Anda di halaman 1dari 10

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

1. Judul Developing higher-order thinking skill (HOTS) test


Instrument using Lombok Local Cultures as Contexts
for Junior Secondary School Mathematics
Jurnal Research and Evaluation in Education
Halaman dan Volume 126-135 dan 4 (2)
Tahun 2018
Penulis Syukrul Hamdi, Iin Aulia Suganda, dan Nila Hayati
Sumber Directory of Open Access Journals
Reviewer Naufal Lina Azmi
Tanggal Review 10 April 2019
Tujuan Penelitian Mengembangkan instrumen tes HOTS dengan konteks
budaya lokal dimateri pelajaran matematika sekolah
menengah pertama untuk mempersiapkan siswa
menghadapi Abad ke 21. Instrumen tes yang valid dan
dapat diandalkan dapat digunakan untuk melatih siswa
dalam mencapai HOTS, membantu guru dalam menguji
HOTS siswa, dan menjadi sumber referensi untuk
pengembangan item tes HOTS untuk kompetensi dasar
lainnya dalam silabus.
Metode Penelitian Langkah-langkah :
pengumpulan awal informasi, perencanaan, pengembangan
pertama draf dan validasi pakar, uji coba / pembacaan skala
terbatas, revisi konsep pertama, bidang uji coba, dan revisi
produk akhir.
Objek Penelitian Siswa SMP kelas VIII Semester 2 yang menggunakan
Kurikulum 2013 di Lombok
Teknik Pengumpulan Data Uji coba dan validasi pakar
Analisis Data Penggunaan elemen budaya dalam item tes HOTS akan
dapat meningkatkan indra kemelekatan siswa dan
kepemilikan terhadap potensi lokal tempat tinggal mereka.
Menghubungkan matematika dengan budaya juga akan
membantu siswa melihat koneksi dan aplikasi matematika
tidak hanya dengan disiplin ilmu sains lainnya tetapi juga
dengan dunia nyata.
Validasi oleh para ahli adalah dengan melihat isi dari
produk awal dan dapatkan umpan balik untuk merevisi draft
pertama. Hasil pemeriksaan keterbacaan masuk uji coba
skala terbatas menunjukkan bahwa mayoritas siswa
memberikan tanggapan positif terhadap tes, antara 75% dan
94%. Ini diperkuat oleh komentar positif yang ditulis oleh
beberapa siswa. Revisi produk akhir dilakukan untuk
mendapatkan instrumen tes yang valid dan reliabel. Revisi
dilakukan dengan melihat hasil evaluasi dalam uji coba dua
produk. Revisi ini melibatkan validasi para ahli,uji coba
skala terbatas, dan uji coba lapangan. Validasi para ahli dan
uji coba produk digunakan sebagai pertimbangan utam
revisi. Pertama, revisi item didasarkan pada masukan dan
saran para ahli. Secara umum, ini termasuk format
penulisan, kelengkapan teks stimulus, gambar yang lebih
jelas, dan kesesuaian dengan sekolah menengah pertama
tingkat sekolah. Kedua, revisi item dari uji coba skala
terbatas dilakukan pada hasil analisis karakteristik item.
Sebagian besar revisi berkaitan dengan kekuatan
diskriminatif dan pengganggu tidak berfungsi. Ketiga, revisi
item dari uji coba lapangan dilakukan dengan cara yang
sama. Semua item tes kemudian diverifikasi dengan
indikator HOTS dipastikan bahwa semua indikator telah
diwakili. Setelah diverifikasi, semua item diformat ulang
untuk menjadi produk akhir belajar.
Hasil dan Pembahasan Produk penelitian ini valid dan instrumen tes HOTS
menggunakan budaya Lombok sebagai konteks reliabel.
Pengembangan instrumen dimulai dengan ulasan HOTS
menurut Brookhart (2010, p. 29), terdiri dari kemampuan
logika dan penalaran, analisis, evaluasi, kreasi, pemecahan
masalah, dan juga keputusan penilaian. Selanjutnya diikuti
dengan merumuskan indikator dan penulisan butir soal.
Kemudian, item soal dilakukan pengujian dengan validasi
konten melalui penilaian ahli. Analisis yang digunakan
yaitu mengikuti analisis Aiken. Sebelum diadministrasikan
dalam uji coba lapangan, item-item soal tersebut dikenakan
uji coba skala terbatas untuk keterbacaan. Uji coba
lapangan melibatkan 75 siswa dari dua sekolah. Terakhir,
analisis item soal dan estimasi reliabilitas dilakukan.
Pengembangan instrumen tes telah dilakukan mengikuti
prosedur standar dan ditemukan bahwa instrumen tes ini
valid dan reliabel. Item instrumen tes yang dikembangkan
dalam penelitian ini adalah tipe pilihan ganda. Menurut
pendapat dan hasil penelitian dari ahli, tes pilihan ganda
dapat digunakan untukmengukur HOTS (Budiman &
Jailani, 2014, p.142). Disarankan bahwa format item
instrumen tes HOTS terdiri dari pendahuluan diikuti oleh
opsi tanggapan.
Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian dan diskusi, kesimpulan
diambil sebagai berikut. Produk akhir dari penelitian ini
adalah instrumen tes HOTS menggunakan budaya lokal
Lombok sebagai konteks untuk matematika sekolah
menengah pertama terdiri dari 15 item tes pilihan ganda
dengan empat opsi. Validitas tes adalah ditunjukkan oleh
penilaian para ahli yang ditampilkan bahwa tes itu baik
untuk digunakan dalam aspek-aspek isi, format, dan bahasa.
Berdasarkanteori tes klasik, instrumen memenuhi
persyaratan untuk keandalan yang ditunjukkan dengan
koefisien reliabilitas 0,79 (kategori baik), dengan skor rata-
rata 0,28 untuk tingkat kesulitan (kategori sedang),
membedakankekuatan 0,31 (kategori baik), dan pengacau
yang berfungsi.
2. Judul The Evaluation of Higher Order Thinking Skills
Assessment of Special Needs Education Students with
Guided Inquiry Method
Jurnal Journal of ICSAR
Halaman dan Volume 28-31 dan 2 (1)
Tahun 2018
Penulis Imam Yuwono, Chairil Faif Pasani
Sumber Directory of Open Access Journals
Reviewer Naufal Lina Azmi
Tanggal Review
Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk memahami
tentang metode pembelajaran inkuiri terbimbing, kebutuhan
dosen akan instrumen penilaian tingkat HOTS (fase
pendahuluan). (2) untuk menganalisis pembelajaran
implementasi dan kesulitan belajar siswa (fase transaksi),
dan (3) untuk mengetahui tentang siswakemampuan pada
penilaian tingkat HOTS (fase hasil).
Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian evaluasi deskriptif, dengan
model Countenance Stake. Evaluasi model Countenance
Stake terdiri dari mengumpulkan data, analisis logis, dan
analis empiris. Teknik analisis data dalam penelitian ini
adalah persentase analisis deskriptif.
Objek Penelitian Objek penelitian adalah 4 orang dosen dan 38 siswa
Program Pendidikan Kebutuhan Khusus Universitas
Lambung Mangkurat Banjarmasin pada tahun 2008
semester ketiga tahun akademik 2017/2018.
Teknik Pengumpulan Data Observasi menggunakan kuesioner dalam kegiatan studi
lapangan.
Hasil dan Pembahasan Penilaian tentang mata pelajaran Pendidikan Inklusif
dilakukan tiga kali. Pertama, tes tengah semester dengan
memberikan tugas menyiapkan kasus studi fiktif dan
seminar. Kedua, tes akhir semester dengan melakukan
pertanyaan tertulis, pilihan ganda dalam sketsa atau studi
kasus tetapi tidak semua pertanyaan di tingkat analisis (C4),
sintesis (C5) dan evaluasi (C6), ini didukung oleh hasil
wawancara: "itu sangat sulit karena studi kasus di tingkat
HOTS membutuhkan pemikiran kreatif,keterampilan
aplikatif yang kritis dan reflektif, karena sebagai dosen
waktu untuk praktik klinis dan pertemuan kasus patologis
sangat jarang ”. Ini sesuai dengan pendapat Hammen et al.
(2004) pengembangan instrumen tingkat HOT diperlukan
kemampuan dosen dalam berpikir kreatif yang
menghasilkan sesuatu yang baru, kemampuan berpikir kritis
membuat keputusan yang logis dan percaya pada kebenaran
dan pemikiran reflektif dalam memilih dan memutuskan
solusi tentang masalah tersebut.
Berdasarkan hasil ujian semester akhir, mata pelajaran
penilaian siswa dengan khusus kebutuhan dihasilkan dari
kemampuan siswa dengan tingkat tinggi (27%), sedang
(42%) dan rendah (31%). Dengan model pembelajaran
inkuiri terbimbing sangat diperlukan bagi siswa, karena
sulit untuk belajar menganalisis dan menyelesaikan masalah
dalam subjek penilaian anak-anak dengan kebutuhan
khusus, oleh karena itu dosen diharapkan untuk
menyediakan pembelajaran dengan menerapkan model dan
pelatihan inkuiri terbimbing siswa yang aktif untuk dapat
menyelesaikan penilaian dengan level HOTS. Berdasarkan
kuesioner siswa analisis data, mereka memang
membutuhkan instrumen penilaian yang dapat melatih
mereka dalam mempelajari penilaian anak-anak dengan
kebutuhan khusus di laboratorium, khususnya dalam
analisis hasil penilaian.
Kesimpulan Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa: Dari
empat dosen penilaian anak dengan istimewa subjek
kebutuhan telah memahami metode inkuiri terbimbing,
tetapi implementasi pembelajaran masih dipusatkan oleh
dosen, para siswa masih cenderung pasif. Tidak semua
dosen bisa mengatur penilaian menggunakan model studi
kasus untuk mencapai level HOTS. Kemampuan siswa
untuk menilai tingkat pembelajaran dalam penilaian anak-
anak dengan kebutuhan khusus model inkuiri menghasilkan
tingkat tinggi (27%), sedang (42%) dan rendah (31%)

3. Judul The Development of Higher Order Thinking Skill (Hots)


Instrument Assessment In Physics Study
Jurnal IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-
JRME)
Halaman dan Volume 26-32 dan 7 (1)
Tahun 2017
Penulis Merta Dhewa Kusuma, Undang Rosidin, Abdurrahman,
Agus Suyatna
Sumber www.iosrjournals.org
Reviewer Naufal Lina Azmi
Tanggal Review
Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
indikator dan efektivitas instrumen penilaian HOTS sebagai
penilaian untuk pembelajaran bagi siswa sekolah
menengah.
Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Produk
yang dikembangkan adalah penilaian instrumen untuk
melatih pemikiran tingkat tinggi siswa (HOTS). Tipe
pengembangan diadaptasi dari tipe Borg dan Gall yang
terdiri dari 10 langkah pengembangan. Namun dalam
penelitian ini digunakan 7 langkah saja, yang terdiri dari:
1) penelitian dan mengumpulkan informasi,
2) perencanaan,
3) pengembangan produk awal,
4) uji coba terbatas,
5) revisi produk awal,
6) uji coba lapangan, dan
7) revisi produk akhir.
Objek Penelitian SMA Negeri 1 Kotabumi 40
MA Muhammadiyah Abung Kunang Kotabumi 25
SMA Al-Anshor Way Bayas Gadingrejo Pringsewu
Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil
analisis pengujian instrumen tes berbasis HOTS
Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen HOTS
yang telah dikembangkan dapat membantu siswa dalam
melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi mereka sebagai
penilaian untuk belajar. Berdasarkan bidang coba untuk
melatih HOTS siswa, dapat dilihat bahwa siswa dengan
kemampuan HOTS dan kategori baik berjumlah 50,2%.
Demikian, penilaian instrumen HOTS yang telah
dikembangkan sangat efektif dalam melatih siswa untuk
memiliki yang baik HOTS, bahwa penilaian instrumen
dapat digunakan sebagai penilaian untuk pembelajaran bagi
siswa. Hasil ini paralel dengan penelitian yang dilakukan
oleh Treagust, et al (2001) tentang penggunaan penilaian
sebagai pedoman dalam mengajar pemahaman sains
terhadap siswa sekolah menengah. Hasil yang didapat
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran
dengan menggunakan lembar penilaian sebagai penilaian
untuk pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa
dalam pembelajaran sains. Karena itu, gunakan penilaian
instrumen HOTS sebagai penilaian untuk pembelajaran
yang telah dikembangkan dapat melatih siswa kemampuan
berpikir yang sebagian besar berada dalam kemampuan
kategori HOTS yang baik. Setelah siswa diklasifikasikan
berdasarkan pada mereka sendiri Kategori HOTS, maka
pengaturan pertanyaan benar-benar dilakukan dan diberikan
kembali kepada mereka untuk melihat efektivitasnya tes
instrumen yang telah dikembangkan apakah itu dapat
mengukur HOTS siswa berdasarkan kriteria diminta atau
tidak. Dalam hal ini, penggunaan instrumen penilaian
HOTS adalah salah satu alternatif bagi guru untuk melatih
dan tentukan level HOTS siswa. Dengan melakukan
pertanyaan HOTS, siswa dapat memberikan jawaban yang
sesuai berdasarkan pada mereka kemampuan berpikir,
sehingga guru tahu seberapa baik kemampuan berpikir
siswa.
Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa telah
dikembangkan instrumen penilaian HOTS dengan indikator
HOTS dalam bahan fluida statis berdasarkan proses dimensi
kognitif dalam bentuk analisis kemampuan (C4),
mengevaluasi (C5), dan menciptakan (C6), serta dimensi
pengetahuan dalam bentuk pengetahuan faktual, prosedur
konseptual, dan metakognitif. Indikator kemampuan
menganalisis (C4) yang telah dikembangkan adalah
kemampuan menganalisis pengetahuan (PF), analisis
pengetahuan konseptual (PK), analisis pengetahuan
prosedural (PP), dan pengetahuan metakognitif analisis
(PM). Indikator evaluasi kemampuan (C5) yang telah
dikembangkan adalah kemampuan evaluasi pengetahuan
faktual (PF), evaluasi pengetahuan konseptual (PK),
evaluasi pengetahuan prosedural (PP), dan evaluasi
pengetahuan metakognitif (PM). Indikator kemampuan
menciptakan (C6) yang telah dikembangkan adalah
penciptaan pengetahuan konseptual kemampuan (PK),
menciptakan pengetahuan prosedural (PP), dan
menciptakan menciptakan pengetahuan metakognitif (PM).
Berdasarkan hasil penelitian, penilaian instrumen HOTS
sebagai penilaian untuk belajar efektif untuk melatih HOTS
siswa juga efektif dalam mengukur kemampuan berpikir
siswa berdasarkan tingkat HOTS setiap siswa.

4. Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

5. Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
6. Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Judul
Jurnal
Halaman dan Volume
Tahun
Penulis
Sumber
Reviewer
Tanggal Review
Tujuan Penelitian
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai