Anda di halaman 1dari 11

Makalah Periodisasi perkembangan

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan hanya pada Allah SWT sebagai pencipta dan pemelihara
alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW
sebagai utusan-Nya yang terakhir, yang telah membawa umatnya pada realisasi kehidupan yang
benar menurut Al-Quran dan Al-Sunnah.
Berkat rahmat dan karunianya, serta di dorong kemauan yang keras disertai kemampuan yang
ada, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berhubungan dengan ”PERIODISASI
PERKEMBANGAN” dalam mata kuliah Psikologi Perkembangan dengan Dosen
Nurjanah,S.Ag,M.Si
Kami menyadari sepenuhnya bahwa materi yang di sampaikan dalam makalah ini masih sangat
jauh dari kesempurnaan, karena banyaknya kesulitan yang kami hadapi dalam penyusunan
makalah ini.
Namun Alhamdulilah berkat semua kerja keras kami serta bantuan berbagai pihak akhirnya
makalah ini bisa terselesaikan yang pada hakikatnya semua ini berkat inayah dan irodah Allah
SWT.

Ciamis, …..Oktober 2010

Penulis

A. PENDAHULUAN
Setiap individu yang normal akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.Hal ini dimulai
sejak terjadinya peristiwa konsepsi hingga kelahiran menjadi seorang bayi,kemudian tumbuh
kembang sebagai anak-anak,remaja,dewasa dan sampai mati.Semua itu tumbuh kembang dengan
berbagai tahapan.
Diantara problematika anak lahir dari ketidakpahaman kita sebagai orangtua.Ketika anak
diam,dan mereka menangis pada saat lingkungan mereka kurang ramah.Seharusnya orangtua
harus lebih bersimpati pada kehidupan psikisnya.Problema pun tidak hanya terjadi pada anak
kecil saja tapi juga pada anak remaja.Orangtua sering tidak mengetahui dengan perubahan-
perubahan tingkah laku anak,misalnya yang tadinya patuh menjadi keras kepala dan tidak
mengindahkan perintah dari orang tuanya.Selain itu tingkah laku anak berbeda-beda,untuk anak
pertama,kedua ataupun anak ketiga dan anak-anak seterusnya.Semua itu harus di ketahui oleh
para orangtua.
Banyak hal yang harus kita ketahui tentang dunia anak,baik di lingkungan sekolah maupun di
lingkungan rumah.Untuk itu saya tertarik untuk mengangkat permasalah in dengan tema
“Periodisasi Perkembangan”.Agar semua orangtua,guru,dan siapapun orang-orang yang
berkiprah dalam bidang pendidikan dan perawatan anak,mereka semua harus memahami tahap
dan tugas perkembangan anak.
B. PEMBAHASAN
1. Periodisasi Perkembangan
Periodisasi berasal dari bahasa Indonesia yang artinya lingkaran waktu.(Kamus Umum Bahasa
Indonesia:740).
Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara kualitatif,berkaitan dengan fungsi-fungsi
pribadi manusia. Perkembangan seorang individu takkan berlangsung begitu saja.Semuanya
melalui sebuah tahap atau fase-fase perkembangan yang berjalan maju dan takkan pernah
berjalan mundur. Perkembangan pada individu melibatkan berbagai factor yang saling bertautan
satu sama lain. Selama menjalani perkembangan, seorang individu akan melewati suatu fase-fase
menuju kesebuah perubahan.Jadi yang dimaksud periodisasi perkembangan adalah suatu tahapan
perkembangan dari masa pranatal sampai masa dewasa akhir.
2. Tahap Perkembangan menurut Para ahli
Tahap perkembangan berdasarkan biologi Sekelompok ahli menentukan pembabakan itu
berdasarkan keadaaan atau proses pertumbuhan tertentu.
Pendapat para ahli diantaranya :
a. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam
tiga tahapan, setiap tahapan lamanya tujuh tahun, yaitu : F Tahap I : Dari 0,0 sampai 7,0 tahun
(masa anak kecil atau masa bermain) F Tahap II : Dari 7,0 sampai 14,0 tahun (masa anak, masa
sekolah rendah) F Tahap III : Dari 14,0 sampai 21,0 tahun (masa remaja / puberitas, masa
peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa) Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam
perkembangan fisik (jasmani). Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi
oleh pergantian gigi, antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organ-
organ seksual.
b. Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan,
yaitu : F Tahap I: Usia 0,0 hingga 3,0 tahun ; Fukungs (pengisian) periode I : pada fase ini anak
kelihatan pendek gemuk. F Tahab II : Usia dari kira-kira 3,0 tahun sampai 7,0 tahun ; Streckungs
(rentangan) periode I : pada periode ini anak kelihatan langsing (memanjang / meninggi). F
Tahap III : Dari kira-kira 7,0 sampai 13 tahun ; Fukungs periode II : pada masa ini anak
kelihatan pendek gemuk kembali. F Tahap IV : Dari kira-kira 13,0 tahun sampai kira-kira 20,0
tahun ; Streckung periode II : pada periode ini anak kembali kelihatan langsing.
c. Ellizabeth Hurlock mengemukakan penadapat perkembangan individu melalui lima tahap,
yakni : F Tahap I: Fase Pranatal (sebelum lahir) mulai dari masa konsepsi sampai proses
kelahiran, yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari. F Tahap II: Infancy (orok), mulai lahir sampai usia
10 hingga 14 hari. F Tahap III: Baby hood ( bayi) mulai usia 2 minggu sampai 2 tahun F Tahap
IV : Childhood (kanak-kanak) mulai 2 tahun sampai masa remaja (puber) F Tahap V :
Adolescence / puberty, mulai usia 11 atau13 tahun sampai usia 21 tahun .
3. Tahap-tahap Perkembangan
a. Masa Pra-natal
Masa ini dimana proses pertumbuhan dan perkembangan dimulai sejak masa konsepsi yakni
pertemuan antara spermatozoon dengan sel telur yang bakal menjadi calon manusia.Maka jelas
bahwa masa Pra-natal itu ditandai dengan terjadinya proses pembentukan sistem jaringan dan
struktur organ-organ fisik.Proses perubahan spermatozoon dengan sel telur yang bakal menjadi
calon manusia terjadi sangat cepat yaitu pada 9 bulan 10 hari atau 42-43 minggu masa
kehamilan.Kondisi janin dalam masa kehamilan itu begitu rentan terhadap pengaruh lingkungan
hidupnya,bagaimana ibunya menjaga kesehatan,kebiasaan dan prilaku baik dan
buruknya.Apabila kondisi fisologis dan kondisi psikologis ibunya baik pada saat kehamilan akan
membuat individu tumbuh kembang sebagai anak yang baik.Namun sebaliknya apabila kondisi
yang penuh konflik antara suami dan istri,kesehatan yang kurang baik,banyak menghisap rokok
dan lain sebagainya,maka bayi yang akan dilahirkan memiliki ganguan mental dimasa
perkembangan berikutnya.
b. Masa bayi dan Anak Tiga tahun Pertama (Atitama/Toddler)
Melalui masa yang cukup lama yaitu 9 bulan 10 hari menyebabkan ia merasa telah siap untuk
dilahirkan ke dunia ini.Pada saat dilahirkan seorang bayi menangis untuk menandakan
berfungsinya perasaan dan panca indranya untuk beradaptasi diri dengan lingkungan hidupnya
yang baru.
Kemudian seorang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa
pengasuhan,pemeliharaan dan bimbingan dari orangtuanya.Pada masa ini si anak akan belajar
untuk mengembangkan keterampilan motoriknya,seperti merangkak, berdiri, berjalan, melompat,
dan berlari. Kegiatan ini sangat menyenangkan pada masa ini.Dengan demikian masa bayi dan
anak usia 3 tahun ini ditandai dengan dapatnya anak mengembangkan keterampilan
motorik,kreativitas,bakat,dan kemampuan sosialnya.
c. Masa Anak-Anak Awal
Usia yang tergolong pada usia anak-anak adalah pada 4-5 tahun,11 bulan.Masa anak ini ditandai
dengan kemandirian,kemampuan kontrol diri (selfconrol) dan hasrat untuk memperluas
pergaulan dengan anak-anak yang sebayanya.Walaupun masih terikat dan terfokuskan diri pada
hubungan dengan orangtua atau keluarga.Pergaulan yang makin luas ini mengurangi kelekatan
emosi (atatchment) dengan orangtua,mengurangi egosentrisme,mengurangi sifat irasional.Karena
pada pergaulan ini masing-masing anak saling mengkritik,mencela,dan mungkin akan terjadi
konflik,pertengkaran,yang kemudian diikuti dengan proses kompromi,adaptasi norma-norma
sosial yang baru.Masa anak-anak awal ini masih ditandai dengan kegiatan bermain sendiri
maupun kelompok teman sebayanya.Kegiatan bermainpun tetap dibawa sampai masa remaja
namun yang membedakannaya adalah karakteristik fase perkembangannya.Permainan sangat
bergunan bagi pengembangan kepribadian dan pengembangan psikomotor halus dan kasar.
d. Masa Usia Tengah (Middle Childhood)
Anak usia 7-9 tahun yang biasanya duduk di bangku sekolah dasar kelas 1,2,atau 3 sedang dalam
fase konkrit.Meraka akan mampu untuk mengerjakan soal matematika seperti
penambahan,pengurangan,perkalian yang sangat sederhana.Untuk tugas yang rumit anak akan
menemui kesulitan,kecuali anak-anak yang mempunyai kemampuan melebihi anak-anak
seusianya.
Anak-anak usia tengah ini lebih dikompakkan dengan bermain dengan anak-anak yang
sejenisnya.Anak-anak ini mulai mengembangkan kepribadian seperti pembentukan konsep dari
mulai fisik,sosial,dan akademis,guns menopang perkembangan harga diri,percaya diri dan efikasi
diri.
e. Masa Anak Akhir (Late Childhood)
Masa ini sekitar umur 10-12 tahun,fase ini ditandai dengan anak-anak mulainya berpacaran
walaupun tidak atau belum serius.Mereka merasa memiliki rasa keterkaitan antara lawan
jenis.Hal ini mendorongnya untuk mengadakan hubungan pergaulan lintas jenis kelamin
(heterosexualitas relationship).
f. Masa Remaja (Adolescence)
Masa remaja adalah masa transisi untuk menuju masa dewasa.Ciri pertumbuhan masa remaja ini
ditandai dengan pertumbuhan fisik yang relatif cepat,sehingga oragan fisik mencapai taraf
kematangan yang memungkinkan untuk bereproduksi secara sempurna.Konsekuensi dari
perubahan fisk ini adalah apabila meraka melakukan hubungan seksual akan mengakibatkan
kehamilan pada perempuan.Oleh karena itulah para orangtua harus banyak mewaspadai segala
tingkah laku anak-anaknya ketika anaknya telah memasuki masa remaja.Pada masa ini remaja
mulai merasa tidak mau dikekang oleh aturan keluarga.Mereka dimasa remaja ini ingin mencari
jati diri mereka masing-masing.Cara berfikir mereka itu cenderung egosentris dan sulit
memahami pola pikir orang lain.Secara umum yang tergolong masa remaja itu adalah anak usia
13-21 tahun.Ciri lain dari masa remaja itu adalah sifat pemberontak,progresif yang cenderung
ingin mengubah kondisi yang mapan.Apabila sifat ini terarah dengan baik,maka mereka akan
dapat menjadi pemimpin yang baik dimasa depan.Sebaliknya bila tidak terbimbing akan merusak
tatanan dan nilai-nilai sosial masyarakat.
g. Masa Dewasa Muda (Young Adulthood)
Yang tergolong dewasa muda adalah mereka yang berumur 22-40 tahun.Dilihat dari sisi
kognitifnya mereka telah lulus sekolah menengah umum dan memasuki dunia perguruan
tinggi,lalu segera mengembangkan karier sesuai dengan minat-bakatnya.Apabila tidak
melanjutkan ke universitas mereka biasanya langsung bekerja untuk meniti jenjang
karier.Kemudian mereka menempuh hidup baru yaitu membina rumah tangga dengan pasangan
hidup yang telah dijalin semasa remajanya dulu atau yang ditemukan semasa bekerja.Dimasa
moderen ini banyak ibu rumah tangga yang menjadi wanita karier.Akibat hal ini menimbulkan
dilema keluarga.Pasangan muda yang bisa melewati masalah ini akan hidup bahagia,mampu
mencukupi ekonomi,membesarkan dan mendidik anak dengan baik.Namun bagi yang tak
mampu menyesuaikan diri dengan baik,justru menyebabkan konflik,pertengkaran,pisah-
ranjang,bahkan sampai terjadi perceraian suami-istri.Akibatnya anak-anak tak memperoleh kasih
sayang,terlantar dan tumbuh tanpa arah tujuan yang jelas.
h. Masa Dewasa Tengah (Middle Adulthood)
Masa ini adalah masa yang penuh tantangan,karena kondisi fisik mereka mulai mengalami
penurunan.Untuk perempuan mulai mengalami menopause (potensi untuk mengandung dan
melahirkan anak tak mungkin lagi.Bagi laki-laki,merasa bahwa dirinya mulai tua.Tuntunan
sosial yang menuntut agar mereka tampil prima dan kuat mengakibatkan mereka tidak dapat
menerima keadaannya sendiri,sehingga cenderung melakukan aktivitas eksperimen-eksperimen
seksual dengan pasangan yang lebih muda.Sebaliknya mereka yang mampu mencapai
kepribadian yang terintegrasi tak akan menemui hambatan yang berarti.Justru akan bersikap dan
bertindak bijaksana dan akan membimbing anak-anaknya agar dapat menjadi orang yang
berhasil dan beranggungjawab.Masa dewasa tengah dalam kehidupan kariernya mencapai
puncak prestasinya.
i. Masa Dewasa Akhir (Late Adulthood)
Masa ini dimana setiap individu akan memasuki masa kematian.Kenyataanlah yang
mengharuskan mereka untuk menjdi tua meskipun tak ada seorangpun yang
menginginkannya.Sebagian besar mereka memiliki kondisi fisik yang sehat dan aktif dalam
berkaryanya.Namun dalam melakukan kegitana fisik mereka cenderung mudah lelah,dan waktu
reaksi terhadap stimulus tergolong lambat.Apalagi yang bekerja menggunakan intelektual,maka
kegiatan fisik cenderung dikurangi frekuensinya.
Memasuki masa pensiun mereka mengalami penurunan ekonomi,tapi berbeda untuk mereka
yang memiliki perusahaan.Orang-orang dewasa akhir mengalami perasaan kesepian dan
kesendiriaan.Lebih-lebih bagi yang telah ditinggal mati oleh pasangan hidupnya maka mereka
makin merasa stress dan depresi.Dalam keadaan ini membuat mereka merasa bijaksana guna
mempersiapkan diri agar dapat mati secara terhormat,dengan cara lebih mendekatkan diri
terhadap Tuhan.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah hereditas dan lingkungan.setiap
individu yang dilahirkan ke dunia membawa hereditas tertentu yang artinya bahwa setiap
karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orangtuanya.Karakteristik tersebut
menyangkut fisik (seperti struktur tubuh,warna kulit,dan bentuk rambut) dan psikis atau sifat-
sifat mental (seperti emosi,kecerdasaan,dan bakat).Hereditas merupakan aspek individu yang
bersifat bawaan dan memiliki potensi.Seberapa jauh perkembangan individu itu terjadi dan
bagaimana kualitas perkembangannya,tergantung pada kualitas hereditas dan lingkungan yang
memppengaruhinya.Lingkungan merupakan faktor penting disamping hereditas yang
menentukan perkembangan individu.Lingkungan itu meliputi fisik,psikis,sosial,dan
religius.Faktor interaksi antara genetis dengan lingkungannya.Yang artinya perkembangana salah
seorang tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan salah satu faktor saja.Karena
itu,keduanya harus dipersatukan demi mengupayakan dan memaksimalisis perkembangan
seseorang.Sehingga memungkinkan perkembangan fisiologis maupun psikologis
(potensi,bakat,kecerdasaan dan kepribadian) seseorang berhasil sempurna.
5. Aspek-aspek perkembangan
a. Aspek Fisik
Fisik manusia adalah sistem organ yang kompels dan sangat mengagumkan.Semua organ ini
terbentuk dimulai dari periode pranatal.Proses perkembangan fisik ditandai dengan perubahan
ukuran organ fisik eksternal (tangan,kaki,badan) yang makin membesar,memanjang,melebar,atau
makin tinggi.Selain itu perubahan internal ditandai dengan makin matangnya sistem syaraf dan
jaringan sel-sel yang makin kompels,sehingga mampu meningkatkan kapasitas hormon,kelenjar
maupun keterampilan motoriknya.
Dalam pembahasan perkembangan fisik ini,Kuhlen dan Thompson (Hurlock,1956)
mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek,yaitu:
1) Sistem syaraf,yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.
2) Otot-otot,yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik.
3) Kelenjar endokrin,yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru,seperti pada
usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan,yang sebagaian
anggotanya terdiri atas lawan jenis.
4) Struktur fisik tinggi,berat,dan fisik/tubuh,yang meliputi tinggi,berat,dan proporsi.
Otak adalah salah satu aspek fisiologis yang sangat penting bagi kehidupan manusia,karena itu
otak sangat menentukan bagi perkembangan individu lainnya,baik itu keterampilan
motorik,intelektual,emosional,sosial,moral maupun kepribadian.Pertumbuhan otak yang normal
(sehat) berpengaruh positif bagi perkembangan aspek-aspek lainnya.Sedangkan apabila
pertumbuhannya tidak normal (karena pengaruh penyakit atau kurang gizi) cenderung sakan
menghambat perkembangan aspek-aspek tersebut.
b. Aspek Kognitif
Optimalisasi perkembangan kognitif dipengaruhi oleh kematangan fisiologis,terutama pada bayi
maupun anak-anak.Seorang anak akan dapat melakukan koordinasi gerakan tangan,kaki maupun
kepala secara sadar,berkembang secara memadai.Artinya kemampuan kognitif harus diiringi
dengan kematangan fisiologis,sehingga perkembangan kognitif makin baik dan koordinatif.
c. Aspek Psikososio-emosional
Manusia adalah makhlul sosial (homosocio-politicion).Dalam mengembangkan kehidupannya
manusia dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri,yaitu dengan
berhubungan dengan yang lainnya.Sebab interaksi terjadi dengan adanya pertukaran informasi
tentang pengetahuan,adat-istiadat,kebiasaan dan budaya.Keberhasialn dalam menyesuaikan diri
akan menyebabkan perkembangan kepribadian yang sehat.Sebaliknya,ketidakmampuan
bertinteraksi akan membuat seseorang mengalami kehidupan yang terasing,rendah
diri,pesimis,dan takut.Akibatnya akan mempengaruhi krisis kepribadian (personality crisis).
d. Perkembangan Inteligensi
Inteligensi bukan suatu yang bersifat kebendaan,melainkan suatu fiksi ilmiah untuk
mendeskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual.Tingkah laku
inteligensi adalah produk (hasil) dari penerapan strategi berfikir,mengatasi masalah-masalah baru
secara kreatif dan cepat,dan penyesuaian terhadap konteks dengan menyeleksi dan beradaptasi
dengan lingkungan.Hasil pengukuran inteligensi terhadap sampel yang dipandang mencerminkan
populasinya,maka dikembangkan suatu sistem norma ukuran kecerdasan sebagai berikur:
IQ (INTELLIGENCE QUOTION) KLASIFIKASI
140 – ke atas
130 - 139
120 – 129
110 – 119
90 – 109
80 – 89
70 – 79
50 – 69
49 – ke bawah Jenius
Sangat Cerdas
Cerdas
Diatas Normal
Normal
Dibawah Normal
Bodoh
Terbelakang (Moron/Debil)
Terbelakang (Imbecile/dan Idiot)

e. Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi adalah warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau prilaku
individu.Yang dimaksud warna afektif disini adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami
pada saat mengalami suatu situasi tertentu.
Ciri-ciri emosi adalah:
1) Lebih bersifat subjektif daripada peristiwa psikologis lainnya,seperti pengamatan dan berfikir.
2) Bersifat fluktuatif (tidak tetap)
3) Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indra.
Pengeleompokan emosi dikelompokan kedalam dua bagian:
1) Emosi sensoris yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh,seperti
rasa dingin,manis,sakit,lelah,kenyang dan lapar.
2) Emosi psikis yaitu emosi yang mempunyai alasan-alasan kejiwaan.Yang termasuk emosi ini
adalah: Perasan Intelektual,perasaan sosial,perasaan susila,perasaan keindahan,perasaan
ketuhanan.
f. Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.Bahasa yaitu faktor
hakiki yang membedakan manusia dan hewan.Bahasa sangat erat kaitannya dengan
perkembangan berfikir individu,perkembangan individu terlihat dari perkembangan bahasanya
yaitu kemampuan membentuk pengertian,menyusun pendapat,dan menarik
kesimpulan.Perkembangan pikiran dimulai pada usia 1,6-2,0 tahun.Yaitu pada saat anak dapat
menyusun kalimat dua atau tiga kata.Laju perkembangan itu sebagai berikut:
1) Usia 1,6 tahun,anak dapat menyusun pendapat positif,seperrti: “bapak makan”.
2) Usia 2,6 tahun,anak dapat menyusun pendapat negatif (menyangkal) seperti: “bapak tidak
makan”.
3) Pada usia selanjutnya anak dapat menyusun pendapat seperti: kritikan,keragu-raguan,dan
menarik kesimpulan analog seperti (anak melihat ayahnya tidur karena sakit,pada waktu yang
lain anak melihat ibunya tidur,dia akan mengatakan bahwa ibu tidur karena sakit).

g. Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial adalh pencapaian kematangan dalam hubungan sosial.Dapat dikatakan
sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok,moral,dan
tradisi.Anak dilahirkan belum bersifat sosial,dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul
dengan orang lain.Untuk mencapai kematanagn sosial,anak harus belajar tentang cara-cara
menyesuaikan diri dengan orang lain.Kesempatan ini diperoleh dari berbagai kesempatan
bergaul dengan orang dilingkungannya,baik orngtua,saudara,teman sebaya atau orang dewasa
lainnya.Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan
orangtua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma
sosial.Proses bimbingan orangtua ini lazim disebut sosialisasi.
Sosialisasi dari orangtua ini sangatlah penting bagi anak,karena dia masih terlalu muda dan
belum memiliki pengalamanuntuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan.
J.Clausen (Ambron, 1981:221)
h. Perkembangan Kepribadian
Kepribadian seseorang itu relatif konstan,namun dalam kenyataan sering ditemukan bahwa
perubahan kepribadian itu dapat dan mungkin terjadi.Perubahan itu terjadi pada umumnya lebih
dipengaruhi oleh faktor lingkungan daripada faktor fisik.Perubahan ini sering terjadi pada anak
daripada orang dewasa.Kelainan kepribadian bisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang
kurang baik,maka sebagai upaya pencegahan sebaiknya keluarga banyak menciptakan iklim baik
dalam lingkungan agar mempermudah kepada anak untuk mengembangkan potensi atau tugas-
tugas perkembangan secara optimal.
Fenton (E.Hurlock,1956) mengklasifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan kepribadian ke dalam tiga katagori,yaitu:
1) Faktor organik, seperti: makanan,obat,infeksi,dan gangguan organik.
2) Faktor lingkungan sosial budaya, seperti: pendidikan,rekreasi,dan partisipasi sosial.
3) Faktor dari dalam individu itu sendiri, seperti: tekanan emosional,identifikasi terhadap orang
lain,dan imitasi.
i. Perkembangan Moral
Istilah moral berasal dari kata lain “mos” (Moris),yang berarti adat
istiadat,kebiasaan,peraturan/nilai-nilai atau tatacara kehidupan.Sedangkan moralitas adalah
kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan,nilai-nilai atau prinsif moral.Seseorang
dapat dikatakan bermoral apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral
yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.Perkembangan moral seseorang banyak
dipengaruhi oleh lingkungannya.Anak memperoleh nilai-nilai moral dari
lingkungannya,terutama dari orangtuanya.Dalam mengembangkan moral anak,peranan orangtua
sangatlah penting,terutama pada waktu anak masih kecil.
Perkembanagn moral anak dapat berlangsung melalui beberapa cara,sebagai berikut:
1) Pendidikan langsung: penanaman tentang tingkah laku yang benar dan salah,atau baik dan
buruk oleh orangtua,guru atau orang dewasa lainnya.
2) Identifikasi: meniru penampilan atau meniru penampilan atau tingkah laku moral seseorang
yang menjadi idolanya (seperti orangtua,guru,kiai,artis,atau orang dewasa lainnya)
3) Proses coba-coba: dengan cara mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.Tingkah
laku yang mendatangkan pujian akan terus dikembangkan.Sementara tingkahlaku yang
mendatangkan hukuman akan dihentikan.
4) Perkembangan Kesadaran Beragama
Manusian dainugrahi fitrah untuk mengenal Alloh dan melakukan ajaran-Nya.Karena memiliki
fitrah in manusia dijuluki sebagai ‘Homo Devinans”,dan “Homo Religious”,yaitu makhluk yang
bertuhan atau beragama.Proses perkembangan anak beragama sangat bergantung kepada proses
pendidikan yang diterimanya.Hal ini sebagaimana yang telah dinyatakan oelh Nabi Muhamad
SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah,hanya karena orangtuanyalah,anak itu
menjadi yahudi,nasrani,atau majusi”.Hadis ini mengisyaratkan bahwa faktor lingkungan
(terutama orangtua) sangat berperan dalam mempengaruhi perkembangan fitrah keberagamaan
anak.Perkembangan beragama seseorang dipengaruhi oelh faktor pembawaan dan lingkungan.

6. Karakteristik Setiap Fase Perkembangan


a. Karakteristik perkembangan pada fase orok
Masa orok adalah masa perkembangan paling pendek,yang dimulai dari lahir sampai usia 2
minggu.Masa in dibagi menjadi dua masa,yakni masa Pertunate yang berlangsung selama 15-30
menit pertama sejak lahir sampai tali pusatnya digunting,dan masa Neonate yang berlangsung
sejak tali pusat digunting sampai usia 2 minggu.
Fase orok mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1) Perkembangan fisik: umumnya beratbadan bayyi 3,5 kg dan panjangnya 50 cm.Untuk laki-
laki biasanya lebih berat dibanding dengan perempuan,kepalanya kira-kira ¼ dari panjang
badan.Pernapasan,makan,dan pembuangan selama lahir melalui plasenta.Denagn jerit tangis
pada waktu lahir,paru-paru berkembang dan pernapasanpun dimulai.
2) Kegiatan-kegiatan orok: Kegiatan menyeluruh yang mencakup kegiatan umum dari seluruh
badan.apabila tangan kirinya dicubit,maka ia akan menangis apabila rangsangan itu terlalu
kuat.Kegiatan khusus ini mencakup kegiatan refleks yang merupakan respon yang tidak disadari
terhadap perangsang tertentu,kebanyakan refleksi tersebut bersifat jasmaniah,seperti
bersin,mengisap jari dll.
3) Vokalisasi:awal terjadi pada saata anak menangis pada waktu dilahirkan,tangisan ini berfungsi
untuk mengembangkan paru-paru sehingga memungkinkan pernapasan dan penyediaan oksigen
yang vukup bagi darah.Sesekali bayi menghembuskan nafas yang menyerupai pernapasan yang
berat.Ini tidak ada arti apa-apa,suara itu perlahan-lahan menjadi kuat dan akhirnya berkembang
menjadi mengoceh yang selanjutnya menjadi bercakap.
4) Perkembangan kepribadaian: faktor kepribadaian dipengaruhi oleh faktor kebakaan,selain ini
juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama kasih sayang ibu.Masa ini adalah masa “Sense
of trust”,yaitu kepercayaan akan kasih sayang orangtua,terutama ibu,yang dapat
mempertahankan hidupnya.Masa ini ditandai oleh ketergantungan yang penuh kepada orangtua
dengan cara kasih sayang.
b. Fase bayi
Masa bayi dimulai sejak berakhirnya masa oroksampai akhirnya tahun kedua dari kehidupan.
Masa bayi ini memiliki ciri-ciri perkembangan fisik, intelegensi, emosi,
bahasa,bermain,pengertian,kepribadian,moral, dan kesadaran beragama.

c. Fase Prasekolah
Fase prasekolah merupakan perkembangan individu sekitar 2-6 tahun,ketika anak mulai
memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita,dapat mengatur diri dalam buang
air,dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya.
d. Fase Anak sekolah
Karakteristik anak disini adalah anak sudah bisa menyelesaikan masalh yang sederhana (problem
solving).Dalam masa ini anak sudah bisa membaca dan gemar dalam mendengarkan cerita
sehingga pembendaharaan kata semakin banyak,selain itu dimasa ini anak banyak bertanya.Anak
usia ini sudah pandai bersosialisai dengan lingkungannya,sehingga mereka sudah banyak
mempunyai teman sebayanya.Anak sudah bisa membedakan mana yang salah dan mana yang
benar.
e. Fase Remaja
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang
pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.perkembangan seksual
mengubah emosi remaja,perasaan baru yang muncul seperti cinta,rindu,dan keinginan lebih intim
dengan lawan jenisnya.
Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
• Perubahan besarnya tubuh.
• Perubahan proporsi tubuh.
• Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
• Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.

C. KESIMPULAN
Periodisasi perkembangan adalah suatu tahapan perkembangan dari masa pranatal sampai masa
dewasa akhir. Tahapan perkembangan menurut pendapat para ahli diantaranya :
1. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam
tiga tahapan.
2. Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan.
3. Ellizabeth Hurlock mengemukakan penadapat perkembangan individu melalui lima tahap
Tahap-tahap Perkembangan: Masa Pra-natal.Masa ini dimana proses pertumbuhan dan
perkembangan dimulai sejak masa konsepsi yakni pertemuan antara spermatozoon dengan sel
telur yang bakal menjadi calon manusia. Masa bayi dan Anak Tiga tahun Pertama
(Atitama/Toddler).Melalui masa yang cukup lama yaitu 9 bulan 10 hari menyebabkan ia merasa
telah siap untuk dilahirkan ke dunia ini. Kemudian seorang bayi mengalami pertumbuhan dan
perkembangan selama masa pengasuhan,pemeliharaan dan bimbingan dari orangtuanya.Masa
Anak-Anak Awal.Usia yang tergolong pada usia anak-anak adalah pada 4-5 tahun,11 bulan.Masa
anak ini ditandai dengan kemandirian,kemampuan kontrol diri (selfconrol) dan hasrat untuk
memperluas pergaulan dengan anak-anak yang sebayanya.Masa Usia Tengah (Middle
Childhood).Anak usia 7-9 tahun yang biasanya duduk di bangku sekolah dasar kelas 1,2,atau 3
sedang dalam fase konkrit.Masa Anak Akhir (Late Childhood).Masa ini sekitar umur 10-12
tahun,fase ini ditandai dengan anak-anak mulainya berpacaran walaupun tidak atau belum
serius.Mereka merasa memiliki rasa keterkaitan antara lawan jenis.Masa Remaja
(Adolescence).Masa remaja adalah masa transisi untuk menuju masa dewasa.Ciri pertumbuhan
masa remaja ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang relatif cepat,sehingga oragan fisik
mencapai taraf kematangan yang memungkinkan untuk bereproduksi secara sempurna.Masa
Dewasa Muda (Young Adulthood).Yang tergolong dewasa muda adalah mereka yang berumur
22-40 tahun. Masa Dewasa Tengah (Middle Adulthood).Masa ini adalah masa yang penuh
tantangan,karena kondisi fisik mereka mulai mengalami penurunan. Masa Dewasa Akhir (Late
Adulthood).Masa ini dimana setiap individu akan memasuki masa kematian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah hereditas dan lingkungan. Faktor
interaksi antara genetis dengan lingkungannya.
Aspek-aspek perkembangan:Aspek Fisik, Aspek Kognitif, Aspek Psikososio-emosional,
Perkembangan Inteligensi, Perkembangan Emosi, Perkembangan Bahasa, Perkembangan Sosial,
Perkembangan Kepribadian, Perkembangan Moral.

DAFTAR PUSTAKA
Dariyo, Agoes. 2007. Psikologi Perkembangan Anak Tiga tahun pertama (Psikologi Atitama).
Bandung
Poedarminta. 1976. Kamus Umum Bahasa indonesia.Jakarta: PN Balai Pustaka
Yusuf, Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: