Anda di halaman 1dari 4

NAMA : Fanesa

NIM : 1607112211
PRODI : T. Kimia S1-A
TUGAS : Manajamen Proyek

1. TEORI ORGANISASI
TEORI ORGANISASI adalah teori yang mempelajari kinerja dalam
sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas
tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan
visi dan misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah
organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun
lingkungan kerja organisasi tersebut.
Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah
sekumpulan ilmu pengetahuan yang membecarakan mekanisme kerjasama dua
orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap
individu.
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah teori-
teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan
perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori
organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.

2. TEORI ORGANISASI KLASIK


Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori
tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu
delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur
hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-
kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang
bekerjasama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi
klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta
memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung
kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar
anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a. Teori birokrasi :
dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and
Spirit of Capitalism.
b. Teori administrasi :
dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari
Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c. Manajemen ilmiah :
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
3. TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan
manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas
dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek
psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian
kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan
“suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan
yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal
sebagai berikut:
a. Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan
keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para
yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen
puncak.
4. TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai dengan ahirnya gerakan contingency yang
dipelopori Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu
melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu
kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling
bersaing. Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social
psychology of organization” mengenalkan perspektif organisasi sebagai suatu
sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-
keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting
dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi
menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap
bertahan
Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa system
pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan
manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu
kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa
organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang
stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

5. TEORI BIROKRASI
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya : The Protestan
Ethic and Spirit Of Capitalism. Kata birokrasi mula – mula berasal dari kata legal
– rasional. Organisasi disebut rasional dan penetapan tujuan dan perancangan
organisasi untuk mencapai tujuan tersebut : Organisasi itu legal karena
wewenangnya berasal dari seperangkat aturan, prosedur dan peranan yang
dirumuskan secara jelas. Model birokrasi juga dapat digunakan secara efektif
oleh organisasi – organisasi kompleks yang muncul sebagai kebutuhan
masyarakat modern. Weber mengemukakan karakteristik – karakteristik birokrasi
sebagai berikut.
1. Pembagian kerja yang jelas.
2. Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.
3. Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi.
4. System dan prosedur bagi penanganan situasi kerja.
5. System aturan yang mencakup hak – hak dan kewajiban – kewajiban posisi
para pemegang jabatan.
6. Hubungan – hubungan antarpribadi yang bersifat “impersonal”.
Jadi, birokrasi adalah sebuah model organisasi normative, yang menekankan
struktur dalam organisasi. Unsur – unsur birokrasi masih banyak ditemukan di
organisasi – organisasi modern yang lebih kompleks daripada hubungan tatap
muka (face to face) yang sederhana.

6. TEORI ADMINISTRASI
Teori administrasi dalam teori organisasi klasik menekankan pada aspek
makro dan praktik langsung manajemen. Beberapa tokoh pengusung teori
administrasi adalah Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serta James D.
Mooney dan Allen Reily dari Amerika.
Dalam buku Admistration industrtrielle et Generale karya Henry Fayol (terbit
1916), misalnya, industrialis asal Prancis itu menyebutkan bahwa semua
kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6(enam) kelompok, yakni:
1. kegiatan-kegiatan teknikal;
2. kegiatan-kegiatan komersial;
3. kegiatan-kegiatan financial;
4. kegiatan-kegiatan keamanan;
5. kegiatan-kegiatan akutansi; dan
6. kegiatan-kegiatan manajerial.
Selain itu, Fayol juga menyatakan bahwa terdapat 14 dasar yang menjadi
kaidah perkembangan teori administrasi. Kaidah manajemen tersebut terdiri atas
pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah,
kesatuan pengarahan, mendahulukan kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi,
rantai skalar, tata tertib, keadilan, kelanggengan personalia, inisiatif, dan semangat
korps.
Sementara itu, James D Mooney dan Allen Reilly berpendapat bahwa
koordinasi memegang peranan penting dalam sebuah perencanaan organisasi.
Sebuah organisasi harus menerapkan tiga prinsip utama, yakni sebagai berikut.
1. Prinsip koordinasi.
2. Prinsip skalar dan hirarki.
3. Prinsip fungsional.

Amerika Serikat, James D. Mooney dan Allen Reilly dalam tahun 1931 menulis
dan menerbitkan buku mereka. Dimana buku ini mempunyai dampak besar pada
praktek manajemen di Amerika. Mereka menekankan tiga prinsip organisasi yang
mereka teliti dan temukan telah dijalankan dalam organisasi – organisasi
pemerintahan, agama, militer dan bisnis. Ketiga prinsip tersebut adalah:
1. Prinsip kordinasi. Organisasi–organisasi berjalan bila orang sebagai
anggota mengkombinasikan usaha – usaha mereka untuk suatu tujuan
tertentu.
2. Prinsip scalar. Prinsip scalar kadang – kadang disebut prinsip hirarkis,
berarti bahwa pembagian tugas atau kerja dilakukan atas daraderajat
wewenang dan hubungan tanggung jawab.
3. Prinsip fungsional. Istilah fungsionalisme dalam hal ini berarti pembedaan
di antara macam – macam tugas.

7. MANAJEMEN ILMIAH
Bagian ketiga dari teori klasik adalah manajemen ilmiah (scientific
management). Manajemen ilmiah, yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1900
oleh Frederick Winslow Taylor, telah dipergunakan cukup luas. F. W. Taylor
menuangkan gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu shop management, the
principals of scientific management, dan testimony before the special house
committee. Sebagai hasilnya dia mengemukakan empat kaidah dasar manajemen
yang harus dilakukan dalam organisasi perusahaan yaitu:
1. Menggantikan metode – metode kerja dalam praktek dengan berbagai
metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang keja yang
ilmiah dan benar.
2. Mengadaan seleksi, latihan – latihan dan pengembangan para karyawan
secara ilmiah, agar menemukan para karyawan bekerja sebaik – baiknya
sesuai dengan spesifikasinya.
3. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan
secara ilmiah harus diintegrasikan, sehingga para karyawan memperoleh
kesempatan untuk mencapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen
dapat menekan biaya produksi yang tinggi.
4. Untuk mencapat manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat
dan mental para karyawan melalui pendekatan karyawan oleh manajer.