Anda di halaman 1dari 21

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi dibentuk berdasarkan Peraturan

Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : PMK-132/PMK.01/2006

sebagaimana telah diubah dengan PMK-67/PMK.01/2008 tentang penerapan

organisasi, tata kerja dan saat mulai beroperasi Kantor Wilayah Direktorat Jendral

Pajak Sumatera Barat dan Jambi merupakan instansi pemerintah vertikal dari

Direktorat Jendral Pajak yang berada dalam naungan Kementrian Keuangan

Republik Indonesia. Kantor Pelayanan Pajak Pratama merupakan instansi

pemerintah yang bergerak dalam bidang pelayanan yang berhubungan dengan

perpajakan. Perpajakan yang dimaksud adalah Pajak-Pajak pusat antara lain, Pajak

Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang

Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Materai.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jambi memiliki perangkat kerja

berdasarkan struktur dan fungsi masing-masing. Struktur organisasi di KPP

Pratama Jambi meliputi :

1. Kepala Kantor, mengelola pelaksanaan penyuluhan pelayanan dan

pengawasan wajib pajak di bidang perpajakan dan wilayah KPP Pratama

Jambi yang meliputi Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Kota Jambi.

2. Sub Bagian Umum, dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Umum,

melaksanakan tugas pelayanan kesekretartiatan dengan cara mengatur

41
42

kegiatan tata usaha dan kepegawaian, keuangan, rumah tangga, serta

pelengkapan untuk menunjang kelancaran tugas Kantor Pelayanan Pajak.

3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI), dipimpin oleh Kepala Seksi

PDI, melaksanakan pengumpulan, pengolahan data, penyajian informasi

perpajakan, perekaman dokumen, pelayanan dukungan teknis komputer,

pemantauan aplikasi, serta penyiapan perpajakan.

4. Seksi Pelayanan, dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan, melaksanakan

penetapan dan penerbitan produk hokum perpajakan, pengadministrasian

dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat

Pemberitahuan (SPT), serta penerimaan surat lainnya, penyuluhan

perpajakan, pelaksanaan registrasi wajib pajak, dan kerja sama perpajakan

sesuai kententuan yang berlaku.

5. Seksi Penagihan, dipimpin oleh Kepala Seksi Penagihan, melaksanakan

urusan penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan

pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta

penyimpanan dokumen-dokumen penagihan sesuai ketentuan yang berlaku.

6. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon), dipimpin oleh Kepala Seksi

Pengawasan dan Konsultasi, melaksanakan pengawasan kepatuhan

kewajiban perpajakan wajib pajak, bimbingan kepada wajib pajak dan

konsultasi teknis perpajakan, rekonsiliasi data wajib pajak, analisa kinerja

wajib pajak, dan melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan

yang berlaku.

7. Seksi Ekstensifikasi, dipimpin oleh Kepala Seksi Ekstensifikasi,

melaksanakan pengamatan potensi perpajakan pencarian data dari pihak


43

ketiga, pendataan objek pajak dan subjek pajak, penilaian objek pajak dalam

langkah ekstensifikasi perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8. Seksi Pemeriksaan, dipimpin oleh Kepala Seksi Pemeriksaan,

melaksanakan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan,

penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan

pemeriksaan, penerbitan dan penyalur surat perintah pemeriksa pajak serta

administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya.

Dalam rangka mewujudkan tercapainya penerimaan Negara serta dalam

rangka penerimaan Negara, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi terus berusaha

melakukan program-program intensifikasi Pajak yakni melakukan pendekatan-

pendekatan kepada Wajib Pajak dengan menggali semua potensi fiskal Wajib Pajak

salah satunya adalah dengan melakukan pengawasan terhadap tingkat kepatuhan

Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

3.1.1 Visi dan Misi Direktorat Jendral Pajak

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Pratama Jambi mengemban visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak adalah :

1. Visi Direktorat Jendral Pajak adalah “Menjadi institusi pemerintah yang

menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan modern yang efektif,

efisien, dan dipercaya masyarakat dengan integritas dan profesionalisme

yang tinggi.”

2. Misi Direktorat Jendral Pajak adalah “Menghimpun penerimaan pajak

Negara berdasarkan Undang-undang perpajakan yang mampu mewujudkan


44

kemandirian pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja Negara melalui

administrasi perpajakan yang efektif dan efisien”.

Struktur Organisasi KPP Pratama Jambi

Kepala Kantor

Sub Bag
Umum

SeksiEkstensif Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi


ikasi Pengolahan Pelayanan Pengawasan Pemeriksaan Penagihan
Perpajakan Data dan n dan konsultasi dan
Informasi Kepatuhan
Internal

Kelompok
Jabatan
Fungsional

Gambar 3.1 Struktur Organisasi KPP Pratama Jambi

3.2 Pengertian e-filing


45

e-filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara

elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet

pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia

Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP).

Layanan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak telah

terintegrasi dalam layanan DJP Online (http://djponline.pajak.go.id). Bagi wajib

pajak yang hendak menyampaikan laporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

dengan menggunakan Formulir 1770S dan 1770SS dapat mengisi dan

menyampaikan laporan SPT-nya secara langsung pada aplikasi e-Filing di DJP

Online.

Untuk penyampaian laporan SPT pajak lainnya, e-filing di DJP Online

menyediakan fasilitas penyampaian SPT berupa Loader e-SPT. Melalui Loader e-

SPT ini, SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT dapat disampaikan

secara online tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

e-filing adalah proses mengisi dan mengirim SPT Tahunan 1770 S dan 1770

SS melalui laman pajak . Bagi Wajib Pajak (WP) dan Direktorat Jenderal Pajak

(DJP) secara umum kelebihan SPT Pajak e-filing di antaranya lebih aman, akurat,

cepat, mudah, dan murah.

e-filing di perkenalkan pada tahun 2012 tetapi e-filing mulai digunakan pada

tahun 2014 dan yang dapat menyampaikan SPT tahunan melalui e-filing adalah wp

orang pribadi yang memenuhi kriteria untuk menggunakan formulir 1770S Atau

1770SS (Pasal 2 PER-1/PJ/2014)

3.3 Tata Cara Pelaporan SPT Melalui e-filling


46

1. Setelah Login ke website www.djponline.pajak.go.id masukan NPWP dan

Password maka akan muncul gambar seperti ini.

Gambar 3.2 Login masuk djp online

2. kemudian klik Buat SPT

Gambar 3.3 halaman awal pembuatan spt


47

3. Maka akan muncul beberapa pertanyaan jawab pertanyaan sesuai dengan

keadaan WP yang sebenarnya. Apabila telah selesai menjawab pertanyaan,

pada pertanyaan terakhir apakah penghasilan Bruto yang anda peroleh kurang

dari 60 juta ? maka jawab ”tidak“. Karena kalau WP menjawab “IYA” maka

akan muncul buka efilling 1770SS

Gambar 3.4 pertanyaan untuk pemilihan spt

4. Kemudian jawab tentang SPT yang akan di laporkan WP sesuai gambar WP

sebagai contoh melaporkan SPT tahunan 2016

Kemudian Klik langkah berikutnya


48

Gambar 3.5 pembuatan tahun spt

5. KLIK“TAMBAH” untuk menambah harta WP yang akan di laporkan

Setelah itu lanjut ke “DAFTAR HARTA”, kemudian klik “TAMBAH” untuk

mengisi daftar hutang WP

Gambar 3.6 kolom harta pada spt


49

6. Kemudian klik “DAFTAR TANGGUNGAN” da nisi sesuai dengan

tanggungan yang ada di bukti potong WP

Gambar 3.7 kolom susunan anggota keluarga

7. Kemudian klik selanjutnya

Gambar 3.8 Penghasilan neto tidak termasuk pph final


50

8. Selanjutnya untuk yang memiliki hibah dan warisan wajib diisi

. Gambar 3.9 Penghasilan tidak termasuk objek pajak

9.Selanjutnya lanjut ke daftar bukti pemotongan yang dipotong langsung oleh


instansi wajib pajak

Gambar 3.10 Daftar pemotongan pph oleh intansi tempat bekerja wp


51

10. selanjutnya untuk pengisian status wp kawin atau tidak kawin

Gambar 3.11 Indentitas wp

11. selanjutnya pengisian penghasilan neto wajib pajak

Gambar 3.12 Penghasilan neto wajib pajak


52

12.Selanjutnya terdapat penghasilan kena pajak wajib pajak

Gambar 3.13 Penghasilan kena pajak

13.Selanjurnyayaitu pph ter utang, untuk nilai pph sama dengan nilai yang
tercantum sebelumnya pastikan juga nilai yg tercantum

Gambar 3.14 PPh terutang


53

14. selanjutnya adalah kredit pajak pada wajib pajak

Gambar 3.15 kredit pajak wp

15. selanjutnya adalah pph kurang lebih bayar dan harus pada angka yang nihil

Gambar 3.16 PPh kurang atau lebih bayar wp


54

16. Anda cukup centang setuju atau agree kemudian klik Langkah berikutnya

Gambar 3.17 Persetujuan pengisisan spt wp

17. selanjutnya jika sudah muncul seperti dibawah ini sebentar lagi selesai klik
warna orange tulisan klik disini

Gambar 3.18 untuk pengambilan kode


55

18. selanjutnya muncul kode verifikasi dikirim email

Gambar 3.19 kode verifikasi dikirim ke gmail

19. selanjutnya buka email anda kemudian anda akan dikirimi kode verifikasi
sebanyak 6 angka copy dan paste

Gambar 3.20 masuknya kode verifikasi ke gmail


56

20. Setelah anda masukan kode verifikasi ke kolom yang telah disediakan
langkah selanjutnya adalah Kirim SPT

Gambar 3.21 pengiriman spt

21. Langkah ini adalah terakhir anda akan menerima bukti penerimaan
elektronik yang sah yang dikirim via email.

Gambar 3.22 bukti potong elektronik untuk wp


57

Kelebihan e-filing

Manfaat e-filing pajak online di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Telah disahkan e-filing Online Pajak telah disahkan oleh DJP dengan Surat

Keputusan Nomor KEP-193/PJ/2015.

2. e-filing pajak online ini gratis untuk sekarang dan selamanya untuk jenis

SPT, karena kami tidak ingin membebani wajib pajak yang sudah

membayar pajaknya dengan biaya tambahan dan ingin membantu

meningkatkan penerimaan pajak negara.

3. Dilengkapi fitur impor data Apakah Anda menggunakan file CSV dari

Online Pajak atau dari software e-SPT dan mengimpornya ke Online Pajak,

Anda tetap bisa melakukan efiling pajak online cukup satu klik, SPT Anda

disampaikan ke DJP secara online tanpa perlu antre di KPP.

4. Akses multi-users tak terbatas satu akun perusahaan djp online dapat

digunakan oleh banyak pengguna online pajak juga memungkinkan anda

membuat akun perusahaan tanpa ada batas maksimal, cocok bagi anda

undang rekan-rekan Anda untuk berkolaborasi dan memeriksa pajak banyak

perusahaan pun jadi lebih efisien serta lakukan efiling pajak online dari

mana saja, kapan saja.

5. Tak perlu instal atau update apapun djp online adalah aplikasi efiling pajak

online sehingga setiap ada perubahan peraturan pajak dan penambahan fitur,

maka akan diperbarui secara otomatis.

6. Data BPE atau NTTE disimpan dalam cloud yang aman tak perlu khawatir

bukti lapor pajak online anda akan hilang atau rusak bersama
58

komputer/laptop Anda. BPE (Bukti Penerimaan Elektronik) atau NTTE

(Nomor Tanda Terima Elektronik) Anda aman tersimpan di cloud kami.

7. Aman dan rahasia kami menjamin keamanan dan kerahasiaan data

perusahaan Anda dalam sistem server tersendiri di Indonesia dan terpisah

dengan sistem lainnya.

3.3.2 Kekurangan e-filing

Kendala Dalam melaporkan SPT melalui e-filing yaitu :

Ketika koneksi server tidak lagi sibuk atau tidak terjangkaunya koneksi

internet di tempat WP melaporkan SPT. Beberapa hal menjadikan wajib pajak

kurang nyaman menggunakan e-filing dalam pelaporan SPT Tahunan diantaranya

adalah :

1. Resiko akan koneksi internet yang kurang bagus

2. Membutuhkan beberapa tahap seperti permintaan EFIN dengan syarat

fotokopi KTP dan NPWP, meskipun permohonan EFIN ini bisa dilakukan

di KPP manapun tetapi membutuhkan satu hari berikutnya untuk EFIN ini

terbit.

3. Database pajak yang masih belum valid terkait dengan data Wajib Pajak

seperti Nomor NPWP dan alamat.

4. Kurangnya sosialisasi dari Direktorat Jenderal Pajak terkait penggunaan E-

Filling.

Ketidaknyamanan wajib pajak di atas memang mencerminkan belum

sempurnanya sistem e-filing dan Direktorat Jenderal Pajak juga berusaha

semaksimal mungkin untuk menyempurnakan sistem e-filing sehingga

memudahkan Wajib Pajak untuk melakukan proses pelaporan SPT.


59

3.4 Pengaruh e-filing terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

1. Mempermudah Wajib Pajak untuk melaporkan SPT Tahunan nya

Karna dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun saat wajib pajak

melaporkan spt tidak perlu melaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak

Memudahkan proses kerja menjadi lebih ringkas karena tidak perlu lagi

membaca banyak dokumen ke bank untuk melakukan penyetoran.

Memudahkan integrasi Antara Wajib Pajak Bank Persepsi dan


Pemerintahan
2. Meminimalisir kesalahan hitung

Karna jika kita memasukan jumlah pendapatan neto kita akan secara

otomatis terhitung jumlah pph yang dipungut

3. Privasi

Privasi wp akan sangat terjaga karna wp wajib melaporkannya sendiri

sehingga tidak ada yang mengetahui password DJP online wp

4. Keamanan data

Keamanan data wp sangat terjaga karna hanya wp sendiri yang mengetahui

password nya

5. Mengurangi Kertas

Karna bukti pemotongan elektronik tidak perlu di print cukup disimpan pada

email
60

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap tata cara

pelaporan SPT tahunan dikantor pelayanan pajak pratama jambi dapat diambil

kesimpulan secara garis besar bahwa :

Dalam melaksanakan pelaporan SPT tahunan secara e-filing, Wajib Pajak

diharuskan melakukan permohonan pembuatan EFIN, Pendaftaran e-filing dan

Pelaporan secara e-filing, serta mendapatkan bukti pelaporan e-filing. Penerapan e-

filing yang dilakukan oleh KPP Pratama jambi adalah membuka tempat pelayanan

terpadu di kantor yang berfungsi untuk membantu wajib pajak yang hendak

melakukan pendaftaran e-filing.

4.2 Saran

Beberapa saran dan masukan yang ingin penulis sampaikan selama

menjalankan praktek magang di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi:

1. Sebaiknya sosialisasi terhadap masyarakat lebih di tingkatkan lagi agar

wajib pajak bisa mengerti cara pelaporan SPT tahunan nya.

2. Bagi bendaharawan kantor atau instansi pemerintah sebaiknya menerbitkan

bukti potong 1721 A1/A2 sebelum tanggal 20 januari dan menghimbau

kepada wajib pajak yang ingin melaporkan SPT tahunan nya langsung ke

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi untuk membawa bukti potong 1721
61

A1/A2 dan efin nya agar tidak menjadi kendala wajib pajak saat

melaporkan SPT tahunan nya.

3. e-filing diharapkan dapat bermanfaat untuk Wajib Pajak dalam melaporkan

SPT. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem e-filing

diperkirakan akan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

terutama untuk Pegawai Negri Sipil (PNS), TNI/POLRI.