Anda di halaman 1dari 32

ASPEK

TEHNIS DAN TEHNOLOGI


PERKULIAHAN
STUDY KELAYAKAN BISNIS

INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA


KOSGORO 157

31 1
Aspek Tehnis adalah untuk meyakinkan
apakah secara tehnis dan pilihan tehnologi,
rencana bisnis dapat dilaksanakan secara
layak atau tidak, pada saat pembangunan
proyek atau operasional

31 2
LOKASI PROYEK BISNIS

SEBERAPA BESAR SKALA OPERASIONAL DITETAPKAN


UNTUK MENCAPAI SUATU TINGKAT SKALA EKONOMIS

PROSES PRODUKSI DILAKUKAN DAN LAYOUT


PABRIKAN / BANGUNAN

JENIS TEHNOLOGI YANG AKAN DIGUNAKAN SUDAH TEPAT

31 3
LOKASI
PROYEK
BISNIS

31 4
LOKASI PROYEK BISNIS

Tujuan Lokasi Proyek Bisnis


Efisiensi Waktu
Minimalisir Biaya
Citra Perusahaan
Profit
Kredibilitas
31 5
LOKASI PROYEK BISNIS
■ Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi yang tepat

1. Bagi perusahaan manufaktur


a. Letak konsumen potensial atau pasar sasaran
b. Letak / ketersediaan bahan baku utama  jumlah kebutuhan,
kelayakan harga, kualitas dan kontinuitas bahan baku serta biaya
pendahuluan untuk bahan baku seperti biaya pengangkutan Variabel
c. Sumber tenaga kerja Utama
d. Fasilitas transportasi
e. Sumber daya penunjang, seperti air, listrik, keadaan udara, telepon.
f. Fasilitas untuk pabrik dan fasilitas untuk karyawan

g. Lingkungan masyarakat sekitar  Sikap masyarakat (Adat istiadat)


h. Iklim / keadaan tanah
i. Hukum dan Peraturan pemerintah, misalnya dalam hal kawasan Variabel
berikat dan AMDAL Non Utama
j. Rencana masa depan perusahaan  kaitan dengan perluasan

31 6
LOKASI PROYEK BISNIS

2. Bagi Perusahaan Jasa


Perlu mempertimbangkan banyak hal, antara lain mudah dan dapat diakses
konsumen, lingkungan yang mendukung usaha, kesesuaian dengan lokasi pesaing,
izin lokasi dari pihak berwenang, tempat parkir yang memadai, dapat diekspansi.

31 7
LOKASI PROYEK BISNIS

 Pemilihan Lokasi  Daerah

DAERAH
Biaya
Daya tarik Biaya dan Kedekatan konstruksi/
daerah Biaya dan dengan lahan yang
ketersedia Peraturan
(budaya, Faktor tenaga ketersediaan bahan baku banyak
an utilitas daerah
pajak, iklim, kerja utilitas (energi dan dipengaruhi
(energi
otda, dll) dan air) konsumen oleh keadaan
dan air)
tanahnya

31 8
LOKASI PROYEK BISNIS

 Pemilihan Lokasi  Negara


NEGARA
Peraturan dan insentif pemerintah

Isu-isu budaya dan ekonomi

Lokasi pasar
Ketersediaan, sikap, produktivitas tenaga
kerja, biaya tenaga kerja
Ketersediaan bahan baku, sarana
komunikasi dan energi
Nilai tukar mata uang

31 9
LOKASI PROYEK BISNIS

 Tahapan Pemilihan Lokasi


1. Tahap pertama:
Melihat kemungkinan daerah mana yang akan dijadikan sebagai lokasi usaha
dengan mempertimbangkan ketentuan pemerintah, jenis proses produksi atau jasa
yang akan menentukan spesifikasi usaha yang berhubungan dengan tenaga kerja,
pengangkutan, dll.

2. Tahap kedua:
Memperhatikan pengalaman dari usaha orang lain atau pengalaman sendiri,
didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan dan proses produksinya karena
keduanya akan berpengaruh pada sarana angkutan, pasar, listrik, air, telepon, dan
faktor lain yang dianggap penting.

3. Tahap ketiga:
Mempertimbangkan dan menilai dampak sosial ataupun dukungan dari
masyarakat di sekitar lokasi.
31 10
LOKASI PROYEK BISNIS

 Metode Penilaian Lokasi


1. Metode Penilaian Hasil
Dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap semua faktor yang dianggap
penting dalam penentuan lokasi dan diberikan bobot penilaian.

2. Metode Perbandingan Biaya


Pemilihan dilakukan dengan cara menentukan besar kecilnya perkiraan seluruh
biaya pada alternatif pilihan lokasi.

3. Metode Analisis Ekonomi


Metode ini mempertimbangkan biaya ditambah dengan faktor intangibles yang
relevan. (Intangible = dampak / keuntungan yang tidak dapat diukur secara
ekonomis)

31 11
LOKASI PROYEK BISNIS

 Contoh Soal poin1

No Kebutuhan Nilai Lokasi yang Cikarang Bekasi Karawang


ideal Timur

1 Pasar 40 35 25 20
2 Bahan baku 30 25 20 15
3 Transportasi 15 13 7 8
4 Tenaga kerja 10 9 10 11
5 Lainya 5 5 4 4
Jumlah 100 87 66 58

Berdasarkan metode penialaian hasil nilai, maka lokasi tertinggi yang dipilih yaitu
lampung timur dengan nilai 87

31 12
LOKASI PROYEK BISNIS

 Contoh Soal poin 2


No Jenis biaya Lampung Lampung Lampung
Timur Tengah Utara
1 Bahan Baku 140 150 160
2 Bahan bakar dan listrik 40 40 45
3 Baiaya oprasi 55 60 65
4 Biaya umum 65 70 75
5 Lainya 5 10 10
jumlah 305 330 355

Berdasarkan metode perbandingan biaya, maka lokasi yang dipilih yaitu lampung
timur dengan biaya Rp.305/unit  lebih murah / minimal

31 13
LOKASI PROYEK BISNIS

 Contoh Soal poin 3


Penilaian dengna metode analisis ekonomi didasarkan pada berbagai jenis biaya yang
akan menjadi beban usaha termasuk biaya perumahan dan biaya sosial seperti sikap
masyarakat.

31 14
SEBERAPA BESAR SKALA
OPERASIONAL
DITETAPKAN UNTUK
MENCAPAI SUATU TINGKAT
SKALA EKONOMIS

31 15
 Luas Produksi
Penentuan luas produksi adalah berkaitan dengan berapa jumlah produksi
yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas
teknis dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efisien.
Luas produksi dapat dilihat dari segi ekonomis yang dilihat adalah berapa
yang paling efisien. Sedangkan, dari segi teknisnya yang dilihat adalah
jumlah produk yang dihasilkan atas dasar kemampuan mesin dan peralatan
serta persyaratan teknis.
Secara umum luas produksi ekonomis ditentukan antara lain oleh :
1. Kecenderungan permintaan yang akan datang
2. Kemungkinan pengadaan bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja,
dan lain-lain
3. Tersedianya teknologi, mesin dan peralatan di pasar
4. Daur hidup produk dan produk subtitusi dari produk tersebut
5. Modal Kerja
6. Peraturan Pemerintah
31 16
Kemudian untuk menentukan jumlah produksi yang menghasilkan
keuntungan yang maksimal dapat dilakukan dengan salah satu pendekatan
berikut :

1. Pendekatan konsep marginal cost dan marginal revenue


2. Pendekatan break event point
3. Metode linier programming

31 17
 Rencana Kualitas
1. Produksi Berupa Barang
 Performance  Fungsional produk  pertimbangan konsumen
 Feature  Penambah fungsi dasar
 Realibility  probability produk menjalan fungsinya dalam waktu
dan kondisi tertentu
 Conformance  derajat ketepatan karateristik desain produk
dengan karateristik kualitas standar yang di tetapkan
 Durability  umur ekonomis produk
 Serviceability  SLA, kompetensi, dan akurasi dalam pelayanan
perbaikan barang
 Aesthetics - penilain subyektif  nilai nilai estetika yang
berkaitan pertimbangan pribadi
 Fit and Finish  Penilaian subyektif  perasaan konsumen
mengenai keberadaan produk sebagai produk yang berkualitas

31 18
 Rencana Kualitas
1. Produksi Berupa Jasa
 Reliability  Kemampuan dalam memberikan pelayanan
 Responsiveness  response perusahaan terkait pelayanan kepada
pelanggan
 Assurance  Kemampuan perusahaan atas pengetahuan dan
informasi perihal produk serta memberikan rasa aman /
kepercayaan pelanggan kepada produk / perusahaan
 Emphaty  Akses pelanggan kepada perusahaan dan kemampuan
komunikasi Antara pelanggan dan perusahaan
 Tangibles  semua fisilitas fisik perusahaan yang memberikan
kenyamanan, keamanan pelanggan  include performance
karyawan

31 19
 Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi  suatu kemampuan pembatasan dari unit produksi untuk berproduksi
dalam waktu tertentu

Kapasitas dapat di lihat 2 sisi yaitu : kapasitas dari masukan (input) dan kapasitas dari
keluaran (output)

Contoh :
kapasitas dari masukan (input)  kemampuan kampus dalam menampung mahasiswa
baru
kapasitas dari keluaran (output)  pabrik tahu dalam menghasilkan produksi tahu dll

Secara umum rencana kapasitas produksi dalam rangka study kelayakan aspek ini
tergantung dalam beberapa pilihan system yaitu :
1. Skala Ekonomi
2. Focus fasilitas
31 20
1. Skala Ekonomi
Dengan faktor ini kapasilitas yang dipilih adalah yang memiliki biaya perunit yang paling
rendah. Akan tetapi cara ini memiliki kelemahan-kelemahan : yaitu waktu pengembalian
modal kerja akan berjangka panjang sehingga produk menjadi kurang fleksibel untuk
disesuai dengan selera konsumen

2. Focus fasilitas
Faktor ini adalah suatu system dimana cara mempertahankan volume produksi yang tinggi
dengan dengan diganti pada penyediaan produksi yang lebih sesuai dengan kebutuhan

Ada 2 Strategy dalam ekstri dalam rencana kapasitas produksi

 Strategy Ekspansi
Melakukan penelitian pasar untuk mengatahui apakah waktu yang akan dating permintaan
pasar atas produksi tertentu akan meningkat atau menurun  bukan produk session

 Strategy Wait & See


Produksen menunggu permintaan pasar jika permintaan produksi meningkat atau menurun

31 21
31 22
 ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Untuk jenis usaha tertentu, permasalahan persediaan sangat penting untuk
dipertimbangkan dan dianalisis. Salah satu teknik persediaan yang sering digunakan adalah
metode Economic Order Quantity (EOQ).

EOQ merupakan jumlah pembelian bahan mentah pada setiap kali pesan dengan biaya yang
paling rendah. Artinya, setipa kali memesan bahan mentah perusahaan dapat menghemat
biaya yang akan dikeluarkan.

Hal – hal yang berkaitan dengan EOQ dan sangat perlu untuk diperhatikan adalah masalah
klasifikasi biaya. Pentingnya klasifikasi biaya akan memudahkan kita dalam melakukan
analisis, sehingga hasil yang akan diperoleh dapat diakui kebenarannya.

Secara umum klasifikasi biaya yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Biaya angkut/ penyimpanan atau Carrying Cost (CC)
b. Biaya pemesanan atau Orderign Cost (OC)
c. Biaya total atau Total Cost (TC)

31 23
1. EOQ dengan Kebutuhan Tetap

Rumus yang digunkan untuk mencari EOQ dengan kebutuhan tetap adalah
sebagai berikut :

Dimana :
D = demand
Q = quantity
D/Q = jumlah pemesanan selama setahun
Q/2 = rata – rata persediaan
OC = ordering cost (biaya pemesanan)
CC = carrying cost (biaya penyimpanan)
31 24
31 25
Contoh soal
PT. Abadi menginginkan barang 6000 unit/ tahun dengan biaya pemesanan Rp. 5,-/ unit sedangkan
biaya penyimpanan Rp. 6,-/ unit. Ada diminta untuk menghitung pesanan paling ekonomis dengan
EOQ.

Jawab :
D/ Th = 6.000 unit
CC = Rp. 6/ unit/ tahun
OC = Rp. 5/ pesan

31 26
31 27
 SAFETY STOCK (SS)
Merupakan persediaan pengaman atau persediaan tambahan yang dilakukan perusahaan
agar tidak terjadi kekurangan bahan.

Safety stock sangat diperlukan guna mengantisipasi membludaknya permintaan akibat dari
permintaan yang tak terduga. Terdapat beberarapa faktor penentu dalam menghitung
besarnya safety stock, yaitu antara lain :

1. Penggunaan bahan baku rata- rata


2. Faktor waktu
3. Biaya yang digunakan

Di samping faktor penentu di atas dalam memenuhi safety stock diperlukan standar kuantitas
yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Persediaan minimum
2. Besarnya pesanan standar
3. Persediaan maksimum
4. Tingkat pemesanan kembali
5. Administrasi persediaan
31 28
 REORDER POINT (ROP)
ROP merupakan waktu perusahaan akan memesan kembali atau batas waktu pemesanan
kembali dengan melihat jumlah minimal persediaaan yang ada. Hal ini penting agar supaya
jangan sampai terjadi kekurangan bahan pada saat dibutuhkan. Jumlah pemesanan kembali
dihitung dengan probabilitas atau kemungkinan terjadinya kekurangan stock dan dihitung
selama tenggang waktu.

Terdapat banyak model reorder point yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi
perusahaan. Dalam buku ini hanya akan dibahas model jumlah permintaan maupun masa
tenggang waktu konstan (constant demand rate, constant lead time). Rumus yang digunakan
sebagai berikut :

ROP = D yang diharapkan + SS selama tenggang waktu (leadtime)

31 29
Contoh soal :
Tn. Roy Akase setiap hari minum 3 botol susu yang dikirim oleh pengantar 5
hari setelah Tn. Roy menelepon.

Pertanyaan : kapan Tn. Roy akan menelepon untuk melakukan pemesanan


kembali ?

Jawab :
Diketahui : Demand = 3 botol susu sehari
Lead time = 5 hari

Maka : ROP = 3 X 5 = 15 botol susu


Tn. Roy harus menelepon kembali apabila minimal stock susu tinggal 15 botol

31 30
 MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)
Adalah system perencanaan material dan bersifat proaktif sehingga
perencanaan kedepan adalah intinya

Keuntungan pengunaan system MRP ini adalah mngurangi kesalahan dalam


memperkiraan kebutuhan karena kebutuhan barang / produk didasarkan
pada rencana jumlah produksi dan menyajikan informasi untuk perencanaan
kapasitas pabrik dan dapat memperbaiki jumlah persediaan dan jumlah
pemesanan material

31 31
PROSES PRODUKSI DILAKUKAN DAN
LAYOUT PABRIKAN / BANGUNAN

31 32