Anda di halaman 1dari 15

SOAL

Apa yang dimaksud dengan:


1. Kaizen
2. 6 Sigma
3. OPM3
4. CMMI
5. Malcolm Balridge
JAWABAN

1. Kaizen
a. Pengertian
Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada
pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau
berkesinambungan dalam perusahaan bisnis. Kaizen berasal dari Bahasa
Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Di Cina kaizen
bernama gaishan di mana gai berarti perubahan / perbaikan dan shan berarti
baik / benefit. Jadi Kaizen dapat diartikan sebagai perubahan kepada arah
lebih baik.
KAIZEN adalah kegiatan sehari-hari yang sederhana bertujuan untuk
melampaui peningkatan produktifitas, juga merupakan sebuah proses
apabila dilakukan dengan benar akan “memanusiawikan” tempat kerja,
mengurangi beban kerja yang berlebihan, dan mengajarkan orang untuk
melakukan percobaan dalam pekerjaannya dengan menggunakan metode-
metode ilmiah dan bagaimana belajar mengenali serta mengurangi
pemborosan dalam proses kerjanya.
b. Ruang lingkup dan teori kaizen
Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar
sebagai berikut:
1. Berorientasi pada proses dan hasil.
2. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.
3. Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di
lapangan.
Beberapa point penting dalam proses penerapan KAIZEN yaitu:
1. Menghasilkan produk sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada
permintaan pelanggan
Sistem kaizen bisanya menghasilkan produksi sesuai dengan pesanan
pelanggan dengan sistem produksi tarik (pull system) yang dibantu
dengan menggunakan kartu kanban.
2. Memproduksi dalam jumlah kecil (small lot size)
Ciri khas lain adalah memproduksi dalam jumlah kecil sesuai dengan
permintaan pelanggan akan menghemat biaya dan sumber daya selain
menghilangkan persedian barang dalam proses yang merupakan sejenis
pemborosan yang dapat dihindari dengan menggunakan penjadwalan
proses produksi selain itu juga menggunakan pola produksi campur
merata (Heijunka) yang dimaksud heijunka adalah memproduksi
bermacam-macam dalam satu lini produksi.
3. Menghilangkan pemborosan
Untuk menghindari pemborosan pada persediaan, pembelian dan
penjadwalan dengan menggunakan sistem kartu kanban yang
mendukung sistem produksi tarik, selain menghasilkan produksi dengan
baik sejak awal yaitu pantang menerima, pantang memproses dan
pantang menyerahkan produk cacat dengan bekerjasama dengan
pemasok dengan persediaan yaitu mengurangi jumlah barang yang
dating, menghilangkan persediaan penyangga, mengurangi biaya
pembelian, memperbaiki penanganan bahan baku, tercapainy
persediaan dalam jumlah kecil dan mendapatkan pemasok yang dapat
dipercaya.
4. Penataan produksi dilakukan dengan berpedoman pada lima disiplin di
tempat kerja yaitu 5-S yang antara lain:
a. Seiri atau pemilahan yaitu disiplin ditempat kerja dengan cara
melakukan pemisahan berbgai alat atau komponen ditempat masing-
masing sehingga untuk mencarinya nanti bila diperlukan akan lebih
mudah.
b. Seiton atau penataan yaitu disiplin ditempat kerja dengan melakukan
penyimpanan fungsional dan membuang waktu untuk mencari barang.
c. Seiso atau pembersihan yaitu disiplin ditempt kerja dengan melakukan
pembersihan sebagai pemeriksaan dan tingkat kebersihan.
d. Seiketsu atau pemantapan/perawatan yaitu manajemen visual dan
pemantpn 5-S seperti pemberian tanda, pengumuman, label,
pengaturan kabel, kode, dsb.
e. Shitsuke atau pembiasaan yaitu pembentukan kebiasaan dan tempat
kerja yang berdisiplin

5. Menyempurnakan kualitas produk


Salah satunya untuk menyempurnakan kualitas produk dengn melihat
prinsip mnajemen yaitu memelihara pengendalian proses dan membuat
semua orang bertanggungjawab terhadap tercapainya mutu,
meningkatkan pndangan manajemen terhadap mutu, terpenuhinya
pengendalian mutu produk dengn tegas, memberikan wewenang kepada
karyawn untuk mengadkan pengendlin mutu produk, menghendaki
koreksi terhadap cacat produk oleh karyawan, tercapainya inpeksi 100
% terhadap mutu produk dan tercpai komitmen terhadap pengedlin mutu
jangka panjang.
6. Orang-orang yang tanggap
Penerapan Sistem Kaizen ini tidak lagi menggunakan pilar keuangan,
pemasaran, SDM, tapi menggunakan lintas fungsi atau lintas disiplin
sehingga seluruh karyawan harus menguasai seluruh bidang dalm
perusahan sesuai dengan jenjang dan kedudukannya dan kesalahan
dalam proses selalu ditandai dengan menyalanya lampu andon dan
proses dihentikan dan seluruh karyawan terfokus pada perbaikan yang
terkenal dengan istilh jidoka yaitu semua karyawn bertanggungjawab
terhadap tercapaianya produk yang baik dan mencegah terjadinya
kesalahan.
7. Menghilangkan ketidakpastian
Untuk menghilangkan ketidakpastian dengan pemasok dengan cara
menjalin hubungan abadi dan memilki satu pemasok yang lokasinya
berdekatan dengan perusahaan yang masih kerabat dengan pemilik
perusahaan, sedang dalam proses produksi dengan cara menerapkan
system produksi tarik dengan bantuan kartu kanban dan produksi
campur merata (Heijunka)
8. Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Karakteristik pemeliharaan dengan berpegang pada kontrak jangka
panjang, memperbaiki mutu, fleksibilitas dlm mengadakan pesnan
barang, pemesanan dlam jumlah kecil yang dilakukan berkali-kali,
mengadkan perbaikn secara terus menerus dan berkesinambungan.

2. Six Sigma
a. Pengertian
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk
mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap
pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan
secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi,
memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya. Six Sigma
disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan,
disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC
(Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan
bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart)
dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis,
tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan
masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.
b. Perbedaan Six Sigma dengan metode TQM
Thomas Pyzdek, seorang konsultan implementasi Six Sigma dan penyusun
buku "The Six Sigma Handbook", pada bulan Februari 2001, menjelaskan
adanya perbedaan penting antara Six Sigma dan TQM yaitu, TQM hanya
memberikan petunjuk secara umum (sesuai dengan istilah manajemen yang
digunakan dalam TQM). Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga
hanya seorang pemimpin bisnis yang berbakat yang mampu
menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM
hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan
kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian
peningkatan kualitas.
Kemudian konsep Total Quality Control, pada tahun 1950, menunjukkan
bahwa kualitas produk bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang
jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu di
area engineering dan purchasing. Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang
muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu:
 Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis kritis
lainnya.
 Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa
masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal
masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain
dalam perusahaan yg sama.
 Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada
bagaimana meningkatkan kinerja produk.
Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi
permasalahan di atas:
 Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg
harus diperbaiki.
 Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria
tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur.
 Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan.
Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari
tujuan bisnis lainnya.
 Six sigma menciptakan agen perubahan (change agent) yg bukan bekerja di
Quality Department. Ban hijau (Green Belt) adalah para operator yg bekerja
pada proyek Six Sigma sambil mengerjakan tugasnya.

c. Metode yang digunakan


Metode yang digunakan General Electric dan beberapa organisasi lain
untuk meningkatkan proses (termasuk didalamny proses produksi)
diringkas dengan inisial DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve,
Control).

A. Fase menentukan masalah (Define)


Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-
persyaratan pelanggan, dan membangun tim. fase ini tidak banyak
menggunakan statistik, alat-alat (tools) statistik yang sering dipakai
pada fase ini adalah diagram sebab-akibat (Cause and Effect Chart)
dan Diagram Pareto (Pareto Chart). Kedua alat (tool) statistik tersebut
digunakan untuk melakukan identifikasi masalah dan menentukan
prioritas permasalahan.
1. Menentukan masalah
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan masalah adalah
Spesifik, menjelaskan secara tepat apa yang salah, bagian proses mana yang
salah dan apa salahnya.
 Dapat diamati, menjelaskan bukti-bukti nyata suatu masalah. bukti-bukti
tersebut dapat diperoleh baik melalui laporan internal maupun umpan balik
pelanggan.
 Dapat diukur, menunjukkan lingkup masalah dalam suatu ukuran.
 Dapat dikendalikan, masalah harus dapat diselesaikan dalam rentang waktu
tertentu. Apabila masalah terlalu besar maka dapat dipecah-pecah sehingga
dapat lebih dikendalikan.

2. Suara Pelanggan ("Voice of Customer" - VOC)


Adalah ekspresi dari kebutuhan dan keinginan customer. Bisa specifik –
“Saya butuh pengiriman dalam 3 hari” bisa juga ambiguous – “Pengiriman
yang lebih cepat”. VOC dapat dibandingkan dengan data internal (“Voice
of the Process”) untuk menilai proses performance atau process capability
kita saat ini. Untuk mengevaluasi tingkat pentingnya sebuah spesifikasi,
biasa digunakanan diagram kano. Diagram ini membagi spesifikasi dari
pelanggan menjadi tiga jenis, harus ada (must be), Kemampuan
(Performance) dan pemuas (delighter), dan membandingkan dengan tingkat
keberadaan suatu spesifikasi.
3. CTQ (Critical to Quality)
Setelah semua varibel yang dipandang penting oleh pelanggan didapatkan
dan diberi nilai terukur (varibel terukur tersebut disebut CTQ). Dengan kata
lain, CTQ adalah sebuah karakteristik dari sebuah produk atau jasa yang
memenuhi kebutuhan pelanggan (internal ataupun eksternal).
4. SIPOC ("Supplier - Input - Process - Output - Customer")
Diagram SIPOC adalah grafik yang membantu mengidentifikasi semua
elemen yang relevan dari sebuah proses. SIPOC membantu melihat
hubungan antara proses beserta input dan outputnya.

B. Pengukuran (Measure)
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur
tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem
pengukuran yang digunakan.
1. Analisis Sistem Pengukuran
Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas pengukuran
yang dinyatakan dalam varian( variance ). Varian total suatu pengukuran
berasal dari varian yang ditimbulkan oleh produk (part to part) dan varian
akibat kesalahan pengukuran (gage). Sumber variability dalam hasil
pengukuran adalah

2. Analisis Kapabilitas Proses


Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa pas (uniform) proses
tersebut. Analisis kapablitas proses dilakukan dengan memperbandingkan
kinerja suatu proses dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki
kapabilitas bila semua nilai variabel yang mungkin, berada dalam batas
spesifikasi.
Kapabilitas suatu proses bisa ditentukan dengan:
- Cp dan Cpk
- Pp dan Ppk
- Proses Sigma
C. Analisis (Analyze)
Fase analisis (analyze) merupakan fase mencari dan menentukan akar atau
penyebab dari suatu masalah. Masalah-masalah yang timbul kadang-kadang
sangat kompleks sehingga membingungkan antara mana yang akan dan
tidak kita selesaikan.
1. Diagram Pareto (Pareto Chart)
Diagram pareto digunakan untuk melakukan prioritas terhadapa masalah-
masalah yang harus ditangani dengan aturan pengelompokan 80-20, 20%
dari kecacatan akan menyebabkan 80% masalah.
2. Diagram sebab-akibat (Cause & Effect Chart )
Diagram sebab-akibat (Cause & Effect Chart) digunakan untuk
mengorganisasi hasil informasi brainstorming dari sebab-sebab suatu
masalah. Diagram ini sering disebut juga dengan diagram fishbone karena
bentuknya yang mirip dengan tulang ikan, atau diagram ishikawa untuk
menghormati sang penemu.
3. Uji hipotesis rata-rata
Umumnya uji hipotesis rata-rata digunakan untuk menetapkan faktor
kausatif (x) dengan cara menginformasikan sumber-sumber
variasi. Disamping itu, digunakan juga untuk menunjukan perbedaan yang
signifikan antara data awal (baseline) dengan data yang diambil setelah
perubahan (improvement), dilakukan.
D. Pengembangan (Improve)
Pengembangan (Improve) adalah fase meningkatkan proses(x) dan
menghilangkan sebab-sebab cacat. Pada fase pengukuran (measure) telah
dinetapkan variabel faktor (x) dan untuk masing-masing variabel
respons(y). Sedangkan pada fase pengembangan I (improve) banyak
melibatkan uji perancangan percobaan (Design of Experiment) atau
disingkat DoE. DoE merupakan suatu pengujian dengan mengubah variabel
faktor sehingga penyebab perubahan pada variabel respon diketahui. Desain
Taguchi (Taguchi Design) merupakan perancangan parameter (robust),
yaitu metode atau teknik perancangan produk atau proses terfokus pada
minimalisasi variasi dan sensitivitas tingkat bising (noise).
E. Pengendalian (Control)
Pengendalian (Control) adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan
menjamin cacat tidak muncul kembali. Alat (tool) yang umum digunakan
adalah diagram kontrol (Control chart). Fungsi umum diagram kontrol
adalah, sebagai berikut:
Membantu mengurangi variabilitas.
Memonitor kinerja setiap saat.
Memungkinkan proses koreksi untuk mencegah penolakan.

3. Organizational Project Management Maturity Model (OPM3)


a. Pengertian
jadi OPM3 adalah sebuah aplikasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui
sebuah proyek. Seperti pada umumnya, hal ini dapat menentukan sebuah rute
untuk memperbaiki kinerja. OPM3 memiliki tiga elemen, yaitu:
1. Knowledge-pengguna menjadi lebih pandai dalam menggungakan standar
2. Assessment-organisasi membandingkan sendiri kinerja terbaiknya
terhadap standar kinerja
3. Improvement-organisasi menentukan perubahan seperti apa yang paling
dibutuhkan dan menguntungkan bagi organisasi
Didalam tiga elemen tadi, terdapat lima aktivitas yang akan dilakukan, yaitu:
1. Prepare for assessment
2. Perform assessment - Tentukan apakah dibutuhkan perubahan.
3. Plan for improvements
4. mplement improvements
5. Review results, repeat the process

Keuntungan OPM3:
a. Membantu organisasi mengidentifikasi dan memberikan proyek yang
tepatuntuk memajukan strategi mereka.
b. Peningkatan kinerja proyek dan laba atas investasi – memperbaiki proses
yangterisolasi sambil memaksa organisasi untuk mempertimbangkan
tekananeksternal meningkatkan efisiensi operasional dan organisasi
c. Membantu organisasi menyelaraskan strategi dengan proyekproyek
yangmempertahankan kesuksesan bisnis
d. Meringankan biaya operasi dengan menjaga proyek sejalan dengan strategi
bisnis.
4. Capability Maturity Model Integration (CMII)
a. Pengertian
Capability Maturity Model Integration (CMMI) merupakan suatu model
pendekatan dalam penilaian skala kematangan dan kemampuan sebuah
organisasi perangkat lunak. CMMI pada awalnya dikenal sebagai
Capability Maturity Model (CMM) yang dikembangkan oleh Software
Enginnering Institutedi Pittsburgh pada tahun 1987. Namun perkembangan
selanjutnya CMM menjadi CMMI. CMMI mendukung proses penilaian
secara bertingkat. Penilaiannya tersebut berdasarkan kuisioner dan
dikembangkan secara khusus untuk perangkat lunak yang juga mendukung
peningkatan proses.

Perbedaan CMMI dan ISO terletak pada ketelitiannya. Bila perusahaan kita
mendapat sertifikasi ISO, perusahaan harus memiliki Standard Operating
Procedure (SOP) yang tertulis. Kemudian harus membuktikan pada badan
sertifikasi bahwa SOP tersebut dijalankan dengan baik. Apa saja yang
ditulis dalam SOP bebas. ISO tidak mengatur sampai ke tingkat seperti
demikian.
Berbeda dengan CMMI, selain perusahaan mempunyai SOP, mempunyai
aturan khusus tentang isi SOP. Misalnya, kalau kita melakukan analisa
kebutuhan (requirement gathering), ada beberapa aturan yang harus diikuti,
misalnya:
Pernyataan kebutuhan user harus dicatat
1. Pernyataan kebutuhan harus dikonfirmasi ke user
2. kebutuhan harus disetujui kedua pihak
3. Kalau ada perubahan, harus dicatat
4. Antara kebutuhan dan software yang dideliver, harus bisa dilacak
bolak-balik
Keuntungan CMMI
Beberapa keuntungan yang diperoleh saat perusahaan menerapkan CMMI:
1. Penilaian studi kualitas (assessing) atas proses kematangan (maturity)
terkini.
2. Meningkatkan kualitas struktur organisasi dan pemrosesan dengan
mengikuti pendekatan best-practice.
3. Digunakan dalam proses uji-kinerja (benchmarking) dengan organisasi
lainnya.
4. Meningkatkan produktivitas dan menekan resiko proyek.
5. Menekan resiko dalam pengembangan perangkat lunak.
6. Meningkatkan kepuasan pelanggan.
7. Mempunyai fitur-fitur yang bersifat institusional, yaitu komitmen,
kemampuan untuk melakukan sesuatu, analisis dan pengukuran serta
verifikasi implementasi.
8. Tersedianya “Road Map” untuk peningkatan lebih lanjut.

5. Malcolm Bridge
a. Pengertian
Malcolm Baldridge merupakan kriteria pengukuran kinerja perusahaan
secara menyeluruh yang mencakup seluruh fungsi manajemen, aspek-aspek
pendekatan, penyebarluaskan dan hasil-hasil usaha serta membandingkan
kinerja intern perusahaan dari waktu ke waktu dengan perusahaan terbaik
di bidangnya (bench marking). Kriteria sasaran MBNQA adalah membantu
perusahaan dalam meningkatkan daya saing dengan menitikberatkan pada
sasaran yang berorientasi hasil dengan mengadakan peningkatan yang terus
menerus demi kepuasan pelanggan agar berhasil di pasar dan meningkatkan
kemampuan dan kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Menurut baldridge Pengukuran kinerja dengan model Malcolm
Baldridge secara garis besar terdiri dari 4 kriteria yaitu:
Kriteria product and service dimaksudkan barang dan jasa yang penting
bagi konsumen, seperti reliabilitas produk, pengiriman yang tepat waktu
dan tingkat pengalaman pelanggan.
Kriteria customer-focused dimaksudkan sebagai ukuran dan indikator
relatif mengenai persepsi, tindakan, dan perilaku konsumen, retensi
pelanggan, keluhan dan survey pelanggan.
Kriteria financial and marketplace performance dimaksudkan sebagai
kinerja yang diukur dengan tingkat biaya, penjualan, dan posisi pasar,
termasuk penggunaan aset, pertumbuhan aset, dan pangsa pasar. Hal ini
termasuk pula ROI, nilai tambah per pekerja, ROA, margin operasi, dan
kinerja anggaran.
Kriteria kinerja operasional dimaksudkan sebagai kinerja dalam SDM,
kepemimpinan dorganisasional dan kinerja etika yang dimaksudkan sebagai
efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas. Hal ini termasuk pula perputaran
waktu, produkstivitas, perputaran pekerja, tingkat pelatihan lintas
karyawan, akuntabilitas fiskal dan keterlibatan masyarakat.
MBNQA ditujukan untuk peningkatan kinerja perusahaan, membantu
memberikan arahan, menyiapkan perencanaan secara menyeluruh, menilai
kemajuan yang mengarah ke perusahaan kelas dunia, mengetahui bidang-
bidang yang perlu di perbaiki, menentukan kekuatan yang sudah dimiliki
dan perolehan award. Menurut Hiro Tugiman (1999), hal ini disebabkan
MBQNA menjalankan nilai-nilai yang inti sari nya terdiri dari :
a. Mutu yang dipacu oleh pelanggan (Customer-driven quality)
b. Kepemimpinan keterlibatan secara pribadi (leadership)
c. Perbaikan yang terus menerus (proses pembelajaran) (continuous
improvement and learning)
d. Melibatkan seluruh karyawan (valuing employee)
e. Respon yang cepat (Fast response)
f. Mutu terwujud melalui perancangan dan pencegahan ( design quality
dan prevention)
g. Berwawasan jangka panjang (long-range view of the future)
h. Manajemen berdasarkan fakta (management by fact)
i. Pengembangan kemitraan (partnership development)
j. Tanggung jawab perusahaan, masyarakat dan bangsa
k. Orientasi pada hasil (result focus)
l. Tanggung jawab masyarakat dan kewarganegaraan (Public
responsibility and citizenship)

Hal ini tampak pada tabel berikut ini:


Tabel Kategori dan Pembobotan Kriteria Malcolm Baldridge

Berdasarkan tabel diatas, masing-masing kriteria akan di jelaskan sebagai


berikut;
A. Kepemimpinan, kepemimpinan dimaksudkan pada cara pemimpin
senior menunjukkan nilai dan harapan kinerja yang terfokus pada
konsumen dan stakeholder, pemberdayaan, inovasi, pembelajaran dan
arahan organisasi. Kepemimpinan meliputi dua hal yaitu:
a. Kepemimpinan organisasional yang menjelaskan cara process
management
b. Product and Service Procession mengarahkan organisasi dan
mengkaji ulang kinerja yang telah dicapai. Tanggung jawab
perusahaan yang menjelaskan tentang cara organisasi menunjukkan
tanggung jawab pada masyarakat dan cara organisasi mlaksanakan
peran sebagai warga negara yang baik.

B. Perencanaan Strategis, kategori ini dimaksudkan untuk mengetahui


proses pengembangan strategi organisasi, termasuk cara organisasi
mengembangkan tujuan strategis, rencana tindakan, perencanaan SDM
yang terkait, dan cara perencanaan disebarkan dan kinerja diaplikasikan.
Kategori ini meliputi dua hal yaitu:
a. Pengembangan strategi yang menjelaskan proses pengembangan
strategi organisasi untuk memperkuat kinerja organisasi dan posisi
persaingan. Merangkum tujuan strategi kunci.
b. Penyebaran strategi, yang menjelaskan penyebaran strategi
organisasi. Merangkum rencana tindakan dan pengukuran kinerja
yang terkait.

C. Fokus pada Pelanggan dan Pasar, kategori ini dimaksudkan tentang cara
organisasai menetapkan tujuan, tuntutan, harapan, dan kecenderungan
konsumen dan pasar, mencerminkan hubungan organisasi dengan
konsumen dan menentukan tingkat kepuasan. Hal ini meliputi dua hal
yaitu:
a. Pengetahuan pelanggan dan pasar, hal ini menjelaskan cara
perusahaan menentukan permintaan jangka pendek dan jangka
panjang, harapan, dan kecenderungan konsumen dan pasar untuk
meyakinkan adanya barang dan jasa dan mengembangkan peluang
baru.
b. Hubungan dan kepuasan pelanggan, hal ini menjelaskan cara
organisasi menentukan kepuasan konsumen dan membangun
hubungan untuk mempertahankan bisnis yang ada dan
mengembangkan peluang baru.

D. Analisis dan informasi , hal ini dimaskudkan sebagai sistem pengukuran


kinerja organisasi dan cara organisasi menganalisis kinerja di seluruh
level dan seluruh bagian dalam organisasi. Kategori ini meliputi :
a. Pengukuran kinerja organisasi, yang menjelaskan cara organisasi
menyediakan sistem pengukuran kinerja yang efektif untuk
memahami perubahan dan peningkatan kinerja di seluruh level
dalam organisasi.
b. Analisis kinerja organisasi, hal ini menjelaskan cara organisasi
menganalisis data dan informasi kinerja untuk menilai dan
memahami kinerja organisasi secara menyeluruh.

E. Fokus pada Sumber Daya Manusia, kategori ini dimaksudkan tentang


sebagai cara organisasi yang memungkinkan karyawan
mengembangkan dan menggunakan seluruh potensi mereka untuk
disesuaikan dengan tujuan organisasi, mengupayakan organisasi untuk
mengembangkan dan memperbaiki lingkungan kerja dan mendukung
iklim yang kondusif kinerja yang sangat baik, partisipasi yang penuh
dan pertumbuhan organisasi. Kategori ini meliputi:
a. Sistem kerja, hal ini menjelaskan pekerjaan organisasi dan job
desain, kompensasi, kemajuan karir yang memungkinkan karyawan
untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi.
b. Pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karyawan, hal ini
menjelaskan cara organisasi mendidik, dan mendukung pelatihan
untuk mencapai tujuan bisnis, membangun pengetahuan karyawan,
skill, dan kapabilitas dan konstribusi untuk meningkatkan kinerja
karyawan.
c. Kesejahteraan dan kepuasan karyawan, hal ini menjelaskan tentang
cara organisasi memperbaiki lingkungan kerja dan iklim yang
mendukung yang memiliki kontribusi pada kesejahteraan, kepuasan
dan motivasi seluruh karyawan.

F. Proses manajemen, kategori ini dimaksudkan sebagai aspek kunci untuk


proses manajemen organisasi termasuk desain yang terfokus pada
pelanggan, pengiriman barang dan jasa, pemasok, dan proses yang
melibatkan seluruh unit kerja. Kategori ni meliputi:
a. Proses barang dan jasa, yang menjelaskan cara organisasi mengatur
desain barang dan jasa kunci dan proses pengiriman.
b. Proses pendukung, hal ini menjelaskan cara organisasi mengatur
proses pendukung kunci.
c. Proses pasokan dan kerjasama, hal ini menjelaskan cara organisasi
mengatur pemasok kunci atau interaksi kerjasama dan proses.

G. Hasil bisnis, hal ini dimaksudkan sebagai identifikasi kinerja organisasi


dan meningkatkan bisnis kunci, kepuasan pelanggan, kinerja barang dan
jasa, kinerja finansial dan pasar, hasil SDM, hasil pemasok dan partner,
dan kinerja operasional. Kategori ini meliputi :
a. Hasil yang terfokus pada pelanggan, yang merangkum hasil yang
terfokus pada konsumen organisasi, termasuk kepuasan pelanggan
dan hasil kinerja barang dan jasa.
b. Hasil finansial dan pasar, hal ini merangkum kunci finansial dan
hasil kinerja pasar, dan segmentasi pasar.
c. Hasil SDM, hal ini merangkum hasil-hasil SDM yang meliputi
kesejahteraan karyawan, kepuasan, pengembangan, dan kinerja
sistem kerja.
d. Hasil pemasok dan partner, hal ini merangkum pemasok kunci
organisasi.
e. Hasil efekivitas organisasi, hal ini merangkum kinerja operasi kunsi
yang memmilki kontribusi untuk mencapai efektivitas organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
https://tariecliple.wordpress.com/2012/11/06/teori-super-5-kaizen/