Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS DAMPAK KEPUTUSAN AKUISISI TERHADAP

PERUBAHAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI


(STUDI KASUS PADA PT JASA MARGA (PERSEROAN) TBK)

TITIN DIANAH

ABSTRAK
TITIN DIANAH. 022113029. Analisis Dampak Keputusan Akuisisi Terhadap Perubahan
Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi (Studi Kasus Pada PT Jasa Marga (Perseroan) Tbk).
Dibawah bimbingan: Monang Situmorang dan Lia Dahlia Iryani. 2017.
Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan.
Untuk itu perlu dilakukan penilian yang dapat dijadikan acuan untuk memutuskan suatu
perusahaan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Penilaian tersebut dapat dilakukan dengan
melihat sisi kinerja keuangan yang dapat menggambarkan pencapaian keberhasilan perusahaan
atas kegiatan operasinya. Era persaingan bebas yang menyebabkan semakin ketatnya
persaingan antar perusahaan, mendorong perusahaan untuk menemukan cara guna
mengembangkan strategi agar dapat bertahan dan terus berkembang. Akuisisi adalah strategi
ekspansi bisnis yang banyak dipilih perusahaan untuk mempertahankan eksistensi dan
kelangsungan hidupnya, terutama karena banyak anggapan bahwa akuisisi merupakan jalur
cepat untuk mengakses pasar beru atau produk baru tanpa harus membangun dari nol, serta
dapat menciptakan sinergi. Namun jika strategi ini gagal, akuisisi bukan berdampak positif pada
perusahaan, tapi justru akan berdampak butuk terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan dampak keputusan akuisisi terhadap
perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi yang diukur dengan rasio keuangan yang
terdiri dari rasio likuiditas yang difokuskan pada current ratio, rasio leverage yang difokuskan
pada debt ratio, rasio aktivitas yang difokuskan pada total assets turnover, rasio profitabilitas
yang difokuskan pada net profit margin, return on assets, dan return on equity, serta rasio pasar
yang difokuskan pada earning per share.
Penelitian ini dilakukan pada PT Jasa Marga (Perseroan) Tbk yang melakukan kegiatan
akuisisi tahun 2011 dengan menggunakan data sekunder. Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian deskriptif dengan alat namtu SPSS 21.0. Metode analisis data yang digunakan
adalah Uji normalitas data dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov, dan uji hipotesis
dengan menggunakan paired sampel t test atau uji t sampel berpasangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan perusahaan setelah akuisisi
berubah secara signifikan khususnya pada rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio aktivitas
perusahaan dibandingkan sebelum akuisisi. Dengan kata lain, keputusan akuisisi berpengaruh
terhadap tingkat likuiditas perusahaan, tingkat hutang perusahaan dan efisiensi perusahaan
dalam aktivitas operasionalnya. Namun perubahan tersebut tidak terjadi pada rasio profitabilitas
dan rasio nilai pasar perusahaan. Dari penelitian yang dilakukan maka saran yang dapat
diberikan oleh penulis bagi perusahaan yang akan melakukan akuisisi sebaiknya melakukan
pertimbangan dan persiapan yang matang. Hal-hal yang harus dipertimbangkan perusahaan
sebelum melakukan akuisisi diantaranya adalah motif atau tujuan melakukan akuisisi, metode
akuisisi dan kondisi finansial maupun manajemen perusahaan perusahaan target.
Kata Kunci: Akuisisi, Kinerja Keuangan, Kolmogorov-Smirnov, dan Paired Sampel
t Test atau Uji t Sampel Berpasangan.
PENDAHULUAN berkembang. Salah satu strategi yang dapat
Perkembangan posisi keuangan diterapkan adalah dengan melakukan
mempunyai arti yang sangat penting bagi ekspansi. Ekspansi atau perluasan bisnis ini
perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan diperlukan oleh suatu perusahaan untuk
penilian yang dapat dijadikan acuan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih
memutuskan suatu perusahaan memiliki kompetitif, serta untuk meningkatkan
kualitas yang baik atau tidak. Penilaian keuntungan atau profit perusahaan.
tersebut dapat dilakukan dengan melihat sisi Dalam hal ini perusahaan bisa
kinerja keuangan, dimana kinerja keuangan melakukan ekspansi bisnis dengan memilih
tersebut dapat dilihat pada laporan satu diantara dua jalur alternatif, yang
keuangan perusahaan yang bersangkutan pertama yaitu pertumbuhan dari dalam
dan itu tercermin dari informasi yang perusahaan adalah ekspansi yang dilakukan
diperoleh pada neraca, laporan laba rugi, dengan membangun bisnis atau unit bisnis
dan laporan arus kas serta hal-hal lain yang baru dari awal. Jalur ini memerlukan
turut mendukung sebagai penguat penilaian berbagai tahapan mulai dari riset pasar,
kinerja keuangan tersebut (Irham Fahmi, desain produk, perekrutan tenaga ahli, tes
2012, 2). pasar, pengadaan dan pembangunan
Menurut Irham Fahmi (2012, 2) fasilitas produksi atau operasi sebelum
kinerja keuangan itu sendiri adalah suatu perusahaan menjual produknya ke pasar.
analisis yang dilakukan untuk melihat Yang kedua yaitu pertumbuhan dari luar
sejauh mana suatu perusahaan telah perusahaan dilakukan dengan “membeli”
melaksanakan dengan menggunakan perusahaan yang sudah ada, contohnya
aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara merger dan akuisisi (Abdul Moin, 2010,
baik dan benar. Sedangkan menurut Dewi 13).
Utari et al. (2014, 53) kinerja keuangan Merger adalah jenis penggabungan
ialah hasil kegiatan operasi perusahaan yang perusahaan dimana hanya ada satu
disajikan dalam bentuk angka-angka perusahaan yang bertahan, sedang
keuangan. Maka dapat dikatakan bahwa perusahaan lainnya dilikuidasi. Aset dan
kinerja keuangan merupakan gambaran dari kewajiban perusahaan yang dilikuidasi
pencapaian keberhasilan perusahaan atas dialihkan ke perusahaan yang masih
hasil kegiatan operasinya. bertahan. Sedangkan akuisisi adalah
Alat yang dapat dijadikan sebagai penggabungan perusahaan di mana suatu
tolak ukur untuk menilai kinerja keuangan perusahaan mengakuisisi perusahaan lain
dan prestasi perusahaan antara lain adalah dan kedua perusahaan tetap beroperasi
analisis rasio keuangan. Analisis rasio sebagai dua entitas yang terpisah, tetapi
keuangan merupakan instrument analisis mempunyai hubungan istimewa. Hubungan
prestasi perusahaan yang menjelaskan istimewa ini disebut hubungan induk dan
berbagai hubungan dan indikator keuangan, anak perusahaan (Abdul Halim, 2015).
yang ditujukan untuk menunjukan Merger dan akuisisi merupakan
perubahan dalam kondisi keuangan atau strategi pertumbuhan eksternal yang lebih
prestasi operasi di masa lalu dan membantu dipilih perusahaan untuk mempertahankan
menggambarkan trend pola perusahaan eksistensi dan kelangsungan hidupnya,
tersebut, untuk kemudian menunjukan terutama karena mereka beranggapan
risiko dan peluang yang melekat pada bahwa merger dan akuisisi merupakan jalur
perusahaan yang bersangkutan (Irham cepat untuk mengakses pasar baru atau
Fahmi, 2012, 45). produk baru tanpa harus membangun dari
Memasuki era persaingan bebas nol serta dapat menciptakan sinergi.
menyebabkan persaingan usaha diantara Menurut Dewi Utari et al.(2014, 280),
perusahaan yang ada semakin ketat. Kondisi sinergi ialah kondisi dimana nilai
tersebut membuat perusahaan harus keseluruhan lebih besar daripada hasil
menemukan cara untuk mengembangkan penjumlahan nilai bagian-bagiannya.
strategi agar dapat bertahan dan terus
Abdul Moin (2010, 2) menyatakan penelitian yang meneliti tentang perbedaan
bahwa dalam konteks keilmuan, akuisisi kinerja keuangan perusahaan sebelum dan
bisa didekati dari dua perspektif yaitu dari setelah akuisisi yang pernah dilakukan
disiplin keuangan perusahaan dan dari diantaranya: Firda Amalia (2014),
manajemen strategi. Dari sisi keuangan melakukan penelitian yang bertujuan untuk
perusahaan, akuisisi adalah salah satu menguji secara empiris perbedaan kinerja
bentuk keputusan investasi jangka panjang bank di Indonesia sebelum dan sesudah
yang harus diinvestigasi dan dianalisis dari melakukan merger dan akuisisi dengan
aspek kelayakan bisnisnya. Sementara itu pihak asing. Dalam penelitian ini kinerja
dari perspektif manajemen strategi, akuisisi bank diukur dengan menggunakan Return
adalah salah satu alternatif strategi on Assets (ROA), Biaya Operasi dengan
pertumbuhan melalui jalur eksternal untuk Total Pendapatan Operasi (BOPO), Non
mencapai tujuan perusahaan. Performing Loan (NPL), Net Interest
Dilihat dari dua perspektif ini maka Margin (NIM), Capital Adequaty Ratio
tujuan akuisisi tidak lain adalah untuk (CAR), dan Loan to Deposit Ratio (LDR).
membangun keunggulan kompetitif Hasil dari penelitian ini menunjukkan
perusahaan jangka panjang yang pada bahwa semua rasio keuangan mengalami
gilirannya dapat meningkatkan nilai peningkatan kinerja pada periode setelah
perusahaan atau memaksimumkan merger dan akuisisi bila dibandingkan
kemakmuran pemilik perusahaan atau dengan sebelum akuisisi. Hasil yang sama
pemegang saham. juga terjadi pada penelitian yang dilakukan
Namun jika strategi ini tidak mampu Neelam Rani, Surendra S. Yadav dan P.K.
mewujudkan normatif tersebut berarti Jain (2015) dimana hasil yang berkaitan
akuisisi akan menjadi counterproductive. dengan profitabilitas, efisiensi (di hal
Dengan kata lain akuisisi bukan berdampak pemanfaatan aset tetap), biaya dan rasio
positif pada peningkatan kemakmuran likuiditas menunjukkan adanya peningkatan
pemilik perusahaan atau peningkatan nilai pada kinerja perusahaan yang melakukan
perusahaan, tetapi yang terjadi justru merger dan akuisis.
membawa perusahaan ke tepi kehancuran. Sedangkan penelitian yang dilakukan
Dengan demikian tujuan normatif ini Ida Ayu Gede Kesuma Dewi (2016),
dikorbankan justru oleh keputusan akuisisi bertujuan untuk mengetahui apakah ada
itu sendiri. perbedaan Return On Asset (ROA), Beban
Sukses tidaknya akuisisi diantaranya Operasional Pendapatan Operasional
dapat diukur dari tercapai tidaknya (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan
peningkatan nilai perusahaan pasca Non Performing Loan (NPL) sebelum dan
akuisisi. Dalam hal ini kinerja keuangan sesudah akuisisi pada Bank Sinar Bali. Hasil
sangat dibutuhkan untuk mengukur hal dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak
tersebut. Analisis kinerja keuangan sebagai terdapat perbedaan yang signifikan pada
proses pengkajian secara kritis terhadap kinerja keuangan ROA, BOPO, LDR, dan
review data, menghitung, mengukur, NPL sebelum dan sesudah akuisisi.
menginterprestasi, dan memberi solusi Dengan menggunakan objek dan periode
terhadap keuangan perusahaan pada suatu penelitian yang berbeda, penelitian ini akan
periode tertentu dapat digunakan untuk mengkaji kembali dampak keputusan
menilai apakah strategi akuisisi dapat akuisisi terhadap kinerja keuangan dengan
meningkatkan prestasi perusahaan dan cara membandingkan kinerja keuangan
berdampak luas terhadap stakeholder atau perusahaan sebelum dan setelah melakukan
bahkan sebaliknya. akuisisi. Alat yang akan digunakan untuk
Penelitian ini merupakan replikasi mengukur seberapa besar pengaruh akuisisi
dari beberapa penelitian sebelumnya yang terhadap kinerja keuangan adalah analisis
berkelanjutan karena dari penelitian yang rasio keuangan yang terdiri dari rasio
telah dilakukan oleh para peneliti diperoleh likuiditas yang difokuskan pada current
hasil yang berbeda-beda. Beberapa ratio (CR), rasio leverage yang difokuskan
pada debt ratio (DR), rasio aktivitas yang penelitian terdahulu yang variatif, peneliti
difokuskan pada total assets turnover terdorong untuk melaksanakan penelitian
(TATO), rasio profitabilitas yang lanjutan yang berhubungan dengan dampak
difokuskan pada net profit margin (NPM), akuisisi terhadap kinerja keuangan.
return on assets (ROA), dan return on Bertitik tolak dari tinjauan latar belakang
equity (ROE), serta rasio pasar yang penelitian yang ada, maka peneliti tertarik
difokuskan pada earning per share (EPS). untuk melakukan penelitian dengan judul
Penelitian ini ditujukan untuk “Analisis Dampak Keputusan Akuisisi
meneliti perubahan kinerja keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Keuangan
perusahaan yang melakukan akuisisi. Perusahaan Pengakuisisi (Studi Kasus Pada
Dimana akuisisi diharapkan akan membawa PT Jasa Marga (Perseroan) Tbk)”.
sinergi bagi perusahaan dan meningkatkan
kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil
TINJAUAN PUSTAKA diperlihatkan, (3) kemampuan kerja
Akuisisi (tentang peralatan). Menurut Utari et al.
Akuisisi berasal dari kata acquisitio (2014, 53) kinerja keuangan ialah hasil
(Latin) dan acquisition (Inggris), secara kegiatan operasi perusahaan yang disajikan
harfiah akuisisi mempunyai makna dalam bentuk angka-angka. Sedangkan
membeli atau mendapatkan sesuatu/ obyek menurut Irham Fahmi (2012, 2) kinerja
untuk ditambahkan pada sesuatu/ obyek keuangan adalah suatu analisis yang
yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu
teminologi bisnis akuisisi dapat diartikan perusahaan telah melaksanakan dengan
sebagai pengambil alihan kepemilikan atau menggunakan aturan-aturan pelaksanaan
pengendalian atas saham atau aset suatu keuangan secara baik dan benar.
perusahaan oleh perusaahaan lain, dan Dari beberapa pengertian tentang
dalam peristiwa baik perusahaan kinerja keuangan, maka dapat disimpulkan
pengambilalih atau yang diambil alih tetap bahwa kinerja keuangan adalah suatu
eksis sebagai badan hukum yang terpisah analisisi untuk melihat sejauh mana prestasi
(Abdul Moin, 2010, 8). yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan
Dalam PSAK No.22 akuisisi operasi perusahaan yang disajikan dalam
diartikan sebagai suatu penggabungan bentuk angka-angka keuangan.
usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu Rasio keuangan sangat penting
pengakuisisi (acquirer) memperoleh gunanya untuk melakukan analisa terhadap
kendali atas aset neto dan operasi kondisi keuangan perusahaan. Analisis
perusahaan yang diakuisisi (acquiree), rasio keuangan merupakan instrument
dengan memberikan aset tertentu, analisis prestasi perusahaan yang
mengakuisisi suatu kewajiban, atau menjelaskan berbagai hubungan dan
mengeluarkan saham. indikator keuangan, yang ditujukan untuk
menunjukan perubahan dalam kondisi
Secara umum, akuisisi adalah bentuk keuangan atau prestasi operasi di masa lalu
pengambilan kepemilikan perusahaan oleh dan membantu menggambarkan trend pola
pihak pengakuisisi (acquirer) sehingga perusahaan tersebut, untuk kemudian
akan mengakibatkan berpindahnya kendali menunjukan risiko dan peluang yang
atas perusahaan yang diambil alih (acquire) melekat pada perusahaan yang
tersebut. Biasanya pihak pengakuisisi bersangkutan (Irham Fahmi, 2012, 45).
memiliki ukuran yang lebih besar Analisis rasio keuangan menurut Sutrisno
dibanding dengan pihak yang diakuisisi. (2013, 221) ialah menghubung-hubungkan
Analisisi Kinerja Keuangan elemen-elemen yang ada di laporan
keuangan untuk keperluan evaluasi agar
Menurut Kamus Besar Bahasa bisa diinterpretasikan lebih lanjut.
Indonesia, Kinerja diartikan sebagai “(1)
sesuatu yang dicapai, (2) prestasi yang
Dari pendapat diatas dapat dalam tingkat hutang yang tinggi dan sulit
dimengerti bahwa rasio keuangan dan untuk melepaskan beban utang tersebut
kinerja keuangan perusahaan mempunyai (Irham Fahmi, 2012, 62). Menurut Sutrisno
hubungan yang erat. Rasio keuangan ada (2013, 224) rasio Leverage menunjukan
banyak jumlahnya dan setiap rasio itu seberapa besar kebutuhan dana perusahaan
mempunyai kegunaannya masing-masing. dibelanjai dengan hutang. Kegiatan akuisisi
Adapun jenis-jenis rasio yang digunakan akan menimbulkan penggabungan ekuitas
dalam penelitian ini adalah rasio likuiditas, diantara dua atau lebih perusahaan.
rasio leverage, rasio aktivitas, rasio Sehingga perusahaan seharusnya memiliki
profitabilitas, dan rasio pasar. tingkat rasio leverage yang lebih rendah
dibandingkan sebelum melakukan akuisisi.
Rasio Likuiditas Rasio leverage yang digunakan dalam
Rasio likuiditas adalah kemampuan penelitian ini adalah debt ratio. Dedt Ratio
perusahaan untuk membayar kewajiban- merupakan perbandingan antara total
kewajibannya yang segera harus dipenuhi. hutang dengan total asset (Abdul Moin,
Kewajiban yang segera harus dipenuhi 2007, 141). Menurut Sutrisno (2013, 224)
adalah hutang jangka pendek, oleh karena rasio total hutang dengan total aset yang
itu rasio ini bisa digunakan untuk mengukur bisa disebut debt ratio ini berfungsi untuk
tingkat kemampuan kreditor jangka mengukur prosentase besarnya dana yang
pendek, serta mengukur apakah operasi berasal dari hutang.
perusahaan tidak akan terganggu bila
kewajiban jangka pendek ini segera ditagih Rasio Aktivitas
(Sutrisno, 2012, 222). Menurut Irham Rasio Aktivitas adalah rasio yang
Fahmi (2012, 59) rasio ini mengukur menggambarkan sejauh mana suatu
kemampuan suatu perusahaan memenuhi perusahaan mempergunakan sumber daya
kewajiban jangka pendeknya secara tepat yang dimilikinya guna menunjang aktivitas
waktu. Penggabungan usaha yang perusahaan (Irham Fahmi, 2012, 65).
dilakukan dengan jalan akuisisi seharusnya Menurut Sutrisno (2013, 224) Rasio
dapat menciptakan sinergi finansial dan aktivitas ini mengukur seberapa besar
meningkatkan likuisitas perusahaan. Rasio aktivitas perusahaan dalam memanfaatkan
likuiditas yang digunakan dalam penelitian sumberdananya. Rasio aktivitas dinyatakan
ini adalah current ratio. Current Ratio sebagai pembanding penjualan dengan
adalah rasio yang membandingkan antara berbagai elemen aset. Elemen aset sebagai
aset lancer yang dimiliki perusahaan penggunaan dana seharusnya bisa
dengan hutang jangka pendek (Sutrisno, dikendalikan agar bisa dimanfaatkan secara
2013, 222). Menurut Abdul Moin (2010, optimal. Dalam kegiatan akuisisi akan
145) current ratio merupakan terjadi penggabungan sumberdaya-
perbandingan antara aset lancar dengan sumberdaya yang dimiliki oleh kedua
hutang lancar. Rasio ini menunjukan perusahaan atau lebih. Dengan
seberapa besar kemampuan perusahaan, mengoptimalkan pemanfaatan
dengan menggunakan aset lancar, melunasi sumberdaya-sumberdaya tersebut
atau menutup hutang lancar. Semakin besar diharapkan perusahaan dapat mencapai
rasio ini semakin likuid perusahaan efisiensi dibandingkan ketika sebelum
tersebut. melakukan akuisisi. Rasio aktivitas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah total
Rasio Leverage assets turnover. Total assets turnover
Rasio leverage adalah mengukur mengukur seberapa efektif aset perusahaan
seberapa besar perusaha dibiayai dengan mampu menghasilkan pendapatan
utang. Penggunaan utang yang terlalu oprasional yaitu pendapatan yang diperoleh
tinggi akan membahayakan perusahaan dari kegiatan utama perusahaan (Abdul
karena perusahaan akan masuk dalam Moin, 2007, 143). Menurut Sutrisno (2013,
kategori extreme leverage (utang ekstrem) 228) perputara aset atau assets turnover
yaitu perusahaan perusahaan terjebak
merupakan ukuran efektivitas pemanfaatan Jenis penelitian yang digunakan dalam
aset dalam menghasilkan penjualan. penelitian ini adalah jenis penelitian
Semakin besar perputaran aset semakin deskriptif eksploratif dengan metode
efektif perusahaan mengelola asetnya. penelitian studi kasus. Sementara teknik
penelitian yang digunakan dalam penelitian
Rasio Profitabilitas
ini adalah statistik kuantitatif.
Rasio Profitabilitas ini mengukur
efektivitas menejemen secara keseluruhan Sementara sumber data yang digunakan
yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat dalam penelitian ini adalah data sekunder
keuntungan yang diperoleh dalam yang diperoleh dengan cara mengakses
hubungannya dengan penjualan maupun website Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu
investasi (Irham Fahmi, 2012, 68). Menurut www.idx.co.id, Komisi Pengawas
Sutrisno (2013, 228) rasio profitabilitas Persaingan Usaha (KPPU) yaitu
(rasio keuntungan) ini untuk mengukur www.kppu.go.id, dan juga website
seberapa besar tingkat keuntungan yang perusahaan terkait.
dapat diperoleh oleh perusahaan. Semakin Data yang terkumpul akan dianalisis
besar tingkat keuntungan menunjukan secara bertahap dengan melakukan analisis
semakin baik manajemen dalam mengelola rasio keuangan menggunakan statistik
perusahaan. Adapun rasio profitabilitas deskriptif terlebih dahulu, kemudian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji normalitas data yaitu
net profit margin, return on assets, dan kolmogorov-smirnov. Selanjutnya
return on equity. Net profit margin, rasio ini melakukan pengujian hipotesis parsial
mengukur seberapa besar keuntungan untuk masing-masing variabel penelitian
bersih yang dihasilkan setiap rupiah dengan menggunakan uji parametrik paired
pendapatan (Abdul Moin, 2010, 137). sampel t test apabila data berdistribusi
Return on assets juga sering disebut sebagai normal dan menggunakan uji non-
rentabilitas ekonomis merupakan ukuran parametrik yaitu uji wilcoxon apabila
kemempuan perusahaan dalam databerdistribusi tidak normal. Analisis
menghasilkan laba dengan semua aset yang dilakukan dengan menggunakan software
dimiliki oleh perusahaan (Sutrisno, 2013, SPSS 21.0. Pada penelitian ini ditetapkan
229). Return on equity ini sering disebut tingkat signifikasi atau probabilitas
dengan rate of return on Net Worth yaitu kesalahan adalah sebesar (5%) atau (α
kemempuan perusahaan dalam =0,05). Hipotesis diterima jika nilai
menghasilkan keuntungan dengan modal probabilitas (sig t) > (0,05) dan p value >
sendiri yang dimiliki (Sutrisno, 2013, 229). 0,05 dan hipotesis ditolak jika nilai
Rasio Nilai Pasar probabilitas (sig t) < (0,05) dan p value <
0,05.
Rasio nilai pasar adalah rasio yang
menggambarkan kondisi yang terjadi di Pembahasan
pasar. Rasio ini juga sering dipakai untuk
Analisis Satistik Deskriptif
melihat bagaimana kondisi perolehan
keuntungan yang potensial dari suatu Berikut akan ditampilkan deskriptif
perusahaan, jika keputusan menempatkan variabel yang ditinjau dari nilai rata-rata,
dana di perusahaan tersebut terutama untuk standar deviasi, nilai maksimum dan nilai
masa yang akan datang (Irham Fahmi, minimum untuk periode sebelum akuisisi.
2012, 70). Rasio nilai pasar yang digunakan Dimana jika standar deviasai lebih besar
dalam penelitian ini adalah earning per dari pada nilai rata-rata maka berarti data
share. Earning per share (EPS) mengukur yang ada memiliki variasi besar, begitu juga
kemampuan perusahaan untuk sebaliknya jika standar deviasi lebih kecil
menghasilkan keuntungan per lembar dari nilai rata-rata maka berati data yang
saham pemilik (Sutrisno, 2013, 230). ada memiliki variasi rendah. Adapun nilai
maksimum menunjukan nilai terbesar pada
Metode Penelitian data, sedangkan nilai minimum
menunjukan nilai terkecil pada data. deskriptif data pada periode sebelum dan
Berikut tabel 1 dan 2 menunjukan statistik setelah akuisisi.

Tabel 1.
Hasil Statistik Deskriptif Sebelum Akuisisi
Std.
Variabel N Minimum Maximum Mean
Deviation
Current Ratio 8 115,64 315,77 225,995 100,9971
Debt Ratio 8 52,11 55,89 54,0275 1,77160
Total Assets Turnover 8 0,19 0,23 0,2200 0,02000
Net Profit Margin 8 10,51 27,26 21,4425 7,81342
Return on Assets 8 2,01 6,30 4,8200 1,98570
Return on Equity 8 4,65 15,42 11,1650 4,75238
Earning Per Share 8 40,88 175,51 116,6150 58,37691
(Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 21.0. Tahun 2017)
Tabel 2.
Hasil Statistik Deskriptif Setelah Akuisisi
Std.
Variabel N Minimum Maximum Mean
Deviation
Current Ratio 8 48,16 84,43 69,2250 15,53508
Debt Ratio 8 60,46 66,32 63,1525 2,60747
Total Assets Turnover 8 0,27 0,37 0,3225 0,04992
Net Profit Margin 8 12,02 16,93 13,9000 2,11249
Return on Assets 8 3,59 6,20 4,4900 1,18510
Return on Equity 8 10,64 15,69 12,0975 2,41996
Earning Per Share 8 178,73 225,85 195,1525 21,49080
(Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 21.0. Tahun 2017)
Dari hasil analisis statistik deskriptif di atas digunakan dalam penelitian ini adalah
terhadap tujuh rasio keuangan yang berdistribusi normal atau tidak. Sampel
digunakan untuk mengukur kinerja dikatakn berdistribusi normal jika nilai
keuangan sebelum dan setelah akuisisi probabilitas > taraf signifikasi yang
menunjukan keadaan yang fluktuatif atau ditetapkan (α=0,05). Jika hasil uji
terdapat kenaikan dan penurunan baik menunjukan sampel berdistribusi normal,
sebelum maupun sesudah merger dan maka uji beda yang akan digunakan dalam
akuisisi. Hal ini di tunjukan oleh penelitian ini adalah uji parametrik, tetapi
fluktuatifnya nilai rata-rata rasio keuangan apabila sampel tidak berdistribusi normal
yang digunakan dalam penelitian ini baik maka uji beda yang akan digunakan dalam
sebelum maupun setelah akuisisi. penelitian ini adalah uji non perametrik.
Uji Normalitas Data Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-
Pada penelitian ini, uji normalitas dilakukan Smirnov dapat dilihat pada tabel 3.
dengan menggunakan metode Kolmogorov-
Smirnov Test. Tujuan pengujian ini adalah
untuk mengetahui apakah sampel yang
Tabel 3.
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
CR DR TATO NPM ROA ROE EPS

N 8 8 8 8 8 8 8
Normal Mean 147,6100 58,5900 ,2713 17,6713 4,6550 11,6313 155,8838
Parametersa,b Std. Deviation 107,22402 5,29614 ,06512 6,65813 1,52410 3,52670 58,48740
Absolute ,242 ,195 ,237 ,239 ,210 ,264 ,256
Most Extreme
Positive ,242 ,195 ,237 ,239 ,140 ,152 ,132
Differences
Negative -,182 -,138 -,164 -,167 -,210 -,264 -,256
Kolmogorov-Smirnov Z ,685 ,551 ,670 ,677 ,594 ,748 ,725
Asymp. Sig. (2-tailed) ,736 ,922 ,761 ,749 ,872 ,631 ,669
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Pengujuian Hipotesis kepercayaan maka Ha diterima. Dan jika


Dari uji normalitas data yang telah nilai signifikasi > dari tingkat signifikasi
dilakukan, dapat diketahui bahwa data yang atau tingkat kepercayaan maka Ha ditolak,
digunakan dalam penelitian ini berdistribusi begitupun seterusnya. Dimana tingkat
normal. Berdasarkan hal tersebut alat uji kepercayaan yang ditetapkan adalah 5%.
yang paling sesuai untuk menguji hipotesis Paired Sampel t-test
dalam penelitian ini adalah Paired Sample Paired Sampel t-test atau uji t sampel
t-test. Uji beda ini digunakan untuk berpasangan merupakan uji parametrik
mengetahui adanya perbedaan kinerja yang digunakan untuk menguji hipotesis
keuangan pada periode empat tahun sama atau berbeda antara dua perlakuan
sebelum dan empat tahun setelah akuisisi. yang berbeda. Berikut disajikan hasil
Dalam pengujian ini jika nilai signifikasi < pengujian hipotesis dengan uji Paired
dari tingkat signifikasi atau tingkat Sampel t-test atau Uji t berpasangan:

Tabel 4.
Hasil Rekapitulasi Paired Sample t-test
Taraf Nilai
Variabel Keterangan
signifikansi Signifikansi
CR Sblm Akuisisi –
0,05 0,054 Berbeda
CR Stlh Akuisisi
DR Sblm Akuisisi –
0,05 0,008 Berbeda
DR Stlh Akuisisi
TATO Sblm Akuisisi
0,05 0,050 Berbeda
- TATO Stlh Akuisisi
NPM Sblm Akuisisi -
0,05 0,213 Tidak Berbeda
NPM Stlh Akuisisi
ROA Sblm Akuisisi -
0,05 0,848 Tidak Berbeda
ROA Stlh Akuisisi
ROE Sblm Akuisisi -
0,05 0,810 Tidak Berbeda
ROE Stlh Akuisisi
EPS Sblm Akuisisi -
0,05 0,128 Tidak Berbeda
EPS Stlh Akuisisi

Dari hasil pengujian hipotesis yang telah likuiditas perusahaan. Hal yang sama juga
dilakukan menunjukan bahwa terdapat terjadi pada debt ratio dan total assets
perbedaan pada current ratio antara turnover, yang mengisyaratkan bahwa
sebelum dan setelah akuisisi. Sehingga bahwa akuisisi memiliki pengaruh secara
dapat disimpulkan bahwa akuisisi memiliki signifikan terhadap leverage perusahaan
pengaruh secara signifikan terhadap dan aktivitas perusahaan. Penggabungan
usaha yang dilakukan dengan jalan akuisisi 1. Bagi Penelitian Selanjutnya
semestinya selain dapat menciptakan sinergi a. Akuisisi adalah bentuk keputusan
finansial juga dapat menciptakan sinergi investasi jangka panjang, karena itu
manajerial, namun hasil pengujian hipotesis sebaiknya penelitian selanjutnya dapat
yang telah dilakukan menunjukan bahwa memperpanjang metode pengamatan,
tidak terdapat perbedaan pada net profit baik sebelum maupun setelah akuisisi.
margin, return on assets, dan return on b. Dalam melakukan penelitian pengaruh
equity antara sebelum dan setelah akuisisi. akuisisi terhadap kinerja keuangan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuisisi selanjutnya, sebaiknya peneliti
tidak memiliki pengaruh secara signifikan melakukan pengukuran kinerja
terhadap profitabilitas perusahaan. Hal yang keuangan dengan variabel rasio
sama terjadi pada hasil pengujian hipotesis keuangan yang lebih banyak dan
pada earning per share, yang menunjukan berbeda,antara lain: rasio likuiditas
bahwa tidak terdapat perbedaan pada (Quick Ratio) dan rasio nilai pasar
earning per share sebelum dan setelah (Price Earning Ratio) sehingga dapat
akuisisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meningkatkan kualitas hasil penelitian.
akuisisi tidak memiliki pengaruh secara c. Menambah jumlah sampel dari semua
signifikan terhadap nilai pasar perusahaan. jenis industri untuk dapat mengetahui
SIMPULAN DAN SARAN pengaruh akuisisi terhadap perubahan
kinerja keuangan perusahaan.
Simpulan 2. Bagi Perusahaan
kinerja keuangan yang diukur dengan rasio Bagi perusahaan yang akan
keuangan meliputi Current Ratio, Debt melakukan akuisisi sebaiknya melakukan
Ratio, Total Assets Turnover, Net Profit pertimbangan dan persiapan yang matang.
Margin, Return On Asset, Return On Equity Hal-hal yang harus dipertimbangkan
dan Earning Per Share pada PT Jasa Marga perusahaan sebelum melakukan akuisisi
(Perseroan) Tbk yang melakukan akuisisi diantaranya adalah motif atau tujuan yang
tahun 2011, menunjukan hasil yang jelas mengapa perusahaan melakukan
fluktuatif atau terdapat kenaikan dan akuisisi, metode akuisisi yang sesuai dan
penurunan baik sebelum maupun setelah nilai perusahaan target mencakup kondisi
akuisisi. Berdasarkan hasil pengujian finansial maupun manajemen perusahaan.
hipotesis dengan Paired Sample t-test yang
telah dilakukan dalam penelitian ini, maka DAFTAR PUSTAKA
dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan Amelia, Firda. 2014. Kinerja Bank di
perusahaan setelah akuisisi berubah secara Indonesia Setelah Melakukan
signifikan khususnya pada rasio likuiditas, Merger dan Akuisisi dengan
rasio leverage dan rasio aktivitas Kepemilikan Asing: Apakah Lebih
perusahaan dibandingkan sebelum akuisisi. Baik?. Yogyakarta: Jurnal Bisnis
Dengan kata lain, keputusan akuisisi dan Ekonomi Vol. 5, No 1.
berpengaruh terhadap tingkat likuiditas Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja
perusahaan, tingkat hutang perusahaan dan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
efisiensi perusahaan dalam aktivitas Funashor, M. Hanif. 2014. Analisis Kinerja
operasionalnya. Namun perubahan tersebut Keuangan Perusahaan Sebelum dan
tidak terjadi pada rasio profitabilitas dan Sesudah Merger dengan Metode
rasio nilai pasar perusahaan. Hal ini diduga Economic Value Added (EVA).
karena akuisisi mengurangi kemampuan Surabaya: Jurnal Ilmu & Riset
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih Manajemen. Vol. 3 No. 4.
akibat beberapa hal diantaranya jumlah Halim, Abdul. 2015. Akuntansi Keuangan
hutang yang meningkat sebagai dampak Lanjutan. Jakarta: Mitra Wacana
besarnya biaya akuisisi, meningkatnya Media.
kompleksitas birokrasi dan sebagainya.
Saran
Hanafi, Mamduh M, dan Abdul Halim. www.antam.com
2014. Analisis Laporan Keuangan. www.idx.co.id
Yogyakarta: UPP STIM YKPN www.jasamarga.com
Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori www.kbbi.web.id
Akuntansi .Jakarta: Rajawali Pers. www.kppu.go.id
Moin, Abdul. 2010. Merger, Akuisisi, &
Divestasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Gunawan, Kadek Hendra Gunawan, dan I
Made Sukartha. 2013. Kinerja Pasar
dan Kinerja Keuangan Sesudah
Merger dan Akuisisi di Bursa Efek
Indonesia. Bali: E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana 5.2 (2013):
271-290.
Novaliza, Putri. 2013. Analisis Pengaruh
Merger dan Akuisisi Terhadap
Kinerja Perusahaan Publik di
Indonesia. Jakarta: Jurnal Akuntansi
& Bisnis, Vol. 1 No. 1.
Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan
Nasional Republik Indonesia. 2012.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan dan
Pedoman Umum Pembentukan
Istilah. Bandung: Pustaka Setia.
Rani, Neelam, Surendra S. Yadav, dan P.K.
Jain. 2015. Financial Performance
Analysis of Merger and Acquisition:
evidence from India. India:
International Journal of Commerce
and Management. Vol.25 No.4.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian
Tindakan Komprehensif. Bandung:
Alfabeta.
Sutrisno. 2013. Manajemen Keuangan
Teori, Konsep dan Aplikasi.
Yogyakarta: Ekosiana.
Ubaydillah, Achmad. 2016. Analisis
Kinerja Keuangan Sebelum dan
Sesudah Merger dan Akuisisi pada
Perusahaan Sub Sektor Property
dan Real Estate yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Bogor:
Universitas Pakuan.
Utari, Dewi, Ari Purwanti, dan Darsono
Prawironegoro. 2014. Manajemen
Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana
Media.
Sujarweni, V. Wiratna. 2014. SPSS Untuk
Penelitian. Yogyakarta: Pustaka
Baru Press.