Anda di halaman 1dari 6

Latihan Farmakokinetik

1. Theofilin efektif dalam pengobatan bronchitis bila kadar darah 10-20 ug/mL. Pada rentang
terapeutik teofilin mengikuti kinetika orde ke satu t ½ rata-rata 3,4 jam (rentang 1,8 – 6,8 )
volume distribusi rata – rata 30 liter
a. Berapa klirens rata-rata batas atas dan batas bawah untuk theofilin
b. Klirens renal theofilin adalah 0,36 L/jam. Berapa Km dan Ke dengan anggapan seluruh
klirens non renal disebabkan metabolisme

2. Suatu obat dengan waktu paruh eliminasi 1 jam diberikan kepada seorang pasien pria (8o kg )
dengan infus intra vena pada kecepatan 300 mg/jam . Pada 7 jam setelah pemberian infus
konsentrasi obat dalam plasma 11 µg/ml
a. Berapa Klirens tubuh total obat ini
b. Berapa Vd untuk obat ini
c. Jika obat tidak dimetabolisme dan dieliminasi hanya denga ekskresi renal , berapa klirens
renal dari obat ini
d. Mekanisme apakah yang mungkin untuk klirens renal dari obat ini

3. Suatu obat dengan waktu paruh eliminasi 1 jam diberikan kepada seorang pasien pria (8o kg )
dengan infus intra vena pada kecepatan 300 mg/jam . Pada 7 jam setelah pemberian infus
konsentrasi obat dalam plasma 11 µg/ml
e. Berapa Klirens tubuh total obat ini
f. Berapa Vd untuk obat ini
g. Jika obat tidak dimetabolisme dan dieliminasi hanya denga ekskresi renal , berapa klirens
renal dari obat ini
UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH : FAMAKOKINETIK NAMA :

SEMESTER : GENAP 2017 NIM :

WAKTU ; 100 MENIT TTD :

PROGRAM STUDY/ FAK : SARJANA FARMASI/FARMASI

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

1. Suatu obat diberikan secara intravena dengan dosis 2mg/kg bobot badanpada seorang
pasien dengan bobot badan 70 kg. Obat tersebut baru akan memberikan efek setelah
mencapai kadar obat dalam darah 2 µg/ml. Kadar obat dalam darahnya ditentukan setiap
saat dengan data sbb:

t (jam) 0,5 1,0 1,5 2,0 3,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0
Cp 5,94 5,3 4,72 4,21 3,34 2,66 1,68 1,06 0,67 0,42
(µg/ml)

a. Gambarkan profil kadar obat dalam darahnya serta tentukan dan gambarkan model
kompartemennya!
b. Hitunglah harga volume distribusi obat dan waktu paruhnya!
c. Hitung durasi dan AUC obat tersebut!

2. Phenytoin sodium (300mg) diberikan secara iv bolus kepada pasien epilepsi. Konsentrasi
plasma phenytoin sodium di catat untuk menentukan prilaku farmakokinetik obat dan untuk
membantu menetapkan dosis regimen oral optimum untuk pasien. Hasilnya seperti pada
tabel di bawah ini:

t (jam) 5 10 15 20 30 40 50
Cp (µg/ml) 4,70 3,65 3,05 2,40 1,45 0,93 0,61

a. Hitunglah konstanta laju eliminasi dan waktu paruh obat tersebut!


b. Hitunglah volume distribusi dan klirens obat tersebut!

3. Terangkan apa yang dimaksud dengan istilah di bawah ini:


a. Model terbuka multi kompartemen
b. Durasi
c. Biovailabilitas
d. Model Perfusi
e. Dosis Regimen Individual

4. Gambarkan profil kadar obat dalam darah jika suatu obat di berikan melalui rute
intramuscular, obat tersebut mengikuti model terbuka satu kompartemen. Gambarkan model
kompartemennya (beri penjelasan tentang model kompartemen tersebut), serta terangkan
dengan jelas bagaimana nasib obat di dalam tubuhnya
NAMA :……………
NIM :…………..

TTD :…………………

UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH : FAMAKOKINETIK


SEMESTER : GENAP 2017
WAKTU ; 100 MENIT
PROGRAM STUDY/ FAK : SARJANA FARMASI/FARMASI

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

1. Suatu obat diberikan secara intravena dengan dosis 2 mg/kg bobot badan pada seorang
pasien dengan bobot badan 70 kg. Obat tersebut baru akan memberikan efek setelah
mencapai kadar obat dalam darah 2 µg/ml. Kadar obat dalam darahnya ditentukan setiap
saat dengan data sbb:

t (jam) 0,5 1,0 1,5 2,0 3,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0
Cp 5,94 5,3 4,72 4,21 3,34 2,66 1,68 1,06 0,67 0,42
(µg/ml)

a. Gambarkan profil kadar obat dalam darahnya serta tentukan dan gambarkan model
kompartemennya!
b. Hitunglah harga volume distribusi obat dan waktu paruhnya!
c. Hitung durasi dan AUC obat tersebut!

2. Gambarkan profil kadar obat dalam darah jika suatu obat di berikan melalui rute
intramuscular, obat tersebut mengikuti model terbuka satu kompartemen. Gambarkan model
kompartemennya (beri penjelasan tentang model kompartemen tersebut), serta terangkan
dengan jelas bagaimana nasib obat di dalam tubuhnya

3. Suatu obat diberikan secara intravena dosis tunggal 0,5 mg/kg berat badan pada subjek
dengan berat badan 50 kg, Setelah darah dicuplik secara seri pada interval waktu tertentu
dilakukan penetapan kadar obat diperoleh data sbb:

Waktu 1 2 3 4 6 9 12 15 17
(jam)
Cp 125 110 96 85 66 45 31 21,5 10,5
(µg/ml)

a. Gambarkan kurva kadar obat dalam darah terhadap waktu pada kertas semi log dan
tuliskan persamaan perubahan obat darah terhadap waktu
b. Hitung semua nilai parameter farmakokinetik
c. Berapa jumlah obat yang berada di dalam tubuh ,10 jam setelah penyuntikan intra vena
d. Berapa lama waktu yang diperlukan agar kadar obat dalam darah menjadi 5µg /mL.

4. Seorang pasien setelah dioperasi diberikan injeksi intra vena pethidin 50 mg . Kadar obat
dalam darah nya setiap saat sangat penting sehingga ditentukan setiap saat dengan data sbb:
Waktu 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 4,0 6,0 8,8 10,0
(jam)
Cp 0,42 0,29 0,22 0,18 0,15 0,125 0,096 0,060 0,038 0,024
(µg/ml)

a. Tentukan model kompartemen tersebut dan gambarkan model kompartemenya.


b. Hitung semua parameter farmakokinetik
NAMA :……………
NIM :…………..
TTD :…………………

UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH : FARMAKOKINETIK


SEMESTER : GENAP 2017
WAKTU /KELAS ; 100 MENIT /K ,N
DOSEN ; PROF. Dr. TETI INDRAWATI MS. APT
PROGRAM STUDY/ FAK : SARJANA FARMASI/FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Suatu obat diberikan secara oral dalam dosis tunggal sebesar 300 mg kepada pasien
kemudian kadar obat dalam plasma nya ditentukan setiap saat dengan hasil pada tabel di
bawah ini

Waktu 1 2 5 10 15 20 30 40 50
(jam)
Cp 0,65 2,00 3,55 4,05 3,6 3,6 3,2 1,2 0,75
(µg/ml)

a. Gambarkan profil farmakokinetikobat tersebut


b. Tentukan model kompartemen dan gambarkan modelnya
c. Bagaimanakah persamaan farmakokinetik obat tersebut
d. Hitung parameter farmakokinetik obat Cp max waktu puncak absorbsi dan lag time

2. Suatu obat diberikan secara intravena dengan dosis 4 mg/kg bobot badan pada seorang
pasien dengan bobot badan 75 kg. Obat tersebut baru akan memberikan efek setelah
mencapai kadar obat dalam darah 2 µg/ml. Kadar obat dalam darahnya ditentukan setiap
saat dengan data sbb:

t (jam) 0,5 1,0 1,5 2,0 3,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0
Cp 5,94 5,3 4,72 4,21 3,34 2,66 1,68 1,06 0,67 0,42
(µg/ml)

a. Gambarkan profil kadar obat dalam darahnya serta tentukan dan gambarkan model
kompartemennya!
b. Hitunglah harga volume distribusi obat dan waktu paruhnya!
c. Hitung durasi dan AUC obat tersebut!

3. Gambarkan profil kadar obat dalam darah jika suatu obat di berikan melalui rute
intramuscular, obat tersebut mengikuti model terbuka satu kompartemen. Gambarkan model
kompartemennya (beri penjelasan tentang model kompartemen tersebut), serta terangkan
dengan jelas bagaimana nasib obat di dalam tubuhnya
4. Dalam suatu studi yang dilakukan oleh Wagner pada 1967 8 orang subjek masing2 diberi
dosis oral tunggal tetrasiklin 150 mg . Cuplikan darah diambil secara berkala dan fraksi
serum dari setiap kali cuplikan dialisi untuk antibiotic dengan penetapan kadar secara
mikrobiologi diperoleh data sebagai berikut :

Waktu 1 2 3 4 6 8 10 12 16
(jam)
Cp 0,7 1,2 1,4 1,4 1,1 0,8 0,6 0,5 0,3
(µg/ml)

Dengan beranggapan bahwa obat ini mengikuti model kompartemen satu terbuka
parameter yang sesuai dan persamaan yang paling cocok dengan data . Gambarkan
kurva dari perhitungan dan bandingkan harga teoritik data percobaan yang diperoleh
Wagner.