Anda di halaman 1dari 5

SAP ASFIKSIA NEONATORUM

Pokok Pembahasan : Asfiksia Neonatorum


Sub Pokok Pembahasan : Penanganan dan pengenalan asfiksia neonatorum
Sasaran : Orang tua dan keluarga klien dengan penyakit asfiksia
Waktu : 25 menit
Tanggal : Selasa, 2 April 2019
Tempat : Ruangan Perinatologi RS Semarang

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah diberikan penyuluhan tentang asfiksia neonatorum selama 25 menit, diharapkan orangtua
dan keluarga klien mampu memahami tentang penanganan dan pengenalan penyakit asfiksia
neonatorum.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan orang tua dan keluarga klien dapat:
1. Menjelaskan tentang pengertian asfiksia neonatorum
2. Menyebutkan penyebab asfiksia neonatorum
3. Menyebutkan tanda dan gejala asfiksia neonatorum
4. Menyebutkan tentang penanganan pada penyakit asfiksia neonatorum

C. Materi Penyuluhan (Terlampir)


1. Pengertian asfiksia neonatorum
2. Penyebab asfiksia neonatorum
3. Tanda dan gejala asfiksia neonatorum
4. Penanganan pada penyakit asfiksia neonatorum

D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

E. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik
F. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media
Kegiatan
1. Pembukaan 5 menit a. Mengucapkan salam a. Menjawab salam Ceramah
b. Memperkenalkan b. Mendengarkan
diri dan menyimak
c. Menyampaikan c. Bertanya
tentang tujuan mengenai
pokok materi perkenalan dan
d. Meyampakaikan
tujuan jika ada
pokok pembahasan
yang kurang jelas
e. Kontrak waktu
2. Pelaksanaan 15 menita. Penyampaian Materi a. Mendengarkan Lembar balik
a. Menjelaskan dan menyimak Leaflet
b. Bertanya
pengertian asfiksia
b. Menjelaskan mengenai hal-hal
penyebab asfiksia yang belum jelas
c. Menjelaskan tanda
dan dimengerti
dan gejala asfiksia
d. Menjelaskan cara
penanganan asfiksia
g. Tanya Jawab
a. Memberikan
kesempatan pada
masyarakat untuk
bertanya
3. Penutup 5 menit a. a. Menjawab tentang Ceramah
Melakukan evaluasi pertanyaan yang
b.
diajukan
Menyampaikan b. Mendengar
c. Memperhatikan
kesimpulan materi
d. Menjawab salam
c.
Mengakhiri pertemuan
dan mengucap
salam
G. Evaluasi
Diharapkan masyarakat mampu :
1. Menjelaskan tentang pengertian asfiksia
2. Menjelaskan tentang penyebab asfiksia
3. Menjelaskan klasifikasi asfiksia
4. Menjelaskan tentang tanda dan gejala asfiksia
5. Menjelaskan tentang cara penanganan asfiksia

Lampiran
ASFIKSIA NEONATORUM

A. Definisi
Asfiksia adalah keadaan bayi baru lahir yang mengalami gangguan tidak segera
bernafas secara sepontan dan teratur setelah lahir. Asfiksia dapat terjadi selama kehamilan
atau persalinan (Nurarif & Kusuma, 2015). Asfiksia dalam kehamilan: Biasanya terjadi
karena penyakit infeksi, hipertensi, cedera selama kehamilan. Asfiksia dalam persalinan:
Kekurangan O2, adanya tekanan terlalu kuat dari kepala anak pada plasenta, perdarahan
banyak, solusio plasenta, partus lama atau partus dengan menggunakan bantuan alat.
Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi dimana bayi tidak dapat bernafas secara
spontan dan teratur segera setelah lahir (Hidayat, 2008).

B. Etiologi asfiksia
1. Faktor ibu
a. Hipoksia akibat pemberian obat analgetik
b. Preeklamsia dan Eklamsia saat hamil
c. Perdarahan abnormal saat hamil
d. Persalinan lama atau macet
e. Kehamilan lewat waktu
2. Faktor janin:
a. Bayi prematur
b. Lilitan tali pusat
c. Kelainan letak
d. Air ketuban bercampur berak (meconium)
3. Faktor plasenta
a. Tali pusat pendek
b. Simpul tali pusat
c. Prolaps tali pusat
d. Solusio plasenta

C. Klasifikasi asfiksia
1. Asfiksia ringan/bayi normal
Skor APGAR 7-10, bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan khusus.
2. Asfiksia sedang
Skor APGAR 4-6, pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung lebih dari
100/menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.
3. Asfiksia Berat
Skor APGAR 0-3, pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari
100x/menit, tonus otot buruk, sianosis berat, dan kadang-kadang pucat, reflek
iritabilitas tidak ada.

D. Manifestasi klinis
1. Pada Kehamilan
Denyut jantung janin lebih cepat dari 160 x/mnt atau kurang dari 100 x/mnt, halus dan
ireguler serta adanya pengeluaran mekonium.
a. Jika DJJ normal dan ada mekonium : janin mulai asfiksia
b. Jika DJJ lebih dari 160 x/mnt dan ada mekonium : janin sedang asfiksia
c. Jika DJJ kurang dari 100 x/mnt dan ada mekonium : janin dalam gawat
2. Pada bayi setelah lahir
a. Bayi pucat dan kebiru-biruan
b. Usaha bernafas minimal atau tidak ada
c. Hipoksia
d. Perubahan fungsi jantung
e. Kegagalan sistem multiorgan
f. Kalau sudah mengalami perdarahan di otak maka ada gejala neurologik : kejang,
nistagmus, dan menangis kurang baik/ tidak menangis.

E. Penanganan Asfiksia