Anda di halaman 1dari 11

KASUS KEBIDANAN DALAM MELAKUKAN BIMBINGAN

ROUNDE TEACHING DAN CASE STUDY

MAKALAH

OLEH

HERLIANA
1801032381

KELAS B EKSTENSI

DOSEN : NURRAHMATON, SST,M.Kes

PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN


FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN
INSTITUT KESEHATAN HELVETIA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga berhasil menyelesaikan makalah
ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Kasus Kebidanan
Dalam Melakukan Bimbingan Rounde Teaching dan Case Study”.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai
segala usaha kita. Amin.

Medan, 17 April 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR .................................................................................. i


DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ................................................................... 1
1.2. Tujuan ................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 2


2.1. Kasus Kebidanan Dalam Melakukan Bimbingan ................ 2
2.1.1 Bimbingan Rounde Teaching ............................................. 3
2.1.2 Case Study .......................................................................... 5

BAB III KESIMPULAN .......................................................................... 7


3.1. Kesimpulan ........................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktik klinik yang efektif dituntut untuk mampu memberikan pelayanan

kesehatan yang profesional, dinamis, menyeluruh dengan sistem pelayanan

kesehatan yang terpadu dalam menyelesaikan masalah yang hampir tidak

ada pemecahannya. Seorang tenaga kesehatan dituntut untuk mampu melakukan

perencanaan harian dalam menyelesaiakan masalah.

Pembelajaran Praktik adalah suatu proses transformasi menjadi seorang

bidan professional yang memberi kesempatan untuk beradaptasi dengan perannya

sebagai bidan professional di situasi nyata pada pelayanan kesehalan. Studi

asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pemecahan masalah dimana

peserta didik melakukan pengkajian secara mendalam dan menyeluruh mengenai

masalah klinik yang mendasari para perencanaan pelaksanaan dan evaluasi

terhadap tindakan yang dilakukan.

1.2 Tujuan

Tujuan dari tugas ini adalah untuk memenuhi tugas dalam pemenuhan materi dan

peingkatan nilai mata kuliah metodik khusus.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kasus Kebidanan Dalam Melakukan Bimbingan Rounde Teaching

dan Case Study

Studi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pemecahan masalah

dimana peserta didik melakukan pengkajian secara mendalam dan

menyeluruh mengenai masalah klinik yang mendasari para perencanaan

pelaksanaan dan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan. Studi ini dapat

dilakukan pada pasien kelompok maupun keluarganya.

Prinsip yang digunakan :

a. Peserta didik harus dibimbing dalam menulis pasien studi asuhan

keperawatan, pemilihan tersebut harus sesuai dengan kemampuan peserta

didik

b. Peserta didik harus dibekali dengan bahan perujukan dengan yang cukup

agar asuhan keperawatan yang efektif

c. Studi asuhan keperawatan itu harus dapt dilihat dan digunakan sebagi

bagian integral dari pengalaman dilapangan

d. Pedoman asuhan keperawatan harus sesuai dengan petunjuk dasar pada

format asuhan yang tertulis.

e. Studi asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan menggabungkan

dengan metode lain seperti komprehensip atau nursing klinik

2
f. Laporan asuhan keperawatan harus dicek, dievaluasi, dikomentari sesuai

dengan petunjuk yang ada.

2.1.1 Bimbingan Rounde Teaching

Ronde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang

memungkinkan peserta didik menstranfer dan mengaplikasikan pengetahuan

teoritis kedalam praktik kebidanan langsung.

a. Karakteristik

1. Klien dilibatkan langsung

2. Klien merupakan fokus kegiatan mahasisiwa

3. Mahasiswa dan pembimbing melakukan diskusi

4. Pembimbing memfasilitasi kreaktifitas mahasiswa adanya ide-ide baru.

5. Pembimbing klinik membantu mengembangkan kemampuan peserta didik

untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.

b. Kelemahan

Klien dan keluarga merasa kurang nyaman dan privacy tergangu.

c. Tujuan Ronde Keperawatan

1. Menumbuhkan cara berpikir kritis

2. Menumbuhkan pemikiran bahwa tindakan keperawatan berasal dari masalah

klien.

g. Meningkatkan pola pikir sistematisMeningkatkan validitas data klien

3
3. Menilai kemampuan menentukan diagnosa keperawatan.

4. Menilai kemampuan membuat justifikasi

5. Menilai kemampuan menilai hasil kerja

6. Menilai kemampuan memodifikasi rencana keperawatan.

d. Peran/tugas Peserta Didik

1. Menjelaskan data demografi

2. Menjelaskan masalah keperawatan utama

3. Menjelaskan intervensi yang dilakukan

4. Menjelaskan hasil yang didapat

5. Menentukan tindakan selanjutnya

6. Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang diambil

e. Peran Pembimbing

1. Membantu peserta didik untuk belajar.

2. Mendukung dalam proses pembelajaran

3. Memberikan justifikasi

4. Memberikan Reinforcement

5. Menilai kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan serta rasional

tindakan.

6. Mengarahkan dan mengoreksi.

h. Mengintegrasikan teori, dan konsep yang telah dipelajari.

4
f. Masalah

1. Berorientasi pada prosedur kebidanan.

2. Persiapan sebelum praktik kurang memadai

3. Belum ada keseragaman tentang hasil ronde kebidanan.

4. Belum ada kesepakatan tentang rmodel ronde kebidanan.

2.1.2 Case Study

Studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu

orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu.

a. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Studi Kasus

1. Pemilihan kasus : dalam pemilihan kasus hendaknya dilakukan secara

bertujuan (purposive) dan bukan secara rambang.

2. Pengumpulan data : teknik pengumpulan data dalam penelitian kasus

adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi.

3. Analisis data : setelah data terkumpul peneliti dapat mulai mengagregasi,

mengorganisasi, dan mengklasifikasi data menjadi unit-unit yang dapat

dikelola.

4. Perbaikan (refinement) : dilakukan penyempurnaan atau penguatan

(reinforcement) data baru terhadap kategori yang telah ditemukan.

5. Penulisan laporan : laporan hendaknya ditulis secara komunikatif, rnudah

dibaca, dan mendeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas,

sehingga memudahkan pembaca untuk memahami seluruh informasi

penting.

5
b. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Studi Kasus

1. Kelebihan

a) Pendekatan studi kasus biasanya lebih fleksibel karena disainnya memang

ditujukan untuk mengeksplorasi suatu permasalahan.

b) Pembelajaran yang Penekanan pada Pemahaman Konteks.

Luaran dari studi seperti ini adalah apa yang disebut thick description

yakni deskripsi mendalam tentang suatu persoalan atau kelompok orang

dan segala konteks terkait permasalahan atau kelompok orang tersebut.

2. Kelemahan

a) Pembelajaran studi kasus seringkali dipandang kurang ilmiah atau pseudo

scientific karena pengukurannya bersifat subjektif atau tidak bisa

dikuantifisir.

b) Karena masalah interpretasi subjektif pada pengumpulan dan analisa data

studi kasus, maka mengerjakan pekerjaan ini relative lebih sulit dari

penelitian kuantitatif.

c) Masalah generalisasi. Karena skupa penelitian baik issu maupun jumlah

orang yang menjadi target kajian studi kasus sangat kecil, kemampuan

generalisasi dari temuan pada studi kasus adalah rendah.

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengalaman belajar klinik dan lapangan merupakan proses pembelajaran

yang penting diberikan untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan

profesional. Melalui pengalaman belajar klinik dan lapangan diharapkan dapat

membentuk kemampuan akademik dan profesional, mampu mengembangkan

ketrampilan dalam memberikan pelayanan atau asuhan yang sesuai dengan

standar serta dapat berorientasi dengan peran profesional.

Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk

mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat,

disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan

keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat

primer atau konselor, kepala ruangan, perawat associate yang perlu juga melibatkan

seluruh anggota tim. Studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu

latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu

peristiwa tertentu.

7
DAFTAR PUSTAKA

Bastable, S.B (2002).Perawat sebagai pendidik: sprinsip – prinsip pengajaran


dan pembelajaran, alih bahasa Gerda W. Jakarta: EGC

Relly, D.E & Obermann,M.H (2002). Pengajaran Klinis dalam pendidikan


keperawatan, alih bahasa Eni Noviestari. Jakarta: EGC

Waluyo, A.(2005). Metode Pengajaran Klinik Keperawatan. Makalah pelatihan


bimbingan klinik FIK – UI.Tidak dipublikasikan.