Anda di halaman 1dari 8

ELECTRICAL CONDUCTIVITY

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUK MIGAS

Oleh :

Nama Mahasiswa : Muhammad Dafa Alfarel


NIM : 181420011
Program Studi : Teknik Pengolahan Migas
Bidang Minat : Refinery
Diploma : IV
Tingkat : I (Satu)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
POLITEKNIK ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
(PEM Akamigas)

Cepu, Maret 2019


ELECTRICAL CONDUCTIVITY, ASTM D 2624

I. TUJUAN
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja dari
electrical conductivity meter dan menguraikan penetapan besarnya nilai konduktivitas dari
sebuah sampel berupa fraksi kerosine yaitu avtur.

II. KESELAMATAN KERJA


1. Bila menggunakan peralatan bertenaga listrik, lihat terlebih dahulu tegangan jaringan
listrik yang ada.

2. Hati – hati bekerja dengan menggunakan bahan yang mudah terbakar.

III. Dasar Teori


Konduktivitas listrik adalah ukuran kemampuan suatu material untuk memungkinkan
pengangkutan muatan listrik. SI- nya adalah siemens per meter, (A2s3 m−3 kg −1)
(dinamai Werner von Siemens ) atau, lebih sederhana, Sm −1 . Ini adalah rasio
kepadatan arus terhadap kekuatan medan listrik . Ini setara dengan konduktansi listrik yang
diukur antara permukaan berlawanan dari kubus 1 meter dari material yang diuji. Simbol
untuk konduktivitas listrik adalah κ (kappa), dan juga σ (sigma) atau γ (gamma)
(https://simple.wikipedia.org/).
Konduktansi listrik adalah fenomena listrik di mana bahan mengandung partikel
bergerak dengan muatan listrik (seperti elektron ), yang dapat membawa listrik. Ketika
perbedaan potensial listrik ditempatkan di konduktor, elektronnya mengalir, dan arus listrik
muncul. Konduktivitas listrik adalah kebalikan (atau kebalikan ) dari resistivitas listrik.
Tegangan dialirkan melalui dua elektroda kepada bahan bakar dan arus yang terjadi
dilaporkan sebagai nilai conductivity (daya hantar) (http://www.stanhope-seta.co.uk/).
Conductivity meter adalah alat untuk mengukur nilai konduktivitas listrik
(specific/electric conductivity) suatu larutan atau cairan. Nilai konduktivitas listrik sebuah zat
cair menjadi referensi atas jumlah ion serta konsentrasi padatan (Total Dissolved Solid / TDS)
yang terlarut di dalamnya. Pengukuran jumlah ion di dalam suatu cairan menjadi penting
untuk beberapa kasus. Konsentrasi ion di dalam larutan berbanding lurus dengan daya hantar
listriknya. Semakin banyak ion mineral yang terlarut, maka akan semakin besar kemampuan
larutan tersebut untuk menghantarkan listrik. Sifat kimia inilah yang digunakan sebagai
prinsip kerja conductivity meter (http://artikel-teknologi.com/).
Sebuah sistem conductivity meter tersusun atas dua elektrode, yang dirangkaikan
dengan sumber tegangan serta sebuah ampere meter. Elektrode-elektrode tersebut diatur
sehingga memiliki jarak tertentu antara keduanya (biasanya 1 cm). Pada saat pengukuran,
kedua elektrode ini dicelupkan ke dalam sampel larutan dan diberi tegangan dengan besar
tertentu. Nilai arus listrik yang dibaca oleh ampere meter, digunakan lebih lanjut untuk
menghitung nilai konduktivitas listrik larutan (http://artikel-teknologi.com/).

IV. BAHAN DAN PERALATAN


a. Bahan
- Avtur
b. Peralatan
- Portable Conductivity unit dan Probe (Include)

- Thermometer (Include dalam EMCEE 1153)

- Measuring Vessel (Metal)

- Ground Probe Cable dengan Jepitan

- Solvents (Isopropyl Alcohol + Hepatane)

V. LANGKAH KERJA
 Persiapan Alat
1. Bersihkan Probe dan Vessel dari air dengan menggunakan solvent dan dikeringkan

2. Sampel yang diambil harus segera di uji maksimum 24 jam setelah sampling.

3. Sampel tidak boleh terkena air sehingga botol sampel dan tutup harus benar – benar
kering sebelum dilakukan pengujian.

4. Nyalakan alat dengan menekan logo sampai kata EMCEE tampil lepas.

5. Lalu tekan logo dan tahan sampai membaca sampel (lampu LED menyala) dan tertulis
“READ”.

6. Lihat hasilnya harus menunjukkan 0 (Zero Check).

7. Over Ranges Check → Pasang probe pada isopropanol lakukan pembacaan isopropanol
dengan menekan logo sampai tertulis EMCEE dan tekan tahan kembali sampai
membaca (harus menunjukkan “OVER”).

 Pengujian Sampel
1. Tuang sampel ke stainless steel vessel jumlah sesuai (Probe sampai lubang terendam).
2. Pasang kabel grounding seperti gambar (antara vessel dan alat).
3. Letakkan probe ke sampel.
4. Tekan logo, lepas dan tekan kembali tahan sekitar 5 detik dan lepas.
5. LED merah menyala dan hasil bisa dilihat sesudahnya.

VI. KETELITIAN
Presisi dari metode pengujian ini sebagaimana didtentukan oleh analisis statistik dari
hasil pengujian yang diperolah oleh pasangan operator instrumen di lokasi pengujian yang
umumnya adalah sebagai berikut. data presisi yang dihasilkan untuk tabel 1 tidak termasuk
gasoline atau pelarut.

Repeatability— Perbedaan antara nilai konduktivitas terukur berturut-turut yang


diperoleh oleh operator yang sama dengan peralatan yang sama di bawah kondisi operasi
konstan pada bahan uji yang identik dan pada suhu bahan bakar yang sama.
Reproducibility— Perbedaan antara dua pengukuran konduktivitas tunggal dan
independen yang diperoleh oleh operator berbeda yang bekerja di lokasi yang sama pada
bahan uji yang identik dan pada suhu bahan bakar yang sama.
Bias— Karena tidak ada bahan referensi yang diterima atau metode pengujian untuk
menentukan bias prosedur dalam Metode Uji D 2624 untuk mengukur konduktivitas listrik,
bias tidak dapat ditentukan.

VII. HASIL PENGAMATAN


Electrical Temperature
Percobaan Ke-
conductivity (pS/m) oC oF

1 303 29,8 85,8


2 304 30,3 86,5
3 303 30,3 86,5
Rata-Rata 303,333333 30,1333333 86,2666667

nilai EC dalam pS/m

304
303.8
303.6
303.4
303.2 nilai EC dalam pS/m
303
302.8
302.6
302.4
Percobaan Percobaan Percobaan
pertama kedua ketiga
VIII. ANALISIS
Pengukur konduktivitas dibangun dari elektronik internal yang stabil secara termal yang
cocok untuk digunakan dari 0-35 ° C. Electrical conductivity meter memungkinkan pengguna
untuk mengukur sampel dalam wadah apa pun, seperti ember, atau tabung gelas yang
menawarkan solusi portabel dan akurat untuk mengukur bahan bakar di tangki, di lapangan
atau di laboratorium. Alat ini dilengkapi dengan perangkat lunak yang menggambarkan
konduktivitas dari sampel yang diuji dan suhu dengan waktu / tanggal.
Sampel yang kami diujikan adalah avtur. Pada percobaan pertama, EC yang didapat
sebesar 303 pS/m dengan suhu 29,8 oC atau 85,8 oF. Percobaan kedua, EC yang didapat
sebesar 304 pS/m dengan suhu 30,3 oC atau 86,5 oF. Kemudian, percobaan ketiga EC yang
didapat sebesar 303 pS/m dengan suhu 30,3 oC atau 86,6 oF. Rata- rata dari ketiga percobaan,
EC sebesar 303,33 pS/m dengan suhu 30,13 oC atau 86,26 oF.

Sesuai dengan SK Dirjen mengenai standar mutu (spesifikasi) bahan bakar janis avtur,
nilai electrical conductivity adalah minimal 50 pS/m dan maksimal 600 pS/m. Pada
percobaan yang kami lakukan, nilai EC telah sesuai dengan spesifikasi (on spec) karena nilai
303,33 pS/m berada pada range standar EC dari avtur.
Semakin besar EC dari suatu produk avtur akan mengakibatkan mudahnya untuk
mengalirkan listrik. Oleh karena itu, nilai EC yang terlalu tinggi akan mengakibatkan avtur
mudah menimbulakn loncatan-loncatan listrik statis pada saat pesawat berada di atas
permukaan (saat terbang). Loncatan ini ditimbulkan akibat gaya gesek antara bahan bakar
dengan udara luar. Loncatan-loncatan statis ini nantinya akan menimbulkan percikan api. Hal
ini serupa dengan terjadinya fenonema petir.

IX. SIMPULAN
Sesuai dengan praktikum yang telah dilakukan, kami menyimpulkan bahwa elctrical
conductivity dari avtur yang ada di Lab Minyak Bumi PEM Akamigas telah sesaui dengan
standar mutu (spesifikasi) atau on spec. Semakin besar EC dari suatu produk avtur akan
mengakibatkan mudahnya untuk mengalirkan listrik. Oleh karena itu, nilai EC yang terlalu
tinggi akan mengakibatkan avtur mudah menimbulakn loncatan-loncatan listrik statis pada
saat pesawat bearada di atas permukaan dan akhirnya akan mengakibatkan percikan api.

X. SARAN
Adapun saran saat melakukan praktikum ini adalah sebaiknya praktikan membaca
telebih dahulu prosedur kerja dari masing-masing pengujian, tidak bermain-main/ bercanda
ketika berlangsungnya praktikum, dan lebih teliti saat pengambilan data.

XI. DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2015. Modul Praktikum Minyak Bumi. PEM Akamigas : Cepu
http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-conductivity-meter/
http://www.stanhopeseta.co.uk/SSL_Downloads/Brochures/Distillate_fuel_Conductivity_
meer.pdf
https://simple.wikipedia.org/wiki/Electrical_conductivity
XII. LAMPIRAN