Anda di halaman 1dari 4

REACTION PAPER

SEMINAR AKUNTANSI MANAJEMEN

TARGET COSTING FOR COST-PLUS PRICING COMPANIES

Disusun oleh :

1. Johan Prima P 1710536016


2. Firdayatil Zetta 1710536031
3. Rahma Tri Lestari 1710536066

Kepada :

Dosen : Dra. Sri Dewi Edmawati., M.Si., Ak., CA

Mata Kuliah : Seminar Akuntansi Manajemen


Target Costing for Cost-Plus Pricing Companies

Untuk menentukan harga jual suatu produk, metode penetapan harga cost-plus secara
umum digunakan. Sederhananya, dengan menambah bahan, tenaga kerja, biaya overhead,
lalu akhirnya menempatkan margin keuntungan yang diinginkan. Penetapan target costing
mengikuti pendekatan yang agak berbeda. Pertama-tama, tidak masalah berapa biaya
produk itu. Alih-alih, penetapan target biaya berfokus pada permintaan konsumen dan
menentukan harga tertinggi yang bersedia dibayar pelanggan. Tahap pengembangan dan
perencanaan produk baru pada akhirnya menjadi lebih penting untuk mencapai harga pasar
yang kompetitif.

Target costing bukan hanya metode pengendalian biaya, juga merupakan alat
manajemen yang melibatkan semua disiplin ilmu dan ditujukan untuk mengurangi biaya
keseluruhan setiap produk selama seluruh siklus hidupnya. Dalam proses itu, biaya target
didefinisikan sebagai biaya maksimum yang dihitung yang dapat dikeluarkan pada produk
setelah margin keuntungan yang diinginkan telah dikurangi, sehingga pada akhirnya
produk tersebut masih dapat dijual dengan harga pasar yang kompetitif. Dalam
kebanyakan kasus, proses penetapan target biaya dimulai bahkan sebelum tahap produksi
yang tepat dimulai; biasanya mulai berlaku pada fase desain. Mengingat bahwa penetapan
biaya target mengelola biaya dari tahap desain, ini memaksimalkan potensi penghematan
biaya. Ini membawa kita langsung ke keuntungan lain yaitu orientasi pelanggan. Apakah
target costing ini berperan secara efektif terhadap produk yang memiliki siklus hidup
pendek atau panjang ? Mengapa ?

Target costing adalah pendekatan yang digerakkan oleh pasar, ia membimbing


semua fungsi dalam organisasi untuk menanggapi tren kompetitif serta persyaratan
pelanggan untuk kualitas produk, biaya, atau fungsi dan fitur produk. Riset pasar yang luas
memastikan bahwa semua permintaan konsumen dan sensitivitas harga spesifik mereka
terpenuhi. Langkah langkah utama dalam proses target costing ialah riset pasar (mencari
harga pasar kompetitif), pembatasan biaya produksi (perhitungan target biaya), produk
reengineering, mencapai target biaya (iteratif-proses yang terus menerus menutup
kesenjangan antara biaya aktual dan target). Target costing merupakan pendekatan yang
digerakkan oleh pasar, apakah dalam keadaan sekarang ini target costing masih bisa
digunakan secara efektif karena kondisi pasar yang tidak stabil dan sulit diprediksi ?

Metode target costing memiliki dua sub metode didalam perhitungannya, yaitu : (1)
Additive Method, perusahaan berfokus terhadap komponen-komponen individu dari suatu
produk yang dihasilkannya. Beberapa komponen biaya dari produk tersebut dikurangi,
sementara yang lainnya dinaikkan. Dengan demikian, biaya keseluruhan produk juga akan
berkurang. (2) Deductive Method, perusahaan berfokus terhadap pengurangan harga jual
produk yang pada akhirnya akan menentukan target cost dari produk tersebut. Dari metode
tersebut mana yang terbaik untuk diterapkan?
Metode Cost-Plus Pricing adalah harga ditentukan dengan menambakan markup
laba yang diinginkan dengan biaya yang telah dibebankan kesemua produk. Mark up
tersebut merupakan persentase dari biaya yang telah dibebankan ke produk tersebut.
Komponen mark up terdiri dari biaya lainnya dari biaya variable manufacture dan target
laba. Apabila target costing secara realisasi ternyata tidak sesuai yang diharapkan, apakah
akan mempengatuhi pada metode ini? Bagaimana contoh kasus penggunaan metode cost
plus pricing untuk penentuan harga jual dan metode target costing untuk perencanaan laba
dalam suatu perusahaan?
Target costing menghasilkan biaya yang lebih rendah yang pada akhirnya dalam
jangka panjang mampu menciptakan sustainable competitive advantage bagi perusahaan.
Akan tetapi, masalah muncul ketika target costing mampu menurunkan biaya, namun di
sisi lain akan mengubah mark-up dalam metode cost-plus pricing. Hal ini pada gilirannya
akan mengubah target profit dan sales price. Dalam salah satu metode target-costing,
yakni metode deductive, harga jual (sales price) merupakan variabel penting dalam
menentukan target cost yang akan dicapai. Sementara menemukan sales price merupakan
fokus utama dari cost-plus pricing method. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa terdapat
ketidakselarasan antara target-costing (khususnya untuk metode deductive) dengan
perusahaan-perusahaan yang menggunakan cost-plus pricing method di mana sales price
merupakan determinan penting dalam menentukan target cost dalam target-costing,
namun justru menemukan sales price-lah merupakan tujuan utama dalam cost-plus pricing
method.

Perusahaan juga membutuhkan suatu alat yang efektif untuk menekan biaya tanpa
mengurangi nilai produknya bagi konsumen. Target costing merupakan salah satu alat
yang efektif untuk mengurangi biaya. Metode ini juga membantu manajemen dalam
menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan
menggunakan target costing, perusahaan menentukan biaya produk berdasarkan harga
yang mampu dibeli konsumen. Biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit
produk tidak boleh melampaui harga pasar. Dengan demikian produk yang dihasilkan akan
mampu bersaing dan perusahaan dapat memperoleh laba yang diharapkan. Untuk
merealisasikan biaya target digunakan perekayasaan nilai (value engineering) kemudian
membandingkan biaya target dengan pencapaiannya. Tujuan utama suatu perusahaan
didirikan selain untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah untuk mendapatkan
keuntungan yang layak. Adanya keuntungan yang layak dimungkinkan suatu perusahaan
dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, bahkan dapat membuat usahanya menjadi
lebih maju dan berkembang. Perusahaan harus selalu berusaha menghasilkan barang dan
jasa yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang masih dapat dijangkau oleh
konsumen. Penentuan harga jual, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Faktor- faktor tersebut berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar
perusahaan diantaranya adalah persaingan, permintaan dan penawaran, biaya, keadaan
ekonomi dan lain-lain. Penetapan harga tidak didasarkan pada perkiraan saja, tetapi dengan
perhitungan yang akurat dan teliti. Harga jual harus dapat menutup semua biaya yang
dikeluarkan dan harus dapat menghasilkan laba yang diinginkan. Faktor biaya merupakan
faktor utama dalam menentukan harga jual, karena biaya menggambarkan batas minimum
yang harus dipenuhi perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Apa yang dimaksud
dengan value engineering yang digunakan dalam target costing serta bagaimana
prosesnya? Bagaimana contoh kasus penggunaan metode cost plus pricing untuk
penentuan harga jual dan metode target costing untuk perencanaan laba dalam suatu
perusahaan?

Target costing dengan strategi yang baik adalah cara yang lebih baik untuk
mengurangi biaya produk baru dan untuk menyeimbangkan harga dan kualitas produk dari
metode biaya lama. Apa saja strategi yang bisa digunakan untuk target costing agar bisa
mengurangai biaya produk dan untuk menyeimbangkan harga dan kualitas produk ini ?