Anda di halaman 1dari 5

Vektor adalah salah satu besaran yang selain memiliki nilai dan arah.

Arah ini akan ditandai


dengan adanya vektor satuan atau hanya tanda negatif dan positif yang menyatakan arah suatu
besaran sebagai vekor secara implisit. Sedangkan besaran yang memiliki nilai saja disebut
dengan skalar.
1.Perkalia dan Pembagian vektor dengan skalar

(Gambar perkalian dan pembagian vektor)


Perkalian dengan skalar positif :
Besar vektor akan meningkat sesuai jumlah pengalinya serta arah vektor tidak berubah.
Perkalian dengan skalar negatif:
Besarnya vektor sama dengan hasil perkaliannya, serta arah vektor akan mengalami perubahan
2.Operasi Penjumlahan vektor gaya
Dalam operasi penjumlahan vektor gaya terdapat beberapa metode diantaranya metode
parallelogram law of additional (jajaran genjang), metode triangle rule, dan metode segi banyak
(poligon)
a.Metode parallelogram law of additional
Misalnya : Diketahui dua buah vektor yaitu A dan B yang dijumlahkan sehingga mendapatkan
resultan R. Sehingga berlaku R = A+B. Berikut merupakan ilustrasinya :

(Gambar Metode parallelogram law of additional)


b. Metode triangle rule
Penyelesaian yang sama untuk metode ini diilustrasikan sebagai berikut :

(Gambar Metode triangle rule)


c. Metode segi banyak (poligon)
Dalam hal ini, penjumlahan dari vektor-vektor yang merupakan sisi-sisi dari sebuah segi
banyak tertutup selalu nol jika arah sisi-sisi tersebut beraturan.
Ketika terdapat dua buah vektor yang saling sejajar misalnya A dan B, maka operasi
penjumlahan vektor berubah ke operasi secara skalar.

(Gambar Operasi penjumlahan pada vektor sejajar)


3.Operasi pengurangan vektor
Misalnya : Terdapat operasi pengurangan pada dua buah vektor A dan B dengan rumus R =
A-B atau bisa juga ditulis R = A+ (-B). Vektor B bertanda negatif (-) sehingga arahnya
berkebalikan dengan arah B. Dalam hal ini teknik parallelogram dan triangle dapat digunakan
untuk mendapatkan resultan vektor. Operasi pengurangan diata dapat diilustrasikan sebagai
berikut :

(Gambar operasi pengurangan pada vektor)


4.Operasi penjumlahan vektor gaya
Perhatikan gambar dibawah ini :

(Gambar ilustrasi penjumlahan vektor gaya)


Untuk dapat menjumlahkan vektor gaya diatas digunakan metode jajaran genjang yang dapat
dianalisis dalam gambar berikut :
(Gambar analisis penjumlahan vektor gaya)
Dua buah komponen vektor gaya F1 dan F2 yang menarik pin pada gambar diatas dapat
dijumlahkan untuk mendapatkan nilai resultan gayanya. FR = F1 + F2. Dari bentuk tersebut kita
dapat menggunakan parallelogram law (jajaran genjang) maupun triangle rule untuk mencari
besarnya vektor gaya FR. Kita dapat menggunakan hukum cosinus maupun sinus pada segitiga
dalam menghitung besar dan arah vektor FR.
Sedangkan untuk operasi penjumlahan lebih dari dua gaya dapat diilustrasikan sebagai berikut
:

Dengan menggunakan hukum parallelogram, kita dapat menjumlahkan ketiga buah gaya
tersebut dengan pertama kali kita jumlahkan dua buah gaya terlebih dahulu. Misal kita
jumlahkan gaya F1 dan F2 dan kita beri notasi F1 + F2, kemudian resultan gaya F1 + F2
dijumlahkan dengan F3 untuk mendapatkan resultan gaya FR, sehingga kita dapatkan
rumusan FR = ( F1 + F2 ) + F3.
Untuk menyelesaikan operasi tersebut, kita membutuhkan hukum cosinus maupun sinus
sebagai berikut :

(Gambar hukum sinus maupun cosinus)


Operasi penambahan gaya pada sistem coplanar
Apabila terdapat dua buah gaya yang sejajar dengan sumbu x dan y pada sistem Cartesian.
a.Notasi scalar
Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa suatu gaya yang sejajar dengan sumbu x dan y
akan memiliki komponen gaya berupa Fx yang searah dengan sumbu x dan Fy yang searah
dengan sumbu y pada sistem koordinat Cartesian. Untuk mendapatkan nilai Fx dan Fy dengan
mengimplementasikan hukum sinus dan cosinus didapatkan :
Fx =𝐹 𝑐𝑜𝑠𝜃 dan Fy = 𝐹 𝑠𝑖𝑛𝜃
Terkadang, notasi sudut 𝜃 digantikan dengan sebuah perbandingan segitiga kecil sebagai
berikut :

Penyelesaian untuk gambar diatas diberlakukan rumusan sebagai berikut :


𝐹𝑥 𝑎
=
𝐹 𝑐
atau
= 𝐹( )