Anda di halaman 1dari 12

Critical Journal Review

NAMA MAHASISWA : PUTRI ARDHILLAH

NIM : 2173311056

DOSEN PENGAMPUN : Rosdiana Siregar, M.Pd

MATA KULIAH : Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan


Sastra Indonesia

PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN, 2019
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur atas kehadiran Allah Yang Maha Esa, atas segala kebesaran dan

kelimpahan nikmat yang diberikan-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan CJR

Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya menyadari bahwa banyak

kekurangan dari CJR ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat masih

kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan

saran yang membangun sangat saya harapkan dari Bapak Dosen.

Harapan saya dari penyusunan CJR Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sastra

Indonesia ini adalah, mudah-mudahan apa yang saya susunan ini penuh manfaat baik untuk

pribadi, teman-teman dan Ibu dosen.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................1

BAB II RINGKASAN JURNAL .................................................................................2

RINGKASAN JURNAL UTAMA ...............................................................................2

RINGKASAN JURNAL PEMBANDING .................................................................4

BAB III PEMBAHASAN .............................................................................................6

Kelebihan dan Kekurangan Jurnal Utama ................................................................6

Kelebihan dan Kekurangan Jurnal Pembanding ......................................................6

BAB IV PENUTUP .......................................................................................................7

Kesimpuan .....................................................................................................................7

Saran ..............................................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................8

JURNAL UTAMA

JURNAL PEMBANDING

ii
BAB I

PENDAHULUAN

Saya akan membandingkan 2 Jurnal yang berbeda, dalam membuat CJR ini
sehingga mengetahui perbedaan antara buku utama dan buku pembanding dengan judul
yang berbeda tetapi saling berkaitan.

Jurnal ini dapat dimanfaatkan oleh para Mahasiswa dan dapat dibaca oleh siapa saja
yang ingin memperluas wawasan pengetahuan mereka. Semoga jurnal ini dapat bermanfaat
kiranya bagi para pembacanya dan kepada penerbit penulis saya mengucapkan banyak
terima kasih atas kesediaannya untuk mebagikan jurnal ini dengan tata susunan dan tata
rancangannya.
IDENTITAS JURNAL UTAMA
Judul Artikel : Peningkatan Kemampuan Berbahasa Indonesia Melalui Metode

Drama Pada Siswa Kelas Viic Smp Dharma Praja

Penulis :I Nyoman Juniardianta

Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Bahasa

Volume :3

Nomor / Tahun : 1 / April 2017

Jumlah Halaman : 15

Nomor ISSN : 2406-9019

IDENTITAS JURNAL PEMBANDING

Judul Artikel : Pengembangan Bahan Ajar Membaca Sastra Indonesia Dan


Perangkat Penilaian Autentik Siswa Kelas VII Semester 1 Smp
Negeri 8 Denpasar
Penulis : I Gst. A. Md Aryaningsih, N. Sudiana, N. Martha

Nama Jurnal : Journal Program Pascasarjana

Volume :2

Tahun : 2013

Jumlah Halaman : 11

Nomor ISSN :-

1
BAB II

RINGKASAN JURNAL

JURNAL UTAMA

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA MELALUI METODE


DRAMA PADA SISWA KELAS VIIC SMP DHARMA PRAJA

Menurut Aliseptiansyah (2014:7-9) konsep berbahasa Indonesia adalah Bahasa Indonesia


yang digunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara,
tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam
Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dan tata bahasa).
Model pembelajaran drama dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia adalah
suatu model dalam pembelajaran melalui bermain peran secara formal agar siswa bisa
memiliki kreativitas dalam menentukan diksi dan tata bahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia
yang relevan. Menurut Azhar (2015) drama adalah suatu karya sastra yang ditulis dalam
bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukan oleh aktor. Pementasan naskah drama dapat
dikenal dengan istilah teater. drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang diperagakan di
panggung dan berdasarkan sebuah naskah.

Metode Drama

Metode bermain peran (drama) adalah berperan atau memainkan peranan dalam
dramatisasi masalah sosial atau psikologis. Adapun tujuan dalam bermain peran yaitu dapat
memerankan tokoh tertentu dengan ucapan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan
berbicaranya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seseorang
menirukan gaya tokoh yang diidentifikasikan dengan ucapan yang mirip atau sama. Menurut
Purnomo (2011) metode drama adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan
mempertunjukan atau mempertontonkan atau mendemonstrasikan cara tingkah laku pada
kehidupan manusia baik secara resmi dan tidak resmi. Proses interaksi antara siswa dengan
guru dalam kegiatan pembelajaran dengan metode drama akan lebih aktif, komunikasi
berjalan dua arah dari guru ke siswa dan dari siswa ke guru. Siswa tidak hanya menerima
penjelasan materi secara teoritis tetapi juga ikut mengamati dan menganalisa masalah yang
yang merupakan ilustrasi dari materi yang akan disampaikan. Metode drama memiliki tujuan
dan manfaat bagi siswa. Tujuan metode drama bagi siswa adalah (1) siswa berani

2
mengungkapkan pendapat secara lisan, (2) memupuk kerja sama diantara para siswa, (3)
siswa menunjukkan sikap berani dalam memerankan tokoh yang diperankan, (4) siswa
menjiwai tokoh yang diperankan, (5) siswa memberikan tanggapan terhadap jalnnya
pelaksanaan metode drama yang telah dilakukan, (6) melatih cara berinteraksi dengan orang
lain. Manfaat metode drama bagi siswa adalah (1) siswa tidak hanya mengerti persoalan-
persoalan psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila
berhubungan dengan sesama manusia, (2) siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang
lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain.

Melalui metode drama siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi,
dengan bantuan kelompok social yang anggotanya teman-temannya sendiri. Dengan kata lain
metode ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial. Melalui bermain
peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah-masalah hubungan antar manusia
dengan cara memperagakannya hasilnya didiskusikan dalam kelas. Adapun faktor-faktor
yang menyebabkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia pada responden sebagai berikut. (1)
Faktor penyebab kesalahan pertama adalah responden lebih cenderung menggunakan bahasa
campuran, (2) sebagian besar responden tidak terlalu menyukai pelajaran bahasa Indonesia di
sekolah, (3) kurangnya keberanian responden dalam berbicara di depan umum pada saat pada
saat guru menunjuknya ke depan kelas, dalam hal tersebut dikarenakan guru kurang
melibatkan responden dalam proses belajar mengajar (4) responden belum memahami
pemakaian berbahasa Indonesia yang relevan, hal itu disebabkan oleh sedikitnya informasi
tentang berbahasa Indonesia yang relevan didapatkan responden dari guru, sehingga
responden hanya menggunakan bahasa Indonesia pergaulan. Dan responden hanya
memahami bahasa Indonesia pergaulan saja.

3
JURNAL PEMBANDING

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA SASTRA INDONESIA DAN


PERANGKAT PENILAIAN AUTENTIK SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP
NEGERI 8 DENPASAR

Tarigan (1995:2) mengungkapkan bahwa sastra merupakan sarana membuka pintu-


pintu penemuan, sastra itu sungguh menarik, menawan hati, memberi motivasi dan selalu
berkembang. Sastra memberikan petualangan-petualangan dan kenikmatan yang tidak habis-
habisnya. Salah satu standar kompetensi pembelajaran sastra di SMP kelas VII semester 1
dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah memahami isi berbagai teks
bacaan sastra dengan membaca. Masalah yang dihadapi di SMP Negeri 8 Denpasar tentang
pembelajaran membaca sastra adalah: (1) kurangnya bahan ajar yang relevan atau tidak
berbudaya lokal. (2) penilaian yang digunakan oleh guru tidak bercirikan penilaian autentik.
Berdasarkan masalah ini, tujuan penelitian adalah: (1) mengembangkan bahan ajar membaca
sastra yang layak dan dapat diaplikasikan pada siswa kelas VII semester 1 di SMP Negeri 8
Denpasar, dan (2) mengembangkan penilaian yang bercirikan penilaian autentik dalam
pembelajaran membaca sastra pada siswa kelas VII semester 1 di SMP Negeri 8 Denpasar.

Beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya kebiasaan membaca antara lain: 1)


budaya masyarakat kita yang masih mengutamakan budaya lisan memang sangat
berpengaruh pada rendahnya kebiasaan membaca. 2) pengajar kurang menciptakan latihan
membaca. 3) pengaruh media elektronik yang luar biasa tak dapat lagi dibendung. Tanpa
antisipasi yang matang, faktor ini akan menjadi penghambat kebiasaan membaca, dan 4)
kurang tersedianya bahan-bahan bacaan. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran
sastra yang terhimpun dalam pelajaran bahasa Indonesia, menekankan pada materi membaca
dan mengarang. Setiap siswa wajib membaca buku sastra sejenis novel, roman, cerpen, dan
karya puisi bukan membaca sinopsisnya. Untuk siswa SMP, harus membaca buku sastra
sembilan buah selama tiga tahun. Kewajiban siswa itu harus dievaluasi oleh gurunya dengan
memberikan tugas-tugas yang terkait dengan sastra. Membaca teks sastra merupakan suatu
kegiatan terpadu yang mencakup kegiatan memahami apa yang tersirat dan yang tersurat
pada teks sastra. Kegiatan membaca pada dasarnya adalah kegiatan yang cukup kompleks.
Kekompleksannya itu diakibatkan karena pembaca melibatkan berbagai aspek baik fisik
maupun mental, bekal pengalaman, dan pengetahuan maupun aktivitas berpikir dan
merasakan. Dalam kegiatan membaca, keseluruhan aspek ini teproses untuk mencapai tujuan

4
tertentu. Tujuan penelitian: (a) untuk mengembangkan bahan ajar membaca sastra Indonesia
yang layak dan dapat diaplikasikan, dan (b) untuk mengembangkan perangkat penilaian yang
bercirikan penilaian autentik. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah
penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi: analisis
kebutuhan, mengembangkan desain, mengembangkan bahan ajar, uji awal, revisi, produk uji
awal, uji ulang, revisi, uji akhir, dan produk akhir. Bahan ajar yang dikembangkan telah
layak dan dapat diaplikasikan, karena sesuai dengan kebutuhan siswa. Demikian juga
penilaian yang dikembangkan telah bercirikan penilaian autentik, karena penilaian telah
mampu digunakan untuk mengungkap kompetensi yang diinginkan atau sesuai dengan
indikator. Pengembangan bahan ajar membaca sastra ini telah terbukti dapat meningkatkan
kemampuan membaca sastra pada siswa kelas VII semester 1 SMP Negeri 8 Denpasar.

5
BAB III

PEMBAHASAN

Kelebihan dan Kekurangan Artikel Utama

Pada jurnal utama ini kelebihanya ISNN nya ada, lalu jurnalnya resmi, struktur
penulisan sesuai, tulisannya rapi kanan dan kiri, daftar pustakanya didukung oleh para ahli
yang berbeda, Bahasa yang digunakan mudah dipahami atau dimengerti. Kekurangannya
yaitu tidak tercantumkan hasil penelitian di dalam jurnal tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Artikel Pembanding

Kelebihannya memiliki abstrak yang berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, isi jurnal
mudah untuk dipahami lalu saling berkesinambungan. Kekurangannya tidak memiliki ISNN,
Tidak Memiliki Volume, Model pembuatan jurnalnya tidak menarik seperti pada jurnal
Utama. Tulisannya terlalu rapat tanpa ada jarak lalu huruf tulisanya terlalu kecil.

Jadi judul jurnal Utama dan Jurnal Pembanding saling berkaitan karena membahas pada
jurnal utama peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia sedangkan jurnal pembanding
membahas pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia. Kedua jurnal tersebut di lakukan
pada tingkat SMP dan kedua jurnal ini sama – sama berhasil melakukan penelitiannya.

6
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Hasil berbahasa Indonesia responden setelah menerapkan metode drama menjadi lebih
baik dari sebelumnya. Hal tersebut terbukti pada penilaian akhir sebesar 93% responden
mengalami peningkatan sekaligus melebihi nilai KKM yaitu 76, jumlah responden yang
mendapat nilai 100 yaitu 33 siswa dengan predikat sangat baik, sedangkan jumlah responden
yang mendapat nilai 66 yaitu 2 orang dengan predikat cukup, dan jumlah responden yang
mendapat nilai 38 yaitu 1 orang dengan predikat kurang.

Responden yang melakukan kesalahan di bagian diksi pada saat penilaian akhir yaitu
berjumlah 1 orang, sedangkan responden yang melakukan kesalahan di bagian tata bahasa
yaitu berjumlah 2 orang. Berdasarkan hasil peningkatan responden pada penilaian akhir
dapatlah disimpulkan bahwa metode drama dengan cerita formal dapat meningkatkan
kemampuan berbahasa Indonesia pada siswa kelas VIIC SMP Dharma Praja.

Bahan ajar yang dikembangkan telah layak dan dapat diaplikasikan, karena sesuai
dengan kebutuhan siswa. Demikian juga penilaian yang dikembangkan telah bercirikan
penilaian autentik, karena penilaian telah mampu digunakan untuk mengungkap kompetensi
yang diinginkan atau sesuai dengan indikator. Pengembangan bahan ajar membaca sastra ini
telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca sastra pada siswa kelas VII
semester 1 SMP Negeri 8 Denpasar.

SARAN

Sebaiknya pada jurnal yang ke pembanding identitasnya harus lengkap seperti pada jurnal
utama agar tidak membuat pembaca bingung apakah ini jurnal resmi atau tidak.

7
DAFTAR PUSTAKA

I Nyoman Juniardianta.2017. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Indonesia Melalui


Metode Drama Pada Siswa Kelas Viic Smp Dharma Praja. Jurnal Ilmu Bahasa. Vol 3 No 1
2017. Hal 1-15. Tanggal 2 Maret 2019. Diakses pukul 1.27 wib.

I Gst. A. Md Aryaningsih, N. Sudiana, N. Martha.2013. Pengembangan Bahan Ajar


Membaca Sastra Indonesia Dan Perangkat Penilaian Autentik Siswa Kelas VII Semester 1
Smp Negeri 8 Denpasar. Journal Program Pascasarjana.Vol 2 2013. Hal 1-11. Tanggal 2
Maret 2019. Diakses pukul 1.45 wib

8
LAMPIRAN
JURNAL

Anda mungkin juga menyukai