Anda di halaman 1dari 4

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

KONSELING INDIVIDU

A Komponen Layanan Responsif


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik/Tema Layanan Penanggulangan Pergaulan Bebas Pada Remaja
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Remaja dapat memahami bahaya dari pergaulan bebas dan
bagaimana cara menyikapinya
F Tujuan Khusus 1. Remaja dapat menyikapi proses konseling ini dengan positif
2. Remaja dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang
lebih positif
3. Remaja tidak mengulangi masalah yang sama
G Sasaran Layanan Remaja
H Materi Layanan 1. Pengertian pergaulan bebas
2. penanganan dan pencegahan pergaulan bebas
3. penyesuaian diri dengan lingkungan
I Waktu Satu kali pertemuan 45 menit
J Sumber Materi 1. Standar kompetensi kemandirian mahasiswa
Marlinara.blogspot.com> 2013/04/pergaulan-bebas-di-kalangan-
remaja
2. http://ockym.blogspot.com/2015/03/makalah-tentang-pergaulan-
bebas
3. Jurnal “Analisa” volume XVI,No. 01, Januari-Juni 2009
4. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 1 No. 3, Agustus 2011

K Metode/Teknik Konseling
L Media/ Alat Sikap dan Perilaku, Verbal
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan

a. pernyataan Tujuan 1. Konselor membuka konseling dengan baik


2. Membina hubungan baik dengan klien/remaja
3. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang hendak dicapai
b. Memperjelas tentang 1. Memberikan langkah-langkah konseling dan tanggung
langkah-langkah konseling jawab remaja
2. Kontrak layanan pada hari ini selama 45 menit sepakat
akan dilakukan dengan baik
c. Mengarahkan Kegiatan Konselor memberikan penjelasan tentang topik yang akan
dibicarakan
d. Tahap Peralihan Konselor menanyakan kesiapan konseli dalam proses
konseling tersebut
2. Tahap Inti

a. Kegiatan Konseli 1. Memberikan informasi kepada konselor


2. menjalani proses konseling dengan baik
3. menerima dan menyangga setiap masukan dari konselor
4. diskusi dengan konselor
b. Kegiatan Konselor 1. memberikan masukan sesuai dengan informasi yang disampaikan
klien
2. mengajak klien bercurah pendapat
3. menjelaskan cara menyelesaikan masalah tersebut
4. mengevaluasi hasil konseling
5. membuat catatan-catatan observasi selama proses layanan
3. Tahap Penutup 1. konseli menyimpulkan hasil konseling
2. konseli mengungkapkan makna dan manfaat dari proses konseling
tersebut
3. konselor memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
4. konselor menutup kegiatan layanan dengan mengajak klien
bersyukur dan berdoa
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Konselor melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. konseli menyampaikan perubahan yang terjadi pada dirinya
2. mengamati sikap konseli dalam proses konseling
3. mengamati cara konseli dalam bersikap dan bertingkahlaku
4. mengamati konseli dalam meberikan penjelasan terhadap konselor
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara lain:
1. evaluasi tentang suasana pertemun dengan instrumen:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan
2. evaluasi terhadap topik yang dibahas: sangat
penting/penting/kurang penting/tidak penting
3. evaluasi terhadap cara konselor dalam menyampaikan materi:
mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit dipahami

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Uraian materi
2. Lembar Kerja Siswa
Tegal, 28 Desember 2018

Mengetahui

Konselor Guru BK

Dia,kons, M.Pd. Tenyaho, M.Pd.


MATERI

Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas
kewajiban, tuntutan,aturan, syarat,dan perasaan malu. Pengertian pergaulan bebas di ambil dari
kata Pergaulan yang artinya proses interaksi antar individu atau individu dengan kelompok, sedang
kata Bebasyang artinya terlepas dari kewajiban, aturan, tuntutan, norma agama, dan pancasila.

Pergaulan bebas menurut agama, pengertian pergaulan bebas menurut agama adalah proses
dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Pergaulan bebas tertuang dalam
surah An-Nur ayat 30-31 bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul.

Beberapa sebab remaja melakukan pergaulan bebas yaitu sikap mental yang tidak sehat,
pelampiasan rasa kecewa terhadap keluarga yang tidak harmonis, kegagalan remaja menyerap norma-
norma agama dan norma-norma pancasila.

Ciri-Ciri pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu:

1. Terjerat dalam pesta hura-hura.


2. Mabuk-mabukan dan menggunakan obat-obat terlarang (narkoba).
3. Perilaku yang tidak baik.
4. Menggunakan pakaian terbuka.

Faktor penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja yaitu:

1. Rendahnya taraf pendidikan keluarga, seperti keluarga yang mengizinkan sang anak
berpacaran tanpa ada pengawasan yang menyebabkan anak terjerumus ke dalam pergaulan
bebas.
2. Orang tua yang kurang memperhatikan pergaulan anak, orang tua yang sibuk dengan
pekerjaannya sehingga anak tidak bisa diperhatikan dengan maksimal.
3. Kurang berhati-hati dalam berteman, contohnya teman menuntun kita kearah yang negative,
terjadi karena berteman dengan orang yang tidak baik.
4. Keadaan ekonomi keluarga, contohnya anak yang putus sekolah karena ekonomi keluarga
yang rendah membuat perilaku sang anak menjadi tambah parah.

Dampak dari pergaulan bebas memberikan pengaruh besar bagi diri sendiri, orang tua, dan
negara. Seperti ketergantungan obat-obatan terlarang, menurunnya tingkat kesehatan, meningkatnya
kriminalitas, meregangkan hubungan keluarga, meyebarkan penyakit, menurunnya prestasi belajar,
berdosa.

Adapun cara mengatasi pergaulan bebas terhadap anak-anak yaitu:

1. Memperbaiki cara pandang.


2. Jujur pada diri sendiri.
3. Menanamkan nilai ketimuran.
4. Menjaga keseimbangan pola hidup.
5. Banyak beraktivitas secara positif.
6. Berpikir tentang masa depan.
7. Mengurangi menonton tv yang mengandung unsur seksual dan kekerasan.
8. Selalu membaca buku yang memberikan motivasi baik.
9. Berkomunikasi dengan baik dengan orang
10. Mengadakan sosialisasi tentang bahaya pergaulan bebas.
11. Menegakkan aturan hukum.
Dengan cara-cara di atas diharapkan kepada orang tua, guru (pendidik), pemerintah, mampu
berkerja sama dalam mengurangi tingkat pergaulan bebas yang terjadi di tanah Sumbawa ini, agar
anak-anak di tanah Sumbawa terbebas dari pergaulan bebas dan menjadi anak-anak yang berguna bagi
bangsa dan negara.