Anda di halaman 1dari 6

Legal Memorandum :

PT. Newmont Nusa Tenggara

Tugas Mata Kuliah


Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional

Jurusan Hukum Internasional

Oleh:

Olivia Angelica Suhendro - 11000118410010

MAGISTER ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
PT. Newmont Nusa Tenggara menggugat Pemerintah
Indonesia

1. Statement of Assignment

Disusun Oleh : Olivia Angelica Suhendro, Mahasiswi Magister Ilmu

Hukum, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

2. Issues

Adanya pemberlakuan UU Minerba, UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral

dan Batubara, sepatutnya juga diterapkan oleh pihak PT. Newmont Nusa Tenggara,

menyebabkan konflik. PT. Newmont Nusa Tenggara mengajukan gugatan kepada

Arbitrase di ICSID dikarenakan bila UU itu tetap diberlakukan, rencananya 12 Januari

2014 mendatang, maka 4300 karyawan PT NNT dan 4500 karyawan sub kontraktor yang

bekerja di proyek Batu Hijau PTNNT terancam tak lagi bekerja akibat peraturan tersebut.

Pihak Indonesia menekan PT. Newmont Nusa Tenggara untuk mencabut gugatan

tersebut.

3. Brief Answer

PT. Newmont Nusa Tenggara mencabut gugatan terhadap Indonesia di ICSID.

4. Statement of Facts

Ribuan karyawan PT Newmont Nusa Tenggara melakukan demonstrasi di kantor

bupati Sumbawa Barat untuk menolak pemberlakuan UU minerba no 4 tahun 2009, yang

diberlakukan januari 2014, tentang pelarangan ekspor konsentrat. PT. Newmont Nusa

Tenggara merumahkan karyawan dan melakukan pemotongan gaji untuk menekan biaya

oprasional perusahaan.

Page 2
UU minerba nomor 4 tahun 2009 yang berisi tentang pelarangan ekspor konsentrat /

bahan mentah dan mewajibkan setiap perusahaan membangun smelter. PT Newmont

telah menyetujui melakukan pembangunan smelter sesuai dengan yang dimaksud UU

minerba. Pembangunan smelter merupakan perkara yang memerlukan pemerintah

menyiapkan infrastruktur di wilayah yang akan di bangun smelter. Pembangunan smelter

diperkirakan membutuhkan waktu dan PT. Newmont Nusa Tenggara memita kelonggaran

kepada pemerintah untuk tetap diberlakukannya ekspor bahan mentah dengan persentase

penurunan bea ekspor. Hal tersebut dikarenakan smelter atau tempat pemurnian yang ada

di Indonesia seperti PT Smelting Gersik di jawa timur hanya mampu menampung dan

memurnikan konsentrat sejumlah 30% - 40% dari hasil produksi PT Newmont dan PT

Freeport. PT Newmont mengalami kerugian, dan akan berdampak pada pemutusan

hubungan kerja besar – besaran, sehingga akan menimbulkan dampak sosial ekonomi

yang besar.

PT Newmont Nusa Tenggara dan pemegang saham mayoritasnya, Nusa Tenggara

Partnership B.V. (NTPBV), suatu badan usaha yang terdaftar di Belanda, mengajukan

gugatan arbitrase internasional terhadap Pemerintah Indonesia terkait larangan ekspor.

Dalam gugatan arbitrase yang diajukan PT Newmont Nusa Tenggara menyatakan

maksudnya untuk memperoleh putusan sela yang mengizinkan PTNNT untuk dapat

melakukan ekspor konsentrat tembaga agar kegiatan tambang Batu Hijau dapat

dioperasikan kembali. Keputusan untuk menghentikan dan menarik arbitrase muncul

setelah komitmen dari pejabat pemerintah untuk membuka negosiasi formal dan

mengadakan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PTNNT

atas penghentian tuntutan arbitrase.

Page 3
Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Riza Damanik menilai, gugatan

PT Newmont Nusa Tenggara tersebut bisa membahayakan kedaulatan Indonesia karena

penerapan Bilateral Investment Treaties (BIT) yang memberikan perlindungan kuat bagi

investor asing. Atas gugatan PT Newmont Nusa Tenggara, selain menghapus perjanjain

BIT, pemerintah juga mengancam akan mengkaji poin-poin penting perjanjian kontrak

karya dan akan berpengaruh terhadap proses renegosiasi. Proses renegosiasi akan

diberhentikan sementara waktu oleh pemerintah.

Dalam perkara No. ARB/12/14 and ARB/12/40, Komite ICSID yang terdiri dari Judge

Dominique Hascher, Professor Karl-Heinz Böckstiegel dan Professor Jean Kalicki

(Komite ICSID) mengeluarkan putusan yang memenangkan Republik Indonesia dengan

menolak semua permohonan annulment of the award yang diajukan oleh Para Penggugat,

PT Newmont Nusa Tenggara.

Kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu 3 September 2014 berupa nota

kesepahaman (MoU) amandemen kontrak. MoU akan dilanjutkan penandatanganan Izin

Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai pengganti kontrak karya. Kesepakatan yang

ditandatangani pada Rabu (3/9) malam itu baru berupa nota kesepahaman (MoU)

amandemen kontrak. Nantinya, MoU akan dilanjutkan penandatanganan Izin Usaha

Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai pengganti kontrak karya. kewajiban membangun

pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) disertai menyetor uang jaminan 25 juta dolar

AS, pengurangan luas lahan dari 87.000 menjadi 66.422 ha, divestasi 51 persen, dan

penggunaan komponen dalam negeri. Newmont akan dikenakan bea keluar atas ekspor

konsentrat sebesar 7,5 persen. Newmont juga dikenakan membayar iuran tetap (deadrent)

dua dolar AS per hektar.

Page 4
5. Analysis Discussion

Pelaksanaan UU Minerba yang diterapkan Indonesia karena ada suatu maksud demi

kebaikan bangsa, dalam pemberlakuannya PT Newmont Nusa Tenggara yang berusaha

menyesuaikan dengan mengikuti untuk pembuatan smelter, dalam prosesnya mengalami

kendala diaman butuh penyesuaikan dalam kegiatan produksi juga dalam kegiatan biaya

yang dibutuhkan untuk penerapan peraturan yang baru. Dampak yang terjadi pada PT

Newmont Nusa Tenggara, mengalami keguncangan hingga berakibat menutup atau

menghentikan kegiatan produksi, dimana berdampak pula pada pengkerajaan karyawan

guna menstabilkan beban biaya tertanggung.

Dampak yang besar PT Newmont Nusa Tenggara juga akan berpengaruh pada pihak

nasional, karena Inodnesia mendapat devisa negara dari hasil produksi PT Newmont

Nusa Tenggara, dan banyak tenaga kerja Indonesia terutama di Nusa Tenggara Barat

yang memperoleh pekerjaan dari aktivitas PT Newmont Nusa Tenggara. Pihak PT

Newmont Nusa Tenggara yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan kinerja

perusahaan mengajukan gugatan demi memperoleh solusi untuk kelangsungan PT

Newmont Nusa Tenggara. Langkah yang diambil dengan gugatan ke arbitrase bertujuan

agar memperoleh kemenangan untuk menuntut kesempatan agar dapat memperoleh

keringanan dari pihak Indonesia. Namun, langkah mengajukan gugatan tersebut, akan

mengancam pihak Indonesia jadi dengan mempersiapkan diri, pihak Indonesia

mengajukan beberapa ancaman guna PT Newmont Nusa Tenggara mencabut gugatan,

guna memperoleh Kontrak Karya yang dapat jalan terang untuk dapat berlanjut.

Indonesia menekankan apabila meneruskan gugatan pada arbitrase, akan menutup atau

membatalkan Kontrak Karya dalam PT Newmont Nusa Tenggara.

Page 5
6. Conclusion

Dalam perjanjian yang berskalakan luas, yakni melibatkan negara lain dalam kerja

sama, perlu adanya pertimbangan tiap langkah yang ditempuh. Tidak hanya

mementingkan menang atau kalah, namun jalinan hubungan baik yang sebisa mungkin

untuk dijaga. Pada kasus PT Newmont Nusa Tenggara yang dijabarkan diatas. Ada

polemik antara pihak Indonesia dengan pihak penggugat, dimana Indonesia yang

memiliki wewenang untuk mencanangkan peraturan baru, sebagai rekan kerja sama pihak

PT Newmont Nusa Tenggara harus mentaati. Namun karena pihak PT Newmont Nusa

Tenggara mengalami guncangan, pihak Indonesia juga perlu menganalisa dampak yang

timbul dialami oleh PT Newmont Nusa Tenggara, yang juga akan menarik pihak

Indonesia dalam kerugian juga. Dengan demikian, baik pihak Indonesia dan pihak

penggugat sama-sama terikat hubungan kerja sama dengan berbagai ketentuan yang telah

disepakati dalam perjanjian Kontrak Karya, perlu saling menjaga dan menghargai

hubungan kerja sama yang telah terbangun. Pihak Indonesia memberikan tekanan

terhadap pihak penggugat guna menekan perkembangan polemik agar tidak terlalu besar,

dan pihak penggugat setuju untuk mencabut gugatan guna terjadi renegosiasi, dan turut

mempeertimbangkan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan sejenis dalam

menangani persoalan sejenis, PT. Freeport. Akhirnya, dengan adanya kesamaan persepsi

untuk menjaga hubungan kerja sama, pihak penggugat dan Indonesia melakukan

penandatanganan MoU, guna menangani persoalan secara bersama-sama.

Page 6