Anda di halaman 1dari 34

Halo semuanya, apa kabar?

kali ini saya akan memberikan contoh soal uji kompetensi


keperawatan jiwa yaa, tetap semangat belajarnya, langsung saja kita belajar soal-soalnya.

1. Seorang klien (30 tahun) dirawat di RSJ. Saat makan siang, klien tampak marah-marah sambil
melempar piring makan. Perawat memutuskan untuk memasukkan klien ke ruang isolasi sambil
berkata : “Jika kamu tidak marah seperti tadi lagi, akan segera saya keluarkan”.
Berdasarkan kasus diatas, apakah teknik terapi perilaku yang digunakan perawat tersebut ?

a.Positive reinforcement
b.Negative Punishment
c.Negative Reinforcement
d.Positive Punishment
e.Reward and Punishment

Jawaban d.Positive Punishment

2. Seorang perempuan (36 tahun) dibawa ke RSJ karena merasa dirinya jelek dan penampilannya
tidak menarik, klien mengatakan tidak ada orang yang suka padanya dan sering merasa bersalah.
Klien memiliki riwayat menggunakan NAPZA 4 tahun yang lalu. Saat ditanya apa rencana klien
kedepan, klien menjawab tidak memiliki rencana apapun.
Berdasarkan kasus diatas, apa tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali kepada
klien ?

a.Melatih kegiatan yang klien sukai


b.Menilai kemampuan yang dapat klien lakukan
c.Melatih klien untuk bercakap-cakap
d.Melatih klien cara menghardik perasaan negatif di dirinya
e.Mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala, proses terjadinya dan akibatnya harga diri rendah

Jawaban e.Mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala, proses terjadinya dan akibatnya
harga diri rendah

3. Seorang laki-laki (32 tahun) dirawat di RSJ sejak 2 minggu yang lalu. Klien mengaku,"Saya
ini titisan Albert Einsten, punya banyak perusahaan, tabungan banyak, harta berlimpah dan
rumah besar ". Klien merasa senang dan nyaman dengan keyakinannya serta menganggap kalau
semua orang mendukungnya. Perawat ruangan berupaya untuk berbicara dengan klien dalam
konteks realita.
Berdasarkan tindakan keperawatan berikut, tindakan manakah yang tidak relevan dilakukan
kepada klien ?

a.Membina hubungan saling percaya dengan klien


b.Tidak mendukung atau membantah waham klien
c.Jangan berbeda pendapat dengan klien
d.Yakinkan bahwa klien berada dalam keadaan aman
e.Observasi pengaruh waham terhadap aktivitas sehari-hari klien
Jawaban c.Jangan berbeda pendapat dengan klien

4. Seorang laki-laki (45 tahun) datang ke RSJ dengan keluhan sering mendengar suara-suara
yang mengancam, sering bicara sendiri dan marah-marah tanpa sebab. Klien mengatakan kalau
dirinya mendengar suara-suara yang menyuruh untuk keliling lapangan di desanya tanpa
menggunakan pakaian. Perawat telah mengajarkan klien untuk melakukan aktivitas terjadwal.
Apakah tujuan dari tindakan keperawatan tersebut ?

a.Membantu klien mengenali halusinasi


b.Melatih klien mengontrol halusinasi
c.Melatih klien adaptif dengan halusinasinya
d.Melatih klien untuk hidup tenang tanpa gangguan
e.Melatih klien untuk terhindar dari suara-suara aneh

Jawaban b.Melatih klien mengontrol halusinasi

5. Seorang laki-laki (40 tahun), sudah 1 minggu dirawat di RSJ. Berdasarkan pengkajian, klien
tampak membentur-benturkan kepalanya ke tembok kamarnya. Klien mengatakan masih
mendengar suara yang menyuruh dirinya untuk bunuh diri. Klien juga mengungkapkan
perasaaan kesalnya dan mengatakan ingin segera mengakhiri hidupnya.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan klien ?

a.Resiko perilaku kekerasan


b.Resiko bunuh diri
c.Halusinasi Pendengaran
d.Gangguan Isi Pikir
e.Isolasi Sosial

Jawaban b.Resiko bunuh diri

6. Sdr. K (30 th) masuk RS Jiwa, saat dikaji didapatkan data : klien mengatakan : ”saya sangat
tidak berguna dan terbuang suster, saya sangat malu,....rasanya saya lebih baik tidak dilahirkan
saja...”. Dari keterangan keluarga hal tersebut terjadi sejak 1 tahun yang lalu setelah Sdr. K
ditinggalkan istrinya menikah lagi dengan orang lain. Dari data observasi : klien kurang
mempertahankan kontak mata, wajah sedih saat bercerita.
Pertanyaan Soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?

Pilihan Jawaban
a. Isolasi Sosial
b. Resiko menarik diri
c. Harga diri rendah akut
d. Harga diri rendah kronis
e. Gangguan sensori persepsi

Jawaban d. Harga diri rendah kronis


7. Bpk.L (40 th) sudah 1 minggu dirawat di RS Jiwa, saat dikaji Bpk.L masih tidak mau
berbicara namun kadang-kadang masih mempertahankan kontak mata saat interaksi. Dari
observasi Bpk.L selalu duduk sendiri dan tidak mau berkumpul dengan teman-temannya.
Pertanyaan Soal
Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada kasus diatas?

Pilihan Jawaban
a. Membina hubungan saling percaya
b. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari
c. Membiarkan klien sendiri supaya tetap tenang
d. Mendemonstrasikan cara mengatasi kesedihan
e. Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap

Jawaban e. Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap

8. Sdr. S (25 th) di rawat di RS Jiwa mengatakan sering marah bila teman sekamarnya
mengganggu dan mengambil barang-barangnya dengan berkata ”bangsaat...!! kurang ajar
!! jangan ambil barang saya !!...” namun tidak menunjukkan perilaku yang melukai orang lain
Pertanyaan Soal
Berdasarkan rentang respon marah, perilaku apakah yang ditunjukkan oleh pasien tersebut?

Pilihan Jawaban
a. Amuk
b. Mania
c. Agresif
d. Violent
e. Frustasi

Jawaban c. Agresif

Kisi Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Jiwa serta Kunci Jawaban
Edisi 7 Versi Tabel

Dibawah ini saya berikan contoh kisi soal UKOM keperawatan jiwa dan kunci
jawabannya

Kunci
No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban
Jawaban
a.Positive
Seorang klien (30 tahun) dirawat di RSJ. Saat makan siang,
reinforcement
klien tampak marah-marah sambil melempar piring makan. Jawaban
b.Negative
1 Perawat memutuskan untuk memasukkan klien ke ruang d.Positive
Punishment
isolasi sambil berkata : “Jika kamu tidak marah seperti tadi Punishment
c.Negative
lagi, akan segera saya keluarkan”.
Reinforcement
Berdasarkan kasus diatas, apakah teknik terapi perilaku d.Positive
yang digunakan perawat tersebut ? Punishment
e.Reward and
Punishment
Seorang perempuan (36 tahun) dibawa ke RSJ karena
merasa dirinya jelek dan penampilannya tidak menarik,
klien mengatakan tidak ada orang yang suka padanya dan
2 sering merasa bersalah. Klien memiliki riwayat
menggunakan NAPZA 4 tahun yang lalu. Saat ditanya apa
rencana klien kedepan, klien menjawab tidak memiliki
rencana apapun.

Berdasarkan kasus diatas, apa tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali kepada
klien ? a.Melatih kegiatan yang klien sukai
b.Menilai kemampuan yang dapat klien lakukan
c.Melatih klien untuk bercakap-cakap
d.Melatih klien cara menghardik perasaan negatif di dirinya
e.Mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala, proses terjadinya dan akibatnya harga diri rendah
Jawaban e.Mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala, proses terjadinya dan akibatnya harga
diri rendah 3 Seorang laki-laki (32 tahun) dirawat di RSJ sejak 2 minggu yang lalu. Klien
mengaku,"Saya ini titisan Albert Einsten, punya banyak perusahaan, tabungan banyak, harta
berlimpah dan rumah besar ". Klien merasa senang dan nyaman dengan keyakinannya serta
menganggap kalau semua orang mendukungnya. Perawat ruangan berupaya untuk berbicara
dengan klien dalam konteks realita.

Berdasarkan tindakan keperawatan berikut, tindakan manakah yang tidak relevan dilakukan
kepada klien ? a.Membina hubungan saling percaya dengan klien
b.Tidak mendukung atau membantah waham klien
c.Jangan berbeda pendapat dengan klien
d.Yakinkan bahwa klien berada dalam keadaan aman
e.Observasi pengaruh waham terhadap aktivitas sehari-hari klien Jawaban c.Jangan berbeda
pendapat dengan klien 4 Seorang laki-laki (45 tahun) datang ke RSJ dengan keluhan sering
mendengar suara-suara yang mengancam, sering bicara sendiri dan marah-marah tanpa sebab.
Klien mengatakan kalau dirinya mendengar suara-suara yang menyuruh untuk keliling lapangan
di desanya tanpa menggunakan pakaian. Perawat telah mengajarkan klien untuk melakukan
aktivitas terjadwal.
Apakah tujuan dari tindakan keperawatan tersebut ? a.Membantu klien mengenali halusinasi
b.Melatih klien mengontrol halusinasi
c.Melatih klien adaptif dengan halusinasinya
d.Melatih klien untuk hidup tenang tanpa gangguan
e.Melatih klien untuk terhindar dari suara-suara aneh Jawaban b.Melatih klien mengontrol
halusinasi 5 Seorang laki-laki (40 tahun), sudah 1 minggu dirawat di RSJ. Berdasarkan
pengkajian, klien tampak membentur-benturkan kepalanya ke tembok kamarnya. Klien
mengatakan masih mendengar suara yang menyuruh dirinya untuk bunuh diri. Klien juga
mengungkapkan perasaaan kesalnya dan mengatakan ingin segera mengakhiri hidupnya.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan klien ? a.Resiko perilaku kekerasan
b.Resiko bunuh diri
c.Halusinasi Pendengaran
d.Gangguan Isi Pikir
e.Isolasi Sosial Jawaban b.Resiko bunuh diri 6 Sdr. K (30 th) masuk RS Jiwa, saat dikaji
didapatkan data : klien mengatakan : ”saya sangat tidak berguna dan terbuang suster, saya sangat
malu,....rasanya saya lebih baik tidak dilahirkan saja...”. Dari keterangan keluarga hal tersebut
terjadi sejak 1 tahun yang lalu setelah Sdr. K ditinggalkan istrinya menikah lagi dengan orang
lain. Dari data observasi : klien kurang mempertahankan kontak mata, wajah sedih saat bercerita.
Pertanyaan Soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas? Pilihan Jawaban
a. Isolasi Sosial
b. Resiko menarik diri
c. Harga diri rendah akut
d. Harga diri rendah kronis
e. Gangguan sensori persepsi Jawaban d. Harga diri rendah kronis 7 Bpk.L (40 th) sudah 1
minggu dirawat di RS Jiwa, saat dikaji Bpk.L masih tidak mau berbicara namun kadang-kadang
masih mempertahankan kontak mata saat interaksi. Dari observasi Bpk.L selalu duduk sendiri
dan tidak mau berkumpul dengan teman-temannya.
Pertanyaan Soal
Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada kasus diatas? Pilihan Jawaban
a. Membina hubungan saling percaya
b. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari
c. Membiarkan klien sendiri supaya tetap tenang
d. Mendemonstrasikan cara mengatasi kesedihan
e. Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap Jawaban e. Mengajarkan berhubungan
sosial secara bertahap 8 Sdr. S (25 th) di rawat di RS Jiwa mengatakan sering marah bila teman
sekamarnya mengganggu dan mengambil barang-barangnya dengan berkata
”bangsaat...!! kurang ajar !! jangan ambil barang saya !!...” namun tidak menunjukkan perilaku
yang melukai orang lain
Pertanyaan Soal
Berdasarkan rentang respon marah, perilaku apakah yang ditunjukkan oleh pasien tersebut?
Pilihan Jawaban
a. Amuk
b. Mania
c. Agresif
d. Violent
e. Frustasi Jawaban c. Agresif
Baca Juga :

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 6
Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 5
Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 4
Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 3
Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 2
Sumber : Contoh soal-soal uji kompetensi keperawatan ini diambil dari beberapa sumber refrensi
berikut ini :

 KBS UKOM Keperawatan Indonesia 2018


 https://kumpulanukom.blogspot.com
 https://perawatkitasatu.blogspot.com

Demikianlah contoh soal UKOM jiwa ini, semoga apa yang telah saya berikan ini mendapatkan
manfaat dan meningkatkan pengetahuan bagi teman-teman semua, aamiin.

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Perawat Jiwa dan Kunci Jawaban Edisi 6

ukomperawat.blogspot.com

1. Seorang perawat sedang mengumpulkan data klien dan istri klien mengatakan bahwa klien
mengkonsumsi obat donepezil hydrochloride (Aricept). Apakah nama penyakit yang seharusnya
menjadi pertimbangan perawat berdasarkan penggunaan obat tersebut?

A. Demensia
B. Skizofrenia
C. Kejang
D. gangguan obsesif kompulsif
E. Alzeimer

Jawaban : A. Demensia
Rasional: Donepezil hydrochloride adalah agen kolinergik yang digunakan pada pengobatan
demensia ringan sampai sedang dari tipe alzeimer. Obat itu menambah fungsi kolinergik dengan
meningkatkan jumlah asetikolin. Hal itu memperlambat perkembangan terhadap penyakit
alzeimer. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada pilihan B, C, dan D.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu indikasi donepezil hydrochloride. Ingatlah
bahwa obat ini digunakan untuk mengatasi demensia ringan sampai sedang.
Review: Donepezil
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 387-388

2. Seorang perempuan (25 tahun) dirawat di RSJ sejak 3 hari yang lalu. Berdasarkan pengkajian :
klien merasa dirinya tak berarti lagi dan dirinya adalah manusia yang hina dan kotor, serta tidak
bakalan ada orang yang mau dengannya lagi padahal ia berharap bisa menikah diusia 26 tahun
nanti.
Berdasarkan kasus diatas, apa tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali untuk
klien ?

a.Mengajarkan cara berkenalan dengan orang lain kepada klien


b.Melatih kemampuan positif yang dipilih klien
c.Menjelaskan penyebab, tanda dan gejala, proses terjadi, dan akibat dari masalah yang dialami
klien
d.Melatih klien teknik relaksasi napas dalam
e.Melatih klien untuk melakukan kegiatan yang sudah dipilih

Jawaban c.Menjelaskan penyebab, tanda dan gejala, proses terjadi, dan akibat dari
masalah yang dialami klien

3. Seorang laki-laki (34 tahun) dirawat di RSJ karena sering marah-marah tanpa sebab,
melempar perabotan rumah tangga dan hampir memukul anaknya. Berdasarkan pengkajian : Saat
ini, klien sudah mampu mengontrol marahnya dengan teknik napas dalam, pukul bantal, dan
minum obat dengan teratur.
Berdasarkan kasus diatas, teknik mengontrol marah apalagi yang seharusnya diajarkan oleh
perawat kepada klien ?

a.Mengontrol marah dengan cara verbal/bicara baik-baik


b.Mengontrol marah dengan cara spiritual
c.Mengontrol marah dengan cara mendengarkan musik
d.Mengontrol marah dengan melakukan aktifitas yang terjadwal
e.Mengontrol marah dengan cara beristirahat

Jawaban a.Mengontrol marah dengan cara verbal/bicara baik-baik

4. Seorang perempuan (35 tahun) merasa letih, lemah, pucat dan jantung berdebar setelah
mendengar anaknya didiagnosa penyakit leukemia. Sambil terisak, klien mengatakan “saya tidak
percaya bahwa itu terjadi, itu tidak mungkin.”
Berdasarkan kasus diatas, fase kehilangan apa yang dialami oleh klien ?

a.Anger
b.Denial
c.Acceptance
d.Bergaining
e.Depresi
Jawaban b.Denial

5. Seorang anak (15 Tahun) dirawat di RSJ.X sejak 1 minggu yang lalu. Berdasarkan pengkajian
: klien berteriak-teriak sambil menutup wajahnya mengatakan kepada semua orang : “Hai...awas
jangan dekat-dekat ada bayangan yang akan masuk ketubuhmu, awas jangan duduk disana !!”
Berdasarkan kasus diatas, bagaimanakah strategi komunikasi awal yang tepat dilakukan perawat
kepada anak ?

a."Coba Adek ceritakan seperti apa bayangan yang adek lihat itu ?
b."Adek kalau bayangan itu datang ucapkan dalam hati kalau itu tidak nyata".
c."Adek, jangan lupa obatnya diminum ya.."
d."Baiklah, terimakasih dek sudah mau melihat bayangan itu".
e."Nanti kalau bayangan itu ada kasaih tahu saya ya.."

Jawaban a."Coba Adek ceritakan seperti apa bayangan yang adek lihat itu ?

6. Seorang klien (27 tahun) dirawat di RSJ sejak 1 hari yang lalu dengan keluhan marah-marah
tanpa sebab dan mengamuk. Menurut keluarga, klien bersikap seperti ini karena tidak dibelikan
sepeda motor oleh ibunya. Perawat ruangan mengajarkan klien cara melampiaskan marah dengan
memukul benda lunak. Apakah tujuan dari tindakan keperawatan tersebut ?

a.Membuat marah klien cepat selesai


b.Menyalurkan energi kemarahan yang aman
c.Mempercepat menghilangkan rasa marah
d.Membuat orang lain takut
e.Menghindari klien dimasukkan ke ruang isolasi

Jawaban b.Menyalurkan energi kemarahan yang aman

7. Seorang laki-laki (38 tahun) masuk RSJ dengan agresif-amuk sejak 5 hari yang lalu.
Berdasarkan pengkajian : klien sudah terlihat tenang, tidak menggangu teman yang lain dan
sudah mau minum obat dengan teratur. Perawat menilai bahwa klien sudah bisa diajarkan latihan
asertif.
Apakah prinsip latihan asertif yang harus diketahui oleh perawat ?

a.Mengungkapkan marah secara langsung pada orang yang membuatnya marah


b.Berani mengatakan tidak untuk hal yang tidak beralasan (logis)
c.Tidak mengungkapkan semua keluhan yang dirasakan
d.Mengungkapkan penghargaan/pujian pada siapa saja
e.Mengungkapkan perasaan pada orang terdekat

Jwaban b.Berani mengatakan tidak untuk hal yang tidak beralasan (logis)

8. Seorang perempuan (60 tahun) dirawat di RSJ sejak 2 minggu yang lalu. Perawat sudah
mengajarkan klien cara melakukan perawatan diri, akan tetapi sampai saat ini klien belum
mampu melakukan perawatan diri dengan baik. Penampilan klien masih terlihat kurang rapi,
pakaian tampak kotor dan motivasi diri masih kurang.
Agar perawatan diri klien meningkat, terapi aktivitas kelompok apa yang tepat diberikan ?

a.TAK Sosialisasi
b.TAK Perawatan Diri
c.TAK Orientasi Realita
d.TAK Stimulasi Persepsi
e.TAK Suportif

Jawaban b.TAK Perawatan Diri

9. Seorang perawat melakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) kepada sekelompok klien
dengan diagnosa perilaku kekerasan. Perawat tersebut menstimulasi klien dan memberikan
pengetahuan mengenai anjuran patuh minum obat.
Berdasarkan kasus diatas, sesi keberapakah TAK yang dilakukan oleh perawat tersebut ?

a.sesi 1
b.sesi 2
c.sesi 3
d.sesi 4
e.sesi 5

Jawaban e.sesi 5

1. Seorang klien mendapatkan pengobatan buspirone (Buspar) selama satu bulan kembali ke
klinik untuk melakukan pemeriksaan tindak lanjut. Perawat mengganggap bahwa pengobatan
efektif jika tidak ada manisfestasi berikut :

A. Pikirkan paranoid
B. Jantung berdebar-debar atau ansietas
C. Tanda ketergantungan alkohol
D. Pikiran yang tidak keruan dan delusi
E. Penurunan frekuensi halusinasi

Jawaban :

B. Jantung berdebar-debar atau ansietas


Rasional: Buspirone (Buspar) tidak direkomendasikan untuk pengobatan pikiran paranoid tanpa
lepas obat atau alkohol atau skizofrenia. Buspirone (buspar) sering diindikasikan untuk
penatalaksanaan ansietas.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci “efektif.” Perhatikan kalimat “tidak ada
manifestasi berikut” pada soal. Dengan mengingat kembali bahwa buspirone adalah obat untuk
ansietas akan mengarahkan anda pada jawaban yang benar.
Review: Aksi dan penggunaan obat Buspirone (Buspar)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar Pustaka: Hodgson, Kizior (2013), p. 157-158

2. Manakah intervensi yang paling tepat untuk merawat klien dengan gejolak penolakan pada
ketergantungan alkohol?

A. Pantau kenaikan berat badan


B. Pertahankan status puasa
C. Sediakan dukungan kelompok
D. Sediakan stimulasi dalam lingkungan
E. Sediakan orientasi realitas yang sesuai

Jawaban :

E. Sediakan orientasi realitas yang sesuai


Rasional: Ketika klien sedanga mengalami gejala penolakan padaketergantungan alkohol,
prioritas perawatan yaitu mencegah klien membahayakan dirinya sendiri. Perawat sebaiknya
menurunkan stimulasi lingkungan untuk menjaga klien sebisa mungkin agar tetap tenang.
Perawat sebaiknya memantau TTV secara ketat dan melaporkan temuan yang abnormal. Perawat
mengorientasikan kenyataan sesering mungkin kepada klien dan dan menempatkan halusinasi
secara terapeutik. Nutrisi dan asupan cairan yang adekuat harus dipertahankan dengan baik.

Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk membantu dalam
memilih intervensi yang tepat. Selain itu ingat kembali karateristik yang berhubungan dengan
gejala penolakan pada ketegantungan alkohol akan membantu menjawab dengan tepat.
Review: Intervensi pada gejal penolakan pada ketergantungan alkohol
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 454

3. Seorang perawat merawat klien yang baru MRS setelah mengalami cedera akibat kebakaran
rumah. Klien berusaha untuk menyelamatkan tetangganya karena terjadi kebakaran, meskipun
dengan segala usaha klien, tetangganya telah meninggal. Manakah tindakan yang tepat perawat
lakukan agar memungkinkan klien mampu melewati masa krisisnya?
A. Identifikasi kemampuan fungsi klien
B. Identifikasi potensi klien untuk membahayakan dirinya sendiri
C. Tanyakan tentang perasaan klien yang mungkin mempengaruhi adaptasinya
D. Tanyakan persepsi klien terhdapa penyebab dari kematian tetangganya
E. Identifikasi adaptasi klien

Jawaban :

C. Tanyakan tentang perasaan klien yang mungkin mempengaruhi adaptasinya


Rasional: Pertama kali klien harus mengahdapi perasaannya dan respon negatif klien mampu
melewati makna situasi krisis. Pilihan C berkaitan langsung dengan perasaan klien. Pilihan A, B,
dan D tidak berkaitan secara langsung ditujukan pada perasaan klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu penyesuaian pad situasi krisis. Fokus pada
perasaan klien akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Tindakan perawat pada situasi krisis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan Mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 180, 190

4. Mana yang merupakan fokus utama dari terapi milieu?

A. Suatu bentuk terapi modifikasi perilaku


B. Suatu pendekatan kognitif untuk merubah perilaku
C. Suatu lingkuangan untuk hidup, belajar, dan bekerja

D. Suatu pendekatan perilaku untuk merubah perilaku


E. Tatanan ruangan yang tepat bagi keamanan klien

Jawaban :

C. Suatu lingkuangan untuk hidup, belajar, dan bekerja

Rasional: Terapi milieu atau terapi komunitatif berfokus pada lingkungan untuk hidup, belajar
dan bekerja. Terapi tersebut mungkin berdasar pada beberapa terapi modalitas mulai dari terapi
terstruktur sampai dengan terapi pendekatan spontan dan humanis. Meskipun terapi milieu
termasuk dalam pendekatan perilaku, pilihan yang benar menggambarkan fokus utama terapi ini.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci “fokus utama.” Perhatikan bahwa jawaban
yang salah, miripsatu sama lain dan spesifik pada suau terapi tertentu.
Review: Terapi milieu
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), 109

5. Saat sedang ditangani, klien yang dalam keadaan rileks dipaparkan sebentar pada objek
fobianya. Apa terminologi yang dipakai untuk modifikasi perilaku ini?

A. Terapi Milieu
B. Terapi Aversi
C. Terapi pengendalian diri
D. Desentisisasi
E. Latihan asertif

Jawaban : D. Desentisisasi
Rasional: Desentisisasi sistematis adalah bentuk terapi yang digunakan pada klien yang
dipaparkan sebentar pada objek fobianya saat dalam keadaan rileks. Paparan ditambah sampai
kecemasan atau rasa takut pada objek atau situasi tersebut hilang. Manajemen Milieu adalah
dengan memberikan lingkungan yang aman, terapeutik dan dapat diterapkan dan bukan skenario.
Sisa jawaban lainnya adalah jawaban salah karena tidak melibatkan intervensi yang disebutka.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek terapi spesifik. Fokus pada kata dipaparkan
sebentar akan mengarahkan anda pada pilihan jawaban yang benar.
Review: Desentisisasi sistematis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif,
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Fortinash, Holoday-Worret (2012), p. 189; Varcarolis (2013), p. 31

6. Seorang klien berencana untuk mengikuti program overeaters Anonymous (sebuah organisasi
nirbala yangmembantu orang dengan gangguan makan). Pernyataan mana yang mengindikasikan
bahwa klien membutuhkan informasi tambahan terkait kelompok bantuan ini?

A. “Pemimpinnya adalah seorang perawat jiwa”


B. “Anggotanya memberikan dukungan satu sama lain”
C. “Orang dengan permasalahan yang sama dapat membantu orang lain”
D. “Kelompok ini dibentuk untuk melayani orang lain dengan masalah yang sama”
E. “Saya bisa berbagi pengalaman dengan yang lain”

Jawaban :

A. “Pemimpinnya adalah seorang perawat jiwa”


Rasional: Penyokong dari kelompok bantuan ini merupakan anggota kelomok nyang telah
berpengalaman. Perawat jika mungkin diminta oleh kelompok sebagai narasumber, namun tidak
menjadi pemimpin kelompok bantuan tersebut. Pilihan jawaban yang lain merupakan karateristik
kelompok bantuan tersebut.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata0kunci “membutuhkan informasi tambahan” pada


soal. Kalimat tersebut mengindikasikan jawaban negatifdan keharusan untuk memilih pernyataan
yang salah. Selanjutnya fokus pada subjek, kelompok bantuan. Hal ini akan mengarahkan anda
pada pilihan jawaban benar.
Review: Kelompok bantuan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Afektif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 175, 626

7. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dia merasa sedih karena tidak bisa mengurus anak dan
suaminya karena sakit. Gangguan konsep diri yang terjadi pada pasien tersebut adalah….
Pilihan jawaban

a. Ideal diri
b. Peran diri
c. Identitas diri
d. Gambaran diri
e. Harga diri rendah

Jawaban b. Peran diri

8. Seorang anak perempuan usia 13 tahun merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya yang
besar. Gangguan konsep diri yang terjadi pada pasien tersebut adalah ………
Pilihan jawaban

a. Ideal diri
b. Peran diri
c. Identitas diri
d. Gambaran diri
e. Harga diri rendah
Jawaban d. Gambaran diri

9. Ibu seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di Rumah sakit Jiwa hari ketiga, pasien
mengatakan “Ibu saya mau meracuni saya karena dia tidak suka dengan calon suami saya,
pokoknya saya tidak mau makan makanan yang diberikan oleh ibu saya”.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?

a. Waham curiga
b. Waham somatic
c. Waham nihilistic
d. Waham penciuman

Jawaban a. Waham curiga

1. Ketika perawat komunitas mengunjungi klien di rumah klien menyatakan "saya belum tidur
sama sekali beberapa malam terakhir." Berikut adalah respn perawat yang menggambarkan
komunikasi terapeutik untuk klien ini?

A. Saya melihat
B. Sungguh
C. Anda mengalami kesulitan tidur
D. Kadang-kadang saya mengalami kesulitan tidur juga
E. Saya tahu masalah anda

Jawaban:

C. Anda mengalami kesulitan tidur


Rasional: Pilihan yang benar menggunakan komunikasi terapeutik melalui pernyataan ulang.
Meskipun pernyataan ulang adalah teknik yang memiliki komponen segera, hal itu mengulangi
tema utama klien, membantu perawat untuk memperoleh persepsi khusus dari masalah dari klien.
Pilihan yang tersisa adalah bukan respon terapeutik sejak klien memperluas masalah.
Menawarkan pengalaman pribadi membuat keluar fokus dari klien dan perawat.

Strategi mengerjakan Soal: Gunakan pengetahuan tentang komunikasi terapeutik. "Saya lihat"
dan "saya tahu masalah anda" adalah arahan umu tetapi tidak memberikan kesempatan klien
untuk melanjutkan diskusi "sungguh" adalah merupakan kata yang membuat klien merasa bahwa
ia tidak percaya. Memberikan pengalaman pribadi dan berfokus pada masalah keperawatan akan
meminimalkan kekhawatiran klien. Pilihan yang benar akan memberikan persepsi masalah
berdasar perspektif klien.

2. Perawat melakukan kegiatan menindak lanjuti pendidikan kesehatan dengan klien yang
pulang dari Rs sebulan yang lalu. Klien minum obat Fluoxetine (Prozac). Informasi apa yang
penting
untuk didapatkan perawat selama kunjungan klien terkait efek samping pengobatan?
A. Tanda dan gejala kardivaskular
B. Disfungsi pencernaan
C. Mulut kering
D. Berkeringat berlebih
E. Jalan menyeret

Jawaban :

B. Disfungsi pencernaan
Rasional: Efek samping yang sering terjadi terkait pengobatan initermasuk disfungsi SSP
dan pencernaan Fluoxetine (Prozac) mempengaruhi sistim pencernaan dan menyebabkan mual-
muntah, kram perut dan diare. Tanda dan gejala kardiovaskular, mulut kering, dan
pengeluaran keringat berlebih bukan efek samping terkait pengobatab ini.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, efek samping Fluoxetine (Prozac). Sangat
penting untuk mengingat bahwa pengobatan ini menyebabkan masalah pencernaan. Hal ini akan
mengarahkan anda pada jawaban yang benar.
Review: Efek samping Fluoxatine (Prozac)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Pencernaan dan hepatobilier

3. Seorang perempuan Usia 35 Tahun Dibawa ke dr Psikiatri oleh Ibunya karena sering berteriak
dan memukul dirinya sendiri,memecahkan barang-barang yg ada di dekatnya.sekitar 5 bulan
yang lalu klien diceraikan oleh suaminya.selama berkeluarga dengan mantan suaminya klien
sering mengalami siksaan dan pukulan oleh suaminya.saat dilakukan pengkajian klien tampak
berantakan,mata melotot,pandangan tajam,bicara kasar dan tangan selalu mengepal.tampak
tegang saat berbicara.
Apakah yang menjadi Masalah utama pada pasien diatas ?

A. Resiko Bunuh Diri


B. Resiko mencedrai diri sendiri
C. Isolasi sosial
D. Perilaku kekerasan
E. Harga diri rendah

Jawaban D. Perilaku kekerasan

4. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa sejak 2 hari yang lalu.
Keluarga mengatakan pasien tidak mau berbicara dengan orang lain, lebih suka menyendiri, jika
diajak bicara klien tidak mau bertatap muka, pasien tampak tidak mampu mempertahankan
kontak matanya dengan perawat. Pasien kadang tersenyum sendiri, seperti ada yang mengajak
tersenyum.
Apakah masalah keperawatan pasien tersebut?

A. Isolasi social
B. Halusinasi
C. Harga diri rendah
D. Waham
E. Defisit perawatan diri

Jawaban B. Halusinasi

5. Seorang klien dengan diagnosa anoreksia nervisa, sedang mengalami kelaparan, berada pada
sebuah kamar perawat dengan dua tempat tidur. Seorang klien baru masuk untuk dijadikan teman
sekamar klien tersebut. Klien manakah yang paling sesuai untuk dijadikan teman sekamar klien
dengan anoreksia nervosa?

A. Klien dengan pneumonia


B. Klien yang menjalani tes diagnosis
C. Klien yang cenderung mengatur orang lain
D. Klien yang dapat bermanfaat untuk membantu klien anoreksia saat makan
E. Seorang klien yang mengalami disorientasi

Jawaban :

B. Klien yang menjalani tes diagnosis


Rasional: KLien yang menjalani tes diagnosis adalah teman sekamar yang sesuai. Klien dengan
anaroksia nervosa cendrung mengalami komplikasi hematologi seperti leukopenia. Memiliki
teman sekamar dengan penumonia akan menambah resiko infeksi. Klien dengan anaroksia
nervosa tidak seharusnya di tempatkan pada kebutuhan nutrisi klien lain atau di atur oleh orang
lain karena hal ini akan menyebabkan pengalihan atau penekanan kelaparan personal.

STRATEGI MENGERJAKAN SOAL : perhatikan kata kunci paling sesuai dan juga kalimat
sedang kelaparan pada soal.ingat karakteristik anaroksia nervosa dan bahwa klien mengalami
penurunan imunitas sebagai akibat dari kelaparan akan mengarahkan anda pada pilihan jawaban
yang benar.
REVIEW : perawatan pada klien dengan anaroksia nervosa
KOMPETENSI: asuhan dan manejemen asuhan keperawatan
DOMAIN: pengetahuan kognitif
KEILMUAN : jiwa
PROSES KEPERAWATAN : implementasi
UPAYA KESEHATAN : preventif
KEBUTUHAN DASAR: psikososial
SISTEM TUBUH : kesehatan mental
DAFTAR PUSTAKA : varcarolis (2013).p.232.
6. Perawat melakukan perawatan pada klien perempuan yang masuk unit kesehatan mental
karena anaroksia nervosa. Perawat masuk ruangan klien dan menemukan bahwa klien sedang
melakukan puhs up dengan keras. Tindakan apa yang paling tepat dilakukan?

A. Menyela klien dan menimbang klien segera


B. Menyela klien dan menawarkan untuk membawanya jalan-jalan

C. Membiarkan klien menyelesaikan program latihannya


D. Katakan pada klien bahwa dia tidah di perbolehkan untuk berolahraga dengan keras.

E. Menanyakan apa yang dilakukan dan tujuan dilakukan latihan.

Jawaban : B. Menyela klien dan menawarkan untuk membawanya jalan-jalan


Rasional: klien dengan anaroksia nervosa biasa x melakukan latihan yang keras dan memaksa
diri mereka melebihi batas normal untuk menghilangkan kalori. Perawat harus memberikan
latihan yang sesuai dan menetapkan batasan aktivitas latihan. Pilihan jawaban benar
menghentikan prilaku membahayakan dan juga menyediakan aktivitas yang aman untuk
mengurangi ansietas. Melakukan penimbangan dengan segera meningkatkan perhatian klien
pada berat badan. Membiarkan klien menyelesaikan latihannya sangat berbahaya bagi klien.
Mengatakan pada klien bahwa ia tidak di anjurkan untuk mnyelesaikan akan meningkatkan
ansietas klien.

STRATEGI MENGERJAKAN SOAL : perhatikan kata kunci "paling tapat" dan fokus pada
diagnosa klien. Juga fokus pada kebutuhan untuk menjaga keamanan klien dan
untuk menetapkan batasan dengan klien yang mengalami kelainan ini.
REVIEW : intervensi untuk klien dengan anaroksia nervosa.
KOMPETENSI: asuhan dan asuhan menejemn keperawatan
DOMAIN: pengetahuan kognitif
KEILMUAN : Jiwa
PROSES KEPERAWATAN : Implementasi
UPAYA KESEHATAN : kuratif
KEBUTUHAN DASAR: psikososial
SISTEM TUBUH : kesehatan mental
DAFTAR PUSTAKA : struat ( 2013),p.490

7. Perawat memantau klien rawat inap yang mangalami penyalahgunaan alkohol. Temuan mana
yangseharusnya diwaspadai perawat yang menandakan bahwa klien berpotensi terjadi sidrom
putus alkohol?

A. Hipotensi, gemetar, ketagihan


B. Stupor, lemah, kaku otot
C. Hipotensi, tangan tremor, lemah
D. Hipertensi, perubahan kesadaran, hakusinasi
E. Hipertensi, menarik diri, tremor

Jawaban :
D. Hipertensi, perubahan kesadaran, hakusinasi
Rasional: Gejala yang terkait dengan sindrom putus alkohol, termasuk ansiteas, insomnia,
anoreksi, hepertensi, disorientasi, halusinasi, perubahan kesadaran, gelisah, demam, dan delusi.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, temuan yang terkait sindrom putus alkohol.
Tinjauan setiap pilhan secara hati-hati untuk memastikan bahwa semua tanda dalam pilihan
tersebut adalah benar. Abaikanpilihan A dan C terlebih dahulu, mengingat bahwa hipertensi
jarang terjadi dibanding hipotensi. Dari sisa pilihan yang ada, ingat kembali bahwa klien yang
stupor tidak akan menunjukkan perilaku putus alkohol. Hal tersebut akan mengarahkan anda
pada pilihan yang benar.
Review: Tanda-tanda terkait gejal putus alkohol
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar Pustaka: Stuart (2013), p. 454

8. Seorang petugas laboratorium sedang menangani klien yang mengalami delusi. Ketika petugas
laboratprium sedang mendekati klien untuk mendapatkan spesimen darah, klien mengatakan
Kamu semua adalah vampir. Keluarkan saya dari sini! Manakah pernyataan perawat sebaiknya
diberikandalm kondisi tersebut?

A. Petugas laboratorium akan pergi dan kembali untuk mengambil darah kamu

B. Apa yang mebuat kamu berpikir jika petugas laboratorium akan menyakiti kamu?
C. Apakah kamu sangat takut dan berpikir jika orang lain akan menyakiti kamu?
D. Petugas laboratorium tidak akan menyakiti kamu tapi akan membantu kamu
E. Apakah kamu berpikirjika setiap orang akan menyakiti kamu?

Jawaban :

C. Apakah kamu sangat takut dan berpikir jika orang lain akan menyakiti kamu?
Rasional: Pilihan C adalah satu-satunya pilihan yang dibutuhkan oleh klien. Respon ini
membantu klien fokus pada emosi utam ayang dirasakan dari delusinya, tapi tidak perlu berdebat
mengenai hal tersebut. Jika perawat berusaha mengubah apa yang dipikirkan klien, kemungkian
terjadinya delusi akan lebih kuat. Pilihan A, B, dan E tidak fokus pada perasaan klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi etrapeutik dan pengetahuan


berdasarkan subjek yaitu dinamika dari terjadinya delusi dan begaiman mengetahui kebutuhan
dasar pada klien delusi, Hal ini akan mengarahkan anda pada pilihan C. Selain itu, Pilihan C
fokus pada perasaan klien.
Review: Teknik komunikasi terapeutik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: varcarolis (2013), p. 120-122, 321.

9. Seorang perawat sedang merawat klien dengan diagnosa depresi. Perawat memantau adanya
tanda-tanda dari konstipasi dan retensi urin. Apakah yang menyebabkan masalah tersebut
terjadi?
A. Buruknya dalam pemilihan makanan
B. Penurunan aktivitas dan pola makan yang buruk
C. Asupan tidak adekuat dan dehidrasi
D. Gangguan psikomotordan efek samping obat
E. Penurunan aktivitas dan efek samping obat

Jawaban :

D. Gangguan psikomotordan efek samping obat


Rasional: Pada situasi ini, retensi urin banyak disebabkan oleh obat-obatan. Pilihan D
merupakna saru-satunya pilihan yang menggambarkan terjadinya konstipasi dan retensi urin.
Konstipasi dapat dihubungkan pada tidak adekuatnya asupan makanan, penurunan aktivitas, dan
pola makan yang buruk.

1. Seorang klien depresi di unit rawat inap mengatakan kepada perawat "Keluarga saya akan
lebih baik tanpa saya" apakah respon terbaik dari perawat?

A. "Sudahkah anda berbicara dengan keluarga anda tentang hal ini?"


B. "Semua orang merasakan ini ketika tertekan"
C. "Anda akan merasa lebih baik setelah obat anda mulai bekerja"
D. Kau terdengar sangat tertekan. Apakah anda berfikir untuk menyakiti diri sendiri?"
E. "Saya tahu perasaanmu, lebih baik bicara seperti itu."

Jawaban: D. Kau terdengar sangat tertekan. Apakah anda berfikir untuk menyakiti diri
sendiri?"
Rasional: klien yang mengalai depresi beresiko untuk bunuh diri hal ini penting untuk perawat
untuk mengkaji rencana bunuh diri. Perawata meminta klien secara lngsung apaka rencana
tersebut membahayakan diri anda sendiri pilihan A, B, C, dan E tidak berhubungan dengan
perasaan klien.

Strategi mengerjakan soal: perhatikan kata strategis "terbaik." Ingat kembali teknik
komunikasi terapeutik akan membantu anda dalam mengarahkan pilihan yang benar. Pilihan D
adalah satu-satunya pilihan yang berhubungan dengan perasaan klien. Selain itu, klien dengan
resiko bunuh diri perlu dikaji secara langsung terkait membahayakan diri sendiri.
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 25-29; Valcarolis (2013), p. 440
Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

2. Perawat mengamati klien dengan dekat perilaku klien yang menunjukkan agresif. Perawat
mengamati perilaku yang ditunjukkan klien meningkat perlahan-lahan. Apakah intervensi
keperawatan yang kurang membantu klien pada waktu ini ?

A. Memulai langkah penahanan


B. Menghargai perilaku klien
C. Membantu klien di tempat yang tenang
D. Menjaga jarak yang aman dari klien
E. Mengontrol klien

JAWABAN : A. Memulai langkah penahanan


RASIONAL :
Selama periode eskalasi, perilaku menunjukkan kehilangan kontrol. Tindakan keperawatan
meliputi mengambil kendali, menjaga jarak yang aman, menghargai perilaku, mengajak klien di
tempat yang tenang, dan pengobatan yang sesuai untuk klien. Untuk memulai langkah-langkah
penahanan selama periode ini adalah tidak pantas. Inisiasi tindakan penahanan diperlukan paling
tepat selama periode krisis.

STRATEGI MENGERJAKAN SOAL:


Fokus pada kata-kata yang strategis "kurang membantu". Juga perhatikan kata-kata perilaku
agresif dan semakin tinggi. Mengingat bahwa tindakan pembatasan setidaknya harus digunakan
akan mengarahkan Anda ke pilihan yang benar.
DAFTAR PUSTAKA: sruart (2013),pp. 427, 588.
SUMBER :
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

3. Seorang klien dengan DM dijelaskan bahwa amputasi kaki diperlukan untuk mempertahankan
hidup. Klien sangat marah dan berkata kepada perawat, "ini semua kesalahan penyedia yankes.
Saya telah melakukan semua apa yang telah diminta!" Manakah interpretasi kep. Yg terbaik
untuk situasi ini?

A. Mekanisme koping yang diduga/diharapan


B. Mekanisme koping tdk efektif
C. Kebutuhan untuk memberitahu pengacara RS
D. Ekspresi bersalah pada klien
E. Ekspresi kemarahan
JAWABAN : A. Mekanisme koping yang diduga/diharapan
RASIONAL:
Perawat perlu menyadari mekanisme koping yg efektif dan tidak efektif yang dapat terjadi pada
klien ketika antisipasi kehilangan. Ekspresi kemarahan dikenal sebagai respons normal terhadap
kehilangan yang akan terjadi, dan kemarahan dapat diarahkan pada dirinya sendiri, Tuhan atau
hal spiritual lainnya, atau pemberi layanan. Memberitahukan pengacara RS adalah hal yg kurang
sesuai. Rasa bersalah mungkin atau mungkin tidak mjd komponen dari perasaan klien, dan data
dalam pertanyaan tidak menunjukkan terdapat perasaan rasa bersalah.

STRATEGI MENGERJAKAN SOAL :


Catatan SUBJEK, perawatan psikososial dari klien yang membutuhkan amputasi. Fokus pada
data yang disediakan dalam pertanyaan. Perhatikan pilihan yang tepat dan pilihan B
menunjukkan mekanisme kpoing. Ini memberikan anda petunjuk bahwa salah satu pilihan ini
mungkin respons yg benar. Selain itu, pengetahuan tentang tahap kesedihan terkait dengan
kehilangan akan mengarahkan anda ke pilihan yang benar.
SUMBER :
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

4. Seorang pria berusia 37 tahun dibawa ke RSJ Manis karena pasien selalu bicara sendiri saat
berada di rumah, kemudian pasien sering marah-marah tanpa diketahui penyebabnya dan sering
keluyuran yang tidak diketahui arah dan tujuannya. Saat ini, pasien mengeluh pegal-pegal dan
lemas. Setelah pasien minum obat, pasien merasa mulutnya kering dan pandangannya menajdi
kabur. Apakah efek obat yang dialami pasien sesuai kasus diatas?

A. Haloperidol
B. Chlorpromazine
C. Triheksifenidil
D. Dores
E. Serenase

Jawaban : A. Haloperidol
Haloperidol adalah obat untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan, seperti meredakan gejala
skizofrenia, sindrom Tourette, tic disorder, mania, psychomotor agitation, dan masalah psikosis
lainnya.

Efek : Mulut terasa kering,Perubahan berat badan,Sakit kepala,Sakit perut,Sulit buang air
kecil,Perubahan suasana hati,Masalah menstruasi,Pandangan buram,Gemetar,Konstipasi,Sulit
tidur,Detak jantung berdebar, membesar,Hidung tersumbat,

5. Seorang perempuan berusia 28 tahun merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk hidup karena
cacat, mengatakan ingin mati, tidak memiliki masa depan, dan merasa hidupnya tidak berguna
lagi. Setiap melihat tali atau pisau, berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya. Pasien akan
memukul siapa saja yang didekatnya ketika pasien mendengar suara yang selalu muncul saat
menyendiri atau melamun. Apakah diagnose keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
A. Harga Diri Rendah
B. Halusinasi
C. Isolasi Sosial
D. Perilaku Kekerasan
E. Resiko Bunuh Diri

Jawaban E. Resiko Bunuh Diri


Tanda khas resiko bunuh diri meliputi:
1. Ide bunuh diri
2. Ancaman bunuh
3. Percobaan bunuh diri
4. Sindrome mencederai diri sendiri
data dari soal
1. px merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk hidup karena cacat
2. mengatakan ingin mati.
3. tidak memiliki masa depan.
4. merasa hidupnya tidak berguna lagi.
5. Setiap melihat tali atau pisau, berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya.
6. Pasien akan memukul siapa saja yang didekatnya.
7.ketika pasien mendengar suara yang selalu muncul saat menyendiri atau melamun.
A. Harga Diri Rendah1,2,3
B. Halusinasi 7
C. Isolasi Sosial 4
D. Perilaku Kekerasan 5,6
E. Resiko Bunuh Diri 1,2,3,4,5
data terbayak adalah resiko bunuh diri. sesuai dengan kunci jawaban juga E

6. Petugas memanggil petugas keamanan dan memasang restrain pada klien MRS dengan
sukarelan namun menjadi berperilaku keserasan secara fisik maupun verbal saat meminta
dipulangkan dari RS. Apa konsekuebsi huku yang terkait dengan intervensi yang dilakukan oleh
perawat?
A. Menuduh
B. Menyalahkan
C. False Imprisonment
D. Berbohong
E. Melalaikan klien

Jawaban : C. False Imprisonment


Rasional: False imprisonment adalah tindakan yang bertujuan mengurungseseorang di tempat
tertentu. Perawat dapatdituduh melakukan False imprisonment saat perawat melarang klien
meninggalkan RS jika klien dengan sukarela MRS dan jika tidak ada pihak yang berwanang
yang menemani klien. Penyiksaan atau pemenjaraan terkait denga pemasangan restrain pada
klien di situasi yang tidak memenuhi kriteria untk melakukan intervensi tersebut. Menuduh atau
menyalahkan tidak sesuai karena perawat tidak menulis maupun menyampaikan secara verbal
membuat pernyataan tidak benartentang klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, konsekuensi hukumuntuk tidakan perawat
terkait dengan prosedur MRS. Perhatikan kalimat MRS dengan sukarela akan membantu anda
memilih jawaban terkait pencegahan klien yang telah MRS dengan sukarela. Pilihan jawaban
yang lain tidak berhubungan dengan tindakan untuk menghalangi klien keluar RS.
Review: hak klien terkait prosedur MRS
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar Pustaka: Keitner, Schwecke, Bostro (2011), p. 37; Varcarolis (2013), p. 89.

7. Seorang klien dengan diagnosis depresi berat yang telah mencoba percobaan bunuh diri
berkata kepada perawat, " Saya seharusnya mati, saya selalu gagal. Tidak pernah ada hal yang
baik bagi saya ". Apakah respons yang menunjukkan komunikasi terapeutik ?

A. "Anda memiliki segalanya untuk hidup"


B. "Mengapa Anda melihat diri Anda sebagai suatu kegagalan"
C. "Merasa seperti ini adalah bagian dari depresi"
D. "Kamu sudah merasa gagal untuk berapa lama ?"
E. "Kamu tidak boleh mengatakan seperti itu"

Jawaban : D. "Kamu sudah merasa gagal untuk berapa lama ?"


Rasional: Menanggapi perasaan yang diungkapkan oleh klien adalag teknik komunikasi
terapeutik yang paling efektif. Pilihan yang benar adalah contoh pernyataa ulangan. Pilihan yang
tersisa memblokir komunikasi karena meminimalkan perasaan klien dan tidak memfasilitasi
eksplorasi perasaan yang diungkapkan klien. Selain itu, penggunaan kata "mengapa" adalah non
terapeutik"

1. Seorang perawat memutuskan untuk merawat klien dengan gangguan proses pikir. Perawat
mengatakan bahwa klien meyakini jika makanan itu telah diberi racun. Manakah teknik
komunikasi yang tepat direncanakan oleh perawat untuk memotivasi klien agar mau makan?

A. Gunakan pertanyaan terbuka dan diam mendengarkan


B. Fokus pada ungkapan klien tentang makanan kesukaannya
C. Beritahukan alasan bahwa klien tidak mau makan
D. Berikan opini tentang kebutuhan untuk pemenuhan nutrisi
E. Gunakan pertanyaan tertutup yang aktif.

Jawaban :
A. Gunakan pertanyaan terbuka dan diam mendengarkanRasional: Penggunaan pertanyaan
terbuka dan diam mendengarkan adalah strategi yang dapat digunakan untuk memotivasi klien
dalam mendiskusikan masalahnya. Pilihan C dan D tidak memotivasi klien untuk
mengungkapkan perasaannya. Perawat sebaiknya tidak memberikan opini dan tidak memberikan
alasan, akan tetapi seharusnya memotivasi klien untuk mengidentifikasikan alasan terhadap
perilakunya. Pilihan B bukan intervensi berpusat pada klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu teknik komunikasi. Hilangkan pilihan C
,D, dan E terlebih dahulu karena mereka tidak mendukung klien untuk mengungkapkan
perasaannya. Hilangkan pilihan B selanjutnya karena bukan termasuk intervensi yang berpusat
pada klien. Fokus padaperasaan klien akan mengarahkan anda pada pilihan A.
Review: Teknik komunikasi terapeutik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan dan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 120-123

2. Seorang perawat sedang merawat klien perempuan yang baru saja MRS karena anoreksia
nervosa. Perawat masuk ke dalam ruangan klien dan klien sedang melakukan push-up dengan
kerasanya. Manakah tindakan perawat yang paling tepat?

A. Menghentikan klien dan menimbangnya dengan segera


B. Menghentikan klien dan menawarkannya berjalan-jalan
C. Mengizinkan klien untuk menyelesaikan program latihannya
D. Menginformasikan klien bahwa dia tidak diizinkan untuk latihan dengan keras
E. Menawarkan klien untuk menghentikan programnya

Jawaban :

B. Menghentikan klien dan menawarkannya berjalan-jalan.


Rasional: Umumnya banyak klien dengan anoreksia nervosa sangat menikmati latihan kerasnya
dan memaksa mereka melebihi batas normalnya untuk membakar asupan kalorinya. Perawat
harus menyediakan latihan yang sesuai sama seperti batasan aktivitas latihan sebelumnya.
Pilihan A, C,D, dan E adalah intervensi yang tidak tepat.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu anoreksia nervosa. Ingat kembali
kebutuhan-kebutuhan untuk mengatur batasan yang kuat pada klien yang memiliki gangguan ini
akan mengarahkan anda pada pilihan B.
Review: Intervensi pada klien dengan anoreksia nervosa
Kompetensi: Asuhan dan Manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 262

3. Seorang perawat sedang membuat perencanaan keperawatan pada klien dengan perilaku
kekerasan yang dirawat di RS dan beresiko dapat membahayakan orang lain. Manakah
perencanaan kperawatan yang harus dihindari oleh perawat?

A. Menghadapi klien ketika memberikan perawatan


B. Pastikan petugas keamanan berada di sekitar area klien
C. Pastikan pintu ruangan klien dalam keadaan terbuka ketika sedang bersama klien
D. Tempatkan posisi ruangan klien berada di ujung lorong untuk mencegah gangguan dari klien
yang lain.

Jawaban :

D. Tempatkan posisi ruangan klien berada di ujung lorong untuk mencegah gangguan dari
klien yang lain.Rasional: Ruangan klien harus ditempatkan dekat ruangan perawat dan tidak
diletakan di ujung lorong yang relatif tidak terpantau ruangannya. Perawat tidak boleh
mengisolasikan klien karena berpotensi dapat membahayakan dirinya sendiri. Pintu ruangan
klien biarkan tetap terbuka dan perawat sebaiknya tidak lengah terhadap klien. Petugas
keamanan seharusnya dipanggil segera jika ada kemungkinan terjadinya PK.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu intervensi yang harus dihindari. Hal ini
mengindikasikan perlunya memilih intervensi yang tidak tepat. Pikirkan bahwa keamanan adalah
subjeknya akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Pedoman perawatn pada klien dengan PK
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 469

4. Seorang klien dengan diagnosis depresi berat yang telah mencoba percobaan bunuh diri
berkata kepada perawat, " Saya seharusnya mati, saya selalu gagal. Tidak pernah ada hal yang
baik bagi saya ". Apakah respons yang menunjukkan komunikasi terapeutik ?

A. "Anda memiliki segalanya untuk hidup"


B. "Mengapa Anda melihat diri Anda sebagai suatu kegagalan"
C. "Merasa seperti ini adalah bagian dari depresi"
D. "Kamu sudah merasa gagal untuk berapa lama ?"
E. "Kamu tidak boleh mengatakan seperti itu"

Jawaban :

D. "Kamu sudah merasa gagal untuk berapa lama ?".


Rasional:
Menanggapi perasaan yang diungkapkan oleh klien adalag teknik komunikasi terapeutik yang
paling efektif. Pilihan yang benar adalah contoh pernyataa ulangan. Pilihan yang tersisa
memblokit komunikasi karena meminimalkan perasaan klien dan tidak memfasilitasi eksplorasi
perasaan yang diungkapkan klien. Selain itu, penggunaan kata "mengapa" adalah non terapeutik"

Strategi mengerjakan soal :


Gunakan pengetahuan tentang teknik komunikasi terapeutik untuk mengarahkan Anda ke pilihan
yang secara langsung membahas perasaan dan masalah klien. Juga, pilihan yang benar adalah
satu-satunya yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang terbuka; itu akan mendorong
berbalisasi perasaan.
Daftar pustaka : Varcarolis (2013), pp. 121, 123,
Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

5. Ketika perawat komunitas mengunjungi klien di rumah klien menyatakan "saya belum tidur
sama sekali beberapa malam terakhir." Berikut adalah respn perawat yang menggambarkan
komunikasi terapeutik untuk klien ini?

A. Saya melihat
B. Sungguh
C. Anda mengalami kesulitan tidur
D. Kadang-kadang saya mengalami kesulitan tidur juga
E. Saya tahu masalah anda

Jawaban:

C. Anda mengalami kesulitan tidur.

Rasional: Pilihan yang benar menggunakan komunikasi terapeutik melalui pernyataan ulang.
Meskipun pernyataan ulang adalah teknik yang memiliki komponen segera, hal itu mengulangi
tema utama klien, membantu perawat untuk memperoleh persepsi khusus dari masalah dari klien.
Pilihan yang tersisa adalah bukan respon terapeutik sejak klien memperluas masalah.
Menawarkan pengalaman pribadi membuat keluar fokus dari klien dan perawat.

Strategi mengerjakan Soal: Gunakan pengetahuan tentang komunikasi terapeutik. "Saya lihat"
dan "saya tahu masalah anda" adalah arahan umu tetapi tidak memberikan kesempatan klien
untuk melanjutkan diskusi "sungguh" adalah merupakan kata yang membuat klien merasa bahwa
ia tidak percaya. Memberikan pengalaman pribadi dan berfokus pada masalah keperawatan akan
meminimalkan kekhawatiran klien. Pilihan yang benar akan memberikan persepsi masalah
berdasar perspektif klien.
Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

6. Perawat home care mengunjungi klien di rumah dan menentukan bahwa klien tergantung pada
obat-obatan terlarang. Selama pengkajian, apakah tindakan yang harus dilakukan perawat untuk
merencanakan ASKEP yang tepat?

A. Menanyakan klien mengapa ia mulai mengkonsumsi obat-obatan terlarang.


B. Menanyakan klien jumlah penggunaan obat-obatan terlarang dan efeknya.
C. Menanyakan klien berapa lama ia berpikir bahwa ia dapat mengkonsumsi obat tanpa seorang
mencari tahu.
D. Tidak menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat cemas, klien menyangkal dan akan
mengusir perawat dari rumah.
E. Menanyakan kepada klien siapa yang mengajaknya menggunakan obat terlarang.

Jawaban: B. Menanyakan klien jumlah penggunaan obat-obatan terlarang dan efeknya.


Rasional: Setiap kali perawat melakukan pengkajian kepada klien dengan ketergantungan obat,
hal yang terbaik untuk perawat adalah mencoba memperoleh informasi dengan tidak
menghakimi secara langsung. Pilihan A dan E tidak benar karena menghakimi dan tidak
berfokus, dan mencerminkan bias perawat. Pilihan C adalah tidak benar karena menghakimi,
tidak mengacuhkan dan agresif yang merupakan non terapeutik. Pilihan D tidak benar karena
menunjukkan sikap pasif perawat dan menggunakan rasionalisaai untuk menghindari intervensi
keperawatan terapeutik.

Strategi mengerjakan soal: fokus pada subjek, memberikan ASKEP yang sesuai. Penggunaan
teknik komunikasi terapeutik akan membantu dalam mengarahkan anda untuk pilihan yang
benar.
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 226
Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

7. Seorang klien di rawat di RS dengan riwayat penyalahgunaan alkohol memberitahu perawat


"Saya pergi sekarang. Saya harus pergi. Saya tidak ingin mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Saya memiliki hal-hal yang harua saya lakukan." Klien belum bisa dipulangkan dan dijadwalkan
untuk pemeriksaan diagnostik penting selama 1 jam. Setelah perawat mendiskusikan masalah
klien dengan klien, klien berpakaian dan mulai berjalan keluar dari kamar rumah sakit. Apakah
tindakan perawat yang harus dilakukan?
A. Memanggil pengawas keperawatan
B. Memanggil keamanan untuk memblokir semua pintu keluar
C. Menahan klien sampai penyedia layanan kesehatan dapat dihubungi

D. Memberitahu klien bahwa klien tidak dapat kembali ke RS ini lagi jika klien meninggalkan
sekarang
E. Memberitahukan klien bahwa klien tidak dapat meninggalkan RS.

Jawaban : A. Memanggil pengawas keperawatan.Rasional: Kebanyakan fasilitas perawatn


kesehatan memiliki dokumen dimana klien diminta untuk menandatangani berkaitan
dengantanggung jawab klien ketika klien menolak terhadap tindakan medis. Klien harus diminta
untu menunggu untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum meninggalkan
ruangan dan menandatangani dokumen penolakan tindakan medis sebelum pulang. Jika klien
menolak untuk melakukannya, perawat tidak bisa menahan klien. Oleh karena itu, dalam situasi
ini, perawat harus memanggil pengawas keperawatan. Perawat dapat dibebankan dengan
hukuman bersalah jika klien dibuat percaya bahwa ia tidak bisa meninggalkan RS. Menahan
klien dan memanggil keamanan untuk memblokir pintu keluar merupakan tindakan salah. Semua
klien memiliki hak untuk perawatan kesehatan dan tidak dapat dikatakan sebaliknya.

Strategi Mengerjakan soal: Menjaga konsep tindakan keliru dalam pikiran, singkirkan B dan C
karena sebanding atau mirip. Singkirkan pillihan D dan E, mengetahui bahwa semua klien
memiliki hak untuk perawatan kesehatan. Dari pilihan yang disajikan, tindakan terbaik yang
terbaik ditunjukkan adalah pilihan yang benar.
Sumber: Saunders 360 Review untuk UKOM DIII Kep. Indonesia. (Edisi 1) terbitan 2016 oleh
tim Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) yang diadaptasi dari
buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN Examination" yang ditulis oleh Silvestri
(Elsevier).

8. Perawat sedang mengkaji data klien yang dirawat di unutkesehatan mental. Perawat mencatat
bahwa klien mengalami kecemasan akibat krisis situasional. Perawat menetukan bahwa krisis ini
dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan berikut di bawah ini?

A. Saksi mata pembunuhan


B. Kematian orang yang dicintai
C. Sebuah kebakaran yang menghancurkan rumah klien
D. Sebuah pemerkosaan yang baru dialami oleh klien
E. Pengalaman menjadi korban pengeboman

Jawaban:

B. Kematian orang yang dicintai.


Rasional: Situasi krisis meningkat dari sumber eksternal dan internal. Situasi eksternal yang
dapat memicu krisis meliputi kehilangan atau perubahan pekerjaan, kematian orang yang
dicintai, aborsi, perubahan status keuangan, perceraian, penambahan anggota keluarga baru,
kehamilan, dan penyakit parah. Pilihan A, C, D, dan E mengidentifikasi krisis adventif mengacu
pada krisis bencana; itu tidak direncanakan atau disengaja.

1. Klien mengalami stres dan ansietas yang berat sedang diajarkan tentang terapi self-control.
Mana pernyataan klien yang mengidentifikasi 'kebutuhan akan edukasi lanjutan tentabg terapi' ?
A. "Terapi jenis baru ini bisa di gunakan untuk situasi yang juga baru"
B. "Keuntungan dari teknik ini adalah perubahan cenderung bertahan lama"
C. "Berbicara kepada diri sendiri adalah komponen dasar dari jenis terapi ini "
D. "Jenis terapi ini memberikan dukungan negatif ketika muncul stimulus"
E. "Jenis terapi ini dapat dengan mudah dikuasai"

Jawaban : D.

"Jenis terapi ini memberikan dukungan negatif ketika muncul stimulus"Rasional:


Dukungan negatif ketika muncul stimulus adalah deskripsi dari terapi aversi. Pilihan A, B, C,
dan E adalah karateristik dari self control.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci kebutuhan akan edukasi lanjutan tentang
terapi. Kata-kata ini mengindikasikan suatu hal yang negatif dan meminta anda untuk memilih
jawaban yang salah. Pikirkan tentang subjek, self control. Subjek ini akan membantu anda
menjawab dengan benar.
Review: Terapi sel control
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Rehabilitatif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 225-226

2. Perawat memantau klien rawat inap yang mangalami penyalahgunaan alkohol. Temuan mana
yang seharusnya diwaspadai perawat yang menandakan bahwa klien berpotensi terjadi sidrom
putus alkohol?

A. Hipotensi, gemetar, ketagihan


B. Stupor, lemah, kaku otot
C. Hipotensi, tangan tremor, lemah
D. Hipertensi, perubahan kesadaran, halusinasi
E. Hipertensi, menarik diri, tremor

Jawaban :
D. Hipertensi, perubahan kesadaran, halusinasiRasional: Gejala yang terkait dengan sindrom
putus alkohol, termasuk ansiteas, insomnia, anoreksi, hepertensi, disorientasi, halusinasi,
perubahan kesadaran, gelisah, demam, dan delusi.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, temuan yang terkait sindrom putus alkohol.
Tinjauan setiap pilhan secara hati-hati untuk memastikan bahwa semua tanda dalam pilihan
tersebut adalah benar. Abaikan pilihan A dan C terlebih dahulu, mengingat bahwa hipotensi
jarang terjadi dibanding hipertensi. Dari sisa pilihan yang ada, ingat kembali bahwa klien yang
stupor tidak akan menunjukkan perilaku putus alkohol. Hal tersebut akan mengarahkan anda
pada pilihan yang benar.
Review: Tanda-tanda terkait gejal putus alkohol
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar Pustaka: Stuart (2013), p. 454

3. Perawat memanggil petugas keamanan dan memasang restrain pada klien yang MRS secara
sukarela, namun menjadi berperilaku keserasan secara fisik maupun verbal saat meminta
dipulangkan dari RS. Apa konsekuebsi hukum yang terkait dengan intervensi yang dilakukan
oleh perawat?

A. Menuduh
B. Menyalahkan
C. False Imprisonment
D. Berbohong
E. Melalaikan klien

Jawaban :

C. False ImprisonmentRasional: False imprisonment adalah tindakan yang bertujuan


mengurung seseorang di tempat tertentu. Perawat dapat dituduh melakukan False imprisonment
saat perawat melarang klien meninggalkan RS jika klien dengan sukarela MRS dan jika tidak ada
pihak yang berwanang yang menemani klien. Penyiksaan atau pemenjaraan terkait dengan
pemasangan restrain pada klien di situasi yang tidak memenuhi kriteria untuk melakukan
intervensi tersebut. Menuduh atau menyalahkan tidak sesuai karena perawat tidak menulis
maupun menyampaikan secara verbal membuat pernyataan tidak benar tentang klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, konsekuensi hukum untuk tidakan perawat
terkait dengan prosedur MRS. Perhatikan kalimat MRS dengan sukarela akan membantu anda
memilih jawaban terkait pencegahan klien yang telah MRS dengan sukarela. Pilihan jawaban
yang lain tidak berhubungan dengan tindakan untuk menghalangi klien keluar RS.
Review: hak klien terkait prosedur MRS
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar Pustaka: Keitner, Schwecke, Bostro (2011), p. 37; Varcarolis (2013), p. 89.

4. Perawat melihat bahwa klien mondar-mandir, gelisah dan menunjukkan tanda-tanda agresif.
Pola bicara klien cepat dan afek marah. Berdasarkan hasil observasi ini prioritas apa yang harus
dilakukan oleh perawat?

A. Memberikan lingkungan yang aman bagi klien sendiri dan klien lain yang ada di ruangan
B. Memberikan rasa aman dan nyaman pada klien di ruang rawat
C. Bantu petugas membawa klien pada lingkungan terkontrol
D. Tawarkan klien untuk pindah ke area yang lebih tenang untuk menenangkan klien dan
memudahkan kontrol klien
E. miminta klien untuk menenangkan diri

Jawaban :

A. Memberikan lingkungan yang aman bagi klien sendiri dan klien lain yang ada di
ruanganRasional: Keamanan klien dan klien yang lain adalah prioritas. Pilihan jawaban benar
adalah yang memberikan keamanan bagi klien dan klien yang lainnya.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci “prioritas” dan gunakan teori Hirarki
kebutuhan Maslow untuk menentukan prioritas. Perhatikan kata gelisah, agresif, dan marah.
Keamanan adalah prioritas jika kebutuhan fisiologis tidak ditemukan. Pilihan jawaban yang
benar adalah pilihan dan memberikan keamanan untuk semua.
Review: Intervensi keperawatan untuk memberikan keamanan bagi klien
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Afektif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi

Upaya Kesehatan: Kuratif


Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Fortinash, Holoday-Worret (2012), p. 605; Varcarolis (2013), p. 335, 456-457

5. Seorang perawat sedang merawat klien yang mendapatkan obat Clozapine (Clozaril) untuk
pengobatan gangguan skizofrenia. Manakah pemeriksaan laboratorium yang dipantau oleh
perawat terhadap efek samping dari penggunaan obat tersebut?
A. Jumlah trombosit
B. Jumlah leokosit
C. Jumlah kholesterol
D. Jumlah nitrogen urea dalam darah
E. Jumlah glukosa dalam darah

Jawaban : B. Jumlah leokositRasional: Reaksi hematologi dapat terjadi pada klien selama
penggunaan obatclozapine termasuk agranulositosis (umumnya terjadi leukopenia dan
neutropenia) dan leukimia ringan. Jumlah sel darah putih harus diperiksa sebelum diberikan
pengobatan dan harus dipantau secara ketat selama menggunakn obat ini. Klien juga harus
dipantau tanda-tanda terjadinya agranulositosis seperti nyeri tenggorokan, rasa tidak nyaman,
dan demam. Pilihan A, C, D, dan E tidak berhubungan dengan pengobatan ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu efek samping dari clozapine. Ingat,
Clozapine dapat menyebabkan agranulosistosis (umumnya terjadi leukopenia dan neutropenia)
dan leukimia ringan.
Review: Efek samping dari Clozapine
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 279-281.

6. Seorang perawat sedang melakukan pengumpulan data klien yang baru masuk pada ruangan
khusus psikiatri. Setelah melihat data yang didapatkan, manakah identifikasi data prioritas yang
harus diperhatikan oleh perawat?

A. Laporan makan klien yang tidak makan tidak tidur


B. Adanya memar yang terlihat pada tubuh klien
C. Laporan klien tentang keinginan untuk membahayakan dirinya
D. Anggota keluarga yang menolak pengobatan
E. Laporan klien tentang gangguan eliminasi

Jawaban :

C. Laporan klien tentang keinginan untuk membahayakan dirinyaRasional: Pemikiran


klien adalah hal sangat penting ketika diungkapkan secara verbal. Pikiran untuk membahayakan
diri sendiri adalah hal yang utama. Pilihan A, B, D dan E tetap akan mempengaruhi pengobatan,
akan tetapi bukan menjadi hal yang utama pada kasus tersebut.

Strategi Mengerjakan Soal: Klien merupakan fokus dari pertanyaan; oleh karena itu, hilangkan
pilihan D. Fokus pada kata penting “prioritas” dan gunakan kemampuan dalam menentukan
prioritas. Ingatlah ketika klien mengungkapkan adanya pemikiran untuk membahayakan diri
sendiri, hal itu merupakan data prioritas yang perlu diperhatikan.
Review: Teknik pengumpulan data yang berhubungan dengan pengalaman klienterhadap
keinginan membahayakan diri sendiri
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psokososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 448-449

7. Seorang perawat merawat klien yang baru MRS setelah mengalami cedera akibat kebakaran
rumah. Klien berusaha untuk menyelamatkan tetangganya karena terjadi kebakaran, meskipun
dengan segala usaha klien, tetangganya telah meninggal. Manakah tindakan yang tepat perawat
lakukan agar memungkinkan klien mampu melewati masa krisisnya?

A. Identifikasi kemampuan fungsi klien


B. Identifikasi potensi klien untuk membahayakan dirinya sendiri
C. Tanyakan tentang perasaan klien yang mungkin mempengaruhi adaptasinya
D. Tanyakan persepsi klien terhadap penyebab dari kematian tetangganya
E. Identifikasi kedekatan hubungan klien dengan korban

Jawaban :

C. Tanyakan tentang perasaan klien yang mungkin mempengaruhi adaptasinyaRasional:


Pertama kali klien harus mengahdapi perasaannya dan respon negatif klien mampu melewati
makna situasi krisis. Pilihan C berkaitan langsung dengan perasaan klien. Pilihan A, B, D dan E
tidak berkaitan secara langsung ditujukan pada perasaan klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu penyesuaian pada situasi krisis. Fokus
pada perasaan klien akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Tindakan perawat pada situasi krisis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan Mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 180, 190

8. Ketika klien dirawat di unit kesehatan mental rawat inap dengan diagnosis anorexia nervosa,
pendekatan perilaku kognitif digunakan segagai bagian dari rencana perawatan. Apakah tujuan
dari pendekatan itu ?
A. Menyediakan lingkungan yang mendukung
B. Memeriksa konflik intrapsikis dan masalah masa lalu
C. Menekankan interaksi sosial dengan klien yang menarik diri
D. Membantu klien untuk memeriksa disfungsional pikiran dan keyakinan
E. Membantu klien untuk berkomunikasi dengan orang lain.

JAWABAN :

D. Membantu klien untuk memeriksa disfungsional pikiran dan keyakinanRASIONAL :


Terapi perilaku kognitif digunakan untuk membantu mengidentifikasi klien dan memeriksa
disfungsi pikiran dan mengidentifikasi dan memeriksa nilai-nilai dan keyakinan dalam
memelihara pikiran-pikiran. Pilihan yang tersisa, sementara terapi dalam situasi tertentu, tidak
berfokus pada terapi perilaku kognitif.

Anda mungkin juga menyukai