Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

DINAS KESEHATAN
RS KUSTA SUMBERGLAGAHMOJOKERTO
Dsn. SumberglagahDs. Tanjungkenongo, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto Telp (0321) 690441 Fax (0321) 690137
NOTA DINAS
Email: rsk_sumberglagah@yahoo.co.id
NOMOR:
MOJOKERTO 61374

NOTA DINAS
NOMOR :008/ 3/2018

Tanggal : 29 Maret 2018


Kepada : Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah
Sifat : Penting
Perihal : Permohonan Tanda Tangan Kebijakan dan SOP Penataan dan Pemanfaatan
Tempat Tidur Pasien Yang Efektif dan Efisien

Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan pemanfaatn instalasi rawat inap
Rumah Sakit Kusta Sumberglagah, maka dilakukan evaluasi penataan dan pemanfaatan tempat
tidur pasien yang efektif dan efisien. Berdasarkan hasil telaah dan evaluasi yang telah dilakukan,
maka dengan ini kami menyampaikan draft usulan SOP yang mengatur hal tersebut diatas,
diantaranya :
1. Pengurangan jumlah tempat tidur Rawat Inap Melati 50 TT menjadi 30 TT dengan
rincian pengurangan sbb :
1.1 Ruang rawat inap Zaal 5 jumlah 20 TT dikurangi 20 TT
2.1 Ruang Isolasi Zaal 4 jumlah 4 TT dikurangi 2 TT
2. Pengurangan jumlah tempat tidur Rawat Inap Dahlia jumlah 13 TT dikurangi 2 TT
dengan rincian pengurangan sbb :
2.1 Ruang rawat inap Dahlia klas 3 dengan 6 TT dikurangi 2 TT
3. Penguranan jumlah tempat tidur rawat inap Teratai 7 TT menjadi 5 TT dengan rincian
pengurangan sbb :
3.1 Ruang rawat inap teratai klas 3 diisi 2 tt dan 3 TT
4. Pemanfaat Ruang klas 1 Rawat inap Dahlia bisa dipakai oleh pasien yang mintta klas
perawatan klas 1 bila Ruang rawat inap Tulip (klas 1 ) penuh
5. Pemakaian tempat tidur Rawat inap anggrek (klas 2) dengan ketentuan sbb :
5.1 Tempat tidur nomor 1 s/d 24 dapat dipakai oleh semua kasus kecuali kasus
infeksius;
5.2 Tempat tidur nomor 25 s/d 30 khusus untuk penyakit infeksius non paru-paru;
5.3 Tempat tidur nomor 31 s/d 36 khusus untuk penyakit paru-paru;
5.4 Jika tempat tidur nomor 1 s/d 24 penuh, maka tempat tidur nomor 25 s/d 30 bisa
diisi pasien non infeksius dengan dilakukan sterlisasi ruangan terlebih dahulu;
5.5 Bila dalam 1 (satu) ruangan salah satunya sudah diisi paisen kasus infeksius maka
pemakaian tempat tidur satunya harus diisi dengan kasus infeksius;
5.6 Bila dalam 1 (satu) ruangan salah satunya sudah diisi paisen kasus non infeksius
maka pemakaian tempat tidur satunya harus diisi dengan kasus non infeksius;
5.7 Dalam 1 (satu) ruangan boleh diisi laki laki dengan perempuan;
5.8 Pasien peserta BPJS PBI bila ruang klas III penuh boleh menempati tempat tidur
klas II dan bila klas III sudah kosong akan dipindahkan sesuai kelas perawatan;
5.9 Pasien BPJS Non PBI klas III boleh pindah ke klas II dengan status naik kelas
perawatan dan selisih biaya ditanggung oleh pasien.
5.10 Penentuan pemakaian tempat tidur Ruang Rawat Inap Anggrek dibawah
koordinasi Penanggyungjawab Ruang Rawat Inap Anggrek

Demikian usulan Perubahan Manajemen Tempat Tidur Rumah Sakit dan apabila ada hal
hal yang tidak sesuai akan dilakukan perbaikan.

Hormat kami
Kasie Pelayanan Medik

drg. DYAH RETNO, AP.M.Si


NIP. 19660415 199402 2 001