarut atau keracunan gas anestesi)
untuk dianalisis, sampel harus segera dikumpulkan dengan wadah kaca yang
ditutup dengan polytetrafluoroethylene (Teflon) atau lebih baik ditutup dengan
aluminium foil untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena proses difusi
melalui wadah plastik
e. Wadah harus diisi (tetapi tidak dipenuhi) untuk meminimalkan headspace dan
kerugian karena evaporasi (misalnya volatile seperti ethanol)
f. Wadah harus dibuka saat proses analisis dan hanya pada suhu 40C
g. Gunakan label berupa stiker perekat tahan rusak (temper) yang ditempelkan
diatas tutup wadah guna memastikan bahwa sampel tidak dipalsukan
h. Label harus mencakup hal berikut, informasi: nomor kasus institusional atau
nomor permintaan pemeriksaan, nama korban atau pengidentifikasi lainnya, jenis
sampel (misalnya darah, hepar, ginjal, dll) dan tempat anatomi pengumpulan
sampel darah bila mungkin (misalhnya darah jantung versus darah femoralis),
tanda tangan pemeriksa, tanggal dan waktu pengumpulan
i. Formulir permintaan pemeriksaan toksikologi harus diisi selengkap mungkin,
ditempatkan dengan sampel didalam kantong plastik tertutup rapat dan
diserahkan ke laboratorium untuk analisis
j. Laporan untuk lengadilan harus dilengkapi dan ditandatangani untuk bukti
integritas sampel

Pengawetan dan Penyimpanan Sampel


Perubahan post-mortem putrefactive yang terjadi dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa
variabel dan bisa secara dramatis dipengaruhi oleh konsentrasi yang diperoleh untuk
beberapa analit (misalnya konsentrasi ethanol darah dapat meningkat atau menurun).
Meskipun konsekuensi ini sering tidak terkontrol, perubahan lebih lanjut dalam konsentrasi
xenobiotic terjadi karena pengawetan in vitro yang salah dan penyimpanan kurang baik.
Karena itu, pengawetan sampel dan kondisi fisik (misalnya suhu) selama penyimpanan tidak
boleh diabaikan, sejak perubahan konsentrasi beebagai analitit (misalnya konsentrasi ethanol
darah) dapat terjadi, bahkan in vitro. Dalam topik berikut, menyoroti prosedur umum untuk
pengawetan dan penyimpanan sampel.
a. Sampel harus disimpal pada wadah tertutup rapat dengan suhu 40C (jangka pendek)
atau pada suhu -200C atau lebih baik pada suhu -800C (jangka panjang)
b. Pengecualian untuk rambut dan kuku, stabil pada suhu kamar
c. Sampel rambut harus di simpan pada suhu ruang
d. Jika plasma atau serum yang digunakan untuk analisis, maka harus dipisahkan
sebelum darah membeku
e. Sodium (atau potassium) pengawetan fluoride darah harus dengan konsentarsi
akhir 1%-5% dari berat wajib darah perifer dan fakultatif untuk sampel darah
lainnya (misalnya gumpalan darah dan darah dari rongga dada atau perut)
f. Bukti yang jelas tentang pentingnya bahan pengawet yaitu untuk beberapa ananit
seperti opioid, etanil, kokain, sianida, asam g-hidroksibutirat, dll.

Aspek Interpretasi
Untuk teknik pencatatan, beberapa point harus diingat
a. Ahli forensik harus sadar bahwa adalah wajib kolaborasi dari ahli toksik forensik
dalam nterpretasi hasil toksikologis
b. Meskipun tidak ada pendidikan standar yang diterima secara universal,
toksikologi forensik harus diberkahi dengan adanya pelatihan yang memadai
dalam kimia analitik, tetapi pengetahuan khusus yang mendalam dari
toksikokinetik dan toksikodinamik dari xenobiotik , dan memperhatikan variabel
yang dapat memengaruhi mereka
c. Disarankan untuk prosedur pengumpulan patolog diaudit oleh toksikologis untuk
menghindari kesalahan
d. Aturan absolut untuk mengintrepertasi hasil toksikologi itu tidak ada karena
setiap kasus adalah unik!
e. Hampir mustahil untuk mengetahui konsentarsi xenobiotic yang sebenarnya
dalam sampel
f. Upaya untuk menafsirkan temuan toksikologi dapat didasarkan pada terapeutik,
toksik dan range fatal yang bertanggung jawab, terutama dalam post-mortem
toksikologi. Interval ini sering tumpang tindih.
g. Setiap kasus harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan hasil toksikologi
antemortem atau post-mortem, lokasi dan keadaan kematian, riwayat medis,
temuan otopsi, pengaruh redistribusi post-mortem, toleransi dan penerapan
pemikiran logis dll.