Anda di halaman 1dari 20

Tugas dan Fungsi Protokol

Tugas Protokol

1. Tata Ruang. Pengaturan ruangan (classroom, teater, conference, dsb). Lambang


negara, bendera, gambar Presiden dan Wakil Presiden. Meja, kursi, dan podium. Tata
cahaya. Tata suara. Dekorasi. Perlengkapan upacara (sirine, gong, prasasti, dll).
2. Tata Tempat. Adalah norma yang berlaku dalam hal tata tempat duduk para
pejabat yang didasarkan atas kedudukannya dalam ketatanegaraan, kedudukan
administratif / struktural dan kedudukan sosialnya.
3. Tata Upacara. Adalah tata urutan kegiatan, yaitu bagaiamana acara harus
dilaksanakan sesuai jenis aktivitasnya. Yang perlu diperhatikan adalah: jenis
kegiatan, bahasa pengantar, materi aktivitas, menyusun acara dengan urutan yang
benar, menyiapkan personil yang terlibat dalam suatu acara, menetapkan urutan dan
menghubungi yang akan memberikan sanbutan sesuai jenjang jabatannya, pejabat
tertinggi memberikan sambutan terakhir.
4. Tata Busana. Menetapkan pakaian yang harus dikenakan pada suatu kegiatan
protokoler baik oleh para pejabat / undangan maupun petugas pelaksana kegiatan.
5. Tata Warkat. Penataan administrasi surat menyurat dan undangan yang berkaitan
langsung dengan acara yang dilaksanakan.
Fungsi Protokol

1. Perancanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizing)
3. Penggerakkan (actuating)
4. Pengawasan (controlling)
5. Pengkoordinasian (coordinating)
6. Pengambilan keputusan (decision making)

TUGAS POKOK DAN FUNGSI HUMAS PROTOKOL


Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas menyelenggarakan urusan
informasi dan pemberitaan, pengelolaanpengaduan dan keprotokolan serta dokumentasi. Untuk
melaksanakan tugas, Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai fungsi :
1. Penyiapan rumusan kebijakan dan pelayanan administrasi di bidang informasi dan
pemberitaan, pengelolaan pengaduan serta protokol dan dokumentasi;
2. Penyelenggaraan kebijakan bidang informasi dan pemberitaan, pengelolaan pengaduan
serta protokol dan dokumentasi;
3. Pelaksanaan kajian, analisis evaluasi dan pelaporan kegiatan bidang informasi dan
pemberitaan, pengelolaan pengaduan serta protokol dan dokumentasi;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Asisten Administrasi Umum sesuai dengan
bidang tugasnya.
A. Sub bagian Informasi dan Pemberitaan mempunyai tugas :
1. Melaksanakan pengumpulan dan penyajian informasi serta pemberitaan;
2. Menyiapkan bahan kajian, analisis pelaksanaan, informasi dan pemberitaan;
3. Melaksanaan penyebarluasan informasi pemerintah maupun lembaga sosial masyarakat
melalui bahan dan materi, serta media massa;
4. Memfasilitasi kegiatan ceramah dan dialog rutin maupun insidental, tatap muka melalui
anjangsana, sarasehan, diskusi dan dialog interaktif;
5. Melaksanakan monitoring terhadap peredaran pers komersial, non komersial dan
percetakan, serta melaksanakan penyebarluasan informasi pemerintah melalui media
cetak;
6. Melaksanakan kegiatan terhadap kegiatan-kegiatan pemerintah maupun masyarakat dan
peristiwa-peristiwa yang terjadi menggunakan sarana audio, video maupun visual;
7. Melaksanakan klarifikasi informasi dan pemberitaan kepada pers;
8. Melaksanakan tugas lain yang di berikan kepada Kepala Bagian sesuai bidang tugasnya.
B. Sub Bagian Pengelolaan dan Pengaduan mempunyai tugas :
1. Melaksanakan inventarisasi, menyiapkan bahan penyusunan rancangan kebijakan
pengumpulan dan pengelolaan pengaduan;
2. Menyiapkan bahan kajian, analisis dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan pengaduan;
3. Menerima, melaporkan dan menindaklanjuti pengelolaan pengaduan;
4. Melaksanakan tugas ketatusahaan dan bagian;
5. Melaksanakan tugas lain yng diberikan oleh kepala bagian sesuai bidang tugasnya.
C. Sub Bagian Protokol dan Dokumentasi mempunyai tugas :
1. Mengkoordinasikan kegiatan keprotokolan dan pendokumentasian;
2. Menyiapkan bahan dan peralatan pendukung kegiatan keprotokolan;
3. Melaksanakan Kegiatan Keprotokolan daerah dan mendokumentasikan kegiatan
pemerintah daerah;
4. Memfasilitasi kegiatan keprotokolan dan dokumentasi pemerintah daerah;
5. Melaksanakan pengelolaan dan pendokumentasian hasil-hasil peliputan dan penyaiaran
dalam bentuk kliping, rekanan video dan film.
6. Melaksanakan tugas lain dan diberikan oleh kepala bagian sesuai bidang tugasnya.

Hubungan Masyarakat

1. Pengertian Hubungan Masyarakat

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah seni menciptakan pengertian publik
yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/
organisasi .

Menurut IPRA (International Public Relations Association) Humas adalah fungsi manajemen
dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik
(public) untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau
mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini public di antara mereka.

Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi,
mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan
sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi .
Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil
tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan,
dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.
Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen
organisasi. Sasaran humas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas
bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah
timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya.

Contoh dari kegiatan-kegiatan Humas adalah: melobi, berbicara di depan publik,


menyelenggarakan acara, dan membuat pernyataan tertulis.

2. Pekerjaan Seorang Humas

Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang humas dalam
mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi
atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian
tersebut[4].
Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan,
dan apatis. Seorang petugas humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi
pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.

Bagian penting dari pekerjaan petugas Humas dalam suatu organisasi adalah :

 Membuat kesan (image)


 Pengetahuan dan pengertian
 Menciptakan ketertarikan
 Penerimaan
 Simpati
Humas adalah sebuah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk
memperoleh kemauan baik dan pengertian dari pelanggan, pegawai, dan publik yang lebih luas.
Dalam pekerjaannya, seorang humas membuat analisis ke dalam dan perbaikan diri, serta
membuat pernyataan-pernyataan keluar

Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan,
dan apatis. Seorang humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan
pengertian, penerimaan dan ketertarikan.
3. Fungsi humas

Menurut Edward L.Bernays humas memiliki fungsi sebagai berikut :

1. memberikan penerangan kepada publik,


2. melakukan persuasi kepada publik untuk mengubah sikap dan tingkah laku publik
3. Upaya untuk menyatukan sikap dan perilaku suatu lembaga sesuai dengan sikap dan
perbuatan masyarakat, atau sebaliknya
Penelitian yang diadakan oleh International Public Relations Association (IPRA) pada tahun
1981 menyimpulkan bahwa pada umumnya fungsi PR/humas masa kini meliputi 15 pokok yaitu:

 Memberi konseling yang didasari pemahaman masalah prilaku manusia


 Membuat analisis “trend” masa depan dan ramalan akan akibat-akibatnya bagi institusi.
 Melakukan riset pendapat, sikap dan harapan masyarakat terhadap institusi serta memberi
saran tindakan-tindakan yang diperlukan institusi untuk mengatasinya.
 Menciptakan dan membina komunikasi dua-arah berlandaskan kebenaran dan informasi
yang utuh.
 Mencegah konflik dan salah pengertian.
 Meningkatkan rasa saling hormat dan rasa tanggung jawab sosial.
 Melakukan penyerasian kepentingan institusi terhadap kepentingan umum.
 Meningkatkan itikat baik institusi terhadap anggota, pemasok dan konsumen.
 Memperbaiki hubungan industrial.
 Menarik calon tenaga yang baik agar menjadi anggota serta mengurangi keinginan
anggota untuk keluar dari institusi.
 Memasyarakatkan produk atau layanan.
 Mengusahakan perolehan laba yang maksimal.
 Menciptakan jadi diri institusi.
 Memupuk minat mengenai masalah-masalah nasional maupun internasional
 Meningkatkan pengertian mengenai demokrasi.

4. Tujuan Humas

Tujuan yang ingin dicapai dalam pekerjaan kehumasan tergolong dua golongan besar
yaitu: Komunikasi Internal (personil/anggota institusi)

Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya.


Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi.
Menciptakan kesadaran personil mengenai peran institusi dalam masyarakat.
Komunikasi Eksternal (masyarakat)
1. Informasi yang benar dan wajar mengenai institusi.
2. Kesadaran mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya dan pendidikan
khususnya.
3. Motivasi untuk menyampaikan umpan balik.

Maksud dan tujuan yang terpenting dari PR adalah mencapai saling pengertian sebagai obyektif
utama. Pujian citra yang baik dan opini yang mendukung bukan kita yang menentukan tetapi
feed back yang kita harapkan. Obyektif atau tujuan PR yaitu “Pengertian”. “The object of PR is
not the achievement of a favourable image, a favourable climate of opinion, or favourable by the
media”. PR is about achieving an UNDERSTANDING.

Tujuan utama penciptaan pengertian adalah mengubah hal negatif yang diproyeksikan
masyarakat menjadi hal yang positif. Biasanya dari hal-hal yang negatif terpancar: hostility,
prejudice, apathy, ignorance. Sedangkan melalui pengertian kita berusaha merubahnya menjadi:
sympathy, acceptance, interest dan knowledge.

5. Tugas Humas

1. Menginterpretasikan, menganalisis dan mengevalusi kecenderungan perilaku public.


2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan public
3. Kepentingan organisasi/lembaga dapat jadi jauh berbeda denga kepentingan public dan
sebaliknya, namun juga kepentingan ini sedikit berbeda bahkan dapat juga
kepentingannya yang sama. Dalam kondisi yang manapun, tugas humas adalah
mempertemukan kepentingan ini menjadi saling dimengerti, dipahami, dihormati, dan
dilaksanakan.
4. Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga, khusunya yang berkaitan dengan
public.
Tugas mengevaluasi program manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang humas
yang tinggi dan luas. Karena tugas ini dapat berarti humas memiliki wewenang untuk
memberinasihat apakah suatu program sebaiknya diteruskan ataukah ditunda ataukah dihentikan.

Pengertian dan Sejarah Protokoler

Dalam pengertian luas protokoler adalah seluruh hal yang mengatur pelaksanaan suatu kegiatan

baik dalam kedinasan/kantor maupun masyarakat

A. Sejarah Kata Protokol

Secara estimologis istilah protokol dalam bahasa Inggris protocol, bahasa Perancis protocole,
bahasa Latin protocoll(um) dan bahasa Yunani protocollon. Dalam kamus Bahasa Inggris
Oxford,

“Protocol is the code of ceremonial forms or courtesies used in official dealings, as between
heads of state or diplomats.”

Awalnya, istilah protokol berarti halaman pertama yang dilekatkan pada sebuah manuskrip atau
naskah. Sejalan dengan perkembangan jaman, pengertiannya berkembang semakin luas tidak
hanya sekedar halaman pertama dari suatu naskah, melainkan keselurahan naskah yang isinya
terdiri dari catatan, dokumen persetujuan, perjanjian, dan lain-lain dalam lingkup secara nasional
maupun internasional.

Perkembangan selanjutnya, protokol berarti kebiasan-kebiasan dan peraturan-peraturan yang


berkaitan dengan formalitas, tata urutan dan etiket diplomatik. Aturan-aturan protokoler ini
menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal.
Masalah protokoler ditujukan pada keberhasilan pelaksanaan suatu kegiatan dan pada hal-hal
yang mengatur seluruh manusia yang terlibat dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Suatu kegiatan
apapun pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari hasil kerja tahapan-tahapan sebelumnya.
Tahapan-tahapan tersebut diperlukan untuk menunjang suksenya puncak acara.

Dalam Rapat Kerja Nasional-Rakernas Protokol tanggal 7-9 Maret 2004 di Jakarta disepakati
keprotokolan adalah ”Norma-norma atau aturan-aturan atau kebiasaan yang dianut atau diyakini
dalam kehidupan bernegara, berbangsa, pemerintah dan masyarakat.”

Keprotokolan di Indonesia diatur dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1987, ialah serangkaian
aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata
upacara dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya
dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.

B. Persyaratan Menjadi Protokoler.

Persyaratan untuk menjadi protokoler yaitu :

1. Mempunyai pengetahuan dan pengaiaman luas terutama dalam hubungan antar manusia
2. Bermental kuat dan kepribadian tangguh
3. Trampil dan cekatan menguasai situasi
4. Mampu mengambil keputusan dengan cepat tetapi cermat
5. Sangat peka terhadap permasalahan yang timbul
6. Sangat memahami perasaan orang lain
7. Sederhana dan sopan serta hormat pada setiap orang
8. Pandai membawa diri dan selalu mawas diri
9. Rendah hati tetapi tidak rendah diri
10.Penampilan menarik
11.Pandai berbusana sesuai dengan suasana
12.Berbahasa dengan tekanan dan suara yang baik
13.Memiliki pengetahuan tentang ketatausahaan dan unsure-unsur manajemen
14.Menguasai istilah-istilah baru dan bahasa asing
Adapun yang mengatur kegiatan protokol adalah pejabat protokol yang berkompenten dalam
menyelenggarakan keprotokolan dan seseorang yang memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan
dengan keprotokolan.

C. Jenis-jenis Kegiatan Protokol

Jenis-jenis kegiatan keprotokolan dapat meliputi:

Jenis Kegiatan yang bersifat umum dapat pula berlaku di tingkat Universitas/ Perguruan tinggi/
Kedinasan instansi, antara lain berbentuk:

1. Upacara pelantikan dan serah terima jabatan


2. Upacara penandatanganan naskah kerjasama
3. Upacara sumpah pegawai
4. Upacara peresmian/ pembukaan gedung baru
5. Peresmian pembukaan seminar, symposium, siskusi dan sebagainya
Jenis kegiatan yang bersifat Universitas/ Perguruan tingg

1. Upacara Dies Natalies


2. Upacara wisuda sarjana
3. Upacara pengukuhan guru besar
4. Upacara promosi Doktor/ Doktor Honoris Causa
D. Aktivitas Protokoler

Aktivitasnya terdiri atas 5 hal yaitu

1. Tata ruang,
Tata ruang adalah pengatur ruang atau tempat yang akan dipergunakan sebagai tempat
aktivitas. Ruang harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan, tergantung dari jenis aktivitas.

1. Perangkat keras, adalah berbagai macam perlengkapan yang diperlukan untuk maksud
suatu kegiatan berupa meja, kursi/sofa, sound system/ public address, dekorasi,
permadani, bendera, taman dan lain sebagainya
2. Perangkat lunak, antara lain personil yang terlibat dalam rangka pelaksanaan suatu
kegiatan seperti, penerima tamu, pemandu acara, petugas keamanan, petugas konsumsi
dan sebagainya.
Yang perlu diperhatikan :

1. Ruang harus sesuai dengan kebutuhan (jumlah kursi dan meja)


2. Papan nama petunjuk yang diperlukan
3. Tata suara yang memadai, disesuaikan dengan tata ruang dan tempat
4. Tata lampu yang mencukupi kebutuhan.
Penjelasan mengenai perangkat keras sudah disebutkan, namun masih perlu diingat mengenai :

1) Jumlah kursi, meja dan perlengkapan sound system, perlengkapan konsumsi

2) Perangkat lunak, terdiri dari personil yang bertugas sebagai pelaksana di lapangan, termasuk
pemandu acara/pembawa acara, penerima tamu, konsumsi, keamanan dan sebagainya

3) Khusus Pemandu Acara (MC),

2. Tata upacara,

Tata upacara adalah tata urutan kegiatan, yaitu bagaimana suatu acara harus disusun sesuai
dengan jenis aktivitasnya. Untuk keperluan itu harus diperhatikan:

1) jenis kegiatan;

2) bahasa pengantar yang dipergunakan;

3) materi aktivitas.

Dalam tata upacara, supaya direncanakan siapa yang akan terlibat dalam kegiatan upacara,
personil penyelenggara dan alat penunjang lain. Pengisi acara, misal dalam memberikan
sambutan, diperhatikan jenjang jabatan mereka yang akan memberikan sambutan. Kesediaan
mereka yang menyambut, jauh sebelumnya sudah dihubungi. Untuk kelancaran suatu “upacara”
diperlukan seorang “stage manajer” yang bertugas menjadi penghubung antara pembawa acara
dan pelaksana upacara.

3. Tata Tempat,

Kata preseance berasal dari bahasa Perancis atau dalam bahasa Inggris precende yang artinya
urutan. Maksudnya disini adalah urutan berdasarkan prioritas, atau siapa yang lebih dulu.

Secara keseluruhan, dapat diartikan preseance adalah ketentuan atau norma yang berlaku dalam
hal tata duduk para pejabat, yang biasanya didasarkan atas kedudukan ketatanegaraan dari
pejabat yang bersangkutan, kedudukan administratif/struktural dan kedudukan sosial. Tata urutan
tempat duduk di Indonesia diatur dengan Keputusan Presiden nomor 265 tahun 1968.
Pihak-pihak yang berhak didahulukan dalam preseance:

1. Golongan Very Important Person (VIP), pihak yang didahulukan karena jabarannya atau
kedudukannya.
2. Golongan Very Important Citizen (VIC), pihak yang didahulukan karena derajatya,
misalnya bangsawan dan sebagainnya.
Pedoman Preseance:

Aturan dasar Preseance

1. Orang yang dianggap paling utama atau tertinggi, mempunyai urutan paling depan atau
mendahului,
2. Jika orang-orang dalam posisi duduk atau berdiri berjajar, yang paling penting adalah
mereka yang di sebelag kanan.
3. Aturan umum tata tempat
 Jika duduknya menghadap meja, yang dianggap tempat pertama adalah menghadap
pintu keluar. Yang duduk di dekat pintu dianggap paling terakhir.
 Dalam pengaturan tempat suatu jajaran (dari sisi ke sisi), yaitu bila orang-orang
tersebut berjajar pada garis yang sama, maka tempat sebelah kanan di luar atau
tempat yang paling tengah adalah yang pertama tergantung situasi.
 Aturan tempat duduk
Urutan tempat duduk diatur menurut aturan sebagai berikut:

1. Yang didahulukan adalah tempat duduk yang paling tinggi


2. Berikutnya diatur secara berurutan berdasarkan letak tempat sebelah yang utama, sebelah
kanan merupakan urutan nomor tiga, sebelah kiri urutan nomor tiga.
3. Atutan urutan memasuki kendaraan
Tata urutan memasuki kenderaan, bagi undangan resmi atau kenegaraan memerlukan perhatian
dan penanganan khusus bahkan perencanaan yang matang. Tipe kenderaan juga mempengaruhi
pengaturan itu. Peranan pengemudi, ia juga harus mengenal pengetahuan protokoler, termasuk
penampilannya.

4. Tata Busana,

Tata busana disini ialah pakaian yang harus yang dimaksud ialah pakaian yang harus dikenakan
pada suatu aktivitas protokoler, baik oleh para pejabat undangan ataupun pelaksana kegiatan.
Tata busana harus ditentukan atau dicantumkan pada surat undangan yang dikirimkan baik
formal maupun informal.

5. Tata Warkat.

Pengaturan mengenai undangan yang akan dikirim untuk suatu kegiatan. Hal yang perlu
diperhatikan ialah:

1. Daftar nama tamu yang akan diundang hendaknya sudah disiapkan sesuai dengan
jenis/keperluan kegiatan.
2. Jumlah undangan disesuaikan dengan kapasitas tempat, kepentingan serta tercapainya
tujuan kegiatan sendiri.
3. Bentuk undangan sedapat mungkin dibakukan untuk setiap jenis kegiatan, baik mengenai
format, isi dan sebagainya.
4. Menulis nama orang yang diundang hendaknya secara benar dan jelas baik mengenai
nama, pangkat, jabatan dan alamatnya.
5. Dalam undangan perlu dijelaskan undangan diperuntukkan beserta istri/suami atau
tidak. Tidak dibenarkan dalam undangan resmi disebutkan undangan berlaku untuk
beberapa orang.
6. Mencantumkan kode undangan pada sampul undangan untuk mempermudah penempatan
duduknya.
7. Mencantumkan ketentuan mengenai pakaian yang dikenakan.
8. Menentukan batas waktu penerimaan tamu.
9. Catatan dalam undangan agar memberitahukan kehadirannya atau ketidak hadirannya
(RSVP yang merupakan singkatan: Respondez s’il vous plaiz)
10.Undangan dikirim dalam waktu relatif tidak terlalu lama dengan waktu pelaksanaan
kegiatan (seminggu sebelumnya hendaknya sudah terkirim).

E. Tata Cara Mengatur Kegiatan Protokol

Dalam mengatur kegiatan keprotokolan harus memiliki:

Tata cara, setiap kegiatan acara harus dilakukan secara tertib, khidmat serta setiap perbuatan atau
tindakan yang dilakukan menurut aturan dan urutan yang telah dilakukan.

1. Tata krama, yaitu etiket dalam pemberian penghormatan


2. Aplikasi aturan-aturan, yaitu penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang keprotokolan dan yang berkaitan dengan keprotokolan harus berlaku selaras
dengan situasi dan kondisi.

F. Peran dan Fungsi Protokoler

Peran dan fungsi protokoler turut menentukan keberhasilan kegiatan yang dilaksanakan oleh
organisasi atau institusi. Disamping itu, protokol juga merupakan bagian yang melekat dari
aktivitas perusahaan dan turut mewarnai budaya kerja, terutama bagi para petugas protokol yang
sangat dekat perannya dalam mendukung tugas kepemimpinan, baik di tingkat lokal maupun
nasional.

Diperlukan adanya keberadaan protokol dalam sebuah lembaga/ perusahaan adalah karena
protokol ikut menentukan terciptanya suasana yang memperngaruhi keberhasilan suatu acara
yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Selain itu dapat menciptakan tata pergaulan yang
mndekatkan satu sama lain dan dapat diterima oleh semua pihak, terciptanya upacara yang
khidmat, megah, dan agung, serta terciptanya ketertiban dan rasa aman dalam menjalankan
tugas.
Tugas Dan Fungsi
TUGAS DAN FUNGSI PEJABAT STRUKTURAL
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

KEPALA BIRO
A.Ringkasan Tugas
Melaksanakan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan Program, evaluasi dan
pelaporanpenyelenggaraan kegiatan Hubungan Masyarakat dan Protokol terkait dengan
pemberitaan dan dokumentasi dan keprotokolan.
B.Rincian Fungsi
1).Koordinasi pelaksanaan kegiatan pemberitaan, dokumentasi dan keprotokolan.
2).Pembinaan penyelenggaraan tugas pemberitaan, dokumentasi dan keprotokolan.
3).Perumusan kebijakan penyelenggaraan tugas pemberitaan, dokumentasi dan keprotokolan.
4).Penyusunan rencana program pemberitaan, dokumentasi dan keprotokolan.
5).Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan tugas pemberitaan, dokumentasi dan keprotokolan.
6).Juru bicara Pemerintah Daerah berdasarkan petunjuk pimpinan.
7).Pelaksanaan Tugas Kedinasan lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan bidang tugas.
C.Rincian Tugas
1).Merumuskan bentuk dan bahan koordinasi pelaksanaan kegiatan Biro.
2).Merumuskan bentuk dan bahan pembinaan penyelenggaran tugas Biro.
3).Merumuskan kebijakan penyelenggaraan tugas, terkait :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro;


 Rencana Strategis (Renstra) Biro;
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Merumuskan rencana program, terkait :

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Evaluasi dan pelaporan yang tertuang dalam :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Juru bicara Pemerintah Daerah melalui :

 Konferensi/jumpa pers
 Siaran Pers

7).Merumuskan analisa berita.


8).Merumuskan penyebarluasan di bidang online
9).Merumuskan kegiatan media.
10).Merumuskan digitalisasi dokumen audio – audio visual.
11).Merumuskan tata kelola dokumen kehumasan.
12).Merumuskan tata cara buku dan e-book.
13).Merumuskan pengklipingan berita.
14).Merumuskan pengelola media publikasi Pemerintah Provinsi NTB.
15).Merumuskan penyelenggaraan kegiatan tamu dan acara.
16).Merumuskan penyelenggaraan kegiatan pimpinan.
17).Merumuskan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA BAGIAN DOKUMENTASI


A. Ringkasan Tugas
Menyusun kegiatan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas pengelolaan dokumen dan perpustakaan, produksi
dan tata usaha Biro.
B. Rincian Fungsi
1).Penyusunan bahan koordinasi pengelolaan dokumen dan perpustakaan, produksi dan tata
usaha Biro.
2).Penyusunan bahan pembinaan pengelolaan dokumen dan perpustkaan, produksi dan tata usaha
Biro.
3).Penyusunan bahan perumusan kebijakan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan, Produksi,
dan Tata Usaha;
4).penyusunan rencana program dan kegiatan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan,
Produksi, dan Tata Usaha;
5).penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan, Produksi,
dan Tata Usaha;
6).Penyusunan bahan/uraian tugas kedinasan lainnya yang diberikan pimpinan.
C. Rincian Tugas
1).Menyusun bentuk dan bahan koordinasi pengelolaan dokumen dan perpustakaan, produksi
dan tata usaha Biro.
2).Menyusun bentuk dan bahan pembinaan pengelolaan dokumen dan perpustkaan, produksi dan
tata usaha Biro.
3).Menyusun bahan perumusan kebijakan pengelolaan dokumen dan perpustkaan, produksi dan
tata usaha Biro, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyusun bahan rencana program dan kegiatan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan,
Produksi, dan Tata Usaha Biro terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyusun bahan evaluasi dan pelaporan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan, Produksi,
dan Tata Usaha Biro terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Melaksanakan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah pimpinan.


7).Menyusun digitalisasi dokumen audio-audio visual.
8).Menyusun tata kelola dokumen kehumasan.
9).Menyusun bahan-bahan berupa buku buku dan e-book.
10).Menyusun bahan pengklipingan berita.
11).Menyusun dan mendistribusikan bahan publikasi kehumasan.
12).Menyusun bahan ketata usahaan.
13).Menyusun bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan
14).Menyediakan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA SUB BAGIAN PENGELOLAAN DOKUMEN DAN PERPUSTAKAAN


A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas pengelolaan dokumen dan perpustakaan
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi pengelolaan dokumen dan perpustakaan.
2).Menyiapkan bahan pembinaan pengelolaan dokumen dan perpustakaan,.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan,
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan koordinasi Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan;
2).Menyiapkan bahan pembinaan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan pengelolaan dokumen dan perpustakaan, terkait
dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan,
terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Pengelolaan Dokumen dan Perpustakaan, terkait
dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Mendigitalisasi dokumen audio dan audio-visual.


7).Menyimpan dan mengelola bahan dokumen Kehumasan Pemerintah Provinsi
8).Menyiapkan bahan bacaan dalam bentuk buku dan e-book.
9).Menyimpan dan mengelola pemanfaatan bahan bacaan
10).Menyiapkan kliping berita kegiatan pimpinan;
11).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
KEPALA SUB BAGIAN PRODUKSI
A. Ringkasan Tugas
menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyiapan kebijakan dan perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan, penyelenggaraan tugas bagian Produksi.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan Koordinasi Bagian Produksi
2).Menyiapkan bahan Pembinaan Bagian Produksi;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Produksi
4).Menyiapkan bahan rencana program Bagian produksi.
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Produksi.
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan pembinaan Bagian Produksi;
2).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Produksi terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

3).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian produksi terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

4).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Produksi terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

5).Menyiapkan dan mendistribusikan buletin, video, buku, baliho, spanduk dan bahan publikasi
lainnya ;
6).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA


A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian tata usaha.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi Bagian Tata Usaha;
2).Menyiapkan bahan pembinaan Bagian Tata Usaha;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Tata Usaha.
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian Tata Usaha.
5). Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Tata Usaha.
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan koordinasi Bagian Tata Usaha Biro;
2).Menyiapkan bahan pembinaan Bagian Tata Usaha Biro;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Tata Usaha Biro terkait dengan :
 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro
 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian Tata Usaha Biro terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Tata Usaha Biro terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan;


7).Melaksanakan urusan kerumahtanggaan, perlengkapan, dan aset;
8).Melaksanakan urusan keuangan;
9).Melaksanakan urusan kepegawaian;
10).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA BAGIAN PEMBERITAAN


A. Ringkasan Tugas
Menyusun kegiatan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas di Bidang hubungan media, peliputan,
pengolahan data dan naskah pimpinan.
B. Rincian Fungsi
1).Penyusunan bahan koordinasi bagian pemberitaan.
2).Penyusunan bahan pembinaan bagian pemberitaan.
3).Penyusunan bahan perumusan kebijakan bagian pemberitaan.
4).Penyusunan rencana program dan kegiatan bagian pemberitaan.
5).Penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan bagian pemberitaan.
6).Penyusunan bahan/materi tugas kedinasan lainnya yang diberikan pimpinan
C. Rincian Tugas
1). Menyusun bentuk dan bahan koordinasi bagian pemberitaan.
2).Menyusun bentuk dan bahan pembinaan bagian pemberitaan.
3).Menyusun bahan perumusan kebijakan bagian pemberitaan, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyusun bahan rencana program dan kegiatan bagian pemberitaan terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyusun bahan evaluasi dan pelaporan bagian pemberitaan terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan
6).Menyelenggarakan kegiatan kegiatan di bidang publikasi, hubungan media, pengolahan data
dan sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
7).Menyusun bahan jumpa pers.
8).Menyusun bahan publikasi ke media masa.
9).Menyelenggarakan publikasi informasi berbasis online.
10).Menyelenggarakan kerjasama media.
11).Menyediakan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA SUB BAGIAN HUBUNGAN MEDIA


A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan program, evaluasi
dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian Hubungan Media.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi terkait Hubungan Media.
2).Menyiapkan bahan pembinaan Hubungan Media.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Hubungan Media,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Hubungan Media
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Hubungan Media,
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan koordinasi Hubungan Media;
2).Menyiapkan bahan pembinaan Hubungan Media;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Hubungan Media, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Hubungan Media, terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan dibagian Hubungan Media, terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Menyusun bahan jumpa pers.


7).Menyusun bahan publikasi ke media masa.
8).Menyelenggarakan publikasi informasi berbasis online.
9).Menyelenggarakan kerjasama media.
10).Menyiapkan dan mendistribusikan bahan publikasi berita.
11).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
KEPALA SUB BAGIAN PENGOLAHAN DATA DAN NASKAH PIMPINAN
A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan program, evaluasi
dan pelaporan penyelenggaraan tugas pengolahan data dan naskah pimpinan.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan.
2).Menyiapkan bahan pembinaan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan koordinasi Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan;
2).Menyiapkan bahan pembinaan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan, terkait
dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan,
terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Pengolahan Data dan Naskah Pimpinan, terkait
dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Menyiapkan bahan kebutuhan dan pelaksanaan penyediaan peralatan pengolahan data ,


fasilitas penunjang pimpinan dalam penyampaian pidato, presentase ekspose dan lainnya;
7).Melaksanakan koordinasi dalam rangka pengolahan data materi penyusunan naskah pimpinan
8).Melaksanakan penyusunan deskripsi pidato, presentase, ekspose dan bahan penyusunan
kebijakan bagi pimpinan
9).Pengelolaan webside resmi Biro Humas dan Protokol serta media sosial lainnya.
10).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
KEPALA SUB BAGIAN PELIPUTAN
A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan program, evaluasi
dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian peliputan.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi peliputan.
2).Menyiapkan bahan pembinaan peliputan.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan peliputan,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan peliputan
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan peliputan
C. Rincian Tugas
1).Menyiapkan bahan koordinasi peliputan;
2).Menyiapkan bahan pembinaan peliputan;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan peliputan, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan peliputan, terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan peliputan, terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Melaksanakan peliputan dan dokumentasi kegiatan pemerintah Daerah.


7).Melaksanakan pengelolaan, pengeditan dan pengarsipan hasil liputan dan dokumentasi.
8).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA BAGIAN PROTOKOL


A. Ringkasan Tugas
Menyusun kegiatan Koordinasi, pembinaan, perumusan kebijakan, perencanaan tugas, evaluasi
dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian tata usaha pimpinan, tamu dan acara.
B. Rincian Fungsi
1).penyusunan bahan koordinasi Bagian Protokol, produksi dan tata usaha Biro.
2).Penyusunan bahan pembinaan Bagian Protokol, produksi dan tata usaha Biro.
3).Penyusunan bahan perumusan kebijakan Bagian Protokol, Produksi, dan Tata Usaha;
4).Penyusunan rencana program dan kegiatan Bagian Protokol, Produksi, dan Tata Usaha;
5).Penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Protokol, Produksi, dan Tata Usaha;
6).Penyusunan bahan/evaluasi tugas kedinasan lainnya yang diberikan pimpinan.
C. Rincian Tugas
1).menyusun bentuk dan bahan koordinasi Bagian Protokol, produksi dan tata usaha Biro.
2).menyusun bentuk dan bahan pembinaan Bagian Protokol, produksi dan tata usaha Biro.
3).Menyusun bahan perumusan kebijakan Bagian Protokol, produksi dan tata usaha Biro, terkait
dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyusun bahan rencana program dan kegiatan Bagian Protokol, Produksi, dan Tata Usaha
Biro terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyusun bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Protokol, Produksi, dan Tata Usaha Biro
terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Menyusun konsep pemberian pelayanan administrasi, jadwal kerja dan saran pertimbangan
kepada pimpinan.
7).Menyusun konsep penermaan tamu berdasarkan aturan keprotokolan.
8).Menyusun konsep pelaksanaan acara pimpinan.
9).Menyediakan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA SUB BAGIAN TU PIMPINAN


A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian tata usaha Pimpinan.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi Bagian Tata Usaha Pimpinan.
2).Menyiapkan bahan pembinaan Bagian Tata Usaha Pimpinan.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Tata Usaha Pimpinan,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian Tata Usaha Pimpinan.
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Tata Usaha Pimpinan
C. Rincian Tugas
1).menyiapkan bahan koordinasi Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan;
2).menyiapkan bahan pembinaan Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan, terkait
dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan, terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Menyiapkan bahan konsep pemberian pelayanan administrasi kepada Gubernur, Wakil


Gubernur dan Sekda, konsep pelayanan permintaan pembicaraan melalui telepon atau secara
langsung pada pihak-pihak lain sesuai dengan perintah untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
7).Menyiapkan bahan konsep catatan jadual acara Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda dalam
jam-jam dinas maupun diluar dinas sesuai dengan petunjuk untuk diajukan kepada atasan;
8).Melaporkan hasil pelaksanaan tugas serta memberikan saran pertimbangan kepada atasan
untuk bahan perumusan kebijaksanaan.
9).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KEPALA SUB BAGIAN PELAYANAN TAMU DAERAH


A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian Tamu.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi Bagian Tamu.
2).Menyiapkan bahan pembinaan Bagian Tamu.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Tamu,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian Tamu.
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Tamu.
C. Rincian Tugas
1).menyiapkan bahan koordinasi Bagian Tamu;
2).menyiapkan bahan pembinaan Bagian Tamu;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bagian Tamu, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bagian Tamu, terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bagian Tamu, terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan

6).Menyiapkan fasilitas transportasi dan akomodasi tamu sesuai aturan keprotokolan;


7).Mengatur penerimaan tamu-tamu, baik tamu daerah, tamu negara, maupun tamu perwakilan
negara-negara sahabat sesuai aturan keprotokolan;
8).Menyiapkan penggunaan ruang VIP Bandara Internasional Lombok;
9).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
KEPALA SUB BAGIAN ACARA
A. Ringkasan Tugas
Menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, perencanaan program,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan tugas bagian acara.
B. Rincian Fungsi
1).Menyiapkan bahan koordinasi Bidang Acara.
2).Menyiapkan bahan pembinaan Bidang Acara.
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bidang Acara,
4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bidang Acara.
5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bidang Acara.
C. Rincian Tugas
1).menyiapkan bahan koordinasi Bidang Acara;
2).menyiapkan bahan pembinaan Bidang Acara;
3).Menyiapkan bahan perumusan kebijakan Bidang Acara, terkait dengan :

 RPJPD dan RPJMD yang sesuai dengan tupoksi Biro


 Rencana Strategis (Renstra) Biro
 Rencana Kerja (Renja) Biro.

4).Menyiapkan bahan rencana program dan kegiatan Bidang Acara, terkait dengan:

 KUA/PPAS Biro
 RKA/DPA Biro

5).Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan Bidang Acara, terkait dengan :

 LAKIP
 Laporan Keuangan dan Fisik Kegiatan.
 Laporan Pelaksanaan Kegiatan.

6).Menyiapkan koordinasi acara pimpinan.


7).Menyiapkan tata tempat dan perangkat acara.
8).Menyiapkan konsep undangan penyelenggaraan acara yang akan ditandatangani oleh
pimpinan berkoordinasi dengan instansi terkait;
9).Menyiapkan bahan/materi tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
TUGAS DAN FUNGSI

HUMAS
DAN
PROTOKOL

Beri Nilai