Anda di halaman 1dari 7

Pendekatan yang biasa dipergunakan dalam kegiatan bimbingan adalah

pendekatan secara kelompok dan pendekatan secara individual.

Pendekatan secara kelompok biasanya disebut bimbingan kelompok

(gorup guidance) dan pendekatan secara individual disebut penyuluhan

individual (individual counseling).

a. Bimbingan Kelompok (Group Guidance)

$imbingan kelompuk hertujuan membanw memecahkan masalah yang

dirasakar. oleh kelompnk ,i,wa, melalui kegiatan kelompok, atau masalah

yang bersiiat individual yaite yang dirasakan oleh seorang indiv ;du sPbagai

anggota kelompok.

Hunbogan iceiompok disefenggarakan dengan maKsud membantu

mengatasi masalah bersama dalam kelompok atau membantu seoranr,•

individu yang mPmpunyai masalah dengan rnenempatkannya dalam suatu

kehidupan keiompok.

Tekr.ik bimbingan kelompok di antaranya oerbentuk: 1) home room

2) karyawisats

3) diskusi kelompok 4) kegiatan kelompok S) organisasi siswa 6)

sosiodrama

7) psikodrama, dan 8) reraedia teaching.

.1) Home Room Program (Program Home Room)

Program ini dilaksanakan dengan-tnjuan agar guru dapat mengenal murid-

muridnya lebih dekat. Di luar jam-jam pelajaran guru mengadakan

pendekatandengan murid-muridnya, saling tanya jawab, sehingga suasana


terlihatakrab sebagaimana anak-anak mengutarakan perasaannya

terhadap orang tuanya. Murid daput mengutarakan rencananya,

harapannya, maksudnya dan sebagainya, guru memberi pilihan jalan

pemecahan maupun mengarahkanuya. Dengan demikian guru dapat

rr.embantu secara efisien. Program ini dapat dilaksanakan secara periodik

(berencana) atau dapat pula dilakukan secara insidentil (sewaktu-waktu).

2) Kuryawisata umu Field Trip

1`aryawiswa (japat herfungsi sebagai salah satu teknik bimhingan

kelomlxik. Dalam karyawisata murid-murid di samping dapat berekreasi

juga dapat memperoleh kesempatan untuk mclakukan penyesuaian diri

dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerjasama,

tanggung jawab, percaya pada diri sendiri.

3) Diskusi _KelonWik

Dalam diskusi kelompok siswa-siswa dapat beiajar memecahkan masalah

be:sama-sama. Pada kesempatan ini masing-masing niurid meadapat

kesempstan untuk menyumbangkan Nikirannya dalam memecahkan suatu

masalah.

4) Kegiatan Kelompok

Itegiatan kelompok dapst merunakan teknik yahg baik dalam bimb;ngahn,

kareoa kelompokmetnbe;i kesempatan kepada individu untuk

berpartisipasi dengan sebaik-baiknya. lndividu ,dapatmengembangkan

bukat melslui ke,giatan ke.!ompok.

5) Organisasi Sisva
Organisasi siswa dapat dilakukan baik di dalam lingkungan sekolah,

maupundi luarsekolah. Siswa memperoleh kesempatan untuk belajar

mengenal berbagai aspek kehidupa.n sosial, dapat mengembangkan bakat

kepemimpinan, juga memupuk rasa tanggung jawab dan harga diri.

6) Sosiodrama

Teknik ini dilaksanakan melalui kegiatau bermain peran. Dalam

sosiodrama individu memerankan sua:u tokoh tertentu dari suatu situasi

masalah sosial. Dengan demikian siswa dapat menghayati secara

langsung suatu masalah yang dihadapinya. Akhir dari kegiatan sosiodrama

diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalah.

7) Psikod'rama

Psikodrama ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memecahkan masalah

psikis yang dialami individu. Dalam teknik ini, diLerikan kepada

sekelompok siswa suatu cerita di mana tergambar adanya suatu

ketegangan psikis yang dialami individu.Dengan menanamkan peran ini

bagi siswa yang mengalami masalah psikis atau ketegangan dapat

tersalurkan sehingga terkurangi ketegangannya.

8) I:eme&c T~,aching

lutaksud dari tekniic ini yaiin memtantu s ;swa yang mengalami kesulitan

belajar, bisa da,am penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-

latihan maepun penekanan aspek-aspek tertentu terDantung dari jenis

dan tingkat kesulitan bctajar yang dialami siswa. Teknik bimbingan ini

dapat diberikan baik secara individual mr,upun kelompok.


llari beberapa teknik bimbingan kelompok itu dapat dipilih salah satu atau

beberapa teknik digabungkan, sehingga terwujud suatu bantuan yang

tepat guna dan berhasil guna Ten•.unya teknik-teknik i:u akan dipilih oleh

pembimbing sesuai dengan masalahnya agu baik pembimbing dan siswa

atau individu yang dibimbing dapat rmerasa puas.

Selanjutnya dalam melaksanakan bimbingan itu perlu dilaksanakan

langkah-langkah yang diambii oleh pembimbing. Langkah-langkah bim-

bingan itu di antaranyta adalah: .

1) identifikasi kasus 2) diagnosa

3) prognosa 4) terapi, dan 5) evaluasi dan follow-up.

1) Identifikasi kasus

Pada langkah ini maksudnya adalah untuk mengetahui kasus beserta

gejala-gejala yang nampak pada diri individu.Pembimbing mencatat kasus-

kasus yang perlu mendapat bimbingan dan memilih kasus mana yang

akan mendapatkan bantuan terlebih dahulu.

2,) Durgnc,ra

Sctelah pemhimbint

,~ mmcatat dan memilih kasus langkah selanjutnya adalah d iagnosa yaitu

pembimbing menetapkan rnasalah yang dihadapi kasus besera latar

belakangnya. Pada langkah ini kegiatan yang dilskukan adalah

m:;ngumpulkan data dari individu. Setelah data terkumpul kemudian

ditctapkan masalah yang dihadapi serta latar belakangnya.

_;) Prognosa
Prognosa ini merupakan langkah untutc menetapkan jenis bantuan atau

terapi apa yang akan dilaksanakar untuk membimhing kasus, seteluh latar

belakang masalahr,ya diketahui. Untuk menetapkan langkah prognose iui

seba(iknya ditetapkan bersauia setelah mernpertimbangkan belbagai

kemungkinan dan berbagai faktnr.

9) Tcrapi

Setelah xita mengetnlmi hasil dari prognosa, maka langkah setanjtuaya

adalah menetapkan terapi apa yang akan dibenkan sesuai dengan

kasusnya. Pelaksanaan terapi ini akan memakar. banyak waktu dan proses

yang kontinyu serta sistematis, juga memerlukan ananya pengamatan

yang cermat.

5) Evaluasi dan folow-up

Langkah ini dimaksudkan untuk menge.tahui sampai stjauh mana hasil

terapi yang dilakukan dan dalam langkah follow-up atau tindak lanjui ini

pembimbing melihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang

leb:h jauh.

b. Penyutuhan Individual (Individual Counseling)

Penyuluhan atau counseling ini merupakan telatik pemberian bantuan

seca:a individu yang bersifat face to face realtionships (hubungan empat

mata)yangdilaksanakanantarakonselordan konselee, biasanyamasalahnya

merupakatt masalah prihadi. Konszlor diharapkan dapatbersikap simpati

danempati. Simpatiartinyamenunjukkanadanya sikapturut merasakan apa


yang sedang dirasakan oleh konselee. Sedangkan empati artinya:

berusaha

~ PELAKSANAAN ~w , p., ~j,.r~~,jrx~/~'f~ ~OrnYvGuN°." F~

Dalam pelaksanaan perlu ada v koordinasi untuk memberi kesempatan

kepada semua pihak yang terkait yaitu Kepala Sekolah, guru kelas dan

guru rnata pelajaran untuk memahami program serta peranan masing-

masing dalam pelaksanaannya.

Pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan tidak terlepas dari program yang

telah di susun dalam t3hap perencanaan. Hal-hal pokok yang harus

diperhatikan dalam pelaksanaan adalah menyangkut: jenis layanarv

bimk;ingan, isi iayanan bimbingan, teknik dan cara pelaksanaannya, serta

waktu dan tempat pelahsanaan.

t.. JENIS-JENlS LAYANAN B1MBINGAN

Berbagai jenis layanan dan keyiatan perlu dilakukan sebagai wujud

penyeleriggaraan pelayanan birnbingan terhadap sl'swa. La , anan dan

kegiatan pokck tersebui ialah:

a. Layanan orientasi, yaitu layanan bimb:ngan yang memungkinkan siswa

memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimaslikinya, untuk

mernpermudah dan memperlancar berperannya siswa di lingkungan yang

baru itu.

b. Layanan informasi, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan

siswa menerima dan memahami informasi (seperti informasi pendidikan


dan informasi pekerjaar,) yang dapat dipergunakan sek;agai bahan

pertirnbangan dan perigambilan keputusan.

c. Layanan Qenempatan dan penyaluran, yaitu layanan bimbingan

yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran yang

tepat (misalnya penempatan/ penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar,

kegiatan ekstra kurikuler) sesuai dengan kondisi pribadi siswa

(potensiikemampuan, bakat clan minat). d. Layanan bimbingan

belajar, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa

mengembangkan sikap clan kebiasaan belajar yang baik clan bPnar secara

individual maupun kelompok, sesuai dengan kondisi pribadi siswa (bakat,

minat clan potensi/kemampuan). e. Layanan bimbingan kelompok, yaitu

la.yanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara