Anda di halaman 1dari 4

Makai Ocean Engineering’s ocean thermal energy conversion (OTEC) power plant is

the world’s biggest operational facility of its kind, with an annual power generation
capacity of 100kW, which is sufficient to power 120 homes in Hawaii.

Pembangkit energi konversi termal laut (OTEC) “Makai Ocean Engineering”


adalah fasilitas pembangkit listrik terbesar di jenisnya, dengan kapasitas
pembangkit listrik tahunan sebesar 100kW, yang cukup untuk memasok energi 120
rumah di Hawaii.

Located at the Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) in Kailua-


Kona. the facility was connected to the US grid in August 2015 and is capable of
providing base load power, meaning it can constantly produce electricity 24h a day
throughout the year.

Terletak di Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) di Kailua-


Kona, Hawaii, Amerika serikat. fasilitas itu mulai terhubung ke AS pada Agustus
2015 dan mampu memberikan daya beban dasar, yang berarti dapat terus
menghasilkan listrik 24 jam sehari sepanjang tahun.

Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) technology

The OTEC technology uses the temperature difference between the cold water in the
deep sea (5°C) and the warm surface seawater (25°C) to generate clean, renewable
electricity. The technology requires a minimum of 20°C (36°F) difference between
the surface and deep ocean temperatures.

Teknologi OTEC menggunakan perbedaan suhu antara air dingin di laut dalam
(5°C) dan air laut permukaan hangat (25°C) untuk menghasilkan listrik yang
bersih dan terbarukan. Teknologi ini membutuhkan perbedaan minimum 20 ° C
(36 ° F) antara suhu permukaan dan laut dalam.
Large amounts of deep cold seawater and warm surface seawater are pumped to run
a power cycle to produce electricity. A heat exchanger evaporator generates steam by
vapourising an ammonia fluid with warm surface seawater to drive a turbine
generator for producing electricity.

Sejumlah besar air laut dingin dalam dan air laut permukaan hangat dipompa
untuk menjalankan siklus daya untuk menghasilkan listrik. Evaporator penukar
panas menghasilkan uap dengan menguapkan cairan amonia dengan air laut
permukaan hangat untuk menggerakkan generator turbin untuk menghasilkan
listrik.

Once the steam transfers its energy, a heat exchanger condenser further cools the
ammonia vapour, turns it back into liquid and conveys it to a heat exchanger
evaporator to repeat the cycle.

Setelah uap mentransfer energinya, kondensor penukar panas selanjutnya


mendinginkan uap amonia, mengubahnya kembali menjadi cair dan
membawanya ke evaporator penukar panas untuk mengulangi siklus.

Makai Ocean Engineering’s OTEC power plant make-up

Makai’s OTEC plant is a closed-cycle facility that uses an ammonia fluid to drive the
turbine-generator. The two new heat exchangers and the 100kW ammonia turbine-
generator were delivered to the project site in late 2014. The turbine generator was
placed on top of the 40ft-high OTEC tower within the same year and the testing
works for the two heat exchangers started subsequently.

Pabrik OTEC Makai adalah fasilitas siklus tertutup yang menggunakan cairan
amonia untuk menggerakkan generator turbin. Dua penukar panas baru dan
generator turbin amonia 100kW dikirim ke lokasi proyek pada akhir 2014.
Generator turbin ditempatkan di atas menara OTEC setinggi 40 kaki pada tahun
yang sama dan pekerjaan pengujian untuk dua penukar panas dimulai kemudian.
The deep seawater is obtained using either a 40in diameter intake pipeline or a 55in
diameter pipeline. The pipes can supply up to 26,000gal a minute of cold seawater,
equivalent to the warm surface water pumped for the facility each minute.

Air laut dalam diperoleh dengan menggunakan pipa intake berdiameter 40in atau
pipa berdiameter 55in. Pipa dapat memasok hingga 26.000 galon air laut dingin
selama satu menit, setara dengan air permukaan hangat yang dipompa untuk
fasilitas setiap menit.

The two heat exchangers have a 2MW thermal duty each, are between two and eight
metres tall, and have a typical design seawater flow of 0.25m³ a second (4,000gal a
minute). They were supplied by Lockheed Martin and are the first to use friction stir
welding, a technique that reduces ocean corrosion.

Kedua penukar panas masing-masing memiliki tugas termal 2MW, tingginya


antara dua dan delapan meter, dan memiliki aliran desain air laut khas 0,25m³
per detik (4.000gal per menit). Mereka dipasok oleh Lockheed Martin dan
merupakan yang pertama menggunakan pengelasan gesekan aduk, sebuah teknik
yang mengurangi korosi laut.
Makai ocean thermal energy conversion (OTEC) adalah fasilitas pembangkit listrik terbesar
di jenisnya, dengan kapasitas pembangkit listrik tahunan sebesar 100kW, yang cukup untuk
menyuplai energi untuk 120 rumah di Hawaii.

Terletak di Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) di Kailua-Kona, Hawaii,


Amerika Serikat. Fasilitas pembangkit tersebut mulai terhubung ke USA sejak Agustus 2015,
dan mampu memberikan daya beban dasar, yang berarti dapat terus menghasilkan listrik 24
jam sehari sepanjang tahun.

Siklus tertutup menggunakan fluida kerja amonia, untuk memutar turbin dan
menghasilkan listrik. Air hangat di permukaan dipompa ke heat exchanger
evaporator di mana fluida amonia dididihkan. Fluida yang mengalami perubahan
wujud menjadi uap akan mengalami peningkatan tekanan. Uap bertekanan tinggi ini
lalu dialirkan ke turbin untuk menghasilkan listrik. Uap tersebut lalu didinginkan
kembali dengan air dingin dari laut dalam dan mengembun. Lalu fluida kembali
melakukan siklusnya.