Anda di halaman 1dari 21

LABORATORIUM PENGUKURAN DASAR

SEMESTER GENAP 2018/2019


METODA THEVENIN DAN NORTON

DISUSUN OLEH KELOMPOK 6 :

MUH. NASRUL / 321 18 014


MUHAMMAD AKHYAR AMRAN / 321 18 015
MUHAMMAD MUQHTADIR NUR / 321 18 016

1A D3 TEKNIK LISTRIK

PROGRAM STUDI D3TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2019
A. TUJUAN
Tujuan percobaan ini adalah :
1. Membandingkan hasil perhitungan metode Thevenin dengan pengukuran
langsung.
2. Membandingkan hasil perhitungan metode Norton dengan pengukuran
langsung.
3. Membandingkan hasil perhitungan antara metode Thevenin dengan metode
Norton

B. TEORI DASAR
1. Metode Thevenin
Teori Thevenin mengatakan bahwa sebuah rangkaian yang mengandung beberapa
sumber tegangan dan hambatan dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan yang
dipasang seri dengan sebuah hambatan (resistor). Dengan kata lain rangkaian yang
rumit dapat disederhanakan menjadi sebuah rangkaian hambatan linier yang terdiri
dari 1 sumber arus dengan 1 resistor. Penyederhanaan rangkaian komplek menjadi
sederhana dengan mengikuti teori Thevenin dapat dilihat seperti pada gambar berikut
ini.

a. Sebuah Rangkaian Kompleks b. Disederhanakan Menjadi


dengan Beban RL Rangkaian Thevenin
c.
Gambar 2.1 Penyederhanaan Rangkaian Kompleks menjadi Rangkaian Thevenin

Pada gambar 2.1b terdapat sumber arus VTH yaitu tegangan Thevenin. Tegangan
Thevenin adalah tegangan yang diukur atau dihitung pada terminal beban, ketika
beban dilepas dari rangkaian. Karena diukur atau dihitung ketika beban dilepas, maka
tegangan ini sering disebut tegangan rangkaian terbuka.
RTh disebut hambatan Thevenin. Hambatan Thevenin adalah hambatan yang
diukur atau dihitung pada terminal beban ketika beban dilepas dari rangkaian dan
sumber arus dibuat menjadi nol atau dihubung singkatkan. Untuk mengukur tahanan
Thevenin kita harus mengurangi tegangan sumber arus hingga nol. Untuk sumber
tegangan dapat di-nol-kan dengan menghubung-singkatkan terminal tegangan atau
melepas sumber tegangan dan menggantikannya dengan sebuah penghantar. Gambar
berikut ini menunjukan cara mengukur atau menghitung tegangan dan hambatan
Thevenin.

Gambar 2.2 Cara Mengukur Tahanan Thevenin, Mengganti Sumber Tegangan


dengan Penghantar untuk Menghubung Singkatkan Sumber Tegangan

Perhatikan gambar 2.2 terdapat sebuah black box yang terdiri dari sumber
tegangan DC dan rangkaian hambatan linier yang tidak diketahui bentuk
rangkaiannya. Rangkaian hambatan linier adalah rangkaian yang hambatannya tidak
berubah ketika tegangan dinaikkan atau diturunkan. Thevenin dapat membuktikan
bahwa tidak peduli seperti apa bentuk rangkaian linier tersebut, tetapi semua rangkaian
hambatan linier akan menghasilkan arus beban yang sama yang mengikuti persamaan
:

𝑉𝑡ℎ
𝐼𝑙 = (1)
𝑅𝑡ℎ + 𝑅𝑙
Dimana : IL = Arus Beban
VTh = Tegangan Thevenin
RTh = Hambatan Thevenin
RL = Hambatan Beban.
Langkah-langkah penyelesaian dengan metode Thevenin berdasarkan gambar 2.1 :
1. Mencari dan menentukan titik terminal a-b dimana parameter yang dinyatakan.
2. Melepaskan komponen pada titik a-b tersebut, open circuit kan pada terminal a-b
kemudian menghitung nilai tegangan di titik a-b tersebut (Vab=Vth)
3. Menentukan nilai tahanan yang diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber
dinon aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber
tegangan diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus diganti dengan
rangkaian open circuit) (Rab= Rth)
4. Menggambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya, kemudian memasang
kembali komponen yang tadi dilepas dan menghitung parameter yang dinyatakan.

2. Metode Norton
Teori Norton hampir sama dengan teori Thevenin. Yang membedakan teori Norton
dengan Thevenin adalah pada penggunaan sumber arus pada teori Norton dan sumber
tegangan pada teori Thevenin. Pada teori Norton hambatan dipasang paralel dengan
sumber arus sedangkan pada teori Thevenin Hambatan dipasang seri dengan sumber
tegangan. Gambar 2.3 berikut ini menunjukan secara skema perbedaan teori rangkaian
Norton dan teori rangkaian Thevenin.

Gambar 2.3 Perbedaan Teori Rangkaian Thevenin dan Norton


Arus Norton didefinisikan sebagai arus beban ketika beban dihubung singkatkan
atau disebut arus hubungan singkat. Arus Norton ditulis dengan simbol IN .Hambatan
Norton adalah hambatan yang diukur atau dihitung ketika sumber arus dikurangi
hingga nol dan hambatan beban dilepas. Hambatan Norton sama dengan hambatan
Thevenin. Pada Teori rangkaian Thevenin kita menghitung arus beban (IL)
sedangkankan pada teori rangkaian Norton kita menghitung tegangan beban (VL).
Tegangan beban pada rangkaian Norton dapat dihitung sebagai berikut :
𝑅𝑛. 𝑅𝑙
𝑉𝑙 = 𝐼𝑛 . (2)
𝑅𝑛 + 𝑅𝑙

Dimana : VL = tegangan beban


IN = arus Norton
RN = hambatan Norton
RL = hambatan beban.
Hubungan Thevenin dengan Norton dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.4 Hubungan Thevenin dan Norton

Langkah-langkah penyelesaian dengan metode Norton berdasarkan Gambar 2.3:


1. Mencari dan menentukan titik terminal a-b dimana parameter yang dinyatakan.
2. Melepaskan komponen pada titik a-b tersebut, short circuit kan pada terminal a-b
kemudian menghitung nilai tegangan di titik a-b tersebut (Iab=Isc=IN)
3. Menentukan nilai tahanan yang diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber
dinon aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber
tegangan diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus diganti dengan
rangkaian open circuit) (Rab= RN= Rth)
4. Menggambarkan kembali rangkaian pengganti Nortonnya, kemudian memasang
kembali komponen yang tadi dilepas dan menghitung parameter yang dinyatakan.

C. ALAT DAN BAHAN


Adapun daftar peralatan yang digunakan dalam percobaan metode Thevenin dan
Norton, diantaranya:
Tabel 3.1. Daftar Nama Alat dan Bahan
No Alat Jumlah Satuan

1 Sumber Tegangan DC 1 Buah

2 Resistor ( Ω )
 10K Ω 1 Buah
 4K7 Ω 1 Buah

 1K Ω 1 Buah
 Geser 3 Buah
1 Buah
 2k2
3 Saklar 1 Buah
4 Multimeter Digital 2 Buah

5 Multimeter Analog 1 Buah

6 Potensiometer 1K 1 Buah

7 Papan Percobaan 1 Buah

8 Kabel Penghubung 20 Buah

D. Gambar Rangkaian Percobaan


a. Rangkaian Kompleks Untuk Penyederhanaan Thevenin

Gambar 3.1 Rangkaian Kompleks untuk Penyederhanaan Thevenin

b. Rangkaian Ekivalen Thevenin

Gambar 3.2 Rangkaian Ekivalen Thevenin


c. Rangkaian Ekivalen Norton

Gambar 3.4 Rangkaian Ekivalen Norton


D. PROSEDUR PERCOBAAN
Berikut adalah langkah kerja dari percobaan kali ini, di antaranya:
1. Metode Thevenin

1. Meneliti semua 3. Menutup saklar


alat/komponen 2. Membuat S, mencatat arus
sebelum pratik rangkaian seperti dan tegangan pada
dimulai pada gambar 3.1 beban RL

6. Mengukur nilai 4. Membuka saklar S,


5. Mengganti kedua sehingga a-b terbuka,
tahanan antara sumber tegangan
terminal a-b kemudian mengukur
dengan rangkaian tegangan VTH pada
sehingga didapat hubung singkat
nilai RAB terminal a-b

7. Mengganti 8. Mengatur
rangkaian pada tahanan RTH 9. Mencatat arus
gambar 3.1 sehingga sama dan tegangan
dengan gambar dengan RAB pada pada tahanan R1
3.2 tabel
2. Metode Norton

1. Membuat 3. Menutup saklar


rangkaian seperti 2Mencatat arus dan
S, Mengukur arus
pada gambar 3.3 tegangan pada
IN yang melalui
beban RL
terminal a-b

6. Mengatur 4. Mengukur besar


tahanan variabel 5. Mengganti
tahanan RAB seperti
RN sehingga rangkaian pada
cara mengukur
sama dengan gambar 3.3 dengan
pada prosedur
gambar 3.3
RAB Thevenin

7. Mengatur tegangan
sumber sehingga 8. Mencatat besar
arus yang terbaca pada arus dan tegangan
amperemeter pada tahanan RL
akan sama dengan IN
E. Hasil Percobaan
Metode Thevenin dan Norton
Tabel 4.1 Hasil Percobaan Metode Thevenin dan Norton
Saklar ON Saklar OFF
RAB=RTH=RN
IRL VRL IAB=IN VAB=VTH (Ω)
(mA) (V) (mA) (V)

1,47 6,9 11,07 7,88 687

*IAB = Arus yang mengalir di titik A dan B


RAB = Tahanan di titik A dan B setelah Sumber Tegangan di lepas kemudian
rangkaian dihubung singkat

1. Rangkaian Ekivalen Metode Thevenin


Tabel 4.2 Hasil Percobaan Rangkaian Ekivalen Metode Thevenin
VTH RTH IRL
(V) (Ω) (mA)

6,76 687 1,44

*x=1,2,3
Nilai VTH dan RTH dimasukkan langsung dari tabel 1

2. Rangkaian Ekivalen Metode Norton


Tabel 4.3 Hasil Percobaan Rangkaian Ekivalen Metode Norton
IN = IAB RN = RT VRL IRL
(mA) (Ω) (V) (mA)

11.5 677 6,63 1,41

*x=1,2,3
Nilai IN dan RN dimasukkan langsung dari tabel 1
F. Analisis Hasil Percobaan
 Perhitungan secara Teori
Pada perhitungan secara teori untuk metode Thevenin, diharapkan
dapat menghitung kuat arus dan besar tengangan pada rangkaian ketika
ON dan OFF.
a. Pada saklar ON
Untuk menghitung kuat arus dan tegangan pada rangkaian on
dapat menggunakan metode loop. Seperti arus dan tegangan pada
tahanan 4.7K pada rangkaian berikut.
I3

R1, R2

I1 I2

V1, 12 V
1
2 V2, 6V

RL,

Gambar 6.1 Metode Loop

Untuk I1
-12 + 2,2 I1 + 4,7 (I1-I2) = 0
2,2 I1 + 4,7 (I1-I2) = 12
6,9 I1 - 4,7 I2 = 12 ….. (1)

Untuk I2
4,7 (I2-I1) + I2 + 6 = 0
4,7 (I2-I1) + I2 = -6
-4,7 I1 + 5,7 I2 = -6 ….. (2)

Eliminasi persamaan (1) dan (2)


6,9 I1 - 4,7 I2 = 12 x5,7
-4,7 I1 + 5,7 I2 = -6 x4,7
Sehingga :
39,33 I1 - 26,79 I2 = 68,4
- 22,09 I1 + 26,79 I2 = - 28,2 +

17,24 I1 = 40,2
I1 = 40,2
17,24
I1 = 2,33 mA

Jadi, tegangan pada tahanan 4,7 KΩ (VRL)


VRL = 12 - 2,2 x I1
= 12 - 2,2 x 2,33 = 6,874 V
Arus pada tahanan 4,7 KΩ (IRL)
V 6,874
IRL = R = = 1,46 mA
4,7

b. Pada saklar OFF


Perhitungan pada rangkaian OFF, digunakan titik a-b untuk
menghitung kuat arus (IAB = IN), tegangan (VAB = VTH) dan tahanan
(RAB = RTH = RN) dengan cara mengubah semua sumber dengan
tahanan dalamnya.

 Untuk menghitung tahanan (RAB = RTH = RN)

Gambar 6.2 IAB = IRL


𝑅1 𝑥 𝑅2 2,2 𝑥 1 2,2
RAB = RT = RN = = 2,2 + 1 = 3,2 = 0,687 KΩ = 687 Ω
𝑅1+𝑅2
 Untuk mengitung tegangan pada titik a-b (VAB = VTH)

Gambar 6.3 VAB = VT


𝑅2 𝑅1
VAB = VTH = x 12 V+ x6V
𝑅1+𝑅2 𝑅1+𝑅2
12 13,2
= +
3,2 3,2
25,2
= 3,2

= 7,88 V
 Untuk menghitung kuat arus pada titik a-b (IAB = IN)

12 6
IAB = IN = +
2,2 1

= 5,45 + 6
= 11,45 mA

 Perbandingan Teori dan Praktek


1. Persentase Error
Sebagai contoh, digunakan theory dan measurement dari resistor 1K Ω dan
sumber tegangan 12 Volt. Berikut adalah persentase kesalahan untuk VTh:
𝑇−𝑀
% Error = × 100%
𝑇
7.88−7.88
= × 100%
7.88

=0%
Tabel Perbandingan Teori dan Praktek
a. Metode Thevenin dan Norton
Tabel 5.4 Perbandingan Theory , Measurement dan Error Metode Thevenin
dan Norton
Saklar ON Saklar OFF
RAB=RTH=RN
IRL VRL IAB=IN VAB=VTH
(Ω)
(mA) (V) (Ma) (V)
E E E E E
T M T M T M T M T M
(%) (%) (%) (%) (%)

1.46 1,47 0.68 6.874 6.9 0.37 11.45 11.07 3.31 7.88 7.88 0 687 687 0

Ket :
T = theory (teori)
M = measurement (Pengukuran )
E = Error (persentase kesalahan )

b. Rangkaian Ekivalen Metode Thevenin


Tabel 5.5 Perbandingan Theory , Measurement dan Error Rangkaian Ekivalen
Metode Thevenin
RTH VRL IRL
(Ω) (V) (mA)
T M E(%) T M E(%) T M E(%)

687 687 0 6.874 6.76 1.66 1.46 1.44 1.37

Ket :
T = theory (teori) M = measurement (Pengukuran ) E = Error
(persentase kesalahan )
c. Rangkaian Ekivalen Metode Norton
Tabel 5.6 Perbandingan Theory , Measurement dan Error Rangkaian Ekivalen
Metode Norton
IN RN VRL IRL
(Ma) (Ω) (V) (mA)
T M E(%) T M E(%) T M E(%) T M E(%)

11.45 11.07 3.31 687 687 0 6.874 6.63 3.54 1.46 1.41 3.42

Ket :
T = theory (teori) M = measurement (Pengukuran ) E = Error
(persentase kesalahan )
 Analisa Hasil Praktikum
1. Pengukuran Rangkaian Kompleks Metode Thevenin dan Norton
a. Hasil pengukuran Tahanan pada rangkaian kompleks, praktikan
medapatkan RTH atau RN memiliki nilai yang sama antara perhitungan
secara praktek dengan teori. Hal ini bisa terjadi karena keakuratan dari alat
ukur sangat baik dan praktikan yang teliti dalam membaca alat ukur.
b. Hasil pengukuran VAB pada rangkaian kompleks pada saat saklar posisi
OFF, memiliki sedikit perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Ini
disebabkan oleh beberapa factor yaitu alat ukur yang kurang presisi,
kelembaban ruangan dan juga bisa dari kesalahan praktikan dalam
membaca alat ukur.
c. Hasil pengukuran IAB pada rangkaian kompleks pada saat saklar posisi OFF,
memiliki sedikit perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Ini
disebabkan oleh beberapa factor yaitu alat ukur yang kurang presisi,
kelembaban ruangan dan juga bisa dari kesalahan praktikan dalam
membaca alat ukur.
d. Hasil pengukuran VRL pada rangkaian kompleks pada saat saklar posisi
ON, memiliki sedikit perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Ini
disebabkan oleh beberapa factor yaitu alat ukur yang kurang presisi,
kelembaban ruangan dan juga bisa dari kesalahan praktikan dalam
membaca alat ukur.
e. Hasil pengukuran IRL pada rangkaian kompleks pada saat saklar posisi ON,
memiliki sedikit perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Ini
disebabkan oleh beberapa factor yaitu alat ukur yang kurang presisi,
kelembaban ruangan dan juga bisa dari kesalahan praktikan dalam
membaca alat ukur.
2. Pengukuran Rangkaian Ekivalen Metode Thevenin
a. Hasil pengukuran VRL dan IRL pada rangkaian ekivalen , memiliki sedikit
perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Dikarenakan resistor
memiliki nilai toleransi dan juga pada rangkaian itu praktikan
menggunakan resistor geser yang dimana resistor geser itu sangat sensitiv
sehingga hanya nilai mendekati yang praktikan ambil.
3. Pengukuran Rangkaian Ekivalen Metode Norton
a. Hasil pengukuran VRL dan IRL pada rangkaian ekivalen , memiliki sedikit
perbedaan dengan hasil perhitungan secara teori. Dikarenakan resistor
memiliki nilai toleransi dan juga pada rangkaian itu praktikan menggunakan
resistor geser yang dimana resistor geser itu sangat sensitiv sehingga hanya
nilai mendekati yang praktikan ambil.

G. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Dari pengukuran, dapat dilihat bahwa hasil teori dan praktek metode
Thevenin baik arus maupun tegangan memiliki perbedaan yang tidak jauh
beda. Hal ini dapat kita buktikan pada pengukuran R total secara teori dan
praktek dimana secara teori yaitu 687,5 ohm dan secara praktek 687 ohm
dengan presentase kesalahn yaitu sebesar 0,07% saja.
2. Pengukuran langsung dengan teori dalam metode Norton tidaklah jauh
beda. Sama halnya yang kita liat di metode thevenin, dimana tahanan total
yaitu 687 ohm, begitupun pada metode Norton ini mendapatkan hasil
yaitu 687 ohm secara praktek dan 687,5 ohm secara teori.
3. Metode yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Thevenin dan
Norton. Dari hasil percobaan, nilai arus dan tegangan pada kedua metode
tersebut tidaklah jauh beda contohnya pada IRL pada metode Norton 1,41
mA dan pada metode thevenin sebesar 1,44 mA . Dalam perhitungan
secara teori semua hasilnya sama besar. Yang membedakan hanya pada
pembagian kekhususannya, dimana metode Thevenin untuk mencari VTH
dan RTH sedangkan metode Norton untuk mencari IN dan RN.
H. DAFTAR PUSTAKA
https://djukarna.wordpress.com/2014/09/12/teori-rangkaian-thevenin-norton/
https://www.tneutron.net/elektro/teori-thevenin-dan-norton/
https://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_Thevenin
Soal 1
Berikan penjelasan singkat, perbandingan hasil pengukuran secara langsung dari
metode Thevenin dan Metode Norton
Jawaban
Dari data perbandingan pada tabel, dapat dilihat bahwa metode Thevenin dan
Norton memiliki hasil yang tidak jauh beda. Adapun dari keduanya juga terdapat
percobaan yang memiliki kesamaan pengukuran pada resistansi yang sama.
Misalnya dapat diperhatikan pada tabel 5.6 dan tabel 5.7 memiliki kesamaan nilai
resistansi total.

Soal 2
Apa fungsi R1 pada gambar 4.3 ?
Jawaban
Sebagai RN , dan akan menimbulkan arus yang akan menentukan besar IN yang
akan digunakan pada rangkaian ekivalen Norton.

Soal 3
Apa yang terjadi jika besar R1 diganti dengan, R1 = 1KΩ, R1 = 10 KΩ, dan R1 =
0 ΩK
Jawaban[[p
Jika R1 = 2K2 Ω, diganti dengan 1KΩ
Maka, RN = 1KΩ || 1KΩ
= 500 Ω
Jika R1 = 2K2 Ω, diganti dengan 10KΩ
Maka, RN = 1KΩ || 10KΩ
= 909, 10 Ω
Jika R1 = 2K2 Ω, diganti dengan 1KΩ
Maka, RN = 1KΩ || 0Ω
=0Ω
Pada dasarnya, jika R1 diganti dengan hambatan yang kecil, maka besar RN akan
makin besar. Tapi sebaliknya, jika R1 diganti dengan hambatan yang besar maka
RN akan menjadi lebih kecil. Namun jika R1 diganti dengan hambatan 0Ω, maka
hasil RN-nyapun sama dengan 0Ω
Soal 4
Jelaskan perbedaan antara metode Thevenin dan metode Norton !
Jawaban
Yang membedakan teori Norton dengan Thevenin adalah penggunaan sumber arus
pada teori Norton dan sumber tegangan pada teori Thevenin. Pada teori Norton
hambatan dipasang paralel dengan sumber arus sedangkan pada teori Thevenin
Hambatan dipasang seri dengan sumber tegangan. Pada saat mencari VTH, RL pada
rangkaian tersebut di Open circuit. Sedangkan pada metode Norton RL di Short
circuit untuk mendapatkan IN.