Anda di halaman 1dari 39

IGSM 14

Final Review:
Post-Balance Sheet
Period, Contingencies,
Letter of Representation

Elvina 1406612312
Rio Prasetyo 1406611562
Timoetius Kurniawan 1406566363
POST-BALANCE
SHEET EVENTS
POST-BALANCE SHEET EVENTS

Ada beberapa hal dimana auditor mempertimbangkan


periode setelah akhir tahun finansial nya, contohnya:
◦  Provisi untuk piutang tak tertagih didasarkan pada
penilaian jumlah yang akan ditagih dalam subsequent
period
◦  Keputusan valuasi inventory at cost atau lower net
realizable value harus menimbang harga dan biaya
expected to exist di periode baru
◦  Useful life dari aset tetap, yang penting untuk
mementukan depresiasi, didasarkan dari penilaian
masa depan.
◦  Pencarian liabilitas tak tercatat ada di periode
subsequent setelah tanggal balance sheet.
Artinya periode setelah balance sheet perlu
dipertimbangkan dalam detailed substantive testing work
dalam dalam beberapa akun balance sheet dan laba rugi
ISA 560, telah dituliskan tujuan dari auditor:

1 2
untuk memperoleh bukti Merespon secara sesuai
audit yang cukup dan terhadap fakta yang
sesuai apakah hal yang diketahui auditor
terjadi antara tanggal setelah tanggal laporan
pelaporan keuangan audit yang apabila
dan tanggal laporan diketahui sebelumnya
audit memerlukan akan mengubah hasil
perubahan atau laporan audit
disclosure, sesuai
dengan kerangka kerja
berlaku, dan
Dua tipe kejadian (Events)

(adjusting events
after balance (non-adjusting
sheet date); dan events after balance
sheet date).
IAS 10 vs ISA 560

IAS 10

mengakhiri mengharapkan
periode post- auditor untuk
balance sheet melihat lewat dari
pada tanggal tanggal laporan
laporan keuangan audit untuk
diotorisasikan mempertimbangka

ISA 560
untuk diterbitkan. n kejadian yang
mungkin
mempengatuhi
laporan audit.
EXAMPLES OF POST-BALANCE SHEET EVENTS

Periode antara tanggal neraca dan tanggal penyelesaian draft


akun.

Periode dari penyelesaian draft akun sampai dengan tanggal


audit lapangan diselesaikan.

Periode dari penyelesaian audit lapangan dan tanggal


pengiriman laporan keuangan terhadap pemegang saham

Periode antara pengiriman laporan keuangan ke pemegang


saham sampai sebelum RUPS Tahunan

Periode setelah tanggal RUPS Tahunan


Ex
Periode dari penyelesaian draft
akun sampai dengan tanggal
audit lapangan diselesaikan.

Auditor harus melakukan prosedur audit


untuk memperoleh bukti audit yang cukup
dan sesuai. Auditor tidak diharapkan untuk
melakukan prosedur audit tambahan
mengenai hal-hal yang sudah memberikan
kesimpulan yang memuaskan
Periode dari penyelesaian audit
lapangan sampai tanggal pengiriman
laporan keuangan terhadap
pemegang saham
Paragraf 10 pada ISA 560 “auditor tidak diperkenankan
untuk melakukan prosedur audit setelah tanggal
laporan audit, tetapi apabila auditor sadar bahwa
apabila suatu kejadian diketahui olehnya maka akan
terjadi perubahan pada laporan audit”:
a.  Mendiskusikannya dengan pihak manajemen, dan
ketika layak, TCWG
b.  Menentukan apakah laporan keuangan perlu
amandemen, dan bila iya
c.  Menanyakan bagaimana manajemen berniat untuk
merespon keadaan tersebut di laporan
keuangannya.
Kemungkinan nya ada 2:

1 2
◦  Direksi setuju untuk ◦  Direksi tidak melakukan
mengubah laporan pengubahan, maka auditor
keuangan, mereka sebaiknya mengeluarkan
akan mengeluarkan opini wajar dengan
laporan baru dengan pengecualian atau adverse.
tanggal terbit baru. ◦  Apabila laporan audit sudah
◦  Konsekuensi pada dikeluarkan maka TCWG
auditor adalah mereka sebaiknya diminta untuk
harus menerbitkan tidak mendistribusikannya
laporan baru dengan ke pihak ketiga.
konsekuensi baru ◦  Direksi tetap tidak mau
bahwa akan ada mengubah laporan
prosedur audit lajutan keuangannya maka ISA 560
yang diperlukan untuk menyarankan kepada
mendapatkan bukti. auditor untuk mengikuti
prosedur legal
Asset Kontijensi dan
Kewajiban
Kontijensi
Kewajiban Kontijensi

Berdasarkan PSAK 57:


a.  Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa
lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi
atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada
masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam
kendali entitas; atau dalam kendali entitas; atau
b.  Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa
masa lalu, tetapi tidak diakui karena:
i.  Tidak terdapat kemungkinan besar entitas
mengeluarkan sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomis untuk menyelesaikan
kewajibannya; atau
ii.  Jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur
secara andal.
Kelas
Asersi
Asersi
Peristiwa yang menyebabkan adanya kewajiban
Genuine kontijensi benar-benar ada dan terjadi (Occurrence and
Obligation)
Kemungkinan terjadinya arus keluar sumber daya dengan
manfaat ekonomi besarnya kecil atau sulit terjadi sudah
dinilai (Valuation)
Estimasi dampak keuangan, ketidakpastian, dan
Accurate kemungkinan adanya penggantian memiliki dasar yang
cukup (Valuation)
Kewajiban kontijensi sudah dicatat dalam periode yang
tepat (Cut-off)
Seluruh kewajiban kontijensi sudah diidentifikasi
(Complete)

Kewajiban kontijensi diungkapkan dengan cukup pada


Complete laporan keuangan, dengan penjalasan mengenai sifat,
estimasi dampak keuangan, indikasi ketidakpastian, dan
kemungkinan terjadinya penggantian (Classification)
Kewajiban Kontijensi

Penilaian terus
menerus untuk
Klasifikasi menjadi
Tidak boleh diakui oleh menentukan tingkat
provisi apabila
perusahaan kemungkinan
menjadi probable
terjadinya transfer
manfaat ekonomis

Manejemen dan
Perlu diungkapkan jika auditor perlu
tingkat kemungkinan melakukan penilaian
berada di antara tingkat kemungkinan
remote dan probable transfer manfaat
ekonomi
Asset Kontijensi

Berdasarkan PSAK 57:


Aset kontijensi adalah aset potensial
yang timbul dari peristiwa masa lalu
dan keberadaannya menjadi pasti
dengan terjadi atau tidak terjadinya
satu peristiwa atau lebih pada masa
depan yang tidak sepenuhnya berada
dalam kendali entitas tidak sepenuhnya
berada dalam kendali entitas.
Kelas
Asersi
Asersi
Peristiwa yang menyebabkan adanya asset kontijensi
Genuine benar-benar ada dan terjadi (Occurrence and
Obligation)
Keputusan yang menyebabkan adanya kemungkinan dan
bukan kepastian terjadinya arus masuk sumber daya
dengan manfaat ekonomi memiliki dasar perhitungan
yang cukup (Valuation)
Accurate Estimasi dampak keuangan memiliki dasar yang cukup
(Valuation)

Asset kontijensi sudah dicatat dalam periode yang tepat


(Cut-off)
Seluruh asset kontijensi sudah diidentifikasi (Complete)
Ketika timbul kemungkinan adanya arus masuk manfaat
ekonomi, asset kontijensi harus diungkapkan dengan
Complete
cukup pada laporan keuangan, termasuk penjelasan
singkat mengenai sifatnya dan estimasi dampak
keuangannya (Classification)
Asset Kontijensi

Tidak boleh diakui oleh perusahaan

Jika realisasi laba menjadi hampir pasti, asset terkait bukan


lagi asset kontijensi

Pengungkapan atas asset kontijensi jika arus masuk


manfaat ekonomi probable

Manajer dan auditor melakukan penilaian atas tingkat


kemungkinan (probable/virtually certain) untuk
menentukan perlakuan akuntansi yang tepat
Audit Work to Detect
Post-Balance Sheet
Events and
Contingencies
AUDIT WORKS
Risalah Rapat Pemegang
Saham dan TCWG,
Akun Manajemen dan
Prosedur Perusahaan Termasuk Risalah Rapat
Catatan Akuntansi
atas Komite Eksekutif
dan Komite Audit

Menanyakan kepada
Korespondensi dan
Ramalan Laba dan Arus Departemen Hukum
Memorandum pada
Kas untuk Periode Organisasi dan
Periode Setelah Tanggal
Setelah Tanggal Neraca Representatif Hukum
Neraca
Eksternal

Konfirmasi dari Pihak


Informasi pada Area
Ketiga Langsung kepada Wawancara Manajemen
Publik
Auditor
Management
Letter of
Representation
Definisi Representasi Tertulis dan Objektif
Auditor

Definisi Objektif Auditor


Memperoleh
Representasi
Tertulis
A written statement by
management provided to
Untuk
the auditor to confirm Mendukung Bukti
certain matters or to Audit Lain
support other audit
evidence. Merespon
Representasi
Tertulis
Siapa yang Dapat Diminta oleh Auditor
untuk Membuat Representasi Tertulis

Pihak yang memiliki


tanggung jawab yang
semestinya atas laporan [CONTOH]
keuangan dan
pengetahuan atas hal-hal - Manajemen/TCWG
yang dipandang penting - Pengetahuan Khusus;
Aktuaris, Insinyur, Penasehat
Hukum
Representasi yang Diperlukan dari Manajemen

Representasi mengenai
Tanggung Jawab Representasi Tertulis
Manajemen Lainnya

Penyusunan Laporan Representasi Tertulis Tambahan


tentang Laporan Keuangan
Keuangan
•  Ketepatan pemilihan dan penerapan
•  Telah memenuhi tanggung kebijakan akuntansi
jawabnya
•  Konfirmasi ulang Representasi Tertulis Tambahan
tentang Informasi yang Disediakan
Informasi yang Disediakan untuk Auditor
dan Kelengkapan Transaksi •  Contoh: informasi mengenai kekurangan
pengendalian internal
•  Telah menyediakan semua
informasi relevan Representasi Tertulis tentang Asersi
•  Semua transaksi telah tercatat Spesifik
dan tercermin
•  Spesifik terhadap penilaian manajemen
Tanggal dan Periode yang Dicakup oleh
Representasi Tertulis

Mencakup
seluruh periode
yang dirujuk di Periode yang
dalam laporan Dicakup
auditor

Representasi
tertulis dibuat
sedekat mungkin Tanggal
dengan tanggal Representasi
laporan audit Tertulis
Apabila Auditor Memiliki Keraguan atas
Keandalan Representasi Tertulis

Penilaian atas
Kompetensi,
Integritas,
Etika, dan
Kerajinan
Manajemen

Menentukan
dampak
terhadap
opini audit
Konsistensi
dengan Bukti
Audit Lain
Representasi Tertulis yang
Diminta Tidak Diberikan Isu-Isu
Lain
Hubungan Pihak
Mendiskusikan masalah ini dengan Berelasi
manajemen.

Mengevaluasi ulang integritas manajemen “identitas, saldo, dan


dan mengevaluasi dampak terhadap transaksi dengan
keandalan representasi (baik lisan maupun pihak berelasi telah
tertulis) dan bukti audit secara umum
dicatat dengan layak
dan diungkapkan
dengan cukup di
Mengambil langkah yang tepat, termasuk
laporan keuangan”
menentukan dampak terhadap opini audit.
Contoh Bentuk Representasi
Tertulis
Dokumentasi
Audit
Berdasarkan ISA 230

Bukti bahwa Bukti tentang


audit telah dasar
dirancang dan penyusunan
dilakukan Dokumentasi
konklusi atas
Audit
sesuai dengan menyediaka penyampaian
ISA dan n:
objektif audit
regulasi yang dilakukan
lainnya yang auditor
berlaku
Tujuan Utama

Menyimpan bukti-bukti
audit sebagai dasar
penyusunan konklusi dan
opini audit, dan

Meningkatkan efisiensi
dan efektifitas audit, serta
memungkinkan
dilakukannya
pengendalian kualitas dan
review atas audit tersebut.
Tujuan Dokumentasi Audit

Membantu proses perencanaan dan pelaksanaan audit.

Membantu anggota tim perikatan audit yang bertugas dalam


proses pengawasan dalam mengarahkan dan mengawasi proses
audit, serta dalam melaksanakan review sesuai dengan ISA 220.

Membantu supaya tim perikatan dapat dipercaya atas hasil


auditnya.

Merangkum dan mempertahankan temuan-temuan signifikan


untuk proses audit di masa mendatang.

Memungkinkan adanya kegiatan review dan inspeksi pengendalian


kualitas sesuai dengan ISQC 1 atau regulasi nasional yang setara.

Memungkinkan adanya pemeriksaan eksternal sesuai dengan


persyaratan atau regulasi yang berlaku.
Hardcopy & Softcopy/Electronic

Mudah
diakses

Informasi
dapat
diamankan
Berapa Besar Dokumentasi yang
Diperlukan?

Dalam jumlah yang cukup

Mampu membuat auditor berpengalaman


yang tidak pernah terikat audit tersebut
mampu memahami hal-hal berikut:

Temuan signifikan dari audit,


konklusi yang dicapai, dan
Sifat, pemilihan waktu, dan
pertimbangan professional
cakupan prosedur audit yang Hasil prosedur audit yang
signifikan yang dibuat untuk
dilakukan untuk mematuhi dilakukan dan bukti audit
mencapai konklusi tersebut,
ketentuan dalam ISA serta yang telah didapatkan,
termasuk salah saji tak
regulasi lain yang berlaku,
terkoreksi yang
diindentifikasi oleh auditor.
Berkenaan dengan Dokumentasi Audit…

Idealnya, terdapat sistem referensi untuk memudahkan navigasi


berkas.

Seharusnya tidak ada jeda dalam pembuatan dokumentasi audit.

Seharusnya terdapat catatan siapa yang menyiapkan dan kapan


disiapkan.

Seharusnya tercantum tindak lanjut apa yang sudah dilakukan


superior setelah melakukan review.

Seharusnya tidak ada perubahan atau penghilangan bagian


dokumentasi manapun, sebelum masa periode retention berakhir.

Berkas yang mengandung dokumentasi audit harus difinalisasi


segera setelah tanggal penerbitan laporan audit.
ROLE OF THE
FINAL REVIEW
OBJEKTIF FINAL REVIEW

Semua hal rutin sudah ditangani

Tidak ada masalah dalam audit documentation

Laporan keuangan sudah dikaji


Menunjukkan pandangan
Mencakup perihal penting
yang adil dan benar
HAL YANG DICATAT AUDITOR DALAM FINAL
REVIEW

Hasil reviu
analitis, Kesimpulan pada setiap
balance sheet dan profit
termasuk and loss account heading
analisis rasio
Memorandum yang
mengomentari heading
yang lebih besar dari atau Apakah bukti yang
kurang dari tahun tercatat dalam
sebelumnya dokumentasi audit
mendukung kesimpulan
• dengan persentase yang telah
ditentukan sebelumnya.

Management letter of
representation, termasuk
representasi tertulis dari
manajemen dan mungkin
dari TCWG terkait salah
saji yang tidak dikoreksi.
감사합니다

Terima Kasih.