Anda di halaman 1dari 13

MATA KULIAH : KALKULUS INTEGRAL

MINI RISET
“Pemahaman Mahasiswa Fmipa Terhadap Materi Kalkulus Integral”

Dosen Pengampu : Dra. Nurliani Manurung, M.Pd.

DISUSUN OLEH :

GESTA VIVIAN PANJAITAN

( 4173111027 )

PENDIDIKAN MATEMATIKA DIK C 2017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan limpahan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Mini Riset Kalkulus
Integral dengan baik. Berikut ini penulis mempersembahkan, Pemahaman Mahasiswa Fmipa
Terhadap Materi Kalkulus Integral dimana pada Mini Riset kali ini saya mengulas materi
pada yang tentang “Metode Pengintegralan tak tentu” dalam mata kuliah Kalkulus Integral
yang mudah – mudahan dapat memberikan manfaat bagi kita untuk mempelajarai Kalkulus
Integral.
Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
penulis memohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan
kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, Mei 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1


1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................... 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................................ 2

BAB III METODE PENELITIAN ................................................................................. 4


3.1 Jenis Penelitian .................................................................................................. 4
3.2 Lokasi Penelitian ............................................................................................... 4
3.3 Subjek Penelitian ............................................................................................... 4
3.4 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................................... 4

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................... 5


4.1 Tabel Hasil Penelitian ...................................................................................... 5
4.2 Pembahasan ..................................................................................................... 5

BAB V KESIMPULAN .................................................................................................... 7


5.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 8

LAMPIRAN

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kalkulus Integral dalam kehidupan sehari-hari, dewasa ini berkembang amat pesat
kegunaannya. Kegunaan Integral dalam kehidupan sehari-hari telah menunjukkan hasil
yang nyata, misalnya di bidang ekonomi, dan di bidang teknologi industri. Integral
sampai sekarang ini masih sering dianggap sebagai mata kuliah yang sulit untuk
dimengerti. Indikasi ini dapat dilihat dari hasil belajar mahasiswa yang kurang
memuaskan. Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan rendahnya hasil belajar
mahasiswa. Yang paling utama adalah rendahnya minat mahasiswa untuk mengikuti
pelajaran dengan baik dan bersungguh-sungguh (Tatik, 1997: 73).
Faktor lain yang berpengaruh adalah cara mengajar dosen yang kurang tepat.
Beberapa dosen hanya mengajar dengan satu model pembelajaran yang kebetulan tidak
cocok dan sulit dimengerti oleh mahasiswa. Selain itu sarana dan prasarana pendukung
juga ikut berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar mahasiswa.
Pada masa lalu dan mungkin juga pada masa kini, sebagian dosen kalkulus integral
memulai proses pembelajaran dengan membahas definisi, lalu membuktikan atau hanya
mengumumnkan kepada para mahasiswa rumus-rumus yang berkaitan dengan materi, lalu
membahas contoh-contoh soal, dan diakhiri dengan meminta para mahasiswanya untuk
mengerjakan soal-soal latihan. Dengan pembelajaran seperti itu, proses pembelajaran
kalkulus integral di kelas saat itu menjadi proses mengikuti langkah-langkah, aturan-
aturan, serta contoh-contoh yang diberikan para dosen.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang terdapat dalam penulisan ini adalah :
Bagaimana pemahaman mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Medan terhadap materi
kalkulus integral?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang terdapad dalam makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pemahaman mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Medan
terhadap materi kalkulus integral.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa FMIPA
Universitas Negeri Medan terhadap materi kalkulus integral.
3. Untuk melengkapi tugas matakuliah Kalkulus Integral.

1
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Integral tak tentu atau antiderivatif adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu
fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. fungsi ini belum memiliki nilai pasti (berupa
variabel), atau batas atas dan batas bawah sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan
fungsi tak tentu ini disebut integral tak tentu.

Adapun beberapa aturan yang dapat digunakan dalam penyelesaian integral:


 ∫ 𝑑𝑥 = 𝑥 + 𝑐
 ∫(𝑓(𝑥) ± 𝑔(𝑥))𝑑𝑥 = ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 + ∫ 𝑔(𝑥)𝑑𝑥
1
 ∫ 𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = 𝑥𝑛 + 𝑐
𝑛+1
𝑘𝑥 𝑛+1
 ∫ 𝑘𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = +𝑐
𝑛+1

Penyelesaian Cara Biasa

Secara umum:

𝑑𝑦
Jika 𝑦 , = 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑑𝑦 = 𝑦 ′ 𝑑𝑥 𝑚𝑎𝑘𝑎 ∫ 𝑑𝑦 = 𝑦 = ∫ 𝑦 ′ 𝑑𝑥
𝑑𝑥

Jadi, dapat disimpulkan dengan x ≠ -1

Untuk mencari integral dari fungsi trigonometri perlu diingat kembali tetang turunan fungsi
trigonometri, maka:
1
= ∫ sin 𝑎𝑥 = − 𝑎 cos 𝑎𝑥 + 𝑐
1
= ∫ cos 𝑎𝑥 = sin 𝑎𝑥 + 𝑐
𝑎

Contoh soal :

Penyelesaian Cara Subtitusi

Integral subtitusi pada prinsipnya sama dengan integral pemisalan. Prinsip integral
Subtitusi ada 2 yaitu salah satu bagian dimisalkan dengan u ,sisanya yang lain (termasuk dx)
harus diubah dalam du. Bentuk umumnya : ∫ 𝐹 [𝑔(𝑥). 𝑔′(𝑥)𝑑𝑥

2
Misal u = g(x) dan du = g’(x) dx, didapat

Contoh :

Integral Parsial

Integral parsial atau pengintegralan sebagian berdasar pada turunan suatu fungsi hasil
kali. Disebut Integral Parsial, karena sebagian bentuk dilakukan operasi turunan sebagian
operasi Integral.

Bentuk rumus:

Bagian u dikerjakan operasi turunan dan bagian dy dikerjakan operasi integral, dengan
bentuk ∫ 𝑣 𝑑𝑢 lebih sederhana dari bentuk ∫ 𝑢 𝑑𝑢. Contoh:

3
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yakni :
a. Ditinjau dari segi tempat, penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field
research) yang mana penelitian ini dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
b. Ditinjau dari sifat data, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena
menggunakan data-data yang disajikan dalam bentuk kalimat atau kumpulan soal.

3.2 Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian dilaksanakan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Negeri Medan.

3.3 Subjek Penelitian


Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 pada Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

3.4 Teknik Pengumpulan Data


Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan 5 soal terhadap 10
mahasiswa semester 2 dengan sub materi integral tak tentu. Mahasiwa diberikan waktu
selama 15 menit untuk menjawabnya. Untuk soal nomor 1 benar diberikan poin 10 untuk
soal nomor 2 dan 3 benar diberikan poin 15 , untuk soal nomor 3 benar diberikan poin 25
dan pada soal 5 benar diberikan poin 35 dengan total poin jika menjawab benar adalah
100.

4
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


No Nama Kelas Soal Keteranga
Responden 1 2 3 4 5 n
1 Alwi Rahman Mat Eks -A 2016 7 10 7 20 35 79
Hrp
2 Qashas Kim Dik-B 2016 10 15 15 25 0 65
Oktania
3 Sahfitri Kim Dik-C 2016 10 15 10 20 35 90
Wirdani Nst
4 Nur Kholijah Mat Dik-B 2016 10 15 15 25 - 65
Daulay
5 Puti Mutia Mat Dik-B 2016 10 15 15 - - 40
Atikah
6 Abdul Rasyid Bio Dik-B 2016 10 15 15 25 - 60
F.G
7 Puji Diah Mat Dik-B 2016 10 15 15 25 - 65
Tarhani

4.2 Pembahasan
Dari hasil mini riset yang didapatkan dari ketujuh responden semuanya menjawab
soal nomor satu. Ada enam orang yang mendapatkan poin sempurna yaitu 10 dan satu
orang yang mendapatkan poin 7 hal ini dikarenakan penulisan simbol yang kurang tepat.
Untuk soal nomor dua, ke tujuh responden yang menjawab dengan benar dan
mendaptakan poin 15.
Soal ke tiga, ke tujuh responden menjawab dengan benar akan tetapi dari tujuh
responden ada empat responden menjawab soal dengan poin maksimal yaitu 15 dan tiga
responden menjawab benar akan tetapi beberapa atribut salah dalam penulisannya.
Kesalahan yang terjadi pada dua orang adalah peletakan tanda pecahan tidak sejajar
dengan tanda samadengan dan satu orang yang tidak menuliskan soal.

5
Untuk soal yang ke empat, ketujuh responden menjawab dengan benar akan tetapi
dari tujuh responden ada enam responden yang menjawab dengan benar serta
mendapatkan poin maksimal yaitu 25 dan satu orang yang menjawab dengan benar serta
mendapatkan poin 20. Hal ini dikarenakan penulisan tanda sama dengan yang kurang
tepat.
Untuk soal yang ke lima, dari tujuh responden hanya dua responden yang menjawab
soal ini. Dari kedua responden, keduanya menjawab soal dengan benar dan mendapatkan
poin maksimal yaitu 35. Kelima responden tidak menjawab soal nomor lima dengan
alasan tidak mengerti dan dosen tidak memberikan materi tentang itu.
Ada beberapa kemungkinan penyebab kegagalan mahasiswa dalam memecahkan
persoalan konseptual seperti yang digunakan pada penelitian ini. Pertama, mereka
mengalami miskonsepsi dalam arti memahami suatu konsep secara salah namun yakin
bahwa konsepsinya (yang salah) tersebut benar. Kedua, mereka telah memiliki semua
konsep yang berkaitan dengan persoalan yang dipecahkan, namun saat mencoba
memecahkan persoalan tersebut mereka gagal mengaktivasi pengetahuan sains yang
paling relevan ke dalam working memorynya. Ketiga, mereka berhasil mengaktivasi
potongan-potongan pengetahuan ke dalam working memory namun gagal memilih
pengetahuan yang paling relevan dengan persoalan, atau gagal menggunakan
pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk membuat kesimpulan yang tepat. Keempat,
mereka tidak memiliki pengetahuan yang relevan sehingga hanya mengandalkan intuisi
naifnya.
Soal nomor lima adalah soal yang paling sulit dan hal ini didapatkan dari hasil
penelitian. Hanya dua responden saja yang menjawab soal dengan benar. Konsep yang
dipakai dalam soal nomor lima adalah pengaplikasian integral terhadap ilmu fisika. Selain
itu, banyak penulisan tanda yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan, pada
pendidikan dasar guru kurang teliti memeriksa lembar tugas siswa sehingga kesalahan
dalam penulisan berlanjut sampai tingkat universitas.
Untuk soal dan jawaban, semua jawaban yang telah ditulis responden semuanya
benar. Hal ini dikarenakan sebelum diadakannya test, penulis sudah memberikan arahan
dan kisi-kisi. Selain itu, waktu yang diberikan dalam pengerjaan cukup lama yaitu 15
menit. Dalam mengerjakan soal terlihat ada beberapa mahasiswa yang saling kerja sama.
Hal ini perlu diperhatikan saat dalam keadaan ujian.

6
BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan paparan hasil dan pembahasan sebagaimana diuraikan di depan, dapat
disimpulkan bahwa konsep-konsep fundamental terkait kalkulus integral merupakan
konsep-konsep yang sulit dipahami oleh mahasiswa. Meskipun telah mempelajari konsep-
konsep tersebut sejak SMA, terutama tentang integral tak tentu juga telah membahasnya
kembali melalui perkuliahan kalkulus integral, sebagian besar mahasiswa masih
mengalami kesulitan dalam memecahkan persoalan yang dilandasi konsep-konsep
tersebut.
Ada beberapa kemungkinan penyebab kegagalan mahasiswa dalam memecahkan
persoalan konseptual seperti yang digunakan pada penelitian ini. Pertama, mereka
mengalami miskonsepsi dalam arti memahami suatu konsep secara salah namun yakin
bahwa konsepsinya (yang salah) tersebut benar. Kedua, mereka telah memiliki semua
konsep yang berkaitan dengan persoalan yang dipecahkan, namun saat mencoba
memecahkan persoalan tersebut mereka gagal mengaktivasi pengetahuan sains yang
paling relevan ke dalam working memorynya. Ketiga, mereka berhasil mengaktivasi
potongan-potongan pengetahuan ke dalam working memory namun gagal memilih
pengetahuan yang paling relevan dengan persoalan, atau gagal menggunakan
pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk membuat kesimpulan yang tepat. Keempat,
mereka tidak memiliki pengetahuan yang relevan sehingga hanya mengandalkan intuisi
naifnya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Tatik, D.B. 1997. Pengaruh Minat dan Dorongan Menekuni Belajar Matematika pada Jurusan
Pendidikan Kesehatan Keluarga. Skripsi. Semarang: Jurusan Pendidikan Kesehatan
Keluarga. FPTK IKIP Semarang

8
Nama :

NIM :

Kelas :

Selesaikan Integral berikut ini :

√𝑥 (𝑥 2 +4𝑥)
1. ∫ 𝑑𝑥
𝑥
2. ∫(2 sin 𝑥 + 3) 𝑑𝑥
3. ∫ 𝑐𝑠𝑐 2 (2𝑥 − 1)𝑑𝑥
4. Diketahui f’ (x) = 6x2 -10x + 3 dan f (-1) = 2. Tentukan f (x).
5. Sebuah benda bergerak pada garis lurus dengan percepatan a yang memenuhi
persamaan a = 2t-1, a dalam m/detik2 dan t dalam detik. Jika kecepatan awal benda v
= 5 m/detik, dan posisi benda saat t = 6 detik adalah s = 92 m, maka tentukan
persamaan posisi benda tersebut saat t detik!
Selamat Bekerja 

9
Jawaban Kalkulus

3 1 5 3
√𝑥 (𝑥 2 +4𝑥) 2 8 2 8
1. ∫ 𝑑𝑥 = ∫(𝑥 2 + 4𝑥 2 ) 𝑑𝑥 = 𝑥2 + 𝑥2 + 𝐶 = 𝑥 2 √ 𝑥 + 3 𝑥 √𝑥 + 𝐶
𝑥 5 3 5
+4
2. ∫(2 sin 𝑥 + 3) 𝑑𝑥 = 2 ∫ sin 𝑥 𝑑𝑥 + ∫ 3 𝑑𝑥 = −2 cos 𝑥 + 3𝑥 + 𝐶
1
3. ∫ 𝑐𝑠𝑐 2 (2𝑥 − 1)𝑑𝑥 = − 2 cot (2𝑥 − 1) + 𝐶
4. 𝑓 ′ (𝑥) = 6𝑥 2 − 10 𝑥 + 3
𝑓 ′ (𝑥) = ∫(6𝑥 2 − 10 𝑥 + 3)𝑑𝑥
𝑓′(𝑥 = 2𝑥 3 − 5𝑥 2 + 3𝑥 + 𝐶
𝑓(−1) = 2
2 = 2(−1)3 − 5(−1)2 + 3(−1) + 𝐶
2 = −2 − 5 − 3 + 𝐶
𝐶 = 12
𝐽𝑎𝑑𝑖 𝑓′(𝑥) = 2𝑥 3 − 5𝑥 2 + 3𝑥 + 12 .
5. 𝑎 = 2𝑡 − 1
𝑣 = ∫ 𝑎 𝑑𝑡
𝑣 = ∫(2𝑡 − 1)𝑑𝑡 = 𝑡 2 − 𝑡 + 𝐶
𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 5 𝑚𝑠 −2 , 𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑡 = 0 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑣 = 5
𝑣𝑡=0 =5
2
0 −0+𝐶 = 5
𝐶 =5
𝑆𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑣 = 𝑡 2 − 𝑡 + 5
𝑠 = ∫ 𝑣 𝑑𝑡

𝑠 = ∫( 𝑡 2 − 𝑡 + 5) 𝑑𝑡
1 3 1 2
𝑠 = 𝑡 − 𝑡 + 5𝑡 + 𝑑
3 2
𝑠𝑡=6 = 92
1 1
(6)3 − (6)2 + 5(6) + 𝑑 = 92
3 2
72 − 18 + 30 + 𝑑 = 92
84 + 𝑑 = 92
𝑑 =8
Jadi, persamaan posisi benda tersebut saat t detik dirumuskan dengan s = =
1 1
𝑡3 − 𝑡 2 + 5𝑡 + 8
3 2

10