Anda di halaman 1dari 6

JURNAL TINDAKAN KEPERAWATAN

KOMPRES PASIEN DHF


DI RUMAH SAKIT RSUD dr. LOEKMONOHADI KUDUS

Di Susun Oleh :

Pujiono

NIM : N520184395

PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS

Jl. Ganesha I Purwosari Kota Kudus 29316, Telp./Fax. ( 0291 ) 437218


Email :sekretariat@stikesmuhkudus.ac.id I Website : www.stikesmuhkudus.ac.id
Nama Mahasiswa : Siti Arofah
Hari / Tanggal : Rabu / 20 Maret 2019
NIM : E520173223
Jurnal Tindakan : Perawatan Luka ( Ganti Balut )

1. Identitas Klien
Nama : Nn.

Umur : 26 Tahun

Pendidikan : Diploma 3

Agama : Islam

Status perkawian : Belum Kawin,

Jenis kelamin : Laki - laki

Ruang : R. Cempaka 3

Dx medis : Post Op ORIF Clavikula sin

Alamat : Undaan kidul02/04 undaan kudus

2. Pengkajian
a. Data Subyektif
Pasien mengatakan nyeri pundak kiri post operasi hr_2
b. Data Objektif
Keadaan Umum baik
Kesadaran composmedis, GCS : E4V5M6
Klien tampak kooperatif
Balutan luka tampak tidak basah dan bersih.
Luka operasi tampak kering, tidak bernanah.
TD : 110/70 mmHg, Nadi : 84x/mnt, RR : 20x/mnt, Suhu : 370C.

3. Tindakan / Hal yang dipelajarai sesuai pengkajian


a. Pengertian ORIF
Open Reduksi Internal Fiksasi (ORIF) adalah sebuah prosedur
bedah medis, yang tindakannya mengacu pada operasi terbuka untuk
mengatur tulang, seperti yang diperlukan untuk beberapa patah tulang,
fiksasi internal mengacu pada fiksasi sekrup dan piring untuk
mengaktifkan atau memfasilitasi penyembuhan (Brunner&Suddart,
2013)

b. Indikasi ORIF
1) Fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup. Misalnya fraktur avulse
dan fraktur dislokasi.
2) Fraktur yang dapat direposisi tetapi sulit dipertahankan. Misalnya
fraktur Monteggia, fraktur Galeazzi, fraktur antebrachii, dan fraktur
pergelangan kaki.
3) Fraktur yang berdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih
baik dengan operasi, misalnya : fraktur femur.
c. Persiapan Alat : Baki dan alas baki, Bak instrument sedang, Sarung
tangan steril, Pinset cirurgis 1, Pinset anatomis 2, Kassa steril, salep
antibiotic, Kom tutup berisi kapas alcohol, Kom kecil berisi NaCl,
Perlak dan pengalas, Plester, Gunting plester, Bengkok 2.
d. Prosedur Kerja
1) Tahap Pra Interaksi
Melakukan verifikasi program pengobatan klien
2) Tahap Orientasi
a) Menyapa dan memberi salam pada klien sebagai pendekatan
therapeutic.
b) Memperkenalkan diri
c) Menjelaskan tujuan tindakan
d) Menjelaskan prosedur tindakan pada klien/keluarga
e) Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3) Tahap Kerja
a) Menjaga Privasi klien
b) Mencuci tangan
c) Mengatur posisi klien supaya luka terlihat jelas
d) Memasang perlak dan pengalas
e) Meletakkan bengkok di dekat pasien/ diatas perlak dan
pengalas
f) Membuka dan menyiapkan peralatan
g) Memakai sarung tangan
h) Menggunakan pinset sirugis, buka plester balutan lama dengan
kapas alkohol.
i) Membersihkan bekas plester dengan kapas alkohol
j) Meletakkan pinset cirurgis tadi (yang sudah digunakan)
kedalam bengkok yang berisi larutan antiseptik
k) Membersihkan luka jahitan dengan NaCl menggunakan kassa
steril dan pinset anatomis.
l) Mengeringkan luka dengan kassa steril
m) Mengolesi area luka bekas jahitan dengan salep antibiotik
n) Menutup luka dengan kassa steril kemudian diplester
o) Membereskan alat dan mengatur kembali posisi klien yang
nyaman
4) Tahap Terminasi
a) Mengevaluasi hasil tindakan
b) Menyampaikan RTL
c) Melepaskan sarung tangan
d) Berpamitan dengan pasien
e) Mencuci tangan dan mendokumentasikan tindakan

4. Analisis Disertai dengan kajian ilmiah dan sesuai data pada klien
Luka operasi adalah luka akut yang dibuat oleh ahli bedah yang
bertujuan untuk terapi atau rekonstruksi. Open Reduksi Internal Fiksasi
(ORIF) adalah sebuah prosedur bedah medis, yang tindakannya mengacu
pada operasi terbuka untuk mengatur tulang. Tujuan perawatan luka ORIF
adalah mengaktifkan atau memfasilitasi penyembuhan tulang.
Perawatan luka sesuai dengan prosedur dan dengan teknik aseptik
dapat mencegah infeksi luka operasi (ILO). Infeksi luka operasi merupakan
salah satu indikator mutu dari suatu rumah sakit. Infeksi luka operasi atau
infeksi tempat pembedahan (ITP) adalah Infeksi yang terjadi dalam waktu 30
hari post operasi atau dalam kurun satu tahun apabila terdapat implant.
Sumber bakteri pada ILO dapat berasal dari pasien, dokter, tim kesehatan,
lingkungan dan termasuk juga instrumentsi.
Di RSUD Kudus perawat dalam melakukan perawatan luka post
operasi pada umumnya sudah melakukan perawatan luka post operasi sesuai
dengan SOP, seperti mencuci tangan sebelum berkontak dengan pasien,
perawat menjelaskan terlebih dahulu prosedur apa yang akan dilakukan. Ali
(2012) menyatakan bahwa perawatan luka yang baik akan berdampak pada
mutu pelayanan keperawatan serta kepuasan bagi penerima pelayanan
keperawatan dan dapat mencegah timbulnya infeksi paska bedah apabila
perawatan luka dilakukan sesuai dengan SOP. Perawatan luka post operasi
tidak dapat dilepaskan dari peran perawat sebagai tenaga kesehatan, sebagai
salah satu sarana kesehatan dalam memberikan perawatan baik dalam bentuk
fisik maupun psikologis, selain kinerja yang baik agar perawatan luka dapat
dilakukan sesuai dengan SOP harus didukung pula oleh kelengkapan alat di
rumah sakit, agar tercapai implementasi luka post operasi dapat dilakukan
dengan baik sehingga mutu pelayanan keperawatan akan menjadi baik.

5. Penggunaan referensi terbaru


Carpenito, L. J., 2000, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, Alih
Bahasa Monica Ester, EGC, Jakarta.

Corwin, E. J., 2010, Buku Saku Pathofisiologi, Editor Endah P., EGC,
Jakarta.

Dudley HAF, Eckersley JRT, Paterson-Brown S. 2010. Pedoman Tindakan


Medik dan Bedah. Jakarta, EGC.

NANDA, 2005, Panduan Diagnosa Keperawatan. Nanda 2005-2006, Editor


Budi Santoso, Prima Medika, Jakarta.

Price, S. A., & Wilson, L. M., 2005, Pathofsiologi: Konsep Klinis Proses-
Proses Penyakit, Alih Bahasa: Editor Caroline Wijaya, Edisi 4, EGC, Jakarta.

Purnomo, B. B., 2009, Dasar-dasar Urologi, CV Info Medika, Jakarta.

Sjamsuhidajat, R., & de Jong, W., 2005, Buku Ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta