Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA

DOSEN PENGAMPU : Ita khairani, S.Pd.,M.Hum

CRITICAL JOURNAL REVIEW

OLEH:

NAMA : Dhinta Dwi Yulianti

NIM : 4172141003
JURUSAN : PENDIDIKAN BIOLOGI
KELAS : BIOLOGI DIK A'17

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2018
I. Pengantar
Indonesia sebagai negara yang berbhineka tunggal ika sesungguhnya kaya akan budaya
dan kesenian tradisional di tiap-tiap daerah. Keanekaragaman seni budaya tersebut dapat
dilihat dari aspek bahasa, kesenian, dan adat istiadat. Namun ironisnya, generasi muda
sebagai penerus budaya tidak begitu banyak yang berminat melestarikan maupun sekedar
mempelajari seni budaya lokal. Bangsa Indonesia, masyarakat Jawa khususnya tidak
menyadari bahwa banyak budaya dan kesenian modern terutama yang berasal dari negara
asing sangat berpengaruh bagi pola pikir generasi muda. Persoalan ini sangat berkaitan
dengan kondisi bangsa Indonesia yang belum juga lepas dari krisis sejak tahun 1997.
Generasi muda sebagai penerus pembangunan hendaknya memiliki rasa bangga dan jiwa
kepahlawanan dalam menyikapi suatu masalah. Sikap tersebut dapat dimulai dengan rasa
bangga dan mencintai seni budaya. Melalui seni seseorang belajar peka terhadap
lingkungannya. Hingga sekarang ini, bangsa Indonesia telah mengalami krisis multidimensi.
Berawal dari krisis moneter(ekonomi), krisis politik hingga krisis moral yang semakin
menjadikan bangsa Indonesia terpuruk. Persoalan tersebutlah yang melatarbelakangi
munculnya gagasan penelitian tentang peran lirik lagu dolanan sebagai salah satu dari seni
sastra tradisional di Jawa Tengah dalam mewujudkan semangat persatuan dan kebangsaan.
Alasan lain karena hingga saat ini lagu dolanan cenderung dianggap sebagai lagu permainan
semata. Melalui pendekatan hermeneutik fenomenologi penelitian ini mencoba mengungkap
simbol dan makna dalam lirik lagu-lagu dolanan di Jawa Tengah. Simbol dan makna lirik
lagu dolanan tersirat dalam pendidikan ketuhanan, budi pekerti, dan kehidupan berbangsa
dan bertanah air. Implementasi simbol dan makna kebangsaan lagu dolanan dalam
pendidikan formal (sekolah) dapat dilakukan melalui pengajaran apresiasi sastra pada Mata
Pelajaran Bahasa Jawa. Di dalam pendidikan non formal (keluarga, masyarakat: komunitas
seni, sanggar seni, seniman) bentuk implementasi yang ditempuh sebagai upaya sosialisasi,
dilakukan dengan mengaplikasikan lagu-lagu dolanan baik bagi anak-anak maupun orang
dewasa. Sehingga lagu dolanan bukan lagi dianggap lagu dolanan anak semata, tetapi
merupakan seni sastra tradisi milik seluruh masyarakat. Kerjasama yang harmonis antara
orang tua, lingkungan, lembaga terkait, dan pemerintah akan berandil amat besar bagi
kelestarian seni budaya daerah yang merupakan sumber aset budaya nasional.
II. Ringkasan
Aspek pendidikan berbangsa dan bertanah air dalam konteks ini dimaksudkan bahwa
terdapat beberapa unsur dalam lirik lagu dolanan yang mengarah secara langsung dalam
mendidik atau memberi pengetahuan hidup sebagai warga negara yang bertanah air
Indonesia. Aspek pendidikan ini muncul terutama dalam unsure persatuan, patriotisme, cinta
tanah air, harapan kemerdekaan.

Unsur persatuan misalnya terdapat dalam lirik lagu Gugur Gunung berbunyi sayuk rukun
bebarengan ro kancane yang memiliki makna sikap kebersamaan, sedangkan lirik yang
berbunyi holobis kontul baris bermakna kebersamaan, tertib, dan kompak yang dianalogikan
dengan kontul yaitu hewan sejenis burung yang ada di sawah-sawah berbaris rapi. Judul
Gugur Gunung itu sendiri sudah merupakan konsep filosofis yang bermakna gotong royong.
Gotong royong atau kerjasama tidak mungkin terwujud jika kerukunan terbengkalai. Dengan
adanya kerukunan antardaerah maka persatuan dan integritas bangsa akan terwujud.

Pendidikan berbangsa melalui unsur patriotisme muncul dalam lirik lagu Kembang
Jagung yang berbunyi jok na sabalamu ora wedi dan dipertegas dengan syair berikutnya iki
lho dhadha Satria iki lho dhadha Janaka. Meski terkesan besar hati atau membanggakan diri
sendiri, namun kata satria mengarah pada penunjukan seorang pembela kebenaran siap sedia
membela bangsa. Lirik ini memberikan nilai pendidikan agar generasi muda diajarkan
bersikap kesatria dan memiliki tekad bela negara.

Judul Jurnal : SIMBOL DAN MAKNA KEBANGSAAN DALAM LIRIK LAGU-


LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH DAN IMPLEMENTASINYA
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Nama Jurnal : Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra

Penulis : Ucik Fuadhiyah

Volume :7

Tahun Terbit : Januari 2011

Garis-garis besar isi Jurnal :

Simbol dan makna, lirik lagu dolanan, pendidikan formal dan non formal
III. Keunggulan Penelitian

1. Kegayutan antarelemen : Penjelasan antar elemennya sangat jelas, karena


dijelaskan setiap metode-metode penelitiannya, dan
ada tabel penelitiannya.

2. Originalitas Temuan : Sudah baik.


3. Kemutakhiran Masalah : Sudah baik dikarenakan tahun keluaran jurnal dia
atas tahun 90-an.

4. Kohesi dan Koherensi isi Penelituan : Memiliki sistematis dan tabel hasil penelitian.

IV. Kelemahan Penelitian

1. Kegayutan antarelemen : kekurangan yang berhubngan dengan keterkaitan


antar elemen tidaklah ada, karena dapat dipahami
poin-poin dari penjelasan yang dijelaskan pada
jurnal ini

2. Originalitas Temuan : Tidak ada, karena temuan di jurnal ini sudah baik

3. Kemutakhiran Masalah : Sudah baik, tidak ada yang kekurangan di


kemutakhiran masalah.

4. Kohesi dan Koherensi isi Penelitian : Tidak terlampirnya dokumentasi, sehingga tidak
terlengkapi hsil penelitian jurnal ini.

V. Implikasi terhadap

1. Teori : Teori yang ditulis dan dijadikan sebagai referensi


pada jurnal sangatlah baik dan untuk teori sudah
sangat baik.

2. Program Pembangunan di Indonesia : Untuk program pembangunan Indonesia sendiri itu


bermanfaat dalam dunia pendidikan, dan
pengenalan bahasa daerah.
3. Pembahasan dan Analisis : Untuk pembahasan dan analisis sendiri pada jurnal
ini sudah baik.

VI. Simpulan dan Saran

Simpulan :
(1) Simbol dan makna lirik lagu dolanan sebagai wujud semangat kebangsaan mempunyai
kontribusi dan relevansi dalam aspek pendidikan yaitu pendidikan berbangsa dan bertanah air,
pendidikan budi pekerti, dan pendidikan sosial budaya.
(2) Implementasi simbol dan makna kebangsaan lagu dolanan dalam pendidikan formal(sekolah)
dapat dilakukan melalui pengajaran apresiasi sastra pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa. Di dalam
pendidikan non formal(keluarga, masyarakat: komunitas seni,
sanggar seni, seniman) bentuk implementasi yang ditempuh sebagai upaya sosialisasi,
dilakukan dengan mengaplikasikan lagu-lagu dolanan baik bagi anak-anak maupun orang
dewasa. Sehingga lagu dolanan bukan lagi dianggap lagu dolanan anak semata, tetapi merupakan
seni sastra tradisi milik seluruh masyarakat.
Saran : Jurnal ini sudah bagus, tinggal hanya menambahkan gambar atau dokumentasi
penelitian agar lebih mutakhir.

Referensi :

Ucik Fuadhiyah, (2011). SIMBOL DAN MAKNA KEBANGSAAN DALAM LIRIK LAGU-
LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH DAN IMPLEMENTASINYA
DALAM DUNIA PENDIDIKAN. Universitas Negeri Semarang: Lingua
Jurnal Bahasa dan Sastra. Volume VII/1.
I. Pengantar
Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya kemampuan siswa dalam memahami dan
menggunakan kalimat efektif. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:1) Bagaimana tingkat
kebakuan bahasa Indonesia pada artikel pendidikan dalam koran Galamedia ditinjau dari aspek
kalimat efektif? 2) Bagaimana bentuk kesalahan pemakaian kalimat bahasa Indonesia pada
artikel pendidikan dalam koran Galamedia ditinjau dari aspek kalimat efektif? 3) Bagaimana
pemanfaatan hasil analisis tingkat kebakuan pemakaian bahasa Indonesia pada artikel pendidikan
dalam koran Galamedia ditinjau dari aspek kalimat efektif sebagai bahan ajar bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari proses di atas diperoleh data,
bahwa setelah dilakukannya analisis pada kebakuan kalimat dan kesalahan kalimat dalam artikel
Galamedia, kemudian dijadikan bahan ajar, siswa mampu menentukan kalimat efektif dan tidak
efektif. Keberhasilan dapat dilihat dari hasil 10 siswa yang mampu menjawab instrumen yang
penulis ujicobakan. Bahan ajar berbentuk modul tersebut sudah valid karena telah divalidasi
berdasarkan pertimbangan kriteria pemilihan bahan ajar yang baik. Bahan ajar modul hasil
analisis dari artikel Galamedia dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan
kemampuan menggunakan kalimat efektif pada siswa kelas VII.

II. Ringkasan
Deskripsi data berfungsi menjabar-kan hasil analisis tingkat kebakuan bahasa Indonesia pada
artikel Gala-media ditinjau dari aspek kalimat efek-tif. Data hasil penelitian diperoleh dari
sampel sepuluh orang siswa kelas VII serta kuesioner yang ditujukkan kepada beberapa guru.
Penulis mengujicobakan keefektifan modul kepada guru MTs. yang berjum-lah 3 orang.
Sebelum penulis menguji-cobakan modul, penulis menyusun lembar penilaian modul berupa
angket (kuesioner). Kuesioner berisi beberapa aspek yang harus dinilai berdasarkan kriteria
bahan ajar yang baik. Kriteria yang dinilai dari modul tersebut menca-kup aspek tuntutan
kurikulum, tuntutan bahasa, dan tuntutan psikologis.
Angket/kuesioner tersebut dibe-rikan kepada masing-masing tiga orang guru dan diisi sesuai
dengan penilaian terhadap bahan ajar modul. Angket ter-sebut diberikan bertujuan untuk menge-
tahui apakah modul sudah memenuhi kriteria penyusunan bahan ajar atau bah-kan sebaliknya.
Berikut akan disam-paikan hasil ujicoba modul berupa peni-laian isi modul kepada guru bahasa
Indonesia.
Judul Jurnal : ANALISIS TINGKAT KEBAKUAN BAHASA INDONESIA PADA
ARTIKEL GALAMEDIA DITINJAU DARI ASPEK KALIMAT
EFEKTIF SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR
BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII
Nama Jurnal : LITERASI, Jurnal Ilmiah Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Penulis : Syifa Nuraini Latifah dan Guru SMK 5 Bandung
Volume :7

Tahun Terbit : Juli 2017

Garis-garis besar isi Jurnal :

artikel Galamedia, kalimat efektif, dan bahan ajar.

III. Keunggulan Penelitian

1. Kegayutan antarelemen : Penjelasan antar elemennya sangat jelas, karena


dijelaskan setiap metode-metode penelitiannya, dan
ada penjelasan disetiap objek pertama sampai
seterusnya.

2. Originalitas Temuan : Sudah baik.


3. Kemutakhiran Masalah : Sudah baik dikarenakan tahun keluaran jurnal dia
atas tahun 90-an.

4. Kohesi dan Koherensi isi Penelituan : Memiliki sistematis dan contoh hasil penelitian.

IV. Kelemahan Penelitian

1. Kegayutan antarelemen : kekurangan yang berhubngan dengan keterkaitan


antar elemen tidaklah ada, karena dapat dipahami
poin-poin dari penjelasan yang dijelaskan pada
jurnal ini

2. Originalitas Temuan : Tidak ada, karena temuan di jurnal ini sudah baik
3. Kemutakhiran Masalah : Sudah baik, tidak ada yang kekurangan di
kemutakhiran masalah.

4. Kohesi dan Koherensi isi Penelitian : Tidak terlampirnya dokumentasi, sehingga tidak
terlengkapi hsil penelitian jurnal ini.

V. Implikasi terhadap

1. Teori : Teori yang ditulis dan dijadikan sebagai referensi


pada jurnal sangatlah baik dan untuk teori sudah
sangat baik.

2. Program Pembangunan di Indonesia : Untuk program pembangunan Indonesia sendiri itu


bermanfaat dalam dunia pendidikan, dan penulisan
suatu karya tulis yang memiliki bahasa baku.

3. Pembahasan dan Analisis : Untuk pembahasan dan analisis sendiri pada jurnal
ini sudah baik.

VI. Simpulan dan Saran

Simpulan :
Dari hasil pengumpulan data, pen-deskripsian dan pembahasan hasil pene-litian
mengenai Analisis Tingkat Keba-kuan Bahasa Indonesia pada Artikel Galamedia Ditinjau dari
aspek Kalimat Efektif serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Siswa kelas
VII, penulis dapat menarik kesim-pulan sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil analisis penulis terhadap tingkat kebakuan bahasa Indonesia pada artikel
Galamedia ditinjau dari aspek kalimat efektif, penulis menemukan kebakuan kali-mat yang
sudah terpenuhi sesuai dengan syarat-syarat keefektifan ka-limat. Sampel yang penulis gunakan
pada penelitian adalah enam buah artikel pendidikan pada koran Gala-media. Tingkat kebakuan
bahasa In-donesia yang dianalisis pada pene-litian ini adalah kebakuan kalimat ditinjau dari
aspek kalimat efektif. Keefektifan kalimat memiliki sya-rat-syarat yaitu kesepadanan struk-tur,
kevariasian, keparalelan, pene-kanan dan ketegasan makna. Syarat kalimat efektif yang sudah
terpenuhi pada enam artikel yang dianalisis penulis sudah mencakup keselu-ruhan syarat kalimat
efektif yang penulis kemukakan. Syarat keefek-tifan yang banyak ditemukan pada artikel adalah
kesepadanan struktur. Dengan kata lain, artikel pendidikan dalam koran Galamedia secara garis
besar sudah baku dalam pemakaian kalimatnya.
2. Berdasarkan hasil analisis penulis terhadap bentuk kesalahan yang di-temukan pada artikel
pendidikan dalam koran Galamedia, penulis menemukan masih terdapat kalimat yang
mengandung kesalahan dan tidak memenuhi syarat kebakuan kalimat. Kesalahan kalimat dilihat
dari faktor-faktor penyebab ketidak
efektifan kalimat berupa kontami-nasi atau kerancuan, ambiguitas atau keambiguan,
ketidakjelasan subjek, kemubaziran preposisi dan ketidak-tepatan bentuk dan makna kata. Dari
enam buah artikel, masih terdapat beberapa kesalahan yang ditemukan dan menyebabkan kalimat
menjadi tidak efektif. Kesalahan pemakaian kalimat yang ditemukan pada tiap artikel sebagian
besar disebabkan oleh keambiguan makna dan ke-tidaktepatan unsur inti kalimat.
3. Hasil analisis terhadap kebakuan kalimat pada artikel Galamedia dan bentuk kesalahan yang
ditemukan dijadikan sebuah bahan ajar berben-tuk modul. Sebelum menyusun ba-han ajar
modul, penulis memper-timbangkan terlebih dahulu kriteria pemilihan bahan ajar yang baik un-
tuk siswa SMP/MTS sesuai dengan tuntutan kurikulum, aspek bahasa dan aspek psikologis.
Modul berisi petunjuk belajar, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan
pembelajaran, lembar kerja siswa dan kunci jawaban. Modul divali-dasi terlebih dahulu oleh
validator dan dinilai oleh guru sebelum diuji-cobakan kepada siswa. Hasil peni-laian validator
dan guru terhadap ba-han ajar yang disusun penulis sudah sangat baik dari aspek tuntutan kuri-
kulum karena keempat penilai memberikan poin terbesar yaitu 5, juga sudah baik dari aspek
bahasa dan psikologis karena keempat peni-lai memberikan poin 4. Berdasarkan jawaban siswa
pada lembar kerja siswa, penulis simpulkan bahwa dengan bahan ajar berbentuk modul yang
penulis berikan, siswa sudah mampu membedakan kalimat yang sudah efektif dan belum efektif.
Hal tersebut dapat dilihat dari ketepatan sepuluh orang siswa yang mampu menentukan kalimat
yang sudah me-
menuhi syarat kesepadanan struktur, keparalelan, kevariasian, penekanan dan ketegasan makna.
Begitu juga dengan kalimat yang belum efektif, mereka sudah mampu menentukan-nya
berlandaskan teori mengenai faktor penyebab ketidakefektifan kalimat.
Saran : Jurnal ini sudah bagus, tinggal hanya menambahkan gambar atau dokumentasi
penelitian agar lebih mutakhir.

Referensi :

Syifa Nuraini Latifah dan Guru SMK 5 Bandung, (2017). ANALISIS TINGKAT KEBAKUAN
BAHASA INDONESIA PADA ARTIKEL GALAMEDIA DITINJAU DARI
ASPEK KALIMAT EFEKTIF SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII.
LITERASI, Jurnal Ilmiah Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Vol.7,
No.2. Juli 2017 e-ISSN 2549-2594.Email: syifanurainilatifah@gmail.com