Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Analisis Sekuritas dengan
Materi “Analisis Opsi”.
Sholawat serta salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW
yang telah membawa kita dari zaman yang gelap atau zaman jahiliyah menuju
zaman yang terang benderang dalam Islam seperti sekarang ini.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak M. Nanang Choiruddin,
SE., MM selaku dosen dalam mata kuliah Analisis Sekuritas serta teman–teman
yang telah membantu kami dalam proses penyelesaian makalah ini.
Harapan kami dalam pembuatan makalah ini adalah untuk membagi
informasi dan juga menambah wawasan ilmu bagi pembaca. Makalah ini masih
sangat jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kritik dan
saran agar makalah yang akan kami buat selanjutnya menjadi lebih baik. Semoga
bermanfaat. Terima kasih.

Malang, 3 Mei 2019

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... 1

DAFTAR ISI .................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 4

1.3 Tujuan ......................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Opsi ......................................................................................... 5

2.2 Jenis Opsi .................................................................................................. 6

2.3 Terminologi Dasar Opsi ............................................................................. 10

2.4 Karakteristik Keuntungan dan Kerugian Opsi ........................................... 12

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi .................................................... 14

2.6 Perdagangan Opsi....................................................................................... 15

2.7 Bentuk Strategi Option............................................................................... 20

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 24

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belakangan ini telah banyak iklan mengenai pelatihan opsi. Banyak
investor tergiur akan iklan bertransaksi opsi ini karena bisa menguntungkan,
padahal transaksi opsi belum berjalan benar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Opsi di BEI dikenal dengan Kontrak Opsi Saham (KOS). BEI memulai
perdagangan kontrak opsi saham (KOS) pada tanggal 6 Oktober 2004. BEI
mendefinisikan opsi saham sebagai hak yang dimiliki oleh pihak untuk
membeli (call option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas
sejumlah saham (underlying stock) pada harga (strike price) dan dalam waktu
tertentu.
Opsi dalam dunia pasar modal adalah suatu hak yang didasarkan pada
suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga
keuangan, atau suatu mata uang pada suatu tingkat harga yang telah disetujui
(ditetapkan di muka) pada setiap waktu dalam masa tiga bulan kontrak. Opsi
dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko dan sekaligus memaksimalkan
keuntungan dengan daya ungkit (leverage) yang lebih besar.
Opsi merupakan salah satu produk finansial turunan. Opsi memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual suatu aset acuan
(underlying asset) saat jatuh tempo atau sebelumnya, pada harga yang telah
disepakati. Pada umumnya, aset acuan yang digunakan berupa saham umum
(common stock). Ada dua tipe dasar opsi yaitu opsi call dan opsi put. Opsi call
memberikan hak untuk membeli, sedangkan opsi put memberikan hak untuk
menjual. Berdasarkan fleksibilitas waktu pelaksanaan opsi, terdapat tiga tipe
yang berbeda yaitu opsi Eropa, opsi Amerika, dan opsi Bermuda. Opsi tipe
Eropa dapat dijalankan hanya saat jatuh tempo, sedangkan opsi tipe Amerika
dapat dijalankan pada saat jatuh tempo atau sebelum jatuh tempo. Opsi
Bermuda merupakan gabungan dari opsi tipe Eropa dan Amerika yaitu
dijalankan pada saat jatuh tempo dan waktu-waktu tertentu sebelum jatuh
tempo. Dalam makalah ini akan dijelaskan terkait dengan analisis Opsi secara
keseluruhan.

3
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang diatas, dapat dibuat beberapa rumusan
masalah sebagai berikut:

1. Jelaskan mengenai pengertian opsi?


2. Jelaskan tentang jenis-jenis opsi?
3. Jelaskan mengenai terminologi dasar opsi?
4. Jelaskan karakteristik keuntungan dan kerugian opsi?
5. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi?
6. Jelaskan mengenai perdagangan opsi?
7. Jelaskan mengenai bentuk dari strategi opsi?

1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah yang telah disusun oleh penulis diatas, memiliki
tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui gambaran umum mengenai pengertian opsi.


2. Mengetahui tentang jenis-jenis opsi.
3. Mengetahui tentang terminologi dasar opsi.
4. Mengetahui tentang karakteristik keuntungan dan kerugian opsi.
5. Mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi.
6. Mengetahui tentang perdagangan opsi .
7. Mengetahui tentang bentuk dari strategi opsi.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Opsi


Opsi (option) adalah suatu tipe kontrak antara dua pihak yang satu
memberikan hak kepada yang lain untuk membeli atau menjual suatu
aktiva pada harga yang tertentu dalam jangka waktu tertentu. Disebut
dengan opsi (option) karena pemegang atau pembeli opsi mempunyai
pilihan (opsi) untuk menggunakan opsi tersebut kapan saja selama masih
berlaku atau tidak menggunakannya sampai habis masa berlakunya.
Pihak yang mendapatkan hak disebut dengan pembeli opsi (option
buyer). Pihak yang menjual opsi dan harus bertanggungjawab terhadap
keputusan pembeli opsi kapan opsi tersebut akan digunakan disebut
dengan penerbit opsi (option writer).
Opsi adalah kontrak antara dua investor yang memberi hak tetapi
bukan kewajiban, bagi satu investor untuk menjual atau membeli dari
investor lain terhadap suatu asset tertentu, pada suatu harga tertentu dan
dalam jangka waktu tertentu. Dalam hubungannya dengan saham, opsi
adalah suatu kontrak (perjanjian) antara penjual opsi (seller atau writer)
dengan pembeli opsi (buyer) dimana penjual opsi menjamin adanya hak
(bukan kewajiban) dari pembeli opsi untuk membeli atau menjual saham
tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.
Manfaat yang diperoleh dari perdagangan opsi, antara lain:
1) Manajemen risiko; pemodal yang memilikiput option atas suatu
underlying asset dapat melakukanhedging melalui penundaan penjualan
saham yang dimilikinya bila harga underlying assetnya turun dratis secara
tiba-tiba, sehingga dapat menghindari risiko kerugian.
2) Memberikan waktu yang fleksibel; untuk opsi tipe amerika, maka
pemegangcall option maupun put option dapat menentukan apakah akan
melaksanakan haknya atau tidak hingga masa jatuh tempo berakhir.
3) Menyediakan sarana spekulasi; para pemodal dapat memperoleh
keuntungan jika dapat memperkirakan harga naik dengan

5
mempertimbangkan membeli call option, dan sebaliknya bila
memperkirakan harga cenderung turun dapat mempertimbangkan untuk
membeli put option.
4) Leverage; secara potensial leverage memberikan hasil investasi yang
lebih besar dibandingkan dengan bila menanam dananya pada saham
misalnya, walaupun risikonya cenderung lebih besar pula dibandingkan
bila melakukan investasi secara langsung. Opsi dapat digunakan untuk
meminimalisasi risiko dan sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan
daya ungkit (leverage) yang lebih besar.
5) Diversifikasi; dengan melakukan perdagangan opsi dapat memberikan
kesempatan kepada pemodal untuk melakukan diversifikasi portofolio
untuk tujuan memperkecil risiko investasi portofolio.
6) Penambahan pendapatan; pemodal yang memiliki saham dapat
memperoleh tambahan pemasukan selain dari deviden, yaitu dengan
menerbitkancall option atas saham mereka. Dengan menerbitkan opsi,
mereka akan menerima premi dari opsi tersebut. Pihak-pihak yang terlibat
dalam opsi adalah para investor dengan investor lainnya, dan tidak
melibatkan perusahaan penerbit sekuritas saham (emiten) yang dij adikan
opsi. Opsi diterbitkan oleh investor untuk dij ual kepada investor lainnya,
emiten dari saham yang dij adikan opsi tidak mempunyai kepentingan
dalam transaksi opsi. Sehingga emiten tidak bertanggung jawab terhadap
pembuatan, penghentian atau pelaksanaan kontrak opsi.

2.2 Jenis Opsi


Ada dua macam tipe kontrak opsi saham. Kedua tipe ini adalah opsi
beli (call option) dan opsi jual (put option). Ada dua macam tipe dari opsi
beli maupun opsi jual, yaitu opsi Eropa (European option) dan opsi
Amerika (American option). Opsi Eropa hanya dapat digunakan (exercise)
pada saat jatuh tempo saja. Opsi Amerika dapat digunakan (exercise)
setiap saat pada saat atau sebelum jatuh tempo. KOS yang dijual di BEI
adalah opsi model Amerika.
Dilihat dari waktu perolehan hak, opsi terbagi atas dua jenis:

6
a. Opsi Eropa, dimana saat untuk memperoleh hak ditetapkan pada titik
waktu tertentu, misalnya berdasarkan tanggal. Hal ini berarti pemegangnya
akan memperoleh haknya hanya pada tanggal tersebut.
b. Opsi Amerika, dimana saat untuk memperoleh hak ditetapkan dalam
periode waktu tertentu sampai titik waktu tertentu. Pemegang opsi
Amerika akan memperoleh hak pada periode sebelum titk waktu yang
telah ditetapkan.

2.2.1 Opsi Beli


Opsi beli (call option) adalah suatu tipe kontrak yang
memberikan hak kepada pembeli opsi untuk membeli (call) dari
penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu
dalam jangka waktu tertentu. Kontrak opsi berisi dengan empat hal
utama, yaitu sebagai berikut ini.
1. Nama perusahaan yang sahamnya dapat dibeli.
2. Jumlah lembar saham yang dapat dibeli.
3. Harga pembelian sahamnya yang disebut dengan exercise
price atau strike price.
4. Tanggal opsi kadaluwarsa yaitu tanggal terakhir opsi dapat
digunakan yang disebut dengan expiration date.

Contoh :
Seorang investor merasa yakin bahwa harga saham perusahaan
“A” akan naik dalam waktu dekat ini. Pada tanggal 5 Juli 2005,
investor ini membeli opsi beli (call option) dari perusahaan investasi
“X” dengan harga opsi senilai Rp500.000,-. Opsi ini menunjukkan
bahwa pemegang opsi beli dapat membeli saham “A” sebanyak 1 lot
(500 lembar) dengan harga sahamnya sebesar Rp12.000,- per
lembarnya (Rp6.000.000,- per lot) selama periode 1 Juli 2005
sampai dengan 31 Desember 2005. Harga per lembar saham “A”
pada tanggal 5 Juli 2005 itu adalah sebesar Rp10.000,-
(Rp5.000.000,- per lot).

7
Informasi dari opsi ini adalah sebagai berikut ini.
1. Nama perusahaan yang sahamnya dapat dibeli adalah
perusahaan “A”
2. Jumlah lembar saham yang dapat dibeli adalah 1 lot atau
500 lembar
3. Exercise price atau strike price adalah sebesar Rp12.000,-
per lembar saham
4. Tanggal kadaluwarsa (expiration date) adalah 31
Desember 2005
Pada saat opsi ini dibeli, exercise price atau strike price lebih
tinggi, yaitu sebesar Rp12.000,- per lembar saham, dibandingkan
dengan harga saham saat itu, yaitu Rp10.000,- per lembar saham.
Pada saat opsi dibeli, investor tidak akan menggunakannya untuk
membeli sahamnya, karena harga saham yang dibeli melalui opsi
lebih mahal dibandingkan jika dibeli di pasar secara langsung. Akan
tetapi mengapa investor ini mau membeli opsinya? Alasannya adalah
karena investor ini yakin bahwa sampai 31 Desember 2005 (tanggal
kadaluwarsa dari opsi), harga saham dapat saja naik melebihi nilai
Rp12.000,- per lembarnya.
2.2.2 Opsi Jual
Tipe opsi yang kedua adalah opsi jual (put option) yaitu suatu
tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk
menjual (put) kepada penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu
pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Kontrak opsi juga
berisi dengan nama perusahaan yang sahamnya dapat dijual, jumlah
lembar saham yang dapat dijual, harga penjualan sahamnya yang
juga disebut dengan exercise price atau strike price dan tanggal
kadaluwarsa (expiration date) dari opsi.
Contoh:
Kebalikan dari membeli opsi beli, investor yang akan membeli
opsi jual merasa yakin bahwa harga saham perusahaan “A” akan
turun dalam waktu dekat ini. Kalau harga saham turun, dengan opsi

8
jual, dia dapat menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi
sebesar exercise price-nya. Misalnya pada tanggal 5 Juli 2007,
investor ini membeli opsi jual (put option) dari perusahaan investasi
“X” dengan harga opsi senilai Rp500.000,-. Opsi ini menunjukkan
bahwa pemegang opsi jual dapat menjual saham “A” sebanyak 1 lot
(500 lembar) dengan harga sahamnya sebesar Rp9.000,- per
lembarnya (Rp4.500.000,- per lot) selama periode 1 Juli 2007
sampai dengan 31 Desember 2007. Harga per lembar saham “A”
pada tanggal 5 Juli 2007 adalah sebesar Rp10.000,- (Rp5.000.000,-
per lot). Informasi dari opsi jual ini adalah sebagai berikut ini.
1. Nama perusahaan yang sahamnya dapat dijual adalah
perusahaan “A”.
2. Jumlah lembar saham yang dapat dijual adalah 1 lot atau
500 lembar.
3. Exercise price atau strike price adalah sebesar Rp9.000,-
per lembar saham.
4. Tanggal kadaluwarsa (expiration date) adalah 31
Desember 2007.
Pada saat opsi ini dibeli, exercise price atau strike price lebih
rendah, yaitu sebesar Rp9.000,- per lembar saham, dibandingkan
dengan harga saham saat itu, yaitu Rp10.000,- per lembar saham.
Pada saat opsi dibeli, investor tidak akan menggunakannya untuk
menjual sahamnya, karena harga saham yang dijual melalui opsi jual
lebih murah dibandingkan jika dijual di pasar secara langsung.
Pertanyaan yang sama dengan sebelumnya yaitu, mengapa investor
ini mau membeli opsinya? Alasannya adalah karena investor ini
yakin bahwa sampai 31 Desember 2007 (tanggal kadaluwarsa dari
opsi), harga saham dapat saja turun di bawah nilai Rp9.000,- per
lembarnya.

9
2.3 Terminologi Dasar Opsi
Dari penjelasan opsi jual (put option) dan opsi beli (call option) di
sub-bab sebelumnya, didapatkan beberapa istilah-istilah (terminologi)
dasar yang digunakan di opsi. Istilah-istilah dasar opsi ini adalah sebagai
berikut ini:
1. Harga saham di pasar (stock price) yang diberi notasi P.
2. Harga saham jika menggunakan opsi yang disebut dengan
exercise price atau strike price dan diberi notasi E.
3. Harga dari opsi yang diberi notasi HO.
4. Tanggal kadaluwarsa opsi yaitu tanggal terakhir opsi dapat
digunakan yang disebut dengan expiration date.
Dari referensi yang lain terdapat beberapa terminologi penting yang
berhubungan dengan sekuritas opsi. Istilah penting yang terkait dengan
sekuritas opsi, antara lain sebagai berikut:
1. Exercise (strike) price, yaitu harga per lembar saham yang dijadikan
patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti
harga yang harus dibayar (dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo.
Sedangkan bagi pemegang put option, exercise price berarti harga yang
akan diterima oleh pemilik put option dari penjual put option.
2. Expiration date, yaitu batas waktu di mana opsi tersebut dapat
dilaksanakn. Ada dua model expiration date yang bisa diterapkan, yaitu
model Amerika dan model Eropa. Opsi dengan gaya Amerika dapat
dilaksanakan kapan saja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan
(expiration date). Sedangkan opsi gaya eropa dilaksanakn hanya pada saat
expiration date.
3. Premi opsi, adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada
penjual opsi.

Ada beberapa istilah-istilah dasar lagi yang berhubungan dengan


nilai saham di pasar (P) dengan exercise price (E) untuk opsi beli (call
option) sebagai berikut ini:

10
1. Jika harga saham (P) lebih besar exercise price (E) dari opsi beli
(call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan in
the money.
2. Jika harga saham (P) sama dengan exercise price (E) dari opsi
beli (call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan
at the money.
3. Jika harga saham (P) lebih kecil exercise price (E) dari opsi beli
(call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan out
the money.
4. Jika harga saham (P) mendekati exercise price (E) dari opsi beli
(call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan near
the money.
Untuk kasus opsi jual (put option), hubungan antara harga saham (P)
dan exercise price (E) berlawanan dengan hubungan di opsi beli (call
option). Hubungan-hubungan ini untuk opsi beli dan opsi jual dapat
diringkaskan di tabel berikut ini:
Tabel 1 Istilah-Istilah Dasar untuk Hubungan Harga Saham dan Exercise
Price dari Opsi Beli dan Opsi Jual

Istilah-Istilah Dasar
Hubungan Opsi Beli (Call
Opsi Jual (Put Option
Option)
Jika P > E In the money Out the money
Jika P = E At the money At the money
Jika P < E Out the money In the money

Contoh:
Harga saham jika opsi digunakan (exercise price) di suatu opsi beli
adalah sebesar Rp1.100,-. Tabel berikut ini menunjukkan posisi dari opsi
beli ini tergantung dari harga pasar dari saham.
Tabel 2 Posisi suatu Opsi Beli

Jika harga pasar saham (P) Posisi opsi beli (call option)

11
Rp1.250,- In the money
Rp1.200,- In the money
Rp1.100,- At the money
Rp1.000,- Out the money
Rp900,- Out the money

Contoh:
Harga saham jika opsi digunakan (exercise price) di suatu opsi jual
adalah sebesar Rp900,-. Tabel berikut ini menunjukkan posisi dari opsi
jual ini tergantung dari harga pasar dari saham.
Tabel 3 Posisi suatu Opsi Jual

Jika harga pasar saham (P) Posisi opsi jual (put option)
Rp1.100,- Out the money
Rp1.000,- Out the money
Rp900,- At the money
Rp800,- In the money
Rp700,- In the money

2.4 Karakteristik Keuntungan dan Kerugian Opsi


Sebagaimana halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga bisa
memberikan keuntungan atau kerugian yang harus diperhatikan investor
dalam pengambilan keputusan investasinya. Pemahaman karakteristik
keuntungan dan kerugian opsi akan menjadi lebih mudah jika mengamati
nilai opsi tersebut pada saat opsi dilakukan.
 Pembeli call option. Karakteristik keuntungan dan kerugian call option
sedikit berbeda dengan karakteristik keuntungan dan kerugian yang akan
diperoleh investor jika membeli saham. Kerugian investor yang membeli
call option bersifat terbatas seharga premi opsi, sedangkan jika membeli
saham, kerugian yang bisa diderita investor bersifat tidak terbatas, sebesar
selisih penurunan harga saham yang bersangkutan.

12
 Penjual call option. Profil keuntungan (kerugian) penjual call option
adalah kebalikan dari profil keuntungan (kerugian) pembeli call option.
Oleh karena itu profil keuntungan penjual call option pada saat expiration
date besarnya akan sama dengan kerugian yang diderita oleh pembeli call
option. Profil keuntungan (kerugian) dari penjual call option.
 Pembeli put option. Keuntungan maksimum yang bisa diperoleh pembeli
put option bila harga saham turun sampai dengan angka nol, sedangkan
kerugian maksimalnya adalah sebesar premi put option. Untuk investor
yang melakukan short – selling akan mengalami keuntungan yang sama
besarnya dengan penurnan (kenaikan) harga sagam yang terjadi.
 Penjual put option. Keuntungan dan kerugian penjual put option, seperti
halnya penjual call option, juga merupakan sisi kebalikan dari keuntungan
dan kerugian pembeli put option. Keuntungan maksimum yang bisa
doiperoleh penjual put option adalah harga premi opsi, sedangkan kerugian
maksimumnya terjadi pada saat harga saham turun mencapai angka nol.
Kerugian maksimum penjual put option adalah sebesar strike price
dikurangi dengan harga premi opsi.
Dari penjelasan tentang keempat posisi dasar dalam perdagangan
opsi, dapat disimpulkan bahwa pembelian call option atau penjualan put
option akan memberikan keuntungan bagi investor jika harga saham yang
dijadikan patokan mengalami kenaikan. Pembelian call option akan
memberikan keuntungan potensial yang sifatnya tidak terbatas, tetapi
dengan kerugian maksimum hanya sebesar premi opsi. Sedangkan
penjualan put option akan memberikan keuntungan terbatas sebesar premi
opsi dengan kerugian maksimum ketika harga saham turun menjadi nol.
Sebaliknya pembelian put dan penjualan call option akan
memberikan keuntungan bagi investor bila harga saham yang dijadikan
patokan mengalami penurunan. Pembelian put option akan memberikan
keuntungan maksimum ketika harga saham turun menjadi nol dan
ekrugian yang mungkin dialami terbatas sampai dengan premi opsi.
Sedangkan penjualan call akan memberikan keuntungan maksimum

13
sebesar premi opsi tetapi kerugian yang mungkin dialami tidak terbatas
tergantung dari kenaikan harga saham yang terjadi di pasar.

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi


a. Harga underlying asset dan exercise price (harga pelaksanaan)
Jika suatu call option dilaksanakan pada suatu waktu di masa yang
akan datang, pembayarannya sebesar selisih lebih dari harga underlying
asset yang melebihi dari exercise price. Suatu call option akan menjadi
lebih bernilai jika harga underlying asset meningkat dan kurang bernilai
jika exercise price meningkat.
Sementara pada put option, pembayaran atas pelaksanaan hak
adalah sebesar selisih lebih dari exercise price terhadap harga underlying
assetnya. Dalam hal ini put option berbeda arah dengan call option.
b. Jatuh tempo
Untuk tipe Amerika dari kedua macam option baik call option
maupun put option menjadi lebih berharga jika jatuh temponya semakin
meningkat. Sementara untuk tipe Eropa nilai terhadap option baik call
mupun put option tidak terpengaruh dengan jatuh tempo, hal ini berkenaan
dengan waktu pelaksanaan hak.
c. Volatility Volatility atas underlying asset
Adalah sebagai ukuran tingkat ketidakpastian mengenai pergerakan
underlying tersebut dimasa datang. Jika volatility semakin meningkat
maka akan semakin meningkat pula peluang underlying asset mengalami
peningkatan atau malah mengalami penurunan. Pemilik dari suatu call
option memperoleh manfaat dari kenaikan harga tetapi dibatasi oleh risiko
penurunan harga. Begitu pula bagi pemegang put option yang memperoleh
manfaat dari penurunan harga tetapi dibatasi oleh risiko kenaikan harga.
d. Risk free interest rate
Risk free interest rate mempengaruhi harga suatu option, jika
tingkat suku bunga dalam perekonomian mengalami kenaikan akan
mempengaruhi harapan kenaikan harga atas underlying asset (dalam hal
ini saham). Dengan mengasumsikan bahwa semua variable tetap, maka

14
harga put option akan menurun jika risk free interest rate mengalami
peningkatan. Begitu pula sebaliknya, harga call option akan selalu
meningkat seiring dengan peningkatan risk free interest rate.
e. Deviden
Deviden yang diharapkan selama option masih berlaku akan
mempunyai pengaruh terhadap pengurangan harga underlying asset
(dalam hal, stock option) pada tanggal pembagian deviden. Tanggal
pembagian deviden dapat memberikan sentimen negative bagi nilai call
option, tetapi bagus buat meningkatkan nilai put option.

2.6 Perdagangan Opsi


Perdagangan opsi di Amerika, sekuritas opsi bisa diperdagangkan
pada bursa efek ataupun pada bursa pararel (over the counter market).
Pada perdagangan opsi ada sejenis lembaga kliring opsi (Option Clearing
Corporation = OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang
mewakili pembeli opsi dengan pihak yang menjual opsi. Lembaga kliring
opsi tersebut bertugas untuk memastikan bahwa masing-masing pihak
memenuhi kewajibannya. Bursa mulai memperdagangkan sejumlah opsi
baru suatu saham tertentu setiap tiga bulan (diperkenalkan di bulan
Januari, April, Juli dan Oktober, dengan tanggal jatuh tempo September,
Desember, Maret dan Juni).
Di Indonesia kontrak opsi ditujukan pada opsi saham. Opsi saham
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Kontrak Opsi
Saham (KOS) dan pertama kali deperdagangkan pada 6 Oktober 2004.
KOS hanya bisa diperdagangkan pada saat jatuh tempo atau hari
berakhirnya setiap seri KOS pada setiap bulannya. Di BEI tidak semua
saham menjadi acuan KOS, tetapi saham yang memiliki tingkat frekwensi
perdagangan dan volatilitas harga yang tinggi serta mempunyai nilai
kapitalitas pasar yang cukup besar. Hingga tahun 2006 terdapat lima
saham acuan:
1) PT Astra International Tbk;
2) PT Bank Central Asia Tbk;

15
3) PT Indofood Sukses Makmur Tbk;
4) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk;
5) PT H.M Sampurna Tbk.
Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah Efek yang memuat hak beli
(call option) atau hak jual ( put option) atas Underlying Stock (saham
perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam
jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap
seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam
periode tertentu. Call Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada
pemegang opsi (taker) untuk membeli sejumlah tertentu dari sebuah
instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut. Sebaliknya, Put Option
memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk
menjual sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar
kontrak tersebut. Adapun karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di
BEI adalah sebagai berikut:

16
2.6.1 Persyaratan dan Mekanisme Perdagangan Opsi
Untuk melakukan perdagangan opsi ada persyaratan yang harus dipenuhi
yaitu:
1) Persyaratan Saham Induk
a) Tercatat di Bursa sekurang-kurangnya 12 bulan.
b) Transaksi dalam 12 bulan terakhir menunjukkan:
• Frekuensi transaksi per bulan >= 2.000
• Intraday volatility > 0,5%
• Harga saham > Rp 500
• Kapitalisasi pasar > Rp 500 miliar.
2) Hal-hal Umum
a) Pelaksanaan perdagangan menggunakan fasilitas Jakarta Option Trading
System (JOTS).
b) Hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang sudah menjadi
Anggota Kontrak Opsi Saham (AKOS) Kliring Penjamin Efek Indonesia
(KPEI).
c) AB wajib terlebih dahulu menyetor agunan (Peraturan KPEI).
d) AB wajib membuka rekening Opsi Saham untuk setiap nasabah.
e) AB dikenakan sanksi suspensi wajib:
• Melakukan Transaksi Saling Hapus

17
• Mengalihkan posisi terbuka tersebut kepada AB lain sesuai dengan
peraturan KPEI
• AB suspended dapat melakukan exercise pada Hari Bursa yang sama
dengan dikenakannya suspensi.
3) Jam Perdagangan
a) Senin s.d Kamis : – Sesi I 09.30 – 12.00 Waktu JOTS – Sesi II 13.30 –
16.00 Waktu JOTS
b) Jumat : – Sesi I 09.30 – 11.30 Waktu JOTS – Sesi II 14.00 – 16.00
Waktu JOTS
c) Exercise dan Automatic Exercise setiap Hari Bursa pukul 10.00 – 16.15
WIB
4) Weighted Moving Average Price (WMA)
a) WMA terbit setiap 15 menit dengan menggunakan data transaksi 30
menit sebelumnya.
b) Jadwal penerbitan WMA:
- Senin s.d Kamis : - Sesi I 10.00 – 12.00 Waktu JOTS - Sesi II 13.45 –
16.00 Waktu JOTS
- Jumat : - Sesi I 10.00 – 11.30 Waktu JOTS - Sesi II 14.15 – 16.00 Waktu
JOTS
5) Pesanan Nasabah
a) Setiap pesanan wajib tercatat di bagian pemasaran termasuk jenis
transaksi (Short/Long), dan status posisi pesanan (open/close).
b) Bentuk order: Open Short, Open Long, Close Short, Close Long.
c) Satuan Perdagangan & Fraksi Premium.
d) Satuan Perdagangan 1 KOS = 10.000 Opsi Saham.
e) Fraksi Premium Rp 1,-
6) Penetapan Seri KOS
a) Awal periode perdagangan ditetapkan 7 sericall option dan 7 seri put
option atas 1 Underlying Stock.
b) 7 seri terdiri dari 3 seri Out The Money, 3 seri In The Money, dan 1 At
The Money.
c) Bursa dapat menetapkan suatu seri KOS baru sebelum berakhirnya
periode perdagangan KOS, apabila:

18
• Dilakukan Automatic Exercise atas suatu seri KOS
• Adanya Tindakan Korporasi dari Perusahaan Tercatat.
7) Pengakhiran seri KOS
a) Apabila WMA > Batas WMA; atau
b) Berakhirnya masa berlaku; atau
c) Adanya tindakan korporasi (posisi Opsi Saham akan dilikuidasi)
8) Interval (Rentang Strike Price)
Closing Price *) Interval
<= Rp 1.000,- Rp 50,-
> Rp 1.000,- s.d Rp 5.000,- Rp 100,-
> Rp 5.000,- s.d Rp 10.000,- Rp 200,-
> Rp 10.000,- Rp 500,-
*) Closing Price 1 Hari Bursa sebelum dimulainya periode perdagangan.
9) Tawar Menawar dan Transaksi Bursa
a) Setiap order terlebih dahulu divalidasi oleh KPEI.
b) Teknis perdagangan KOS sama dengan teknis perdagangan ekuitas di
Pasar Reguler.
10) Exercise, Automatic Exercise & Likuidasi
a) Penyelesaian transaksi Exercise & Automatic Exercise dilakukan oleh
KPEI pada Hari Bursa berikutnya setelah transaksi Exercise (T+1) sesuai
dengan Peraturan KPEI.
b) Transaksi Automatic Exercise dilakukan oleh KPEI untuk kepentingan
Taker.
c) KPEI melakukan likuidasi semua posisi seri KOS apabila masa berlaku
seri KOS berakhir.
11) Penyelesaian Transaksi Opsi Saham
Penyelesaian Transaksi Opsi Saham dilaksanakan oleh KPEI pada Hari
Bursa berikutnya setelah terjadinya Transaksi Opsi Saham (T+1).
12) Penghentian Perdagangan Opsi Saham
a) Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan Opsi Saham,dalam hal:
• JATS dan atau JOTS tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

19
• Adanya permintaan tertulis dari KPEI sehubungan dengan tidak
berfungsinya sistem pengendalian risiko (Risk Management System) dan
atau sistem kliring KPEI.
• Terjadinya Force Majeure.
b) Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan atas seri KOS tertentu,
karena:
• Suspensi atas perdagangan Underlying Stock yang bersangkutan
• Automatic Exercise atas seri KOS tersebut.
c) Apabila terjadi penghentian perdagangan seri KOS karena penghentian
perdagangan Underlying Stock, AB tetap dapat melakukan Exercise dengan
mengacu pada WMA yang berlaku.
d) Apabila terjadi penghentian karena JOTS tidak berfungsi, namun
Underlying Stock tetap diperdagangkan, maka:
• Bursa tetap menerbitkan WMA sampai dengan akhir periode perdagangan
seri KOS
• AB tetap dapat melakukan Exercise.
13) Biaya Transaksi
a) AB yang melakukan Transaksi wajib membayar biaya transaksi, kliring
dan penyelesaian sebesar Rp 2.000,- per KOS.
b) Transaksi Opsi Saham untuk Exercise atau Automatic Exercise hanya
dikenakan biaya transaksi kepada Taker sebesar Rp 2.000,- per KOS.
c) Biaya Transaksi Opsi Saham per bulan minimum sebesar Rp 2.000.000,-
d) AB wajib menyetor dana jaminan Transaksi Opsi Saham sebesar 0,01%
(nol koma nol satu perseratus) dari nilai Transaksi Opsi Saham, untuk
transaksi yang dij amin oleh KPEI.
e) Kewajiban pembayaran biaya transaksi, dana jaminan dan pajak sesuai
aturan perdagangan ekuitas.

2.7 Bentuk Strategi Option


Dalam perdagangan option terdapat beberapa strategi yang dapat
dikelompokan sebagai berikut:
1. Strategi terbuka

20
Strategi terbuka (naked strategies) melibatkan penggunaan terpisah
dari setiap posisi option yaitu: strategi pembelian call (long position),
strategi penjualancall option (short/writing position), strategi penjualan put
dan strategi pembelian put. Posisi-posisi tersebut disebut strategi terbuka,
karena tidak melibatkan posisi penyeimbangan (off -set ing) atau posisi
cegah risiko pada option atau saham yang mendasari yang lain. Laba rugi
yang dihasilkan dari masing-masing strategi tergantung dari harga saham
yang mendasari pada tanggal kadaluarsa (dengan asumsi option tidak
dilaksanakan atau dij ual sebelum tanggal kadaluarsa). Kerugian maksimal
yang ditanggung oleh pembeli option adalah sebesar harga option. Pada saat
yang bersamaan, pembeli option dapat memperoleh keuntungan dari
pergerakan harga saham yang baik (peningkatan harga bagi call option dan
penurunan harga bagiput option) dikurangi dengan harga option.
Sebaliknya, laba maksimal yang dapat diperoleh oleh penjual option adalah
sebesar harga option. Sementara itu, penjual option tetap menghadapi
seluruh resiko yang berhubungan dengan pergerakan harga yang tidak baik.
Strategi pembelian call merupakan strategi option yang paling
langsung dalam memperoleh keuntungan dari peningkatan harga saham, dan
pada saat yang bersamaan, membatasi kerugian maksimal terhadap harga
option. Daya tarik spekulatif dari call option adalah option ini memberikan
kesempatan bagi investor untuk menangkap pergerakan harga dari lebih
banyak saham dalam nilai tertentu. Investor yang merasa harga saham akan
mengalami penurunan atau perubahan yang sangat kecil, dapat memperoleh
pendapatan dengan jalan menjual call option. Laba rugi yang diterima
penjual option merupakan refleksi dari laba rugi pembeli option.
2. Strategi tertutup/cegah risiko
Berlawanan dengan strategi terbuka, strategi tertutup (covered or
hedge strategies) melibatkan posisi dalam option dan juga posisi dalam
saham yang mendasari. Tujuan strategi ini adalah mengimbangi setiap
pergerakan harga yang tidak diinginkan melalui perolehan keuntungan dari
posisi lainnya. Dua strategi tertutup yang paling sering digunakan adalah
strategi penjualan call tertutup (covered call writing strategy) dan strategi

21
pembelian put terlindungi (protective put buying strategy). Strategi
penjualan call tertutup melibatkan posisi penjualan call option atas saham
yang dimiliki investor dalam portofolionya. Yaitu investor mengambil
posisi jual pada call option atas saham dengan posisi beli. Jika harga saham
menurun, akan timbul kerugian akibat posisi beli saham. Namun pendapatan
yang diperoleh dari penjualan call option akan mengganti seluruh kerugian,
sebagian kerugian, atau lebih besar dari kerugian yang diderita sehingga
memberikan laba bagi investor.
3. Strategi kombinasi
Dalam strategi kombinasi, call option danput option dari saham
mendasari yang sama dengan harga pelaksanaan tanggal kadaluarsa yang
sama dij ual atau dibeli. Jika posisi dan jumlah put option sama dengan call
option, maka strategi ini disebut “straddle” yang merupakan jenis strategi
gabungan yang paling terkenal.
4. Strategi selisih hasil (spread strategy):
Dalam strategi ini melibatkan posisi pada satu atau lebih option
sehingga biaya pembelian option didanai sepenuhnya atau sebagian dari
hasil penjualan option lain dengan aktiva mendasari (underlying asset) yang
sama. Strategi spread memiliki beberapa bentuk seperti bull spread, bear
spread, vertical spread, horizontal spread, diagonal spread, dan buterfly
spread. Sebagai contoh dalam bull spread, investor membeli put option “out
of the money” yang dananya berasal dari penjualan call option “out of
money” dengan underlying asset yang sama.

22
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Opsi adalah kontrak antara dua investor yang memberi hak tetapi bukan
kewajiban, bagi satu investor untuk menjual atau membeli dari investor lain
terhadap suatu asset tertentu, pada suatu harga tertentu dan dalam jangka waktu
tertentu. Jenis kontrak opsi dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu Call
Option (Opsi Beli) dan Put Option (Opsi Jual). Call option adalah opsi yang
memberikan hak kepada pembeli (pemegang opsi beli) untuk membeli saham
tertentu dari penjual opsi, dalam jumlah tertentu, pada waktu dan harga yang telah
ditentukan. Put option adalah opsi yang memberi hak menjual kepada pembelinya
(pemegang opsi jual) untuk menjual saham tertentu dengan jumlah tertentu
kepada penjual opsi pada harga dan waktu yang telah ditentukan. Dalam
perdagangan option terdapat beberapa strategi yaitu: 1) Strategi terbuka; 2)
Strategi tertutup/cegah risiko; 3) Strategi kombinasi; dan 4) Strategi selisih hasil
(spread strategy). Penilaian harga opsi dapat dilakukan dengan menggunakan
pendekatan Model Black Scholes atau Model Binomial. Suatu opsi indeks
didasarkan pada tingkat indeks harga saham sehingga memungkinkan investor
untuk mengambil posisi di pasar yang dicerminkan oleh indeks. Apabila investor
memiliki portofolio yang sangat terdiversifikasi maka investor dapat mengambil
manfaat dari perlindungan kerugian portofolio

23
DAFTAR PUSTAKA

-Halim, Abdul. 2015. Analisis Inventasi: di Aset Keuangan. Jakarta: Mitra


Wacana Media.

-Manurung, Adler Haymans. 2011. Karya Bermain Opsi di Bursa Saham.


Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

-Tandelilin, Eduardus.2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi


Edisi Pertama. Yogyakarta: Kanisius.

-Sartono, Agus.2015.Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi 4,


BPFE, Yogyakarta.

-George E Phinces.1992. Essential of Financial Management, 4th Edition.


Harper Collins Publisher, New York.

-Jogiyanto Hartono, 2003, “Teori Portofolio dan Analisis Investasi”, Edisi


Ketiga, BPFE, Yogyakarta.

-Prabowo Agung. 2018. Penentuan Harga Opsi Beli Atas Saham PT.
Antam (Persero). Jurnal Matematika,Saint dan Teknologi.19(1):8-24

-Widyawati. 2013. Penggunaan Model Black Scholes Untuk Penentuan


Harga Opsi Jual Tipe Eropa.Jurnal Buletin Ilmiah Math.

24