Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN OPERASI

TUGAS 3

ASDRIANI NOPITA
NIM. 530017053

PROGRAM PASCASARJANA
JURUSAN MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS TERBUKA
2019
Studi Kasus :

PT. Pandakian Tbk adalah perusahaan yang memproduksi makanan kesehatan berbasis serat.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Direksi dan kepala Divisi terkait, CEO PT Pandakian Tbk
menyampaiokan informasi bahwa rencana pembangunan pabrik ke-4 ditunda pelaksanaannya
selama kurang lebih 12 bulan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang diperkirakan
berdampak langsung terhadap permintaan konsumen.

Dampak dari penundaan ini adalah akan terdapatnya kas dalam jumlah besar. Sebagai
perusahaan publik yang telah melantai di bursa, Manajemen tidak ingin laporan keuangan akhir
tahun menunjukkan kondisi over liquid, yang justru tidak bagus bagi rasio-rasio keuangan
perusahaan. Apalagi tahun ini adalah tahun politik dimana akan diselenggarakan pemilihan
umum.

CEO mengundang seluruh Kepala Divisi yang hadir untuk menyampaikan proposal
pemanfaatan kelebihan dana ini, dengan catatan pemanfaatan harus secure, dapat menghasilkan
return di atas suku bunga deposito perbankan, dan dana dapat ditarik sebelum atau pada saat
tersebut dibutuhkan 1 tahun yang akan datang.

Mengingat akhir tahun anggaran hanya tersisa beberapa bulan lagi, CEO meminta para
Kepala Divisi untuk memasukan ringkasan proposal dalam waktu 3 hari. Tri Liasari, Kepala
Divisi Produksi, sangat antusias dengan arahan tersebut. Ia baru saja mendapatkan tawaran dari
supplier tepung terigu yang merupakan pemasok utama mereka, untuk membeli tepung terigu
sekaligus dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun kedepan.

Hal ini akan merubah pola pengadaan PT Pandakian Tbk yang biasanya memesan tepung
terigu dari supplier tersebut secara rutin setiap bulan. Suplier tersebut menawarkan pemesan
langsung untuk satu tahun kedepan, karena beberapa buyer di luar negeri mereka membatalkan
kontrak karena alasan finansial. Supplier tersebut akan memberikan diskon 37% jika Tri bersedia
membeli sekaligus kebutuhan tepung terigu untuk 12 bulan yang akan datang. Diskon ini akan
ditambah menjadi 45% jika Widya bersedia membeli sekaligus kebutuhan tepung terigu untuk 18
bulan yang akan datang.
Berdasarkan situasi di atas:

1. Faktor-faktor apakah yang perlu dipertimbangkan Tri dalam mengambil keputusan untuk
menerima atau menolak tawaran Supier tersebut?
2. Apakah sebaiknya Tri menerima tawaran Suplier? Sampaikan juga asumsi-asumsi yang
Anda ambil

Tanggapan

1. Faktor-faktor apakah yang perlu dipertimbangkan Tri dalam mengambil keputusan


untuk menerima atau menolak tawaran Supier tersebut?

Persediaan merupakan salah satu fokus dalam manajemen operasi yang perlu
diperhatikan, hal ini karena kebijakan persediaan secara fisik akan berkaitan dengan dua hal
penting yaitu invetasi dalam aktiva lancer dana layanan kepada pelanggan. Pengaturan
persediaan ini berpenaruh terhadap semua fungsi bisnis yang meliputi operasi, pemasaran dan
keuangan. Persediaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan cadangan. Menurut
para ahli diantaranya menurut Hendrix Sagit Martinus, persediaan adalah pos-pos aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang akan
digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Hampir mirip dengan
definisi pertama, Raymond McLeod Jr juga mendefinisikan persediaan sebagai suatu aktiva yang
meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam periode usaha yang
normal. Sementara itu, persediaan menurut Agus Ristono dapat diartikan sebagai barang-barang
yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan
terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi, dan persediaan barang jadi.

Manajemen persediaan merupakan hal yang mendasar dalam penetapan keunggulan


kompetitif jangka panjang. Mutu, rekayasa, produk, harga, lembur, kapasitas berlebih,
kemampuan merespon pelanggan akibat kinerja kurang baik, waktu tenggang (lead time) dan
profitabilitas keseluruhan adalah hal-hal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Perusahaan
dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi daripada pesaing cenderung berada dalam posisi
kompetitif yang lemah. Kebijaksanaan manajemen persediaan telah menjadi sebuah senjata
untuk memenangkan kompetisi.
Persediaan berfungsi sebagai alat pengaman agar semua permintaan terhadap barang dan
jasa tetap dapat berjalan dengan baik, dengan kata lain bahwa persediaan juga memiliki nilai
yang sama besarnya dengan nilai peluang yang hilang karena tidak terpenuhinya permintaan
konsumen sebagai akibat dari tidak tercukupinya persediaan yang ada. Tujuan pengelolaan
persediaan adalah untuk mencapai kecukupan jumlah persediaan atau cadangan agar kebutuhan
konsumen dapat terpenuhi. Pengelolaan persediaan bukan hanya merupakan masalah yang
difokuskan untuk menghemat biaya pengelolaan persediaan akan tetapi lebih dari itu, yaitu suatu
usaha agar konsumen dapat memperoleh produk pada waktu yang tepat serta pada jumlah yang
sesuai. Penyimpanan persediaan dalam jumlah yang banyak memang dapat menjamin
pemenuhan kebutuhan konsumen, akan tetapi disisi lain hal ini dapat menimbulkan biaya
penyimpanan yang tidak sedikit. Demikian pula sebaliknya, dengan melakukan penyimpanan
persediaan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dapat menghemat biaya penyimpanan akan
tetapi disisi lain terdapat pula kesulitan dalam memenuhi kebutuhan konsumen pada saat yang
tepat. Oleh karena itu, pengelolaan persediaan memerlukan analisis yang tepat sesuai dengan
tujuan perusahaan tersebut.

Pada perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, barang
dalam proses dan persediaan barang jadi. Manajemen persediaan bahan baku bertujuan agar
tingkat persediaan bahan baku cukup, tidak terlalu banyak tetapi tidak terlalu sedikit, sehingga
biaya bahan baku ekonomis dan perusahaan tidak kehilangan kesempatan untuk melayani
penjualan karena kurangnya persediaan bahan baku

Berdasarkan kasus tersebut maka, faktor-faktor yang perlu menjadi bahan pertimbangan
bagi Divisi Produksi untuk melakukan pembelian persediaan bahan baku dalam jumlah yang
besar adalah sebagai berikut :

1. Jumlah dana yang tersedia, ketersediaan dana yang dimiliki sangat berpengaruh terhadap
prioritas pembelian baharang persediaan, item apa yang urgen untuk dibeli dan item apa
yang masih bisa ditunda. Dalam kasus ini diketahui bahwa PT. Pendakian, Tbk memiliki
dana atau kas dalam jumlah yang besar akibat adanya penundaan rencana pembangunan
pabrik yang tentunya dana kas yang besar ini sangat mempengaruhi kondisi neraca atau
laporan keuangan perusahaan tersebut karena menunjukkan kondisi yang over liquid, yang
mana hal ini tentunya tidak bagus bagi rasio-rasio keuangan perusahaan.
2. Lead time, waktu tunggu barang yang dipesan sampai barang diterima. Dalam kasus ini
perusahaan supplier mengalami penurunan jumlah permintaan produk terutama dari
pembelinya yang berasal dari luar negeri, hal ini tentunya dapat mempengaruhi ketersediaan
atau produksi barang yang dilakukan oleh supplier tersebut, sehingga juga akan berdampak
secara langsung pada ketersediaan bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan dan
berdampak buruk pada pemenuhan permintaan konsumen.
3. Frekuensi penggunaan, semakin sering digunakan, semakin kecil persediaan yang tersedia.
Yang mana pada kasus tersebut PT. Pendakian, Tbk yang bergerak sebagai perusahaan yang
memproduksi makanan kesehatan berbasis serta dengan penggunaan bahan baku berupa
terigu yang dalam pola pengadaannya bersifat rutin tentunya frekuensi penggunaannya
sangat tinggi yang mana dengan kondisi ketersediaan bahan baku yang normal tanpa adanya
persediaan maka perusahaan harus melakukan pembelian bahan baku secara rutin dan teratur
karena jika pasokan bahan baku tersebut tidak dapat dipenuhi sesuai waktunya akan
menimbulkan adanya keterlambatan dalam pemenuhan permintaan dan kebutuhan
konsumen.
4. Daya tahan persediaan, persediaan yang memiliki daya tahan yang lemah seperti buah,
daging dan barang sejenis harus segera cepat dikeluarkan/dijual/digunakan. Faktor daya
tahan barang persediaan ini sangat berdampak pada penambahan biaya pemeliharaan dan
penyimpanan barang persediaan yang tentunya dapat meningkatkan biaya produksi terutama
jika barang persediaan terdapat dalam jumlah yang besar serta termaksud kedalam kategori
bahan yang mudah rusak. Peningkatan biaya penyimpanan dan pemeliharaan ini harus
diperhitungkan secara cermat dan pasti agar selisih atau besarnya nilai tambah yang
diperoleh dari pengadaan persediaan bahan baku dalam jumlah yang besar masih dapat
memberikan keuntungan bagi perusahaan meskipun disisi lain perusahaan tetap harus
mengeluarkan biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan persediaan tersebut.
Beberapa faktor tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan khususnya
Divisi Produksi untuk mengambil keputusan apakah akan melakukan pembelian bahan bakau
dalam jumlah yang besar sebagai persediaan yang tentunya akan merubah pola pengadaan bahan
baku mereka atau tetap melakukan pembelian bahan baku secara normal atau seperti pada pola
pengadaan bahan baku mereka atau dengan kata lain perusahaan tidak melakukan pembeliaan
bahan baku dalam jumlah yang besar.

2. Apakah sebaiknya Tri menerima tawaran Suplier? Sampaikan juga asumsi-asumsi


yang Anda ambil

Terdapat banyak sebab dan alasan untuk mengadakan persediaan, baik yang terkait
dengan sebab dari dalam maupun dari luar organisasi. Dalam hal ini bagi perusahaan manajemen
persediaan memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut :

1. Memastikan persediaan tersedia (safety stock)


2. Mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman persediaan
3. Mengurangi risiko harga yang fluktuatif
4. Memperoleh diskon dari pemesanan dalam jumlah yang banyak
5. Menyesuaikan pembelian dengan jadwal produksi
6. Mengantisipasi perubahan yang terjadi pada penawaran maupun permintaan
7. Mengantisipasi permintaan mendadak
8. Menjaga jumlah persediaan yang hanya tersedia musiman, sehingga ketika bahan sedang
tidak musim, perusahaan masih memiliki persediaan barang tersebut.
9. Mengawasi pesanan persediaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, bisa dikembalikan ke
supplier bila tidak cocok.
10. Menjaga komitmen terhadap customer agar barang bisa diproduksi dengan waktu dan
kualitas yang diminta
11. Menentukan kuantitas persediaan yang harus di simpan untuk berjaga jaga
Berdasarkan kasus tersebut serta dengan memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam manajemen persediaan dan fungsi dari manajemen persediaan itu sendiri
bagi perusahaan, maka sebaiknya Divisi Produksi PT. Pendakian, Tbk menerima tawaran
supplier tersebut untuk melakukan pengadaan atau pembelian bahan baku dalam jumlah yang
banyak sebagai barang persediaan. Hal ini dilakukan dengan asumsi berikut :

1. Kondisi laporan neraca keuangan. Dalam kasus ini kondisi laporan neraca keuangan
perusahaan yang bersangkutan dalam kondisi yang over liduid. Kondisi ini tentunya tidak
bagus dalam penghitungan rasio-rasio keuangan perusahaan, sehingga jika melakukan
pembelian persediaan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah kondisi
laporan keuangan yang over liduid, maka pembeliaan persediaan sebaiknya dilakukan.
Karena pada dasarnya pembelian persediaan juga merupakan salah satu komponen dalam
aktiva laporan keuangan perusahaan.
2. Pemberiaan diskon yang diperoleh dari pembelian bahan baku sebagai persediaan dapat
mengurangi atau meminimalkan biaya total pembelian untuk pengadaan bahan baku
sehingga dapat menurunkan biaya produk, yang mana dengan semakin besarnya diskon yang
didapat maka akan semakin menurun biaya produk. Hal ini tentunya akan berdampak
langsung pada laba yang dapat dicapai oleh perusahaan, yang mana tentunya dengan
semakin kecilnya biaya produk maka laba yang didapat oleh perusahaan akan maksimal.
Dalam kasus tersebut bahawa pemberian diskon yang cukup besar oleh perusahaan supplier
yaitu sebesar 37% tentunya akan sangat berdampak pada penurunan biaya produk yang juga
akan berdampak langsung pada laba atau keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan
(cost efficiency).
3. Pengadaan atau pembelian bahan baku dalam jumlah yang besar yang ditujukan untuk
persediaan dapat menjadi penyangga atau buffer stock dalam pemenuhan kebutuhan bahan
baku produk. Hal ini sangat berguna bagi perusahaan dalam mengantisipasi masalah
ketidakpastian permintaan serta untuk mengantisipasi masalah ketidakpastian ketersediaan
bahan baku pada produsen atau perusahaan penyedia bahan baku. Pada kasus tersebut
diketahui bahwa perusahaan supplier mengalami penurunan jumlah permintaan dari
beberapa pembelinya di luar negeri. Hal tentunya sangat berpengaruh pada siklus produk
yang akan mereka lakukan kedepannya dalam hal ini jika pemasok bahan baku tidak
berjalan lancer maka dapat dipastika bahwa waktu tunggu (leadtime) antara barang saat
dipesan dari pemasok sampai ke perusahaan akan menggunakan waktu yang lebih lama
akibat ketidakpastian waktu tunggu tersebut, sehingga bagi perusahaan PT. Pendakian Tbk,
pembelian bahan baku tersebut dalam jumlah yang besar sebagai persediaan berguna untuk
mengantisipasi ketersediaan bahan baku kedepannya dari perusahaan supplier, karena
ketersediaan bahan baku sangat berpengaruh pada pemenuhan permintaan produk oleh
konsumen (managing lead time).

Sumber :

Adi Djoko Guritno. Agustus 2015. Buku Materi Pokok EKMA5208/3 SKS/Modul 1-9
Manajemen Operasi. Universitas Terbuka.

Artikel Manajemen Persediaan, Fungsi dan Metode yang Dipakai. 31 Januari 2018. Akuntansi
dan Manajemen. http://nichonotes.blogspot.com/2018/01/manajemen-persediaan.html.

Artikel Konsep Persediaan Dalam Perusahaan Dagang dan Manufaktur. 9 Juni 2016.
http://ciputrauceo.net/blog/2016/6/9/konsep-persediaan-dalam-perusahaan-dagang-dan-
manufaktur.