Anda di halaman 1dari 18

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

PAPARAN
DIREKTUR JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAH
PADA
PERTEMUAN NASIONAL FKTP TAHUN 2018
TENTANG
“MENDORONG KEBIJAKAN KEPALA DAERAH YANG MENUNJANG PENINGKATAN KUALITAS
LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT”

Disampaikan Oleh :
Drs. Syarifuddin, MM
DIREKTUR JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAH
Jakarta, 18 April 2018
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

U R U S A N P E M E R I NT A HA N

PEMERINTAHAN
ABSOLUT KONKUREN UMUM

1. PERTAHANAN
2. KEAMANAN WAJIB PILIHAN
3. AGAMA
4. YUSTISI
5. POLITIK LUAR YAN NON YAN Dibagi berdasarkan
NEGERI DASAR DASAR kriteria Eksternalitas,
6. MONETER Akuntabilitas dan
SPM Efisiensi

1. Dilaksanakan
sendiri
2. Dekonsentrasi
3. TP
DESENTRALISASI

2
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

U R U S A N P E M E R I NT A HA N K O N K U R E N

WAJIB PILIHAN

Berkaitan dengan
pelayanan dasar Tidak berkaitan dengan pelayanan dasar

1. pendidikan; 1. tenaga kerja; 9. perhubungan; 1. kelautan dan


2. pemberdayaan 10.komunikasi dan perikanan;
2.kesehatan; perempuan dan informatika;
2. pariwisata;
3. pekerjaan umum & pelindungan anak; 11.koperasi, usaha
3. pertanian;
penataan ruang; 3. pangan; kecil, dan
4. pertanahan; menengah; 4. kehutanan;
4. perumahan rakyat &
5. lingkungan hidup; 12.penanaman modal; 5. energi dan
kawasan pemukiman;
6. administrasi 13.kepemudaan dan sumberdaya
5. ketentraman &
kependudukan dan olah raga; mineral;
ketertiban umum pencatatan sipil; 14.statistik; 6. perdagangan;
serta perlindungan 7. pemberdayaan 15.persandian;
masyarakat; 7. perindustrian;
masyarakat dan desa; 16.kebudayaan; dan
6. sosial. 8. pengendalian 17.perpustakaan; dan 8. transmigrasi
penduduk dan 18.kearsipan.
keluarga berencana;

3
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN


(UU 23/2014)

4
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Lanjutan...

5
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Lanjutan...

6
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Lanjutan...

7
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Lanjutan...

8
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEWAJIBAN PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DAERAH DALAM


PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Dalam menyelenggarakan sebagian Urusan Pemerintahan yang


diserahkan dan/atau ditugaskan, penyelenggara Pemerintahan Daerah
mempunyai kewajiban dalam pengelolaan keuangan Daerah meliputi:
Pasal 280

1 2 3

Mengelola dana
Melaporkan realisasi
secara efektif, Menyinkronkan
pendanaan Urusan
efisien, pencapaian sasaran
Pem yang
program Daerah
transparan dan dalam APBD dengan
ditugaskan sebagai
akuntabel; pelaksanaan dari
program Pemerintah
Tugas Pembantuan.

9
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEUANGAN semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka


penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat
DAERAH dinilai dengan uang

AZAZ UMUM APBD


1. Disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan
pemerintahan dan kemampuan pendapatan
daerah
2. Berpedoman pada RKPD dalam rangka APBD
Mewujudkan Pelayanan Kepada Masyarakat
3. Mempunyai fungsi Otorisasi, perencanaan,
pengawasan, alokasi, distribusi, dan
stabilisasi
4. Ditetapkan dengan PERDA (psl 15 PMDN 13/06)

10
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

FUNGSI APBD
1.APBD menjadi pedoman bagi managemen dalam merencanakan
kegiatan pada tahun yang bersangkutan;

2.APBD menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan


pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan;

3.APBD harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja,


mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta
meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian;

4. APBD harus memperhatikan rasa keadialan dan kepatutan;

5.APBD menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan


keseimbangan fundamental perekonomian daerah;

11
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

INDIKATOR PENGELOLAAN APBD


1.Tidak bertentangan dengan kepentingan yang lebih
tinggi;
2.Tidak bertentangan dengan kepentingan umum,
efektivitas, efisiensi, kepatutan, kewajaran,
rasionalitas, dan kemanfaatan;
3.Ketepatan waktu penetapan Perda APBD;
4.Kualitas Pendapatan APBD (Porsi PAD terhadap
Total Pendapatan);
5.Kualitas belanja APBD (Postur APBD);
6.Kualitas Pertanggungjawaban APBD.
12
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEWAJIBAN
HAK WARGA NEGARA
PEMERINTAH
Psl 28H ayat (1) UUD 1945 Psl 34 ayat (3) UUD 1945
bahwa Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir bahwa Negara bertanggung jawab atas penyediaan
dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan
lingkungan hidup yang baik dan sehat serta umum yang layak;
memperoleh pelayanan kesehatan;
Pasal 17 ayat (4) UU 40/2004
Psl 6A PerPres 111/2013 ttg Perubahan Atas Iuran program jaminan sosial bagi fakir miskin dan
PerPres 12/2013 ttg Jaminan Kesehatan orang yang tidak mampu dibayar oleh Pemerintah.
penduduk yang belum termasuk sebagai Peserta
Jaminan Kesehatan dapat diikutsertakan dalam Psl 19 ayat (4) UU 24/2011 ttg Badan Penyelenggara
program Jaminan Kesehatan pada BPJS Jaminan Sosial
Kesehatan oleh pemerintah daerah provinsi atau
pemerintah daerah kabupaten/kota. Pemerintah membayar dan menyetor Iuran untuk
penerima Bantuan Iuran kepada BPJS.

Pasal 282 ayat (1) dan ayat (2) UU 23/2014

Urusan pemerintahan yang Urusan pemerintahan yang


menjadi kewenangan Pusat menjadi kewenangan Daerah
didanai dari dan atas beban APBN didanai dari dan atas beban APBD 13
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Alokasi Anggaran Kesehatan


Penerimaan Pajak Rokok, baik bagian provinsi maupun bagian
kabupaten/kota, dialokasikan paling sedikit 50% (lima puluh
persen) untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan
penegakan hukum oleh aparat yang berwenang. (Psl 31 UU 28/2009
ttg Pajak Daerah & Retribusi Daerah)
Penjelasan:
Pelayanan kesehatan masyarakat, antara lain,
pembangunan/pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
unit pelayanan kesehatan, penyediaan sarana umum yang memadai
bagi perokok (smoking area), kegiatan memasyarakatkan tentang
bahaya merokok, dan iklan layanan masyarakat mengenai bahaya
merokok.

Besar anggaran kesehatan Pemerintah Daerah Provinsi dan


Kabupaten/Kota dialokasikan minimal 10% dari APBD diluar gaji. (Psl
171 ayat (2) UU 36/2009 ttg Kesehatan)

14
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Dukungan Kemendagri Dalam Pelayanan Kesehatan


Butir III.1.a.1).e) PM DN 33/2017 ttg Pedoman Penyusunan APBD TA 2018
Pelayanan kesehatan masyarakat yang didanai dari pajak rokok mempedomani Peraturan
Pemerintah Nomor 55 tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak
Daerah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan Pajak Rokok Untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

Pasal 1 angka 5 PM DN 134/2017 ttg Perubahan Atas PMDN No. 33 ttg Pedoman
Penyusunan APBD TA 2018
rangka mewujudkan Universal Health Coverage, Pemerintah Daerah melakukan Integrasi
Jaminan Kesehatan bagi seluruh penduduk terutama bagi fakir miskin dan orang tidak
mampu yang tidak menjadi cakupan penyelenggaraan jaminan kesehatan melalui BPJS
kesehatan yang bersumber dari APBN, yang dianggarkan dalam bentuk program dan
kegiatan pada SKPD yang menangani urusan kesehatan dengan berpedoman pada Undang-
Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial, dan Peraturan Presiden
Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan
Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

15
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Dukungan Kemendagri Dalam Pelayanan Kesehatan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD
TA 2018, Butir V.4, bahwa:
a. Dalam rangka peningkatan bidang kesehatan, Pemerintah Daerah secara konsisten dan
berkesinambungan harus mengalokasikan anggaran kesehatan minimal 10% (sepuluh
per seratus) dari total belanja APBD diluar gaji, sesuai amanat Pasal 171 ayat (2)
Undang-Undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

b. Pada Penjelasan Pasal 171 ayat (2) Undang-Undang 36 Tahun 2009 menegaskan bahwa
bagi daerah yang telah menetapkan lebih dari 10% (sepuluh per seratus) agar tidak
menurunkan jumlah alokasinya dan bagi daerah yang belum mempunyai kemampuan
agar dilaksanakan secara bertahap.

Radiogram Menteri Dalam Negeri No. T.900/2239/KEUDA tanggal 15 September 2015 terkait
Peningkatan Anggaran Bidang Pendidikan, Kesehatan, serta Perumahan Rakyat Dan Kawasan
Permukiman, dengan Perhitungan alokasi anggaran kesehatan

16
Tren Belanja Urusan Kesehatan APBD
TA 2012-2017

triliun rupiah

Catatan: Tahun Anggaran 2017 menggunakan data 34 Provinsi dan 394 Kabupaten/Kota 17
Sumber Data : Perda APBD, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, 2017
TERIMA KASIH