Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rendi Mulya

NIM : D1051131034

ASPERGILLUS NIGER

Aspergillus Niger merupakan salah satu spesies yang paling umum


dan mudah diidentifikasi dari genus Aspergillus, famili Moniliaceae, ordo
Monoliales dan kelas Fungi imperfecti. Aspergillus Niger dapat tumbuh dengan
cepat, diantaranya digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam
glukonat dan pembuatan berapa enzim seperti amilase, pektinase,
amiloglukosidase dan sellulase. Aspergillus Niger dapat tumbuh pada suhu 35ºC-
37ºC (optimum), 6ºC-8ºC (minimum), 45ºC-47ºC (maksimum) dan memerlukan
oksigen yang cukup (aerobik). Aspergillus Niger memiliki bulu dasar berwarna
putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai
hitam. Kepala konidia berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi
bagian-bagian yang lebih longgar dengan bertambahnya umur. Konidiospora
memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga berwarna coklat. Aspergillus
Niger, mempunyai koloni pada medium Cxapek’s Dox mencapai diameter 4-5 cm
dalam 7 hari, dan terdiri dari suatu lapisan basal yang kompak berwarna putih
hingga kuning dan suatu lapisan konidofor yang lebat yang berwarna coklat tua
hingga hitam. Stipe dari konidiofor berdinding halus, berwarna hialin, tetapi dapat
juga kecoklatan. Vesikula berbentuk bulat hingga semibulat, dan berdiameter 50-
100 m. Fialid terbentuk pada metula dan berukuran (7,0-9,5) x (3-4) m. Metula
berwarna hialin hingga coklat, seringkali bersepta, dan berukuran (15-25) x (4,5-
6,0) . Konidia berbentuk bulat hingga semibulat, berukuran 3,50-5,0, berwarna
coklat, memiliki ornamentasi berupa tonjolan dan duri-duri yang tidak beraturan.
Koloni pada medim MEA lebih tipis tetapi bersporulasi lebat (Bibiana, 1994).
Aspergillus Niger adalah jamur berfilamen haploid dan merupakan
mikroorganisme yang sangat penting dalam bidang biologi. Selain menghasilkan
enzim ekstraseluler dan asam sitrat, Aspergillus Niger juga digunakan untuk
pengelolaan limbah dan biotransformasi. Jamur ini paling sering ditemukan di
lingkungan mesofilik seperti vegetasi yang membusuk atau tanah dan tanaman.
Taksonomi. A. niger termasuk dalam Aspergillus subgenus Circumdati,
bagian Nigri termasuk jenis 15 spora hitam.
Domain : Eukaryota
Kingdom : Fungi
Phylum : Ascomycota
Subphylum : Pezizomycotina
Class : Eurotiomycetes
Order : Eurotiales
Family : Trichocomaceae
Genus : Aspergillus
Species : A. niger
Habitat spesies ini kosmopolit didaerah tropis dan subtropics, dan mudah
diisolasi dari tanah, udara,air, rempah-rempah, kapas, buah-buahan, gandum,
beras, jagung, tebu, ketimun, kopi, teh, coklat serta serasah dedaunan.
Spesies ini sukar dibedakan dari Aspergillus phoenicis dan Aspergillus
awamori biasanya dibedakan dari ciri konodianya dengan menggunakan teknik
biologi molecular.

Aspergillus Niger memiliki sistem metabolisme yang terdiri dari


sitoplasma, mitokondria, dan peroksisom. Dalam sistem ini, tergabung
metabolisme karbohidrat dan metabolisme asam amino yang terjadi di dua reaksi,
yaitu reaksi anabolik dan katabolik. Untuk tingkat pertumbuhan yang paling
menguntungkan, digunakan pemrograman linear. Pemrograman linier
dikombinasikan dengan 37 metabolit lainnya untuk menguji distribusi fluks yang
berbeda pada metabolitnya. Dengan menggunakan teknik analisis sensitivitas
logaritmik, dapat dibuktikan bahwa asam amino prolin, alanin dan glutamin
makmur dalam lingkungan ini. Asam amino tirosin tidak berpengaruh, namun
memiliki kemungkinan untuk membantu pembuatan biomassa. Selain itu, empat
asam amino lain menyebabkan peningkatan 44% dalam pembuatan biomassa dan
peningkatan 41% dalam produksi protein rekombinan.

Aplikasi ke lingkungan
Aspergillus Niger penting pada produksi asam sitrat yang banyak digunakan
pada berbagai makanan dan minuman ataupun sebagai pengawet dan peningkat
citarasa. Asam sitrat harus dimurnikan dari substrat fermentasi sehingga
keterlibatan jamur tidak lagi nampak. Aspergillus Niger juga dapat
mengkontaminasi makanan misalnya pada roti tawar, pada jagung yang disimpan
dan sebagainya. Banyak enzymes berguna diproduksi oleh industri fermentasi dari
Aspergillus Niger. Misalnya, Aspergillus Niger glucoamylase digunakan dalam
produksi fructose corn syrup, dan pectinases digunakan dalam minuman buah-
buahan dan anggur. α-galactosidase, sebuah enzim yang merinci tertentu sugars
kompleks, merupakan komponen dari produsen obat yang mengklaim dapat
menurunkan perut kembung. Selain untuk menggunakan Aspergillus Niger di
dalam industri bioteknologi dalam produksi isotop magnetis-varian yang berisi
biologi macromolecules untuk analisis NMR. Aspergillus Niger memerlukan
mineral (NH4)2SO4, KH2PO4, MgSO4, urea, CaCl2.7H2O, FeSO4,
MnSO4.H2O untuk menghasilkan enzim sellulase. Sedangkan untuk enzim
amilase khususnya amiglukosa diperlukan (NH4)2SO4, KH2PO4 .7H2O, Zn
SO4, 7H2O. Bahan organik dengan kandungan nitrogen tinggi dapat dikomposisi
lebih cepat dari pada bahan organik yang rendah kandungan nitrogennya pada
tahap awal dekomposisi. Tahap selanjutnya bahan organik yang rendah kandungan
nitrogennya dapat dikomposisi lebih cepat daripada bahan organik dengan
kandungan nitrogen tinggi. Penurunan bahan organik sebagai sumber karbon dan
nitrogen disebabkan oleh Aspergillus Niger sebagai sumber energinya untuk
bahan penunjang pertumbuhan atau Growth factor. Aspergillus Niger dalam
pertumbuhannya berhubungan langsung dengan zat makanan yang terdapat dalam
substrat, molekul sederhana yang terdapat disekeliling hifa dapat langsung diserap
sedangkan molekul yang lebih kompleks harus dipecah dahulu sebelum diserap ke
dalam sel, dengan menghasilkan beberapa enzim ekstra seluler. Bahan organik
dari substrat digunakan oleh Aspergillus Niger untuk aktivitas transport molekul,
pemeliharaan struktur sel dan mobilitas sel.

Pembuatan Asam sitrat


Dalam proses produksi asam sitrat yang sampai saat ini lazim digunakan,
biakan kapang Aspergillus niger diberi sukrosa agar membentuk asam sitrat.
Setelah kapang disaring dari larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan
cara mengendapkannya dengan kalsium hidroksida membentuk garam kalsium
sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat dengan penambahan asam
sulfat.
Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan
ekstraksi menggunakan larutan hidrokarbon senyawa basa organik trilaurilamina
yang diikuti dengan re-ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.

Gambar 1.1 Aspergillus Niger

Daftar Pustaka
Bibiana L W. 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, PTRajaGrafindo Persada: Jakarta.
Anonim A. 2014, Aspergillus Niger. diakses 16 November 2014.
http://linkfadliblog.blogspot.com/2009/04/aspergillus-niger.html
Anonim B. 2014, Aspergillus Niger. diakses 16 November 2014.
http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Aspergillus_niger