Anda di halaman 1dari 38

- 11 -

LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 101 TAHUN 2018
TENTANG STANDAR TEKNIS PELAYANAN DASAR PADA STANDAR
PELAYANAN MINIMAL SUB-URUSAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN/KOTA

TEKNIS PEMENUHAN PELAYANAN DASAR SUB-URUSAN BENCANA

Standar teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub-urusan bencana daerah kabupaten/kota disusun
untuk memenuhi hak konstitusional Warga Negara, melalui tahapan 1) pengumpulan data secara empiris dengan tetap mengacu
secara normatif sesuai standar teknis, 2) perhitungan pemenuhan kebutuhan Pelayanan Dasar, 3) penyusunan rencana
pemenuhan Pelayanan Dasar, 4) pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar. Tahapan pencapaian dimaksud, dilakukan oleh
Pemerintah Daerah dan bukan oleh Kementerian terkait. Sesuai dengan Pasal 9 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun
2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, pelayanan dasar sub-urusan bencana terdiri dari: pelayanan informasi rawan bencana,
pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana dan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana. Berikut
uraian Standar Teknis Pelayanan Dasar pada SPM Sub-Urusan bencana daerah kabupaten/kota.
1. Pelayanan Informasi Rawan Bencana
a. Pengertian
Pelayanan informasi rawan bencana adalah pelayanan informasi tentang bagian wilayah kabupaten/kota rawan bencana,
kepada Warga Negara yang berada di kawasan rawan bencana dan yang berpotensi terpapar bencana. Cakupan kawasan
rawan bencana adalah wilayah kabupaten/kota. Pelayanan informasi rawan bencana dibagi per jenis ancaman bencana
- 12 -

antara lain sebagai berikut: Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api, Gelombang Laut Ekstrim,
Angin Topan (termasuk Siklon Tropis/Puting Beliung), Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, dan Epidemi/Wabah
Penyakit/Zoonosis Prioritas diantaranya: rabies, anthrax, leptospirosis, brucellosis dan avian influenza (flu burung).
b. Dasar Pemikiran
Informasi rawan bencana sangat penting diberikan kepada Warga Negara agar diketahui ancaman bencana dapat terjadi
dan dapat membahayakan keselamatan manusia pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
c. Dasar Hukum/Rujukan
1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia;
2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013;
3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan;
4) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang
Peternakan dan Kesehatan Hewan;
5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
8) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
9) Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan;
10) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;
12) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Penyakit Berpotensi Wabah;
13) Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.
- 13 -

d. Teknis pemenuhan jenis dan pencapaian mutu pelayanan informasi rawan bencana sebagai berikut:

Kegiatan: Pelayanan Informasi Rawan Bencana

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

A. Penyusunan Sasaran: Rumus: Merupakan tahapan


Kajian Risiko Tersedianya data/informasi X = Kemajuan pekerjaan penerapan SPM berupa
Bencana (KRB) tentang jenis dan risiko dokumen yang disusun pengumpulan data,
bencana dalam bentuk Y = Jumlah satu dokumen KRB perhitungan pemenuhan
dokumen yang sah/legal lengkap dan sudah kebutuhan dasar dan
disahkan penyusunan rencana untuk
Indikator: Indikator Kinerja: menunjang pemenuhan
Persentase (%) penyelesaian X pelayanan dasar.
x 100%
dokumen sampai dengan Y Bagi daerah yang telah
dinyatakan sah/legal menetapkan dokumen KRB,
maka kegiatannya dapat
Target: 100% (seratus persen) berupa pemutakhiran
paling lama satu tahun dokumen KRB.
- 14 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Penyediaan a. Jenis tenaga ahli ((a*b*c)+d+e) Badan Penanggulangan


tenaga ahli yang b. Jumlah orang Bencana Daerah
kompeten dalam c. Jumlah bulan kerja (BPBD) atau Perangkat
penyusunan d. Jumlah pertemuan Daerah yang
dokumen KRB e. ATK, penggandaan, data dan menyelenggarakan
laporan sub-urusan bencana

2. Diskusi publik a. Penyediaan tempat dan meja, ((a+b+c)+((d+e)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen
terhadap kursi serta sound system ((d+g)*h)+i) Bencana Daerah biaya dapat
dokumen KRB b. Penyediaan peralatan (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
yang sudah pendukung (proyektor, layar, Daerah yang sesuai
disusun untuk computer set) menyelenggarakan kebutuhan
disempurnakan c. Penggandaan materi/ATK/ sub-urusan bencana
dan ditetapkan dokumentasi
menjadi dokumen d. Akomodasi dan konsumsi
yang sah/legal e. Transport peserta
f. Jumlah peserta
g. Honor tenaga ahli
h. Jumlah tenaga ahli
i. Laporan
- 15 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

B. Komunikasi, Sasaran: Rumus: Merupakan tahapan penerapan SPM


Informasi dan Terselenggaranya X = Jumlah Penduduk berupa pelaksanaan pemenuhan
Edukasi rawan komunikasi, informasi dan di kawasan rawan pelayanan dasar
bencana edukasi rawan bencana bencana yang
kepada masyarakat per jenis memperoleh
ancaman bencana informasi rawan
bencana sesuai
Indikator: jenis ancaman
Persentase jumlah penduduk bencana
di kawasan rawan bencana Y = Seluruh penduduk
yang memperoleh informasi di kawasan rawan
rawan bencana sesuai jenis bencana sesuai
ancaman bencana jenis ancaman
bencana
Target: 100% (seratus persen) Indikator Kinerja:
selama satu tahun X
x 100%
Y
- 16 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Sosialisasi a. Penyediaan tempat berikut ((a+b+c)+((d+e)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


melalui tatap meja dan kursi ((d+g)*h)+i) Bencana Daerah biaya dapat
muka dengan b. Penyediaan peralatan (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
penduduk pendukung (proyektor, Daerah yang sesuai
di daerah rawan layar, computer set) menyelenggarakan kebutuhan
bencana c. Pengadaan/materi/ATK/ sub-urusan bencana
dokumentasi
d. Akomodasi dan konsumsi
e. Transport peserta
f. Jumlah peserta
g. Honor nara sumber
h. Jumlah nara sumber
i. Laporan

2. Sosialisasi a. Penyediaan dan a+(b*c)+d Badan Penanggulangan Komponen


melalui media pemeliharaan perangkat Bencana Daerah biaya dapat
sosial dan keras dan lunak (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
wahana b. Jumlah tim teknis Daerah yang sesuai
multimedia c. Honor tim teknis menyelenggarakan kebutuhan
d. Pulsa data sub-urusan bencana
- 17 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

3. Penyediaan dan a. Perencanaan dan perizinan a+b+c+d+g+h+(e*f) Badan Penanggulangan


pemasangan titik penempatan Bencana Daerah
rambu evakuasi b. Survei lokasi (BPBD) atau Perangkat
dan papan c. Penyediaan lokasi Daerah yang
informasi publik penempatan rambu menyelenggarakan
evakuasi dan papan sub-urusan bencana
informasi publik
d. Pengadaan rambu
evakuasi dan informasi
publik
e. Jumlah tim teknis
f. Honor tim teknis
g. Transportasi pemasangan
h. Akomodasi pemasangan
- 18 -

2. Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana


a. Pengertian
Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana adalah serangkaian kegiatan pra bencana melalui pencegahan,
mitigasi, dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan Warga Negara dalam menghadapi bencana. Pelayanan pencegahan dan
kesiapsiagaan dibagi per jenis ancaman bencana yang dirincikan antara lain: Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Tanah
Longsor, Letusan Gunung Api, Gelombang Laut Ekstrim, Angin Topan (termasuk Siklon Tropis/Puting Beliung), Kekeringan,
Kebakaran Hutan dan Lahan, dan Epidemi/Wabah Penyakit/Zoonosis Prioritas diantaranya: rabies, anthrax, leptospirosis,
brucellosis dan avian influenza (flu burung).
b. Dasar Pemikiran.
Pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk mengurangi dampak
bencana, terutama korban jiwa manusia pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
c. Dasar hukum/rujukan
1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia;
2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013;
3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan;
4) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang
Peternakan dan Kesehatan Hewan;
5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
8) Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan;
- 19 -

9) Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan;
10) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002
tentang Bangunan Gedung;
12) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
13) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;
14) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Penyakit Berpotensi Wabah;
15) Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana;
16) Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana;
17) Peraturan Kepala BNPB Nomor 3 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah dalam Penanggulangan
Bencana.
- 20 -

e. Teknis pemenuhan jenis dan pencapaian mutu pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sebagai berikut:

Kegiatan: Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

A. Penyusunan Sasaran: Rumus: Merupakan tahapan penerapan SPM


Rencana Tersedianya data/informasi X = Kemajuan berupa pengumpulan data, perhitungan
Penanggulangan tentang rencana pekerjaan pemenuhan kebutuhan dasar dan
Bencana (RPB) penanggulangan bencana dokumen yang penyusunan rencana untuk menunjang
dalam bentuk dokumen disusun pemenuhan pelayanan dasar
resmi Y = Jumlah satu Bagi daerah yang telah menetapkan
dokumen RPB dokumen RPB, maka kegiatannya dapat
Indikator: lengkap dan berupa pemutakhiran dokumen RPB.
Persentase (%) penyelesaian sudah disahkan
dokumen sampai dinyatakan Indikator Kinerja:
sah/legal X
x 100%
Y
Target: 100% (seratus
persen) paling lama satu
tahun
- 21 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Penyediaan tenaga a. Jenis tenaga ahli ((a*b*c)+d+e) Badan Penanggulangan


ahli yang kompeten b. Jumlah orang Bencana Daerah (BPBD)
dalam penyusunan c. Jumlah bulan kerja atau Perangkat Daerah
dokumen RPB d. Jumlah pertemuan yang menyelenggarakan
e. ATK, penggandaan, data sub-urusan bencana
dan laporan

2. Diskusi publik a. Penyediaan tempat, meja, ((a+b+c)+((d+e)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


terhadap dokumen kursi serta sound system ((d+g)*h)+i) Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
RPB yang sudah b. Penyediaan peralatan atau Perangkat Daerah dilaksanakan
disusun untuk pendukung (proyektor, yang menyelenggarakan sesuai
disempurnakan layar, computer set) sub-urusan bencana kebutuhan
dan ditetapkan c. Penggandaan
menjadi dokumen materi/ATK/
yang sah/legal dokumentasi
d. Akomodasi dan konsumsi
e. Transport peserta
f. Jumlah peserta
g. Honor tenaga ahli
h. Jumlah tenaga ahli
i. Laporan
- 22 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

B. Pembuatan Sasaran: Rumus: Merupakan tahapan penerapan SPM


Rencana Tersedianya data/informasi X = Kemajuan berupa pengumpulan data, perhitungan
Kontinjensi tentang rencana kontinjensi pekerjaan pemenuhan kebutuhan dasar dan
(Renkon) dalam bentuk dokumen dokumen yang penyusunan rencana untuk menunjang
resmi disusun pemenuhan pelayanan dasar.
Y = Jumlah satu Bagi daerah yang telah menetapkan
Indikator: dokumen dokumen Renkon, maka kegiatannya
Persentase (%) penyelesaian Renkon lengkap dapat berupa pemutakhiran dokumen
dokumen sampai dinyatakan dan sudah Renkon.
sah/legal disahkan
Indikator Kinerja:
Target: 100% (seratus X
x 100%
persen) paling lama satu Y
tahun
- 23 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Penyediaan tenaga a. Jenis tenaga ahli ((a*b*c)+d+e) Badan Penanggulangan


ahli yang kompeten b. Jumlah orang Bencana Daerah
dalam penyusunan c. Jumlah bulan kerja (BPBD) atau Perangkat
dokumen Rencana d. Jumlah pertemuan Daerah yang
Kontinjensi e. ATK, penggandaan, data menyelenggarakan
(Renkon) dan laporan sub-urusan bencana

2. Diskusi publik a. Penyediaan tempat meja, ((a+b+c)+((d+e)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


terhadap dokumen kursi serta sound system ((d+g)*h)+i) Bencana Daerah biaya dapat
Rencana b. Penyediaan peralatan (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
Kontinjensi yang pendukung (proyektor, Daerah yang sesuai
sudah disusun layar, computer set) menyelenggarakan kebutuhan
untuk c. Penggandaan materi/ATK/ sub-urusan bencana
disempurnakan dan dokumentasi
ditetapkan menjadi d. Akomodasi dan konsumsi
dokumen yang e. Transport peserta
sah/legal f. Jumlah peserta
g. Honor tenaga ahli
h. Jumlah tenaga ahli
i. Laporan
- 24 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

C. Pelatihan Sasaran: Rumus: Merupakan tahapan penerapan SPM


pencegahan dan Terlatihnya aparatur yang X = Jumlah aparatur berupa pelaksanaan pemenuhan
mitigasi menangani sub-urusan dan Warga pelayanan dasar
bencana dan Warga Negara Negara yang ikut
yang berada di kawasan pelatihan
rawan bencana Y = Jumlah apatur
dan Warga
Indikator: Negara di
Persentase (%) jumlah kawasan rawan
aparatur dan Warga Negara bencana
yang ikut pelatihan Indikator Kinerja:
X
x 100%
Target: 100% (seratus persen) Y
selama satu tahun
- 25 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Pelatihan a. Penyediaan tempat a+b+c+d+((e+g)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


penanggulangan lengkap dengan meja dan ((e+h)*i)+j Bencana Daerah biaya dapat
bencana bagi kursi (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
aparatur b. Peralatan pendukung Daerah yang sesuai
(proyektor, layar, computer menyelenggarakan kebutuhan
set) sub-urusan bencana
c. Penyediaan sarpras
pendukung pelatihan
pencegahan dan mitigasi
struktural
d. Penggandaan/materi/
ATK/dokumentasi
e. Akomodasi dan konsumsi
f. Jumlah peserta
g. Transport peserta
h. Honor narasumber
i. Jumlah narasumber
j. Laporan
- 26 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

2. Pelatihan a. Penyediaan tempat a+b+c+d+((e+g)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


penanggulangan lengkap dengan meja dan ((e+h)*i)+j Bencana Daerah biaya dapat
bencana bagi Warga kursi (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
Negara b. Peralatan pendukung Daerah yang sesuai
(proyektor, layar, computer menyelenggarakan kebutuhan
set) sub-urusan bencana
c. Penyediaan sarpras
pendukung pelatihan
pencegahan dan mitigasi
struktural
d. Penggandaan/materi/
ATK/dokumentasi
e. Akomodasi dan konsumsi
f. Jumlah peserta
g. Transport peserta
h. Honor narasumber
i. Jumlah narasumber
j. Laporan
- 27 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

D. Gladi kesiapsiagaan Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


terhadap bencana Terlatihnya Warga Negara X = Jumlah Warga berupa pelaksanaan pemenuhan
dalam rangka kesiapsiagaan Negara yang ikut pelayanan dasar
terhadap bencana pelatihan
Y = Jumlah Warga
Indikator: Negara yang
Persentase (%) jumlah Warga berada di
Negara yang ikut pelatihan kawasan rawan
bencana
Target: 100% (seratus persen) Indikator Kinerja:
selama satu tahun X
x 100%
Y
- 28 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Simulasi dalam a. Penyediaan ruangan meja, a+b+c+i+((d+f)*e)+ Badan Penanggulangan Komponen


ruang (table top kursi dan sound system ((d+g)*h) Bencana Daerah biaya dapat
exercise) b. Peralatan pendukung (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
(proyektor, layar, papan Daerah yang sesuai
data, computer set, alat menyelenggarakan kebutuhan
komunikasi, manual TTX sub-urusan bencana
dan evaluasi)
c. Penggandaan/materi/
ATK/dokumentasi
d. Akomodasi dan konsumsi
e. Jumlah peserta
f. Transport peserta
g. Honor pengarah/kelompok
pengendali
h. Jumlah pengarah/
kelompok pengendali
i. Laporan
- 29 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

2. Gladi lapang a. Penyediaan ruang berikut a+b+c+d+((e+g)*f)+ Badan Penanggulangan Komponen


meja, kursi, sound system ((e+h)*i+(j*k)+l Bencana Daerah biaya dapat
b. Peralatan pendukung (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
(proyektor, layar, papan data, Daerah yang sesuai
computer set, alat komunikasi menyelenggarakan kebutuhan
dan manual gladi dan sub-urusan bencana
evaluasi)
c. Penggandaan/ATK
d. Penyediaan transportasi
e. Akomodasi dan konsumsi
f. Jumlah peserta
g. Transport peserta
h. Honor narasumber/fasilitator
/komandan gladi
i. Jumlah narasumber/
fasilitator/komandan gladi
j. Honor observer
k. Jumlah observer
l. Laporan
- 30 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

E. Pengendalian Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


operasi dan Tersedianya layanan pusdalops X = Jumlah Warga berupa pelaksanaan pemenuhan
penyediaan penanggulangan bencana dan Negara yang pelayanan dasar
sarana sarana prasarana kesiapsiagaan mendapat
prasarana terhadap bencana layanan
kesiapsiagaan pusdalops
terhadap Indikator: Y = Jumlah Warga
bencana Persentase (%) jumlah Warga Negara yang
Negara yang mendapat layanan berada di
pusdalops penanggulangan kawasan rawan
bencana dan sarana prasarana bencana
penanggulangan bencana Indikator Kinerja:
X
x 100%
Target: 100% (seratus persen) Y
selama satu tahun
- 31 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Koordinasi a. Pencetakan/penggandaan/ a+g+((b+d)*c)+((b+f)*e) Badan Penanggulangan Komponen


teknis ATK/dokumentasi Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
pemantapan b. Akomodasi dan Konsumsi atau Perangkat Daerah dilaksanakan
kesiapsiagaan c. Jumlah petugas yang menyelenggarakan sesuai
terhadap d. Honor petugas sub-urusan bencana kebutuhan
bencana e. Jumlah narasumber
f. Honor narasumber
g. Laporan

2. Penyediaan a. Penyiapan gedung a+b+c+d Badan Penanggulangan Komponen


sarana prasana b. Penyiapan perangkat Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
operasional dan Teknologi Informasi dan atau Perangkat Daerah dilaksanakan
kesiapsiagaan Komunikasi (TIK) yang menyelenggarakan sesuai
bencana c. Peralatan pendukung sub-urusan bencana kebutuhan
operasional
d. Operasional pusdalops

3. Penyediaan a. Penyiapan alat komunikasi/ a+b Badan Penanggulangan Komponen

layanan pesan handphone Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat

singkat secara b. Operasional atau Perangkat Daerah dilaksanakan

broadcast yang menyelenggarakan sesuai


sub-urusan bencana kebutuhan
- 32 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

4. Penyediaan obat- a. Penyediaan obat dan vaksin (a*n1)+b+(c*n2) Perangkat Daerah yang n1=jumlah
obatan dan b. Pemeliharaan membidangi kesehatan obat/vaksin
vaksin c. Sosialisasi dan manusia dan kesehatan sesuai
pendistribusian hewan kebutuhan
untuk
pemutusan
rantai
penularan;
n2=jumlah
kegiatan

5. Tatalaksana/ a. Operasional (a*n1)+(b*n1)+ Perangkat Daerah yang n1=frekuensi


pengobatan dan b. Perjalanan (c*n2)+(d*n3 membidangi kesehatan kegiatan;
vaksinasi c. Belanja bahan dan alat manusia dan kesehatan n2=jumlah
pendukung hewan paket yang
d. Pelatihan SDM aparat/ diperlukan;
petugas pelaksana n3=jumlah
petugas
- 33 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

6. Penyediaan a. Penyediaan peralatan (a*n1)+(b*n1)+(c*n2) Perangkat Daerah yang n1=frekuensi


peralatan keadaan darurat membidangi kesehatan kegiatan;
kesehatan b. Penyediaan alat pelindung manusia dan kesehatan n2=jumlah
diri petugas hewan petugas
c. Pelatihan penggunaan alat

7. Penyediaaan a. Pengambilan, pengepakan, (a*n1)+(b*n2) Perangkat Daerah yang n1=frekuensi


peralatan pengiriman spesimen membidangi kesehatan paket
laboratorium b. Pemeriksaan spesimen manusia dan kesehatan kegiatan;
hewan n2= jumlah
spesimen per
spesifik
pemeriksaan

8. Penyediaan a. Penyediaan alat dan bahan (a*n1)+(b*n2) Perangkat Daerah yang n1=frekuensi
layanan pengendalian faktor risiko membidangi kesehatan paket
biosekuriti (sprayer, kaporit, manusia dan kesehatan kegiatan;
disinfektan) hewan n2=jumlah
b. Pelatihan aparat/petugas petugas
pelaksana
- 34 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

9. Penyediaan a. Perencanaan dan perizinan a+b+c+d+g+h+(e*f) Badan Penanggulangan Komponen


sarana prasarana titik penempatan alat Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
berupa alat komunikasi dan sistem atau Perangkat Daerah dilaksanakan
komunikasi dan peringatan dini yang menyelenggarakan sesuai
sistem peringatan b. Penyediaan sirene, radio HT sub-urusan bencana kebutuhan
dini kebencanaan dan repeater
berbasis c. Survei lokasi
masyarakat d. Penyediaan sistem
peringatan dini untuk jenis
ancaman bencana meliputi:
banjir dan tanah longsor
e. Jumlah tim teknis
f. Honor tim teknis
g. Transportasi pemasangan/
pembangunan
h. Akomodasi pemasangan
- 35 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

F. Penyediaan Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


peralatan Tersedianya peralatan X = Jumlah Warga berupa pelaksanaan pemenuhan
perlindungan dan perlindungan terhadap Negara mendapat pelayanan dasar
kesiapsiagaan bencana peralatan
terhadap bencana perlindungan
Indikator: Y = Jumlah Warga
Persentase (%) jumlah Warga Negara di
Negara yang mendapat Kawasan rawan
peralatan perlindungan bencana
Indikator Kinerja:
Target: 100% (seratus persen)
X
x 100%
selama satu tahun
Y

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Penyediaan a. Penyediaan peralatan a*b Badan Penanggulangan Komponen


peralatan perlindungan diri sesuai Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
penyelamatan diri jenis ancaman bencana atau Perangkat Daerah dilaksanakan
b. Jumlah Warga Negara yang yang menyelenggarakan sesuai
berada di kawasan rawan sub-urusan bencana kebutuhan
bencana
- 36 -

3. Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana


a. Pengertian
Pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada
saat kejadian bencana untuk menangani dan menyelamatkan korban bencana. Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan
dibagi per jenis ancaman bencana antara lain: Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api,
Gelombang Laut Ekstrim, Angin Topan (termasuk Siklon Tropis/Puting Beliung), Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan,
dan Epidemi/Wabah Penyakit/Zoonosis Prioritas. Khusus untuk penanganan Epidemi/Wabah Penyakit/Zoonosis Prioritas
diantaranya: rabies, anthrax, leptospirosis, brucellosis dan avian influenza (flu burung).
b. Dasar Pemikiran.
Keselamatan jiwa manusia sangat penting dalam proses penanganan darurat bencana maka untuk itu dibutuhkan upaya
penyelamatan dan evakuasi korban bencana sesegera mungkin.
c. Dasar hukum/Rujukan
1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia;
2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013;
3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan
Hewan;
4) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
6) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan;
8) Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan;
- 37 -

9) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner;


10) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana;
12) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non
Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana;
13) Peraturan Kepala BNPB Nomor 9 Tahun 2008 tentang Protap Tim Reaksi Cepat BNPB;
14) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Penyakit Berpotensi Wabah;
15) Peraturan Kepala BNPB Nomor 6a Tahun 2011 tentang Pedoman Dana Siap Pakai pada Status Keadaan Darurat
Bencana;
16) Peraturan Kepala BNPB Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi;
17) Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana;
18) Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 360/2903/SJ tanggal 3 Juni 2015 tentang Pedoman Pendanaan Tanggap
Darurat Bencana yang Bersumber dari Belanja Tidak Terduga.
- 38 -

d. Pemenuhan jenis dan pencapaian mutu pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana sebagai berikut:

Kegiatan: Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

A. Respon cepat Kejadian Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


Luar Biasa (KLB) Terrespon secara cepat X = Jumlah berupa pelaksanaan pemenuhan
penyakit/wabah setiap hasil penetapan kecepatan pelayanan dasar
zoonosis prioritas status KLB kurang dari respon kurang
24 jam dari 24 jam
untuk setiap
Indikator: penetapan KLB
Persentase kecepatan Y = Jumlah seluruh
respon kurang dari 24 penetapan status
jam untuk setiap status KLB
KLB (%) Indikator Kinerja:
X
x 100%
Target: 100% (seratus Y
persen) selama satu
tahun
- 39 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Investigasi/penyelidikan a. Kuesioner b+c+(a*n1)+(d*e*n2)+ Dinas Kesehatan dan n1=jumlah


epidemiologi terpadu/ b. Alat perekam (f*g*n3)+(h*n)+i Perangkat Daerah kuisioner yang
wabah (zoonosis c. Alat dokumentasi yang membidangi diperlukan;
prioritas) untuk (foto/video) kesehatan hewan n2=jumlah
penemuan faktor risik, d. Alat dan bahan spesimen yang
penemuan kasus baru, pengambilan diambil dan diuji;
penemuan kontak, spesimen n3=frekuensi
pengambilan, e. Pengujian pelaksanaan
pengepakan, pengiriman laboratorium
dan pengujian spesimen f. Personel
serta konfirmasi g. Operasional
laboratorium h. Transportasi dan BBM
i. Laporan

2. Penetapan status a. Data/informasi dan a+b+c Kepala daerah Komponen biaya


keadaan darurat dokumen investigasi kabupaten/kota dapat
epidemi/wabah b. Koordinasi dan dilaksanakan
(zoonosis prioritas) komunikasi sesuai kebutuhan
c. Dokumentasi
- 40 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

3. Tindakan cepat a. Rapid test ((a+b)*n1)+(c*n2)+ Dinas Kesehatan dan n1=jumlah


penanganan epidemi/ b. Bahan pendukung (d*n3)+(e*f*n4) Perangkat Daerah alat/bahan;
wabah penyakit (alat pelindung diri +(g*n5) yang membidangi n2=jumlah
(zoonosis prioritas), yang minimum: masker dan kesehatan hewan vaksin/obat yang
direspon 24 jam setelah sarung tangan) diberikan per
laporan, deteksi dini, c. Obat/vaksin sesuai respon cepat;
dan tindakan teknis penyakit n3=alat
(tata laksana kasus/ d. Alat transportasi dan transportasi yang
isolasi/pengebalan/ BBM dikerahkan per
pengobatan/komunikasi e. Jumlah personil kegiatan;
risiko) f. Operasional n4=frekuensi
g. Laporan kegiatan respon
cepat;
n5=jumlah
dokumen
- 41 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

B. Respon cepat darurat Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


bencana Terrespon secara cepat X = Jumlah berupa pelaksanaan pemenuhan
setiap hasil penetapan kecepatan pelayanan dasar
status darurat bencana respon kurang
kurang dari 24 jam dari 24 jam
untuk setiap
Indikator: penetapan
Persentase kecepatan darurat bencana
respon kurang dari 24 Y = Jumlah seluruh
jam untuk setiap status penetapan status
darurat bencana (%) darurat bencana
Indikator Kinerja:
Target: 100% (seratus X
x 100%
persen) selama satu Y
tahun
- 42 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Penyediaan a. ATK/penggandaan ((a+b+c+d)+(e*f)+ Badan Penanggulangan Komponen biaya


dokumen kaji b. Papan informasi (g+h+i +j)) Bencana Daerah (BPBD) dapat dilaksanakan
cepat dan c. Komunikasi atau Perangkat Daerah sesuai kebutuhan
penetapan status d. Transportasi yang menyelenggarakan
darurat bencana e. Jumlah personil sub-urusan bencana
f. Honor personil
g. Laporan
h. Data dan informasi
dokumen kaji cepat
i. Komunikasi dan
koordinasi
j. Dokumentasi
- 43 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

C. Aktivasi sistem Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan penerapan SPM


komando Terlaksananya koordinasi X = Jumlah petugas berupa pelaksanaan pemenuhan
penanganan sistem komando oleh pusdalops yang aktif dalam pelayanan dasar
darurat bencana penanggulangan bencana penanganan
dalam penyiapan petugas darurat bencana
penanganan darurat bencana Y = Jumlah
keseluruhan
Indikator: petugas dalam
Persentase (%) jumlah petugas penanganan
yang aktif dalam penanganan darurat bencana
darurat bencana Indikator Kinerja:
X
x 100%
Target: 100% (seratus persen) Y
selama satu tahun
- 44 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Koordinasi teknis a. Posko utama (TNI, Polri, (a+b+e)+(c*d) Badan Penanggulangan Komponen
pelaksanaan BPBD, Dinas Perhubungan, Bencana Daerah biaya dapat
lapangan dalam Satpol PP, Sat Linmas, Dinas (BPBD) atau Perangkat dilaksanakan
penanganan Sosial, Dinas PU, Dinas Daerah yang sesuai
darurat bencana Kesehatan, PMI, NGO, media menyelenggarakan kebutuhan
(aktivasi posko massa, dan lain-lain) sub-urusan bencana
tanggap darurat) b. Posko lapangan (petugas yang
terlibat dalam melaksanakan
penanganan darurat bencana
dan keterlibatan masyarakat)
c. Jumlah petugas
d. Honor petugas
e. Perlengkapan posko
- 45 -

SASARAN/
SUB KEGIATAN CARA MENGHITUNG KETERANGAN
INDIKATOR KINERJA

D. Pencarian, Sasaran: Rumus : Merupakan tahapan


pertolongan dan Terlaksana pencarian, pertolongan X = Jumlah korban yang penerapan SPM berupa
evakuasi korban dan evakuasi korban bencana berhasil dicari, ditolong dan pelaksanaan pemenuhan
bencana dievakuasi pelayanan dasar
Indikator:
Y = Perkiraan jumlah korban
Persentase (%) jumlah korban
keseluruhan dari bencana
berhasil dicari, ditolong dan
Indikator Kinerja:
dievakuasi teradap kejadian
X
bencana x 100%
Y
Target: 100% (seratus persen)
selama satu tahun
- 46 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

1. Koordinasi pembagian a. Jumlah operasional tim a*b Badan Penanggulangan Komponen


zona/wilayah rescue (TNI, POLRI, BPBD, Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
pencarian, Dinas PU, BASARNAS, atau Perangkat Daerah dilaksanakan
pertolongan dan Dinas Kesehatan, Sat yang menyelenggarakan sesuai
evakuasi korban Linmas, Satpol PP, PMI) sub-urusan bencana kebutuhan
bencana b. Honor petugas

2. Penyediaan sarana a. Penyediaan peralatan a+b+c+d+e+f+g Badan Penanggulangan Komponen


dan prasarana rescue Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
pertolongan dan b. Penyediaan transportasi atau Perangkat Daerah dilaksanakan
evakuasi dan c. Penyediaan alat yang menyelenggarakan sesuai
pembuatan jalur komunikasi sub-urusan bencana kebutuhan
pertolongan dan d. Penyediaan peralatan
evakuasi pendukung (tenda, tangki
air, BBM, genset)
e. Penyediaan alat berat
(excavator, bulldozer)
f. Penyediaan ambulance
g. Penyediaan sepeda motor
trail
- 47 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

3. Operasional a. Pendirian tenda pengungsi a+b+c+ d+e+f+(g*h) Badan Penanggulangan Komponen


penyelamatan melalui b. Penggunaan alat Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
pencarian, komunikasi atau Perangkat Daerah dilaksanakan
pertolongan dan c. Penggunaan alat yang menyelenggarakan sesuai
evakuasi korban transportasi sub-urusan bencana kebutuhan
bencana d. Penggunaan peralatan
medis (antara lain: obat-
obatan, oksigen, kantong
mayat)
e. Penggunaan peralatan
rescue
f. Penggunaan peralatan
pendukung
g. Jumlah petugas
h. Honor petugas
- 48 -

KOMPONEN KOMPONEN BIAYA CARA MENGHITUNG PENANGGUNG JAWAB KETERANGAN

4. Laporan akhir a. Pengumpulan data dan a+b+c+d Badan Penanggulangan Komponen


pertolongan, dokumentasi Bencana Daerah (BPBD) biaya dapat
penyelamatan, b. Penyusunan laporan atau Perangkat Daerah dilaksanakan
evakuasi korban dan c. ATK dan penggandaan yang menyelenggarakan sesuai
dampak bencana d. Publikasi sub-urusan bencana kebutuhan

MENTERI DALAM NEGERI


REPUBLIK INDONESIA,

TTD

TJAHJO KUMOLO

Anda mungkin juga menyukai