Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

KAJI BANDING
PUSKESMAS RAWAT INAP BOJONGMANIK
TAHUN 2017

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan yang telah dijalankan berupaya untuk lebih meningkatkan


pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat Indonesia, perhatian
khusus diberikan kepada golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah baik yang hidup
didaerah kumuh perkotaan daerah pedesaan atau daerah terpencil, perbatasan dan kelompok
masyarakat yang hidupnya masih terasing serta daerah transmigrasi. Dalam Sistem
Kesehatan Nasional (SKN-2004) tersebut bahwa puskesmas merupakan unit pelaksana
pelayanan kesehatan tingkat pertama. Adapun fungsi puskesmas ada tiga yaitu:
1. Sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan,
2. Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga
3. Sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Dalam melaksanakan kegiatannya puskesmas mengacu pada empat azas
penyelenggaraan yaitu wilayah kerja, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan.
Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya,
untuk itu perlu didukung kemampuan manajemen yang baik.Manajemen puskesmas
merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi
perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian dan penilaian.
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan
baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan.
Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, serta dapat
menjawab kebutuhan mereka, oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen risiko
dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan Puskesmas dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat. Untuk menjamin bahwa
perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara
berkesinambungan di Puskesmas, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal
dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.
Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu,
kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem
manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan
manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
Titik Berat Pelayanan Kesehatan Primer adalah Promotif & Preventif yang mendorong
meningkatnya peran serta dan kemandirian masyarat dalam mengatasi berbagai faktor
risiko kesehatan. Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Primer akan mendukung pelaksanaan
Jaminan Kesehatan Nasional, dimana akan mengurangi jumlah pasien yang di rujuk.
Sehingga Akreditasi Puskesmas sebuah keniscayaan di era JKN.

B. Tujuan Kajibanding
1. Menggali dan melihat langsung best practice yang ada di Puskesmas rujukan dalam
pelaksanaan Akreditasi Puskesmas.
2. Mengetahui lebih mendalam mengenai kegiatan Akreditasi Puskesmas rujukan.
3. Mempelajari tentang menyusun kelengkapan pedoman tata naskah terkait dengan
dokumen-dokumen yang dipersyaratkan oleh standar akreditasi.

C. Kerangka Konsep Kajibanding


Kajibanding yang akan dilakukan adalah sebagai salah satu persyaratan pelengkap
penilaian dokumen akreditasi puskesmas tahun 2017. Sehingga kaji banding nanti dikonsep
dengan dikoordinasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan melibatkan puskesmas-
puskesmas yang telah ditunjuk untuk mengikuti akreditasi puskesmas dikabupaten Lebak
tahun 2017. Puskesmas yang menjadi mitra kajibanding adalah puskesmas yang
terakreditasi secara nasional dan mempunyai predikat minimal madya. Sehingga
manajemen pengelolaan dan pelaksanaan program puskesmas dapat dijadikan rujukan.

D. Manfaat yang Diperoleh dari Kegiatan Kajibanding

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan kajibanding adalah:


1. Dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang melakukan kaji banding dapat mengadopsi,
adaptasi dan mengembangkan kegiatan layanan kesehatan untuk diterapkan di
puskesmas Rawat Inap Bojongmanik Lebak, dan membantu pemenuhan sarana dan
prasarana yang menunjang aktivitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
2. Dokter, perawat dan tenaga kesehatan akan lebih terbantu dalam hal penyusunan barang
dan dokumen akreditasi.
3. Menambah khazanah pengetahuan terutama tentang sistem layanan kesehatan yang
baik.

E. Penjadwalan dan Mitra Kajibanding


Rencana kegiatan kajibanding akan dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2017, di
Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

F. Persyaratan Dinas Kesehatan Mitra Kajibanding


Persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk mitra
kajibanding adalah:
1. Puskesmas mitra kajibanding adalah puskesmas yang sudah menjalankan manajemen
mutu pengelolaan dan pelaksanaan program puskesmas dengan baik.
2. Puskesmas mitra kajibanding sudah terakreditasi puskesmas secara nasional minimal
mempunyai nilai akreditasi madya
3. Puskesmas kajibanding mempunyai kredibiltas yang baik dan konsisten dalam
menjalankan system manajemen mutu pengelolaan dan pelaksanaan program
puskesmas.
4. Puskesmas mitra kajibanding bersedia secara terbuka untuk dijadikan mitra kajibanding

G. Metode Kunjungan
Metode kajibanding yang akan dilakukan adalah dengan :
1. Pengamatan langsung pengelolaan dan pelaksanaan program puskesmas
2. Kaji pustaka dan pengamatan dokumen puskesmas
3. Tanya jawab antara peserta kaji banding dengan pihak pengelola puskesmas

H. Instrumen Kajibanding
1. Menggali informasi manajemen pengelolaan dan pelaksanaan program dan pelayanan
kesehatan puskesmas mitra kajibanding
2. Menggali informasi pengelolaan lingkungan dan sarana prsarana puskesmas mitra
kajibanding
3. Menggali informasi tentang penyusunan kelengkapan pedoman tata naskah terkait
dengan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan oleh standar akreditasi mitra
kajibanding

I. Peserta Latih yang Mengikuti Kajibanding


Peserta yang mengikuti kajibanding adalah:
1. Kepala puskesmas Rawat Inap Bojongmanik
2. Kasubbag TU puskesmas Rawat Inap Bojongmanik
3. Penanggungjawab UKM
4. Penanggungjawab Pelayanan Klinis
5. Perwakilan Penanggungjawab Program

J. Fasilitator Pendamping Kajibanding


Fasilitator pendamping kajibanding adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak
sebagai induk dari UPTD Puskesmas Rawat Inap Bojongmanik.

K. Rencana Biaya
Rencana biaya terlampir

L. Tindak Lanjut Sesudah Kajibanding


Tindak lanjut dari kegiatan kaji banding yang akan dilakukan adalah:
1. Sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan manajemen mutu pengelolaan dan pelaksanaan
program puskesmas Rawat Inap Bojongmanik
2. Sebagai tolok ukur pengelolaan dan pelaksanaan program puskesmas Rawat Inap
Bojongmanik yang telah dilakukan
3. Sebagai referensi untuk persiapan dalam menghadapi penilaian akreditasi puskesmas
Rawat Inap Bojongmanik tahun 2017

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Rawat Inap
Bojongmanik

H.Halwani, S.Pd, SKM,M.Kes


NIP. 196802151990031008